Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Saya sudah perintahkan anggota saya,
untuk memburu Zaenal.
Saya tidak sudi bekerja sama dengan penjabat-penjabat hina seperti kalian.
Kenapa kita yang ditangkap, Pak?!
Bapak enggak lihat tadi kita yang diserang?
Eyang!
Kenapa ditembak?
Tembak saja, Pak!
- Kalau Bapak mau tembak… - Maya!
Pilihannya cuma dua.
Kamu di sini sampai kamu dibunuh sama Diah Ayu.
Atau kamu ikut kita, dan kita cari jalan keluar dari kota ini.
Itu banyak sekali itu!
Hujan, Di.
Hei, Mayit!
Lawan aku!
Di!
Oke!
Orang-orang harus tahu ini, La.
Ayo.
Kita mau ke mana, Di?
Sekarang…
…kita cari Mbak Maya dan Bang Risang.
Kita akan melewati jalan ini.
Memang sedikit lebih jauh dibanding melewati jalur utama.
Tapi lebih aman…
…dari patroli polisi.
Gerilya.
Ya.
Kalian bagaimana?
Saya mencari adik saya.
May.
Saya yakin…
…adik kamu bisa melewati kekacauan ini.
Dan saya yakin…
…dia akan baik-baik saja.
Jangan berbicara seolah-olah ini bukan salah Bapak.
Saya terpisah dari adik saya dan kita terjebak di sini…
…semua itu karena Bapak!
May.
Sudahlah, Pa. Kalau mereka enggak mau ikut…
- Maya! Maya! - Bajingan!
- Hei! Hei! - Eh, eh. Eh, eh.
Tahan, tahan, tahan, tahan.
Mengajak bertarung, ya?
Sudah, hei, hei, hei, hei.
May, sudah, May.
Sudah, May.
Kita ini enggak akan ke mana-mana kalau seperti ini terus.
Sudahlah, Pa, enggak usah…
Diam!
Begini…
Kita semua lelah.
Kita sudah melewati hari yang kacau.
Malam ini kita istirahat.
Besok pagi kita bergerak.
Kami akan ke stasiun radio tua Oraya.
Kamu dan Risang…
…silakan tentukan langkah kalian.
Banyak sekali, ya, kejadian hari ini.
Adikku hilang.
Tiba-tiba ada Mayit.
Pas sudah ketemu Adi,
Adi pergi lagi.
Dan sekarang…
…aku harus bekerja sama dengan Zaenal, sama Dandy,
yang sudah membunuh temanku sendiri.
Seberat-beratnya hidup di kota ini aku enggak pernah…
…merasakan hari seseram ini.
Seumur-umur aku jadi wartawan, May…
Ini itu hari paling aneh sedunia.
Aneh sekali.
Aku malah, ya, maunya itu…
…besok, pas kita bangun tidur,
ternyata semuanya cuma mimpi.
Bukannya malah senang?
Bisa jadi beritamu, bukan?
Senang…
Kalau aku digigit Mayit bagaimana?
Amit-amit, amit-amit, amit-amit…
Tapi aku sekarang malah jadi berpikir, sih.
Ternyata banyak sekali…
…hal yang aku mau lakukan cuma…
…belum tercapai sampai sekarang.
Memang apa yang mau kamu lakukan?
Ya, banyak.
Aku mau keliling Indonesia,
mau…makan lobster, main terjun lenting, terus…
…menikah.
Punya keluarga.
Ya…
Memang belum kelihatan sih, cuma…
…aku serius kalau hal itu, serius sekali.
Kalau kamu? Kamu bagaimana, May?
Ada yang mau kau kejar enggak?
Ternyata selain tukang mengamuk…
…kamu juga mudah tertidur.
Lho.
- Eh, eh. - Lho, lho.
- Eh, eh. - Eh.
Eh.
Lho, lho…
Lho, lho…
Yaelah…
Apa lagi sih ini, ah!
Ah…
Sebentar.
Enggak bisa, Di.
Mati ini, Di.
Sudahlah, ayo jalan.
Bensinnya habis, La!
Sayang…
Terima kasih, ya, sudah membantu kita.
