All language subtitles for Light Shop S01E04 - Outsiders

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali Download
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Semua tokoh dan peristiwa dalam serial drama ini adalah fiksi.

Light Shop

PUSAT MEDIS DARURAT DAERAH

ORANG LUAR DILARANG MASUK

EPISODE 4 ORANG LUAR

Hei.

Tidak ada yang kelupaan, 'kan?

Tidak, Dokter.

Bagus.

Baiklah.

Peti mati ini rusak.

Maaf? Apa…

Hanya ini yang tersisa.

Ini yang terakhir?

Ya.

Kalau begitu…

Mari pakaikan dia kain kafan dan taruh di kamar mayat.

Kita bisa mendapatkan peti baru pada hari pemakaman.

Baik, Dokter.

- Dokter! - Ada apa?

Dia belum meninggal.

Jasadnya masih hidup. Dia mengeluarkan suara.

Diamlah. Mendiang bisa mendengarmu.

Apa?

Bukan jasad, tetapi mendiang.

Mendiang masih manusia.

Aku sudah bilang.

Itu suara gas yang keluar dari tubuh mendiang.

Carilah udara segar.

Apa? Tidak, aku…

Maaf.

Akan kuselesaikan…

Istirahatlah.

Nanti saja kita urus.

Hormati mendiang.

Baik.

Maaf atas kegaduhan tadi.

Baiklah, sudah selesai. Hubungi keluarganya.

Baik, Dokter.

Apa aku sudah mati?

Ya.

Aku tak boleh mati.

Aku tak boleh mati seperti ini.

Lepaskan penyesalanmu.

Tinggalkan mereka dan istirahat dengan tenang.

Tidak.

Aku tak bisa!

Banyak orang merasa bersalah kepada dirinya sendiri

saat mereka meninggal.

Bukan begitu.

Sebagian orang butuh waktu lama untuk menerima kematiannya.

Aku tak bisa menerimanya.

Belum saatnya.

Kau hanya belum terbiasa.

Kau akan segera menerimanya.

Apa yang akan terjadi kepadaku sekarang?

Kau akan menuju tempat yang lebih baik.

Ke mana aku akan pergi?

Di mana pun itu,

tetaplah dunia yang dihuni banyak orang, 'kan?

Beristirahatlah di sini.

Kami akan menjemputmu setelah prosedurnya rampung.

Terlalu gelap di sini.

Kau akan segera menuju tempat yang lebih terang.

Apa aku sendiri?

Ya.

Syukurlah.

Istirahatlah dengan tenang.

Kau akan menuju tempat lebih baik.

Setibanya di sana,

kau akan melupakan tempat ini sepenuhnya dan merasa nyaman.

Aku akan melupakan semua kenanganku tentang tempat ini?

MASUK KELUAR

NAMA: JUNG YUHUI TANGGAL LAHIR: 28 JANUARI 1966

USIA: 52 GENDER: PEREMPUAN

TANGGAL MASUK: 11 SEPTEMBER 2018, 01.28

CATATAN: ACARA PEMAKAMAN SEDANG DIRUNDINGKAN

AULA PEMAKAMAN

Sial.

Menuju ke atas.

Pintu ditutup.

Lantai mana yang kau tuju?

Lantai berapa?

Aku hendak ke lantai delapan.

Begitu rupanya.

Permisi, Pak.

Kenapa kau mau ke lantai delapan?

Pengunjung dilarang masuk ke sana pada malam hari.

Hanya ada ICU di lantai delapan.

Aku bekerja di sana.

Apa ada banyak pasien yang terluka parah?

Apa?

Maksudku, pasien yang terluka parah akibat kecelakaan itu.

Apa mereka akan sadar?

Aku tak bisa memastikannya.

Kondisi mereka semua kritis.

Kini tergantung pada tekad pasien untuk hidup.

Pak?

Pak?

Pak, ada apa?

Dengar…

Pak, tolong berhenti.

Pak, kumohon! Tolong berhenti!

Tolong berhenti!

Astaga!

Pak!

Pak!

Pak!

Pak! Tolong!

Pak!

