All language subtitles for INDOXXI.CX-[The-Golden Cane Warrior-HD.720p] (1)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified) Download
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Dunia persilatan ibarat lorong gua yang panjang

Tempat ancaman kematian selalu datang dari balik kegelapan

Pertarungan demi pertarungan

Yang selalu berakhir dengan kematian

Itukah jalan seorang pendekar?

Membunuh atau dibunuh

Bagiku

Seorang pendekar menguasai ilmu silat

Bukan untuk mencari kesempurnaan

Melainkan untuk membela mereka yang lemah

Dan tak berdaya

Apalah arti kesempurnaan ilmu

Jika tidak diabdikan bagi kemanusiaan

Namun dari setiap pertarungan yang berakhir dengan kematian lawan

Hanya kehilangan yang kurasakan

Semakin lama semakin dalam

Ada yang hilang dan ada yang kutemukan

Aku telah membawa pulang dan membesarkan anak-anak macan

Tiga diantara empat muridku

Adalah anak dari musuh-musuhku yang kutewaskan dalam pertarungan

Merah Dara

Ia adalah murid perempuan termuda ku

Anak dari Beling Ungu.

Daya Gerhana

Ia adalah anak dari Golok Wangi.

Kala Biru

Murid terkuatku adalah anak Gagak Hitam.

Mereka disini karena rasa bersalahku

Namun murid terkecilku, Lembah Angin

Ia ada disini untuk selalu mengingatkanku pada dosaku yang terbesar

Lembah Angin kutemukan

Ia adalah anak yang dibuang

Bagaimana kalau teryata aku adalah musuh kalian?

Tentu tinggal Biru dan Angin yang masih bisa berdiri

Harus berapa kali lagi aku katakan

Semakin tinggi ilmu seseorang

Akan semakin banyak diserang dari belakang

Cukup latihan untuk hari ini

Biru, Gerhana

Berangkatlah ke gelanggang pertarungan tahunan

Berikan hormatku pada Para Datuk

Dan juga pemenangnya

Baik, Guru.

Kalian semua

Temui aku malam nanti

Ada yang ingin aku bicarakan

Baik, Guru.

Waktunya telah tiba

Penantang berikutnya

"Anak macan" terbaik Cempaka

Kembali hanya menjadi penonton

Hajar bunuh!

Ada lagi yang mau melawan? ada?

Waktumu akan tiba, Biru.

Gelanggang pertarungan tahunan kembali dimenangkan oleh Sayap Merah.

Yang terhormat Dewan Datuk Bumi Persilatan

Kami mohon agar bersedia menganugerahkan lambang kemenangan

Kami murid Perguruan Tongkat Emas

Menyampaikan selamat atas kemenangan yang diraih Perguruan Sayap Merah

Guru kami Cempaka, menyampaikan salam

Terima kasih

Cempaka selalu mengirimkan anak muridnya

Untuk menjadi saksi kemenangan Sayap Merah

Kalian tahu itu suatu kehormatan

Justru kami yang banyak belajar dari menyaksikan pertarungan yang ada

Sekali lagi, selamat kepada Perguruan Sayap Merah

Kami sudah harus segera pulang

Matahari hampir tenggelam, menginaplah

Terima kasih Paman

Lain kali kami pasti menginap

Guru Cempaka menghendaki kami untuk segera pulang

Salam untuk guru kalian, Cempaka

Terima kasih Paman

Aku tidak takut mati

Namun tiada ilmu silat yang dapat membuat seseorang hidup selamanya

Dan terhindar dari kematian

Biru

Gerhana

Dara dan Angin.

Meski kalian bukan anak kandungku

Kalian mengalami sendiri, bagaimana aku juga telah menjadi seorang ibu buat kalian

Sekali lagi kupertanyakan

Meski ilmu silat kalian sangat unggul

Siapkah kalian menahan diri untuk tidak menjadi pemenang?

