All language subtitles for When Time Stopped EP11

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese Download
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

When Time Stopped (Saat Waktu Berhenti)

Kim Hyun Jung

An Ji Hyeon

In Gyo Jin

When Time Stopped (Saat Waktu Berhenti)

Episode 11

Alih bahasa dipersembahkan oleh Tim Time Stoppers @ Viki

In Seob.

Masuklah dulu ke pintu yang di sana.

Ayah.

Aku akan segera mengikutimu. Pergilah dulu.

Kau pikir bisa kabur selamanya?

Benar.

Jadi aku tak akan kabur sekarang dan

aku akan mencoba yang terbaik.

Apa arti ingatan itu bagimu, sampai kau mencoba melawan Tuhan?

Aku tak bisa bilang.

Aku kehilangan ingatanku dan

saat ingatan itu muncul kembali,

Aku sudah meninggalkan banyak hal berharga

lebih dari yang kukira.

Jangan melihat kami dengan kasihan

seperti kau menyadari sesuatu sendirian saja.

Kau memilih kehidupan pencabut nyawa juga keputusanmu.

Tapi apa kau tahu ini?

Sebelum kita jadi pencabut nyawa,

kita punya kemampuan yang sama dengan orang-orang yang kita kejar.

Karena kekuatan yang tidak diinginkan, apakah kita akan dihancurkan atau

kita kehilangan semua kenangan kita dan melakukan tugas sebagai pencabut nyawa.

Ini menyedihkan karena kita tak punya pilihan selain dua itu.

Bukan berarti kau menyedihkan.

Aku tidak penasaran.

Berhenti bicara omong kosong.

Baiklah.

Lalu sekarang...

Ini akan jadi mentoring yang terakhir.

Kau tidak apa-apa dengan itu?

Ini sedikit berbeda

dari sebelumnya.

Ayah!

Ayah, apa ini?

Ini akan jadi hadiah terakhirku.

Mulai sekarang jangan bersembunyi.

Lakukan semua yang kau ingin lakukan.

Bahagialah, oke?

Mungkinkah

ini

penyangkalah? Itukah namanya perasaan ini?

Sunbaenim, jangan bilang...

Jangan jadi lemah.

Kau bisa berakhir sepertiku.

Buang semua perasaanmu.

Mentoring terakhir.

Jangan jadi seperti aku.

Sebenarnya apa yang ingin kau lindungi

sampai sejauh itu?

Pada akhirnya, ini adalah pilihanmu.

Aku beritahu kau ini untuk kebaikanmu sendiri.

Jika seorang pencabut nyawa mengambil semua bakat dari orang yang punya kemampuan...

tubuhnya tak bisa menampungnya dan mereka akan menghilang selamanya. Kau tahu itu?

Jangan lakukan sesuatu yang akan kau sesali.

Meskipun pilihannya untuk takdirmu mungkin menyelamatkanmu,

apa kau tahu bahwa itu adalah keputusan

bahwa dia sendiri akan menghilang selamanya?

Ti-tidak, kau bicara apa?

Ini hadiah kedua dari sedikit hadiah yang Ayah berikan. Maaf aku memberikannya terlalu terlambat.

Ayah berjanji akan belikan mainan ini nanti.

Tidak apa-apa.

Tidak...

Aku tahu kau sangat suka semua mainan ini.

Mulai sekarang jangan bersembunyi.

Lakukan semua yang ingin kau lakukan. Bahagialah.

Mengerti?

♪ Menjadi kenangan yang berlalu ♪

Ayah...

♪ Meskipun aku tak bisa bertahan ♪

Ayah...

Ayah! Ayah!

♪ Aku berubah ♪

♪ Oh hanya untuk cintaku, aku terlahir kembali ♪

♪ Di waktu aku harusnya membenci dunia ini, ♪

♪ Aku memikirkanmu dan aku tersenyum ♪

Tidak... tunggu sebentar.

Bagaimana bisa seorang manusia mengingat lagi

ingatan-ingatan yang sudah dihapus Tuhan?

Apa yang harus kita lakukan?

