Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Diterjemahkan oleh mifae
Siapa kau?
Kenapa ada di rumah kami?
Ini mimpi.
Tidurlah.
Ayah?
Apa yang begitu...
Astaga.
Ya, Tuhan. Tidak.
Tidak. Kumohon.
Kumohon. Tidak.
Ya, Tuhan. Tidak.
Tidak. Kumohon.
Mereka mengambil semuanya, Vinnie.
Semuanya.
Kita hancur!
Hancur!
Ayah, lihatlah kemari.
Sepertinya kami lihat beruang.
Itu foto terakhir Kimberly yang kami ambil
sebelum dia hilang.
Dia gadis yang luar biasa.
Senang menulis, melukis.
Juga mencuri.
Dia tak pernah berhenti mencuri. Ya, kan Sam?
Benar, Bapa...
dan kurasa itu salahku.
Seharusnya aku lebih tegas.
Lebih bersikap sebagai Ayah daripada teman.
Jangan terlalu menyalahkan diri, Sam.
Itu bukan salahmu.
Dia pemadat dan pencuri.
Tapi dia putriku.
Aku menyayanginya walau dia tak sempurna.
Jadi, kau tak lihat Kimberly, Bapa?
Tidak, Sam.
Kau yakin?
Ya.
Alasanku bertanya adalah Bapa Taylor.
Kau kenal Bapa Taylor, kan?
Sejak kami masih anak-anak.
Sudah kuduga.
Dia bilang padaku Kimberly berniat menemuimu.
Dia selalu merasa nyaman membahas
masalah yang dihadapinya bersamamu.
Aku senang mendengarnya.
Sungguh, tapi dia tak datang ke Safehaven.
Bapa.
Itulah hal yang paling aneh
karena putriku memang datang ke Safehaven.
Dia mengirimkan ini pada kami.
"Merindukan kalian berdua. Salam sayang, K."
Itu paraf Kimberly
dan ini dikirimkan dari Safehaven, Mississippi.
Kalian berasal dari sana, kan?
Itu rumah kami.
Itu yang mereka bilang pada kami.
Sepertinya kalian ada di sana saat putriku ke sana.
Aku tak punya banyak uang
tapi aku akan bayar detektif swasta.
Aku tak punya cara lain untuk cari keberadaan...
Kenapa?
Tidak. Apa itu?
Astaga! Berengsek!
Kenapa kau?
Kita harus pergi.
Vincent, sekarang!
Ayo. Kita harus pergi dari sini.
Mereka mati. Ayo.
Vincent, sekarang!
Vincent, kita harus pergi.
Ayo cepat.
Selamat pagi.
Pagi yang indah?
Kau sudah urus masalah kita?
Aku menambalnya lagi.
Tapi ini takkan bertahan lama.
Kita tetap butuh mesin baru.
Bukan. Kita butuh montir yang lebih percaya diri.
Ampunilah aku, Bapa, karena aku telah berdosa.
Kapan pengakuan dosa terakhirmu?
Aku datang pekan lalu, Bapa.
Kau tak ingat?
Kami tidak mencatat.
Lanjutkan.
Apa dosamu?
Nafsu, Bapa.
Mendambakan tetanggaku.
Berapa kali?
Terlalu sering.
Apa dia mengetahuinya?
Dia pria, Bapa.
Makanya dosa ini sangat besar.
Biar Tuhan yang menghakimi.
Apa dia tahu niatmu?
Tidak, Bapa. Aku mengintai rumahnya lewat kamera.
Itu lebih buruk lagi.
Benarkah?
Kau akan binasa tanpa pengampunan.
Ampuni aku, Bapa.
Ada lagi yang mau ditambahkan?
Tolong katakan padaku kau membeli kamera itu.
Ya, Bapa. Di internet.
Aku pakai kupon diskon 35 persen.
Baguslah.
Baik.
- Untuk dosa ini... - Dosa-dosa lainnya
aku lupa, Bapa, tapi aku sungguh menyesal.
Kau sadar yang kau lakukan itu
melanggar privasi orang lain?
Tanyakan hati nuranimu dulu
sebelum melakukannya lagi.
Baik, Bapa.
Sebagai hukuman, Doa Santa Maria 12 kali, Bapa Kami enam kali
dan cabut kamera pengintai
dari rumah tetanggamu secepatnya.
Bagaimana jika dia ada di rumah, Bapa?
Kau bisa memasangnya
tanpa ketahuan, kan?
Ya, Bapa.
Pergilah dalam damai.
Kau tak ungkapkan ketidakpuasanmu
terhadap seseorang dengan mencuri, Bu.
Tapi aku sangat membenci
tunangan putriku, Bapa.
Kenapa?
Dia penipu karena punya wanita lain.
Aku tak pernah mempercayainya.
Aku tahu ini salah
tapi aku ingin menyingkirkan dia dari kehidupan putriku.
Makanya kau mencuri dari dompetnya?
