Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
When Time Stopped (Saat Waktu Berhenti)
When Time Stopped (Saat Waktu Berhenti)
Episode 9
Terima kasih telah berada di sisiku, Ruang Bawah Tanah.
Hwa Sook...
Seong Joon...
Siapa mereka?
Tapi kenapa dia tak bisa mengingat mereka?
Alih bahasa dipersembahkan oleh Tim Time Stoppers @ Viki
Siapa kau?
Halo.
Aku Tuhan.
Hei, santai saja.
Hei, waktu yang berjalan adalah mutlak bagi seorang manusia.
Aku sudah bilang, aku Tuhan.
Ah, ini dia.
Karena ini, masalahnya dimulai.
Aku minta maaf tapi hari ini aku akan pergi saja.
Ada orang lain yang perlu kutemui sebelum kau.
Santai saja.
Apa bisa ditahan?
Aku punya beberapa pertanyaan untukmu.
Sejak kapan kau mulai menggunakan kekuatanmu?
Itu bukan masalah bagi sisi itu.
Sisi itu?
Kau punya seseorang di belakangmu... hah?
Aku penasaran apa kau bisa seperti itu sampai akhir.
Sampai sini untuk hari ini. Aku akan segera menemuimu lagi.
Jangan kehilangan akal sehatmu.
Kau menemukan sesuatu?
Menemukan sesuatu... dia tidak tahu apa-apa.
Kurasa dia bahkan tidak tahu kenapa dia hidup seperti ini di waktu sekarang ini.
Aku tak mengerti maksudmu.
Lupakanlah. Panggil Myeong Woon untukku.
Ini adalah syarat pembebasan dari masa percobaanmu.
Tangkap si penghenti waktu dengan benar.
Maka aku akan berikan kau gelang itu.
Tapi setelah kau dapat gelang itu,
Aku tak bertanggung jawab untuk masalah apapun yang muncul setelahnya.
Camkan itu baik-baik.
Aku akan mematuhi perintahmu.
Dan juga, sebelum kau tangkap penghenti waktu itu, ada seorang gadis di sisinya.
Tangkap gadis itu dulu sebelum dia.
Ada banyak yang ingin kubicarakan dengannya.
Saat melihatmu, hatiku bergetar.
Tapi bagaimana bisa kau menang lotere dua kali?
Dan dalam waktu sesingkat itu.
Yah...
Aku yakin ayahmu pasti benar-benar menolongmu kan?
Tapi apa para penagih hutang itu akan meninggalkanmu sendirian?
Mereka benar-benar menginginkan gedungmu.
Aku bayar mereka dan mengambil kembali surat perjanjiannya. Mereka bisa apa sekarang?
Beruntung. Benar-benar beruntung.
Jadi, apa yang akan kau lakukan berikutnya?
Sekarang aku bisa menaruh semua usahaku lagi untuk
menjadi seorang penulis, aku berjanji.
Bukan itu, bodoh.
Ruang Bawah Tanah.
Terima kasih telah berada di sisiku.
Ruang Bawah Tanah... yah...
Tak ada reaksi dari sisi sana?
Atau ini lagi-lagi dari satu sisi saja?
Kurasa bukan hanya aku saja.
Beritahu dia perasaanmu. Pria atau wanita yang menyatakan duluan sekarang bukan masalah besar.
Genggamlah dia duluan.
Aku sudah membuat tanda padanya.
Sungguh?
Berikutnya dalam antrian...
Ada masalah? Kau terlihat tidak nyaman.
Hah?
Tidak, aku hanya banyak pikiran.
Sekarang saat kupikirkan, Ruang Bawah Tanah dan juga In Seob
pasti ada di dunia di mana benar-benar ada sesuatu yang tidak kita ketahui.
Hei, sudah kuberitahu, aku Tuhan.
Berikutnya...
Kita berikutnya, ayo masuk.
Ah ya.
Ini untukmu.
Pada saat ini
Apa ini?
Waktu itu kau bilang kau ingin melihatnya.
Jadi untuk sekarang baru ada satu bab.
Ah ya...
