All language subtitles for Live EP15

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

-- Live -- Ripped and synced by gabbyu @ Subscene Subtitle by Park Hye Lim

Diterjemahkan oleh Nineu Karlina Ig: @nineukarr

Karakter dan tempat yang terkait dalam drama ini hanya fiksi semata.

(Episode 15)

Hye Ri, jawab teleponmu. Sepertinya ada yang menghubungimu.

Sedang apa? Kau tidak datang?

Petugas Song, kau tahu kalau aku tertarik padamu, kan?

Petugas Song,

cepat kembali.

Kami merindukanmu.

Cepat kembali.

Cepat kembali. Semua orang menunggumu.

Roomie, rasanya rumah ini sangat sepi kalau kau tidak ada di sini.

Cepat pulang.

Hye Ri, apa kau tidak bekerja lagi?

Aku merindukanmu. Cepat kembali.

Ayah.

Apa?

Kau kehilangan tanganmu saat menggunakan mesin.

Tapi kenapa ayah masih bekerja di sini, bukan mencari pekerjaan lain?

Apa ayah tidak takut?

Aku takut.

Tapi...

Jika kau melarikan diri karena merasa takut, kau akan terus melarikan diri sampai kau mati.

Karena aku takut, aku semakin berhati-hati dalam bekerja.

Merasa takut bukanlah hal yang buruk.

Sudah kubilang ini kasus pemerkosaan berantai.

Sudah kubilang kita harus memecahkannya sebelum korban lainnya terluka.

Aku hanya mengikuti protokol.

Dan aku hanya mematuhi perintah dari atasanku, benarkan?

Jadi...

Hanya ada satu alasan kenapa hanya aku yang mendapat tindakan disipliner.

Itu karena kalian

semua memanfaatkanku sebagai kambing hitam untuk menutupi

tugas yang telah kalian abaikan.

Kuharap kalian tidak menggunakan

Akademi sebagai alasannya.

"Kami tidak bisa ditegur,

jadi kami memintamu untuk mengambil konsekuensinya agar kami bisa menyelesaikannya.

Maafkan kami."

Apa kalian jujur padaku... Tidak, sebenarnya...

"Protokol kita tidak cukup praktis.

Kita harus merevisinya agar lebih sesuai dengan kebutuhan."

Apa kalian mengusulkan dan membujukku,

memahamiku, "Persetan"!

Aku muak menjadi polisi!"

Aku baru saja dimaki seperti itu,

dan ini sudah berakhir.

Kita tidak akan membahas hal ini lagi.

- Kapten An! - Hei!

Hei, Kapten An!

Bisa-bisanya kau... Beraninya kau mengatakan hal semacam itu!

Diam kalian semua.

Kalian mencoba bersembunyi di belakangku agar kalian tidak kehilangan posisi kalian.

Lalu?

Seperti apa tindakan disipliner untukku?

Apa gajiku dipotong? Untuk berapa bulan?

Pemotongan gaji adalah

hukuman yang ringan mengingat betapa marahnya publik saat ini.

Lalu apa?

Apa aku diskors?

Apa kalian menginginkanku

meninggalkan Akademi karena aku membuat kalian risih?

Kalian semua sungguh brengsek!

Dasar bajingan.

(Ki Han Sol)

- Semua penghuni... - Apa yang terjadi?

polisi dan petugas pemadam kebakaran ada di sini saat ini.

Tolong ikuti

arahan dari polisi dan pemadam kebakaran...

(Min Su Man)

Tolong evakuasi dengan aman dan secepat mungkin.

Aku ulangi.

Polisi dan petugas pemadam kebakaran ada di sini saat ini.

Angkat ponselmu! Cepat angkat!

Tolong bantu kami.

Tolong jangan memotret.

Semua penghuni, tolong dengarkan pemberitahuannya...

di tempat yang aman sampai situasinya terkendali.

Tolong untuk tidak memasuki area tersebut.

Petugas Senior Choi sudah tiba di pintu masuk selatan.

Letnan Oh dan Petugas Yeom sudah tiba

di pintu masuk utara di belakang mobil penjaga keamanan.

Beberapa petugas pemadam kebakaran telah tiba di pintu masuk utama tempat parkir.

Petugas pemadam kebakaran yang lainnya,

jangan masuk dan bersiap siaga

sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Ada rokok di mulutnya.

Dia mungkin punya pematik.

Semuanya, bersiaplah.

Bersiaplah.

(Ki Han Sol)

(Min Su Man)

Han Sol.

Su Man.

Maafkan aku, aku tidak bisa menjadi senior yang lebih baik.

Sepertinya petugas yang ada di sini

berasal dari divisi patrolimu.

Tapi Han Sol...

Sekarang aku sedang...

memegang pemantik,

jadi beritahu mereka

untuk segera meninggalkan tempat ini. Mereka akan terluka.

Su Man.

Aku akan ke sana sekarang.

Su Man! Ini aku, Sam Bo.

- Katakan pada mereka untuk tidak bergerak. - Semuanya, berhenti.

Semua petugas polisi dan petugas pemadam kebakaran yang ada di tempat parkir,

berhenti!

Ayo kita hampiri mobilnya. Jika kau membuka pintunya,

- aku akan menembakkan taser padanya. - Taser bisa menyakiti kita juga.

Kepala Ki.

Ada seorang anak dan ibunya di salah satu mobil di tempat parkir.

Itu tidak terekam dalam kamera CCTV.

Sam Bo.

Tolong menepi dulu sebentar.

Han Sol, ada apa?

Su Man.

Di tempat parkir,

ada seorang wanita dan anaknya yang tidak melakukan kesalahan.

Mari pastikan mereka untuk meninggalkan tempat parkir dengan aman.

Beritahu petugasmu untuk

membawa mereka keluar.

Siapa yang ada di sana?

Bawa wanita itu beserta anaknya keluar dari sana.

Aku petugas polisi. Tidak apa-apa.

Sam Bo.

Kau bilang kau mengikuti ujian menjadi operator ekskavator.

