Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Alih bahasa dipersembahkan oleh Tim Time Stoppers @Viki
Saat Waktu Berhenti
Episode 10
Sepertinya kau tidak ingat aku.
Tapi Ayah, selama ini kau di mana?
In Seob!
Ayah!
Ayah, apa harimu menyenangkan?
Ya, hariku menyenangkan.
In Seob-ku, tebak aku bawa apa.
Donat!
Hah?
Ta-da.
Asik, terima kasih.
Makanlah.
Ayah sudah makan banyak. In Seob, kau makan saja.
Kalau begitu tak ada pilihan selain memakannya.
Dengan tulus, aku minta maaf.
Aku melakukan yang terbaik untuk mendapatkan uang,
tapi biaya rumah sakit istriku sangat besar.
Aku sungguh malu pada diriku sendiri.
Kalau mau, mengenai uang sewa yang terlambat,
tolong diambil saja dari depositku.
Aku akan cari tempat lain untuk tinggal.
Kenapa kau bicara seperti kita orang asing?
Aku bukannya tidak tahu situasimu, ayah In Seob.
Aku hanya memanggilmu untuk bilang tetaplah kuat dan positif.
Ini...
Meskipun belum lama kau pindah ke gedungku,
Aku selama ini memperhatikanmu dan bersimpati padamu.
Mengurus istrimu yang sakit dan bekerja keras untuk semuanya,
tampaknya benar-benar menyayat hati.
Tapi kupikir kau masih lebih baik daripada aku, yang kehilangan istriku, karena kau punya istri meskipun dia sakit.
Jadi aku iri padamu.
Jadi jangan bawa dunia pada bahumu dan tetaplah kuat.
Kau bisa berikan uang sewamu saat kau mampu.
Bagiku, aku hanya duduk dan mengumpulkan uang tiap hari.
Kau pikir aku tak mengerti apa yang sedang kau lalui?
Terima kasih.
Aku sangat berterima kasih.
Minumlah...
Kau mau?
Kalau begitu minta ayahmu belikan.
Oh iya! Dia bahkan tidak bisa bayar sewa...
Apa artinya kalau punya mainan?
Bertahan sajalah tanpanya.
Kalau kau miskin, kau tak bisa melakukan semua yang kau suka.
Ayahmu
datang ke ayahku kemarin dan memohon untuk menunda bayar sewa.
Kapan ayahkumelakukan itu?
Kemarin malam jam 9:28.
Ayahmu memohon pada ayahku di tempat ini.
Kalau tidak punya uang, harusnya kau jangan tinggal di sini.
Manusia yang puas diri yang mengatakan mereka tidak punya uang dan memohon untuk membiarkannya sekali ini saja,
adalah yang paling menjijikkan.
Apa... kau mau memukulku?
Apa yang akan kamu lakukan jika kamu ditagih biaya perawatan medis setelah memukulku?
Lebih lagi, kau bahkan tak punya uang untuk bayar sewa.
Apa yang bisa kau lakukan lebih dari bertahan tanpa mainan?
Seon Ah.
Ayahku tidak berpuas diri.
Ayahku bekerja sangat keras.
Dia sangat menyayangi aku dan ibuku.
Ayah, kurasa ini cukup.
Tidak... masih lama.
Tapi Ayah.
kau orang yang terlalu baik.
Curang jika mereka tidak bayar sewa karena tidak punya uang.
Kau bocah, semua orang melalui masa-masa sulit yang tidak pernah mereka lihat datang ke kehidupan mereka.
Membalikkan badan pada situasi seperti itu juga salah.
Kau bisa dihukum untuk itu.
Hai, In Seob.
Halo.
Anak ini bicaranya terlalu kejam, bukan?
Aku minta maaf untuk dia.
Tidak, Tuan.
Terima kasih.
Mini Super Go Cars
In Seob
Nanti ayah akan belikan semua mainan yang kau suka.
Aku tak apa-apa. Aku tak perlu itu.
Tidak, aku tahu kau sangat suka itu.
Aku akan bekerja sedikit lebih keras,
dan saat aku digaji, aku akan beli semuanya untukmu.
Sungguh?
Tentu saja. Ini, aku janji.
Ayah, kenapa kau tidak gunakan kemampuan yang orang lain tidak punya tapi kau punya itu?
In Seob, ayah juga tidak tahu,
di mana atau bagaimana kemampuan yang hanya kita miliki ini datang.
