Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Alih Bahasa ~Ryota~
Support Ryota di LINKBIO: sociabuzz.com/ryotasasson/support
Sial.
Halo?
Andy.
Ya. Naomi?
Tunggu, di mana kau? Kenapa kau tidak di rumah?
Maaf aku membangunkanmu..
..tengah malam begini.
Apa yang terjadi? Kau di mana?
Dengar, akan kuberitahu..
..tapi kau jangan panik, oke?
Tunggu, panik kenapa?
Apa yang terjadi? Kau menakutiku.
Kau baik-baik saja?
Ya, aku tak apa-apa.
Aku akan baik-baik saja.
Tapi, Andy..
Aku di pusat rehabilitasi.
Tidak, Sayang. Seriuslah, kau di mana?
Aku di pusat rehabilitasi./ Kau di mana?!
Tidak... Itulah mengapa aku bilang jangan panik!
Paham? Aku mendaftarkan diri, sekitar satu jam yang lalu.
Apa kau tak sadar kalau aku tak pulang ke rumah?
Tunggu sebentar. Tunggu. Tunggu.
Tunggu sebentar.
Kau bicara apa?
Mengapa kau...
Mengapa kau harus jalani rehabilitasi? Untuk apa?
Karena aku butuh bantuan, Andy. Memang kenapa lagi?
Tunggu sebentar. Apa yang..
Tunggu sebentar.
Kau bicara apa? Aku tak mengerti./ Oke, tunggu dulu.
Maksudmu../ Bantuan apa?
Ini luar biasa.
Kau tidak tahu?/ Tahu apa?
Ya Tuhan. Sulit dipercaya./ Naomi, aku tidak tahu..
Aku tak percaya ini./ Aku tidak...
Tentu saja./ Kukira kau berbaring di ranjang bersamaku.
Tidak, aku tak tahu...
Sayang, dengar.
Naomi, dengar..
..kadang mungkin kau minum terlalu banyak.
Andy, ayolah./ Itu tidak bagus, aku tahu.
Tapi apa kau tahu? Semua orang melakukannya.
Rehabilitasi? Kau gila./ Tidak, bukan itu..
Dengar, ini bukan soal kecanduan minum.
Aku harus konsumsi sesuatu untuk tetap terjaga./ Apa?
Dan aku harus konsumsi sesuatu agar bisa tidur.
Aku sudah temui semua dokter di L.A.
Aku harus mengemudi ke Orange County.
Orange County? Apa yang.../ Kau.../ Ya..
Tunggu sebentar. Ini, seperti...
Sejujurnya, aku sudah bilang padamu, ini sangat gila.
Aku merasa seperti sedang berhalusinasi atau semacamnya.
Pasti kau tak tahu itu.
Kenapa kau harus tahu?
Kau keluar rumah setiap pagi..
..sebelum aku bisa bicara..
..dan kau keluar setiap malam untuk bekerja.
Kita menjalani kehidupan yang benar-benar terpisah, dan aku hanya...
Aku seperti tak terlihat./ Jadi ini salahku?
Bagaimana kau bisa tahu tentang hidupku?
Masalah ini sungguh berat..
..dan sudah lama aku memikul beban ini.
Aku tak bisa menahannya lagi.
Tunggu sebentar.
Tunggu. Baiklah. Ini tidak benar.
Bagaimana kau bisa bilang begitu?/ Ini tidak benar.
Beri aku pencerahan kalau begitu.
Baiklah. Kau kesal.
Aku mengerti. Tapi, Sayang, aku mengenalmu.
Kau adalah ibu yang luar biasa.
Maafkan aku.
Wanita yang hidup bersamaku../ Andy.
..tidak memiliki kecanduan narkoba./ Andy.
Kau tak lakukan itu.
Aku tak mendengarkanku.
Kau tak menyimak omonganku.
Aku sudah mendaftrkan diri ke pusat rehabilitasi..
..bernama Journeys./ Journeys?
Letaknya di Malibu Canyon Road.
Berdinding kuning dan wanita resepsionis bernama Cecile..
..dan aku akan tinggal di sini selama 90 hari.
Tunggu. Apa?!
Aku harus pergi./ 90 hari?
Jaga anak-anak, Andy./ 90 hari?
Kau bisa melakukannya.
Tunggu, tidak. Tidak tidak tidak.
Aku akan ke sana sekarang.
Tetap di situ, dan kita akan bicara.
Jangan kemari..
Aku tak bisa mendengarmu.
Tunggu saja, kau akan keluar.
Jangan datang, Andy.
Dengar, aku akan tiba dalam 1 jam./ Jangan.
Aku tiba 1 jam lagi. Kita akan pulang..
..dan akan kita bicarakan.
Andy, jangan datang.
Aku... kau.
Aku tak bisa mendengarmu.
Aku meninggalkanmu.
Apa?
Aku mau berpisah denganmu!
..napas yang dalam, tarik, hembuskan. Tarik, hembuskan.
Maafkan aku.
Maaf aku terlambat. Tak apa-apa. Tek perlu khawatir.
Hai./ Aku berharap bisa memulai tanpamu. Hai.
Hmm./ Jadi, bagaimana hasilnya?
Entah mengapa hal ini masih terjadi.
Tak seharusnya aku setakut ini..
..memberitahu bosku kalau aku hamil.
Grace.. hal seperti ini terjadi setiap hari.
Kemarilah. Bantu aku.
Baiklah.
Oke./ Halo, kalian berdua!
Hai./ Dr. Verma, maaf aku terlambat.
Tidak masalah.
Baiklah.
Apa kabar kalian berdua?
Sebenarnya aku mengalami heartburn yang sangat parah.
Oh, tidak./ Ini.
Hmm../ Apa itu... normal?
Mhh../ Ya.. kami makan masakan Thailand semalam.
Bukankah karena itu? Sepertinya karena itu.
Aku hanya melarang gorengan dan makanan pedas..
..untuk tahap ini./ Oke.
Baiklah, mari kita masukkan itu ke dalam daftar.
Tak ada makanan pedas, tak ada gorengan..
.. tak ada kafein, tak ada alkohol..
..tak ada sushi../ Tak ada hubungan seks.
Sebenarnya, sah-sah saja melakukan hubungan seks.
Itu bagus.
Aku tahu itu. Aku dokter. Ya Tuhan..
'Kay./ Aku tahu itu tidak benar.
Oke./ Oke.
Baiklah. Apa sebaiknya kita lihat?
Apa kau dengar itu?
Suara detak jantung yang sangat sehat.
Jawablah./ Tidak, Sayang.
Tak apa-apa.
Grace, saranku padamu, seperti biasa, santailah.
Semua terlihat sangat baik.
Kita bertemu sebulan lagi.
Bagus!/ Oke. Terima kasih.
Tentu./ Dr. Verma..
..boleh aku tanya sesuatu?/ Boleh. Mau ikut denganku?
Kau baik-baik saja?/ Ya, tentu saja.
Ada apa, Ayah?
Naomi masuk pusat rehabilitasi.
Apa?
Rupanya dia kecanduan pil.
Dan dia meninggalkanku.
Sepertinya kami berpisah. Astaga.
Tunggu, benarkah?
Ya. Sungguh.
Bagaimana dengan si kembar? Mereka tahu?
Ayah akan bicarakan dengan mereka malam ini.
Ayah./ Akan kulakukan. Aku sudah bilang..
..Naomi ada janji dengan dokter pagi ini.
Sepertinya kau tak terlalu kaget saat aku bilang..
..Naomi sedang dalam rehabilitasi.
Apa aku curiga sesuatu dengannya?
Entahlah. Sepertinya itu tak terlalu mengagetkan.
Tidak mengagetkan? Apa maksudnya?
Dengalah, biar aku.../ Hey.
..meneleponmu lagi dari mobil, oke?/ Ayo kita pergi.
Aku harus pergi./ Baiklah, tapi tunggu..
..apa kau tahu dia minum pil?
Ayah, aku harus pergi. Aku hubungi nanti.
Astaga, apa selalu macet begini?
Ada apa? Apa yang dia mau?
Jadi, Naomi mendaftarkan dirinya ke pusat rehabilitasi..
..dan dia meninggalkan Ayah.
Astaga. Apa...
Tunggu, untuk apa dia direhabilitasi?
Obat resep, menurutku.
Bagaimana bisa dia tak cerita padaku soal ini sebelumnya?
Karena dia tidak tahu.
Pria mana yang tak tahu kalau istrinya kecanduan narkoba?
Apa-apaan ini?
Ini terlihat seperti country club.
Astaga.
Hai. Aku Andy Goodrich..
..aku kemari untuk bertemu Naomi Parsons.
Dia mendaftar semalam.
Halo.
Oh. Hai.
Maaf./ Tak apa.
Baiklah, biar aku periksa dulu.
Apa Nn. Parsons menunggumu?
Ya.. Tidak.
Maksudku, tidak juga. Tapi aku suaminya.
Jadi.../ Baiklah.
Maafkan aku, Tn. Goodrich.
Kami tak punya kebebasan untuk mengonfirmasi atau membantah..
..bahwa Nn. Parsons ada di sini.
Tidak, aku tahu dia di sini. Maksudku..
Aku tahu karena dia yang bilang kalau dia di sini.
Aku tak tahu kalau dia mendaftar..
..jadi... ya../ Aku paham itu.
Dan aku akan memberitahunya..
..bahwa kau sudah mampir.
Tidak, bilang kalau aku ada di sini sekarang.
Maksudku, kau tidak perlu...
Aku di sini sekarang..
..beritahu dia saja./ Kuharap aku bisa, tapi aku tidak bisa.
Apa kau punya semacam..
..entah itu, seseorang..
..yang sedikit di atasmu? Ya./ Oh, ya, tentu.
Dan aku khawatir bahwa dia akan bilang padamu bahwa Nn. Parsons..
...telah menarik dia dan persetujuan kami untuk berbicara denganmu.
Baiklah.
Oke, dengar..
Aku bisa meninggalkan pesan.
Aku akan meninggalkan pesan./ Oke.
Aku ingin bertemu istriku!
Maafkan aku.
Halo?/ Hai.
Aku menelepon dari SD Crosswinds Park.
Ya./ Apa ada yang datang..
..untuk menjemput Billie dan Mose?
Ayah./ Maaf. Ayah bilang maaf.
Maksudnya, kau ingin Ayah bilang apa?
Ayah tak sadar sudah setengah hari..
..dan Ayah ada di tempat yang jauh, jadi..
Tidak dijemput itu sangat memalukan.
Maksudku, itu adalah perasaan terburuk..
..di dunia./ Itu seperti perasaan terburuk..
..di dunia atau itu adalah perasaan terburuk..
..di dunia?/ Kalau Ayah tak mau aku bicara..
..seperti orang L.A., jangan besarkan aku di L.A.
Hey, jangan lakukan itu.
Kau akan menggores meja makan.
Ayolah.
Di mana Ibu?
Dia takkan pernah lupa.
Benar, Ibu akan selalu meletakkan segelas air..
..di samping kasurku saat malam, dan dia tak melakukannya semalam.
Ya.
Ayah ingin beritahu kalian soal ibu, ya?
Apa penyebabnya?
Ibu harus pulang beberapa waktu..
..untuk bertemu Nenek.
Ibu di St. Louis?
Sepertinya Ayah tadi bilang kalau Ibu..
..ada janji dengan dokter pagi ini.
Ya. Tidak.
Maaf. Ayah bilang begitu karena tak mau..
..kalian khawatir.
Tapi Ibu harus pulang menemui Nenek karena, kalian tahu..
..Ibu sedang tidak sehat.
Tak ada yang serius, tapi...
Apa kalian tahu? Nenek itu semakin tua..
..jadi Ibu ingin pulang dan bersama Nenek beberapa waktu.
Nenek seumuran dengan Ayah.
Tidak, tidak begitu.
Tidak. Dia..
Jauh lebih tua dari Ayah, Tapi, bagaimanapun..
Jadi, hanya ada kita saja kalau begitu?
Ya.
Hanya kita.
Ini akan menyenangkan, kan?
Jadilah anak baik.
Paham?
Aku akan bermain Forza.
Hei, tunggu, aku mau pakai dulu komputernya hari ini!
Siapa cepat dia dapat.
Kau memakainya 2 hari di akhir pekan.
Itu tidak benar..
Ibu melarang kita untuk makan..
..gluten sebanyak ini, paham?
Ibu bilang itu buruk untuk usus kita.
Sayang.. Sayang..
Letakkan tisunya.
Kau harus bijak memakai produk kayu.
Sepertinya Ibu mungkin membuatmu...
..agak gila.
Tahu kenapa?
Karena gluten kebetulan...
..lezat.
Itu gluten yang lezat.
Baiklah, mau Ayah bentuk jadi piring?
Kami bisa sendiri./ Baiklah.
Baiklah, selamat makan!
Ayah, apa ada kacangnya?
Kenapa? Kau alergi?/ Mose ya.
Mose. Oh sial, Ayah lupa. Astaga, muntahkan.
Muntahkan. Berikan pada Ayah.
Mose. Berikan pada Ayah./ Ya Tuhan.
Muntahkan./ Ayolah, Ayah!
Astaga!
Pasta dengan mentega dan keju.
Makanan spesial rumahan./ Ibu memasukkan garam ke airnya.
Tip yang bagus. Itu tip yang bagus.
Garam, garam, garam, garam.
Aku lihat merica.
Aku tidak lihat../ Rak atas.
Garamnya agak jauh.
Ini dia. Sedikit garam.
Ayah, apa kita boleh menonton TV saat makan?
Tak bisakah kita mengobrol saja?
Ayah akan pergi malam ini, dan..
..dan..
Entahlah.
Sepertinya lebih baik habiskan waktu bersama sebelum Ayah pergi.
Ayah mau ke mana?
