All language subtitles for The Harmonium in My Memory (1999) BluRay Ganool By HIDOI

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

D

Di

Dit

Dite

Diter

Diterj

Diterje

Diterjem

Diterjema

Diterjemah

Diterjemahk

Diterjemahka

Diterjemahkan

Diterjemahkan O

Diterjemahkan Ol

Diterjemahkan Ole

Diterjemahkan Oleh

Diterjemahkan Oleh H

Diterjemahkan Oleh HI

Diterjemahkan Oleh HID

Diterjemahkan Oleh HIDO

Diterjemahkan Oleh HIDOI

Diterjemahkan Oleh HIDOI J

Diterjemahkan Oleh HIDOI JI

Diterjemahkan Oleh HIDOI JIN

Diterjemahkan Oleh HIDOI JINK

Diterjemahkan Oleh HIDOI JINKO

Diterjemahkan Oleh HIDOI JINKO

Diterjemahkan Oleh HIDOI JINKO

Diterjemahkan Oleh HIDOI JINKO

Diterjemahkan Oleh HIDOI JINKO

Telur rebus..

Telur rebus.

Permen..Permen..

Cumi kering..

Berapa?

5 won.

- Ini, silahkan. - Terimakasih.

Hei kau! Berhenti! Aku bilang berhenti!

Dasar kau!

~Ayunkan bayi di atas pohon~

Kenapa kau ganggu aku main.

~Ayunkan bayi di atas pohon~

Hey kau, enak2 main, si bayi lagi nagis?!!

Pergi sana!

Sini sama mama. Sini sayang.

Kau selesai merebus cucian?

- Kakak! - Kemana kau?

Ouchl!

Pergi!

Astaga!

Oh tidak!!

Anak sialan!

Akan kupatahkan kakimu nanti!

Pak, sudah sampai.

Terima kasih.

Maaf nona!

Boleh saya bertanya sesuatu?

Saya mencari SD Senri..

Maaf nona.. Maaf no-na..

Anak sial! Kau lihat apa?

&*@#!%!

Wah-wah, apa-apaan ini.

Bangun, bantu pegangi ini!

Tingkahmu seperti tak pernah kuberi makan saja!

Kapan aku pernah makan dengan benar?

Seharusnya kau minta ampun bukannya komplain kaya gitu.

Oh, punggungku!

Ma, kau gapapa?

Anak sial.

Kau mau membunuhku, ha?

Sana ambil makan malammu!

Ini, ini. Minum airnya.

Ah, dasar kau anak sial.

Senang bertemu denganmu.

Ini Pak Choi Heonmong. Beliau bertanggung jawab atas 6 kelas.

Senang bertemu denganmu!

Kau akan mematahkan hati seseorang, kan? Eh, eh?

Kenalkan Pak Cho Myungkoo. Dia bertanggung jawab di pelajaran moral.

Apa kabar!

Senang akhirnya bertemu sesama sarjana.

Dan ini satu2nya Guru Perempuan di sini, Bu Yoo Haeri.

Dia bertanggung jawab di kelas 4.

Wah, Seorang sarjana perlu gelar.

Selamat datang di Sanri!

Pak Yang Poongjoo. Di bagian umum.

Ah, senang bertemu..

Tolong isi formulir ini...

Dan saya membutuhkan salinan akta kelahiran, dan ijazah sarjana anda..

Ha?

Nama saya Yang Eunhee. Senang bertemu.

Kang Suha.

Senang bertemu.

Kalian berdua sudah ada tempat tinggal?

Sangat tenang. Banyak cahaya.

Ruangan terbaik di rumah ini.

Cuma ini ruang yang kau dapat!

Baiklah! Aku ambil.

Mantap.

Anda pasti lapar! Lanjutkan dan mandi dulu!

Pekerjaan pertama mengajar sekolah.

Jadi berapa usiamu..?

21.

Kanapa tanya?

