All language subtitles for The.Great.Bear.2011.DVDRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Bagus.

Sophie!

Kena kau! / Tidak, yang benar saja.

Mengakulah, atau Fritjof akan mencabikmu.

Mengumpankan mainan kuda itu curang. / Dia sahabatnya Fritjof.

Aku tak mau bermain lagi. / Kenapa?

Aku mau ke tempat kakek. Sangat menyenangkan. / Boleh ikut?

Tidak, jangan harap, kau masih kecil.

Tidak, usiaku sudah 6 tahun, 6 bulan, 9 hari dan 7 jam.

Lupakan. Kau tak boleh ikut.

Senang aku bisa menemanimu, 'kan?

Sama sekali tidak. Kau selalu menggangguku.

Seharusnya kau senang aku meramaikan suasana. Kau masih mau membaca?

Ya.

Mau bertukar tempat? / Tidak.

Aku duduk berlawanan arah. Aku merasa pening dan mual.

Hentikan itu, Sophie. / Kau mau ke mana?

Ke kamar mandi. Kau mau ikut juga? / Uh! Tidak mau.

Fritjof menghabiskan semua permenku. / Aku tak mau membagi permenku.

Aku juga tidak minta.

Tenang, tenang, Fritjof. Sebentar lagi tempat ini terang.

Kenapa selalu takut ke semua hal?

Aku bukan takut pada semua hal. Hanya beberapa hal saja.

Ibu bilang, tempat kakek tak berbahaya.

Kau bahkan belum tahu apa yang ada di sana? / Apa?

Tunggu hingga kau dengar suara hewan kelaparan di malam hari.

- BERUANG RAKSASA -

Kita sudah sampai. Siap? / Ya.

Pegang tasmu sendiri.

Apa kakek lupa kita mau datang?

Kalau begitu, terpaksa kita tidur di tengah hutan penuh hewan liar.

Hentikan itu! / Hati-hati dengan keinginanmu.

Kakek! / Kakek!

Oh! Hai.

Apa ini hutan raksasa?/ Bukan, ini hutan biasa.

Sering ditebang dan ditanam kembali. Hutan raksasa sangat berbeda.

Belum pernah ada yang menebangnya. Hutan itu terus tumbuh dan tumbuh...,

...kau hanya bisa melihat pohon sejauh matamu memandang.

Yang lebih hebat lagi, hutannya berada di belakang halamanku.

Hutan ini besar sekali. Aku tak sanggup berjalan lagi.

Jonathan, bawakan tas Sophie. / Ya, Jonathan. Ayo bawa tasku.

Turunlah, kita sampai. / Hebat!

Ada beberapa peraturan. Kalian bebas melakukan apa pun kecuali..

Keluar dari halaman karena bisa tersesat di hutan raksasa. / Benar.

Baiklah! Lihat! / Yang terakhir sampai, bau telur busuk!

Cerobong asap, semak dan pepohonan!

Rumah pohon! / Berhenti! Itu pondok berburuku.

Pondok berburuku. Jangan dekat-dekat.

Kenapa tak boleh? / Karena berbahaya.

Sophie. / Apa?

Awas saja. / Kenapa?

Jika kau melakukannya lagi, akan kuberi kau hukuman.

Kau tak bisa menangkapku! / Kemari! Kutangkap kau!

Tidak mungkin!

Tunggu! / Ayo tangkap aku! / Awas saja, kutangkap kau!

Jonathan? Kakek menyuruhku membantumu. Tapi apa?

Sekarang belum ada. / Kelihatannya sedikit reyot.

Tolong ambilkan paku. / Ya!

Hm?

Hai!

Jonathan. Lihat, ada kodok hujan. Jika dia bersuara, akan turun hujan.

Aku tak percaya. / Tadi dia melakukannya.

Apa kau yakin? / Tadi kodok ini bersuara lalu turun hujan.

Coba kulihat.

Seperti ini? Ayo, turun hujan. / Hentikan, Jonathan.

Sebentar lagi pasti turun hujan! / Ya, benar.