Ada sesuatu./ Sesuatu seperti apa?
Makan malam.
Kita sedang makan malam sekarang./ Ayah tahu.
Tapi ini makan malam urusan pekerjaan.
Ayah akan bertemu seniman baru.
Siapa yang menjaga kita?/ Tali.
Apa Ayah tahu kalau Tali pernah jadi tentara Israel?
Itu sebabnya Ayah mempekerjakannya.
Apa Ayah tahu kalau dia merokok di luar?
Itu informasi baru. Terima kasih.
Akan Ayah bicarakan dengannya soal itu.
Apa ini soal merokok? Gadis kecil itu agak narsis.
Tidak, ini bukan soal merokok, tapi, tahukah kau, jika kau bisa..
..mungkin mengurangi beberapa kebiasaan penyebab kanker..
..di dekat anak-anak, itu akan menjadi hal yang baik, oke?
Tidak, yang ingin kukatakan adalah...
Naomi sudah pergi.
Dan...
Aku akan membutuhkan bantuan ekstra.
Tak masalah.
Kemana dia pergi? Rehabilitasi?
Kau tahu soal ini?
Andy, tentu aku tahu.
Tentu aku tahu. Itu bagus untuknya.
Dia bisa memperoleh bantuan.
Mengapa kau begitu stres?
Kau tak tahu itu?
Aku tak tahu.
Andy, ini tak bagus.
Aku tahu./ Dengar, aku akan membantu, oke? Aku mengerti.
Pernikahan itu sulit, benar?/ Ya, ya.
Suamiku seorang gay.
Apa maksudmu suamimu gay?
Suamiku gay.
Dia tinggal di Tel Aviv.
Pacarnya sangat tampan.
Maksudku, sungguh tampah, wow!
Jangan salahkan dia.
Tunggu sebentar, dia gay?
Dia punya pacar pria?
Kenapa kau masih bersama?/ Kenapa tidak?
Andy, santai saja.
Jam berapa kau akan sampai di rumah?
Jam 3.00, 4.00 pagi?
Bukan. Sepertinya jam 11.00.
Apa maksudmu jam 3 pagi?/ Oke.
Hai! Becca. Kau kembali./ Hai!
Ya./ Apa kabar? Bagaimana perasaanmu?
Jauh lebih baik./ Bagus, bagus.
Terima kasih, Andy./ Aku senang kau kembali.
Hai. Hati-hati.
Jangan sampai jatuh.
Ya.
Sempurna.
Bagus./ Baguslah kau di sini.
Akhirnya.
Ada tanda itu di luar.
Ya.
Menyusahkanku. Terlihat mengerikan.
Makin buruk setiap hari.
Berikan aku penawaran kedua untuk yang baru, oke?
8 ribu.
8 ribu?
Akan aku dapatkan penawaran ketiga./ Baiklah.
Bagaimana makan malamnya?/ Entahlah.
Sepertinya dia bicara dengan banyak orang, yang mana..
..itu keren.
Apa dia menelepon?/ Tidak.
Tapi Dev telepon, dan kau takkan suka ini..
..tapi dia putuskan untuk memberi bagian potongan..
..yang ingin kau jual kepada Inga, ibunya.
Apa kau serius?
Astaga. Kau tahu? Telepon dia sekarang.
Aku akan bicara... Tidak.
Telepon ibunya.
Baiklah. Sekadar pengingat..
..kau adakan Malam-Kembali-ke-Sekolah, malam ini.
Naomi minta untuk masukkan itu ke jadwalmu..
..barangkali kau bisa./ Baiklah.
Apa semua orang tua melakukannya?
Atau hanya opsional?
Entahlah.
Umurku 27 tahun.
Cy ada di kantormu.
Kalian harusnya ada pertemuan dengan seorang akuntan..
..sekitar, 15 menit yang lalu.
Ya, ya.
Andy, kau yang memintanya..
..hitam di atas putih, jadi..
Dengar, aku tak bisa kendalikan pasar, benar?
Maksudku..
..tak ada yang butuh lukisan.
Kembali ke awal. Jadi, kau ambil pinjaman dari bank..
..untuk membayar kewajibanmu..
.. di sini ada yang harus digaji, Andy.
Kau pekerjakan orang terlalu banyak.
Aku sudah beritahu ini berbulan-bulan padamu.
Ya, kami sudah berdiskusi.
Hal itu akan dilakukan akhir tahun..
..kami tak yakin itu waktu yang tepat..
.. untuk mem-PHK orang-orang./ Itu benar.
Kalian, ayolah.
Kau terus keluar biaya.
Lalu tiap bulan, akan terus seperti itu.
Kau pinjam dari Peter untuk membayar Paul.
Suatu saat, Peter bangkrut.
Boleh aku bicara?
Silakan./ Andy.
Kupikir sekarang waktunya untuk pertimbangkan relokasi.
Aku tahu kita sudah 26 tahun di sini, tapi biaya sewanya sangat mahal.
Cy.
Ayolah.
Tempat ini bersejarah, paham?
Yang benar, 28 tahun.
Andy, jadi begini..
Para pelukismu tidak mengatur harga..
..seperti yang dilakukan Real Estate, benar?
Bulan lalu, aku sarankan untuk menjual murah inventaris.
Dan kami mencobanya, tapi..
Dia benar. Kami mencobanya.
Aku tak bisa menguranginya lagi. Aku akan kehilangan semua senimanku.
Aku tak bisa.
Temui anak ini sekarang.
Sudah kubilang padamu, ada tekanan...
..apa aku benar, Cy? Di sekitar anak ini./ Ya.
Dev orang hebat. Orang-orang menyukainya.
Sangat bagus.
Apa dia dapat penjualan? Tidak.
Apa yang di luar itu karyanya sekarang?
Ya.
Oh.. Ya.
Dengar, begini masalahnya..
..kalian terlilit hutang.
Pada titik tertentu, keran dana akan dimatikan.
Kita sudah adakan pertemuan ini setiap bulan..
..selama 7 bulan, dan belum ada perbaikan.
Faktanya, keadaan jadi makin buruk.
Menururtku, tanpa pameran lukisan baru dan sesuatu yang menguntungkan..
..seperti yang kau lihat, tapi aku tidak, untuk beberapa bulan.
Putusan akhir.
Maafkan aku.
Saat pertama pindah ke daerah ini, hanya ada kita..
..salon tato, dan toko mainan.
Sekarang hanya ada toko sepatu..
..dan setengah bloknya adalah Apple Store.
Semua agen kami sedang sibuk..
..membantu penelepon lain.
Tekan 1 agar agen menghubungi Anda kembali./ Perwakilan agen.
Maaf, saya tidak mengerti.
Apa Anda ingin agen meneleponmu kembali?
Astaga, benda ini rusak!
Maaf, saya tidak mengerti.
Apakah Kau ingin agen menelepon Kau kembali? Perwakilan agen!
Maaf, saya tidak mengerti.
Maaf, saya tidak mengerti.
Ayah, aku belum bisa bicara sekarang.
Aku sudah terhubung dengan layanan pengantaran..
..meja ganti bayi selama 45 menit.
Kita lanjutkan teleponnya nanti.
Tunggu dulu. Tunggu sebentar.
Beri Ayah waktu sebentar, Sayang..
Ayah sangat butuh bantuanmu malam ini.
Ayah tak bisa ke manapun.
Ada hal penting di sekolah.
Itu terlintas dalam pikiranku.
Tali tak bisa menginap, dan Ayah butuh seseorang untuk menjaga anak-anak.
Ayah mohon, apa kau bisa menjaga mereka malam ini?
Gracia, ayolah.
Bagaimana menururtmu?/ Tidak.
Tidak. Maaf. Tidak bisa.
Benarkah?/ Ya, sungguh.
Kenapa tak bisa?
Karena aku...
..banyak urusan.
Entahlah. Aku banyak pekerjaan dan aku hamil, dan...
Baiklah.
Aku tak mau melakukannya.
Tunggu, dengar..
Ayah butuh bantuanmu, Sayang. Sungguh.
Maksudnya, Ayah tak pernah minta bantuanmu, kan?
Ayah sedang sangat stres... Astaga.
Kau tak tahu betapa stresnya kondisi saat ini.
Jujur, Ayah sangat membutuhkanmu...
Itu akan berlangsung beberapa jam.
Itu saja.. beberapa jam saja, oke?
Ayah mohon padamu.
Sekarang ayah memohon, oke?
Ayah mohon bantuanmu, Putriku.
'Kay?
Sesering apa Ayah pernah melakukan ini?
Kapan aku melakukannya?
Apa Ayah sungguh ingin aku menjawabnya?
Akhir-akhir ini.
Barusan Ayah mau bilang "Akhir-akhir ini."
Baru saja Ayah mau mengatakannya.
Tadinya Ayah mau bilang, "Kapan.."
"..Ayah bertanya padamu, Sayang?"
Berapa lama kau hamil?
Sembilan bulan.
Sepuluh, secara teknis.
Berapa lama itu berakhir?
3.5 bulan lagi.
Apa kau tahu laki-laki ayau perempuan?/ Tidak.
Kami ingin kejutan./ Kenapa?
Pete yang mau. Sebenarnya, aku ingin tahu.
Apa harapanmu?
Tentu, perempuan.
Maaf ya.
Aku mengerti.
Baiklah.
Apa kau bersemangat jadi seorang ibu atau tidak terlalu?
Ya.
Oke, jadi kalian..
..pasti lapar.
Coba kita liat, ayah kalian punya apa?
Aku yakin dia punya pasta, mentega dan keju.
Kenapa kau selalu bilang "Ayah kalina"?
Bukankah dia ayah kita?
Ya, aku 27 tahun lebih tua dari kalian..
..umur sejauh itu tak pernah terjadi dalam hubungan saudara kandung.
Kecuali mungkin di L.A.
Tunggu, umurmu 36 tahun?
Apa ibu kalian pandai matematika?
Karena pasti kau tidak mewarisi..
..keahlian apapun dari ayahku.
Ayah kita.
Ya, benar. Baiklah.
Hai.
Hai, Ayah.
Aku.. entahlah kenapa aku memanggilmu begitu.
Hei, Ayah. Kenapa kau pulang lebih awal?
Ada apa?/ Ayah menghindar lebih awal.
Lihatlah. Apa kabarmu?/ Hai.
Baik./ Aduh, duh, duh...
Semakin besar setiap hari.
Kau tampak luar biasa.
Sungguh. Tampak luar biasa.
Semoga perempuan./ Ayah.
Aku harap begitu.
Maaf. Itu akan luar biasa.
Belum percaya kalau putri Ayah akan melahirkan.
Ya./ Kau lapar?
Ayah sangat lapar. Apa kau punya makanan?
Jadi, Ayah hadir ke kegiatan semacam ini sekarang?
Konferensi orang tua dan guru?
Ya. Apa yang kau bicarakan?
Ayah melakukannya juga denganmu.
Tidak pernah./ Oh, ayolah.
Astaga, Grace, biar Ayah istirahat sebentar.
Kau inginkan apa dari Ayah? Ayah lakukan yang terbaik.
Apa kita tak punya hubungan baik?
Tentu saja.
Hanya saja saat aku seusia Billie dan Mose..
..kita jarang bertemu.
Ada perjalanan ke London dan Swiss..
Miami, New York.
Maksudku..
..secara praktik Ayah tinggal di galeri.
Jujur saja, itu tak apa-apa, aku juga di sana.
Kita pergi ke New York bersama, kau dan Ayah, ingat?
Kita pergi hanya sekali.
Ya! Ingat, kita bersenang-senang?
Kita pergi menonton Rockettes.
Ayah mengajakmu ke Serendipity.
Bukankah Ayah presiden klub penggemarmu?
Tentu saja. Bagian yang kau tulis soal..
..kematian teater arthouse, itu tulisan yang bagus.
Ayah tunjukkan pada semua orang di kantor.
Mereka menyukainya. Apa Cy mengirim email padamu?
Ya, dia mengirimnya.
Kau tahu? Obrolan ini..
..sungguh membuatku stres.
Ada pekerjaan yang harus kukerjakan.
Aku harus bereskan lemari mantel..
..agar ada ruang untuk barang-barang bayi.
Punggungku sakit sekali.
Dan ada kepala manusia yang terjepit di antara tulang rusukku.
Jadi, permisi.
Apa Ayah tahu?
Ayah pasti sangat suka pekerjaan Ayah..
..sampai harus jauh dari anak-anak saat bekerja..
..karena aku penasaran, apa aku sungguh peduli..
..soal omong kosong yang aku tulis?
Dan aku bahkan belum bertemu dengan anakku.
Aku bahkan mungkin tak menyukainya.
Apa maksudmu, dengan bodoh? Kau tak menulis omong kosong.
Kau penulis hebat. Kau bicara apa?
Kenapa? Kau mau berhenti?
Kau itu penulis entertainment senior.
Aku tahu gelarku, Ayah, terima kasih.
Lupakan perkataanku tadi.
Dan, ya, sama-sama karena sudah menjaga anak-anakmu.
Kau mau ke mana? Minumlah sedikit..
Ayah hanya ingin ucapkan terima kasih.
Jika kau beri Ayah kesempatan.
Ayah baru akan berterima kasih.
Apa? Pete mau kau berhenti menulis?
Apa urusanmu dengan Pete?
Dia orang yang luar biasa.
Dia orang yang sangat bisa diandalkan..
..manis, dan dokter yang brilian.
Dia tipe pria yang takkan pernah..
..memintaku berhenti dari pekerjaanku.
Ayah../ Apa?!
Apa?!/ Bukan apa-apa.
Maksud Ayah...
Dia seorang dokter THT.
Tapi itu tak apa-apa. Maksud Ayah../ Astaga.
Jadi, dokter THT itu bukan pekerjaan..
