All language subtitles for The Equalizer S04 E08

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sebelumnya di Equalizer... i>

Hai. Siapa temanmu ini?

Bibi Vi, ini Cameron.

- Kau juga siswa tahun kedua? - Sebenarnya, aku siswa tahun ketiga.

Kau pasti mulai memikirkan tentang masuk perguruan tinggi.

Tidak, aku tidak akan kuliah. Aku sudah punya rencana lain.

Bagaimana keadaanmu dengan Big Ben?

Persis seperti yang kuduga.

Ayah, di mana Kakek?

Dia takkan datang. Mobilnya mogok.

Sungguh?

Addie Stanford, dari Pembebasan Bersyarat di lantai bawah?

Mengapa aku memerlukan izin perjalanan?

Ayahmu, Ben Dante, mendaftarkanmu untuk menemaninya...

ke pemakaman akhir pekan ini.

Ya.

Pemakaman itu. Terima kasih, Addie.

Rob, apa yang kau lakukan di sini?

Miles, aku butuh bantuanmu.

Miles mantan suamimu?

Dia terkadang cukup membantu.

Aku masih belum tahu persis jenis operasi yang kau jalankan, Robyn.

Namun, apa pun itu, aku ingin terlibat.

Dia kabur!

- Itu dia! - Kejar dia!

Kau melihatnya?

Dia terpojok!

Kami tahu kau kehabisan peluru!

Apa itu seperti yang kupikirkan?

Tergantung.

Apa ini terlihat seperti cobbler i> persik yang memenangkan penghargaan?

Tentu saja.

Aku tidak sabar melihat raut wajah Barbara Sullivan...

ketika aku melewatinya...

untuk mendapatkan penghargaan terbanyak dalam sejarah pesta kompleks.

Itu benar. Ya, ayo!

Aku tidak bermain-main dengannya tahun ini!

Sudah kuduga, Bibi Vi.

Aku tidak bisa mengungkapkan betapa aku sangat menantikan hari ini.

Kau menyukai pesta kompleks ini sejak masih kecil.

Aku hanya bersemangat untuk mendapatkan hari libur.

Sekadar kesempatan untuk bersantai, bersenang-senang, seperti orang normal.

Jika ada yang pantas mendapatkannya, kaulah orangnya.

Selamat pagi, Semuanya!

- Ada yang senang. - Halo.

Hai. Ibu, selamat pagi.

Jadi, aku baru saja menelepon Ayah, dan ternyata dia bisa menukar sifnya.

Jadi, dia akan datang hari ini.

Bagus sekali!

Ya, 'kan?

Astaga, aku sudah lupa kapan terakhir kali kita berkumpul bersama.

Ini akan sangat luar biasa.

Hei, Dante.

Pagi.

Kau dan keluargamu akan pergi ke pesta kompleks?

Ya. Kami akan menemuimu di sana?

Aku takkan melewatkannya.

Aku akan mengurus panggangan di meja layanan komunitas.

Kesempatan bagus bagi lingkungan sekitar untuk mengenal NYPD.

Serta kesempatan bagus untuk menghabiskan waktu bersamamu.

Aku tidak sabar.

Namun, aku akan segera ke sana, setelah kembali dari pemakaman di Jersey.

Aku turut berduka.

Bukan kerabatku. Namun, mitra lama Big Ben, Johnny D.

Syarat pembebasan bersyaratnya memerlukan pengawalan ke luar negara bagian.

Lalu, kau mengajukan diri?

Tidak, tapi aku tetap melakukannya.

Dia sudah sampai.

- Sampai jumpa nanti. - Tentu saja.

Kau terlambat.

Selamat pagi juga.

Kau belum membalas pesanku.

Ponselku mati.

Aku selalu lupa mengisi dayanya di malam hari.

Aku mulai berpikir kau takkan datang.

Mengapa aku tidak datang ke pemakaman kawan lamaku?

Entahlah, Ayah. Mengapa kau tidak datang ke banyak hal?

Aku hanya tak mengerti, mengapa kita tak bertemu di rumahmu saja.

Pasti menyenangkan untuk sarapan bersama cucu-cucuku.

Karena dengan begini, jika kau tidak muncul...

satu-satunya orang yang kau kecewakan adalah Johnny.

Kau juga takkan terlalu mengecewakannya karena dia sudah mati.

Meski begitu, kau pasti bisa menemukan cara seperti biasa.

Kalian datang.

Tentu saja. Menurutmu, kami akan melewatkannya?

Hai.

Kapan lagi kita punya kesempatan untuk bersenang-senang?

- Kau tahu? - Aku tahu.

Di mana Bibi Vi?

Di sebelah sana.

Siap memenangkan pertandingan dengan cobbler i> persiknya yang terkenal.

Cobbler i> yang tak ada habisnya?

Maafkan aku, Nyonya-Nyonya. Panggilan takdir.

Baiklah, aku harus mencari Dee.

Pergilah. Aku akan menyapa Bibi Vi.

Baiklah, pastikan kau memeriksa meja dupa...

ikut karaoke, dan ayam panggang buatan Nona Loretta sangat lezat.

- Baiklah, sampai jumpa lagi. - Ya.

Bibi Vi.

Hai, Mel.

- Senang bertemu denganmu. - Aku juga.

Namun, aku khawatir.

Apa kau pernah memberi makan pria itu?

Dia suka sekali cobbler i> persik.

Itu fetisme ambang batas.

Barbara.

Vee-ola.

Maaf. Apa aku salah?

Kawan, sepertinya aku tidak pernah bisa menyebutkannya dengan benar.