Aku sangat berharap

kalau kau lulus ujiannya.

Su Man.

Aku didiagnosis

mengidap kanker.

Kanker kolorektal.

Aku tahu semua yang telah kau lalui,

dan aku baru saja mendengar semua

yang terjadi padamu dua hari yang lalu juga.

Su Man.

Kau tahu hidup ini menyebalkan.

Aku mengidap kanker setelah bekerja keras menjadi polisi sepanjang hidupku

dan hal-hal buruk

terus terjadi padamu walaupun kau sudah bekerja keras juga.

Mari kita anggap kalau hidup kita sedang dalam kekacauan.

Jadi tolong, Su Man.

Jangan lakukan itu. Mari kita bertemu

dan minum sampai kita jatuh.

Kita bisa menangis bersama-sama

dan membicarakan semuanya satu sama lain.

Itu salah.

Jangan menyalakan api.

Tolong jangan lakukan itu.

Han Sol.

Menjadi seorang polisi

adalah keputusan

yang paling kusesali sepanjang hidupku.

Jika aku tidak menjadi polisi,

aku tidak akan berurusan dengan bajingan-banjingan itu.

Lalu aku tidak akan dituduh menggunakan kekerasan,

dan aku tidak akan berada dalam kekacauan ini.

Su Man.

Hidup kita belum berakhir!

Han Sol,

jaga dirimu baik-baik.

Jangan ucapkan selamat tinggal padaku.

Jangan ucapkan selamat tinggal!

Jangan menyalakan pematikmu.

Tolong jangan...

Lari!

Su Man.

Su Man!

Jangan membakar dirimu sendiri, kumohon!

Patroli 24, Patroli 24.

Korban di Apartmen Mindeulre telah diselamatkan

dan sedang dibawa ke Rumah Sakit.

Patroli 24, Patroli 24.

Korban di Apartmen Mindeulre telah diselamatkan

dan sedang dibawa ke Rumah Sakit.

(Eun Gyeong Mo)

Gyeong Mo.

Maaf, aku membuatmu bekerja

di divisi patroli kita.

Kau tidak tahu kenapa

aku mengatasinya seperti ini.

Tentu saja tidak. Apa aku paranormal? Aku tidak bisa membaca pikiran orang lain.

Bagaimana aku bisa tahu kalau kau tidak memberitahuku

Aku didiagnosis mengidap kanker.

Kanker kolorektal.

Min Seok, kau dimana?

Keluhan terhadapmu...

Bajingan yang melukai dirinya sendiri.

Apa kau pernah datang ke rumahnya?

Dia tidak akan keluar, jadi aku tidak bisa bertemu dengannya.

Istrinya bilang

kalau dia pergi ke Rumah Sakit karena sakit.

Dia tidak memberitahuku dimana Rumah Sakitnya.

Kami datang setelah

menyelesaikan urusan di TKP.

Kapten Eun.

Apa yang harus kulakukan?

Lukanya disebabkan oleh diri sendiri,

tapi tidak ada cara untuk membuktikannya.

Apa yang dia katakan

tentang memukul kepalanya di lantai?

Aku baru saja menelepon Min Seok.

Menurut pria ini,

dia ingat saat memukul kepalanya setelah Min Seok mendorongnya.

Tapi dia pingsan setelahnya karena sakit.

Dia bilang dia menggelepar dalam kesakitan.

Tubuhnya memantul karena rasa sakitnya sehingga memukul kepalanya berulang kali.

Dasar brengsek gila!

Apa dia bola? Kenapa tubuhnya memantul seperti itu?

Apa mereka melakukan scan MRI?

Tentu saja.

Dia berbohong.

Min Seok terjebak dengan seorang penjahat.

Berapa yang harus dia bayar?

Lima puluh juta won untuk dakwaan perdata dan pidana.

Lima puluh juta won untuk beberapa jahitan?

Dia meraih untung besar dari polisi.

Dia tahu kalau

kasus kekerasan polisi bisa merusak karir kita.

Benar.

Bagaimana dengan keluarga Su Man?

Adiknya ada di sini,

dan anak-anaknya sedang dalam perjalanan.

Oh iya, Se Chan menghubungiku.

Siapa? Mantan polisi

yang sekarang menjadi pengacara? Kang Se Chan?

Apa dia akan mengambil kasus ini?

Ya.

Syukurlah.

Apa kau sudah bertemu dengan dokternya Su Man?

Su Man masih hidup,

tapi luka di wajahnya sangat parah.

Sang Su menjaga di ruang operasi.

Operasinya tidak akan beres sampai tengah malam,

jadi kembalilah ke kantor. Kau tidak akan kuat kalau bergadang sepanjang malam.

Aigoo.

Aku bicara dengan kepala Himpunan Polisi Pensiun.

Dia bersedia

mengumpulkan uang

untuk operasi.

Sangat dermawan.

- Mau kemana? - Ke kantor.

Han Sol, bisakah kita pergi ke suatu tempat dan bicara?

- Han Sol! - Kau harus pergi dengannya.

Astaga.

Dia mengidap kanker. Kenapa dia bekerja dengan keras?

Kode one. Kode one. Seorang wanita tua berusia 70 tahun

tidak sadarkan diri di Sauna Byul di Hongwon 1-dong.

Petugas di daerah tersebut, tolong tanggapi.

Kode one. Kode one.

Seorang wanita tua berusia 70 tahun di Sauna Byul...

Patroli 23 merespon untuk kasus wanita tua

di Sauna Byul. Panggilan terakhir.

Setiap pekerjaan membutuhkan jenis kayu yang berbeda.

Untuk apa kau menggunakannya?

Aku sedang membuat senjata.

Kode zero. Kendaraan tabrak lari melarikan diri dari TKP.

- Bisakah kita beristirahat di sini? - Kode zero.

Kendaraan tabrak lari...

Tidak heran kalau Han Sol sakit.

Jika dia keluar dari divisi ini, siapa yang akan mengambil alih?

Kapten Eun?

Kau tidak bisa melakukannya, bukan?

