Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Terima kasih sudah datang.
- Senang bertemu denganmu. - Jam berapa?
Aku tidak punya banyak waktu.
Gerbangnya buka pukul 23.00-24.00.
Anak buahku ada di gerbang.
Kau langsung masuk saja. Jangan buat kekacauan.
- Tenang. Apa yang kau khawatirkan? - Aku tidak khawatir.
- Biarkan aku khawatir. - Kau tenang saja.
Di mana barangnya?
Limbah beracunmu banyak, Kawan.
Kau punya masalah, Sayang.
Itu bukan masalahku, tapi masalahmu.
Pergi saja ke Jersey dan buang itu.
Membuang limbah adalah kejahatan federal.
- Aku yang menanggung risiko. - Itu sebabnya kami membayarmu.
Baiklah, di mana uangnya?
Ayo, cepat!
Apa ini? Ini persenannya?
Kau saja yang hadapi EPA!
Pastikan kau tiba pukul 23.00!
Apa kalian sinting? Kau mau meledakkan tempat ini?
Berhenti.
Hati-hati saat menyetir. Jangan menabrak orang.
Sudah saatnya.
Ayo masuk terowongan cinta.
Ayo bergeser. Siapa yang punya kartu?
Kami mendapat 32.563 kutipan tol di antara batu pertama dan kedua.
Aku menelepon soal akunku.
Grace!
Grace, kau di situ? Jawab, Grace.
Aku menemukan ini di bawah ranjangku.
Bisakah kau lebih berhati-hati sedikit?
Aku menemukan ini di bawah ranjangku.
Aku akan menemuimu setelah bekerja.
Dengar, saat aku kembalikan ini, aku ingin mengatakan sesuatu padamu.
Katakan saja sekarang.
Bilang sekarang jika itu kabar bagus agar hari ini menyenangkan...
Tanpa ada kecemasan dan ketegangan yang mengarah pada gangguan fisik...
Dan kekhawatiran tinggi.
Tidak, kuberi tahu nanti saja, Gadis Pulau.
- Katakan sekarang. - Tidak. Akan kukatakan malam ini.
Frankie, bagaimana muatanmu?
Kebanyakan di celana pendekku. Aku perlu berhenti.
Tahan dulu. Kita sudah terlambat, Kawan.
Mau kubawakan tasnya, Sayang?
Mungkin kau butuh bantuan lain, Manis?
Dasar jalang sombong!
Yang terhormat, Tn. Thompson.
Terima kasih banyak.
Terima kasih atas pengajuanmu. Sayangnya, saat ini kami...
"Tertawa terbahak-bahak karena kau membuang-buang perangko...
Dengan mengirim naskah dramamu kepada kami."
Bagian 2 Cahaya menyala di...
Hai, ini Maddy. Aku sedang keluar. Ini mesin penjawab.
Maddy, hai. Ini Kimberly.
Aku dapat panggilan audisi yang penting sekali.
Dan kubilang pada Claudio, kau menggantikan sifku hari ini.
Aku pernah melakukannya untukmu saat kau pergi ke Barbuda.
Sampai jumpa.
Kena kau.
Hai, ini Maddy. Aku sedang keluar. Ini mesin penjawab.
Maddy, ini David.
Aku merasa sangat buruk soal bagaimana semuanya berakhir.
Dan aku...
Aku ingin kau memberiku tiga bulan lagi, dan aku...
Aku berjanji akan memberi tahu dia. Aku berjanji.
Sayang, kami akan potong kuenya.
Aku segera ke sana. Kami di Connecticut.
Ini ulang tahun Jordan dan kami mengadakan pesta.
Dan telepon aku hari Senin. Aku mencintaimu.
Menurut laporan lalu lintas, jembatan macet hingga Westchester.
Tidak usah lewat jembatan. Kita lewat terowongan.
Daerah yang sulit masih ada di luar sana.
Daerah yang sulit masih ada di luar sana.
- Daerah yang sulit... - Masih ada di luar sana.
Daerah yang sulit masih ada di luar sana.
Lelahnya menjadi diriku.
Pertanyaannya adalah apa yang akan kita lakukan?
Penjualan menurun rata-rata 12 persen.
Memperluas target pasar kita dari kaum muda perkotaan...
Ke kelompok kendaraan off road yang lebih kaya...
Aku tahu itu. Beri tahu yang aku belum tahu.
Kita harus mendapat rating tinggi dengan iklan ini...
Di mana pun kita menayangkannya.
- Hasil tesnya sudah maksimal... - Pakai bahasa sederhana, Elliot.
Kita ingin menayangkannya di Super Bowl pada kuarter pertama.
Super Bowl.
Itu butuh biaya besar.
Sudah saatnya ambil risiko, Roy. Kita tidak punya pilihan lain.
Baiklah, kita beli iklan 60 detik di kuarter pertama...
Dan potongan 30 detiknya di kuarter kedua.
Kau ingin ambil risiko? Mari kita ambil risiko.
Jonno, ayo.
- Bagaimana waktu kita? - Lalu lintasnya kacau.
Tapi jika kita lewat terowongan, kita tidak akan terlambat.
Ayo lewat terowongan.
Ayo, Cooper. Bagus, anjing pintar. Semua sudah selesai.
- Kita akan menikmati hari di kota. - Anjing pintar.
Betapa pun hebatnya spesialis itu...
Jaraknya yang jauh membuatnya tidak efektif.
Dia benci naik mobil. Dia tertekan selama berhari-hari.
Kau tidak boleh bawa dia lagi ke dukun di Colts Neck itu.
Dengar, Eleanor, dia mampu melakukannya.
Kita bahkan tidak tahu apa yang salah dengan anjing ini.
Siapa yang paling tahu dia? Aku atau orang asing?
- Ayo kita lewat sini. - Baiklah.
- Kau tahu apa yang ingin kulakukan? - Apa?
Aku ingin ke Rumpelmayer's. Cooper suka vanili ceri mereka.
Kurasa itu ide cemerlang.
Departemen Penjara
- Kenapa kau dipenjara, Kawan? - Aku ditangkap karena mencuri.
Kenapa kau ada di sini? Mencurangi rekening pengeluaranmu?
Tidak, aku menjual ponsel dengan nomor kloning.
- Berapa yang kau dapat dari kasir? - Entahlah. 100 atau 200.
- Kau pakai senjata? - Tidak, aku pakai tampangku.
Tentu saja aku pakai senjata. Menurutmu bagaimana?
Aku jual 5-10 ponsel dalam sepekan seharga 500 dolar per ponsel.
Aku tidak menggunakan senjata. Kau bisa mengalikannya?
Aku tidak bodoh, Sobat. Aku bisa matematika, paham?
Jika kau begitu pintar, kenapa kau bisa ada di sini?
Seharusnya aku tidak membeli BMW dengan uang tunai.
- Itu konyol. - Dia pakar di bidangnya.
Aku tidak akan mengabaikannya begitu saja.
Dr. O'Corr, katanya kau mau naik pesawat pukul 17.30 dari Newark...
Tapi kau ingin singgah dahulu di Saint Vincent.
- Benar begitu? - Itu benar.
- Sebenarnya Lewis telah... - Waktunya sangat mepet.
Ada tip 50 dolar untukmu jika kau bisa melakukannya, paham?
Tapi keajaiban memang ada, bukan begitu, Dok?
Ini menyebalkan.
Aku ingin kembali dan berseluncur di Rockefeller Center.
Hei, bagaimana jika orang lain melakukan sesuatu yang mereka sukai?
Kau mau menemui teman sekolahmu? Jangan libatkan aku.
Liburan keluarga artinya tetap berkumpul bersama keluarga.
Jangan bicarakan soal tetap berkumpul di mana saja, mengerti?
Hei, berengsek!
Apa maumu?
- Pegang dia! - Ayo putuskan!
- Jangan yang itu. - Diam!
Aku mendapatkannya! Ayo kita pergi!
Ayo!
Selamat sore.
36 saluran dan tidak ada yang menarik.
Norman, suatu hari kau akan kejutkan aku dengan kalimat baru.
Apa?
Berhenti sekarang, kau dilacak oleh Electroguard.
Apa itu Electroguard?
Terowongan ke New Jersey
Orang itu benar-benar genius. Langsung masuk terowongan.
Akan kuhubungi Jersey.
Terowongan ini digambar oleh Edward Trammel pada tahun 1918...
Pada sehelai serbet di sebuah kedai di Manhattan.
Pengerjaan terowongan dimulai pada tahun 1921...
Mempekerjakan ribuan imigran dari Irlandia...
Yang dijuluki "Sandhogs".