Apa? Apa maksudmu?

Dia hanya seorang manusia sekarang.

Apa kau sengaja melakukan ini dengan mengetahui apa hasilnya?

Hanya... pikirkan saja sebagai perhatian Tuhan.

Ini seperti keputusan yang tidak seperti dirimu.

Apa artinya "keputusan yang seperti diriku"?

Hah?

Kedua anak ini mengingat Myung Woon dan ingatan Myung Woon kembali, itu di luar kendali Tuhan.

Keputusan terakhir bukan dibuat olehku. Tapi dia.

Tuhan tidak sempurna.

Dan juga, bahkan tanpa kau di sini, kepalaku sangat sakit.

Lalu,

Kau bilang kehendak seorang manusia biasa mengalahkan kekuatan Tuhan?

Apa yang kau lakukan sekarang?

Kenapa?

Kenapa kami tidak ingat apapun?

Apa ini keputusan yang kami buat dengan kehendak sendiri,

atau karena paksaan Tuhan?

Kenapa kau juga seperti ini? Kenapa?

Sesuatu...

Aku merasa kehilangan sesuatu yang sangat berarti bagiku.

Baiklah. Tuhan adalah makhluk yang sangat egois.

Benar?

Yah, apakah dia itu, sampai dia menghancurkan hidup manusia seenaknya karena dia punya kekuatan...

dan bahkan menghapuskan keberadaan mereka dari dunia...

- Dan juga-- - Baiklah, baiklah.

Dan juga, dia menghapus ingatan orang-orang dengan kemampuan dan membiarkan mereka bekerja begitu keras.

Kau puas sekarang?

Apa tak ada cara untuk

mendapatkan kembali ingatan kami?

Ingatan adalah hal berharga bagi manusia kan?

Tetapi, bagi kami, itu hanya halangan untuk jalan kami.

Sejujurnya, Para tuhan takut pada ingatan manusia.

Jadi, untuk mencegah hal yang menakutkan dan rumit itu,

kami menghancurkan jiwa manusia, menghapus ingatan mereka...

Yah, kami hanya pilih cara itu.

Ini, jawabanku untuk pertanyaanmu.

Kalau kau bilang keputusan dibuat oleh Tuhan yang memaksa kita, maka tak ada lagi yang bisa kukatakan. Tetapi...

Bahwa kau minum teh ini di masa lalu itu adalah keputusanmu.

Dan juga, kali ini, ini juga keputusanmu kan?

Apa yang akan kau lakukan sekarang?

Bagaimanapun, kita menyelesaikan satu masalah dan sekarang kita punya satu masalah terakhir.

Kalian sedang apa? Tidak cepat pergi?!

Aku akan mematuhi perintahmu.

Kau membuat suasana hatiku buruk pagi-pagi begini.

Hei! Kenapa kau berkeliaran di depan rumah orang sejak pagi?

Kau mau meminta makanan?

Kau mau beli barang?

Cepat enyahlah. Kalau muncul lagi di sini, aku tak akan berbaik hati.

Aigoo...

Ini menyesakkan, bukan?

Sedikit.

Tetapi,

kita harus tetap tinggal di sini kan?

Maaf.

Tetapi, ini mungkin tempat teraman untuk saat ini.

Kau tak perlu minta maaf.

Ini lebih baik daripada dibunuh oleh orang-orang aneh.

In Seob

In Seob!

Kau baik-baik saja?

Aku lebih baik sekarang.

Kau di mana sekarang?

Meskipun dia sudah pensiun, dia tetap Tuhan.

Kurasa akan sulit bagi kami meneruskannya dan menyelesaikannya sendiri.

Aku mengerti.

Aku akan menemui dia sendiri.

Bagaimana kalau kita lakukan sendiri?

Tidak ada yang mau melakukannya?

Orang tua itu bukan orang tua biasa. Dia itu tuhan yang sudah pensiun.

Kalau kita sembarangan mengganggu dia, dan dia marah, bagaimana kita akan menanggung akibatnya?

Kau bilang dia sudah pensiun. Bagaimana kita tidak bisa melakukan sebesar itu?

