Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Semua tokoh dan peristiwa dalam serial drama ini adalah fiksi.
Light Shop
PUSAT MEDIS DARURAT DAERAH
ORANG LUAR DILARANG MASUK
EPISODE 4 ORANG LUAR
Hei.
Tidak ada yang kelupaan, 'kan?
Tidak, Dokter.
Bagus.
Baiklah.
Peti mati ini rusak.
Maaf? Apa…
Hanya ini yang tersisa.
Ini yang terakhir?
Ya.
Kalau begitu…
Mari pakaikan dia kain kafan dan taruh di kamar mayat.
Kita bisa mendapatkan peti baru pada hari pemakaman.
Baik, Dokter.
- Dokter! - Ada apa?
Dia belum meninggal.
Jasadnya masih hidup. Dia mengeluarkan suara.
Diamlah. Mendiang bisa mendengarmu.
Apa?
Bukan jasad, tetapi mendiang.
Mendiang masih manusia.
Aku sudah bilang.
Itu suara gas yang keluar dari tubuh mendiang.
Carilah udara segar.
Apa? Tidak, aku…
Maaf.
Akan kuselesaikan…
Istirahatlah.
Nanti saja kita urus.
Hormati mendiang.
Baik.
Maaf atas kegaduhan tadi.
Baiklah, sudah selesai. Hubungi keluarganya.
Baik, Dokter.
Apa aku sudah mati?
Ya.
Aku tak boleh mati.
Aku tak boleh mati seperti ini.
Lepaskan penyesalanmu.
Tinggalkan mereka dan istirahat dengan tenang.
Tidak.
Aku tak bisa!
Banyak orang merasa bersalah kepada dirinya sendiri
saat mereka meninggal.
Bukan begitu.
Sebagian orang butuh waktu lama untuk menerima kematiannya.
Aku tak bisa menerimanya.
Belum saatnya.
Kau hanya belum terbiasa.
Kau akan segera menerimanya.
Apa yang akan terjadi kepadaku sekarang?
Kau akan menuju tempat yang lebih baik.
Ke mana aku akan pergi?
Di mana pun itu,
tetaplah dunia yang dihuni banyak orang, 'kan?
Beristirahatlah di sini.
Kami akan menjemputmu setelah prosedurnya rampung.
Terlalu gelap di sini.
Kau akan segera menuju tempat yang lebih terang.
Apa aku sendiri?
Ya.
Syukurlah.
Istirahatlah dengan tenang.
Kau akan menuju tempat lebih baik.
Setibanya di sana,
kau akan melupakan tempat ini sepenuhnya dan merasa nyaman.
Aku akan melupakan semua kenanganku tentang tempat ini?
MASUK KELUAR
NAMA: JUNG YUHUI TANGGAL LAHIR: 28 JANUARI 1966
USIA: 52 GENDER: PEREMPUAN
TANGGAL MASUK: 11 SEPTEMBER 2018, 01.28
CATATAN: ACARA PEMAKAMAN SEDANG DIRUNDINGKAN
AULA PEMAKAMAN
Sial.
Menuju ke atas.
Pintu ditutup.
Lantai mana yang kau tuju?
Lantai berapa?
Aku hendak ke lantai delapan.
Begitu rupanya.
Permisi, Pak.
Kenapa kau mau ke lantai delapan?
Pengunjung dilarang masuk ke sana pada malam hari.
Hanya ada ICU di lantai delapan.
Aku bekerja di sana.
Apa ada banyak pasien yang terluka parah?
Apa?
Maksudku, pasien yang terluka parah akibat kecelakaan itu.
Apa mereka akan sadar?
Aku tak bisa memastikannya.
Kondisi mereka semua kritis.
Kini tergantung pada tekad pasien untuk hidup.
Pak?
Pak?
Pak, ada apa?
Dengar…
Pak, tolong berhenti.
Pak, kumohon! Tolong berhenti!
Tolong berhenti!
Astaga!
Pak!
Pak!
Pak!
Pak! Tolong!
Pak!
Lantai delapan.
Halo.
- Hei, hai. - Hai.
