All language subtitles for Power Play (1999)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

- - [- - - eifansclub - - -] - -

Ayo, minumlah.

Aku merasa kurang sehat.

Kenapa?

Kamu mau menemaniku?

Apa yang kamu lakukan padaku?

Halo, Pak Alcott. Namaku Jacqueline Knight.

Pak Alcott, namaku Jacqueline Knight.

Pak Alcott, namaku Jacqueline Knight.

Aku menjalankan organisasi bernama...

Rise up.

Aku menjalankan organisasi bernama Rise Up.

Ya.

Maaf, apa ini resepsi Alcott?

Ya, benar.

Aku telah berkeliling ruangan selama 20 menit.

Dalam undangan tertulis...

undangannya tertinggal di meja makan rumahku. Bodoh sekali.

Kenapa tak masuk saja denganku? Undangan berlaku

untuk dua orang, kecuali kamu sudah bawa pasangan.

Aku datang sendiri. Kamu yakin aku tak mengganggu?

Tidak, aku malah senang.

Kamu baik sekali. Namaku Jacqueline.

Dr. Jacob Griffith.

- Senang berkenalan. - Aku juga.

Mungkin kita bisa habiskan malam bersama.

Aku mau.

Biar aku bantu.

- Setelanmu bagus. - Terima kasih.

Jacqueline, apa tujuanmu hadir di sini?

Apa kamu anggota dari Yayasan Kemanusiaan Alcott?

Bukan, aku bahkan belum pernah bertemu Alcott.

Aku diam-diam kemari mencari dukungan

untuk grup amal milikku yang bernama Rise up.

Apa saja yang dilakukan oleh grupmu?

Kami menangani remaja bermasalah.

Itu hanya organisasi kecil. Kami baru mulai,

tapi punya prestasi yang bisa dibanggakan.

Boleh juga.

Senang bertemu dengan seseorang

yang suka memberi daripada menerima.

- Ya. - Kalau kamu?

Kamu pasti dari pihak rumah sakit.

Aku kepala bagian kardiologi.

Pekerjaanku selama 23 tahun,

dan 12 tahun jadi dewan RS.

Kamu pasti kenal Pak Alcott?

Sayangnya tidak.

Aku pernah dikenalkan sekali,

tapi karena ini pertama kalinya dia

berdonasi di rumah sakit kami,

jadi sebagian besar dari kami tak kenal dia secara pribadi.

Katanya jumlah kekayaan dia...

Silakan duduk, saudara-saudara. Acara akan dimulai.

Kita duduk di sana saja, ada meja yang kosong di pojok.

...untuk menghormati pemberi sumbangan, Pak Benjamin Alcott.

Malam ini, kita akan hormati

yang telah berkontribusi banyak di masyarakat

dan tak terhitung jumlahnya.

Dengan sumbangan dia, kami bisa mendanai

salah satu yang paling menjanjikan...

Apa bidang usaha Pak Alcott?

Perkayuan.

Dia penyalur terbesar di pantai barat.

Perusahaan besar tapi tak disukai.

Pecinta alam keberatan dengan cara penebangan hutan.

Benarkah? Sebesar apa perusahaannya?

Perusahaannya sukses tapi tidak terdaftar di Fortune 500.

Katanya harta bersih miliknya sebesar 20 juta dolar.

Benarkah?

Saudara-saudara, merupakan kehormatan bagiku

untuk menghadirkan, Pak Benjamin Alcott.

Terima kasih. Terima kasih banyak.

Aku akan coba berpidato dengan singkat, karena aku tahu

mendengar pidato adalah obat tidur yang mujarab.

Merupakan kehormatan bagiku malam ini

bisa menerima plakat sekaligus membantu masyarakat.

Bertahun-tahun yang lalu,

aku hanya seorang anak penyakitan.

Aku ingat masa-masa itu, rasa takut

dan rasa sepi yang aku alami saat aku sakit.

Tapi dengan pertolongan para dokter dan perawat yang berbakat,

aku sembuh dan terus bisa menjalani hidup

yang produktif dan bahagia.

Orang lain sepertiku berhasil sembuh dan keluar RS.

Sayangnya, banyak juga yang tidak berhasil.

Setelah bertahun-tahun, aku mengerti jika kejadian ini meyedihkan,

dan tak bisa diubah.

Tapi, kita bisa tingkatkan perhatian pada masalah itu.

Aku harap sumbanganku bisa membuat perbedaan

dan aku berterima kasih atas kesempatan

membayar janji yang lama tertunda.

Terima kasih banyak.

Sial.

Aku harus pergi.

Itu mengecewakan, padahal ini malam yang indah.

Mau bertemu lagi denganku lain waktu?

- Tidak, terima kasih. - Bukan pertemuan resmi.

- Aku rasa tidak usah. - Kita bisa bersenang-senang.

Mungkin makan malam bersama.

Dok, aku akan terus terang saja.

Kamu pria canggung yang mengganggu.

Sekarang, lebih kamu pulang saja ke rumah kecilmu

dan setubuhi istri kecilmu yang keriput.

Aku yakin istrimu akan menghargainya.

Ternyata kamu bukan hanya pelacur, tapi juga berhati kejam.

Seharusnya kamu lebih teliti.

Lagipula kamu seorang kardiologis.

Maaf.

Aku rasa itu ide bagus.

Besok telepon saja kantorku dan kita buat janji pertemuan.

- Permisi, Pak Alcott. - Ya.

- Aku Jacqueline Knight. - Apa kabar?

Aku hanya mau katakan betapa baiknya kamu telah bersedia menyumbang

ke rumah sakit. Aku yakin akan banyak orang yang tertolong.

Terima kasih. Setidaknya itu yang bisa aku lakukan. Andai saja bisa lebih dari itu.

Sebaliknya. Itu lebih dari yang biasa orang lakukan.

Ya, aku rasa kamu benar.

Kamu memang rendah hati. Dengan aksi kemanusiaanmu

aku yakin akan banyak yang tertolong.

- Senang bertemu denganmu, Pak Alcott. - Terima kasih.

Maaf, Nona Knight,

gelangmu terjatuh.

Terima kasih. Gelangku selamat.

Dengan senang hati, Nona Knight.

- Jacqueline. - Jacqueline.

Kamu pekerja rumah sakit?

Bukan, sebenarnya aku menjalankan organisasi bernama Rise Up.

