Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Shin Hae Sun, Kim Jung Hyun"
"Bae Jong Ok, Kim Tae Woo"
"Seol In Ah, Na In Woo"
"Ditulis oleh Choi Ah Il"
"Disutradarai oleh Jang Yang Ho"
"Mr. Queen, The Secret"
"Drama ini fiksi, semua tokoh, organisasi"
"Dan peristiwa tidak berkaitan dengan peristiwa sejarah"
Aku, Dayang Choi,
telah tinggal di istana selama 30 tahun.
Aku tahu semua yang terjadi di istana ini.
Tidak hanya rahasia semua orang di istana,
tapi juga sisi lain dari setiap insiden selalu terungkap.
Biar kuberi tahu.
Tidak ada yang tidak kuketahui di istana ini.
Aku ingin kembali!
Tapi aku tidak tahu
kenapa Yang Mulia bertingkah seperti itu.
Yang Mulia.
Di istana, semua orang punya rahasia.
Mari kita ungkap rahasia
yang tampak terlalu sepele untuk diungkapkan,
tapi terlalu memancing rasa penasaran untuk diabaikan.
"Rahasia Teman Pria"
"CCTV"
"Tes, Mahakarya Autentik, Cabul"
Ada begitu banyak kata yang masih tidak kupahami.
Aku tidak punya pilihan lain.
Aku harus bertanya langsung kepada Ratu.
Yang Mulia.
Kenapa kamu keluar dari sini?
Aku datang untuk menemani Yang Mulia Ratu.
Apa kamu tidak punya kegiatan lain?
Apa pekerjaanmu?
Aku seorang utusan.
- Segera pergi. - Baik, Yang Mulia.
Lari.
Hari ini, aku akan memastikan...
Sedang apa kamu di sini?
Sedang apa Yang Mulia di sini?
Apa seorang suami butuh alasan
untuk mengunjungi istrinya?
Aku juga baru datang
untuk melihat apa Yang Mulia Ratu baik-baik saja.
Kalau begitu, aku permisi.
Ratu baik-baik saja.
Pria yang malang.
Kata pepatah, kita harus bangun pagi agar rezeki tidak dipatuk ayam.
Hari ini, aku akan memastikan...
Yang Mulia.
Kamu juga, Koki Kerajaan?
Ya, Yang Mulia.
Kenapa Yang Mulia kemari pagi-pagi sekali?
Apa kamu sama sekali tidak tidur?
Saat makin tua, aku bangun pagi-pagi sekali.
Siapkan makanannya.
Secepat ini?
Aku akan sarapan banyak.
Makan besar di pagi hari?
Cepat berikan kepadaku!
Ya, Yang Mulia Ratu.
- Yang Mulia telah datang. - Baiklah!
Mari kita lakukan lagi, Yang Mulia Ratu.
Ya, lakukan lagi.
- Dua suku kata, tentang hubungan. - Dua suku kata, tentang hubungan.
Romansa.
Romansa. Pilihan yang bagus.
- Pertemanan. - Aku tidak terpikirkan itu.
Hasrat.
Kamu kalah. Kemarilah.
Kemudi.
- Kemudi! - Jangan berusaha lolos.
Nasi India!
Kenapa itu dianggap salah?
Bisa saja seperti "kamu di" hatiku, bukan? Sakit!
Tunggu... Kemudi!
- Nasi India! - Sakit!
- Kemudi! - Astaga.
Kamu datang.
- Kamu datang. - Yang Mulia sudah tiba?
Aku mau ke Aula Seonjeongjeon. Aku salah belok.
Penuh kasih sayang.
- Kemarilah. - Berdiri.
Kenapa kalian kuat sekali?
Ratu selalu dikelilingi oleh pria.
- Direktur Khusus Hong. - Aku tidak mau!
- Lepaskan aku! - Tidak!
Jangan di sana!
- Astaga. - Jangan di sana!
Kita bahkan tidak saling mengenal, bukan?
Buku untuk hormonmu memang yang terbaik.
Sulit kupercaya aku membaca buku erotis untuk remaja.
Yang Mulia.
Yang Mulia tidak boleh membaca buku seperti itu.
Aku harus membacanya karena harus belajar huruf Korea.
