All language subtitles for Family.Matters.S01E05.friday.x264.1080p MkvDrama.Org

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

RUMAH SAKIT HEWAN PAWFECT HAVEN

TIGA BULAN LALU

Anda mendapat surat.

Ny. Han Young-su?

Ya.

KEPADA: HAN YOUNG-SU

Apa ini?

Sebentar.

NOMOR 10, X? KOTA KUMSU

Bukankah mereka dari taman hiburan saat Ji-woo hilang beberapa tahun lalu?

Sekarang, ini ada hubungannya dengan kita.

Bajingan itu berani mengambil foto Ji-woo.

Seharusnya aku menjadi korban kesepuluh sejak awal.

FAMILY MATTERS

Diterjemahkan oleh Mobu donasi: trakteer.id/mobu

Keluargamu yang membawa jasadnya, 'kan?

Ya, kami yang melakukannya. Tapi..

...orang ini yang membunuhnya.

Mobil itu?

Punya dia.

Sepertinya dia membuat alibi dengan menabrakkan mobilnya ke mobil kami.

Benar.

Dia mengakuinya sendiri.

Kau masih belum paham?

"Pembunuh berantai yang sejauh ini telah membunuh sembilan korban."

Tidak, sekarang sepuluh.

Alias Doom-veloper.

Itu aku.

Jadi, dialah pembunuhnya...

...dan keluargamu cuma memindahkan jasadnya?

Benar.

Sebaiknya kau dapat pengakuan atau menemukan buktinya.

Lakukan sesuatu.

Aku sudah bilang semua yang kau minta.

Tapi sekarang apa?

Apa lagi?

Melihat bagaimana dia diam-diam mendatangi kita,

itu bukanlah main-main.

Kita harus menunggu dan melihat.

Keduanya.

Kalian naiklah ke atas dan tidur. Besok sekolah.

Ayo.

Ibu.

Ya?

Begini...

Jangan lakukan itu lagi.

Aku tidak ingin Ibu merasa sakit.

Apa ini?

Kupikir kau menghindari daging karena itu membuat Kyu-tae tidak nyaman.

Entahlah.

Aku bahkan tidak tertusuk,

tapi aku menginginkan daging yang meneteskan darah segar.

Ada sesuatu yang baik terjadi?

Mukamu memerah.

Apa?

Memerah?

Oh, iya. Kyu-tae di mana?

Aku memasukannya ke bangsal psikologi.

Kau gila?

Dia adalah anak pemilik restoran steik, tapi lihat dia!

Dia muntah saat melihat daging. Aku harus apa?

Berengsek.

Ngomong-ngomong,

kau sudah mengurus rumah sakit hewan?

Rumah sakit hewan? Apa maksudmu?

Katanya kau akan mengurusnya sendiri!

Ibu jalang psikopat kembar itu yang menyakiti Kyu-tae kita!

Benar!

Berengsek, bajingan itu. Sial..

Aduh!

Kenapa?

Apa?

Perhatian.

Dasar sialan!

Apa semua ini?

Kami ada dalam pikiranmu.

Semuanya kabur.

Lemah, 'kan?

Apa-apaan!

Apa kau juga melakukan ini pada Kyu-tae?

Kyu-tae sudah berbuat dosa besar.

Maksudmu, kau menghukumnya?

Itu bukanlah hukuman.

Itu pengobatan.

Untuk apa?

Kyu-tae tidak sakit.

Ini bukan soal Kyu-tae.

Itu untuk anak-anak yang menderita karenanya.

KWON MIN-JUNG

Mereka akan dihantui oleh kenangan yang mengerikan sepanjang hidupnya.

Wajar jika dia juga mengalami hal yang sama--

Kalau dia bersalah, bawalah ke pengadilan! Apa hakmu?

Aku tidak bilang kalau aku tidak bersalah.

Aku tahu aku harus sedikit disalahkan.

Jadi, akan kukasih kau kelonggaran.

Beraninya kau menganggu anak-anak kami?

Hei.

Kenapa ini tidak menusuk dengan baik?

