Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Ayah!
Untungnya rencanaku berjalan lancar.
Ayah akan baik-baik saja setelah pendarahannya berhenti.
Chul-su,
perkataan si kepala batu itu ada benarnya juga.
Tapi aku mengacaukannya.
Aku benar-benar berpikir kalau aku juga bisa meyakinkan ibumu.
Aku kecewa.
Kau berlatih bertahun-tahun sampai setengah mati
hanya untuk mencuri aset negara?
Mereka cuma bayi yang tidak berdosa.
Memangnya kenapa?
Apa kalian berdua...
mau main rumah-rumahan, kau berpura-pura sebagai ibu ya sekarang?
Kau sudah termasuk beruntung kalau mereka berdua tidak mati.
Tinggal di sini atau mati di luar sana, sama saja.
Sebagai ibumu!
Aku sudah mengorbankan banyak hal untuk membesarkanmu.
Jadi, kau benar-benar mau mati, ya?
Kalau kau melangkah sekali lagi, aku tidak akan menganggapmu sebagai putriku.
Kalau begitu, bagus.
Aku tidak mau membunuh ibuku.
Apa?
Perhatian.
Aku tidak membunuh ibuku.
Aku membunuh Kapten An So-jin dari Pelatihan Khusus.
Jadi, aku tidak merasa bersalah...
membunuh ibuku.
Rasa bersalah?
Omong kosong!
Memangnya kau pernah memiliki perasaan yang nyata?
Silakan saja, bunuh aku.
Family Matters Diterjemahkan oleh 8uckminsterfullerena Dukung saya di: trakteer.id/8uck314
Kenapa ayah membiarkannya pergi?
Anggap saja aku melepaskan dia. Menurutmu karena apa?
Supaya kita semua bisa menangkapnya lagi bersama-sama.
Tunggu.
Ayah sudah tahu sejak awal?
Iya.
Yang pertama kulakukan adalah memeriksa bagasi mobilnya saat kita membawanya ke dalam.
Pada awalnya, aku menganggap ini masalah serius.
Kemudian aku sadar
kalau ini mungkin bukan krisis, tapi kesempatan yang dikirimkan tuhan.
Semakin besar perjuangan berat yang kita hadapi
keluarga ini akan semakin bersatu dengan sepenuh hati.
Dan kalau kita semua menangkapnya bersama-sama
kita akan memiliki
kesempatan untuk menjadi keluarga yang sesungguhnya.
Apa ayah tidak pernah berpikir kalau anak-anak bisa berada dalam bahaya?
Meskipun dilepaskan, dia tidak akan bisa melapor ke polisi.
Dan kalau memang dia melapor, kupikir mending mayatnya kita bawa ke polisi.
Lihat diri kita.
Dibandingkan kemarin,
bukannya hari ini kita lebih terasa seperti keluarga sungguhan?
Ayah!
Kenapa ayah terus mengulangi kesalahan yang sama dan menyebabkan masalah?
"Kesalahan"? "Masalah"?
Orang bodoh sepertimu minimal harus berkaca.
Intinya,
ayah seharusnya menjauhkan anak-anak dari masalah ini.
Anak-anak?
Memangnya kau masih anak-anak pada waktu itu?
Pada akhirnya, dia adalah ibu yang membesarkanmu.
Kau tidak perlu menciptakan neraka dalam hatimu karena dia.
Saat kau keluar dari sini, neraka yang sesungguhnya akan dimulai.
Aku akan mengirim orang untuk memburumu setiap hari
sampai aku bisa mencabik-cabik dirimu dan anak-anak itu.
Pada akhirnya,
ada konsekuensi atas tindakanmu!
Ya, kami memang cuma anak-anak.
Karena itu kami melakukan kesalahan dengan mendengarkanmu.
Tenang!
Sial, kalian malah langsung diam.
Baiklah, dengarkan.
Mulai sekarang, mau kalian perempuan atau laki-laki
intimidasi, memaksa untuk menyelesaikan tugas, menipu dan memukuli orang lain
dilarang keras.