Terowongan itu berada di bawah 7 meter dasar sungai...
Dan 22 meter air.
- Itu dalam. - Hei, Ayah.
Berapa banyak liburan Ayah yang mengajak Linda?
Ashley, sudah cukup.
Sayang, dengar, Linda adalah masa lalu.
Kita menjadi keluarga lagi. Hanya itu yang penting.
Astaga!
Apa itu?
Kita dapat yang langsung. Siapkan kru.
Semua unit Jersey, blokir terowongan utara.
- Cadillac hitam baru lewat Pos 7. - Aku menginginkanmu, bodoh.
Biar kulihat! Kita dapat apa? Ayolah! Kita dapat apa?
Apa isinya?
Ini besar.
Minggir, berengsek.
Dasar jalang!
Dasar jalang bodoh! Punguti semuanya!
- Lihat akibat perbuatanmu! - Sial!
Sekarang ini salahmu!
Heidi, itu ski helikopter.
Anggap saja seperti kursi gantung tanpa kabel.
Perhatian! Ada pengemudi teler!
Masa bodoh dengan kalian!
Mulai sebarkan kabarnya
Aku pergi malam ini
Aku muak dengan semua kesialanmu
New York, New York
Salip dia, Sobat!
- Berengsek! - Salip dia.
- Angkat kakimu dari kakiku. - Tidak bisa.
Angkatkan kakimu! Aku tak bisa menahannya!
Astaga!
Aku sedang di terowongan.
Astaga.
Astaga.
Kau seorang dokter. Ayo!
Tiarap! Seseorang jatuhkan dia! Jatuhkan dia ke tanah!
Bergulinglah!
Berguling!
Kemarilah!
- Sudah kutangani. - Ayo!
Kita juga butuh penyangga leher.
Biar kulihat tanganmu. Baik. Dengar, kau akan baik saja.
Terus saja. Bantuan darurat dalam perjalanan.
- Terus ke sana. - Ayahku terjebak dalam mobil.
Aku tidak bisa mengeluarkannya. Darah berceceran di mana-mana.
Bisakah kau bantu dia keluar? Kumohon.
Kami akan membantumu. Jangan cemas. Akan kami keluarkan.
Lihat aku.
Aku akan berusaha memindahkanmu di hitungan ketiga.
Kau siap? Aku ingin kau membantuku. Siap? Baiklah.
Satu, dua...
Pegang kepalanya. Ayo.
Semuanya akan baik saja.
- Baiklah, siapa namamu? - Susan.
- Semuanya akan baik saja. - Dia mengalami pendarahan.
Aku akan mengikatnya. Kau tahan sekeras mungkin.
- Paham? - Ya.
- Bagaimana keadaannya? Dengar! - Dia sudah tewas. Banyak yang tewas.
Ada yang luka bakar tingkat dua. Tolong tangani.
Kau, dengar. Ada yang pendarahan dan butuh infus.
- Cepat! Kenapa kau masih di sini? - Baik, Pak.
- Kupikir kau sopir taksi. - Aku memang sopir. Ayo! Cepat!
- Berikan pengukur tekanan darah. - Baik.
Aku butuh pertolongan di sini.
Latura.
- Astaga! Latura! - Weller, bukan?
Kau harus pergi dari sini sebelum ada yang melihatmu.
- Apa yang terjadi? Apa itu bom? - Kecelakaan.
Sesuatu tentang limbah beracun. Tapi belum bisa dipastikan.
Bagaimana status di sisi Jersey?
Masih tertutup rapat. Hancur hingga gerbang tol.
- Di mana Ketua? - Kurasa dia berdiri di depanku.
Maksudku ketua yang baru. Di mana dia?
Petugas bilang Tn. California sedang menuju jalur tengah sungai...
Di terowongan selatan.
- Jalur tengah sungai? - Ya.
Latura, berhati-hatilah.
George? Jawablah. Kumohon. Apa kau di sana? Ini Grace.
George?
Astaga. Tolonglah. Semoga dia selamat.
George, jawablah. George, kau di sana? George?
Ada yang bisa dengar aku? Jawablah.
Telah terjadi kebakaran racun yang menuju ke sisi New Jersey.
Ada yang bisa dengar aku?
Sistem ventilasi udara tampaknya tidak menyingkirkan asapnya.
Ada yang mendengar? Tolong jawab.
Sisi New Jersey benar-benar sudah hancur.
Astaga.
Ada korban jiwa di sini! Ada yang bisa mendengar aku?
Terowongan menuju New Jersey
Tidak, kami sedang tangani bagian tengah sungai.
Di sini ada jalan tikus. Kami akan berusaha masuk.
Ini bisa berhasil di bagian tengah sungai.
- Thompson, kami butuh kau. - Apa?
- Thompson. - Apa?
- Tunggu. Aku ke sana sebentar lagi. - Baiklah.
- Berapa perbandingannya? - Apa?
- Ya. Baiklah. - Frank!
Ada harapan di sisi Jersey?
Ada yang runtuh setidaknya 45 meter.
Apa pun yang terbakar di sana sama beracunnya seperti Trenton.
Mereka punya sampelnya.
Tim "demo"! Ayolah, bicara padaku!
Beri aku informasi lagi, Bob.
Akan kulakukan jika punya waktu, tapi kita kehabisan waktu.
- Ayo! - Jika kau ingin mengulur waktu...
Kau harus meledakkan terowongan sampai tertutup.
- Sedang apa kau di sini, Kit? - Kau tidak punya urusan di sini.
Aku tahu, tapi dengarkan aku.
Kami melakukan simulasi teroris di tahun 1994.
Api di sana hanya bisa dipadamkan dengan meledakkan atapnya...
Dan korban dilindungi dari asap.
Di tempat asalku...
Kami tidak meledakkan terowongan yang sudah meledak.
Tapi terima kasih atas saranmu.
Ketua ingin masuk dari tengah sungai, Kit.
- Tidak. Tunggu dulu. - Frank.
Kau tidak perlu menjelaskan tindakanku padanya.
Dengar, Wilson. Aku tahu kau ahli dalam bidangmu.
Tapi kami sudah melakukan simulasi. Mereka akan mati sebelum kau masuk.
Dengar, aku tahu kau pernah melakukan prosedur pelatihan di tahun 1994.
Tapi saat ini kau tidak berwenang.
Dimengerti.
Kau benar. Aku tahu itu. Aku hanya ingin membantu.
Membantu? Kau tidak paham, ya?
Kau tidak bekerja di sini lagi. Kau paham itu?
- Baiklah. - Wilson, aku mau bicara sebentar.
Ayo, Kit. Dia akan membuatmu ditahan.
Dengar, kau harus ledakkan terowongannya.
Bicaralah padanya.
Kau berutang padaku, Frank. Bicaralah padanya.
- Pelan-pelan! - Mohon perhatiannya!
Kami telah memutuskan untuk mengevakuasi terowongan selatan.
Ambil barang berharga kalian, kunci mobil kalian...
Dan kembali dengan teratur ke New Jersey.
Bagaimana?
Maaf, Ketua. Terowongan tertutup sekitar 6 meter.
Struktur terowongan ini sangat rapuh.
Aku bahkan tidak mau ambil risiko dengan peledak kecil.
Bagaimana kalau alat hidraulis? Kita tekan saat maju.
- Itu tidak bisa. - Dengarkan aku!
Orang yang bilang tidak bisa...
Selalu disela oleh orang yang baru saja melakukannya.
Beri dia tali!
Wilson!
Astaga. Wilson!
Hati-hati. Hati-hati dengan bagian logamnya.
Panas.
Sial.
Sedang apa kau? Ashley, bukan, ke arah sini.
Ashley, kau tidak perlu memotret sekarang.
- Tidak apa-apa. Steven? - Ashley, lihat Ayah.
- Lihat Ayah, Sayang. - Tidak apa-apa.
Ayah akan membawamu keluar. Kita akan keluar.
Hei!
- Apa yang terjadi? - Entahlah.
- Kalian masih hidup. - Jangan bergerak. Tidak apa-apa.
Aku akan menyusur terowongan. Tetap di sini bersama keluargamu...
Jadi aku tahu kau di mana saat aku kembali.
- Bagaimana cara kita keluar? - Entahlah, kedua ujungnya tertutup.
Jonno?
Jonno?
Sial!
- Hei, Pak Polisi, di sini. - Hei!
Ada yang bisa kau hubungi dengan walkie-talkie itu?
Tidak ada. Hanya suara statis. Tapi kau punya ponsel.
Tidak, Sobat. Harganya 2.000 dolar tapi tidak berfungsi di sini.