Apa... Apa?
Dia bilang dia ingin lihat.
Aku sungguh menulisnya dengan susah payah.
Tapi, bagaimana 101 akan menjelaskannya pada orang-orang?
Aku tak tahu. Kurasa dia akan melakukan yang seharusnya.
Baiklah.
Kau sakit perut? Mau kubelikan air?
Tidak apa-apa.
Aku akan ke toko obat di seberang jalan untuk beli obat. Kau pulang saja duluan.
Tapi tetap saja...
Jangan khawatirkan aku dan pulanglah.
Kurasa semakin cepat kau pergi, perutku akan semakin baik.
Aku tarik itu kembali. Anggap saja tak pernah terjadi.
Karena semuanya ada di sini, jelaskan apa yang terjadi pada hari itu.
Ya...
Aku punya kemampuan yang tidak dimiliki orang lain.
Agar bisa hidup harmonis dengan orang lain, aku hidup dengan menyembunyikannya selama ini.
Tapi pada hari itu, situasinya sangat mendesak.
Yah, apa itu seperti jadi pahlawan?
Bukannya pahlawan... hanya...
Kalian menerima ini begitu mudahnya?
Ini tidak mudah.
Jadi ini seperti perasaan.
kurasa ini bukan yang pertama kalinya.
Hah?
Jangan khawatir...
Sudah kubilang Ibu akan selalu berada di sisi Soo Na.
Benar. Itu benar.
Ini menyenangkan.
Satu lingkungan, satu gedung bersama kita semua.
Jangan khawatir.
Kami akan menjaganya sampai kami mati.
Tapi satu hal, bisakah kau gunakan kekuatanmu sekali lagi untukku dan Soo Na?
Aku sungguh ingin pergi ke luar negeri.
Hah?
Aku akan berikan kau gelang itu.
Tapi setelah kau dapat gelang itu
Aku tak bertanggung jawab untuk masalah apapun yang muncul setelahnya.
Camkan itu baik-baik.
Jadi setelah ke Gyeongju, kau belajar sesuatu?
Tidak, tak ada yang aneh.
Oh sungguh. Kau sia-siakan energimu.
Oh ya, oleh-oleh. Kau tidak pulang dengan tangan kosong?
Gelang ini.
Aku yakin bukan aku saja yang penasaran soal itu.
Kau bilang apa tiba-tiba begini?
Kemarin seseorang datang menemuiku di rumahku.
Siapa?
Sampai di sini untuk hari ini. Aku akan segera menemuimu lagi.
Jangan kehilangan akal sehatmu.
Kenapa tidak bicara? Siapa yang menemuimu kemarin?
Lupakanlah... Jadi kau tidak menemukan informasi tambahan apapun?
Tak ada, berandal.
Kalau begitu aku pergi.
Sudah mau pergi... hei hei, mana oleh-olehku?
Dan juga
seandainya saja
kalau aku
tak bisa kembali ke sini...
Apa ada masalah?
Tidak, kurangi minum-minummu.
Ya ini aku. Waktu itu kau bilang tempatnya di mana?
Bawakan aku minum.
Siapa kau? Bagaimana kau menemukan tempat ini?
Hei berandal, aku kemari untuk minum. Bawakan aku sebotol alkohol.
Ini bukan tempat semacam itu.
Kau mempermainkan aku karena aku tua, hah? Tidak...
Ini tidak bisa. Beritahu Presiden-mu untuk keluar. Suruh Presiden keluar!
Kenapa berisik sekali?
Kepribadianmu sama sekali tidak berubah.
Ah sungguh...
Ternyata kau. Kau Presiden-nya.
Lama tak bertemu, Hoobaenim.
Lama tak bertemu, Sunbaenim.
Hei, apa ini semacam rumah sakit psikiatrik?
Kenapa semuanya begitu putih?
Ayolah. Ini selera pribadi.
Bagaimanapun juga, kau pergi seperti tak akan melihatku lagi selama 10,000 tahun.
Kenapa tiba-tiba kemari?
Aku hanya kemari untuk minum.