Kami bantu para remaja belajar bisnis...

- Apa aku terdengar lucu? - Tidak sama sekali.

Aku hanya tak mengira akan terkagum malam ini,

setidaknya oleh orang sepertimu.

Meskipun dibandingkan dengan

pria botak dengan tiga setelan baju yang tak tahu malu,

kamu membuatku senang.

Silakan lanjutkan pestanya.

Tidak, kamu benar. Maaf, aku sudah tak sopan.

Ini pestamu dan kamu harus menghadirinya.

Tunggu, tolong, Jacqueline, jangan pergi.

Aku tak bermaksud menakutimu.

Kamu telah memberi hawa yang baru malam ini,

dan aku ingin ditemani olehmu,

kecuali kamu ke sini bawa pasangan.

Tidak, aku datang sendiri.

Biar aku lakukan sesuatu untukmu.

- Terima kasih. - Sepertinya itu menyedihkan.

- Ayah, pidatonya bagus. - Kenapa gaunmu?

Wanita peroxide yang sedang Ayah ajak bicara,

menubrukku dan menumpahkan gelas anggurku.

Kamu tak sedang cari perhatian seperti biasa, bukan, Candy?

Kenapa masih memakai gaun itu? Kenapa tak

pulang dan ganti baju saja? Kamu buat Ayah malu.

Aku datang untuk Ayah. Ingat?

Ya, tapi kamu terlihat bodoh. Bagaimana nanti efeknya pada Ayah?

Sudahlah, selalu aku yang salah.

Tolong, pelankan suaramu.

Aku lupa.

Kita harus menjaga kharisma keluarga Alcott yang dermawan dan baik hati.

Ayah memaksaku datang ke pesta sialan ini untuk menjaga kharisma Ayah.

Cukup. Pulanglah, Candy.

Ini saatnya kamu pergi.

Selalu menutupi masalah.

Maaf, aku tak tahu kamu ditemani orang lain.

Itu anak tiriku. Dia mau pulang lebih awal.

Aku khawatir, tapi dia bilang tak apa-apa.

- Hey. - Hey.

- Bagaimana keadaanmu? - Baik.

Jacqueline, beritahu aku tentang grup yang kamu jalankan.

Aku enggan bercerita soal itu lagi,

karena kamu tadi menertawakan aku.

Maaf, aku hanya bercanda.

Banyak orang yang menyapaku tadi, dan kamu...

- membuat aku terkejut. - Aku tahu.

Aku harus akui, itulah alasan utama kedatanganku ke sini,

tapi setelah bertemu denganmu, aku mau kenal lebih dekat

Benjamin Alcott yang asli, bukan sebagai penderma.

Aku rasa menemanimu bukanlah suatu sumbangan.

Aku kira aku harus berterima kasih.

Mungkin kita bisa lanjutkan obrolan ini di tempat lain.

Mereka mau membereskan tempat ini.

Aku tahu sebuah tempat makan 24 jam.

Kita bisa makan hash browns atau langsung sarapan.

Tapi aku harus peringatkan, daerahnya tidak aman.

Jangan khawatir, aku akan lindungi kamu.

Dan siapa yang akan lindungi kamu dari aku?

Aku sudah coba selama 15 tahun dan sepertinya aku masih selalu salah.

Kamu terlalu lembut.

Aku rasa aku berkhayal jika ingin akhirnya ayahku

menyadari kesalahannya bertahun-tahun ini

dan kamu yang akan menebus perbuatannya.

Bagaimanapun caranya.

Ayahku membenciku.

Kamu sebaiknya pikirkan soal kita saja.

Kamu tak boleh pikirkan ayahmu lagi.

Sudah aku bilang, kamu hanya butuh cinta dariku.

Ayahmu hanya orang tua menyebalkan

yang suka membuatmu kesal terus-menerus.

Kamu harus pikirkan masa depan kita,

dan betapa bahagianya kita nanti saat dia ayahmu sudah tiada,

dan semuanya jadi milik kita.

Ya?

Bisa mulai pikirkan itu saja?

Aku hanya mau jadi bagian dari satu keluarga.

Kita keluarga.

Suatu saat kita akan menikah, dan punya 12 anak yang nakal.

Kamu bisa sayangi mereka sepuasmu.

Ayah akan benci itu.

Apa kamu bisa cocok dengan mertua seperti ayahku?

Jika artinya bisa bersamamu.

Aku cinta kamu.

Benarkah?

Apa-apaan...

Gadis bodoh!

Bangun! Dan suruh pacarmu pergi dari rumah Ayah.

Sebaiknya kamu pergi dari sini secepatnya,

atau kamu akan ditahan karena menerobos masuk.

Aku tak takut, Pak Tua!

Kamu tak bisa memaksaku seperti memaksa Candy.

Kamu pikir siapa kamu, Bang Jago,

meniduri gadis yang umurnya setengah darimu?

Kamu kira aku tak tahu niatmu ke sini mencari harta?

Aku pernah lihat pemuda seperti kamu sebelumnya.

- Seperti melihat cermin, bukan? - Apa maksudmu?

Aku tak cukup baik untuk anakmu, Candy,

tapi kamu cukup baik untuk ibunya yang kaya raya?

Candy adalah magnet untuk bajingan sepertimu.

Percayalah, takkan ada apapun untuk kamu di tempat ini.

Tapi ada untukmu, bukan? Jika ibu Candy tidak terbunuh,

maaf, meninggal, semua ini takkan jadi milikmu, bukan?

Enyah dari rumahku!

Aku cinta Candy dan aku tak peduli pendapatmu.

Ayah terharu melihatmu begitu bodoh mempercayai pria itu.

Dia tidak bodoh!

Pergi dari sini atau akau akan panggil polisi.

Silakan panggil polisi.

Nanti aku telepon kamu, Sayang.

Kamu gadis bodoh, Candace, dan pembangkang.

Berhenti perlakukan aku seperti anak kecil.

Kamu memang anak-anak.

Dan sampai kamu bisa bersikap dewasa, Ayah akan perlakukan kamu seperti anak-anak.

Mulai sekarang, Ayah larang kamu temui dia.

Jangan sampai dia injakkan kaki di rumah ini lagi.

Apa kamu mengerti?

Ayah bisa mengusirmu semudah Ayah mengusir dia.

- Mengusirku dari rumah ibuku? - Ini rumah Ayah, mengerti?