..yang cukup keren untukmu, Tuan Keren?
Bukan, bukan. Itu keren.
Ayah sangat menyukainya. Sungguh.
Sungguh.
Dia seorang kutu buku, dan tak apa, karena..
Beberapa orang memang kutu buku./ Apa Ayah tahu?
Aku tak mau stres.
Itu tak sehat, dan aku sudah cukup stres.
Oke, oke. Sekarang jangan terlalu stres.
Santai. Kita bicara.
Ayah tahu?
Ayah punya masalah soal hal-hal tradisional.
Ini bukan serangan langsung pada Ayah..
..bahwa aku tak ikut sekolah La bohème-mu..
..untuk jalani hidup secara terbalik.
Aku ingin aturanku sendiri. Aku ingin menikah..
..dan memulai sebuah keluarga, tapi aku tak mengerti itu!
Mungkin aku hanya membayangkan soal masa depan..
..dan berpikir bahwa aku tak ingin tinggalkan bayiku..
..untuk menulis potongan profil para TikTokers.
Oke, kau jadi tak masuk akal sekarang.
Karena tadi kau bilang kalau kau tak tahu..
..apa kau akan menyukai anak itu, dan sekarang kau akan..
..berhenti dari pekerjaanmu agar lebih banyak waktu untuk mereka.
Jadi itu.../ Aku sedang berpikir..
Baiklah./ Ini proses hidupku.
Ayah mengerti, oke./ Aku masih berpikir.
Tunggu, Ayah paham sekarang, tapi jangan stres.
Kau ingin ayah lakukan apa untuk membantu?/ Tolong saja!
Jangan tanya, Ayah, lakukan saja!
Oke, aku sudah lebih baik..
..saat diberitahu caranya membantu. Ayah hanya..
Astaga, kuharap aku bisa merekam obrolan ini..
..dan memutarnya kembali bersama terapisku.
Lihat, apa Pete tahu betapa lucunya kau?
Ya, dia tahu./ Baiklah.
Apa Ayah sungguh ingin membantu?/ Tentu saja.
Oke, ikut denganku untuk belanja perlengkapan bayi.
Pete menelepon sepanjang pekan ini.
Dan tokonya penuh di akhir pekan.
Aku tak sabar untuk pergi sendiri.
Beres. Terjadwal. Kita akan berangkat..
Tempatnya agak jauh..
Tidak. Ayah ingin pergi.. Sayang?
Ayah suka mengobrol denganmu, jadi Ayah baik-baik saja.
Ayolah. Ayah akan antar sejauh apapun itu.
Setiap hari, pekan depan./ Oke.
Selasa, tidak bisa.
Dan, Kamis, Ayah tak yakin, tapi...
Email saja kau bisa kapan, oke?/ Oke.
Oke, bagus, Ayah sudah tak sabar./ Oke.
Ayah sayang padamu./ Oke, bagus.
Kau tak pernah terlihat lebih baik.
Hei, Ayah?/ Hmm?
Apa Ayah pernah lihat foto selfie kita di ruangan sekolah?
Ya, tentu.
Ayah pikir foto-foto itu luar biasa, sungguh.
Sinar mataharinya, manis sekali.
Dan Mose, kau punya semacam..
..kemampuan mirip Basquiat..
..yang sedang Ayah gali sepenuhnya.
Sangat abstrak. Sangat bagus.
Tunggu, Ayah harus angkat.
Bagaimana menurutmu?
Bilang kalau bagian itu bukan kau.
Apa? Benarkah?
Ayah?/ Sungguh?
Menurutku, itu menakjubkan.
Ayah, apa itu "rehabilitasi"?
Akan...
Tunggu sebentar.
Akan kutelepon balik.
Dah. Kau bilang apa?
Anak perempuan di sekolah bilang kalau kata ibunya..
..di sanalah ibu berada. Benarkah itu?
Itu tidak benar. Sungguh tidak benar.
Siapa yang beritahu itu? Anak siapa? Akan Ayah telepon ibunya.
Aku akan cari di Google kalau Ayah tak beritahu.
Baiklah.
Oke, dengar.
Rehabilitasi adalah tempat perginya orang-orang yang merasa tak enak badan.
Mereka pergi ke sana agar merasa lebih baik.
Tapi bukan di sana ibu berada.
Ibu di St. Louis.
Dia beritahu kami kemarin.
Kapan kau bicara dengan ibumu?
Ibu telepon saat kami pulang sekolah.
Kenapa terasa aneh?
Ini tidak aneh. Tidak aneh.
Sama sekali tidak aneh. Itu bagus.
Itu bagus.
Ayo, ayo, shortstop.
Ambil ranselmu.
Kita harus berangkat.
Kau mau jadi apa untuk Halloween tahun ini, Mose?
Alien/mobil dari Forza./ Apa?
Itu tak masuk akal.
Ayah, bisakah kita belanja untuk Halloween sebentar lagi?
Halloween? Saat itu baru musim panas.
Wow, astaga!/ Ayolah.
Kita akan terlambat ke sekolah.
Oke./ Sekolah kita...
..sangat ketat soal keterlambatan./ Baiklah.
Oke, ayo pergi.
Hai, Cy. Ini Billie. Bisakah Ayah telepon balik nanti?
Kami terlambat ke sekolah.
Bagaimana ponsel Ayah ada padamu?
Tanyakan apa dia lihat artikel di Times.
Apa kau lihat.. Dia lihat./ Baiklah.
Minta Jonny untuk dapatkan nomor telepon putrinya.
Bisakah kau minta Jonny untuk dapatkan nomor telepon putrinya?
Namanya?
Lola, Lola Thompson./ Lola, Lola Thompson.
Baiklah, dia akan tiba satu jam lagi. Dadah.
Oke, ayo pergi./ Mana makan siang kami?
Kau tak dapat makan siang di sekolah?
Aku bayar mahal untuk sekolah itu..
..dan mereka tak memberimu makan?
Kalau Ayah pernah antar kami ke sekolah..
..Ayah akan tahu kalau mereka hanya beri makan siang..
..untuk hari-hari spesial seperti Selasa Taco.
Dan hari ini bukan salah satunya.
Ya, ya, ayo.
Masuklah ke mobil. Kita berangkat.
Kita akan beli makan siang di jalan.
Ayolah.
Maaf kami terlambat. Kami..
Maaf. Permisi. Baiklah./ Dadah./ Dah. Sampai jumpa.
Kami agak terlambat./ Hai.
Mereka ini anak-anakku.
Mereka kelas 3./ Kelas 4.
Mereka di.. untuk.. Mereka...
Siapa nama gurumu? Wanita yang punya rambut?
Nona G, maksudmu?/ Ya, mereka berada di kelas Nona G.
Apa kau punya surat dokter?
Tidak kami hanya...
..terlambat gaya lama.
Kalau begitu kau harus tandai kalau mereka berdua terlambat.
Ayah!/ Bukan, ini salahku.
Ini karena aku. Ini salahku.
Aku sedang baca sesuatu di koran.
Aku lupa soal makan siang mereka.
Tahu-tahu sudah jam 8.
Jadi...
Aku minta maaf.
Buka begitu aturannya.
Terlambat.
Tidak.
Sekarang jam 8.07.
Ini belum terlambat, hanya 7 menit.
Apa kau tak pernah terlambat..
..untuk makan siang atau semacamnya?
Ini bukan masalah besar, hanya.../ Hai-hai..
Maaf kami terlambat!/ Tak masalah, Terry.
Selamat datang, Alexander.
Hei, Alex./ Oke, kemarilah.
Kemarilah, sobat. Oke. Maaf, sobat.
Aku minta maaf./ Ada apa dengan orang ini?
Alex menderita epilepsi.
Dia selalu ada di dokter.
Ayah sangat menyayangimu.
Hai./ Hai, apa kabar?
Hei, apa kabarmu?/ Hai.
Aturan mereka sangat ketat, ya?
Ya, mereka cukup baik pada kami..
..tapi sangat tergila-gila soal keterlambatan./ Benar.
Aku Terry. Alexander ada di kelas..
..dengan Billie dan Mose./ Ya, ya.
Aku tahu. Ya, aku Andy./ Ya, ya..
..kita bertemu di Malam-Kembali-ke-Sekolah..
..tapi tak sempat.../ Benar.
Hai.
Jika aku melampaui batas, beritahu aku.. tapi..
..Billie bilang padaku soal putra kecilmu, Alexander.
Aku turut sedih mendengarnya. Itu sungguh kasar.
Aku punya..
Astaga. Maafkan aku.
Tak apa-apa. Aku...
Aku baik-baik saja.
Maafkan aku./ Tidak, aku tak apa.
Tunggu sebentar./ Aku baik-baik saja.
Ini. Ini./ Semua ini membuatku kesal. Aku seorang aktor, jadi..
Itu tisu bersih./ Terima kasih. Itu...
Terima kasih. Aku seorang aktor, jadi semua emosiku..
..seperti ini./ Tentu, ya.
Apa kesibukanmu?
Dari banyak hal..
..kebanyakan desain grafis.
Kau tahu itu, ya./ Tentu. Itu sulit.
Aku mengerjakan desain grafis saat sedang tidak ada pemotretan..
..dan akhir-akhir ini aku tak pernah memotret apapun.
Ya ampun. Astaga. Kau menangis lagi./ Tak apa.
Ini sungguh memalukan./ Tentu tidak.
Lihatlah.
Ada dua di situ./ Bagus sekali.
Sekali lagi, itu bersih./ Terima kasih.
Aku baru saja... Aku sudah libur sejak suamiku meninggalkan kami.
Aku turut sedih mendengarnya. Itu.../ Terima kasih.
Sudah berapa lama?
Tiga tahun.
Tiga tahun?!/ Ya.
Dia hanya menjenguk Alex sekali..
..sejak dia pergi./ Dalam 3 tahun?
Ya. Apa kau bisa percaya itu?
Itu sungguh.. Maaf.. Aku tak mengenalnya..
..tapi dia orang bodoh.
Ya. Terima kasih.
Sungguh bodoh.
Ya./ Ya. Semua kondisi ini..
..terlalu berlebihan untuknya.
Tapi Alex dan aku baik-baik saja.
Kami tetap bahagia dengan semua yang terjadi.
Kami mendapatkan pengobatan yang tepat untuknya.
Dokternya A++.
Itu bagus./ Tapi...
..ini seperti, tiba-tiba ada yang tanya soal kabarmu..
..lalu kau menangis saat mengantar./ Ya.
Baiklah..
Sebenarnya aku..
..punya masalah yang sama.
Agak sama.
Oh?/ Ya, ya.
Naomi dan aku.. Ya../ Tidak mungkin.
Benar./ Apa karena itu dia tak hadir di Malam-Kembali-ke-Sekolah?
Ya, begitulah.
Dia.. menemui seseorang.
Oh?/ Ya.
Bantuan profesional.
Sedikit masalah soal obat-obatan.
Masalah kecanduan.
Kau tahu, dia..
..dia memakai obat-obatan, jadi.../ Kokain.
Bukan, bukan.
Bukan.
Bukan. Obat-obatan resep.
Aku suaminya. Dan aku tak tahu itu.
Ya?
Tidak. Maksudku, apa pendapatnya tentang aku?
Aku tidak... Apa ini keterlaluan?
Karena aku... Haruskah aku.../ Tidak. Ya Tuhan, tidak.
Tapi, yang benar saja./ Tidak, ayolah.
Aku orang yang seharusnya tahu soal itu..
Maksudku, katakanlah, apa aku menyangkalnya?
Apa aku bodoh? Entahlah.
Ya, ya.. Mau duduk?
Mari kita duduk. Tentu saja.
Mungkin dia hanya ingin rehat sejenak, kau tahu?
Rehat dariku. Kau tahu?
Kau sebaiknya berkunjung sekali-kali ke pusat rehab.
Itu seperti Four Seasons.
Menurutmu siapa yang akan bayar semua itu?
Ya, dia mengambil langkah menuju pemulihan.
Itu bagus, kan?
Adanya keluarga, bisa atasi semua itu.
Ya, aku tahu. Tapi dia tak memberitahuku.
Aku tak tahu. Dia tak memberitahu..
..apa yang dia alami, dan sekarang aku yang jahat.
Aku beritahu... kau orang yang mudah diajak berbincang.
Ada yang pernah bilang begitu?
Terima kasih. Itu sungguh...
Bagaimana nadanya saat dia bicara dengannya?
Tiap aku telepon, mereka tak izinkan.. Aku tak bisa menemuinya.
Mereka tak izinkan aku bicara dengannya. Aku tak tahu mengapa.
Ini saranku, ya, teruslah mencoba.
Ya./ Terus telepon dia.
Aku harus pergi.
Semoga beruntung./ Terima kasih.
Jaga dirimu, Andy./ Ya, tentu.
Aku mendukungmu./ Oke.
Terima kasih./ Baiklah.
Maafkan aku karena tak ada lagi di situ untukmu.
Maafkan aku, ya?
Aku hanya ingin bilang semoga kau dapatkan...
..bantuan yang kau butuhkan.
Aku akan ada di sini untukmu. Dan aku rindu padamu.
Halo?
Naomi?
Halo? Naomi.
Oke. Baiklah.
Aku tahu ini kau.
Anak-anak bilang padaku..
..kau telepon mereka sepulang sekolah, jadi aku pulang untuk bicara padamu.
Oke.
Aku tahu kau takkan bicara apapun.
Itu tak apa, aku saja yang bicara.
Oke?
Kemarin aku datang untuk bertemu denganmu.
Aku yakin kau tahu itu.
Dan aku telepon setiap hari dan tinggalkan pesan.
Aku tak tahu, apa kau sudah menerimanya atau belum.
Sebenarnya, aku cukup yakin kau terima pesanku, tapi..
