All language subtitles for zona_merah_eps_05_indo

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew Download
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Aku Ella.

Kalian siapa?

Hari ini…

…hari yang penting untuk Pak Zaenal.

Untuk Rimbalaya!

Kalian boleh enggak setuju sama alasanku buat ada di aksi ini.

Tapi kita senasib.

- Kita senasib. - Turunkan Zaenal!

Kita punya musuh yang sama.

Tangkap Dandy!

Kita harus bersatu!

Ini akan jadi hari yang panjang.

Aduh…

Itu nenek kenapa kamu tabrak?

Dia sudah jadi…

Sudah jadi mayit!

Iya, bukan?

Ya, enggak tahu, kamu yang menyetir, bukan?

Ya, aku cuma menyetir!

Lah iya!

Hei, hei, hei!

- Apa yang mau kamu lakukan?! - Apa sih?!

Kenapa ditabrak?

Ya, mau bunuh itulah!

Kenapa, sih?

Kak Maya!

Maya.

Kak Maya!

Kak Maya dengarkan, ya.

Itu sudah jadi Mayit, harus dibunuh!

Kamu itu bicara apa? Kamu itu dari mana sih, Di?!

Panjang ceritanya, Mbak!

Mbahnya itu enggak salah apa-apa.

- Kenapa kalian diam saja sih? - Hei, hei, hei, hei.

Hei, hei, lihat, lihat.

Lihat, lihat wajahnya, lihat!

Lihat, May.

May, dia bukan manusia lagi, May.

Sudah jadi mayit, lihat!

Lihat!

Lihat semua orang di sana, lihat.

Mereka bukan manusia lagi, May.

Oke?

Hei.

Enggak punya banyak waktu buat menjelaskannya, tapi…

…kita harus cari tempat aman, oke?

Oke?

Mbak Maya sehat, bukan, Mbak?

- Kamu… - Aduh!

- Kamu dari mana saja? - Aduh!

- Anak bodoh! - Mbak Maya! Aduh!

Dari mana saja? Dicari terus, enggak tahu diri tahu enggak!

Bodoh!

Mbak Maya, ih!

Sakit lho, Mbak!

Enggak usah pakai nangis, biasa saja…

Hei, pelukannya bisa nanti saja enggak?

May, May, kita harus cari tempat aman sekarang, ayo, ayo.

Ayo, ayo, Di!

Terima kasih, ya, Mas. Kamu sudah menemukan Adi.

- Iya. - Ketemu di mana, Mas?

Aku bertemu dengannya di hutan, oke?

Kacau sekali, ada pembalakan hutan di sana.

Dan Adi jadi budak di sana.

Adikku diculik?

Ya…

Kenapa?

Aku harus pergi sekarang.

Aku harus cari eyangku.

Enggak apa-apa, bukan, Di?

Iya, iya.

Hati-hati, Di.

Tunggu, La! La, tunggu, La!

Adi!

Adi!

- Aku sama Ella, ya, Mbak! - Adi!

- Maaf, ya, Mbak! - Iya, Mbak!

Nanti kita ketemu lagi!

Si Anjing…

Bodoh!

Dia benar-benar bisa menyetir.

Bangsat.

- Cepat masuk…cepat masuk… - Mau apa kamu?

- Menurut sajalah! - Aku enggak salah.

- Mas…lepas… - Mau apa kalian ini?

Aku tidak bersalah!

Kenapa kita yang ditangkap, Pak?

- Kami tidak bersalah. - Kalian lihat kami tadi diserang!

Hei!

- Hei! - Anda diam!

Sudah diam!

- Lepaskan kami, Pak! - Diam!

- Ada apa ini? - Hei, Pak!

- Jangan semena-mena, Pak! - Lepaskan kami, Pak!

- Anjing! - Diam!

Tolong, Pak!

Kasihani kita!

Informasi apa yang akan diberikan pada mereka?

Karena saya perlu membuat rencana tindakan preventif.