Aku tahu hal penting baginya
hanya uang.
Kau sadar yang kau katakan?
Ini bukan filosofi wanita Kristiani.
Putrimu memilih bersama pria itu.
Jika dia mencintainya dan berkomitmen dengannya
- kau harus menerimanya. - Aku tak bisa, Bapa.
Aku tak bisa.
Harus!
Ini sulit bagiku, Bapa.
Kalau begitu, ucapkan doa penyesalan mendalam.
Atas dosa yang kulakukan ini
dan dosa yang kulupakan, aku minta ampun.
Kau tidak sungguh-sungguh.
Biar kubantu.
Bapa?
Melalui kuasa yang ada padaku
semoga Tuhan memberimu keselarasan dan kedamaian.
Kuampuni dosa-dosamu
dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus.
Aku Marty Midnight dalam "Beyond Midnight"
dari WMGO, River Radio.
Ada Pariah di saluran telepon kami.
Dia bergabung dari Yazoo City, Mississippi pagi ini.
Bagaimana kehidupan di sisi gelap, Nona?
Baik, Marty.
Kau menjauhi masalah?
Masalah itu terlalu bagus untuk dihindari.
Ada kabar baru?
Kau masih buronan di lima negara bagian?
Entahlah.
Aku tak menghitung lagi.
Apa pengakuanmu malam ini, Sayang?
Kau tahu tak ada penghakiman di sini.
Aku mencampakkan kekasihku.
Lagi?
Pria lain.
Tentu saja.
Lanjutkan ceritanya.
- Aku bosan. - Apa pun dirimu
- manusia atau monster. - Aku tak suka suaranya.
Terimalah jiwa busuk ini masuk ke surga.
Aku gelisah, Marty.
Seorang gadis akan melakukan apa yang ingin mereka lakukan.
Aku ingin sesuatu yang tak bisa diberikan oleh orang hidup.
Kau membuatku merasa sangat kecil.
Jadi, aku membunuhnya.
Membunuhnya?
Apa itu buruk?
Aku tak berhak menghakimimu, Sayang.
Wanita mencampakkan pria lewat surel atau SMS sekarang.
Kau pakai cara Perjanjian Lama. Aku menghormatinya.
Keluar pukul 11.
- Hai, Michael. - Hai, Ruby.
- Apa kabar? - Aku lebih baik sekarang.
Selamat ulang tahun.
Ini ulang tahunmu, kan?
Tunggu di sini.
Aku juga punya sesuatu untukmu.
Ini ulang tahunmu, bukan aku.
Aku tahu. Buka saja.
Baiklah.
Biar kubantu.
Cobalah.
Aku menyukainya.
Sungguh?
Itu terlihat bagus.
Maaf. Aku harus pergi.
Sampai jumpa.
Aku hampir lupa.
Sekali lagi, selamat ulang tahun.
Dah.
Dah.
Ampuni aku, Bapa, karena aku telah berdosa.
Aku sangat butuh pengampunan.
Aku menerima suap saat menjabat di balai kota
dan perasaanku tidak enak. Aku butuh pengampunan.
Tolong ampuni aku.
Andai aku bisa beri lebih banyak.
Aku tahu itu tak seberapa.
Tak apa.
Kami masih punya banyak di rumah ibadah.
Gerejamu?
Kami menyebutnya begitu.
Silakan.
Terima kasih.
"Kami" siapa?
Aku dan kakakku.
Kami tinggal bersama.
Itu bagus.
Di rumah ibadah?
Ya.
Ada apa di sana?
Kakakku pastor.
Dia sedang mendengarkan pengakuan dosa sekarang.
Kalian punya gereja?
Kau sedang melihatnya.
Aku ingin menemui kakakmu.
Antre dulu.
Mungkin lain kali.
Terima kasih obrolannya.
Aku mencuri uang wanita tua.
Tetangga.
Aku pecandu narkoba.
Aku harus beli.
Aku merasa bersalah, tapi tak punya pilihan lain.
Aku tahu itu salah.
Aku minta pengampunanmu, Bapa.
Kau mendahulukan kepentinganmu di atas jiwa yang malang itu?
Ya, Bapa.
Benar, tapi aku minta pengampunan Tuhan.
Aku tahu perbuatanku.
Bapa?
Bapa, apa kau akan diam saja?
Amsal 10:2.
"Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna
tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut."
Tuhan mengampunimu, Anakku.
Semoga maut menebus dosamu.
Pagi, Kawan.
Pagi.
Maaf mengganggu.
Aku mencari orang yang dulu tinggal di sini.
Michael dan Vincent.
Mungkin kau mengenalnya sebagai Bapa Vincent.
Pastor?
Beberapa orang memang pernah membicarakan penghuni sebelumnya.
Aku tak pernah tahu namanya.
Sudah berapa lama kau tinggal di sini, Kawan?
Sekitar 10 tahun.
Baik. Kuhargai bantuanmu.
Kau detektif?
