All language subtitles for Bangsal Isolasi 2024 1080p NF WEB-DL Sub.Eng.Ind.DDP5.1.H.264

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali Download
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino Download
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian Download
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese Download
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian Download
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish Download
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Ayo turun!

- Cepat! - Buat satu barisan!

Farhan!

Ini berkas mereka semua.

- Oke, Pak. - Ya.

Pembunuh.

Narkoba.

Ayo, jalan!

Selamat datang di rumah baru kalian.

Ada anak baru.

Apa!

Ayo, sini.

Kalian semua…

orang-orang yang terbuang.

Sampah-sampah masyarakat!

Mulai hari ini,

kalian akan hidup dan tinggal di sini.

Ada aturan main yang harus kalian patuhi.

Kalau kalian patuh,

kalian akan baik-baik saja.

Semoga baik-baik saja.

Paham?

Sipir, bagikan perlengkapan mereka.

Siap, Pak.

Farhan, masukkan mereka ke sel masing-masing.

Siap!

Bawa mereka!

Anggap saja rumah sendiri.

Bi Imah memang seperti itu.

Dia agak gila.

Nanti kamu akan terbiasa.

Aku Yanti.

Wenny.

Silakan, Wen.

Pak Herman bilang, tempat ini adalah rumah.

Ya, rumah…

Rumah yang merenggut hasrat orang-orang yang tinggal di sini.

Seharusnya kamu bersyukur.

Di sel ini hanya ada kita berdua.

Kalau di sel lain, ada yang empat orang,

sepuluh orang, bahkan lebih.

Dan ini…

Ini satu-satunya yang buat kita tetap waras tinggal di sini.

Kamu boleh kalau mau baca buku,

atau mau tidur di mana, tinggal pilih saja.

Minggir!

- Minggir, Bangsat! - Minggir!

Siapa sih?

Sudah, diam saja.

Hei, apa-apaan ini?

Minggir, Anjing!

Minggir!

Anak baru?

Kenapa memang?

Tidak lihat aku sedang makan?

Maaf.

Cukup!

Dia bisa mati!

Hei!

Hei, berhenti!

Ada apa ini?

Tahanan 218!

Bawa dia ke klinik!

Dan kamu, Adit,

awasi mereka!

Bisa berdiri? Satu, dua, tiga. Ayo.

Kamu bisa.

Wen, kamu sudah gila?

Jangan berurusan dengan Bella.

Karena dia pernah membunuh napi yang pernah ditakuti di sini.

Dia hampir membunuh Suri.

Semua sipir diam saja.

Tapi ini penjara, Wenny.

Apa yang kamu harapkan di sini?

Wenny.

Di sini yang kuat makan yang lemah.

Jangan berurusan dengan mereka.

Jangan sok jadi jagoan.

Lalu, aku harus diam saja

melihat dia menindas orang lain seperti itu?

Kecuali kamu ingin mati sia-sia.

Sudah banyak yang seperti itu di sini.

Maksud kamu?

Siapa yang mati sia-sia?

Nanti kamu akan tahu.

Tolong!

- Tolong! - Yanti!

Suara siapa itu?

- Tolong! - Sudahlah, Wen. Ayo tidur.

- Nanti juga suaranya hilang. - Tolong!

Wenny.

Ayo tidur.

Nanti kamu akan tahu.

Yanti!

Yanti.

Hei!

Yanti!

Kamu mimpi buruk, ya?

Cerita saja, mimpi apa tadi?

Ya, Bu.

Aku tunggu di depan, ya, Wen.

Ini hari pertama kamu di sini.

Aku akan kenalkan, siapa saja orang-orang yang harus kamu waspadai.

Itu…

Lihat sipir itu.

Angkat tangan!

Namanya Farhan.

Dia itu anjing yang selalu setia pada tuannya,

Pak Herman.

Mereka berdua sama saja.

Mereka sama-sama sadis.

Jadi, kamu jangan pernah berurusan dengan mereka.

Itu…

Kamu lihat dua sipir itu?

Itu dua sipir cecunguk.

Mereka mata duitan.

Kalau kamu sogok mereka, hidupmu akan baik-baik saja di sini.

Satu lagi di sana.

Sipir baru.

Namanya Adit.

Dia baru di sini.

Dia belum pernah macam-macam.