Karena sesungguhnya tidak ada pemenang dalam ilmu apapun

Ketika kemenangan selalu menjatuhkan korban

Hari ini Tongkat Emas akan kuserahkan

Agar kalian dapat melanjutkan pengabdian perguruan

Kepada yang menerimanya

Harus kuturunkankan jurus pamungkas Tongkat Emas Melingkar Bumi

Jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi

Adalah jurus andalan yang belum pernah terkalahkan

Ketahuilah

Keindahan tongkat ini

Takkan mampu menandingi kekuatannya

Itu sebabnya tongkat ini tidak boleh jatuh ketangan yang salah

Salah satu diantara kalian akan mewarisi tongkat ini

Sudah kupertimbangkan dengan sebaik-baiknya

Aku akan memberikannya kepada Dara.

Tapi, Guru...

Aku sudah berbicara dan kalian sudah mendengar

Bumi tidak akan berputar balik

Terima itu tugasmu

Dengan Tongkat Emas ini ditanganmu

Tugasmu juga tidak akan menjadi lebih ringan

Untuk menurunkan Jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi

Aku akan membawa Dara pergi cukup lama

Kami akan berlatih, Angin akan kubawa serta untuk membantu pengobatanku

Biru

Gerhana.

Jaga tempat ini sampai kami kembali

Baik, Guru.

Sekarang tinggalkan aku dan Dara.

Peganglah

Heningkan cipta

Sunyikan hatimu dari suara-suara sumbang

Ada satu hal penting lagi

Yang harus aku beritahukan kepadamu

Sudah terlambat

Serahkan Tongkat Emas itu

Seharusnya racun itu bekerja lebih cepat

Sehingga dia dapat pergi dengan tenang di perguruan

Kalian harus mengerti

Kami hanya mencegahnya membuat kesalahan yang lebih parah

Pikirannya malah kacau, pikun

Sesungguhnya aku sangat ingin, kau menjadi penerusku

Tinggalkan tempat ini

Siapa kau?

Dimana adikku? Dimana tongkatku?

Angin!

Suruh dia makan!

Kau yakin itu tidak beracun?

Kau percaya padanya?

Angin

Kita harus membalas kematian guru

Angin dengar

Guru memberitahuku sesuatu dimalam sebelum kematiannya

Ia mengatakan apabila sesuatu terjadi padanya

Sebelum ia sempat menurunkan Jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi

Aku harus mencari seorang Pendekar, bernama Naga Putih.

Karena selain Guru, hanya dia lah yang menguasai jurus itu

Kau tahu soal Naga Putih?

Kami berduka atas meninggalnya Guru Cempaka

Dan hilangnya Tongkat Emas, Biru, Gerhana

Kami tidak pernah menyangka

Adik-adik seperguruan kami tega meracuni Guru Cempaka demi merebut Tongkat Emas

Kerahkan anak-anak untuk mengejar Dara dan Angin kemanapun mereka lari

Baik Guru.

Kematian Cempaka adalah duka mendalam bagi dunia persilatan

Terima kasih Paman.

Memang itu tujuan kami datang kemari

Guru Cempaka sangat menghormati Paman

Izinkan kami bergabung dengan Perguruan Sayap Merah

Menerima murid Guru Besar Cempaka adalah suatu kehormatan

Sampaikan berita duka ini, kepada Dewan Datuk Bumi Persilatan

Siapkan upacara pemakaman terbaik

Inilah penghormatan terakhir kali kita

Kepada Pendekar Tongkat Emas Cempaka

Dan Perguruan Sayap Merah ini akan memberikan hadiah besar kepada siapapun yang bisa membantu Biru dan Gerhana

Untuk merebut kembali Tongkat emas

Yang memang menjadi hak Biru

Ya Guru.

Menyesal Gerhana?

Menyesal? tentu saja tidak

Jangan memaksa tubuh

Karena tubuh memiliki hak untuk menjadi pulih sebelum mengikuti kehendakmu lagi

Aku akan pergi untuk beberapa hari

Kau dan adikmu boleh tinggal disini sampai kalian betul-betul pulih

Kami turut berduka atas kepergian Guru Cempaka

Perguruan Harimau Sakti akan membantu membalas sakit hati kalian kepada Dara dan Angin

Terima kasih, ini sungguh suatu kehormatan

Kemana pun mereka bersembunyi

Pasti akan dapat kita temukan

Bersabarlah

Kami pun yakin, Guru.