Apa kesalahan pastor itu?
Mencabuli putra altar?
Aku juga pastor.
Beberapa pastor masih bekerja dengan bersih.
Tuhan memberkatimu, Kawan.
Dia harus menyadari kesalahannya
dan menebus seluruhnya
bahkan menambahinya
dan menyerahkannya pada siapa yang berhak
pada hari dia menyadari kesalahannya itu.
Jika tidak, dia harus mati.
Kita semua berjuang keras demi keluarga.
Demi makanan di atas meja dan atap di atas kepala.
Kaum kafir tak bertuhan ini
merebut apa yang Tuhan sediakan bagi kita
dari alam semesta ciptaan-Nya.
Menyedihkan sekali dosa dalam darah mereka
dan anak-anak mereka.
Bisa katakan amin?
Amin.
Zakaria 5:3.
"Lalu dia berkata padaku: Inilah sumpah serapah
yang keluar menimpa seluruh negeri."
Semua pencuri harus dibersihkan.
Kalian akan maju dan mengakui Tuhan kalian.
Kita akan memasuki rumah pencuri
menodai rumah itu
dan menghabiskannya dengan kayu serta batu.
Astaga.
Semuanya, tolong. Maaf.
Semuanya, tolong.
Tolong tetap di sini, Semuanya.
Tolong.
Kenapa kau, Bodoh?
Kukira kau sudah perbaiki suaranya.
Aku sudah memeriksanya dan tak ada masalah.
Sudah jelas kau salah.
Maaf. Masalah biasa terjadi.
Itu tak berguna bagi kita sekarang.
Kau sungguh tak tahu terima kasih.
Enyah dari hadapanku.
Kehadiranmu membuatku kesal.
Ini, Mike.
Potongan terakhir.
Aku tak pesan pai, Ruby.
Aku tahu. Kupikir kau akan suka.
Aku tahu ini favoritmu.
Kau baik sekali. Terima kasih.
Kenapa wajahmu?
Jatuh?
Ya, semacam itulah.
Michael selalu ceroboh.
Mau kuambilkan es?
Tidak, terima kasih. Akan kutangani di rumah.
Kau akan memasukkan pai ini
dalam tagihan kami, kan?
Tidak, itu gratis.
Kau pemilik restoran ini?
Bukan, aku karyawan.
Berarti pai ini bukan milikmu.
Kau mencuri yang bukan milikmu
dan memberikannya pada Michael.
Kalian pelanggan.
Aku tak pernah berpikir begitu.
Kau harus memikirkannya karena itu kenyataannya.
Datanglah ke van kami besok
untuk pengakuan dosa
dan aku bisa meluruskan pembenaran dosa-dosamu.
Dia tak perlu mengakui apa pun.
Kau Katolik, Ruby?
Aku murtad.
Sudah bertahun-tahun tidak ke gereja.
Tak apa.
Sekali menjadi Katolik, maka selamanya begitu.
Bukan begitu, Dik?
Aku tak yakin soal itu.
Kau tak yakin?
Tentu saja.
Ruby gadis yang baik.
Dia tak perlu mengakui apa pun, jadi, hentikan.
Tak ada orang yang baik.
Itu pasti.
Itu seperti kita mencoba jaket yang tak pernah pas.
Masukkan pai ini dalam tagihan kami
dan saat kau siap menemuiku
pengakuan dosa adalah jalanmu menuju pengampunan.
Terima kasih, Bapa.
Lewati dia dan menepi.
Jangan usik dia, Vincent.
Lampiaskan saja padaku.
Apanya?
Ada satu jiwa di luar sana. Aku akan menyelamatkannya.
Aku yakin itu.
Menepilah.
Cukup panas untukmu?
Ya.
Tapi anginnya yang jadi masalah.
Benar. Apa yang terjadi?
Roda giginya lepas.
Aku coba panggil bantuan
tapi tak ada sinyal di sini.
Benar, jarang ada.
Butuh tumpangan?
Entahlah.
Aku tak biasa berkendara dengan orang asing.
Itu cerdas.
Kebijakan itu bagus
tapi aku pastor.
Pastor asli?
Sangat asli.
Menebarkan harapan dan pengampunan
bagi sesama pengguna jalan.
Kau Katolik?
Hanya orang tuaku.
Aku sudah lama tak ke gereja.
Pernah mengaku dosa?
Beberapa kali saat masih remaja.
Begini.
Kami akan mengantarmu ke kota untuk pengakuan dosa.
Setuju?
Apa yang harus kulakukan?
Masuk saja ke ruang pengakuan dosa.
Aku akan membimbingmu.
Sepedaku?
Silakan mulai beri tahu aku semua dosa-dosamu.
Jujur dan akui semuanya.
Tuhan siap mengampunimu.
Tunggu. Bukankah ada yang harus dikatakan dulu?
Biasanya begitu, tapi aku tidak terlalu formal.
Silakan ungkapkan dosamu.
Baiklah.
