Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Dunia persilatan ibarat lorong gua yang panjang
Tempat ancaman kematian selalu datang dari balik kegelapan
Pertarungan demi pertarungan
Yang selalu berakhir dengan kematian
Itukah jalan seorang pendekar?
Membunuh atau dibunuh
Bagiku
Seorang pendekar menguasai ilmu silat
Bukan untuk mencari kesempurnaan
Melainkan untuk membela mereka yang lemah
Dan tak berdaya
Apalah arti kesempurnaan ilmu
Jika tidak diabdikan bagi kemanusiaan
Namun dari setiap pertarungan yang berakhir dengan kematian lawan
Hanya kehilangan yang kurasakan
Semakin lama semakin dalam
Ada yang hilang dan ada yang kutemukan
Aku telah membawa pulang dan membesarkan anak-anak macan
Tiga diantara empat muridku
Adalah anak dari musuh-musuhku yang kutewaskan dalam pertarungan
Merah Dara
Ia adalah murid perempuan termuda ku
Anak dari Beling Ungu.
Daya Gerhana
Ia adalah anak dari Golok Wangi.
Kala Biru
Murid terkuatku adalah anak Gagak Hitam.
Mereka disini karena rasa bersalahku
Namun murid terkecilku, Lembah Angin
Ia ada disini untuk selalu mengingatkanku pada dosaku yang terbesar
Lembah Angin kutemukan
Ia adalah anak yang dibuang
Bagaimana kalau teryata aku adalah musuh kalian?
Tentu tinggal Biru dan Angin yang masih bisa berdiri
Harus berapa kali lagi aku katakan
Semakin tinggi ilmu seseorang
Akan semakin banyak diserang dari belakang
Cukup latihan untuk hari ini
Biru, Gerhana
Berangkatlah ke gelanggang pertarungan tahunan
Berikan hormatku pada Para Datuk
Dan juga pemenangnya
Baik, Guru.
Kalian semua
Temui aku malam nanti
Ada yang ingin aku bicarakan
Baik, Guru.
Waktunya telah tiba
Penantang berikutnya
"Anak macan" terbaik Cempaka
Kembali hanya menjadi penonton
Hajar bunuh!
Ada lagi yang mau melawan? ada?
Waktumu akan tiba, Biru.
Gelanggang pertarungan tahunan kembali dimenangkan oleh Sayap Merah.
Yang terhormat Dewan Datuk Bumi Persilatan
Kami mohon agar bersedia menganugerahkan lambang kemenangan
Kami murid Perguruan Tongkat Emas
Menyampaikan selamat atas kemenangan yang diraih Perguruan Sayap Merah
Guru kami Cempaka, menyampaikan salam
Terima kasih
Cempaka selalu mengirimkan anak muridnya
Untuk menjadi saksi kemenangan Sayap Merah
Kalian tahu itu suatu kehormatan
Justru kami yang banyak belajar dari menyaksikan pertarungan yang ada
Sekali lagi, selamat kepada Perguruan Sayap Merah
Kami sudah harus segera pulang
Matahari hampir tenggelam, menginaplah
Terima kasih Paman
Lain kali kami pasti menginap
Guru Cempaka menghendaki kami untuk segera pulang
Salam untuk guru kalian, Cempaka
Terima kasih Paman
Aku tidak takut mati
Namun tiada ilmu silat yang dapat membuat seseorang hidup selamanya
Dan terhindar dari kematian
Biru
Gerhana
Dara dan Angin.
Meski kalian bukan anak kandungku
Kalian mengalami sendiri, bagaimana aku juga telah menjadi seorang ibu buat kalian
Sekali lagi kupertanyakan
Meski ilmu silat kalian sangat unggul
Siapkah kalian menahan diri untuk tidak menjadi pemenang?
Karena sesungguhnya tidak ada pemenang dalam ilmu apapun
Ketika kemenangan selalu menjatuhkan korban
Hari ini Tongkat Emas akan kuserahkan
Agar kalian dapat melanjutkan pengabdian perguruan
Kepada yang menerimanya
Harus kuturunkankan jurus pamungkas Tongkat Emas Melingkar Bumi
Jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi
Adalah jurus andalan yang belum pernah terkalahkan
Ketahuilah
Keindahan tongkat ini
Takkan mampu menandingi kekuatannya
Itu sebabnya tongkat ini tidak boleh jatuh ketangan yang salah
Salah satu diantara kalian akan mewarisi tongkat ini
Sudah kupertimbangkan dengan sebaik-baiknya
Aku akan memberikannya kepada Dara.