"Daerah sulit." Sobat, aku kenal kau.
- Roy Nord. Apa kabar? - Roy Nord. George Tyrell.
- Aku punya sepatumu. - Bagus. Kau suka?
Ya, Sobat, sepatunya bagus.
Aku memakainya di hari Sabtu saat aku libur.
Aku yakin kau berharap ini hari Sabtu, bukan?
Apa yang akan kita lakukan? Ada jalan keluar dari kekacauan ini?
Ada jalan ke terowongan selatan sekitar 800 meter di belakang.
- Kau sudah memeriksanya? - Tentu saja. Semuanya runtuh.
Kurasa aku akan melihatnya.
Apa maksudmu kau akan melihatnya? Aku baru saja bilang itu runtuh.
Kau hanya buang-buang waktu.
Jalannya terhalang. Tidak ada jalan keluar.
George, aku lahir prematur enam pekan sebelum saatnya.
Ibuku sendiri tidak bisa menghalangiku.
Eleanor.
Astaga.
Kalian tidak apa-apa?
Ya. Kami baik saja. Terima kasih sudah bertanya.
- Bagaimana cara keluar dari sini? - Aku masih mencari informasi.
- Cooper? - Siapa Cooper? Seperti apa dia?
Itu dia. Dia baik saja.
Jangan, Sayang. Ayo. Aku akan membawanya ke sini.
Siapa pun, tolong kami!
Astaga. Siapa pun, tolong kami!
Siapa pun, tolong!
Siapa pun!
Nona, pergilah ke bagian depan bus. Kuncinya ada di kontaknya.
Baiklah.
Cepatlah!
Ayo, Nona!
Cepat, ayolah!
Kau harus memecahkannya!
Hei, cepat!
Cepat!
Astaga!
Siapa pun!
Aku akan carikan bantuan untuk kalian.
Kaulah bantuannya.
Bukan. Aku hanya orang biasa.
Ambil kuncinya! Kuncinya ada di kontaknya!
Kumohon. Kuncinya ada di kontaknya!
Cepat! Ayo!
Cepat!
Di sini!
Ayo!
Cepat!
- Kau baik saja? - Pahlawanku.
Terima kasih, Nona.
Bagaimana dengan dia?
Anak itu terserang panik. Tinggalkan saja dia.
- Ayo, bantu aku. - Bantulah dirimu sendiri, Nona!
- Dengar aku. - Tidak. Dengar aku!
Kita tidak akan tinggalkan dia di sini!
Baiklah.
- Siapa namamu? - Mikey.
Aku...
- Aku takut, mengerti? - Aku tahu, Mikey. Aku juga takut.
Tapi aku merasa jauh lebih baik jika kau keluar bersamaku.
Tidak.
Baiklah.
Baiklah, Mikey.
Baiklah.
Hei, Mikey. Menurutmu kami cantik?
Ya. Lalu?
Jadi, bukankah kau lebih baik ada di luar bersama gadis cantik...
Daripada di sini terperangkap sendirian?
Astaga.
Sial! Mikey! Kita semua takut!
Keluar dari jendela itu sekarang juga!
Baiklah.
Kau harus keras dengan anak-anak ini.
Hei, Nona! Dengarkan aku! Lompat sekarang. Lompat!
Ayo, berdiri! Kita harus pergi. Ada bensin di bawah bus.
Hei, Nona, cepat keluar dari situ!
Kalian jaga dia. Kalian jangan macam-macam.
Tidak akan, Sobat.
Sayang, kau ada di sana?
Aku ingin kau putuskan listriknya.
Bagaimana aku bisa bilang "putuskan listriknya"?
Jika ada kilat, kau melakukan apa? Pergi ke bawah pohon.
Tidak. Kau kembali ke mobil. Benar, 'kan?
Karena ban terbuat dari karet.
- Karet. - Untuk apa?
Sedang apa kau?
Jangan! Tunggu dulu! Apa yang kau lakukan?
- Jangan! - Ini dia.
Jangan! Tunggu!
Astaga!
Putuskan listriknya!
Jangan sekarang. Maaf.
- Adakah yang melihat layar ini? - Astaga!
Norman, ini George. Dia masih hidup.
Putuskan listriknya, Sayang. Ke sini. Bergerak ke sini.
Ya.
Mikey, keluar!
- Sesuatu harus dilakukan. - Kau tidak boleh melakukannya.
Tetaplah hidup!
Putuskan listriknya. Ayolah, Sayang. Putuskan listriknya.
Putuskan listriknya. Kau harus putuskan listriknya.
Tidak bisa. Itu akan mematikan kipasnya.
- Asap akan membunuh mereka. - Sistem kipasnya terpisah.
Hei, siapa kau?
- Kumohon, keluar! - Tunggu, Nona.
Mikey, cepat!
Pergilah, Mikey!
Jangan memercik!
Jika listrik tidak diputus sekarang, wanita itu akan mati.
Ayo bangun!
- Pergi! - Lompat!
- Astaga. Jangan mati, Nona. - Putuskan listriknya!
- Lompat! - Kumohon putuskan listriknya!
- Ya! - Mereka memutusnya.
- Siapa kau sebenarnya? - Kita bertemu beberapa tahun lalu.
Aku ikut simulasi teroris di sini di tahun 1994.
Ya, Latura. Kau dipecat di tahun 1995.
Tapi kau kembali di Layanan Medis Darurat?
Tidak seperti itu. Bagaimana level monoksidanya?
Tunggu dulu, kau tidak punya wewenang untuk masuk ke sini.
Memang tidak. Tapi saat melakukan simulasi dulu...
Aku merayapi tiap bagian tersembunyi di terowongan itu.
Kini itu mungkin bisa berguna. Jadi, bagaimana udaranya?
Mengalir di kisaran 28.000 meter kubik per jam.
Itu seperduapuluh dari normal, dan semakin memburuk!
Bagus. Sudah datang.
Lihat benda ini.
Saat mereka merekatkan ini, kita masih berjuang di PD I.
Baiklah.
Ini terowongan utara. Ini terowongan selatan.
Sungai, dasar sungai, dan ini terowongannya.
Struktur segi empat dipasang di dalam tiap tabung ini.
- Apa ini? Aku tidak tahu yang ini. - Ya. Itu...
Kuli yang bekerja 36 jam sif membangun benda ini.
Ada ruang singgah, kapel, dapur. Mereka punya semuanya di sana.
Tapi semuanya ditutup saat perbaikan di tahun 1972.
Hei, Frank!
Wilson memberi perkiraan waktu tiba di jalur tengah sungai?
Tidak ada yang bisa dia bagikan, Kit.
Terjadi runtuh lagi 20 menit lalu. Tn. California terjebak.
Jadi apa yang kita lihat?
Kami tidak tahu titik kritis di bagian tengah sungai.
Kita tidak bisa ambil risiko ledakan apa pun.
Semuanya harus diselesaikan menggunakan tangan.
Itu butuh waktu sangat lama.
Jika bagian lain tidak hancur, minimal 10 sampai 12 jam.
- Udaranya cukup untuk berapa lama? - Maksimal tiga jam.
Maksimal tiga jam.
Baik, Frank, menurutku inilah yang harus kita lakukan.
Menurutku kau harus menyumbatnya, melindungi penyintas dari asap...
Sampai kau dapat menggali jalur tengah sungai.
Bagaimana menurutmu?
Frank? Kau ketua sementara, bukan?
- Ya, Kit, aku ketua sementara. - Lalu kenapa kau tidak bertindak?
Apa yang hendak kau lakukan?
Kau sedang apa, Frank? Kau berdiam diri saja?
Agar kau tetap tidak bersalah jika nanti kau harus bersaksi?
Jangan salahkan aku, Kit. Paham?
Itu sejarah masa lalu. Tidak berhubungan dengan situasi ini.
Kau keliru soal itu. Dulu aku harus ambil risiko.
Kini giliranmu. Aku dalam situasi sama denganmu.
Apa yang akan kau lakukan, Frank?
Tidak ada yang harus dipikirkan. Waktunya hanya tiga jam.
Frank, hanya tiga jam.
Kau mau masuk, Kit?
Beri aku jalan.
Terowongan itu tertutup di kedua ujungnya.
Bagian tengah sungai itu tergantung seperti tongkat kayu kecil.
Di mana jalan masuknya?
Itu.
Ini Petugas 7. Perkiraan waktu tiba 5 menit.
Ada empat buah kipas.
Kami bisa mematikannya selama 2,5 menit.
- Setiap kipasnya? - Semuanya.
Kipasnya berputar lebih cepat sebab ventilasinya ada yang rusak.