Tapi, kita tidak akan tahu,

setahun atau dua tahun lagi,

dia pasti sama seperti sipir yang lain.

Sama-sama munafik.

Tahanan 218.

Ikut saya ketemu Dokter.

Oh, ya…

Bu Dokter…

Kamu pasti suka sama Bu Dokter.

Bagaimana perasaan kamu?

Hari pertama kamu di sini?

Saya harus jawab apa?

Apa yang kamu rasakan?

Bisa sambil diisi.

Ini psikotes?

Hanya ingin mengenal kamu seperti apa.

RAHASIA

Wenny Bagaskara, ya?

Sambil diminum tehnya.

Maaf,

hanya bisa memberikan kamu segelas teh.

Untuk ukuran penjara, tempat ini berbeda sendiri, ya, Dok.

Ya, memang konsepnya seperti itu.

Supaya bisa merasa nyaman,

kamu bisa ceritakan apa pun.

Ada suara aneh di malam hari.

Hal itu lagi.

Suara dari bangsal isolasi?

Saya sebenarnya tidak percaya dengan rumor-rumor mengenai bangsal isolasi.

Hantu isolasi atau apa pun itu.

Karena bagi saya, itu tidak masuk akal.

Mungkin tempat itu terlihat seram saat malam hari,

sehingga orang berpikir macam-macam.

Mungkin, ya.

Paham?

Paham.

Apa saya sudah selesai, Dok?

Sudah, Wenny.

- Terima kasih. - Ya.

- Wenny. - Yanti.

Bagaimana Bu Dokter? Dia baik, 'kan?

Baik.

Bu Dokter adalah satu-satunya orang yang paling waras di sini.

Dia sudah dianggap ibu oleh napi yang ada di sini.

Jadi, kalau kamu ingin mencurahkan semua isi hati kamu,

kamu mencurahkan saja padanya.

Setidaknya dia yang membuat kita tetap waras tinggal di sini.

Bangsal isolasi itu tempat apa, ya?

Itu ruangan yang ada di dekat sel kita.

Suara itu dari sana, 'kan?

Ya.

Itu tempat terkutuk.

Siapa pun yang masuk ke sana,

jarang bisa keluar lagi.

Makanya…

semua napi di sini takut.

Semalam katanya ada tumbal.

Dan ada yang mati.

Tahanan 218.

Ikut saya.

- Kita mau ke mana, Pak? - Dapur.

Saya ingin kamu bantu pekerjaan di sana.

Ibu Sekar adalah napi senior yang mengurus makanan kalian di sini.

Infonya, dia dekat dengan Ratna.

Saya sudah lebih dulu ditugaskan oleh Syaiman di sini.

Ratna menjadi korban kesekian dari Penjara Ratu Adil pimpinan Herman

yang saya selidiki.

Ada sesuatu di sana.

Tapi, saya belum tahu itu apa.

Hanya itu yang bisa saya katakan sekarang.

Saya turut berduka atas kehilangan kamu, Wenny.

Biarkan saya masuk ke sana,

mencari tahu sendiri.

Kamu jangan bercanda, Wenny.

Saya harus mencari tahu,

kenapa adik saya bisa mati di sana.

Sebagai jaksa, Bapak bisa buat saya masuk penjara, 'kan?

Sayangnya,

wewenang sipir laki-laki di sini sedikit.

Sudah tiga bulan di sini, tapi informasi yang saya dapat tidak banyak.

Ada suara aneh di malam hari.

Yang kamu dengar itu sama seperti yang saya dengar.

Hampir semua orang yang masuk bangsal itu,

tidak semuanya kembali ke sel.

Kamu harus berhati-hati.

Saya akan menjaga kamu.

Bereskan, ya.

Cuci yang bersih.

- Bawa ke dapur, ya. - Ya.

Ibu Sekar.

Ini Wenny.

Mulai saat ini, dia akan bantu Ibu di sini.

- Sekar. - Wenny.

Wenny, kamu bisa masak?

Bisa.

- Bisa potong kentang? - Bisa.

Kamu bantu saya di dapur.

Ayo.

Pak.

Kamu bantu saya potong kentang.

Potongannya harus benar. Karena ini untuk makanan semua orang.

Kalau tidak, kita bisa dimarahi sipir.

Minggir!

Tambah!

Setiap napi jatahnya sama.

Ini untuk Bella.