Tapi, Guru...
Aku sudah berbicara dan kalian sudah mendengar
Bumi tidak akan berputar balik
Terima itu tugasmu
Dengan Tongkat Emas ini ditanganmu
Tugasmu juga tidak akan menjadi lebih ringan
Untuk menurunkan Jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi
Aku akan membawa Dara pergi cukup lama
Kami akan berlatih, Angin akan kubawa serta untuk membantu pengobatanku
Biru
Gerhana.
Jaga tempat ini sampai kami kembali
Baik, Guru.
Sekarang tinggalkan aku dan Dara.
Peganglah
Heningkan cipta
Sunyikan hatimu dari suara-suara sumbang
Ada satu hal penting lagi
Yang harus aku beritahukan kepadamu
Sudah terlambat
Serahkan Tongkat Emas itu
Seharusnya racun itu bekerja lebih cepat
Sehingga dia dapat pergi dengan tenang di perguruan
Kalian harus mengerti
Kami hanya mencegahnya membuat kesalahan yang lebih parah
Pikirannya malah kacau, pikun
Sesungguhnya aku sangat ingin, kau menjadi penerusku
Tinggalkan tempat ini
Siapa kau?
Dimana adikku? Dimana tongkatku?
Angin!
Suruh dia makan!
Kau yakin itu tidak beracun?
Kau percaya padanya?
Angin
Kita harus membalas kematian guru
Angin dengar
Guru memberitahuku sesuatu dimalam sebelum kematiannya
Ia mengatakan apabila sesuatu terjadi padanya
Sebelum ia sempat menurunkan Jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi
Aku harus mencari seorang Pendekar, bernama Naga Putih.
Karena selain Guru, hanya dia lah yang menguasai jurus itu
Kau tahu soal Naga Putih?
Kami berduka atas meninggalnya Guru Cempaka
Dan hilangnya Tongkat Emas, Biru, Gerhana
Kami tidak pernah menyangka
Adik-adik seperguruan kami tega meracuni Guru Cempaka demi merebut Tongkat Emas
Kerahkan anak-anak untuk mengejar Dara dan Angin kemanapun mereka lari
Baik Guru.
Kematian Cempaka adalah duka mendalam bagi dunia persilatan
Terima kasih Paman.
Memang itu tujuan kami datang kemari
Guru Cempaka sangat menghormati Paman
Izinkan kami bergabung dengan Perguruan Sayap Merah
Menerima murid Guru Besar Cempaka adalah suatu kehormatan
Sampaikan berita duka ini, kepada Dewan Datuk Bumi Persilatan
Siapkan upacara pemakaman terbaik
Inilah penghormatan terakhir kali kita
Kepada Pendekar Tongkat Emas Cempaka
Dan Perguruan Sayap Merah ini akan memberikan hadiah besar kepada siapapun yang bisa membantu Biru dan Gerhana
Untuk merebut kembali Tongkat emas
Yang memang menjadi hak Biru
Ya Guru.
Menyesal Gerhana?
Menyesal? tentu saja tidak
Jangan memaksa tubuh
Karena tubuh memiliki hak untuk menjadi pulih sebelum mengikuti kehendakmu lagi
Aku akan pergi untuk beberapa hari
Kau dan adikmu boleh tinggal disini sampai kalian betul-betul pulih
Kami turut berduka atas kepergian Guru Cempaka
Perguruan Harimau Sakti akan membantu membalas sakit hati kalian kepada Dara dan Angin
Terima kasih, ini sungguh suatu kehormatan
Kemana pun mereka bersembunyi
Pasti akan dapat kita temukan
Bersabarlah
Kami pun yakin, Guru.