Saat kami menghentikannya, secara drastis oksigen berkurang.
Saat level oksigennya terlalu rendah...
Komputer secara otomatis menghidupkan kipasnya kembali.
Tidak bisa dibatalkan dan tidak ada penghentian kedua.
Itu adalah fitur keamanan.
- Ada lagi yang harus kuketahui? - Ada masalah lagi.
Kau tidak akan keluar di atas jalan, tapi di bawah jalan.
Norman. Berapa kekuatan gabungan keempat kipas ini?
- Sekitar 260 km per jam. - Baiklah.
- Frank! Di mana tim "demo"? - Sedang menuju kemari.
Baiklah, tolong dengarkan.
Aku ingin jelaskan beberapa hal.
- Ada kaset di kamera itu? - Ya.
Berdiri di sana dan mulai merekam.
Dunia ingin mengetahui bagaimana kita melakukannya.
New York City, daerah yang sulit.
- Masih ada di luar sana. - Tepat sekali.
Kau bilang kau bisa menemukan jalan keluar dari sini?
Belum, tapi silakan jika kau mau berharap.
Sedikit harapan tidak pernah melukai siapa pun.
Tapi aku akan bilang bahwa jalur ini...
Yang menurut George menuju ke terowongan selatan...
Memiliki beberapa jalan tikus.
Aku akan masuk dan melihat apakah ada jalan keluar.
Jika kau biasa berdoa, berdoalah.
Dan jika tidak, mungkin ini saat yang bagus untuk memulainya.
Baik, tapi aku janjikan ini pada kalian.
Nona!
- Ke arah sini, semuanya. - Baiklah, sudah.
- Sudah dapat gambarku? - Ya.
Aku janjikan ini pada kalian.
Jika ada jalan keluar, aku akan menemukannya.
- Benar! - Pegang ini. Kita akan selamat.
- Baik, sudah kupegang ujungnya. - Aku akan segera kembali.
Ya, Pak. Kami akan menunggu.
- Pergilah sekarang. - Dengar.
Aku akan menyisir terowongan untuk terakhir kalinya.
Siapa tahu dia benar.
Kau tetap coba hubungi orang dengan benda ini.
Ambillah.
Halo?
Kau butuh penyegaran prosedur peledak Semtex?
Pasang, kawat, kontak. Lari secepat-cepatnya.
Kurang lebih seperti itu, Ketua.
- Ada yang bisa dengar aku? Halo? - Aku bisa mendengarmu.
- Frank, aku mendengar mereka! - Astaga! Kau bisa dengar aku?
- George! - Baik, beri tahu aku.
Berapa orang yang masih hidup di situ?
Mungkin ada 12 orang dan kami berada di tengah terowongan.
Dan ada seorang pria yang merasa tahu jalan keluar.
- Bagaimana caranya? - Sesuatu soal jalur tengah sungai.
Jangan. Dengar aku.
Beri tahu dia jangan ke sana. Bilang kami akan ke sana sekarang.
- Bisa kau lakukan itu? - Aku tidak bisa mendengarmu.
- Bicaralah! Bisa kau lakukan? - Halo?
Kita kehilangan dia. Ayo, Frank.
Ingat, waktumu 2,5 menit. Kipasnya diatur secara logaritma.
Kipas pertama hidup setelah satu menit...
Tiga lainnya hidup dalam interval 15 detik.
- Kau mengerti? - Aku paham.
Di sana ada seorang pria bernama George Tyrell.
Bilang padanya aku ingin gelangku dikembalikan.
Siap mematikan.
Sirkulasi terowongan Ketik kata sandi
Ketik kata sandi
Ya.
Kendalikan semua kipas
Kit, apa yang kulakukan itu demi kebaikan departemen.
Bukan masalah pribadi.
Dia saudaramu, Frank. Tidak bisa lebih pribadi lagi.
Waktu itu aku marah. Maaf.
Hei. Jangan minta maaf.
Kau membuatku merasa kau mengira aku tidak akan kembali lagi.
Mungkin kau benar.
- Ayo lakukan. - Norman!
- Matikan sekarang! - Kipas 1 berhenti.
Kipas 2 berhenti. Kipas 3 berhenti.
Kipas 4 segera berhenti.
Semua kipas sudah berhenti.
Ayo, Latura.
Kipasnya tidak berhenti. Tidak melambat, Grace.
- Remnya. Gunakan remnya. - Tidak ada rem.
Itu berjalan karena sisa momentumnya. Kau harus menghentikannya.
Frank!
- Kau tidak memegangnya! - Sudah kupegang! Tarik!
- Tarik secara berlawanan! - Aku menariknya!
- Tarik! - Berhasil!
Kau berhasil, ayo! Kipasnya memang keras kepala!
- Tarik! Sedikit lagi! - Berhasil!
- Kau berhasil! - Pergilah!
- Tahan! - Pergilah!
- Halo? Kau bisa dengar aku? - Ya. Aku dengar.
Halo? Apa kau sedang turun?
- Bagaimana keadaanmu? - Aku baik saja.
Kurasa kau perlu tahu. Pria itu sudah masuk.
- Ke mana? - Dia...
Halo?
Aku pernah lihat yang lebih buruk.
- Kita selamat! - Mereka datang! Akhirnya datang.
Tunggu yang lainnya keluar.
Apa kalian mampir untuk minum kopi?
Ini tim penyelamat. Kita bisa lolos. Sulit kupercaya.
Di mana yang lainnya?
- Tidak ada yang lainnya. - Kau bercanda?
Yang benar saja, Sobat. Ini bercanda atau apa?
- Tidak mungkin dia sendirian. - Pasti ada yang lainnya.
Apa yang lain akan datang atau bagaimana?
- Katakan padaku ini tidak terjadi. - Apa kita bisa keluar?
Astaga. Ini tidak benar!
Di mana tim penyelamatnya? Apa hanya dia?
- Kau penyelamatnya? - Ya, aku penyelamatnya.
- Kau wanita dengan walkie-talkie? - Kau pria dengan walkie-talkie?
Ya. Kupikir sudah kujelaskan. Tidak ada yang boleh masuk ke sana.
Maaf. Sambungannya buruk.
- Ada berapa orang di sana? - Hanya satu orang.
Berengsek, dia bicara padaku.
- Siapa kau? - Namaku Latura.
- Siapa yang ada di dalam sana? - Ada satu orang. Dia Roy Nord.
Dengar. Lubang itu tidak stabil. Kita harus menjemputnya.
Apa maksudmu, Sobat? Aku yang memimpin.
Baik. Kau mau memimpin? Boleh saja.
Tapi lubang itu membahayakan.
Jika ada yang ingin melaluinya, semuanya akan runtuh.
Biar kujelaskan padamu. Di sini juga tidak aman.
Kita bahkan tidak bisa bernapas, Sobat.
Kita harus keluar sekarang.
Aku paham kalian mengalami sesuatu yang sulit di sini.
Tapi aku hanya minta kalian bersabar sedikit lagi, paham?
Percayalah padaku, paham?
Kalau begitu bawa kami keluar! Apa lagi yang ditunggu?
- Kita lewat jalan kau masuk. - Itu tidak mungkin.
- Jika kau bisa, kami pun bisa. - Beri kami kesempatan, Sobat.
Kipas itu memberi kita udara. Jika berhenti, kita mati.
Begitulah. Itu kenyataannya.
Itu tidak akan berhasil. Begitu pula ini.
- Roy bisa mengatasinya. - Roy akan terkubur.
Biar kulakukan yang harus kulakukan.
Sudah kubilang. Aku yang memimpin di sini.
Aku yang memimpin. Paham?
- Lepaskan dia. Sekarang! - Ayolah!
Halo? Serena? Serena, ini Roy.
Sebenarnya tidak.
Sayangnya kami mengalami sedikit masalah dalam perjalanan ke bandara.
Ya. Dengar. Sebelum teleponnya terputus...
Aku akan memimpin orang yang selamat...
Tahan pesawatnya di Teterboro. Aku akan siaran pers di Denver.
Bilang pada mereka aku punya kaset video.
Tidak, Jonno tidak selamat.
Dengar, aku harus pergi.
- Bagaimana jika kau ambil ini? - Tidak. Kau pegang saja.
- Ambil saja, Sobat. - Tidak apa. Coba kontak seseorang.
Astaga, baterainya mati. Apa gunanya?
- Jangan buat kacau! - Kacau, Sobat?
- Kau hanya berdiri, Steven. - Sarah, aku tahu.
Tapi kita tidak tahu apa itu aman.
- Kita tidak bisa masuk begitu saja. - Menurut siapa?
