Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Ibu tiri bawel sang pemuas birahi (Dibintangi oleh Momoka Kato)
Shinichi
Apa Kamu sudah menyelesaikan pekerjaan rumahmu?
Belum..
-Masih belum. -Kamu ini selalu menundanya sampai Kamu lupa. Selesaikan dengan benar.
Jangan marahi dia begitu.
Itu karena kamu tidak mendidik anakmu dengan baik. Aku melakukannya untukmu.
Kamu tidak melakukan tugasmu dengan baik untuk mengajarinya.
Tidak baik baginya jika Kamu terlalu memanjakannya, Kamu tahu?
Setelah ayahku menikah lagi, aku punya ibu baru. Kami bertiga tinggal bersama seperti ini.
Meskipun Ibuku ingin mengajariku dengan baik..
Makanya dia jadi begini.
Apa mantan istrimu itu pemalas?
-Tidak, Aku tidak berpikir begitu. -Lalu, kenapa dia jadi seperti ini?
Saat aku melihat ibuku seperti ini. Aku tidak bisa mengendalikan diriku lagi.
-Apa kamu mengerti? / -Apa kamu mendengarkan? -Lalu ini?
Ya, Aku mendengarkan.
Kamu itu sangat bodoh, Pikirkan tentang itu, Shinichi.
-Apa kamu mendengarkanku? -Ya, Aku mendengarkanmu.
Kalau begitu jawab aku
Tuh 'kan, Kamu itu tidak mendengarkan.
Jangan terus melihat ke bawah. Lihat Aku. Dengarkan baik-baik.
Aku melakukan ini untuk kebaikanmu sendiri. Ada apa sih denganmu ini?
-Aku benar, kan? -Yah, Shinichi juga sudah remaja sekarang.
Kamu bilang begitu hanya untuk kebaikannya dia saja
Kenapa kamu melamun?
-Shinichi, jawab aku -Baik.
Apa Kamu juga sering melamun seperti ini di kelas? Memangnya kamu nggak malu sama gurumu?
Bagaimana Kamu bisa bersosialisasi di masyarakat seperti ini? Apa kamu mengerti?
Apa Kamu dengar Aku? Jangan bodoh.
Aku sedih sekali..
Kamu tidak mendengarkanku sama sekal
Shinichi itu hanyalah..
Dia masih sangat muda, dia pasti akan mengerti nanti.
Jika dia seperti itu, bagaimana bisa dia jadi seperti ini?
Kamu ini hanya nggak paham maksudku, 'kan?
Kamu hanya bisa memanjakannya saja.
Ibu!?
Apa Kamu sudah menyelesaikan pekerjaan rumahmu?
Ya, sudah ku kerjakan.
Benarkah?
Kamu bikin ini berantakan lagi. Menurutmu siapa yang akan membersihkannya?
-Maafkan Aku. -Kamu ini terus saja main game di HP-mu.
-Maaf. -Kalau kamu seperti ini
Bagaimana bisa Kamu bergaul di masyarakat?
Dan lagi teleponmu terus berdering dari tadi.
Pikirkanlah masa depanmu.
Berhenti ngemil dan belajar sana
Ada banyak hal yang bisa Kamu lakukan.
Bagaimana dengan kelas besok?
Sudahkah Kamu belajar untuk itu?
Tugasmu bukan hanya ngerjain PR.
Sebelum kamu bisa rajin belajar..
Jangan makan camilan apa pun. Bacalah sesuatu.
Kamu ini bercanda ya.
-Dan juga HP! -Tapi Aku membutuhkan HP-ku.
Ada apa? Ini salahmu karena tidak serius belajar, 'kan?
-Tunggu, Aku membutuhkan HP-ku. -Tidak, nggak boleh!
Ibu!
Ohhh.. Ibu
Ibu!
Shinichi! Apa yang kamu lakukan?
-Uhm.. Anu.. -Berikan itu padaku!
Keluarkan itu
Ini celana dalamku, 'kan?
Aku tidak percaya ini.
Apa Kamu sering melaKukan ini?
Aku tidak percaya ini.
Apa-apaan ini? Kenapa Kamu ngaceng begitu?
-Tidak.. -Aku tidak tahu kalau kamu sangat cabul seperti ini.
Ini sangat jorok. Apa kamu tidak malu?
Ini sebabnya karena kamu tidak belajar dengan baik, kan?
-Maafkan Aku. -Aku harus bilang apa ke Ayahmu?
-Jangan beritahu ayah. -Bagaimana Kamu bisa meminta seseorang untuk tidak memberi tahu ketika Kamu sudah melakukannya
-Maafkan Aku. -Aku tidak percaya ini.
Ini benar-benar terlalu buruk.
Shinichi..
Apa kamu sadar apa yang kamu lakukan tadi?
Aku minta maaf.
Aku nggak bisa memaafkanmu.
Apa Kamu tahu apa yang telah Kamu lakukan tadi?
Apa yang kamu lakukan tadi?
Anu..
Jawab yang benar!
Maafkan Aku.
Aku selalu..
Sebenarnya Aku selalu menyukai Ibu.
Jadi..
Nggak sengaja..
Kamu bilang itu nggak sengaja?
Mencium pakaian dalam orang lain itu perbuatan yang sangat mesum
-Sungguh menjijikkan. -Maafkan Aku.
Kenapa Kamu jadi seperti ini sih?
Aku benar-benar terlalu malu. Aku tidak tahu kalau kamu adalah anak yang seperti itu.
Maafkan Aku.
-Aku tahu itu perbuatan buruk. -Apa Kamu seberapa buruk itu?
Itu bahkan sangat buruk
Tapi
Kamu ini ngapain?
Jauhi itu dar.iku.
Aku melihat Ibu..
Saat aku melihat Ibu..
Punyaku selalu seperti ini.
Aku nggak percaya.
Kontol ini..
Memikirkanku jadi seperti ini??
Ini sungguh buruk.
Aku mohon padamu,
Buatlah aku terpuaskan..
Kenapa Kama menyentuh punyamu sendiri begitu?
Apa Kamu terangsang mendengarkan omelan ku?
Itu karena.. ibu terlalu cantik.
