Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
The Judge from Hell
KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF.
AKTOR ANAK DAN HEWAN DIREKAM DALAM SITUASI AMAN.
- Apa yang terjadi? - Hei.
Jika bunuh diri, mungkin karena dia menculik Hakim Kang. Jika itu pembunuhan...
GARIS POLISI
Siapa pelakunya?
Seseorang yang ingin Jeong Seonho mati.
Bukankah itu sudah jelas?
Tubuhnya dimutilasi hingga mustahil diidentifikasi visual.
Mari kita tunggu hasil otopsinya.
- Kami temukan ini di dekat TKP. - Ya.
"Ayah dan kakakku membunuhku."
EPISODE 12
Aku...
tak membunuh adikku.
Lalu kenapa adikmu
meninggalkan catatan seperti ini?
Aku juga penasaran.
Pada hari ketika adikmu tewas,
apa yang sedang kau lakukan?
Aku sedang di rumah.
Semua kamera pengawas di rumahmu rusak,
jadi, kami tak bisa memastikannya.
Pada hari Hakim Kang ditawan di rumahku,
seluruh kamera pengawas dihancurkan pagi harinya.
Mungkin adikku pelakunya.
Itu sebabnya kau ingin membunuh adikmu?
Karena dia selalu membuat masalah?
Untuk apa kulakukan itu?
Tak ada gunanya membunuh dia sendiri.
Aku yang membunuhnya.
Aku salah membesarkan dan mengarahkan putra bungsuku.
Aku tak peduli ucapan orang lain,
tapi dia berharga bagiku.
Apa dia begitu berharga bagimu
hingga kau menyiapkan pemakamannya bahkan sebelum hasil tes DNA keluar?
Dia sudah tiada.
Apa mereka akan tertipu?
Tentu saja.
Benar, Justitia?
Wah, biru!
Cantik sekali.
Jangan membuatnya kusut.
Pada hari Hakim Kang ditawan,
Jeong Taegyu menemui anggota dewan di lapangan golf.
Dia orang yang mengusulkan undang-undang pembangunan ulang Hwangcheon.
- Ayo. - Baik.
- Itu tampak mencurigakan. - Ya.
Kapan kita akan dapat hasil tes DNA-nya?
Dalam tiga hari.
Itu tepat di hari pemakaman.
Aku yakin ada yang mencurigakan di sini.
Kenapa kau diam saja dari tadi?
Apa ada yang mengganggumu?
Aku memikirkan sesuatu.
Kita masih punya waktu sebelum pemakaman. Mari tunggu saja hasil tesnya.
Awasi Jaegeol dan Taegyu.
- Baik. - Baik.
FOTO-FOTO TKP JEONG SEONHO
Haruskah aku menyampaikan...
belasungkawa?
Kurang ajar kau!
Dia tamu kita.
Terima kasih sudah datang.
Selamat. Duri di keluargamu sudah pergi.
Hei!
Tak perlu berpura-pura di depanku.
Aku tahu
kau sama sekali tidak sedih.
Besok tubuhnya dipindahkan, ya?
Semangat.
Jalang gila.
Sungguh menarik.
Kenapa kau berakhir begini?
Kenapa kau harus pergi sebelum ayahmu?
Mayat di dalam mobil itu bukan Jeong Seonho.
Apa? Apa maksudmu?
Itu hasil tes dari BFN.
Lalu mayat siapa yang di dalam mobil?
DNA-nya cocok dengan buronan yang menghilang sepuluh tahun lalu.
Apa?
Itu tidak masuk akal.
Bukankah artinya Jeong Seonho masih hidup?
Jeong Seonho terakhir kali terlihat di motel di Gangwon-do.
Dia masuk ke mobil tak terdaftar di sana sebelum menghilang.
- Aku akan kembali ke Gangwon-do. - Baiklah.
Tidak perlu begitu.
Aku...
akan menyerahkan diri.
Seonho!
Pak.
Kami dapat kabar Seonho muncul di kantor polisi.