Aku tidak mau dia menjadi asisten kepala sementara.

Dia itu arogan

dan akan menyulitkan evaluasi kami.

Apa itu yang kau khawatirkan saat ini?

Dasar brengsek berhati dingin!

Menurutku, itu adalah masalah yang besar. Aku hanya bersikap realistis.

Astaga, kau sangat yakin kalau itu realistis.

Sang Su.

Astaga, kau sangat yakin kalau itu realistis.

Sang Su.

Mereka bilang kau bisa bertahan hidup di kandang singa jika kau tetap diam.

Jika kau egois karena memikirkan diri sendiri terlepas dari situasinya

kau pasti akan punya karir yang hebat sebagai petugas polisi.

Yang Chon pasti mengajarimu dengan baik.

Apa kau mendapat les privat?

Maafkan aku!

Bukan itu maksudku.

Aku sungguh minta maaf.

Kenapa kalian di tempat istirahat wanita?

Kepala, kapten, dan letnan sedang melakukan rapat.

Kami menunggu di sini karena

tempat istirahat pria dan tempat makan

ditempati Tim Dua.

Jadi kenapa

dengan kalian berdua?

Oh iya, kalian putus.

Aku tahu itu.

Ini kekacauan yang sangat hebat,

Min Seok tinggal di apartemen sewaan dan membayar sewa 500.000 won.

Dia juga merawat ibunya yang mengidap kanker.

Dari mana dia mendapat uang 50 juta won?

Apa tunangannya tahu?

Tidak.

Dia takut kalau

tunangannya akan membatalkan pernikahan mereka jika dia tahu.

Mari kita ungkap semuanya di pengadilan.

Lihat saja ini.

Siapa pun bisa melihat kalau disebabkan oleh diri sendiri.

Semua orang di sini tahu itu.

Tapi bagaimana kita membuktikannya?

Tangan dokter terikat jika pasian menangis kesakitan.

Selain itu, di sini ada fakta kalau Min Seok

mendorong pria ini.

Dia punya alasan untuk melakukannya.

Dia memukul warga lain jadi...

Apa Divisi Penegak Hukum peduli dengan keadaan seperti itu?

Yang mereka pedulikan hanyalah protokolnya.

Mereka akan bertanya kenapa dia mendorong seorang warga.

Mereka hanya akan terpaku pada satu fakta dan mendesak Min Seok terus menerus.

Itu pekerjaan mereka.

Jadi, apa yang kau pikirkan?

- Berlutut. - Berlutut.

Apa?

Kita, polisi, harus berlutut?

Itu tidak adil, tapi kita harus menyelesaikannya.

Itu kesimpulan dariku.

Akan menjadi rumit kalau Min Seok dihukum.

Selesaikan itu.

Kita harus membuat jaksa menangguhkan dakwaannya.

Jika masalah ini dibawa ke pengadilan dan Min Seok mendapat masa percobaan,

dia harus meninggalkan Akademi.

Bahkan jika ini terjadi saat dia sedang bertugas,

jika dia didakwa di pengadilan perdata dan pidana,

Min Seok harus mencari pengacara

dan membuktikan ketidakbersalahannya sendiri.

Dia bisa mendapatkan hukuman percobaan.

Bahkan jika hukumannya ditangguhkan,

Divisi Penegak Hukum dan Jaksa akan menginterogasinya.

Tangani semua hal yang akan mengakhiri karir Min Seok sebelum terjadi sesuatu.

Hal serupa pernah terjadi

pada polisi lain yang diselidiki dan dituntut.

Dia merasa sangat terhina dan akhirnya bunuh diri.

Pengadilan terlalu berat.

Lakukan apa yang kukatakan.

Sangat menjengkelkan.

Dari divisi kita,

aku adalah salah satu dari petugas yang lebih tua jadi aku akan...

Kau tidak boleh ikut campur.

Kau ingin terlibat dalam semua hal.

Dia benar.

Kau adalah pemimpin kami. Jangan ikut campur untuk yang satu ini.

Jadi Sam Bo, Gyeong Mo dan aku.

Kami akan menemui pendakwa

lalu berlutut dan memohon padanya.

Mari buat dia puas dengan merendahkan diri kita.

Begitu kita melakukannya, kita semua bisa tenang.

Mari kita ajak petugas seangkatan Min Seok untuk berkontribusi juga.

Baik, mari lakukan itu.

Yang kita punya hanyalah rekan sesama polisi.

Jadi... Masalah ini sudah teratasi.

Sekarang

mari kita bicarakan tentangmu.

Apa yang kau lakukan pada kami?

Gyeong Mo.

Bisa-bisanya kau memberitahu kami

kalau kau sakit di radio?

Apa itu masuk akal?

Baik.

Tentang kondisiku.

Baik dokter maupun aku

sudah yakin dengan hal itu.

Dokterku bilang ada tumor yang banyak, tapi tumornya campuran jinak dan ganas.

Bisa jadi stadium satu atau stadium tiga.

Dia belum bisa mengatakannya dengan pasti sekarang.

Dia harus melakukan operasi

untuk mencaritahunya.

Jadi aku menyarankannya untuk melakukan operasi.

Operasinya dilakukan sebelum siang, dua hari yang akan datang.

Aku akan dirawat

sore ini.

Aku tidak bisa memberitahumu

karena satu alasan.

Itu

karena aku merasa menyesal pada salah satu petugas yang akan menggantikanku.

Eun Gyeong Mo.

Aku merasa bersalah padamu.

Sam Bo.

Kau harus menemui Hye Ri.

Pulang ke rumah

dan beristirahat dulu.

Pergilah.

Aku tahu apa yang kau rasakan.

Berdoalah agar operasiku berjalan dengan baik.

Aku akan menjengukmu.

Dan kau bodoh, Gyeong Mo...

Aku tidak akan patuh.

Aku akan mengabdi padanya seperti yang kulakukan padamu.

Fokus saja pada operasimu.

Pergilah.

Jangan tinggalkan Jang Mi sendirian di hari seperti ini.

