Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Bangun.
Ini pukul 4.00 pagi.
Ayo, cepat.
Mau ke mana?
Kubilang, mau ke mana?
Lihat saja nanti.
Teresa, aku ingin kau melakukan sesuatu. Ini penting.
Hari ini, urusannya berbeda.
Mengubah 2,5 juta dolar jadi 5 juta.
Ini tugas sulit.
Risikomu sama dengan orang lain.
Jadi, kurasa kau berhak tahu apa yang terjadi…
dan bagaimana.
Ada yang datang dari Florida pagi ini.
Kita akan menemui dan menipu mereka.
Kau terbukti bisa diandalkan saat mengemban tugas.
Aku belum mengenalmu sepenuhnya.
Kau cuma mengatakan maumu.
Kau pintar.
Cukup pintar untuk tahu kenapa kau dilindungi dan dibiarkan hidup,
dan dirahasiakan dari Epifanio, 'kan?
Kenapa?
Aku membahayakannya.
Kau melihat anak buahnya membunuh Chino.
Kau tahu bahwa kau andalanku, 'kan?
Tetapi hari ini, kita harus mengambil risiko.
Jika kau mengalami sesuatu, aku kehilangan andalanku.
Aku tahu itu.
Tetapi jika kita gagal hari ini…
aku tak punya apa-apa lagi, dan posisimu tak penting lagi.
Jadi, aku tak bisa melindungimu lagi.
Kita semua akan rugi jika gagal.
Aku tahu kau takut.
Gunakan rasa takut itu untuk tetap bertahan.
Lagi pula…
kau penyintas.
Kabari aku.
Kumohon, jangan bunuh aku!
Lepaskan aku!
Tidak!
Lepaskan aku.
Katakan, jam berapa kau bekerja hari ini?
Pukul 5.30 pagi.
Jika kau bekerja sama, ini cuma butuh beberapa menit.
Mau membantuku?
Ceritakan semua pekerjaanmu.
Semuanya tentang hotel itu.
Aku mau tahu tentang kamera pengawas itu, dan aku butuh kata sandimu.
Mereka mengubah sandinya setiap hari. Kami cuma mengetahuinya saat masuk.
Jika kau melaporkan kedatangan kami, kami akan kembali.
Paham?
Ya.
Buka pintunya, Bodoh!
Kenapa kau mengunci pintu?
- Karena tetangga seram masuk. - Tetangga mana?
- Yang berjubah mandi dan menjual Xbox. - Oh, iya.
- Tercetak di tablet tiga miligram. - Keren. Asyik.
Sudah tahu?
Aku tak bodoh. Ya.
- Ada pengaman anak. - Berikan.
Kau punya anak, makanya…
Tolol.
- Kenapa marah? - Karena aku tak mau di sini.
Aku tak mau berada di sini.
Aku mau kembali seperti dahulu di Sinaloa. Kalian tak tahu.
Kalian tak tahu hidupku bagaimana di sana. Pakaianku…
perabotku. Lihatlah tempat ini.
Lihatlah aku.
Dahulu putraku dimanjakan ayahnya. Sekarang, di mana kami tidur?
Di kantong tidur motel jelek.
- Tidak seburuk itu. - Mudah bagimu. Kau tak punya anak.
Putraku akan punya masa depan.
Dalam hidup ini, kau harus mengejar impianmu.
Di mana 100 dolar?
- Xbox itu sudah langka. - Uangmu akan kudapatkan.
Aku butuh hari ini.
Tidak ada.
Nanti malam barangku jadi. Sedang kubuat. Kau akan kubayar.
Padahal tamu kamar 11C mau.
Astaga. Jangan berlebihan, Hector.
Itu Xbox bekas. Tombol kiri terkena saus dan macet.
Aku cuma bilang, ada pembeli lain.
Siapa pun bisa membuat sabu-sabu dari barang yang dibeli di toko setempat.
Tak sesulit kelihatannya. Kita coba dengan tablet tiga miligram.
Ini yang menyatukan pilnya.
Prosesnya untuk mengekstrak pseudoephedrine dari tablet demam.
Peralatannya sederhana tetapi berbahaya.
Metil alkohol dari aditif bensin, eter dari cat semprot,
dan litium baterai.
Bahan pembuatan sabu-sabu itu legal, murah, dan mudah didapat.
Ini larut di lapisan eter. Kau lihat?
- Dia benar. Ini semudah membuat kukis. - Kenapa itu terkesan seperti idemu?
Kalian sudah melihat panduanku. Ikuti saluranku soal cara membuat LSD
dari bahan kimia kolam belakang. Simpel sekali.
Ini dia. Sekarang kita menunggu.
Wah. Ini Texas, Bung.