- Dia masih hidup? - Ya.
4 HARI YANG LALU
NARATAMA PASIEN: KANG BITNA
- Halo. - Kau datang.
- Ya. - Halo.
Hei.
Di mana Hakim Kang?
Kami datang karena mendengar dia akan pulang hari ini,
tapi dia tak ada di sini.
Pukul 22.00 malam ini di kafe depan vila.
Aku cemas kau tiba-tiba menghilang.
Duduklah agar kita bisa bicara.
Aku berencana menanganinya sendiri,
tapi kurasa lebih baik jika aku memberitahumu lebih awal.
Soal apa?
Kini Jeong Seonho ada di Gangwon-do.
Dia punya bukti tentang pembunuhan berantai J.
Aku resepsionis. Bisa buka pintunya sebentar?
Ada polisi yang menelepon.
Seharusnya kau mati saja saat itu.
Kita akan gunakan Jeong Seonho untuk menangkap J.
Ini dia!
Semoga berhasil, Justitia!
Hei.
Aku akan bereskan ini dahulu.
Cepatlah.
Ayo.
Kapak milik siapa itu?
Kenapa kau ingin tahu?
Milik kakak atau ayahmu?
Entahlah. Aku tak bisa bicara.
Kenapa? Kau takut?
Karena mungkin kau akan mati di rubanah seperti ibumu?
Diam kau.
Kenapa kau kabur sambil membawa kapak yang bukan milikmu?
Kau pasti ingin menelepon ke rumahmu.
"Aku punya bukti pembunuhan berantai.
"Jadi, bantu aku melarikan diri."
Benar, bukan?
Bawa itu ke kantor polisi dan serahkan dirimu.
Lalu beri tahu mereka siapa J, entah itu ayah atau kakakmu.
Kenapa aku harus melakukan itu?
Bukankah kau ingin balas dendam pada pembunuh ibumu?
Biar kubantu.
Aku tak percaya denganmu.
Sebaiknya kau percaya.
Karena kakak dan ayahmu akan membunuhmu.
Baiklah. Ayo kita bertaruh.
Bukankah seharusnya kita ambil kapaknya?
Tidak. Dia harus menyerahkan diri
agar kita bisa menjadikannya saksi.
Tapi apa dia akan melakukannya?
Kita akan segera tahu.
Telepon saja rumahmu sesuai rencana.
Jika ayah dan kakakmu membantumu,
aku akan pergi.
Tapi jika aku benar, kau harus bekerja sama denganku.
Bagaimana?
Halo?
Taegyu. Ini aku.
Bantu aku.
Di mana kau? Kukirim orang sekarang.
Kau tak akan melaporkanku, 'kan?
Tidak akan. Jangan khawatir.
Baiklah. Aku mengerti.
Seharusnya dulu kita bunuh dia bersama ibunya.
Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
PENGINAPAN PHOENIX
Kita mau ke mana?
Hentikan mobilnya. Berhenti!
Apa-apaan ini?
Siapa kalian? Minggir!
- Kami adalah... - Siapa?
Iblis.
- Bebaskan mereka setelah beberapa hari. - Baik!
- Sebanyak apa ingatan yang harus dihapus? - Secukupnya.
Baik.
Rupanya aku menang.
Kau sungguh akan membalas dendam pada pembunuh ibuku?
Tentu saja.
Apa yang kau lakukan?
Aku teringat perlakuanmu padaku di rubanah.
Menyebalkan.
Kita akhiri saja pertikaian di antara kita.
Apa yang harus kulakukan?
The Judge from Hell
Dari mana kau mendapatkannya?
Dia pendosa yang mati sepuluh tahun lalu. Demi penghilangan bukti yang sempurna,
kami sering diminta menyatakan mayat pendosa sebagai orang hilang.
Teknologi pengawetan khusus kami menjaga tubuh tetap segar seolah mayat
- baru mati kemarin... - Catatannya.
Sudah kutulis sesuai perintahmu.
