Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Aku punya jenggot.
Wanita sepertimu tidak bisa membuat lelaki tertarik ...
... tak perduli sekeras apapun usahanya ...
.... tetap saja akan gagal dalam karir dan juga urusan lelaki.
- Akkh ! - Sakura!
Sebelum aku berumur 40, aku pasti akan menemukan pria baik dan jatuh cinta!
Kau melupakan sesuatu.
Cinderella-ku.
Sakura-san, tolong ...
.... pacaran denganku.
Bermekaran.
==Last Cinderella= ==brought to you by Islandsubs= ==Indonesian Subtitle Land=
=DO NOT SELL / HARD SUB / RE-UPLOAD / RE-POST OUR SUBTITLE=
English to Indonesian Translator GoldenEto
"Menginap diluar semalaman"
"Karena usiamu sudah cukup"
"Kau harusnya menghindari tatapan publik"
Ah.
Ah, maaf.
Aduh !
Ah, maaf.
Tachibana. Sedang apa disini ? Kin ?
Kau sendiri ngapain ...
- Eh?! - Eh?!
Bercanda, kan ? Aku harap aku bisa bilang begitu.
Kenapa tidak mengecek dulu sebelum pindahan ?
Kau sediri ? Kenapa tidak bilang-bilang padaku ?
MENYEDIHKAN sekali punya tetangga sepertimu.
Itu perkataanku.
Tapi ngomong-ngomong, kenapa kau masih pakai baju itu ?
Jangan bilang ...
... kau baru pulang dari gokon itu ?
Aaah ... mendadak menginap diluar rumah ya ?
Ini sebabnya kau jadi wanita tua berusia 40-an yang kelaparan. Berisik !
Bukannya kau yang menyuruhku pergi ke gokon ?
Dan lagi, aku belum 40.
Aku masih 39! Terima kasih, terima kasih ya !
Maaf ya soal dia. Dia sudah mau menopause.
Itu kau. Kau melihat kemana waktu mengatakan itu? Heh ?!
Bego.
Apa kami boleh lewat ?
Ah, silahkan, silahkan. Ah, kalau begitu aku ambil itu.
Ah, ini Kin.
Apaan ini ?
Masih ada banyak lagi, kan ? Iya.
Karena masih banyak yang lain, kau bisa bantu kan. Sini biar aku saja.
Hey, ini berat ... Baiklah. Ini.
Apaan ? Aduh duh duh ...! Leherku sakit.
Hey!
Eh, sudah berhenti makan ?
Eh, Kakeru. Pastikan dihabiskan ya.
Pagi.
Selamat pagi.
Ibu, apa anda ingin roti untuk sarapan ?
Ah, tidak usah.
Entah bagaimana, perutku rasanya tidak terbiasa dengan makanan buatanmu.
Ini.
Miki san, yang penting sekarang,
Ya ?
Sepertinya semalam kau pulang larut.
Ah. Aku menghadiri pesta PTA.
Tak perduli berapa banyak usahamu untuk urusan sekolah ...
... kau tetap tidak akan dihormati jika kau pulang larut.
Benar sekali.
Ah, ngomong-ngomong ...
... aku berpikir untuk pulang hari Jumat.
Ah, begitu ya
Aku berpikir untuk membawa anak-anak denganku.
Eh?
Sudah lumayan lama, apa kalian tidak ingin menginap ?
Tidak. Tidak mau.
Pergilah sebentar.
Nenek kalian meminta baik-baik.
Tapi apa tidak akan merepotkan Oni chan dan One chan ?
Jika kalian ikut, aku akan belikan apapun yang kalian mau.
Aku ikut ! Aku ikut !
Lihat ? SUdah diputuskan.
Apa jam segini tidak apa-apa ? Oh Tuhan. Aku pergi dulu.
Aku pergi.
Ya. Semoga harimu menyenangkan. Semoga harimu menyenangkan.
Hati-hati.
Baiklah. Aku jadi bisa melakukan apapun yang kumau akhir pekan ini.
Selamat pagi.
Ah, selamat pagi.
"Melakukan panggilan."
"Whaa!"
"Nona, tenanglah" "Tak apa."
Iklankan produk atau merek dagang Anda di sini dengan menghubungi www.OpenSubtitles.org sekarang
Telepon masuk. Istri
"Hubungi aku"
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Duh, mau bagaimana lagi.
[Sakura bergumam menggunakan bahasa "orang tua" disini]
Itu ke dapur.
Sial.
Harusnya beritahu aku sebelumnya !
[Gumaman "orang tua" lagi]
Itu ke ditaruh depan pintu.
Kan tertulis di kotaknya. Baca dong!