- Sarah! - Apa kau kenal orang-orang ini?
Tolong jangan rekam aku.
Maaf, Tn. Nord memintaku agar merekam semuanya.
Hei, dia mau ke mana?
Hei, kembali kemari!
Hei, Nak! Kembali kemari!
Minggir!
- Ada apa? - Hei! Kalian dengar kata-katanya!
Aku dengar ucapan Tn. Nord. Aku percaya apa yang dia bilang.
Wanita dan anak-anak duluan. Begitu caranya.
Kau pernah lakukan ini sebelumnya, Sobat?
Dia anak-anak dan Nord butuh rekaman ini.
Aku bawa rekamannya. Dia bilang...
Aku tidak lebih tahu dari kalian!
Nord?
Di situ kau rupanya.
Nord, kau sungguh sulit ditemukan.
Namaku Latura. Aku bersama Layanan Medis Darurat.
Kau harus turun dari sana sekarang.
Itu terdengar seperti perintah, Tn. Latura.
Kau mau beri aku perintah? Telepon nomor 800-ku.
Tidak, ini serius.
Dengarkan aku. Kita harus keluar dari sini bersama.
Jadi, turunlah dengan sangat perlahan, paham?
Tidak ada jalan keluar di sana. Lubang ini seperti rumah kartu.
Jika runtuh, mereka bisa mengepelmu selama satu bulan.
Ini tidak akan runtuh. Bagaimana aku bisa tahu?
Karena kau tidak bisa sesukses aku...
Tanpa naluri untuk menanggapi situasi tertentu.
Kau mengerti?
Kau pikir aku akan mulai meragukan diriku sekarang...
Karena seorang paramedis tidak bernyali?
Sebaiknya kau periksa kenyataannya.
Sekarang berhenti buang waktuku dan bawa orang-orang itu kemari.
- Nord! - Tetap di sana.
- Nord, bawa aku keluar dari sini! - Tetap di sana!
- Tetap di sana! - Keluarkan aku.
Cukup! Jangan lanjutkan. Kumohon.
Nord, kuharap kau berhasil.
Pergi dari sini. Cepat!
Aku selalu berhasil, Tn. Latura.
Ayo cepat!
Terus bergerak!
Lebih cepat!
Jangan lihat ke belakang! Terus bergerak!
Lubangnya runtuh! Awas!
- Kau mempermainkan aku, bodoh. - Merunduk!
Semua DTA bekerja sif dobel. Semuanya. Aku tidak peduli.
Aku tidak peduli jika istri seseorang hendak melahirkan.
Semuanya...
Baik, semuanya, diamlah!
Hei, diam! Semuanya diam!
Bagian tengah sungai baru saja runtuh.
Tidak.
Tidak.
Tn. Latura!
- Tenang. - Aku akan mati, 'kan?
- Aku akan mati? - Jangan bicara.
Ambilkan syal.
Tolong, aku tidak bisa mati seperti ini.
Aku tidak merasakan apa-apa.
- Aku tidak bisa mati seperti ini. - Benar.
Jangan bicara.
Bilang pada ayahku aku menolong orang di sini, ya?
Aku akan menemuinya.
Aku akan bilang pada ayahmu bahwa kau adalah pahlawan sejati.
Dia akan sulit...
Dia akan sulit percaya padamu.
Astaga!
Astaga. Ini keterlaluan.
Astaga.
- Hei, hentikan dia! - Lepaskan aku!
- Kita akan tenggelam! - Tidak.
Kita tidak akan tenggelam. Dengar aku!
Kau pergi ke arah yang salah. Terowongan ini menuju ke bawah.
Sisi Manhattan akan jadi tempat pertama yang terendam.
Dia benar! Ayo! Ke arah sini lebih tinggi. Ayo!
Permisi!
Dengar, aku tidak mengenalmu dan apa yang kau tahu atau tidak.
Yang kuketahui, aku punya putri yang berumur 14 tahun di sini.
Dan hidupnya berarti bagiku lebih dari segalanya.
Jadi aku ingin dilibatkan dalam setiap keputusan yang dibuat.
- Jelaskah itu, Tn. Latura? - Itu cukup adil.
Latura? Aku pernah membaca tentang dirimu.
Namamu ada di koran-koran. Sesuatu tentang skandal.
- Skandal apa? - Itu tidak penting di sini. Ayo!
Mohon maaf, Tn. Latura.
Skandal sangat penting bagi Ny. Trilling dan aku.
Maaf, Nyonya. Skandal seperti apa?
Dia dulu adalah ketua Pelayanan Medis Darurat.
Beberapa orang tewas dan dia terlibat.
- Hanya itu yang aku ingat. - Apa komentarmu, Latura?
Benarkah itu?
Dengar, Kawan. Aku bertanya padamu. Dan aku ingin jawaban.
- Apa itu benar? - Hei!
Ingatlah bahwa dia kemari untuk menolong kita.
Jadi jangan berfokus pada dia dan fokuslah pada masalahnya.
Dia benar.
Maaf, Tn. Latura. Tadi itu sangat kasar.
Kasar? Memangnya apa ini? Klub Janapada New York?
- Jaga mulutmu. - Kau tidak punya anak di sini.
Dan masa lalunya mungkin sangat menentukan masa depan kita.
Kita mungkin akan tenggelam di sini, dan hanya dia yang kita punya.
Jika hanya aku yang kau punya, kenapa tidak kau turuti aku?
- Apa itu cukup adil? - Kita akan tenggelam?
Tidak. Siapa namamu?
- Ashley. - Dengar, Ashley.
Masih ada waktu untuk menghentikan kebocoran...
Sebelum airnya cukup tinggi dan kita perlu khawatir akan tenggelam.
- Itu kabar baiknya. - Apa kabar buruknya?
Air ini suhunya 38 derajat. Kita harus mencemaskan hipotermia.
- "Hipo" apa? - Hipotermia.
Tubuhmu kehilangan panas dan mati.
Kau merasa menjadi lelah tapi sebenarnya kau mulai sekarat, 'kan?
Itu tidak akan terjadi karena kita akan saling menjaga.
Dan kita akan tetap di tempat tinggi dan kering di tumpukan mobil ini.
Jadi semuanya naik ke tumpukan mobil ini. Ayo!
Dan keluar dari air. Ayo, cepat.
- Baiklah. - Ayo naik.
Baiklah.
- Maaf, bisa tolong anjingnya? - Ayo, Kawan. Kemarilah.
Terima kasih banyak.
Kemari, Nak.
Baik, kita sudah di sini, tinggi dan kering.
Apa rencanamu selanjutnya?
Dalam situasi seperti ini kurasa sangat penting...
Semua orang tahu persis apa yang sedang terjadi.
Hal terakhir yang kita mau adalah kejutan yang lain, paham?
Aku akan mencoba meruntuhkan bagian terowongan itu...
Untuk melindungi kita dari kebakaran dan mencoba menambal kebocoran.
Bagaimana caranya?
Aku harus memakai bahan peledak.
- Sebentar, biar kujelaskan. - Ledakan lagi? Itu idemu?
- Pantas kau membuat orang terbunuh. - Steven.
Jika ada yang punya ide lebih baik, kini saatnya memberitahuku. Ada?
Kau tidak tahu kerusakan macam apa yang sudah ditahan struktur ini.
Jadi bagaimana kau bisa memastikan efek ledakannya hanya di satu bagian?
Aku tidak tahu. Aku tidak tahu apa-apa.
Yang kuketahui hanyalah kita tidak akan bertahan satu jam...
Kecuali aku menghentikan itu.
Itu yang aku tahu.
Kita butuh orang untuk pergi ke ujung Manhattan...
Untuk melihat apakah kita telah membuat kemajuan, paham?
- Bagaimana jika kau? - Jangan. Ayah jangan pergi.
Kumohon, jangan pergi.
Aku punya keluarga. Aku tidak ingin tinggalkan mereka.
Kau sangat piawai.
Baiklah. Aku akan pergi.
Lagi pula aku yang paling kenal tempat itu.
Kau yang pergi. Dia ingin gelangnya kembali.
Apa?
- Kau George, bukan? - Benar.
Grace ingin aku memberitahumu dia ingin gelangnya kembali.
- Dia bilang itu padamu? - Semoga beruntung, Sobat.
Dia tidak bisa menjaga rahasia.
Dengar, kau yang tadi memegang kabel listrik?
Benar, tapi itu hal yang sangat berbeda.
- Aku tidak tahu... - Aku mengerti. Aku butuh bantuanmu.
Kuhargai pendapatmu. Aku tahu kau butuh bantuan.