Apapun yang terjadi

Kami bersyukur bisa bergabung dengan Perguruan Sayap Merah

Saudara seperguruanmu yang baru ini

Akan membantu memburu Dara dan Angin, bagaimana pun caranya

Kalau mereka berhasil tertangkap

Aku tidak akan mencampuri urusan bagaimana caranya kalian akan membalas dendam

Itu sepenuhnya urusan kalian

Kamu tidak perlu membaut minuman seperti itu untukku

Masih banyak murid lain yang bisa melayaniku

Ini sebagai wujud terima kasih dan bakti kami kepada guru karena menerima

Bahkan mengangkat kami sebagai murid utama

Rupanya Cempaka tidak hanya berhasil mendidik kalian sebagai seorang pendekar

Tapi juga manusia berjiwa besar

Aku semakin kagum padanya

Elang datang

Aku dan adikku tidak tahu harus membalas ini semua dengan apa

Kami mengerti kalian dalam kesulitan

Sudah menjadi kewajiban kami untuk membantu

Tenanglah kalian aman disini

Apakah kalian mengerti kemana harus mencari Pendekar Naga Putih?

Darimana kau tahu kami mencari Naga Putih?

Siapa kau sebenarnya?

Seharusnya kau sadar kalau kau masih perlu banyak berlatih

Besok pagi aku akan pergi lagi, terserah kau dan adikmu

Kalian bisa tetap mencari Naga Putih tanpa tahu dimana dia berada,

Atau kalian bisa menungguku kembali untuk mengantar kalian padanya

Angin.

Elang datang

Ini sudah ketiga kalinya aku datang

Bayar utangmu

Angin!

Kita harus membantu penduduk kampung itu

Kenal dengan orang ini?

Yang kalian cari tidak ada disini

Dimana mereka?

Dimana mereka bersembunyi?

Dara!

Angin!

Keluar!

Atau kubakar kampung ini!

Berhenti!

Maafkan aku Bapak

Maafkan kami

Ini semua tidak akan terjadi jika bukan karena kami tinggal disini

Dimana Angin, Bapak?

Adikmu menyerahkan diri agar semua penduduk kampung ini dapat diselamatkan

Para penyerang meninggalkan pesan

Biru akan menunggumu di perguruan

Angin akan selamat jika ditukar dengan Tongkat Emas

Biru berjanji tidak akan melibatkan perguruan lain

Sekali lagi maafkan aku, Bapak

Aku harus pergi menyelamatkan Angin.

Kali ini dengarkan dan percayalah padaku

Jurusmu belum cukup dirimu sendiri

Apalagi untuk membantu Angin.

Mungkin saja ilmu silatmu tinggi

Dan aku sadar telah membuat kekacauan di kampung ini

Tetapi kau tidak punya hak untuk menilai jurus-jurusku

Apalagi menghalangiku untuk membebaskan Angin.

Bicaralah

Aku tahu kau bisa bicara

Katakan dimana Dara dan Tongkat Emas

Dan aku akan membiarkan kau terus hidup

Sampai kau benar-benar paham apa artinya menjadi dewasa

Kau anak kecil

Kau tidak tahu apa yang aku dan Gerhana rasakan

Cempaka membunuh orang tua kami

Dan memungut kami sebagai anak muridnya

Jika kami sudah mulai menikmati kebesaran dan kejayaan Perguruan Tongkat Emas

Dengan begitu saja Cempaka membubarkan perguruan dan pindah ke pondok bobrok ini

Sekian lama mengabdi demi Tongkat Emas

Lalu apa yang terjadi

Katakan dimana Dara dan Tongkat Emas, Angin.

Jika Tongkat Emas ada di tanganku

Akan kukembalikan kejayaan Perguruan Tongkat Emas

Yang telah dibuang jauh-jauh oleh Cempaka dari dunia persilatan

Dan kau, aku akan memberikan tempat yang terhormat

Kau telah bersumpah, Elang.

Kau bisa membantu Dara,

Tapi tidak dalam pertarungan ini

Tapi Dara tidak akan mampu melawan

Kita hanya bisa menunggu

Kalau mereka tewas

Kau tahu apa yang harus kau lakukan

Yang terpenting sekarang adalah

Keselamatan penduduk

Segera bawa mereka ke tempat yang lebih aman

Dara dan Tongkat Emasnya

Aku sama sekali tidak ingin berbincang denganmu, Gerhana.

Dimana Angin?