Ini salah ibu.
Salah ku ?
Kamulah yang terlalu mesum, bukan?
Karena kamu selalu memakai pakaian yang seperti ini.
Bahkan jika kamu berkata demikian..
Kamulah yang mengeluarkan CD ini tanpa ijin.
Untuk melakukan haI semacam itu, 'kan?
Itu karena kamu memakai CD yang begitu menggoda
Ku mohon pada mu
Tolong bwa't aku terpuaskan.
Ku mohon, singkirkan itu. Jangan ngaceng seperti ini
Bahkan jika kamu begin
-Ibu sangat malu. -Ayo'sentuh ini!
Jangan biarkan aku menyentuhmu
Ku mohon.. Buat aku merasa terpuaskan. AKu selalu memikirkan Ibu saat aku masturbasi.
Ba - baik lah.
Aku mengerti keadaan ini.
Apa ini sudah cukup?
Jangan lakukan it-u di sekolah ya
Nggak akan.
Jangan membuat masalah dengan siapa pun.
Aku akan membuat-mu merasa puas hari in
Kenapa ujung penismu ini sangat basah?
Hei, Apa in'i?
Ini basah sekali, sangat memalukan.
Apa ini selalu seperti ini?
Apa Kamu selalu masturbasi sendirian seperti ini?
Apa ini sudah cukup?
Apa Kamu selalu membayangkan hal-hal seperti itu?
otakmu ini isinya hanya selangkangan saja.
Kamu tidak berguna dalam segala hal lainnya. Bagaimana dengan masa depanmu.
Jangan ngaceng ketika di luar rumah.
kamu akan diperlakukan seperti seorang kriminal
Apa kamu mendengarkanku? Jawab aku!
Aku mengerti kok.
Ibu..
-Kamu sangat mahir melakukan itu. -Aku ini hanya ingin ini cepat selesai.
Jangan diperjelas begitu.
Apa Kamu juga melakukan ini dehgan ayah?
-Apa Kamu juga melakukapnya dengan Ayah? -Tentu saja, kami sudah menikah!
Ayo cepatlah keluarkan ini. Jangan berlama-lama.
Apa ini belum cukup?
Ayo, cepat keluarkan!
Bagaimana Aku bisa menjelaskan ini ke ayahmu?
-Ibu sangaf sedih. -Ibu, Aku mau melihat-mu dengan pakaian dalammu..
-Bagaimana bisa?? -Biarkan aku melihatnya. Tidak apa-apa, kan?
-Aku sudah melihat ini. -Bukan begitu. Ini sama sekali berbeda.
Ini benar-benar berbeda
Aku bisa segera klimaks ketika Aku melihatnya.
-Ayolah. -Bahian jika Kamu mengatakan demikian..
Ayo., aku mau melihatnyai
Bisakah kamu keluar hanya dengan melihatnya?
Kaalau begitu..
Mari kita seIesai ini.
Kenapa bisa-bisanya kamu menyuruh Ibumu melakukan ini?
-Apa ini cukup? -Woahh.. Warnanya putih.
Cepatlah dan selesaikan ini.
Berbaring di sini.
Ini cukup, kan?
-Ibu, ini enak banget. -Ini sudah cukup, kan?
Apa kamu sudah puas?
-Enak.. -Jangan bicara seperti itu
Ayo, ayo cepatlah!
Aku tidak percaya ini.
-Ohh.. Rasanya sangat enak. -Anak laki-laki pria itu ternyata seorang yang cabul.
Hei, Apa kamu ini tidak malu?
Kamu sangat mesum sehingga Kamu masih terangsang begini. dan melakukan hal ini pada celana dalamku?
Aku masih tidak percaya! Ayolah cepat selesaikan ini!
-Ini cukup, kan? -Bu.. Ayo gunakan mulutmu.
Dijilat juga?? Kamu ini benar-benar sangat mesum!
Kamu ini benar-benar sangat mesum -Ku mohon..
Kenapa Aku harus melakukannya untukmu?
Jika aku menggunakan mulutku, kamu harus keluar dengan cepat ya
Aku nggak mau orang itu tahu ini.
Apa ini cukup?
-Ah! Enak banget! -Aku tidak percaya Aku melakukan ini
Aku sungguh tak percaya ini.
Apa kamu tidak malu? Kamu ini sudah hampir dewasa!
Ohhh.. Ini enak banget.
Apa ini sudah cukup?
Lidahnya Ibu enak banget nih.
Kamu kelihatannya sange berat tuh
Kau lebih buruk dari monyet!
Yang Kamu lakukan hanyalah berpikir untuk membuat kontolmu terpuaskan.
Itu sebabnya kamu sangat bodoh. Kamu tidak belajar.
Kamu tidak membantu pekerjaan rumah. Otakmu terlalu ngeres.
Kalau kamu ketahuan ngaceng di luar begini.
Kamu akan diperlakukan seperti penjahat.
Oh, hebat! ini enak banget.
Sebagai seorang pria, bisa-bisanya kamu bersuara seperti itu.
Dan bahkan diam-diam masturbasi dengan pakaian dalam orang lain
Itu sebuah kejahatan tau
AKu tidak percaya setelah tahu apa yang Kamu lakukan. Kamu ini tahu apa yang Kamu lakukan?
Itu kejahatan, kau โmengerti?
Kamu harus berterimakasih kepadaku karena melakukan ini. Bersumpalah bahwa Kamu tidak akan melakukannya lagi.
Atau Kamu akan masuk penjara nanti!
Aku melakukan ini untuk kebaikanmu sendiri.
Hanya untuk mendapat kenikmatan kontolmu semata.
-Oh, Ini enak banget! -Bagaimana bisa kamu bergaul dengan sifatmu yang seperti ini?
Masyarakat tidak menerima orang sepertimu.
-Apa kau mengerti? -Aiihh Aku mau keluar.
Tunggu
Aku masih tidak percaya.
Sebenarnya apa yang kamu pikirkan sih?
Bisa-bisanya kamu keluar dengan cara seperti ini
Kamu ini benar-benar ya.. Aku juga sebenarnya tidak ingin melakukan ini.
Hei, Apa kamu mengerti?
