All language subtitles for Light.Shop.S01E02.DSNP.x264.1080p MkvDrama.Org

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian Download
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam Download
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Semua tokoh dan peristiwa dalam serial drama ini adalah fiksi.

Light Shop

Kau bisa mengganti bola lampunya.

Tata letak tempat ini proporsional.

Ruang tamunya luas, rapi, dan bersih.

Ada tiga kamar dan tekanan airnya deras.

Namun, kenapa jendelanya begini?

Unit ini berada di lantai satu dan di gang.

Teralinya untuk keamanan.

Keamanan itu penting bagi wanita yang tinggal sendirian.

Apa kunci pintunya kokoh?

Kunci pintu?

Jika kau menandatangani kontrak, kuberikan kuncinya atau kuganti baru.

Tentu saja dengan uangmu.

Kau juga tak suka yang ini?

Ambil saja apartemen yang kau lihat tadi.

Harganya masih sesuai bujetmu.

Apartemen itu cukup bagus walau sudah tua.

Aku tak suka apartemen karena tetangganya terlalu dekat.

Kenapa?

Apa daerah ini tenang?

Kau bisa menaruh meja makan di sana.

Apa katamu?

Tempat ini berada di gang dan rumah di sekitarnya kosong,

jadi sangat tenang.

Meja makan?

Tidak ada yang lewat di sini.

Pokoknya, suasananya nyaman dan tenang.

Tak ada tempat yang lebih murah dari ini.

Ambil saja yang ini.

Tunggu. Pintu itu tak bisa dibuka.

Apa?

Kamar itu perlu diperbaiki, jadi tak bisa dipakai.

Namun, kau tak boleh mengunci pintunya seperti ini.

Maka itu, depositnya sangat murah.

Ada dua kamar lagi. Kau bisa pakai keduanya.

Semurah apa pun, ini tak bisa diterima.

Kalau begitu, ambil apartemen tadi saja.

Hanya ini yang tersisa selain apartemen tadi.

Sudah kubilang, aku tak suka apartemen.

Bu, tadi kau bilang suka tempat ini karena letaknya dekat.

"Bu"? Kapan aku berkata begitu?

Astaga. Salahku.

Maaf. Aku mengidap rabun jauh.

Jadi, kau mau menandatangani kontrak?

Aku yakin masih ada tempat lain yang kosong.

Yang sesuai bujetmu tak ada.

Rumahku Istanaku

Sial.

Sial.

EPISODE 2 PINTU

Aku menuju

Ke tempat angin berembus

Di bawah pohon

Yang terlihat seperti rambutmu

Sambil bersandar di kereta yang berderak

Kutulis surat untukmu

Jalan yang kulihat dalam mimpiku

Kini aku berdiri di sana

Kegembiraan ini mungkin

Tergoyahkan…

Kegembiraan ini mungkin

Tergoyahkan rasa antusiasme dan takut

Langit dan orang-oranglah

Yang harus kita rasakan dan lihat

Kita akan menghadapi…

Hari-hari sulit

Namun, semua itu demi impian baru kita

RUMAH JUNGHUI (M) RUMAH JUNGHUI BERANTAKAN.

Ke tempat angin berembus

Di bawah pohon

Yang terlihat seperti rambutmu

Sambil bersandar di kereta yang berderak

Dia bilang suasana di sini tenang. Sial.

Kutulis surat untukmu

Jalan yang kulihat dalam mimpiku

Kini aku berdiri di sana

Aku menuju

Ke tempat angin berembus

Di bawah pohon

Yang terlihat seperti rambutmu

TOKO

LAMPU

DORONG

Astaga. Suasananya makin seram karena hujan.

Yang benar saja. Apa-apaan ini?

Apa karena rumahnya sudah tua?

Aku tak melihat ada perkembangan.

Kita sudah upayakan segala cara…

Mari kita tunggu dan lihat apa perawatan penunjang kehidupan tepat untuk pasien.

Baik, Dokter.

Siapa itu?

Siapa itu? Siapa kau?

Pergilah.

Pergilah!

Dia pencandu alkohol.

Dia ada di sini karena ranjang ICU kurang.

Deliriumnya cukup parah.

Deliriumnya berdampak pada kestabilan pasien lain.