Apa-apaan!

Apa?

Kenapa?

Kau tidak lihat aku berdarah?

Darah apa?

Bangsat, lihat!

Apa?

Dia menusukku dengan ekor ikan pari!

Mulai sekarang, menjauhlah dari anak-anakku.

Jangan sekali-kali menyebut nama mereka atau memikirkannya.

Maka kau akan baik-baik saja.

Jadi, apakah ini yang terjadi?

Gil-ja.

- Kurasa jalang itu juga "mengoperasi"-ku. - Apa?

Maksudmu,

jalang itu mengacaukan ketiga anak buahku?

Kembar sialan itu!

Seharusnya aku tidak memikirkannya.

Mi-ok?

Aku mau kau sekolah besok.

Hipnosis, penyiksaan, bahkan mengurung orang?

Ya, kuberitahu.

Aku juga punya buktinya.

- Bukti apa? - Bukti bahwa mereka mengurungku.

Kurekam semuanya dalam video.

Ini sangat serius.

Apa?

Seorang anak yang tak bersalah dijebak sebagai pembunuh.

Apa? Bukannya mereka bilang di berita kalau mereka sudah menangkap pembunuhnya?

Dia bukanlah pembunuhnya.

Begitu?

Bagiku, dia tidak tampak seperti pembunuh.

- Tapi kenapa harus membahas hal ini? - Kenapa?

Itu karena...

...kau pembunuhnya.

Kau yakin

Ya.

Detektif. Bukan aku!

Mana buktinya?

Kau ke gereja?

Tidak.

Aku Buddhis.

Terus kenapa penganut Buddha memakai salib?

Itu punya Lee Yu-jin.

Kena kau, Doom-veloper bangsat.

Akhirnya dia menangkapnya.

Sebelumnya maaf, Detektif.

Kami menemukan ini di mobil si bajingan.

Keluar, bajingan.

Keluar, bangsat!

Diam, bajingan.

Rasakan ini!

Sial, kau pikir ini sudah berakhir?

Diam, berengsek.

- Semua sudah berakhir. - Tidak.

Ini masih belum berakhir.

Dia pembunuh di kasus Gunung Kumsuak,

tapi dia bukan pembunuh berantai.

Apa semua ini?

Ada sebuah tempat yang disebut Pelatihan Khusus.

Kau tidak punya nama di sana, hanya nomor penanda.

Baik si pembunuh maupun aku, berasal dari sana.

"Pelatihan Khusus"?

Tempat macam apa itu?

Aku bisa kasih tahu semuanya,

tapi kau takkan percaya padaku.

Oke, buat sederhana saja.

Perhatian.

Kalian semua ditelantarkan.

Jangan pernah berpikir untuk kabur.

Perhatian.

Aku akan mengirim orang untuk memburu kalian setiap hari...

...sampai aku mencabik-cabikmu dan anak-anak itu.

Jadi, maksudmu, di tempat Pelatihan Spesial,

mereka memanfaatkan anak-anak untuk eksperimen dan pelatihan.

Dan kalau kau kabur dengan bayi-bayi itu,

mereka mengirim Doom-veloper untuk memburumu?

Untuk memancingku keluar.

Mereka sudah membunuh orang, meninggalkan pesan.

Itu karena aku nomor 10.

Ho-chul.

Katakan.

Kau yang membunuh Lee Yu-jin di Gunung Kumsuak?

Benar. Aku membunuhnya.

MISI TERCAPAI

DIA: BAGUS, SEPULUH SUDAH LEWAT, SAATNYA PINDAH

Dia memberiku sebuah misi.

"Dia"?

Siapa yang memberimu misi?

Doom-veloper.

Berdiri.

Jung Ho-chul.

Kau ditahan atas pembunuhan di Gunung Kumsuak.

Kau berhak untuk tetap diam,

hak untuk mendapatkan penasihat hukum, dan peninjauan atas keabsahan penangkapan...

Lakukan apa saja yang kau mau.

Sepertinya peretasan otak berhasil.

Sebentar.

