All language subtitles for zona_merah_eps_01_indo

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified) Download
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew Download
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish Download
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Aduh…

Pak.

Pak?

Bapak enggak apa-apa, Pak?

Pak?

Selamat pagi warga Rimbalaya di manapun Anda berada.

Senang sekali ramalan cuaca hari ini diinformasikan akan cerah…

…dan bersuhu hangat.

Sehangat topik pemilihan kepala daerah yang akan dilaksanakan sebentar lagi.

Sampai hari ini para kandidat masih berusaha untuk…

- Ya, hati-hati, awas. - …memenangkan hati…

- …masyarakat Rimbalaya… - Ayo…

…tak terkecuali Dandy Putra.

Petahana bupati Zaenal yang dikabarkan akan berusaha…

…mengikuti jejak sang ayah dalam kepemimpinannya.

Pung! Ipung!

- Apa? - Rusak lagi ini!

Dasar sial.

Tanya Maya saja ini.

May!

Maya!

Maya!

Mesinnya rusak lagi!

Ini laki-laki semua kok yang mengandalkanku terus sih buat memperbaiki mesin?

Kalau menunggu operator, ya, tunggu sampai besok, lama.

Jadinya lembur, enggak mau aku.

Mas Ipung ini…

Marah-marah terus.

Senyumlah, nanti sore gajian, bukan?

Gajian harusnya dua bulan yang lalu sudah cair.

Ini Dandy kalau ganti mesinnya dari kemarin, sudah enak.

Ya, Pak?

Iya.

Pak Dandy itu benar-benar…

…agak tidak fokus.

Hei, berhenti, berhenti.

Hei!

Apa?

Bajingan dia!

- Kamu yang bajingan! Berhenti! - Kamu yang bicara!

Berhenti!

- Ayo. - Hei, anjing!

Anjing…

Berhenti, Anjing!

- Di, Di, Di, Di! - Berani melawan?

- Bantuin, Di! - Berani lawan?

Di!

Tunggu!

Bajingan!

Minggir!

Anjing!

Berhenti, hei!

- Berhenti, hei! - Ayo, Di!

Hei!

Hei, berhenti!

Dasar Jalang!

Lihat saja nanti!

Ayo, Ndan.

Ayo.

Sudah?

Sudah, kok.

Iya.

Aman bagaimana, orang rusak terus kok.

Kesayanganmu macet lagi, May?

Biasa, Mbak. Si Toni.

Kangen itu, May.

Sudah?

Sudah.

Itu laki-laki banyak kok ya enggak ada gunanya.

Apa-apa kamu, apa-apa kamu.

Bapak-Ibu sekalian…

- …saya mohon pengertiannya… - Belum dikasih, Mas.

Mundur lagi ini sepertinya.

Terus kapan, Pak?

Bulan kemarin Bapak bilang mau bayar,

ini sudah sampai dua bulan loh terlambatnya, Pak!

Benar…

Hah? Kapan?

Iya, Saudara-saudara sekalian, seperti ini, ya…

Pabrik kita ini sedang ada restrukturisasi.

Kita pastikan gaji kalian turun sepenuhnya besok.

Masih banyak target yang harus kita kejar.

Pulang dulu, istirahat!

Dan target Anda besok gaji kita dibayar, Pak!

Ya!

Ingat itu, Pak!

Kerja terus kaya gini, pulang, pulang, pulang!

Enggak usah makan sekalian!

Kalau gaji kita besok enggak turun,

tetap harus ada tindakan, lho.

Bawa ke sini!

- Aduh! - Sial betul.

- Mati dia! - Dasar bajingan!

Rokok!

Hei!

- Hei, anjing! - Bajingan!

- Jangan kabur! - Hei!

Hei, berhenti!

- Baru pulang, Di? - Iya.

- Duluan ya, Pak! - Iya.

- Nah, saya ini… - Maya, tahu, tahu Maya, bukan?