Kau tahu kalau kanker itu bukan apa-apa akhir-akhir ini, kan?

Sebaiknya kau berjuang melawannya.

Aku akan melakukannya.

Ki Han Sol

menderita kanker kolorektal.

Dia tidak tahu apakah itu stadium satu atau tiga.

Dokter harus mengoprasinya.

Jangan mengusik dia dengan semua harapan baik kalian.

- Pulang saja. - Kapten Eun.

Tutup mulutmu.

Jangan ada yang

mengatakan apapun.

Jangan katakan apapun

padaku.

Haruskah kita menemuinya?

Tidak, dengarkan saja Kapten Eun. Ayo kita pulang saja.

Baik, ayo pergi.

Dokter bisa menyembuhkan kanker akhir-akhir ini, kan?

Tentu saja.

Hei, kau di mana?

Apa yang sangat kau khawatirkan?

Itu...

Istriku yang lemah.

Putriku yang baru saja menikah.

Apa aku bisa bekerja lagi? Hal-hal semacam itu.

Untuk saat ini,

pentingkan dirimu sendiri.

Khawatirkan dirimu terlebih dahulu setiap saat.

Kau mengidap kanker karena sudah bekerja keras sepanjang hidupmu.

Kenapa kau mengkhawatirkan orang lain?

Kau harus bertahan hidup untuk merawat istri dan putrimu.

Tanpamu,

bagaimana bisa istri, putrimu dan kami ada?

Jangan mengkhawatirkan orang lain.

Mulai sekarang khawatirkan

kesehatanmu,

kesembuhanmu.

Itu saja yang harus kau khawatirkan.

Setelah operasi,

bahkan jika itu adalah stadium pertama,

jangan berani berpikir untuk kembali ke

Divisi Patroli Hongil.

Posisi kopral di Kantor Bomun.

Pastikan kau yang bekerja di sana. Bukan dia.

Jawab aku.

Baik.

Kau sudah berjanji.

- Sekarang Ki Han Sol akan... - Baik, aku akan menjadi egois.

Aku akan peduli pada diriku sendiri.

Aku akan tetap hidup.

Aku akan hidup, bukannya mati.

Lupakan tentang istriku,

putriku, petugas yang patuh.

Aku akan memikirkan diriku sendiri terlebih dahulu.

Kuharap

operasinya berjalan dengan baik.

Terima kasih.

Dasar bodoh. Kita bukan orang asing.

(Istriku)

(Istriku)

Astaga, istriku.

Putri kita pasti sudah memberitahumu.

Astaga, jangan menangis. Aku akan baik-baik saja setelah operasi.

Hei...

karena itulah aku tidak bisa memberitahumu.

Karena itulah aku merahasiakannya darimu.

Sudah cukup. Aku tidak sekarat, oke?

Berhentilah menangis.

Kubilang berhenti menangis.

Ayah, apa kau kembali untuk selamanya?

Tidak.

Kau sangat menyebalkan. Pindah saja.

Dasar nakal.

Bukankah kau senang tanpa omelan dariku?

Maksudmu itu, kan?

Aku sangat kesal.

Apa yang membuatmu kesal?

Mulai sekarang, sebaiknya kau tidak bekerja dengan keras.

- Apa? - Bukankah aku benar?

Apa gunanya bekerja keras? Lihatlah ayah dan ibu.

Mari bicara yang sebenarnya.

Kalian berdua mungkin polisi yang paling jujur,

tapi Akademi menegurmu dengan keras, bukannya memberimu hadiah.

Sungguh gila.

"Menegur"?

Apa kau tidak dengar?

Tanyakan saja pada ibu.

Kenapa ayah menelpon? Ada apa?

Kenapa tidak mengatakan apa-apa? Kau meneleponku.

Kami dengar kalau polisi tidak memeriksa kasus ini dengan segera

setelah menerima panggilan tentang itu. Kenapa ini bisa terjadi?

Kau pasti sedang menonton berita tentangku.

Itu sangat menyebalkan.

Kenapa mereka menayangkannya berulang-ulang?

- Jangan menontonnya. - Kepala hanya berkata

kalau dia akan menegur petugas yang bertanggung jawab.

Kapten, bagaimana pendapatmu akan hal itu?

Ayah, aku tidak berusaha berdalih.

- Aku sungguh tidak melakukan kesalahan apapun. - Polisi gagal...

Aku tahu itu.

Kau tidak pernah melakukan kesalahan apapun.

Apapun yang terjadi, kau selalu melakukan pekerjaanmu dengan baik.

Aku baik-baik saja.

Aku tidak akan berkecil hati karena masalah ini.

Aku sedikit kesal, tapi aku akan baik-baik saja nanti.

Semua masyarakat di negara ini marah karena...

Kau meneleponku untuk menghiburku, tapi kau tidak tahu harus berkata apa, kan?

Karena kau belum pernah melakukannya sebelumnya.

- Kau benar. - Penyalahgunaan kekuasaan polisi...

Kau meneleponku saja sudah cukup bagiku.

Terima kasih. Kau membuatku merasa lebih baik.

Yang Chon ada di sini. Akan kuberikan teleponnya padanya.

Ayah, aku tidak bisa pulang.

Aku akan menginap di sini dan...

Tidak ada apa-apa di sini selain orang tua ini.

Kenapa kau bahkan datang kemari?

Tinggal saja di sana.

Keluhan telah diajukan.

Polisi dan Jaksa saat ini saling berargumen satu sama lain

di atas kekuasaan investigasi di sekitarnya...

Para bajingan itu.

Kenapa kau minum?

Hari ini aku libur,

tapi bukannya kau harus bekerja?

Mereka bilang aku harus beristirahat.

- Aku diskors. - Diskors? Bukan pemotongan gaji?

Pastinya mereka tidak tahan denganku.

Mereka ingin aku pergi.

Semua yang kucapai sejauh ini...

terbuang dengan sia-sia.

Itu artinya aku tidak akan mendapatkan penghargaan sampai aku pensiun,

tidak peduli seberapa keras aku bekerja.