Bahkan setelah menemukan jasadnya, kau tidak melaporkannya.

Kau juga yang mengurungnya. Jadi, aku tak bisa membiarkannya begitu saja.

Kita perlu membunuhnya?

RUMAH SAKIT HEWAN PAWFECT HAVEN

Jeong-hwan, ada apa? Dia pelaku sebenarnya?

Kau percaya padaku, 'kan? Akan kujelaskan semuanya nanti...

Meski aku tidak yakin bisa.

- Masuklah. - Apa?

Bodo amat, kita menangkap pembunuhnya. Bicaranya nanti saja.

Tentu.

Apa yang kau lakukan?

Akulah yang mengurungnya.

Tangkap aku.

Mana mungkin.

Aku membiarkannya pergi bahkan setelah menemukan mayatnya.

Aku orang yang paling berdosa di sini.

Ada masalah?

Kurasa kami tidak bisa melakukannya.

Ji-woo agak sensitif pada cahaya.

Oh, benar.

Trauma dari Pelatihan Khusus. Tunggu sebentar.

Flash-nya sudah kumatikan.

Kita mulai.

Satu, dua, tiga.

Sekali lagi. Satu, dua, tiga.

Ini adalah bukti yang mendukung pengakuanmu,

bahwa secara tidak langsung, kau terlibat dalam kasus pembunuhan di Gunung Kumsuak.

Kau tahu mugshot?

Ya.

Dan saat ini kau tidak bisa pergi dari Kota Kumsu.

Secara teknis, ini bukan tentang gambar, tapi soal lampu kilat.

Dia hanya melihatmu.

Bagaimana kau menangkap pelaku yang sebenarnya?

Sejak awal, kami tahu kalau dialah pelakunya.

- Detektif Park! Bawa dia. - Baik, Pak.

Kami hanya menunggu sampai yakin 100%, sampai kami punya bukti yang kuat.

"Gereja Aspirasi Kumsu."

GEREJA ASPIRASI KUMSU

Selamat malam, Pak. Anda pendeta di gereja ini, 'kan?

Aku ke sini...

...karena kupikir jika aku berdoa, mungkin aku bisa bergabung dengan keluarga Tuhan juga.

Tapi sekarang sudah telat.

Tuhan juga pasti sedang tidur, ya? Kalau begitu, aku pergi dulu.

Tidak, Pak.

Gereja Tuhan selalu terbuka lebar.

Silakan, Anda duluan.

Oke.

RUMAH SAKIT HEWAN PAWFECT HAVEN

Ibu...

Ibu.

Ibu.

- Aku berangkat. - Oke, sampai nanti.

Jadi, ini bukan soal gambar, tapi soal lampu kilatnya?

Kupikir kau tidak mengizinkan mengambil gambar karena kita sedang dalam pelarian.

Kenapa tak bilang padaku?

Benar, aku tidak mengizinkan mereka karena kita sedang dalam pelarian.

Kurasa akan lebih baik bagimu untuk berpikir bahwa itu satu-satunya alasan.

Maka aku akan terus menyalahkanmu.

Lagian ini semua salah Ibu.

Jadi, salahkan saja aku sesukamu.

Apanya?

Kau tak punya emosi, tak punya rasa takut.

Kenapa kau cepat menyerah begitu?

Apa maksudmu?

Kau tahu?

Aku lebih suka telur dadar gulung daripada telur goreng.

Jadi...

...jangan menyerah cuma karena kau gagal beberapa kali.

Ji-woo.

Aku tak punya trauma, jadi...

Aku tak punya trauma, jadi jangan meributkannya.

Payah.

Ji-woo!

Ji-woo!

Sudah kubilang.

Kau akan beruntung kalau tidak membunuh mereka.

Sekarang apa?

Sepertinya dia harus melihat darah begitu dia kehilangannya.

Apa? Kau melihat hantu atau semacamnya, Jalang?

Hei, Mi-ok.

Lama tidak melihatmu di sekolah.

Benar, sudah lama aku tidak ke sini dan sekarang ada suasana yang tidak menyenangkan.