AYAH DAN KAKAKKU MEMBUNUHKU
Tapi kenapa kita melakukan ini?
Untuk mengecoh ayah dan kakakmu, serta mengulur waktu.
Jadi, kau bisa hidup dan menyerahkan diri.
Bereskan TKP hingga tuntas.
- Baik! - Baik!
Lindungi dia hingga menyerahkan diri.
Jangan khawatir.
Dan kau. Jangan pukul dia.
Akan kuusahakan.
Sebelah sini.
- Kau memanggil polisi? - Aku tak datang sebagai polisi.
Namun, sebagai anggota keluarga korban yang menunggumu menyerahkan diri.
Aku...
akan menyerahkan diri.
Apa hubunganmu dengan pria yang ditemukan tewas di mobilmu?
Aku tak mengenalnya.
Kenapa kau mengurung dan menyerang Kang Bitna?
Aku tidak ingat.
Hei, Berengsek.
Kau menyerang Kang Bitna tahun lalu.
Kau mencoba membunuhnya lagi karena dulu kau gagal!
Kenapa kau harus berteriak?
Akan kugunakan hakku untuk tetap diam sampai dia pergi.
Apa? Menggunakan hakmu?
Kau mendengarnya dari suatu tempat, 'kan?
Kau sungguh...
Aku akan menjaga rahasiamu sebagai pembunuh Kang Bitna selamanya.
Tentu saja aku juga tak akan menghukum
atau memberimu vonis secara resmi.
Lalu pembalasan dendam ibumu
kupastikan akan berhasil.
Ayah dan kakakku
membuat ibuku kelaparan hingga mati.
- Apa kau punya bukti? - Kamera perekam.
- Ada di mana itu? - Aku tidak tahu.
Awalnya ada di rubanah, tapi kini menghilang.
Apakah Jeong Taegyu adalah J?
Atau Jeong Jaegeol?
Itu...
Kau telah menyerahkan diri, tapi kenapa tak berkata jujur?
Hanya itu dariku.
Aku akan terima hukuman atas pengurungan dan penyerangan Kang Bitna.
Jadi, tolong pastikan para pembunuh ibuku
juga dihukum dengan setimpal.
Daon.
Sudah kukirim kapak itu ke BFN untuk dites.
Karena sudah dipercepat, kita akan dapat kabar dalam tiga hari.
Tak seharusnya aku bicara di sini.
- Maafkan aku. - Tidak apa-apa.
TAHANAN
Terima kasih atas kerja samanya.
Sialan!
Astaga, sialan!
Seharusnya kubunuh saja dia.
Pak.
Apa yang dia katakan pada polisi?
Kami belum tahu.
Yang lebih penting, kami curiga proyek pembangunan ulang akan dibatalkan.
Sepertinya anggota dewan lepas tangan.
Itu tidak penting. Hal yang ingin kutahu adalah
apa yang dikatakan Jeong Seonho dan kapan dia dibebaskan.
Karena dia menawan hakim yang sedang menjabat, mungkin...
Berengsek!
Pastikan kau membawanya padaku. Paham?
Baik, Pak.
Pak, kami dapat informasi ini dari Kantor Polisi Nobong.
Saat Seonho menyerahkan diri, dia juga menyerahkan senjata
dan menyebutnya sebagai bukti pembunuhan berantai.
Senjata?
- Senjata apa? - Itu...
Katakan sekarang.
Senjata itu adalah kapak.
Kapak...
Hei, ini luar biasa!
Jeong Taegyu menyuap anggota dewan
untuk melancarkan pembangunan ulang Hwangcheon.
Ada buktinya?
Sebuah rekaman telah dihapus dari kamera lapangan golf.
Namun, sudah kupulihkan semuanya.
Konon pembangunan ulang di wilayah itu termasuk ilegal.
Bukankah itu bisa dibatalkan?
- Tentu saja. - Bersiaplah menginterogasi Jeong Taegyu.
Baiklah, Bereng...
Maafkan aku.