Apapun yang terjadi
Kami bersyukur bisa bergabung dengan Perguruan Sayap Merah
Saudara seperguruanmu yang baru ini
Akan membantu memburu Dara dan Angin, bagaimana pun caranya
Kalau mereka berhasil tertangkap
Aku tidak akan mencampuri urusan bagaimana caranya kalian akan membalas dendam
Itu sepenuhnya urusan kalian
Kamu tidak perlu membaut minuman seperti itu untukku
Masih banyak murid lain yang bisa melayaniku
Ini sebagai wujud terima kasih dan bakti kami kepada guru karena menerima
Bahkan mengangkat kami sebagai murid utama
Rupanya Cempaka tidak hanya berhasil mendidik kalian sebagai seorang pendekar
Tapi juga manusia berjiwa besar
Aku semakin kagum padanya
Elang datang
Aku dan adikku tidak tahu harus membalas ini semua dengan apa
Kami mengerti kalian dalam kesulitan
Sudah menjadi kewajiban kami untuk membantu
Tenanglah kalian aman disini
Apakah kalian mengerti kemana harus mencari Pendekar Naga Putih?
Darimana kau tahu kami mencari Naga Putih?
Siapa kau sebenarnya?
Seharusnya kau sadar kalau kau masih perlu banyak berlatih
Besok pagi aku akan pergi lagi, terserah kau dan adikmu
Kalian bisa tetap mencari Naga Putih tanpa tahu dimana dia berada,
Atau kalian bisa menungguku kembali untuk mengantar kalian padanya
Angin.
Elang datang
Ini sudah ketiga kalinya aku datang
Bayar utangmu
Angin!
Kita harus membantu penduduk kampung itu
Kenal dengan orang ini?
Yang kalian cari tidak ada disini
Dimana mereka?
Dimana mereka bersembunyi?
Dara!
Angin!
Keluar!
Atau kubakar kampung ini!
Berhenti!
Maafkan aku Bapak
Maafkan kami
Ini semua tidak akan terjadi jika bukan karena kami tinggal disini
Dimana Angin, Bapak?
Adikmu menyerahkan diri agar semua penduduk kampung ini dapat diselamatkan
Para penyerang meninggalkan pesan
Biru akan menunggumu di perguruan
Angin akan selamat jika ditukar dengan Tongkat Emas
Biru berjanji tidak akan melibatkan perguruan lain
Sekali lagi maafkan aku, Bapak
Aku harus pergi menyelamatkan Angin.
Kali ini dengarkan dan percayalah padaku
Jurusmu belum cukup dirimu sendiri
Apalagi untuk membantu Angin.
Mungkin saja ilmu silatmu tinggi
Dan aku sadar telah membuat kekacauan di kampung ini
Tetapi kau tidak punya hak untuk menilai jurus-jurusku
Apalagi menghalangiku untuk membebaskan Angin.
Bicaralah
Aku tahu kau bisa bicara
Katakan dimana Dara dan Tongkat Emas
Dan aku akan membiarkan kau terus hidup
Sampai kau benar-benar paham apa artinya menjadi dewasa
Kau anak kecil
Kau tidak tahu apa yang aku dan Gerhana rasakan
Cempaka membunuh orang tua kami
Dan memungut kami sebagai anak muridnya
Jika kami sudah mulai menikmati kebesaran dan kejayaan Perguruan Tongkat Emas
Dengan begitu saja Cempaka membubarkan perguruan dan pindah ke pondok bobrok ini
Sekian lama mengabdi demi Tongkat Emas
Lalu apa yang terjadi
Katakan dimana Dara dan Tongkat Emas, Angin.
Jika Tongkat Emas ada di tanganku
Akan kukembalikan kejayaan Perguruan Tongkat Emas
Yang telah dibuang jauh-jauh oleh Cempaka dari dunia persilatan
Dan kau, aku akan memberikan tempat yang terhormat
Kau telah bersumpah, Elang.
Kau bisa membantu Dara,
Tapi tidak dalam pertarungan ini
Tapi Dara tidak akan mampu melawan
Kita hanya bisa menunggu
Kalau mereka tewas
Kau tahu apa yang harus kau lakukan
Yang terpenting sekarang adalah
Keselamatan penduduk
Segera bawa mereka ke tempat yang lebih aman
Dara dan Tongkat Emasnya
Aku sama sekali tidak ingin berbincang denganmu, Gerhana.
Dimana Angin?
Ini yang kau cari Dara
Kalian menghendaki tongkat ini?