Seperti melihat diriki sendiri, Hanya lebih muda 10 tahun.

Hanya perlu sekejap untuk mengakhirinya.

Pria tua bujang.. Di desa terkutuk ini!

Kenapa kau belum menikah?

Butuh dua untuk mengikat simpul.

Aku yakin kau akan bertemu seseorang..

Apa?

Untuk apa? Kau tak punya pemutar!

Aku punya beberapa anggur, kusembunyikan.

Bereskan itu, dan mapirlah.

Pagi.

Ada apa kalian berdua?

Pergi sana. Pergi!!!

Pagi.

- Pagi. - Kangjoo

Temani Nanhee jalan ke sekolah.

Yang terpenting adalah hormati yang lebih tua.

Hormati orang tuamu. Bergaul dengan teman2mu.

Dan patuhii peraturan..

Perbuatan siapa ini!

Senag sekarang, aku bukan wali kelas kalian lagi, hah?

Oke, lihat saja tahun depan.

Apa yang kau tertawakan?

Oh! Sialan!

Kau berandal cilik!

Perhatian! Beri hormat!

Selamat pagi Paaak!

Terimakasih anak2.

Dia mengira aku aku masih guru kelasnya.

Silahkan pilih tempat duduk.

Sebelum kita mulai..

Tolong tenang! Tenang.

Bayi siapa itu?

Nona muda, Aku bicara padamu?

Ini adikku..

Kami tak punya babysitter.

Sebelum kita mulai, semuanya..

Kangjoo! Kakek bawa makan siangmu. Dimana anak itu?

Pak.

Saya Guru kelasnya Kangjoo.

Oh, Pak Guru. Sedang apa anda di sini?

Kangjoo dimarahi mamanya. Dan dia belum sarapan.

Kek, aku gak lapar. Pulang sana!

Kangjoo!

Kesini dan ambil ini.

Prestasi sekolah bukanlah segalanya.

Sama seperti kalian semua yang berbeda, kalian juga punya bakat yang berbeda.

Menjadi anak berbakat di sekolah hanya ribuan, jutaan karunia.

Yang Ibu inginkan adalah..

Pelajaran - Sebuah keserasian.

- Kau bajingan rendahan. - Persetan denganmu brengsek.

Hei, kalian berdua!

- Berhenti sekarang juga! - Hei, lepaskan, brengsek!

Kalian, ke pojok sekarang!

Oh, lihat!

Kalian berhenti!

Dia punya daging stik!

Berhenti, berhenti, berhenti!

Astaga naga! Anak2 terkutuk!

Ini bukan punya nenekmu!

Pak Kang

Aku beritahu sesuatu.

Kau simpan rotannya, anak2 bakal rusuh.

Kau harus tegas memukul di awal, jika kau ingin tahun2 yang damai.

Jika kau perlakukan mereka dengan baik..

Maksudku, mungkin tidak perlu kekerasan.

Secara teori itu benar.

Hanya teori. Kenyataanya, kau harus tegas dan mereka akan mengerti.

Mereka gak akan main2 lagi. Bukankah benar begitu?

Hei, mereka kabur.

Berhenti!

Hongyeon!

Ayo main!

Aku terlalu besar untukmu bocah ingusan.

Saya ayahnya Dootae.

Mari, silahkan!

Silahkan.

Bagaimana dengan Dootae?

Aku benci membual. Tapi dia memang juaranya.

Jika saya bisa membantu.. Apapun itu.

Bilang saja.

Bicara masalah membantu.

Seperti Auditorium kuno, ini usia untuk rekonstruksi, kan?

Ini bukan apa2, tapi silahkan!

Pak Chung. Hah, Ha?

Kau ngapain?

Ow. Kau lagi datang bulan?

Sebuah lagu untuk guru baur di Sanri!

"Gadis desa telah pergi ke Seoul."

"Dia telah membuang ember dan cangkulnya.."

