Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
JAV subtitle Indonesia: bit.ly/jav-sub
"Bercinta Dengan Bu Guruku Sampai Pagi Di Rumahnya"
Kamu...
Apakah kamu sudah tahu apa yang kedepannya akan kamu lakukan?
Apakah maksudmu aku ini bermasalah?
Ini demi masa depanmu.
Aku harus membicarakannya dengan orang tuamu.
Ini sangat rumit.
Aku tidak tertarik dengan ini.
Tidak bisa begitu.
Ini adalah hidupmu.
Kamu harus serius menjalaninya.
Kamu ini menyebalkan sekali.
Maaf.
Aku pulang dulu.
Tunggu.
Ini demi kamu.
Wah, kamu kerja keras sekali.
Iya.
Anak zaman sekarang memang begitu.
Dia pikir dia sudah dewasa.
Benar-benar menyulitkan.
Jangan terlalu dipikirkan ya.
Terima kasih.
Bu guru Shinoda...
Aku dengar...
Dia gak masuk sekolah lagi.
Dia juga tidak pulang ke rumah.
Iya.
Dulu juga dia begitu.
Jadi aku tidak terlalu khawatir.
Beri tau aku kalau dia ada kabar ya.
- Terima ka... - Jangan di pendam ya.
Baik.
Terima kasih.
Ayo kita minum teh.
Baik.
Biar aku yang ambilkan.
Terima kasih.
Hey kamu.
Kamu baik-baik saja.
Bu guru...
Rumahmu dekat kan?
Kamu jangan begini.
Apa yang terjadi?
Tidak apa-apa.
Ini tidak ada hubungannya dengan bu guru.
Tentu saja ini berhubungan.
Aku ini gurumu.
Masalahmu adalah masalahku juga.
Kamu jangan bilang begitu.
Beri tau aku apa yang terjadi.
Orang tuaku bertengkar terus di rumah.
Baiklah.
Terima kasih sudah memberitahuku.
Kalau gitu...
Apakah kamu lapar?
Kamu belum makan, kan?
Iya.
Yaudah ke rumah bu guru saja.
Rumahku dekat kok.
Nanti aku buatkan makanan.
Ayo kamu pasti lapar.
Ayo sini.
Ini adalah masakan spesial telur dadarku.
Silakan makan.
Luar biasa.
Apakah ini bu guru yang masak?
Iya tentu saja.
Aku buat yang banyak untuk kamu.
Aku makan ya.
Makanlah.
Kamu lapar sekali pasti.
Jangan kuatir.
Makan saja.
Habiskan.
Enak?
Iya.
Pelan-pelan.
Nanti kamu tersedak.
Aku sudah kenyang.
Enak kan?
Iya.
Bu guru ternyata jago masak ya.
Tentu saja.
Aku gak pernah liat kehidupan sehari-hari bu guru diluar sekolah.
Iya memang sih.
Sama waktu aku jadi murid dulu.
Aku gak pernah lihat kehidupan bu guruku di luar sekolah.
Apa yang terjadi di rumahmu?
Orang tuaku selalu bertengkar.
Ayahku meminjam uang tanpa seijin mamaku.
Makanya hubungan orang tuaku jadi kurang baik.
Ayahku bertanya jika mamaku berselingkuh.
Makanya setiap hari begitu.
Oh gitu.
Makanya itu...
Aku jadi bingung mau buat apa.
Begitulah.
Maaf ya.
Aku tidak tahu situasimu.
Aku kurang peduli denganmu.
Tidak kok.
Ini kesalahanku.
Gak.
Jangan salahkan dirimu.
Kamu harus percaya diri.
Kalau kamu tidak setuju dengan dirimu...
Gak ada yang akan setuju lagi.
Aku di sini juga siap membantu.
Terima kasih.
Yaudah kamu tinggal di sini saja malam ini.
Besok kita ke sekolah sama-sama.
Semua orang khawatir tentangmu.
Jangan khawatir.
Ayo kita bicara lagi besok.
Kamu mandi aja duluan.
Aku ambil dulu handuk untukmu.
Wah segar sekali.
Ah, aku gak pake make up. Jangan liat aku.
Foto itu...
Apakah itu pacarmu?
Ah, kamu sudah lihat ya.
Dia adalah orang yang akan menjadi suamiku.
Dia itu tunanganku.
Kami akan menikah di musim semi ini.
Gimana?
Ganteng sekali.
Sekarang kami lagi LDR.
Aku tidak sabar lagi menunggu musim semi ini.
Tapi...
Aku tidak kasih tau orang di sekolah.