Kakek, ada apa di balik dinding itu? / Hutan raksasa sejauh bermil-mil.

Kenapa kami tak boleh ke sana? / Hutan itu sangat istimewa.

Tak ada yang tahu seberapa luasnya.

Dan juga penuh hewan-hewan aneh. / Kata Jonathan ada banyak beruang.

Memang ada. Satu beruang saja. Dan kabarnya beruang itu sangat besar.

Lebih besar dariku? / Jauh lebih besar darimu, Sophie.

Tak ada yang tahu dari mana asalnya. Usia beruangnya setua hutan itu.

Dulu ada orang-orang yang tinggal di sana, tapi sekarang tidak lagi.

Sudah bertahun-tahun tak ada yang berani ke sana lagi.

Aku juga tak berani. / Ada Jonathan yang akan menjagamu.

Oh! / Kakek belum menceritakan semuanya padamu.

Beruang itu makan anak perempuan buat sarapan. Dia selalu lapar.

Karena itu, kita tak boleh ke sana. Tak ada yang keluar hidup-hidup.

Bagaimana dengan mereka yang pindah? / Tidak, mereka dimakan...,

...hidup-hidup! / Jangan cerita itu.

Malam hari beruang itu keluar mencari manusia...,

...untuk dijadikan makan malam. Sebab itu dibangun tembok di sini.

Andai tidak, kita pasti sudah dimangsa dari tadi. Selamat malam.

Jonathan?

Kau sudah tidur?

Tenang. Aku cuma bercanda. / Kau kejam sekali.

Dapat! Hai, kodok.

Aku akan merawatmu.

Aku akan membantu Jonathan.

Sophie, kau sedang apa? / Aku dan Fritjof sedang memperbaiki.

Sophie!

Jonathan!

Jonathan, kau tak apa?

Kau! Kau akan kuberi pelajaran!

Kau tahu, itu sakit sekali? Bisa saja aku terluka parah.

Sudah kubilang, itu berbahaya! / Maaf.

Kau sangat keterlaluan. Kau membuat pondokku hancur!

Jangan ke sana. Sophie, buka pintunya! / Tidak. Kau jahat!

Aku tak jahat! Buka pintunya! / Tidak!

Nanti Kakek marah.

Sial! Oh!

Jonathan?

Apa kau terluka? / Tidak.

Kau masih marah padaku? / Tidak.

Yang benar? / Benar.

Baiklah, akan kubuka.

Pintunya tak bisa kubuka. / Kasihan, mungkin kau harus menginap di luar.

Hentikan. Itu tidak lucu./ Dan ini kodok bodohmu!

Kau bisa melindunginya dari hewan liar.

Kau menyebalkan!

Baiklah, anggap begitu. / Kau memang bodoh!

Jonathan! Tidak!

Sophie? / Jonathan! Sophie!

Ada apa? Rumah pohonnya ambruk. Kalian tak apa? Kalian di mana?

Sophie?

Sophie, aku hanya bercanda. Kita tak boleh ada di sini!

Sepatu Sophie!

Ketemu!

Oh!

Fritjof!

Oh tidak! Sophie!

Mana Sophie?

Sophie, kau di mana?

Sophie!

Sophie, jangan takut. Aku akan menemukanmu.

Maaf! Hentikan itu!

Hai! / Sophie!

Kau selamat!

Kau tak boleh menghilang begitu saja!

Kau yang menutup pintunya./ Nanti kau bisa masuk angin.

Dasar bawel. / Karena kau mengacaukan semuanya.

Tidak, aku tak seperti itu.

Tidurlah lagi. Kau mau permen lagi?

Apa? / Aku bukan bicara denganmu.

Bicara dengan boneka beruang itu kekanak-kanakan. / Kau salah.

Aku bicara dengan Pak Beruang. Tidurlah lagi. Ini Jonathan.

Oh! Lepaskan aku! / Sophie, lari!

Cepat! Lari!

Ayo!

Diam! Nanti dia mendengar suara kita.

