Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"JUST FRIENDS?"
Ingatlah janji kita bahkan jika kamu jauh
bahwa kamu tak akan menangis bahkan jika semuanya sulit.
Bagaimana jika mereka mengejekmu karena kamu masih muda dan lemah?
Bagaimana jika mereka mengasingkanmu karena kamu gay?
Jangan jatuh, jangan menangis meski keadaannya sulit.
Aku menyesal tak bisa berada di sisimu
tapi aku berlari ke kamu sekarang.
Kami baik jadi jangan khawatir.
Dia lebih kuat darimu, dia lebih keren darimu.
Jangan selingkuh, cintaku.
Kamu pergi ke Chul-won?
Iya.
Kamu tinggal di sana?
Tidak, aku tinggal di Seoul,
tapi aku ingin bertemu seseorang di sana.
Kamu pasti ingin bertemu seseorang yang spesial.
Maaf?
Itu.
Aku akan bertemu pacarku.
Aku juga.
Menurutmu...
tentara akan menyukai ini?
-Wow, kelihatannya enak. -Benarkah?
Mereka bilang kamu jadi anak-anak selama karantina.
Mereka mulai menyukai cokelat.
Aku pikir dia akan menyukainya.
Lega dengarnya.
Kamu buat itu sendiri?
Tidak, aku beli.
Aku buat ini sendiri.
Wow benarkah?
Cantik ya?
Yang ini ada almond di dalamnya, yang ini ceri.
Kalau yang ini kacang mete.
Oh, kamu sudah pernah coba yang ceri?
-Belum. -Ini enak sekali.
Aku beli di pasar, bukan supermarket.
Aku biasa beli di sana.
Pemiliknya menjual ceri segar langsung dari kebun.
Karena dia senang melihatku sejak sudah lama sekali,
dia memberiku harga yang bagus.
Oh begitu.
(Permintaan pertemuan,) (Hubungan, Kekasih)
Permisi.
Boleh aku minta kertasnya lagi?
Apakah ada masalah?
Aku salah tulis. Aku minta satu lagi.
Coret saja dan tulis di sebelahnya.
Itu tak akan jadi masalah.
Tidak bisa minta satu lagi?
Tidak, aku tak bisa. Punyaku tak banyak lagi.
Kertas ini akan kupakai untuk shift selanjutnya.
(Teman)
Tidak, aku akan memakannya sendiri.
Maksudku, aku mau suapin.
-Maksudku, aku bisa makan sendiri. -Bilang ah.
Canggung melakukannya di sini.
-Aku bisa maka sendiri. -Bilang ah.
Enak?
Min-soo.
Ibu.
Namamu Seok? Seok-i?
Satu suku kata?
Iya.
Bagaimana kamu tahu Min-soo?
Kami teman.
Kenapa aku tidak pernah ketemu kamu?
Kupikir aku tahu semua teman Min-soo.
Kamu dulu sekelas waktu SD
tapi aku pindah ke sekolah lain.
Belum lama ini, kita ketemu dijalan.
Pasti kamu...
Iya?
Maksudku...
teman main kickball.
Ya, kita suka...
bermain kickball.
Apa ini?
Boleh aku buka di sini?
Tentu.
Wow, ini sangat cantik.
Aku membuatnya semalam untukmu.
Kamu buat sendiri?
Wow, praktis kamu seorang koki sekarang.
Boleh aku coba?
Tentu saja.
Aku menaruh ceri favoritmu di dalamnya.
Wow, ini enak sekali.
Kamu akan menghasilkan banyak uang sebagai koki.
Aku juga akan pergi. Bulan depan.
Kamu tak pernah bilang apapun.
Aku memutuskan untuk mendaftar sehingga aku bisa langsung pergi.
Kenapa?
Kamu bilang kamu akan pergi setelah lulus.
Aku akan...
berhenti sekolah.
Aku akan belajar untuk ujian kualifikasi menjadi koki.
Tak harus jadi lulusan perguruan tinggi untuk jadi koki.
Dan?
Dan jika aku bergabung dengan tentara nanti
kita akan berpisah terlalu lama.
Bukankah aku melakukannya dengan baik?
Oh, ayolah.
Apa yang kamu lakukan? Di sini?
Bulu matamu jatuh.
Kamu benar-benar pikir aku akan menciummu?
Ini, makan ini.
Kenapa kamu tak menginap saja?
Terima kasih, tapi aku tak bisa.
Sampai jumpa.
Ibu masuklah ke dalam, aku akan mengantarnya ke stasiun.
Baiklah.
Kapan kita ketemu lagi?
Saat kamu libur lagi, kamu harus datang menemuiku.
Setelah itu?
Ketika aku dapat cuti pertamaku, aku akan pergi menemuimu.
Dan kemudian pada cuti berikutnya? Aku pergi menemuimu?
Kita adalah pasangan gay militer!
Kamu bilang ibuku kita menikmati permainan kickball.
Kita adalah pasangan gay militer yang suka main bola! Ha ha.
Min-soo. -Ya?
Tidak.
Tolong, Seoul Timur.
