All language subtitles for zona_merah_eps_03_indo

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew Download
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

SEBELUMNYA

Sialan!

Bajingan!

- Apa kamu? - Anjing kamu!

Kamu itu kena kasus pemukulan dan juga sebagai dalang keributan di pabrik…

…yang menghilangkan nyawa orang, paham kamu?

Aku menemukan sesuatu yang menarik.

Gelang merah.

Mayat yang kita lihat di sungai, itu pakai gelang merah.

Dan aku lihat gelang yang sama persis di pusat rehab,

hari ini.

Mas.

Kamu kemarin habis digigit sama Mas Budi, bukan?

Jangan, Pak! Jangan, Pak!

Tolong!

Tolong!

Tolong!

Tolong!

Tolong!

Tolong!

Saudara, setelah lima tahun didirikan, Rehabilitasi Cempaka berhasil…

…mengurangi jumlah gelandangan dan tunawisma di Rimbalaya.

Sebuah keberhasilan yang sulit diduplikasi oleh…

- Kamu jangan melawan, ya! - …daerah-daerah lain di Indonesia.

Bupati Rimbalaya, Zaenal Effendi pada kunjungan rutinnya…

…di pusat rehabilitasi Cempaka mengungkapkan bahwa keberhasilan ini…

…adalah berkat kerja sama seluruh instrumen pemerintah dan warga Rimbalaya.

Ini…

…boleh angkat kakinya dulu enggak, Pak?

Anjing betul!

Sana.

Mayit…

Kamu…

…sebut mereka "mayit", iya?

Yang saya tahu, ya, Pak.

Mereka bau seperti mayit.

Enggak bisa mati kecuali kepalanya diincar.

Hajar kepalanya, baru bisa mati, Pak.

Bajingan…

Makanya kemarin aku menembak Wawan enggak juga mati!

Kalau begitu, 'kan bajingan!

Ada lagi?

Enggak ada, Pak.

Anjing.

Kamu kuberi rokok, lho!

Di hutan itu…

…memang banyak hewan liar.

Tapi tetap ada hierarki.

Kelinci…

…enggak mungkin memimpin harimau.

Pemburu itu ada di posisi puncak.

Senapan ini adalah…

…kekuatan…

…dan kuasa.

Bahkan lebih tajam…

…daripada…

…taring…

…harimau.

Kamar saya enggak usah dirapikan, kamar saya enggak usah dirapikan.

Mas Risang?

Mas Risang.

Bapak minta tolong supaya…

Mantap!

Mantap!

Pahit sekali, Mas Seno.

Saya sebenarnya kopi susu saja enggak apa-apa sih, Mas.

Enggak cocok saya kopi ini.

Boleh minta tolong belikan kopi susu saja enggak, ya?

Mas Seno ini orangnya serius sekali, ya, Mas.

Bukan saya yang harus kamu foto.

Wah.

- Terus saya harusnya foto siapa, Mas Seno? - Mas Risang…

Wah.

Pak Zaenal.

- Bagaimana? Baik? - Baik, Pak.

Bagaimana? Baik?

Baik.

Hutannya di sebelah mana, Pak, ya?

Oh, ini.

Di belakang kabin, sini.

- Ohh… - Iya.

Hari ini habis berburu apa, Pak?

Ya, biasanya dapat yang besar-besar,

tapi, hari ini, ya…

…dapat yang kecil saja.

Ohh.

Rakyat kecil, ya, Pak, ya?

Kalau yang itu enggak diburu, Mas…

Ohh, tapi di…

Pelihara.

Seperti apa yang dikatakan undang-undang, ya.

Ah, ya.

Ayo, Dan.

Kamu pulang duluan saja.

Iya, Pa.

Loh, enggak diperkenalkan dulu, Pak?

Ah, lupa.

Ini anak saya, Dandy.

Ohh, anaknya.

Risang saya, Mas Dandy.

Seperti pernah ketemu di mana begitu kita, ya?

Duluan, Pa.