Aku hanya ingin katakan sesuatu, oke?
Aku ingin katakan..
..aku minta maaf karena tak ada waktu lebih untukmu..
..bahkan tak tahu untuk lebih banyak ada di sana.
Aku tahu hal-hal aneh di antara kita akhir-akhir ini..
..dan segalanya tak berjalan baik..
..dan aku mengabaikannya.
Aku telah terkungkung dalam galeri..
..dan semua yang terjadi di sana..
..semakin memburuk.
Dan aku telah ada di duniaku sendiri.
Aku tahu itu.
Dan aku minta maaf. Maafkan aku.
Semoga kau dapatkan bantuan yang kau butuhkan.
Dan aku ada di sini kapanpun kau siap.
Aku ada di sini.
Oke? Aku di sini untukmu.
Anak-anak begitu merindukanmu.
Dan aku merindukanmu.
Naomi.
Baiklah. Aku mengerti.
Kau takkan..
..kau takkan katakan apapun. Itu tak apa.
Kau bisa..
..telepon balik untuk anak-anak, dan..
Aku takkan menjawab.
Aku janji takkan angkat teleponnya, oke?
Oke. Baiklah.
Aku menyayangimu.
Oke.
Bisakah kau jelaskan kenapa tak mau bicara padaku?
Astaga.
Baiklah, perhatikan ini.
Hai, kalian di mana? Aku pergi.
Tapi kau harus menekan tombol di atasnya.
Hei, hei./ Aku tahu.
Jangan di dalam./ Aku menekannya.
Sekarang gerakkan, seperti, mengelilingi lampu.
Turunkan. Ayo./ Oke, perhatikan.
Oke, baiklah.
Ayo pergi. Siapa yang memberimu benda itu?
Ayah dan Ibu. Natal sebelumnya.
Oh../ Billie.
Ayolah./ Ya Tuhan./ Santailah.
Turunkan. Berikan remotnya kemari.
Kami sedang bersenang-senang./ Ayah harus pergi.
Billie! Berikan remotenya!
Ini gara-gara Ayah./ Billie!
Ada apa denganmu? Apa yang Ayah bilang?
Apa kau tahu berapa harganya?/ Itu bukan masalah.
Kami bahkan tak boleh menyentuh apapun di rumah ini.
Tentu saja. Kau baru saja dilarang menerbangkan..
..drone sialan itu di rumahku.
Akhirnya Ayah mengatakannya. Rumah Ayah.
Ini rumahmu!
Aku ingin Ibu. Ibu lebih menyukai kami daripada Ayah.
Benarkah? Ibu tidak di sini, kan?
Billie, Ayah minta maaf.
Ayah minta maaf karena telah meninggikan suara dan berkata kasar.
Tadi Ayah frustrasi.
Ayah berteriak. Seharunya tidak begitu.
Apa kau mau terima permintaan maaf Ayah?
Ayolah, Sayang. Ayah harus segera pergi.
Tali, bisa kau bukakan pintunya?
Apa seperti yang sedang kulakukan?
Bill, makanannya sudah tiba.
Ayah mohon. Sayang./ Pergilah!
Ayah pergi tiap malam!
Ayah harus bekerja!
Harus ada yang membiayai..
..anak-anak yang benci pada Ayah.
Tolonglah, Bill.
Bagaimana kalau Ayah di rumah saja malam ini?
Kita bisa menonton film bersama.
Bagaimana menurutmu?
Bagus sekali.
Ayah tak percaya kalian belum pernah menonton ini.
Memang bisa kami tonton di mana?
Surat transitku?
Bisa kupakai satu perjalanan.
Tak ada bedanya dengan taruhan kita.
Kau masih berhutang 10 ribu franc padaku.
Dan uang itu untuk membayar pengeluaran kita.
Pengeluaran kita?
Louis..
..menurutku inilah awal dari persahabatan yang indah.
Ayolah. Itu sempurna.
Jadi, bagaimana menurutmu?
Mereka bahkan tak berakhir bersama.
Sepertinya itu gila.
Ayah tahu. Itulah yang membuatnya jadi..
..kisah cinta yang bagus, paham?
Itu semacam...
.."manis-pahit" kehidupan, kau tahu?
Dengar..
..hubungan itu tidaklah mudah.
Bagaimana cara Ayah menghadapi banyak wanita dalam hidup?
Tidak terlalu baik, Kawan.
Tidak terlalu baik.
Ini sudah lewat jam tidurmu. Ayo pergi tidur.
Ayah?/ Ya?
Apa Ibu akan kembali?
Tentu saja.
Tentu Ibu akan kembali.
Mengapa kau tanya itu pada Ayah?
Aku hanya merasa begitu.
Ibumu sayang padamu..
..terlalu sayang untuk tidak kembali.
Tapi kita baik-baik saja, kan?
Benar.
Kita menjalaninya dengan baik.
Baiklah.
Bantu Ayah menggendong gadis tercantik ini.
Oke.
Ayah, bisa tolong tutup pintunya?
Ya, tentu./ Terima kasih.
Kemarikan, biar Ayah saja. Biar Ayah yang...
Aku baik-baik saja, Ayah.
Baiklah.
Apa kau punya makanan? Seperti hummus atau apalah?
Apa? Apa yang Ayah...
Halo?
Ada apa?/ Ini aku dan Jonny..
..dan kami punya kabar baik dan buruk.
Beritahu aku...
..kabar baiknya./ Baiklah.
Tidak, kabar buruknya dulu, oke?
Oke, baiklah./ Lupakan.
Beri aku kabar baik./ Jadi begini..
Ya, teruskan./ Baiklah.
Oke. Berita bagusnya.../ Tunggu dulu.
Bill, tunggu sebentar, ya./ Grace.
Ayah bilang apa?/ Bill.
Maaf./ Terlalu banyak anak.
Siapa yang bisa terus melacak?/ Ayah tahu.. Tunggu sebentar.
Hey, tunggu dulu.
Oke, silakan./ Oke, baiklah.
Kabar baiknya adalah putri Theresa Thompson..
..tak bertemu dan tak terima telepon dari siapapun.
Itu kabar baik?
Malam ini dia tampil di Hollywood. Dia seorang penyanyi.
Kami pikir kau harus ke sana dan bicara padanya..
..selanjutnya terserah padamu.
Datang begitu saja? Dia penyanyi seperti apa?
Itu..
..sepertinya semacam klub jazz.
Oh, keren.
Ya, aku bisa melakukannya.
Itu akan menyenangkan.
Oke, apa kabar buruknya?
Sebelumnya aku bicara pada Dev, dan...
..dia meninggalkan kita, Andy.
Aku menyesalkan itu.
Aku tak mengira itu terjadi.
Apa yang sebenarnya dia katakan?
Kenapa dia tidak meneleponku?
Dia gugup. Dia masih muda.
Pertunjukan pertama selalu sulit, Cy.
Kita sudah menjual jutaan kali.
Kita bekerja keras untuk anak itu..
..lalu dia tinggalkan kita begitu saja?
Apa kau beritahu dia soal iklan..
..yang kita munculkan di L.A. Times?
Aku memberitahu soal itu.
Tapi dia bisa salahkan siapa atas karya yang tak terjual? Dirinya sendiri?
Dengar, datanglah ke klub jazz itu..
..bicaralah dengan Lola Thompson.
Aku mengenalmu.
Aku yakin kau bisa mewujudkannya.
Ada apa?
Tak ada.
Sama sekali tak ada masalah.
Ayah harus pergi ke acara malam ini.
Klub jazz. Temui penyanyi itu.
Ini soal kerjaan.
Seharusnya itu klub jazz yang sangat keren.
Kau mau ikut?
Tempatmu sungguh luar biasa.
Kursi ini, apa masih baru?
Tidak. Aku beli sekitar setahun lalu.
Sungguh/ Tapi, Ayah tak pernah datang.
Tak mungkin. Ayah selalu datang.
Oke, baiklah./ Sungguh.
Bagaimana menurutmu? Kau dan Ayah..
..kita pergi malam ini ke kota.
Kau dan Ayah, jalan-jalan ke kota.
Mulai jam 10 malam. Itu akan menyenangkan.
Seharusnya ada sushi yang enak di sana.
Jam 10 agak sulit bagiku akhir-akhir ini, Ayah.
Itu benar./ Ya.
Maaf, kau benar./ Ya.
Kau akan makan apa nanti malam?
Kenapa kau tidak.../ Halo, keluargaku.
Hai, Pete. Apa kabar?
Hai, Andy./ Hai, Sayang.
Terima kasih banyak telah mengajaknya berbelanja.
Aku senang tak harus pergi.
Tentu./ Benarkah?
Ya, aku bilang begitu.
Kau terlihat cantik./ Aku?
Ya./ Kau gila.
Tentu tidak.
Aku juga membeli Greek Yogurt dari toko favotirmu.
Benarkah?
Dan frozen yogurt yang enak.
Lezat.
Andy, harusnya aku tahu kalau kau masih di sini.
Aku akan beli lebih banyak kebab.
Tak perlu begitu. Aku..
Aku akan beli sesuatu untuk dimakan di jalan.
Hari ini sungguh menyenangkan.
Tunggu.. Tidak.
Ini dia./ Tidak. Di sinilah dulu.
Tunggu. Ayah, kenapa kau tidak di sini dulu?
Kita bisa coba makanannya dulu.
Ada banyak makanan./ Tidak, tidak usah.
Tak apa. Sungguh.
Baiklah.
Baiklah, selamat bersenang-senang.
Tak perlu khawatir. Ayah baik-baik saja. Terima kasih, Anak-anak.
Sampai jumpa./ Sampai nanti, Pete.
Loket di sebelah sana./ Baiklah.
Terima kasih.
Apa kabar? Apa ini pertunjukan Lola Thomson?
Tunggu. Apa kau...?
Lola..
Apa kau bersamanya? Atau..
Apa dia akan tampil..?
Seharusnya begitu./ Tunggu.
Ya.. mungkin.
Sepertinya.
Ya, sebenarnya, Lola Thompson..
..dia ada di sini./ Itu dia.
Baguslah. Lalu apa?
Apa kami bisa../ Harganya $20.
Ini dia./ Ya.
Tapi $25 kalau non-tunai.
Tidak. Kami...
Ini dia. Bayar tunai.
Dan inilah "malam karya feminis".
Nikmatilah.
Wanita mendukung wanita.
Aku sudah alami saat-saat luar biasa.
Aku merasa datang bulan kita akan..
..disinkronkan semua malam ini.
Terima kasih banyak. Aku pergi dulu ya..
Kalian luar biasa.
Nikmatilah sisa malammu. Aku harus berhenti putus asa.
Ayo serahkan saja pada Lola Thompson!
Seseorang memberiku bunga.
Ini../ Permisi. Lola?
Hai.
Hai./ Pertama-tama..
..tadi itu pertunjukan yang sangat menarik.
Aku belum siap untuk itu.
Tapi itu bagus./ Terima kasih.
Andy Goodrich./ Terima kasih.
Senang bertemu denganmu, Andy./ Ya.
Aku berharap kita bisa...
..ngobrol sebentar.
Aku sedang mau pergi tadi, jadi..
Aku pemilik Galeri Goodrich, di sini di L.A.
Oke. Ya.
Aku ingin tahu apa kita bisa mengobrol soal ibumu Theresa.
Maksdunya Ibumu, koma, Theresa..
..bukan Bunda Teresa./ Aku paham itu.
Maaf sekali..
..tapi aku belum bilang pada orang-orang.
Ya./ Kau tahu? Aku butuh..
..waktu sebentar untuk memikirkannya.
Ibuku baru saja meninggal.
Aku mengerti. Sungguh.
Aku hanya ingin memberitahu..
Aku sangat menyukai karya ibumu..
..sekitar beberapa dekade..
..dan dia tidak ditemukan hingga..
..sangat terlambat dalam karirnya.
Ya, dia beruntung.
Dia selalu berkata, "Jika kau seorang pelukis wanita.."
"..kau sudah..."/ "Sudah mati.."
"..sebelum kau menghasilkan uang."
Ya, aku tahu.
Dia juga mengatakan itu padaku.
Kau tahu? Aku ingat saat pertama kali..
..aku temukan hasil karya ibumu.
Segera kubeli benda kecil yang bagus ini..
..dan aku sangat ingin mewakilinya..
..tapi dia sudah pergi.
Aku beritahu, inilah yang sepertinya kita lakukan:
Kita naikkan namanya..
..lalu itu akan meningkatkan nilainya..
..tapi dia pantas mendapatkannya, kuberitahu..
Maaf.
Pikiranku melayang begitu cepat.
Aku sangat bersemangat bicarakan ini./ Oke.
Bagaimana aku tahu kau takkan memasukkan nama ibuku ke pameran..
..lalu kau sandingkan dengan pelukis kulit hitam lainnya?
Ini perentasi tunggal. Dengarlah..
Aku tahu kami hanya galeri butik kecil..
..tapi ini demi keuntunganmu.
Semua orang akan mendekat..
..jika kau belum lakukan itu.
Apa kau sudah melakukannya?
Tak ada pria lain dalam acaraku malam ini.
Kuhadiri setiap malam karya feminis yang harus kudatangi.
Oke.
Hal terakhir sebelum aku melepaskanmu.
Di tempat lain..
..kau hanya akan menjadi satu dari..
..10 atau 20 pewaris lukisan.
Kau hanya akan masuk dalam daftar-tugas sutradara seni.
Jika kau ikut denganku, kau bisa mengandalkanku.
Ini hari yang sungguh panjang..
..dan saat ini aku hanya ingin mandi air panas, jadi..
Aku akan datang ke galerimu./ Keren.
Dan kita akan bertemu secara lebih formal.
Itu lebih dari apa yang aku tawarkan pada siapa pun.
Itu keren.