Bagaimana mungkin? Kita hanya bertemu setahun sekali.

Biasanya saat aku menerima penghargaan pertama.

Kau selalu hidup di masa lalu, Vee-ola, tapi tahun ini akan berbeda.

Tidak, jika cobbler i>-mu sama saja.

- Aku punya sesuatu untukmu tahun ini. - Bawakan kepadaku.

- Wow. - Jangan terlalu dipikirkan.

Pendapatnya akan berbeda...

saat aku mengalahkannya tiga tahun berturut-turut.

Baiklah. Lihatlah.

Salah satu juri tidak hadir hari ini, jadi...

- Jangan bilang kau menggantikannya. - Sayang, aku harus melakukannya.

Ini sudah kewajibanku sebagai warga negara.

Kepentingan umum lebih penting daripada kepuasan pribadi hakim.

Sayang, bagaimana kau bisa bersikap adil? Bibi Vi ikut kontes.

Kau tidak perlu khawatir. Ini adalah tes rasa buta.

Kau juga tahu, Sayang, seperti yang kau tahu...

reputasiku tidak dapat diragukan.

Gula mengacaukan otakmu. Aku akan menghentikanmu.

Kumohon, jangan.

Ya...

Baiklah.

Astaga. Itu mengingatkanku pada masa lalu.

Ayah, aku lupa kau pandai menari.

Ya, dia pun begitu.

Sudah kubilang, ini amat disayangkan. Kita biasa datang ke sini setiap tahun.

Namun, hidup memang tak terduga.

Aku ingat kau pernah terlalu banyak makan roti daging sapi Jamaika.

Astaga.

- Ya, itu tidak berakhir dengan baik. - Tidak.

Atau ketika kau mengalahkan Ayah sekali di HORSE saat semua orang menonton.

Sekali? Maksudmu, itu terjadi bertahun-tahun?

Baiklah. Sekarang kalian hanya mengada-ada.

Kau mau mencobanya lagi?

Sekarang, aku dan kau?

Itu ada di sana, jika kau ingin menantangku.

Hei, itu temanku Cam.

Aku sudah lama tidak melihatnya.

Sapa dia.

- Kami bisa menjaga diri. - Baiklah.

- Ya, aku akan kembali sebentar lagi. - Ya, aku akan menunggumu.

Cam?

- Astaga! Dee! - Bagaimana kabarmu.

- Dee. - Astaga.

Lama tidak berjumpa.

Delilah, ini Tyrese.

Ty dan aku tumbuh besar bersama.

- Apa kabar? - Hai.

Sepatumu keren.

Ini berkat sekolah swasta.

Cam, aku mau berkeliling dan mampir ke pujasera.

- Sampai nanti. - Baiklah, Kawan.

- Senang berkenalan denganmu. - Sama-sama.

Jadi, apa kesibukanmu sekarang?

Kau ingat aplikasi yang kubicarakan itu?

Ini sudah diluncurkan.

Aplikasi itu untuk menjual sepatu kets, 'kan?

Sepatu kets kelas atas.

Aku membicarakan sepatu kets edisi terbatas dan kolaborasi.

Itu disebut "Sepatu Kets Premium".

Itu luar biasa.

Tidak masuk kuliah tahun depan adalah keputusan yang tepat.

Ya. Dengan tidak menanggung berutang, aku selangkah lebih maju.

Harus kuakui...

aku sendiri sedang berpikir ulang tentang masuk kuliah.

- Sungguh? Kau? - Aku tahu.

- Aku tahu. - Itu gila.

Aku tahu.

Sebenarnya, aku sangat ingin membicarakannya denganmu.

Ya, ayo mengobrol.

Bagaimana kalau sambil makan taco?

Kedengarannya bagus.

- Mari kita lakukan. - Mari kita lakukan.

Stephon pasti semakin besar.

Kau tidak ingin bicara? Terserah kau saja.

Sekarang, terserah kepadaku, ya?

Menurutmu, dari siapa aku mempelajarinya?

Dengar, Marcus, aku tahu kau marah.

Kau sudah marah cukup lama.

Aku menerimanya.

Namun, aku berusaha untuk memulai kembali.

Kupikir, kau harus memberiku kesempatan.

Aku memberikan kesempatan itu, ketika kau ingin mengajak anak-anak...

ke pertandingan Yankee. Namun, kau gagal.

Sudah kubilang, aku ada urusan.

Ya.

Urusan penting.

Apa yang lebih penting daripada tidak mengecewakan cucumu?

Sudahlah.

Tidak, ayolah, beri tahu aku. Aku ingin tahu.

- Sungguh? - Tentu saja.

Baiklah.

Kalau begitu, aku akan memberitahumu.

Apa yang dia lakukan?

Pistol!

- Hei! - Menyingkirlah!

Lebih cepat lagi! Mereka berhasil mengejar kita!

Awas!

Marcus.

Kau baik-baik saja?

Tidak terlalu.

Cukup. Kita harus bergerak.

Kau ingin aku mencabutnya?

Aku saja.

Tunggu.

Ini.

Kau baik-baik saja?

Kedengarannya ada dua penembak.

Ya.

Kau menjatuhkan mereka dengan cepat.

Tak perlu berbasa-basi. Akan muncul lebih banyak lagi.

Seseorang berencana membunuh kita.

- Jika mereka sudah merencanakannya... - Pasti ada rencana cadangan.

- Kau tidak apa-apa? - Aku baik-baik saja.

Bukan waktunya untuk bersikap angkuh, Nak. Pegang bahuku.

Ayo.

Aku memegangimu.

Kita harus bersembunyi sekarang.