Berapa lama kita akan tinggal di sini memukuli kuda mati?

Pertama, ayo melapor pada atasan. Dia harus mengatakan sesuatu.

Sampai saat itu, bagaimana kalau kita tunggu dengan tenang.

Aigoo, yang benar saja. Kalian begitu tidak sabar. Kalian semua.

Kenapa kalian begitu bawel?

Bagaimana bisa tidak satupun dari kalian bisa melakukan pekerjaan dengan benar?

Satu. Paling tidak harusnya ada satu. Tidak ada?

Aigoo... ini tidak berguna.

Aku di sini, Sunbaenim.

Aku tahu kau di dalam, Sunbae.

Kalau kau tidak buka pintunya, aku akan dobrak.

Yang benar saja...

Menakutiku!

Ya ampun, kau berisik sekali. Ada bel di sini. Kau tak lihat?

Kenapa kau memukulinya?!

Apa ini?

Ada bel? Kenapa kecil sekali? Kau harusnya buat lebih besar.

Mau kubelikan yang lebih besar?

Hei! Bukankah kau kemari karena ada yang ingin dikatakan?

Kau menakutiku.

Ada apa denganmu? Aku hanya minum secangkir teh dengan sunbae yang kuhormati.

Kalau kau terus seperti itu, aku akan kecewa.

Kecewa? Omong kosong.

Pulanglah, aku melakukan sesuatu agar mereka tidak mudah menemukan kalian.

Di sini!

Kau paling tidak harus minum anggur beras lalu pergi, bukannya teh.

Bagus. Mengingatkanku pada hari-hari tua.

Sunbaenim bilang ini "Perhatian Tuhan".

Tiba-tiba sangat menggangguku.

Apa aku bilang begitu?

"Perhatian Tuhan" mu itu

sampai sejauh apa?

Apa yang kau lakukan padaku?!

Maaf, Sunbae-nim.

Aku tertarik pada mereka akhir-akhir ini.

Mereka mungkin di rumah. Tak ada yang akan menghalangimu untuk sementara jadi selesaikanlah.

Ya, aku mengerti.

- Baik. - Baik.

Kau yakin tempat ini aman?

Karena itu yang Ahjussi katakan, untuk saat ini, harusnya baik-baik saja.

Terima kasih, 101.

Yah... bukan masalah.

Ahjussi memberitahuku alasan semua ingatanku dihapuskan

itu adalah keputusanku.

Gelang ini adalah permulaan dari segalanya.

Aku tak ingat apapun.

Jadi di masa lalu, kau seperti mereka.

Tak penting apakah dia dulu sama atau tidak dengan mereka.

Bagaimanapun, dia tidak seperti itu sekarang.

Baiklah.

Mungkin bukan salahmu.

Sama seperti bagaimana kemampuanku juga

bukan salah ayahku atau aku.

Ayah? Ayah siapa?

Tidak apa-apa selama seseorang ingat.

Tidak apa-apa selama aku ingat ayahku.

Tapi tetap saja

karena ayahku, aku bisa ingat.

Aku iri padamu, yang bisa mengingat sesuatu yang seberharga itu.

Tetapi, aku dengan kemauan sendiri menghapus ingatanku yang berharga.

Kenapa aku melakukan itu?

Suatu kehormatan akhirnya bertemu denganmu.

Sunbae-nim.

Tetapi,

Apa tempat persembunyian terakhirmu di sini?

Aku ingin kalian membiarkan kami pergi dengan tenang.

Aku akan berterima kasih kalau kau mengikuti kami tanpa masalah.

Kau tahu aku tak bisa.

Rasa hormatku hanya sampai sejauh ini.

Ini yang kau lakukan?

Kali ini aku juga meminjam kemampuan waktu sebelum datang.

Inilah yang Tuhan bicarakan, benar-benar membuat sakit kepala.

Bosku menyuruhku membawanya,

tapi dengan kemampuan waktumu, hubunganmu terlalu berbahaya.

Dalam kasus ini, kurasa yang terbaik adalah untuk membuat dia menghilang dari sini.