Hei, Kamu ini tidak benar-benar mengerti, bukan? Kamu benar-benar sengaja melakukan ini
Aku masih tidak mengerti ini.
Sungguh?
Jangan lakukan ini lagi. Sekali ini saja.
Jadilah orang yang baik
Paham?
Baik.
Aku masih tidak percaya.
Masih keras begini juga.
Apa yang akan aku katakan pada ayahmu?
Aku sedih sekali
-ada kabar apa hari ini? -Tidak ada.
Kenapa kamu berbeda dari biasanya?
Jangan banyak bicara, makan saja dulu !
Ba-baik..
-Kenapa Kamu tidak mengatakan jika makanan itu lezat? -iya ini lezat kok.
Tentu saja, karena Aku yang, membuatnya.
Kamu terus saja berbicara.
Kamu selalu begini
-ya, itu benar.
Shinichi, kamu baru saja membuat keributan, bukan? Diam dan makanlah itu!
โ Maafkan Aku
Aku sangat malu.
-Ini sangat lezat rasanya. -Tentu saja!
Shinichi, itu berceceran.
Ini terlalu kotor.
-Maafkan Aku. -Apa kamu mengerti?
Aku minta maaf.
Aku pulang!
Selamat datang di rumah.
Ayo, keluarkan itu.
Bukan itu
Bukan itu maksudku. Kertas ujianmu mana? Kamu melakukannya lagi, kan?
Kertas ujian?
Apa-apaan nilaimu ini? Apa Kamu benar-benar belajar serius?
Kamu ini payah, yang kamu pikirkan hanya masturbasi dengan.. Pakaian dalam ibumu sendiri.
Maafkan Aku.
Kalau begitu aku akan mengajarimu bagaimana melakukan pekerjaan rumahmu dengan benar.
Bagaimana bisa kamu berguna dengan nilai begini? Ini membuatku malu saja.
Ayo kemari.
-Cepat kemari _ -lya-
Kamu bisa menggunakan rumus faktorisasi di sini.
Salah. Bukan disini Yang benar itu disini.
Ini nomor di sini.
Kenapa Kamu mencoret-coretnya begitu?
Aku bilang yang nomor ini. Apa Kamu berkonsentrasi saat ini?
Bagaimana bisa Kamu berguna kalau kamu seperti itu? Aku bilang begini untuk kebaikanmu sendiri.
Lakukanlah dengan benar.
Maafkan Aku.
Gerakkan tanganmu
Itu disini.
Apa Kamu mendengarkanku?
Yang ini, 'kan?
Benar.
Kamu masih bisa melakukannya.
Hey, tunggu..
Apa ini?
Kamu selalu memikirkan tentang itu.. Ini sebabnya nilaimu selalu buruk, kan?
Lihat Aku
-Maafkan Aku -Apa Kamu mendengarkanku?
Aku bilang begini untuk kebaikanmu sendiri.
Apa kamu mehgerti?
Selalu memikirkan hal-hal kotor seperti itu.
Aku rasanya jadi mau nangis deh.
Ayo dong belajar lebih giat lagi.
Apa yang kamu lihat?
Aku sangat marah padamu.
Seniuslah sedikit..
Ini kan urusanmu sendiri.
-Aku tidak tahan lagi. -Apa yang kamu lakukan??
-Buat aku terpuaskan lagi. -Eh? Tunggu sebentar.
Apa yang kamu lakukan??
Kita ini sedang belajar.
Kamu masih saja memikirkan hal ini?
Aku sungguh tidak percaya ini.
Kamu ini sudah mau dewasa, loh.
Kamu harus melakukan ini dengan sungguh-sungguh
Apa Kamu masih mau melakukan hal semacam ini?
Aku tidak bisa berkonsentrasi.
Setelah Aku melakukannya..
Kamu bisa berkonsentrasi? -Ya.
Sungguh?
Iya
Kamu sungguh-sungguh?'
Aku sudah melakukan semuanya untukmu
Setelah membuatmu puas
Kamu harus belajar dengan keras.
Baiklah kalau begitu, sentuhlah ini.
-Boleh nih? -Yah, aku pasrah saja.
Luar biasa
Teknik macam apa ini?
Ini nggak membuatku nyaman sama sekali
Apa begini enak, Bu?
Aku tidak merasakan yang seperti itu.
Aku nggak bilang kalau aku suka yang lebih keras.
Kenapa Kamu berkeringat begitu?
Apa Kamu sebegitu sangenya?
Kamu selalu memikirkan hal semacam ini. Inilah sebabnya nilaimu buruk, kan?
Maafkan Aku.
Tidakkah Kamu ingin segera puas?
Ibu..
Loh?
Ini basah.
-Apa ibu pipis? -Mana ada yang seperti itu??
Bagaimana bisa aku begitu?
Lalu kemapa basah sekali di sini?
Soaal itu..
Ini karena,.
Itu tidak ada hubungannya dengan ini, kan?
Ayo cepat kita selesaikan ini.
Kamu harus segera belajar lagi.
Hebat !
- Kenapa kamu tertawa begitu?
Di otakmu itu cuma ada tetek saja ya?
Nggak perlu terjalu kasar begitu
Tunggu! Kamu ini bukan binatang. Tenanglah sedikit.
Nafasmu panas sekali.
-Aroma ibu sungguh nikmat. -Apa kau berpikir demikian?.
Kenapa Kamu melepasnya tanpa seizinku?
Luar biasa...
Apa yang kamu lihat?
Apa yang mau kamu lakukan?
Ibu, Kenapa ini jadi keras begini?
Keras? Apanya yang keras?
Itu tidak keras.
Puting Ibu memang selalu seperti ini.
Apa benar begitu?
Tapi..
Menumtku ini benar-benar keras.
Kamu tidak perlu mengatakannya begitu.
Jangan menghisap itu terlalu keras.
Kamu bukan bayi.
Kamu benar-benar berperilaku seperti bayi.
Sama seperti bayi yang menyusui.
Jadi basah semuanya.
Kamu ini benar-benar tidak bisa menjilatnya ya?
Ibu, disini basah.