Ampun deh, ceroboh sekali.
Hah ?! Minum apa kau ?
Bir?
Jangan ngomong "Bir" begitu ?!
Pindahan siapa yang kau pikir sedang aku kerjakan ini ?
Cepat urus sendiri bawaanmu.
Sudah selesai.
Eh ? Cuma ini ?
Yah, aku kan lelaki yang tinggal sendiri, jadi tidak perlu banyak barang.
Perempuan terlalu banyak menyimpan benda.
Ya, benar juga, sial.
Cukup. Santailah sesudah ini. Kau sudah cukup membantu.
Meskipun kita tetangga satu gedung ...
... tapi kalau dilihat-lihat ...
... pemandangannya beda, ya ?
Ara ?!
Sudah jam segini ? Sudah waktunya makan siang.
Ah, aku lumayan lapar.
Aku bekerja sangat keras sampai rasanya mau pingsan.
Selamat datang !
Selamat datang. Ah, Rintaro.
Halo
Ara ! Tidak biasanya melihat kalian datang bersama.
Jangan dibahas Ken chan. Kau tahu soal ini saat kau menyarankannya ?
Bicara apa kau ini ?
Orang ini pindah ke apartemen di sebelahku.
Eh?!
Sakura san, itu di kompleks apartemenmu ? Yap !
Ehhh ... tetap saja, itu tidak benar kan ?
Tempatnya dekat dengan toko ini dan berhadapan dengan kuil, jadi tidak berisik.
Dan harganya lumayan murah, kompleks apartemen yang bagus kan ?
Aku sudah merasa ada yang aneh kalau semuanya terdengar terlalu bagus begitu.
Yang pastinya, aku bertetangga dengan iblis.
Coba pikir, mana ada tempat dimanapun dimana iblis bisa membantumu pindahan?
Hey, apa kau tidak bisa bilang terima kasih ?
Iya, iya.
Tetangga, ya ?
Hey, hentikan.
Lalu ? Kau mau apa ? Eh ?
Ah, karena aku pindahan, kita harus makan mie Soba.
Yang mana yang paling enak ?
Hmm ... sepertinya, Tenseiro.
Kalau begitu aku mau 2.
Siap. Baiklah.
Traktiran Kin. Kenapa ?
Sebagai biaya konsultasiku. Heh ?
Ada yang mau kau diskusikan denganku, bukan ?
Yum!
Sudah kuduga, ini yang paling enak setelah bekerja keras.
Lalu ?
Ah. Lalu ...
Dia memintaku pacaran dengannya.
Heh ?
Berapa usia lelaki itu ?
24.
Heh ?!
24 ? Dia masih anak-anak, kan ?
Apaan tuh ? Orang semuda itu cuma bawa masalah.
Dia cuma mata duitan. Tapi kan, aku tidak punya uang.
Yah, kau pasti terlihat punya.
Ah!
Bagaimana kalau ini sejenis penipuan berantai ?
Apa dia terlihat punya masalah dengan uang kuliahnya ...
... atau dia tidak bisa bayar biaya operasi ibunya ...
... lalu apa dia tidak bisa dihubungi via teleppon ?
Hey kau ! Ah ?!
Hiroto.
Tidak mungkin. Tidak mungkin. Aku kan tidak memberi nomorku.
Jadi apa ini ?
Hiroto. Bagaimana ? Kapan aku ...?
Cepat angkat. Bakal ditutup sama dia.
Tidak mungkin, aku tidak bisa. Tidak sekarang. Tidak mungkin. Bagaimana ini ?.
Kalau begitu aku saja.
Halo ? Aduh !
Ah, halo ?
Ya.
Ah, tak apa.
Ya. Sama sekali tidak apa.
Sekarang ? Aku sendiri, sendiri.
Benar-benar sendirian.
Jangan khawatir, jangan khawatir.
Benar-benar sendirian. Jangan khawatir.
Cih. Suara wanita berusia 40 tahun ..
Aku suka Sakura san. Seleramu soal wanita rendah.
Apa bagusnya wanita-pria begitu ?
Itu sebabnya kau tidak pernah punya wanita Ken chan.
Mungkin juga.
Tidak, aku tidak punya pacar saat ini ...
Tidak punya, tapi ...
Bagaimanapun ...
... menurutku, usia kita terpaut terlalu jauh.
Jadi ...
Maaf!
Whaa.
Geh!
Hey!
Ada apa ?
Jangan berlagak "ada apa" padaku ?
Tidak apa-apa kan jalan bersama? Lagipula tujuan kita sama.
Tidak boleh. Reputasiku bisa rusak kalau orang-orang berpikir kalau kita pasangan.