- Tunggu. Dengar dulu. - Aku tidak tahu apa-apa.
Butuh nyali besar untuk melakukan itu.
- Siapa namamu? - Madelyne.
Madelyne, aku sangat butuh bantuanmu.
Lihat ini. Lihat desain penahan tekanannya.
Lebih bagus dari yang kita buat di Brooklyn-Queens.
Menurutmu apa yang akan kita lakukan di sini?
- Membukanya. - Membukanya?
- Mari kita membukanya. - Baiklah.
Masih belum ada tanda-tanda dari mereka, bukan?
Kabel telepon meleleh. Walkie-talkie sudah mati.
Salahkah aku jika mengatakan bahwa kau tidak benar-benar tahu...
Apakah ada yang masih hidup untuk menjawab?
- Tadi kita lihat ada orang-orang. - Berjam-jam yang lalu.
Kita akan menerobos dari sisi Manhattan.
Itu kesepakatan para insinyur kota.
- Kesepakatan omong kosong. - Siapa dia?
Terowongan itu ditahan oleh tekanan yang berbeda.
Aku bertanya namamu.
Lupakan saja siapa namanya. Dengar apa yang dikatakannya.
Nn. London, jika kau bawa alat berat dan menyebabkan kenaikan tekanan...
Seluruh terowongan bisa runtuh.
Itu spekulasi.
- Mungkin beri sedikit waktu lagi. - Kita tidak punya waktu.
Terowongan itu ibarat arteri. Kota sedang berdarah.
Jika kau mencoba mengarahkan setengah juta orang...
Keluar masuk kota ini tanpa terowongan itu...
Kau punya masalah yang tidak mau kau pikirkan.
Apa maksudmu? Jadi karena masalah lalu lintas...
Kau mengorbankan orang yang mungkin selamat?
Ayolah, kau harus hentikan pengeboran itu.
Dengar, para insinyur kota yang membuat keputusan.
Kau bereskan kekacauannya.
- Bagus sekali, Madelyne. - Bagus? Aku takut setengah mati.
- Mungkin. Tapi kau menghadapinya. - Kurasa kau harus cari orang lain.
- Ini bukan salah satu keahlianku. - Tidak.
Sedikit yang bisa menangani kabel seperti yang kau lakukan tadi.
Aku tidak punya banyak pilihan.
Tidak!
- Tidak apa-apa. - Aku tidak bisa melakukannya.
Kau punya pilihan.
Ini seperti orang pertama yang makan kerang mentah, paham?
- Apa maksudmu? - Pikirkan saja.
Seseorang harus sangat kelaparan untuk makan kerang mentah, 'kan?
Dia mungkin harus memakannya atau mati.
- Tetap bersamaku, Madelyne! - Aku di sini.
Kerangnya berlendir, bau.
Seperti sesuatu yang keluar saat kita flu berat.
Jadi pasti ada momen menentukan sebelum dia menelan kerang itu.
- Kau masih bersamaku? - Aku di sini.
Pikirkan momen menentukan itu. Apa aku benar-benar butuh ini?
Apa aku ingin ini dalam hidupku? Tapi dia harus makan.
Jadi dia menemukan keberaniannya, persis sepertimu.
- Itu pujian? - Ya. Ayo.
- Dari mana asalmu? - La Porte, Indiana.
- Apa pekerjaanmu? - Aku menulis.
Aku mencoba agar dramaku diproduksi. Orang jarang ke teater lagi.
- Dan kau hendak pulang? - Ya. Tadinya.
Beri tahu aku sesuatu yang sebenarnya.
Mungkin aku tidak bisa menerimanya, tapi...
Bisakah kita keluar dari sini?
Madelyne, aku tidak akan turun kemari jika menurutku tidak bisa.
- Aku bersumpah. - Janji?
Aku janji. Percayalah padaku.
Ayo.
Jadi, ledakan yang akan kita buat...
Bisa menyebabkan seluruh terowongan runtuh, 'kan?
Itu bisa saja terjadi.
- Itu lebih baik daripada semburan. - Semburan?
Aku sungguh tidak suka mendengar itu.
- Kau tidak apa-apa? - Ya. Aku baik saja.
Kembali soal semburan. Tolong jelaskan.
Jika air semakin tinggi, tekanan semakin meningkat.
- Udara akan menyembur ke atas. - Seperti gabus atau geiser.
Ya, itu menimpa beberapa penggali Terowongan Baltimore tahun lalu.
Apa yang terjadi pada mereka? Mereka tewas, bukan?
- Bantu aku membuka ini. - Mereka tewas, 'kan?
Satu orang selamat. Bantu aku.
Baiklah. Pegang yang erat. Kita akan berhasil.
Kit!
Kit!
- Kau sinting. - Berikan itu, Madelyne.
Kita selesai. Ayo!
- Kit! Sedang apa kau? - Terus saja. Talinya terbelit.
Tetap di situ.
- Bagaimana denganmu? - Masa bodoh denganku. Pergi!
Cepat! Masa bodoh denganku.
Dia berhasil!
Kau baik saja?
Kita harus berhenti saling menanyakan hal itu.
- Bagaimana? Seberapa besar? - 3,3 poin. Ledakan besar, Pak.
Hei!
Kudengar suara mesin.
Kurasa mereka berusaha menggali dari ujung Manhattan.
Tidak.
Apa? Mereka menggali. Apa yang salah?
Menggali bisa meningkatkan tekanan dan meruntuhkan terowongan ini.
Mereka tidak memikirkan tekanannya.
Atau mungkin mereka memikirkannya.
- Dan mereka mengira kita sudah mati. - Mereka menggali di ujung Manhattan.
Latura! Mereka datang!
- Astaga. - Tidak!
George.
- Bertahanlah! - Aku tidak bisa bergerak.
Kau bisa rasakan tubuhmu? George, kau bisa rasakan tubuhmu?
- Aku tidak bisa merasakan tubuhku. - Baik. Bertahanlah.
Apa aku baik saja?
Apa aku baik saja?
Apa aku baik saja?
Aku tidak bisa bergerak.
Ini bisa membuatmu tetap hidup. Bernapas dengan ini, George.
Ayo. Napas teratur. Bernapaslah!
Jangan biarkan ini mengalahkanmu! Ayolah, George! Bernapas!
Hirup. Embus. Hirup. Ayolah, George.
Ayo. Bernapas.
Bernapas. Kumohon.
Pengungkit. Kita butuh pengungkit. Angkat truk itu.
George.
Ayo!
Kami datang.
- Sudah? Pegang! - Akan kupegang.
Ambil!
- Ayo! Cepat! - Sudah!
Ambil ini!
Angkat!
- Kami bersamamu, George. - Kami di sini, George.
- Benar begitu. - George tidak bisa mendengarmu.
Ayo, George, tetap bersama kami.
- Tetap bersama kami. - Astaga. Dia tenggelam.
Ayo papannya!
- Dia tenggelam. - Lepaskan dia!
- Baiklah! - Astaga.
- Baik, beri tahu aku kapan saatnya. - Sudah.
Satu, dua, tiga.
- Dia sudah bebas. - Ayo.
Angkat dia dari air. Pegang kepalanya. Terus pegang.
Baik. Ambil papan itu.
Terus bergerak.
Ini papannya.
Sudah dipegang! Turunkan papannya, ayo!
- Baik. - Kemari.
Baik, semuanya siap mengangkat di hitungan ketiga.
Siap? Kita angkat bersama. Satu, dua, tiga.
Teruslah bergerak agar kita tidak...
Kita butuh seseorang di sini!
Ayo!
- Ayo. Airnya dingin. - Kau melakukannya dengan baik.
Bersama kita bisa, paham? Kita bisa melakukan apa saja.
Kalian luar biasa. Siap? Baik. Satu, dua, tiga. Angkat!
Tunggu. Kami melakukan usaha terbaik.
Aku tidak tahu. Tolonglah.
- Apa ada yang selamat? - Aku tidak dapat menjawab itu.
Pak, apa akan memastikan tempatnya dijaga?
Apa tempatnya runtuh total?
- Ada yang selamat? - Sudah kubilang cukup.
Bisa beri tahu berapa orang yang terjebak?
Berapa yang sudah tewas?
Kenapa George? Kenapa bukan orang tidak berguna?
Kenapa selalu orang-orang baik?
Aku tidak bisa menjawab itu.
Kau harus berharap. Kau harus percaya itu.
Kurasa beberapa orang akan keluar selamat dari sana.
Dan George akan menjadi salah satunya.
Ya, kita harus berpikir begitu.
Ya, kita harus berpikir begitu.