Tapi kemampuan itu adalah kesialan dan kecurangan.
Hanya untuk kesenangan sesaat, pada akhirnya,
orang lain bisa menjadi tidak senang.
Aku pasti akan belikan mainan-mainan yang kau suka.
Jadi jangan pernah,
jangan pernah gunakan kemampuan itu. Kau paham?
Ayo, makan donat kita.
Ayah minta maaf
Ayah In Seob, Seseorang datang mencarimu.
Siapa?
Dia bilang adikmu. Di sana!
Lama tak bertemu, Hyung.
Apa In Seob baik-baik saja?
Tidak. Hyung, kau ada dalam situasi di mana kondisi kakak ipar begitu kritis sampai dia bisa meninggal kapanpun.
Kau pikir masuk akal untuk hidup dan membayar sewa bulanan?
Dosa macam apa itu kepada In Seob?
Lakukanlah Hyung. Sekali lagi saja. Hah?
Sekali lagi saja untuk yang terakhir kali.
Tidak,
Aku tak akan melakukannya lagi sekarang.
Sebenarnya ada apa denganmu?
Aku tak akan minta apapun kalau kau tak punya kemampuan itu.
Saat kau punya pemberian yang datang dari surga ini, kenapa?
Tak ada lagi yang ingin kukatakan, jadi aku pergi.
Kenapa? Kau!
Kenapa bukan aku tapi kau?
Harusnya itu datang kepadaku. Harusnya. Kubilang seharusnya aku yang punya!
Benar, Bung!
Aku juga sudah berpikir ratusan dan ribuan kali
hal yang sama, bahwa aku ingin itu jadi milikmu saja.
Kau selalu iri soal itu kan?
Kau membujukku menggunakan kekuatan! Sejak it,
aku memimpikan penderitaan orang lain karena kekuatanku setiap malam.
Aku tak bisa tidur damai bahkan untuk sesaat.
Ya, tolong, kumohon padamu.
Kalau kau bisa mengambilnya, ambil dan pergilah!
Bawa bersamamu kalau bisa, brengsek!
Sugguh, aku tak bisa main karena kau terus membuatku kesal.
Ayahku bilang setelah dia digaji, dia akan membelikanku mainan.
Jadi aku sama sekali tidak iri.
Kalau tidak iri, cepat pergi.
In Seob!
Paman!
Kau baik-baik saja?
Mereka harusnya membesarkannya dengan memberi makan dia seperti ini.
Bagaimana ibumu?
Apa ibumu baik-baik saja?
Benar.
Kau harus punya uang untuk menyembuhkan penyakit.
Kau dan ibumu melalui masa sulit karena kau punya ayah yang miskin.
Aku mau pergi.
Kenapa? Kau tak suka aku bicara jelek tentang ayahmu?
In Seob. Aku tidak bicara sembarangan.
Penyakit ibumu bisa disembuhkan.
Bagaimana?
Kau harus membantuku sekali ini,
dan rahasiakan dari Ayahmu.
Kau dapat ini dari mana?
Aku bertanya kau dapat dari mana!
In Seob, apa kau...
Jangan bilang, kau mencurinya dengan kemampuanmu.
Paman.. paman yang membelikannya untukku.
Bukankah aku sudah bilang kalau kau bertemu dia, anggap Paman seperti orang yang tidak kau kenal.
Bukankah aku bilang jangan makan apapun atau terima apapun yang dia belikan?
Meskipun begitu, paman benar-benar khawatir tentang ibu
dan benar-benar membelikan mainan itu.
Kau selalu mengatakannya,
tapi kau tidak benar-benar bisa membelikannya untukku.
Kau bilang menggunakan kekuatan itu adalah curang,
tapi meskipun aku curang,
kuharap keluargaku dengan ibu dan ayah akan bahagia.
Sayang...
Sayang!
Unit Gawat Darurat
♪ Meski begitu, tidak apa-apa. Kau dapat beristirahat di depanku ♪
♪ Bahkan jika kau menangis, tidak apa-apa. Untuk satu atau dua hari ♪
Perawatan penyakit ini tidak ditutupi oleh asuransi.
Aku mengerti tagihan rumah sakitnya juga besar,
Tapi pasien butuh perawatan jangka panjang,
dan meneruskan pengobatan.
♪ Aku berjanji padamu ♪
Ya.
Apapun caranya, aku akan menyiapkan uang untuk perawatan.