Tunggu sebentar. Reputasi siapa yang akan rusak ? Apa maksudmu? Katakan. Hah ?
"Ya ampun, laki-laki itu punya selera buruk terhadap wanita" lalu aku akan merasa tidak enak, bukan ? Menyakitkan sekali,
Apa itu ? Hey ! Jadi pergi sana, hush!
Hush ! Jauh-jauh dariku.
Hush, hush apaan sih ? Aku kan bukan serangga!
Apa kau mau mengekori aku terus ? Hush hush !
Kita sudah sampai di toko, bego.
Kalau begitu aku naik kesana, dan kau langsung masuk.
Hah ?! Aku tidak mau pergi, be ...
Ah. Hiroto-kun.
Pagi ...
Ada apa ?
Kau tidak mau bertemu dengaku kecuali aku datang mendadak begini, kan ?
==Last Cinderella= ==brought to you by Islandsubs= ==Indonesian Subtitle Land=
Heiwa Fansubs Presents: "Last Cinderella"
Episode 2 "Jungkir baliknya kehidupan dan percintaan!" "Pria Muda itu sungguh Pangeran ?!"
Waktu itu sudah kuberitahu via telepon...
... sepertinya tidak akan berhasil kalau kita benaran berpacaran.
Kau tidak pernah tahu kecuali kau mencobanya.
Aku tahu.
Apa karena aku lebih muda darimu?
Apa orang jatuh cinta berdasarkan usia mereka?
Aku bertanya-tanya ...
... apa yang kau suka dariku ?
Lagipula, kau punya banyak wanita disekitarmu yang jauh lebih muda dan cantik, kan?
Gadis muda itu membosankan.
Wanita dewasa ...
... jauh lebih baik.
Lalu ...
... apa kau tidak bisa menggoda wanita dewasa yang lain ?
Ah, aku harus pergi.
Sudah ya.
Wanita menyebalkan.
Hah ? Aku ?
Tidak.
Angkat bokongnya perlahan-lahan.
Ya. Saat di posisi itu, kencangkan.
Ya. Sekarang, buang napas...
... sementara terus lanjutkann ...
... luruskan punggung kalian ke matras.
Eh, jadi, jadi ? Bagaiman ceritanya ?
Cerita apaan ?
Itu pertama kalinya sejak sepuluh tahun, bukan ?
Pasti sakit, kan ? Sebenarnya, aku tidak mengingatnya.
Apa-apaan itu ?!
Kalian yang disana. Konsentrasi pada pernapasan.
Kenapa bisa tidak ingat?
Karena aku mabuk.
Sayang sekali,
Eh, lain kali lakukan saat kau sadar.
Tidak akan ada lain kali.
Selanjutnya. Berputar seperti bola.
Ya, angkat lutut kalian.
Kau kan tidak tahu.
Aku tahu.
Karena dia baru 24 tahun.
Itu artinya, ibunya melahirkannya saat masih 20 tahun ...
... sekarang sekitar 44 tahunan.
Benar sekali.
Tunggu sebentar.
Kalau aku melahirkan di usia 20, artinya aku punya anak umur 19 tahun ...
Bikin otakku pusing saja.
Hey ! Yang serius dong.
Eh, Shima-nee.
Kalau aku melahirkan di usia 20, usia anakku bakal 19 tahun sekarang.
Dan Shima-nee, kalau kau juga melahirkan maka usia anakmu 24 sekarang! Bisa dipercaya tidak ?
Ngomong apa sih kau ini ?
Hey ! Angkat perutmu.
Aduh ! Tunggu dulu; sebentar.
Manajer, apa kau bagian dari fraksi yang tidak ingin punya anak?
Kentara sekali ya ? Kalau aku bagian dari fraksi yang tidak ingin punya anak .
Eh?
Mengejutkan sekali.
Tanpa anak, kau akan kesepian di usia tua.
Usia tua ?
Kau bisa tertawa sekarang karena masih muda, tapi dalam sekejap mata kau akan tua.
Tetap saja. Aku tidak ingin menikah.
Kau melawan dirimu sendiri.
Bagaimana kalau Sakura san ?
Dia dari fraksi yang tidak ingin punya anak, kan ?
Itu tidak mungkin buat dia. Pacar saja tidak punya.
Yah, lagipula dia sudah seperti laki-laki. Pertama-tama itu dulu yang harus diperbaiki.
Nah, sudah.
Sakura. Kakimu menekuk.
Ya, setelah 10 tahun lamanya, akhirnya pembukaan pertamamu berhasil dengan baik.
Pembukaan ?
Ya. Terowongan.
Setidaknya itu akan memberi efek baik untuk menghentikan perubahanmu menjadi lelaki.
