Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
- Kau baik saja? - Jangan ganggu dia.
Kami tak butuh bantuanmu lagi. Kau mengerti?
Aku tahu kau tak memaafkanku.
Namun jika aku diam saja…
aku takkan memaafkan diriku.
Epifanio. Apa kabar?
Apa kau sudah gila?
Apa aku tak menyuruhmu melupakan Birdman?
Kau menyuruh bandit Florida membunuhnya?
Itu tak penting.
Setidaknya orang Jimenez tahu kalau aku serius.
Karena Eric mengirim pesan bahwa aku nekat.
Dia dilindungi!
Akankah mereka berperang dengan gubernur baru Sinaloa?
Ini permainan bagimu?
Aku tak punya pilihan, 'kan?
Kau tak bisa menindak orang itu.
Kau seharusnya bisa memilih kata-kata. Aku tahu maksudmu.
"Tak bisa" bukan kata yang tepat. Itu menghinaku!
Lebih tepatnya, "Tak akan".
Jika kau mau tinggal di Texas dan terus berulah,
mungkin aku tak melindungimu.
Kaulah yang meneleponku.
Aku tak minta bantuanmu.
Aku tak bisa membiarkanmu celaka. Bagaimana bisa?
Bagaimana aku memberi tahu putriku,
"Aku sudah berusaha melindunginya, tetapi dia tetap dibunuh?"
Gara-gara kepala batumu?
Kau harus pulang sampai aku bicara dengan Jimenez.
Akui kepada mereka bahwa upaya pembunuhanmu itu salah.
Mereka belum meneleponku kembali, dan sekarang aku amat gelisah.
Aku tak mau pulang.
- Ya. Kau harus selamat. - Tidak.
Ya, pulanglah!
Kau harus pulang sampai masalah ini selesai.
Baiklah, aku bisa melihat keseriusanmu.
Namun aku tak mengaku kalah. Ini cuma sementara,
sampai kau berdamai.
Akan kukirimkan pesawat. Bersiaplah.
- Haruskah kusiapkan perjalanan? - Tidak, aku sudah berkemas.
Dari mana kau tahu dia akan memintamu pulang?
Aku sudah merasakan ego itu selama 25 tahun.
Ibarat jalan jelek yang semua polisi tidurnya diketahui.
- Ada kabar dari James? - Tidak.
- Dia masih mencari pelayan itu. - Kirim koperku kepada seseorang.
Sampai jumpa lagi.
Bisa aku bantu?
Ya, mobilku ada di sini.
Bayar denda di pusat kota sebelum itu dikembalikan.
Bahkan ayam di bawah beranda pun paham.
Seseorang akan mengurusnya. Di mana mobilku diderek?
Jika itu mobilmu, kau pasti tahu, 'kan?
Sebelumnya mobil itu dicuri. Aku mengikuti alat pelacak.
Kahn.
Di mana mobil merah berpintu empat diambil?
Tempat parkir disabilitas. Gereja di Jalan Roe.
- Kalian mendereknya dari gereja. - Tuhan membantu mereka yang sadar.
Bagus.
Berikan ranselmu.
Di mana Manny?
Terima kasih.
Manny, Luis. Terima kasih sudah datang.
- Luis. - Paman Manny!
Kalian berdua berdiri di belakangku.
Mau apa kau? Dia takkan membuat masalah.
Kita bisa pulang.
Kusuruh dia meneleponmu. Aku menyelamatkannya. Paham?
Kumohon.
Ayo kita pergi sekarang. Ayo, Manny.
Tidak!
Dia sudah sadar!
Kau bekerja untuk siapa?
Siapa yang mengincar putriku?
Kau bekerja untuk siapa?
Aku harus mengambil gergaji mesin untuk memaksamu mengaku.
Iya, 'kan?
Camila Vargas.
- Kartel Vargas? - Ya.
Mereka tak tahu aku menyelamatkannya dan membawanya ke Meksiko.