Ayah yang mewarisi rumah, utang, bisnis, dan termasuk kamu.

Kamu sejak dulu bertingkah seperti gadis pembangkang.

Umurku baru tiga tahun saat ibu meninggal.

- Itu karena kecelakaan. - Tapi Ayah yang mengemudi.

Ayahlah yang membuat mobilnya masuk jurang.

Ya Tuhan, kita akan selalu membahas ini, bukan?

- Terus salahkan Ayah. - Salahkan siapa lagi?

Kenapa bukan Ayah saja yang mati?

Ayah sudah cukup bersabar. Kamu benar-benar sakit.

Ayah senang ibumu tak perlu melihatmu begini.

Berhenti menangis seperti bayi.

Kamu mau Ayah berpura-pura seakan semua baik-baik saja?

Kamu hanya mau terima keadaan yang baik.

Aku masih bocah saat ibu meninggal. Aku hanya ingin jadi anak dari seseorang.

Hai.

Jackie, ini Ben Alcott.

Hi Ben, apa kabar?

Baik.

Jam delapan? Boleh. Ya, aku bisa mengemudi sendiri.

Kamu baik sekali. Jangan bodoh!

Aku bisa mengemudi mobilku sendiri.

Baik.

Sampai bertemu nanti.

Aku bisa.

Aku sempurna.

Benar.

Ini untuk rasa kemanusiaan dan menolong yang tak mampu.

Untuk yang tak mampu.

- Rumahmu indah, Benjamin. - Terima kasih.

Aku tak membangunnya sendiri. Aku banyak dapat bantuan.

- Kamu sudah lama tinggal di sini? - Hampir 25 tahun.

Aku yang pertama mengembangkan.

Aku kira usahamu perkayuan.

Pengusaha yang beradaptasi akan menemukan kesuksesan.

Contohnya mendiang istriku.

Dialah yang melukis di sini.

- Indah, bukan? - Sangat indah.

Dia sangat berbakat.

Dia gunakan bakat seninya untuk membuat logo perusahaan.

Dia beradaptasi.

Aku menikmati kebersamaan kita malam lalu.

Aku juga, Ben.

Kamu harus bercerita tentang kamu.

Malam lalu hanya aku yang bercerita.

Malam ini, kamulah yang akan bicara.

Tapi kehidupanmu jauh lebih menarik.

Ceritaku biasa-biasa saja.

Aku ingin tahu lebih banyak tentangmu.

Baik, aku ceritakan.

Darimana aku mulai?

Aku berasal dari Midwest,

daerah pertanian bernama Platmouth,

sebelah utara Omaha.

Kami hidup berkecukupan.

Ayahku dulu punya lahan cukup luas.

Masa kecilku juga menyenangkan.

Ibuku adalah seorang wanita yang istimewa.

Dialah yang mengajari aku semuanya. Saat ayahku meninggal,

ibuku menjual lahannya dan pindah ke Portugal,

dan aku pergi L.A..

Di tempat itu aku merasa terpanggil,

dan aku putuskan untuk menolong orang,

maka aku adakan penggalangan dana lalu mendirikan Rise up.

Bagaimana kemajuannya saat ini?

Kami mendapat banyak hambatan,

tapi bisa sedikit berkembang.

Terima kasih.

Mau minum brandy di ruang utama?

Aku mau.

Lalu lintas di sana macet.

Jadi aku gunakan jalan tikus di Hong Kong

supaya bisa sampai dengan berjalan kaki.

Jadi aku bawa semua software,

turun dari limosin lalu mulai berlari.

Ternyata aku bisa sampai 10 menit lebih awal,

dan kompetitorku benar-benar tak bisa datang.

Oh, Tuhan.

Kamu pria hebat, Pak Alcott.

- Terima kasih. - Aku mau tanya sesuatu.

Kapan...

Candace, Ayah senang kamu pulang.

Ayah mau perkenalkan seseorang.

Jacqueline Knight, ini anak tiriku, Candace.

Senang bertemu denganmu.

Maaf aku sudah merusak gaunmu.

Aku harap kamu tak marah.

Lucu, waktu itu kamu tak terlihat menyesal.

Candace.

Maaf, Yah. Apa dia salah satu pacarmu yang harus aku hormati?

Senang bertemu denganmu, Kathleen. Aku pergi dulu.

Candy, ke sini dan minta maaf pada Jacqueline.

Tak apa-apa.

Maaf atas kejadian ini.

Jangan sampai malam ini jadi sendu.

- Kamu benar. - Bisa teruskan acara kita?

Tentu.

Sudah lama aku tak pernah merasa seperti ini.

Aku juga, Ben. Aku tak sangka bisa sebahagia ini.

Dengar, Jackie, ada yang mau aku tanyakan.

Aku sudah berpikir dengan matang, dan...

Ada apa?

Aku sadar jika kita belum lama berhubungan

tapi kamu telah mengubah hidupku. Entah bagaimana hidupku tanpamu.

Aku mau katakan...

maukah kamu menikah denganku?

Wow.

Ben, aku bersedia jadi Ny. Benjamin Alcott.

- Ben, ini cantik sekali. - Kamu juga.

Mereka akan menikah.

- Dengan wanita itu? - Ya.

Aku tak percaya ayahmu mau melakukan

hal seperti ini. Dia baru kenal wanita itu beberapa bulan.

Jangan bilang...

- mereka jatuh cinta? - Aku tak tahu.

Aku juga tak peduli.

Itu pasti akan mempengaruhi masa depan kamu.

Punya ibu tiri?

Bayangkan saja.

Wanita itu akan jadi istri ayahmu.

Saat ayahmu tiada,

wanita itu akan dapat setengah warisannya.

Uang yang jadi hak milik selama hidupmu.

Lalu kamu berbagi uang milikmu dengan wanita itu.

Lalu Steve, kita harus bagaimana?

Kita akan telat karena kemacetan ini.

Aku rasa kita tak usah khawatir.

Lagipula, aku yang akan memberi uangnya.

Ya, benar.

Berapa banyak kegiatan amal kamu saat ini?

Terlalu banyak. Aku lakukan itu hanya supaya bisnisku bagus.

Seperti kamu tahu, bisnis perkayuan tidaklah populer,

jadi aku seimbangkan publisitas negatif

dengan layanan masyarakat yang positif.

Ben, lalu bagaimana dengan perkataan saat di acara amal Park View?