Iya kan ?! Pasti itu mempengaruhi hormonmu, kan ?
Ya. Mungkin juga ? Aku tidak terlalu yakin.
Ngomong-ngomong, kau sendiri gimana Shima nee?
Bagaimana hasil mangsa yang tergoda olehmu di hotel ?
Dia belum menelpon. Aku masih menunggunya.
Jarang-jarang Shima san disuruh menunggu begini, bukan ?
Eh, eh, apa dia tampan ?
Dia sedikit naif dan menggemaskan.
Dia memberi kesan "aku sedang selingkuh"
Tunggu. Dia sudah menikah ? Ya
"Ya" itu tidak bagus. Melakukan perzinahan di usia begini.
Aku tahu. Aku juga tidak berniat terlalu dalam.
Ngomong-ngomong ...
Mungkin aku harus selingkuh juga ...
Heh ?!
Aku mendengarnya dari teman mama-ku, tapi apa kau tahu apa itu Istri-ED ?
Apa itu ?
Ada lelaki yang hanya bisa melakukannya dengan istri orang ...
... tapi tidak bisa melakukannya dengan istrinya sendiri.
Mungkin suamiku begitu.
Apaan itu ? Bukannya itu artinya masuk masa jenuh ?
Jika begitu, tidak masalah, tapi ...
Ya ?
Ah, anu ... aku orang yang bertemu denganmu di hotel waktu itu.
Akhirnya kau menelepon juga.
Ah, syukurlah.
Yah, anu ... aku tadi bepikir bagaimana seandainya aku menelepon nomor yang salah.
Ah, apa sekarang tidak apa-apa ?
Tak apa.
Uhm ... jika kau mau, um ... Kupikir mungkin kita bisa makan siang ?
Maafkan aku. Aku sedang di kantor sekarang.
Bagaimana kalau besok malam?
Besok malam ?
Kalau itu kurang nyaman, maka ...
Tak masalah ! Tak masalah !
Kalau begitu ...
... aku akan menunggu di kamar hotel yang sama.
Ya.
Kalau kau tahu tempat dry-cleaner yang bagus tolong beritahu aku ya ?
Yang dari lokal hasilnya tidak bagus.
Kalau begitum akan kutanyakan pada ibuku.
Bagus sekali.
Kenapa kau tidak tanya ke wakil manajer saja ?
Harusnya dia tahu tempat dry-cleaner yang bagus, bukan ?
Dia itu tipe wanita yang membiarkan cuciannya digantung agar kering selama berhari-hari.
Whaa.
Kau melihat hal sejauh itu jika kau tinggal di kompleks apartemen yang sama, bukan ?
Apa tidak kelihatan kalau aku tidak mau melihatnya. Lagipula dia kan tetanggaku.
Ah, harusnya dia yang buru-buru pindah.
Hatchiii ! Sialan.
Ah...
Ah, enaknyaa.
Ah, ketemu.
Dari Hiroto : Apa kau sudah makan malam ? Aku di toko kelontong sedang makan sendiri dan kesepian.
Pesan R Pesan F
Dari Hiroto : Pagi, Aku memimpikan dirimu, Sakura san. Mimpi seperti apa, itu rahasia.
English to Indonesian Translator GoldenEto
Pagi. Selamat pagi.
Pagi.
Sakura chan. Sepertinya mood-mu sedang baik hari ini.
Eh ? Masa ? Iya.
Ah ! Apa hal baik terjadi padamu ? Tidak, tidak.
Jangan bilang, kau punya pacar rahasia atau sejenisnya.
Aku tidak punya pacar rahasia. Siapa itu ?
Ya. Tolong keramas dia. Siapa, siapa ?
Apa tidak ada orang. Ya, tolong keramas rambutnya.
Terima kasih banyak!
(bicara bahasa orang tua lagi)
Kau ini seperti anak sekolah.
Heh ?
Melirik ponselmu seharian.
Kerja yang serius dong.
Aku kerja.
Ada yang tersangkut padamu. Hah ?
Di kepalamu. Hah?
Lalu ? Apa kau sudah putuskan untuk berpacaran dengan anak remaja ?
Aku tidak pacaran.
Hanya saja, aku menerima lusinan sms darinya setiap hari.
Lusinan ? Iya.
Dia punya bayak waktu ya.
Anak muda jaman sekarang ...
... pekerja keras sekali.
Dari Hiroto: "Aku ingin bertemu denganmu ..."
Kau mirip seperti wanita-lelaki yang sok kewanita-wanitaan.
Berisik.
Ah...
"Sampai kemarin"
"Ini hanya pergantian menjaga"
Selamat malam.
Masuklah.
