Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Chul-su!
Jangan khawatir, Young-hee.
Aku akan melindungimu dari bahaya, sampai akhir.
2 TAHUN YANG LALU
Kau sudah selesai?
Maaf.
Kupikir aku baik-baik saja untuk sementara waktu.
Tidak apa-apa.
Aku mengalami mimpi buruk yang sama jadi aku senang kau membangunkanku.
Benarkah?
Katanya kau tidak mengingat banyak hal soal tempat itu
jadi kupikir kau sudah baikan.
Ingatanku tidak sepenuhnya terhapus.
Apa kau menyesalinya?
Melarikan diri dari tempat itu?
Tidak, tidak pernah.
Bagaimana denganmu?
Pernah sekali.
Saat Ji-woo menghilang.
Naik dan turun.
Kau penasaran soal benda itu, kan?
Asal kau tahu saja, saat melihatnya dari luar, memang tampaknya seru.
Tapi saat kau menaikinya, rasanya tidak seseru itu.
Apa ibu mengirim orang untuk mengejar kita?
Apa Ji-woo diculik?
Dalam sepersekian detik, aku merasakan takut untuk pertama kalinya.
Rasanya seperti langit runtuh dan seluruh dunia porak-poranda.
Family Matters Diterjemahkan oleh 8uckminsterfullerena Dukung saya di: trakteer.id/8uck314
Perhatian.
Apa-apaan ini?
Apa yang kau lakukan padaku?
"Jang No-won"?
Kau pejabat kota, ya?
Apa ini?
Ini dibaca apa? "Gereja Aspirasi"?
Sial.
Tidak bisa kupercaya. Kau memang penganut kristiani yang taat.
Benar, aku ini tetua gereja. Jadi, cepat dan lepaskan ini!
Dasar jalang, dasar bajingan!
Apa yang kalian lakukan di sana?
Permisi, sepertinya ada kesalahpahaman.
Aku tidak tahu apa yang mereka katakan padamu soal diriku,
tapi jangan percaya ucapan bajingan itu!
Kau kelihatannya seperti orang baik. Ayo, lepaskan ini!
Kita bisa membicarakan masalah ini.
Apa pun yang kau bayangkan, ini akan jauh lebih buruk.
Jadi, perhatikan baik-baik.
Perhatian!
Mulai detik ini...
aku akan jadi
sedikit kasar pada kalian.
Kalau ada yang menganggap ini tidak adil, majulah sekarang juga.
Aku bahkan akan memberikan pukulan pertama pada kalian.
Sejak kapan ada preman memukul warga sipil?
Sialan!
Kalian bakalan babak belur, dan rasanya akan sangat menyakitkan.
Tapi jangan terlalu khawatir.
Serius?
Aku cuma menggunakan satu tangan.
Memang tidak adil, tapi aku tidak akan membunuh kalian!
Sial, berikan padaku.
Boss!
Kalian kenapa malah bengong?
Bunuh dia!
Bunuh!
Dasar bajingan!
Sialan!
Sejujurnya, aku lebih suka mengurusmu lewat kenyataan.
Jangan ragu untuk berteriak lebih keras.
Semakin keras teriakanmu, semakin lama mimpi buruk ini menghantuimu.
Sial!
Tolong, jangan bunuh aku.
Tentu saja, kau tidak akan mati.
Kau akan menjalani hidup yang panjang dan menyakitkan dengan kenangan mengerikan ini
sampai mereka akhirnya bisa mendapatkan ketenangan dan kedamaian.
Apa yang kau lakukan padaku? Sialan!
Maafkan aku.
Kau tahu, aku ini bukan orang jahat.
Aku tahu, kok.
Pertama, aku akan mulai dengan mengamputasi pergelangan tangan kananmu.
Aku akan memotong tepat di atas tulang pergelangan tangan, supaya kau masih bisa menggunakan lengan bawahmu.
Lalu...
- Ju-kyung? - Ya?
Ayahku menyarankan supaya "anunya" dipotong
lalu dimasukkan ke mulutnya.
- Tidak. - Ada pertanyaan?
Tidak, tidak.
Tolong...
Kau mendengar dia, kan? Lalu,
langkah terakhir adalah mengangkat matamu.
Apa?
Kenapa?!
- Kenapa kau melakukan ini padaku? - "Kenapa"?
Ayo lihat.