Dan...
kalau FucKyu-tae memiliki fotomu dan memerasmu,
tuliskan apa yang terjadi dan berikan pada Baek Ji-hoon.
Jangan khawatir.
Aku tahu soal beginian, jadi aku akan menanganinya setenang mungkin.
Apa?
Kau sendiri yang bilang kalau aku petinggi resmi di sini dan kau tidak akan peduli apa pun yang kulakukan.
Kau marah, ya?
- Cuma di saat kau mengikuti perintahku— - Ngomong-ngomong,
Aku tidak membutuhkan ini lagi.
Kakekku bilang kalau aku tidak ditakdirkan menjadi bawahan orang lain.
Dia menyuruhku untuk menjadi bos bagi diriku sendiri.
Jadi, aku akan melakukan apa pun yang kuinginkan.
Dan untuk apa yang kau inginkan...
jangan coba-coba.
Kecuali kau mau mati.
Kau melihat wajah Jae-gon?
- Dia benar-benar panik. - Benar.
Dan kau punya karisma saat di meja guru.
Bagaimana sekolahnya? Semuanya berjalan lancar?
Ya!
Hari ini, Ji-woo secara resmi dinobatkan sebagai nomor satu di sekolah.
Nomor satu, biji mate lu meledak.
Semua orang ingin berfoto bersamaku. Menjengkelkan sekali.
Jangan berfoto.
Sudah kuduga.
- Bagaimana dengan si brengsek yang menjadi biang kerok masalah ini? - Ayah, tolong!
Jangan khawatir, Kakek. Aku akan membasmi—
Whoa!
Wow!
Ini laptop untukku, kan?
Seperti yang dijanjikan.
Terima kasih banyak.
Whoa.
Payah. Aku yakin harganya tidak sampai 300.000 won.
Kau seharusnya juga membelikan untuk Ji-woo.
Lupakan soal laptop, bagaimana dengan notebook untuk facebook?
Lihat dia.
Mangkuknya bersih tak bersisa.
Aku akan segera membelikan Ji-woo smartphone.
Smartphone? Tidak mungkin.
Apa? Kau sudah punya satu!
Selama dia tidak berfoto.
RUMAH SAKIT HEWAN PAWFECT HAVEN
YOUNGBOY: JAE-GON, VIDEONYA HOT
GADIS-GADIS ITU PANIK KARENA KITA AKAN SIBUK MENJUAL MEREKA.
AKU MENGIRIMKAN INFORMASI PADAMU SOAL GADIS INI DARI TEMPAT KERJAKU
NAMA: SHIN JU-KYUNG
JALANG
SHIN JU-KYUNG: MAAF, TUAN
YOUNGBOY: IKUTI PERINTAHKAU KALAU KAU TIDAK MAU DIUSIR
"Youngboy"?
AKU MEMILIKIMU SELAMANYA KAU BUDAKKU, MENGERTI?
KOTA BAHAGIA, PERSONEL KOTA KUMSU
"Balai Kota Kumsu."
DIREKTUR PENGEMBANGAN PERKOTAAN JANG NO-WON
"Jang No-won."
DIREKTUR JANG NO-WON
Masuklah.
Sialan.
Dasar brengsek.
Aku dengar kau terlambat hari ini.
Memangnya kau ini siapa?
Maafkan aku.
Tidak usah minta maaf.
Aku cuma penasaran kalau kau mungkin sudah kabur.
Aku sih tidak masalah. Aku punya ini.
Tapi pikirkan soal ayahmu.
Kalau putri semata wayangnya hilang,
untuk apa dia hidup?
Dan aku sudah menyuruhmu untuk memakai rok. Kenapa kau keras kepala sekali, sih?
LEE(26) YANG HILANG DITEMUKAN TEWAS DI BAGASI MOBIL
Si bangsat itu mengambil gambarku. Fotoku!
Si bangsat itu harus dihajar.
JOE KYU-TAE
JOE KYU-TAE
Joe Hae-pal!