Sampai aku pensiun, aku harus hidup

dengan aib bahwa aku ditegur dengan keras.

Kita berdua sudah ditegur dengan keras.

Bukankah itu lucu?

Orang yang tidak mengenal kita

akan berpendapat kalau kita adalah penghianat yang menghianati negara kita sendiri.

Tidak ada jaminan kalau

ini tidak akan pernah terjadi lagi jika aku pindah ke kantor lain,

dan akan sulit untuk menyesuaikannya.

Haruskah aku keluar dari Akademi?

Aku bergabung tanpa rasa akan kewajiban untuk mencari nafkah,

jadi kupikir aku bisa berhenti.

Haruskah kita berdua berhenti?

Aku yakin kita berdua bisa mencari nafkah.

Bahkan jika aku bekerja di konstruksi,

aku yakin kalau aku bisa menafkahi keluarga kita.

Itu membuatku merasa aman.

Tiba-tiba aku mengantuk.

Aku tidak bisa tidur karena aku sangat marah sepanjang malam.

Tidurlah.

Aku harus mengganti seprai juga.

Aku belum mengganti seprainya selama dua minggu karena aku sangat sibuk.

Biar aku saja yang menggantinya.

Kau harus tidur juga. Kau bekerja semalaman.

Aku akan tidur di ruang tamu.

Tidur saja di sini.

Tidurlah di sampingku, bodoh.

Tidurlah di sampingku, bodoh.

Aku akan menyimpan ini dulu.

Jam berapa sekarang?

Sekitar jam 3 sore.

Jadwal tidur kita ada di mana-mana.

Kita seperti melakukan perjalanan ke AS dan harus menyesuaikan diri dengan zona waktu baru setiap minggu.

Aku masih belum terbiasa.

Kepalaku sakit bahkan saat aku tidur.

Aku lapar.

Pergi ke tempatmu dan makan sesuatu.

Jeong Oh, ibu datang,

Mereka berdua tidur bersama sepanjang waktu.

Cukup sering seperti itu.

Kau harus minum kopi di tempatku.

Mereka pasti lelah, biarkan mereka tidur.

Kau tidak perlu membawa semua makanan ini untuknya.

Aku menjaganya dengan baik.

- Tapi... - Ayolah. Ayo pergi.

(Kue Beras Susu)

Hye Ri?

Apa yang kau lakukan di sini?

Habiskan kopimu dulu agar kita bisa pergi.

Inilah yang kupikirkan.

Jika kau putriku,

aku ingin kau keluar dari Akademi.

Aku datang ke sini bukan membujukmu

untuk tetap bekerja.

Berhentilah jika itu sulit bagimu.

Kau tidak menjadi pencundang karena hal itu.

Kenapa kau memilih

untuk melihat mayat dan melawan penjahat

selama hidupmu?

Kau masih muda,

dan ada banyak hal yang bisa kau lakukan di dunia ini.

Jangan biarkan harga dirimu

memaksamu melakukan pekerjaan yang menakutkan.

Itu tidak benar.

Kau tidak perlu melakukannya. Serius.

Pikirkan hal itu

untuk beberapa hari lagi.

Aku pergi dulu.

Kau itu sangat konyol.

Aku rekanmu bukan putrimu.

Karena itulah aku sangat membencimu.

Kau tidak memperlakukanku setara denganmu.

Saat rekanmu dalam kesulitan,

kau harus mengatakan, "Bertahanlah. Atasi

dan aku mempercayaimu."

Itulah yang harus kau katakan.

Bisa-bisanya menyuruhku berhenti.

Aku akan mengatasi rintangan apapun walaupun itu sulit.

Aku akan sama sepertimu

dan tetap tenang saat berhadapan dengan mayat.

Aku akan tenang membantu

mereka yang hidup dan membutuhkan.

Aku akan menjadi petugas polisi yang lebih baik daripada

Petugas Senior Choi dan Letnan Oh.

Tunggu dan lihat saja betapa baiknya polisi seperti aku ini.

Anak itu.

Dia benar-benar keras kepala.

Aigoo.

Kenapa tangan ayahmu sampai terluka?

Itu rahasia.

Jadi kapan tepatnya kau pensiun?

Jumat depan.

Setelah aku pensiun, Nam Il akan menjadi mentormu untuk sementara.

Mereka tidak bisa menugaskan petugas yang baru ke divisi kita sekarang.

Apa kau senang mendapat rekan yang lebih muda?

Tentu saja.

(Kue Beras Susu)

(Min Su Man, Pria, 64 tahun)

Han Sol...

Su Man.

Anakmu pasti sudah keluar.

Maafkan aku.

Aku tahu itu sulit, jadi jangan bicara.

Aku hanya...

Aku hanya datang untuk melihat kondisimu.

Kau baik-baik saja sekarang.

Sykurlah kau masih hidup.

Kapan

operasimu?

Besok

siang.

Persimpangan Gamma. Seorang pejalan kaki pria berusia 50 tahun

- ditabrak sepeda motor. - Patroli 12 menanggapi.

Seorang pria berusia 30 tahun dilaporkan makan dan melarikan diri.

Patroli 15 menanggapi. Panggilan terakhir.

Patroil 15 menanggapi. Panggilan terakhir.

Aku tidak bisa mentolerirnya.

Petugas polisi bunuh diri lebih banyak dari PNS lainnya,

dan umur mereka rata-rata sekitar 63 tahun.

Aku bahkan tidak memahaminya saat aku bekerja.

Tapi sekarang aku telah dibakar oleh orang-orangku sendiri,

Aku paham dengan statistik itu.

Musuh polisi bukanlah keluhan warga yang mengganggu.

Tapi negara kita yang meludahi kita setelah menggunakan kita.

Aku paham sekarang.

Kapten An, kau tidak pernah

menjadi aib bagi Akademi.

Apa kau pernah

menyesal menjadi polisi?

Tidak pernah.

Siapa lagi yang bisa menyelamatkan warga secara pribadi

kecuali kita dan petugas pemadam kebakaran?