Sebenarnya, aku mengharapkan kau datang suatu waktu.
Gelang ini dan mereka berdua.
Apa yang akan kau lakukan sekarang?
Ini akan membutuhkan cerita yang panjang.
Pada saat ini.
Apa ini?
Ini yang waktu itu kau bilang mau lihat.
Ah, ya.
Menyebalkan sekali.
Apa kau sudah menyatakan perasaan?
Apa?
Kau ditolak.
Bukan begitu.
Sepertinya begitu.
Itu sebuah penolakan.
Aku akan tutup toko lebih cepat, jadi cepatlah ke tempat biasa. Ayo minum untuk menghibur diri.
Dasar wanita dingin. Baiklah!
Kau lihat apa?
Kenapa kau mengajak berkelahi?
Tapi wajahmu seperti baru ditolak pria.
Kenapa? Apa Ruang Bawah Tanah benar-benar menolakmu?
Sudah kubilang, sekali lihat aku sudah tahu cintamu bertepuk sebelah tangan.
Sudah kubilang bukan begitu.
Kau mau pergi?
♪ Meski begitu, tidak apa-apa. ♪
♪ Kau bisa istirahat ♪
♪ di depanku ♪
♪ Bahkan jika kau menangis, tidak apa-apa. ♪
♪ Selama satu atau dua hari,? ♪
♪ akankah kau beristirahat di pelukanku? ♪
♪ Di malam hari ♪
♪ ketika kita diam-diam berjanji ♪
Maaf aku harus menghentikan waktu tanpa memperingatimu hari ini.
Ya benar! Kau melakukannya.
Sebelum kau tangkap si penghenti waktu, ada seorang gadis di sisinya.
Tangkap gadis itu dulu sebelum dia.
Kurasa ada banyak yang harus kubicarakan dengannya.
♪ Aku tidak akan pernah membuatmu menangis ♪
♪ Seperti malam yang panjang ♪
♪ yang menyerupai senyummu ♪
Aku tahu kau akan seperti ini.
Ah. Mendandai dia? Apanya.
Ini benar-benar menjijikkan.
Hei, bukankah ini kesempatan yang kau cari?
Kau juga menjijikkan.
Hei, kau sudah mabuk. Berhenti minum.
Hei...
Ruang Bawah Tanah!
Duduk di sini.
Pria tampan itu Ruang Bawah Tanah yang kita bicarakan, bukan?
Aku tak tahu.
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Aku banyak mendengar tentangmu.
Maaf?
Kudengar kau tinggal di gedung yang sama dengan teman-teman sekelasku ini.
Ah, baiklah.
Aku menyewa ruang bawah tanah.
Kenapa kau kemari tiba-tiba?
Yah... Itu...
Aku sedang jalan-jalan dan mengikuti pemilik gedung.
Sungguh. Apa dia lupa sudah menolaknya? Main tarik ulur?
Kau begitu cuek.
Kau harusnya tidak melakukan itu padaku pada hari itu.
Apa?
Apa kau bahkan tahu bagaimana aku menulisnya?
Aku menulisnya untuk ditunjukkan padamu.
Aku begadang semalaman,
aku menulisnya dengan cinta dan ketulusan sambil mengetik tiap huruf hidup dan konsonan
ke keyboardnya,
tapi bagaimana bisa kau hanya meliriknya sepintas saja?
Aku melakukan itu?
Kau melakukannya.
Karena itu aku benar-benar
malu.
Pemilik!
Apa? Kau sudah mau pergi?
Aku besok harus kerja.
Bertanggung jawablah dan bawa bongkahan ini pulang.
Mengerti?
Pakai ini untuk kuncinya.
♪ Di hari aku ditinggalkan dan hancur ♪
Aku malu.
Aku sungguh malu saat ini. Sangat malu.
Aku merasa malu dan hina saat ini.
Tunggu, bukankah artinya sama saja?
Yang kutahu, itu sama saja.
Benar?! Tidak heran!
Aku juga berpikir begitu.
Apapun itu sekarang, pikiranku...
sama bingungnya seperti aku mengulangi lagi dan lagi kata-kata
yang artinya sama saja.