Ya.

Keren loh, Pak Zaenal, anaknya ini.

Siapa dulu bapaknya?

Bisa saja.

Mas Risang ini…

Ayo kita ke dalam.

- Ayo. - Ya?

- Ayo. - Ya, mari, mari, mari.

Jadi…

…pendirian Pusat Rehabilitasi di Cempaka ini memang karena…

…tingginya masalah sosial di Rimbalaya atau mungkin…

…anda punya alasan lain?

Sebenarnya ini hanya bentuk pelayanan saya saja.

Sebagai pelayan masyarakat.

Ya, fungsi pelayan itu berarti dia…

…membersihkan, merawat, menata…

…supaya semua berada di tempat yang tepat.

Dan berfungsi secara semestinya.

Saya berikan contoh, ya.

Barang-barang elektronik.

Kalau ada sedikit masalah saja…

…itu kita servis, bukan?

Nah, jadi…

…pusat rehabilitasi yang saya bangun ini membantu…

…orang-orang kembali kepada kondisi prima.

Supaya bisa memberikan sumbangsih kepada kota ini.

Dari penjelasan…

…Bapak ini saya menangkap kalau Pak Zaenal…

…menganggap warga Rimbalaya itu seperti sebuah…

…mesin?

Saya ini pun mesin, Mas Risang.

Saya kerja tanpa henti untuk bisa memajukan daerah ini.

Ya, tapi yang namanya mesin tidak bisa terus beroperasi, ya?

Suami saya kapan mau dibebaskan?

- Istri saya kapan mau dibebaskan? - Terkadang perlu diistirahatkan,

perlu perawatan.

Sudah!

Diam semua!

Tapi…

…kalau lama tidak beroperasi juga tidak baik.

Karena bisa merusak diri kita sendiri sehingga menjadi…

…berkarat, keropos, begitu lho, Mas Risang.

Tapi mesin itu harus dioperasikan, bukan?

Dan kalau operatornya tidak bagus kerjanya,

otomatis mesinnya juga pasti kacau.

Kita enggak mau kerja!

Kita ambil contoh seperti…

…pabriknya Mas Dandy.

Karena mandornya,

- Surat kalian sudah saya baca. - hingga pemilik pabriknya,

- Kita malah disuruh lembur! Sialan! - tidak bisa mengelola semuanya dengan baik,

maka para pekerjanya jadi tidak bisa diatur.

- Sudah! - Terjadi protes,

dan kecelakaan.

Seperti itu, ya?

Pak Zaenal?

Kita belum bicara soal pabrik, ya, Mas Risang.

Tapi semuanya saling terhubung, bukan?

Kejadian di pabrik,

panti rehab,

penertiban orang-orang jalanan.

Dan…

…aktivitas di hutan Rimbalaya mungkin?

Hei, Mas.

Jangan lancang.

Hei, Seno.

Benar, Mas Risang.

Semuanya saling terhubung.

Seperti para gelandangan yang kita bina itu.

Nantinya kita akan masukkan ke pabrik atau ke sektor-sektor yang lain.

Tapi yang paling penting…

…mereka kita berikan pemahaman.

Bahwa bekerja di mana pun pasti ada resiko kerja.

Seperti yang terjadi di pabrik.

Itu juga bagian dari resiko kerja.

Saya rasa wawancara untuk hari ini cukup.

Oke.

Sangat cukup untuk hari ini.

Saya rasa…

…waktunya saya pamit.

- Pak Zaenal. - Ya.

Jadi…

…terima kasih…

…untuk waktunya.

Ya, ya, ya.

Semoga…

…ini cukup untuk menulis berita, ya.

Sangat cukup, Pak Zaenal.

Sangat cukup.

Mari, Pak Zaenal.

Mas Risang.

Mari, mari.

Tahu apa si Bangsat itu soal hutan?

Halo?

Statusnya bagaimana?

Nanti… silakan Bapak lihat sendiri.

Makhluk apa ini?

Mayit, Pak.

