Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Ketemu!
Lewat sini!
Sepertinya tindakanmu kali ini cuma latihan lagi, bukan pelarian yang sesungguhnya.
Kau penasaran dengan itu, kan?
Naik dan turun.
Asal kau tahu saja,
dari luar kelihatannya memang menyenangkan.
Tapi saat kau berada di dalamnya, rasanya tidak enak.
Seperti itulah kehidupan.
Ada konsekuensi atas tindakanmu.
Anggap saja karma.
Family Matters Diterjemahkan oleh 8uckminsterfullerena Dukung saya di: trakteer.id/8uck314
Berani-beraninya kau mengambil foto orang lain?
Yang kau lakukan pada Ji-woo itu tidak bisa dimaafkan.
Jadi, sudah sepatutnya kau mengalami mimpi buruk.
Sesuatu yang akan kau ingat selama sisa hidupmu.
DOSA
Astaga, beratnya kurang 300g.
Aku sudah tidak sejago dulu.
Sakit, ya?
Menurutmu ini tidak adil?
Ada sesuatu yang ingin kau katakan?
Bangsat, bukan aku!
Bukan aku yang mengedit foto, memeras mereka, dan menyebarkannya secara daring!
Jae-gon yang melakukannya!
Dia yang melakukan semuanya! Ketua OSIS!
Astaga.
Sial.
Sayang sekali.
Gawat.
Aku mungkin pandai mengiris sesuatu
tapi aku tidak pandai menambal sulam.
Lepaskan, biar aku saja.
Ini.
Oke.
Jadi maksudmu Kyu-tae, anakku...
Brengsek.
Dia dihajar siswi baru?
Ya, Pak.
Oh, mereka kembar. Dia punya kembaran laki-laki.
Sudah kuduga.
Anakku tidak dihajar seorang gadis!
Tidak, gadis itu yang menghajarnya.
Mereka tinggal di mana?
Meneketehe. Mereka anak pindahan.
Jangan buka mulutmu seperti babi kalau tidak ada informasi yang bisa kau berikan, brengsek!
Pergi.
Sekarang?
Pergilah, dasar bajingan!
Padahal makanannya masih banyak.
Nomor yang Anda hubungi tidak tersedia—
Bocah ini ada di mana, sih?
DOSA
Seharusnya tidak begini.
Kau mematung, kan?
Percobaan pertama memang sulit untuk siapa pun.
Itu normal.
Dia siapa?
Ibumu lah.
Kakek!
Aku tahu.
Kau pasti kesal dan frustrasi.
Semuanya akan baik-baik saja besok.
Aku akan mengantar dia ke rumahnya besok pagi,
jadi jangan terlalu khawatir.
Aku tidak khawatir.
- Aku ikut. - Tidak.
Situasinya bisa jadi lebih buruk kalau ada pria.
Tapi aku khawatir.
Aku tahu.
Ji-woo pasti terkejut.
Ji-woo memang begitu,
tapi Ji-hoon berbeda.
Ji-hoon kenapa?
Ini bukan kali pertama baginya.
Aku tahu.
Tapi tadi...
dia tidak berhenti tersenyum.
Dia tersenyum?
PUSAT INFORMASI KOTA KUMSU RUANG KONTROL
Pause di sini.
Apa? Apa itu?
Lihat.
Saat SUV ini melintas, tidak ada mobil lain di sekitarnya.
Dan pauses di sini.
Di layar berikutnya,
kendaraan ini muncul entah dari mana, lihat?
Yang benar saja. Memangnya kenapa?
Pasti ada jalan di belakang.
Tidak, tidak ada jalan yang bisa dimasuki kendaraan.
Apa?
Tapi ada pintu masuk menuju ke jalur Gunung Kumsuak
di antara CCTV ini.
RUMAH SAKIT HEWAN PAWFECT HAVEN
Jadi, apa kalian sudah selesai berkeliling?
Arkade, warnet, arena bowling...
Kami sudah mencari di semua tempat nongkrong tapi tidak bisa menemukannya.
Si brengsek ini ada di mana, sih?
Permisi, beri jalan.
Hei!
Kyu-tae, dasar brengsek, kau kenapa?
- Ayah! - Ada apa?
Kau terluka? Kenapa kau ada di kursi roda?
Nah, ada orang yang...
Apa yang kau lakukan?
DOSA
Mereka menghancurkan pahaku!
Pahamu?
Pahamu kenapa?
Kau tidak lihat?
Lihat ini.