Hongyeon

Mama mau pergi kerja.

Anak tak tau diri.

Apa-apaan ini. Apa pasarnya pindah ke sini?!!

Aku ingin mengajar mereka. Sekolah ini tempat yang baik.

Tempat yang layak didatangi..

Kelas bukanlah tempat bermain.

Bagaimana dengan bulan depan. Ujian tingkat provinsi?

Saya memahami niat anda.

Tapi anda tidak bisa mengganggu kenyamanan kelas lain.

Oh, apa kami terlalu berisik?

Tidak. Aku pikir kau punya kelas ruang terbuka.

Aku pikir itu paduan suara.

Apa?! Aku pikir itu tadi gempa bumi!

Oh, lihatlah siapa yang datang..

Apa kau guru kelasnya?

Bukankah kau Hong...dan?

Oh, benar.

Pak Guru..

Namaku Hong-yeon. Bukan Hong-dan.

Yoon Hongyeon.

Oh ya! Maaf.

Aku belum hafal nama-nama kalian.

Tak apa.

Aku mengerti.

Kenapa kau masih disini?

Ah, kotak makanku ketinggalan.

...

Oke kalo gitu, cepatlah pulang.

Oh, Pak Kang!

Biar aku saja.

Oh, tak apa.

Ini hari sabtu. Kenapa kau di disini?

Bagaimana denganmu?

Aku mengoreksi beberapa tugas anak-anak.

Anak kelas 5 tata bahasanya masih sperti kelas 1.

Banyak orang tua mereka yang buta huruf.

Aku dengar anak-anak di sini tidak melanjutkan sekolah setelah kelas 6.

Untuk bilang buta huruf bukankan memalukan.

Aku lihat hujannya gak mau berhenti.

Pak Kang, Kau bawa payung?

Aku ingin berkarir di musik. Tapi orang tuaku tak mendengarkannya.

Jadi aku tetap mendengarkan saja.

Apa aku terlalu membual?

Tidak!

Aku juga suka musik.

Tapi tempat ini jauh dari kota.

Sulit untuk beli rekaman baru.

Aku punya beberapa LP.

Kita bisa tukaran.

Pak Kang, usiamu 21 'kan?

Ya..

What an age to be.

Kenapa kau merasa terlalu tua?

Belum, tapi aku sudah 25 tahun.

25 itu usia yang matang bagi wanita. Kita sudah sampai.

Tempatku disini.

Aku antar sampai pintu.

Tidak perlu, tak apa. Sampai disini saja.

Hujannya lebat. Pakailah sesuatu..

Nona Yang, bawalah payung ini..

Tidak, lain kali saja.

Tentu..

Oh ya! LP-nya!

Elp..?

eln..?

Hei, berhenti main-main. Cepatlah!

Kemana dia pergi?

Hongyeon!

Pak, apa ini masih bisa?

Semua yang saya perbaiki seperti baru.

Lebih seperti berantakan!

Pak Guru!

- Nanhee! Kau tinggal di sini? - Uh huh.

Ooh.. Cantiknya.

Sekarang, dimana korannya..

Oh, Pak Cho~

Ya..

Bisa bantu saya disini?

Ya, bu..

Oh, Pak Cho.

Tunggu sebentar.

Jurnal Waktu.

Anak2, aku telah melihat tugas kalian.

Semua sudah mencoba sebaik mungkin.

Tapi kalian semua masih salah dalam tata bahasa.

Jadi, aku ada ide.

Kalian akan kuberi kesempatan untuk menulis jurnal setiap hari.

Aahh...!!

Apa kalian ingin menjadi orang yang bahkan tidak bisa menulis surat?

Tidaaak!

Kalau begitu dengar baik-baik kataku.

Tenang, tenang.

Kalian harus menulis di jurnal kalian setiap hari.

Jangan menunggu sampai telat. Oke?

Yes, Pak Guruu!

Jika kalian melakukannya dengan baik, Aku akan membacakan cerita..