Aku menyuruh sekretarisku menulis pidatonya.

Sejujurnya, aku tak tahu seluk beluk sumbangan.

Ternyata pria aku nikahi berbeda orangnya.

Jika itu jadi beban buatmu,

kenapa bukan aku saja yang menangani yayasannya?

Dengan pengalamanku, aku bisa memperluas kegiatan amalku saat ini.

Ya hai, ini Ben Alcott. Tolong sambungkan dengan William Stone.

Hai Bill, ini Ben. Kabar baik, terima kasih. Dengar...

mulai sekarang, tunanganku, Jacqueline Knight,

yang akan menangani semua acara amalku.

Ya, terima kasih, dua minggu dari sekarang, tentu kamu diundang.

Besok aku akan suruh Jacqueline

datang menemuimu untuk menandatangani semua dokumennya.

Bagus, Bill, terima kasih.

Kamu akan berterima kasih.

- Sayang, aku jadi basah. - Aku hanya menyiram bungaku.

Semua rencana pesta pernikahan membuatku gila.

Kenapa tak menikah di Las Vegas saja?

Apa? Aku kira semua wanita ingin pernikahannya dirayakan?

Selain itu, kita harus temui pengacara untuk perjanjian pra nikah.

Kamu tak memberitahu hal itu sebelumnya, Ben.

Jackie, aku tak mau dibodohi orang.

Aku tahu kamu tidak bodoh. Tapi...

sepertinya tak ada kepercayaan.

Lagipula, aku akan jadi istrimu.

Ayolah, Jackie, jangan membesarkan masalah ini.

Hal yang penting yaitu kita akan menikah.

Aku tak keberatan soal itu, Ben.

Aku hanya harap diberitahu sebelumnya.

Aku tahu, aku tahu, maaf.

Jadi apalagi yang belum siap untuk pestanya?

Semuanya.

- Akan jadi pesta yang meriah. - Dan kamu yang jadi bintangnya.

Aku siap untuk itu, Pak Alcott.

Biar aku aku yang urus kateringnya, oke?

Terus aku aku mau ke apartemenku untuk berkemas.

Sampai jumpa besok.

Sepertinya Pak Alcott kena serangan jantung saat sedang berenang.

Pria seumuran dia, meskipun bugar, tapi

kadang terjadi yang benar-benar tak terduga.

Aku ikut berduka cita, Bu Alcott.

Bukan Bu Alcott.

Kami belum sempat menikah.

Candy, aku ikut berduka cita.

Kami telah lama saling kenal dan jadi teman baik.

Harta bendanya bernilai 20 juta dolar dan sebagian besar diwariskan

untuk berbagai badan amal yang dia geluti.

Dia tinggalkan Carmen satu tahun gaji.

- Dan? - Itu saja.

Bagaimana denganku? Dia tak wariskan apapun?

Dia wariskan seluruh perpustakaannya,

semua buku-bukunya.

Aku anaknya.

Candy, aku tahu kamu kecewa.

Dia wariskan jutaan dolar pada orang asing,

dan aku tak dapat apa-apa? Bagaimana aku hidup hanya dengan buku?

Candy, maaf.

Kamu tahu, buku-buku itu sangat berarti bagi Ben.

Kamu kira dia terlahir dengan bakat dan kemampuan?

Aku akan kirimkan berkas untuk kamu tanda tangani.

Aku tahu kamu tak mau bicarakan ini sekarang,

kita harus buat perencanaan pemakaman ayahmu.

Bakar saja.

Steve, ini Candy. Kamu di mana?

Aku butuh kamu. Telepon aku secepatnya.

Kiriman untuk Bu Ben Alcott.

Pernikahannya batal. Aku tak tahu di mana dia.

Bank Los Angeles Mercantile. Ada yang bisa aku bantu?

Ya, hai.

Aku mau memberi donasi amal yang diurus oleh bank kamu.

Namanya Rise Up.

Aku tak punya informasi bank-nya, tapi temanku bilang

aku bisa menyurati lewat kamu.

- Namanya Rise Up? - Ya.

Harap tunggu sebentar.

Maaf, saat ini tak ada akun yang aktif.

Dulu ada akunnya tapi sudah ditutup tanggal 6 Nopember.

Tolong, bisa beritahu kapan akunnya dibuat?

- 23 Oktober. - Tahun ini?

Ya, Bu.

Jadi waktu akunnya hanya kurang dari sebulan?

Ya, Bu.

- Kamu yakin? - Yakin sekali.

Terima kasih.

Badan amal Jackie, Rise Up, tak pernah ada sampai dia dan ayahku berkencan.

Jadi kegiatannya di pengumpulan dana adalah bohong.

Ayahku memberi kuasa yayasan pada wanita itu dua minggu lalu.

Lalu dia memberi donasi 300 ribu pada Rise Up.

Itu hanya sehari setelah Jackie diberi kuasa.

Jadi dia gunakan kuasanya untuk dapatkan uang sampingan.

Tepat.

Lalu uang Rise Up di bank ditarik semua tanggal 5 Nopember,

sehari setelah ayahku meninggal.

Jadi kita dipermainkan ayahmu, dan wanita itu dapat 300 ribu dengan mudah.

- Pantas saja dia buru-buru pergi. - Uang itu milik kita, Steve.

- Kita harus bagaimana? - Kita akan telepon polisi.

Jangan, polisi jangan sampai tahu. Nanti uangnya akan dimasukkan lagi ke dana amal.

Tolong, dengarkan aku!

- Aku mohon. - Dengarkan aku.

Aku akan cari wanita itu, Candy, dan setelah aku tangkap,

aku akan ambil kembali uang milikmu, mengerti?

Mengerti?

Jangan khawatirkan apapun, mengerti?

Ya.

Kamu yakin ini tempat tinggal dia?

Entahlah, aku dapat dari buku alamat ayahku.

Ya, tak ada nama Jacqueline Knight. J. Keller sama inisialnya.

14B.

Kita harus bagaimana?

Kita sudah di sini.

- Ayo, kita periksa saja. - Baik.

Hey!

Kalian sedang apa?

Hey, apa kabar?

Mantan pacarku, Jackie, tinggal di sini,

dan banyak barangku ada di dalam. Aku telepon dia

tapi dia tak menjawab. Kamu tahu dia di mana?

Tidak, aku tak tahu dan tak ingin tahu.

