Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
AN AFFAIR TO FORGET Penerjemah: zahrahh87
Boleh aku meregangkan tubuh sebentar?
Ya, tentu.
Mari kita istirahat!
- Halo? - Halo, apa ini Pengacara Ramos?
Siapa ini?
Ini dari Kantor Polisi Mandaluyong.
Kami menangkap putramu karena perkelahian di bar.
Apa?
Kau bisa datang ke kantor polisi?
Baiklah, aku akan ke sana.
Halo, sayang!
Aku diberitahu bahwa Charles ditahan.
Dia berkelahi di bar.
Aku tak bisa pergi. Aku sedang menyelesaikan sesuatu.
Oke.
Aku akan ke sana sendirian.
Charles?
Charles!
Kau oke?
Apa yang terjadi?
Pengacara Ramos!
Ya.
Aku ibunya.
Apa yang terjadi?
Kami tak tahu dia anakmu.
Kami menangkapnya dalam perkelahian di sini di Mandaluyong.
Ada kerusakan besar di bar.
Pemilik keluhkan
sekitar 100 ribu peso kerusakan.
Apa?!
100 ribu peso?
Tidak apa-apa.
Kami akan urus dengan pemilik dan membayar kerusakanmya.
Bisa kau
mulai pemrosesannya segera?
Charles!
Charles, boleh kita bicara?
Charles!
Kita perlu membicarakan ini!
Apa?!
Ini di luar kendali.
Pertama, gagal naik kelas. Dan sekarang, terlibat perkelahian di bar?
Ada apa denganmu?
Tolong bicara padaku!
Ibu, bisa tolong pergi duluan?
Aku tak akan pergi sampai kau ikut denganku!
Masuk ke mobil!
Charles!
Apa yang terjadi?
Tidak apa-apa, Ayah. Hanya perkelahian.
Pria di bar itu bajingan!
Dia tak menghormati perempuan yang bersamaku.
Kau baik-baik saja? Apa kau terluka?
Aku baik-baik saja.
Kau seharusnya melihat wajahnya!
Jangan ulangi lagi. Ibumu sangat khawatir.
Benarkah? Dia khawatir?
Jangan bicara seperti itu.
Dia ibumu.
Aku mau ke atas.
Oke.
Oscar,
dia semakin parah!
Aku baru saja menjemput dia dari kantor polisi!
Sayang,
dia seorang remaja.
Bicaralah padanya.
Dia tak akan bicara denganku
dan dia hampir tak menatapku.
Kau satu-satunya yang dia ajak bicara.
Baik,
aku akan nasihati dia tentang itu.
Apa temanmu masih di studiomu?
Sudah larut!
Tidak lagi.
Dia sudah pergi.
Ya?
Kau masih tak ingin tidur?
Aku akan bermalam di studio.
Selamat malam.
Kau punya janji?
Aku akan beritahu Pengacara.
Pengacara Ramos, klienmu ada di sini.
Ini klien barumu, Olivia Fuentes.
Biarkan dia masuk.
Baik, Bu.
Kau boleh masuk.
Mrs. Fuentas.
Selamat sore, Pengacara Ramos.
Selamat sore, Mrs. Fuentes.
Ada yang bisa kubantu?
Aku ingin ajukan kasus terhadap suamiku.
Atas dasar apa?
Dia punya simpanan.
Apa kau bekerja dengan pengacara lain sebelumnya dalam masalah khusus ini?
Belum.
Baik.
Bisa kau ceritakan kasusmu padaku
sekedar untuk mendapat gambaran umum?
Namanya Beth. Mantan gadis pengiring.
Dia menanggungnya dan bahkan membeli sebuah apartemen di Quezon City.
Ini foto mereka bersama.
Kami akan menanganinya.
Tapi,
aku akan butuh lebih banyak bukti darimu.
Seperti tagihan kartu kredit,
bukti kondominium,
dan apapun yang bisa membuktikan bahwa dia simpanan suamimu.
Kami akan mengatur pertemuan lain.
Kau dapat hubungi Gwen saat kau siap membuat janji temu.
Tidak apa-apa?
Baik.
Yakinlah aku akan membantu kasusmu.
Pengacara, kau dan suamimu makan bersama keluarga Castro malam ini.
Sekedar mengingatkan.
Ya. Aku hampir lupa. Gwen, terima kasih telah mengingatkanku.
- Tidak masalah. - Terima kasih.
Halo, sayang?
Kita mengadakan pertemuan makan, malam ini dengan keluarga Castro.
Haruskah aku menemuimu di restoran?
Maaf, aku tak bisa datang.
Apa?
Sayang, kenapa? Kita telah merencanakan ini.
Kau tahu aku sedang menyelesaikan sebuah karya.
Aku punya tenggat waktu.
Astaga, maaf!
Siapa itu? Ada orang di sana?
Tidak ada. Aku sendirian di sini.
Bilang saja pada Aira dan Ryan bahwa aku akan menebusnya untuk mereka.
Aku sangat minta maaf!
Tidak apa-apa.
Kurasa aku mengenalnya.
Apa dia pengacara populer itu?
Ya.
Aku benar.
Dia Pengacara Ramos. Kau kenal dia?
Dia istriku.
Jadi kau suami yang merupakan seniman!
Aku lupa. Aku punya urusan.
Mungkin lain kali?
Kau yakin?
Oke.
Aira. Ryan. Maaf aku terlambat.
Terjebak dengan pekerjaan.
Tidak apa-apa. Kami baru saja tiba.
Di mana Oscar? Dia tak bersamamu?
Dia tak bisa datang. Dia perlu selesaikan sesuatu untuk pamerannya.
Bersuami seorang seniman bukanlah hal yang mudah, kan?
Temanmu terkadang seperti itu.
Ada hari-hari dia sulit ditemukan.
Begitulah cara bekerja di zona itu.
Mengenal Aira, dia memang seperti itu saat sedang semangat bekerja.
Aku ingat dulu di sekolah tinggi,
dia yang terakhir mengirimkan proyek.