- Sial. - Sial.

Lihat ke bawah. Kau mau mati?

Siapa kau,

mengoceh di kamar mandi sekolah yang sakral ini?

Ini Mi-ok, Ryu Mi-ok.

Dan ini Baek Ji-woo.

"Ryu Mi-ok"?

Maksudmu "Ruin-Me-ok"?

Kau pasti si jalang yang memukul Fuc Kyu-tae.

Ikuti aku.

Ayo.

Sial.

- Lihatlah jalang itu. - Sombongnya.

Dasar jalang.

Kau benar-benar mengikutiku ke sini?

Bagaimana kalau wajahmu tergores?

Jangan terlalu cepat menilai.

Kau mungkin akan membuat pergelangan tanganmu patah.

Aku di sini cuma mau nanya sesuatu,

jadi singkirkan tongkat itu.

Entah itu pergelangan tanganku atau wajahmu yang rusak,

kita harus menyelesaikan ini.

Kita tidak bisa punya dua jalang di sekolah kecil ini.

Ini berlebihan buat anak-anak.

Berengsek.

Kau mau gelar jalang sekolah? Ambil saja.

Sekarang, tentang tato itu...

Berkelahi dengan teman di sekolah bukanlah hal yang keren.

Pentolanmu, Fuc Kyu-tae, sudah selesai.

Dan kau dalam masalah besar karena menjual gambar CD perempuan.

Itu tak pantas keluar dari mulutmu.

Apa katamu?

Benar.

Sepertinya keputusanku sudah tepat.

Jadi, aku sudah melakukan refleksi.

Intinya...

...yang kita butuhkan sekarang bukanlah kontes kencing, tapi membangun koneksi.

Kau tampak bodo amat tentang jejaring sosial.

Keluargamu bukan semacam penjahat yang bersembunyi

atau buronan, 'kan?

Ekspresi itu tak ternilai harganya.

Berengsek.

Ji-woo!

Baek Ji-woo!

Sadarlah!

Min-jung, kamu tidak apa-apa? Kamu berdarah.

Hei!

Kau dan aku tak jauh beda.

Katamu ada yang mau ditanyakan.

Jae-gon sungguh tampak seperti sudah menendang ember.

Ayo. Kau tak punya tujuan, 'kan?

PANGGILAN MASUK

Halo?

Halo? Bicaralah.

Ibu.

Ji-woo?

Ibu.

Ji-woo, Sayang.

Semuanya baik-baik saja?

Ji-woo...

Bagaimana dengan Ji-woo?

- Dia... - Dia Bagaimana?

Dia memanggilku "ibu".

Benarkah? Baguslah!

Lalu katanya dia sudah membunuh seseorang. Dia menangis.

Apa?

Apa?

Ini.

Jadi, apa yang mau kau tanyakan?

Benar.

Di mana kau mendapatkan tatomu?

Ini?

Jelas, ini kudapatkan dari toko tato.

Lupakan. Kayaknya aku salah.

Tapi, ini tempat apa?

Tempat ini? Kami adalah keluarga yang melarikan diri.

Untuk anak yang tak punya keluarga sepertiku, atau dengan keluarga yang buruk seperti keluargamu--

Atau untuk anak-anak yang tak punya rumah untuk kembali karena keluarga mereka membenci mereka.

Ini.

Terima kasih banyak.

Kau pasti Ji-woo.

Aku adalah seorang ibu bagi Mi-ok dan anak-anak lain di sini.

Oh, begitu. Oke.

Aku akan pergi.

Baiklah.

Ngomong-ngomong, aku sudah mengecek ke sekolah dan Jae-gon...

...terluka cukup parah.

Dia belum sadarkan diri.

Apa?

Akan kujelaskan kepada ibumu.

Aku makelar rumahmu, jadi aku kenal ibumu cukup baik.

Ngomong-ngomong, ibumu juga agak pemarah.

Aku khawatir dia akan sangat marah.

Kau tidak mengetahuinya.

Kurasa hubungan antara kau dan ibumu...

...tidak seperti pelangi dan sinar matahari.