Kyu-tae.
Joe Kyu-tae.
Sialan.
Joe Kyu-tae!
Apa... Apa ini?
DOSA
Kumohon!
Sial.
Apa ini Tn. Joe Hae-pal?
Apa ini ayahnya Joe Kyu-tae?
Ya, ini aku. Siapa ini?
Aku cuma ingin tahu bagaimana keadaan kaki anakmu.
Kau ini siapa dan bagaimana kau tahu kalau anakku terluka?
Dia memang terluka, ya?
Apa...
Aku akan mengirimkan video putramu.
Bukan video semacam itu. Rekaman video saat dia dihajar.
Kelihatannya seperti hipnotis, tapi aku tidak bisa memastikannya.
Tidak ada reaksi obat juga.
Kenapa dia seperti ini?
Secara medis, namanya "phantom pain".
Pain apa?
"Phantom"?
Ya, phantom. Cedera fisiknya tidak ada, kan?
Tapi, dia masih merasakan sakit yang luar biasa.
Namanya phantom pain.
Kita harus memeriksa mobil yang mereka gunakan untuk membuang korban.
Kenapa kau terus menyelidiki van itu?
Bagaimana dengan catatan kendaraan?
Mobil maupun van itu tidak muncul. Keduanya tidak terdaftar.
Hei, lihat. Van ini berwarna kuning.
Bukannya van ini mirip seperti bus penitipan anak atau bus prasekolah?
Ya, sepertinya aku melihat beberapa huruf.
Tapi, kualitas gambarnya jelek.
Lihat ini.
Paw... fect... aven?
Eureka!
Rumah sakit hewan!
Rumah Sakit Pawfect Haven!
Apa?
RUMAH SAKIT HEWAN PAWFECT HAVEN
Sialan!
Kucing kecil ini mungkin terluka.
Apa kau dokter hewan di sini?
Ya, benar.
Hidup ini sulit, kan?
Anjing itu juga kelihatannya seperti disiksa.
Kasihan.
Dia bahkan tidak bisa berbicara soal rasa sakitnya.
Pecundang
Apa keluargamu tidak punya rasa takut?
Atau mungkin kalian ketakutan setengah mati?
Melakukan hal bodoh dengan mayat itu dan menyeret semua anggota keluarga ke dalam masalah ini?
Kami tidak bisa meninggalkan mayat wanita malang itu di dalam bagasi.
Bukan berarti kau tidak mengerti soal ini.
"Mengerti"?
Gadis cantik ini bersemangat juga. Aku malah jadi tergoda.
Payah.
Kau sudah selesai? Teleponnya aku tutup, ya.
Tunggu, tunggu sebentar!
Ada tamu yang akan mendatangimu.
Tamu?
Kau menghubungi polisi?
Kau sudah gila, ya? Buat apa aku menghubungi polisi?
Bukan polisi.
Aku melapor ke ayah dari anak yang kau buat babak belur.
Kau tahu tidak?
Ayahnya itu Joe Hae-pal, bos geng nasional.
Dia lebih sering menggunakan pisau daripada bicara—
Apa-apaan ini.
Apa ini? Dia dibius atau bagaimana?
Tidak ada yang muncul saat tes narkoba.
Pasti ada yang salah, tapi siapa tahu?
Bagaimana dengan rumah sakit hewan?
Kau mendapatkan sesuatu?
Tidak banyak.
Tapi jalang itu memang licik.
Benar, kan?
Wajahnya cukup cantik, tapi ada yang tidak beres, sial!
Sepertinya semua yang cantik bisa langsung mati, ya?
Saat melihat dia, aku sudah tahu kalau dia memiliki aura janda hitam.
Ada apa, sayangku?
Ibu! Kenapa ibu lama sekali?
Anakku!
Lihat dirimu! Kenapa wajahmu kurus sekali?
Dan kenapa kau naik kursi roda?
Berhenti menangis!
Hae-pal, dasar bajingan.