Ayo kita mulai!
Sudah tak sabar?
Asalkan barangnya diturunkan, dan kita pulang.
Dia tak suka tasnya disentuh.
Ya?
Mereka sampai.
Baiklah.
Baiklah, ini pelacaknya.
Bila kau sudah siap, keluarkan.
Pegang ujungnya, kecuali bagian tengah.
Aktif selama dua jam.
Beli dari mana ini?
Semuanya dari pasar gelap asal kau mampu membayarnya.
Sekarang, pergilah.
Menepi.
- Ya, halo. - Apa kau sendirian?
Ya.
Tadi aku duduk dan berpikir,
sejak kau pergi, aku mengalami banyak hal.
Kesialan.
Jangan-jangan kau melapor.
Bahwa kau membeli narkoba Kolombia tanpa sepengetahuannya?
Dan bisnismu tiga kali lebih besar?
Bahwa kau menyembunyikan lonte itu, dan kalian mempermainkannya?
Bahwa kau berencana mengambil alih?
Beri tahu aku.
Jika aku melapor kepada dia,
dia akan membunuhmu. Kau tahu itu.
Ya.
Aku dalam masalah.
Dan aku mulai merasa dia penyebabnya.
Kirimanku disita.
Dari Meksiko dan Kolombia.
Tampaknya semua orang mengacaukan bisnisku.
Eric, si bodoh itu menginjakku,
dan Epifanio tak berbuat apa-apa.
Kau tahu, Cesar, ada banyak cara untuk membunuh seseorang.
Menghancurkan bisnisku, memaksaku kembali ke Meksiko,
kembali kepadanya…
ialah kematian bagiku.
Jika dia dalangnya…
aku tak tahu apa-apa.
Terkadang itu hanyalah kesialan.
Ya, mungkin begitu.
Tetapi instingku jarang salah.
Jika dia menemukan sesuatu…
dia mungkin tahu kau juga menyembunyikan sesuatu
saat kau datang ke sini.
Hati-hati, Cesar.
Aku yakin Epifanio juga punya rencana untukmu.
James. Apa kabar?
John, sudah tiba?
- Ya, sudah. - Selamat datang, Bung.
- Bagaimana penerbanganmu? - Baik.
Kalian menginap di mana?
- Dekat saja. Di kota. - Bagus.
Hei, semuanya baik-baik saja?
Baik-baik saja, Bung.
Terima kasih sudah menelepon. Aku tak sabar berbisnis.
Bisnis semata. Aku suka itu.
Kita bertemu di tempatku saja.
Kurasa aku saja yang memilih tempatnya saat waktunya tiba, jika boleh?
Tak masalah. Karena aku mengenal Texas.
Kami anak Wilayah Broward. Kami juga mengerjakan PR.
Kami sudah mengenal Texas.
- Biar kupilih tempatnya dan kuhubungi. - Boleh juga.
Semoga kau nyaman di sini.
Ya, nanti kuhubungi lagi.
LANTAI 12
Semuanya lancar?
Aku memberinya batasan dan kondisi. Memang begitu, 'kan?
Ya, benar.
Hai, permisi.
- Maaf. Mau aku kembali nanti? - Tak apa-apa.
Duduk.
Tolong duduk di lantai!
Berikan ponselmu.
Dari mana asalmu?
Kota Durango.
Berarti kau tahu tempat asalku, Sinaloa.
Ya.
STAF PERHOTELAN
Sekarang aku tahu namamu.
Atasanku bisa menemukanmu dan keluargamu. Jadi, diamlah dan ikuti perintahku.
Paham?
- Ya? - Mereka di kamar 1208.
Baiklah, kau harus mencari koper hitam.
Buka pakaianmu.
Aku ada di lorong.
Jika kau berteriak…
aku akan mendengarmu. Ikuti saja perintahku,
kau akan selamat.
Paham?
- Di mana obat antasid sialan itu? - Yah, Reggie, semuanya akan lancar.
Saudaraku harus tahu bahwa kita tak melakukan penipuan hipotek
kepada pensiunan di North Lauderdale bersama ayah.
- Mereka orang berbahaya. - Dia tahu.
Aku berbahaya. Makanya dia mengajakku.
Beranilah.
Layanan kamar.
Tunggu, apa katanya? Apa yang kau katakan?
- Maaf, kuketuk pintu tadi. Nanti saja. - Tak apa-apa. Masuk.
Tak apa-apa.
Maaf, Sue, lanjutkan.
Ya, aku berjanji akan meneleponnya.
Janji ganda.
Dua vodka.
Kenapa pria itu menatapku?
Kenapa, Bung?
Apa kau Reggie?
Ya. Siapa kau?