Dia mendedikasikannya dengan baik!
Maaf karena aku terlalu bergairah.
Sayang sekali Oscar tak datang hari ini.
Di kampus,
dia juga yang paling lambat mengerjakan proyek.
Kapan pamerannya?
Akhir bulan ini.
Sudah dekat.
Ya. Dia bermalam di studionya sekarang.
Dia gelisah!
Apa yang dia kerjakan?
Serangkaian potret wanita.
Dia bekerja dengan banyak model wanita belakangan ini.
Tema yang menarik.
Mengetahui bahwa beristri seorang wanita yang kuat dan berpengaruh.
Itu sebenarnya bagus.
Kau tidak cemburu?
Terus terang,
terkadang aku cemburu.
Tidak apa-apa. Kau tak dapat menahannya!
Sebagai seorang seniman, aku tahu bahwa Oscar tak melihat kedengkian.
Apa yang lucu?
Maaf.
Aku hanya merasa kau bukan tipe pencemburu.
Kenapa, sayang?
Dengan semua pekerjaan dia,
aku ragu dia bahkan memperhatikan suaminya bekerja sepanjang waktu.
Aku menyadarinya.
Aku gila kerja tapi bukan berarti aku tak peduli dengan keluargaku.
Aku tak bilang kau tak peduli.
Aku bilang, kau mungkin tak memperhatikan hal-hal.
Kau mungkin tak memperhatikan banyak hal.
Mengetahui
kau menghabiskan setiap waktumu terkubur dalam pekerjaanmu.
Apa maksudmu?
Itu sebabnya Oscar seperti itu.
Apa dia memberitahumu sesuatu?
Tidak. Kau tahu, pria didesain untuk jadi tulang punggung keluarga.
Itu bawaan dalam diri kami. Kebanggaan kami.
Bayangkan bagaimana perasaan Oscar tentang situasimu.
Mungkin itu alasan kenapa dia terus membenamkan diri dalam pekerjaannya.
Maaf?
Jadi selanjutnya,
wanita tinggal di rumah dan harus menjadi ibu rumah tangga biasa?
Itu maksudmu?
Bukan seperti itu.
Aku mengerti.
Ini abad ke-21.
Wanita bisa bekerja. Dan sebagainya.
Tetap saja,
pekerjaan utamamu adalah mengurus keluarga.
Pasanganmu dan orang lain.
Kalau aku jadi kau,
biarkan suamimu menjadi penyedia dan kau menjadi pengasuhnya.
Itu menguntungkanmu.
Kau akan duduk cantik di rumah.
Wow!
Kalian, para pria, inginkan kepatuhan buta dari kami hanya karena menikah dengan kami?
Kalian bukan mencari pasangan.
Tapi asisten.
Kalau ini cara dia memperlakukanmu, Aira,
aku bilang, ajukan cerai dan aku akan dengan senang hati membantumu.
Hei, kau keterlaluan!
Aku keterlaluan?
Kaulah yang menyuruhku berhenti bekerja
hanya untuk membuat nyaman suamiku sendiri.
Banyak wanita membungkuk hanya untuk memenuhi ego pria sepertimu.
Aku jauh berbeda.
Aku tak akan menyerahkan diriku kepada pria yang terlalu angkuh.
Pria yang menjatuhkan wanita
hanya karena mereka takut dengan apa yang bisa kami capai dan lakukan.
Aku tak akan pernah mendengarkan, atau mengikuti pria sepertimu.
Kenapa kau berkata itu?
Terus? Apa yang aku katakan adalah kebenaran.
Temanmu mungkin sedang menopause. Dia bereaksi berlebihan!
Permisi.
Hai.
Maaf. Aku tak bermaksud menatap.
Tidak apa-apa.
Aku suka lipstikmu.
Terima kasih. Pacarku juga menyukainya.
Makanya, aku terus memakainya.
Omong-omong, aku Beth.
Rowena.
Kau benar-benar cantik, kau tahu itu?
Berhenti bercanda.
- Aku tak bercanda. - Wanita tua sepertiku? Ayolah.
Aku tak bercanda. Aku serius!
Kau tak terlihat tua sama sekali.
Keberatan kalau kutanya berapa usiamu?
Aku 45 tahun.
45? Kau tak terlihat tua.
Semoga aku akan terlihat sama ketika aku berumur segitu.
Aku duluan. Dah.
Jual Alat Bantu Seksual Sex Toys Kondom
Dildo Masturbation Cup Vibrator Tenga
Privasi Aman Kunjungi www.redmitra.com
Ayah!
Nak. Kau disini.
Ayah, aku akan keluar dengan teman-temanku. Aku tak punya mobil.
Kenapa kau tak menggunakan mobilmu?
Ibu menyita kunciku.
Kita tak bisa apa-apa tentang itu. Minta padanya.
Ayah, tolong?
Beritahu ibumu. Dia akan marah pada kita.
Dia tak akan bolehkan aku. Itu sebabnya aku datang kepadamu.
Dia juga akan marah padaku.
Ayah, tolong.
Ibu bukan satu-satunya yang memutuskan.
Baik, gunakan mobilku.
Benarkah?
Terimakasih, ayah.
Hati-hati.
Untung mereka meminjamkanmu mobil.
Ibumu melarangmu, kan?
Jangan pedulikan dia. Aku meminta pada ayahku,
dan dia bolehkan aku meminjam mobilnya. Keren, bukan?
Pertengkaranmu dengan ibumu belum selesai?
Tidak ada pertengkaran seperti itu.
Kami hanya tak berbicara.
Semua yang aku lakukan salah baginya.
Selain aku yang selalu salah,
dia juga terlalu mengontrol seolah semuanya butuh persetujuannya.
Dia dulu seperti itu dengan ayah.
Bukankah itu normal? Ibuku mengawasi tindakanku juga.
Adapun ibuku, dia biasa saja dengan hal-hal yang aku lakukan.