Tangan dan matamu melakukan perbuatan jahat, jadi kau tidak memerlukan keduanya.
Tunggu, "anumu" cuma 1.
Jangan khawatir, aku akan memotongnya dengan baik.
Dasar jalang! Aku akanโ
Kalau kau bicara sekali lagi, aku akan mulai dengan lidahmu.
Sial! Lepaskan aku!
Sial.
Hei.
Cukup.
"Cukup"? Tidak!
Gadis itu tidak ada hubungannya dengan ini.
Bagaimana dengan putraku?
Anakku salah apa
sampai-sampai kau menghancurkan dia, bajingan?
Lupakan saja.
Gadis malang ini yang akan membayar konsekuensinya
untuk menggantikan putrimu.
Ji-hoon.
Kalau kau atau temanmu terluka,
kau tahu ayah bakal diomeli Ibu, kan?
Kayaknya?
Ya.
Tapi lebih penting bagi ayah untuk menjaga Ibumu
daripada menjagamu, kau tahu itu, kan?
Sialan.
Kau mengerti, kan?
Aku mengerti.
Bagus.
Karena itulah ayah diam-diam melatihmu.
Kau mengerti maksud ayah, kan?
Kau baik-baik saja?
Tadinya baik-baik saja.
Tapi sekarang malah sakit.
Kau yakin tidak apa-apa kalau kita meninggalkannya begitu saja?
Pulanglah ke rumah dan nonton rekaman ini. Kalian akan merasa lebih baik.
Kalau untuk dia, neraka baru saja dimulai.
Dan jangan terlalu khawatir soal video yang dia buat.
Anakku akan memusnahkan video itu sepenuhnya.
"Anakmu"?
Bertemu dengan keluargaku bukanlah kebetulan.
SHIN JU-KYUNG: MAAF, PAK
YOUNGBOY: IKUTI PERINTAHKU KALAU KAU TIDAK MAU DIUSIR
INFORMASI PRIBADI
Kalau kami sendiri yang menangani ini, situasimu mungkin akan jadi lebih buruk.
Jadi anggap saja kalau kami membuat "jebakan."
BANTU KUCING MALANG INI RUMAH SAKIT HEWAN #PAWFECT_HAVEN_ANIMAL_HOSPITAL
Ji-hoon tidak seperti Ji-woo. Dia tidak tahu apa-apa soal pertarungan.
Tapi dia jago soal komputer.
Dan aku baru saja membelikan dia laptop canggih.
Tolong sampaikan ucapan terima kasihku pada anakmu.
Terima kasih banyak.
Ya, terima kasih.
Jadi, bagaimana hasilnya?
Aku akan pergi sekarang dan menyelesaikan semuanya.
Tunggu sebentar.
- Hei! - Kakek!
Hei!
- Kerja bagus, semuanya. - Tidak apa-apa.
Kerja bagus. Tidak ada seorang pun di pihak mereka yang terbunuh. Baiklah.
Sayang, kau hebat. Terima kasih.
Kalian semua melakukan pekerjaan yang bagus.
Kita akan membahas soal ini lebih lanjut di dalam. Ayo.
RUMAH SAKIT HEWAN PAWFECT HAVEN
Soal Ju-kyung.
Apa yang membuatmu tertarik pada dia?
Apa?
Kau berterima kasih padaku tadi seakan-akan aku membantu memecahkan masalahmu.
Hanya saja... Kau tahu.
Cupu.
Kau tidak jago berbohong.
Kenyataannya...
Dia mengingatkanku padamu saat itu.
Kau ingat saat bertanya apa aku menyesal kabur dari tempat itu?
Kau bilang tidak.
Tidak.
Jujur,
terkadang aku menyesalinya.
Sebenarnya, bagiku...
tidak semuanya buruk pada saat itu.
Setidaknya di tempat itu...
aku bisa melindungimu setiap hari.
Payah sekali.
RESEP TELUR DADAR GULUNG
Ayo makan!
- Selamat makan! - Selamat makan!
Whoa!
Telur goreng ini!
Wow, rasanya luar biasa. Resepnya apa?
Aku cuma menambahkan ciuman koki.
Wow.
Ngomong-ngomong, kau serius dengan perkataanmu tadi malam?
Apa?
Soal kita menangkap orang itu dan menyingkirkannya.
"Orang itu," siapa?
Siapa lagi? Pembunuh berantai yang berhasil lolos.