Aku kagum akan kesederhanaanmu itu.

Aku dan kau.

Kita...

Kita adalah petugas yang luar biasa.

Kita sudah menyelamatkan banyak nyawa

dan mendapat kehormatan.

Kita adalah pasangan polisi terbaik di sana.

Negara ini dan dunia ini membutuhkan kita.

Dan kepala dan wakil kepala kepolisian

adalah bajingan-bajingan tengik

yang tidak lebih dari kecoak dan binatang lainnya.

Mereka tidak punya kehormatan sama sekali.

Mereka adalah tikus yang menghisap uang pajak.

Kapan kau menjadi rapper?

Aku akan melanjutkannya.

Para bajingan itu

adalah lendir.

Memakan sampah itu hidup-hidup tidak akan meredakan amarah kita.

Memakan sampah itu hidup-hidup tidak akan meredakan amarah kita.

Hentikan. Kau membuatku geli.

Beraninya mereka...

Bajingan itu mengalami gangguan urat syaraf.

Berandal.

Berandal sialan.

- Mereka menjijikkan seperti ingus. - Hentikan. Kau membuatku geli.

Memelukmu sambil mengatakan Kapten An,

membuatnya tampak seperti hubungan percintaan.

- Kita tidur bersama di siang hari, dan... - Sudah hentikan!

Ada SMS!

Bagiku, petugas yang paling menginspirasi

bukan Letnan Oh.

Bagiku, kaulah orangnya.

Bertahanlah.

Aku tidak punya apapun kecuali rasa hormat

dan cinta untukmu.

Ini tidak adil!

Tidak adil.

Bagaimana bisa para bajingan itu melakukan ini padaku?

Bagaimana bisa?

Minta maaf dulu.

Bagaimana bisa kau mengatakan hal semacam itu pada putrimu?

Bagaimana aku tidur?

Kau tidak mengerti kenapa aku mengatakan hal itu?

Kenapa kau tidur dengan seorang pria? Dan di lengannya pula?

Aku berpindah saat tidur dan...

Kesalahanmu adalah kau tidur di sampingnya sejak awal.

Ibu Sang Sung bilang secara langsung padaku

kalau dia menyukaimu dan ingin kau menjadi menantunya.

Sang Su menyeringai dan bilang kalau dia sangat menyukaimu,

dan kau baru saja tidur dengannya.

Bagaimanapun, apapun masalahnya...

Aku tidak akan pernah membiarkanmu menikah.

Kau harus hidup bersamaku selamanya.

Apa ini "Misery"?

Kenapa aku harus hidup bersamamu selamanya?

Aku ingin menikah dan punya dua atau tiga anak.

Aku tidak mau mendengarnya.

Terakhir kali, kau bilang kalau polisi bisa bekerja di luar negri juga.

Kau bisa dipindahkan ke luar negri.

Terapkan itu. Pindah ke luar negri!

Ibu.

Menginaplah di sini. Jangan pulang.

Jika aku menginap di sini, bagaimana dengan kafenya?

Makanya sering pulang ke rumah.

Kau membantaiku.

Hati hati. Hubungi aku saat kau ada di bus.

Sepertinya ibumu sudah pergi.

Iya, kan?

Kenapa kau membuat kekacauan dengan mengatakan kalau kau menyukaiku?

Ibuku mengira kalau kita tidur bersama.

Jika kita sungguh berkencan dan berciuman,

maka aku tidak akan merasa seburuk ini.

Dasar gila.

Kau sudah gila.

Kau bilang kau tidak akan merasa buruk jika kita berciuman.

Aku tidak ingin kau merasa seperti itu.

Kau gila ya? Beraninya kau melakukan itu padaku!

Kau kenapa sih?

Hei, lepaskan aku.

Lepaskan aku.

Jeong Oh.

Aku sering dicampakkan di masa lalu.

Jika kau

terus bilang kalau kau tidak menyukaiku, bahkan jika itu candaan,

aku mungkin menganggapnya serius dan sungguh merasa buruk.

Aku sangat menyukaimu.

Apa kau tidak menyukaiku?

Apa berciuman denganku terasa menjijikan?

Orang bilang kalau mereka yang suka bermain-main sulit untuk didapatkan,

tapi kau tidak pintar dalam hal itu.

Kubilang aku mencintaimu.

Apa itu mengganggumu?

Katakan padaku.

Haruskah aku berhenti menyukaimu?

Maka aku akan berhenti.

Sial.

Saat kita masuk ke sana, jangan banyak bicara.

Kita akan berjalan ke sana dan mulai memohon.

Kita akan berlutut

dan menyingkirkan kehormatan kita.

Kita akan memohon seperti tidak pernah memohon sebelumnya.

Minta ampunan darinya.

Mari rendahkan diri kita sebanyak mungkin.

Kenapa kita ada di sini

tepat sebelum shift kita karena bajingan ini?

Hei.

Kenapa kau memanggilnya bajingan?

Lalu diam saja di sini.

Dia tidak bisa melakukannya. Dia mewakili Han Sol.

Kita membutuhkannya agar kita punya sesuatu untuk ditunjukan.

Tunggu.

Maaf soal ini.

Ini bukan tentangmu. Ini tentang bajingan itu.

Aku di sini juga.

- Kau seharusnya tidak datang. - Pergi saja.

Yang lain ingin datang juga,

tapi kami bilang jangan, karena ini memalukan.

Kenapa kau di sini?

Dia harus mendukung rekannya.

Aku senang kau datang.

Benar. Kau harus berada di sini.

Baiklah kurasa kau memang harus berada di sini.

Ayo pergi.

Aku ulangi lagi.

Setelah kita masuk, langsung memohon padanya.

Bukan karena kita melakukan kesalahan

tapi untuk Min Seok.

Jangan khawatir. Kendalikan amarahmu dan...

Kau gila?

Berhenti mengulangi hal itu.

Kita sudah pernah berlutut

pada istri kita berkali-kali.