- Kenapa Maya? - Kenapa Maya?

Menurutku, kalau dilihat semakin seksi.

Tapi sebenarnya enggak pantas dia itu kerja di pabrik.

- Pantasnya di karaokenya Pak Dandy. - Apa, sih?

Pantas.

- Remuk… - Pantas.

Dengarkan, dengarkan.

Diberikan lipstik tipis,

rok span, bahenol!

Saya pasti langganan!

- Setiap hari, jelas itu kamu. - Aku ikut kamu.

Kalah…

Adiknya Maya.

Ibu.

Ya?

Beli teh panasnya satu.

Mabuk sepertinya.

Mabuk, mabuk.

- Mabuk. - Mabuk dia sepertinya.

- Mabuk dia… - Terima kasih, ya, Bu.

Ya.

Hati-hati panas…

Assalamualaikum, Bapak-bapak…

- Waalaikumssalam… - Waalaikumssalam…

- Apa? - Ada titipan paket!

- Apa? - Iya!

Paket air panas!

Panas! Panas!

- Aduh… - Panas!

Kemarin janjinya dibayar sekarang.

Sekarang saya ke sini masih janji-janji lagi.

Benar, Bu.

Saya juga enggak tahu kalau gaji saya hari ini tertunda lagi, Bu.

Alasan!

Saya itu tanggungannya banyak, tahu enggak!

Satu, bayar SPP.

- Dua, bayar listrik! - Iya, Bu.

- Ketiga, bayar bank Plecit! - Iya.

Maaf, saya yang salah, Bu.

Maaf maaf, maaf maaf.

Besok janji, ya, dibayar, ya.

Iya, Bu. Besok, Bu.

Janji janji…

Setiap menagih kok, enggak pernah berhasil.

Gagal terus!

Alasan terus!

Kenapa sih, Mbak,

kita enggak pindah saja?

Mau sampai kapan sih dibahas?

Pindah ke mana?

Uangnya siapa?

Ya, justru itu.

Cari cara cepat biar kita pindah dari sini, Mbak.

Ke Jakarta,

coba keberuntungan di sana,

kita bisa kok kalau kita mau dapat pekerjaan yang layak.

Tugasmu cuma satu.

Sekolah yang benar.

Bisa enggak?

Sekolah masih suka bolos saja kok, bergaya-gaya mau ke Jakarta.

Sudah pintar kamu?

Bisa cari pekerjaan yang layak, iya?

Pekerjaan layak seperti Mbak Maya sekarang maksudnya?

Gaji dua bulan saja belum dibayar, Mbak. Dua bulan, Mbak!

Pekerjaan yang layak seperti itu, Mbak?

Bukannya Mbak Maya dulu sekolahnya sudah benar, ya?

Jadi apa sekarang kita?

Enggak jadi apa-apa, Mbak.

Setiap kali diajak bicara soal Jakarta pasti marah.

Keterampilannya banyak padahal loh Mbak Maya itu.

Satu tahun saja.

Bisa kok, dapat pekerjaan yang enak.

Pekerjaan kantorlah,

enggak buruh kasar seperti ini.

Tinggal nurut saja, ya, kok susah sekali!

Kenapa, May?

Ini Adi apa kamu?

Ya, Adi lah, Mbak. Kok aku?

Lho, kok seperti kamu?

Hah?

Sementara, ya,

orang-orang seperti kita ini, bisa kok dapat pekerjaan yang sesuai.

Ikut EO (Pengatur Acara)-lah, dekorasi acara pernikahan,

atau kru band.

Ya, pokoknya berkesenian lah.

Bayarannya pasti jauh lebih besar.

Ya sudah, ayo.

Hah?

Berangkat besok.

Ke mana?

Jakarta lah!

Ini serius?

Kau yakin enggak?

May…

Adi punyanya cuma kamu.

Nanti pulang, kalian mengobrol baik-baik.

Pasti luluh.