Lepaskan aku! Kenapa kau bodoh sekali? / Shh! Aku akan melindungimu.

Tidak, kau tidak menginginkan kehadiranku. Aku akan memanggilnya.

Tidak! Oh...

Maaf. Maaf, Sophie.

Pak Beruang!

Jaga sikapmu. Jangan marah.

Sophie! / Dia tak akan melukaimu.

Aku tak mau bersama kakak yang memukulku.

Pulang saja, kalau kau mau. Dah!

Sophie, awas! Ayo turun!

Tidak, lebih baik aku dengan Pak Beruang.

Dasar bodoh!

Sophie, kembali!

Kita harus pulang.

Sophie!

Siapa di sana?

Apa ini? Ow! Apa yang kaulakukan?

Dasar rusa kecil bodoh!

Rusa bodoh! Aku benci hutan ini.

Aku pulang, Sophie! Tinggal saja di sini kalau kau mau. Aku tak peduli!

Ow!

Ini perangkap.

Ow! Itu... Ow!

Tolong! Tolong!

Sophie!

Aku tak bisa keluar!

Tolong! Apa ada orang?

Halo? Apa ada orang? Tolong!

Diam, anjing!

Kau siapa? / Namaku Jonathan!

Kau sedang apa di sana? / Entahlah. Mencari adikku.

Kau tak tahu ini di mana, atau kau tak tahu adikmu di mana?

Entahlah. Dua-duanya.

Jangan diam saja di sana. Itu berbahaya.

Aku tak sengaja. Aku terjatuh.

Aku tak bisa memanjat. Tanganku terluka.

Ikatkan tali ini di tubuhmu.

Pulanglah. Hutan raksasa ini bukan tempat untuk anak kecil.

Aku lupa di mana arah rumahku. / Kembali saja dari arahmu datang.

Ikut aku.

Kau orang pertama yang kulihat setelah bertahun-tahun.

Di sini tak ada orang lain? / Tidak.

Kenapa? Memangnya mereka ke mana? / Shh!

Ow!

Kau cengeng ya? / Ini sakit.

Akan lebih sakit lagi jika kerikilnya tak kukeluarkan.

Kau yang menembak semuanya? / Semuanya, nak.

Ow! / Itu yang terakhir.

Kau sedang apa? / Ini untuk membalut lukamu.

Daun? / Ini obat paling mujarab.

Benar-benar hutan yang aneh. / Kau tidak mau pulang?

Aku harus membawa Sophie juga. / Sophie?

Adikku. Dia juga ada di sini. Beruang besar membawanya pergi.

Kau bilang apa? / Benar. Aku tak bohong.

Apa kau melihatnya? / Ya.

Ikut aku. Ada yang ingin kutunjukkan.

Lihatlah.

Beruang itu yang melakukannya.

Apa yang terjadi?

Kami membangun desa di atasnya. Waktu itu dia sedang hibernasi.

Kami tidak tahu itu sampai ada goncangan besar.

Waktu dia bangun... Itu makhluk paling mengerikan yang pernah kulihat.

Aku harus melakukan sesuatu. / Kenapa?

Kau melihat ukurannya kan. Dia terlalu berbahaya untuk dibiarkan hidup.

Apa dia membunuh warga lainnya? / Mereka kabur.

Hanya aku yang membuat perangkap dan memburunya.

Waktu itu kacau sekali. Tapi ini semua salah beruang itu.

Aku mencoba mengusirnya. / Apa kau membuatnya marah?

Apa lagi yang bisa kulakukan? Beruang itu merusak semuanya.

Dia merusak semuanya. Kecuali ini. Aku membangunnya sendiri.

Supaya mereka punya tempat saat kembali. / Kalau mereka tidak kembali?

Mereka pasti kembali, setelah beruang itu mati.

Bisa kutunjukkan di mana aku menemukannya.

Bagaimana kalian berdua bisa masuk ke sini? / Aku marah pada adikku.

Dia itu pengacau. Dia seperti hadiah Natal yang tidak kau inginkan.

Dan tidak bisa kau tukar. / Tenang. Kita akan membawanya pulang.