Ayo.

Ini cukup.

Jangan mengecewakanku Aku berdoa, Sayang i>

Sekarang aku telah menemukanmu i>

Tetaplah di sini Biarkan aku mencintaimu i>

Sayang Biarkan aku mencintaimu i>

Sayangku i>

Ya!

Ya! Ya, Mel, kau hebat!

- Benarkah? - Ya!

Itu lebih baik daripada saat di kamar mandi, Sayang!

Ada banyak persik di janggutmu, Sayang!

Berbicara tentang cobbler, i> ayo.

Aku harus ke meja juri. Ayo.

Mereka berdua adalah bagian dari timmu, 'kan?

Tim apa?

Baiklah.

Apa kau sudah mempertimbangkan permintaanku?

Tentang bekerja denganku?

Ya.

Bersama-sama menyelamatkan nyawa lagi...

menikmati adrenalin saat peluru musuh melayang di atas kepala kita.

Aku tahu kau masih ingat...

betapa hebatnya kita di lapangan bersama-sama.

Itu sudah lama sekali. Banyak hal telah berubah.

Tentu. Namun, bukankah sudah kubuktikan kalau aku masih bisa diandalkan?

Kau muncul di rumahku dua kali bersama orang yang sedang sekarat...

dan aku membantumu, tanpa mengajukan pertanyaan, 'kan?

Kau mengajukan pertanyaan.

Namun, kau memang sangat membantu.

Ayolah, Rob.

Yang aku minta hanyalah kau mengizinkanku ikut serta...

dalam hal apa pun yang sedang kau lakukan.

Aku tahu ini bermakna, jika kau mengupayakannya.

Aku merasa tersanjung.

Namun, izinkan aku mempertimbangkannya lebih lama.

Bukan hanya aku yang memutuskan.

Baiklah, bagaimana kalau begini saja.

Bagaimana kalau kita bertanding untuk itu?

Ini bukanlah sesuatu yang kau putuskan melalui sebuah permainan.

Menurutku, ada yang terdengar ketakutan.

Kau tahu, aku pernah melihatmu melempar bola.

Kalau begitu...

Baiklah.

Ayo.

Aku senang sekali bertemu denganmu.

Sudah lama sekali aku tidak bertemu denganmu.

Ya.

Namun, tahukah kau, rasanya seperti baru kemarin.

Di mana? Tadi ada di sini!

- Hei. Apa yang terjadi di sana? - Itu tidak ada di mana pun!

- Entahlah. - Pasti ada yang mengambilnya!

Aku hanya pergi sebentar ke toilet.

Kau yakin itu hilang?

Itu hilang. Kotaknya kosong.

Hei, apa yang terjadi?

Seseorang mencuri semua uang sumbangannya.

Itu lebih dari 2.000 dolar.

Kami mengumpulkannya untuk Kevin Jordan.

Membantunya membayar biaya kuliah tahun depan.

Hei, itu kacau.

Hei. Itu Tyrese.

Menurutmu, dia mungkin melihat sesuatu?

Mungkin. Kita bisa menanyainya.

Hei, Ty.

- Ada apa? - Hei.

Seseorang baru saja mencuri banyak uang dari tempat sumbangan...

dan semua orang kebingungan karena tidak ada yang menyaksikannya.

- Kau melihat sesuatu? - Tidak, Kawan.

Mengapa kau bertanya kepadaku?

Tidak apa-apa, Kawan. Santai saja.

Maaf, aku harus mengangkatnya.

Hei, ada apa?

Bukankah dia sangat defensif?

Ty? Tidak. Dia...

Dia hanya mudah tersinggung.

Kau sangat mengenalnya, 'kan?

Menurutmu, mungkinkah...

Aku akan menghentikanmu.

Hanya karena Ty berasal dari "pinggiran", bukan berarti dia yang mencuri uang itu.

Tunggu, apa? Ini bukan tentang dari mana dia berasal.

Dia pergi sebentar.

Saat kita melihatnya lagi, dia tidak jauh dari tempat kejadian.

Lantas?

Mungkin dia baru saja kembali dari toilet...

lalu memutuskan untuk membeli kaos. Entahlah.

Namun, kenapa dia bertingkah aneh?

Dengar, maksudku seseorang telah mengambil uang itu.

Itu penting bagi Kevin Jordan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

Baiklah, tentu saja.

Namun, aku kenal Tyrese. Dia anak baik.

Aku takkan menuduh temanku mencuri, terutama jika teorimu tidak matang.

Aku tidak memintamu untuk menuduh siapa pun.

Aku hanya...

- Aku hanya berusaha untuk... - Hei, Dee.

Hai. Aku baru saja mendengar tentang uang sumbangan itu.

Apa kalian melihat sesuatu?

Tidak.

Tunggu, aku melihat seseorang di kerumunan yang berkeliling membawa kamera video.

Mungkin mereka merekam sesuatu.

Ya. Sebaiknya kau cari tahu.

Baiklah. Aku akan mencarinya.

Terima kasih.

Ayolah, Nak, aku memegangimu.

Astaga.

Lukamu perlu dijahit.

Kita butuh bantuan. Kemarikan ponselmu.

Aku tak membawanya.

Pasti terjatuh saat kecelakaan itu.

Sekarang bagaimana?

Kita tidak mau terjebak di sini.

Ayo keluar dari sini selagi bisa. Aku bisa berjalan keluar.

Tidak seperti itu.

Bebat itu tidak berfungsi.

Kita perlu melakukan sesuatu sekarang.

Kurasa amputasi bukanlah jawabannya.

Beri aku waktu.