Aku belum selesai... Ya.
Tunggu.
Biar kubaca sekali lagi.
Yang Mulia Ratu, Yang Mulia datang berkunjung.
Apa yang kamu baca dengan serius?
Kamu juga mau membacanya?
- Astaga. - Tikus!
Tikus.
Tikus sebesar anak sapi lewat.
Maafkan aku karena mengejutkan Yang Mulia.
Jika sebesar anak sapi, pasti itu anak sapi, bukan tikus!
Di mana buku yang kubaca?
Yang Mulia Ratu.
Ini saatnya pergi ke Aula Daejojeon.
Benar. Semua orang pasti ada di sana, bukan?
"Semua orang"?
- Kurasa kamu punya rencana. - Ya.
- Dengan siapa? - Seseorang.
Tentu saja seseorang.
Aku bertanya apa lebih dari satu orang.
Apa yang ingin kamu tanyakan?
Tanyakan saja apa yang ingin kamu tanyakan.
Aku bukan orang yang berusaha keras
untuk mencari tahu niatmu yang sebenarnya.
Tidak ada "niat yang sebenarnya".
- Tapi ada. - Kubilang tidak ada.
Apa kamu merajuk?
Merajuk?
Raja tidak pernah merajuk.
Aku datang untuk mencari buku yang kubutuhkan.
Jangan mengganggu.
Ternyata ada di sini.
Buku yang kucari.
"Saat Kasim Kim melepas tali jubahnya,
hatiku juga..." Apa?
Apa ini?
Akhirnya aku menemukan kesamaan kita.
Kita punya minat yang sama.
"Kita"?
Aku akan meninggalkanmu agar kamu bisa menikmati buku untuk hormonmu.
Aku pergi.
Tunggu.
Ada yang ingin kutanyakan kepadamu, Ratuku.
Apa itu?
Ini bukan hal besar.
Siapa orang yang paling
kamu sayangi?
Hong Yeon.
Dayang Choi juga.
Bukan itu maksudku.
Jangan ganggu kami. Pergilah.
- Baik, Yang Mulia. - Cepat.
Jangan berjalan mundur. Berbalik dan cepat keluar.
Cepatlah.
Kenapa kamu lama sekali?
Kumohon jujurlah kepadaku.
Itu tergantung pertanyaannya.
Aku tidak akan mengatakannya jika kamu tidak jujur.
Kalau begitu, lupakan saja.
Di antara pria!
Di antara pria, siapa yang paling kamu sayangi?
Jang Bong Hwan.
Siapa dia?
Dia adalah
satu-satunya pria di dunia yang sempurna.
Dia pria paling keren yang kukenal.
Dia punya segalanya.
Dia tampan, berkepribadian baik,
keterampilan luar biasa dengan mata pisau,
dan ahli segala teori, itu menjadikannya pria terbaik.
Dia yang terbaik.
Dia selalu terasa baru. Dia membuatku gembira!
Kenapa kamu tidak bersamanya jika kamu sangat mengaguminya?
Benar, bukan?
Karena kami tidak bisa bersama,
aku mendambakannya dan makin merindukannya.
Aku tergila-gila padanya.
Kamu menghela napas karena orang bernama Jang Bong Hwan ini?
Apa kamu sangat merindukannya
sampai tidak bisa tidur dan merasa depresi?
Astaga.
Apa kamu cemburu?
Manis sekali.
Manis?
Apa? Apa yang kamu lakukan?
Ya. Aku cemburu.
Kamu bukan milik umum.
Jadi, jangan bilang "kami" dengan sembarangan.
Itu perintah.
Aku tidak mau orang lain
memanggilmu "Ratuku tersayang" atau bahkan "adikku".
Selain itu...
Apa kamu masih menganggapku manis?
Ya. Kamu manis.
Tapi tidak semanis aku.
Adegan apa
yang terlalu sering digunakan, konvensional dan mendebarkan jantung
dari kartun percintaan ini?
Aku tidak akan pernah terpengaruh hal seperti ini.
Atau aku akan terpengaruh?
- Jindo Dog One sudah diterbitkan. - Apa?
- Ini tidak bagus. Harus kuperiksa. - Memeriksa?