Aku terlalu banyak minum
dan menghisap ganja.
Silakan lanjutkan.
Nenekku meninggal tahun lalu.
Aku tak hadiri pemakamannya.
Aku membohongi Ibuku dan bilang mobilku rusak.
Lanjutkan, Anakku.
Hanya itu?
Bagaimana?
Aku mencuri uang kakakku
untuk perjalanan ini.
Kami kurang akur
jadi, aku tak merasa bersalah.
Kurasa itu yang terburuk.
Kau pikir mencuri uang tak masalah?
Terutama dari keluargamu?
Tidak, menurutku itu salah.
Dia menyebalkan.
Hukum Allah ketujuh melarang kita mencuri.
Amsal 10:2.
"Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna
tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut."
Baik. Aku minta maaf.
Aku sangat menyesal.
Bibir pendusta adalah hal yang paling dibenci Tuhan!
Bisa hentikan vannya?
Aku tak mau melakukan ini lagi.
Aku mau turun.
Mati adalah penebusan dosamu, Sayang.
Vincent?
Vincent?
Aku harus bagaimana?
Selamat pagi, Michael.
Hai, Sherif.
Apa kabar?
Kabarku sangat baik.
Sangat baik.
Apa aku berbuat salah?
Entahlah. Menurutmu?
Tidak, aku hanya bergurau.
Kau tak berbuat salah
tapi aku perlu bicara padamu dan kakakmu.
Dia ada di belakang?
Ya, Pak.
Selamat pagi, Sherif.
Apa yang bisa kami bantu di pagi yang indah ini?
Halo, Bapa. Apa kabar?
Aku diberkati.
Kenapa kau menghentikan kami?
Michael menyetir terlalu lambat lagi?
Tidak.
Aku perlu bicara pada kalian.
Ada kasus orang hilang lagi.
Seorang gadis.
Dia kemari sekitar seminggu yang lalu.
Usianya sekitar 20 tahun, pirang, dan cantik.
Mengendarai sepeda ungu.
Ini.
Lihatlah.
Mereka semua tampak mirip di sini.
Kau pernah melihatnya?
Mereka semua tampak mirip bagiku. Maaf.
Baiklah, tapi jika kalian lihat hal mencurigakan
tolong kabari aku.
Pasti.
Kami yang paling mencurigakan.
Setidaknya di sekitar sini.
Kau benar
tapi tolong bantu aku mencari.
Kau masih simpan nomorku?
Masih, Pak.
Baiklah.
Karena aku sudah ada di sini
boleh kulihat bagian belakang sebentar?
Hanya prosedur rutin.
Silakan.
Astaga. Seharusnya aku tahu.
Hanya ada Roh Kudus di sana.
Kau benar.
Sherif, selagi kau ada di sini
mau mengaku dosa?
Waktumu tidak cukup
untuk dengarkan semua dosaku, Vincent.
Lagi pula, aku bukan Katolik.
Aku takkan memaksamu.
Jika kau berubah pikiran.
Baik. Jaga diri kalian.
Ada banyak orang sinting di jalanan.
Aku mau pergi minum.
Aku juga.
Bagus. Pergilah dan beli untuk kita berdua.
Kupikir mungkin kau akan suka...
Kau sedang apa?
Astaga, Michael.
Kukira kau beli minuman.
Ya, dan kukira kau sudah berhenti melakukan itu.
Maksudmu?
Jangan bersandiwara seolah ini pertama kalinya
kau berbuat begini pada banyak wanita.
Apa masalahmu, Michael?
Kau berkhayal lagi?
Apa imajinasimu menggila?
Apa?
Tuduhan gilamu ini.
Apa maksudmu?
Aku melihatmu memasukkan tanganmu ke dalam tubuhnya.
Kurasa aku sudah tak bisa mempercayaimu, Dik.
Dulu, kau mendukungku dan kini aku meragukannya.
Aku tak minta banyak darimu.
Hanya bantu persiapanku setiap hari
mengumpulkan kolekte, menyetir van
dan kau tak bisa melakukan semua itu dengan benar.
Kau keterlaluan.
Kau tak mau perbaiki mesinnya. Kenapa itu jadi kesalahanku?
Kau si pelit
yang tak mau keluar uang.
Uang kita banyak.
Itu bukan uang kita.
Sebelum kita mengumpulkan semua uang yang dicuri
Ayah tak bisa istirahat dengan tenang.
Mungkin saat itu dia akan memaafkanku.
Memaafkanmu? Itu bukan salahmu.
Kau masih kecil.
Itu salahku.
Aku lemah.
Seharusnya aku bertindak.
Ini sudah berjalan 20 tahun.
Sudahlah.
Jangan pernah menyentuhku lagi.
Tak ada ruginya
mengeluarkan uang untuk van ini, Vincent.
Rongsokan ini akan mati.
Itu bukan uang kita, Dik.