Sudah kubilang aku tidak menjual.
Mengirimkan anak kecil yang masih ingusan untuk memaksakan kontrak padaku?
Padahal kupikir kita ini berteman!
Ya, kau benar.
Aku yang seharusnya datang langsung padamu untuk menyelesaikan masalah.
Sepertinya aku sudah kelewat batas soal ini.
Sial.
Kau mau pergi ke mana di tengah-tengah permasalahan ini?
- Keluar, menenangkan pikiran. - Apa?
Aku akan membeli gedung Shinara Night Club!
Baiklah. Itu baru namanya suamiku.
Aku akan menjaga Kyu-tae. Pergilah, lakukan tugasmu.
Dan rumah sakit hewan itu...
Tidak, lupakan saja.
Biar aku saja yang menangani soal itu.
Aku memang bukan seorang gangster yang setia tapi aku harus menjadi ayah yang bisa dia andalkan.
RUMAH SAKIT HEWAN PAWFECT HAVEN
Permisi.
Apa jangan-jangan kalian anak buah ayahnya Kyu-tae?
Siapa?
Kami dari Departemen Kepolisian Kumsu.
Polisi?
Detektif Kang Jeong-hwan dari direskrimum.
Ada perlu apa sampai para detektif jauh-jauh ke sini?
Di malam tanggal 15...
Ini.
Ini mobilmu, bukan?
Ya, itu mobil kami.
Permisi.
Kenapa mobilmu tidak tercatat di dalam sistem?
Apa mobil ini tidak terdaftar?
Sialan!
Sudah kuduga ini akan terjadi.
Mobil itu aku dapat dari seorang pria yang berutang padaku.
Aku korban di sini.
Lagipula aku sudah berencana untuk menuntut dia. Sepertinya lebih baik begini.
Ayo kita ke kantor.
Kami sebenarnya ke sini bukan untuk itu.
Kami cuma ingin tahu apa kalian pernah melihat mobil ini.
Kami belum pernah melihatnya.
Benarkah?
Padahal mobil ini sudah masuk berita utama akhir-akhir ini. Kau yakin?
Kasus ini!
Sebenarnya, aku mau memberikan informasi pada polisi soal kasus ini.
Pak.
Apa kau pernah melihat mobil ini sebelumnya?
Sebenarnya bukan soal mobil itu.
Tapi, kau tahu orang-orang yang berpakaian seperti binatang itu?
Sepertinya aku melihat sesuatu yang mirip dengan kostum itu di klub malam
atau bar karaoke di sekitar sana.
Mereka menari-nari, katanya lagi ada event.
Benarkah?
Ngomong-ngomong,
soal malam itu...
Kalian ini dari mana?
Keluarga kami pindah ke sini.
Pindah?
Di tengah malam?
Pindah rumah di malam hari bukan hal ilegal, kan?
Tentu saja tidak.
Terima kasih atas bantuanmu. Ayo pergi.
Kau melihatnya, kan? Tali ties!
Itu kan barang biasa. Ayo kita selidiki klub malam itu dulu.
Bukan "Perfect Even," tapi "Pawfect Haven."
Lihat ini! "Pawfect", mengerti?
Tempat ini tidak seperti tempat berlindung (haven). Pokoknya, ayo pergi.
Apa yang mereka rencanakan? Menurutmu mereka sudah tahu semuanya?
Yang benar saja.
Kalau mereka sudah tahu semuanya, tangan kita pasti sudah diborgol.
Serius, kita berada dalam masalah ini karena ayah!
Diamlah.
Polisi bukanlah masalah.
- Apa? - Apa?
Kalian tidak punya otak, ya?
Pernikahan putrinya dilangsungkan bulan depan. Kita tidak bisa membuat dia babak belur!
Nah, kita bisa apa?
Aku tidak tahu sedang cari gara-gara dengan siapa, Tuan Joe.
Aku minta maaf.
Tidak, kau benar-benar tidak tahu.