- Hai. - Hai.
Halo?
Baik.
Suster Kwon.
Suster Kwon!
- Ya? - Dua pasien kecelakaan lalin.
Siapkan ICU.
Baik.
TOKO LAMPU
Kau tadi bilang ada perlu apa kemari?
Akan kutanya lagi.
Pria, pertengahan 30-an, 180 cm, rambut pendek, dan penampilannya biasa.
Aku tak melihatnya.
Sulit untuk mengidentifikasi tersangka, 'kan?
Kurasa mustahil dia bisa bersembunyi di sini.
Percaya atau tidak, mata tersangka itu aneh.
Matanya seperti mata kucing saat terkena cahaya.
Apa kau melihatnya?
Aku tak melihatnya.
Bagaimana kau bisa sampai di tempat ini?
Hanya ini tempat yang terang larut malam begini.
Tidak, bukan tokonya. Bagaimana kau bisa sampai di tempat ini?
Tersangka itu mengendarai skuter,
jadi aku mengikuti suaranya dan sampai di sini.
Kau tak mendengar suara skuter?
Aku tak mendengarnya.
Baik, aku mengerti. Aku permisi.
- Hujannya deras. Tunggulah sebentar. - Tidak perlu.
Kau bahkan tak membawa payung.
Hanya ini tempat yang buka larut malam begini.
Selain itu, orang yang kau cari mungkin datang ke sini.
Ada dua pasien kecelakaan lalin, 'kan? Bagaimana dengan yang satu lagi?
Kondisinya lebih serius.
Ranjang ICU penuh, jadi dia ditaruh di Bangsal Satu.
Ranjang kita penuh karena kecelakaan lalin besar baru-baru ini.
Lalu, makin banyak pasien datang dan kita makin keteteran.
Kita harus apa?
Katanya mereka akan mengirim perawat baru. Kapan mereka datang?
Apa ada pasien yang mulai membaik?
Tidak bisakah pencandu alkohol itu dipindahkan ke bangsal umum?
Bagaimana kondisinya?
Kami melepas ikatannya dan mengurangi obat penenang.
Setelah efek obat penenangnya habis,
pindahkan dia ke bangsal umum agar tak mengusik yang lain.
Ke bangsal umum?
Ya, baiklah.
Kenapa dia tak bisa berhenti minum?
Pencandu alkohol juga sakit parah.
Aku tahu. Aku mengerti, tetapi…
Aku hanya kesal karena pencandu alkohol menempati terlalu banyak ranjang ICU.
Sejauh ini, sudah berapa kali dia dirawat di sini?
Kamar satu orang dan ranjang ICU sangat mahal.
Coba pikirkan penderitaan keluarganya.
Dia akan kembali jika diizinkan pulang.
Pasti dia akan terus kembali.
Cukup.
Bagi kita, mereka hanya pasien.
Ya, Bu.
Istirahatlah.
Belilah makanan.
- Baik, Bu. - Baik, Bu.
Begini…
Bolehkah aku mengurus pemindahan pasien pencandu alkohol itu?
Kenapa?
Aku ingin bicara dengannya.
Tentang apa?
Kau tahu aku pernah ditabrak pengemudi mabuk.
Jangan bahas masalah pribadi dengan pasien.
Itu tentang dampak setelahnya.
Apa itu?
Kau tahu dampaknya.
Baiklah.
Baik.
Apa yang terjadi?
Halo.
Kau melihatku kemarin, 'kan?
Ya.
Halo.
Kau bisa melihatku sekarang.
Ya.
Tetangga sampingku…
Kau mau membeli bola lampu?
Ya.
Bukankah kau juga membelinya kemarin?
Ya.
Kau sering membelinya.
Aku membelikan pesanan ibuku.
Hati-hati di jalan.
Maaf. Aku benar-benar harus berhenti minum alkohol.
Kau berada dalam fase yang sangat berbahaya.
Ya, aku tahu.
Maaf.
Kau tak tahu.
Kecanduan alkohol memicu gagal hati, yang bisa berujung pada kematian.