Kasihan sekali.

Aku paham.

Siapa yang benar-benar tahu apa yang kau alami?

Di sana.

Ji-woo?

Bukan, ini Makelar Oh dari Kumsu Realty.

- Putrimu bersamaku. - Maaf?

Apa yang dilakukannya di sana?

Sepertinya dia tak punya tujuan setelah mendapat masalah.

"Masalah"?

Tolong antar Ji-woo pulang.

Masalahnya...

Dia tak ingin bertemu siapa pun saat ini.

Kurasa dia merasa tidak enak.

Di mana kau? Aku datang sekarang.

Benarkah?

Jangan buru-buru.

Akan kirimkan alamatnya.

ENAM PANGGILAN TAK TERJAWAB

- Kau baik-baik? - Ya.

Aku tidak apa-apa.

Sudah dengar kabar dari Ji-woo?

Belum. Bagaimana dengan si berengsek Jae-gon?

Untungnya, itu tidak terlalu serius.

Baiklah, ayo.

Tapi aku benar-benar panik di sana.

Kupikir Ji-woo akan membunuh Jae-gon...

Pendeta itu adalah ayah Jae-gon.

Kau sudah sampai!

Di mana Ji-woo?

Dia mengurung diri di salah satu ruangan.

Tunggu!

Dia tak ingin bertemu siapa pun saat ini.

Duduklah. Jangan ganggu dia.

Duduklah.

Ini.

Silakan, cobalah. Koktail buatan ibuku bukan main.

Tapi, kenapa...

Kenapa Ji-woo di sini?

Kau benar-benar tak punya anak, kah?

Bagaimana kau membesarkan mereka? Keduanya, bahkan.

Anak-anak di usia itu merasa lebih nyaman ketika jauh dari rumah.

Jadi tempat ini--

Sebagai seorang hamba Tuhan, mana mungkin aku mengabaikan anak-anak yang tersesat?

Aku memulai tempat ini untuk memberi atap di atas kepala mereka.

Sudah tujuh tahun! Tapi kau harus mengeluarkan uang di suatu tempat.

Ya Tuhan, aku sangat kenyang.

Kau...

...tidak seperti yang kuharapkan.

Begitukah?

Apa yang kau harapkan?

Apa kau pikir aku akan mengurung atau menyiksa anak-anak?

Aku paham.

Itu sebabnya kau tak mau menyentuh minuman yang kubuatkan untukmu.

Kau pikir aku meracuninya?

Tidak, bukan begitu...

Siapa yang tahu? Aku mungkin sudah meracuni putri jalangmu.

Berengsek.

Sejak pertama kali aku melihat wajahmu, aku tahu hari ini akan tiba.

Kalau sebegitu khawatirnya, harusnya kau pergi dengannya dari awal.

Young-su menyuruhku menunggu.

Kalau dia menyuruhmu mati di sini, kau mau?

Tentu.

Kau benar-benar bodoh.

Hei! Ada apa?

Kami dengar Ji-woo menghajar anak kecil.

Dia beneran mati?

Tidak, tidak sampai meninggal.

Tapi, kok kalian tahu?

Rupanya dia bersama keluarga yang kabur, jadi ibumu pergi menjemputnya.

Apa?

Ji-woo sembunyi dengan keluarga Mi-ok yang kabur?

Ya. Kenapa terkejut begitu?

Tempat itu sebenarnya dikelola gereja.

Ayah Jae-gon adalah pemilik gereja. Anak yang dihajarnya habis-habisan.

Nomor 10!

Nomor 10!

Pria ini ancaman serius bagi keamanan nasional.

Bor lubang di lobus frontalnya untuk menanamkan hati nurani sebelum dia meninggal.

- Per-- - Tidak.

Hari ini, kau akan melakukannya secara nyata.

Kenapa?

Khayalan atau nyata, rasa sakit dan bekas luka, yang ditimbulkannya sama saja.

Apakah melakukannya secara nyata terlalu kejam?

Kaukira itu bukan kau?

Ya.

Ini bukanlah gayaku.