Ya, 'kan, Mbak?

Benar.

Nanti, ya, saat gajian, kamu ajak makan enak.

- Nah. - Iya, bukan?

Benar.

Tolong dengarkan saya.

Kalian harusnya bayar gaji kami hari ini juga!

Bukannya malah menyuruh kita bekerja terus!

Benar!

Pak Ipung, tolong dengarkan saya dulu!

Anda yang harusnya dengarkan kami, Pak!

Kamu enggak usah ikut-ikut, ya.

Ayo, mundur. Mundur!

Kami ini orang, Pak. Bukan hewan!

Benar, Pak!

Anak saya juga butuh makan, Pak!

Kamu enggak usah dorong-dorong saya!

Hei!

- Hei, hei! Sudah! - Mbak Ningsih!

Mbak…

Hei! Mbak Ningsih ini lho…

Kalau kalian semuanya mau melanggar hukum, ayo.

Pukul saya, pukul!

Anjing kamu!

Berhenti!

Sudah, Pung.

Sekarang kita semua pulang.

Kalau memang mereka tidak bisa menepati janji,

maka kita akan cari cara lain yang sesuai dengan koridor hukum.

Begitu, ya?

Pak Rustam.

Sudah, Pung.

Kita bicarakan di markas.

Awas, ya, Pak.

Siapkan gajinya!

Kita itu enggak mungkin melawan mereka dengan kekerasan, Pung.

Kalau mereka mau pakai tameng hukum, kita itu harus lebih pintar.

Ya, pakai cara apa?

Kita ultimatum mereka.

Ulti apa?

Ultimatum.

Kita bisa mengirim surat terbuka lah.

Ke Pak Dandy.

Ditandatangani sama kita semua.

Dan Mbak Aca sebagai wakil kita.

Dan kalau sampai minggu ini kita masih enggak dapat gaji,

kita mulai atur siasat untuk demo.

Sudah, begitu saja.

Kalian serius mau ke Jakarta?

Iya, Mas.

Hei, hei, hei, hei!

Terima kasih, Mas.

Di!

Bagaimana?

- Ayo! - Ah…

- Hei, ke mana ini? - Naik saja!

- Bajingan! - Ayo, naik!

Tiket… berhasil…

May.

Barusan adikmu dari sini.

Ya, aku enggak mengerti apa yang mau mereka lakukan.

Yang pasti habis beli tiket saja buat ke Jakarta.

Ya, Pak. Sebentar.

Anak-anak itu mau ke mana?

Sedang apa, Di?

Surat buat Mbak Maya.

Buat berpamitan saja.

Paling enggak, Mbak Maya tahu aku ke mana.

Alah.

Di.

Nantinya kalau kamu sudah dapat uang banyak,

Mbak Maya itu enggak akan marah sama kamu, Di.

Sudah, sudah. Ayo.

Nanti keburu Mbak Maya pulang, dimarahi, disobek-sobek tiketku.

Waduh.

Mbak Maya.

Mau ke mana?

Enggak ke mana-mana.

Mana tiketnya?

Tiket apa, Mbak?

Sein.

Enggak usah, ya, menghasut-hasut Adi.

Tidak, Mbak.

Mana tiketnya?

Tiket apa?

Mbak Maya!

Mbak Maya, apa sih, Mbak?!

Mbak, Mbak Maya!

Mbak Maya, Mbak Maya, Mbak…

Aku itu mau dukung sekolahmu, bukan untuk kamu mati di Jakarta.

Di sini saja masih sering merepotkan aku kok.

Bergaya mau kabur kamu ke Jakarta.

Kamu.

Pulang. Dicarikan ibumu.

Ya, Mbak.

Permisi, Mbak.

Bajingan, Bajingan!

Halah, ya sudah, Di, santai sajalah.

Terus uangnya bagaimana?

Ya sudahlah, masalah uang itu gampang, Di. Sudahlah.