Dia wanita brengsek. Dia selalu parkir seenaknya.

Aku tak tahu harus bagaimana.

Aku tak melihat apapun.

Ayo.

Sepertinya dia buru-buru pergi.

Sudah aku duga.

Selamat siang. Ini Resor Santa Barbara Marina?

- Siapa? - Resor Santa Barbara Marina.

Ingin pesan tempat, Pak?

Ya, tapi aku minta alamatnya.

Kenapa harus menggoda dia untuk dapatkan uangnya?

Apa aku bilang menggoda?

Wanita seperti Jackie tak bisa digoda.

Tapi aku yakin, jika Jackie kira aku

kaya raya maka aku bisa dekati uangnya.

Jika bisa aku dekati, aku bisa ambil uangnya.

Bagaimana caramu melakukannya?

Itu gampang. Keluarkan saja pesona Ganse, dan sedikit bersenang-senang.

Jangan terlalu senang.

Hey!

Jangan khawatir.

Seperti asli, bukan?

Aku bisa menanganinya.

Apa kamu yakin bisa mengenali Jacqueline? Kalian belum pernah bertemu.

Wanita seperti dia mudah dikenali.

Sudah aku bilang, jangan khawatir.

Aku akan urus ini, mengerti?

Hai.

Aku ada janji bertemu temanku. Nama dia

Jacqueline Knight. Bisa beritahu nomor kamar dia?

Maaf, Pak, tak ada yang bernama itu menginap di hotel ini.

Bukan, Jacqueline Keller.

Maaf, Pak, yang bernama itu pun tak ada.

Ini hotel Santa Barbara Marina, bukan?

Aku tahu dia ada di sini. Mungkin dia pakai nama keluarganya.

Cari saja tamu yang bernama depan Jacqueline.

Maaf, Pak. Meskipun ada, kami tak bisa memberitahukan nomor kamar para tamu.

Kalau begitu aku pesan kamar double untuk satu malam.

Bagaimana kalau dia tak ada di sini?

Kita tetap butuh tempat menginap, bukan?

Menurutmu dia akan pakai nama asli dia?

Tenang, kita akan temukan dia.

Kita ada di resor.

Kita bersenang-senang saja dulu.

Setubuhi aku, setubuhi aku.

Ayo, kita mandi.

- e i f a n s c l u b -

Aku harap kamu bisa membantuku. Aku sedang cari seseorang.

Mungkin aku pernah lihat dia.

Dia temanku. Aku hanya mau tahu kabar dia.

Dia memang cantik.

Malam lalu aku lihat wanita mirip dia di sini.

Dia bersama seorang pria tua beberapa malam lalu.

Jam berapa dia di sini?

Jam delapan atau sembilan.

Aku nanti ke sini lagi.

Aku nanti ada di sini.

Kiriman dari pria yang ada di bar.

Permisi, hai.

Biasanya aku tak lakukan ini,

dan aku tahu wanita tak menyukainya,

tapi saat aku duduk di bar,

aku lihat kamu punya,

mata terindah yang pernah aku lihat

dalam hidupku.

Itu saja. Sampai jumpa lagi.

Tunggu sebentar.

Siapa nama kamu?

Dan Butcher.

Dan, terima kasih, Dan.

- Sama-sama. - Mau duduk di sini?

- Matamu juga indah. - Terima kasih.

Apa pekerjaanmu?

Aku seorang konsultan pemasaran perusahaan farmasi.

Pengedar obat.

- Itu menarik. - Lumayan.

Apa kamu lapar?

Aku baru duduk di sini dan pesan makanan,

dan aku akan senang kalau ditemani.

Kenapa tidak?

Ini terjadi bulan September di Orleans.

Meskipun ada badai, kami tetap terbang.

Setelah 20 menit mengudara, pesawatnya mulai bergetar,

dan pilot lewat interkom lalu mengumukan,

"Tak usah panik. Ini hanya goncangan".

Tiba-tiba ada suara ledakan,

berasal dari luar jendela. Aku lihat mesin pesawat

terbakar dan pesawatnya menukik,

sehingga membuat makanan dan minuman beterbangan

di dalam kabin. Aku katakan pada diriku sendiri,

"Ini dia, sudah waktunya".

"Aku akan mati dalam kobaran api".

Ya Tuhan, kamu pasti ketakutan.

Lucunya tak ada seorangpun yang menjerit.

Tak ada jeritan. Yang terdengar hanya

deru suara mesin pesawat.

Pesawatnya berhasil selamat,

orang-orang mulai panik.

Itu mebuatku ketakutan.

Aku senang kamu bisa selamat.

Aku juga. Memang aku selalu beruntung.

Apa kamu mengantarku ke kamar?

Maaf, Pak Ganse, kartu kredit kamu ditolak.

- Coba sekali lagi. - Aku sudah coba tiga kali.

Ini memalukan. Kartunya pasti tak ada masalah.

Masukkan saja ke tagihan kamar hotelku, mengerti?

Maaf Pak, perusahaan kami bukan bagian dari hotel.

Aku mau ke kamarku saja. Sampai jumpa lagi.

Maaf.

Kulitmu seperti kemerahan.

Sebaiknya pakai tabir surya.

Terima kasih. Tabir surya milikku habis.

Pakai punyaku saja.

Aku tak suka melihat kulit terbakar.

Terima kasih.

Namaku Shelby.

Steve, senang berkenalan denganmu.

Kamu dari L.A.?

Ya, tahu dari mana?

Biasanya orang dari sana punya keberanian.

Seperti orang yang di sana?

Kulit kamu juga terlihat kemerahan.

- Ya, benar. - Kemarilah.

Coba lihat yang bisa aku lakukan.

Oh, ya.

Kamu tahu,

aku tadi habis berenang di laut.

Apa boleh aku numpang mandi di kamarmu?

Aku rasa pacarku akan keberatan.

Bagaimana kalau kamu saja yang numpang mandi di kamarku.

Maaf, tak bisa.

Sayang sekali.

Coba lihat.

Dia bersama wanita itu.

Tolong jelaskan padaku.

Dia kaya dan cantik.

Aku harus pergi dulu.

Senang bertemu denganmu.

Pak Klein, kamu berlebihan.

Panggil saja aku Luke.

Kita sudah sampai.

Tunggu, Steve. Aku rasa ini bukan ide bagus.

Pikirkan dulu.