- Sudah baik sama kita… - Yah elah…
- Sudah jadi yang terbaik-terbaik… - Drama…
Di!
Sudah.
Apa yang mau kamu lakukan?
Ambil, ayo. Jalan.
Ini bisa dipakai lagi kok, La.
Ini aku perbaiki satu jam saja.
- Berikan aku satu jam… - Gila kamu, ya?
Sejam?
Enggak ada, ayo!
Sayangku.
- Ih! - Sayangku, Kang Topo!
Kamu yakin kakakmu ada di markas Serikat Buruh, Di?
Mbak Maya itu kalau sembunyi…
…kalau enggak di rumah,
pabrik,
atau enggak, ya, markas Serikat Buruh.
Kalau rumah sudah kejauhan.
Kalau pabrik, dekat jalan besar.
Pasti sudah dipenuhi Mayit.
Jadi, ya, kalau mau sembunyi,
kemungkinan besar…
…tinggal markas Serikat Buruh.
Berarti kamu sangat memerhatikan kakakmu, ya.
Pasti kalian berdua dekat, ya?
Ya, pokoknya semenjak Bapak sama Ibu enggak ada, aku cuma punya Mbak Maya.
Mbak Maya cuma punya aku.
Sejak ayahku meninggal, cuma ibuku yang memperhatikanku.
Kamu bayangkan saja.
Ibumu mati karena ayah tirimu.
Mending enggak usah ada sekalian!
Ketemu lagi aku putuskan kepalanya, anjing itu orang.
- Kenapa kamu? - Enggak.
- Ayo ke sana. - Ayo.
Ayo.
Perhatikan jangan sampai ada yang ketinggalan.
Semua barang harus dibawa.
- Siap, Pak. - Ya.
Mau jalan sekarang?
Iya.
Seperti yang saya bilang semalam.
Kami akan menuju stasiun radio Oraya.
Ikut atau tidaknya, sepenuhnya keputusan kalian.
Rute yang kalian pilih pasti banyak Mayitnya.
Oke.
Berangkat.
Ya.
Semoga kalian selamat.
Mas Risang enggak ikut?
Aku mau menunggu Adi di sini.
Kamu yakin Adi akan ke sini?
Yakin.
Kalau otaknya masih dipakai dan…
…enggak mengikuti, siapa namanya?
Ella.
Dia pasti tahu kakaknya di sini.
Oke. Kalau begitu kita berjudi.
Maksudnya?
Percaya saja.
Sen, Sen, Sen, Sen, Seno.
Jangan tembak, jangan tembak.
Turun, turun, turun!
Seno, Seno, Seno!
Pa, tembak saja, Pa.
Pakai pisau sama pentungan.
Dandy.
Iya, Pa.
Kamu dekat-dekat Papa, ya.
Enggak usah melakukan apa-apa. Diam saja.
Iya, Pa.
Maju, Seno.
Mbak Maya?
Sudah saya bilang.
Jalan yang kalian pilih pasti banyak Mayitnya.
Kalau begitu, kamu pandu kita semua.
Bukan berarti saya maafkan kesalahan kalian.
Enggak masalah, yang penting tujuan kita sama.
Ayo, kita harus cepat, ayo.
Mbak Maya?
Enggak ada siapa-siapa, Di.
Iya.
Kamu sedang lihat apa?
Memang, ya.
KAMI KE STASIUN ORAYA!
Kenapa kakimu?
Hah?
Yaelah.
Kamu masih merajuk denganku karena tadi?
Dia itu cuma enggak terbiasa jalan selama ini.
Ohh.
Kebanyakan dimanjakan Papa, sih.
Anjing.
Eh, Dan. Ayo.
Mau di papah?
Ayo, ayo, cepat, cepat, cepat.
Eh, itu siapa itu?
Ada orang.
Hei, siapa itu?
Siapa itu?
Ayo, cepat, cepat, cepat.
Hei!
Hei, Pak Zaenal!
Hei, Pak Zaenal!
Apa benar sekarang anda buronan?
Tenang saja, Pak.
Jangan mendekat.
Pak.