Kanker merenggut istriku, Gertrude, empat tahun lalu
tapi itu setelah dia menderita
digerogoti penyakit itu selama dua tahun.
Gertrude sedikit lebih muda dariku
dan kehidupan seks kami sehat
tapi itu kanker rahim.
Kami tak bisa bercinta lagi.
Aku tak keberatan selama beberapa waktu
tapi aku mulai kesepian
karena kami tinggal jauh dari kota.
Aku punya dorongan seks.
Kurasa kau tak paham karena kau pastor
tapi apa yang harus pria sehat
dengan dorongan alami lakukan
saat satu-satunya betina yang hidup adalah kambing?
Halo lagi.
Ada apa?
Dimarahi istrimu?
Aku belum menikah.
Kau punya kekasih?
Terima kasih, Bu.
Aku lajang.
Namaku Mary Francis.
Apa kakakmu ada?
Dia sedang menyelamatkan jiwa-jiwa di dalam.
Aku coba menyangkal perasaanku.
Aku menamainya Gertrude sama seperti istriku.
Tapi sejujurnya, di kegelapan
mereka tak jauh berbeda.
Bapa, apa Tuhan akan mengampuniku?
Silakan.
Sebentar.
Jangan mengakui pencurian.
Apa?
Percayalah padaku.
Ampuni aku, Bapa, karena aku telah berdosa.
Kapan pengakuan dosa terakhirmu, Nak?
Entahlah.
Mungkin dua tahun lalu.
Silakan sebutkan dosamu.
Kadang aku mengumpat.
Aku sering memikirkan seks.
Seberapa sering?
Setiap kali bertemu orang yang kusukai.
Banyak sekali.
Baiklah.
Ada lagi?
Bapa, menurutku pekerjaanmu luar biasa.
Apa aku bisa jadi prajuritmu?
Maksudmu?
Kau butuh asisten?
Untuk membantumu?
Aku cukup pandai membantu.
Sudah ada adikku dan dia...
Dia lebih dari mampu.
Maaf.
Aku hanya menawarkan.
Aku merasa... Aku tak paham apa ini.
Panggilan.
Kuhargai tawaranmu.
Atas dosamu, Doa Bapa Kami dan Santa Maria tiga kali.
Kau butuh kembalian?
Simpan saja.
Kau kembalikan uang saudaramu?
Tidak, Bapa. Dia tak pantas mendapatkannya.
Itu juga bukan uangnya.
Tentu saja itu uangnya.
Kau mencuri.
Kau mengambil sesuatu yang bukan milikmu.
Entahlah, Bapa.
Dia tak pantas mendapatkannya.
Pendosa!
Apa kau sinting?
Astaga.
Kau sedang apa? Kejar dia.
Aku tahu kalian butuh asisten.
Aku juga bisa memasak.
Seharusnya dia tak ada di sini.
Dia menyelamatkan kita.
Dia lebih berguna daripada dirimu.
Mungkin kau harus berhenti membunuh orang.
Jangan katakan hal yang akan kau sesali.
Baik.
Permisi.
Kenapa tangannya, Bapa?
Tangan pencuri dibenci Tuhan.
Bukankah dosa dimulai dari kepala, Bapa?
Tangan adalah alat pendosa yang tak punya penyesalan.
Aku akan memeganginya.
Semoga kau tak memotong tanganku, Bapa.
Jangan beri aku alasan untuk melakukannya.
Tuhan memberkati.
Ambil ini.
Kau boleh tinggal di sini sampai punya rencana lain.
Malam sudah larut. Kita bicara lagi besok.
Selamat malam. Tuhan berkati.
Selamat malam, Vincent.
Selamat malam, Michael.
Pariah bergabung dengan kami
dari Safehaven, Mississippi.
Apa kabar, Wanita Iblis?
Aku merindukanmu.
Tak banyak yang bisa kukatakan, Marty.
Jangan mulai menahan diri terhadapku sekarang.
Berikan satu cerita, Nona.
Aku membutuhkannya.
Karena kau bilang begitu
aku menemukan agama.
Sayang, katakan itu tidak benar.
Tak seperti pikiranmu, Marty..
Ini seru.
Baiklah.
Anggap saja aku percaya.
Bagaimana caramu temukan agama?
Mungkin lebih tepatnya
agama menemukanku.
Astaga.
Kau gadis nakal, Pariah.
Aku coba bersikap baik, Marty
tapi itu sangat membosankan.
Halo, Vincent.
Sudah lama.
Halo, Bapa.
Mengejutkan sekali.
Kau akan mengajakku masuk?
Tempat ini tampak berbeda.
Kita semua berubah, Bapa.
Michael. Apa kabarmu, Nak?
Kau sehat, Bapa?
Aku merindukanmu.
Merindukan kalian berdua.
Sudah lama sekali.
Apa maumu, Bapa?
Aku tahu kau tak datang sejauh ini untuk mengobrol.
Baik. Aku takkan basa-basi.
Uskup Besar tidak senang dengan kegiatanmu di sini.