Baik.

Nomor 10, sepertinya...

...yang kau butuhkan adalah cobaan, bukan pelatihan.

Ibu?

"Ibu"?

Apa kau bermimpi? Bangun, jalang.

Ya.

Harapanmu benar.

Mereka bilang jalang bisa mengendus satu sama lain.

Pertama kali aku melihatmu, aku langsung tahu.

Hanya dengan melihat matamu yang berbinar-binar,

Aku tahu kau bukan sembarang jalang,

tapi jalang yang akan mengubur suami dan anak-anaknya dengan penuh kemarahan!

Apa? Anakmu?

Apa kau takut aku mengubur putrimu?

Memangnya aku gila?

Aku bisa menghasilkan banyak uang kalau aku memberinya makan dan mengirimnya ke luar negeri.

Kenapa aku harus menyia-nyiakannya dengan menguburnya?

Akan kupastikan dia bersekolah di sekolah yang bagus di luar negeri.

Ke tempat di mana kehilangan ginjal takkan menghentikannya untuk menjual tubuhnya.

Aku tidak tahu bagaimana kau melakukannya, tapi aku tahu kau seperti pendetaku.

Kau bisa membungkus siapa pun dengan jari dan lidahmu.

Aku tahu semuanya.

Jadi hari ini, kau akan menutup mulut dan cukup dengarkan saja.

Paham?

Wah.

Ini sangat menyentuh.

Suamimu yang dungu muncul untuk menyelamatkanmu, ya?

Mi-ok, buatlah beberapa cerita rekayasa.

Jika dia tak membelinya, tinggalkan saja.

Akan kuawasi dari sini. Dan jika keadaan memburuk,

akan kugantung jalang ini dan naik ke atas.

Apa kataku. Ibumu datang lebih awal dan membawanya.

Benar, 'kan?

Ya.

Terus di mana Makelar Oh?

Seon-suk.

Apa Ibu datang hari ini?

Yah...

Ya, tadi.

Benarkah?

Sepertinya dia lupa membawa ponselnya.

Kau yakin?

Kedengerannya seperti bohong.

"Bohong"?

Baik. Kalau kau tak percaya,

silakan cari di sini.

Silakan.

Sudahlah.

Sepertinya ada kesalahpahaman.

Dia tidak bersembunyi di suatu tempat...

...dan menodongkan pisau ke leher Ibu, 'kan?

Ayo.

Apa-apaan.

Kupikir dia orang yang dungu dan tidak tahu apa-apa.

Syukurlah dia benar-benar punya kepala di pundaknya.

Bajingan yang lucu.

- Min-jung. - Ya?

Kau tahu tempat apa ini sebenarnya?

Ini tempat untuk keluarga yang kabur.

Mereka makan, tidur, dan belajar di sini.

Mereka juga membeli dan menjual tanah.

Mereka menyebutnya pusat adopsi karena mereka menempatkan hewan peliharaan untuk diadopsi.

"Pusat adopsi"?

Ayah.

Ibu dan Ji-woo pasti di sana.

Aku tahu.

Tapi kalau kita menerobos masuk, Ibu bisa dalam bahaya.

Kukira kau salah satu dari gadis-gadis yang hamil dan menikah.

Aku juga sama.

Aku sudah tidak bisa melakukan aborsi, jadi aku harus mengeluarkannya.

Baik Ubur-ubur dan aku,

kami bahkan tak bisa mengurus diri kami sendiri saat itu.

Dan mengganti popok bayi tepat waktu adalah hal yang sangat merepotkan.

Jadi, aku bisa apa?

Aku membungkusnya dengan baik dan membawanya ke Teluk Incheon.

Tidak, tunggu.

Haruskah kubilang membuangnya karena sudah mati?

Intinya, Joe si Ubur-ubur Tolol tidak pernah peduli dengan anaknya.

Tapi saat dia dengar anaknya hilang, tiba-tiba dia panik...

...berkata kita harus menemukannya.

Jadi, aku bisa apa?

Aku mengadopsi seorang anak berkepala besar dari panti dan bilang kalau dia adalah anak kami.