Apa hati ini milik tubuh
atau jiwa.
Aku harus memeriksa...
Silakan periksa.
Kenapa rasanya menyenangkan? Ini menyebalkan.
Tidak. Hentikan, Kim So Yong.
Hentikan itu.
Apa ini membuatmu sekesal itu?
Aku tidak boleh seperti ini.
Astaga.
Aku juga tidak boleh seperti ini.
[VIU Ver] tvN E02 'Mr. Queen: The Secret / Mr. Queen: Bamboo Forest' "The Secret Stories of Mr. Queen, Part Two" -โฅ Ruo Xi โฅ- Synced with Subcake Android
Ada banyak buku menarik di perpustakaan.
Tapi tidak ada yang lebih menarik
daripada karakter asli para orang tua yang lembut di istana.
Di istana, semua orang punya rahasia.
Mari kita buka
rahasia yang tampak terlalu sepele untuk diungkapkan,
tapi terlalu memancing rasa penasaran untuk diabaikan.
"Rahasia dari Saudara Kandung"
"Ratu Sunwon"
"Kim Jwa Geun"
"Kim Mun Geun"
Akan sempurna jika aku mendapat kartu harimau sekarang.
Omong-omong, harimau menyerang sebuah kota
di wilayah Yeongnam.
Itu menyebabkan keributan.
Begitu rupanya. Dia butuh kartu harimau.
Yang lebih buruk adalah
rumor yang menyatakan
ada energi aneh naga di langit.
Dia butuh kartu naga.
Yang mana pun itu, aku celaka.
Apa yang kamu lakukan? Mainkan kartumu.
Ke mana perginya pemain tujeon itu?
Sebenarnya,
karena permainannya sangat menarik,
jantungku berdebar.
Sebenarnya, jika aku tidak memainkan kartu yang tepat,
aku khawatir
kalian akan mengunyahku.
"Jantungku berdebar."
"Kalian akan mengunyahku."
Dayang Chun.
Apa ini sangat lucu?
Maafkan aku, Yang Mulia.
Cepat mainkan kartumu.
Yang Mulia menunggu.
Ini. Astaga.
Tanganku berkeringat. Aku tidak sengaja meletakkan dua kartu.
Putaran ini tidak masuk hitungan. Mari kita ulangi.
- Kita tidak bisa melakukan itu. - Aku setuju.
Sebagai adik, kamu harus menyerah.
Sebagai kakak, kamu harus menyerah.
Aku mengalah kepadamu sepanjang hidupku
karena terlahir sebagai wanita.
Apa kamu sudah lupa bahwa kamu memiliki semua kehormatan
sejak menjadi ratu?
Itukah balasan karena aku membesarkanmu?
Aku tidak tahu soal itu.
Aku hanya ingat melayanimu.
Tenanglah. Kumohon jangan bertengkar.
Hubungan darah lebih penting daripada kartu-kartu ini.
Sejak kecil, setiap kali kita bermain,
kita selalu berdebat.
Kita sangat kompetitif.
Benar.
Berapa pun usia kita,
aku hanya anak kecil di depanmu.
Aku akan mengalah. Kamu harus mengambilnya.
Tidak, kamu harus mengambil ini dahulu.
- Adik. - Kakak.
Astaga. Lihat diri kalian.
Kalian berdua kompetitif,
tapi kalian berdua sangat rela mengalah.
Siapa pun tahu kalian bersaudara. Kalian sangat mirip.
- Itu tidak benar! - Itu tidak benar!
Kalau begitu, demi hubungan kalian,
anggap saja aku memenangi putaran ini.
- Apa maksudmu? - Apa maksudmu?
Aku ingin pulang.
Dari langit tenggara,
ada energi merah yang memancar menuju istana.
Energi yang sekuat api.
Sungai mengalir mundur.
Hujan katak turun dari langit.
Serangkaian peristiwa aneh terjadi.
Semua orang bingung dan khawatir
tentang tanda-tanda yang tidak baik itu.
Kabar yang beredar adalah
ini tanda makin dekatnya akhir dari dunia.
Aku khawatir.
Apa dunia
benar-benar akan berakhir?
"Rahasia Kehancuran"
Malam ini,
langit akan runtuh.