Dia menanyakan namamu, Sancho.
Namaku tak penting…
kecuali pesanku.
Ya, apa pesanmu?
Pulanglah ke Florida.
Karena jika kalian ingin berbisnis dengan Camila,
itu akan jadi masalah bagi penguasa wilayah ini.
Dan, Kawan?
- Kalian pasti tak mau terlibat. - Aku tak tahu apa maksudmu.
Kami tak berbisnis.
Kami cuma mau minum.
Kita pulang. Cukup.
Cukup bagiku. Tidak.
Tidak, aku akan segera pulang.
Ya, begitulah Reggie. Apa lagi? Dia langsung ketakutan.
Hei.
Bisa ambilkan sampo lagi?
Tentu.
Ada apa?
Ada apa, John?
Tenanglah.
Dia orang Meksiko. Katanya kami harus balik ke Florida!
- Tenang. - Dia tahu nama kami!
Setidaknya nama saudaraku.
Apa ciri-cirinya?
Ada dua tato air mata di bawah matanya.
Dia tahu dari mana?
Mereka pasti menguntit kami dari bandara.
Sebentar.
Apa matanya berbinar-binar dan kecil sekali?
- Mata berbinar-binar? - Ya.
Kau kenal dia?
Ya, dari kartel Jimenez.
Kartel Jimenez?
Apa hubungannya dengan mereka?
Tenang. Dia cuma menakutimu.
Mereka mengganggu kami, bukan kau.
Mereka tahu kau di wilayah kami.
Entah dari mana mereka tahu. Mungkin ulah anggotamu di Florida.
Siapa tahu? Ini tak serius.
Hubungi aku bila kau siap. Kita selesaikan.
Apa?
Maria? Sial.
Sial.
Tidak! Jangan bunuh aku!
Jangan bunuh aku!
- Diam. - Kalian membunuh saudaraku.
Dengarkan aku.
Kartel…
- Tidak! - Dengarkan aku.
Aku tak seperti yang kau kira.
Aku takkan membunuhmu. Kau cuma perlu menurutiku.
Ini segera berakhir. Kau takkan melihatku lagi.
Duduklah.
Ya.
Kubantu geser ke sini.
Aku takkan menyakitimu.
Tunggu.
Hei, berapa lama lagi?
Sekitar setengah jam, kurang lebih.
Malam ini siap? Ada yang mau memborong.
Benarkah?
Kau kira aku siapa, Bocah Babu?
- Akan kami siapkan. - Astaga.
Bau bahan kimianya menyengat.
Ya, memang begitu.
Narkoba itu bahan kimia. Aku tahu…
Apa?
Apa yang kau lakukan? Astaga!
Dasar bodoh!
Ke sini!
Hei, Bodoh!
Tolol!
Menepilah dan tunggu.
- Argometer harus tetap menyala. - Apa kubilang tidak?
Sial.
Buka bagasinya.
Kau masih hidup.
Itu tak lucu. Astaga.
- Senang bertemu, John. - Kau juga.
- Reggie, 'kan? - Ya.
Terima kasih sudah membantu.
- Ini Wendle. - Senang bertemu.
Flaco.
Ini ahli kimiaku. Dia akan mengujinya.
Baguslah. Ayo mulai.
- Tak ada tandanya. Dari mana barang ini? - Orang Kuba membeli kapal curian kami.
Dibayar dua kali lipat, tetapi dengan kokaina.
Kurasa dia mungkin polisi korup.
Barang bagus.
Ya, katanya itu barang paling bagus.
Polisi korup selalu memilikinya.
Boleh kami periksa uangnya?
Ya, tentu saja.
Wah.
Ya.
Tuan-tuan.
Baiklah. Kesepakatan bagus.
Terima kasih.
Ya.
Sampai jumpa di pesta Lorenzo berikutnya.
Jika kau membawa si rambut merah itu. Ingat? Yang bersama si berengsek.
Aku ingat.
Aku menikahinya.
Sungguh? Sampai jumpa, John.
Oh, hei.
Jika ada barang bagus lagi…
Kuhubungi kau dahulu.
Terima kasih lagi.
- Akankah aku dihajar? - Tidak.
Aku merasa paranoid hari ini.
Namun aku merasa aman.
Aku sudah membeli perusahaan pukat. Dokumen barusan dibuat dan lancar.
Bagus.
Apa?
Aku tahu aku tak bisa dilacak, tetapi bagaimana denganmu?
Apa maksudmu?
Kubilang suamiku sudah kutangani.
Ya, kubilang perenang terbaik tenggelam. Kau bilang aku paranoid.
Kurasa suamiku macam-macam denganku.
Jika aku benar, dia mungkin tahu banyak hal.
Bahkan urusan kita.