Aku mendengarmu tadi malam.
Tidak, bukan itu maksudku...
Anakku.
Aku akan melindungi kalian dari bahaya, apapun yang terjadi.
Aku janji.
Aku akan menangkap bajingan itu dan menyingkirkan dia untuk selamanya.
Tapi apa maksudmu dengan "kita"?
Kita menangkap sekaligus kehilangan dia sebagai tim.
Jadi kita harus menyelesaikannya kasus ini sebagai tim.
Karena kau membahas soal ini,
belakangan ini, kita bersatu seperti keluarga utuh.
Dan menikmati sarapan bersama, kan?
Itu semua berkatku.
Atau mungkin berkat si bajingan itu?
Yang benar saja, padahal sekarang kita lagi serius.
Sudah kubilang, ini semua berkat bajingan itu.
Nikmati saja telur gorengmu.
Anuku.
Anuku.
Kau mau mengundurkan diri dari pekerjaanmu?
Kau selingkuh dengan siapa? Kau sudah pergi selama berhari-hari.
Sayang.
Apa...
Kau pasti bercanda. Jangan-jangan kau berak di celana.
Tingkahmu benar-benar aneh.
"Bertingkah aneh"? Kau bercanda, ya?
Lihat kekacauan ini. Bisa-bisanya kau berkata seperti itu?
Benar. Aku tidak melihatnya dengan benar.
Kau belum berak di celana. Cuma ngompol.
Sialan.
Kau mengakui tuduhan itu? Tolong beri komentar singkat.
Mundur!
- Ada pesan untuk keluarga korban? - Tolong mundur.
Apa kau mengakui tuduhan itu?
- Apa motif pembunuhannya? - Mundur!
Jangan mendorong! Ini berbahaya.
Tidak mungkin Dong-min yang melakukannya!
Apa maksudmu, "tidak mungkin"?
Maksudmu bukan dia yang membunuh Lee atau Doom-veloper itu bukan dia?
Bukan keduanya.
Dia sudah mengaku?
Tidak ada bukti atau senjata yang digunakan untuk membunuh!
"Bukti"?
Nah, kau punya bukti kalau pelakunya bukan dia?
Apa?
Dia berada di tempat yang salah pada waktu yang salah.
Itu cuma bukti tidak langsung.
Bukti tidak langsung!
Jaksa yang melakukan investigasi.
Hakim yang memutuskan.
Dan tugas kita adalah menangkap penjahat. Bukannya begitu?
Omong kosong.
Berarti tugas kita adalah menangkap bocah yang tidak bersalah dan menuduh dia sebagai pelaku?
Apa katamu?
Aku sudah muak denganmu. Dengar.
Jangan melampaui batas, oke?
Anggap saja, kalau ada kemungkinan, markas mengira dia adalah Doom-veloper.
Mereka akan datang dan menghancurkan tempat ini.
Kau siap bertanggung jawab?
Sialan.
Dasar goblog.
Jeong-hwan, kau sudah melakukan semua yang kau bisa.
Seekor kuda tidak bisa mengalahkan orang yang memegang kendali, oke?
LEE DONG-MIN
Gelang apa ini?
Aku sudah jadi jemaat gereja sekarang.
JOE "UBUR-UBUR"
GELANG LIONTIN SALIB
Kau mau ke mana?
Ya. Ada orang yang ingin kutemui.
Siapa?
Ada, deh.
Pasti pria, kan?
Pria? Omong kosong macam apa itu?
Jadi, tidak masalah kalau kau yang tergoda, tapi dia tidak bisa?
"Tergoda"? Apa maksudmu?
Maksudmu dia selingkuh atau bagaimana?
Dengan siapa?
Kau jadi bersemangat, ya?
Memangnya itu masuk akal?
Kau pikir dia akan menyia-nyiakan perasaan kecilnya dan selingkuh?
Benar, kan? Menurutku begitu.
Dasar tolol. Kau gampang sekali dibodohi.
Jadinya tidak seru.
Tapi...
sepertinya dia merencanakan sesuatu.
- Seperti apa? - Apa lagi?
Apapun itu, kemungkinan untuk keluarga.
Ayah.
Ayo tangkap bajingan itu.
"Bajingan itu"?
RUMAH SAKIT HEWAN GILA
Sialan!
Ini si Pecundang, ya?
Apa? Siapa kau, bajingan?