Dia tak peduli dengan apa yang aku lakukan.
Ibu dulu seperti itu.
Dia selalu sibuk bekerja jadi dia tak ambil pusing denganku.
Sampai saat dia dan Ayah mulai renggang.
Bukankah dia hanya berbaikan denganmu?
Berbaikan bagaimana?
Katamu dia selalu sibuk. Dia mungkin rasa bersalah sekarang.
Sudah terlambat!
Dia tak harus menjadi ibu bagiku.
Kenapa ayahmu memiliki masalah dengan ibumu?
Dia tak melihat usianya!
Kau tahu, kawan...
Kalau seseorang mengontrolku seperti itu, tak apa-apa asalkan dia seksi!
Sialan, apa yang kau katakan?
Hentikan!
Kawan, tenanglah!
- Sialan! - Aku hanya bilang ibumu seksi.
Ada yang salah?
Kalau ayahmu tak menginginkannya,
aku akan senang hati masuk.
Bajingan Kau!
Bangsat!
- Persetan kau! - Persetan juga! Mesum!
Bangsat, pulanglah!
- Bodoh! - Aku akan beritahu ibumu!
Ini untukmu!
Ya, nak?
Halo, Ayah? Bisa kau menjemputku?
Aku berkelahi. Bar tak akan biarkan aku pergi.
Apa? Kau ada di mana? Apa yang terjadi? Kau baik-baik saja?
Tolong jemput aku, Ayah. Aku di Kalayaan Avenue.
Aku akan menjemputmu.
Kau tidur larut malam?
Ya.
Ke mana kau pergi tadi malam?
Tadi malam?
Aku tak kemana-mana.
Aku melihatmu pergi dengan mobil lain.
Aku pergi?
Tidak.
Kau mungkin sedang bermimpi?
Terima kasih.
Apa Charles sudah bangun?
Dia pergi lebih awal.
Mengejutkan! Dia bangun pagi?
Ya, Bu, dia terburu-buru.
Kenapa?
Kau tahu kemana dia pergi?
Tidak tahu.
Mungkin dia pergi ke sekolah?
Jangan pedulikan dia. Makanlah.
Ya, Pengacara?
Gwen.
Dimana itu?
Aku masih menyelidikinya. Hanya ada masalah dengan informasi yang kau beri.
Masalah apa?
Ada banyak kecocokan dengan nama itu. Aku akan pilah semua satu per satu.
Apa ada info lain untuk memfilternya?
Nama ibu, mungkin?
Sudah kubilang untuk bekerja dengan apa yang kuberikan padamu.
Aku tak punya info lain!
Maaf, Pengacara. Dimengerti.
Pengacara, jangan lupa janjimu hari ini dengan Mrs. Fuentes.
Dia menelepon tadi. Dia dalam perjalanan.
Baiklah. Cepat temukan apa yang aku minta.
Ya, Pengacara.
Tampan sekali.
Aku ingin pelukis!
Adakan kelas lokakarya, idola!
Boleh kami melamar sebagai model? Ayo!
Pengacara Ramos,
Mrs. Fuentes datang.
- Biarkan dia masuk. - Oke, Bu.
Silakan masuk.
Mrs. Fuentes,
silahkan duduk.
Apa kabar?
Suamiku terus menipuku.
Kalau itu yang kau tanyakan.
Aku punya bukti lebih lanjut.
Bagaimana kau bisa dapat foto-foto ini?
Apa itu penting?
Tentu saja. Aku pengacaramu.
Aku harus siap kalau mereka memiliki sesuatu melawan kita.
Aku menyewa detektif swasta.
Baiklah.
Aku perlu ajukan beberapa pertanyaan agar kita dapat memulai beberapa proses.
Ingat, aku pengacaramu.
Pernyataan apa pun yang akan kau berikan, akan tetap dirahasiakan.
Hanya di antara kita di bawah hak istimewa pengacara-klien.
Aku tak akan bocorkan informasi apa pun di luar tim hukum tanpa persetujuanmu.
Aku juga tak bisa memaksamu.
Kau tahu persis kapan perselingkuhan itu dimulai?
Tahun lalu, sekitar bulan Maret. Ketika aku pertama kali memergokinya bicara dengan seorang wanita.
Katanya dia diperkenalkan oleh teman ketika mereka keluar untuk minum-minum.
Wanita itu mendekatinya.
Aku menemukan bahwa mereka mempekerjakan pengiring.
Dia bertemu Beth melalui germo.
Temannya bilang itu ide suamiku untuk menyewa pengiring.
Seberapa sering mereka bertemu dalam seminggu?
4 kali seminggu. Dia pergi ke kondominiumnya sebelum pergi bekerja
dan sebelum pulang kepadaku.
Kurasa hanya itu yang perlu kami ketahui.
Aku akan menghubungimu untuk informasi tambahan.
Lakukan hal serupa, kalau Kau ada informasi lain untuk diberitahukan kepadaku.
Terima kasih, Pengacara.
Jangan khawatir. Gwen akan mengantarmu keluar.
Bu.
Mrs. Fuentes?
Permisi?
Siapa kau?
Sudahlah. Jangan pedulikan dia.
Charles!
Aku sudah izin pada Ayah.
Tunggu.
Ibumu terlihat marah. Dia menakutkan!
Jangan khawatir. Dia selalu marah. Sudah kuberitahu Ayah bahwa aku bersama orang di sini.
Maaf, apa aku menakutimu?
Permisi.
Boleh aku minta satu mojito?
Terima kasih.
Kau tahu?
Aku tak melakukan ini lagi.
Seseorang sudah merumahkanku.
Lalu kenapa kau masih datang menemuiku?
Penasaran, mungkin?
Terima kasih.
Penasaran apa?
Kau.
Kenapa begitu?
Apa ini pertama kalinya kau memiliki klien sepertiku?
Tidak.
Ada banyak wanita kuat yang diam-diam lesbi sebagai klienku.
Di sini, di negara kita, wanita memiliki standar tinggi.