Walah, anjing…

Apalagi ini?

Heh!

Sein!

Kamu enggak apa-apa, Sein?

- Enggak apa-apa, Di. - Hei, hei, hei.

Mau lari ke mana?

Sialan!

Hei, turun, hei.

Dua anak remaja.

Awas!

Ayo cepat, cepat.

Ayo!

- Hei, jalan! - Hei!

Sekarang kamu gabung sama mereka!

- Cepat! - Ayo, ayo!

Jangan lamban!

Jan!

Bangun, Bang.

Bangun, bangun!

Mulai sekarang…

…ini rumahmu.

Kamu bangun, kerja, makan, pulang, buang air besar di sini!

Paham?

Pak!

Hei!

- Bajingan kamu! - Pak, jangan, Pak!

- Mau apa kamu? - Jangan, Pak! Jangan, Pak!

Mau mati, kamu?

Mati, kamu! Apa kamu bilang? Mati!

Sekarang kamu keluar.

Saya beri waktu satu menit.

- Iya, Pak. - Kalau enggak, kutembak burungmu!

Jangan, Pak. Jangan, Pak. Jangan, Pak.

Kamu enggak usah ikut campur!

Awas kamu, ya.

Ayo cepat!

Hei yang diatas, hei! Cepat!

Enggak apa-apa, Sein?

Enggak apa-apa, Di.

Bajingan.

Aku balas dia…

- Pak, Pak, Pak, Pak. - Jangan, Pak.

Pak, sabar. Sabar.

Biar saya yang tangani, Pak.

Melawan kamu, ya!

Ayo keluar.

Keluar!

Oh, pada turun itu!

- Hei! - Mau dikasih makan enggak kamu?

- Anjing! - Pukul saja.

Mata kamu melotot, ya?

- Bajingan, anjing! - Sudah… sudah!

Jangan ikut campur kamu!

Ayo cepat!

- Cepat! - Lemah kamu!

Hei, kenapa ini ditolong hei, hei!

Ayo, cepat jalan!

Nunduk!

- Cepat! - Maju!

Ayo cepat!

- Cepat! - Jangan ikut campur kamu!

Hei, kupukul kepalamu nanti!

Cepat!

Jangan banyak tingkah!

Tempat apa ini, Mas?

Semua gelandangan dari kota dibawa ke sini.

Pokoknya kita di sini semua cuma kerja,

memotong pohon, lalu kembali ke tempat tadi.

Terus sampai kapan kita seperti ini, Mas?

Aku sudah…

…empat kali dengar takbiran dari sini.

Terus tinggal di sini…

Diam.

Ayo, ayo!

Kalian naik.

Awas!

Mau cepat makan enggak?!

Ayo, ayo, ayo, ayo!

- Cepat! Cepat! Cepat! - Cepat! Cepat!

Sudah lima tahun, Pusat Rehabilitasi Cempaka ini…

…membantu warga Rimbalaya berkebutuhan khusus kembali ke masyarakat.

Warga yang perlu bantuan psikologis,

disabilitas,

pecandu narkoba yang butuh pembinaan.

Bahkan sampai tunawisma dan anak terlantar.

Itu berhasil kita bina menjadi pribadi…

…yang mampu memberikan kontribusinya buat masyarakat.

Oleh karena itu,

saya berjanji…

…akan menciptakan program-program terbaik…

…untuk warga Rimbalaya tercinta, ya.

Pak Zaenal, apakah benar Bapak akan maju ke pusat pemerintahan?

Jadi benar Bapak akan menjadi anggota dewan untuk kemajuan Rimbalaya, Pak?

Pak, apakah ada kemungkinan Pak Dandy akan menggantikan Bapak…

- …menjadi bupati, Pak? - Satu-satu, satu-satu.

- Kelanjutannya bagaimana, Pak? - Semoga…

…Gusti merestui.