Tentang Seoul dan Dongeng lain.

Ceritakan sekarang!

Oke, hanya satu ini.

Aku akan ceritakan satu tentang Si Anak muda yang akan menikah dengan..

Suatu ketika..

Bulan purnama selalu membuatku sedih.

Aku bertanya2, jika Pak Guru melihat bulan yang sama?

Ngapain kamu? Bener2 ngerjain tugas, hah?

Ay, Astaga. Taruh saja cucian anda di keranjang!

Tidak-tidak, tak apa. Aku bisa.

Oh, tidak bisa. Gimana jika muridmu tau?

Tak apa. Aku bisa sendiri.

Demi yang dilangit dan di bumi. Biarkan aku yang mencuci.

Tidak, tak apa.

Masuklah.

Masuklah.

"Pak guru bercerita begitu baik hari ini."

"Dia seperti pendongeng yang amat baik.."

"Guru kami sangat pemurah.."

Siswa lain iri pada kelas kami karena guru mereka monster.

Aku tak sabar menunggu besok, malam ini terlalu panjang.

- Selamat pagi. - Halo.

- Hai, Nona Yang. - Pagi.

Pagi Pak.

Mereka melayang seperti hujan salju...

mencium aroma bunga..

Memandang satu sama lain dan tersenyum.

Pak Guru mencubit lenganku hari.

AKu sangat terkejut dan pipiku memerah.

Aku merasa sangat aneh saat pulang ke rumah.

Mengapa ia mencubitku?

Apa artinya itu? Aku gak ngerti.

3 x 8 sama dengan 24...

3 x 9 sama dengan 27...

Permisi pak Kang!

Kau tau dimana kelasnya Nona Yang?

Nona Yang!

Kemarilah! Nona Yang!

Murid-murid yang lain sibuk bersih-bersih, kenapa kelas anda malah potong rambut?

Tugas bersih2 musim semi kami sudah selesai pak.

Anda tidak menggosok lantainya Lantainya musti kinclong!

Sudah bersih. Kenapa harus mengkilat?

Pengawas sekolah ke sini besok.

Apa dia juga mengawasi lantainya?

Tidak. Hanya saja untuk menghormatinya.

Pak Choi, aku yang sepenuhnya akan bertanggung jawab dengan lantainya.

Sekarang ijinkan aku memotong rambut.

Tunggu sebentar! Nona Yang!

That pigheaded little...

Pak Kang”! Pak Kang”!

Kau menunggu seseorang?

"Pak Guru, kenapa kau mencubitku?"

"Aku gak bisa lupain."

"Aku teringat ketika belajar.", "Ketika pulang ke rumah."

"Pak Guru, apa maksudnya itu."

Tolong katakan. Aku pikir dan berpikir dan aku masih gak ngerti.

Mama, mama!

Kenapa kau ini gadis terkutuk!

Kurangi 23 Won.

Tambahkan 94 won.

Kurangi 20 won.

Hongyeon, kau baik saja?

Aku gak papa.

Wajar2 saja untuk anak laki2 kencing di depan rumah..

Kenapa laki-laki dapat semua pengecualian. Aku benci laki2. Sungguh benci.

Tapi mama selalu membelanya karena dia anak laki-laki.

Biarpun, aku merasa lega sekarang aku mencubit dia sangat keras.

Aku benci ayam-ayam ku.

Ayam mengerami telur dan berkokok seperti dia melakukan semua pekerjaan.

Aku benci..

Sekolah gak asik.

Aku muak dengan teman-temanku.

Apa pentingnya sekolah.

Apa pentingnya kelulusan?

Mongdol, kau gak bawa bekal?

Ini makanlah bekalku. Aku sudah sarapan..

Aku tak lapar. Ini ambillah.

Yoon Hongyeon!

Jawablah jika akupanggil!

Yeaa..

Kenapa gak makan?

Aku nggak lapar.