Dia tahu yang kau lakukan, Vincent.
Dia siap bertindak jika perlu
agar kau berhenti mengaku ada hubungan dengan gereja.
Begitu, ya?
Ya.
Aku datang untuk memperingatkanmu.
Memperingatkanku?
Benar, Vincent.
Kau diusir oleh gereja.
Dulu, kau melanggar aturan
dan sekarang pun demikian.
Persetan dengan aturan gerejamu.
Aku punya gereja dan aturanku sendiri sekarang.
Tak masalah, Vincent
tapi jangan menyebutnya Katolik
dan kau tak boleh terima pengakuan dosa.
Aku bisa berbuat semauku.
Setahuku, ini masih Amerika.
Mungkin kau harus periksa lagi.
Aku menyesal mendengar jawabanmu.
Kuharap kau mempertimbangkannya.
Pikirkan selama sepekan.
Aku takkan bicara apa-apa pada Uskup
sebelum kau mengabariku.
Ini nomorku.
Maaf, Nona muda.
Kita belum berkenalan.
Namaku Mary Francis.
Senang jumpa denganmu, Mary.
Kau anggota gereja Vincent?
Terima kasih sudah mampir, Bapa.
Vincent, aku minta maaf
jika kedatangan mendadakku membuatmu kesal.
Itu bukan tujuanku
tapi aku harus membahas beberapa hal denganmu.
Aku takkan berhenti menginjil.
Kau mau bahas apa lagi?
Kau ingat Sam Olfield dan putrinya, Kimberly?
Ya, mereka ada di parokiku selama 10 tahun.
Kimberly masih remaja saat itu
dan aku membantunya lalui beberapa masalah.
Dia masih berjuang mengatasi masalahnya
dan datang menemuiku belum lama ini.
Dia cerita soal bagaimana kau membantunya dulu
dan dia merasa nyaman bicara denganmu.
Katanya dia mau menemui dan bicara denganmu.
Dia tak pernah menemuiku.
Baiklah.
Sayangnya, kini Kimberly hilang.
Sam dan istrinya dibunuh dua pekan yang lalu.
Ya, Tuhan.
Aku turut berduka mendengarnya.
Ya, kita semua demikian.
Sam orang yang baik.
Ya.
Baiklah. Senang jumpa kalian berdua lagi.
Ada apa, Vincent?
Kau memelihara hewan di belakang?
Begitulah.
Pikirkan obrolan kita, Vincent.
Hubungi aku.
Bapa Taylor benar, Vincent.
Dia orang baik.
Apa, Michael?
Sudah kubilang padamu kau salah.
Seharusnya kau tak bunuh mereka.
Mereka orang baik.
Seharusnya kau tak bunuh siapa pun.
Kau bukan Tuhan.
Diam, Michael.
Kau bilang apa, Michael?
Bahwa Vincent...
Aku tak punya pilihan, Vincent.
Aku juga harus menembakmu, Yudas berengsek.
Diam.
Kita ada kerjaan.
Apa yang kau lakukan?
Vincent, kau tak boleh melakukan ini.
Dia tak berbuat apa-apa.
Ya, Tuhan.
Dia masih hidup.
- Apa? - Masalah beres.
Kenapa kau?
Jangan. Astaga.
Astaga.
Kau tak boleh melakukan ini.
Sial.
Hai. Kau menghubungi Ruby
tapi aku tak bisa menjawab. Silakan tinggalkan pesan.
Kau tak apa-apa?
Apanya?
Membunuh penyelamat hidup kita waktu kecil?
Dia tak memberi kita pilihan.
Kita?
Wanita itu yang ambil keputusan sekarang?
Apa yang kau harapkan?
Kau mengkhianati kita berdua.
Kau sadar kita bersama-sama dalam hal ini, kan?
Jika satu dari kita jatuh, maka semuanya jatuh.
Aku sudah tak peduli.
Kau harus peduli.
Apa pun tujuanmu di dunia
kita melakukan pekerjaan Tuhan, Dik.
Ini misi kita.
Misimu.
Aku hanya membersihkan hasil ulahmu.
Kau kurang beriman.
Makanya kau tidak fokus.
Aku tak bisa melakukan ini tanpamu.
Kita satu tim.
Tuhan akan memberi kita berdua hadiah.
Kau sungguh percaya itu?
Dia berkata begitu padaku.
Kenapa aku tak dapat panggilan itu?
Setelah kejadian malam ini, Dik
aku harus tahu apa kau dapat dipercaya.
Tak perlu cemaskan aku, Kak.
Kau sudah bicara padanya?
Kami baik-baik saja.
Semoga kau benar.
Mau jalan-jalan, Bapa?
Aku mau mengakui sesuatu.
Ampuni aku, Bapa, karena aku telah berdosa.
Beri tahu aku, Vincent. Apa yang kau simpan
di gudang?
Apa pun itu, aku mau menemuinya.
Di mana adikmu?