Dan ya, masih ada lukisan lain.
Berapa banyak?
Aku bercanda.
Oke, kostum Halloween!
Ayo kita mulai.
Kalian tahu mau barang seperti apa?
Bisakah kita memecah belah dan menaklukkan?
Bagus.
Lagi pula, apa yang kubilang tadi?
Kau pecundang./ Ya.
Bukan aku yang bilang, aku yang bilang.
Kau bukan pecundang./ Baiklah.
Ada yang bilang, waktu sembuhkan semua luka, tapi..
..aku hanya diam, menunggu, dan tak ada kesembuhan.
Kau tahu?
Keluar dari sana, bung.
Lihat lebih banyak dunia luar. Lihatlah dirimu.
Pria baik dan tampan..
..ayah yang hebat.
Kuatkan dirimu untuk hadapi semuanya, bung.
Ayolah./ Terima kasih, Andy.
Bagaimana dengan proses rehab?
Tidak bagus.
Masih belum ada kabar dari Naomi.
Entahlah. Aku benci itu.
Aku mampir ke rumah putriku dan suaminya..
..beberapa hari yang lalu.
Dan itu terasa sungguh aneh.
Itu membuatku merasa begitu..
..kesepian, sebenarnya.
Ya.
Ya, kesepian./ Ayah! Ayah ayah!
Lihat kostum Boba Fett ini!
Keren!
Ada jetpack-nya dan pelindung lengan..
..dan sabuk amunisi!
Astaga, ini sangat hebat.
Kau tahu, kawan? Harganya agak mahal.
Ayah yakin kita bisa dapat yang lebih bagus.
Baiklah.
Menurutku tidak.
Aku suka itu. Temuan bagus.
Temuan yang luar biasa. Masukkan ke tas belanja.
Ya./ Kita bawa pulang./ Jangan.
Andy, itu tak perlu./ Tak apa, aku yang traktir.
Jangan../ Lupakan itu.
Jangan terlalu dipikirkan./ Kami mau cari yang lain saja.
Ini hanya sekali pakai./ Itu bukan masalah.
Jangan...
Terima kasih. Kau baik sekali.
Apa kau pernah terpikir..
..untuk beritahu yang sebenarnya pada anak-anak soal Naomi?
Aku yakin mereka punya firasat.
Mereka sangat intuitif, kau tahu?
Mereka hanya tahu sedikit, tapi mereka sangat paham itu.
Mereka lucu seperti itu./ Intuisiku bilang begitu.
Itu tampak seperti akhir dari sesuatu bagi mereka.
Maksudku, mereka masih percaya pada Peri Gigi.
Mereka bahkan tak suka jika daging menyentuh..
..sayuran di piring mereka.
Ayah, Ayah, Ayah, Ayah!/ Hei, ada apa?
Tebak, kita dapat apa?/ Oh tidak.
Karena waktuku 5 menit lagi.
Baiklah, aku akan jadi zombie gila..
..dan Mose akan jadi zombie alien.
Ini akan jadi luar biasa.
Oke, baiklah.
Sepertinya Ayah punya ide yang lebih baik.
Dijaili atau permen!
Siapa yang datang di sini?
Pak tua yang trendi dan señorita muda yang cantik.
Oh, lihat! Boba Fett!
Oke, kita balikkan.
Oke, tunggu. Aku mau tukar dengan permen yang ini.
Wah.. wah.. Lihat ini.
Ayah, sudah kuperiksa. Tak ada kacangnya.
Terima kasih./ Biar kuperiksa ulang.
Akan kuberi kau yang ini.
Doooor!/ Astaga.
Andy, kau membuatku takut.
Rumah ini luar biasa.
Ya. Terima kasih.
Ini rumah yang bagus./ Sangat bagus.
..nyaman, anggun, dan..
Ya./ ..sempurna.
Berapa lama Kau tinggal di sini?
Sejak 17? Bukan, 18 tahun.
Ya, 18 tahun.
Kau mau whiski?
Aku lebih seperti rosé fella, tapi ya, tentu,
Terima kasih./ Ini dia.
Aku beli ini tepat setelah perceraianku dengan Ann.
Oh, Ann.
Itu ibu dari putri sulungmu, benar?
Ya, benar./ Berapa usia pernikahan kalian?
14 tahun.
Dia juga berkecimpung di dunia seni.
Dia direktur Museum Seni Walton di pusat kota.
Ya.
Direktur museum. Itu pekerjaan besar.
Ya, benar.
Dia sangat mengenal dunia seni.
Dia cukup brilian, menurutku.
Yang mana itu menjelaskan..
..sebab dia meninggalkanku, tapi..
..sebenarnya hal ini baik.
Ya, seharusnya begitu.
Minuman itu berusia 31 tahun./ Apa?
Andy, kau gila?
Jangan sia-siakan ini untukku.
Aku bahkan tak tahu bedanya.
Kau akan tahu bedanya. Kau orang yang mengenali rasa sepertinya.
Dan tampaknya kau pria yang menikmati hal-hal bagus dalam hidup.
Pokoknya nikmati saja.
Memang seberapa sering aku harus..
..minum bersama peri?
Baiklah./ Apa itu bagus?
Bagus? Buruk juga?
Bagus..?/ Ya..
Sial!
Astaga!
Aduh..
Biar aku mulai dengan permohonan maaf.
Astaga!/ Bung. Itu tak masalah.
Aku hanya sudah keluar dari permainan ini cukup lama.
Tentu!./ Kupikir api yang menyala-nyala..
..musik yang seksi..
..dan whiski 30 tahun. Aku hanya..
Apa kupikir semua ini begitu romantis?/ Benar.
Jadi, aku bisa tahu bahwa, "Dialah orangnya.." tapi..
Izinkan aku bertanya. Apa aku terlihat seperti gay?
Begitukah?/ Aku sangat tak nyaman saat ini.
Tidak. Kuberitahu../ Pokoknya...
Senang bertemu denganmu.
Alex! Ayo pergi!
Kau tahu?
Asal tahu saja, aku terlalu muda untukmu.
Ya, bukan itu masalahnya.
Kau suruh aku keluar. Bertemu orang baru.
Ya, tapi bukan itu maksudku.
Bukan aku.
Whiski 30 tahun tadi.
Kau sungguh memalukan dengan kata-kata manja itu!
Kau agak mabuk. Itu tadi bukan masalah.
Tidak. Dalam hati aku berkata, "untuk hidup"..
..lalu aku meminum semuanya.
Ini sungguh memalukan.
Dan aku berpakaian seperti peri!
Alex! Kita harus pergi!
Santailah, bung.
Sungguh. Dengarlah.
Istriku sedang dalam rehabilitasi..
..bisnisku jadi kacau...
Ada pria menciumku.
Kau sungguh ingin tahu kebenarannya?
Itu tak terlalu menggangguku.
Anak-anak.
Boleh Ayah bicara pada kalian?
Anak-anak.
Apa Ayah berkencan dengan ayah Alex?
Tentu saja tidak.
Tak apa, kalau Ayah menyukainya. Tapi..
..aku harus bilang pada Ibu kalau ayah berkencan dengan pria.
Tentu.
Tentu. Hal ini dapat dimengerti.
Tapi tidak, kami hanya berteman.
Tapi, terima kasih karena sudah berpikiran terbuka.
Maksudku, aku tak yakin pada semua kata-kata Ayah.
Ayah bohong pada kami. Ayah dan Ibu bohong.
Ya. Kau benar. Kami berbohong.
Tak seharusnya kami lakukan itu.
Kami tak ingin kalian khawatir.
Tapi kami seharusnya jujur pada kalian.
Maafkan Ayah.
Jadi apa yang benar? Di mana Ibu?
Oke, baiklah..
..ibumu tak merasa seperti dirinya sendiri.
Jadi Ibu mulai melakukan hal untuk membuat dirinya merasa lebih baik.
Tapi ternyata semua itu bukanlah hal baik.
Karena dia wanita cerdas, dia putuskan..
..untuk pergi ke tempat yang banyak dokter di sana..
..dokter yang sangat hebat..
..untuk membuat Ibu merasa benar-benar lebih baik.
Apa rehabilitasi seperti itu?
Ya, semacam itu.
Ya, ini seperti saat kalian..
..merasa sakit..
..kalian pergi ke dokter. Paham?
Pada dasarnya sama, kecuali..
..untuk Ibu, itu butuh waktu sedikit lebih lama.
Apa ibu akan mati?
Tidak, tentu saja tidak.
Ibu akan baik-baik saja.
Bahkan Ibu akan lebih baik dari sebelumnya.
Apa itu sebabnya Ibu minum pil itu sepanjang waktu?
Apa karena Ibu merasa bukan dirinya sendiri?
Ya, Ayah tak tahu kalau kalian tahu itu.
Ayah hidup bersama Ibu, harusnya itu bukan rahasia.
Ayah berharap bisa secerdas dirimu.
Kapan Ibu pulang?
Ini butuh waktu cukup lama, kau tahu?
Ibu akan di sana agak lama..
..tapi begitu merasa lebih baik..
..ibu akan segera kembali bersama kita semua..
..bersama kalian.
Janji.
Ayah tahu itu takkan sama.
Maksudnya, Ayah takkan ke mana-mana.
Paham? Ayah di sini untuk kalian.
Oke./ Kay./ Kay.
Sempurna.
Apa kau mau lihat foto..
..di mana ibu berada?
Rasanya tidak.
Baiklah.
Aku mau.
Oke, coba lihat. Lihat. Kemarilah.
Bagus, kan?
Jadi, tawaran ketiga untuk tanda itu..
..lebih banyak dari yang pertama dan kedua.
Kita tak bisa lakukan itu sekarang.
Itu terlalu mahal.
Mungkin kita akan dapatkan salah satunya..
..kau tahu? Bendera-bendera yang..
Lupakan saja, itu ide yang bodoh.
Aku bahkan tak suka bendera itu.
Bagaimana kalau kita mengecat tandanya di jendela saja?
Itu mungkin terlihat keren, kan?
Baiklah, kami bisa kerjakan itu./ Baiklah. Kerjakan.
Siap, laksanakan./ Oke, baiklah.
Ini semua untukmu.
Beberapa surat yang kau kirim ke rehabilitasi Journeys..
Semuanya dikembalikan.
Layak untuk dicoba.
Aku ikut sedih.
Tidak, kami baik-baik saja. Tak ada masalah.
Kau mau bicara soal apa?
Kau bilang mau bicarakan sesuatu?
Benar, tapi..
..menurutku sekarang bukan saat yang tepat..
Tidak, ini saat yang tepat.
Nanti aku ada urusan. Kau mau bicara soal apa?
Baiklah..
Andy, betapa senangnya aku bekerja untukmu.
Kau dapat tawaran kerja lain.
Sebenarnya temanku sedang membuka galeri di Portland..
..dan dia ingin aku mengaturnya.
Aku hanya berpikir, dengan semua..
..yang terjadi di sini..
Aku sungguh-sungguh minta maaf.
Apa kau gila? Kau harus terima tawarannya.
Itu hal yang bagus untukmu.
Ya? Keren./ Ya.
Kuperintahkan kau untuk menerimanya.
Kau harus lakukan itu. Serius.
Itu pekerjaan yang bagus untukmu.
Terima kasih./ Selamat ya.
Terima kasih.
Hai, Lola. Kau datang.
Apa kau tahu yang aku pikirkan? Aku akan mengirim arsiparis..
..ke studio ibumu untuk buatkan katalog semuanya.
Untuk memberikan landasan akademik pada semuanya.
Kau tahu?
Itu semua untuk pelajar.
Aku suka itu./ Ya.
Bagian ini..
..begitu intens.
Istriku yang melukisnya.
Ya, kami sudah berpisah.
Maksudku..
Entah mengapa itu penting. Itu tak masalah.
Itu tak masalah.
Hai, maaf, Billie mau bicara.
Aku bilang padanya kalau kau sedang rapat..
..tapi dia bilang ini penting.
Tunggu sebentar. Aku terima telepon dulu.
Ya, tak perlu terburu-buru./ Ini putriku.
Sebentar saja.
Hai, ada apa?
Kau tak boleh menontonya.
Karena itu tontonan 13+, jadi tak boleh.
Tunggu. Maaf.
Jangan coba-coba. Ayah mau bicara pada Tali.
Ya.
Aku tak katakan itu.
Aku tak pernah katakan itu.
Pukul 6.30.
Aku sedang melakukan sesuatu.
Burger kalkun, ide bagus. Keputusan bagus, aku suka itu.
Ya. Lakukanlah. Oke. Dah.
Maaf.
Tidak masalah.
Berapa umur putrimu?
Sebenarnya, mereka kembar.
Umur mereka 9 tahun.
Sembilan?/ Ya.
Namun, sebentar lagi akan jadi dua digit.
Itu luar biasa./ Ya.
Usia emas./ Usia terbaik.
Ya.
Apa dia../ Dia sedang rapat.
Lihat, siapa yang datang.
Becca, bisakah kau../ Tentu.
Hai, Cy./ Halo, Sayang.
Lihat dirimu.
Kau tampak hebat.
Terima kasih. Kau juga./ Terima kasih.
Ya./ Bagaimana perasaanmu? Apa kabar dengan...?
"Dengan...?"
Bagus./ Bagus!
Tidak, aku baik-baik saja.
Baguslah.. bagus.
Dia terlihat sibuk, ya?
Ya, benar.
Ya...
Sepertinya dia lupa soal rencana pendakian kami.
Menurutku tidak begitu.
Tidak begitu menurutku. Putri Theresa Thomson..
..tiba-tiba muncul tanpa diduga..
..yang menurutku itu sangat menarik.
Pewaris ini bisa jadi jawaban atas doa-doa kami.
Akhir-akhir ini keadaan sedang buruk, jadi..