Makanlah sesuatu.

Aku gakpapa.

- Hongyeon.. - Pak Kang!

Disini kau rupanya! Aku mencarimu.

Kau boleh pergi..

Apa makanan kos gak enak?

Aku bawa beberapa lauk, silakan coba!

Tidak, terima kasih.

BTW! Periksalah kebersihan siswa-siswa anda..

Sebelum ujian fisik tahunan!

Ketika aku melihat Mongdol tahun lalu, Aku jadi kehilangan nafsu makan.

Angkat kepalamu. Ayo bocah, sana.

Bersihkan sela2 kukumu! Apa-apaan ini, ini kukumu?

Kau makan 3 kali sehari, tapi gak mau sikat gigi!

Mongdol! Kapan terakhir kau mandi?

Dimana Hongyeon?

Hongyeon?!

83

Kau akan menjadi seorang wanita!

Ya, sebentar.

- Nona Yang! - Ada apa?

Kami mau mengambil sampel bangku kelas.

Pergilah!

Aku mendengarkan LP yang kau pinjamkan.

Connie Francis' "My Heart Has a Mind of Its Own" itu cukup bagus.

Aku meminta teman untuk mengirimkannya padaku.

Dia menawarkan persetujuan. Aku akan meminjamkannya padamu.

Aku terima kalo gitu.

Terima kasih.

Makasih. Tidak, Aku yang seharusnya berterimakasih.

Elp..?

eln...?

Gak bisa. Gak bisa keluar nih!

Dorong lebih kuat.

Kalo nggak, bersihin toilet seminggu.

Gimana denganmu?

Gak mau keluar. Karena, sudah keluar tadi pagi .

Apa ada yang rumahnya dekat dengan Hyongyeon?

Apa dia bilang padamu kenapa gak masuk hari ini?

Oh, apa semuanya bawa sampel kotoran masing2?

Ada apa?

Pak Guru, Nanhee tuh..!

Kenapa?

Hongyeon absen lagi!

Pak Guru..

Hyongyeon tak mau bersekolah.

Kenapa, ada apa dengannya?

Aku gak tahu. Dia hanya bilang gak mau sekolah.

Lalu ngapain dia tiap hari?

Hanya berbaring dan memegangi perutnya tiap hari.

Apa dia sakit?

Apa yang dia lakukan?

Tak ada. Dia hanya berbaring seperti kodok.

Dia hanya membolos.

Seberapa jauh?

Bentar lagi nyampe.

Yoon Hongyeon, Pak Guru Disini!

Yoon Hongyeon..

Ma! Ada orang bersepeda.

Ah, Pak Guru!

Apa yang membawamu jauh-jauh kemari.

Aku tak tahu ada apa dengan anak itu.

Kenapa dia gak mau ke sekolah.

Anak itu membuatku gila!

Bu, dimana dia sekarang?

Dia disini tadi. Dimana ya, anak bandel itu?

Dia sembunyi di belakang.

Apa yang kau lakukan disini?

Hongyeon!

Kenapa kau gak masuk sekolah?

Kenapa kau bertingkah seperti itu?

Kalian pulanglah.

Bu, bisa saya bicara dengannya sendiri?

Ya, tentu!

Pak Kang, jika dia gak mau dengar, pukul saja dia!

Hongyeon!

Lihat aku.

Aku jauh2 kesini, kau gak mau bicara. Ada masalah apa denganmu?

Tidakkah kau dengar mamamu bilang agar aku memukulmu?

Tapi, aku tak akan memukulmu. Hongyeon?

Tapi kau harus masuk sekolah.

Aku khawatir denganmu.

Aku pikir kau sakit.

Baiklah.. Aku harap kau masuk sekolah besok.

Rasanya tak sama gak ada kamu..

Wah, buah cery-nya matang.

Jantungku berdebar, Kau satu-satunya yang tahu..

Siswimu tadi yang membawa itu.