Aku ingin tahu tentangmu.
Aku?
Kenapa?
Kau tak ingat?
Kau wanita di kamar kecil itu. Di restoran.
Mari bicara sebentar, oke?
Alasan kenapa aku meneleponmu adalah karena
aku ingin kau merayu suamiku.
Serius?
Wow. Oke. Itu yang pertama.
Kau biasanya memilih wanita untuknya?
Aku ingin kau tunjukkan dirimu padanya,
kemudian lihat apa dia akan mengambil umpan.
Baik.
Aku muak berpikir kalau dia punya simpanan.
Atau dia memanipulasi karena merasa tak enak untuk semua ini,
Dan untuk meragukan kewarasanku untuk semua hal yang aku lihat.
Setidaknya, melalui dirimu,
aku dapat mengkonfirmasi tuduhanku.
Aku ingin kau laporkan semuanya kepadaku.
Oke.
Lalu?
Bagaimana aku akan bertemu dengannya?
Ada kedai remang yang sering dia kunjungi setiap kamis.
Mereka jarang bertemu sekarang.
Kurasa, simpanannya meninggalkannya,
karena dia sekarang pulang rewel dan mabuk.
Aku akan memproses kasus ini.
Pengacara?
Pengacara?
Maaf.
Apa katamu?
Aku masih akan memproses kasus ini.
Kau baik-baik saja?
Maaf.
Aku pasti kelelahan.
Itu tak akan terjadi lagi.
Tidak apa-apa.
Menjadi ibu kepala pasti sulit.
Aku?
Ibu kepala keluarga?
Aku tak melihat diriku seperti itu.
Suamiku adalah pasanganku.
Kami melakukan banyak hal bersama.
Kami memutuskan bersama.
Kami saling melihat sebagai rekan.
Kau tak mendengar rumor?
Rumor?
Rumor apa?
Orang-orang memandangmu sebagai kepala keluarga.
Asertif. Berpengaruh. Wanita besi dari pengadilan.
Sementara itu,
suamimu hobi melukis.
Mrs. Fuentes, suamiku tak seperti itu.
Dia ahli dalam pekerjaannya.
Dan dia cukup terkenal di bidangnya.
Tidak sepertimu. Semua orang memandangmu dan menghormatimu.
Kau membantu banyak orang dan aku salah satunya.
Charles.
Kenapa wajahmu? Apa itu memar?
Di mana kau dapat itu?
Bukan apa-apa. Jangan pedulikan itu.
Jangan pedulikan?
Apa yang sebenarnya terjadi?
Kau membesar-besarkan masalah!
Ini masalah besar,
Charles!
Charles! Kembali ke sini.
Charles!
Oscar.
Kau tahu di mana Charles mendapatkan memarnya?
Yang itu?
Jangan khawatir.
Dokter sudah periksa dan bukan apa-apa.
Apa?
Kau tahu tentang itu dan kau tak memberitahuku?
Lupakan saja.
Dia ingin untuk tak memberi tahumu.
Tidak memberi tahuku?
Aku ibunya.
Kau ayahnya!
Namun kau mentolerir perilaku seperti itu.
- Oscar, dari mana asal memar itu? - Dia terlibat perkelahian di bar. Oke?
- Apa? - Puas sekarang?
Kenapa tak ada yang memberitahuku?
Kau malah menutupinya.
Karena begitulah reaksimu!
Toh,
kau sibuk bekerja.
Kau tak akan sadar!
Kita berbicara tentang anakku.
Tentu saja,
aku akan sadar.
Aku akan bereaksi seperti ini karena aku adalah ibu!
Kenapa itu tampaknya salahku untuk merasakan ini?
Jangan berani-berani menyeret pekerjaanku ke sini.
Itu tak ada hubungannya dengan itu.
Itu ada hubungannya.
Kau tahu jauh di lubuk hati.
Kau berpikir bahwa aku mencoba
untuk menyeimbangkan hidup dan pekerjaanku?
Kenapa menyalahkanku semuanya?
Aku memberimu kehidupan terbaik jadi kenapa itu salahku?
Oscar.
Oscar!
Hei! Maaf, apa aku terlambat?
Tidak.
Kau bertemu dengan suamiku?
Aku sebenarnya berpikir
ini adalah salah.
Dan aku menyeretmu ke dalam ini.
Aku harus menangani masalah kami sendiri.
Sudah.
Apa?
Permintaanmu.
Aku bertemu dengan dia dan memperkenalkan diri.
Aku melakukan permintaanmu.
Apa yang terjadi?
Aku beraksi, seperti katamu, agar dia memperhatikanku.
Aku berpura-pura tumitku patah, pergelangan kakiku terkilir, dan dia membantuku.
Dia bertanya-tanya kenapa aku sendirian.
Dimana mejamu? Kau bersama seseorang?
Sebenarnya tidak. Aku sendirian.
Lalu aku bilang padanya
aku seharusnya bertemu dengan seorang teman wanita tapi,
itu dibatalkan mendadak.
Kalau begitu,
kau keberatan bergabung denganku untuk minum?
Kau butuh bantuan.
Tentu saja. Kenapa tidak?
Aku menanyakan pekerjaannya.
Katanya dia seniman.
Dia mengerjakan sesuatu untuk pamerannya.
Lalu,
aku bertanya tentang keluarganya.
Dia bilang dia lajang.
Astaga, kau tidak apa-apa?
Maafkan aku.
Jangan pedulikan ini.
Lanjutkan.
Apa lagi yang dilakukan suamiku yang baik itu?
Dia memegangi kakiku dan...
Apa dia mendekatimu?
Dia mendekat ke wajahku
perlahan-lahan.
Tunggu.
Katakan padaku,
kau balas menciumnya?
Kami mulai bermesraan.
Dia memasukkan tangannya ke dalam rokku mencari lubangku.
Mau kuhentikan?
Kalian akan bertemu lagi?
Apa dia mengajakmu kencan?
Ya.