Kenapa kau belum membunuhnya? / Saat mencium bauku, dia bersembunyi.

Beruang itu memakai hutan untuk berkamuflase, sulit untuk melihatnya.

Kadang kupikir aku berhasil, tapi ternyata tidak. Hanya hutan biasa.

Saat dia berbaring, anjing-anjingku juga tidak bisa melacaknya.

Itu gua tempat aku menemukannya.

Masih baru. Kurasa kau menemukannya.

Kau bisa menciumnya?

Uh!

Sekarang bagaimana? / Pancing dia keluar, akan kutembak dia.

Kenapa harus aku? Kenapa kau tidak masuk saja?

Di dalam sana terlalu gelap untuk membidik.

Terlalu gelap untuk membidik? Dia pasti takut gelap.

Mereka tidak ada di dalam.

Kau sedang apa? Hampir saja aku tertimpa reruntuhan gua itu!

Kukira beruang itu ada di belakangmu. / Kau salah!

Ayo!

Anjing pintar. Temukan beruang itu.

Ada apa?

Dia selalu bersembunyi kalau di dekatku. Sudahlah.

Tapi dia tidak bersembunyi dariku. / Apa maksudmu?

Saat aku menemukan Sophie. Mungkin dia belum tahu bauku.

Bagaimana kalau kucari sendiri? / Kau kebetulan menemukannya.

Bawa anjing ini bersamamu. / Anjing?

Bagaimana kalau kau menemukannya? / Akan kupancing ke perangkap.

Apa dia percaya padamu? / Tidak, tapi dia percaya pada Sophie.

Semua orang percaya padanya. Menyebalkan.

Idemu tidak buruk juga. Lihat pohon di sana?

Pancing beruang itu ke sana, aku akan menunggumu di sana.

Apa kau kehilangan jejaknya? Kita menginjak jejak kaki.

Hm?

Bukan begitu.

Lakukan seperti ini.

Tinggal tiga lagi. Masing-masing satu.

Ini satu lagi.

Jaga sikapmu, Pak Beruang. Buka bungkusnya dulu.

Kau salah. Lakukan seperti ini.

Sini, biar kubantu. Sudah, silakan makan.

Ada apa? / Hai.

Jangan takut. Itu hanya si bodoh Jonathan.

Kau mau apa? / Aku hanya lewat.

Aku tak mau pulang denganmu, jika itu yang kau inginkan.

Aku mau minta maaf karena sudah menutup pintu dan memukulmu.

Maaf. / Kau datang jauh-jauh hanya untuk minta maaf?

Aku ingin berteman dengan beruang itu. / Berteman?

Ya. Ada yang ingin kutunjukkan padamu. / Apa itu?

Tempat penuh kupu-kupu. / Wow! Aku suka kupu-kupu.

Tapi, aku tak mau pergi, jika kau masih berisik.

Aku takkan begitu. Aku janji.

Baik, Pak Beruang.

Kau harus minta maaf padanya juga. / Untuk apa?

Tidak tahu, minta maaf saja.

Maafkan aku, Beruang.

Saat ada yang minta maaf, semua masalah akan selesai.

Baik, mari kita pergi melihat kupu-kupu. Kita pergi ke arah mana?

Ke sana.

Ayo, Pak Beruang.

Apa dia menuruti semua perintahmu? / Ya, dia menyenangkan.

Seperti hewan peliharaan saja.

Kau tak boleh memanggilnya Pak Beruang.

Kau tak boleh menyebutnya seperti itu.

Dia harus punya nama sendiri. / Kenapa bisa begitu?

Baik, berikan contohnya. / Ayah dan ibu.

Kita tak langsung memanggil nama mereka, tapi Ayah dan Ibu.

Aku senang kau kembali. / Ya.

Fritjof! / Apa?

Aku akan menamai Pak Beruang Fritjof. Dia itu Frijof besar.

Dan Fritjof kecil akan tetap Fritjof kecil.

Di mana Fritjof kecil? / Entahlah.

Oh, tidak.