Jangan cari masalah.

Nanti semua yang kita masak bisa sia-sia.

Sudah sana, kamu ikut makan.

Tidak usah pakai sayur.

Wen, kamu sama sekali tidak suka sayur, ya?

Padahal…

sayur ini bagus untuk kesehatan.

Kamu jadi mengingatkan saya dengan salah satu napi

yang dulu sering bantu saya.

Dia juga sama seperti kamu, tidak suka sayur.

Siapa, Bu?

Namanya Ratna.

Dia dulu yang setiap hari bantu saya di sini.

Pasti dia bilang kalau dia

tidak suka makan sayur karena kakaknya juga tidak suka makan sayur.

Mbak, bantu.

Kamu kakaknya Ratna?

Apa Ibu tahu kenapa adik saya bisa mati sini?

Ratna dijebak.

Itu yang ceritakan pada saya.

Saya percaya pada Ratna, Wen.

Dia anak baik.

Tapi sayang,

nasib sial membawanya ke sini.

Lalu, apa yang Ibu lihat?

Bu, saya butuh informasi yang lebih.

Bagaimana Ratna bisa mati di sini?

Wen, saya janji akan cerita sama kamu.

Tapi tidak sekarang.

Di sini banyak telinga.

Besok pagi kamu bantu saya.

Sedang apa kalian di sini?

Cepat keluar!

Tugas kalian masih banyak!

Bu.

Besok, ya?

Kembalikan!

- Apa-apaan ini? - Pengawalnya datang.

Takut.

Aku sudah bilang pada kalian berdua,

kalian akan aku habisi.

Lebih baik kamu ikut aku.

Buat apa ikut dia?

Tidak berguna, tolol begitu.

Apa kamu bilang barusan? Tolol?

- Bella! - Ini berapa lama lagi, ya?

- Banyak yang mau mandi! - Tidak usah ikut campur!

Hei, stop!

Ada apa ini ribut-ribut?

Bubar!

Kita lihat saja nyalimu bertahan berapa lama.

Bocah!

Terima kasih.

Aku hanya mau mandi, kok.

Aku Yeti. Dia Jane.

- Wenny. - Kami berutang budi padamu.

Sini!

Maaf.

Bu, Ibu Sekar di mana?

Tidak tahu. Pagi ini dia belum kelihatan.

- Terima kasih, ya. - Ya.

Kamu lihat Bu Sekar?

- Apa? - Bu Sekar.

Tidak tahu.

- Lihat Bu Sekar, tidak? - Tidak.

Pak.

Bagaimana, Wen?

Sudah ada kabar terbaru tentang kematian adik kamu?

Katanya Bu Sekar akan cerita pagi ini.

Tapi tadi, saya coba cari di ruang makan tidak ada.

Ke mana, ya?

Saya coba bantu cari.

Baik, Pak.

Kamu tenang saja.

Kamu bisa mengandalkanku.

Bagaimana pun caranya, Jane harus satu sel denganku.

Terima kasih, ya.

Awas, ya.

Kamu sudah janji.

Sini, kasih ke aku!

Ini, ambil!

Omong-omong, hari ini kita belum lihat Bella, ya?

Bella tidak melakukan apa pun padamu, 'kan?

Dia tidak mungkin berani.

Kita punya Wenny.

Wen.

Tapi, kamu tetap harus hati-hati.

Bella licik. Kamu tidak akan pernah tahu apa yang dia rencanakan.

Selamat ulang tahun!

Semoga suka.

Oh, Kak.

Yang benar saja, masa kadonya seperti ini?

- Gaji wartawan sangat kecil, ya? - Bukan begitu.

Tapi, Kakak pikir, rambut kamu itu suka masuk mata.

Jadi, aku belikan jepitan saja.

Aku sudah bilang aku mau tas baru.

Wen.

Kamu duluan saja.

Bi Imah.

Ini jepitannya dari mana?

Saya hanya mau tanya Bibi dapat jepitan ini dari mana.

Bukan mau mengambilnya.

Bi Imah menyimpan rahasia…

Kenapa dia bisa lolos dari ruang isolasi.

Dan tidak ada satu pun orang yang tahu,

kenapa dia bisa lolos dari ruangan itu.

Tapi, apa ada yang tahu penyebab dia masuk penjara?

Mutilasi.

SANGAT RAHASIA

Ada kabar terbaru?