Apa yang Bapak mau lakukan?
Pak!
Hanya ingin menyapa warga saya sebentar.
Pak!
Suami saya mati, Pak!
- Mati saja kamu! - Ya, benar.
Kamu membuat orang mati!
Kita bisa cari jalan lain.
Pak.
Kita bisa cari jalan lain, Pak!
Pak!
- Orang mati karena kamu! - Sini kamu?
- Anjing kamu! - Mati saja kamu!
- Jawab! Anjing kamu! - Gila kamu!
Pak, Mayit, Pak!
Pak!
- Pak! - Mayit mendekat, Pak!
Mayit!
- Ah, Mayit Pak! - Ada Mayit!
- Biarkan saja! - Mayit mendekat, Pak!
Pak Zaenal!
Banyak warga yang menganggap saya bekerja dengan tidak benar.
Ini waktu yang pas untuk menunjukkan cara kerja seorang Zaenal.
Hei!
Minggir!
Buka pintunya, kami mau lewat sini.
Ayo buka.
Ayo, buka, buka.
Hei, buka.
Minggir!
Minggir!
Wah!
Bawa durian.
Buka, buka!
Enak sekali loh ini.
Jangan bilang kamu enggak suka durian.
Jadi sekarang Zaenal masih bersembunyi.
Bu.
Apa tidak sebaiknya kita segera keluar saja dari kota?
Sebelum keadaan memburuk.
Saya mau Zaenal ditangkap dan diberi hukuman!
Jujur…
…saat ini kami sudah kewalahan.
Memblokade rumah sakit, bank,
dan tempat-tempat penting lainnya untuk mengisolasi Mayit.
Kalau masih ditambah dengan tugas memburu Zaenal…
Maaf, Bu.
Ambil sendiri…apa aku suapi?
Mau enggak?
Lihat saya, Bu.
Telepon.
Diah Ayu Maharani di sini.
Semenjak Zaenal dinyatakan sebagai buronan,
dia sudah melepaskan tanggung jawabnya sebagai bupati.
Iya, dan Zaenal juga telah melakukan tindakan kejahatan kemanusiaan.
Kota Rimbalaya jatuh.
Wabah sudah menyebar.
Dan saya sudah menutup kota.
Tentu ketika saya berhasil keluar.
Dan saya sudah tahu caranya.
Yosep.
Tolong kamu perintahkan ke beberapa orang untuk mengumpulkan semua…
…buah durian yang ada di kota.
Lakukan ini diam-diam.
Jangan sampai ada warga yang tahu.
Anjinglah, sudah jauh-jauh ke sini malah seperti ini.
Pak Zaenal, bagaimana ini…!
Anjing!
Kamu ini banyak omong seperti makelar.
Wah, berdebu sekali.
Aduh.
Harusnya dibersihkan dulu ini.
Benar-benar seperti makelar ini orang.
Seno.
Periksa di dalam.
Hei.
Kamu periksa listriknya.
Oh, listriknya sudah putus mungkin karena tempatnya enggak pernah…
…dihuni.
Ya, seharusnya enggak.
Gedung ini seharusnya tetap punya aliran listrik.
Berarti kita harus mencari sakelar utamanya, Pak.
Ya sudah, cari.
Dan hidupkan, Mas Seno.
Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya kita tidak bergerak sendiri-sendiri.
Oke, ajak…
…Dandy kalau begitu.
Dia dari tadi…
…'kan pura-pura lemas.
Ayo.
Kamu duduk di sana.
Oke.
Mas, ayolah.
Kalian berdua jaga di luar.
Aku lagi.
Ibu-ibu jaga di luar, ya.
Dari semua anak buahmu, kenapa harus aku sih?
- Ayo masuk. - Aku di belakangmu, kamu saja.
Cepat.
Ini sakelarnya.
Anjing, bodoh!
Kok dia, kok dia bisa masuk sih?
Bukannya pintu depan tadi ditutup, ya?
Nes!
Nes!
Diam!
Memang banyak bicara seperti makelar.
Gatal.
Kenapa, La?
Gatal ini badanku enggak enak sekali dari kemarin.