♪ Di masa depan pada hari itu aku akan menjadi milikmu pada hari itu ♪
♪ Aku tidak akan pernah membuatmu menangis ♪
♪ Seperti malam yang jauh yang menyerupai senyummu ♪
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Siapa?
Hah? In Seob...
Benar kan?
Kalau aku lakukan pekerjaan itu, aku bisa dapat uang untuk perawatan ibuku kan?
Di samping uang perawatan Ibumu,
kau, ayahmu, ibumu, dah bahkan aku, pamanmu,
kita semua bisa hidup dalam kekayaan.
Aku akan melakukannya, Paman.
Area Taman di Gyeongju...
Peninggalan Dari Era Tidak Diketahui Ditemukan
Tidak banyak.
Saat teman-teman Paman datang,
buka saja pintu di sana,
dan bantu Paman dan teman-teman Paman untuk masuk ke museum.
Bagaimana? Mudah sekali kan?
Tapi bukankah kau berjanji pada ayahmu untuk tidak menggunakan kekuatanmu, In Seob?
Tidak...
Ayah berpikir salah.
Meskipun Ibu sakit, Ayah tidak melakukan apa-apa.
Dialah yang duluan melanggar janji.
Baiklah. Yang kau katakan itu benar.
Halo Ajusshi kamar 101...
Ya, Seon Ah.
Senang bertemu kau di sini. Di mana In Seob?
Dia tidak datang ke sekolah hari ini.
Dia tidak ke sekolah?
Kalian tidak pergi bersama?
Dia bilang hari ini ada pekerjaan, jadi dia pergi ke suatu tempat.
Baiklah, terima kasih dan juga
aku selalu berterima kasih padamu karena bermain dengan In Seob, Seon Ah.
Ini... makanlah.
Ajusshi pergi dulu.
Apa dia akan seperti orang baik meskipun dia memberikan ini?
Mungkinkah...
In Seob...
In Seob...
Mungkin, bukan tempat ini?
In Seob...
Siapa kau? Bagaimana kau bisa masuk?
Di sana... Hei!
Hah?
Hah?
♪ Sia-sia lagi ♪
♪ Aku berusaha untuk tidak terkejut ♪
♪ Seperti takdir yang tidak pernah ♪
♪ ada dipihakku ♪
♪ Menjadi kenangan yang berlalu ♪
♪ Meskipun aku tidak dapat bertahan ♪
♪ Oh hanya untuk cintaku, aku berubah ♪
♪ Oh hanya untuk kekasihku, aku terlahir kembali ♪
♪ Pada saat itu aku seharusnya membenci dunia ini, ♪
♪ Aku memikirkanmu ♪
♪ Dan aku tersenyum ♪
Kenapa seperti itu?
Ah, ini dia.
Karena ini, semua masalah dimulai.
Tolong lihat ini.
Gelang ini hanya sebuah gelang.
Belum terlalu tua.
Tetap saja, bukan berarti tidak tua.
Karya kerajinannya tidak istimewa jadi nilainya biasa saja.
Ini hanya gelang biasa.
Tetapi gelang ini...
Sepertinya sudah menemukan pemiliknya.
Ada tempat yang harus kita datangi.
Di mana?
Itu tempat yang aman, ayo.
Siapa ini tengah malam begini?
Apa kau tahu ini jam berapa...?
Membawa seorang wanita...
Halo.
Dia pasti pemilik yang sering kau bicarakan.
Apa kau akan membiarkan tamu berdiri di luar seperti ini?
Tentu saja tidak. Masuklah. Selamat datang.
Duduklah.
Ini pasti Ruang Bawah Tanah--
Maksudku, Joon Woo, tempat kerjamu yang sebenarnya.
Ya, ini toko tuan tanah sebelumnya.
Kau harus istirahat di sini sebentar.
Tetap saja, tempat ini mungkin lebih aman dari tempat-tempat lain.
Permisi, tapi... Joon Woo,
kau masih belum memberitahuku siapa orang-orang yang mengejar kita.
Siapa mereka sampai kita harus kabur seperti ini?
Ayo semuanya minum segelas.
Baiklah. Bersulang!
Hei, Nak, apa yang terjadi sampai kau minum sekali teguk?
Siapa orang-orang yang mengejarmu? Kau kenal mereka?
Itulah maksudku. Siapa mereka?
Apa?
Dan juga... siapa aku?
Tolong beritahu aku sekarang, siapakah aku ini.
Aku akan menangkap dia.