Setelan ini memberimu kesan berbeda.
Ah, begitu ya ?
Tetap saja aku akan membukanya.
Ah, maaf.
Aku taruh dimana ya ?
Tidak disini.
Ketemu !
Ini dia.
Maafkan aku.
Jangan minta maaf.
Aku malu.
... sebagai seorang lelaki.
Apa kau secara tidak sadar merasa bersalah pada istrimu?
Tidak.
Aku rasa, aku hanya gugup.
Ini pertama kalinya bagiku.
Dan lagi, ini pertama kalinya aku melakukannya dengan wanita cantik sepertimu.
Sedang apa kau ?
Eh
Kau ingat ini tidak?
Entah.
Yaa ampun. Ko chan, kan kau yang beli.
Lihat. Di Hawai, saat bulan madu kita.
Aku beli itu ? Seleraku buruk.
Membawa kembali kenangan ya?
Ah, aku lelah.
Lupakan soal mandi hari ini, aku mau langsung tidur.
Eh.
Kau tidak memikirkan apapun saat melihat istrimu berpakaian begini ?
Apa kau tidak pikir kalau dia memberikanmu sebuah tanda ?
Hah ? Dengar ...
Berapa tahun sudah kita saling mengenal ?
Sekitar 20 tahunan, 20 tahun.
Apa menurutmu tidak aneh melakukan itu dengan orang yang sama selama 20 tahun ?
Ya. Dengar
Kita ini pasangan yang cukup normal.
Iya kan ? Jadi jangan khawatir soal itu.
Kalau begitu, aku tidur dulu.
Baiklah, selamat malam.
Cuma bicara saja percuma. Juga tidak bagus kalau hanya mendengar mereka saja.
Yah, singkatnya, seperti aku ...
seperti aku, kau harus membangun skill komunikasimu dan membaca perasaan orang yang jadi pelangganmu.
Keras kepala juga dia.
Padahal dia wanita tua.
Kenapa susah sekali buatmu?
Cepatlah jerat dia.
Dana peperangannya tidak cukup ...
Ya, aku terima.
Tapi kenapa ? Tidak ada alasan khusus kau tidak bisa menjadi wanita Tachibana, kan ?
Dia menghalangi jalanku.
Lagipula, aku perlu menyingkirkan semua faktor resiko.
Faktor resiko ?
Kau ingat wanita yang dulu dipacarinya, bukan ?
Wanita itu sangat menyakitinya.
Aku tidak ingin dia merasa seperti itu lagi.
Kau menunduk.
Lupakan, pokoknya cepat perangkap dia !
Jangan biarkan dia dekat-dekat Rintaro san.
Ya, ya.
Aku pulang !
Selamat datang.
Eh, Chiyako chan. Papa akan pergi melakukan perjalanan bisnis ke London mulai hari ini ...
Kau disini ... Halo.
Kau tidak tinggal untuk makan ? Ah, aku sudah mau pulang.
SUdah ya.
Ya.
Kau disini, ya ?
Tidak berguna seperti biasa.
English to Indonesian Translator GoldenEto
Apa tidak apa-apa kalau kita pulang barengan begini ?
Kau sendiri gimana ? Harusnya kau bekerja lebih larut.
Memang ! Mana ada ! Lihat saja hari ini.
Ah...
Ah, Hiroto-kun.
Kau bekerja sangat keras.
Aku ingin bertemu denganmu, jadi aku datang. Ehh ...
Aku duluan. Terima kasih kerja kerasnya.
Pria yang bersamamu barusan ... Dia manajernya ?
Ah ... iya.
Ehh ... dia keren.
Tapi kepribadiannya jelek.
Ah.
Kau lapar ? Ah
Ah, ya. Hmm, aku ada rencana bertemu temanku hari ini.
Benarkah ...
Ya.
Tak apa.
Aku hanya ingin melihat wajahmu.
Sudah ya ...
Sampai jumpa.
Ah, tapi ...
Segelas bir tidak masalah.
Hey, Miki. Berhentilah menangis.
Kami sudah selesai. Tidak masalah jika kami harus bercerai.
Bicara apa kau ini ?
Dia bilang kami berdua sudah tidak bisa melakukannya bersama lagi.
Tidak sepertimu ...
... Aku puas dengan tidak melakukannya terus ...
... Tapi aku tidak terima kalau aku tidak bisa melakukannya lagi seumur hidupku.
Aku juga kan tidak melakukannya setiap saat...
Tidak masalah ...
Kau sendiri bagaimana Shima san ? Hah ?
Bagaimana laki-laki terakhirmu ?
Yah ...
Kami belum lagi melakukannya.
Kenapa tidak ? Sepertinya dia gugup.