- Itu dia, halo. - Hai, apa kabar?

Apa kabar?

Tunanganku kehilangan kuncinya.

Bisa tolong kami?

Kenapa kuncinya hilang, kamu yang tanggung jawab memegangnya.

Kamu yang terakhir kali pakai, ingat?

Tidak, kamu yang pegang kuncinya.

Maaf, kamu bisa bahasa Inggris?

Pacarku kehilangan kunci.

Bisa tolong kami? Por favor?

Terima kasih.

Bedebah.

Uang. Uang. Di mana uangnya?

Aku harap dia menyimpannya di sini.

Jika disimpan di mobil, itu bodoh, bukan?

Sedang apa kalian di sini?

Tolong! Bajingan! Tolong!

- Dia akan... - Diam!

Aku dirampok! Aku akan panggil...

Dia tak apa-apa?

Bagaimana aku bisa tahu dia tak apa-apa?

Steve, apa yang kamu lakukan?

Apa ada masalah di sana?

Sembunyikan. Sembunyikan.

Sembunyilah di lemari. Aku yang akan tangani ini. Cepat!

Ya, ya!

Candy, apa yang kamu lakukan. Singkirkan dia!

Aku baru selamatkan kamu dari hukuman 25 tahun penjara, Bodoh!

Kamu gila.

Tapi berhasil.

Aku diam saja saat kamu menggoda gadis lain di kolam renang.

Apa maksudmu? Aku hanya cari info mengenai Jacqueline.

- Terserah kamu. - Kita bicarakan itu nanti.

Kita urus dulu orang ini, oke?

Ya ampun.

Aku kira dia benar-benar mati.

Sial.

Tunggu sebentar.

Aku ada ide.

Masukkan ke bagasi.

Sial!

- Dia bergerak. - Apa?

Tadi dia bergerak.

- Apa kamu bercanda? - Aku tidak bercanda.

Awas! Awas!

Diam!

Diam!

Awas! Mundur!

Tahan! Jangan bergerak!

- Awas. - Steve.

Sial.

Sial. Dia tersangkut.

Tahan! Tahan!

- Tahan. - Steve.

Aku akan keluar. Tunggu.

Ada masalah apa?

Apa kendaraanmu bermasalah?

Tidak, Pak Polisi, terima kasih.

Tunggu sebentar.

Aku punya tali derek.

Aku bisa bantu tarik mobilmu.

- Tunggu sebentar. - Kamu tahu.

Ada situasi 1411 di sini.

Aku turun kendaraan untuk situasi 1015, membantu warga sipil. Ganti.

Kalian jangan khawatir. Aku sudah sering lakukan ini.

Pak, tolong pasang kaitnya di sana.

Pak, ini yang harus kamu lakukan,

kamu harus majukan kendaraanmu

dan ini akan melepaskan benda yang mengganjalnya.

Baik.

Jangan khawatir, Bu. Harap mundur.

Hey!

Itu dia. Kita berhasil.

Aku beritahu, tali derek ini,

salah satu investasiku yang terbaik.

di test berat 2 ton, ketahanan alfa sembilan,

cocok di segala cuaca. Benda yang sama kuatnya

dengan kabel baja ukuran 8 cm.

Tapi aku tak punya koil seperti itu di mobilku.

Meskipun tidak terlihat jelas, tapi

kendaraanku punya tarikan hebat.

Setelah aku punya benda ini, mendadak ada anggota dewan wanita

yang putuskan minta tolong urus mobil Cadillac-nya.

Mobil derek tidak jadi datang karena sudah aku bereskan.

Mobilnya lambat.

Saat mobil derek datang, aku suruh dia pulang lagi.

Orang-orang tak paham jika ini soal kelebihan.

Terima kasih atas pertolongan kamu dan silakan lanjutkan perjalananmu.

Aku tak mau sombong,

sudah tugasku untuk melindungi dan melayani, Pak.

- Aku suka tugasku. - Tugas yang bagus.

Seperti bapakku dan kakekku.

Dulu kakekku sering bilang,

jika orang asing adalah...

- seorang teman... - Aku harus pergi.

- Biar aku tolong. - Tak usah, aku bisa.

Sudah selesai.

- Terima kasih atas bantuanmu. - Mobilmu sudah normal lagi.

Hati-hati mengemudi dan selamat malam.

- Terima kasih. - Baik.

Ini unit 1015 ke markas.

Aku ada di sektor Alpha Victor Charlie,

akan lanjut berkeliling sampai jam 10.

Berikan aku sweater-mu.

Di mana sweater-mu?

Ya Tuhan, Steve, kita akan masuk penjara.

Kita tak akan masuk penjara, Candy.

- Kamu baru saja membunuh orang. - Aku tak sengaja.

Aku rasa kita aman-aman saja, mengerti?

Yang harus kita lakukan adalah cari jalan

untuk mengambil uang dari Jacqueline.

Aku tak percaya kamu bilang begitu. Pria itu pasti punya keluarga.

Kalau kamu merasa salah, kita akan beritahu polisi

setelah kita tinggalkan kota ini, mengerti?

Sekarang, kecuali kamu ingin jadi orang miskin selamanya,

aku sarankan kita kembali ke hotel dan bereskan maksud kita.

Kita harus bagaimana, Steve? Pesona Ganse kamu

tidak manjur seperti yang kamu bilang.

Kita hanya harus terus mencoba.

Semua orang punya kelemahan. Kita hanya harus cara lain.

Percayalah.

Tolong, kamar 319.

Maaf, Bu, Pak Klein sudah meninggalkan hotel pagi tadi.

Terima kasih.

Hey. Debra.

Apa kabar? Aku Dan Ganse, masih ingat?

- Bagaimana aku bisa lupa? - Kamu terlihat cantik malam ini.

Dengar, Pak....

Richard atau Ganse, siapapun namamu itu,

Aku sedang ingin sendirian malam ini,

jadi jangan ganggu aku, mengerti?

Aku tak mau mengganggu,

tapi aku ingin menebus padamu

sebagai permintaan maaf atas kejadian kemarin. Aku...

Sebaiknya tak usah.

Aku mau traktir kamu makan malam. Kamu bisa santai.

Dengar, Bung, kamu bukan tipeku, jadi kembalilah ke tempat asalmu, mengerti?

Kamu tahu, Deb, aku rasa kamu berlebihan

Kamu dengar perkataan wanita itu.