Aku hanya terlalu antusias.
Lalu sesuai perintahmu,
kami sudah bocorkan informasi tentang kapak dari Jeong Seonho,
jadi, Jeong Taegyu sudah tahu.
Ya, kerja bagus.
Sekarang jelaskan, Daon.
Kenapa kau menyarankan kita membocorkannya?
Jeong Jaegeol dan Jeong Taegyu.
Kita akan buat penjahat sesungguhnya bergerak.
Dengan begitu, kau bisa membereskannya
sebelum hasil tes kapak itu keluar.
Karena kurasa itu akan membantu kita menemukan J lebih cepat.
Kau cukup terlambat.
Berengsek!
Aku ingat kali pertama bertemu denganmu.
Tatapan matamu dahulu juga begitu.
Jeong Seonho punya bukti.
Itu mustahil.
Cepat pastikan.
Tidak perlu.
Sungguh? Meski kita sekutu?
Tidak, Taegyu.
Kau yang melakukan hal itu.
Kau yang menyuruhku, Berengsek!
Aku hanya memberi saran. Kau yang memutuskan.
Kini kau harus bertanggung jawab atas pilihanmu itu.
Apa kau tahu alasanku
bergerak lambat pada pembangunan ulang Hwangcheon?
Karena aku sudah menemukan Kylum yang kau jatuhkan di Hwangcheon
saat kabur dari Neraka.
Itu ada di gedung sebelah Vila Hwangcheon.
Di mana Kylum itu?
Turun dan periksa keberadaan kapak itu lebih dulu.
Cepat!
Lilinnya masih menyala.
Itu berarti tak ada yang masuk.
Tutup mulutmu dan periksa saja.
Jeong Seonho tak mungkin masuk ke sini.
Kalau begitu, siapa?
Rupanya tebakanku benar.
Kang Bitna.
Halo, Sayang.
Pasti menyesakkan berada di sini.
Aku akan segera mengeluarkanmu.
- Apakah ada? - Tidak.
Siapa pelakunya?
Kang Bitna.
Dia seorang iblis?
Dasar jalang sialan!
Akan kubunuh dia.
Kau tak bisa membunuhnya.
Lalu apa yang harus kulakukan?
Serahkan Kylum padaku.
Kemudian akan kukirim kau ke luar negeri beserta semua hartaku.
Bagaimana aku bisa memercayaimu?
Kau baru saja mencoba mencampakkanku.
Kalau begitu, serahkan Kylum di bandara.
Berikan kepada orang yang akan kukirim.
Dan kau bisa segera meninggalkan negara ini.
Hubungi aku jika sudah siap.
Kau harus bergerak
lebih cepat dari polisi.
Omong-omong, bagaimana kau melakukannya?
Wah.
Kau sangat cerdas.
Kau menulis nama Jeong Jaegeol dan Jeong Taegyu seharian.
Sidik jarimu bisa rusak.
Tidak ada cara lain.
JEONG TAEGYU
PENGEMBANGAN INDUSTRI TAEOK
BAJINGAN IBLIS
Semua siap. Datanglah ke rumah.
VILA HWANGCHEON
- Itu... - Kylum!
- Aku juga ikut. - Kalian tetap di sini.
Tapi...
Jika bisa menemukannya semudah itu, aku pasti akan terus mengamatinya.
Tutup mulutmu.
Generic Holdings, Inc. Laporan Keuangan Perusahaan
Ini paspor palsu.
Kau bisa menarik uang segera setelah tiba.
Kylum.
Bisakah kau tunjukkan padaku?
"Saat iblis hidup di dalam tubuh manusia
"dan tubuh manusia itu mati,
"maka iblis itu juga akan mati."
Itu yang kau ucapkan saat kali pertama kita bertemu.
Kau tak bisa membunuhku.
Aku ayahmu.
Tidak.
Ayahku sudah mati 26 tahun yang lalu.
Pak Jeong Taegyu?
- Ya. - Ikutlah denganku. Sebelah sini.