Kalau Mas Dandy, putra Bapak naik sebagai bupati,

berarti sudah 20 tahun lebih keluarga Bapak mengabdi, ya?

Wah.

Luar biasa ini.

Atau…

…mungkin maksud Bapak kalau Mas Dandy naik jadi Bupati…

…panti Rehab ini akan terus berlanjut, Pak?

Lengkap dengan unit bisnis seperti pabrik, stasiun televisi lokal,

minimarket, dan UMKM yang semuanya terdaftar atas nama keluarga Bapak?

Dia Risang, Pak.

Wartawan dari Jakarta yang dikirim Pak Ricky.

Oh…

Halo, Pak Zaenal, saya…

Oh, Mas Risang, wah…

Mantap ini…

Mantap, Pak.

Ini loh, saya tunggu, ya, tulisan bagus dari Mas Risang, ya.

Nanti saya bisa luangkan waktu buat wawancara eksklusif.

Siap, Pak. Saya jamin hasilnya pasti bagus.

Pak Ricky juga sudah berpesan kepada saya untuk tulis berita baik tentang…

…Bapak dan putra Bapak.

Bagus itu.

Asalkan semuanya pas…

Saya jamin hasilnya pas.

Mas Risang!

Pak Zaenal!

Aduh, Mas Risang ini, ya.

Nanti kita goreng, ya. Risang goreng, bukan?

Bercanda.

Baik, mari!

Mari, mari, mari, mari.

Baik-baik, ya!

Sya, Rasya!

Rasya!

Ibu, Adinya lagi sama Husein?

Lho, enggak, Mbak.

Aku kira Husein yang menginap di rumah Adi.

Ada mayat itu, lho!

Pak.

- Kenapa, Pak? - Ada mayat, Mbak.

- Mayat, Mbak. - Ada mayat di bawah sungai, Mbak!

Enggak, ini saya enggak foto, Pak.

Dilarang ambil foto!

Iya, ini saya juga mundur, lihat ini!

Enggak boleh foto, Mas!

Iya, ini…

Baterai saya juga habis, Pak.

Ya sudah sana mundur!

Wah, Pak, jadi kena orang, bukan?

Bapak lihat-lihat kalau mendorong lah!

- Jadi kena orang ini! - Diam kamu!

Pergi sana!

Bagaimana sih jadi polisi?

Maaf.

Lagi apa yang kamu lakukan di belakangku?

Korbannya siapa?

Enggak tahu aku, enggak kenal.

Mbak, Mbak, Mbak, Mbak, mau ke mana, Mbak?

- Sebentar, sebentar. - Mau ke mana?!

Iya, sebentar, sebentar.

Dilarang mendekati TKP, Mbak!

Mundur!

Diberitahu dari tadi kok.

Pada enggak dengarkan sih.

Penasaran sekali melihat mayat, mencari siapa sih?

Anak muda?

Usia 17 sampai 18 tahun?

Laki-laki?

Dan di sekujur badannya ada luka bekas sayatan senjata tajam.

Kalau aku lihat dari mayatnya sih baru mati semalam, ya.

Kulitnya sawo matang.

Mencari siapa sih kamu?

Teman?

Atau pacar kamu?

Wartawan, ya?

Semacam itulah.

Kamu?

Asli Jakarta?

Iya.

Kamu? Asli sini?

Iya, asli sini.

Pernah kamu ke Jakarta?

Enggak minat sih.

Enggak minat? Kenapa?

Kejauhan, ya?

Takut?

Terima kasih, ya, Mas.

Sudah diberi lihat fotonya.

Terima kasih juga, ya, sudah enggak beritahu namanya.

Risang.

Maya.

Sudah?

Buruh pabrik.

Oh.

Sudah?

Mau tahu apa lagi?

Ya, apalah.

Kita baru saja berkenalan, bukan.

Tahu pekerjaan masing-masing dan kamu baru saja melihat…

…foto-foto di kameraku.

Itu personal buatku.