Dengar, Tua Bangka, kembalilah ke mejamu...

Anak muda, jika kamu teruskan perbuatanmu ini,

aku tak segan untuk mematahkan tulangmu seperti tusuk gigi.

Hindari kejadian memalukan, jadi pergilah sekarang.

Tua bangka keparat.

Dan kamu, wanita brengsek.

Terima kasih banyak.

- Namaku Debra. - Henry Maxwell, salam kenal, Debra.

Maaf, Pak Maxwell, boleh aku menemanimu?

Tadi aku dengar kamu mau sendirian malam ini.

Ya, tapi itu sebelum aku diselamatkan ksatria berbaju besi.

Aku mau ditemani kamu, Debra,

tapi aku harus beritahu,

aku sudah menikah.

Kamu kira aku mau bagaimana?

Aku hanya mau mentraktir minum.

- Aku mau kalau begitu. - Baik, bagus.

Kecantikan punya dua sisi,

yang satu keceriaan,

satu lagi kesedihan.

- Shakespeare? - Virginia Woolf.

- Mau minum apa? - Scotch dan air.

Aku juga pesan itu.

Debra, ada acara apa Santa Barbara?

Aku sedang menyembukan duka.

Hampir berhasil.

- Kalau kamu, Pak Maxwell? - Tolong, panggil saja Henry.

Setahun sekali, aku datang ke sini dari Texas dan tinggal sebulan.

Pria Texas, ya? Kamu dalam bisnis apa?

Kalau aku katakan, kamu akan anggap membosankan.

Coba saja.

Aku bisnis investasi perbankan.

Kamu benar, itu membosankan.

Aku bercanda.

Itu bagus. Berapa banyak orang Texas yang mau ke Santa Barbara di musim dingin?

Aku tahu, aku beruntung.

Aku hanya kecewa keluargaku tak bisa ikut tahun ini.

Kenapa tidak?

Anak-anakku sudah besar. Mereka sudah tinggal terpisah.

Istriku sedang berlayar ke Bahama.

Dia benci California.

Sayang sekali.

Ya, memang. Andai istriku ada di sini.

Empat minggu sendirian bisa membuatku kesepian.

Ya.

Aku akan kembali ke kamarku.

- Senang bertemu denganmu, Debra. - Senang bertemu denganmu,

dan terima kasih telah menyelamatkanku.

Jika kamu tak ada rencana untuk besok malam,

apa kamu mau makan malam bersama?

- Aku mau. - Bagus.

Bagaimana kalau bertemu di lobby jam tujuh?

Sampai jumpa besok jam tujuh.

- Selamat malam. - Selamat malam.

Bagus, Steve.

Aku harap kamu tak cidera tadi.

Akhir yang bagus.

Kami janji makan malam bersama besok jam tujuh malam.

Kamu hebat.

Candy, aku mau kamu bertemu pria yang ajari semua yang aku tahu.

Memang tidak semuanya, tapi ini Max Delanay. Max, ini Candy.

Salam kenal, Candy.

Terima kasih sudah mau menolong.

Baiklah. Itu sudah cukup.

- Ambil satu. - Terima kasih.

Ceritakan tentang uangnya.

Kami temukan jika Jacqueline kabur membawa

uang ayah Candy sebesar 100 ribu.

Karena itu uang curian, jadi kami pikir dia akan terus bawa

uang itu atau menyimpannya di suatu tempat yang dekat.

Kalau berhasil, aku minta setengahnya.

Tidak bisa! Kita sudah janji bagianmu sepertiga.

Kamu belum berubah, Steve.

Aku bercanda. Aku suka melihatmu marah.

Jangan khawatir, kalau uangnya ada di Santa Barbara, pasti aku temukan.

Kalian berdua istirahatlah.

Kalian terlihat lelah.

Selamat malam.

Steve, kamu yakin bisa mempercayai Max?

Sayang, itu harus.

Dialah peluang terbaik kita.

Ayolah, Max sudah seperti ayah bagiku.

Dia yang memberi bir pertamaku.

Dia lihai.

Aku harap kamu tahu yang kamu lakukan.

Jika ada penipu yang bisa menipu penipu, Max orangnya.

Jangan khawatir, mengerti?

Max orang baik.

Percayalah.

Percayalah! Percayalah!

Kami sudah menggeledah mobil dan

seluruh kamarnya, Max, tapi tak menemukannya.

Aku mulai hilang kesabaran,

dan cuaca ini membuatku tambah marah.

- Sabar, Steve. - Tidak, Max, aku sudah tak sabar.

Beri waktu lagi.

Dia sudah mulai percaya padaku.

Suatu saat dia akan lengah, dan kita akan ambil hadiah kita.

Kamu tahu, Max, Candy dan aku sudah kehabisan uang.

Jadi kami tak bisa lagi membiayai kisah asmaramu.

Tolong aku, cepat tekan wanita itu, mengerti?

Aku akan coba.

Ada yang lucu?

Debra, kamu telah mengubah drastis hidupku.

Tiga minggu lalu, aku seorang suami setia dalam 30 tahun pernikahan,

sekarang lihatlah aku.

Omong kosong, Henry.

Kamu pikir aku tak tahu rencanamu?

Aku kenal siapa kamu.

Aku tahu kamu penggaet wanita di malam kita bertemu.

Kamu cukup hebat. Itulah kenapa aku menyukaimu.

Debra.

Apa aku salah?

Mungkin benar kamu punya istri di rumah.

Jika kamu kira aku percaya bahwa aku wanita selingkuhan pertamamu

sejak kamu menikah, maka aku rasa otakmu sudah terbakar matahari.

Debra, aku harus akui, kamu benar.

Beri waktu untuk sembuhkan egoku.

Jangan merajuk, Henry.

Apapun yang kamu punya di rumah tak berpengaruh di sini.

Aku harus pergi ke New York akhir pekan ini sebelum kembali ke Texas.

Aku belum siap berpisah.

Ikutlah denganku.

Kita akan menginap di tempat mewah.

Kamu bisa bersantai, lakukan keinginanmu di siang hari.

Dan malamnya kamu melayaniku.

Aku sering bepergian ke New York.

Mungkin kita bertemu di sana dengan tetap.

Kamu memintaku jadi gundikmu?

Kenapa tidak?

- Kapan kita berangkat? - Malam ini.

- Aku tak bisa. - Kenapa?