Sangat buruk..
Aku senang soal pendakian yang akan kalian berdua lakukan.
Ruang terbuka, udara segar.
Aku tahu dia butuh menjernihkan pikiran.
Tentu.
Maafkan aku.
Aku tahu aku ada sesuatu. Astaga.
Sesuatu.
Lola Thompson, ini putriku yang sedang hamil..
..dan sepertinya dia sangat marah padaku.. putriku, Grace.
Grace, ini Lola.
Senang bertemu denganmu./ Senang berkenalan denganmu.
Ayah, kita bisa jadwal ulang. Tidak apa-apa.
Tidak, tidak, jangan. Ayah akan selesaikan ini..
..dan kita akan pergi./ Kapan waktu kelahirannya?
6 pekan lagi.
Ini adalah saat yang paling ajaib.
Sebenarnya aku merasa sangat tak nyaman.
Bolehkah aku...?
Ya, tentu saja.
Putriku berumur 17 tahun.
Semuanya berlalu dalam sekejap mata.
Bukan begitu?/ Ya.
Tunggu sebentar, kau..
Aku akan adakan latihan pernapasan di rumahku besok malam.
Apa kalian sibuk? Maukah kalian datang?
Datanglah.
Ya./ Ya?
Ya, aku bisa belajar bernapas dengan lebih baik.
Cy menyebutkannya seolah aku harus tahu.
Ayah, apa yang terjadi? Kau sangat tertutup.
Ya, keadaanya tidak terlalu baik saat ini.
Galerinya, kami tak bisa bayar sewanya, dan..
Pelukis kami tidak terlalu "menjual". Entahlah.
Ini belum jadi tahun terbaikku.
Apa Ayah berpikir akan menutupnya?
Tidak, tentu tidak.
Akan Ayah coba usahakan.
Ya, jangan sampai. Ayah tentu bisa.
Ya.
Pewaris lukisan Theresa akan...
..akan besar jika kita bisa mendapatkannya.
Itu akan buat kita terkenal.
Entah mengapa, masalah ini sulit sekali.
Ayah melihat sekeliling kantor..
..dan, astaga, Ayah suka orang-orang ini.
Ayah benci jika harus melihat mereka luntang-lantung.
Jika mereka sampai harus mencari pekerjaan lain, itu menyakitkan bagi Ayah.
Biarku beritahu.
Dulu ada banyak orang dalam hidup Ayah.
Ayah punya pandangan yang bagus.
Tapi entah, mungkin Ayah kehilangan itu semua. Mungkin Ayah sulit dijangkau.
Tunggu. Ayah tak kehilangan apa pun.
Dan Ayah sangat terhubung dengan seseorang..
..kau tahu, kedewasaan./ Di usiaku.
Ya, benar./ Ya.
Aku mengerti.
Ya.
Masalahnya, Ayah belum siap untuk berhenti dari ini semua.
Ayah punya banyak hal untuk diberikan dan punya banyak ide..
..dan hal-hal yang ingin dilakukan.
Mungkin aku terlalu banyak berpikir akhir-akhir ini.
Kau tahu bagaimana kau melakukannya?/ Ya.
Kau naik ke sana dan.. Ayah punya istri yang tak mau bicara pada Ayah.
Ayah punya bisnis yang buruk.. Bisa kita duduk sebentar?
Tentu.
Pendakian ini sulit.
Apa? Jangan pandangi..
Sayang, kita belum sampai di sana.
Aku tidak sedang melihat. Tak ada yang aku lihat.
Tentu saja ada.
Ayah akan baik-baik saja. Ayolah.
Semuanya baik-baik saja.
Oke?/ Ini.
Jika hidup ini tidak menjatuhkanmu, berarti itu bukan hidup.
Ayah menyesal sudah cerita.. Oh, ayolah.
Seharusnya tak Ayah ceritakan semua ini padamu. Maaf.
Sejujurnya, tak apa-apa.
Sejujurnya, ini terjadi setiap saat.
Ayah hanya tak bisa mengendalikannya. Tak apa. Ayah janji.
Oke./ Aku tahu seberharga apa pekerjaan itu untuk Ayah.
Aku tak tahu harus berkata apa. Aku benci ini..
Aku benci melihat Ayah seperti ini.
Aku benci menjadi seperti ini.
Apa yang bisa kulakukan?/ Tak ada. Maksudnya, kita baik-baik saja.
Jangan terlalu dipikirkan.
Jangan menangis, karena jika kau menangis, Ayah yang akan menangis dan..
..kita di tempat alami, menangis.
Aku belum pernah melihat Ayah menangis.
Benarkah?/ Pernah, sekali.
Satu saat.
Aku benci itu.
Jangan lakukan itu./ Baiklah.
Sudah dicatat.
Ayah akan baik-baik saja.
Mungkin Ayah harus menangis.
Baiklah, jika ada waktu untuk menangis..
..inilah saat yang tepat./ Baiklah.
Segalanya tak terlalu bagus, tapi Ayah takkan menangis.
Tak akan./ Aku juga.
Ayah akan baik-baik saja./ Aku juga.
Ayah janji. Lihat Ayah.
Kita akan baik-baik saja, ya?
Jangan khawatir. Ayah akan baik-baik saja.
Ayah selalu baik-baik saja.
Ayo, kita mendaki..
..bukit ini, atau.. apalah.
Ayo, Oldie dan Preggers.
Ayah.
Maaf, maaf.
Oke.
Tahun berapa demam emas California dimulai?
Tahun berapa saat itu?
Apa itu.. tahun 1848?
Terima kasih banyak.
Bagus! Bagus!
Dan di mana itu pertama kali ditemukan?
Itu mudah.
Benarkah?/ Ya.
Apakah...
..Pabrik Sutter Mill?
Mose Goodrich, hadirin sekalian.
Terima kasih banyak. Ini dia.
Bagaimana perasaan kalian soal menginap berdua sekarang?
Sangat senang./ Sangat bersemangat./Aku juga.
Tapi apa yang akan Ayah lakukan tanpa kami?
Ayah? Pesta besar.
Pesta besar sekali. Ya, dapatkan yang Ayah inginkan.
Benarkah?/ Banyak orang, selebritis.
Ayah...
DJ.
Apa yang sebenarnya Ayah lakukan?/ Tidak.
Billie dan Ayah ada urusan.
Aku Billie.
Maksudnya, Gracie. Maaf maaf.
Kau di sini. Ini punyamu.
Ayo berangkat.
Wanita di bagian resepsionis itu membuat Ayah takut.
Dia membuat Ayah takut, sungguh.
Apa Ayah bawakan kukis chip cokelat?
Ya./ Kesukaanku?
Benar. Renyah di luar.
Enak, lengket dan lembut di dalam.
Apa aku juga dibawakan?/ Ya, tentu saja.
Kau dapat dua.
Aku dengar itu!/ Ayo, ayo.
Cepatlah.
Bernapas yang dalam membawamu ke vibrasi yang lebih tinggi.
Tarik napas dengan baik dan perlahan.
Perhatikan yang terjadi pada tubuhmu.
Rasakan stremu berkurang, kecemasanmu mencair.
Di sekitar dadamu..
..bahumu.
Rasakan itu.
Terasa. Aku merasakannya di sana.
Tarik napas melalui hidung..
..keluarkan melalui mulutmu.
Biarkan tubuhmu bergerak secara organik.
Sekarang, lakukan gerakan bahumu.
Lenganmu.
Sekarang, dagu ke dada, dan tahan.
Buka dengan napas.
Ya. Ayo teman-teman.
Keluarkan semua energi negatif itu.
Benar-benar keluarkan itu darimu.
Semua trauma itu..
..semua yang ada tubuhmu. Getarkan.
Aku gemetar.
Dan lepaskan.
Sekarang biarkan cahaya masuk.
Melalui jari kakimu./ Baiklah.
Ke dalam tempurung lututmu..
..pikiranmu..
..hatimu.
♪ Sanando, Sanando ♪
♪ Sanando, Sanando... ♪
Sekarang, tingkatkanlah.
Ayo.
Ya, begitu.
♪ Sanando... ♪
♪ Sanando, Sanando ♪
♪ Sanando ♪
♪ Sanando, Sanando ♪
♪ Sanando ♪
♪ Sanando, Sanando ♪
♪ Lihat ♪
♪ Kita menari ♪
♪ Di ujung dunia ♪
♪ Kita menari di tepi dunia ♪
♪ Kita menari ♪
♪ Sanando, Sanando... ♪
Aku ingin kau salurkan sebuah kata..
..yang menggambarkan apa yang paing kau butuhkan..
..dari dunia saat ini.
Kita semua akan teriakkan kata-kata kita pada saat yang bersamaan..
..dan lepaskan mereka./ Tolong!
Aku akan menghitung sampai tiga.
Maaf.
Bagaimana perasaanmu, Goodrich?
Luar biasa./ Ya?
Aku tak tahu kalau aku membutuhkan ini.
Ternyata, aku sungguh membutuhkan ini.
Sejujurnya, terima kasih sudah mengundang kami.
Ini sungguh, sesuatu.
Ya. Itu membuatmu bahagia./ Oh, baguslah.
Ya, aku ingin berbincang denganmu.
Aku sudah banyak memikirkan ini.
Aku menyukai gagasan bersama galeri butik..
..yang begitu memahami..
..dan memberi kami perhatian yang layak kami dapatkan.
Kau tahu? Dan yang lebih penting dari itu..
..aku sangat menyukai keluarga, dan..
..aku memperhatikanmu dan putrimu.. aku..
Itu sungguh menunjukkan padaku pria seperti apa kau sebenarnya.
Dan menurutkku, pria seperti itu..
..adalah tipe pria yang aku inginkan untuk..
..mewakili ibuku.
Ya ampun, wow. Itu bagus.
Terima kasih. Suatu malam di Topanga, tiba-tiba aku jadi suka memeluk.
Ini sungguh.. Aku tak mengira ini, aku sangat senang.
Sungguh senang./ Ya, aku juga.
Aku janji, kami akan lakukan yang terbaik untukmu.
Aku tahu kau akan melakukannya.
Aku bernapas dengan benar.
Aku kembali ke bisnis.
Tadi itu menyenangkan./ Ya.
Dan itu semua karenamu, kau tahu itu, benar?
Tentu bukan, tapi aku menerimanya.
Tidak, sungguh. Tadi itu menyenangkan. Terima kasih, Sayang.
Ayo lakukan sesuatu. Mari kita rayakan. Ayo.
Ini sudah larut. Ditambah lagi, bagaimana dengan anak-anak?
Apa Ayah tak harus pulang?/ Mereka sedang menginap.
Ayolah, kau mau kita ke mana?
Kau tak bisa minum?/ Tidak.
Oke, mari kita beli es krim.
Kau suka rasa mint chip.
Ya?/ Ya.
Oke, aku tahu toko kecil yang imut di Venice.
Kalau bergegas, kita bisa sampai sebelum tutup.
Ayo pergi.
Tunggu sebentar. Biar aku angkat dulu.
Halo, halo.
Tenanglah. Apa kau punya termometer?
Ya.
Oke, oke.
Aku akan segera ke sana.
Aku akan tiba dalam 30 menit.
30 menit tidaklah lama.
Kau ingin tetap di telepon denganku?
Semua akan baik-baik saja. aku sayang padamu juga.
Ini soal Grace.
Aku Grace.
Maksudnya Billie. Maaf.
Dia tidak enak badan. Bisakah...
..makan es krimnya kita tunda dulu nanti?
Ya.
Baiklah.
Ya.
Hei, Ann.
Andy. Hai.
Ya ampun, aku pasti datang terlalu awal.
Grace tak memberitahuku kau akan datang.
Baiklah, aku dan anak-anak membuat kue..
..dan kami baru saja menurunkannya.
Apa kabarmu?
Aku.. kau tahu...
Tidak, aku minta maaf.
Grace bilang. Aku..
Aku bersimpati untuk Naomi.
Ya, baiklah. Terima kasih.
Terima kasih. Ya.
Hei, selamat.
Kau sudah sukses sekarang. Itu pameran yang sangat bagus.
Bagus sekali./ Ya.
Ya, terima kasih./ Ya.
Aku sangat sibuk. Aku bepergian tanpa henti..
..kegiatan yang tak begitu kusukai lagi..
..tapi aku tak mau terlalu sibuk kalau nanti bayinya sudah lahir.
Ya, tentu saja.
Ya./ Ya.
Ngomong-ngomong, apa kabarmu?
Kau belum jawab tadi.
Kau tahu? Sungguh mengejutkan.
Aku baik-baik saja.
Kau selalu baik-baik saja.
Itu tadi pujian.
Tidak seperti pujian, tapi itu tak masalah.
Tunggu, kau dapat lukisan Theresa Thomson.
Ya, benar./ Oh, wow..
Itu yang utama. Ya./ Ya, itu bagus.
Itu bagus. Ya, ya.
Menurutku aku telah membuatmu tertarik padanya.
Menurutku tidak.
Kenapa kau tidak di galeri? Sekarang hampir jam 11:00.
Ini pasti pertama kalinya begitu.
Entahlah, pergi belanja kebutuhan.
..mengantar anak-anak sekolah, datang kemari.
Kau berbelanja?
Ya ke pasar. Aku pria pasar sekarang.
Jika kau datang lebih awal..
..mau beli kopi dulu atau apalah?
Jalan-jalan?
Ayo, katakan 'ya' sebelum..
..pikirkan alasannya.
Oh, wow. Baiklah.
Sangat menakjubkan./ Dia masih menyimpannya.
Pernahkah kau terpikir soal...
Biar aku bertanya.
Apa pendapatmu tentang Pete?
Pete orang hebat./ Benarkah?
Ya./ Tidak, aku suka Pete.
Hanya saja, Grace itu lucu sedangkan Pete tidak.