Bebaskan Angin.
Tongkat Emas itu milikku Dara, kau pun menyadarinya
Sampai kapan pun kau tidak akan pernah menjadi Pendekar Tongkat Emas
Tidak ada yang bisa
Satu-satunya pewaris jurus terakhir Tongkat Emas itu telah kalian bunuh dengan pengecut
Perempuan bodoh
Ilmuku jauh diatasmu, Dara.
Aku tidak akan menyerangmu karena kau menghunuskan Tongkat Emas itu padaku
Kekuatan Tongkat Emas tidak bergantung pada jurus terakhir
Ambil anak ingusan ini
Serahkan Tongkat Emas padaku
Lepaskan ikatannya
Angin.
Angin, Dara.
Dimana kalian?
Biar ku bantu melayangkan nyawa kalian ke langit
Tinggal aku yang ada disini
Akhirnya keluar juga suara dari mulutmu
Jiwa besar tidak menghendaki apapun, meski mampu mendapatkannya
Jiwa kerdil menghendaki semuanya meski tidak akan mendapatkan apa-apa
Tak perlu membuang waktu mencarinya
Biarkan perempuan lemah itu membusuk di persembunyiannya
Aku senang mendengar Tongkat Emas kembali ke tanganmu
Cempaka pasti tenang di alam kuburnya
Ini semua berkat dukungan Guru dan bantuan saudara-saudara seperguruan
Tapi kalian harus tetap mencari Dara.
Bagaimana pun
Dia tidak bisa dibiarkan bebas
Tentu, Guru.
Penduduk kampung yang menyelamatkan mereka
Turut bertanggung jawab
Kita harus memburu mereka
Biru...
Guru...
Kalau aku mati
Kau pimpin.. ini perguruan
Guru...
Hormati tanah ini
Seperti Cempaka dengan Tongkat Emasnya
Akan kulaksanakan, Guru.
Mohon Guru jangan berbicara soal kematian lagi
Berapa lama lagi?
Seharusnya cangkir teh terakhir malam ini akan membuatnya tidak bangun lagi
Turunkan
Akan ada beberapa perubahan penting ditempat ini
Biru adalah Pendekar Tongkat Emas pengganti Cempaka
Dan mulai sekarang perguruan ini bernama Perguruan Tongkat Emas
Pertarungan di arena tak perlu lagi diadakan
Karena takkan ada seorangpun yang dapat mengalahkan Pendekar Tongkat Emas
Sampaikan ke seluruh pendekar dan perguruan
Tongkat Emas akan menjadi perguruan tertinggi dan terkuat
Jangan ada yang menghalangi
Tapi, Biru...
Panggil dia โGuruโ.
Guru, Dewan Tertinggi...
Jangan lagi kalian sebut-sebut Dewan Tertinggi
Seperti yang dikatakan oleh Guru
Perguruan Tongkat Emas lah yang tertinggi
Maafkan aku harus melakukannya
Aku harusnya membantumu saat membebaskan Angin,
Tapi aku tidak bisa
Aku tidak boleh
Siapa kau sebenarnya Elang?
Aku ingin tahu semua ceritamu sekarang
Siapa dirimu dan apa hubunganmu dengan Naga Putih?
Naga Putih telah meninggalkan dunia ini beberapa waktu yang silam
Biar kuceritakan semuanya
Aku tidak bisa lagi membunuh, Guru
Meskipun yang kubunuh adalah orang-orang golongan hitam sekalipun
Pendirianmu itu akan mengakibatkan lebih banyak lagi korban-korban berjatuhan
Orang-orang yang lemah, yang tidak berdaya
Orang-orang yang tidak bersalah tapi tidak mampu melawan
Mengundurkan diri setelah menguasai Jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi
Maafkanlah aku, Guru.
Aku tidak akan mengubah keputusanku
Cempaka bertahan mengikuti jejakku
Kepada dia lah Tongkat Emas akan kuserahkan
Sudah selayaknya Cempaka memegang Tongkat Emas untuk memimpin perguruan ini, Guru
Ini bukan sekedar siapa pewaris Tongkat Emas
Cempaka, Jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi
Adalah jurus berpasangan
Untuk meneruskan perguruan
Kau harus mendapat, 2 murid terpilih
Yang akan mampu kembali mewariskan jurus terakhir ini kelak
Jangan mati terbunuh sebelum ini menjadi kenyataan
Naga Putih, kau pun
Harus menurunkan ilmumu kepada setidaknya 2 orang murid
Ilmu silat Tongkat Emas tidak boleh putus dan hilang
Ilmu silatmu memberimu tanggung jawab
Aku mengerti, Guru.