Berbincang-bincang dulu lah.

Ya, bicarakan apa, ya?

Ya, apa lah. Misalnya tentang…

…ada apa saja begitu di Rimbalaya?

Banyak, ada sungai, ada gunung, ada hutan,

terus juga ada kebun duren,

punya banyak masalah.

Mau tahu apa lagi?

Nomor ponselmu.

Berapa, May?

08?

Tegang sekali sih, May.

Sepertinya kamu…

…lebih butuh ini daripada aku.

Pegang, pegang, pegang.

Kamu bisa curhat tentang keluargamu yang mungkin…

…agak menyebalkan.

Hubungi saja aku.

Kapan datang ke sini?

Iya, saya mau Bang Sandy itu sama teman-teman yang lain…

…merasakan duren kota kami.

Iya benar.

Tetap ada Dandy di sini, bukan.

Ingat, bukan? Anak saya?

Nanti dia yang akan menggantikan posisi saya.

Bang Sandy enggak usah khawatir.

Semuanya selesai.

Bagaimana, Pabrik?

Aman, Pa.

Bagus.

Dan.

Dari zaman kakek kamu…

Pakde kamu…

Era Papa…

Kamu tahu, bukan?

Apa yang membuat kita ada di posisi ini terus sampai sekarang?

Ketegasan.

Itu pabrik…

…sudah puluhan tahun.

Jangan sampai semuanya hancur,

mengerti?

Mengerti, Pa.

Posisi kita ini…

…banyak yang mengincarnya.

Banyak yang mengerumuninya.

Jadi,

…kalau ada semut itu,

semut mau gigit…

…ya, diinjak.

Paham?

Paham, Pa.

Surat kalian sudah saya baca.

Dan suara kalian semua sudah terdengar.

Saya selaku pemilik perusahaan meminta maaf…

…atas segala kesalahan dari manajemen.

Dan hari ini…

…saya akan memberikan apa yang menjadi hak kalian semua.

Sore ini juga.

Hore!

Hore!

Gajian!

Gajian!

Gajian!

Gajian!

Gajian!

Gajian!

Berikan uang mereka separuh, sisanya untuk jalan produksi.

Mas Dandy.

Tapi kalau para buruh itu…

…protes lagi bagaimana, Mas?

Kalau digigit semut, diinjak.

Bodoh!

Hari ini gajian! Akhirnya gajian!

Akhirnya gajian!

Akhirnya gajian!

Akhirnya gajian!

Akhirnya gajian!

- Hei! Kenapa kamu? - Ayo!

Hei!

Cepat jalannya!

Lambat!

Kenapa kamu, hei?

Aku sudah enggak kuat, Di.

Hei, Bajingan!

Ayo kerja!

Mas, sungguh, Mas.

Ayo!

Sein!

- Nanti, sebentar… - Kerja!

Sungguh, Mas.

Sein, ayo, Sein!

Iya, aku benar-benar enggak kuat, Di.

Mas, ayo… ayo!

Kerja, kerja!

Kerja, kerja!

Hei!

Apa?

Kerja!

Angkat itu!

- Kerja! - Iya, Mas.

Kerja!

Sein, Sein, Sein.

Enggak kerja, aku tembak kamu.

Makan cepat, ayo.

Makan, cepat!

Makanmu jangan lamban sekali.

Cepat habiskan!

Cepat habiskan, lalu kerja!

Cepat.

Hei, cepat!

Hei.

Hah?

Dua hari yang lalu…

…ada temanku berhasil melarikan diri dari sini.

Hah? Caranya?

Waktumu hampir habis!

Cepat makan!

Makanmu sangat lambat.

Setelah semua orang tidur,

dia kabur lewat pagar seng belakang mess yang jebol.

Tapi sekarang sudah ditambal lagi.

Berarti…

…kita jebolkan lagi?

Hei, hei, hei!

Hei… jangan kabur, Bajingan!

Sekarang!