Mereka butuh pasokan segar, Pak.

- Sudah ada tanggapan? - Ada, Pak.

Ini, Pak. Maaf.

Mereka pikir…

mereka bisa beli tempat ini dengan uang segini?

Kapan dieksekusi?

Secepatnya, Pak.

Oke. Lakukan dengan rapi.

Dan tambah dosisnya.

Siap, laksanakan, Pak.

Mari.

Wenny.

- Pak. - Ibu Sekar belum ditemukan.

Berhati-hati, ya.

Keadaannya semakin kacau.

Ya.

Bi Imah…

Saya hanya mau bicara.

Tidak, Bi. Saya hanya mau bicara.

Saya kakaknya Ratna.

Saya yang kasih ini ke Ratna.

- Ini? - Ya, itu dari saya.

Saya cuma mau bicara dengan Bibi, boleh?

Tentang Ratna.

Saya bisa merasakan,

Bibi sayang sama Ratna.

Ya?

Saya hanya mau cari tahu…

Saya mau cari tahu, kenapa adik saya bisa mati di sini, Bi?

Saya mau tanya pada Bibi, apa yang terjadi malam itu di bangsal isolasi?

Saya tidak tahu mau tanya siapa lagi, Bi.

Oh, ya…

Ini untuk Bi Imah.

Untuk saya?

Terima kasih.

Anggap saja itu jimat pelindung untuk Bi Imah.

Hei!

Kenapa?

- Sudah, Nak. - Tidak, Bi.

Sudah.

Kamu mau apa?

Berhenti!

Apa-apaan kalian ini?

Sudah cukup!

Sudah cukup kalian semua buat onar di sini.

Saya lihat semua.

Harus ada yang masuk ke bangsal isolasi.

Siap, Pak.

Bawa mereka.

Bangun!

Ayo, bangun!

Ayo!

Diam!

Sakit!

Masuk!

Masuk!

Berengsek! Ingat janjimu!

Masuk, kalian!

Jane!

Jane!

Kamu ingkar janji, berengsek!

Bangun, sialan!

Kamu pikir uang segitu cukup,

untuk beli tempat?

Asal kamu tahu,

tempatmu sudah tidak ada.

Karena tempatmu sekarang ada di neraka!

Masuk!

Rasakan itu!

Sepertinya sekarang saya yang butuh konseling.

Mungkin, Bu.

Ibu kelihatannya lelah.

Beberapa mengatakan

kamu adalah orang yang terakhir bersama Yeti dan Jane.

Mungkin.

Sikap kepahlawanan kamu

memicu mereka untuk berbuat lebih.

Ada yang salah dengan itu?

Mungkin ya.

Mungkin juga tidak.

Ibu tidak melihat apa yang terjadi di penjara ini?

Semua orang saling mengintimidasi,

kekerasan seksual, transaksi ilegal,

ketakutan.

Dan semua orang tutup mata.

Satu lagi.

Banyak orang yang mati di sini, Bu. Matinya tidak wajar.

Ibu masih bisa tenang?

Saya di sini hanya menjalankan tugas dan perintah

sesuai sumpah saya.

Lalu, saya bisa apa, Wenny?

Saya sama seperti kamu.

Ingin mengubah tempat yang buruk ini.

Tapi apa?

Ternyata dunia tidak sebaik

seperti yang kita bayangkan.

Maaf, Bu.

Mungkin menurut Ibu semua itu sudah cukup dan pantas.

Tapi menurut saya, semua itu hanya omong kosong.

Karena tidak mengubah apa-apa.

Sesi saya di sini sudah selesai, Bu.

Wenny.

Jangan cari masalah.

Yeti dan Jane,

mereka contoh untuk kamu.

Kenapa setiap ada yang berurusan dengan Bella, ujungnya mati?

Pasti ada sesuatu, 'kan?

Antara Bella dan bangsal isolasi.

Apa kamu punya akses ke bangsal isolasi?

Akses saya terbatas di sini, Wen.

Kalau begitu, saya harus cari cara lain, 'kan?

Ada tugas untuk kamu.

Perjanjian kita sudah selesai.

Saya sudah melakukan semua yang kalian mau.

Kamu pikir kamu bisa berlagak di depan saya?

Ya…

Maaf, Pak.

Lakukan tugas kamu.

Dan anak kamu akan baik-baik saja.