Api akan jatuh dari langit
dan semuanya akan terbakar.
Semua akan berubah menjadi lautan api yang membara.
Mungkin dunia
selalu siap dihancurkan.
Itu tidak aneh meskipun dunia berakhir kapan saja.
Jika kamu tahu itu, seharusnya kamu memberi tahu kami.
Jika tahu, aku tidak akan bekerja sekeras itu.
Aku akan menikmati hidupku dengan tenang.
Dunia berengsek ini.
Kurasa
dunia tidak akan berakhir dengan mudah.
Bahkan makhluk kecil seperti kita
berjuang untuk bertahan hidup.
Dunia tidak akan selemah itu.
Jadi, mari kita berhenti memikirkannya
dan fokus menyelesaikan buku taktiknya.
Baik, Yang Mulia.
Bawakan kuas dan tintanya.
Apa kamu akan memerintahku sampai akhir?
Aku tidak mau melakukan ini.
Direktur Khusus Hong.
Bagaimana jika ini hari terakhir hidupku?
Aku tidak mau mati dalam keadaan bekerja sampai akhir.
Kamu harus menganggap hari ini sebagai hari terakhirmu
dan lakukan apa yang kamu inginkan.
Itu sebabnya aku ingin menyelesaikan pembuatan buku ini.
Ini sesuatu yang ingin kuselesaikan sebelum aku mati.
Kamu orang bodoh yang terobsesi dengan pekerjaan.
Jaga ucapanmu.
Apa pedulimu?
Semuanya berakhir begitu dunia berakhir.
Apa kamu berbicara santai denganku?
Ya. Benar.
Kita semua akan mati.
Aku tidak bisa sopan.
Tenanglah, Direktur Hong.
Won Beom, dasar berandal. Kamu yang terburuk.
Kamu atasan korup yang berpura-pura menjadi temanku.
Yang Mulia. Aku juga harus melakukan sesuatu di hari terakhir hidupku.
Meskipun ini hari terakhirku,
aku akan memperbaiki sikapmu sebelum aku mati.
Astaga. Kamu sangat sok berkuasa hanya karena kamu sedikit lebih tua.
Lagi pula, apa kamu harus setinggi itu?
Apa kamu memakan semua kentang di Pulau Ganghwa?
Dingin sekali.
Akhirnya aku sadar.
Aku akan menghentikannya.
Ini pukul 5 sore.
Sebentar lagi akan malam.
Benarkah ini hari terakhir?
Kamu mau ke mana?
Aku sudah berubah pikiran.
Jika dunia berakhir malam ini,
di mana aku harus berada
dan dengan siapa agar aku tidak menyesal.
Tidak apa-apa. Jangan khawatir.
Kubilang tidak apa-apa. Tidak akan terjadi apa-apa.
Tapi masih ada rumor.
Jangan percaya rumor itu.
Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa. Astaga. Kubilang tidak apa-apa.
Jangan percaya rumor itu.
Yang Mulia datang.
Apa kamu juga tidak bisa tidur
karena takut dunia akan kiamat?
Kiamat apanya.
Aku menghibur mereka karena mereka sangat khawatir.
Aku tidak bisa mengabaikan kesedihan wanita.
Kamu baik sekali.
Hei. Koki Kerajaan.
Kenapa kamu masih di sini di malam selarut ini?
Yang Mulia.
Apa?
Apa ada hal baik yang terjadi?
Apa kamu setakut itu untuk mati, Man Bok?
Aku takut. Apa?
Mataku berlinang karena memotong daun bawang.
Benarkah begitu? Tentu.
Astaga.
Aku selalu terlibat dalam rumor penting seperti itu.
Kenapa aku tidak tahu tentang akhir dunia?
Omong-omong, malam sudah larut.
Astaga, dingin sekali.
Benar, bukan? Sudah kubilang. Tidak ada yang terjadi.
Kalian semua membuatku takut. Ayo.
- Ayo pergi. - Ratu benar.
Kalian harus berhenti khawatir dan tidur.
Baik, Yang Mulia.
Cepatlah.
Yang Mulia. Apa itu...
Hujan meteor.
Hujan meteor.
Apa itu hujan?
Bagaimana bisa kiamat dunia begitu indah?