Hei…

Kumpul… kumpul! Kejar, To!

- Kejar… - Bodoh, kejar!

Kumpul!

Kejar!

Ke mana kamu?!

Mati kamu, hei!

Kejar terus!

Kejar hei!

Sialan!

Ini, ini, ini!

Hei!

Hei!

- Mas. - Ayo, Mas.

- Kita harus jalan sekarang. - Iya.

Ayo.

Aku bantu.

Ayo, Sein.

Hei.

- Pada dihitung apa enggak gajinya? - Nomor yang Anda hubungi tidak dapat…

- Sudah. - …menerima panggilan.

Dipotong!

Bajingan.

Eh, Ca.

Bagaimana ini?

Bagaimana?

Mereka mencurangi kita ini, enggak bisa dibiarkan!

Ya, tenang sebentar lah, Pung…

Ya, tenang bagaimana?!

Ini setengah dari total bayaran kita saja enggak ada!

Ya, aku mengerti!

Tapi aku sekarang minta kalian semua tenang dulu…

…supaya kita semua bisa berpikir bersama-sama!

Hei.

Berpikir bagaimana?

Mulai besok, kita ajak semua orang di pabrik…

Kalau semua sepakat…

…kita demo besar-besaran!

Biar semua orang tahu,

kalau pabrik kita itu sedang bermasalah semua.

Ca.

Sungguhan, ya!

May, semuanya, kita laksanakan rencana demo.

Ayo!

Bajingan!

Mas, Mas, Mas!

Ayo, Di.

Ayo, Mas.

Berhenti.

Berhenti, berhenti.

Berhenti bagaimana, Mas?

Kita itu masih diburu!

Enggak apa-apa, Mas?

Kamu tolong bawa aku ke sana.

- Enggak, enggak, enggak! - Eh, sebentar, sebentar, sebentar!

- Ayo, Di! - Sebentar.

Eh, Sein, Sein, Sein, Sein!

- Bagaimana kamu ini? - Sebentar!

Mas, mau ke mana?

Ke sana.

Bawa aku ke sana.

Oke, oke, oke.

Tanaman Hantu.

Mbahku dulu cerita,

bunga ini dipakai untuk mengobati segala macam penyakit.

Memangnya…

…Mas pernah lihat orang sembuh pakai bunga itu?

Masa Mbah bohong.

Jangan teriak-teriak, Mas!

Hei, mau ke mana?

Jaga-jaga!

Jangan teriak-teriak, Mas, kita diburu loh ini.

Ya?

Mas.

Kita harus jalan sekarang.

Ya?

Oke.

Aku bantu, aku bantu.

Ayo, ayo.

Ayo.

Hei!

Bajingan!

Di sini kamu ternyata.

- Mau ke mana kamu? - Mau kabur?

Mampus!

Mau kabur kamu?!

Mau lari ke mana kamu?

Jangan, Pak.

Duduk!

Duduk!

Bajingan.

Aku tembak kepalamu!

Ampun, Pak.

- Ikat mereka! - Siap!

Ini.

Jangan, Pak! Jangan, jangan, jangan, Pak!

Jangan apa?

Banyak omong!

Kenapa?

Diam!

Di…

Bajingan!

Lari, Sein!

Diam… diam!

Kejar!

Lari!

Pak! Jangan, Pak!

Jangan, Pak!

Mati kamu!

Kejar dia!

- Mati kamu! - Bajingan!

Mati kamu!

- Bajingan kamu, ya. - Mati saja kamu!

Asal masuk, bukan?

Saya enggak asal masuk, Pak.

Ini saya cuma mau lihat, siapa tahu dia keluarga saya.

Kenapa sih?

Bapak apalagi memotret-motret sembarangan, enggak boleh itu, Pak.

Ini, siapa tahu keluarga saya, kalau keluarga ini tiba-tiba protes,

- Ini privasi, Pak. - Siapa yang tanggung jawab.