"Bajingan"?
Sepertinya kau tersinggung dengan kata "pecundang". Kau mengenal dirimu dengan baik.
Kau pasti si tua bangka yang melepaskanku.
"Tua bangka"? Dasar brengsek...
Aku ini orang yang menyelamatkan nyawamu!
GAMBAR TERLAMPIR
Kabar baiknya
kami tidak menyerahkan ini pada polisi saat mobilnya kami bawa.
Tapi kabar buruknya
DNA-mu dan korban ada di sini, kalau bukan sidik jarimu.
Sepertinya melepaskanmu
memberikan hasil yang baik.
Tapi sekarangโ
Kalian mau melaporkanku pada polisi?
Itu tergantung padamu.
Siapa tahu? Bawakan keranjang hadiah mewah
dan memohonlah untuk ampunan. Kami mungkin akan mengembalikannya.
Berhenti bermain-main dan katakan apa yang kau inginkan!
Dasar bajingan bermuka tebal.
Tidak peduli seberapa putus asa dirimu, ada aturan yang harus diikuti.
Memangnya ada orang yang cebok sebelum boker?
Kenapa teleponnya dimatikan begitu saja?
Memangnya masih ada yang mau kita katakan?
Dia mau buang air. Dia pergi ke toilet.
Sial!
Baiklah.
Sembunyi-sembunyi bukanlah gayaku.
Aku sendiri yang akan pergi.
Aku akan menguliti bajingan tua itu hidup-hidup.
Dan semuanya, bahkan anjing menjijikan itu.
Karena namaku Jung Ho-chul,
bukan Jung Madesu.
Aku sudah menunggumu.
"Menunggu"?
Menungguku? Kenapa?
Sebenarnya, aku mau menghubungimu duluan.
DUKUNG KAMI UNTUK MEMBANGUN GEREJA
Kau mau menghubungiku duluan?
Apa maksudmu?
Soal Simbok.
Seperti yang sudah kau tahu,
Simbok mengalami penyiksaan.
Diakones Oh dan aku mengurusi anak-anak yang membutuhkan.
Aku bahkan mengadopsi beberapa di antaranya.
Salah satunya Jae-gon.
INFORMASI PRIBADI
CATATAN SEKOLAH
"Park Jae-gon."
- Berarti Kyu-tae jujur? - Ya.
Jae-gon mengirimkan ID media sosial para gadis pada pejabat kota.
Dan dia mendapatkan informasi pribadi gadis-gadis itu dari sistem kantornya dan mengirimnya ke Jae-gon.
Lalu Jae-gon membuat foto dan video palsu untuk pemerasan.
Simbok bukan satu-satunya.
Masih banyak lagi korban yang dia siksa.
Ada apa ini?
Tetua Jang, dan bahkan Jae-gon?
Pastor, sepertinya kau harus merawat putramu sendiri.
Untuk pak tua itu, biar aku yang menanganinya sendiri.
"Menangani"?
Ini. Aku jadi penasaran apa orang-orang yang jadi jemaat gereja ini
benar-benar memiliki keyakinan sama sekali.
Setiap bajingan yang kutemui di sini memakai gelang ini, aku jadinya penasaran.
Dan aku lihat kau juga memakainya.
Gelang ini...
Semua jemaat gereja kami memakainya.
Wanita yang terbunuh di Gunung Kumsuak sepertinya jemaat gereja ini.
Ya.
Tapi menurutku pembunuh berantai yang ada di berita
bukan jemaat gerejamu, kan?
Pembunuh berantai di gereja kami?
Tidak mungkin. Itu tidak mungkin.
Kau yakin?
Orang-orang bilang mengikuti jalan salib akan membawamu ke surga.
Tapi kota ini...
Tampaknya lebih buruk dari neraka.
Bu.
Kenapa ibu menangis?
"Brain hacking." Ibu menangis setiap kali melakukannya.
Aku tidak tahu.
Teknik itu menyakiti orang lain.
Kau pikir aku sebaiknya tertawa?
Maksudku, mereka kan orang jahat dan ibu melakukan kebaikan.
Apa pun alasannya atau siapa pun orangnya, sakit tetaplah sakit.
Hal yang sama juga berlaku untukku.
Hah? Bahkan untuk ibu?
Rasa sakit yang kuberikan pada mereka semuanya berasal dari pikiranku.