Akan kuperiksa tiket dan paspormu.
Kudengar kau membawa sesuatu untukku.
Tidak. Aku tak bawa apa pun.
Ambil darinya.
Siapa kau?
Kembalikan.
Aku sudah membunuhmu.
Benar. Dalam ilusi yang kuciptakan.
Aku memanfaatkan keinginan tersembunyi manusia untuk memikat mereka.
Apa yang kau lihat hanyalah apa yang diinginkan oleh hatimu.
Kau ingin membunuhku, Taegyu!
Kau tahu kenapa kau kubiarkan hidup?
Karena menghabiskan hidup di penjara
akan jauh lebih berat daripada kematian.
Maaf aku tak bisa mengirimimu paket perawatan apa pun.
Kemarilah.
Kemarilah, sialan.
Kau mau ke mana?
Kemari kau, Berengsek!
Akan kubunuh kau!
Hei! Sialan!
Jeong Taegyu adalah J?
Ya.
Hasil forensik ini berasal dari BFN.
"Darah pada bilah kapak
"mengandung DNA korban pembunuh berantai J
"dan Inspektur Kim Soyeong.
"Lalu di bagian gagang kapak...
"ditemukan sidik jari Jeong Taegyu."
- Ayo tangkap dia. - Baik.
Baik, Pak.
Hasil forensik kapak sudah keluar.
Jeong Taegyu adalah J.
Dia juga Satan.
Kami sedang dalam perjalanan ke rumah Jeong Taegyu.
Aku akan tiba lebih dulu. Sampai nanti.
Akhirnya aku bisa menjadi abadi.
Jadi, itu kau?
Waktumu sepuluh detik untuk menjelaskan padaku.
Sepuluh, tujuh, tiga...
Lepaskan dan ayo kita bicara.
Kita berasal dari tempat yang sama.
Aku sedang tak ingin bicara denganmu.
Pergilah ke Neraka.
Rupanya kau Justitia.
Jangan sebut namaku dengan mulut kotormu itu.
Apa kau tak ingin tahu bagaimana Jeong Taegyu menjadi pembunuh berantai J?
Aku tak penasaran. Mati saja kau.
Han Daon!
Ini berhubungan juga dengan mendiang orang tuanya.
Dua puluh enam tahun yang lalu,
pemberontakanku gagal dan aku kabur dari Neraka.
Aku terluka saat melarikan diri
dan kehilangan Kylum juga. Aku mengembara tanpa tujuan saat bertemu dengannya.
Aku bisa langsung merasakannya.
Sifatnya yang haus darah akan menyelamatkanku.
Kau kemari untuk mengemis hanya karena masuk universitas?
Aku...
Aku belajar dengan sangat giat bahkan setelah Ibu tiada
karena aku ingin membuat Ayah bangga.
Aku diterima di Universitas Nasional Seoul,
Ayah.
Jangan memanggilku Ayah.
Kelahiranmu adalah sebuah kesalahan.
Satu kesalahanku semata.
Istriku dan Seonho akan segera pulang.
Jangan bilang siapa pun bahwa kau adalah putraku.
Hiduplah dengan tenang.
Ambil ini.
Sebuah kesalahan?
Kesalahan?
Ayah.
Sialan!
Setiap manusia pasti pernah berbuat salah.
Siapa kau?
Sosok yang akan mengubah kesalahanmu menjadi peluang.
Iblis.
Apa?
Kau hanya ingin dia mengakuimu sebagai putranya.
Namun, dia memperlakukanmu bagai sampah dan itu membuatmu marah.
Aku paham keinginanmu untuk membunuhnya.
Kau tahu apa?
Aku adalah iblis.
Aku tahu seberapa jauh manusia bisa terpuruk.
Kau harus membunuh orang untukku
dan membawakanku bagian yang berbeda dari tubuh mereka.
Ketika semua bagian sudah terkumpul,
kau akan membantuku menemukan Kylum.
Mudah, bukan?