Dan dia sangat menyayanginya sejak saat itu.

Tahu maksudku?

Anak itu...

Anak berkepala besar itu adalah Kyu-tae-ku.

Kau masih belum paham pesan moral cerita ini?

Bagi Ubur-ubur dan aku,

Kyu-tae bernilai dua kali lipat, sama seperti anak kembarmu.

Jadi, ini tak akan selesai hanya dengan putrimu.

Anak laki-laki sialanmu itu akan segera menghadapi nasib yang sama.

Sayang, kau sudah lihat foto-fotonya?

Seperti maumu, aku membuatnya meneteskan air mata darah.

Itulah gadisku.

Kau adalah ikan pari uwow yang sesungguhnya, Oh "Gigi" Gil-ja.

Gil-ja.

Haruskah kukirimkan "tukang jagal" sekarang?

Kenapa membuang-buang uang? Harganya sangat mahal.

Sudah cukup lama, tapi aku akan melakukannya dengan praktis.

Akan kumulai dari mata.

Tapi apa aku harus membunuhmu dulu, atau mencungkilnya dulu?

Kurasa begitu.

Mencungkilnya setelah membunuhmu akan lebih mudah bagiku...

dan tidak terlalu menyakitkan bagimu.

Jangan khawatir, aku sudah memperdagangkan organ tubuh manusia selama sepuluh tahun...

...dan secara pribadi memanen dan mengirimkan daging segar lebih dari 200 kali.

Oke, saat yang tepat.

Ibu akan bekerja sampai larut malam, jadi bawakan Ibu es Americano.

Pastikan es-nya dipotong dengan baik dan bulat sempurna.

Kau tak mampu menerimanya? Atau kau tiba-tiba merasa takut?

Terus apa?

Ada yang mau dikatakan?

Kau pikir aku gila?

Kalau kubiarkan kau membuka mulut, lidahmu yang tajam akan membunuhku.

"Pawfect Haven"?

Dasar! Ini lebih seperti bahaya.

Tetap saja, tak boleh bicara.

Ketik saja.

PER HA TI AN

"Perhatian"?

Apa maksudnya?

Sialan.

Berengsek, dasar jalang!

Dengar.

Kau tak tahu dengan siapa kau bermain-main.

Aku Oh "Gigi" Gil-ja.

Aku sudah mencabik-cabik dan melahap lebih dari 50 jalang dan bajingan...

...dari nyali sampai ke tulang!

Mi-ok, dasar jalang.

Kau jauh-jauh ke Kopi Zionis untuk membeli kopi atau apa?

Young-su!

Young-su, hei. Kau baik-baik saja?

Kau tidak apa-apa?

Young-su, hei.

Young-su.

Young-su.

Kau baik-baik saja?

Kau tidak apa-apa?

Ibu sendiri? Ibu, kau berdarah cukup banyak.

Ibu baik-baik saja.

Bukan apa-apa.

Maafkan aku, Ibu.

Aku anak yang buruk.

Tidak, kau anak yang baik, Ji-woo.

Kau tak membunuh siapa pun, jadi tidak apa-apa.

Itu yang penting.

Berengsek.

Astaga, apa yang terjadi?

Oh, tidak!

Tidak!

Kenapa denganku?

Kenapa ini?

Kakiku kenapa? Ya Tuhan!

Tidak, apa yang terjadi?

- Ayo. - Tidak!

Apa yang harus kulakukan?

Kau yakin baik-baik saja?

Ini sakit!

Kenapa denganku?

- Tolong kami, kumohon! - Tolong selamatkan kami!

Dasar jalang sialan.

Kau tidak layak mendapat "Perhatian".

Kebanyakan orang mengira bahwa tendon Achilles yang pecah berakibat fatal,

padahal tidak selalu begitu.

Jika kau menghentikan pendarahannya...

...dan menjalani operasi tepat waktu, kau bisa berjalan normal dalam setahun.

Kau jalang! Apa yang kamu lakukan?

Pernah dengar "lobotomi"?