Pahaku diiris lalu dijahit kembali.
Di mana, di sini?
Di mana? Maksudmu di sini?
Astaga, kau habis apa, sih, bajingan?
Oke, pakai celanamu. Kenapa celanamu dipelorotin?
Ayah! Rasanya sakit sekali!
Apa yang terjadi? Sialan.
Apa ini?
Tidak apa-apa, ini semacam suplemen.
Kau tampaknya gelisah.
Ini akan membantumu tidur nyenyak.
Bukan aku!
Bukan aku yang membuat foto itu, memeras mereka, dan menyebarkannya secara daring!
Jae-gon yang melakukannya! Ketua OSIS!
Jadi maksudmu, anakku dipukuli oleh anakmu, tidak,
anak kita berkelahi.
Dan kau memanggil anakku supaya mereka bisa berbaikan
dan dia menginap di rumahmu?
Ya.
Kalau begitu, dia kenapa?
Maafkan aku.
Melihatnya seperti ini, membuatku kehilangan akal sehat.
Tidak apa-apa.
Aku juga bakal memberikan reaksi yang sama.
Tapi kau benar-benar ibu kandung mereka?
Usiamu terlalu muda.
Tidak, aku memang masih muda.
Oh, begitu.
Setelah bertemu dengan Kyu-tae,
aku pikir dia pasti sudah membuat banyak masalah untukmu.
Yah, namanya juga cowok dan sesekali berkelahi.
Tidak, sebenarnya Kyu-tae...
agak...
cupu.
"Cupu"?
Dia ini tukang bully di sekolah.
Dia memang berlagak tangguh, tapi kau tidak pernah tahu apa yang dia rasakan.
Dia pasti sering mengalami mimpi buruk.
Saat tidur...
dia bahkan ngompol.
Anak kelas 1 SMA sudah terlalu tua untuk mengompol.
Dia mengompol?
Karena merasa kasihan pada dia,
aku memberinya suplemen supaya dia bisa tidur nyenyak.
Maaf, aku seharusnya tidak melakukan itu.
Tapi, dia gelisah sekali.
Apa kau seorang dokter?
- Dokter hewan. - Dokter hewan?
Yah, aku cuma berurusan dengan hewan dan binatang buas.
Pokoknya, setelah tidur nyenyak,
dia tiba-tiba menganggap ada luka di pahanya.
Ada kondisi yang dikenal dengan nama "gangguan keterikatan."
Saat kau diabaikan dan tidak dicintai oleh ibumu saat masih bayi...
Maksudmu anakku memiliki kelainan?
Bukan begitu maksudku.
Aku bukan dokter,
dan Kyu-tae bukan binatang.
Jadi maksudmu,
yang Ibu lakukan...
itu semacam hipnotis?
"Hipnotis"? Lebih ke arah menyiksa.
Kalian berdua benar sekaligus salah.
Kelihatannya memang sama, tapi sangat berbeda.
Teknik ini disebut dengan nama "brain hacking."
Teknik interogasi tingkat tinggi, kau tahu?
Kau bisa mendominasi otak, jiwa, dan pikiran seseorang.
Dan bahkan mengambil alih ingatan orang tersebut sepenuhnya.
Ini teknik yang sangat berbahaya!
Jadi bajingan itu tidak ingat apa pun yang terjadi kemarin?
Tergantung pada apa yang Ibu kalian inginkan.
Fabrikasi, distorsi, bahkan menghapus.
Segalanya mungkin terjadi.
Dia bisa membuat bajingan itu lupa
atau membuatnya mengingat kejadian kemarin selamanya.
Wow.
Serius?
Bagaimana mungkin?
Ayolah.
Kalian mengingat kejadian kemarin dengan jelas, bukan?
Kalau bukan karena video ini, kalian akan hidup dengan ingatan itu!
Yah...
Melegakan, bukan?
Ya.
Apa?
"Melegakan" apanya?
Caranya tidak penting!
Bagaimana cara dia melakukan teknik itu?
Kita akan membahasnya satu per satu.
Kalau semuanya diberi tahu sekaligus, kalian tidak akan percaya atau paham.
Kakek!
Kau sudah pulang. Bagaimana hasilnya?
- Bagus. - Oke.
Berjalan dengan baik.
Apa anak-anak sudah melihat videonya?
Ya.
Kalian bisa terlambat.
Pergilah ke sekolah.
Kita akan membahas ini nanti.
Pergilah.
Kerja bagus.