Tolong jangan terlalu membenci kami.

Oh...

Aku lihat itu pilihanmu.

Maaf, Sunbaenim.

Tetapi, aku juga harus melindungi waktuku.

Kurasa begitu.

Tapi bukan itu yang paling penting.

Kalau kau tak mau lihat orang-orangmu menghilang semua, kusarankan kau cepat pergi sekarang.

Joon Woo...

Apa ini sekarang?

Bukankah kau beritahu aku bahwa "perhatian Tuhan" sangat mengganggumu belakangan ini?

Ya..

Manusia, mereka sendiri, tidak butuh perhatian kita.

Kita hanya perlu mereka menjaga keseimbangan mereka.

Bisakah kau dengarkan aku sekali saja?

Ya...

Kenapa aku menghapus ingatan Joon Woo dan

kenapa aku mengurus gelang itu sampai Joon Woo dan wanita muda itu bertemu lagi.

Terakhir, membiarkan mereka berada dalam waktu ini.

Inilah kode etik-ku sebagai "perhatian Tuhan".

Gelang itu adalah jalinan takdir yang akan membuat mereka bertemu lagi.

Itu juga kotak Pandora yang membuat mereka menghadapi ingatan masa lalu yang mengerikan.

Apakah mereka mau menghadapi ingatan mereka, itu adalah pilihan lain untuk mereka.

Seon Ah...

♪ Sementara kau dengan lembut menghiburku yang menyedihkan ♪

♪ Di depanmu, yang melindungi aku. ♪

♪ Di duniaku yang telah berhenti, memasang ekspresi cerah ♪

Kadang-kadang aku berharap waktu tidak akan mengalir.

Hal-hal seperti itu datang ke pikiranku.

Maka gambar-gambar itu akan tetap indah.

♪ Di tengah-tengah labirin, aku tersesat. ♪

♪ Mengembara, semua orang tidak bisa keluar. ♪

Tapi kalau waktu berhenti,

kau akan sendirian di dalam waktu itu.

Dan tanpa kenangan bersama untuk dihargai, bukankah kau pikir

itu menyedihkan?

Aku tidak berpikir dunia akan jadi tempat yang menyenangkan.

Benar, akan seperti itu.

♪ Bahkan detak jantungku yang berdetak tenang. ♪

Gelang ini diberikan oleh nenekku setelah meninggal.

Ketika aku muda, nenekku sering memberitahu sebuah cerita.

Yang menarik tentang gelang ini adalah ada legenda di dalamnya.

Legenda?

Gelang ini akan menyimpan ingatan dari takdir manusia-manusia yang terpilih selamanya.

Tak peduli berapa tahun berlalu, selamanya.

Romantis kan.

♪ Di duniaku yang telah berhenti. ♪

Kalau takdir itu menjadi hal buruk, akan jadi masalah besar.

♪ ... hatiku berputar. ♪

♪ Oh, dalam pikiranku yang kacau. ♪

Takdir kita akan dipenuhi kenangan-kenangan indah.

Seperti saat ini.

♪ Mengembara, semua orang tidak bisa keluar. ♪

♪ Langkah terakhir akan dihentikan. ♪

♪ Jika itu kau, di mana kau akan berada sekarang? ♪

♪ Tidak butuh apa-apa. ♪

♪ Selalu aku ♪

♪ Mencari aku ♪

♪ Bagaimana aku bisa sampai di sini ♪

♪ Apakah labirin itu di dalam hatiku yang kosong? ♪

♪ Kamu tidak melepaskan ♪

♪ Gambar terakhirmu di depanku ♪

♪ Membuatku sulit untuk pergi ♪

♪ Langkah terakhir dihentikan. ♪

Joon Woo, anak itu, adalah pencabut nyawa yang sangat baik.

Dialah yang paling kuhargai dari semua pencabut nyawa-ku.

Kau sudah bekerja keras.

Jadi karena itu aku melakukannya?

Anak itu jatuh cinta dengan seorang manusia, aku sangat tidak setuju.