Kamu enggak gatal apa?
Enggak.
- Aku sudah biasa, sih. - Dih.
Jorok sekali.
Eh.
Sepertinya kita ke sana.
- Oke. - Ya.
Ah, sial.
Sial sekali.
Lari, La!
Lari, La!
- Di, ke mana, Di? - Kanan!
Sini, Di!
Pelan-pelan, pelan-pelan!
Eit, eit.
La, La, La.
Sudah, ayo.
Kita dikejar waktu.
Siapa suruh mengejar aku, Anjing!
Eh?
Ayo keluar! Keluar!
Ampun! Ampun!
Ampun, ampun! Ampun!
Mas.
Alah. Aku kira Mayit!
Anjing!
- La? - Ella?
Ella!
- Oh… - Ella?!
Ella!
Ella!
Maaf, ya, soal ibu kamu, Ella.
Anjing!
Hei!
Ini dia bapak tiri yang aku ceritakan ke kamu itu ini!
Ella.
Ella, aku minta maaf sama kamu, Ella.
Itu istrimu juga, Bangsat!
Sini kamu!
- Anjing! - La.
Lepaskan, lepaskan!
La!
Sini kamu, Bangsat!
Ella! Enggak ada waktu untuk hal seperti ini, La, sial!
Ella!
Sini kamu! Bangsat!
Anjing!
Ella!
- Lepaskan aku! - Ella!
Lepaskan!
La, sudah, kita harus pergi sekarang, La!
Ella, sudah, La. Dengarkan temanmu itu!
Membunuh laki-laki berengsek pengecut seperti ini harus kulakukan sekarang!
Ella, aku mohon.
- Lepaskan aku! - Sudah, La!
La!
Ayo, La.
Ella!
Anjing!
Kanan, kanan!
Ayo, La!
Kunci, La.
Seno.
Seno.
Bawa dia ke sana.
Ayo.
Hei.
Sini.
Sebaiknya enggak ada orang lain yang tahu soal ini.
Kamu benar-benar enggak gatal?
Kalau kamu mau mandi,
di belakang ada kamar mandi sepertinya.
Anjing!
- Sakit, ya? - Sakit, sih.
Siapa suruh?
Kamu bisa, May?
Hah?
- Ini yang mana, ya? - Mencari apa?
Oh, ini.
Itu, di sana.
Oh, ya.
Colokan.
Bantu pindahkan, Mas.
Ada yang putus ini kabelnya.
Oke.
May.
Aku mau… bertanya sesuatu denganmu.
Kamu itu anak STM, ya?
Ya.
Pernah tawuran?
Sambil kerja saja, lanjut, santai.
Asli kamu keren.
Serius, kamu sangat keren.
Lebih baik bantu aku, kerjakan apa begitu.
Ya, ini, aku juga lagi bekerja, bukan?
Lagi meliput…buruh aktivis.
Pemburu Mayit yang jago elektronik.
Kebanggaannya Rimbalaya.
Anjing.
Di mana mas Purwo?
Mas.
Mas Purwo.
- Mas Purwo? - Tanti.
Tanti…
Tanti, Tanti, Tanti…
Bajingan!
Apa yang kamu lakukan, Mas?
Anjing, benar-benar bangsat kamu!
Mas.
Kamu enggak rindu sama wanita yang kamu sukai?
- Sudah ganti. - Anjing, ganti terus sampai meleleh.
Eh, lihat ini!
Mantap enggak?
Biduan ini!
Itu, Mas…
Dia…mantanku.
Anakmu bagaimana kabarnya?
Aku enggak tahulah, Mas.
Di sini juga enggak ada sinyal.
Mau telepon Simbah juga enggak bisa.
Ya…
Semoga mereka baik-baik sajalah, Mas.
Lagipula kita juga enggak bisa apa-apa.
Besok…
Kalau kita sudah punya kejelasan keluar dari sini…
Kamu pisah sama kita enggak apa-apa.
Mas, jangan, Mas.
- Aku enggak apa-apa, Mas. - Ini perintah.
Apa yang kamu rasakan?
Cuma perih sedikit, Pa.