-Itu nggak basah. -Ini benar-benar basah atau semacamnya
Bagaimana bisa Kamu membuatnya basah?
Rasakan saja sendiri.
Ini itu keringat.
-Keringat? -Mengerti?
Woah... Luar biasa
Kenapa kau menyentuhnya begitu?
Baunya seperti seks.
Memang seperti itulah baunya.
Apa Kamu benar-benar akan belajar dengan giat setelah ini?
Luar biasa
Jelas saja, Kamu tidak bisa menjilat dengan baik sama sekali.
Apa ibu enak?
Tidak sama sekali.
Bagaimana bisa itu nikmat?
Yang perlu Kamu lakukan hanyalah jilat klitoris-nya.
Apa lebih enak kalau ku jilat ke dalam?
Bukan begitu maksudku.
Itu hanya untuk kenikmatanmu sendiri.
Itu sebabnya Kamu tidak akan menjilatnya.
Jika Kamu melakukannya lagi, Kamu ng'gak boleh menjilatnya.
Apa Kamu dengar itu?
Tapi sangat basah di sini.
Itu bukan basah.
Duh, jangan dimasukkin tanpa izin begitu.
Luar biasa
Jangan dicolok begitu tanpa seizinku'.
Kamu nggak boleh melakukannya.
Kamu bah kan tidak bisa belajar atau bahkan berhubungan seks.
Sebenarnya apa yang bisa Kamu lakukan dengan benar?
Bu, benar begini?
Itu tidak benar sama sekali.
Jadi, apa begini?
Ah! Tunggu sebentar.
Kamu itu jangan asal colok begitu.
Mmmpphh tunggu sebentar.
Jangan dicepatin begitu tanpa seizinku..
Tunggu, jangan lakukan itu
Aku bilang berhenti! Berhenti sekararang
Ada apa?
Nggak ada.
Apa?
Pinggulmu ikut bergerak juga tadi.
Nggak kok.
Itu tidak bergerak sama sekal
Nggak mungkin aku merasakan itu.
Kenapa kamu lepas itu?
Ibu!
Hey, tunggu sebentar.
Apa ini?
Kamu menyentuh ibumu sendiri.
Kenapa punyamu sudah jadi seperti itu?
Percuma saja.
Sungguh?
Ini adalah satu-satunya tempat di mana kamu bisa merasakan sesuatu.
Apa kepalamu ini sudah benar-benar kosong?
Kamu nggak pernah berpikir untuk belajar.
Kamu hanya memikirkan yang enak-enak begini saja.
Serius lah!
Ibu
Jilat itu dengan mulutmu.
Mulut?
Kenapa Aku harus melakukan ini untukmu?
Aku sudah melakukan banyak hal untukmu
Kamu ini benar-benar tidak berguna.
Apa Kamu akan belajar dengan baik jika Aku menggunakan mulutku?
Apa ini sudah semuanya?
Ini besar sekali
Ini enak banget.
Apa ini yang keluar?
Apa ini sudah cukup?
Oh! Enak banget.
Kenapa kamu ngaceng begini sih
Kenapa ini malah semakin besar? Ayo, berbaringlah di situ..
Aku pikir kita harus menyelesaikan ini dengan cepat.
Kita harus kembali belajar lagi sesegera mungkin.
Baik.
Kenapa dengan kontolmu ini sih?
Ada apa dengan kontol ini?
Ini malah semakin besarsaja.
Sebenarnya apa yang Kamu pikirkan?
Mesum
Karena bagiku ini terlalu nikmat.
Kamu hanya mencoba untuk dihisap begini olehku, 'kan?
Sebelumnya cuma masturbasi saja.
Masturbasi ke celana dalam ibumu sendiri.
Itu karena bagiku ibu sangat cantik.
Apa cuma itu yang ada di kepalamu?
Belajarlah dengan giat.
Tunggu
Kenapa ada yang keluar begini?
Maafkan Aku.
Apa ini?
Itu karena aku merasa keenakan.
Apa ini keluar saat kamu merasa keenakan?
Apa-apaan itu
Punyamu ngaceng lagi nih
Ada apa dengan kontol ini sih?
Ayo cepat, sudah saatnya kamu belajar lagi!
-Oh, tidak. -Apanya yang tidak? Katakan dengan jelas
-Oh, tidak, aku mau keluar! -Kalau begitu ayo cepat keluarin!
Kamu bahkan tidak bisa ejakulasi dengan benar?
Apa kamu ini tidak bisa melakukan apapun dengan benar?
Maafkan Aku.
Tunggu sebentar dan lihatlah.
Jika kamu mau melakukan sesuatu yang erotis dengan ibumu.
-Aku nggak bisa. Aku mau keluar. -Aku nggak mau melakukannya.
Jangan ditahan lagi!
Aku nggak mau kalau kamu menahan lebih lama lagi.
-Ayolah! -Tidak, tidak..
Apa?
Apa Kanmu nggak mau klimaks?
Kamu nggak mau klimaks?
Aku mau keluar kok..
Kenapa?
Aku mau memasukkannya ke dalam memek ibu.
Dan bisa-bisanya kamu berkata begitu?
Atau kau nggak bisa keluar gitu?
Kalau begitu lakukan dengan cepat!
Pasti.
Sebenarnya Aku..
Aku tidak ingin melakukan hal semacam ini.
Enak banget..
Jangan bilang enak seperti itu. Ayo lakukan dengan cepat!
Wajahmu merah semua.
Kenapa Kamu tidak berkonsentrasi seperti ini ketika Kamu sedang belajar?
Kamu benar-benar cuma memikirkan seks.
-Kamu ini monyet, buKan? -Itu terlalu cepat.
Ayo cepat, buruan!
Oh, tidak.. Tidak
Jangan hentikan aku.
Ayolah cepat!
Bagaimana kalau kamu itu belajar dengan semangat ini?
Hei, wajahmu Sampai merah semua begitu.
-Aku baik-baik saja. -Fokuslah pada studimu.
Ayo, cepatlah keluarkan itu
Aku mau keluar!
Cepatlah
Kenapa berhenti tiba-tiba begitu
Aku masih tidak percaya ini.
Jangan bergerak tanpa seizinku.