Aku tidak bilang siapa-siapa.
Aku tahu.
Baju yang kamu pakai itu punya pacarku.
Ah, maaf.
Tidak apa-apa.
Gak apa-apa kalau kamu pakai.
Santai saja ya.
Baik.
Kampai!!
Enak sekali.
Kamu belum bisa minum, kan?
Apakah anggur itu enak?
Kamu belum bisa minum.
Aku biasanya minum sendiri.
Aku senang sekali.
Jadi...
Aku minum kalau aku kesepian.
Kenapa kamu tidak mengajak temanmu?
Aku tidak punya teman.
Sekarang aku sudah punya.
Kalau sebelumnya tidak ada.
Kenapa?
Kamu mau tahu?
Aku gak akan bilang-bilang kok.
Ah kamu.
Kamu pasti gak ada uang?
Iya tapi...
Kenapa ya?
- Aku gak mau kasih tau ah. - Eh,kenapa?
Dulu aku belajar piano.
Piano?
Luar biasa.
Orang tuaku memintaku belajar.
Jadinya aku belajar sendiri.
Gimana ya bilangnya...
Kamu itu sepertinya tidak terlihat di antara orang-orang.
Maaf ya.
- Gimana caranya? - Aku tau. Pasti bu gurumu.
Iya.
Wah kok bisa?
Wah.
Siapa ini coba tebak?
Kayak gini?
Coba tebak?
Oh aku tahu.
Ah, dari pacarku.
Maaf ya.
Kita biasanya telponan jam segini.
- Iya. - Maaf ya.
Iya halo.
Kenapa?
Aku mabuk.
Kenapa kamu mau tahu?
Aku sudah tunggu-tunggu.
Lama tak bertemu.
Aku sudah tidak tahan lagi.
Kamu juga?
Yaudah.
Selamat malam.
Maaf ya.
Sudah waktunya.
Kamu harus tidur.
Aku gak bisa tidur.
Kamu bisa tidur di dalam.
Aku tidur di sofa saja.
Biar aku yang tidur di sini.
Tidak apa-apa.
Kamu kan tamu, jadi kamu tidur di kamar.
Tidak apa-apa.
Maaf.
Aku jatuh.
Yaudah tidur sana.
Tidur ya.
Tunggu.
Kenapa?
Kenapa,ada apa?
Bu guru, aku sudah tidak tahan lagi.
Tidak.
Apa yang kamu lakukan?
Tidak boleh.
Tunggu.
Jangan begitu.
Apa yang kamu lakukan?
Jangan lakukan itu.
Tunggu dulu.
Tidak.
Tunggu dulu.
Tidak.
Jangan.
Bu guru...
Tunggu.
Duh malu sekali.
Tunggu dulu.
Jangan.
Tunggu.
Jangan.
Tunggu.
Jangan.
Kenapa kamu jadi begini?
Jangan.
Tunggu.
Malu sekali.
Bu guru...
Tunggu.
Tunggu.
Malu sekali.
Tunggu.
Apa yang kamu lakukan?
Apakah kamu tahu apa yang kamu lakukan?
Tunggu.
Malu sekali.
Jangan.
Tunggu dulu.
Tunggu.
Jangan dibagian itu.
Apa yang kamu cium di situ?
Malu sekali.
Tunggu dulu.
Ada apa?
Jangan seperti ini.
Jangan cium di situ.
Tidak.
Mesum sekali.
Jangn dilihat.
Malu sekali.
Tunggu.
Tunggu.
Malu sekali.
Enak sekali.
Jangan.
Bu guru...
Jangan.
Tunggu.
Jangan.
Tunggu.
Tunggu dulu.
Jangn dimasukkan.
Jangan.
Keras sekali.
Duh, aku malu sekali.
Jangan.
Luar biasa.
Jangan di masukkan.
Jangan.
Tunggu.
Kamu tau apa yang kamu lakukan?
Jangan.
Tunggu.
Jangan cepat-cepat.
Tunggu dulu.
Bu guru...
enak sekali.
Tunggu.
Tunggu dulu.
Tidak.
Enak sekali.
Keluar.
Tunggu.
Tunggu.
Tunggu dulu.
Sudah keluar.
Masa sih?
Jangan.
Aku bilang jangan.
Astaga, kenapa begini.
Malu sekali.
Maaf ya.
Tadi aku bilang jangan kan.
Maaf.
Apa lagi ini?
Tunggu.
Kenapa kamu masukkan lagi?
Kamu kan sudah crot?
Jangan.
Tunggu.
Tunggu.
Jangan.
Bu guru cantik sekali.