George, aku mau memberikan kausku, tapi kurasa itu tidak akan membantu.
George, kami mau berikan baju-baju kami.
Kau baik saja, George. Tenanglah. Kami di sini bersamamu.
Kenapa kau dipecat?
Ceritanya panjang. Aku tidak akan mengkhawatirkannya.
Dia bilang dia membaca kau menyebabkan orang-orang tewas.
Dia benar.
Apa dia bilang itu saat ada gedung roboh di South Bronx?
Tidak, dia...
Apa dia menyebutkan bahwa kami yang pertama tiba di sana?
Tidak.
Lalu beberapa orang berkata...
"Biarkan saja. Mereka mungkin sudah tewas."
Apa dia membaca bagian di saat aku bilang kita akan masuk...
Atau menyebut bahwa aku keliru?
Ada ledakan gas saat keluar dan tiga orang tewas.
Saudara temanku salah satunya.
Apa dia menyebut wartawan, penyelidikan, pemakamannya?
Kau seorang penulis. Kau bisa lanjutkan sendiri, bukan?
Jadi kau tidak pernah tahu jalan keluar dari sini, ya?
Benar.
Apa itu?
Suara apa itu? Apa yang terjadi?
Apa artinya itu, Tn. Latura? Apa artinya?
Apa yang terjadi di sini?
Airnya tidak setinggi itu terakhir kali aku melihatnya.
Airnya pasti masuk kembali dari suatu tempat.
Kupikir kau bilang kau sudah menghentikannya.
Aku memperlambatnya. Tidak ada yang bisa menghentikannya.
Jadi maksudmu, tidak ada yang bisa selamatkan kita?
Kau minta kami memercayaimu dan kami percaya.
Untuk apa? Mati pelan-pelan di sini?
- Benarkah? Tidak ada pilihan? - Tidak. Selalu ada kemungkinan.
Teganya kau berbohong seperti itu.
Karena kita sudah di neraka, kurasa itu bukan masalah.
Biarkan dia bicara.
Dia sudah cukup bicara. Kita tidak butuh pidato lagi.
Itu omong kosong. Itu pendapatnya sendiri, Kit.
- Kita masih hidup, Sarah. - Ini belum selesai.
Sudah selesai. Silakan jika kalian ingin berkhayal.
Tadi hanya harapan palsu dan kini tidak ada harapan.
Kau beri kami keduanya. Terima kasih untuk kesia-siaannya.
- Terima kasih untuk kesia-siaannya. - Sarah!
Aku tidak sanggup lagi. Aku tidak bisa.
- Apa rencana cadangannya, Kit? - Tidak ada rencana cadangan.
- Kami bersamamu. - Kita bisa ledakkan bagian lain.
Kita bisa bangun dam lain jika kita bekerja sama.
- Kita bisa melakukannya. - Aku bisa periksa ujung Manhattan.
Kurasa aku bisa. Biar aku mencobanya, Kit.
- Apa bisa keluarkan kami dari sini? - Aku bisa melakukannya.
Aku benar-benar minta maaf atas perkataan ibuku.
Kumohon, berusahalah mengeluarkan kami dari sini.
Kumohon.
- Aku butuh bantuanmu, George. - Baiklah.
Ruang singgah di luar terowongan. Adakah jalan masuknya?
Aku tidak tahu.
George, aku tahu kau terluka, tapi coba pikirkan.
Bassett bilang para pekerja punya ruang singgah untuk sif kerja lama.
Pikirkan. Mungkin ada pintu kolong...
Sebuah pintu, tangga, atau sesuatu.
- Ada sebuah bilik. - Di mana?
Bilik tiga. Di ujung New Jersey.
Bilik tiga.
Steven, pastikan semua tetap bersama sampai aku kembali.
George, terima kasih.
Ya.
Ayolah, tetap bersama kami.
Kau pernah punya anjing?
Ibuku suka semua hal di dunia kecuali dua hal.
Anjing dan aku.
Mungkin dia pernah digigit anjing. Aku pernah mengalaminya.
- Ashley, kau tinggal di mana? - Kami dari Maryland.
- Maryland, itu bagus. - Ya.
Dengar, jika kita tidak mati di sini, aku ingin meneleponmu.
- Dia pikir dia telah diserang. - Benar.
Kau boleh mengelusnya.
- Kami sudah 10 tahun bersamanya. - Dia baik saja.
- Itu lama sekali. - Benar.
Apa kau punya anak?
Putra kami, Jonathan. Dia melakukan trekking di Nepal.
Dia terserang semacam demam.
Mereka bilang tidak ada yang bisa dilakukan.
Kami kehilangan dia.
- Maaf, aku tidak... - Tidak apa-apa.
Sejak Jonathan meninggal, hanya Cooper yang kami miliki.
Kurasa aku memanjakannya.
- Kau mengerti? - Ya.
Kit, itu Kit.
Semuanya, itu Kit.
Aku menemukan tempat yang kering.
Selalu ada kemungkinan.
Ayo jalan. Cepat.
Kenapa kita tidak bawa George sekarang saja?
Kita akan periksa bilik tiga lalu kembali menjemputnya.
- Teruslah berjalan. - Baiklah.
- George? - Hai.
Leherku patah, 'kan?
Ya.
- Kau temukan ruangan itu? - Ya.
Untuk ke sana harus lewat bawah air. Sangat sulit.
Kurasa dengan sedikit keberuntungan kita akan bisa...
Astaga, aku tidak tahu harus berpikir apa.
Aku tahu.
- Kau harus meninggalkan aku. - Tidak.
- Ya. - Itu konyol.
- Kita bisa berhasil. Bisa, George. - Tidak dengan leher patah.
Aku hanya butuh waktu untuk menemukan caranya.
Aku hanya butuh waktu.
Ambil gelang ini demi aku. Kumohon.
- Ada di sakuku. Saku kananku. - George, jangan menyerah.
- Ambillah. - Jangan menyerah.
- Ambil, kumohon. - Tidak.
Ambil!
Kumohon.
Kumohon, beri aku hormat.
Astaga, hanya saja ada banyak hal yang kuharap bisa kulakukan.
Aku tidak pernah beli mobil bagus.
Tidak pernah punya anak.
Akhirnya aku bertemu wanita yang kucintai.
Aku bahkan tidak punya kesempatan untuk bilang bahwa aku mencintainya.
- Apa menurutmu dia tahu? - Ya.
- Menurutmu begitu? - Ya, dia tahu. Aku yakin.
Itu bagus.
Bawa mereka ke atas.
Jangan biarkan mereka mati di tempat ini.
Kau paham?
Bilang pada mereka, aku tidak bisa selamat.
Kau telah berusaha semampumu.
Kita sama-sama tahu itu.
Aku sangat menyesal.
Aku mencintaimu, Grace.
Maafkan aku.
- Apa artinya itu? - Entahlah. Strukturnya bergeser.
Bagaimana dengan George?
George tidak selamat.
Jangan.
Aku tahu semua kedinginan.
Tapi kita harus sedikit berenang di bawah air.
Di bawah air? Aku tidak yakin bisa melakukannya.
Dengar, jika aku bisa melakukannya, kau pun bisa.
Semuanya tarik napas dalam tiga kali lalu menyelam.
Kita bisa melakukannya.
- Ayo, Sayang. - Ayah, aku tidak bisa melakukannya.
- Ashley. - Ayo, Nak!
- Baiklah. - Satu, dua, tiga.
Ayo terjun.
Ayo, terus berenang. Naik ke atas sana.
Tiga!
Aku akan menyusulmu, Eleanor.
Ya. Ayo.
Ayo, Nak.
Cepat! Keluarkan dia dari air. Bantu dia.
Angkat dia dari air.
Eleanor.
Baiklah, semuanya tetap bersama.
Baiklah, semuanya tetap bersama.
Gunakan panas tubuh tiap orang. Lawan rasa dinginnya.
Tetap hangat. Tetap berkelompok.
- Jangan sendirian, paham? - Baiklah.
- Tetap berkelompok. - Kini kita lakukan apa, Kit?
Tidak melakukan apa-apa.
Kita duduk menunggu di sini dan berdoa mereka datang.
Menunggu? Hanya itu?
Tidak ada yang bisa kita lakukan?
Kau sudah lakukan semampumu.
Kau luar biasa.
Kau harus melawannya. Lawan rasa dingin itu.
- Kuusahakan. - Lawan.
Di mana Cooper?
Di mana Cooper?
Dia lepas. Aku tidak bisa menahannya.
Maaf. Aku sudah berusaha.
- Aku tidak bisa kehilangan dia. - Ellie, jangan.