Dia berkata jujur.
Lepaskan dia. Ayah salah paham tentang dirinya.
Dia tak seperti dugaanmu.
Ayah.
Dia harus dibunuh.
Apa maksudmu?
Apa Ayah sudah gila?
- Maria… - Apa maksudmu? Kita tak seperti mereka!
Jika dia ketahuan, saat dia ketahuan,
berapa banyak jarinya yang akan hilang sebelum dia mengaku membantumu dan Angel?
Berapa lama orang kartel akan bicara dengan warga desa,
sebelum tahu alamat Maria Sanchez?
Semua orang tahu kita di desa ini!
Peternakan kita akan ketahuan.
Mereka akan menemukanmu.
Kau lupa apa yang terjadi dengan saudaramu?
Aku tak mau anakku mati lagi di tangan mereka.
Manny, tolong jelaskan.
Tidak, Maria.
Kau lupa. Jasad Marco kutemukan.
Kau tak tahu kondisinya.
Mereka orang biadab.
Kau pasti tak begitu.
Aku mau membebaskanmu.
Namun aku tak bisa.
- Aku sayang ibuku. - Angel, diamlah!
- Kau yang diam! - Gambar saja!
Apa kau mengerti?
Aku sayang ibuku.
Ya. Aku mengerti.
- Bisa kubantu? - Semoga. Seorang wanita datang kemarin.
Hai, ini Teresa. Tinggalkan pesan.
Rambut cokelat, cantik, usia akhir 20-an. Postur sedang.
Itu ciri-ciri separuh umat kami.
- Apa kau di sini kemarin? - Tidak.
Tahu siapa di sini kemarin? Sebenarnya dia temanku. Dia agak…
Dia menghilang. Aku berusaha mencarinya. Dia harus diobati.
Soal kemarin, kau perlu bicara dengan Pastor Ramon.
- Apa dia di sini? - Tidak. Di wilayah utara sampai Rabu.
Silakan tinggalkan nomor ponsel. Biar dia meneleponmu. Apa ini darurat?
Itu yang ingin kuhindari.
Keadaan darurat.
Ini nomor ponselku.
Berdiri.
Aku tak mau melakukannya. Tidak.
Maria!
Akulah yang memutuskannya.
Dia tetap di sini.
Dia mendengar percakapan kalian.
Sudah kubilang di hotel,
saudara kami dibunuh oleh orang kartel.
Dahulu ayahku tak seperti itu.
Dia petugas Federal.
Kehilangan bisa mengubah banyak hal.
Aku tahu.
Kau kehilangan apa?
Semuanya.
Aku akan berembuk dengan ayah.
Boleh aku ke toilet?
Luis.
Kau cuma berdiri di sana, Manny?
- Kenapa kau tega sekali? - Mereka melanggar hukum. Kita juga bisa.
Ayo. Cepat.
Kita harus membalas dendam.
Tidak.
Baiklah.
Baiklah.
Baiklah.
Pergilah.
Sial.
Astaga.
Ayolah.
Dia mengambil mobilmu.
SINALOA, MEKSIKO
Kami merindukanmu, Nyonya. Senang bertemu lagi.
Aku juga, Ramon.
Halo, Carmen.
- Apa kabar, Pepe? - Halo.
Jadi…
aku pulang.
Lindungi aku sekarang.
Terkadang aku penasaran apa kau pantas berulah.
Berapa lama lagi, Bung?
Tidak lama lagi.
Permen itu harganya sepuluh dolar.
Simpan kembaliannya.
Kenapa banyak sekali?
- Pergi sebelum aku berubah pikiran. - Baik.
Ini aku. Tolong periksa pelat mobil.
CULIACAN, MEKSIKO
Halo. Apa kau punya peta?
- Peta? - Ya, untuk arah.
Tak ada yang mencarinya lagi.
Ya, karena ponselku rusak, dan aku tersesat.