Baik, saya akan lakukan apa pun, asal anak saya baik-baik saja.

Bagus.

Kita sudah ada saling pengertian.

Dan saya jamin,

anak kamu akan baik-baik saja.

Baik. Ayo!

Anjing!

Bangsat!

Itu ide gila, Wen.

Syaiman pasti tidak akan setuju.

Saya tidak butuh persetujuan dia.

Kamu punya saran lebih baik?

Tapi, kamu bisa mati, Wen.

Aku tidak takut mati.

Ini hasil autopsi dari adik kamu.

Kami yakin ada hal lain yang membuat

adikmu dan korban-korban lainnya meninggal.

Tapi sepertinya, di dalam sana terlalu kuat.

Saya tidak bisa berbuat apa-apa.

Ada satu hal kesamaan di antara mereka.

Autopsi selalu dilakukan secara tertutup.

Dan mereka selalu menyimpulkan bahwa hasilnya

meninggal karena bunuh diri.

Kita tidak tahu siapa lagi yang akan jadi korban, 'kan?

Aku tidak mau mati sia-sia tanpa berbuat apa pun.

Aku harus masuk bangsal isolasi itu.

Wenny!

Kamu mau apa?

Kamu mau apa, Wen?

Wenny!

Masuk!

Sampah masyarakat!

Saya sudah sering beri tahu kalian,

sampah-sampah masyarakat, bahwa saya punya peraturan di sini.

Ada aturan main yang harus kalian patuhi.

Dan kamu melanggarnya.

Ratna?

Iya…

Ratna?

Wenny?

Baru kali ini

ada orang yang bisa menahan dosis LSD sebanyak itu.

Kamu benar-benar kuat, Wen.

Maksudnya?

Bagaikan dua lalat kecil berada di lubang yang sama.

Yaitu kamu dan adikmu, Ratna.

Kalian berdua sama-sama tolol!

Kalian berdua akan terjebak dan mati di tempat yang sama.

Kamu yang bunuh Ratna?

Yah…

Anggap saja seperti itu.

Tidak ada yang boleh tahu

rahasia kami.

Dia harus dibungkam.

Jane dan Yeti…

adalah darah muda.

Sayang sekali,

ginjal yang sehat,

jantung yang sehat,

banyak yang pesan,

dan mereka butuh organ segar.

Tawaran tidak bisa ditolak.

Mereka harus dikorbankan.

Sekar…

Wanita tua yang malang.

Kalau saja dia bisa menjaga mulutnya,

tentu dia masih bisa bernapas.

Tapi, ini bukan masalah pribadi, Wen.

Ini hanya bisnis.

Ada orang yang bayar mahal demi sebuah ginjal.

Dan berkat adikmu Ratna,

aku jadi kaya raya.

Kamu berengsek!

Santai, Wen.

Kamu dan adikmu saja yang sial bertemu kami di sini.

Kamu jangan dendam padaku, ya, Wen.

Aku minta maaf.

Aku pastikan

ini tidak akan sakit.

Salam, ya,

untuk adik tercintamu, Ratna.

Untuk Ratna.

Organ-organ ini harus segera kita kirim malam ini, selagi masih segar.

Aduh…

Ini untuk pekerjaan terakhir kita.

Dan untuk kesuksesan kita, Pak.

Ayo, minum.

- Lapor, Pak! - Ada apa ini?

Wenny, Pak…

- Wenny kenapa? - Wenny kabur, Pak.

Dan, dia sudah membunuh Yanti.

Farhan, cepat kamu cari dan tangkap dia.

- Sipir! - Siap.

Wenny kabur dari bangsal isolasi.

Pokoknya saya tidak mau tahu, cari dia sampai ketemu!

Dan awas, kalian jangan sampai ada yang pulang! Paham?

- Paham, Pak. - Cepat cari dia!

Berengsek!

Masuk!

Masuk!

Hei!

Wenny, kamu mau ke mana sih, Sayang?

Berani, Anjing!

Sini!

Bangsat, kamu!

Bangsat!

Anjing, beraninya kamu, bangsat!

Kamu mau ke mana, Sayang?

Sudah, jangan lari.

Nanti kamu lelah.

Bangsat!

Anjing!

Saya sudah bilang…

Anjing!

Wenny.

Wenny, ini saya, Adit.

Wenny.