Kita tutup kota.

Kita jadikan media lokal sebagai satu-satunya informasi di sini.

Maksud Ibu?

Ya, kita tutup semua akses informasi.

Kita hanya gunakan telepon satelit untuk berkoordinasi dengan pihak pusat.

Kita lokalisir seluruh siaran televisi dan radio.

Kita putuskan jaringan internet.

ZONA MERAH

Aku mau menyusul Adi.

Kamu tahu ke mana Adi pergi?

Sudahlah, May.

Adi sudah besar, lagipula dia juga bisa menjaga dirinya.

Tenang saja.

Tenang, tenang, matamu!

Kamu sendiri kok yang bilang.

Kalau ada orang-orang yang menyebarkan virus dengan cara menggigit!

Terus kamu menyuruhku tenang?

Anjing.

Lebih anjing adikmu.

Memang iya!

Pinjam ponsel.

Aku harus mengabari orang kantor.

Enggak ada sinyal.

Sial.

- Tolong! - Ayo sini, sini.

Tolong!

Sialan.

Sialan.

Sial! Sial! Lari, May!

Lari, May!

Hei! Masuk! Masuk!

Masuk, masuk!

May, May!

- Ada apa ini? - Hei, diam!

Anjing!

Maaf, Ndan.

Tapi memang keadaannya di luar…

Kacau sekali, Ndan.

Hei.

Ke atas.

Siapkan barang-barang.

- Ayo. - Siap, Pak!

Siap, Pak.

Ayo, ayo. Ayo, cepat.

Bawa itu semua.

Turun, turun, langsung.

Kita mau ke mana, Pa?

Keluar kota, sebelum Nurhadi sampai ke sini.

Dan.

Kamu harus siap.

Iya, Pa.

Ayo.

Semua sudah siap?

- Siap, Pak. - Siap, Pak.

Pak.

Enggak ada sinyal, Pak.

Sepertinya Ibu Dyah Ayu sudah mulai bergerak, Pak.

Jalan sekarang, berangkat!

Mas, Mas, tolong, Mas!

Mas, tolong sebentar, Mas!

Mas!

Tolong!

Tolong!

- Hentikan, Pak. - Diam, heh!

- Sudah, Pak. - Kenapa kamu, hei?

Pak! Pak!

Pak!

Pak!

Pak, bukakan pintunya, Pak!

- Dia menggigit… - Hati-hati, kamu!

Buka, Pak! Buka, Pak!

Ayo, Pak, cepat!

Pak, buka, Pak!

Pak, buka, Pak!

Lari, cepat, lari…

- Hei…hei… - Tolong…tolong!

Tolong, tolong!

Dul…

Berdasar pantauan anggota kami di lapangan,

mayat-mayat hidup ini semakin banyak.

Mereka berkeliaran di seluruh jalanan kota.

Siapapun yang tergigit, maka ia akan tertular dan menjadi seperti mereka.

Ini situasi pandemi.

Masuk, masuk!

Awas, Pak!

Awas!

Awas! Awas!

Ke sana!

Anjing, tahu seperti ini aku ambil duren tadi dari si Adi!

Awas!

Durian bisa mengusir mereka?

Kenapa durian?

Kita harus cari tempat yang ada durennya.

Hah? Kenapa duren?

Hah, hoh, hah, hoh, cari yang banyak saja.

- La, La, La, La! - Adi!

La, La!

- Di, gas, Di! - Iya!

Cepat, Adi!

Ya, sabar!

- Di! - Iya, iya, iya, iya!

Cepat!

Saya ingin tempat ini steril…

…dan kita jadikan kantor ini tempat perlindungan kita.

Saya butuh informasi yang jauh lebih banyak soal mayit-mayit ini.

Baik, Bu.

Lalu Zaenal bagaimana?

Siap.

Saya sudah perintahkan anggota saya…

…untuk memburu Zaenal.

Bagus.

Tolong!

Mundur, mundur! Mundur.

- Hah… - Mundur, mundur!