Kau pikir dia pernah melakukannya?

Ini pertama kalinya untuknya.

Dia merasa bingung, itu saja.

Ayo pergi.

Kita akan berlutut dan...

Kenapa kalian semua ada di sini?

Dasar bajingan. Kalian polisi yang kejam.

Hei.

Pukul aku lagi. Ayo.

Pukul aku lagi, brengsek. Ih sebel :@

Hei. Aku yakin kau dibayar dengan banyak.

Gajimu

berasal dari pajak yang kubayar, kan?

Aku membayar pajak yang banyak.

Aku minta maaf.

Aku tidak tahu harus berkata apalagi.

Maafkan aku. Maafkan aku.

Anggap saja ini sebagai menyelamatkan kehidupan seorang pria.

Tolong maafkan dia.

Apa kalian polisi?

Beritahu aku.

Polisi macam apa yang memukul warga?

Bagaimana jika aku tidak bisa menggunakan tangan kananku lagi?

Katakan padaku, brengsek.

Katakan padaku, bajingan!

Maafkan aku.

Maaf.

Tolong tunjukkan belas kasihanmu pada kami.

Maafkan aku.

Kau memukulku dan sekarang berlutut dan memohon?

Kenapa?

Kau takut kalau kau kehilangan lencanamu?

Apa begitu? Hah?

Sialan.

Sayang. Semoga operasinya lancar.

Baiklah. Aku akan betahan di sana.

Ayah. Berjuanglah!

Terima kasih.

Mungkin operasinya satu atau dua jam lagi.

Tak satu pun dari kami bisa ke sana karena kami semua sedang bertugas.

Dia bilang padaku kalau jadwal

operasinya hari ini sudah ditentukan.

Aku yakin dia akan baik-baik saja.

Kuatlah.

Bersemangatlah.

- Bertahanlah. - Bertahanlah.

- Baiklah. - Hubungi aku saat dia keluar.

Aku ingin mendengar hasilnya.

Hati-hati.

Aku akan membayar tiga juta.

Bagus.

- Terima kasih. - Ah itu menjijikan.

Dua juta dariku.

Aku juga.

- Apa? - Kenapa dua juta?

- Satu juta saja. - Ya.

- Bahkan setengah juta tidak apa-apa. - Benar.

Setengah juta saja. Kau akan segera pensiun.

Dasar bodoh.

Benar, aku akan segera pensiun.

Apa aku tidak bisa menyumbang banyak untuk Min Seok?

Hah? Apa kau mengesampingkanku?

Astaga.

Aku paham kalau kau ingin membantu,

tapi itu masih terlalu banyak.

Kau memang menginspirasi.

Untuk menurunkan denda

empat pria paruh baya...

berlutut dan membungkuk ke pria lain.

Ya ampun.

Dasar brengsek.

Astaga.

Jadi berapa banyak yang telah kita kumpulkan sejauh ini?

Mencapai 40 juta saja akan menjadi masalah.

Baru-baru ini di Daegu,

seorang petugas pemula meninggal dalam perjalanan pulang.

Itu tidak dianggap sebagai kematian di tempat kerja, jadi mereka mengumpulkan uang untuk keluarganya.

Saat memerintahkan kita keluar,

mereka memikat kita dengan mengatakan kita melayani masyarakat

dan menjadi hakim di jalanan.

Tapi saat kita mati atau terluka,

mereka membuang kita seperti sepatu usang.

Aku meminta rekan-rekan kita untuk mengumpulkan sepuluh juta won,

tapi jumlahnya mencapai 6,2 juta won.

Bagaimana ini? Ini tidak cukup.

Tim Dua, Tiga, dan Empat mengumpulkan uang melalui media sosial.

Sang Su, Jeong Oh, Hye Ri akan melihat berapa banyak yang kita dapatkan.

Tapi

waktunya tidak cukup.

Kupikir kita tidak akan tepat waktu.

Kita akan bertahan dan melakukan apapun yang kita bisa.

Seharusnya aku juga menyumbang satu juta won.

Maaf, aku hanya menyumbang setengahnya.

Maafkan aku

karena menyeret kalian ke dalam masalah ini.

- Jangan bilang begitu. - Jangan merasa bersalah.

Tidak apa-apa, jangan bilang begitu.

Bertahanlah, oke?

Kembali bekerja.

Semuanya akan baik-baik saja.

Tim Dua, Tiga, dan Empat mengumpulkan 8,1 juta won.

Beberapa petugas menganggap Min Seok yang patut disalahkan.

Mereka berhak berpendapat seperti itu.

Seperti yang Kepala Ki katakan,

para pemula tidak perlu menyumbang,

tapi kami semua bersedia untuk melakukannya.

Masih lama untuk mencapai target.

Kita masih punya waktu, jadi akunnya masih terbuka. Kita bisa melakukannya.

Kenapa Seung Jae minta libur hari ini?

- Itu sungguh terjadi. - Benarkah?

Petugas polisi tua berlutut di hadapanku

dan meminta maaf padaku dengan rendah hati.

Pastinya itu sangat konyol.

- Aku tidak percaya kalau aku melewatkannya. - Kau harus datang lebih cepat.

Tunggu. Tunggu sebentar.

Kau tidak bisa menggerakan tangan kananmu?

Tentu saja aku tidak bisa. Lihat saja sendiri.

Aku tidak bisa menggerakannya sama sekali.

- Apa dia sudah terbodohi sepanjang hidupnya? - Berhenti membual.

- Letakan tanganmu padaku juga. - Jangan sombong.

Apa yang harus dibanggakan?

Aku sudah mengendarai mobil ini selama 20 tahun.

Kau siapa? Beraninya bilang mobil ini harus di buang.

Temukan mekanik lain kerena aku tidak bisa memperbaikinya.

Sungguh menyebalkan.

- Apa yang kau lakukan? - Lepaskan aku.

Seorang pria telah diserang.

Pria gila...

Dia menyerang seorang pria dengan kunci pas.

Sialan.

Kirim bantuan. Kumohon.