Ini yang kau cari Dara

Kalian menghendaki tongkat ini?

Bebaskan Angin.

Tongkat Emas itu milikku Dara, kau pun menyadarinya

Sampai kapan pun kau tidak akan pernah menjadi Pendekar Tongkat Emas

Tidak ada yang bisa

Satu-satunya pewaris jurus terakhir Tongkat Emas itu telah kalian bunuh dengan pengecut

Perempuan bodoh

Ilmuku jauh diatasmu, Dara.

Aku tidak akan menyerangmu karena kau menghunuskan Tongkat Emas itu padaku

Kekuatan Tongkat Emas tidak bergantung pada jurus terakhir

Ambil anak ingusan ini

Serahkan Tongkat Emas padaku

Lepaskan ikatannya

Angin.

Angin, Dara.

Dimana kalian?

Biar ku bantu melayangkan nyawa kalian ke langit

Tinggal aku yang ada disini

Akhirnya keluar juga suara dari mulutmu

Jiwa besar tidak menghendaki apapun, meski mampu mendapatkannya

Jiwa kerdil menghendaki semuanya meski tidak akan mendapatkan apa-apa

Tak perlu membuang waktu mencarinya

Biarkan perempuan lemah itu membusuk di persembunyiannya

Aku senang mendengar Tongkat Emas kembali ke tanganmu

Cempaka pasti tenang di alam kuburnya

Ini semua berkat dukungan Guru dan bantuan saudara-saudara seperguruan

Tapi kalian harus tetap mencari Dara.

Bagaimana pun

Dia tidak bisa dibiarkan bebas

Tentu, Guru.

Penduduk kampung yang menyelamatkan mereka

Turut bertanggung jawab

Kita harus memburu mereka

Biru...

Guru...

Kalau aku mati

Kau pimpin.. ini perguruan

Guru...

Hormati tanah ini

Seperti Cempaka dengan Tongkat Emasnya

Akan kulaksanakan, Guru.

Mohon Guru jangan berbicara soal kematian lagi

Berapa lama lagi?

Seharusnya cangkir teh terakhir malam ini akan membuatnya tidak bangun lagi

Turunkan

Akan ada beberapa perubahan penting ditempat ini

Biru adalah Pendekar Tongkat Emas pengganti Cempaka

Dan mulai sekarang perguruan ini bernama Perguruan Tongkat Emas

Pertarungan di arena tak perlu lagi diadakan

Karena takkan ada seorangpun yang dapat mengalahkan Pendekar Tongkat Emas

Sampaikan ke seluruh pendekar dan perguruan

Tongkat Emas akan menjadi perguruan tertinggi dan terkuat

Jangan ada yang menghalangi

Tapi, Biru...

Panggil dia โ€œGuruโ€.

Guru, Dewan Tertinggi...

Jangan lagi kalian sebut-sebut Dewan Tertinggi

Seperti yang dikatakan oleh Guru

Perguruan Tongkat Emas lah yang tertinggi

Maafkan aku harus melakukannya

Aku harusnya membantumu saat membebaskan Angin,

Tapi aku tidak bisa

Aku tidak boleh

Siapa kau sebenarnya Elang?

Aku ingin tahu semua ceritamu sekarang

Siapa dirimu dan apa hubunganmu dengan Naga Putih?

Naga Putih telah meninggalkan dunia ini beberapa waktu yang silam

Biar kuceritakan semuanya

Aku tidak bisa lagi membunuh, Guru

Meskipun yang kubunuh adalah orang-orang golongan hitam sekalipun

Pendirianmu itu akan mengakibatkan lebih banyak lagi korban-korban berjatuhan

Orang-orang yang lemah, yang tidak berdaya

Orang-orang yang tidak bersalah tapi tidak mampu melawan

Mengundurkan diri setelah menguasai Jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi

Maafkanlah aku, Guru.

Aku tidak akan mengubah keputusanku

Cempaka bertahan mengikuti jejakku

Kepada dia lah Tongkat Emas akan kuserahkan

Sudah selayaknya Cempaka memegang Tongkat Emas untuk memimpin perguruan ini, Guru

Ini bukan sekedar siapa pewaris Tongkat Emas

Cempaka, Jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi

Adalah jurus berpasangan

Untuk meneruskan perguruan

Kau harus mendapat, 2 murid terpilih

Yang akan mampu kembali mewariskan jurus terakhir ini kelak

Jangan mati terbunuh sebelum ini menjadi kenyataan

Naga Putih, kau pun

Harus menurunkan ilmumu kepada setidaknya 2 orang murid

Ilmu silat Tongkat Emas tidak boleh putus dan hilang

Ilmu silatmu memberimu tanggung jawab

Aku mengerti, Guru.