Itu apa, sih?

Harus sekarang sekali aku menjawabnya?

Ayo!

Di sana!

Ada supermarket, ayo!

Siapa?

Pak! Tolong kami!

- Pak! - Mbak, Mbak, hei!

- Bapak! - Hei!

Biar dia masuk, biar dia masuk!

- Ayo dibuka. - Tolong, Pak!

- Pak! - Kita mau masuk, Pak!

Tolong kami, Pak. Ada mayit, Pak!

Tolong kami!

Sial!

Pak, tolong kami, Pak!

Pak.

Pak, tolong, Pak. Hei!

Jangan, Pak!

Pak!

Pak, kita enggak tahu dia sudah tergigit apa belum, Pak!

Pak, bahaya, Pak!

- Pak, jangan, Pak! - Pak, jangan dibuka, Pak!

Pak, tolong bukakan, Pak.

- Jangan, Pak! - Berbahaya, Pak!

Pak, jangan dibuka!

Pak, tolong, Pak!

Hei!

Kami bukan ancaman, tolong kami!

May!

Pak, Pak!

Buka, Pak!

Buka, buka, tolong, Pak.

Tunjukkan!

- Pak! - Kalau kalian tidak tergigit! Buktikan!

Kami belum tergigit! Kami aman!

- Jangan, Pak! - Jangan dibuka lagi!

- Biar kubuka! - Jangan dibuka, Pak!

- Buka, buka, buka! - Minggir, minggir, minggir!

Durennya…

Sepertinya aku sudah mulai ingat tempat ini.

Di mana, ya, La?

Sudah mulai ingat tempat ini…

Oh itu, Di! Itu, Di! Yang depan, yang depan.

- Sana? - Iya.

- Iya! - Bukan sana, ya?

Enggak, enggak, enggak, kita ke depan!

Ke depan.

Eyang?

Eyang?

Eyang?

Eyang!

Eyang! Eyang, ini Ella, Eyang!

Eyang!

Eyang!

Ella!

Mayit, mayit, La!

Mayit!

Eyang!

Eyang, ini Ella, Eyang!

Jangan depan pintu.

Jangan depan pintu.

Mundur, mundur, La!

Enak sekali ini. Terima kasih, ya, Eyang…

Ini…

…kesukaannya Mamanya Ella.

Mamanya Ella itu…

Eyang…

Eyang, Mama…

Mama…

Sudah…

Sudah, Ella.

Mama…

Mungkin Mbak Maya enggak tahu…

Di hutan kita yang luas ini ada pembalakan liar.

Bisnis kotornya Zaenal.

Banyak dari mereka yang dipaksa bekerja di hutan.

Mungkin Adi salah satunya.

Aku bertemu dengannya di hutan, oke?

Kacau sekali, ada pembalakan hutan di sana.

Dan Adi jadi budak di sana.

Adikku diculik?

Ya…

Aku enggak sengaja bertemu dengannya terus sekarang tiba-tiba…

…mayit semua sudah sampai sini.

Yang seperti tadi itu?

Iya.

- Itu namanya mayit. - Mayit?

- Mayit. - Mayit?

Iya.

Mayat-mayat yang hidup itu namanya mayit.

Terus tadi kenapa?

Hah?

Mereka tiba-tiba jadi berbeda.

Iya.

Pas Mas melempar durian.

Oh…

Itu…

Karena…

Apa, Mas?

Kamu…

Apa yang mereka lakukan di sini?

Sepertinya kita enggak bisa jauh-jauh, Mas Risang.

Pak Zaenal.

Hei, cepat buka.

Cepat buka!

May.

- Mereka bawa senjata, May. - Buka!

May.

Maya.

Mbak Maya.

Mbak.

Ini Bapak Bupati kita, Mbak.

Dan yang punya tempat ini, Mbak!

Mbak, mereka semua bawa senjata, Mbak.

Mereka bisa melindungi kita!

Mbak!