Aku tanya nama, kelas. Tapi dia gak jawab..

Seorang gadis yang membawanya..

"Mendekatlah.."

Makasih buah cerynya.

Biar saya bantu!

Tidak, aku bisa kok.

- Ini terlalu berat buatmu! - Tidak apa-apa.

Ayo.

Aku bisa bawa sendiri. Seseorang akan melihat kita!

Kenapa memengnya?

Tidak.

Anda duluan saja.

Geezzz!

Tuan dan Nyonya. Persiapkan diri anda untuk pertunjukan.

Kami bukan pria dengan obat palsu..

Kami tidak merusak kulit anda dengan ramuan beracun.

Kami memberi anda tawa dan tangis...

Pangeranku..

Bagaimana bisa kau lupa Orang tua kita, dengan pergi menjauh?

Siapa disana?

Kaukah itu Hongyeon?

Hai!

Sedang apa kau disini?

Kau lihat pertunjukan?

Kau gak takut duduk disini sendiri?

Huh, Hongyeon?

Nggak kok.

Beneran?

Duduklah.

Bulan purmana yang indah!

Hyongyeon, kau menunggu seseorang?

Tidak?

Kenapa ketawa?

Pak Guru konyol!

Nyamuk sialan..

Pak guru bikin kaget saja!

Itu hanya.. seekor nyamuk!

Nyamuknya gede banget tau!

Biar tau rasa!

Apa.. Tau rasa?

Gimana kalo ada yang lihat ya..

Okelah. Ga Capek. Mau pulang?

Berhenti bermuram durja. Sana nonton, kalo gak pulanglah.

Aku pergi dulu.

Siap~

Lari dengan Morn. Lari dengan Pak Choi.

Bagus Hongyeon!

Lari dengan kepala sekolah Hwang

Oh, Pak Kang!

Nona Yang, ini hari minggu. Apa yang kau lakukan disini ?

Saya piket akhir pekan.

Kenapa kau disini..?

Yaah.. itu..

Ini dia! Aku baru mau mengambil buku ini.

Aku meninggalkannya disini. Administrasi Sekolah.

Kenapa tertarik dengan buku itu?

Buku ini cukup menarik.

Sebenarnya, aku menulis sebuahlagu.

- Satu lagu lagi.. - Uh.. Pak Kang..

Nona Yang.

Aku hanya..

Kang Suha + Yang Eunhee = Bayi

Mereka berpelukan... Dia memeluknya dari belakang..

"Bagaimana kalo dia memeluknya beneran?"

Jika memang terjadi.. Dia begitu bodoh.

Aku gak pernah ingin bertemu lagi dengannya.

Apa dia tak tahu perempuan itu lebih tua darinya. Apa dia akan jadi perawan tua.

Seharusnya dia sudah berusia 25-an.

Tapi dia terlihat lebih tua.

Kemungkinan dia 7 tahun lebih tua darinya.

Bagaimana mungkin dia memeluk wanita tua seperti itu.

Bodohnya. Idiot..

Dia nampak terlalu banyak memakai lipstik.

Dia tampak pakai bedak berlebih hari ini.

Aku kira dia berubah hanya untuk Pak Choi.

Makeup gak bisa menutupi usia tua.

Mencoba terlihat muda dengan pria hampir 10 tahun lebih muda darinya. Menyedihkan!!

Apa dia pikir bisa menikah dengan pria yang 10 tahun dibawahnya.

Seharusnya dia menikah dengan pria yang lebih tua.

Dia seharusnya tahu lebih banyak.

Dia bahkan tidak perlu berpikir menikah seperti perawan tua.

Setiap kulihat wajah palsu yang dibuat-buat. Aku merasa ngeri !!

Mengapa dia ada di sekolahku. Bukankah seharusnya dia menikah.

Aku benci dia..

Mija, kau mengambil sepatuku.

Bukankah disitu?