Mau ke mana?
Aku mencari bengkel ban dekat Culiacan.
- Kurasa masalahmu tak hanya ponsel rusak. - Ya.
Ada pintu samping.
Untuk kita.
Kenapa hanya ini tempat untuk kita saling terbuka?
Entahlah.
Mungkin karena kita telanjang.
Aku harap kau mengatakan sesuatu yang menyentuh jiwa.
Tidak. Itu cuma ucapan kekasih mudamu yang bodoh.
- Bukan aku. - Baiklah.
Aku tahu kau yang mencuri trukku…
menguras stok narkobaku.
Villagrossa memberitahuku semuanya. Lebih tepatnya, aku yang mengoreknya.
Itu benar.
Dan Batman?
Apa dia membocorkan rencanaku?
Ya, dia setia.
Itu sulit ditemukan. Kau pasti menawarinya banyak imbalan.
Katanya kau mau mengambil alih.
Apa yang kau harapkan? Kau merampas semuanya dan mengekangku.
Kau membalasku dengan diam-diam membeli kokaina orang Kolombia,
- tumbuh dua kali lipat dari harapanku. - Nah, itulah masalahnya.
Keinginanmu.
Aku ingin bebas menjalankan bisnisku. Menurutmu, apa aku bisa?
Sepertinya begitu.
Dan Birdman?
- Apa dia mengikuti perintahmu? - Dia juga.
Namun tak kuduga kau berupaya membunuhnya.
Jangan menatapku begitu. Kau menyembunyikan Mendoza.
Aku tahu dia berarti bagimu.
- Aku belum tahu kenapa. - Sudah kubilang.
Dia melihat anggotaku membunuh Chino. Aku ingin dia mati. Istri Chino juga.
Mereka harus lenyap.
Itu pasti.
Kau tahu dia di mana?
Ya. Dia bekerja untukku.
Sejauh ini dia bisa dipercaya.
"Sejauh ini" bukan istilah yang nyaman bagiku.
Lepaskanlah dia.
Aku serius.
Terima kasih banyak.
Mau ikut denganku ke acara penggalangan dana nanti siang?
Ya.
Demi perubahan yang kau minta, dan tak kau paksakan.
Apa? Tidak.
Aku tahu siapa kau.
Kakakku merawatmu saat kau datang di malam itu.
Anak buah Camila membawamu pergi.
Keesokan harinya…
banyak orang datang.
Mereka anak buah Epifanio.
Mereka berbahaya.
Mereka bertanya-tanya, mencarimu.
Seminggu setelah kau pergi…
pipa air bocor…
dan kami menemukan ini.
Jika orang kartel mencari buku ini…
sebaiknya jangan ada yang tahu kita menemukannya.
Namun ada yang tahu buku ini di sini.
Kaulah orangnya.
Apa pun masalahmu…
isi buku ini hanya akan memperparah masalahmu, Nona.
Aku yakin itu.
Singkirkan dari sini.
- Hai, Rodrigo. - Pak Vargas.
- Camila, aku senang kau datang. - Terima kasih, Rodrigo.
Kampanye rancangan Rodrigo amat bagus. Terbaik.
Kandidat seperti dia memudahkanku.
- Bolehkah kami bicara sebentar? - Ayolah. Aku bosan dengan politik.
- Biar aku menikmati hari dengan istriku. - Bisa. Setelah menang pemilu.
Baiklah.
Uskup Marquez bersikeras ingin bicara.
Kutinggalkan kalian.
Jangan. Dia pasti senang melihatmu.
- Kau pernah melihat istriku, Camila. - Uskup.
Senang melihatmu lagi.
- Terima kasih. - Aku amat merindukanmu.
Epifanio bilang kau mengurus bisnis di Texas.
Ya, benar.
Kau pasti bangga kepadanya. Dia akan menjadi gubernur baik.
Bukankah pemilu dua minggu lagi? Sepertinya terlalu dini.