Jadi, aku mau kau begini.
Manfaatkan salah satu rekanmu yang ceroboh dan terlalu percaya diri,
yang takkan tahu bahwa namanya digunakan untuk mengajukan dokumen. Lalu…
tarik dokumen yang sudah kau ajukan…
dan ajukan kembali…
atas nama dia.
Tidak.
- Ya. - Sudah kutegaskan.
Aku tak mau mengotori tanganku.
Tanganmu tetap akan kotor bila kau berusaha keluar
dari masalah suamiku.
Lebih baik rekanmu saja.
Setidaknya aku lebih suka begitu.
Terima kasih.
Maksudku, caranya tak harus begitu. Mungkin saja begitu.
Apa kau sadar dengan permintaanmu?
Ini karierku.
Di balik risiko besar, ada imbalan besar.
Aku tahu kau pria yang ambisius.
Aku tahu itu sejak pertama kali melihatmu.
Aku menyukainya.
Permintaan ini bukan demi diriku, tetapi demi dirimu.
Agar kau bisa melindungi diri.
Jadi, kenapa aku merasa bahwa tujuan dari semua ini
ialah agar aku bertindak melewati batas demi dirimu?
Ayolah.
Tak ada yang sehebat itu.
Aku prihatin dengan suamimu.
Halo?
Bagian satu usai.
Ya.
- Mereka ada di jalan masuk tol. - Mereka di depanku.
Salam, Reg.
Astaga!
Bangsat!
Jangan.
James, kita harus pergi dari sini.
Aku harus pergi. Akan kubebaskan dia.
Ada masalah. Salah satu dari mereka lolos. Kembali ke kamar hotelnya.
Jika dia muncul, tahan dia di sana.
Tahan dia di sini? Apa maksudmu?
Dia melihat wajahku.
Dia tahu.
Cegat dia.
Dia tak boleh pergi.
Reggie.
Letakkan ponsel.
Letakkan.
Kau pernah ke sini.
Kau komplotannya.
- Kau tak tahu akibatnya. - Diam.
- Diam. - Kau mengerti?
- Diam. - Kau akan mati! Kalian semua akan mati!
- Diam. - Kau tak tahu berhadapan dengan siapa.
Jangan bergerak!
Diam.
Lihat. Kau takut hingga tak bisa memegang pistol.
Kau takut hingga gemetaran.
Dengar. Pergi. Akan kuberi tahu mereka kau tak kembali, pergilah.
Oh, aku paham.
Kau takut aku menyakitimu.
Kau takut aku mengambil pistol itu, dan lebih dahulu menembakmu, 'kan?
Salah, Sayang. Aku takkan membunuhmu. Aku akan melepasmu.
Benar, aku akan membiarkanmu dan bokong indahmu keluar dari pintu itu.
Kenapa? Kau mengingatkanku kepada sebuah kisah.
Pernahkah kau mendengar kisah pejuang hebat
yang membunuh semua orang, tetapi melepaskan satu pejuang…
Diam!
…kembali ke suku untuk menceritakan kisahnya…
dan memperingatkan bahwa pejuang hebat itu akan kembali untuk mereka.
Pergilah.
Itulah kau, Sayang.
Kau seorang penyintas.
Kau bisa kembali dan beri tahu mereka bahwa aku akan kembali.
- Pergi. - Kau takkan kubunuh.
- Aku bersumpah. - Diam!
Aku takkan membunuhmu selamanya.
- Hei! Kau mendengar tembakan? - Ya, kembali ke kamar!
Aku berusaha menghentikan pendarahannya, tetapi tak bisa.
Polisi ada di mana-mana. Aku bingung harus ke mana.
- Keluarkan aku! - Fourth dan Rivers. Lewat McGregor.
Mereka memasang barikade di Summet. Masuk jalan tol. Kau lihat?
Ya.
Tentu saja.
Kami keluar.
Kami keluar.
PANGGILAN MASUK. TOLAK.
Halo.
Ibu, ada banyak polisi dan pemadam kebakaran di luar.
Kudengar seorang pria terbakar. Ada apa?
Entahlah. Aku tak mengenal orang gila di sini.
- Bagaimana dengan YMCA? - Bagus.
Mau ke mana?
Anak di kamar 11C dibelikan Xbox oleh pamannya. Boleh aku ke sana?
Di mana dia?
Masuk!
Apa kau terluka?
Jawab. Kau terluka?
Tidak.
Apa yang terjadi?
Aku menembaknya.
Apa dia tewas?
Ya.
Ya?
Kau menemukannya?
Barusan kutemukan. Dia kacau.
Kami segera kembali.
Usap wajahmu.
Terjemahan subtitle oleh Surianti.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.