Kau tahu betapa mahalnya sepati itu?

Hei, biar aku coba.

Sini, aku yang coba!

Hei, berikan itu padaku!

Apa kalian yang melakukan ini?

Pak Kang, kemarilah.

Ini milikmu 'kan?

Mereka merusaknya.

Sumpah bukan kami yang merusaknya.

Apa? Anak2 kurang ajar.. Aku lihat sendiri. Pembohong!

- Kami bersumpah! - Kami hanya menemukannya di tanah!

Kenapa bohong anak berandal!

Oh.. Maafkan aku!

Seharusnya kukembalikan lebih awal.

LP ini untukmu..

Ini salahku, tidak mendisiplinkan mereka!

Tidak, bukan itu! Seharusnya tak kuletakkan begitu saja.

Aku minta maaf.

Halo.

Berhenti makan itu!

Itu gak cukup buat makan siang.

Nak,adikmu juga lapar!

Lepas sepatumu. Ini rumah bukan lapangan.

Tapi 'kan masih baru.

Kau sarapan apa tidak?

Ma..

Bukankah nasi uduk saja gak cukup?

Bukan kau satu2nya yang mau memberi untuk gurumu?

Bagaimana kalo satu dari ayam kita!

Apa?!!

Ini piknik apa makan malam Presiden?

Aku mau cuci muka.

AKu gak tahu kau disini.

Beneran!

- Pak Kang? - Yaa?

- Tentang rekaman itu.. - Kan sudah kubilang, tak apa.

Jangan khawatir..

Kau pernah masak ayam sebelumnya?

Keluargaku usaha restoran sudah 10 tahun. Serahkan padaku.

Nona Yang?

Aku dengar rumor aneh.

Kau sudah dengar?

Tentang kita.

Kalau kita kencan..

Sudah dengar?

Ya.

Aku sih tak apa, tapi aku khawatir dengan reputasimu.

Bahkan ada coretan di toilet.

AKu tahu itu.

Apa yang harus kita lakukan?

Itu hanya rumor di kalangan murid2. Tak perlu cemas.

Ekolah kalo gitu.

Wah, panas sekali.

Kau duluan..

Sebenarnya..

Disana!

Itu 'kan Hyongyeon?

Hongyeon!

Tadi nyaris saja!

Apa kau tak takut tadi?

Arusnya deras sekali..

Untungnya aku bisa berenang.

Kau kedinginan?

Aku gakpapa.

Terimakasih Nona Yang.

Aku mencintaimu lebih hidupku. Aku sungguh mencintaimu Eunhee.

Aku suka padamu Sejak pertama bertemu..

Tidak! Itu terlalu konyol.

- Pagi. - Kau terlihat baik hari ini.

Aah! Semua rapi. Apa kau ada kencan?

Nona Yang mengundurkan diri. Karena alasan pribadi.

Dia akan berangkat ke San Fransisco dengan tunangannya.

Dia disini hanya untuk 1 tahun.

Ahh, lihat dirimu!

Kau bau.

Ketika kudengar Nona Yang berhenti mengajar..

Aku sangat gembira. Aku hampir bertepuk keras.

Wanita harus ikut dengan suaminya.

Aku begitu gembira. Bahkan aku menikmati saat membersihkan kelas.

Tampaknya Pak Kang marah.

Harusnya dia bahagia untuk Nona Yang.

Lucu sekali.

Dia akan jadi istri yang hebat.

Aku harap dia bahagia.

Ada apa dengan gadis ini. Sebegitu pedulinya!

Umpan“.

Oke.

Oke.

Oke.

Yoon Hongyeon.. Gak bersih!

Oke.

Biar aku meminjamnya.

Tidak!

Ada apa?

Itu hadiah ulang tahun, dan dia terus minta pinjam.

Kau tidak bawa apa-apa?

Ibuku suruh pinjam saja.

Dimana krayonmu?

Kakakku membawanya ke sekolah.