Kau sedang apa di sini?
Aku harus tanyakan hal yang sama.
Bukan urusanmu.
Kau urusanku.
Ayo pergi.
Tidak, aku sibuk.
- Aku akan tunggu di luar. - Bagus.
Apa yang kau...
Apa kau serius?
Maaf.
Kau tak apa-apa?
Ya.
Di mana Mary Francis?
Dia tak mengantarmu?
Dia menemui temannya.
Dia punya teman?
Aku sudah berpikir
mungkin kau sudah tak membutuhkanku.
Kau adikku.
Aku selalu membutuhkanmu.
Untuk apa?
Menyetir, memasak, merawat kebun, memotong mayat?
Dia bisa melakukan semua itu.
Kita keluarga.
Kita harus tetap bersama.
Ya, kita akan selalu jadi satu keluarga.
Kurasa aku tak bisa melanjutkan ini.
Keadaan berubah.
Ada yang menemanimu sekarang.
Kenapa aku tak boleh mencari pendamping?
Aku sudah temukan wanita yang sangat baik, Vincent.
Bagus.
Orang yang bisa membuatku bahagia.
Jadi pendamping hidupku.
Aku mencintainya.
Beristirahatlah dengan tenang, Jalang.
Atau apalah ucapan yang benar.
Kau tak ikut bahagia, ya?
Aku ingin kau menerima janji Tuhan, Dik.
Apa itu tidak cukup?
Hai. Kau menghubungi Ruby
tapi aku tak bisa menjawab. Silakan tinggalkan pesan.
Kau sadar bahwa kita hampir
mewujudkan impian Ayah?
Kita sudah menemukan sebagian besar uangnya.
Bagus.
Dia bisa habiskan sisa hidupnya
dirantai di pohon kelapa di pulau tak berpenghuni.
Kau tetap mau pergi, ya?
Kau akan tinggalkan kami bersama kekasihmu?
Kau tak bisa bawa uang ini.
Aku tak menginginkannya.
Simpan saja.
Apa maumu, Michael?
Ampuni aku, Bapa, karena aku telah berdosa.
Kau yakin mau melakukan ini, Dik?
Tolong.
Kapan pengakuan dosa terakhirmu?
Aku tidak ingat.
Sudah terlalu lama.
Silakan sebutkan dosamu.
Kubiarkan hal buruk terjadi hampir seumur hidupku.
Aku lemah.
Itu salah.
Silakan sebutkan dosamu.
Sudah.
Ini bukan dosa.
Kau sama dengan kebanyakan manusia.
Kita semua punya penyesalan.
Aku terlibat dalam perbuatan keji.
Pembunuhan.
Silakan sebutkan dosamu.
Banyak pembunuhan.
Aku tak coba menghentikannya.
Sama sekali.
Kusimpan Ayahku dalam lubang
memberinya makan potongan...
Aku mohon pengampunan.
Itu tidak perlu, Dik
jika kau tak berbuat dosa.
Vincent?
Pergilah dalam damai.
- Tidak sebelum kau... - Pergilah dalam damai, Dik.
Tidak sebelum kau melepaskan
- dosa-dosaku! - Pergilah dalam damai!
Kau bahkan tak bisa mengampuni dosaku.
Dari mana kau?
Ada urusan.
Urusan apa?
Michael punya kabar untuk kita, Mary.
Tampaknya dia mau pergi.
Ya, kan?
Selamat.
Aku mau tidur.
Bagaimana?
Hanya dia yang kupikirkan, Bapa.
Di pagi dan siang hari.
Ketika aku mendengkur di sisi istriku saat malam.
Dia tak tahu, tapi pikiranku dipenuhi
bayangan Clara yang cantik.
Kau harus hentikan itu.
Mendambakan istri orang lain itu dosa.
Tapi aku mencintainya, Bapa.
Sama halnya seperti esok hari yang pasti tiba
aku sangat mencintainya.
Apa yang kau lakukan?
Kenapa berhenti?
Aku harus urus sesuatu.
Aku segera kembali.
Mary Francis sakit.
Kita harus mengantarnya pulang.
Kubilang aku segera kembali.
Tolong, Michael.
Maaf.
Kau tak perlu melakukannya.
Tenang, Vincent.
Santai.
Michael?
Michael?
Ada apa?
Apa yang terjadi?
Bicaralah padaku.
Dia sudah tiada.
Ke mana?
Dia mati.
Dibunuh.
Apa?
Kukira kau sakit.
Memang.
Aku hanya mau memastikan kau baik-baik saja.
Keadaanku sangat baik.
Kau senang?
Baik. Aku turut berduka tentang temanmu itu.
Hei.
Apa urusanmu semalam?
Ada beberapa masalah yang harus kuurus.
Bagaimana?
Kau bilang aku pergi ke mana semalam?
Bertemu teman.
Itu jawaban bodoh.
Maaf.
Kau harus tidur di ranjangku malam ini.