Jadi, apa pun yang mereka rasakan, aku juga merasakannya.
Maksudnya...
ibu juga merasakannya selama ini?
Kau ingat ucapanku?
"Ada konsekuensi buruk
untuk perbuatan jahat."
Jadi, jangan pernah berpikir untuk menjadi sepertiku.
KEMUNGKINAN HUJAN 80%
Sejak FucKyu-tae menghilang, setiap hari rasanya seperti pesta.
Tentu saja! Akhirnya sekolah ini bebas dari iblis.
Aku tidak tahu. Iblis yang sebenarnya masih ada di luar sana.
Hei, tidak usah sok keren.
AYAH: BERDOA JAE-GON: YA
AYAH: KAU MEMBUATKU KECEWA
Jae-gon!
Kyu-tae dikeluarkan dari sekolah dan menutup semua akun media sosialnya.
Buat apa membuang waktu untuk mengkhawatirkan orang mati?
Fokuslah untuk membalikkan keadaan.
Dan si kembar itu?
Anehnya, mereka tidak punya jejak di media sosial.
Bahkan tidak ada satu gambar pun soal di mana dan bagaimana mereka tinggal.
Tidak ada gambar?
Berarti kita bisa mengambil foto yang bagus untuk mereka.
Kita bahkan bisa membuatkan foto keluarga untuk mereka.
Sialan.
Jangan bersandar padaku.
Pelan-pelan.
Di mana dan bagaimana kau bisa terluka?
Bukan tubuhnya yang sakit.
Pikirannya yang sakit, Pastor.
Lihat ini, Pendeta. Lihat tanganku, bagaimana?
Tanganmu baik-baik saja.
Tanganku terpotong.
Pergelangan tanganku juga terpotong.
Mataku yang sebelah dicungkil.
Dan "anuku" dipotong.
Tidak, tidak.
INFORMASI PRIBADI
CATATAN SEKOLAH
Ini apa?
Maaf, sayang.
Sebenarnya...
Jangan minta maaf padaku.
Tapi minta maaflah pada Pastor dan Tuhan. Berlututlah dan bertobatlah dengan segenap hatimu.
Yah...
Haleluya.
Haleluya, Tuhan.
Tolong ampuni dosa-dosa saya.
Jangan bilang,
Kau yang menyakiti Saudari Lee Yu-jin.
Apa? Aku tidak akan pernah melakukan sesuatu yang begitu mengerikan.
Bagaimana dengan itu?
Apa perbuatanmu tidak itu semengerikan membunuh orang lain?
Nah, itu dia...
Pastor!
Orang ini dirasuki setan di bagian bawahnya
tapi dia tidak cocok untuk menjadi pembunuh.
Selain itu, polisi sudah menangkap pelakunya.
Tidak, bukan dia pelakunya.
Si Dokter hewan yang mengatakannya padaku.
Pembunuhnya bisa jadi jemaat gereja kita.
- Si Dokter hewan? - Kau tidak tahu?
Orang yang menangani...
Tidak, orang yang melakukan ini padanya
adalah Han Young-su dari rumah sakit hewan.
Kau tahu apa yang lebih buruk dari dosa-dosamu, Tetua Jang?
Maaf?
Karena aku belum bertobat?
Tidak? Yah...
Tunggu, tolong...
Karena aku belum pernah menyadari dosa-dosaku?
Atau...
Yah...
Kau mengkhianati kepercayaan keluargamu.
RUMAH SAKIT HEWAN PAWFECT HAVEN
Soal malam itu...
kalian datang dari mana?
Keluarga kami pindah ke sini.
"Keluarga"?
Keluarga!
Tunggu sebentar.
Ayo lihat.
Apa?
Kau lagi apa, Simbok?
Ada apa?
Dia jenis shepherd, kan?
Kau membuatku kaget saja.
Kapan kau...
Yah...
Aku sudah menyapa, tapi sepertinya kau tidak mendengarku. Maaf.
Dan apa yang membawamu ke sini?
Yah...
Aku tadi lewat di sekitar sini dan ingin menanyakan sesuatu padamu.
Aku penasaran apa kau pernah melihat ini sebelumnya.
Benda ini ditemukan di lokasi pembunuhan.
"Pembunuhan"?
Tidak, tidak pernah.
"Tidak pernah"?
Aneh.