Berbagilah dengannya.

Yang tidak punya angkat tangan!

Beli apa?

Kebetulan..

Oh, Pak Kang, kau rupanya?

Ahh, aku sudah bilang ke dia agar pergi..

Oke, langsung pulang ya.

Bumho, datanglah ke ruang fakultas!

Apa guru disini sekelompok berandalan.

Memukul anak-anak dan merobek telinga mereka?

Apa yang kau lakukan padanya!

Bu, tenang dulu. Ini tak seperti yang kaukira.

Tenang katamu? Beraninya kau!

Kau pukul anakku dan kau suruh aku tenang?

Anda ingin lumpuh juga?

Tolong Bu, lepaskan. Ini anak-anak!

Akan kubunuh kau!

Kau sudah ketemu sejenismu!

Kau ketawa soal ini?

Talk about ignorance.

Tak ada cara untuk mengajari anaknya Pak Choi.

Ini salahku.

Maaf kau ikut terlibat.

Gak papa 'kok.

Oke, hati-hati di jalan. Jalannya gelap.

- Uhh, Pak Guru.. - Ya?

Apa itu ELP..?

Bukan Elp..

Sebutannya LP.

Kau putar disini musiknya keluar.

Ya. Yang ini rusak.

Aku mau membuangnya..

Oh~ Oh~ Oh~

- Only you~ - Kau nyanyi apa nak?

Kau terdengar seperti babi tercekik.

Kenapa gak belajar aja yang giat.

Kau benar-benar membuatku darah tinggi.

Hei, Paman. Paman!

Bisa gak dia pinjam itu?

Dia akan kembalikan itu.

Gadis pintar.

Dimana si Raja Lautan?

si Dootae..

Dimana para pelayan?

Mereka disini tadi.

Bagus?

- Berikan padaku. - Berhenti berantem.

Kebakaraaan! Kebakaraaan!

Pak Guru! Nanhee gak ada!

Nanhee! Nanhee!

Tidak! Pak!

- Dari belahan bumi mana kau? - Aku mau Poop.

BUMSOO!

Minggir. Naak! Apa anakku disana!

Seorang guru harus terus belajar untuk mengajar murid-muridnya.

Apa yang kita tahui. Kita hanya lebih dulu lahir daripada mereka.

Besok..awal libur musim semi. Apa kalian senang.

Yaa!!

Hari ini..

Hari ini terakhir kalinya kita bersama.

- Tidakkah kalian senang? - Tidaaak!!

Kuharap kalian masih mengenaliku jika kebetulan bertemu.

Yaa!

Aku dengar kalian malu dan bersembunyi ketika bertemu dengan mantan guru kalian.

Tidaaak!

Kalo gitu kalian akan menyapaku, meski nanti sudah menikah?

Yaa!!

Yah, kita lihat nanti.

Setelah kalian menikah dan benar-benar tua, kita lihat saat itu.

Kau benar-benar mau pergi?

Ini gak banyak.

Hanya untuk tiket ke seoul.

Oh, ya ampun. Nasinya gosong!

Pak Guru benar ingin pergi?

Mungkin..

Aku akan jadi petani.

Hongyeon.

Aku hanya merasa kurang berpengalaman untuk mengajar siapa pun.

Aku harus banyak belajar. Kau mengerti 'kan?

Aku akan selalu ingat kamu.

Hongyeon..

Pak Guru Jangan pergi. Jangan pergi! Jangan pergi!

Kau menuju kemana?

Ke kota.. Stasiun menuju Seoul.

Kau beruntung! Aku menuju Seoul.

Aku beri kau tumpangan.

Pak Guru, Ini dari Hyong-Yeon..

Kau ikut apa tidak?

Pak Guru, Jangan pergi! Pak Guru, Jangan pergi!

Pak Guru jangan pergi! Jangan pergi Pak Guru!

Diterjemahkan Oleh HIDOI JINKO

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.