Akan kuwariskan ilmu ini

Pastikan kalian mewariskannya kepada orang yang tepat

Sekarang pergilah, selesaikan urusan kalian berdua

Dan jangan pernah kembali sebelum kalian menyelesaikannya

Cempaka.

Apakah kau tetap berkeras

Untuk meneruskan perguruan, bertarung dan meninggalkan diriku?

Benarkah kau tidak akan merubah pendirianmu?

Bukan karena semata permintaan Guru yang tak mungkin kuhindari

Naga, hati nuraniku meminta diriku

Untuk meneruskan tugas mulia ini

Baiklah pendekar Cempaka

Demi tugas muliamu, kuminta kau bersumpah untuk tidak pernah mencariku

Dan aku pun bersumpah

Bahwa aku dan anakku, takkan pernah mengganggumu atau mencampuri urusanmu

Bersumpahlah Cempaka.

Aku bersumpah

Jadi kau adalah...

Aku adalah anak Naga Putih dan Cempaka.

Pewaris jurus terakhir Tongkat Emas

Dara

Seperti juga Ayahku dan Cempaka yang telah bersumpah

Aku pun telah diminta bersumpah oleh Ayahku

Untuk tidak mencampuri urusan kalian

Maafkan aku karena tidak bisa membantumu saat membebaskan Angin.

Aku sekarang mengerti

Mengapa Guru mengajak Angin untuk melatih gulungan terakhir ilmu silat Tongkat Emas itu

Angin juga harus mempelajarinya karena itu adalah jurus berpasangan

Murid Ayahku hanya aku seorang

Pasanganku adalah Ayahku sendiri

Tugasku hanya satu

Memastikan bahwa Jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi jatuh..

Kepada murid pilihan Cempaka

Jika ia tewas sebelum menurunkannya

Elang, terimalah aku sebagai muridmu

Sempurnakanlah semua jurus tongkatku

Dan turunkanlah kepadaku Jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi

Bantu aku untuk membalas kematian Guru dan Angin.

Aku akan mengikuti petunjukmu

Jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi membutuhkan lebih dari sekedar 2 orang yang menguasai ilmu silat

Jurus ini hanya bisa terwujud bila 2 orang dapat menyatuhkan seluruh pikiran dan kekuatanya dalam 1 nafas

Membutuhkan waktu yang cukup panjang dan kesabaran untuk menguasainya

Demi Guru

Angin dan semua Pendekar Tongkat Emas yang telah memberi harga dan makna terhadap tongkat itu

Satukanlah kau dan aku untuk dapat merebutnya

Sebelum kematiannya, Guru selalu melakukan perjalanan sendiri

Kurasa saat itu dia sedang mencari keberadaanmu

Semua itu sudah berlalu

Malam sebentar lagi akan tiba

Jurus-jurus dasarmu sudah cukup, kau sudah siap

Besok kita akan berlatih Jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi

Kejahatan telah menguasai dunia persilatan

Kita semua harus bergabung dan melakukan serangan bersama

Tidak, itu hanya menghabiskan sisa kekuatan kita

Perguruan Tongkat Emas terlalu besar

Hampir semua perguruan telah bergabung

Memilih untuk menjadi bagian dari kekuatan Biru dan Tongkat Emasnya

Kirimkan satu pendekar lagi

Untuk ketiga kalinya dari sekian purnama

Masih saja ada orang-orang bodoh yang berusaha membunuhku dan merebut Tongkat Emas dariku