Jangan sampai mereka jadi menembak kita juga!

Buka, Mbak, jangan egois, Mbak!

Kita hanya hewan ternak…

…yang sewaktu-waktu bisa dia potong.

- Mbak, Mbak, buka, Mbak! - Mbak!

- Mas! - Buka!

- Buka, Mas! - Buka!

Buka demi keselamatan kita semua!

- Awas, buka. - Biarkan, kasih mereka kesempatan.

Turun.

Mereka enggak bisa menangkap kita!

Hei.

Mas Risang…

Pak Zaenal.

Kenapa Adi?

Adi?

Adik saya yang kalian culik, yang kalian paksa kerja di hutan!

- Buang pisaunya! - Kenapa Adi?

- Tenang, tenang… - Buang pisaunya!

Kami itu…

…enggak pernah menculik, ya.

Mereka kerja.

- Masih bisa mengelak! - Hei, hei!

Anjing!

Hei.

Oke, oke.

- Tenang, tenang… - Turunkan pisaunya.

Ya? Tenang…

Saya bisa jelaskan, ya.

Oke…

Oke…

Oke, Maya.

Oke, Bapak-bapak…

Hei.

Oke, Bapak-bapak sekarang ada keperluan apa di sini?

Hei.

Harusnya kami yang bertanya. Ini tempat kami.

Oh, mungkin maksudnya tempat bapakmu?

- Dandy! Dan. - Hei, hei!

Turun.

Dan.

Turun.

Turun.

Turun.

Turun!

Ya.

Terserah, kalian mau percaya atau enggak.

Tapi di situasi genting seperti ini, sangat penting untuk kita bekerja sama.

Saya tidak sudi kerja sama dengan pejabat-pejabat hina seperti kalian.

Gayamu, Nak.

Warga Rimbalayaku terkasih…

- Bu Dyah Ayu? - Saya akan mengabarkan…

…bahwa saat ini kota kita dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.

Saya berharap seluruh warga tetap berada di dalam rumah sementara,

sampai situasi ini bisa teratasi.

Dari yang kami pelajari…

…orang-orang itu menular.

Dan mereka sensitif terhadap suara.

Untuk masalah keamanan.

Dalam jumlah besar, kami telah menurunkan aparat kepolisian di beberapa titik…

…untuk memblokade jalan.

Apabila…

…Bapak-bapak dan Ibu-ibu ada yang melihat Zaenal, Dandy dan Maya…

…saya harap segera laporkan ke blokade polisi terdekat.

Karena mereka diduga terlibat dan bertanggung jawab penuh terhadap…

…apa yang terjadi di kota kita tercinta.

Terima kasih.

Bapak-bapak, Ibu-ibu…

…sepertinya ini terjadi kesalahpahaman.

Percayalah, kami semua di sini berusaha untuk mengatasi situasi ini.

Jadi tolong…

Maya.

Sepertinya kita dikhianati oleh orang yang sama.

Gila kalian.

Cantik.

Cantik, ya.

Cantik…

Cantik, eh.

Aduh, maksudnya…

Kenapa? Ada yang tumpah?

Enggak, ini…

Hah?

Kesenggol.

Enggak, enggak apa-apa?

Enggak apa-apa.

Oke.

Eyang suka musik, ya?

Memangnya, ada orang yang enggak suka musik?

Dulu waktu muda, Eyang suka siaran radio.

Radio amatir.

Punya Eyang bersama teman-teman.

Kami putar musik…

Mempelajari tentang perlengkapan radio.

Pokoknya, ya…

…segala macam yang berbau musik.

Iya, iya, tadi saya sempat lihat fotonya Eyang di stasiun radio.

Itu di mana?

Stasiun Radio Oraya.

Tapi sekarang sudah tidak ada lagi.

Sudah jadi rumah hantu kali.

Kok lebih seru zaman dulu tapi, ya?

Jadi?

Ada hubungan apa kamu dengan Ella?

Ella itu…

…sudah mengalami kesedihan selama hidupnya.