Mereka bisa mati kalau…

…kepalanya dihancurkan, Pak.

Kamu pastikan semua hari ini benar-benar jadi mayit seperti yang seharusnya.

Siap, Pak.

Jangan pakai senapan.

Terlalu berisik, buang-buang peluru.

Sayang dihabiskan buat sampah seperti ini.

Bisa?

Bisa, Pak, bisa.

Purwo.

Apa yang terjadi di sini, tetap di sini.

Kalian bebas.

Untung kalian punya kenalan orang penting, ya.

Hah?

- Apa? - Serius, May?

- Bebas! - Bebas, bebas!

Ya!

Bebas, bebas.

Bebas!

Maya, mana, Maya?

May.

Rencana kita apa selanjutnya?

Sebenarnya kita itu bermasalah dengan orang yang sama.

Mbak Maya mampu menggerakkan massa.

Mbak Maya bisa memimpin para buruh dan orang-orang tertindas lainnya.

Dengan informasi dari saya,

kita bisa menyatukan kekuatan.

Kita bisa membebaskan kota dari kekangan dinasti Zaenal.

Tapi bagaimana, ya…

Saya enggak peduli,

saya juga enggak mau tahu sama urusan politiknya Ibu dan Pak Zaenal.

Permisi.

Mbak Maya sedang mencari adik Mbak Maya yang hilang, bukan?

Saya tahu di mana.

Mbak Maya.

Siapa, May?

Selamat siang, Mbak Maya.

Jadi Ibu benar-benar tahu di mana adik saya?

Langsung ke intinya.

Saya suka.

Mungkin Mbak Maya enggak tahu,

di hutan kita yang luas ini ada pembalakan liar.

Bisnis kotornya Zaenal.

Pekerjanya orang-orang yang diciduk dinas ketertiban.

Tidak semua dari mereka dirawat di pusat rehabilitasi.

Banyak yang dipaksa untuk bekerja di hutan.

Mungkin Adi salah satunya.

Silakan duduk, Mbak Maya.

Zaenal menguasai seluruh sendi kehidupan di Rimbalaya.

Kita hanya hewan ternak,

yang sewaktu-waktu bisa dia potong.

Itulah kenapa…

…kita perlu menurunkan Zaenal.

Soal Adi…

…nanti biar saya yang urus.

Saya yang akan menjemputnya dan mengembalikannya kepada Mbak Maya.

Jadi begitu, Mbak Maya…

Enggak mungkin, Bu.

Enggak mungkin saya mengumpulkan massa dengan alasan…

…yang tidak kuat untuk menurunkan Zaenal.

Kami memang ada masalah di pabrik.

Sama Dandy.

Tapi saya enggak mungkin minta teman-teman saya buat bergerak…

…hanya karena Ibu mau berjanji menolong adik saya.

Mereka menenggelamkan jasad Aca di sungai ujung kota.

Zaenal mengurusnya untuk melindungi Dandy.

Oh, ya Tuhan…

Mbak Aca…

Saya turut bersedih, Mbak Maya…

Sebenarnya saya ingin menunjukkan video itu nanti.

Ketika Mbak Maya sudah mulai tenang.

Tapi saya rasa,

hanya video ini yang bisa membuat Maya dan teman-teman bergerak.

Apa orang seperti saya bisa…

…melawan bajingan-bajingan ini, Bu?

Kalau kita bersatu,

tidak ada yang tidak mungkin, Mbak Maya.

Kita harus segera lepas dari cengkeraman penguasa kotor itu.

Mbak Maya harus mewujudkan cita-cita Aca…

…dan semua orang di pabrik.

Walaupun Bu Diah mengatakan mau membantu kita,

belum tentu dia bisa menjamin keselamatan kita.

Yang mau kita lawan ini Zaenal.

Keluarganya sudah lama berkuasa di Rimbalaya.

Nah, benar itu.

Bisa dijamin enggak, omongan Bu Diah?

Kalian seperti enggak hafal?