Pergilah.
Kau mau bagaimana nanti?
Bukannya sudah jelas?
Tangkap si Jae-gon dan selesaikan urusan kita dengan dia.
Tidak, maksudku soal wanita itu.
Ayolah, dia ibu kita, bukan "wanita itu".
Dia bukan ibu kandung kita.
Hei, dia yang membesarkan kita. Berarti dia ibu kita.
Melahirkan kita itu tidak penting.
Sialan.
Serius, kau sudah tahu soal itu?
Ya.
Aku pernah melihatnya saat masih kecil.
Tolong!
Tolong aku, kumohon!
- Tolong aku! - Dasar jalang!
Kau mau pergi ke mana?
Dasar jalang!
- Tolong! - Kau ingin mati?
Kemarilah!
Sayang...
Aku tidak tahu kalau kejadian itu pernah terjadi,
atau semacam brain hacking.
Apa pun itu, aku tidak bisa sepertimu dan menganggap semuanya bukan apa-apa.
Coi, kau ini kenapa, sih?
Kenapa kau selalu jahat ke ibu?
Dia membuatku kesal, karena itu!
Keluarga aneh macam apa yang melarang kita punya buku tahunan sekolah,
apalagi foto keluarga?
Foto itu overrated.
Dari sudut pandangku,
kau cuma mencari alasan untuk membenci Ibu.
"Alasan"?
Kau lihat kan kalau wajahnya tetap santai saat melakukan semua hal gila itu.
Setiap saat aku melihat wajah itu...
Itu alasanku selalu marah.
Bagaimana pun juga, urus saja masalahmu sendiri.
Dan aku akan...
mengurus masalahku sendiri.
JENITH HOTEL
TOKO SERBA ADA, MOTEL
Halo, semuanya.
Ini acara pembukaan perdana kami dan kalian semua diundang!
Klub Malam Shinara.
PENJUALAN PEMBUKAAN KEMBALI BESAR-BESARAN Ayo masuk!
Kami membagikan brosur di sana.
Dapatkan hadiahnya dan masuklah!
"Minuman keras"?
KLUB MALAM SHINARA
Permisi, pastor.
Begini...
Kau tidak menganggap kalau hilangnya Saudari Lee punya keterkaitan dengan kasus-kasus yang
membuat kota mempertimbangkan untuk membatalkan rencana pengembangan.
Maaf? Apa maksudmu?
Kau tahu, si Doom-veloper.
Pembunuh berantai psikopat itu.
Aku penasaran apa saudari Lee...
Kau tahu, aku khawatir soal dia.
Oh, aku...
Maafkan aku, pastor.
- Diaken Joe. - Ya.
Kau pasti sibuk dengan urusan duniawimu.
Nah, ada masalah dengan anakku kemarin—
Kyu-tae kenapa?
Maksudku, ada apa dengan anakmu?
Dia tidak enak badan.
Jadi dia beristirahat di rumah.
Putramu dan Saudari Lee Yu-jin
adalah anak Kristus dan keluarga kita.
- Amin. - Aku tahu kau merasakan hal yang sama
jadi banyak-banyaklah berdoa untuk dia.
Amin. Ya, aku harus berdoa.
Aku akan berdoa, pastor.
Kau mau kemana?
Anjing pastor sakit dan dirawat di rumah sakit hewan.
"Rumah sakit hewan"?
- Yang baru buka? - Ya.
GRAND OPENING PEMERIKSAAN GRATIS
Hei, masuklah, pastor.
Kau juga ada di sini, Makelar Oh.
Aku baru pertama kali melihat istrimu.
Kau masih terlalu muda untuk menjadi seorang ibu!
Senang bertemu denganmu. Aku Oh Gil-ja, Diakones Gereja Aspirasi.
Oke.
Tanganku kotor.
Tanganku sendiri juga tidak begitu bersih.
Aku mengerti, aku sudah sering menyentuh anjing.
Kau pemalu, ya? Sama seperti kucing.
Aku bisa memperbaikimu.
Nah, bagaimana dengan Simbok?
Kondisinya sudah jauh lebih baik sekarang, tapi dia kurang bersemangat hari ini—
- Hei, dia pasti di sini! - Makelar Oh, bukan!
- Di sini! - Kau tidak bisa masuk ke sana!
Ayo, sini.
Kondisinya jauh lebih baik daripada sebelumnya.
Aku membahas soal Simbok.
Tapi, dia harus tinggal di sini beberapa hari lagi sampai bisa pulih sepenuhnya.