Tolong biarkan aku kembali ke tubuhku yang sehat.
Selagi aku berbaring dalam keadaan koma,
tolong jangan biarkan aku kehilangan massa otot.
Ratuku.
Jika melihat bintang jatuh, buatlah harapan, maka itu akan terwujud.
Buatlah permohonan. Cepat.
Buatlah permohonan.
Permohonan?
Biarkan Cheoljong hidup lebih lama daripada yang ada di buku sejarah
dan hidup bahagia selamanya
seperti pangeran dalam dongeng.
Izinkan aku terlahir sebagai batu
di kehidupanku berikutnya.
Kenapa kamu ingin menjadi batu?
Agar aku tidak perlu melakukan apa pun dan hidup dengan nyaman.
Kalau begitu di kehidupanku berikutnya,
aku akan menendang batu itu.
Di kehidupanku berikutnya,
biarkan aku lahir sebagai ibu Yang Mulia.
Tolong biarkan aku berhasil
memulihkan Yang Mulia di kehidupanku berikutnya.
Di kehidupanku berikutnya, biarkan aku lahir sebagai kakak Yang Mulia.
Agar dia tidak kesepian.
Ini hidup yang baik.
Kuharap kehidupanku berikutnya sebaik kehidupan ini.
Jika
aku dilahirkan kembali di kehidupanku berikutnya...
Aku sudah menyuruh kalian membuat permohonan,
tapi tampaknya kalian semua berharap bisa terlahir kembali.
Kamu ingin terlahir sebagai apa?
Sekeras apa pun aku memikirkannya,
aku tidak ingin dilahirkan kembali.
Tentu saja.
Jika kamu mencurahkan banyak hal ke dalam hidup ini,
kamu tidak akan mau dilahirkan kembali.
Tidak apa-apa meski itu sulit.
Aku tahu kamu berusaha keras.
Aku tahu kamu berusaha keras agar tidak hancur.
Tetap saja, aku ingin kamu terlahir kembali.
Aku belajar sesuatu dari menjalani kehidupan kedua.
Hal-hal sepele yang mungkin akan kusesali
jika aku tidak tahu tentang itu.
Benar. Aku akan sangat menyesalinya
jika hidupku berakhir tanpa bertemu
orang yang aneh sepertimu.
Siapa tahu?
Mungkin aku akan muncul di depanmu dengan bentuk yang tidak terduga
sekali lagi.
Jadi, kamu harus terlahir kembali.
Kamu sudah cukup tidak terduga sekarang.
Keluargaku meninggal di hari yang sama.
Aku berharap bisa bertemu mereka lagi di akhirat.
Kamu baik-baik saja?
Apa kamu membuat permohonan?
Ada satu permohonan lagi.
Aku tahu itu tidak bisa terjadi sekarang,
tapi suatu hari,
aku ingin
melihat matahari terbenam di kejauhan
dengan orang yang kurindukan.
Betapa menyenangkannya jika dia juga berada di sini.
Kenapa suasananya seperti ini?
Tidak boleh ada percintaan di istana.
Kamu tidak boleh mengencani keluargamu.
Bukan itu maksudku.
Aku pria yang penuh rasa bersalah.
Aku wanita yang penuh rasa bersalah.
Kubilang, jangan ada percintaan di istana.
Saat terlahir kembali, aku berharap bisa bertemu Ratuku lagi.
Meski kami salah paham, saling membenci dan bertengkar,
kuharap akhirnya kami saling mengenali.
Kuharap kami bertemu lagi bukan sebagai Raja dan Ratu,
tapi sebagai So Yong dan Won Beom.
Semuanya. Bubar.
Bubar.
Yang Mulia. Apinya jatuh ke arah sini.
Yang Mulia. Mungkin ada kebakaran di suatu tempat.
Habislah kita.
- Habislah kita. - Api.
Kita tidak akan celaka.
Meski kalian harapkan jutaan kali. Itu tidak akan pernah terjadi.
Lihat. Mungkin kacau, tapi itu baik-baik saja.
Yang benar saja.
Dunia berengsek ini sangat kuat.
Dunia ini memang berengsek, tapi tidak pernah berakhir.
Astaga.
"Mr. Queen, The Secret"
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.