-Maafkan Aku. -Bagaimana bisa kamu goyangin begitu..
Bisa-bisanya seorang pria membuat suara semacam itu.
Wanita lain pasti akan membencimu.
Kontolmu semakin keras saja.
Ibu, ada apa?
Kenapa Kamu berkedut begitu?
Kau lebih baik dariku, kan?
Jangan menatapku begitu
Jangan lihat aku. Berkonsentrasilah pada klimaksmu.
Ini hebat sekali.
Ini hebat sekali.
Pantatnya ibu..
Ngomong apa kamu ini?
Apa ibu merasa nikmat?
Bagaimana bisa aku merasakan sesuatu seperti itu?
Kamu bahkan tidak berprestasi di sekolah dan kontolmu ini tidak enak.
Ahh Aku mau keluar!
Ayo, keluarkan cepat!
Ohhh! Tunggu, Apa Kamu mau keluar di dalam?
Maafkan Aku.
Ohh enaknya.
Hei, gimana?
-Oh, tidak.. -Apa Kamu mau keluar?
-Katakan dengan jelas! -Aaargghh.. Aku mau muncrat!
Jangan membuatku mengulangi diriku sendiri.
Tunggu
Jangan ejakulasi tanpa seizinku begitu.
Siapa yang memberimu izin untuk ejakulasi duluan?
Maafkan Aku.
Percuma saja.
Tunggu, Apa yang kamu lakukan??
-Jangan sentuh aku tanpa izin. -Kamu luar biasa!
Kenapa kamu suka sekali menjilat seperti binatang begitu!?
Itu menjijikkan
Ohhh Ini enak banget.
Apa yang kamu lakukan??
Kamu masuk tanpa izinku.
Hei, kenapa kamu menggenjot tanpa izin begitu?
Tiba-tiba saja masukkin itu.
Benar-benar nggak enak!
Berapa lama Kamu mau terus melakukan ini?
Kau juga harus membuatku merasa nikmat.
Ahhh enak banget
Ini benar-benar nggak enak
Genjotanmu ini benar-benar nggak enak
-Enak? Nggak sama sekali.
Aku bahkan nggak bisa ikut genjot juga.
Sepenuhnya sama seperti sebelumnya
Ini nggak enak sama sekal
Ah! Tunggu..
-Barusan kamu orgasme, 'kan? -Nggak.
lya,'kan?
Bagaimana bisa Aku orgasme?
Kamu pikir Aku akan klimaks ketika Kamu melakukan itu?
Jangan meremehkanku.
Enak banget..
Ini nggak enak sama sekal
Ini nggak enak sama sekal
Bolehkah Aku keluar di dalam? -Eh? Tentu saja nggak boleh!
Ayo, tarik itu keluar.
Bagaimana bisa aku membiarkanmu keluar di dalam?
Kenapa Kamu bisa berpikir begitu?
Tentu saja nggak boleh
Maafkan Aku.
Kamu ini selalu saja..
Kamu selalu keras kepala. Aku jadi mengkhawatirkanmu.
Bagaimana bisa kamu bersosialisasi kalau begini caranya?
Paham, nggak?
Dan kepribadianmu ini..
Ada masalah besar
Dengarkan.. Ibu
Enak?
Ahh luar biasa..
Aku nggak merasa nikmat.
Jangan seenaknya menggenjotku begitu
Tidak, jangan terlalu dalam.
Aku mau cium.
Kau juga ternyata bukan pencium yang baik.
Aku nggak bisa merasakan apa-apa.
-Tidak, jangan dicepatin begitu tanpa seizinku -Ahhh rasanya enak.
Hei, Kenapa kamu berhenti?
Tidak.. Jangan.
Maafkan Aku.
Aku yang minta maaf.
Jangan berhenti!
Jangan dilepasin begitu..
Jika Kamu memulainya, Kamu juga harus menyelesaikannya dengan tuntas.
Maafkan Aku.
Tadi itu ciuman yang buruk
Lakukanlah seperti ini.
Kamu basah kuyup begini.
Aku sama sekali nggak menikmati ini.
Ada apa denganmu?
Ayo terus genjot yang benar!
Tunggu, ini terlalu keras.
Ahhh enak banget..
Ahhh enaknya.
Jangan terlalu dalam. Bagaimana bisa aku menikmati ini?
Ibu!
Aku mau keluar.
-Tunggu, jangan keluar tanpa izinku. -Aku mau muncrat!
Di mana Kamu mau keluar?
-Hei, tunggu.. -Enak banget.
Keluarkan
Aku nggak percaya ini.
Baguslah aku ibumu.
Jika tadi itu gadis lain..
Bagaimana kalau kamu keluar di dalam?
Jika Kamu keluar seperti itu, Kamu bertanggung jawab untuk itu.
Kemarilah!
Bersihkan ini.
Kenapa kamu keluar banyak banget begitu?
Ini sangat buruk.
Maafkan Aku.
Aku nggak percaya ini.
Kamu sudah sejauh ini. Kamu harus giat belajar!
Jika nilaimu nggak meningkat, aku akan sangat marah.
Mengerti?
Kurasa Shinichi belum mandi.
Benarkah?
Terima kasih telah memberitahuku. Dia ini memang sangat ceroboh.
Ini nggak masalah buatku
Shinichi..
Hari ini kamu belum mandi, 'kan?
-Oh, ya. Aku mandi besok saja. -Kamu ini terlalu jorok.
Kamu ini sudah bukan siswa sekolah dasar lagi.
Sungguh menyebalkan kamu ini.
Kamu jorok banget sih. Singkirkan ponselmu itu.
Lepaskan pakaianmu.
-Eh? Ng-nggak perlu. -Aku bisa mencium bau keringatmu.
Ini memalukan..
Nggak masalah. Kamu bukan anak kecil lagi.
Ya benar begitu, yang di bawah sana juga.
-Eh? -Lepaskan semuanya.
Kenapa punyamu bangun begitu?
-Oh.. Soal itu.. -Apa Kamu lihat bokep di ponselmu?
-Ti-tidak. -Apa kamu nggak malu? Aku akan mulai membersihaknnya di sini.