Kasih lihat pantatmu.
Ayo cepat.
Jangan.
Luar biasa.
Jangan di lihat.
Jangan.
Jangan di isap.
Jangan.
Jangan.
enak sekali.
Aku tau.
Tunggu.
Jangan.
Jangan.
Tidak.
Jangan.
Wah, enak sekali.
Jangan.
Keluar.
Tunggu.
Aduh, aku gak tahan lagi.
Jangan.
Jangan.
Jangan.
Tidak.
Jangan masukkan dalam-dalam.
Mau keluar.
Tunggu dulu.
Tunggu dulu.
Aku masih mau lagi.
Aku mau ganti posisi.
Apa yang kamu lakukan?
Luar biasa.
Jangan dalam-dalam.
Jangan.
Enak sekali di dalam.
Jangan.
Bu guru...
Tunggu.
Tunggu dulu.
Tunggu dulu.
Enak sekali.
Aku tahu.
Enak sekali. Luar biasa.
Aku sudah mau keluar.
Enak sekali.
Tunggu.
Enak sekali.
- Enak sekali. - Enak sekali.
- Enak sekali. - Aku tahu.
Enak sekali.
Jangan.
Apakah kamu sudah crot?
Apakah kamu crot di dalam?
Astaga.
Aku mau lihat.
Maaf.
Jangan.
Aku masih mau.
Jangan.
Tunggu.
Enak sekali, bu guru.
Tunggu dulu.
Aku mau ketemu kamu setelah mendengar suaramu. Aku kesepian.
Bu guru.
Kenapa?
Tunggu dulu.
Tidak.
Kenapa?
Karena...
Kita ini bu guru dan murid.
Jangan ya.
Walaupun kamu bilang begitu...
Aku gak tahan lagi.
Kalau aku bilang jangan gimana.
Aku mau kamu menjadi enak.
Baik.
- Walaupun kamu bilang begitu... - Jangan.
Sentuh aku.
Jangan.
Aku jadi penasaran kalau bu guru jadinya begini.
Kalau itu sih...
Itu sudah normal.
Tunggu.
Jangan.
Aku gak tahan lagi.
Jangan.
Jangan.
Jangan ya.
Jangan seperti ini ya.
Kita kan bu guru dan murid.
Aku gak tahan lagi.
Kalau begitu...
Gunakan mulutmu.
Gimana?
Baiklah.
Aku akan lakukan.
Tapi itu saja ya.
Tunggu.
Habis ini selesai ya.
Aku mengerti.
Janji ya.
Gimana?
Enak sekali.
Ini enak?
Enak sekali.
Di sini.
Mulut bu guru enak sekali.
Aku tahan ya.
Enak sekali.
Enak sekali.
Kamu sudah mau crot?
Lanjut.
Lanjutkan.
Terus.
Enak sekali.
Gimana?
Keras sekali ini.
Enak sekali.
Bu guru.
Apakah ini enak?
Tunggu.
- Enak? - Enak sekali.
Enak sekali.
Luar biasa.
Enak sekali.
Enak sekali.
Enak sekal
Mau crot.
Aku mau crot.
Sudah mau crot?
Lanjut.
Mau keluar.
Luar biasa.
Mantap sekali.
Kamu crot banyak sekali.
Lihat ini.
Aku jadi kaget.
Banyaknya.
Kamu enak?
Enak sekali.
Baguslah.
Sudah selesai ya.
Luar biasa.
Sana kamu mandi.
Baik.
Tunggu.
Jangan.
Tunggu.
Tunggu.
Tunggu.
Tunggu.
Jangan.
Enak sekali.
enak sekali.
Sangat enak.
Jangan.
Luar biasa.
Tunggu dulu.
Wah, desahannya bu guru menggoda sekali.
Jangan begitu.
Jangan.
Terus.
Jangan.
Tunggu.
Perlihatkan.
Malu sekali.
Tunggu.
Mau keluar.
Keluar.
Sudah ya.
Tunggu.
Mau keluar.
Tunggu.
Sudah ya.
Seperti ini.
Jangan dimasukkan lagi.
- Tunggu dulu. - Enak sekali.
Enak sekali.
Jangan.
Enak sekali.
Jangan masukkan.
Tunggu.
Enak sekali.
Jangan.
Enak sekali.
Aku gak tahan lagi.
Keluar.
Bu guru...
- Kamu masih bangun? - Iya.
Ayo kita tidur.
Besok kita perlu bangun pagi.
JAV subtitle Indonesia: bit.ly/jav-sub
Aku merasa lebih baik jadinya.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.