Lantai delapan.

Halo.

- Hei, hai. - Hai.

- Hai. - Hai.

Halo?

Baik.

Suster Kwon.

Suster Kwon!

- Ya? - Dua pasien kecelakaan lalin.

Siapkan ICU.

Baik.

TOKO LAMPU

Kau tadi bilang ada perlu apa kemari?

Akan kutanya lagi.

Pria, pertengahan 30-an, 180 cm, rambut pendek, dan penampilannya biasa.

Aku tak melihatnya.

Sulit untuk mengidentifikasi tersangka, 'kan?

Kurasa mustahil dia bisa bersembunyi di sini.

Percaya atau tidak, mata tersangka itu aneh.

Matanya seperti mata kucing saat terkena cahaya.

Apa kau melihatnya?

Aku tak melihatnya.

Bagaimana kau bisa sampai di tempat ini?

Hanya ini tempat yang terang larut malam begini.

Tidak, bukan tokonya. Bagaimana kau bisa sampai di tempat ini?

Tersangka itu mengendarai skuter,

jadi aku mengikuti suaranya dan sampai di sini.

Kau tak mendengar suara skuter?

Aku tak mendengarnya.

Baik, aku mengerti. Aku permisi.

- Hujannya deras. Tunggulah sebentar. - Tidak perlu.

Kau bahkan tak membawa payung.

Hanya ini tempat yang buka larut malam begini.

Selain itu, orang yang kau cari mungkin datang ke sini.

Ada dua pasien kecelakaan lalin, 'kan? Bagaimana dengan yang satu lagi?

Kondisinya lebih serius.

Ranjang ICU penuh, jadi dia ditaruh di Bangsal Satu.

Ranjang kita penuh karena kecelakaan lalin besar baru-baru ini.

Lalu, makin banyak pasien datang dan kita makin keteteran.

Kita harus apa?

Katanya mereka akan mengirim perawat baru. Kapan mereka datang?

Apa ada pasien yang mulai membaik?

Tidak bisakah pencandu alkohol itu dipindahkan ke bangsal umum?

Bagaimana kondisinya?

Kami melepas ikatannya dan mengurangi obat penenang.

Setelah efek obat penenangnya habis,

pindahkan dia ke bangsal umum agar tak mengusik yang lain.

Ke bangsal umum?

Ya, baiklah.

Kenapa dia tak bisa berhenti minum?

Pencandu alkohol juga sakit parah.

Aku tahu. Aku mengerti, tetapi…

Aku hanya kesal karena pencandu alkohol menempati terlalu banyak ranjang ICU.

Sejauh ini, sudah berapa kali dia dirawat di sini?

Kamar satu orang dan ranjang ICU sangat mahal.

Coba pikirkan penderitaan keluarganya.

Dia akan kembali jika diizinkan pulang.

Pasti dia akan terus kembali.

Cukup.

Bagi kita, mereka hanya pasien.

Ya, Bu.

Istirahatlah.

Belilah makanan.

- Baik, Bu. - Baik, Bu.

Begini…

Bolehkah aku mengurus pemindahan pasien pencandu alkohol itu?

Kenapa?

Aku ingin bicara dengannya.

Tentang apa?

Kau tahu aku pernah ditabrak pengemudi mabuk.

Jangan bahas masalah pribadi dengan pasien.

Itu tentang dampak setelahnya.

Apa itu?

Kau tahu dampaknya.

Baiklah.

Baik.

Apa yang terjadi?

Halo.

Kau melihatku kemarin, 'kan?

Ya.

Halo.

Kau bisa melihatku sekarang.

Ya.

Tetangga sampingku…

Kau mau membeli bola lampu?

Ya.

Bukankah kau juga membelinya kemarin?

Ya.

Kau sering membelinya.

Aku membelikan pesanan ibuku.

Hati-hati di jalan.

Maaf. Aku benar-benar harus berhenti minum alkohol.

Kau berada dalam fase yang sangat berbahaya.

Ya, aku tahu.

Maaf.

Kau tak tahu.

Kecanduan alkohol memicu gagal hati, yang bisa berujung pada kematian.