Luka yang dia derita cukup dalam.
"Luka"?
Maksudmu dia terluka, bukan sakit?
Lukanya ada banyak.
Kau tidak tahu?
Ini pasti kandangnya.
Ya.
Astaga, semuanya berkarat!
Ini tidak sehat!
- Kenapa ditutup? - Jangan.
- Tidak, bukan begitu. - Memangnya apa lagi?
Tidak, itu...
Ya, maksudku...
Ya.
Tadi malam, Kyu-tae pergi ke rumah itu dan pulang dalam keadaan aneh.
Tunggu.
Apa kalian memperlakukan hewannya dengan cara yang buruk?
Apa maksudmu?
Aku sendiri yang membesarkannya, aku tahu!
Apa kalian mengurung hewan-hewan yang tidak bersalah
- Ayolah. - dan menyiksa mereka?
Ini rumah sakit untuk hewan. Kami tidak akan pernah melakukan itu!
Biar kulihat! Biar kulihat apa yang ada di dalam sana!
- Tidak, tidak, tolong. - Biar kulihat!
Apa ini?
Kosong.
Benar.
Kandangnya kosong.
Tapi kenapa?
Oh.
Pastor, ya ampun.
Astaga.
Intinya, aku lega melihat Simbok sudah baikan.
Aku yakin dia berada di tangan yang tepat sampai sembuh.
RUMAH SAKIT HEWAN PAWFECT HAVEN
"Pawfect Haven"?
Pawfect, Haven...
Lebih cocok kalau disebut bahaya.
Oh, benar juga.
Anak kalian kembar, kan? Anak-anak itu seperti apa?
"Anak-anak"? Oh, maksudmu anak kami?
Mereka cuma anak-anak biasa.
Benar.
Mereka pasti sering membuat masalah.
Kirimkan mereka ke klub belajar gereja kami. Aku akan mengubah mereka menjadi siswa teladan.
Tidak ada anak yang terlahir patuh!
- Mereka membutuhkan kedisiplin— - Apa?
Anak-anakku,
sudah baik dari lahir.
Oke, tentu.
Baiklah.
Tapi baik saja tidak cukup.
Mereka harus ikut membantu di rumah.
Wah, jantungku hampir copot.
Jadi, apa kau yang melepaskan dia?
Tidak, bukan aku.
Masa?
Jadi? Dia melarikan diri?
Yeong-su, bagaimana kalau kita berkemas?
Dia akan menelepon polisi.
Dia pasti sudah melakukannya kalau memang mau. Dan polisi pasti sudah berada di sini.
Dia tidak melarikan diri, dia dilepaskan.
"Dilepaskan"? Siapa yang melepaskannya?
Siapa lagi?
Ji-hoon atau Ji-woo.
Aku tidak bisa menghubungi Kyu-tae.
FucKyu-tae kenapa?
Dia baik-baik saja, kan?
Setelah semua perbuatan yang dia lakukan padamu, kau malah mengkhawatirkan si brengsek itu, dan bukan aku?
Kau naksir dia, ya?
Maaf!
Maaf, aku refleks tadi.
Baiklah.
Ayo pacaran.
- Mulai hari ini. - Apa?
Mulai apa?
Karena kau menyukaiku, aku akan mencoba untuk menyukaimu juga.
Dasar gila.
Kupikir kau cuma pecundang, ternyata malah orang gila.
Lihat.
Aku tidak bisa menghapus semua fotomu, tapi aku menyembunyikannya.
Aku menanam malware. Kalau ada yang menemukan fotomu...
- Akun mereka bakalan meledak. - Masa?
Kau tidak gila, kau jenius!
Kalau untuk Kyu-tae, biar ibuku yang mengurus dia.
Tidak, ibuku mengobatinya, jadi jangan khawatir.
"Mengobati"?
Ibuku dokter hewan. Kami punya rumah sakit hewan.
Kau kan bilang kalau dia itu binatang.
Wow, aku sekarang tahu alasanmu suka sekolah ini.
Apa ini? Cinta baru bersemi?
Hei, Ji-woo. Aku Min-jung, Kwon Min-jung.
Semoga kita bisa berteman.
Terserah.
Apa?
- Kau mau kakimu yang patah kali ini? - Bukan, bukan itu.
Ketua OSIS mau bertemu denganmu.
Baek Ji-woo!
- Aku dengar kau mengalahkan Kyu-tae. - "Mengalahkan"?