Keesokan harinya, waktu yang sama, tempat yang sama.
Bagaimana dengan ini?
Aku akan izinkan kau untuk tetap bertemu suamiku,
tapi kau harus laporkan semuanya kepadaku.
Satu hal lagi.
Kau tak boleh tidur dengannya.
Dia mungkin bingung kalau aku tak berhubungan seks dengannya.
Tugasmu untuk menemukan sesuatu agar kau tak tidur dengannya.
Sedang menunggu seseorang, Bu?
Ya.
Kencan?
Kita lihat saja nanti.
Maaf, aku terlambat.
Tidak apa-apa. Jalanan macet?
Tidak. Aku baru saja menyelesaikan sesuatu.
Karya seni?
Kau tahu...
Itu karena aku cukup terinspirasi kita bertemu.
Kau tahu?
Kenapa tak jadikan aku salah satu modelmu saja?
Inspirasi yang lebih baik, mungkin?
Maaf aku terlambat.
Tidak apa-apa. Kita bisa berhenti membahasnya.
Maafku?
Aku terlambat terakhir kali, kan?
Omong-omong, kau sudah makan?
Kau mau memesan?
Tidak perlu.
Aku harus segera bekerja kembali.
Jadi, apa yang baru?
Aku bertanya padanya apa aku bisa jadi model untuk salah satu karyanya.
Apa tanggapannya?
Dia setuju.
Dengan satu syarat.
Apa?
Bahwa kami ke tempat lain selain studionya.
Kenapa tidak di studio?
Dalam perbaikan? Itu belum diperbaiki?
Wow!
Luar biasa!
Dia muak meniduri gadis-gadisnya di rumahku sendiri.
Dia harus keluar.
Aneh sekali!
Maksudmu, dia selalu membawa gadis-gadisnya ke studionya?
Sejak dia mulai mengerjakan pameran itu.
Mungkin dia gunakan ide itu
supaya bisa mudah untuk bersama dengan gadis-gadisnya.
Tidak akan terlihat jelas bahwa dia mencumbunya di sana dan kemudian menidurinya di studionya!
Itu sebabnya aku mempekerjakanmu, kan? Untuk memastikan kalau dia memang selingkuh.
Sekarang aku tahu.
Tidak apa-apa. Terima kasih.
Dia memang memberitahuku sesuatu.
Dia ingin terus menemuiku. Dia bilang aku tak seperti gadisnya yang lain.
Baiklah.
Lebih baik kau menemuinya
daripada membiarkan pelacur lain tidur dengannya.
Setidaknya, aku mengontrol tindakanmu.
Tapi kau harus ingat kesepakatan kita.
Kau tak boleh berhubungan seks dengan suamiku.
Jelas?
Jual Alat Bantu Seksual Sex Toys Kondom
Dildo Masturbation Cup Vibrator Tenga
Privasi Aman Kunjungi www.redmitra.com
Hai.
Hai!
Kau sendirian?
Ya, aku sendirian.
Wajah cantik itu tak boleh dibiarkan begitu saja.
Wow! Gombalan yang luar biasa.
Aku sudah di sini sendirian.
Tidak bisa seorang gadis minum sendirian di bar?
Bisa tapi lebih baik dengan seorang pria.
Kau tahu, untuk melindungimu!
- Melindungi dari apa? - Dari pria dengan motif tersembunyi.
Kenapa? Bukankah kau tipe pria seperti itu?
Aku dapat yakinkan bahwa aku memiliki motif yang baik.
Aku hanya khawatir!
Kau lucu.
Omong-omong, Beth Delos Reyes.
Charles Ramos.
Ramos? Seperti Pengacara terkenal itu. Ramos?
Sayangnya, iya. Dia adalah ibuku.
Wow! Aku penggemar berat ibumu.
Kau salah satunya.
Kau tampaknya tak senang.
Jangan pedulikan aku.
Charles Ramos,
aku harus ke suatu tempat.
Bagaimana kalau aku memberimu nomorku dan Kau dapat melindungiku lain kali?
Tentu!
Panggil aku, oke?
- Terima kasih. - Sampai nanti.
Aku bilang aku akan dapat dia! Kau tak bisa santai!
- Kukira kau kehilangan sihirmu. - Tidak!
Kami kira kau berubah.
Permisi?
Ada yang bisa kubantu?
Ya, aku mencari Rowena Ramos.
Pengacara Ramos? Boleh kutahu namamu?
Katakan saja padanya bahwa Beth datang.
- Apa kau klien barunya? - Tidak. Aku temannya.
Baiklah.
Permisi sebentar, aku akan beritahu Pengacara Ramos dulu.
Aku bilang aku temannya. Bisa kau biarkan aku masuk?
Maaf tapi kami punya protokol.
Aku benar-benar harus beritahu dia dulu sebelum aku bisa biarkan kau masuk.
Pengacara Ramos?
Seseorang bernama Beth mencarimu. Dia bilang dia temanmu.
Beth?
Apa yang dia lakukan di sini?
Haruskah aku biarkan dia masuk?
Biarkan dia masuk.
Silahkan duduk.
Apa yang kau lakukan di sini?
Lain kali, jangan datang tanpa pemberitahuan.
Bagaimana kalau sekretarisku mengenalimu?
Kenapa? Tidak bisakah aku membayar kunjungan?
Bukan di tempat kerjaku.
Katakan. Kenapa kau ke sini?
Apa ini?
Kenapa Kau memberiku ini?
Aku ingat pertama kali kita bertemu, kau bilang kau suka lipstikku?
Jadi aku membelikanmu satu. Kita punya lipstik yang sama sekarang.
Terima kasih, tapi tidak perlu.
Aku tahu. Aku hanya ingin beri kau sesuatu yang kau inginkan.
Terima kasih, tapi bisakah kau pergi? Seseorang mungkin melihatmu di sini.
Kenapa kau terburu-buru?
Karena aku tak etis mempekerjakan seseorang untuk keuntungan pribadiku sendiri.