Siapa mereka?

Entah.

Namun, mereka membawa pistol berkaliber tinggi.

Pistol Desert Eagle, mungkin.

Mereka mengemudikan SUV antipeluru.

Mereka bukan orang sembarangan. Itu semua tidaklah murah.

Mereka adalah pasukan infantri.

Mereka adalah bagian dari operasi yang lebih besar.

Berarti kita benar.

Akan ada lebih banyak orang yang akan datang.

Jadi, tunggu apa lagi?

Aku bisa menggunakan bubuk mesiu untuk membakar lukamu.

Jadi, sekarang kau adalah Rambo.

Diam dan pelajari.

Menurutmu, mengapa mereka mengejar kita?

Mungkin karena seseorang yang kau temui di penjara?

Kau terlalu gegabah untuk menyalahkanku.

Kaulah yang sudah melanggar peraturan selama bertahun-tahun.

Kau mencuri dari orang jahat. Mereka akan menyimpan dendam.

Kau pikir, kau tak punya musuh?

Bagaimana dengan semua penjahat yang kau penjarakan?

Semua polisi pasti memiliki seseorang yang mengincarnya.

Akhirnya.

Baiklah.

Jika ingin melakukannya, kau harus cepat.

Ini akan sangat menyakitkan.

Ini. Gigit ikat pinggangku.

Tak usah.

Kau tangguh, ya?

Tidak terlalu sulit, ketika kau jatuh dari papan luncurmu.

Kau selalu senang mengungkit hal itu.

Jika kau akan...

Tembakan yang bersih.

Apa yang kau punya?

Aku mendapat H-O-R-S, dan kau tahu itu.

Jadi, kau tahu artinya, 'kan?

Aku memang bukan ahlinya dalam mengeja...

- tapi kurasa artinya kau perlu... - Aku tahu.

Aku tahu apa artinya.

Jangan sampai gagal.

Apa? Meleset jauh. Yang benar saja.

Baik, ayolah. Dua dari tiga.

Tidak. Miles, kau pikir aku akan bermain sampai kau menang?

Baiklah, kau beruntung karena aku pun harus pergi.

Rob, entah bagaimana caraku memberitahumu betapa aku menikmatinya.

Ini sangat menyenangkan.

Tahukah kau, kesenangan ini tak perlu berakhir.

Kita harus makan malam.

Itu akan menyenangkan.

Aku akan memeriksa jadwal Dee, dan menghubungimu kembali.

Tidak, maksudku kita berdua saja.

- Kita berdua? - Ya.

Seperti berkencan?

Kita tidak harus melabelinya.

Kita makan malam saja.

Lalu, melihat bagaimana kelanjutannya.

Sudah.

Setidaknya itu akan menghentikan pendarahannya.

Kau baik-baik saja?

Sudah lebih baik. Terima kasih. Ayo.

Berkumpullah!

Sial, kita terjebak.

Cari dan bunuh mereka. Ayo!

Kuhitung ada delapan orang. Semuanya bersenjata.

Ayah, kau kenal orang-orang itu?

Pria besar yang memberikan perintah.

Namanya Vanetti.

Dahulu, dia adalah pengedar narkoba.

Dahulu? Maksudmu...

Dia anggota kru yang biasa kami rampok.

Sepertinya, ini karma yang harus kutanggung.

Klasik.

Kau selalu berhasil membuat hidupku menjadi jauh lebih buruk.

Maaf, Nak.

Kau benar.

Aku ingin semua bangunan ini digeledah.

Mereka takkan boleh melarikan diri.

Ayo. Bergerak!

Sepertinya, mereka akan menggeledah setiap bangunan di blok ini.

Termasuk bangunan ini.

Kita hanya punya enam peluru untuk menjatuhkan tujuh orang.

Salah satu dari mereka akan menggeledah tempat ini.

Namun, jika kita menembaknya...

Suara tembakan itu mungkin akan menarik perhatian yang lain.

Jadi, kita harus bagaimana? Bersembunyi?

Ada terlalu banyak bangunan yang harus digeledah.

Bersembunyi mungkin pilihan terbaik kita.

Hei.

Kau tepat waktu untuk melihatku mengalahkan cobbler i> kering milik Barbara.

Kau baik-baik saja?

Aku tidak yakin, tapi menurutku, Miles baru saja mengajakku berkencan.

Tidak.

Baiklah, ayo. Ceritakan kepadaku.

Jadi, kami berjalan-jalan, sedikit mengenang...

dan dia membelikanku bir jahe...

Kau termakan rayuannya lagi.

Bibi, apa yang kau bicarakan?

Kau tak ingat saat kau marah kepadanya karena terlalu sering bekerja?

Dia membuatkan makan malam, mengajakmu jalan-jalan, dan...

Lalu, dia membelikanku bir jahe.

Sial.

Dia pandai sekali.

Kau tidak sedang mempertimbangkan untuk berkencan dengannya, 'kan?

Aku sempat mempertimbangkannya.

Aku berpikir, berkencan dengan siapa pun...

akan sangat menyenangkan.

Normal?

Ya, benar sekali.

Namun, kau tidak normal.

Kau makhluk paling luar biasa.

Apa pun aku...

Lebih banyak menjalani hari seperti ini akan sangat menyenangkan.

Kau tahu?

Kesempatan untuk...

menjadi normal.

Aku tahu.

Bicara tentang kencan, bukankah Dante seharusnya datang?

Itu pertanyaan yang bagus.

Ya, dia seharusnya bertugas di meja layanan komunitas.

Aku akan memeriksanya...

dan mencari tahu apakah Dante mengabari mereka.