Ada apa? / Apa? Tidak. Tak ada apa-apa.

Kita akan segera sampai. / Aku tahu kau juga menyukai Fritjof besar.

Di mana kupu-kupunya?

Sophie, kita harus pergi dari sini.

Ya! Bagus!

Tidak! Jangan!

Kena kau sekarang.

Beri tahu aku ke mana dia pergi. / Entahlah. Lepaskan aku!

Bocah tak berguna!

Sophie! / Dasar bocah bandel!

Jonathan, tolong aku.

Kami punya perjanjian.

Bawa beruang itu padaku dan akan kukembalikan adikmu, paham?

Kenapa kau berbuat begitu, Jonathan? / Sophie!

Kalian! Kemarilah!

Kenapa kau sembunyi? Aku harus melakukannya.

Kau yang menyebabkan dia membawa Sophie.

Aku sungguh bodoh.

Fritjof kecil?

Maafkan aku.

Aku tahu itu bukan salahmu.

Ada peluru di dalam mulutmu. Kalau tidak dikeluarkan...

...kondisinya akan makin parah.

Ayo. Buka mulutmu!

Aku tak bisa menolongmu kalau kau tak mau melakukannya.

Tahan dengan tas dan mantelku.

Buka mulutmu.

Tolong!

Pelurunya sudah kukeluarkan. Kau akan baik-baik saja.

Keluarkan aku!

Di dalam sini gelap. Aku benci.

Keluarkan aku! Di dalam sini gelap. Aku benci.

Kelihatannya kau sudah punya teman.

Baik, tapi satu saja. Ayo. Kita harus menyelamatkan Sophie.

Sebelumnya kau harus melakukan sesuatu dulu.

Mandilah agar anjingnya tak bisa mengenali baumu.

Ayo, Fritjof.

Maaf, tapi, kita membutuhkannya.

Bau sekali! Ini sempurna.

Kemarilah! Aku butuh bantuanmu juga.

Masuk sampai dalam. Jangan hanya berendam saja.

Fritjof?

Rasanya tidak buruk, bukan?

Uh. Dasar.

Kalian sudah mencium bau beruang itu?

Bagus, kita berhasil. Mereka mengikuti burung itu.

Tidak! Jangan kemari!

Apa dia sembunyi di sini?

Kalian yakin?

Hanya ada satu cara memastikannya.

Ada apa?

Apa kalian mencium baunya?

Cari dia!

Dia sudah pergi. Ayo.

Kita harus menolong Sophie sebelum dia kembali. Cepat!

Sophie!

Sophie, kau di dalam sana? / Tidak.

Sophie! / Aku tak ingin diselamatkan olehmu.

Fritjof mati dan itu salahmu.

Pintunya juga terkunci, jadi, kau tak bisa mengeluarkanku dari sini.

Aku takkan mau bicara denganmu lagi.

Aku kangen pada Fritjof besar.

Fritjof!

Aku tahu kau akan menyelamatkanku. Aku tahu itu.

Bagaimana kau bisa selamat? Di mana pemburu itu?

Apa kau meraung pada Johathan karena semua ini salahnya?

Apa yang terjadi?

Di mana dia?

Apa ini?

Apa ini kelihatan seperti beruang?

Sial! Mereka menipu kita.

Lebih ke kiri. Tidak, satunya lagi.

Siapa peduli soal rumah itu? / Aku peduli. Ada yang tinggal di sana.

Anjing-anjing itu! Dia datang!

Ayo pergi!

Rumahku! Bocah nakal itu...

Jonathan, tolong! / Sophie!

Berhenti, Fritjof! Berhenti!

Fritjof, berhenti. Tenanglah, Fritjof.

Sophie, kau baik-baik saja? / Aku ingin turun sekarang.

Sama sekali tidak menyenangkan. / Kau terluka?

Sepertinya sedikit saja.

Apa pemburu itu akan marah? / Menurutku akan sangat marah.

Sebaiknya kita pulang. / Kenapa?

Selama kita di sini, pemburu itu bisa memanfaatkan kita untuk mencarinya.