Tapi aku tak pernah tahu betapa kejamnya kuasa takdir.

Bahkan sebagai Tuhan, saat itu aku tak tahu apa yang akan terjadi.

Dia tidak tahu aku pencabut nyawa.

Dan dia juga tidak punya kemampuan khusus.

Ini hanya hubungan antara orang dengan orang.

Apa ada yang salah dengan itu?

Kau pikir aku membuatmu menjadi pencabut nyawa untuk jatuh cinta?

Sadarlah, nak. Perasaan adalah kemewahan untuk pencabut nyawa.

Siapa bilang aku ingin jadi pencabut nyawa?

Semuanya adalah keputusanmu sendiri!

Hanya karena aku mencintai seorang manusia,

apa masalahnya untukmu, Tuhan?!

Bagaimana jika manusia yang kau cintai punya kemampuan khusus,

apa yang akan kau lakukan?!

Menjadi pencabut nyawa itu seperti itu.

Akan ada waktu di mana kau harus

membuat orang yang kau cintai menghilang dengan kedua tanganmu sendiri.

Kalau saat itu datang, bisakah kau melakukannya?

Bisakah kau membuat orang yang kau cintai menghilang dengan tanganmu sendiri?!

Pencabut nyawa tidak boleh terjerat di dunia manusia ini.

Jangan masuk terlalu dalam ke perasaan emosional.

Akan ada waktu di mana kau harus

membuat orang yang kau cintai menghilang dengan kedua tanganmu sendiri.

Bisakah kau membuat orang yang kau cintai menghilang dengan tanganmu sendiri?!

Kau tidak bisa, sunbaenim.

Jangan hentikan aku.

Apa yang kau lakukan?!

Tunggu sebentar... aku tahu semuanya.

Aku bilang aku tahu wanita ini punya kemampuan untuk menghentikan waktu.

Jadi tolong berikan satu kesempatan terakhir.

Wanita ini tidak menggunakan kekuatannya untuk menghentikan waktu dengan cara yang salah.

Dia punya kemampuan ini bukan karena pilihannya sendiri.

Dia mau atau tidak, tetap saja dia punya kemampuan itu.

Untuk alasan apapun, kalau dia gunakan kemampuannya, itu adalah pilihannya.

Dan pilihan itu datang dengan konsekuensi.

Itu pilihannya dan tanggung jawabnya.

Memotong semua jenis nasib dan menengahi konflik,

adalah pekerjaanku dalam waktuku! Juga pekerjaanmu dalam waktumu!

Tolong berikan satu kesempatan terakhir.

Tolong beri dia satu kesempatan. Kalau kau berikan, dia tidak akan menggunakan kekuatannya lagi.

Biarkan aku saja yang menghilang.

Aku akan serap kemampuannya, jadi biarkan aku yang menghilang!

Kau bodoh. Aku kecewa padamu.

Joon Woo, jangan tersiksa karena aku.

Aku punya kebencian terhadapmu.

Aku menjadi pencabut nyawa,

aku juga merasakan kebencian.

Jadi sekarang, bawa saja aku pergi.

Tak ada kesempatan bagi dia, yang menghilang, untuk reinkarnasi.

Tanpa dia, kehidupan abadiku tidak ada artinya.

Kau harus membuat dia menghilang sekarang sebagai hukuman karena menyakiti rekan-rekannya.

Tunggu di luar sebentar.

Kau mau melepaskan diri dari menjadi pencabut nyawa.

Kau menyakiti rekan-rekanmu tapi aku tak bisa membuatmu menghilang.

Kau selalu lakukan apapun yang kau mau.

Membunuh seseorang,

dan juga menyelamatkan seseorang.

Pada awalnya, apa aku benar-benar punya pilihan?

Lakukanlah yang kau inginkan.

Sebagai gantinya, ingatan yang kejam ini

tolong hapuskan.

Kau ingin menghapus ingatanmu...

Hidup dengan ingatan ini, aku tak bisa meneruskannya.

Seorang manusia adalah ingatan...

Apa takdir dan apa ingatan...