Aku dulunya cuma seekor ubur-ubur yang tidak punya nyali,
tapi sekarang aku terlahir kembali sebagai ikan pari yang penuh racun.
Maafkan aku. Aku tidak bermaksud begitu.
- Mulai! - Ya, bos!
Aku benar-benar minta maaf. Tidak! Tolong, jangan lakukan ini!
Tidak! Joe, lepaskan aku!
- Joe! - Tahan dia.
Tolong, ampuni aku!
Kenapa pisaunya malah tumpul? Pisaunya diasah dulu, dong.
Pegang dia erat-erat.
Boss!
- Kalian tidak bisa masuk sekarang. - Minggir!
Aku datang.
Hei, ternyara ada Joe si Ubur-ubur sialan!
Julukanku "Ikan Pari," bukan "Ubur-ubur."
Kau ada urusan apa di sini?
Bagaimana denganmu? Kau ada urusan apa di sini?
Kudengar kau punya bisnis restoran. Kau masih menjalankan bisnis yang tidak-tidak, kan?
Ayolah.
Aku sudah lama meninggalkan kehidupan preman.
Aku ini sudah jadi pengusaha sekarang. Pengusaha asli.
Sialan.
Memangnya aku bakal percaya dengan omong kosongmu.
Tunjukkan ke dia.
Kostum ini digunakan pada event di tempat ini, kan? Ya atau tidak?
Apa ini? Aku tahu dari mana?
Aku baru saja membeli gedung ini tadi.
Ayolah.
Gelang apa ini?
Apa? Ini gelang dari gerejaku.
Gereja?
Kau tidak tahu, ya?
Aku sudah jadi jemaat gereja sekarang.
Aku membasuh semua dosa-dosa masa laluku untuk bisa masuk ke surga.
Omong kosong!
Serius, aku sudah jadi penganut Kristen sekarang!
Kau sudah semakin tua dan tuli atau kau sudah tidak sejago dulu?
Preman sepertimu tidak akan pernah mengotori tangannya tanpa melibatkan uang tunai.
Ngomong-ngomong,
apa nama gerejamu?
Gereja Aspirasi.
"Aspirasi"?
Lihat dirimu yang bercita-cita untuk masuk neraka.
Aku bakalan muntah kalau melihat orang sepertimu berhasil.
Mukamu berminyak sekali.
Berhentilah makan daging sialan itu.
Apa-apaan ini.
Ada jalang gila yang macam-macam denganku, dan sekarang anjing gila ini juga cari gara-gara?
Keluarkan dia!
- Aku akan menghabisi Tuan Kim. - Tinggalkan saja dia.
Polisi itu seperti anjing pelacak. Kalau dia mencium baunya, kita semua bakal hancur.
Tuan Kim, anjing gila itu sudah menyelamatkan nyawamu.
- Bagaimana dengan yang lain? - Ya, yang lain sudah bersiaga.
Bagus. Sialan.
Mereka membuat anakku menangis darah, jadi ayo lihat apa yang bisa mereka teteskan.
Ayo.
Preman sekali pun tidak akan main-main dengan anak kecil, bukan?
Di negara yang menjunjung hukum dan ketertiban ini!
Benar, kan?
Hukum dan ketertiban...
Tapi, bukannya kita adalah orang yang paling tidak pantas untuk mengatakan itu?
Apa?
Niat kita kan bagus...
Lagipula,
memangnya kau pikir Ji-woo tidak bisa menangani beberapa preman?
Tentu saja dia bisa.
Itu masalahnya.
Apa? Kau mau menggantikan dia?
Ayolah.
Kau tidak melakukan ini demi uang. Kau cuma ingin menjadi orang jahat, kan?
Kau cuma menikmati saat membuat mereka patuh dan memerintah mereka seperti budak.
Wow.
INFORMASI PRIBADI
Kau tahu ini dari mana?
Masa?
Kau pulangnya terlambat malam ini?
Tidak, semuanya baik-baik saja. Menginaplah kalau kau mau.
Lagipula aku bakalan begadang.
Aku mengerti!