Enggak apa-apa.
Dan.
Supaya ini enggak menyebar…
Kakimu harus dipotong.
Jangan, Pa.
Dengarkan Papa, ya.
Saat ini semua pilihan itu buruk.
Tapi dibanding pilihan yang lain…
…ini adalah pilihan yang paling baik.
Enggak, Pa.
Dan.
Dan, dengarkan Papa, Dan.
Kamu bisa menyelamatkan nyawa kamu, Dan!
- Dandy enggak mau! - Dandy, kamu dengarkan Papa!
Dandy enggak mau, Pa.
Dan.
Dan.
Dan!
Dan!
- Dandy! - Dan!
- Dan! - Hei, hei!
Dan!
- Dandy! - Buka, Dan!
Hei, hei.
Hei, Dandy.
- Ada apa, Dan? - Buka, Dan!
Banyak bicara, diam kamu di sana.
Hei, hei!
Dandy!
- Dan! - Dan!
Buka!
Buka!
Oke…
Boleh beritahu sekarang ada apa?
Kakinya.
Kakinya digigit.
Ohh…
Kakimu digigit?
Sama Mayit?
Kakiku enggak kenapa-kenapa.
Oke.
Santailah.
Jangan mengegas.
Kamu mau lihat Mayit tantrum enggak?
Jangan bercanda.
Kalau dia jadi Mayit, kita yang mati duluan.
Tenang saja, May.
Kita cari solusinya bersama-sama, yang penting kamu tenang, oke?
Oke…
Pak Zaenal!
Anjing kamu! Kenapa kamu baru bilang?
Saya juga baru tahu!
Buka!
Buka!
Memang kamu siapa menyuruh-nyuruh?
Aku enggak akan jadi Mayit.
Aku enggak akan jadi Mayit!
Mas, Mas.
Dandy!
- Buka pintunya! - Dandy!
Anjing!
May, keluar, May!
Keluar!
Maya!
May!
Maya!
May, ayo keluar, May! Cepat, May!
Buka, Bodoh!
Oh iya!
Maaf, maaf, maaf, maaf!
May, keluar, May!
Cepat keluar!
May!
Ayo!
May!
- Dan! - Buka!
Buka!
Dandy!
- Apa? - Oh, berengsek!
Maya!
May!
Jangan! Jangan!
Risang!
Ini! Tendang!
May!
May!
- Ayo. - Keluar dari sini!
Ada apa ini?
Purwo!
Jangan, Purwo!
Purwo!
Maafkan Papa, Nak…
Papa sayang sekali sama kamu…
Kalian…
Kalian bisa teruskan pekerjaan kalian.
- Hei… - Buka…buka!
Bu Diah!
Tolong bukakan, Bu Diah!
Bu Diah, bukakan!
Kasihan.
Buka.
Siap.
Tapi pastikan aman dari Mayit dan orang yang terinfeksi.
Siap, siap.
Mayit!
Tutup!
Tutup!
Tutup!
Mundur! Mundur!
Mundur! Mundur!
Tutup pintunya! Tutup!
Mundur, sudah, mundur!
Halo.
Halo.
Zaenal di sini.
Halo?
Halo.
Halo, dengan Zaenal di sini.
Ada yang dengar? Halo.
Coba.
Coba terus, Pak Zaenal, coba…
…cari frekuensi yang lain.
Halo.
Halo, halo, dengan Zaenal di sini. Apa ada yang dengar?
Kontak, kontak, di sini Kolonel Gatot.
Gatot.
Gatot, Zaenal di sini.
Zaenal Rimbalaya?
Kamu selamat?
Iya, iya, iya.
Tapi ini saya bersama orang-orang yang perlu bantuanmu.
Kita perlu keluar dari kota ini.
Apa yang bisa kamu sediakan? Helikopter?
Tidak mungkin.
Diah Ayu sudah menyatakan kota dalam kendalinya.
Dan kami segera akan menutup akses ke sana.
Akan ada kekacauan rantai komando nanti.
Terus apa yang kamu bisa bantu buat kami?
Kalau benar apa yang dikatakan Gatot…
Diah Ayu telah memblokade semua pintu masuk kota.