Tapi Pete itu baik, lho..
Tapi, ya, siapa peduli?
Dia akan jadi ayah yang hebat./ Mungkin kau benar.
Grace itu hebat. Ya Tuhan, dia luar biasa.
Kau bilang begitu seperti baru pertama bertemu saja.
Bukan begitu, tapi kita sudah habiskan waktu bersama.
Itu...
Kau melakukannya dengan baik, Ann. Sungguh.
Kau selalu bersedia..
..berikan apapun untuk keluarga.
Terima kasih. Aku mengagumi itu. Sungguh.
Kau tahu, itulah bedanya antara aku dan kau.
Aku tak pernah anggap itu menyerah.
Ann. Di sini kau rupanya.
Andy, ini Barry Klein.
Senang akhirnya bisa bertemu denganmu.
Senang bertemu denganmu./ Itu benar.
Kami mau ajak Grace makan siang, barangkali kau mau ikut.
Sebenarnya aku mau ikut, tapi aku harus ke galeri..
..karena ada hal yang harus aku kerjakan.
Tapi aku akan menemuimu..
..saat Natal di rumah Grace, ya?
Sebenarnya, kami akan liburan ke New York.
Perjalanan singkat sebelum melahirkan.
Tidak bisa mengalahkan kemeriahan Natal di kota, ya?
Tidak, kau takkan bisa.
Pasti itu akan jadi liburan yang indah dan hebat.
Terima kasih. Boleh kami permisi?
Ya.
Jaga dirimu, Andy.
Hei, itu bagus, anak-anak.
Lola Thompson datang.
Oh, sudah datang?
Oke.
Jelas bukan Swiss Mocha, aku bisa bilang begitu.
Oke.
Warna putih bisa membuatmu gila. Putih saja.
Cukup Putih. Oke./ Itu warnanya.
Kau datang lebih awal. Tak apa.
Itu hal yang baik.
Tim PR belum datang..
..dan aku punya banyak hal untuk dibicarakan denganmu.
Pertama, mari temui anak-anakku.
Ya, Andy. Tunggu.
Aku datang lebih awal karena harus bicarakan sesuatu denganmu.
Baiklah.
Ya, sulit untuk katakan ini.
Ini bukan masalah pribadi, ya?
Baiklah./ Aku mau kau tahu itu.
Sebaiknya kukatakan saja, sepertinya.
Aku memberikan warisannya pada galeri lain.
Satu di New York.
Mereka terbang ke sini, dan mereka..
..mereka sudah membuat antrean pembeli dalam jumlah besar..
..menjanjikanku pameran di banyak kota.
New York, London, Paris.
Kami bahkan diterima di Basel.
Ya. Tunggu sebentar.
Apa ini kesepakatan finalnya?
Ya, benar.
Aku baru saja menandatangani kontrak, dan...
..kau tahu, kita tak punya kontrak, jadi...
Tidak, kita tak ada kontrak.
Kami tak punya kontrak karena yang kami pegang hanya..
..kata-katamu.
Andy.
Biar aku bertanya.
Semuanya tentang..
..keluarga dan sebagainya, apa semua itu?
Tentu itu semua benar.
Ini bukan langkah yang mudah bagiku.
Aku tidak mencari mereka.
Mereka mengejarku.
Tawaran itu...
Itu uang yang sangat banyak, Andy.
Aku orang tua tunggal berusia 50 tahun.
Aku tahu../ Ayah, tolong!
Alex!
Permisi.
Aku mencari Alexander Koch.
Dia masuk sekitar 1 jam yang lalu. Aku ayahnya.
Oke, kamar 702, ujung lorong ke kanan.
Oke, terima kasih.
Aku sedang syuting di Burbank.
Ini yang terjadi. Kejangnya ringan.
Tadi dia terjatuh./ Ya, ya.
Oke, jadi begini rencananya.
Mereka akan merawatnya dulu malam ini..
..sekadar memastikan dia tak lagi alami episode kejang lainnya, ya?
Ya./ Begitu dia membaik..
..mereka akan memulangkannya esok pagi..
..dan semua akan baik-baik saja.
Dia anak yang hebat.
Dia begitu berani saat dahinya dijahit.
Dia pasti ketakutan. Tak percaya aku tak ada di sana untuknya.
Ayolah, jangan salahkan dirimu sendiri.
Dia akan baik-baik saja. Sejujurnya, tak usah khawatir soal ini.
Maaf karena telah alihkan pandanganku darinya.
Tidak. Astaga. Ayolah.
Kau ada pameran ya?
Ya. Menjadi tamu di opera.
Itu bagus./ Ya.
Bagaimana kabarnya?/ Bagus.
Baiklah, bagus./ Aku sudah menyelesaikannya.
Kau ingin teh atau sesuatu? Kopi?
Tidak, tidak usah./ Kau yakin?
Tidak, kau harus pergi. Sudah terlambat. Kau harus..
Tidak, aku akan di sini bersamamu.
Tidak. Terima kasih. Aku baik--baik saja./ Oke.
Oke, baiklah.
Baiklah.
Jangan khawatir, dia akan baik-baik saja.
Jangan khawatir.
Kau terlihat khawatir. Kemarilah.
Ya, begitu./ Terima kasih.
Baiklah. Tenang saja, kawan.
Oh ya, tidak. Baiklah, maaf.
Hai./ Apa kabar?
Terima kasih sudah datang.
Tak akan lewatkan ini./ Terima kasih banyak.
Majulah./ Terima kasih.
Hei, Doc./ Aku sayang padamu, bung.
Terima kasih, kawan.
Ed, kau datang./ Aku tak percaya ini.
Aku tak percaya Goodrich akan tutup.
Hai.
Nah, ini dia.
Ya, akhirnya./ Bagaimana perasaanmu, bos?
Rasanya seperti aku keluar dari tubuhku.
Siapa yang undang akuntan itu?
Astaga, lihat dia.
Ya, halo.
Aku akan naik dan ucapkan beberapa patah kata.
Ya, baiklah. Dengarlah..
Aku sayang padamu, sobat.
Aku juga, sobat.
Aku tak bisa melalui ini tanpamu.
Aku ingin kau tahu itu.
Pertama..
..aku hanya ingin berterima kasih untuk semua yang hadir malam ini.
Ini adalah malam yang istimewa.
Menyedihkan, tapi begitu penting bagiku.
Ini sungguh penting.
Umat Buddha berkata, pada akhirnya..
..hanya ada 3 hal yang penting:
..seberapa besar kau dicintai..
..betapa lembut kau jalani hidup..
..dan betapa anggunnya..
..kau melepaskan semuanya..
..yang bahkan bukan benar-benar ditakdirkan untukmu.
Aku belum menjalani hidup selembut itu.
Dan kurasa semua tahu..
Aku agak sulit melepaskan sesuatu.
Tapi kemudian ada cinta.
Ya. Bung.
Dan cinta, maksudku..
..aku merasakan begitu banyak cinta malam ini.
Dan harus kukatakan, aku mencintai galeri ini..
..astaga, dengan semua yang telah aku dapat.
Kau tahu? Saat kau melihat sesuatu dengan matamu..
..seperti saat anak-anak sekolah..
..menyeberang jalan..
..mungkin akan turun sedikit hujan..
..atau ada matahari pagi itu..
..yang masuk melalui jendelamu..
..dan mengenai semangkuk buah di meja dapurmu..
Atau lebih baik dari itu..
..senyum di wajah putrimu.
Kau tahu, kau..
..kau memejamkan mata dan berpikir..
"Aku harus mengingat ini."
Sebab, saat itu..
..itu adalah sebuah karya seni.
Itulah seni.
Ya ampun. Baiklah.
Ya, ini perjalanan yang panjang.
Tapi ini adalah perjalanan hidupku.
Terima kasih sudah datang.
Semuanya datang pada akhirnya.
Ayah.
Itu benar.
Senang sekali bertemu semua orang.
Sejujurnya, itu bagus, tapi..
..sungguh, aku merasa menjadi tamu di pemakamanku sendiri..
..kau tahu?
Jika Ayah bertanya padaku..
..menurutku sebenarnya ini hal yang sangat bagus.
Sungguh?/ Ya, seperti babak baru.
Ya, mungkin.
Aku akan lebih sering bertemu anak-anak..
..sedikit berpergian.
Bahkan mungkin ikut kelas tango.
Dan Ayah akan jadi seorang kakek.
Ayolah, Goodrich, itu hanya sebuah kata.
Oke. Aku harus duduk.
Jangan khawatir Ayah.
Aku mengerti.
Sayang../ Tak perlu membantuku.
Sayang, kau tak perlu selalu menjebakku di setiap kesempatan.
Bagus sekali, terima kasih.
Kakek./ Ya.
Kakek itu seperti laki-laki dengan alis lebat..
..dan tongkat jalan serta jaket wol.
Aku seperti pria tua di film Up.
Dengar, aku tahu percakapan ini akan merugikanku..
..pada titik tertentu, kita juga bisa..
..menghapus itu dari transkrip..
..dan bahwa Ayah sungguh..
..bersemangat atas kelahiran bayi itu.
Kata "gembira" sungguh terlintas di benak Ayah.
Ini.
Entah apa Ayah sadar bahwa aku sedang hamil besar.
Kau baik-baik saja.
Kau sudah sepenuhnya dewasa.
Kau akan baik-baik saja. Percaya pada Ayah..
Ayah telah melalui cukup banyak kehamilan.
Ayah tahu.
Minumlah bersamaku.
Berbicara tentang menjadi ahli di bidang ini..
..aku ada janji terakhir dengan dokter..
..sebelum natal besok..
..dan jadi agak tak nyaman untuk berkendara.
Ibu di New York dan Pete harus bekerja, jadi..
Sekarang../ Aku ingin tau apakah Ayah..
Ayahmu yang tua ini sangat bersedia mengantar.
Ayah akan mengantarmu.
Dengan senang hati.
Kau bercanda? Aku tak sabar lagi.
Terima kasih sudah datang malam ini, Sayang.
Aku tahu, tapi tetap saja..
..itu bagus./ Ayolah.
Ayah tahu? Sepertinya ini adalah..
..akhir dan masa kejayaanku juga.
Krisis paruh baya ini..
..tidaklah mudah, asal kau tahu saja.
Aku tak sadar ternyata Ayah berencana hidup sampai 120 tahun.
Kumohon jangan, ya?
Sepertinya aku takkan mampu untuk bayar biaya terapinya.
Itu bagus, 120 tahun.
Astaga.
Haleluya.
Selamat natal.
Kau pulang.
Ya, aku sudah selesai.
Jadi aku keluar.
Ya Tuhan, sepi sekali. Mana anak-anak?
Mereka berkumpul di rumah teman mereka.. Alex.
Ya, aku mengenal ayahnya, sedikit.
Aku tak sabar bertemu mereka.
Dengar, aku minta maaf. Seharusnya aku telepon dulu.
Aku hanya..
Aku tidak..
Aku tak tahu betul apa kau ingin bertemu denganku.
Maksudku, aku tahu 90 hari sudah selesai..
..karena aku dapat pengingat kecil di ponselku..
..yang mati, jadi..
..tentu aku ingin bertemu dengamu.
Andy..
Kenapa kau harus melakukannya seperti itu?
Aku akan membantumu.
Aku tak tahu harus berbuat apa lagi.
Kau tahu, aku sungguh takut. Sungguh takut.
Dan aku tak meninggalkan keluarga kita.
Aku harap kau tahu itu.
Aku tahu itu.
Aku hanya tak ingin mereka melihatku seperti ini.
Aku tahu./ Aku tak mau mereka berpikir begitu soal aku.
Aku tahu itu.
Aku tahu itu./ Baiklah.
Maafkan aku, Naomi.
Itulah hal paling sederhana untuk diucapkan, tapi...
..ini adalah..
..pertama kalinya aku punya kesempatan untuk mengatakannya..
..sambil benar-benar menatapmu.
Terima kasih.
Bagaimanapun, aku ada di sisi lainnya saat ini.
Dan aku baik-baik saja.
Pemulihan ini hanyalah sebuah perjalanan..
..tapi aku mulai merasa jadi diriku sendiri.
Hebat sekali. Itu bagus.
Aku benar-benar ingin membantumu saat ini, oke?
Karena aku sudah banyak membaca soal itu, dan..
..aku hanya ingin membantumu, oke?
Aku sayang padamu.
Aku sudah..
..terlalu banyak berpikir.
Aku punya banyak waktu untuk berpikir, dan kita akan..
..menjadi lebih baik sebagai teman.
Oh. Baiklah.
Jauh di lubuk hatimu. Tidakkah kau selalu tahu..
..bahwa hubungan kita takkan berhasil?
Sebenarnya, aku tak berpikir begitu, sungguh.
Tak terlihat seperti itu.
Kita punya banyak hal untuk disyukuri./ Benar.
Kita punya dua anak yang cantik dan tampan, dan..
..kau akan jadi seorang kakek.
Benar sekali.
Ya, soal...
Oh, astaga!
Ayo, ayo, cepat.
Hai, kau menghubungi Grace..
Ya ampun.
Jika kau tinggalkan pesan, akan aku telepon baik.
Sial!
Hai, kau menghubungi Grace.
Gracie, Sayang, Ayah sedang dalam perjalanan.
Oke? Baiklah.
Ah, sial!
Hai, kau menghubungi Grace.
Jika kau tinggalkan pesan, aku akan telepon balik.
Sayang, Ayah sudah di jalan, oke? Akan tiba beberapa menit lagi.
Di sana saja. Terima kasih.
Astaga!/ Ayah di sini.
Apa Ayah ingat seharusnya menjemputku?
Bukan begitu, Sayang, Ayah tadi telepn Pete..
..dia bilang untuk menemuimu di sini.
Ayah sudah coba menghubungimu.