Aku akan patuhi perintahmu.
Bisakah kau melakukannya, In Seob?
Aku bodoh karena percaya padamu.
Hei kau bodoh, kau menyuruhku mempercayaimu. Kau bermain-main dengan seorang anak kecil?
Ini karena anak ini gugup.
Dia bisa melakukannya. Tunggu saja dan lihatlah!
Kau bilang kau bisa melakukannya, In Seob.
Ada apa denganmu?
Ini pertama kalinya melakukan ini dengan sebuah foto.
Jadi kau tidak bisa?
Sudah kuduga. Lupakanlah.
Keluarkan yang kau ambil dari kami.
Yang benar saja...
Tunggu saja sebentar. Dia bisa melakukannya!
Kau breng***, apa kau gila?!
Aku bisa melakukannya!
Aku bisa melakukannya sekarang!
Kau bisa kan?
Kalau kau tak bisa melakukannya juga, kalian berdua mati.
Dengan ini, kita bisa menyembuhkan penyakit ibumu.
Tidak apa-apa, In Seob. Kau tahu cara bermain mencari harta karun, bukan?
Orang terakhir yang menaruh tangan di atas benda-benda seperti ini adalah pemiliknya.
Jadi, ini semua adalah milikmu dan milikku.
Bagaimana bisa ini milikmu?
Ini milikku.
Kau sedang apa sekarang?
Dari awal memang harusnya seperti ini.
Aku benci orang yang banyak bicara sepertimu.
Haruskah kita bunuh anak itu juga?
Kenapa kita bunuh harta karun itu?
Selama kita punya anak ini, kita bisa dengan mudah melewati makam kerajaan atau bank atau apapun.
Jaga anak itu baik-baik, agar dia tak bisa kabur.
Apa ini?
Apa yang terjadi? Siapa kalian, berandal?!
Yang bisa kau lakukan hanyalah mengajari keponakanmu menjadi seorang pencuri.
Siapa itu! Tangkap dia!
Jangan bergerak!
Ayah!
Sekarang jangan pernah muncul di hadapanku lagi.
dan jangan pernah bertemu In Seob lagi.
Kumohon padamu.
Tunggu.
Aku tak punya siapapun, kakak atau keponakan lagi.
Jadi bawalah ini dan bantu istrimu agar membaik.
Jangan besarkan anak polos ini tanpa seorang ibu dengan sia-sia.
Kau, Ayah, menghilang seperti itu dan beberapa hari kemudian, Ibu meninggal.
Untunglah, karena kebaikan pemilik gedung, aku masih tinggal di sini.
Itulah yang terjadi.
Maaf kau begitu sulit menjelaskan semuanya.
Tapi aku tak punya ingatan.
Bagaimanapun aku menjelaskan, tak ada yang bisa ingat.
Aku tak tahu kenapa akulah satu-satunya yang ingat.
Tapi karena ingatan itu, aku mengenalimu, jadi itu cukup bagiku.
Kau dalam bahaya. Cepat keluar dari tempat ini sekarang.
Kau sedang apa?
Mentoring yang sangat ingin kau lihat.
Tuhan mencarimu.
Kerja bagus hah...
Kerja bagus.
Bagaimana? Ada berapa kepala di sana? Mereka tidak bisa mengalahkan hanya satu, dia, hah?
Kalian sedang bercanda?!
Kau keluarlah dan berikan mereka semua hukuman.
Cepat!
Aku akan bertanya lagi padamu.
Kenapa kau melakukan itu?
Kalau kau kembalikan ingatanku, aku akan lakukan yang kau mau.
Itu bukan jawabannya.
Baiklah, bilang saja aku kembalikan ingatanmu.
Lalu, bisakah kau menangkap anakmu sendiri dengan tanganmu?
Ayah...
♪ Menjadi kenangan yang berlalu ♪
♪ Meskipun aku tak mampu bertahan ♪
Kaulah yang memilihnya.
Kau sendirilah yang melupakan ingatanmu.
Apa tidak ada kesempatan lain lagi?
Kau harusnya pertahankan kesempatanmu selagi kau memilikinya.
Kumohon... maaf aku salah.
Sekarang aku tak akan mencuri lagi.
Dan aku juga akan kembalikan ini!
Ayah!
Ya, In Seob...
In Seob, dengarkan perkataan Ayah baik-baik.
Mulai sekarang, jangan gunakan kekuatanmu, tapi kau harus hidup yang biasa dan sederhana.