Aku tak paham ucapanmu.
Kenapa aku harus membunuh untukmu?
Karena itu harus terlihat seperti pembunuhan oleh manusia.
Sejujurnya, aku sedang dalam pelarian.
Baiklah. Anggap saja kau iblis.
Jika aku membunuh seseorang untukmu,
apa yang akan kuperoleh?
Akan kuhilangkan bau busuk dari tubuhmu.
Bau kemiskinan yang telah kau benci sepanjang hidupmu,
tapi tak bisa kau hilangkan.
Jika kau bekerja sama denganku,
kau tak perlu lagi mengemis uang, kehormatan, dan cinta dari ayahmu.
Kau akan punya segalanya
dan unggul dari semua orang di dunia.
Kau pikir kau siapa menawarkan itu padaku?
Jelajahi keinginanmu.
Putraku.
Aku pandai menilai orang.
Dia bahkan sempurna sejak pembunuhan pertamanya.
Anak harammu itu
telah membunuh orang!
Tentu saja ada pula hambatannya.
Air.
Namun, mereka mudah diatasi.
Seolah menikmati perburuannya, Taegyu dengan ahli memilih target.
Aku datang untuk memeriksa gas.
Ya, halo.
Silakan ke sebelah sini.
Korban terakhir juga dieksekusi dengan sempurna.
Hanya karena itu, kau membunuh orang-orang tak bersalah
dan keluarga Han Daon?
Alasanku tak sepele. Keabadian adalah sebuah berkah.
Berkah yang kuberikan pada diriku sendiri.
Kylum!
Akan kuberikan itu padamu.
Aku tidak butuh.
Aku sudah janji akan membawamu dan itu pada Bael.
Bukankah kau ingin bersama Han Daon dalam bentuk manusia selamanya?
Tubuh untukmu juga sudah siap.
Kau hanya butuh Kylum untuk memasuki tubuh itu.
Kau bisa hidup sesuai keinginanmu selamanya.
Bersama orang yang kau cintai.
Kau cantik sekali!
Selamat!
Astaga, pengantin prianya sangat tampan!
Cantik sekali!
Kau begitu memesona!
Sungguh cantik!
Kau yang telah aku bangkitkan,
bangkit dari kematian dan ketaatan.
Bangun dari kegelapan
dan bunuh musuhmu.
Aku bahkan tak membayangkan kau punya keinginan seperti itu.
Kau telah menjadi manusia.
Kau tidak bertobat, 'kan?
Aku juga tak menyesalinya.
Jalankan sisa hukumanmu di Neraka.
Jangan percaya dengan Bael.
Dia adalah iblis dari segala iblis!
Kau salah. Iblis dari segala iblis
adalah aku.
Karena kini sudah keluar dari tubuh pria tua itu...
aku bisa bertarung dengan bebas.
Yang benar saja.
Bahkan kekuatan iblis pun ada tingkatannya.
Aku mungkin akan terluka,
tapi kau tak bisa mengalahkanku.
Jelajahi mimpi burukmu.
Sialan.
Akan kubunuh kau.
Pergilah ke Neraka.
Tidak.
Kumohon jangan!
Tidak!
Di sana.
Sebelah sana.
Pelabuhan Incheon. Jeong Taegyu berhasil lolos.
Pelabuhan Incheon?
Apa ini?
Kenapa tiba-tiba berhenti?
Serius? Sialan.
Tunggu sebentar. Segera kuperbaiki.
Sialan.
Dasar berengsek kau, Jeong Taegyu!
Matilah! Mati kau, Berengsek!
- Siapa kau? - Ayo pergi bersama.
Ke Neraka.
- Kau detektif? - Bukan.
Aku putra dari korbanmu.
Kapan dia naik?
Apa?
Sialan.
Lama tak bertemu.
Kita... pernah bertemu?
Pembunuhan terakhir yang kau lakukan.
Aku satu-satunya penyintas dalam pembunuhan Yeonju-dong.
Kau anak kecil itu?