Kita harus tetap di sini. Kita harus melindunginya.

Kurasa dia bisa melindungi dirinya sendiri.

Kalau begitu, kau yang memberitahunya. / Kenapa?

Karena itu akan membuatnya sedih.

Aku tak ingin membuatnya sedih. / Baiklah.

Fritjof?

Lihat semua kupu-kupu itu.

Ini tempat yang bagus untuk Fritjof.

Tapi, dia tak bisa sembunyi di sini. Pohonnya tidak cukup.

Fritjof?

Kau tak bisa terus di sini. Kita harus kembali.

Dan kau bisa sembunyi di tempat yang banyak pohonnya.

Itu demi kebaikanmu sendiri. / Berhibernasilah selama...

Berapa lama? / Entahlah. Mungkin 20 tahun.

Saat itu, tentu pemburu itu sudah meninggal.

Aku tak suka memikirkan kematian seseorang. / Tapi, pemburu itu kejam.

20 tahun, Fritjof. Nanti kami akan datang dan mengunjungimu.

Kau bisa bermain dengannya. Dia tidak takut padamu.

Ingat. Kau tak bisa sembunyi di sini.

Kau beruang yang baik, Fritjof besar.

Selamat tinggal, Fritjof besar. Kami akan merindukanmu.

Teruslah melambaikan tangan sampai dia tak terlihat lagi.

Jangan sedih. Ayo.

Akan kubalas kau.

Ada apa? / Ada bau aneh.

Kau kentut? / Bukan, bodoh. Ada bau gosong.

Kebakaran! / Bagaimana dengan Fritjof?

Tunggu di sini, Sophie.

Kau tak bisa lari lagi, beruang jelek.

Fritjof, aku datang.

Hari-harimu sudah berakhir.

Jangan! Jangan!

Menyerahlah!

Jangan banyak bergerak.

Dasar bocah nakal!

Kau.

Jonathan, kau baik saja? / Sudah kusuruh menungguku di sana.

Apa yang harus kita lakukan? Apinya sudah merambat ke mana-mana.

Fritjof, di mana dia? / Aku tidak melihatnya.

Kita harus padamkan apinya.

Kodok! / Kodok?

Ya, para kodok. Ayo!

Lawan dia, anjingku!

Aku tak bisa melihat apa pun, Jonathan.

Sophie, kau di mana?

Jonathan, kita menemukannya.

Ayo.

Ayolah.

Ya, ayo kodok. / Ayo.

Mulailah bersuara. / Ya, itu dia.

Ya, teruskan. / Ayo.

Kita berhasil! / Bagus!

Fritjof, berhenti!

Berhenti, Fritjof. Fritjof, berhenti.

Jangan!

Jangan bunuh dia. Kau bukan makhluk seperti itu.

Kalian bisa tinggal sama-sama di hutan ini tanpa perlu saling menyakiti.

Bagus, Fritjof. Kau bukanlah tipe yang suka menyakiti orang lain.

Tapi, tidak begitu denganku.

Aku berhasil.

Hore! Akhirnya!

Tidak, Fritjof, jangan mati. / Kita harus keluarkan pelurunya.

Kau akan baik saja, Fritjof.

Sudah kukeluarkan pelurunya, tapi..

Terima kasih, tapi, itu belum cukup.

Ayo, Fritjof. Kau bisa.

Hore! / Fritjof! Kau hidup kembali.

Terima kasih atas pertolongan kalian.

Terima kasih atas tumpangannya.

Kami janji akan datang mengunjungimu. / Musim panas selanjutnya.

Berapa tahun beruang itu? / Sama saja.

Kami akan datang di musim panas beruang selanjutnya.

Kita pergi cukup lama. Apa yang akan kita laporkan pada kakek?

Fritjof kecil.

Aneh sekali, kenapa bisa ada di sini?

Aku juga merasa aneh sebab kusuruh kalian tinggal di halaman belakang.

Kakek!

- Dipersembahkan oleh - \N* H@w-to-kiLL *

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.