Mari kita pindahkan begitu dia pulih.

Baik, Dokter.

Aku tahu ini sulit. Banyak pasien, tetapi stafnya kurang, 'kan?

Tidak ada yang mau bertugas di ICU.

Aku akan menugaskan perawat dan menambah staf secepatnya.

Baik.

Baik, itu saja. Ada lagi?

Para wali sedang menunggu.

Apa yang harus kita katakan?

- Mari temui mereka. - Baik.

Kami sudah upayakan semua cara.

Kini tergantung pada tekad pasien.

Dokter, apa maksudnya?

Maaf.

Pada akhirnya, tekad pasien untuk hiduplah yang paling penting.

Apa yang bisa rumah sakit lakukan?

Lantas apa yang kau kerjakan di rumah sakit?

Sayang…

Sayang…

Sambil bersandar di kereta yang berderak

Kutulis surat untukmu

Jalan yang kulihat dalam mimpiku

Kini aku berdiri…

Apa itu?

Di bawah pohon

Yang terlihat seperti rambutmu

Sial, dia lagi. Yang benar saja…

Kutulis surat untukmu

Jalan yang kulihat…

Sulit dipercaya.

Apa yang bisa rumah sakit lakukan?

Lantas apa yang kau kerjakan di rumah sakit?

Ada orang di dalam.

Aku ingin tanya sesuatu.

Apa?

Kalian berkata kini semuanya tergantung pada tekad pasien untuk hidup.

Apa kau salah satu wali?

Maaf.

Kami berusaha semaksimal mungkin saat ini.

Soal tekad untuk hidup itu.

Ya.

Bagaimana cara kerjanya?

Bagaimana orang yang sakit parah memiliki tekad, padahal dia tak sadar?

Sebenarnya,

aku pun selalu merenungkannya.

Aku juga pernah mengalami koma setelah kecelakaan besar.

Pada saat itu, dokter mengatakan hal serupa kepada ibuku.

"Tekad pasienlah yang utama."

Ibuku sedih karena dia tak mengerti apa maksudnya.

Dia beranggapan kemungkinannya nihil.

Namun, aku siuman.

Aku…

Aku pun tak tahu bagaimana aku bisa sadar kembali.

Ibuku bilang dia hanya berdoa setiap hari.

Dia ingin memberiku tekad.

Jadi, kupikir

mungkin

bukan hanya tekadku.

Maaf.

Kini profesiku perawat, tetapi aku tetap tak tahu.

Entah bagaimana orang memiliki tekad padahal dia tak sadar.

Sejujurnya, aku tak tahu dari mana tekad itu muncul.

Kami hanya menunggu

dan mengupayakan segala cara.

- Apa yang kau lakukan? - Jadi, apa tindakanmu?

Maksudmu kau kini menemui jalan buntu?

Kau harus melakukan sesuatu!

Kau harus melakukan sesuatu!

Kau harus!

Kau harus!

Kau harus melakukan sesuatu!

Kau baik-baik saja?

Apa semua baik-baik saja di dalam?

Kau baik-baik saja?

Ya. Aku…

Ya, aku baik-baik saja.

Aku menuju

Ke tempat angin berembus

Hei. Kau orangnya?

Apa kau yang bernyanyi di gang setiap malam?

Kenapa kau lewat jalan ini sambil bernyanyi begitu?

Hei, Nak!

Ke tempat angin berembus

Apa-apaan…

Baik, Semuanya. Kalian tahu UTS sebentar lagi, 'kan?

- Ya. - Apa kalian belajar dengan giat?

- Tidak. - Tidak.

- Ya. - Tidak.

Hujan turun, jadi segeralah pulang.

- Baik. - Sekian hari ini. Mari berpamitan.

Perhatian. Membungkuk kepada guru.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Hei.

- Haruskah kita bangunkan Eutteum? - Hei.

- Biarkan dia. Ayo. - Kita pergi saja?

Dia mungkin tidur sampai pagi.

Tidur sampai pagi itu bagus. Ayo.

Kau gila. Yang benar saja.

Ayolah, hujan turun. Ayo.

Hei, Eutteum.

- Eutteum. - Ya?

Ada apa?

Kelas sudah usai.

Sepuluh menit lagi.