Kematian…

Kau tak ingat?

Kau kehilangan kesadaran dan terus meracau.

Seakan-akan kau melihat sesuatu.

Seakan-akan bicara dengan seseorang.

Lumpurnya berceceran di mana-mana! Pergilah.

Kau melihat seseorang?

Apa?

Pergilah!

Lumpurnya berceceran di mana-mana.

Lumpur berceceran di mana-mana. Pergilah…

Menurutmu, siapa dia?

Seseorang mungkin saja ada di sana.

Pasien yang sakit parah sering mengalami delirium.

Delirium?

Orang yang terlibat kecelakaan besar

atau kecanduan alkohol terkadang bisa mengalami delirium.

Mereka tak bisa berpikir jernih dan menderita amnesia sementara.

Mereka tak bisa mengenali tempat dan orang

serta mengalami halusinasi visual dan pendengaran.

Kau mengalami delirium.

ICU itu ibarat berada di ambang hidup dan mati.

Banyak orang keluar masuk.

Ada yang hidup dan ada yang meninggal.

Aku penasaran siapa yang kau lihat.

Istirahatlah.

Suster! Gelap sekali. Aku takut.

Gelap sekali. Aku takut…

Aku takut…

Aku takut…

Suster… Aku takut…

Sosok yang kau lihat.

Aku juga melihatnya.

Apa?

Aku pernah mengalami kecelakaan mobil yang parah dan berakhir di ICU.

Kepalaku cedera dan aku terbaring koma.

Aku tidak hidup atau mati.

Aku juga mengalami delirium pada saat itu.

Aku hampir mati, tetapi hidup kembali.

Aku kesulitan menyesuaikan diri dengan dunia setelah sadar.

Sejak sadar, aku terus melihat sosok-sosok dari waktu ke waktu.

Suster…

siapa yang kau lihat?

Sosok yang mungkin manusia atau bukan.

Selamatkan dia!

Apa maksudmu?

Terkadang, walau melihat mereka, aku tak bisa membedakannya.

Aku bisa membedakannya setelah melihat dengan cermat.

Aku sering bingung mereka manusia atau bukan.

Kenapa kau mau ke lantai delapan?

Bagaimana wujud mereka?

Ada ciri yang berbeda.

Sulit menjelaskannya.

Apa mereka hantu?

Entahlah.

Namun, aku tahu siapa yang kau lihat.

Pak, apa yang kau lakukan di sini?

Seorang pria berada di ambang hidup dan mati.

Di mana kamar mayat?

Aku pun telat menyadarinya.

Apa dia pasien?

Dia pasien koma yang berada di ambang kematian.

Jadi, kuupayakan yang aku bisa.

Katanya kau dikubur hidup-hidup karena utangmu.

Sepertinya aku tahu alasan kau ingin pergi ke kamar mayat.

Kau beranggapan akan menjadi beban keluargamu, 'kan?

Aku pernah merasa begitu.

Aku juga pernah hilang arah cukup lama

dan ingin menyerah.

Namun, kemudian ada seseorang yang memberiku tekad untuk hidup.

Begitulah aku bisa bertahan.

Aku ada di sini.

Jangan menyerah.

Entah kau bisa mendengarku atau tidak,

pokoknya jangan menyerah.

Kau pasti bisa.

KEMBALILAH, YOUNGJI!

Aku akan menunggu.

Jika kau bisa mendengarku,

tolong jawab kapan pun kau bisa.

SEDANG DIPUTAR

WHERE WIND COMES FROM KIM KWANGSEOK

Jika kau bertemu seseorang yang berada di ambang hidup dan mati,

bukankah itu berarti kau juga pernah mengalami hal serupa?

Entah apa yang akan terjadi jika kau terus bertemu mereka.

Jadi, kumohon…

Tolong berhati-hatilah mulai sekarang.

Ada apa sebenarnya di kawasan ini?

Halo.

Apa yang terjadi?

Hei, kau.

Ya?

Apa kau lihat anjing di dekat sini?

Anjing?

Aku tak bisa tidur gara-gara anjing sialan itu.