Penjabat itu cuma manis di depan.

Ujung-ujungnya, kita juga yang kena pahit-pahitnya, Pung!

Alah!

Yang seperti ini!

Yang membuat gerakan kita itu enggak pernah punya kemajuan.

Semua pada pesimis.

Kalian masih mau dipimpin…

…bupati yang berengsek seperti Zaenal begitu?

Terus akan dilanjutkan sama Dandy yang bangsat?

Enggak begitu!

Kita cuma mau penjelasan, kok.

Loh, ini sudah jelas Bu Diah bantu kita.

- Ipung, maksudnya… - Kita tinggal lakukan apa yang kita lakukan!

Pung! Maksudnya…

…kita juga harus hati-hati, Pung!

- Eh, eh, eh, eh! - Ini sudah jelas, bukan?

Tapi Ipung ini sudah benar, lho.

Ini kesempatan buat kita.

- Nah, itu! - Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu.

- Iya. - Kalau ini jebakan bagaimana?

- Alah. - Jebakan bagaimana?

Jelaskan jebakan bagaimana?

Intinya kita minta penjelasannya Bu Diah dulu.

- Jelaskan apa lagi? - Lho, ini itu sudah jelas.

Ini kita tinggal lakukan apa yang harus kita lakukan.

Ini menyangkut semua buruh, lho.

Jangan gegabahlah!

- Sudah diperhitungkan semuanya. - Jangan asal saja.

- Ini soal nyawa. - Ini banyak orang, lho.

- Kita 'kan sudah perhitungkan. - Iya.

- Sekarang keputusannya bagaimana? - Keputusan apa?

Strateginya itu sudah jelas, kita cuma ada dukungan.

Bedanya cuma itu saja.

- Iya. - Coba May, bagaimana ini?

Kita butuh strategi, lho.

Lha iya. May, bagaimana?

Coba bicara, May.

Ayo, May!

♪ Bodohnya aku! ♪

♪ Terlalu menggebu-gebu! ♪

Eh!

♪ Tapi aku tahu… ♪

♪ …dia cemburu! ♪

Eh!

Eh, Rustam, Rustam!

Rustam.

Rustam!

Minum dulu, eh.

Berikan minum, berikan minum.

Apa yang kamu lakukan di sini?

Mau laporan, Pak.

Hah?

Laporan, Pak.

Laporan?

Sana, laporan.

Di depan.

Laporan.

Kamu duduk saja.

Laporan.

Maya bebas, Pak.

Sekarang sedang berada bersama serikat buruh.

Sepertinya…

…mereka sedang merencanakan sesuatu.

Ayo, cepat.

Masuk.

Ayo!

Mas, Mas.

Mereka masih ada enggak?

Kira-kira akan menyerang lagi enggak, ya?

Iya!

- Aku enggak mau jadi seperti mereka, Mas! - Iya, Mas.

Kenapa enggak ditembak saja?

Mereka punya pistol, bukan?

- Aku enggak mau mati! - Kita enggak mau jadi korban.

- Aku takut, Mas! - Hei!

Bajingan!

Bisa diam, tidak?

Anjing.

Berisik sekali!

- Mas. - Bagaimana cara membuat mereka mati?

Aku belum menikah.

Aku juga, Mas!

Aku takut mati konyol, Mas!

- Kita enggak mau jadi korban. - Ya, sebentar, sebentar, bagaimana ini?

- Mas, cara matikan mereka bagaimana? - Mas, caranya bagaimana, Mas?

- Cara matikan mereka bagaimana, Mas? - Cara mematikannya…

Mas.

Hei!

Hei!

Hei, Babi!

Buka, hei!

Buka, hei!

Buka!

Ini serius?

Mereka enggak kita tembak saja?

Itu dia.

Bangsat memang.

Buang-buang peluru kata Mas Purwo.

Terus kalau kita di makan bagaimana?

Sudah, santai saja.

Langsung kita tebas.

Yang penting…

…kena bagian kepalanya.