Apa bajingan itu mengendus masalah lagi?
Kenapa dia semangat begitu?
Ini dia.
Kenapa dia tiba-tiba jadi baik?
Mungkin aku bisa memuaskan diriku lagi.
- Pak! - Ya?
Tolong berikan kuncinya, aku akan memindahkan mobilnya.
Tidak usah. Aku akan segera kembali.
Sebenarnya,
orang-orang terus mengeluh karena kau parkir di tempat khusus penyandang disabilitas.
- Masa? - Maafkan aku.
Permisi, Pak, sebentar.
Brengsek!
Dasar bajingan tua!
Kau tidak khawatir dengan putrimu, ya?
Sialan!
Kalau dia kehilangan pekerjaannya, kau akan ditendang dari apartemen kecil itu.
Kau mau begitu, ya?
Kau pikir putrimu masih punya pekerjaan karena dia memang jago?
Maafkan aku. Aku tidak memikirkannya dengan matang.
Benar.
Kau sebaiknya ingat siapa yang menaruh makanan di atas mejamu.
Dan kau sebaiknya bersikap baik.
Sadari posisimu, hamba.
Semoga harimu berjalan lancar.
Kau pernah mendengar soal "efek menendang kucing"?
Seseorang melampiaskan perasaan mereka pada orang yang lebih lemah.
Dan orang itu melakukan hal yang sama pada orang lain yang lebih lemah, dan seterusnya.
Perasaan buruk menyebar seperti virus,
hingga akhirnya mencapai mata rantai terlemah dan seekor kucing liar kemudian menerima tendangan.
Seperti itulah suasana di sekitar sini.
Mungkin karena itu aku suka di sini.
Kau benar-benar hebat.
Aku tidak melakukan banyak hal.
Aku berharap lebih, tapi kau sudah membuatku kecewa.
Tetap saja...
Kau dan pria tua itu harus membayar atas perbuatan kalian, kan?
Bahkan seekor kucing yang ditendang setiap hari memiliki cakar tersembunyi.
Kenapa mereka belum menelepon?
Perasaanku tidak enak. Bagaimana kalau aku menjemput mereka?
Ya, mungkin itu yang terbaik...
Semuanya baik-baik saja, Ji-hoon?
Hah? Tentu saja. Tidak ada masalah.
Syukurlah.
Sebenarnya,
ada 1 hal lagi yang mungkin ibu mau tangani.
"Tangani"?
Ada orang dewasa yang terlibat selain Jae-gon.
Dia seorang pejabat kota bernama Jang No-won.
Baiklah. Aku mengerti.
Dia sudah makan dengan lahap sekarang.
Saat berada di dalam, dia tidak mau makan dan terus mendesis.
Dia tidak mau bicara, jadi sulit untuk mengetahui apa yang benar-benar mengganggunya.
Kalau dia bisa bicara...
memangnya kau bisa menyelesaikan masalahnya?
Yah, mungkin.
Aku akan mendengarkan dulu.
Kalau aku bisa menanganinya,
aku akan membantu.
Kau sudah pulang.
- Ya, aku pulang. - Oke.
Ayah.
Kalau bekerja memang melelahkan, ayah sebaiknya berhenti dan beristirahat di rumah.
Tidak.
Ngomong-ngomong, apa kau harus kembali ke kantor lagi setelah makan malam?
Ya.
Kau tidak lembur karena ayah, kan?
Tidak, tidak sama sekali.
Makanlah, sebelum cuacanya jadi lebih dingin.
Baiklah, ayo makan.
KEPALA PEJABAT JANG
KEPALA PEJABAT JANG
Aku sebaiknya membuat bajingan itu menelan pelernya sendiri!
Sialan!
Jangan diangkat.
Kenapa kau sendirian? Ji-hoon ada di mana?
Apa? Sejak kapan badan kami menempel?
Hei, bukannya kau ini gadis tangguh?
Kenapa malah cengeng begitu?
Kau salah orang.
Bukan dia orangnya.