Hewan itu terus menggonggong

setiap aku hampir terlelap, berkali-kali.

Bagaimana aku bisa hidup seperti ini?

Apa hanya aku yang mendengarnya?

Apa?

Ada mereka yang agak aneh.

Amati mereka untuk mengetahuinya.

Aku juga pergi ke sana sini.

Namun, saat aku kembali, anjing itu terus membuntuti dan menggonggongiku.

Kau tak lihat anjing, Nak?

Aku tak melihatnya.

Dengarkan. Kau dengar suara itu?

Di mana kau, Bedebah? Dasar anjing sialan.

Kau tak mendengarnya?

Aku tak terlalu…

Kau harus mengamati mereka untuk menyadarinya.

Kau tak mendengarnya? Apa?

Dengar. Hewan ini…

Lihat?

Hei, Keparat!

Berpura-puralah kau tak menyadari hal yang aneh.

Kau harus bersikap begitu.

Ibu menungguku. Ini sudah larut malam.

Benar juga. Pergilah. Pulanglah sekarang.

Tanda vital kembali normal.

Bagus sekali.

Entahlah… Mari kita tunggu saja.

Sejujurnya, sungguh mukjizat dia masih hidup.

Kau benar. Dia sudah berada di ambang kematian berkali-kali.

Namun, masih menjadi misteri bagaimana dia bisa terus bertahan.

Aku pun bingung menjelaskannya.

Pasien ini mengalami koma, lantas dari mana datangnya tekad itu?

Mungkin bukan hanya tekadnya sendiri.

Hei… Aku ada di sini. Tolong aku.

Tolong! Aku ada di sini! Aku sudah cukup lama berada di sini.

Tolong aku!

Aku mau keluar dari sini. Kumohon!

Tolong aku! Kumohon…

Pergi menuju

Ke tempat angin berembus

Di bawah pohon

Yang menyerupai rambutmu

Sambil bersandar di kereta yang berderak

Aku menuliskan surat untukmu

Jalan yang kulihat dalam mimpiku

Aku berdiri di sana

Kebahagiaan ini mungkin

Gelisah dengan kegembiraan dan ketakutan

Langit dan orang-oranglah

Yang harus kita lihat dan rasakan

Kita pasti mengalami hari-hari berat

Namun, semua itu demi mimpi-mimpi baru kita

Pergi menuju

Ke tempat angin berembus

Pergi menuju

Ke tempat matahari bersinar terang

Pergi menuju

Ke tempat angin membawaku

Meski jika ombak datang

Aku akan fokus pada cakrawala

Pergi menuju

Ke tempat matahari tersenyum

Pergi menuju

Ke tempat dedaunan melambai

Aku berjalan sambil bersiul

Lalu tiba-tiba teringat tentangmu

Meski aku merindukan suaramu

Aku tak boleh mengingatnya kembali

Pergi menuju

Ke tempat angin berembus

Ibu!

Ibu!

Ibu, aku mengalami kejadian aneh hari ini.

Kenapa Ibu berbaring di sini tanpa menyalakan lampu?

Apa? Ibu marah karena aku pulang malam?

Ada apa? Bola lampunya?

Ibu, aku sungguh tak bisa berbuat apa-apa hari ini.

Aku pergi ke toko lampu untuk membelinya.

Aku pergi ke sana saat hujan deras.

Namun, aku bertemu banyak orang aneh hari ini.

Maka itu, pemilik toko lampu menyuruhku pulang,

jadi aku tak bisa membelinya.

Ya? Ibu marah?

Ayolah, Bu. Maaf.

Aku berjanji akan membeli bola lampunya besok.

Ayolah, Bu.

Ya?

Ibu, jangan marah.

Kenapa Ibu diam saja?

Omong-omong, tubuh Ibu wangi.

Wangi Ibu seperti bunga.

Maksudmu mereka bersama?

Aku penasaran apa mereka saling kenal.

Aktor anak dijamin keamanannya dan didampingi wali.

Semua hewan dijamin keamanannya sesuai arahan pakar.

Diterjemahkan oleh Maria Pardosi

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.