Senang bertemu denganmu.
Ya, aku juga.
Aku sudah menunggu 25 tahun.
Persis seperti ucapan wanita itu.
Kim...
So...
yeong.
Berhenti atau kutembak!
Rupanya itu kau.
Aku sudah menunggu selama 25 tahun.
Akhirnya kita bertemu juga.
Seharusnya kau tak berusaha terlalu keras.
Kenapa mengikutiku? Kini lihatlah dirimu.
Selamat tinggal.
Sial!
Jeong Taegyu, kau ditangkap
atas kasus pembunuhan berantai J
dan penyerangan terhadap polisi.
Tunggu. Aku akan menyerahkan diri.
Kemarilah. Borgol aku.
Sakit? Coba memohonlah untuk diselamatkan.
Kau menyedihkan.
Juga memprihatinkan.
- Aku kasihan padamu. - Apa?
Orang sepertimu yang tak merenungi kesalahannya
adalah sosok paling menyedihkan di dunia ini.
Akan kubuat kau menyesal mengatakannya.
JEONG TAEGYU
Ini kesempatan terakhirmu.
Memohonlah agar selamat.
Kau yang harus memohon ampun!
Kepada semua orang yang telah kau bunuh.
Memohonlah sebelum kubunuh kau!
Bahkan jika aku mati,
rekan-rekanku akan menangkapmu.
Kau akan diadili dan dihukum atas kejahatanmu.
Kau akan membusuk di penjara seumur hidupmu.
Setelah mati, kau akan terbakar di Neraka, Jeong Taegyu.
Dasar...
Ini sebabnya kau begitu angkuh?
Apa pun yang terjadi...
mereka akan menangkapmu.
Biasanya aku...
memutilasi korban setelah membunuhnya.
Namun, aku tak ingin berbelas kasihan padanya.
Aku begitu marah karenanya.
Jadi...
aku memotongnya saat dia masih hidup.
Potong-potong.
Potong!
Bajingan berengsek!
Sialan.
Dasar berengsek.
Mati kau!
Mati kau, Berengsek!
Katakan kau bersalah.
Memohonlah untuk diampuni!
Kepada semua orang yang kau bunuh.
Juga kepadaku.
Maafkan aku.
Tolong ampuni aku.
Seperti ini?
Kapal yang ditumpangi Jeong Taegyu akan berangkat satu jam lagi.
Aku akan membunuhnya.
Jika kau membunuhnya,
akan kulakukan apa pun sebagai iblis untuk melindungimu di Neraka.
Namun, jika kau biarkan dia hidup,
akan kulakukan apa pun sebagai hakim untuk memastikan dia dihukum.
Sesuai aturan hukum.
Aku percaya padamu apa pun pilihanmu.
Jadi, kau juga harus percaya padaku
dan lakukan yang kau inginkan.
Tugas seorang polisi adalah mengungkap kejahatan, bukan menghukum.
Kita selidiki sesuai prosedur,
dan hakim akan menghukum sesuai vonis.
Dengan mengikuti hukum dan adil.
Berjanjilah padaku.
Di mana pun dan apa pun yang kau lakukan,
jangan pernah lupa bahwa kau seorang detektif.
Dasar bodoh.
Jeong Taegyu.
Kau ditangkap atas pembunuhan korban kasus berantai J
dan Inspektur Kim Soyeong.
Kau punya hak untuk tetap diam!
Dan hak mendapatkan pengacara.
Kau bisa menolak pernyataan yang tak adil.
Astaga...
Sialan!
Dasar bodoh.
Sialan.
- Kakiku sakit. - Berengsek.
- Kau tidak apa-apa? - Ya.
Detektif. Kau sungguh keren tadi.
Jika orang tuamu melihatmu,
mereka pasti akan berkata, "Putra kita sudah tumbuh dengan baik."
Mereka pasti akan bangga.
- Kalau begitu, aku pamit. - Baiklah.
NENEK TUA
Apa?