Tapi tetap saja itu lumayan menggairahkan.
Dengan seks ...
... Sebenarnya, saat sebelum aku melakukannya adalah saat paling menggairahkan bagiku.
Apa kami akan melakukannya ? Apa tidak ?
Bisa dibilang, bertanya-tanya itu sungguh tidak tertahankan.
Rasanya seperti, pemanasan yang sangaaaat lama ...
Ehh...
Maaf. Pembicaraan ini pasti membuatmu menderita, Miki.
Tidak, mendengar omonganmu yang tidak biasa ...
... justru membuatku riang.
Sungguh ? Iya.
Baguslah.
Mungkin, aku anggap saja kalau ini juga merupakan pemanasan yang panjaaang ?
Benar sekali !
Senang sekali kau cepat membaik, Miki chan!
Tetap saja, aku harap pemanasanmu akan selesai sebelum kelamaan!
Tidak mungkin !
Ayo minum! Minum ! Minum !
Sakura itu . Ya !
Apa-apaan ...
Apanya yang " apa-apaan ?
Apa ini?
Memangnya tidak tahu ya ?
Eh ?! Kau membelikan aku ini ?
Kenapa ? Aneh sekali.
Aneh ? Kalau kau tidak mau ... Tidak, ti, tidak, Aku terima, aku terima...
Hey ! Kenapa lama sekali bicara di depan pintu ...
Ini pertemuan pertama kalian, bukan ?
Ini Seniorku di klub senamku, dia membantuku dan Sakura san, namanya Hasegawa Shima san.
Halo, Senang bertemu denganmu. Mohon bantuannya.
Ah, senang bertemu denganmu juga. Mohon jaga istriku.
Dia membelikan aku ini. Ini pertama kalinya sejak kami menikah.
Whaa ... cantik sekali.
Apa kau selingkuh ?
Bicara apa kau ini ?
Bicara apa sih ... Aku tidak punya siapa-siapa.
Mau ganti baju ? Makan malamnya sudah siap. Iya, sepertinya begitu.
Dia berbicara hal-hal yang aneh.
Soal apa ?
Aku baru mau bertanya padamu.
Shiman san! Makan malamnya sudah siap.
Ah, aku datang!
Pastikan kalau kau tidak akan membahas soal ini pada Miki.
Aku tahu.
Tidak mungkin ini cuma kebetulan.
Apa kita sedang di rekam kamera ? Tidak mungkin kan ?
Masih mau kudapan lagi ?
Masih banyak.
Ini pertemuan pertamamu, bisa tidak antusias sedikit ?
Ko chan. Gelas Shima kosong tuh/
Ah, maaf.
Ampun deh.
- Ah! - Eh?!
Lihat.
Ko chan, harusnya kau menemui Shima san.
Shima san itu seorang instruktur senam.
Berat badannya sedikit naik.
Ini, lihat saja perutnya. Ini. Hey !
Hentikan, ampun !
Kau tidak perlu malu soal itu.
Harusnya kau malu punya perut begitu.
Dengarkan dan olah raga sedikit, meskipun hanya dirumah saja.
Ya, ya, ya ...
Kita selamat karena kita belum melakukannya, bukan ? Kita tidak perlu merasa bersalah, kan ?
Tentu saja. Tapi kenapa kau harus pergi ke pesta PTA itu?
Dengar, acara itu kan, hanya buat yang sudah punya anak ?
Aku tidak pernah bilang aku punya.
Saat aku memberitahumu aku tahu tempat pesta itu berada, aku bohong untuk mengajakmu naik keatas.
Itu artinya Miki bohong ...
Kemana dua orang itu pergi ...
Aduh !
Hey ! Sedang apa dibawah sana ? Ada sedikit ... uhm ...
Ada apa ? Cincinku jatuh.
Hey, Ko chan, coba cari lebih baik. Kalau sampai tersedot mesin vakum bisa bahaya.
Ketemu, ketemu, ketemu. Eh ?!
Apa ini ?
Ah ! Benar !
Syukurlah. Maaf soal itu.
Syukurlah. Aduh Shima san, coba dewasa sedikit. Apa kau sudah mabuk ?
Mungkin juga.
Ah, teleponnya.
Mungkin Sakura. Darimana bunyi itu. Ara!
Sepertinya bunyinya dari sini. Kenapa bisa kutaruh disana ?
Miki tidak apa-apa. Dia tidak akan melakukan apapun untuk mengkhianatimu.
Jadi kau juga tidak boleh.
Bagaimanapun, kita lupakan saja soal ini.
Hapus nomor teleponku.
Maafkan aku Miki. Sepertinya aku mabuk.