Apa itu darah?

Ayah?

Harry? Ada masalah.

Kita berdua punya masalah.

Kulit sampel A sangat bermentega.

Isian Sampel B adalah sangatlah luar biasa.

Maksudmu, masalah sungguhan. Maaf.

Ada yang tidak beres dengan Dante.

Meja layanan komunitas menghubunginya untuk mendapatkan estimasi waktu...

tapi dia belum menjawabnya.

Kau sudah meneleponnya?

Ya, langsung masuk ke pesan suara.

MEL, jalankan pemeriksaan GPS di ponsel Marcus Dante.

Tugas selesai. i>

GPS-nya tidak aktif. Ponselnya pun mati.

Dia mengantar Big Ben ke pemakaman mantan mitranya di Patterson.

Bisakah kau memeriksa dan mencari tahu apakah ada yang tidak beres?

Menurutmu, ada sesuatu yang terjadi?

Pemakaman polisi korup?

Kesempatan bagus untuk balas dendam.

Kau tahu namanya?

Johnny... Sepertinya Johnny D.

Johnny D. Baiklah. Seharusnya tidak terlalu sulit.

Berapa banyak mantan polisi di Jersey yang dimakamkan hari ini?

Aku akan mencarinya.

Hei, Dee.

Jadi, aku menemukan videografernya.

Rekamannya tidak menunjukkan siapa pun, tapi lihatlah.

Apa itu kaki seseorang?

Ya, berjalan menjauh dari meja sumbangan.

Kau bisa...

Apa kau melihat seseorang yang memakai sepatu ini?

Mungkin ada banyak orang di acara ini yang mengenakan sepatu itu.

Ya.

Lagi pula, siapa pun yang mencuri uang itu mungkin sudah lama kabur.

Kau ada benarnya.

Kalian berdua baik-baik saja?

Ya. Aku akan bicara dengan Harry.

Ya. Kami baik-baik saja. Selamat bersenang-senang.

Ya.

Baiklah, ya, Tyrese memakai sepatu itu.

Namun, seperti yang kukatakan, dia bukan satu-satunya.

Aku tidak mengatakan Tyrese pasti pelakunya...

Namun, kita juga tidak bisa mengesampingkannya.

Ya. Aku mengerti.

Aku mengerti.

Namun, kalau Tyrese memang mencuri uang itu...

kenapa dia tetap berkeliaran di sini?

Ya, kau mungkin benar.

Kecuali...

siapa pun yang mencurinya tetap berkeliaran di sini...

karena tahu, ketidakhadiran mereka akan membuat mereka tampak lebih bersalah.

Baiklah.

Jadi, dia bersalah jika kabur, dan tetap bersalah jika tetap di sini?

Dengarlah kata-katamu sendiri.

Tahukah kau?

Aku akan membuktikan kepadamu bahwa pelakunya bukanlah Tyrese.

- Baiklah. - Itu dia. Ayo.

- Itulah maksudku. - Hei, Ty.

Berikan kunci mobilmu sebentar.

Semuanya baik-baik saja?

Ya, sepertinya dompetku tertinggal di mobilmu. Itu saja.

Sekolah swasta membuatmu menghabiskan uang penjualan sepatu ketsmu.

- Hei, apa-apaan ini, Ty? - Hei, hentikan, Kawan!

Hei.

Bagaimana keadaanmu?

- Sepertinya, aku kehilangan banyak darah. - Baiklah.

Kita harus ke rumah sakit.

Kita tidak mungkin bisa melewati mereka.

Setidaknya kita harus mencoba.

Hei, Tony, melaporlah. i>

Blancos menginginkan laporan status. i>

- Blancos. - Sepertinya itu bukan kabar bagus.

Aku baru saja bertemu dengan Blancos baru-baru ini.

Rekan lamaku hilang di salah satu kasino mereka.

Jadi, kami harus menggerebek tempat itu. Menyita banyak sekali barang selundupan.

Pasti kerugiannya sangat besar.

Intinya, mungkin mereka mengincarku, bukan kau.

Maafkan aku atas semua perkataanku, Ayah.

Tentang kau yang menghancurkan hidupku.

Kau menghancurkan hidupmu sendiri.

Seharusnya, tidak mengajukan diri untuk mengantarku.

Mengajukan diri?

Kau menyuruh mereka memasukkan namaku.

Tidak.

Siapa yang bilang?

Petugas pembebasan bersyaratmu. Siapa namanya?

Addie, menurutku.

Petugas pembebasan bersyaratku adalah Frank Mahoney.

Kalau dipikir-pikir, aku belum pernah melihat wanita itu sebelumnya.

Katanya dia baru saja pindah.

Dia mungkin dikirim oleh Blancos untuk menjebakmu.

Ayo, kita ke mobil dan keluar dari sini! Sial!

Hei! Tetaplah bersamaku.

Kau harus tetap terjaga.

Aku lelah, Marcus.

Lelah seperti saat kau menyuruhku mengendarai Volvo 240 lamamu...

dari Coney Island ke Red Hook?

Kau hampir membuat koplingku hangus.

Ya. Apa yang kau pikirkan saat membiarkan anak berumur 10 tahun...

mengemudikan mobil manual?

Aku bekerja dobel sif malam sebelumnya.

Kau sudah tahu, 'kan?

Ya. Setidaknya kau bisa memberitahuku jalan pulang...

sebelum tidur pulas sambil mendengkur.

Dengan begitu kau bisa belajar untuk mengenal jalan-jalan di kota.

Kita berhasil.

Kau tahu persis apa yang kau lakukan.