Kau paham perasaanku sekarang?
♪ Di manapun kau berada aku bisa ditemukan ♪
♪ Tolong hentikan waktu di malam kita yang luar biasa ♪
♪ Apa kau mau meneleponku? ♪
Orang bernama Tuhan mengirimmu, kan?
Kenapa kau terus mengikuti kami dari tadi?
Karena inilah aku tak mau menggunakan kekuatanku.
Car Space
Aku bertanya padamu, kenapa mengikuti kami dari tadi?
Aku bukan orang yang banyak bicara saat sedang bekerja.
Kenapa?
Ada sesuatu yang tak bisa kau lakukan sesuai keinginanmu?
Cepatlah!
Kalau kau biarkan pintunya terbuka seperti ini, mereka tak akan bisa mengikutimu untuk sementara.
Bahkan melihat kamipun dia tidak takut.
Dan sepertinya dia sudah lama bersiap-siap untuk kemungkinan seperti ini.
Kalau orang yang satunya itu kabur dari sunbaenim, dia juga luar biasa.
Bagaimana menurutmu jika bergabung dengan kami?
Aku tak mau.
Orang itu selalu saja br******.
Sepertinya dia mendengarmu.
Aku- begini...
Orang yang kabur dengan pintu, apa nomor kamarnya?
Apa? Aku- eh...
101.
Nomor 101.
Terima kasih.
Dia menyebalkan sekali.
Mereka harusnya bisa segera menemukan tempat ini.
Kita harus segera pergi.
Bagaimana bisa dia tidur dalam situasi seperti ini?
Benar kan? Dia sepertinya tidak tahu ada yang terjadi.
Pemilikku sedang tidur lelap.
Dia bukan pemilikmu. Namanya Kim Seon Ah.
Sampai kapan kau mau memanggil dia begitu?
Ya... aku akan memanggil namanya mulai sekarang.
Kau juga punya kemampuan spesial yang berbeda dari orang biasa kan, Nomor 101?
Kau tak bisa lihat saja?
Aku juga.
Aku tahu.
Karena itu orang-orang itu mengejarmu.
Kau tahu tentang mereka?
Ayahku meninggal karena mereka.
Kau juga harus sangat hati-hati.
Kalau ketahuan oleh mereka, kau akan lenyap tanpa jejak dari dunia ini.
Tapi mereka mau membawa Seon Ah bersama mereka.
Menurutmu kenapa itu?
Dia?
Untuk apa?
Kau harusnya tidak melakukan itu pada hari itu.
Cinta dan ketulusan...
Tapi bagaimana bisa kau hanya melirik sepintas saja?
Apa kau mengerti perasaanku sekarang?
Kenapa dia tidur dengan begitu menyedihkan?
Akan berbahaya jika kau pergi sendirian sekarang.
Aku sangat minta maaf soal kemarin.
Tidak, itu baik-baik saja.
Tidak. Karena aku tidak baik-baik saja.
Aku akan pastikan hal seperti itu tak akan terjadi lagi.
Baiklah.
Dan juga, hari itu, saat kau, Pemilik, - maksudku-
Saat aku menerima novel dari Seon Ah, aku bukannya cuek.
Tapi aku begitu senang,
sampai tidak tahu bagaimana meresponnya.
Kau sudah tahu kan. Aku tak terbiasa dengan hal-hal seperti itu.
Jangan khawatir.
Aku bukan orang yang menyimpan dendam.
Saat kita kembali, aku pasti akan membacanya.
Tetapi, bagaimana bisa kau tidur dalam situasi seperti itu?
Apa ada yang terjadi kemarin?
Banyak hal terjadi, kau berandal.
Bagaimanapun, kurasa masa sulit seperti ini bukan waktunya untuk kalian bermesraan.
Pertama, ayo makan untuk melegakan mabuknya.
Kita harus apa sekarang?
Aku tak tahu. Aku akan mengambil jalanku sendiri mulai sekarang.
Mengenai Seon Ah,
kau lindungi dia.
Kemanapun kau pergi, jangan gunakan kemampuanmu sembarangan.