Bagaimana kalau kita taruhan?

Maksudmu?

Ya, kalau aku yang menang…

Kamu akan gantikan jatah malamku selama satu bulan.

Bagaimana?

Berani enggak?

Ya, ayo!

Oke…

Buka.

Anjing kamu!

Tolong!

Jangan… jangan!

Jangan!

Jangan!

Mundur! Mundur!

Mundur!

Mundur! Mundur!

Mundur!

Bos! Bos Purwo!

Bos Purwo!

Senjata! Senjata!

Anjing!

Bajingan!

Tolong! Tolong!

Anjing!

- Keluar! Semua keluar! - Keluar!

Jangan sampai digigit!

Anjing!

Hei, Bajingan!

Selamatkan diri masing-masing!

Hei!

Pak!

Keluar, Pak!

Kenapa, Bang?

Hei!

Hei!

Kenapa kamu?

Mundur!

Anjing, kameraku!

Kesurupan kamu, anjing!

Hei!

Bang!

Hei!

Kamu membunuh orang, Bodoh!

Hei!

Hei!

Hei, hei, hei!

Hei, hei, hei.

Hei, Adi!

Kok tahu nama saya?

Kamu Adi, bukan?

Kamu Adi. Kamu habis bunuh orang, Anjing!

Iya!

Kita harus ke sana, Mas!

Kita harus ke sana!

Ayo, ayo!

Adi!

Ayo, Mas!

Iya, Bu.

Saya sekarang bersama Mbak Maya di sini.

Oke, baik.

Dari Ibu.

Halo?

Iya, halo, Mbak Maya.

Syukurlah, Mbak Maya enggak kenapa-kenapa.

Maafkan saya, ya, terpaksa meminta tolong Joseph untuk mengawasi Mbak.

Terima kasih, ya, Bu, sudah membantu saya.

Orang-orang yang mengejarmu tadi itu suruhan Dandy.

Dia tidak akan pernah berhenti sampai Mbak Maya bisa dibungkam.

Kamu bisa saja bernasib seperti Aca.

Dan dia enggak akan pernah menerima konsekuensi apa-apa…

…karena ayahnya adalah Zaenal.

Penguasa Rimbalaya.

Kamu sudah percaya Ibu sekarang?

Saya bisa bekerja sama dengan kalian.

Tapi saya butuh kepastian.

Adikmu?

Ibu sudah bilang,

untuk melakukan apapun yang Mbak minta.

Kami pastikan adik Mbak berada di fasilitas milik Zaenal.

Kami akan menjemput dan mengantarkannya pulang.

Ini kita ke mana, Bang?

Sudah.

Bantu, bantu!

Bantu.

Masuk… masuk!

Ayo.

Duluan.

Sudah!

Turun, Di, aduh, Di!

Pelan-pelan.

Anjing… anjing, anjing, anjing.

Motorku ketinggalan lagi.

Mas.

Eh, eh, eh, Anjing.

Jangan pegang-pegang aku, kamu!

Kamu tadi habis membunuh orang, ya.

Apa sih?

Bukan orang, Mas!

Itu mayit!

Ma… apa?

Mayit.

Mayit?

Eh.

Mayit itu apa?

Sudahlah, Mas belum cerita.

Kok bisa tahu nama saya?

Panjang ceritanya.

Nanti saja.

Sekarang kamu ceritakan padaku,

mayit itu apa?

Itu juga panjang ceritanya, Mas.

Sekarang…

…cari dulu tempat aman.

Mas namanya siapa?

Aku Risang.

Orang Jakarta, ya?

Eh? Iya.

Saya panggil Abang kalau begitu.

Kenapa enggak bilang dari tadi, Bang?

- Kalau begitu saya bisa lebih rileks. - Eh, Anjing.

Penting sekali kamu.

Memanggilku Abang.

Bang, Bang, Bang.

Kamu kira namaku Bambang?

Anjay, Mabar…

Anjay, anjay.