Punyamu udah keras begini
Bagaimana bisa aku membersihkannya kalau seperti ini?
Kenapa Kamu ngaceng begini sih?
Hei, kenapa?
Karena kamu cantik.
Ti-tidak, nggak apa-apa.
Apa yang harus Aku lakukan?
Nggak bisa dibersihkan kalau begini caranya.
Kamu harus membuatnya kecil terlebih dahulu.
Woo
-Apa ini akan membuatnya mengecil? -Ya.
Bisakah ini jadi mengecil kalau kamu ejakulasi?
Begini?
Tapi..
Baunya sangat menyengat.
Maafkan Aku.
-Baunya terlalu menyengat. -Kalau begitu jangan dicium begitu..
Apa ini?
Ujungnya sudah basah begini.
Apa yang terjad
Berani-beraninya kamu nggak mandi seperti ini?
Hei, sebenarnya apa yang kau inginkan?
Kenapa Kamu terus ngaceng begini?
Apa kamu masih terangsang dengan aroma seperti ini?
Aku nggak percaya ini
Ini benar-benar bau.
Apa kamu nggak malu?
Bau kontolmu sampai seperti ini.
Ini malah makin keras bahkan setelah dimarahi.
Tidakkah kamu merasa nggak berguna?
Ayo cepat keluarkan!
Ibu!
Aku mau lihat payudaramu.
Bisakah Kamu keluar cuma dengan melihat ini?
Apa ini cukup?
Ini jadi semakin basah saja.
Apa ini?
Bahkan tanganku ini jadi semakin kotor.
Bahkan Aku perlu mandi lagi setelah ini.
Maafkan Aku.
Benar begitu
Ayolah
Dan..
Jangan coba-coba lagi nggak mandi begitu.
Kamu juga perlu mencuci kamar mandi
-Maafkan Aku. Ohhh sungguh
Ingat-ingat saja
Sungguh kontol yang keras dan bau
Bagaimana bisa kamu bilang kalau Kamu nggak mau mandi?
Apa gunanya mandi besok?
Ini benar-benar bau. Bau apa sih ini? Apa itu keringat?
Atau bau lain? Bagaimanapun, ini pasti karena Kamu sebelumnya lagi coli.
Itu sebabnya jadi bau begini, 'kan?
Kamu ini sungguh orang yang mesum
Apa kamu mengerti?
-Ya. -Hahhhh ini benar-benar buruk.
Bau banget
Ini benar-benar jorok.
Di sini? Bisakah Kamu keluarin dengan cepat?
Ayo cepatlah!
Dasar kamu nggak berguna
Aku akan memberimu pelajaran.
kau satu-satunya yang menjijikan begini
Apa-apaan kamu ini terangsang dengan payudara ibumu sendiri?
Ayo, cepat keluarkan!
Kamu bahkan nggak bisa keluar?
Kamu ini benar-benar nggak berguna.
Aku bahkan nggak bisa makan dengan benar, dan kamu nggak bisa belajar dengan sungguh-sungguh.
Kenapa ini semakin gede saja? Ada apa?
Apa yang keluar dari ujungmu ini?
Setelah ejakulasi pun,.
Akulah yang harus membersihkannya.
Ini licin banget jadinya.
Bisa-bisanya kamu sampai selicin ini.
Ini enak banget.
Ini semua karenamu.
Karena kamu nggak mau mandi.
Kau mengerti?
Dan bahkan Kamu membiarkanku melakukan ini?
Ini semua karena kamu nggak mau mandi.
Aku nggak percaya ini.
Apa yang kamu inginkan?
Gimana kalau kau secepat mungkin untuk keluarkan itu?
Apa itu benar?
Itu benar, bukan?
Ayolah cepat!
-Enak banget rasanya. -Jangan cuma bilang begitu.
-Kenapa kamu masih saja menikmati ini. -Ahhhh Aku mau muncrat! Aku mau muncrat!
Apa-apaan ini?
Kaki dan tanganku..
Kaki dan tanganku semuanya kena spermamu.
Aku juga harus mandi lagi
Kamu ini maunya apa sih?
Maafkan Aku.
Minta maaf kau bilang??
Ini sudah cukup untuk hari ini
Kau harus lebih rajin mandi mulai besok.
-Ah, baik.. -Airnya jadi terbuang sia-sia.
Jelas bahwa Aku melakukan ini untuk kebaikanmu sendiri.
Kamu benar-benar nggak mau melakukan apapun?
-Aku minta maaf. -Tidurlah sekarang kalau kamu mau dimaafkan.
Berhenti bermain dengan HP-mu
Kamu mengerti?
Iya
Kau ini benar-benar ya.
-Haaahh sudah lama kita nggak bersantai seperti ini. Benar, bukan? -Ya, benar.
Jadi..
Aku rasa begitu.
Jika kamu nggak belajar dengan giat, kamu akan dimarahi lagi oleh ibumu.
Kamu harus berlaku baik di depan ibumu.
Ibu juga melakukan itu untuk kebaikanmu sendiri
Belajarlah dengan giat!
Ayah juga sesekali ajari aku dong.
Eh? Nggak deh.
Hal-hal itu terlalu sulit untuk ku mengerti
-Benarjuga, Aku mau membantu ibu dulu. -Ah, benar juga.
Ibu...
-Aku mau bantuin. -Terima kasih.
Beres-kan saja piring-piring itu.
Apa yang kamu bicarakan dengan Ayah tadi?
Nggak ada kok..
Oh, ya?
Apa Kamu benar-benar membersihkannya dengan baik?
Ya, sudah ku lakukan.
Ini bersih, kan?
Tuh, masih ada air yang menetes.
Aku senang Kamu membantuku. Tapi bukanakah kamu harus belajar?
Tentu saja sudah.
Benarkah?
Walaupun begitu, Aku nggak berpikir demikian.
-Di mana Aku harus meletakkannya? -Taruh di dalam lemari.
Lap yang ini juga.
Tunggu, apa yang kamu lakukan?
-Shinichi? -Aku udah nggak tahan lagi.
Kamu akan memecahkan piring-piring in
Jangan lakukan itu.
Jika Kamu diam, kita nggak akan ketahuan.