Ada apa denganku? Apa? Aku baik-baik saja.
Ah, perutku sakit. Aku minum alkohol terlalu banyak kemarin.
Di mana toiletnya...?
Kenapa kalian bersikap seperti ini?
Aku sangat mampu menggunakan toilet sendiri.
Kalau khawatir, kau bisa ikuti dia.
Tapi ini kan toilet wanita.
Toilet pri--
Seon Ah!
Kau sungguh punya kemampuan yang aneh dan sepele.
Aku buru-buru jadi berakhir datang kemari.
Harusnya aku tidak menunjukkan tempat ini.
Baiklah. Kalau begitu pintu mana yang akan kau gunakan untuk keluar kali ini?
Yang ini.
Hei, tunggu sebentar!
Kenapa kita lari?
Kita sedang dikejar sekarang. Jadi--
Tak ada waktu menjelaskan! Cepat kemari! Cepat!
Ya ampun! Pelan-pelan saja.
Kau benar-benar menyebalkan.
Kalau mau hilang duluan, aku akan membuatnya begitu.
A... yah.
Ayah!
Kau baru datang, Ayah?
Ayah... kau masih hidup.
Aku sangat merindukanmu.
Ayah.
Ayah!
Kau baru datang, Ayah?
Ayah, kau...
Sungguh... Ayah, kau sungguh...
Ayah!
Kau pasti tidak ingat aku.
Tapi, selama ini kau di mana?
Bagaimana bisa dia ingat semuanya?
Apa kekuatanku melemah?
Aku akan segera kembali.
Kalau begitu, aku anggap kau memberi perintah
dan aku akan mengikutinya.
Kenapa tidak bilang apa-apa?
Kakiku sakit sekali.
Seon Ah.
Kau harus pergi sendirian mulai sekarang.
Bagaimana denganmu?
Mari kita berpisah sekarang.
Lalu kenapa kau menyeretku sampai sini?
Tanpa penjelasan satu katapun kau menyeretku kemari
- dan sekarang kau menyuruhku pergi sendiri?! - Karena kau mengganggu.
Mengganggu?
Sekarang?
Aku selalu memperlakukanmu dengan baik.
Aku bahkan mengikutimu sampai sini karena aku menyukaimu.
Dan sekarang aku mengganggu?
Kalau begitu kenapa kau membuatku bingung sampai sekarang?!
Karena aku kau dalam bahaya!
Orang-orang yang seperti aku itu diperintahkan oleh Tuhan.
Dengan kemampuanku sendiri...
aku tak bisa melindungimu.
Aku pergi.
Jangan pergi.
Jangan tinggalkan aku.
Ayo pergi bersama.
Apa kau pernah menyesal masuk ke dalam waktuku?
Aku tidak pernah sekalipun
menyesalinya.
♪ Dalam awan denganmu, ingat aku sebagai pelangi ♪
♪ Aku berjanji padamu ♪
♪ Di setiap saat kau cantik ♪
♪ Aku tidak akan pernah membuatmu menangis ♪
♪ Aku berjanji padamu sehingga kau akan menjadi hangat ♪
♪ Seperti kau sekarang ♪
Alih bahasa dipersembahkan oleh Tim Time Stoppers @ Viki
Saat Waktu Berhenti
♪ Menyakiti sebanyak rasa sakit ♪
♪ pada hari aku ditinggalkan dan berantakan ♪
Akulah yang melakukannya.
Saat waktu berlalu, jika berjalan sesuai rencana.
Jika berhasil maka aku akan beritahu semuanya.
Jadi tak bisakah kau perpanjang waktunya?
♪ Dimanapun dirimu, aku akan ada di sana ♪
♪ Di mana pun kau berada, kau dapat menemukanku ♪
Maaf, Sunbaenim.
Orang yang melanggar janji dulaun adalah kau.
♪ Apa kau ingin memanggilku? ♪
Aku akan menyelesaikannya dengan caraku sendiri sekarang.
♪ Kau adalah segalanya ♪
♪ Kau adalah segalanya ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.