AKAN SEGERA MATI
Kenapa wanita yang akan segera mati ini menghubungiku?
Tolong bantu aku.
Supaya Han Daon bisa naik ke kapal itu?
Bagaimana kau bisa tahu?
Aku tahu semua yang kau tahu.
Kau bilang tak bisa melindunginya dan kini tergantung aku.
Aku menggertak supaya tahu apa yang akan kau lakukan.
Apa?
Kapal itu bisa dihentikan,
tapi aku tak bisa hentikan Han Daon pergi ke Neraka.
Jangan khawatir. Aku akan melindunginya meski di Neraka.
PENGADILAN
USIR KANG BITNA!
DI MANA HATI NURANI SEORANG HAKIM?
KEADILAN SUDAH MATI TAK ADA YANG NAMANYA KEADILAN
KELUARKAN KANG BITNA KAMI TIDAK BUTUH SAMPAH
Hakim Kang! Berhentilah menjatuhkan vonis
yang tidak adil!
- Hentikan! - Hentikan!
Sementara Anggota Dewan Jeong masih menghilang,
Jeong Taegyu, CEO Pengembangan Industri Taeok,
yang terungkap sebagai pembunuh berantai J,
akan menghadapi sidang pertamanya atas tuduhan pembunuhan polisi.
Namun, Hakim Kang Bitna, yang memicu amarah publik
akibat keputusannya yang kontroversial, akan memimpin sidang ini.
Oleh karena itu, terdapat keraguan kuat soal akankah keadilan dapat terwujud.
Ya, Pak Anggota Dewan.
Hakim Kang akan memastikan semua berjalan lancar.
Ya, baik. Sampai jumpa.
Ya, ini Na Yeongjin...
Astaga, Anggota Dewan Jang.
Jangan khawatir.
Sesuai keinginanmu, Hakim Kang akan memimpin kasus ini.
Ya, baik. Sampai jumpa.
Tampaknya Jeong Taegyu membuat kesepakatan dengan banyak anggota dewan.
Benar. Mereka semua khawatir
sehingga telepon terus berdatangan.
Astaga, pahit.
Halo, Pak Menteri.
Pasti ada alasan dia tak bisa hadir.
Anggap saja aku putrimu hari ini.
Kalau begitu, aku akan jadi cucumu.
TERDAKWA
Berhentilah berperan sebagai hakim.
Bael.
Kau menemukan Kylum dan mengirim Satan kembali ke Neraka,
jadi, akan kuampuni segala dosamu.
Ada satu misi terakhir untukmu. Bebaskan Jeong Taegyu,
hukum dia, dan segera kirim ke Neraka.
Jika menolak,
kau akan diseret ke Neraka...
dan menghadapi kematian mengenaskan.
Apa dia terlambat?
Hadirin harap berdiri.
Sidang hari ini...
ditiadakan.
The Judge from Hell
Jika tak bebaskan Jeong Taegyu, kau akan mati.
Bebaskan saja dia. Ya?
- Aku seorang hakim. - Tapi kau iblis sebelum itu.
Bebaskan saja dia.
Rubanah Pengembangan Industri Taeok lantai 5 tidak digeledah.
- Ayo. - Jangan bergerak!
Apa ini?
Ayo buat kesepakatan. Aku akan membebaskanmu.
Kita perlu memainkan peran kita.
Jika kuberi Jeong Taegyu hukuman ringan,
apa kau akan membenciku?
Aku percaya padamu.
Sudah semestinya seorang penjahat dihukum.
Jadikan itu kenyataan, bukan keajaiban.
Namun, terkait kejahatan ini,
tenggat kasusnya sudah berakhir pada tahun 2014
sehingga tak dapat diperhitungkan.
Han Daon. Dia akan segera mati!
- Kau sungguh tak akan menyesal? - Kang Bitna!
Aku tak akan mulai jika ingin menyesalinya.
Jangan mati. Kumohon! Kang Bitna!
Diterjemahkan oleh Meidinna Fitrie Lestari
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.