Terima kasih.
Kalau tak keberatan, aku tidak ikut besok.
Aku butuh istirahat.
Tentu saja.
Selamat malam, Vincent.
Michael?
Michael?
Sudah kubilang dia tak dapat dipercaya.
Aku tak pernah menyakiti siapa pun seumur hidup
tapi aku tak bisa membiarkannya hidup.
Tidak setelah apa yang dilakukannya.
Tak apa.
Tak apa.
Wah, wah, wah.
Apa ini?
Kau tak mengecewakan, Pariah.
Kau membunuhnya, kan?
Senang sekali melihatnya mati.
Lebih menyenangkan dari seks.
Vincent?
Lepaskan aku!
Lepaskan!
Ada yang ingin menemuimu.
Semoga ada ruang
untuk kakakmu di bawah, Bajingan.
Dia memberiku izin.
- Bohong. - Tanyakan saja padanya.
Kekasihmu yang mungil tak ada artinya bagiku.
Kakakmu tak mau dia mengganggu kalian.
Dia tahu kau mau pergi
dan tak bisa menerimanya.
Kebohongan takkan menyelamatkanmu.
Kenapa aku mau diselamatkan?
Hidup selamanya bersama orang munafik?
Tidak, terima kasih. Aku tahu siapa diriku.
Aku tak peduli siapa dirimu.
Ayo masuk.
Tapi harus kukatakan padamu
Ayahku juga benci pencuri.
Memang tak pernah disukai.
Berengsek.
Jangan takut.
Kau tak membuatku takut sama sekali, Pria Gajah.
Aku pernah mencumbu pria yang jauh lebih jelek darimu.
Michael?
Michael?
Mary?
Michael?
Michael?
Astaga, Mary.
Ayah! Kenapa, Ayah?
Masuklah.
Kenapa Mary?
Itu tindakan orang Kristiani yang baik, Vincent.
Syukurlah kita tak kirim Ayah ke RS
di mana mereka akan... Apa yang kau katakan?
Menyiksa dan memperlakukannya seperti sampah.
Maaf, Dik.
Aku lepas kendali.
Bukan kau
tapi kekasihmu.
Apa yang terjadi di sini?
Kenapa begini?
Dia pencuri.
Dia mau membawa kabur semua uang Ayah.
Ini cara kita memperlakukan pencuri. Ingat?
Tidak.
Dia berbeda dengan mereka.
Justru sebaliknya. Mereka sama.
Malah lebih buruk.
Dia berbohong, menipu, dan mempermainkan.
Sama sepertimu.
Apa?
Kalian berdua akan jadi
pasangan munafik terbaik.
Apa maksudmu?
Aku sudah menduganya
tapi tak mau mempercayainya.
Percaya apa, Michael?
Dia sangat berarti bagiku.
Hanya dia yang kucintai
dan kau merenggutnya dariku.
Kumohon, Michael.
Jangan.
Kalian berdua membunuhnya.
Michael.
Hentikan.
Baik. Kau benar soal Mary.
Dia mengakuinya.
Ruby tak ada artinya bagi Mary.
Dia membunuhnya dengan seizinmu.
Tidak, Michael. Itu...
Berhenti berbohong. Mungkin kau akan kuampuni.
Maaf, Dik.
Aku berdosa.
Kubiarkan diriku digoda Iblis.
Aku lemah.
Tolong ampuni aku, Tuhan.
Aku lemah.
Tolong maafkan aku, Dik.
Aku sudah memaafkanmu.
Terima kasih, Dik.
Semoga maut menebus dosamu.
Michael, jangan!
Ya, Tuhan!
Juga menebus dosaku.
Ampuni aku, Bapa, karena aku telah berdosa.
Ini "Beyond Midnight" di WMGO, River Radio.
Alan bergabung dengan kami dari Baxterville.
Apa kabar, Kawan?
Cukup baik, Marty.
Kau mengenalku.
Tapi aku penasaran.
Apa yang terjadi pada Pariah?
Aku merindukan wanita sinting itu.
Dia melakukan perjalanan.
Kita semua merindukannya, Al.
Sudah dua bulan
sejak dia menceritakan kegilaannya pada kita
tapi aku yakin dia akan menghubungi kami lagi.
Bukankah dia pernah bilang
dia kabur dari RS Jiwa di New York?
Marty, wanita itu sinting.
Dia menceritakan kisah paling gila setiap kalinya.
Wanita itu bermasalah.
Itu pasti
tapi dia selalu membuat malamku lebih seru
saat mengarang
cerita gilanya
tentang membunuh orang.
Kadang dia sulit dipahami
tapi dia membuatku tertawa
sampai perutku sakit.
Aku tak yakin dia mengarang cerita.
Dia selalu terdengar sangat meyakinkan.
Jika kau mendengarkan, Sayang, di mana pun kau berada
aku mencintaimu dan aku tahu kau masih berbuat jahat.
Diterjemahkan oleh mifae
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.