- Kelas sudah usai. - Astaga…

Ada apa denganmu?

Kau cantik sekali.

Biarkan aku tidur.

Astaga, suara apa itu?

Apa?

Apa?

Permisi.

Bu.

Mau kupayungi?

Siapa kau?

Aku hanya pelajar.

Kau mau pergi ke mana?

Ke toko lampu.

Kenapa kau pergi ke sana?

Aku membelikan pesanan ibuku.

Kau mau pergi ke mana?

Hei, tunggu…

Di mana kau tinggal?

Apartemen Somang.

Kau harus berpura-pura tak bisa melihatnya saat bertemu orang asing.

Bagaimana jika telanjur melihat?

Berpura-puralah kau tak menyadari hal yang aneh.

Ibu memintaku segera pulang, jadi aku harus pergi sekarang.

Ibu!

Ibu!

Pak!

Pak, di sebelah sana!

Pergilah ke ibumu.

Apa?

Pergilah.

Yang benar saja. Mereka tak menungguku?

Kau juga melihatnya?

Aku melihatnya juga.

Hei.

Maaf, aku mengagetkanmu.

Jarang ada yang lewat di sini, jadi…

Kau mau pergi ke mana?

Ada toko lampu di ujung gang ini.

Tokonya sangat terang. Jika sampai di sana,

aku bisa pulang.

Kau mau pergi ke toko lampu?

Jika begitu, bisakah kau ikut denganku?

Kau sendirian?

Apa?

Kau sendirian di sini?

Di sini?

Ya, aku sendirian.

Kenapa lampunya terus-menerus mati? Sial.

Menyebalkan! Sial…

Ada apa?

Gang ini selalu gelap,

lalu jendela itu bercahaya, seperti sekarang.

Kutatap jendela terang itu dengan pikiran mungkin ada yang pindah,

tetapi tiba-tiba lampunya padam.

Jendelanya terbuka, lalu…

Hei. Kau orangnya?

Apa kau yang bernyanyi di gang setiap malam?

Namun, ada orang lain di belakangnya.

Maksudmu mereka bersama?

Ya, mereka bersama. Kenapa kau bertanya?

Lampu di rumah itu padam…

karena makhluk itu ingin bersembunyi dalam kegelapan.

Makhluk itu ada di rumah ini bersamaku.

Aku penasaran apa mereka saling kenal.

Tidak! Mari pergi. Ayo!

Kau baik-baik saja?

Kau tak terlalu berbeda denganku.

Apa?

Ada apa dengan kakiku?

Ada apa dengan kakiku?

Apa yang terjadi padaku?

Kau pikir bisa keluar dari sini?

Aku harus keluar. Aku akan keluar dari sini.

Aku akan keluar dari gang ini.

Aku harus keluar.

Apa sandinya?

Halo? Ada orang di sana?

Tolong aku!

Halo? Kumohon…

Kumohon!

Kumohon!

Kumohon!

Ada orang di sana? Kumohon!

Halo? Tolong aku!

Ada orang di dalam! Pintunya tak bisa dibuka!

Tolong aku!

Aku tak bisa keluar dari sini! Pintunya tak bisa dibuka! Kumohon!

Tolong keluarkan aku dari sini.

Aku mau keluar dari sini. Kumohon!

Ada orang di luar? Tolong buka pintunya.

Ada orang di dalam sini. Pintunya tak bisa dibuka.

- Tolong aku… - Pintunya tak bisa dibuka. Tolong aku.

Bantu aku keluar dari sini.

Tolong aku…

- Tolong aku. - Tolong buka pintunya.

Ada orang di dalam sini. Aku tak bisa keluar.

Tolong aku. Kumohon…

Apa ada orang di luar?

Tolong aku. Pintunya tak bisa dibuka!

Tolong bukakan pintunya.

Ada yang bisa kubantu?

Apa kau mencari sesuatu?

Aku butuh sesuatu.

Bisa katakan kau butuh apa?

Aku ingin menanyakan sesuatu.

Ada yang bisa kubantu?

Aku dari kepolisian.

Aktor anak dijamin keamanannya dan didampingi wali.

Semua hewan dijamin keamanannya sesuai arahan pakar.

Diterjemahkan oleh Maria Pardosi

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.