Wenny, kamu tak apa-apa?

Bi Imah.

Bi…

Dengarkan saya, Wen.

Wenny.

Kita harus lapor Syaiman.

Hanya dia yang bisa bantu kita di sini.

Bagaimana?

Di lapas ini hanya ada dua telepon.

Yang pertama ada di ruangan Herman.

Dan yang kedua ada di ruangan Bu Rusdiyah.

Herman otaknya.

Mereka menjual organ tubuh semua yang mati di sini,

termasuk Ratna.

Semuanya hanya rekayasa.

Bangsat!

Kita harus ke ruangan Bu Rusdiyah.

Ruangan itu terdekat dari sini.

Sebentar lagi kita sampai. Tahan, Wen.

Lari, Wen!

Pengkhianat!

Wenny!

Ayo cepat, keluar!

Ayo!

Bangun!

- Ayo! - Cepat.

Hajar!

Ayo.

Pukul dia.

Wenny.

Kamu kenapa?

Kenapa dikunci?

Kamu kenapa?

Ibu harus tahu tentang ini.

Kenapa?

Yanti yang suntik semua napi di bangsal isolasi.

Herman otaknya.

Kita harus laporkan mereka, Bu. Mereka menjual organ tubuh…

Organ tubuh korban, Bu.

Wen, tenang.

Coba ceritakan dengan tenang.

Bukankah kamu seharusnya berada di bangsal isolasi?

Ibu tidak mengerti. Mereka coba membunuh saya!

Saya harus telepon.

Harus telepon, Bu.

Ada di situ.

- Harus telepon… - Ya.

Ibu ambilkan kamu minum dulu, ya.

Wen.

Diminum.

Pelan-pelan.

Pak.

- Bu… - Wen?

Wenny!

Wen?

Wenny!

Wenny! Wen?

Ibu.

Ibu…

Lari, Bu.

Dia orang jahatnya, Bu.

Dia yang jahat, Bu. Cepat lari.

Kamu sudah bangun? Sudah sadar, Wenny?

Kamu harus tenang.

Tenang.

Semuanya jadi kacau karena kamu!

Tidak, salah saya juga.

Karena saya punya suami yang bodoh,

dan dia punya anak buah yang tolol!

Karena kamu juga

saya harus turun tangan sendiri, Wenny.

Maaf, ya, Wenny.

Ternyata saya tidak sebaik yang kamu pikirkan.

Saya sudah mengecewakan kamu, ya?

Jadi, Ibu yang melakukan semua ini?

- Ibu… - Kamu pintar.

Ibu yang di balik semua ini, dan semua hanya karena uang?

Kenapa tidak?

Tempat ini adalah tempat yang ideal untuk bisa melakukan itu semua.

Ternyata Wenny dan Ratna adalah saudara kandung.

Dan saya yakin sekali, Wenny berada di sini

untuk mencari tahu kenapa Ratna bisa meninggal.

Kamu sudah tahu korban berikutnya.

Tenang.

Kamu akan menjadi

penutup yang luar biasa.

Tenang.

Tidak usah takut.

Ini tidak akan menyakitkan.

Sakit sedikit.

Santai.

Ada apa dengan listriknya?

Periksa.

Kamu tak apa-apa, Wen?

Tidak!

Tidak, tidak!

Tidak…

Tidak!

Tidak!

Diam!

Sekarang kamu bisa tenang.

Aku dengar kabarnya bangsal isolasi sudah benar-benar diisolasi.

Baguslah.

Jadi, tidak ada korban lagi.

- Bu Rusdiyah? - Di rumah sakit jiwa.

Dia tetap harus bertanggung jawab atas

perbuatan yang telah dia lakukan.

Mau apa kalian?

Sayang.

Ibu!

Terima kasih.

Mama sedih?

Lalu, setelah ini rencana kamu apa, Wen?

Kembali ke pekerjaan.

Ditambah…

aku akan menulis kisah tentang penjara itu.

Agar semua orang tahu.

Dan jika bukunya sudah selesai,

kamu adalah orang pertama yang akan aku beri tahu.

Semua sudah berakhir.

Herman dan Rusdiyah sudah disingkirkan.

Penjara ini jadi milik kita kembali.

Bangsal isolasi bisa kita buka.

Ya.

Kamu mau kasih lihat ini?

Apa?

Buka!

Sakit!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.