Ini konflik kepentingan untuk klienku.
Apa maksudmu?
Lupakan!
- Tolong. - Tunggu sebentar.
Bagaimana dengan Oscar?
Kenapa?
Dia bertanya-tanya sekarang.
Dia mulai tak sabar denganku.
Tentang apa?
Kau tahu. Aku tak lagi punya alasan.
Maksudmu kau berhubungan seks dengannya?
Terpaksa! Aku tak punya pilihan.
Aku bilang jangan pernah berhubungan seks dengannya. Itu instruksi sederhana.
Kalau aku tak berikan keinginannya, maka dia akan berhenti menemuiku.
Dan kalau dia berhenti menemuiku, kau akan hilang kendali atas dirinya.
Kau ingin dia bertemu dengan satu demi satu wanita?
Dan Tuhan tahu apa yang akan mereka lakukan!
Kau tahu? Kenapa tak katakan saja yang sebenarnya padanya?
Kemudian kita bertiga bisa berhubungan seks sesudahnya.
Apa?
Untuk membumbui semuanya.
Itu bisa menjadi anugrah keselamatan pernikahanmu.
Kau sudah keterlaluan. Aku tak lagi butuh layananmu.
Aku akan kirim pembayaran terakhirmu pagi sekali besok.
- Tapi aku baru saja... - Pergilah! Sekarang. Tolong!
Kau memanggil, Pengacara?
Gwen, bisa kau antar dia keluar?
- Sekarang. - Terima kasih.
Ayo, Bu?
Halo, Ibu?
Ya, Gwen?
Mengenai tugasmu.
Ada kabar?
Kurasa aku menemukannya. Aku hanya butuh konfirmasi.
Aku akan berikan hasilnya pada akhir minggu.
Terima kasih. Lebih cepat, lebih bagus.
Kau punya janji?
Janji? Kita akan pergi ke pameran seni, bukan?
Kau lupa? Kita harus ke sana.
Beberapa kritikus seni akan hadir.
Maaf, aku lupa.
Apa aku harus ke sana? Mungkin aku bisa melewatkan yang satu ini?
Tidak bisa. Kita harus terlihat bersama.
Aku akan siap-siap dalam beberapa menit.
Sampai jumpa di bawah.
Hai!
Apa kabar?
- Boleh kita mengambil gambar? - Ya, tentu!
Hei, kawan!
Aira! Astaga, untung kau ada di sini.
Aku bisa melihat betapa buruknya kau menatap gadis-gadis itu di dekat Oscar.
Aku hanya membencinya. Aku sangat membencinya.
Bagaimana mungkin dia bisa main mata dengan gadis-gadis ketika aku di sini?
Apa aku serendah itu untuknya?
Jangan berpikir seperti itu.
Lantas?
Kenapa dia terus menggoda perempuan lain?
Kenapa dia memperlakukanku seolah aku bukan siapa-siapa?
Apa karena aku sudah tua sehingga dia bermain-main?
Main-main? Apa dia selingkuh darimu?
Halo, Aira!
- Senang melihatmu. - Hai! Senang melihatmu juga, Oscar!
Kami merindukanmu saat makan malam kita.
Maaf. Aku sibuk.
Untung kau datang hari ini.
Aku akan selesaikan pekerjaanku. Aku masih punya waktu luang.
Senang mendengarnya! Aku sangat senang melihat karya senimu.
Terima kasih! Izin mencuri temanmu.
Permisi.
Kemana kita akan pergi?
Kau harus bertemu klien lain. Mereka ingin bertemu denganmu.
Aku bukan bagian dari pameran ini. Kenapa aku harus bicara dengan mereka?
Kita perlu membangun jaringan. Boleh?
Ada yang aneh.
Apa maksudmu?
Kau terlihat berbeda.
Mungkin itu lipstik baruku.
Aku suka itu. Cocok untukmu.
Lihat ini. Bukankah itu cantik?
Halo? Kau ada di mana?
Kau mabuk?
Bagaimana dia melakukannya?
Apa?
Bagaimana dia menyentuhmu?
Bagaimana dia menciummu?
Jual Alat Bantu Seksual Sex Toys Kondom
Dildo Masturbation Cup Vibrator Tenga
Privasi Aman Kunjungi www.redmitra.com
Apa itu pertama kalinya bagimu?
Pertama apa?
Dengan seorang wanita.
Kenapa kau bertanya?
Kurasa tidak.
Bagaimana kau bisa tahu?
Aku hanya tahu.
Aku menemui setiap jenis klien.
Lalu? Apa itu?
Apa itu penting?
Aku hanya ingin tahu.
Tidak.
Aku memiliki kekasih wanita selama sekolah hukum.
Apa yang terjadi?
Itu kemudian diskret, tak seperti saat ini.
Apa itu alasan kenapa kau tak lagi mencintai suamimu?
Siapa bilang aku tak mencintai suamiku?
Aku tak akan bertindak seperti ini kalau aku tak mencintainya.
Akankah aku bertemu denganmu lagi?
Entahlah.
Aku harus pergi.
Kau disini.
Maaf.
Kau menghilang lebih awal.
Sesuatu muncul di tempat kerja. Aku harus pergi.
Bekerja selarut ini?
Bagaimana denganmu?
Kenapa bertanya ketika aku...
aku tak bilang apa-apa ketika kau bekerja di sini dengan wanita yang berbeda pada larut malam?
Bukan aku masalahnya di sini.
Jadi aku masalahnya lagi?
Aku selalu bermasalah, bukan?
Aku muak.
Aku tak punya waktu dan energi untuk berdebat.
Itu dia.
Kau pandai menghindari pertengkaran.
Untuk apa?
Agar kau bisa menunjukkan
bahwa kau selalu benar?
Bahwa aku kurang, bahwa aku salah?
Untuk menginjak kejantananku
dan buktikan bahwa kaulah yang menafkahi keluarga ini?
Apa yang sedang kau bicarakan?
Aku benar!
Inilah kenyataannya.