Kau lihat? Masa kecilmu tidak selalu buruk.

Atau mungkin kau hanya bersikap baik karena aku sedang sekarat.

Baiklah, hentikan, Ayah.

Hanya ada satu jalan keluar dari sini.

- Tinggalkan aku. - Itu takkan terjadi.

Namun, sebelum kau pergi...

Ada sesuatu yang perlu kau ketahui.

Hei. Tidak apa-apa.

Tenanglah.

Masih banyak waktu untuk membicarakan hal ini nanti.

Tidak ada waktu lagi.

Sekarang, diam dan dengarkan aku.

Baiklah.

Aku melakukan banyak kesalahan.

Kuharap bisa mengulang waktu, tapi aku tidak bisa.

Selama ini, saat aku tidak ada untukmu dan ibumu...

ada tempat lain yang perlu aku datangi.

Baiklah, Ayah, ini bisa menunggu.

Marcus.

Kau punya saudara laki-laki.

Ty, apa yang kau lakukan? Kau harus meletakkan senjata itu.

Tidak akan, Kawan, aku membutuhkan uang itu.

Aku tidak mengajakmu ke sini untuk mencuri dan menodongkan pistol ke arah temanku.

Kawan, dahulu kau membencinya. Sekarang kau memihak Sekolah Swasta?

Tyrese, kumohon, ini hanya akan memperburuk keadaan.

Diam! Kau tidak mengenalku.

Ya, aku melihat pakaian buatan desainermu.

Kau tidak akan bisa memahami yang telah kulalui.

Kau benar. Aku tidak bisa memahamimu.

Namun, selalu ada jalan lain.

Bagaimana mungkin?

Dengar, aku pergi ke sekolah, mendapat nilai, tapi aku dikeluarkan.

Itukah jalan yang kau maksud?

Apa kau bekerja di dua tempat..

Agar adik perempuanmu tak menangis hingga tertidur...

dalam keadaan lapar setiap malam?

Apa ibumu memukulimu karena dia sakit jiwa...

dan tidak bisa mendapatkan obat-obatan yang dibutuhkannya?

Apa kau mengalami semua itu?

Bagian terburuknya...

aku tidak bisa lapor, meskipun aku ingin melakukannya...

karena dia akan dimasukkan ke sebuah institusi...

lalu adik perempuanku akan dimasukkan ke panti asuhan.

Aku kehabisan pilihan.

Jadi, aku melakukan segala yang kubisa.

Aku mengerti, Ty. Sistemnya rusak.

Namun, kau harus meletakkan senjata itu.

Tidak, aku mengerti.

Sekarang, setelah kau memiliki bisnis sepatu kets kecil-kecilan..

Kau lupa bagaimana rasanya lapar.

Kawan, sekeras apa pun kau berusaha...

kau takkan pernah menjadi salah satu dari mereka.

Biarkan kami membantumu.

Kau tidak pantas melalui ini sendirian.

Aku tidak butuh simpatimu.

Aku bisa mengurus diriku sendiri.

Persetan denganmu karena menghakimiku, Kawan.

Kau tidak lebih baik dariku.

Dee?

- Kemarilah! - Mel, tidak. Biarkan dia pergi.

- Kumohon biarkan dia pergi. - Hei! Tunggu!

Apa yang terjadi? Ada apa? Kau baik-baik saja?

- Ya, aku baik-baik saja. - Tidak, kau tidak baik-baik saja.

- Kami baik-baik saja. - Tatap mataku.

- Kau baik-baik saja? - Aku bersumpah, kami baik-baik saja.

Aku bersumpah.

Kau mendengar perkataanku, Nak?

Kau punya saudara laki-laki.

Kau kehabisan darah dan Keluarga Blancos memburu kita.

Sekarang bukan waktu yang tepat.

Namanya James.

Mengapa kau memberitahuku sekarang?

Kau perlu tahu.

Aku punya alasan kenapa aku tidak selalu di sampingmu.

Alasan mengapa aku tidak bisa mengajak anak-anakmu...

menonton pertandingan Yankee itu.

Itu sebabnya kau tidak bisa mengajak mereka.

Karena kau bersamanya.

James perlu menemuiku.

Apa itu seharusnya membuatku merasa lebih baik?

Aku berusaha keras untukmu, Marcus.

Aku biasa menulis surat untukmu, ketika kau menolak bicara denganku.

Ibumu bilang, kau membuang surat-surat itu tanpa membacanya.

Jadi, kini ketidakhadiranmu adalah salahku.

Bukan itu maksudku.

Berhenti bicara.

Aku harus mencari cara untuk mengeluarkan kita dari sini.

Marcus, aku tidak bisa berjalan.

Kau harus meninggalkanku.

Ayah! Kumohon hentikan.

Kita tidak akan bisa melewati mereka.

Kau benar tentang hal itu.

Jadi, kita hanya perlu memancing mereka kemari.

Habislah kau, Vee-ola.

Satu-satunya hal yang aku lakukan adalah mengumpulkan kemenangan.

Kau punya satu kesempatan lagi untuk mengalahkanku.

Kami sudah memutuskan, dan cobbler i> kedua finalis sama-sama lezat.

Namun, aku khawatir kita hanya punya satu pemenang...

dan itu adalah sampel L.

Ya!

Aku tahu seleramu akan membuat pilihan yang tepat.

- Aku pikir itu... - Tidak.

Apa mereka berdua saling kenal?

Kau tahu, ini adalah rekayasa.

Yang benar saja, Barbara, kita kenal separuh orang di sini.

Lagi pula, ini adalah tes rasa buta.