Akan kuwariskan ilmu ini
Pastikan kalian mewariskannya kepada orang yang tepat
Sekarang pergilah, selesaikan urusan kalian berdua
Dan jangan pernah kembali sebelum kalian menyelesaikannya
Cempaka.
Apakah kau tetap berkeras
Untuk meneruskan perguruan, bertarung dan meninggalkan diriku?
Benarkah kau tidak akan merubah pendirianmu?
Bukan karena semata permintaan Guru yang tak mungkin kuhindari
Naga, hati nuraniku meminta diriku
Untuk meneruskan tugas mulia ini
Baiklah pendekar Cempaka
Demi tugas muliamu, kuminta kau bersumpah untuk tidak pernah mencariku
Dan aku pun bersumpah
Bahwa aku dan anakku, takkan pernah mengganggumu atau mencampuri urusanmu
Bersumpahlah Cempaka.
Aku bersumpah
Jadi kau adalah...
Aku adalah anak Naga Putih dan Cempaka.
Pewaris jurus terakhir Tongkat Emas
Dara
Seperti juga Ayahku dan Cempaka yang telah bersumpah
Aku pun telah diminta bersumpah oleh Ayahku
Untuk tidak mencampuri urusan kalian
Maafkan aku karena tidak bisa membantumu saat membebaskan Angin.
Aku sekarang mengerti
Mengapa Guru mengajak Angin untuk melatih gulungan terakhir ilmu silat Tongkat Emas itu
Angin juga harus mempelajarinya karena itu adalah jurus berpasangan
Murid Ayahku hanya aku seorang
Pasanganku adalah Ayahku sendiri
Tugasku hanya satu
Memastikan bahwa Jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi jatuh..
Kepada murid pilihan Cempaka
Jika ia tewas sebelum menurunkannya
Elang, terimalah aku sebagai muridmu
Sempurnakanlah semua jurus tongkatku
Dan turunkanlah kepadaku Jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi
Bantu aku untuk membalas kematian Guru dan Angin.
Aku akan mengikuti petunjukmu
Jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi membutuhkan lebih dari sekedar 2 orang yang menguasai ilmu silat
Jurus ini hanya bisa terwujud bila 2 orang dapat menyatuhkan seluruh pikiran dan kekuatanya dalam 1 nafas
Membutuhkan waktu yang cukup panjang dan kesabaran untuk menguasainya
Demi Guru
Angin dan semua Pendekar Tongkat Emas yang telah memberi harga dan makna terhadap tongkat itu
Satukanlah kau dan aku untuk dapat merebutnya
Sebelum kematiannya, Guru selalu melakukan perjalanan sendiri
Kurasa saat itu dia sedang mencari keberadaanmu
Semua itu sudah berlalu
Malam sebentar lagi akan tiba
Jurus-jurus dasarmu sudah cukup, kau sudah siap
Besok kita akan berlatih Jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi
Kejahatan telah menguasai dunia persilatan
Kita semua harus bergabung dan melakukan serangan bersama
Tidak, itu hanya menghabiskan sisa kekuatan kita
Perguruan Tongkat Emas terlalu besar
Hampir semua perguruan telah bergabung
Memilih untuk menjadi bagian dari kekuatan Biru dan Tongkat Emasnya
Kirimkan satu pendekar lagi
Untuk ketiga kalinya dari sekian purnama
Masih saja ada orang-orang bodoh yang berusaha membunuhku dan merebut Tongkat Emas dariku
Sudah kuperingatkan, aku adalah pewaris Tongkat Emas yang sah
Dengan Tongkat Emas ini
Aku menjamin kejayaan dan keamanan tanah ini di dunia persilatan
Siapa yang berani menghalangi
Akan menerima kematian
Aku merasa kita terlalu cepat membunuh Cempaka
Sampai saat ini aku belum menemukan kehebatan Tongkat Emas ini
Tanpa jurus terakhir
Tongkat ini tidak ada bedanya dengan tongkat lainnya
Biru
Jurus terakhir telah dibawa mati oleh Cempaka
Tak ada yang perlu disesali
Dan tak ada orang lain yang memiliki jurus itu
Tanpa Tongkat Emas sekalipun, kau adalah pendekar hebat
Tak terkalahkan
Dan dengan Tongkat Emas ditanganmu
Siapapun tunduk
Aku curiga Para Datuk telah mengetahui masalah ini
Sudah saatnya kita menghabisi Para Datuk
Merekalah pengaruh utama
Orang-orang tua tak berguna
Sekian lama dunia persilatan dikuasai oleh kegelapan
Semua telah lumpuh
Biru dan Gerhana tak terjatuhkan
Dara telah siap Paman.