Terutama…

…sejak dia kehilangan ayahnya.

May.

May, sudahlah.

May.

Permisi.

Pasti mereka mau pergi.

Dari mana asal mayit-mayit itu?

Hei.

Kalian ambil persediaan makanan di gudang.

Siap, Pak.

Bagaimana awal mayit-mayit itu bisa keluar?

Ya, saya sama enggak tahunya dengan kalian.

Prioritas kami saat ini bertahan, terus pergi dari sini.

Ya, memang, tapi bukan itu yang saya tanyakan.

- May. - Dari mana?

Maya.

Mereka pasti tahu!

Iya.

Oke, Maya.

Mungkin kata-katanya Pak Zaenal ada benarnya juga, bukan?

Ya, bukan?

Ayolah.

Ayo, May.

Pak Zaenal.

Ya.

May.

Lebih baik sekarang kita kumpulkan barang-barang yang mau kita bawa, May.

Kamu enggak mau terus di sini, bukan?

Hei.

Kira-kira pintunya ini terkunci enggak, ya?

Sepertinya enggak.

Buka sana.

Sudah, Bung, sudahlah!

- Kamu itu sama-sama… - Bahaya! Bahaya!

Jangan dibuka, Mas!

- Mas! - Ada apa?

- Kenapa? - Jangan dibuka, Mas! Mas!

Mas!

Dandy.

Aku takut, Bu.

Wah, bahaya May.

Lari, May, lari, May!

Maya!

Risang!

Risang, pisaunya! Pisaunya di mana?

Denganku, denganku!

Mas, tolong!

Saya enggak mau mati, Mas!

- Mas, tolong! - Sial!

Tolong, saya enggak mau mati, Mas…

Tolong…

Kenapa kamu tadi enggak bilang sih kalau ada mayit di gudang?!

Aku sudah mau bicara tadi, Mas. Tapi anak buah Pak Zaenal sudah buka…

…pintu duluan, Mas!

Tolong!

Tolong!

Tolong!

Tolong!

Tolong!

Jangan, Pak! Jangan, Pak!

Jangan, Pak!

Tolong!

Bayu mana Bayu?

Di belakang!

Hancurkan kepalanya, May!

Ada Ibu, ada Ibu.

- Bu. - Oke?

Bonekaku!

Oliv!

Oliv!

- Ibu! - Oliv!

Oliv!

- Nanti sama Ibu. - Sini, Bu! Sini, Bu!

Hei, Anjing. Hei!

Ibu!

Anjing!

Anjing!

Tahu begitu enggak aku tolong kamu!

May!

Hei!

May!

Pak! Pak! Pak Zaenal!

Tolong…

Hei!

Hei!

Dia masih manusia, Bodoh!

- Dia kenapa ditembak? - Dengarkan.

- Dia masih manusia… - Hei!

- Kenapa ditembak? - Hei! Hei!

- Kenapa ditembak! - Hei!

Tembak saja, tembak!

- Kamu tembak saya, tembak! - May! Maya!

Dengarkan saya!

Dengarkan!

Dia digigit!

Dia digigit, May.

Sudah, May, dia digigit.

Dia digigit, May.

Wo! Purwo!

Matikan lampunya, Wo!

Bajingan!

Pak Zaenal! Sembunyi!

Sembunyi, sembunyi!

Target terlihat bersembunyi di Zandymart.

Saya ulangi, target terlihat bersembunyi di Zandymart.

Pak.

Sepertinya kita tidak bisa mengambil mobil mereka.

Kamu coba cari jalan keluar yang lain.

Pa.

Kita bisa keluar lewat pintu belakang.

Ide bagus itu.

Ayo, jalan semua. Ke belakang.

Ayo cepat.

- Ayo, wo. - Ayo.

- Ayo, ayo. - Ayo, Wo. Cepat, Wo.

Pilihannya cuma dua.