Bisa kupastikan, kami membuat keputusan...

hanya berdasarkan rasa cobbler i> kalian.

Omong-omong, cobbler i>-mu benar-benar enak.

Yang benar saja, kenapa kita harus peduli dengan pendapat badut ini?

- Apa katamu? - Tidak apa-apa.

Dengar, Barbara, aku bersumpah, perbedaannya sangat tipis.

Aku tahu kau hanya menggunakan bahan-bahan terbaik...

mulai dari kulit hingga buah persik segar.

Lalu, sedikit cita rasa paprika itu, meski aneh...

merupakan pilihan yang lezat dan menginspirasi.

Seingatku, aku hanya pernah menikmati...

rasa paprika dalam cobbler i> di Restoran Sylvia's di Harlem.

Maksudku, aku tahu betul yang kubicarakan.

Dia benar sekali.

Cobbler i> ini persis seperti buatan Sylvia's.

Aku mungkin menggunakan resep serupa...

Aku meragukannya.

Resep itu adalah rahasia yang dijaga ketat.

Kita bisa menghubungi Sylvia's dan mencari tahu...

apakah Barbara memesan cobbler i> belum lama ini. Bukan begitu?

Terserah kau saja, Vee-ola.

Benar sekali, bawa cobbler i> curian itu beserta sikapmu yang menyebalkan!

Ini buruk.

Kalian menemukan sesuatu?

Kami tidak dapat menemukan apa pun, Bos.

- Di mana Toni? - Dia masuk ke gedung itu...

ketika kami mulai menggeledah, dan belum keluar.

Ikuti aku.

- Hei. - Hei. Ada kabar tentang Dante?

Tidak ada insiden di pemakaman Johnny Delgado...

tapi aku sudah menyuruh MEL memeriksa semua loket tol utama...

dan tidak ada tanda-tanda mobil Dante berhasil ke luar kota.

Kami memeriksa semua rumah sakit. Tidak ditemukan apa pun.

Pasti terjadi sesuatu.

Kita harus mencarinya.

Dante tadi menjemput ayahnya di Bed Stuy.

Baiklah, rute tercepat menuju Jersey...

adalah Jembatan Brooklyn melalui Terowongan Holland.

Baiklah, dari situlah kita memulai.

Pergilah.

Sial.

Dia akan kabur!

- Itu dia! - Kejar dia!

Kau melihatnya?

Dia terjebak!

Kami tahu kau kehabisan peluru!

Keluarlah! Kami hanya ingin bicara!

Aku bisa mendengarmu dengan baik dari sini.

Menyerah saja!

Kami tahu tidak ada yang bisa kau lakukan.

Kau yakin ingin mengambil kesempatan itu?

Sisi satunya.

Ayo...

Ayah.

Ayah. Ayolah. Ayo keluar dari sini.

Kumohon, Ayah.

Jangan menyerah sekarang. Ayo, Ayah, bangun.

Ayah, bangun!

Bangun!

Bangun.

Sudah kubilang, tinggalkan aku, Nak.

Kau keras kepala.

Menurutmu, dari siapa aku mendapatkannya?

Pasti ibumu.

Dengar, Pop...

masih ada satu penembak lagi di luar sana.

Kita harus bergerak, sebelum dia menemukan kita.

Baiklah.

Ada berapa banyak lagi?

Dia yang terakhir.

Baiklah. Kau harus bertahan sedikit lebih lama.

Ambulans sedang dalam perjalanan. Ayo.

Kau baik-baik saja?

Tidak.

Dengar, aku benar-benar minta maaf tentang Tyrese.

- Aku takkan mengajaknya jika... - Hentikan.

Ini bukan salahmu.

Maksudku, dia jelas sedang berada di posisi yang sulit.

Namun, aku menghargai yang kau lakukan.

Membelaku.

Ya, aku takkan membiarkan Tyrese menyakitimu.

Aku tahu.

- Terima kasih. - Ya.

Apa kata dokter?

Kehilangan banyak darah menyebabkan beberapa sistemnya mati.

Jadi, hal itu membuatnya koma untuk saat ini.

Namun, dokter yakin, dia akan melaluinya.

Mengingat semua yang telah dia lalui, itu kabar baik.

Ya.

Namun, sepertinya kau tidak senang.

Tentu saja aku senang.

Marcus, apa ada hal lain yang terjadi?

Aku tidak mau membahasnya.

Itulah caraku menangani berbagai hal sejak lama.

Memendam semua hal, membiarkannya menggerogotiku...

sampai stres hampir membunuhku.

Aku punya saudara laki-laki.

Ya. Aku baru saja mengetahuinya.

Saat Big Ben mengira dia sedang sekarat.

Katanya, dia ingin aku tahu.

Kurasa, dia hanya ingin melepaskan bebannya.

Seperti sebuah pengakuan.

Bertahun-tahun menjadi karung tinju, sekarang dia ingin aku menjadi pendetanya?

Dia juga berusaha menjadikan semua ini salahku.

"Aku berusaha menghubungimu, tapi kau selalu marah."

Benar sekali, aku marah.

Aku ikut bersedih, Marcus.

Kau perlu memproses banyak hal.

Ini akan memakan waktu.

Aku berdiri di sini...

dan memikirkan hal-hal yang terjadi ketika aku masih kecil...

hal-hal yang tiba-tiba kulihat dengan sudut pandang baru.

Semua liburan yang dia lewatkan karena "dapat pembagian sif yang buruk".

Sepanjang malam aku dan ibuku mengkhawatirkan apakah dia baik-baik saja.