Apa ini sudah hari ke-5 kita pacaran?
Sebenarnya sudah ke-6.
Kau kan yang bilang kalau kita tidak pacaran.
Tapi, lihat dandananmu.
Rasanya aku seperti berkencan dengan Ji-woo untuk pertama kali.
Payah.
Ji-hoon.
Kau sudah mengerti?
Jadi, lepaskan dia.
Dasar bajingan menyebalkan. Aku seharusnya...
Hei, ibu yang cantik!
Tuan Joe.
Apa yang kau lakukan?
Kelihatannya seperti apa?
Kau baik sekali pada anakku tempo hari.
Jadi, aku cuma mencoba untuk membalas budi.
Penyampaiannya agak kurang, sih.
Soal itu,
Apa kau keberatan untuk membawa putrimu juga?
Min-jung, kau bisa mendengarku?
Kau pasti Ji-woo, ya?
Sialan, yang tertangkap malah temanmu.
Silakan. Ini Ji-woo.
Ji-woo!
Min-jung! Kau baik-baik saja?
Aku akan segera ke sana. Bertahanlah.
Kau lebih baik dari dugaanku, Ji-woo!
Jangan lupa.
Bawa orang tuamu.
Kirimkan aku alamatnya. Aku datang sekarang.
Tapi, jangan sentuh anakku sampai aku tiba di sana.
Kau mau pergi ke mana?
Ke mana lagi? Aku harus menyelamatkan Min-jung.
Hei.
Tunggu.
Kau pergi sendiri.
Dan bawa Ji-hoon.
Aku akan menyelesaikan masalah dia.
Mengerti.
Dan bagaimana caramu menyelesaikan masalahku?
Nona?
Percayalah pada dia, sekali ini saja.
Ya, kau sebaiknya percaya. Tidak ada ruginya.
Apa?
Ji-woo, tinggallah di sini bersama Kakek.
- Tidak, aku mau— - Dengarkan ibumu!
Sayang.
Hubungi aku saat kau sampai di sana.
Baiklah.
Kau datang sendirian? Anakmu ada di mana?
Ini sudah bukan perkelahian anak-anak lagi.
Kau mau mati, ya? Kenapa terlambat...
Kau siapa?
Aku ke sini untuk menggantikan Ju-kyung. Tidak apa-apa, kan?
"Menggantikan"?
Kita lihat saja nanti setelah—
Baiklah, cukup.
Ji-hoon!
Dia ayahmu?
Kalau begitu, putrimu ada di mana?
Kesepakatan kita tidak begini, kau tahu?
Bukannya kau duluan yang melanggar kesepakatan?
Tidak juga. Bukan aku yang menghajar anakmu.
- Karena kau sudah sampai, berarti aku sudah bisa menghajar anakmu. - Tunggu.
Ibunya hanya ingin mendengar suaranya. Tolong satu panggilan saja.
Tentu, kenapa tidak?
Mungkin mendengar tangisan anaknya akan mengajarkan dia cara untuk menghargai anak orang lain.
Ya, aku sudah sampai.
Ya, dia baik-baik saja.
Tunggu.
Ji-hoon? Ini Ibu. Kau baik-baik saja, kan?
Ya, aku baik-baik saja.
Baiklah. Ayah akan menanganinya.
Bertahanlah.
Tidak masalah!
Kau mendengarku, sayang?
Ya.
Ingat, kau tidak boleh membunuh siapa pun.
Tapi, mereka menculik anak kita. Aku tidak bisa memaafkan mereka.
Baguslah.
Oke, setengah mati saja.
Silakan masuk.
Ji-hoon, kau sudah mendengar ibumu.
Tetap di sana.
Ini akan segera berakhir. Tutup matamu dan tetap tenang.
Apa?
Ayahmu sendirian saja?
Perhatian!
Diterjemahkan oleh 8uckminsterfullerena Dukung saya di: trakteer.id/8uck314 Jangan main judi online :D
Subtitle Translation by Hwang Ahreum
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.