Setiap kali kita berdebat, setiap kali kita berbicara,
benar?
Bahkan kalau kau bersalah,
kau selalu lemparkan itu padaku.
Itu sebabnya aku mengunci diri di sini di studio,
agar aku bisa menuangkan diriku ke dalam pekerjaanku.
Kenapa?
Bukankah itu benar?
Kau terus menyerangku karena gila kerja.
Ketika aku hanya melakukan sebisaku untuk berikan keluarga ini hidup yang lebih baik.
Bisakah karya seni ini memenuhi kebutuhan kita?
Apa aku suka gagasan bahwa putraku sendiri tak berbicara kepadaku?
Bahwa suamiku selingkuh di belakangku?
Itu dia!
Itu berasal dari mulutmu sendiri.
Kau melihatku serendah itu.
Persetan, Rowena!
Aku akui.
Aku selingkuh darimu.
Itu karena
aku lelah menjadi suamimu.
Aku lelah di balik bayanganmu.
Kau dihormati!
Orang-orang mengagumimu. Semuanya.
Tidak sepertiku.
Aku serendah ini.
Aku hanya seorang seniman.
Bahkan kau memandang rendah diriku.
Aku sangat lelah.
Aku sangat lelah mengejarmu.
Kenapa kau terus perlakukan aku sebagai saingan?
Kita adalah suami istri, kita bukan pesaing.
Kenapa mengukur siapa yang melakukan lebih banyak?
Atau siapa yang dikagumi?
Kau suamiku!
Kau seharusnya bahagia untukku dan pencapaianku.
Tapi semuanya tentang egomu!
Aku tak akan membungkuk serendah itu untuk harga dirimu.
Aku tak bisa melepaskan harga diriku.
Hanya itu yang aku miliki.
Kau sudah mengambil semuanya!
Persetan dengan harga diri itu! Bisakah itu memberimu makan?
Bisakah itu menjaga keluargamu?
Apa menurutmu aku juga tak terluka?
Aku juga lelah!
Kebutuhan untuk selalu terlihat kuat
sebagai seseorang yang memegang kotorannya bersama-sama.
Kalau aku menunjukkan satu ons kelemahan saja,
orang akan gunakan itu untuk melawanku.
Semua yang aku bangun, mereka akan hancurkan!
Oscar.
Kau satu-satunya orang yang aku andalkan untuk mendukungku.
Untuk mendukungku terlepas dari semua kelelahanku.
Bahkan ketika aku lelah menyembunyikan kelemahanku,
Kau selalu ada untuk menopangku.
Tapi sejak Charles lahir,
kau menjadi jauh.
Kau membuat aku merasa sangat tak menarik, sangat tak diinginkan.
Mungkin itu sebabnya kau memilih untuk bersama gadis yang jauh lebih muda, lebih cantik.
Aku memilih untuk menjadi rapi,
terlihat menyenangkan orang lain, untuk selalu terlihat kuat,
bahkan meski jauh di lubuk hatiku aku sangat letih.
Karena aku tahu.
Kalau tidak, Kau akan tinggalkan aku seperti yang lain.
Aku menikah denganmu bukan karena rupamu.
Aku menyerahkan seorang bayi
bahkan sebelum kita bersama.
Aku takut memberitahumu.
Maafkan aku.
Permisi. Kau tak bisa masuk.
Apa yang kau lakukan?
- Maaf, Kau dilarang masuk. - Apa kau bercanda?
Aku teman bosmu.
- Pengacara Ramos melarangmu... - Aku tak percaya kau!
Kau mengarang cerita, jalang!
Kau bisa berhenti membuat keributan?
Dia tak disini. Dia baru saja pergi.
Kapan dia akan kembali?
Tidak tahu.
Baik. Aku akan tunggu dia.
Oke. Permisi.
Rasanya enak.
Terima kasih.
Ini enak, ya?
Dimana Jun?
Sebentar.
Jun?
Penjaga!
Kau melihat Jun?
- Dia pergi keluar. - Tolong panggil dia.
Terima kasih.
Charles, ayo makan!
Charles, makan dulu.
Terimakasih ayah. Aku akan ke atas dulu.
Baiklah.
Makan.
Halo?
Hai! Kau ingat aku?
Tentu saja!
Kenapa kau tak menelepon?
Maaf, aku lupa. Kenapa kau menelepon?
Apa kau sibuk?
Tidak juga. Kenapa?
Ayo keluar. Aku ingin perlindungan yang kau tawarkan.
Tentu. Beri tahu aku dimana.
Tunggu!
Kau tak mau?
Bukan seperti itu.
Kau masih perawan?
Tidak. Hanya saja jangan di sini.
Kenapa?
Aku tak suka berada di depan umum.
- Mari kita ke kamar kecil. - Tidak!
- Bagaimana kalau di mobilku? - Tidak mau!
Ada tempat yang nyaman?
Mari kita ke hotel.
Aku tidak murahan!
Lalu mau kemana?
Bagaimana kalau di rumahmu?
Orang tuaku ada di sana. Itu akan menjadi masalah.
Bagaimana dengan rumahku?
Jual Alat Bantu Seksual Sex Toys Kondom
Dildo Masturbation Cup Vibrator Tenga
Privasi Aman Kunjungi www.redmitra.com
Aku haus. Kau mau air?
Boleh.
Minumlah.
Kau sangat haus!
Terima kasih.
Untung kau luang malam ini.
Aku selalu luang.
Apa orang tuamu tak mencarimu?
Tidak. Tidak ada yang peduli aku di rumah.
Apalagi sekarang orang tuaku berhubungan baik.
Beberapa minggu kemudian, mereka akan bertengkar lagi.
Apa mereka selalu bertengkar?
Kurasa. Keduanya pasif-agresif.
Mereka tak keras. Tapi mereka saling bersikap buruk.
Mereka berhubungan baik, lalu tiba-tiba, mereka saling marah.
Ibuku akan mengarahkan kecemasannya kepadaku!