Ada apa? Masalah dengan anak-anak lagi?
Apa Ayah lupa? Ada apa, Ayah?
Baiklah, Naomi datang.
Baiklah, aku senang dia sudah berdiri dan berjalan.
Mungkin aku bisa kembali..
..jadi seseorang yang Ayah telepon dari mobil.
Saat Ayah ingin tahu berapa suhu untuk memanggang kentang.
Gracie, ayolah./ Kita selesai saja di sini.
Sebab aku terlambat ke dokter karena Ayah.
Ayah minta maaf. Naomi muncul begitu saja.
Ayah harus bagaimana?
Ayah belum bicara padanya selama 90 hari.
Ayah harus bicara padanya./ Aku paham itu.
Prioritas. Aku paham./ Bukan, Sayang, ayolah.
Ayah hanya telat beberapa menit.
Ayah di sini sekarang. Ayo kita naik.
Ayah tidak paham juga?/ Paham apa?
Aku menunggu Ayah seperti orang idiot.
Maafkan Ayah. Ini buruk sekali.
Ayah benci kecewakanmu.
Ayah benci mengecewakanku?
Ya, benar.
Ayah telah kecewakan aku sepanjang hidupku.
Ini bukan apa-apa. Ini janji dengan dokter.
Bagaimana bisa aku membiarkanmu...?
Tak usah dijawab. Ayo kita naik.
Aku pikir Ayah sudah berubah.
Sungguh. Aku kira ayah sudah dewasa.
Apa Ayah tahu? Mungkin kau dewasa.
Tapi untuk mereka. Aku bukan siapa-siapa.
Aku bagian dari peran utama.
Aku tak bisa merasakan manfaat..
..dari Andy Goodrich yang baru dan lebih baik..
..yang bisa membuatkan panekuk dan menunjukkan film-film lawas.
Tidak, aku tak pernah bisa, kau tak pernah pulang..
..tak bisa menanyakan bagaimana harimu Goodrich.
Sayang, ini sungguh tidak baik untukmu saat ini.
Benarkah? Karena begitu menurutku.
Aku pikir bagus untuk melepas semua beban di dada..
..yang telah aku tanggung selama 30 tahun.
Aku marah padamu.
Aku sudah lama terus melakukan ini.
Aliran kegilaan yang terus-menerus..
..dengan mengagumimu di antaranya.
Betapa sulitnya bagiku melihatmu tiba-tiba..
..jadi juara "Ayah Tahun Ini"?
Itu menyakitkan bagiku, tahukah Ayah?
Mereka mendapatkan versi dirimu yang tak pernah kumiliki.
Aku bahkan tak pernah tinggal dengan Ayah sejak umurku 11.
Aku bahkan tak ingat saat Ayah menggunakan piyama.
Kita hanya teman, kau dan aku..
..tapi mereka, memilikimu seutuhnya.
Mereka memilikimu, dan aku tak pernah.
Tapi siapa yang muncul di saat au butuh?
Siapa yang selalu ada untuk Ayah? Aku.
Ayah tahu./ Baik ataupun buruk.
Karena akulah orang yang menyayangimu..
..seperti kau menyayangi dirimu sendiri.
Satu hal lagi.
Apa Ayah tahu mengapa aku menikahi Pete?
Karena dia tidak sepertimu.
Mungkin itu sebabnya, Ayah tak menyukainya.
Oke Sayang, Ayah mohon.
Tahukah? Setiap kali aku melihat Ayah..
..aku ingin memelukmu dan menamparmu?
Itu adalah satu-satunya hal membingungkan dalam hidupku.
Karena tak ada yang bisa menghancurkan hatiku seperti...
Astaga.
Apa yang terjadi?
Astaga, ini terjadi dan aku sedang bersamamu!
Apa yang terjadi?
Maafkan Ayah.. Apa?/ Itu, Ayah! Itu!
Apa kau yakin?/ Ya, aku yakin!
Oke, Tak apa-apa./ Pekan lalu dokter bilang..
..bahwa kondisi kehamilanku ada pada waktu yang tepat..
..tapi aku belum juga melahirkan setelah 3.5 pekan.
Oke, baiklah./ Dan aku tak tertinda.
Ini seharusnya tidak terjadi..
..pada bayi pertamaku./ Benar.
Ya Tuhan, Ibu ada di New York dan Pete..
Tidak, kita akan baik-baik saja./ Pete. Baiklah.
Kita harus apa?/ Kau harus telepon Pete.
Telepon Pete dan beritahu dia..
..untuk bawakan tasnya.
Baiklah. Haruskah kita ke atas?
Tidak, Ayah, kita harus ke rumah sakit!
Mengerti. Ayo kita pergi.
Maukah Ayah telepon Pete? Di mana mobilmu?
Ayo, sebelah sini.
Pete, Grace segera melahirkan.
Kami sedang menuju rumah sakit.
Ayo pergi. Ini waktunya berangkat.
Suruh dia ambil tasnya.
Ambil tasnya, kawan.
Dan sandal di samping tempat tidurku.
Oke, dan ambil sandalnya..
..di samping kasurnya.
Ya, dan jubahku yang nyaman..
..bukan yang biasa kupakai mengeringkan rambut, yang satu lagi.
Ambil jubah yang nyaman, bukan yang lainnya..
..bukan yang untuk mengeringkan rambut. Apa lagi?
Semprotan aromaterapi./ Aromaterapi.
Jangan lupa semprotan aromaterapi.
Oh, iya! Kita untuk tapi pusat.
Di dekat pintu depan./ Apa kau mau bicara padanya?
Baiklah.
Oke, Sayang.
Kau alami kontraksi./ Remas tangan Ayah.
Di situ, ya. Remaslah.
Ya begitu.
Kau melakukannya dengan baik. Ini hampir berakhir.
Yang terburuk sudah berakhir./ Ayah?
Ya?/ Aku sangat senang Ayah di sini.
Ayah juga, Sayang. Ayah juga sangat senang.
Aku sungguh minta maaf.
Remas ini dulu./ Aku sudah tak apa sekarang.
Aku baik-baik saja. Aku baik-baik saja sekarang.
Oke, ayo./ Ya, aku baik-baik saja.
Aku minta maaf soal semua hal buruk..
..yang aku katakan padamu.
Kumohon, jangan pikirkan hal itu.
Jangan khawatir tentang itu. Ini karena hormonal.
Bukan, tapi soal mereka. Aku harusnya tak bilang begitu.
Itu sungguh kejam bagiku..
dan aku tak mau jadi begitu, aku sungguh minta maaf.
Jangan terlalu dipikirkan. Tidak apa-apa.
Baiklah./ Ya.
Ya.
Hai./ Ya?
Kau akan melahirkan malam ini.
Ya./ Sebenarnya..
bayi ini mungkin lahir pada hari Natal.
Itu adalah hal paling religius yang pernah kulakukan.
Ya, Grace, progresnya sangat pesat.
Jadi, jika kau merasa tak apa dengan epiduralnya..
..sepertinya kita harus melanjutkannya.
Sebenarnya aku berharap..
..melahirkan tanpa epidural, kalau boleh.
Itu bisa memperlambat semuanya...
..tapi bisa mengurangi rasa sakitnya.
Ya, oke. Dia mau itu.
Sepertinya aku akan di sini dulu..
..tapi akan kutelepon segera begitu bayinya lahir, oke?
Ya, aku janji.
Aku janji.
Aku senang juga dia ada di rumah.
Oke. Aku sayang padamu.
Oke. Aku sayang padamu. Hai, Pete.
Ya Tuhan.
Ayolah, Pete.
Kau baik-baik saja?/ Bagaimana dengannya?
Dia baik-baik saja./ Oh, baguslah.
Ayo, kemarilah.
Hai./ Kau baik-baik saja?
Bagaimana keadaanya?/ Kondisinya luar biasa.
Aku merasakan perasaan itu ada lagi di tanganku.
Aku akan jadi seorang ayah./ Kau akan jadi seorang ayah.
Semoga berhasil, Pete.
Hei, Grace? Kami akan melanjutkan..
..dan memiringkanmu, oke?
Tunggu, Apa? Pete!/ Apa yang terjadi?
Entah apa yang terjadi./ Halo semuanya.
Mari kita lihat apa yang terjadi.
Oke, jadi kontraksimu..
..ada di bagian atas..
..dan bayinya kesulitan untuk..
..menormalkan detak jantungnya.
Jadi, mari kita letakkan dia di sisi lainnya. Ini dia.
Jadi, Ibu dan Ayah./ GRACE dan PETE: Ya.
Ini rencananya.
Aku akan menunggu beberapa menit saja..
..melihat apa detak jantung akan normal dengan sendirinya.
Kami ingin melihat detak jantungnya naik.
Dan jika tidak, aku akan masuk dan melakukan operasi caesar darurat.
Tunggu, apa?!
Astaga.
Mari kita bicarakan ini, ya?
Hai./ Ya.
Mari kita bicarakan ini./ Baiklah.
Oke? Bayinya akan baik-baik saja, aku janji.
Pegang tangaku.
Kita akan bawa bayinya pulang lalu ke kamar bayi..
..yang cantik, dan bebas gender.
Dan kita takkan tidur selama 6 bulan..
..tapi itu tak masalah.
Lalu, sebelum kau sadar, tiba-tiba anak kita sudah..
..masuk hari pertama sekolah. Bisakah kau percaya?
Tapi aku sangat gugup.
Tapi kau pasti bisa diandalkan dan bertanggung jawab.
Benar-benar akan berhasil.
Dan kau akan ngambek dalam mobil.
Lalu kita akan nikmati liburan keluarga yang menyenangkan.
Karena kau pembuat rencana terbaik.
Ya, kita akan mengambil foto..
..sambil memegang Menara Pisa miring seperti ini.
Dan kita akan buat banyak kesalahan.
Tapi.. lalu kita punya anak kedua..
Dan kita akan menghasilkan lebih sedikit.
Kupikir bayi kita akan agak canggung pada kita..
..untuk beberapa waktu saat masuk SMA.
Terutama denganku. Aku tahu itu.
Tapi kita akan melaluinya. Dan kita akan saling memiliki.
Benarkah?/ Tentu.
Lalu dia akan kuliah.
Kita akan beli sprai kasur ukuran ektra besar?
Bagaimana itu bisa terjadi?
Sepertinya bayi kita akan merindukan kita..
..saat mereka pergi berkuliah.
Hem../ Ya.
Dan sepertinya kita akan jadi sendirian..
..di sebuah apartemen di Pantai Timur.
Dengan sedikit kebangkitan dalam diri kita.
Ini pasti akan jadi hal yang luar biasa, Grace.
Dan itu baru saja dimulai.
Di sini, saat ini.
Ya.
Aku sangat menyayangimu./ Aku menyayangimu.
Ayah, apa kau menangis?
Tidak.
Tidak sama sekali.
Detak jantung bayi kembali naik.
Bagus sekali, Ayah./ Oh, wow.
Lihatlah, sebentar saja./ Kau yakin?
Ya./ Baiklah, bagus.
Biar aku melihatnya.
Oke, sepertinya kita siap untuk mendorong.
Kau siap, Grace?
Aku../ Kau bisa.
Aku siap./ Tentu kau siap.
Baiklah./ Kau pasti bisa.
Baiklah, tingginya 10 cm.
Doronglah. Aku akan.../ Semuanya, keluar..
..bagi yang tak berkepentingan./ Aku akan keluar dari sini.
Baiklah./ Oke. Santailah.
Hei, Sayang.
Ya, Ayah?
Satu hal lagi, sebelum Ayah pergi.
Kau tahu? Dirimulah belahan jiwa Ayah, ya?
Asal aku tahu saja.
Hanya itu.
Baiklah, aku akan..
Oke, ayo kita lakukan./ Baiklah.
Ayo mulai./ Ayo kita mulai.
Grace melakukannya dengan begitu indah.
Oke, bagus./ Dia sedang istirahat. Bayinya sehat..
..dan aku tak selalu bilang ini, tapi bayinya imut sekali.
Terima kasih. Itu hebat sekali.
Terima kasih banyak.
Itu sungguh menakutkan.
Kau hebat.
Kau sungguh hebat.
Astaga, tak kusangka.. Aku akan seemosional ini.
Terima kasih.
Tolong jangan minta maaf..
..dan sama-sama./ Terima kasih.
Tunggu. Aku hampir lupa.
Bayinya perempuan.
Tok, tok, tok.
Bayinya perempuan.
Bagaimana?
Dia luar biasa. Pahlawan super. Sungguh.
Aku tidak kaget. Tentu dia pahlawan super.
Bagaimana perasaanmu, Sayang?/ Aku lelah sekali.
Maksudmu Grace.
Ya./ Ya.
Aku senang.
Ayah yakin soal itu./ Ya.
Kau tahu? Bayi seharusnya tak secantik ini.
Dia sungguh cantik.
Benar, kan?/ Ya.
Oh, lucu sekali.
Pedro./ Hai.
Bagus sekali, sobat.
Kau melakukannya dengan baik.
Kau ayah yang baik.
Apa boleh kita masuk?
Oh, ya, masuklah./ Ya, kemarilah.
Ayo, ayo.
Bibi dan Paman ada di sini./ Selamat natal.
Dia sangat lucu.
Aku suka hidung kecilnya.
Itu sangat lucu.
Ya. Aku juga.
Ayah?
Kau ingin menggendong bayinya?
Ya, ya. kemarilah.
Tentu saja.
Kau ingat caranya?/ Tentu saja.
Baiklah.
Seperti mengendarai sepeda.
Angkat kepala kecilmu.
Aroma ini.
Aku kakekmu.
Selamat datang.
Alih Bahasa ~Ryota~
Support Ryota di LINKBIO: sociabuzz.com/ryotasasson/support
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.