- Silakan. - Ini Bapak kenapa diam saja?

- Saya hanya ingin melihat… - Silakan keluar, Pak!

- Silakan keluar, keluar! - Saya cuma ingin…

Sein!

Hei, apa yang kamu lakukan di sini?

Mbak Maya!

Husein mati, Mbak!

Aku itu mau dukung sekolahmu bukan dukung kamu mati di Jakarta.

Di sini saja masih sering merepotkan aku kok.

Bergaya mau kabur kamu ke Jakarta?

Aku kira kamu tadi mau mengajakku jalan-jalan.

Maaf.

Maaf, maaf.

Adikmu, ya?

Aku kalau mencari berita sih sudah biasa sekali, May, cuma kalau buat…

…mencari orang sepertinya…

…agak sulit, ya.

Mas Risang lihat sendiri jenazahnya Husein, bukan?

Lihat kalau ada luka tembak, bukan?

Sudah keburu diusir aku tadi, enggak lihat.

Ibunya sendiri yang bilang kalau anaknya ditembak, Mas.

Pertanyaannya kenapa Husein…

Siapa yang menembaknya,

dan di mana adik saya.

Ini sepertinya ada yang menutupinya, Mas.

Terima kasih atas waktunya, saya mau mencari adik saya.

Hei.

Aku menyarankan kamu untuk enggak pergi sendirian, May.

Aku baru di sini sebentar dan aku sudah melihat dua mayat.

Langsung tercium kalau kotamu ini lagi enggak baik-baik saja.

Maksudku, kamu 'kan orang sini.

Harusnya lebih paham bahayanya, oke?

Kalau memang enggak bisa bantu, enggak apa-apa.

Tapi jangan sok tahu.

Oke…

Kalau mau bantu,

dan lihat anak yang ada di foto ini.

Namanya Adi.

Tolong beritahu saya.

Oke.

Sudah terkonfirmasi, Pak.

Bahwa korban mati itu dari mess kita.

Bereskan semuanya.

Jangan sampai meninggalkan jejak.

Semua yang berpotensi…

…menjadi barang bukti…

…harus hilang.

Siap.

Mas Budi?

Mas Budi?

Mas Budi?

Mas Budi!

Mas Budi?

Mas Budi! Mas Budi!

Tolong!

Tolong!

Tolong!

Tolong, Pak!

Mas Budi mati! Mas budi mati!

Apa?

Berisik kamu!

Cerewet kamu!

Bisa diam enggak kamu ini?

Mas Budi…

Hei!

Bajingan!

Hei!

Bajingan!

Bajingan kamu!

Hei!

Bajingan!

- Pak… - Sini…sini!

Bajingan!

Mau berusaha kabur lagi kamu, ya?

Enggak, Pak!

Sekarang…

…kamu kubur dia.

Kalau kamu masih berusaha mau kabur,

aku akan tembak kamu!

Paham?

Anjing kamu!

Turun, turun!

Cepat, cepat, cepat!

Ayo cepat, malah diam…

Cepat gali, atau kamu yang dikubur!

- Bajingan! - Cepat gali!

Ayo cepat!

Mau seperti dia?

- Ayo cepat! - Iya, Mbah.

Naik!

Ayo naik!

Mayat! Mayat!

Apalagi, sih, kamu ini?

Mayat Pak Budi keluar dari tanah!

- Diam! - Mayat Pak Budi!

- Kalau enggak kupotong lehermu, diam! - Ampun, Pak.

Diam!

Enggak tahu orang lelah, ya?

Pak?

Pak?

Bapak enggak apa-apa, Pak?

Pak?

SELANJUTNYA Aku menemukan sesuatu yang menarik.

Gelang merah.

Aku akan tembak di tempat!

Akan kumutilasi!

Bangun!

Kalau saja kalian membayar kami tepat waktu,

enggak akan ada yang mati hari ini!

Heh? Hei…hei!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.