Bus terakhir baru saja pergi.
Sudah pergi?
Bus terakhir berangkat jam 7 malam.
Apakah ada transportasi lain?
Tidak, tak ada transportasi lain.
Bagaimana dengan kereta?
Tak ada kereta di Chul-won.
Sekarang apa?
Kita tak punya pilihan.
Kamu tak bisa tidur di dadaku malam ini.
Min-soo-ku yang malang!
Permisi?
Apa yang ibu bicarakan Itu tidak benar!
Min-soo-ku masih anak-anak. Dia masih pegang dadaku.
Itu ketika kamu marah.
Ibuku berhenti marah
kalau aku sentuh dadanya.
Dia menyukainya.
Apa yang kamu bicarakan? Aku tak suka, kamu yang suka.
Tapi jangan sentuh dada Seok malam ini.
Ibu pasti tertidur.
Min-soo.
Ada katedral di sini?
Ya, aku lihat satu di pusat kota kemarin.
Aku akan pergi misa dan segera kembali.
Kapan kamu akan kembali?
Sekitar tiga jam lagi?
Jadi jangan keluar dari bak mandi begitu cepat.
Tetap di sana setidaknya satu jam,
agar bersih.
Oke?
Sampai jumpa lagi.
Tunggu, aku lepas sepatu dulu.
Hei, ini?
Aku memakainya hanya kali ini.
Aku tahu.
Kenapa kamu berikan ke aku kalau kamu akan melakukan ini?
Tidak, ini lucu.
Seok.
Min-soo.
Dia gay.
Aku tak tahu.
Aku sangat bodoh.
Kamu tidak tahu?
Bagaimana aku bisa tahu kalau dia tak memberitahuku?
Aku bisa melihatnya sekilas.
Kenapa perempuan tak tahu?
Bagaimana aku bisa tahu kalau dia tak memberitahuku?
Kamu menyukainya selama empat tahun.
Aku sangat bodoh.
Tidak,
aku lebih bodoh darimu.
Kamu tahu apa?
Aku benci kenyataan bahwa
aku bukan laki-laki.
Aku benci kenyataan bahwa
aku laki laki.
Aku tahu maaf tak cukup
tapi aku tak bisa memikirkan hal lain.
Bu, aku minta maaf.
Aku tak ingin mengaku seperti ini
tapi memang benar aku suka laki-laki.
Aku akan bahagia, aku tak akan menangis.
Aku tak akan menyesalinya.
Aku akan bahagia, aku akan bangga.
Bu, aku suka laki-laki
tapi aku bisa tersenyum.
Mungkin ini sulit.
Tapi tolong coba mengerti aku karena cintaku ada di sini.
Apa yang kamu lakukan di sini?
Aku kabur.
Apa yang kamu bicarakan?
Aku bercanda. Aku sedang libur.
Mereka beri aku waktu istirahat karena aku pandai menembak.
Hei, ikut aku.
Tolong biarkan aku meminjamnya sebentar.
Aku janji aku akan mengirimnya kembali tengah malam
Aku benar-benar membutuhkannya hari ini.
Aku tak tahu apa ini,
tapi tidak.
Kami punya aturan, kamu tahu itu.
Kumohon. Jika kamu memberi kami izin
aku akan kerja di sini selama aku libur.
Hormat.
Apakah ini laki-laki yang pernah kamu ceritakan sebelumnya?
Tak ada gunanya. Ayo lari.
Halo.
Halo.
Bu, ini aku.
Aku sedang libur.
Aku pulang ke rumah.
Dengan Seok.
Ingatlah janji kita bahkan jika kamu jauh,
kamu tak akan menangis bahkan jika semuanya sulit.
Bagaimana jika mereka memilihmu karena kamu masih muda dan lemah?
Bagaimana jika mereka mengasingkanmu karena kamu gay?
Jangan jatuh, jangan menangis meski keadaannya sulit.
Aku menyesal tak bisa berada di sisimu
tapi aku berlari padamu sekarang.
Kita baik jadi jangan khawatir.
Dia lebih kuat darimu, dia lebih keren darimu.
Kita baik jadi jangan khawatir.
Di sana penuh dengan laki-laki keren, bagaimana jika dia berselingkuh?
Jangan tergoda oleh godaan manis.
Berjanjilah padaku lagi bahwa kamu tak akan selingkuh
bahwa kamu akan kuat bahkan jika kamu kesepian.
Jika kawan senior menggodamu.
Jangan selingkuh, jangan menangis bahkan jika kamu kesepian.
Aku menyesal tak bisa berada di sisimu.
Tapi aku berlari padamu.
Kita baik jadi jangan khawatir.
Dia lebih kuat darimu, dia lebih keren darimu.
Jangan selingkuh, cintaku.
Ini sulit, kan?
Aku baik-baik. -Benarkah?
Ya. -Tetap, ini sulit.
Dan kamu tak sehat.
Tapi kamu terlihat hebat!
Bukankah ini panas?
Kamu baik-baik saja? -Nak.
Ibu.
"JUST FRIENDS?"
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.