Tidak, menurut jajak pendapat terbaru, dan mencegah kesalahan langkah terakhir.
Jika kau sempat, aku mau membahas renovasi katedral.
Tentu. Aku permisi sebentar.
- Tentu saja. - Permisi.
Aku senang. Akhirnya kau kembali.
Betapa pentingnya hal ini jika dia dianggap punya keluarga harmonis.
Ya?
Kau Ricardo Puentes?
Ya.
- Punya mobil Nissan emas tahun '92? - Ya. Siapa kau?
Baiklah, aku lagi kesal hari ini.
Jadi, segera akhiri ini. Di mana wanita yang menyetir mobilmu?
Brenda?
Sial! Jika dia punya utang, kami tak menanggungnya!
- Di mana dia? - Aku tak tahu, Bung!
Dia pergi beberapa jam lalu. Belum ada kabar.
Hubungi dia.
Terima kasih.
Ricardo. Dia pasti ingin mobilnya kembali.
- Kapan Teresa balik? - Entah. Kuharap, segera.
- Dia ambil apa? - Jangan ikut campur.
- Aku masih butuh mobilmu, Ricardo. Apa? - Ini Brenda?
- Siapa ini? - Tak penting. Sambungkan ke Teresa.
- Dia tak ada di sini. - Di mana dia?
- Hei, siapa ini? - Dengarkan aku.
Kau yang dengar, Bodoh.
Aku tak mengenalmu. Jadi, jaga mulutmu. Paham?
Terutama gringo tolol. Sekarang sambungkan ke Ricardo.
Sudah kubilang, Bung. Dia gila!
- Apa? Kau takut, ya, Bodoh? - Katakan di mana dia atau temanmu mati.
Lakukan saja.
Wanita Jalang!
Duduk kalian!
- Terakhir kali, sebelum kutembak. - Persetan, Gringo.
Ceritakan tentang Brenda.
- Mau tahu apa? - Tanya saja.
Ada fotonya?
- Halo. - Ya?
Aku mencari pasar buah.
Katanya itu dekat Kuil St. Christopher?
Hei, wanita itu mau tahu lokasi Kuil St. Christopher.
Terima kasih sudah menelepon. Kami menghargainya.
Tidak!
Tidak!
- Don Manuel. - Halo, Don Epifanio.
Anak buahmu pasti sudah menceritakan semuanya.
Soal percobaan pembunuhan terhadap Eric.
Sudah.
Kau tahu laporan dari Dallas meresahkan.
Ya, makanya aku menelepon. Agar kau tahu bahwa istriku tak terlibat.
Kau tahu aku menyuruh Eric mempersulit istriku.
Istriku amat blakblakan. Kurasa aku meremehkan kemarahan dia.
- Ingatkan aku. Jangan membuatnya marah. - Kau tak menduganya.
Namun aku akan menjamin keselamatan Eric.
Kuhargai itu. Dia juga pasti begitu.
Dengar, mengenai…
pencalonan gubernur.
Tampaknya kau unggul di jajak pendapat.
Tentu.
Kau tak pernah membahasnya dengan kami.
Kenapa aku butuh persetujuan kartel Jimenez?
Karena kau salah satu orang yang melakukan hal mustahil.
Membuat negara memercayai hal mustahil.
Apa itu?
Bahwa kau warga biasa yang taat hukum.
Kau benar-benar menipu mereka.
Jadi, apa yang bisa kau lakukan untuk kami?
Agar kami membiarkanmu?
Apa maksudmu dengan membiarkanku?
Apa kau kira kami tak menyuruh orang diam, dan tak membocorkan hal tentang dirimu?
Kami menyuruh semua kenalan menjaga sikap dan diam,
dan mendukung kebohongan besarmu.
Kami bisa saja membalikkan keadaan bila kami mau, Kawan.
Di sinilah kita melenceng, Don Manuel.
Tidak.