Bukan itu masalahnya.
Ayahmu masih di sini, Iho.
Ayolah, aku mohon padamu.
Kamu bisa melakukan nya.
Jangan? sentuh itu.
Aga yang kamu laku kan??
Hentikan.
Nafasmu jadi panas begitu.
Ako nggak tahan lagi.
Kamu bukan binatang. Jangan lakukan ini.
Ayahmu masih di sini. Jangan lakukan ini.
Ayahmu masih di sini.
Y'a, Tuhan.
Tunggu, jangan lakukan itu.
Ayahmu masih di luar sana.
Ini kenyal banget.
Bagaimana jika Ayah datang?
Kamu sudah gila, ya?
Biarkan saja Ayah di sana.
Apa maksudmu, biarkan dia? Apa kamu mendengarkanku?!
Dia sedang membaca buku. Jadi nggak masalah.
Kamu ini, sudah cukup!
Lagipula kenapa kamu nggak belajar jam segini?
Itu untuk masa depanmu.
Ayo kita lakukan ini dan kemudian aku akan pergi belajar.
Bohong
lbu, di sini..
Sudan keras!
Apa ini enak?
Bagaimana bisa ini enak bagiku?
Di sini sudah basah banget.
Itu nggak benar.
-Jangan bicara omong kosong. -Ini benar kok.
-Ibu pasti merasakan sesuatu, 'kan? -Tidak.
Apa yang kamu lakukan??
Kamu selalu melihat ke bawah sana.
Tunggu, jangan lanjutkan ini.
-Ada apa, ibu? -Apanya?
Pinggulmu bergerak sendiri.
Ayahmu itu masih di sini.
Nggak masalah.
Ya!
Ah, ya
Oh, baik..
Kebetulan aku libur hari ini.
Ya
Mari kita bicarakan besok.
Ya
Di sana.
Kita akan melakukannya.
Ya
Maafkan Aku sebelumnya.
-Apa ibu orgasme? -Tidak, nggak sama sekali.
-Kau benar-benar begitu. -Tidak.
Aku nggak merasakan apa-apa sama sekali.
Lebih dalam lagi..
Tunggu, rambutnya menghalangi.
Ini masih nggak cukup. Ayolah.
Terus lakukan itu.
Aku nggak akan bisa merasakannya. Cobalah sedikit ke bawah. โ
Kalau tidak, aku nggak bisa merasakannya.
Jilat dengan pelan-pelan
Keluarkan sedikit lidahmu.
Keluarkan lidahmu
Begini
Ah, aku orgasme
Itu terlalu dalam. Aku nggak bisa!
Ayo, jilat dan bersihkan itu.
Ayo, terus..
Masukkan itu.
Ayo, teruskan.
Jangan berhenti.
Aku akan mengajarimu dengan benar. Jangan lakukan itu!
-Maafkan Aku. -Ya, benar. Jangan lakukan itu.
-Maa'fkan Aku. -Lakukanlah dengan benar..
Aahhh mau keluar!
Ayo bangun
Keluarkan lidahmu.
Sedikit hisap juga.
Pokoknya kamu harus belajar dengan giat.
Aku sudah melakukan semua yang kamu minta. Kau mengerti?
Ya, aku mengerti.
Kalau begitu, sana pergilah ke tempat ayahmu.
Ibu..
Soal itu..
-Aku ngaceng parah. -Aku nggak bisa.
Ayahmu ada dekat di sebelahmu. Apa yang kamu pikirkan?
Ayo, kembalilah.
Ingatlah untuk belajar nanti.
Apa Kamu benar-benar membantu?
Kamu harus bersikap baik padanya.
Jika tidak, Kamu akan dimarahi.
Kamu baru saja dimarahi, 'kan?
Nggak masalah kok.
Ini jarang terjadi.
-Itu karena.. Aku sudah membantunya. -Oh, begitu.
Kamu melakukannya dengan sangat baik.
Kalian! -Ya?!
Ada apa dengan kalian?
Shinich
Ayo belajar sana!!
Ah.. Ya!
Kamu juga.
Ini hari yang indah. Sebaiknya pergilah jalan-jalan.
Tidak, aku..
Aku..
Aku akan pergi nanti.
Kamu ini selalu saja plin-plan.
Cepatlah sana
Ah, ya..
Kalau begitu aku mau jalan-jalan.
-Lagi yuk.. -Aku nggak bisa melakukannya lagi.
Yang barusan itu juga tadi sangat bergairah
-Nggak apa-apa yuk. -Aku nggak bisa. Aku sudah terlalu tua.
Mari kita lakukan lagi besok.
Suatu waktu lagi nanti.
Sayang..
Kamu terlalu cepat keluar akhir-akhir ini.
Kamu nggak melakukannya denganku lagi seperti dulu.
-Aku nggak bisa berbuat apa-apa. Aku lelah bekerja. -Walaupun demikian..
Lagipula Aku sudah nggak muda lagi
Jadi, Aku nggak bisa melakukannya setiap hari.
Ibu..
Ada apa
Tadi dengan Ayahmu..
Itu sudah berakhir sebelum aku merasakan nikmatnya.
Jadi Aku nggak bisa menahan diriku lagi.
Hei, kenapa nggak kamu saja yang meneruskannya?
Nggak apa-apa, 'kan?
-Tapi.. -Oh, Kamu nggak mau?
Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk menghisap lidahku sebelumnya?
Apa Kamu ingat ciuman seperti apa yang aku suka?
Ayahmu itu benar-benar ya..
Kamu udah ngaceng parah begini
Kamu nggak mandi lagi, ya?
Baunya luar biasa menyengat
Bukankah aku menyuruhmu untuk mandi?
Sungguh bau yang luar biasa
Enak banget.
Ah. Luar biasa!
Kontol ini benar-benar bau.
Aku perlu membersihkannya terlebih dahulu
Semuanya penuh dengan liurku ini
-Nikmatnya! -Apa rasanya enak?
Jangan dihisap terlalu keras begitu
Nggak mau?
Apa benar nggak mau?
Tidak, Aku nggak bisa.
Aku nggak bisa.
Basah semuanya nih.