Sepertinya aku melihat sesuatu yang seperti ini saat mengunjungi tempat ini terakhir kali.
Coba lihat lebih dekat.
Lihat dirimu. Begitu hebat dan tampan.
Kemarilah.
Tunggu.
Aku menemukannya.
Tapi ini apa?
Darah, mungkin?
Aku yakin ibu baik-baik saja.
"Ibu"? Kau mau jadi menantu?
Ya, Min-jung, senang bertemu denganmu.
Ibu ada urusan apa di sekolah?
Ibu dengar kemungkinan akan turun hujan.
Tidak ada masalah di rumah, kan?
Tidak ada.
Memangnya masalah apa yang bisa muncul di rumah?
Kau ada di mana? Aku sedang dalam perjalanan untuk menemuimu, nona.
Karena dipotongnya begini berarti benda ini digunakan di sini.
Apa yang kau ikat dengan ini?
Atau apa aku harus bilang, siapa?
Apa?
Selain ayah dan istrimu, kau punya anak.
Dua, kan?
Mayatnya ditempatkan di depan stasiun.
Keluargamu yang melakukannya, kan?
Apa maksudmu?
Sekarang bukan waktu yang tepat, pergilah!
Kau sepertinya cukup kaget.
Apa? Padahal kau tidak apa-apa saat mengikat dan mengurungku.
Siapa yang mengikat dan mengurung siapa?
Siapa kau?
Oh, benar juga.
Aku ini detektif.
Kau melaporkanku pada polisi?
Tidak, yang benar saja.
Tenanglah.
Kau benar. Apa pun yang terjadi, tenanglah.
Jangan libatkan anjing malang itu.
Kekejaman terhadap hewan adalah kejahatan serius.
Diam!
Kalau kau mendekat, aku akan membunuh anjing kampung ini!
Jangan terkecoh dengan ukuran Tiger yang kecil.
Dia punya gigitan yang cukup kuat.
Apa? "Tiger"?
Tiger, bersiap!
Serang!
Hei!
Oke, semuanya tenang.
Diam! Aku bersumpah, aku akan menguliti kalian berdua hidup-hidup.
Anak sapi.
Anak ayam.
Kucing.
Anjing.
Monyetnya ada di mana?
Monyet.
Memangnya kau pernah melihat ada monyet yang setampan ini?
Kenapa kau melakukan itu? Kau bahkan tidak bisa berkelahi.
Maaf.
Aku cuma ingin mencoba tenik tadi.
Maaf.
Kita sudah menangkap dia.
Tapi sepertinya ada hal lain yang harus kita khawatirkan.
Tapi...
Kenapa?
Hah?
Oh, benar.
Kau tahu, aku punya asuransi jiwa untuk dia.
Dan bayarannya akan banyak
kalau penyebab kematiannya adalah cedera yang tidak disengaja, bukan penyakit.
Tubuhnya hancur berantakan.
Dia sudah tidak berguna sekarang, tidak ada gunanya.
Dan proyek pengembangannya mandek.
Jadi...
Kupikir dia bisa dimanfaatkan dengan lebih baik
untuk membangun kerajaan Tuhan, meskipun cuma 1 sen.
2 TAHUN YANG LALU
- "Pembunuh di zona pengembangan." - Pembunuhnya...
mungkin dari Pelatihan Khusus.
"Pelatihan Khusus"? Bagaimana mungkin?
"Di bawah tulang selangka korban
ada angka Romawi tujuh."
Bagaimana kalau ini pesan dari Ibu?
Untuk memancingku keluar?
Tidak mungkin. Itu tidak mungkin.
Kota Gacheong, Kota Anhyeon dan Kota Yongjin.
Semua pembunuhannya terjadi di kota-kota yang dulu kita tinggali.
Tidak mungkin.
Bagaimana kau bisa seyakin itu?
Maksudku...
Bukan berarti tidak mungkin,
tapi meskipun benar, aku sendiri yang akan memburu pembunuhnya.
Kau tidak perlu khawatir.
Kalau ini tidak ada hubungannya dengan kita, kau tidak perlu turun tangan.
Tidak peduli berapa banyak orang yang mati.
Tidak ada yang lebih penting dari Ji-hoon dan Ji-woo.
Diterjemahkan oleh 8uckminsterfullerena Dukung saya di: trakteer.id/8uck314 Jangan main judi online :D
Subtitle translation by Hwang Ahreum
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.