Tidak, jangan marah.
Kami hanya ingin mengharapkan sesuatu karena telah mendukungmu.
Kurasa kita harus duduk berembuk setelah kau terpilih.
Aku tak menjamin apa pun.
Tahukah kau? Si bedebah itu mencoba memerasku.
Aku tak terima. Mereka memanfaatkan ini untuk melawanku.
Segera setelah pemilu, aku takkan bebas melawan mereka.
Kau pintar.
Kau tangguh.
Kau bisa melakukan apa pun.
Jadi, aku sudah melindungimu.
Apa aku mendapat suaramu?
Entahlah.
Itu terlalu dini.
Ayolah, Camila. Ini rumahmu.
Kau belahan jiwaku.
Rasanya tak lengkap tanpa dirimu.
Kenapa kita tak pelan-pelan saja?
Datanglah beberapa kali sebulan.
Jika itu bukan untukku, setidaknya untuk Isabela.
Apa kau tulus demi diriku, atau strategi politik semata?
Apa kau meragukanku setelah semua hal yang kita jalani dalam beberapa hari ini?
Aku mengumumkan bahwa aku amat membutuhkanmu.
Perselisihan kita sudah berakhir.
Tetapi kau harus menyerahkan wanita itu, Teresa.
Saat putraku dibunuh oleh orang kartel…
aku menghabiskan setiap jam bangun tidurku untuk mencari pelakunya.
Tetapi aku gagal.
Aku berdoa setiap hari untuk balas dendam sejak kejadian itu.
Tetapi sia-sia.
Aku berada di titik…
di mana aku ingin…
Aku harus menghukum sesuatu.
Aku sudah berusaha berbuat benar…
alih-alih menumpahkan darahmu…
seperti darah putraku.
Aku berusaha mempertahankan keyakinanku kepada Tuhan…
dan percaya bahwa entah bagaimana…
kematian putraku akan terbalaskan oleh kuasa yang lebih tinggi dariku.
Jika kau kembali ke sini lagi, dan aku melihatmu lagi…
aku akan membunuhmu.
Terima kasih.
Sudah mendapatkannya?
Aku butuh air. Apakah ini air?
- Ini saja? - Ya.
Apa ini? Aku tak paham.
Kita harus mencari tahu.
Seorang pria meneleponku. Kurasa dia anak buah Camila Vargas.
Dia ada di kamar motelku, menyandera dua rekanku.
- James? - Dia tak sebut namanya.
- Kau bilang apa? - Tak ada, tetapi dia tahu tempatku.
Kita harus bagaimana?
Ayo pergi dari sini.
Ini Teresa.
- Di mana kau? - Dengarkan aku.
Kau tahu perbuatanmu? Kau mengkhianati Camila.
Teruslah melarikan diri.
Aku tak melarikan diri. Lihat dari jendela.
- Di mana Brenda dan anaknya? - Aku tak mau bilang.
Aku belum memberi tahu Camila. Tak usah. Tetapi kau harus menyerahkan pelayan itu.
Kenapa tak beri tahu dia?
Teresa, di mana pelayan itu?
Dia pergi.
Kau tak paham, ya?
Aku takkan jadi seperti dirimu.
Terus semangati dirimu begitu.
Halo?
Di mana kau?
- Bersama Teresa. - Bagaimana nasib pelayan itu?
James? Bagaimana nasib pelayan itu?
Dia sudah mati.
Bagus. Datanglah ke kelab sekarang.
Sudah berakhir.
Kau salah.
Ini takkan berakhir.
Apa yang kita rayakan?
Perdamaian dengan Epifanio.
Dia mau menggandakan kiriman kita.
- Jadi, semuanya lancar. - Tidak juga.
Harus ada konsesi dariku.
Aku berjanji untuk menjauhi Birdman.
Jadi, apa artinya?
Kita bunuh dia.
Terjemahan subtitle oleh Surianti.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.