Kematian…
Kau tak ingat?
Kau kehilangan kesadaran dan terus meracau.
Seakan-akan kau melihat sesuatu.
Seakan-akan bicara dengan seseorang.
Lumpurnya berceceran di mana-mana! Pergilah.
Kau melihat seseorang?
Apa?
Pergilah!
Lumpurnya berceceran di mana-mana.
Lumpur berceceran di mana-mana. Pergilah…
Menurutmu, siapa dia?
Seseorang mungkin saja ada di sana.
Pasien yang sakit parah sering mengalami delirium.
Delirium?
Orang yang terlibat kecelakaan besar
atau kecanduan alkohol terkadang bisa mengalami delirium.
Mereka tak bisa berpikir jernih dan menderita amnesia sementara.
Mereka tak bisa mengenali tempat dan orang
serta mengalami halusinasi visual dan pendengaran.
Kau mengalami delirium.
ICU itu ibarat berada di ambang hidup dan mati.
Banyak orang keluar masuk.
Ada yang hidup dan ada yang meninggal.
Aku penasaran siapa yang kau lihat.
Istirahatlah.
Suster! Gelap sekali. Aku takut.
Gelap sekali. Aku takut…
Aku takut…
Aku takut…
Suster… Aku takut…
Sosok yang kau lihat.
Aku juga melihatnya.
Apa?
Aku pernah mengalami kecelakaan mobil yang parah dan berakhir di ICU.
Kepalaku cedera dan aku terbaring koma.
Aku tidak hidup atau mati.
Aku juga mengalami delirium pada saat itu.
Aku hampir mati, tetapi hidup kembali.
Aku kesulitan menyesuaikan diri dengan dunia setelah sadar.
Sejak sadar, aku terus melihat sosok-sosok dari waktu ke waktu.
Suster…
siapa yang kau lihat?
Sosok yang mungkin manusia atau bukan.
Selamatkan dia!
Apa maksudmu?
Terkadang, walau melihat mereka, aku tak bisa membedakannya.
Aku bisa membedakannya setelah melihat dengan cermat.
Aku sering bingung mereka manusia atau bukan.
Kenapa kau mau ke lantai delapan?
Bagaimana wujud mereka?
Ada ciri yang berbeda.
Sulit menjelaskannya.
Apa mereka hantu?
Entahlah.
Namun, aku tahu siapa yang kau lihat.
Pak, apa yang kau lakukan di sini?
Seorang pria berada di ambang hidup dan mati.
Di mana kamar mayat?
Aku pun telat menyadarinya.
Apa dia pasien?
Dia pasien koma yang berada di ambang kematian.
Jadi, kuupayakan yang aku bisa.
Katanya kau dikubur hidup-hidup karena utangmu.
Sepertinya aku tahu alasan kau ingin pergi ke kamar mayat.
Kau beranggapan akan menjadi beban keluargamu, 'kan?
Aku pernah merasa begitu.
Aku juga pernah hilang arah cukup lama
dan ingin menyerah.
Namun, kemudian ada seseorang yang memberiku tekad untuk hidup.
Begitulah aku bisa bertahan.
Aku ada di sini.
Jangan menyerah.
Entah kau bisa mendengarku atau tidak,
pokoknya jangan menyerah.
Kau pasti bisa.
KEMBALILAH, YOUNGJI!
Aku akan menunggu.
Jika kau bisa mendengarku,
tolong jawab kapan pun kau bisa.
SEDANG DIPUTAR
WHERE WIND COMES FROM KIM KWANGSEOK
Jika kau bertemu seseorang yang berada di ambang hidup dan mati,
bukankah itu berarti kau juga pernah mengalami hal serupa?
Entah apa yang akan terjadi jika kau terus bertemu mereka.
Jadi, kumohon…
Tolong berhati-hatilah mulai sekarang.
Ada apa sebenarnya di kawasan ini?
Halo.
Apa yang terjadi?
Hei, kau.
Ya?
Apa kau lihat anjing di dekat sini?
Anjing?
Aku tak bisa tidur gara-gara anjing sialan itu.