Aku, yang hidup abadi, itu semua tak berarti.

Bahkan sebagai Tuhan, aku tak bisa mengendalikan takdir mereka berdua.

Gelang itu memiliki takdir abadi wanita itu.

Karena itulah dia bisa reinkarnasi.

Gelang itu juga memiliki kenangan indah mereka dan

juga kenangan sedih mereka bersama.

Mengetahui kebenarannya, aku ingin melakukan hal yang benar untuk kesalahanku.

Dengan permintaan anak itu, aku hapus ingatannya dan menunggu bersama dengan dia.

Sampai wanita itu, cinta sejatinya, kembali.

Aku ingin menyatukan mereka bersama.

Kalau aku pinjamkan dia kekuatanku menghentikan waktu, di dalam waktu yang berhenti,

kupikir mereka akan bertemu sekali lagi.

Lalu bagaimana dengan gelang itu?

Aku bahkan tak tahu itu datang dari mana, karena itu di luar kekuatan kita.

Karena itulah mereka bisa bertemu lebih cepat.

Tapi sebaliknya, mereka juga harus menghadapi masa lalu yang menyakitkan.

Karena itu aku berusaha menyembunyikan gelang itu.

Ya...

Aku mengerti situasinya.

Tetapi, Sunbaenim, pertanyaanku adalah arti dari perhatianmu.

Sunbae sudah melanggar peraturan.

Sudah jelas kau membuat kesalahan.

Mereka berdua yang ada di luar pemeliharaan Tuhan...

Mereka berdua harus dihancurkan.

Kau melewati sesuatu yang tidak seharusnya kau lakukan.

Kau berani menentang kuasa Tuhan, kau manusia menyedihkan!

Sunbae-nim.

Aku akan menemuimu nanti. Untuk hari ini, hentikan sampai sini.

Bisakah kau berikan mereka sedikit waktu?

Sunbae, apa kau akan seperti ini sampai akhir?

Untuk hari ini, aku akan pergi dulu sebentar.

Tetapi, kau tak bisa menghentikanku untuk menyingkirkan mereka.

Kau sangat tahu.

Apa yang kau lakukan? Bangun.

Benar, apa yang aku tahu di waktu yang berlalu?

♪ Bagaimana ini bisa terjadi lagi? ♪

Lagi-lagi pada waktu itu, kehangatannya dan auranya...

♪ Semuanya membeku dalam sekejap, ♪

Menjadi harumnya sendiri...

Dia bisa datang kembali lagi padaku.

♪ Sudah berakhir bahwa kesunyian itu rusak dan ♪

Dan juga...

Alasan aku masih hanya mengawasi dia di sana...

♪ Aku pura-pura tenang tapi ♪

Waktuku masih...

menuju pada dia di sana.

♪ Ini adalah tugas yang benar-benar aku benci lakukan satu sama lain ♪

♪ Sudah berakhir bahwa aku mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan bagaimana perasaanku ♪

♪ Sudah berakhir jika mungkin kau ♪

♪ setajam ini ♪

Joon Woo...

♪ Aku mengatakan sesuatu yang menyebabkan rasa sakit ♪

Baiklah...

Ingatanmu sudah kembali?

Alih bahasa dipersembahkan oleh Tim Time Stoppers @ Viki

♪ Dimanapun dirimu, aku akan ada di sana ♪

♪ Di mana pun kau berada, aku bisa ditemukan ♪

Ingatan manusia, perhatian Tuhan...

♪ Tolong hentikan waktu di malam indah kami ♪

Bahkan pengekangan takdir..

Semuanya...

Tapi kemampuan mereka berdua dan gelang itu...

pasti cukup berbahaya untuk mengacaukan dunia.

♪ Kau adalah segalanya ♪

Pilihan selalu diikuti dengan tanggung jawab sebagai konsekuensi.

Baik itu dibuat oleh pilihanmu sendiri atau pilihan orang lain.

Aku tak akan pernah biarkan saat seseorang melanggar peraturan.

Aku akan membuat mereka menghilang.

♪ Gelap kegelapan tanpa henti ♪

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.