Ada urusan yang belum selesai di sini.

Pakai saja telepon, Sayang.

Aku harus mengerjakannya secara langsung.

Kapan kita bisa berangkat?

Bagaimana kalau besok pagi?

- Katakan saja jika ada yang perlu dibantu. - Kamu tahu,

beri aku waktu untuk berpikir. Masih banyak yang harus dipikirkan.

- Motel Hyland. - Tolong sambungkan ke kamar Steve Ganse.

Mohon ditunggu.

- Halo? - Ya, kita sudah siap.

Boleh aku tanya sesuatu?

Ya, Sayang, tanya saja.

Bagaimana kamu dulu bertemu Henry?

Henry merawatku saat aku masih kecil.

Memberiku tempat tinggal yang aku butuhkan.

Ya, tapi bagaimana tepatnya?

Itu ceritanya panjang.

Nanti saja, dia sudah datang.

Aku akan segera kembali.

Tulis ini, B937.

Apa itu?

Itu adalah nomer loker.

Di dalam ada sebuah tas.

Cepat, menunduk.

- Sial, sepertinya dia melihat kita. - Tenang. Tenang saja.

Tenang saja, oke? Tenang saja.

- Ini saatnya, Sayang. - Sial, sial.

Beri aku ciuman lagi.

Itu pasti uangnya, Max. Mau disimpan di mana lagi?

Kita hanya perlu kuncinya,

aku melihat dia membawa dalam tasnya.

Aku tak katakan jika uang tak ada di sana,

mungkin lebih. Jika kita mencurinya sekarang, dia akan

tahu ada orang yang mengincarnya, dan dia akan menghilang.

Ya, itu bagus, karena setelah aku dapat uangnya,

- aku tak peduli dia pergi ke mana. - Itu salah.

Kamu pernah nonton ""Deal Or No Deal"?

Kamu bisa pulang membawa kotaknya,

atau kamu bisa pertaruhkan untuk dapat yang di tirai dua.

Jika tasnya tak berisi uang, masalahmu akan berlipat.

Kamu tak dapat sepeserpun dan dia menghilang.

Ya?

Kalau begitu aku mau hadiah yang dibelakang tirai.

- Kamu dari mana saja? - Aku harus menelepon orang.

Candy, Sayang,

kamu harus beritahu aku kalau pergi. Aku jadi khawatir.

Ya, aku lihat kamu khawatir sampai masih bisa berenang.

Abu jenazah ayahku telah disebarkan.

Apa itu tak masalah atau harus disetujui kamu dulu?

Maaf.

Aku tak tahu.

- Kita belum selesai bicara. - Kita sudah selesai, Max.

Curi saja kuncinya dan aku akan urus sisanya.

Baik Nak, kamu menang.

Aku akan temui kamu lagi di kamarmu,

- sekitar jam satu pagi. - Jam satu.

Terima kasih atas makan malamnya, Henry.

Mau minum dulu sebelum pulang?

Tentu saja.

Aku akan bawakan es batu.

Aku segera kembali.

Kamu sedang apa?

Kepalaku sakit. Aku hanya mau minta aspirin.

Itu bukan aspirin, Henry, itu pil tidur.

Maaf, aku,

- aku seharusnya tanya dulu. - Ya, seharusnya begitu.

Aku tak suka barangku dijamah orang.

Baik, jika kamu menghargai itu.

Aspirin ada di kamar mandi.

Aku rasa aku butuh minum.

Sepertinya begitu.

Aku mau tambah supaya minumannya lebih keras.

- Henry! - Kurang rasanya.

Kamu kenapa?

Aku hanya cemas soal New York.

Maaf. Aku ingin membuatmu bahagia.

Benarkah?

Kalau begitu, kamu dimaafkan.

- Untuk New York. - Untuk New York.

Brengsek.

Jaraknya hanya lima menit tapi dia terlambat satu jam.

Dengar, kalau dia bilang akan datang, dia pasti datang.

Itu bukan dia.

Dia telah membodohi kita, Steven.

Apa ada jaminan yang takkan membuat dia

membawa uangnya sendiri lalu kabur?

- Aku percaya janjinya. - Jumlah uangnya banyak.

Kamu boleh tak ikut. Aku mau ke stasiun bis.

Tunggu. Aku rasa kita harus terus bersama sampai ini berakhir, oke?

- Kalai begitu, ini berakhir. - Tunggu sebentar.

Steve, Candy, aku kira kalian akan menungguku di hotel.

Kami juga mengira begitu.

Hey, aku tahu ini terlihat buruk.

Kalian harus percaya, aku dalam perjalanan menemui kalian.

Usaha yang bagus.

Rencananya berantakan. Dia memergoki aku

saat memeriksa tas dia. Aku harus melumpuhkan dia.

Kamu tak membunuh dia?

Tentu tidak, aku hanya memukul. Dia menangkap basah aku.

Aku kehabisan waktu. Jika aku tidak ambil dulu uangnya,

mungkin aku yang dia lumpuhkan. Nanti bagaimana?

Bagus, Max. Kamu licik!

Steve, kalian pikir aku akan mencurangi kalian?

Tidak, tidak.

Yang benar saja, kita ini keluarga.

Kamu pembohong, Max.

Artinya kamu akan mencuri uangnya.

- Kamu tak bisa lakukan itu. - Masa?

Lihat saja. Ambil tasnya.

Kembalikan tasnya.

Jangan!

Kamu kalah, Max.

Kenapa kamu berbohong padaku?

Jangan!

Awas, Jack, kamu tak ingin kukumu patah, bukan?

Dan, Dan, kita bisa bahagia bersama.

Uangnya ada di sana. Aku masih punya banyak uang simpanan.

Buenos Aires, kita bisa pakai pesawat ke sana.

Dengar, Jackie, aku akan ambil uangnya dan

aku akan bantu kamu perjalananmu ke bawah.

Bisa berhenti sebentar? Aku mau ke kamar mandi.

Kamu yakin tak perlu ke rumah sakit?

Nanti saja.

Aku ingin segera kabur dan menjauh,

setelah kondisimu membaik.

Aku akan segera kembali.

- Kamu yakin tak butuh sesuatu? - Tak usah.

Pria brengsek.

Tidak!

Sial! Tidak, tidak!

Sial.

Tidak! Sial! Tidak!

Dasar...

Terima kasih, Ayah.

subtitle by - eifansclub -

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.