Bersabarlah sedikit.. Sampai aku memberimu izin.
Kamu nggak boleh klimaks sampai Aku memberimu izin.
Maafkan Aku.
Ahhh, tidak.. Aku mau keluar
Apa Kamu pikir Kamu bisa keenakan terlebih dahulu?
Kamu juga harus membuatku puas.
Ayo, apa kamu nggak mau lepasin pakaianmu?
Jangan bodoh, Jangan bodoh sepanjang waktu.
Jilat itu.
Buat aku merasa puas..
Ohh ya, sentuh sisi ini juga, buat aku terpuaskan
Jilat lebih keras lagi.
Kalau tidak, itu nggak cukup sama sekali
Buat Aku terpuaskan dulu atau Kamu nggak boleh keluar!
Ayo, jilat itu!
Ayo lebih keras! Lebih nakal! Jilat dengan cepat!
Ya, ya, benar begitu
Ohhh enak banget!
Teruslah menjilat.
Oh, aku klimaks!
Oh, orgasme!!
Satu orgasme itu nggak cukup.
Gunakan lidahmu.
Keluarkan lidahmu.
Ahhh nikmatnya
Ahhh iya benar! Sodok dengan lidahmu itu
Ya benar, pertahankan.
Ohhh ini nikmat sekali, Aku mau keluar nih!
Aku orgasme
Aku orgasme!
Ternyata kamu masih bisa melakukannya.
Itu bagus.
Hisap lidahku
Luar biasa, punyamu ini sangat keras!
Apa yang harus Aku lakukan dengan ini?
Aku mau dimasukkin..
Memekku sudah sangat basah.
-Ibu, apa yang kamu lakukan? -Jangan bergerak.
Ini tempat yang biasa kamu masukkin
Kamu bisa melihatnya dengan jelas, bukan?
Ahhhh ini luar biasa!
-Ibu, Apa ini? -Ini enak, 'kan?
Apa kamu nggak malu?
Bisakah Kamu melihatnya?
-Kamu benar-benar seperti anak kecil. -Oh, aku benar-benar merasa malu
Malu? Benar-benar malu?
-Ini salahmu sendiri, 'kan? -Walaupun malu, tapi ini enak banget.
Malu tapi enak, 'kan?
Kamu sekarang jadi mesum, ya?
Lihatlah tempat di mana punyamu dimasukkan.
Apa Kamu pernah melihatnya sebanyak itu? Ayo, lihat itu.
-Apa itu masuk? -Ya, itu masuk.
Apa ini enak melakukannya bersama ibumu?
Ahhh ini enak banget.
Apa kamu bisa merasakannya keluar masuk begini?
Ohhh ini enak banget!
-Apa rasanya enak? Melakukannya dengan Ibumu. -Enak banget
Ini masih belum! Punyamu makin besar saja.
Buat ini lebih besar lagi! Aku masih belum puas
Aku nggak membuat Kamu merasa baik dengan memberi Kamu ereksi.
Apa kamu nggak ingin berhubungan seks?
Ini mesum namanya, 'kan?
Apa yang ingin kamu lakukan?
Kamu ngaceng banget begitu.
Aku akan membiarkanmu memutuskan.
-Aku mau masukkin.. -Di posisi apa?
Bagaimana kamu mau melakukannya?
Ibu yang di bawah.
Apa begini?
Ini benar begini, 'kan?
-Genjot dari belakang, lihatlah pantat Ibumu itu. -Ini sungguh cantik
Aku masih nggak percaya. Ini sungguh perbuatan mesum
Ah, ya ya. Lebih dalam lagi
Dalam banget. Itu sampe mentok jauh ke dalam.
Ya, benar.. Hei, ayo lebih keras lagi genjotannya. Ayolah.
Ayo, cepetin itu.
Aaahhhh nikmatnya!
Teruskan! Jangan berhenti!
Uhhh enaknya, ini enak banget!
Ahhh enak banget nih. Aku nggak kuat!
Ahhh Aku orgasme.
Apa kamu sudah lelah?
Kamu harus lanjut terus
Kamu ini masih sangat muda, ayo kita teruskan.
Bukankah tadi kamu bilang kalau kamu akan bekerja keras?
Benar, 'kan?
lya,'kan?
Aku tahu kamu suka payudaraku itu.
Berikan aku kontolmu. Berhenti menjilat dan berikan aku kontolmu.
Ayo masukkan..
Aku mau kontol! Aaarrrghhh tidak!
Aku mau kontolmu..
Menurutlah padaku
Aku orgasme!!
Kamu harus menurut, Aku orgasme hebat
Aku sudah klimaks berkali-kal
Aku nggak bisa menahannya lebih lama lagi.
Masukanlah dan buat aku terpuaskan.
Ahhhh ini enak banget
Ahhh enaknya..
Klitoris Aku juga semakin mengeras
-Genjot terus.. -Ahhh ya.. Boat aku terpuaskan
Ahhh luar biasa.
Ahhh Shinichi, ini enak banget!
Aku ingin segera menyelesaikannya.
Ohhh enak banget! Memekku.. Memekku enak banget di dalam sana..
Aku orgasme!
Aku orgasme
Tidak, aku baru saja keluar..
Kamu harus melakukan apa yang diperintahkan!
Ini gede banget dan juga enak!
Orgasme.. Aku orgasme
Luar biasa!
Punyamu semakin besar saja.
Kamu memang cuma pandai kalo soal ini.
Aaargghhh enak banget.
Ahhh Aku orgasme!
Lagi.. Ayo lagi
Lebih dalam, lebih dalam lagi
-Itu dalam, bukan? Ahhh rasanya enak.
Apa Kamu sudah mau keluar?
-Keluar di dalam ya? -Keluarkan saja di dalam.
Ahhh ya, benar.
-Aku mau keluar! -Ya, keluarkan saja
Ohhh!! Luar biasa!!
Kamu keluarnya banyak banget ya..
Mulai sekarang, Kamu boleh keluar di dalam ya.
Kau mengerti?
Kita lakukan ketika ayahmu nggak bisa ya
Aku akan membiarkanmu membuatku puas
-Aku akan melakukannya dengan baik. -Anak yang baik.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.