Dan hanya dengan jurus inilah kami punya peluang untuk menjatuhkan mereka
Dan merebut kembali Tongkat Emas
Kalau kau memutuskan untuk menjadi pasangan Dara untuk melawan mereka
Berarti kau akan melanggar sumpahmu
Aku adalah saksinya
Saksi ketika kau diminta bersumpah didepan Ayahmu
Untuk tidak ikut campur dalam pertarungan mereka
Kau tahu sanksinya, Elang.
Kepentingan orang banyak lebih besar daripada kepentinganku
Tidak ada pilihan lain Paman
Mengheningkan cipta
Waktunya telah tiba
Guru.
Ada apa?
Dua perusuh tidak dikenal, membuat gaduh di arena, Guru
Hentikan!
Siapa kalian?
Membuat onar tanpa sebab yang jelas?
Sebabnya sangat jelas, Biru.
Kami sengaja datang untuk menemuimu dan Gerhana.
Waktunya telah tiba untuk mengembalikan Tongkat Emas ke pemilik yang sesungguhnya
Bicara kalian melantur
Tidak ada pemilik Tongkat Emas yang sah, kecuali Biru
Aku kembali untuk mengambil hak ku
Tongkat Emas itu
Tanpa pertumpahan darah
Jika kalian menolak
Kutantang kalian untuk bertarung dengan adil
Kalian berdua melawan kami berdua
Tanpa campur tangan siapa pun
Di gelanggang pertarungan yang telah kalian hapuskan
Sejak kalian merebut Tongkat Emas itu dari tanganku secara keji
Ketahuilah
Kami terima tantangan kedua orang ini
Tak satu pun diantara kalian yang boleh ikut campur
Perempuan ini yang telah menewaskan Guru kami dan adik seperguruan kami, Angin
Sudah sepantasnya dia tewas ditangan kami
Ibu
Tidak dihadapan anakmu, Gerhana.
Hanya ada satu tempat dimana kita bisa menyelesaikan pertarungan ini
Dimana pun aku bisa membunuhmu
Kau menggunakan jurus-jurus Tongkat Emas
Mustahil Dara yang mengajarkan kepadamu
Siapa kau sebenarnya?
Tongkat Emas telah kembali ketanganmu, Dara.
Kematian gurumu dan Angin tidak sia-sia
Kematian Ibumu dan Angin, Elang.
Ibumu
Ya Ibuku
Seorang pendekar memegang janjinya dengan teguh, Elang.
Kebenaran memang dunia yang sunyi
Aku mengerti, Paman
Aku telah melanggar sumpah
Dan harus menjalani hukumanku
Dunia persilatan memang seperti sebuah lorong gua yang panjang
Kemana pun kita berpaling
Yang kutemukan hanyalah ancaman kematian dari balik kegelapan
Namun lorong terpanjang dan tergelap sekalipun
Akan berakhir dengan cahaya diujungnya
Walau kita tidak pernah tahu apakah cahaya itu suatu harapan,
Atau ancaman?
Subtitle by : Agoesinema Kendari, 17 Desember 2015
AGOESINEMAโข Presents Indonesian Movies Collection
AGOESINEMAโข Presents Indonesian Movies Collection
AGOESINEMAโข Presents Indonesian Movies Collection
AGOESINEMAโข Presents Indonesian Movies Collection
AGOESINEMAโข Presents Indonesian Movies Collection
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.