Sistem mereka menjatuhkanku.
- Beth? - Ya?
Sayang, siapa yang meneleponmu pada jam segini?
Sayang! Siapa itu?
Oscar. Itu Charles.
Apa yang terjadi?
Halo?
Halo! Kau menjawab.
Beth?
Wow! Kau masih tahu suaraku.
Kukira kau benar-benar lupa tentangku.
Beth, ini tak lucu.
Apa yang kau lakukan pada putra kami?
"Putra kami?"
Jadi benar kau berbaikan dengan Oscar?
Beth, jangan seret putra kami ke dalam ini.
Jangan khawatir. Dia aman di sini bersamaku. Aku hanya ingin dapat perhatianmu.
Kau mendapat perhatianku. Sekarang, tolong biarkan putra kami pergi.
Lalu apa? Kau tak akan bicara denganku lagi?
Kau akan membuangku seolah tak ada yang terjadi?
Kalau kau masih ingin melihat putramu, jemput dia sendiri.
Aku tak ingin melihat polisi berdiri di depan rumahku.
Aku akan kirimkan alamatnya.
Siapa perempuan itu?
Beth meneleponku.
Aku tak kenal siapa pun yang bernama Beth.
Mari tak membicarakannya.
Ayo pergi ke Charles.
Beth, apa artinya ini?
Tenang! Mereka datang.
Dan semuanya akan masuk akal dalam beberapa menit.
Charles!
- Charles! - Charles!
Masuklah! Pintu terbuka!
Charles!
Cobalah mendekat!
Angel?
Angel?
Maaf! Aku lupa memberitahumu.
Aku menggunakan nama lain setiap kali aku bertemu suamimu.
Beth, kenapa kau melakukan ini?
Ini untukmu!
Apa yang kau katakan?
Kau tak lagi bahagia dengan hidupmu, 'kan?
Dan itu semua karena mereka!
Lebih baik kita bersama.
Beth, itu tak benar.
Aku sayang keluargaku.
Kenapa? Aku juga keluargamu, 'kan?
Beth, kasihanilah.
Tolong biarkan anakku pergi.
Kau masih belum mengerti, kan?
Kenapa aku menggunakan "Angel" sebagai alias?
Itu nama asliku!
Angel, tolong.
Apapun alasanmu, ayo kita bicarakan baik-baik.
Kau bisa diam saja?
Kau terus menyela ketika kau tak tahu apa-apa!
Dia sudah cerita semuanya padaku.
Dia pekerjakan kau untuk merayuku.
Maafkan aku karena menolakmu.
Apa? Kau menolaknya?
Aku akui kami bercumbu tapi aku tak tidur dengannya.
Aku tak biarkan itu terjadi.
Teleponmu!
Tunggu. Kau baru saja datang. Kau mau kemana?
Kalau kau penggemar istriku yang lain, aku tak punya waktu untukmu!
Asal kau tahu, aku berbohong padamu tentang keluargaku berdasarkan apa yang aku lihat di teleponmu!
Tapi kau beritahu aku...
Dan kau percaya semua itu.
Karena itulah yang ingin Kau percayai.
Jauh di lubuk hati, kau tak lagi bahagia.
Dan kau mencari alasan untuk meninggalkan keluargamu!
Angel, tolong. Turunkan pistol itu. Mari bicarakan ini.
Bicarakan apa? Sial! Kau bahkan tak bisa bicarakan masalah keluargamu!
Kenapa kau tak biarkan aku membantumu?
Kalau aku yang kau inginkan, aku akan ikut denganmu.
Tapi tolong lepaskan putraku!
Berikan pistol itu!
Persetan kau! Lepaskan aku!
Charles. Ayo.
Oscar!
Pergi sekarang atau aku akan menembak!
Kau lihat betapa tak bergunanya dia?!
Dan kau berani memilih dia daripada aku?
Beth, tolong. Aku mohon. Hentikan ini.
Keluargamu menghalangi kita.
Tapi tidakkah kau bilang?
Saat itu ayahmu tak setia padanya,
ibumu bersandar padaku!
Aku membuat dia bahagia!
Sekarang ayahmu mengambilnya dariku!
Apa yang dia katakan?
Tolong hentikan. Hentikan ini. Berhenti!
Aku tahu apa yang sedang diselidiki sekretarismu.
Apa yang kau tahu?
Aku membaca failnya! Dia sebodoh itu!
Ternyata, selama ini, akulah yang kau cari!
Apa kau tak senang?
Itu tak benar.
Sebelum mereka mengambilmu sebagai bayi, bahkan sebelum mereka bertemu,
dia hamil di luar nikah.
Dia menyerahkan bayi itu.
Kau tahu nama bayi itu?
Angel.
Aku sudah bilang.
Aku keluargamu yang sebenarnya! Bukan mereka berdua!
Meski kau meninggalkanku, takdir telah mempertemukan kita kembali.
Kita saling memiliki!
Itu sebabnya aku akan menyingkirkan keduanya!
Mereka penghalang!
Anakku.
Anakku, hentikan.
Anakku, berhenti.
Hentikan.
Anak?
Tidak!
Anakmu?
Ibu!
Itu musik di telingaku.
Aku menyayangimu, Ibu.
Tidak!
Itu dia.
Charles, kau sudah kemasi semuanya?
Ya, Ibu.
- Kau yakin? - Cukup yakin.
Ibumu hanya khawatir.
Hati-hati berkendara. Kau tak ingin kami antar?
- Aku bisa menyetir sendiri, Ibu. - Kau yakin?
- Hati-hati. - Ya, Ayah.
Aku akan ke sana pada hari Sabtu. Aku tak akan melewatkan pameranmu.
Terima kasih.
Hati-hati.
Dah!
- Aku hanya akan ke sana. - Oke.
Sinjai, 23 Desember 2022
Penerjemah: zahrahh87 Telegram: @zahrahh87
Request dan pemasangan iklan subtitle Kontak: 081340178116 (WA)
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.