Kau mengerti? Ayah minta maaf.
Joon Woo.
Cepat pergi... pergi!
Tidak... aku tak akan kemanapun tanpa Ayah!
Cepat pergi! Pergi!
Cepat pergi!
Ayah!
Ayah!
Kau ingat semuanya?
Ini sangat menyakitkan.
Berapa lama lagi aku harus hidup seperti ini?
Berapa banyak lagi aku harus menanggungnya?
Kau tak perlu meneruskannya kalau tidak mau.
Kaulah yang membuat semua keputusan itu.
Kau mau tetap berada selama itu. Kau mau bekerja bersamaku.
Semuanya adalah keputusanmu.
Baiklah. Ini akan segera terjadi.
Apa yang akan kau lakukan?
Aku memohon lagi kepadamu,
kumohon.
Aku mengerti... Tanpa mengetahui sudah berapa lama.
Aku terus tinggal di sini.
Bisakah aku bertanya satu hal lagi?
Kenapa aku terus meminta untuk menghapus ingatanku?
Untuk bertemu wanita ini.
♪ Meski begitu, tidak apa-apa ♪
♪ Kau dapat beristirahat di depanku ♪
♪ Bahkan jika kau menangis, tidak apa-apa. Untuk satu atau dua hari, ♪
♪ Akankah kau beristirahat di lenganku? ♪
Gelang ini dari perhatian Tuhan.
♪ Di malam hari ♪
Gelang ini adalah hadiah yang akan membuat kalian berdua terhubung.
Tapi ini juga sebuah kutukan yang akan mengingatkanmu pada ingatan-ingatan menyakitkan.
Hanya ini yang bisa kuberitahu padamu.
Apakah kau mau mengingat kembali kenangan masa lalu,
♪ Di masa depan pada hari itu ♪
ini terserah kalian berdua, keputusan kalian.
♪ Aku tidak akan pernah membuatmu menangis ♪
♪ Seperti malam yang jauh yang menyerupai senyummu ♪
Aku bertanya padamu!
Apa kau bisa menangkap anakmu sendiri?
Kalau kau bisa menghargai permintaanku.
Aku akan menangkapnya.
Apa permintaanmu?
Sepertiku,
tolong biarkan dia hidup sebagai pencabut nyawa.
Kau pikir aku lelucon, hah?
Kau sungguh berpikir aku lelucon kan?
Aku mulai kesal di sini.
Selama ini, aku sangat berterima kasih.
Kau membiarkan semua sikapku yang kelewatan.
Kalau kau kabulkan permintaan terakhirku, aku akan kubur semuanya dan memulai kehidupan yang baru.
Kau yang lebih tahu apa artinya janji dengan Tuhan.
Aku akan tepati janjiku dan kau lakukan yang sama.
In Seob...
In Seob.
Kapan kau tumbuh begitu cepat?
Sekarang... kau ingat aku sekarang?
Ayah minta maaf.
Ayah minta maaf.
Ayah...
Ayah...
sangat minta maaf, In Seob.
Bukankah kau sudah meramalkan ini?
Dia akan seperti itu.
Hai, aku Tuhan di sini.
Yah, tentu saja, ini belum resmi.
Apa maksudmu?
Di mana ini? Dan di mana putraku?!
Santai saja...
Bisa dimengerti. Aku tiba-tiba bilang, "Aku Tuhan."
Ya, aku bisa mengerti situasinya.
Lalu... bagaimana jika kau memikirkannya seperti ini?
Aku... seperti bos-mu dalam pekerjaan?
Seseorang bilang...
Ini hanyalah perhatian Tuhan.
Alih bahasa dipersembahkan oleh Tim Time Stoppers @ Viki
Saat Waktu Berhenti
♪ Menyakiti sebanyak rasa sakit ♪
♪ Pada hari aku ditinggalkan dan berantakan ♪
Ayah... aku akan...
Meskipun kau menghilang dari dunia ini,
Meskipun tidak ada yang mengenalimu,
♪ Waktu akan membawamu kepadaku ♪
Aku akan mengingatmu.
Aku akan mengingatmu sampai akhir.
♪ Dimanapun dirimu, aku akan ada di sana ♪
♪ Di mana pun kau berada, kau dapat menemukanku ♪
♪ Tolong hentikan waktu ♪
♪ Di malam indah kami ♪
♪ Akankah kau meneleponku? ♪
♪ Kau adalah segalanya ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.