Kecuali…ini.
Jembatan Gondolaya.
Zaman Jepang, mereka banyak membuat terowongan di sini.
Salah satu pintu masuk terowongan…
…ada sekitar dua kilometer dari sini.
Kita bisa berangkat sekarang.
Oh, oke.
Tapi saya harus menunggu adik saya dulu, Pak.
Aturan pertama keselamatan adalah menyelamatkan dirimu sendiri.
Baru menyelamatkan orang lain.
Kalau tidak…
…kita semua bisa celaka bersama-sama.
May.
Oke.
Saya akan tunjukkan jalan tercepat menuju terowongan ini.
Tapi kita tinggalkan petunjuk dulu untuk Adi.
Lalu kita tunggu Adi sebelum kita keluar dari kota ini.
Yang Bapak bilang benar.
Sekarang kita harus saling membantu.
Dan sekarang saya minta tolong sama Bapak untuk menyelamatkan adik saya.
Semoga Bapak bukan pemimpin yang hanya mementingkan dirinya sendiri.
Bagaimana, Pak?
Di luar pagar kondisinya sudah sangat kacau, Bu.
Dalam kondisi seperti ini, Bu Diah,
kita tidak mungkin mencari buah durian.
Kecuali kita menghubungi orang-orang kita yang berada di luar.
Kumpulkan semuanya.
Bagaimana, Bu?
Kumpulkan semua warga yang selamat di aula.
Saya ada perubahan rencana.
Hei!
Itu Bu Diah!
Hei!
Hei, hei!
Bajingan!
Hei!
Sialan!
Kenapa kalian menutup gerbangnya?
Jawab!
Jawab! Jawab!
Hei, Bajingan.
Kenapa kalian menutup gerbangnya?
Iya, kenapa?
Ayo jawab!
Kalian ini…
…benar-benar tidak punya hati!
Saya akan jawab.
Kalian tenang dulu.
Saya…
…dengan kerendahan hati memohon maaf atas peristiwa ini.
Kalian semua tahu.
Saya tidak mungkin memasukkan semua orang ke tempat ini!
Kalau ada satu saja Mayit yang masuk ke tempat ini…
…kita semua bisa mati!
Alah, bohong!
Tenang!
Itulah kenapa saya harus mengambil tindakan preventif.
Itu karena saya sangat mencintai kalian.
Itulah kenapa buktinya sekarang kalian semua ada di sini!
Sekarang…
…dari masalah yang sudah terjadi hari ini.
Kami semua di sini sudah menemukan kelemahan dari Mayit-mayit itu!
Tahan, tahan.
Tapi saya membutuhkan bantuan seluruh warga.
Saya tidak bisa melakukan ini semua sendirian!
Mari.
Kita jadikan semua peristiwa hari ini…
…sebagai penyuntik semangat kita untuk tetap hidup!
Mas.
Hei, hei, hei!
Mereka di mana-mana!
Pak.
- Pak. - Mundur, mundur, mundur!
- Pak! - Mundur!
Pak.
Kita enggak akan sampai, Pak.
Mereka terlalu banyak, ayo!
Ayo jalan, jalan, jalan!
Ayo.
Seno, Purwo!
- Ayo, Mas! - Ayo, pergi, Wo!
Purwo!
Anjing!
Seno, Seno!
Ayo!
Bajingan!
Tutup! Tutup! Tutup!
Tutup!
- Anjing! Sial! - Risang!
Anjing!
- Tutup pintunya! - Sialan!
- Ayo, Pak! - Cepat…cepat!
- Cepat! - Itu, Pak…
Seno, bantu aku, anjing! Pada keluar ini, Anjing!
Minggir kamu!
Anjing!
Sekarang Zaenal harus menanggung semua akibatnya.
SELANJUTNYA
Saya ingin Zaenal menderita seumur hidup.
Bertahun-tahun kami menantikan ini.
Apakah masih ingat dengan kami?
Kita lawan mereka!
Kita kalahkan mereka!
Kita keluar dari kota ini dengan penuh kemenangan!
Dia yang bunuh ibuku.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.