Anjay itu punya orang Jakarta.

Kamu 'kan orang Rimbalaya.

Anjay!

Bang Risang.

Di, Di!

Hancur sekali mobilnya.

Periksa dulu, Di.

Hah?

Ayo.

Ayo.

Aman, Bang.

Yakin kamu?

Iya.

Nah!

Eh, eh.

Apa yang kamu lakukan?

Ganti baju, Bang. Ini lumayan ada baju.

Sial.

Eh, nyala enggak?

Nyala, sih.

Cuma pakai password.

Hei.

Huh?

Ada orang, Di.

Dinas ketertiban kali.

Dinas, dinas apa?

Bang…

Itu bukan orang, Bang.

Itu bukan orang, Bang!

Anjing, kamu kenapa enggak bilang dari tadi?

Itu!

Bagaimana, Bang?

Ya, sudah.

Aku nyalakan mobilnya. Kamu halangi mayit-mayitnya.

- Ayo! - Abang lebih tua, Bang! Abang saja!

- Kamu bisa menyetir mobil? - Bisa, bisa, bisa, Bang!

Ya sudah, pokoknya kamu halangi mayitnya, aku nyalakan mobil!

Aku enggak mau mati, Bang.

- Di! Di! - Aku enggak mau mati, Bang!

Bang, Bang, aku enggak mau mati, Bang!

Pakai ini, pakai ini.

Pakai ini!

Monopod. Pakai ini!

Cepat, Di!

Anjing!

- Di! - Bang, aku enggak mau mati, Bang.

Di!

Bang, Bang!

Adi!

Adi!

Di, tolong, Di!

Adi!

Adi!

Anjing!

- Di! - Sini kamu!

Anjing kamu!

Adi!

Sini kamu!

Adi!

Adi!

Minggir!

Minggir, Di!

Bang Risang!

- Aku bunuh orang. - Bang Risang!

Aku bunuh orang!

Aku bunuh orang!

Aku bunuh orang.

- Aku bunuh orang. - Belum mati!

- Aku bunuh orang! - Itu masih hidup!

Mundur!

Mundur!

Aku bunuh orang, Di…

Aku bunuh orang, Di…

Sekarang kamu bunuh orang, Bang.

Aku bunuh orang, Di.

- Anjing. - Enggak apa-apa, Bang.

- Aku bunuh orang, Di. - Anggap saja bela diri, Bang.

Anjing!

Enggak apa-apa, Bang. Aman, Bang!

Ada hukumnya enggak, Di?

Enggak ada.

- Ada hukumnya enggak, Di? - Enggak ada, Bang.

Aku bunuh orang, Di.

Masuk.

Cepat masuk.

Anjing.

Sial!

Ayo, Bang.

Di.

Jadi mayit itu apa, Di?

Pokoknya mereka menggigit orang, Bang.

Kalau digigitnya dekat kepala, mereka bisa langsung jadi mayit.

Tapi kalau kenanya di kaki, bisa seharian baru jadi mayit, Bang.

Eh, jagoan-jagoanku sudah datang.

Ayo sini.

Hari ini…

…suasana hatiku lagi bagus.

Tentunya kalian juga bawa berita bagus juga, bukan?

Iya, Bos.

Kita sudah berikan pelajaran ke Maya.

Dia sudah ketakutan.

Enggak akan melawan Bos lagi.

Di mana?

Hei, di mana?

Kenapa, Bang?

Hilang lagi, Anjing!

Bagus, bagus.

Sisanya?

Enggak ada orang ini.

Ya sudah.

Ayo kita bongkar saja.

Diacak-acak saja.

Markas serikat buruh sudah kita acak-acak.

Buruh-buruh di sana sudah kita berikan peringatan.

Mereka semua sudah menyerah, Bos.

Enggak akan ada lagi yang berani melawan.

Ini dia.

Aku suka seperti ini.

Kalian kerjanya bagus.

Enggak apa-apa sepertinya.

Orangnya lagi senang.