Dia anjing milik Jonathan.
Dengar, Eleanor. Dengarkan aku.
Kita tidak bisa mengembalikan mereka. Mereka berdua telah tiada.
Kita tidak bisa mengubahnya.
Kita harus saling membantu dan merelakan kepergian mereka.
Jangan, mari kita lawan.
Peluk aku.
Peluk aku.
Astaga. Mereka akan membunuh kita.
- Astaga! - Apa?
- Astaga. - Mundur.
Jangan sampai mereka menyentuhmu. Menjauh dari mereka.
- Ayo, Sarah. - Aku tidak akan pergi.
- Tidak! - Menjauh!
Astaga!
- Ayo, Sarah. - Dengar!
Astaga! Aku tidak mau mati seperti ini!
Astaga, aku tidak mau mati seperti ini.
- Tidak apa-apa, Latonya. Aku datang. - Aku tidak mau mati seperti ini.
Aku membencinya.
- Aku tidak mau mati seperti ini. - Aku datang. Aku di sini.
Mereka tidak bisa melukaimu, paham? Mereka hanya kotoran berkaki.
- Apa? - Kotoran berkaki.
Kau bisa bilang itu? Jangan lihat ke bawah.
Baik! Sudah cukup!
Jangan lihat ke bawah.
Jauhkan kaki kalian dari mereka!
Mereka tahu jalan keluar.
Steven, bantu aku menyingkirkan ini dari tembok!
Lepaskan!
Ada ruangan. Ada ruangan lain.
Tidak! Jangan sekarang!
Carikan aku peralatan. Apa saja. Cari apa saja sebisanya! Cepat!
Ayo!
Coba buka paksa!
- Roger! - Sarah, ayo ke sini!
- Roge... - Aku bisa.
Roger!
Kukira dia sedang istirahat.
Aku turut berduka.
Roger, kita harus pergi dari sini.
Tidak mungkin dia ingin kau mati di sini juga.
- Dia ingin kau bertahan hidup. - Aku tidak akan meninggalkan dia.
Baiklah.
Baiklah.
Jika kau tetap di sini, aku juga tetap di sini.
Aku tidak akan lagi meninggalkan siapa pun.
Roger, ayo!
Ayo, berdirilah! Kami tidak akan meninggalkanmu!
- Kita harus pergi. Ayo berdiri! - Airnya makin tinggi. Ayo pergi!
Ayo! Kita harus pergi! Ayo pergi!
Ayo!
Aku melihatnya. Di sana, tikus-tikusnya.
Di tangga bagian atas.
Kit, mereka sedang naik tangga. Ada sesuatu di tangga paling atas.
Astaga.
Berdiri!
Berdiri!
Cepat! Naik tangga!
Terus maju!
Aku memegangmu. Bertahanlah!
Ayo, cepat!
Ayo.
Kit! Aku menemukan jalan keluar!
- Ayo, semuanya. Cepat! - Kit, kami siap dengan cahayanya!
Ini seperti saluran pembuangan yang belum selesai atau semacamnya.
Astaga. Itu anjing wanita itu.
- Cooper! - Jangan!
- Aku harus mengambilnya. - Itu hanya anjing bodoh.
- Diam, Vincent. - Kenapa kau? Itu hanya anjing.
- Biar aku menjemputnya. - Jalan keluar di atas. Lupakan dia.
Tinggalkan saja anjingnya. Biarkan anjing bodoh itu.
Diam, Vincent.
Astaga.
Sulit kupercaya ini.
Ayo, Cooper!
Ayo pergi!
Sial! Tempatnya akan runtuh!
Kit!
- Teruskan! - Tidak tanpamu.
- Lupakan aku. Tidak ada waktu lagi. - Tidak, kita punya waktu.
- Siapa pun. Steven, lakukan sesuatu. - Baiklah.
Astaga.
- Tarik! - Sial.
Roger, tidak ada yang bisa dilempar. Kami tidak bisa menemukan apa-apa.
- Baik, bertahanlah! - Tempat ini mulai hancur!
- Kau tidak akan meninggalkan kami. - Aku akan tinggalkan kalian!
Aku meninggalkan George. Aku biarkan dia mati.
Keluar!
- Ambil ini! - Ayo.
Tidak, jangan lakukan!
- Ayo, Sayang. - Ayo, raihlah.
- Madelyne, jangan. - Turunkan.
- Tidak! - Apa dia bisa meraihnya?
Tidak!
Mulai roboh!
Astaga.
Kenapa kau tidak pergi? Apa yang kalian lakukan?
- Bisa kau raih sesuatu? - Pergilah, Steven!
- Kau harus terus melanjutkan. - Apa maksudmu?
- Kalian tidak boleh tinggalkan kami. - Mereka harus pergi!
Steven, Mikey, pasti ada jalan lain.
- Kami tidak bisa temukan apa pun. - Sayang, pasti ada jalan lain.
Apa kau bisa?
Tidak ada jalan keluar. Kalian tidak bisa menjangkau kami.
Rumah kalian ada di atas.
Tidak!
Kita harus bagaimana?
- Ashley, senter! - Ini.
- Jangan! - Jangan, Sobat!
Kit!
Tidak! Steven! Jangan tinggalkan aku!
Pergi! Kau dengar Kit! Semuanya pergi!
- Semua keluar. Kita harus pergi! - Mikey!
Aku tidak meninggalkanmu, Mikey. Aku akan mati.
- Jangan! - Astaga.
- Pergi! Hati-hati kepalamu. - Roger!
Astaga!
Jalan terus! Cepat!
Kita tidak mungkin keluar dari sini. Benar, bukan?
Ayo!
- Kit, aku tidak bisa. - Ayo!
- Apa itu? - Pemicu.
Kita harus kembali ke tempat kita memulai.
- Tidak, Kit, itu terlalu jauh. - Tidak.
Apa pun yang bisa kulakukan, kau pun bisa.
Ini. Pegang ini.
Kita harus mencobanya!
Apa?
- Semburan. - Semburan?
Ayo, kita harus mencoba melakukan semburan.
- Ayo. - Kita mau ke mana?
Kita ke langit-langit terowongan. Meledakkan lumpurnya.
Jika berhasil, tekanannya akan membawa kita ke atas.
Tinggalkan mobilmu di sini dan aku akan mengantarmu ke rumah.
- Kami di sini! - Keluarkan kami!
Di sini!
- Ada orang di sana? - Astaga!
Aku sudah memegangmu, Nak.
- Ayo! - Pelan-pelan saja.
- Pelan-pelan. - Baiklah.
Pelan-pelan.
Pelan-pelan.
Pelan-pelan saja.
Roger, kita berhasil. Ayo, kita selamat.
Ayo.
Semua baik saja.
Ayo, kami sudah memegangmu.
Baiklah.
Semua sudah keluar.
Kau yakin tidak ada orang lain di dalam?
Lubang itu terendam air. Semua sudah keluar.
- Tidak ada yang lain? - Tinggalkan aku.
Aku baik saja. Aku tidak apa-apa.
- Aku baik saja. - Tidak apa-apa, Ayah.
Tidak apa-apa. Kita baik saja.
Ayo!
Aku akan duduk. Di sini.
Aku tidak peduli lagi. Aku sangat lelah.
Kau harus melawannya.
Aku tidak mengira akan berakhir seperti ini.
Seharusnya memang tidak.
Aku selalu mengira aku akan mati di usia tua.
Teruslah mencoba, bodoh.
Teruslah mencoba.
Berapa kesempatan yang kau butuhkan?
Kau sudah membunuh yang lain.
Tapi tahukah kau? Kau seharusnya membunuhku.
Karena aku menemukan hatimu.
Sudah kutemukan hatimu dan akan kuledakkan tubuhmu!
Kita harus pergi.
Ulurkan tanganmu, Madelyne.
Kau tidak akan pernah meninggalkan kami, bukan?
Benar.
Kit.
Perlahan-lahan.
Jangan menghalangi. Ayo. Pelan-pelan.
- Ada kursi roda untukmu, Bu. - Maaf, aku ingin berjalan.
Ayo.
Ketua
Berhenti.
Grace.
Ayo. Bawa dia dari sini. Ayo, cepat.
Karena kita sama-sama ke rumah sakit, aku akan berkendara bersamamu.
Kau tidak punya sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan?
Mengingat aku tunawisma...
Tidak punya uang, tidak punya mobil...
Dan tidak dalam kondisi terbaikku...
Kurasa aku akan berkendara bersamamu.
- Dengan satu syarat. - Apa itu?
Kita harus lewat jembatan.
Translator: FRESTO
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.