Kamu di sini sampai kamu dibunuh sama Dyah Ayu,

atau kamu ikut kita dan kita cari jalan keluar dari kota sini.

Terserah.

Oke.

Kita keluar sama-sama.

Dan setelah keluar dari sini kita akan pisah sama Pak Zaenal.

Oke?

Oke?

Ayo.

Jalan.

May, May.

May.

Sudah tahu habis ini kita mau ke mana?

Ada markas tempat buruh, itu paling aman.

Tempatnya enggak jauh dari ini.

Kita bisa istirahat sambil mencari bantuan.

Cari cara buat kabur.

Sudah memutuskan kita mau ke mana, Pak?

Kita ikuti tikus-tikus ini.

Bajingan!

- Anjing! - Hei, hei!

Hei, hei!

Hei, hei!

Hei!

Hei!

Hei!

Dandy!

- Eh! - Dandy!

Hei!

- Hei, hei! - Tembak…tembak!

- Hei, May! - Anjing!

- Kita harus cepat. - Hei, hei!

Setelah ini kalian mau ke mana?

Zaenal terakhir terlihat di Zandymart.

Dua anggota kita tertembak mati.

Mereka berhasil lolos.

Bukankah itu pusat penularan mayit?

Memang banyak sekali orang-orang yang terinfeksi.

Tapi…

…tidak ada mayit yang mendekati Zandymart.

Mas Ipung.

- Awas! - Bajingan!

Jangan!

Jangan! Jangan!

- Tembak itu! - Ayo…ayo!

Jangan!

Seperti itu bagus. Mandiri.

Maafkan saya, Mas Ipung…

May.

Maafkan saya…

Hei…

Ella.

Ini peninggalan Jepang yang direbut oleh kakek buyutmu.

Pakai ini.

Wah!

Kamu pakai ini.

Sekarang, kalian harus pergi dari sini.

Eyang yang akan menghadapi mereka.

Enggak bisa.

Eyang harus ikut.

Ella sudah kehilangan banyak sekali, ya.

Ella enggak mau kehilangan Eyang.

Kita sama-sama, Eyang.

Ayo, Ella. Ayo!

Di!

Eyang?

Eyang!

Eyang!

Eyang!

Eyang!

Eyang!

Eyang!

Eyang…

Ella.

Ella, mayit, La!

Mayit!

Ayo, nyala!

Ella!

Di, Eyang!

La, Ella, Ella, Ella, Ella!

Ella, aku mengerti, La. Aku mengerti.

Eyang ikut kita.

- Enggak bisa, Ella… - Eyang ikut kita, Di!

- La, ayo, La. - Tunggu sini!

La, aku mengerti, La!

Aku mengerti, tapi enggak bisa!

- Aku mau jemput Eyang! - Ella!

Eyang!

- Eyang! - La! Ella!

Ella!

Ella! Udah La.

Hei.

Jalan, ya?

Kita jalan saja.

Aku padahal masih mau mendengarkan cerita seru Eyangmu, lho.

Cerita soal jembatan kuno Jepang.

Soal stasiun radio tua amatirnya.

Terus ada teman Eyangmu yang jadi pawang hujan juga.

Kok malah jadi kamu yang menangis sih, Di?

Di.

Sepertinya nangisnya nanti saja.

Ada tamu.

Baguslah itu mayit-mayit datang.

Aku bantai kalian semua.

Masih banyak, La!

Terus bagaimana, La.

Itu banyak sekali itu!

Sini.

SELANJUTNYA Kota Rimbalaya jatuh.

Wabah sudah menyebar.

Dan saya sudah menutup kota.

Ini waktunya yang pas untuk menunjukkan cara kerja seorang Zaenal.

Kami semua di sini sudah menemukan kelemahan dari mayit-mayit itu!

Dan sekarang saya minta tolong sama Bapak untuk menyelamatkan adik saya.

Lari, La!

Lari!

Semoga Bapak bukan pemimpin yang hanya mementingkan dirinya sendiri.

Maafkan Papa, Nak.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.