Peringatan darurat. Peringatan darurat.

Perhatian, semua petugas Divisi Patroli Hongil.

Peringatan darurat. Peringatan darurat.

Perhatian, semua petugas Divisi Patroli Hongil.

Kepala divisi Ki

selesai dioprasi setelah empat jam.

Dia didiagnosis mengidap kanker usus besar stadium satu.

Aku ulangi. Peringatan darurat. Peringatan darurat.

Perhatian, semua petugas Divisi Patroli Hongil.

Kepala divisi Ki

selesai dioprasi setelah empat jam.

Dia didiagnosis mengidap kanker usus besar stadium satu.

Aku ulangi. Peringatan darurat. Peringatan darurat.

Perhatian, semua petugas Divisi Patroli Hongil.

Kepala divisi Ki

selesai dioprasi setelah empat jam.

Dia didiagnosis mengidap kanker usus besar stadium satu.

Kankernya belum menyebar

dan masih stadium satu.

Han Sol akan hidup!

Ini kanker stadium satu, jadi kemoterapi tidak diperlukan.

Ini semua berkat

doa para petugas kita.

- Gunung dan sungai di Korea. - Gunung dan sungai di Korea.

Bagaimana pengarahan dariku?

- Kau menyukainya? - Ya.

Hubungi Kapten Kang untukku.

Katakan padanya untuk mengambil posisi kopral di Kantor bomun.

Benar.

Dan...

Beritahu dia kalau

aku membatalkan permintaan perpindahanku.

Kenapa kau menyerah begitu saja?

Sebaiknya kau yang pergi.

Apa dia tidur?

Tak bisa dipercaya.

Kode zero. Kode zero.

Di bengkel Myeongil,

seorang pria yang mengenakan celana olahraga merah dan kemeja biru tua

menyerang pemilik bengkel dengan kunci pas dikepalanya.

Dia melarikan diri dengan mengendarai mobil sedan abu-abu dengan plat 8729,

menuju ke Divisi Patroli Myeongu.

Mobil patroli di daerah tersebut, tolong tanggapi.

Selamat datang.

Tuan.

Apa yang kau lakukan?

Dasar brengsek.

Kode zero. Dari bengkel Myeongil di 48 Jeongmyeong-dong,

seorang pria yang mengenakan celana olahraga merah dan kemeja biru tua.

Melarikan diri dengan mengendarai mobil sedan abu-abu dengan plat 8729,

menuju ke Divisi Patroli Myeongu.

Mobil patroli di daerah tersebut, tolong tanggapi. Mobil patroli di daerah tersebut, tolong tanggapi.

Kode zero. Dari bengkel Myeongil di 48 Jeongmyeong-dong,

seorang pria yang mengenakan celana olahraga merah dan kemeja biru tua.

Melarikan diri dengan mengendarai mobil sedan abu-abu dengan plat 8729,

menuju ke Divisi Patroli Myeongu.

Mobil patroli di daerah tersebut, tolong tanggapi. Mobil patroli di daerah tersebut, tolong tanggapi.

Kapten Kang.

Siapa ini?

Tidak perlu berterima kasih padaku.

Itu keputusan Ketua Ki.

Tolong terima posisi kopral di kantor Bomun.

Kuharap kemoterapimu berjalan dengan lancar.

Baik. Semoga harimu menyenangkan.

Aku tidak mengerti kenapa Han Sol melepaskan kesempatan ini.

Kode zero. Kode zero. Tersangka berusia 40-an

- dalam kasus penyerangan di bengkel Myeongil, - Apa ini?

menyerang pegawai minimarket di Hongan-daero 3-gil.

Dia menuju ke Pusat Kebugaran Mahyeon di persimpangan tiga arah.

Mobil patroli di daerah tersebut, tolong tanggapi.

Dia mengendarai sedan abu-abu dengan plat 8729.

Dia mengendarai sedan abu-abu dengan plat 8729.

Kasus penyerangan terhadap

pemilik bengkel Myeongil dan pegawai minimarket.

Patroli 18 menanggapi. Panggilan terakhir.

Menuju ke persimpangan tiga arah dekat Pusat Kebugaran Mahyeon.

Patroli 21 akan membantu Patroli 18. Panggilan terakhir.

Menuju ke persimpangan tiga arah dekat Pusat Kebugaran Mahyeon.

Patroli 23 akan membantu Patroli 18. Panggilan terakhir.

Patroli 23 akan membantu Patroli 18. Panggilan terakhir.

Menuju ke persimpangan tiga arah dekat Pusat Kebugaran Mahyeon.

Itu kabar bagus kapten.

Kau bisa bekerja di Kantor Bomun sekarang.

Kau benar.

Baru sebulan

sejak aku dipindahkan ke sini dari tim kepolisian.

Ini pekerjaan yang sulit. Berhati-hatilah.

Tunggu. Itu mobil sedannya.

Platnya 8729.

Itu dia. Hentikan dia!

Sialan!

- Ada apa ini? - Astaga.

Apa ada yang terluka?

- Kurasa ada seseorang di dalam. - Oh astaga.

Patroli 31, 31.

Kami berada di persimpangan dekat Pusat Kebugaran Mahyeon.

Kami menemukan tersangka dalam kasus penyerangan di bengkel Myeongil.

Kami menemukan sedan abu-abu tua.

Mobil patroli di sekitarnya, tolong laporkan.

- Apa yang akan dilakukan polisi? - Astaga.

- Apa dia turun? - Mobil polisi di dekatnya,

- Apa yang terjadi? - tolong laporkan.

Diterjemahkan oleh Nineu Karlina Ig: @nineukarr

Sang Su, menunduk!

(Live)

Terima kasih.

Aku tidak tahu apakah aku bisa menangani kasus-kasus yang terjadi tanpa henti.

Kemari. Kau mau mati?

"Syukurlah aku tidak mati."

Aku terus memikirkan diriku sendiri.

Aku memang menyukaimu,

tapi itu tidak cukup untuk

membuatku menyerah bekerja di luar negeri.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.