Aku mau pulang saja.
Bar yang lain akan lebih baik.
Kau mau menenangkan diri, kan ?
Tetap saja, ada hal yang ingin kubicarakan denganmu.
Hah ?
Ah, itu Hiroto.
Sudah lama tak jumpa Hiroto.
Bukan cuma lama lagi ! Kita sudah tidak pernah melihatnya lagi. Ada apa ?
Ada apa itu adalah "pekerjaan".
Itu lagi !
Ah, halo. Kau kakaknya Hiroto san ?
Apa jangan-jangan kau pacarnya ?
Aku masih menunggu kata "Ok"
Itu lagi. Sebentar lagi juga dia menyerah.
Oh, karena kami sudah disini, kami pergi dulu. Oi ..
Giliran kami lain kali saja.
Sampai jumpa. Makasih !
Apa orang itu serius soal wanita itu ?
Mau pergi ?
Ya.
Kau mau bertemu dengan temanmu, bukan ?
Dimana ? Aku antarkan.
Sakura-san?
Jangan bilang kalau kau khawatir soal yang tadi ?
Jangan diambil pusing.
Sudah lama sekali aku tidak berjumpa mereka dan lagi kami tidak terlalu akrab.
Maafkan aku.
Eh?
Aku ...
... 39 tahun.
Aku belum memberitahumu berapa usiaku ...
... tapi aku 39 tahun. Sebentar lagi akan berusia 40.
Wajar kalau mereka salah tanggap dan mengira aku kakakmu. Reaksi itu sudah normal.
Aku cukup senang cuma dianggap sebagai kakak.
Aku jadi berpikir bagaimana kalau mereka menganggap aku ibumu?
Kalau begitu. Sampai jumpa.
Terima kasih banyak untuk bir-nya.
Tunggu.
Kau mau apa untuk makan malam ?
Aku akan kesini setiap malam.
Tapi kau kesini cuma mau mabuk !
Itu salah satu nutrisi. Bukannya sudah waktunya kau mencari pacar ?
Sampaikan salamku untuk Shima-nee dan suamimu.
Ya.
Sampai jumpa.
Daa-daah ...
"Sayang sekali "
Ara!
Ah, kenapa ?
Ampun deh !
Menyebalkan sekali ...
Sialan ... Kenapa tidak kena satupun!
Kau tidak menggunakan pinggulmu.
Tachibana.
Sedang apa disini ?
Kau yang datang belakangan!
Hah ?!
Datang tuh. Apa ?
Whaa!?
Hampir saja ...
Kau hebat ...
Karena aku main baseball sejak masih anak-anak.
Ah ... aku juga ingin menyegarkan diri.
Apa kau melarikan diri dari anak remaja itu ?
Aku melarikan diri dari diriku sendiri.
Sudah lama sekali sejak terakhir kali aku merasa jatuh cinta.
Aku tidak tahu bagaimana menikmatinya lagi.
Dia berusia 15 tahun lebih muda dariku halangannya saja sudah terlalu besar.
Aku harus merehabilitasi diriku di posisi yang lebih nyaman dulu.
Ternyata malah berubah menjadi sesuatu yang memusingkan.
Sepertinya aku memang lebih baik hidup sendiri mulai sekarang.
Yosh !
Atur posisi gravitasimu ke belakang sedikit.
Salah.
Yosh Buka jarak antara jempolmu sampai kau merasakannya.
Jangan terlalu tegang, santai saja.
Tutup rahangmu.
Datang tuh. Perhatikan baik-baik.
Kena !
Hebat ! Aku memukulnya, kepukul! Eh, eh, ajarkan sekali lagi.
Kau bisa memukulnya lagi.
Sungguh ? Tak mungkin ?
Benar sekali ! Aku memukulnya!
Ah! Hebat sekali !
Baiklah !
Enak sekali.
Ahhh, nyaman sekali. Aku harus mulai membiasakan diriku.
Jangan pergi. Kenapa ?
Nanti kita ketemu lagi.
Kalaupun ketemu, kita kan tidak perlu mengobrol.
Ada apa ? Apa seperti tebakanku, dia minta uang ?
Dia bilang perbedaan usia kami tidak ada hubungannya dengan niatnya memacari aku.
Ohh...
Tapi, aku merasa dia hanya menggodaku.
Mungkin seleranya suka sama yang mirip serangga. Kau tidak boleh menyia-nyiakannya.
Tidak akan ada perubahan seandainya aku memang mencobanya.
Kau tidak akan tahu kecuali kau mencobanya. Aku tahu.
Kau ini cantik.
Aku tidak cantik.
Kau cantik dan dewasa.
Kau hanya terbiasa disakiti dan menyerah, bukan begitu ?