Enggak apa-apalah.

Daripada diamuk.

Halo, Pa.

Dandy sudah bereskan Maya dan buruh-buruh enggak tahu diri itu.

Jadi besok Papa ketemu sama petinggi-petinggi yang lain,

Dandy jamin aman.

Ya, oke.

Ya.

Ada apa?

Kondisi masih kacau, Pak.

Ini apa lagi ini?

Itu apa?

Sini kamu.

Iya.

Sini!

Mayit berhasil menyerang penjaga kita, Pak.

Dan para pekerja kita juga…

…banyak yang melarikan diri.

Bodoh!

Terus apa yang kamu lakukan masih di sini?

Amankan!

Saya enggak mau lihat lagi ada mayit atau apapun itu namanya berkeliaran di kota saya!

Lakukan apa yang harus kamu lakukan!

Terserah bagaimana caranya,

kamu tahu cara mainnya!

Siap, Pak.

Seno!

Siap.

Soal Dandy…

Bajingan!

- Aca. - Aca?

Bajingan!

Kita enggak bisa tinggal diam, Teman-teman!

Kita harus melawan!

Dengarkan, ya, Mbak,

Mas.

Yang kita lawan ini Zaenal.

Keluarganya sudah lama berkuasa di Rimbalaya.

Dan sebentar lagi…

…Dandy mungkin akan menggantikannya sebagai Bupati.

Mereka semua berbahaya.

Orang-orang yang dengan mudah menghabisi nyawa orang lain demi kepentingannya.

Dan di detik ini,

aku enggak mau diam lagi.

Karena kita sudah lama diinjak-injak!

May.

Kita semua di sini enggak akan tinggal diam, May.

Kita satu barisan, May!

Kita akan melawan, May!

- Iya, Mas! - Benar!

Bajingan!

Mbak, Mas.

Aku sangat butuh bantuan kalian.

Jumlah kita masih terlalu sedikit.

Kita butuh lebih banyak suara.

Enggak cuma dari buruh!

Ini masalah seluruh Rimbalaya!

- Ayo lakukan! - Ya!

Ayo, ayo!

Seluruh lapisan masyarakat.

Demi Mbak Aca!

Demi Aca!

- Demi Mbak Aca! - Demi Aca!

Demi Mbak Aca!

Harusnya, ya, Bang, kita istirahat dulu di mobil, Bang.

Bisa dipakai buat tidur, bukan, Bang?

Kalau jalan seperti ini lelah, Bang.

Eh,

kalau tadi misalnya lagi tidur, kamu digigit mayit, mau memang?

Enggak mau sih, Bang.

Makanya sudah percaya saja.

Astaga, oh…

Bang.

Ini semua mayit, Bang.

Tenang, tenang.

Kita cari kampung lain saja, oke?

Ah!

Bagaimana ini, Bang?

Sial!

- Lari enggak, Bang? - Lari!

Lari, Di! Lari, Di! Lari, Di!

Cepat, Bang!

Eh, Di, Di, Di, Di!

Kiri, kanan?

Ayo, Di!

Ada mayit, Bang!

Jerami, Bang!

Buat apa?

Lempar ke mayit, Bang!

Hancur semua! Hancur, hancur!

Langsung tutup, Di!

Bagaimana ini, Bang?

Bisa silat enggak, kamu?

Bisa, tapi enggak sama mayit juga, Bang!

Aduh, Bang, enggak kuat, Bang!

Bang, tolong!

Di!

Eh!

- Anjay… - Anjay…

SELANJUTNYA Tunjukkan…

…kalau kamu itu…

…bisa menggantikan Papa kamu.

Hari ini, hari yang penting untuk Pak Zaenal.

Untuk Rimbalaya!

Aku Ella.

Kalian siapa?

Kalian boleh enggak setuju sama alasanku buat ada di aksi ini.

Tapi kita senasib.

Kita senasib.

Kita punya musuh yang sama!

Kita punya musuh yang sama!

Kita harus bersatu!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.