Namun, dia sedang berperan menjadi ayah terbaik untuk anak orang lain.

Aku merasa seperti orang bodoh.

Jangan begitu.

Saat itu kau masih kanak-kanak.

Maaf. Aku tidak bisa berada di sini sekarang.

Baiklah. Aku akan beristirahat.

Baiklah.

Aku akan segera tutup. Aku akan menyusulmu.

Hei, kau tahu apa yang hebat dari pesta kompleks itu?

- Apa? - Semuanya.

Kupikir, kau akan mengatakan "cobbler". i>

Astaga, kurasa aku masih punya cukup banyak cobbler... i>

untuk bertahan setidaknya sampai besok pagi.

Namun, masih ada sisa makanan di kulkas, 'kan?

- Ya. - Ya.

- Hai. - Dee.

- Hai. - Hai. Ayo masuk.

- Terima kasih. - Wow.

Hai. Kuharap, aku tidak mengganggumu selarut ini.

Ayolah, kau bercanda? Kau menginginkan sesuatu? Air...

Tidak, tidak usah, terima kasih.

Baiklah. Anggap saja rumah sendiri.

Baiklah.

- Hai. - Baiklah. Jadi...

Kau ingin membahas tentang kejadian di pesta kompleks hari ini?

Ya, aku tidak bisa berhenti gemetar.

Hanya saja, itu terus terulang-ulang di kepalaku.

Ditodong pistol sangatlah menakutkan.

Ya.

Lalu, aku membahasnya denganmu.

Tidak. Itu memang menakutkan.

Mel, bisakah kau tidak memberi tahu ibuku tentang hal ini?

Ya, aku takkan ikut campur lagi.

Namun, aku penasaran kenapa kau tak mau aku mengejar pria itu?

Karena kondisinya sudah buruk.

Dia tidak butuh penjara, melainkan bantuan.

Lalu...

Aku benar-benar ingin membantunya.

Namun, dia tidak mau kau bantu.

Kurasa, aku tidak pernah benar-benar memikirkan sisi lain...

dari yang kau dan ibuku lakukan.

Pasti terasa luar biasa ketika kau bisa mengembalikan kehidupan seseorang...

ke jalur yang benar.

Kau benar.

Namun, ketika kau tidak bisa...

- Maksudku, astaga... - Apa selalu terasa seburuk ini?

Dee, fakta bahwa kau terus memikirkannya...

adalah bukti bahwa kau sangat peduli dan penuh kasih sayang.

Maksudmu, ini akan menjadi lebih mudah, 'kan?

Tidak.

Namun, kau belajar menerima kenyataan...

bahwa terkadang kau tidak berhasil melaluinya.

Ada dokter hewan di kelompok dukunganku. Namanya Eric.

Dia menderita PTSD parah.

Aku mengantarnya beberapa hari lalu...

dan kulihat dia menutup semua jendelanya dengan kertas timah.

- Seperti menutup dunia. - Ya.

Dia benar-benar mengurung dirinya sendiri.

Jadi, aku hanya membantu sebisaku, dan kemudian...

Karena beberapa orang harus menemukan jalannya sendiri.

Pada waktu yang tepat untuk mereka.

Bagaimana jika mereka tidak berhasil?

Kalau begitu, Sayang, tidak ada lagi yang bisa kita lakukan.

Kau benar, itu terasa menyakitkan.

Hei, Bibi.

Maaf, aku pergi lebih awal. Bagaimana hasilnya?

- Kau menang? - Kau sudah mencicipinya?

- Hebat! - Ya.

Barbara kalah telak.

Bagus.

Itulah...

Bagaimana denganmu? Ke mana kau menghilang?

Aku harus membantu Dante mengurus sesuatu.

Jadi, kau menemuinya.

Bagaimana?

Cukup gila.

Aku merasa kasihan kepadanya.

Ceritanya panjang, tapi...

Anggap saja tidak ada satu pun dari kami mendapatkan hari libur.

Namun, aku akhirnya menyadari.

Apa itu?

Bahwa kehidupan yang kupilih tidak menyisakan ruang untuk hubungan.

Mengapa kau berkata begitu?

Karena memang begitu.

Yang kuinginkan hanyalah suatu hari untuk menjadi normal.

Aku bahkan tidak bisa mendapatkannya.

Karena hidupku tidak normal.

Namun, semuanya berjalan lancar.

Ya. Lalu, kenyataan menampar wajahku.

Aku ingat semua alasan aku dan Miles tidak berhasil.

Jadwal yang tidak bisa diprediksi, tidak menemukan waktu untuk berduaan...

harus berbohong dan mencari alasan.

Ya, tapi kau dan Miles punya banyak masalah yang harus diatasi.

Ya, tapi itu bukan masalah kami.

Itu adalah masalahku.

Sekarang pun masih begitu.

Artinya, hubungan apa pun yang kucoba sudah ditakdirkan gagal sejak awal.

Ya. Kau benar.

Kau tak bisa memberi tahu ke mana kau pergi sepanjang hari...

atau apa yang telah kau lakukan.

Kau tak bisa membuat rencana karena selalu ada sesuatu yang muncul.

Jadi, ya, mana mungkin kau bisa berkencan dengan seseorang?

Benar sekali.

Aku tidak bisa melakukannya.

Namun, bagaimana jika ada seseorang...

yang hidupnya tak bisa diprediksi sepertimu?

Seseorang yang tidak perlu kau bohongi...

karena dia sudah tahu persis apa yang kau lakukan...

dan sangat menghormatimu karenanya.

Mungkinkah kau mengenal...

seorang detektif yang seperti itu?

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.