"Luka yang dalam"
"Sehingga membuatmu tertutup"
Lalu ...
... Aku sadar kalau aku tidak rugi apapun seandainya aku memacarinya.
Tak apa, tak apa. Kalau kau memang tidak rugi.
Ah, sepertinya mereka sudah pulang.
Kabari aku perkembangannya.
Daa daah ...
Daa daah ...
Yosh !
Selamat datang !
Aku membawa ini.
Ah, bagus sekali. Bagus. Aku haus.
Ada jus di dalam kulkas.
Boleh aku minta juga. Whaa ! Ibu ?!
Aku akan tingga disini sementara.
Yah ... eh ?! Ada masalah apa ? Ya, begitulah.
Ibu ?
Pakai kamar yang ini. Ya.
Ya.
Apa-apaan sih ini ?!
Yosh !
Berhasil.
Kau hebat sekali Sakura san. Apa ini salah satu kelebihanmu ?
Bukankah dulu kau melakukan ini saat masih di Shinozuka ?
Apa maksudmu ? Aku dari Kinedzuka.
Ara ?! Kau bilang begitu ?
Aku salah.
Ah, itu gutter ball.
Apa kau sedikit tidak adil ?
Itu pembalasanku karena sudah payah saat bermain bowling.
Tolong beri aku perlawanan.
Mana mungkin.
Ini permainan cinta!
Tentu.
Apa itu permainan cinta ?
Grr!
Ya! Kau hebat.
Ini dia.
Ini dia !
Nah !
Ah ! Tak mungkin !
Bagus sekali ! Hebat !
- Yeah! - Yeah!
Terima kasih sudah menunggu. Terima kasih.
Es krim lembut paling enak kalau sudah lama begini. Ya, enak sekali.
Kau tak apa ?
Ya. Tak apa, tak apa.
Diam sebentar.
Makasih.
Kenapa?
Masih ada sedikit di hidungmu.
Eh ? Jahat sekali !
Kau tertawa berlebihan. Hey ...
Ah, lucu sekali.
Kau masih berpikir soal es krim tadi ?
Tidak.
Sakura-san.
Apa kau senang ?
Iya. Senang sekali.
Baguslah.
Whaa!
Maaf.
Maaf. Permisi.
Tak apa ?
Tak apa. Terima kasih.
Anu, kursi itu ...
Tunggu sebentar. Ya.
Eh, eh, kau ...
Aku meninggalkan kursi ini untuk orang itu.
Bisa lepas ini tidak?
Apa kau dengar saat aku bilang lepaskan ini ?
Lepaskan !
Ngapain kau jalang ?! Jangan pura-pura bodoh !
Orang itu jelas-jelas sedang kesulitan, jadi aku minta baik-baik padamu agar Ia yang duduk disini.
Menyebalkan sekali kau ini.
Hey.
Kalau itu merepotkan dirinya, harusnya dia tidak naik bis !
Berikan kursinya.
Tutup congormu, nenek !
Aku memang nenek-nenek ! Meskipun begitu, aku sudah terbiasa dikatai begitu Kau tidak akan menyakiti aku ! Weeekkk !
Masalahnya ...
... Aku tidak tahu kau sejauh apa ...
... jadi berdirilah sebentar.
Kau kan masih muda, iya kan ?
Lihat. Tidak perlu perlu tenaga banyak untuk berdiri.
Ayolah berdiri. Apa-apaan sih ini , Oy !
Jangan sentuh aku, jangan sentuh aku! Kubilang jangan sentuh aku brengsek.
Dasar nenek-nenek !
Ah, tapi kursinya sudah kosong sekarang ...
Maaf ...
... sudah membuat keributan.
Itu tidak benar.
Sakura san, yang kau lakukan itu tidak salah, malahan sangat mengesankan.
Selalu saja ada masalah kalau ada aku.
Bisa dibilang, aku tidak bisa melihat situasi.
Oh, itu mirip seperti tipe ibu-ibu yang menyebalkan.
Yah, dia tidak memanggilku "ibu"
... tapi "nenek", iya kan ?
Ah, aku merasa tertekan.
Ah.
Hah ?
Kelopak sakura.
Diam sebentar.
==Last Cinderella= ==brought to you by Islandsubs= ==Indonesian Subtitle Land=
=DO NOT SELL / HARD SUB / RE-UPLOAD / RE-POST OUR SUBTITLE=
English to Indonesian Translator GoldenEto
Nantikan kelanjutannya !
http://goldeneto.tumblr.com/
Dukung kami dan jadilah anggota VIP supaya semua iklan tidak ditampilkan di www.OpenSubtitles.org
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.