Sudah kuperingatkan, aku adalah pewaris Tongkat Emas yang sah

Dengan Tongkat Emas ini

Aku menjamin kejayaan dan keamanan tanah ini di dunia persilatan

Siapa yang berani menghalangi

Akan menerima kematian

Aku merasa kita terlalu cepat membunuh Cempaka

Sampai saat ini aku belum menemukan kehebatan Tongkat Emas ini

Tanpa jurus terakhir

Tongkat ini tidak ada bedanya dengan tongkat lainnya

Biru

Jurus terakhir telah dibawa mati oleh Cempaka

Tak ada yang perlu disesali

Dan tak ada orang lain yang memiliki jurus itu

Tanpa Tongkat Emas sekalipun, kau adalah pendekar hebat

Tak terkalahkan

Dan dengan Tongkat Emas ditanganmu

Siapapun tunduk

Aku curiga Para Datuk telah mengetahui masalah ini

Sudah saatnya kita menghabisi Para Datuk

Merekalah pengaruh utama

Orang-orang tua tak berguna

Sekian lama dunia persilatan dikuasai oleh kegelapan

Semua telah lumpuh

Biru dan Gerhana tak terjatuhkan

Dara telah siap Paman.

Dan hanya dengan jurus inilah kami punya peluang untuk menjatuhkan mereka

Dan merebut kembali Tongkat Emas

Kalau kau memutuskan untuk menjadi pasangan Dara untuk melawan mereka

Berarti kau akan melanggar sumpahmu

Aku adalah saksinya

Saksi ketika kau diminta bersumpah didepan Ayahmu

Untuk tidak ikut campur dalam pertarungan mereka

Kau tahu sanksinya, Elang.

Kepentingan orang banyak lebih besar daripada kepentinganku

Tidak ada pilihan lain Paman

Mengheningkan cipta

Waktunya telah tiba

Guru.

Ada apa?

Dua perusuh tidak dikenal, membuat gaduh di arena, Guru

Hentikan!

Siapa kalian?

Membuat onar tanpa sebab yang jelas?

Sebabnya sangat jelas, Biru.

Kami sengaja datang untuk menemuimu dan Gerhana.

Waktunya telah tiba untuk mengembalikan Tongkat Emas ke pemilik yang sesungguhnya

Bicara kalian melantur

Tidak ada pemilik Tongkat Emas yang sah, kecuali Biru

Aku kembali untuk mengambil hak ku

Tongkat Emas itu

Tanpa pertumpahan darah

Jika kalian menolak

Kutantang kalian untuk bertarung dengan adil

Kalian berdua melawan kami berdua

Tanpa campur tangan siapa pun

Di gelanggang pertarungan yang telah kalian hapuskan

Sejak kalian merebut Tongkat Emas itu dari tanganku secara keji

Ketahuilah

Kami terima tantangan kedua orang ini

Tak satu pun diantara kalian yang boleh ikut campur

Perempuan ini yang telah menewaskan Guru kami dan adik seperguruan kami, Angin

Sudah sepantasnya dia tewas ditangan kami

Ibu

Tidak dihadapan anakmu, Gerhana.

Hanya ada satu tempat dimana kita bisa menyelesaikan pertarungan ini

Dimana pun aku bisa membunuhmu

Kau menggunakan jurus-jurus Tongkat Emas

Mustahil Dara yang mengajarkan kepadamu

Siapa kau sebenarnya?

Tongkat Emas telah kembali ketanganmu, Dara.

Kematian gurumu dan Angin tidak sia-sia

Kematian Ibumu dan Angin, Elang.

Ibumu

Ya Ibuku

Seorang pendekar memegang janjinya dengan teguh, Elang.

Kebenaran memang dunia yang sunyi

Aku mengerti, Paman

Aku telah melanggar sumpah

Dan harus menjalani hukumanku

Dunia persilatan memang seperti sebuah lorong gua yang panjang

Kemana pun kita berpaling

Yang kutemukan hanyalah ancaman kematian dari balik kegelapan

Namun lorong terpanjang dan tergelap sekalipun

Akan berakhir dengan cahaya diujungnya

Walau kita tidak pernah tahu apakah cahaya itu suatu harapan,

Atau ancaman?

Subtitle by : Agoesinema Kendari, 17 Desember 2015

AGOESINEMAโ„ข Presents Indonesian Movies Collection

AGOESINEMAโ„ข Presents Indonesian Movies Collection

AGOESINEMAโ„ข Presents Indonesian Movies Collection

AGOESINEMAโ„ข Presents Indonesian Movies Collection

AGOESINEMAโ„ข Presents Indonesian Movies Collection

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.