Hewan itu terus menggonggong
setiap aku hampir terlelap, berkali-kali.
Bagaimana aku bisa hidup seperti ini?
Apa hanya aku yang mendengarnya?
Apa?
Ada mereka yang agak aneh.
Amati mereka untuk mengetahuinya.
Aku juga pergi ke sana sini.
Namun, saat aku kembali, anjing itu terus membuntuti dan menggonggongiku.
Kau tak lihat anjing, Nak?
Aku tak melihatnya.
Dengarkan. Kau dengar suara itu?
Di mana kau, Bedebah? Dasar anjing sialan.
Kau tak mendengarnya?
Aku tak terlalu…
Kau harus mengamati mereka untuk menyadarinya.
Kau tak mendengarnya? Apa?
Dengar. Hewan ini…
Lihat?
Hei, Keparat!
Berpura-puralah kau tak menyadari hal yang aneh.
Kau harus bersikap begitu.
Ibu menungguku. Ini sudah larut malam.
Benar juga. Pergilah. Pulanglah sekarang.
Tanda vital kembali normal.
Bagus sekali.
Entahlah… Mari kita tunggu saja.
Sejujurnya, sungguh mukjizat dia masih hidup.
Kau benar. Dia sudah berada di ambang kematian berkali-kali.
Namun, masih menjadi misteri bagaimana dia bisa terus bertahan.
Aku pun bingung menjelaskannya.
Pasien ini mengalami koma, lantas dari mana datangnya tekad itu?
Mungkin bukan hanya tekadnya sendiri.
Hei… Aku ada di sini. Tolong aku.
Tolong! Aku ada di sini! Aku sudah cukup lama berada di sini.
Tolong aku!
Aku mau keluar dari sini. Kumohon!
Tolong aku! Kumohon…
Pergi menuju
Ke tempat angin berembus
Di bawah pohon
Yang menyerupai rambutmu
Sambil bersandar di kereta yang berderak
Aku menuliskan surat untukmu
Jalan yang kulihat dalam mimpiku
Aku berdiri di sana
Kebahagiaan ini mungkin
Gelisah dengan kegembiraan dan ketakutan
Langit dan orang-oranglah
Yang harus kita lihat dan rasakan
Kita pasti mengalami hari-hari berat
Namun, semua itu demi mimpi-mimpi baru kita
Pergi menuju
Ke tempat angin berembus
Pergi menuju
Ke tempat matahari bersinar terang
Pergi menuju
Ke tempat angin membawaku
Meski jika ombak datang
Aku akan fokus pada cakrawala
Pergi menuju
Ke tempat matahari tersenyum
Pergi menuju
Ke tempat dedaunan melambai
Aku berjalan sambil bersiul
Lalu tiba-tiba teringat tentangmu
Meski aku merindukan suaramu
Aku tak boleh mengingatnya kembali
Pergi menuju
Ke tempat angin berembus
Ibu!
Ibu!
Ibu, aku mengalami kejadian aneh hari ini.
Kenapa Ibu berbaring di sini tanpa menyalakan lampu?
Apa? Ibu marah karena aku pulang malam?
Ada apa? Bola lampunya?
Ibu, aku sungguh tak bisa berbuat apa-apa hari ini.
Aku pergi ke toko lampu untuk membelinya.
Aku pergi ke sana saat hujan deras.
Namun, aku bertemu banyak orang aneh hari ini.
Maka itu, pemilik toko lampu menyuruhku pulang,
jadi aku tak bisa membelinya.
Ya? Ibu marah?
Ayolah, Bu. Maaf.
Aku berjanji akan membeli bola lampunya besok.
Ayolah, Bu.
Ya?
Ibu, jangan marah.
Kenapa Ibu diam saja?
Omong-omong, tubuh Ibu wangi.
Wangi Ibu seperti bunga.
Maksudmu mereka bersama?
Aku penasaran apa mereka saling kenal.
Aktor anak dijamin keamanannya dan didampingi wali.
Semua hewan dijamin keamanannya sesuai arahan pakar.
Diterjemahkan oleh Maria Pardosi
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.