Ini adalah operasi retro untuk skizofrenia di masa lalu.

Kau menyisipkan alat seperti ini...

...tepat di antara rongga mata.

Langsung ke lobus frontal untuk membuat lubang.

Operasi di rumah sakit perlu biaya yang tidak sedikit.

Sudah cukup lama, tapi aku akan melakukannya dengan praktis.

Apa?

Mengejutkannya, ini bukanlah praktik kuno.

Ini dipraktikkan hingga tahun 1960-an.

Dokter yang menyempurnakannya bahkan menerima Penghargaan Nobel.

Jadi, tak perlu begitu khawatir.

Mereka tidak memberikan Penghargaan Nobel kepada kepada sembarang orang.

Tunggu! Tolong!

Aku minta maaf!

Aku menyesali perbuatanku. Ini semua salahku.

Kalau kau memaafkanku sekali ini saja, akan kulakukan apa pun yang kau mau!

Benarkah?

Ya.

Kalau begitu, pertama...

...jawab pertanyaanku dengan jujur.

Tentu. Terserahmu.

Aku tidak punya dendam padamu atau anakmu, sumpah.

Bukan itu.

Selain kau,

siapa lagi yang tahu tanggal pasti kami pindah?

Apa hubungannya?

Oh, benar!

Tuan Tanah memberi tahuku. Pendeta!

- Pendeta? - Ya.

Bagaimana dia mengetahuinya?

Mana kutahu?

Itu bukan jawaban.

Perhatian.

Apa sebenarnya yang kalian lakukan di sini?

Dengan alasan untuk membangun Gereja,

kami mengumpulkan dana untuk membeli tanah dan bangunan.

Dan pendeta yang nyuruh semua itu?

Tidak.

Hanya dengan omon-omonnya,

orang-orang dengan membabi buta mengikutinya ke mana pun seperti domba.

Ini kesempatan yang sempurna untuk menggunakannya sebagai penopang kami.

Jadi, dia hanya boneka?

Benar.

Pada awalnya, aku yakin akan hal itu.

Tapi melihat belakangan ini...

...kurasa aku yang tolol, bukan dia.

Menyembah cinta kasih Tuhan

Terima kasih atas kasih Tuhan

Betapa menakjubkannya kasih Tuhan

Kasih Yehuwa, Tuhan

Saat kau mencapai surga,

kau akan bersinar di samping Tuhan seperti bintang.

Amin.

Siapa pun akan berpikir...

Oh, Tuhanku!

...bahwa pendeta adalah seorang hamba Tuhan di siang hari.

Tapi dia adalah pria yang sangat cabul saat malam hari.

Jadi, ya.

Kadang-kadang wajahku...

...akan memerah, lho.

Sepertinya aku mendambakan kenikmatan duniawi.

Aku ketagihan dengan rasa pedas yang menggugah selera.

Meskipun aku merasa ada sesuatu yang tidak beres, aku tidak bisa berhenti.

Cukup.

Apa? Apa ini?

Tahu apa?

Untuk kali ini, aku sungguh ingin melihatmu merasakan rasa sakit yang nyata dan tanpa filter.

"Nyata" bagaimana? Apa maksudmu?

- Apa yang kau lakukan padaku? - Belum.

Tapi aku akan mulai sekarang. Sebaiknya kau siap-siap untuk benturan.

Jangan gerak.

Sudah lama aku tidak melakukannya, jadi aku mungkin tidak terlalu pandai.

Sakit?

Tapi itu bukan apa-apa.

Tidak.

Rasa sakit yang nyata tidak cukup untukmu.

Ngomong-ngomong, "Pawfect Haven"?

Itu salah ketik.

Seharusnya "Pawfect Heaven."

Tapi untukmu, tempat ini adalah bahaya yang sempurna, seperti katamu.

Dan kau bahkan tidak pantas bermimpi tentang surga, jadi tenggelamlah selamanya.

Perhatian.

Inilah momen kebenaran yang sesungguhnya.

Diterjemahkan oleh Mobu donasi: trakteer.id/mobu

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.