Payah sekali.
Kau mau jadi gangster, ya?
Aku mulai kesal dengannya. Dia sudah kelewat batas.
Terima kasih karena sudah mengurus dia.
Terima ini.
Ini hadiah untuk kerja kerasmu.
Aku membuka rekening atas namamu dalam bursa mata uang kripto.
Jalankan tugasmu dengan baik,
kau akan mendapatkan penghasilan tetap setiap bulan, seperti jarum jam.
Jadi maksudmu,
kau bos yang sebenarnya menguasai sekolah ini.
Dan aku cuma seorang pekerja yang mendapatkan gaji?
Tidak.
Kau bakal jadi punggawa sekolah.
Aku cuma seseorang yang berurusan dengan operasi di sini.
Anggap saja seorang manajer.
Terserah kau saja. Keluargamu pasti punya koneksi di mana-mana.
Tidak juga.
Keluargaku hanya berada di tingkatan yang berbeda.
Kenapa?
- Kau tidak mau menerima ini? - Yang benar saja!
Siapa yang berani menolak uang?
Terima saja. Menghasilkan uang itu menyenangkan.
Jangan buat masalah.
Kukira dia cuma bajingan, ternyata dia bajingan kelas atas.
Lebih baik kalau begini.
Aku malah khawatir kalau dia cuma bajingan biasa.
Sekarang bagaimana?
Bukannya sudah jelas?
Aku akan menyingkirkan dia.
Dan menguasai sekolah ini.
Gebleg.
Hentikan cosplay psikopatmu. Dasar payah.
"Cosplay" apanya?
JALUR GUNUNG KUMSUAK
Aku di Kumsu-ro. Bagaimana dengan pencarian kendaraan?
Tidak perlu. Tersangkanya sudah ketahuan dari kamera keamanan.
Lee Dong-min.
KAMERA KEAMANAN JEJAK KUMSU-RO
Itu kau, kan?
Hei!
Dong-min, tali sepatumu longgar. Ikat tali sepatumu dulu.
Jadi katakan padaku, sobat. Kau bisa mengemudi?
Kau punya kendaraan?
"Kendaraan"?
Tidak.
Aku gagal ujian SIM.
Ah, aku mengerti.
Katakan padaku, apa kau mengikuti gadis ini sampai ke atas gunung?
Ya.
Permisi.
Ponsel.
Ponsel.
Pon... ponselmu.
Ponselmu!
Aku mencoba untuk memberikan ponselnya.
Aku sudah menunggumu, Yu-jin.
Hah?
Ayo pergi. Aku akan mengantarmu ke rumah.
Tunggu.
Pacarnya memanggil dia dengan sebutan apa?
PEMBUNUH BERANTAI DI ZONA PENGEMBANGAN MEMBUNUH KORBAN KELIMA
KOTA KUMSU 15 JULI, MENINGGAL, DI TEMPAT TIDURNYA DI RUMAH
HAN SU-JIN, 11 AGUSTUS 2021 KOTA GACHEON, TANGGA APARTEMEN
Aku sudah menunggumu, Yu-jin.
Terima kasih.
Tapi kau tahu namaku dari mana?
Kebetulan sekali.
Tidak ada yang namanya kebetulan.
Apa?
Dasar bajingan sialan.
RUMAH SAKIT HEWAN PAWFECT HAVEN
Ini ulahmu, kan?
Maksudnya? Apa pun itu, bukan aku.
Berarti ini ulahmu, Ji-hoon? Apa kau yang melepaskan dia?
Melepaskan siapa?
Berarti ini ulahmu, Ji-woo. Siapa lagi?
Jangan sembarangan menuduh!
Cukup!
Lihat diri kalian.
Kurangnya komunikasi adalah hal yang serius.
Dan kita menyebut diri kita sebagai keluarga?
Oke, mulai sekarang...
Masing-masing dari kalian cuma boleh mengajukan satu pertanyaan.
Pertama, Ji-woo.
Kau ini apa?
Di mana kau mempelajari keterampilan mengerikan itu?
Dan kenapa kau melakukan ini?
Kakek bilang setiap orang cuma bisa mengajukan satu pertanyaan.
Jadi, pilih antara "di mana" dan "kenapa".
Hah?
"Kenapa"?
Supaya kalian tetap aman.
Apa? Yang benar saja.
- Aku tidak pernah memintamu melakukan itu! - Oke.
Selanjutnya, Ji-hoon.
Apa aku bisa mempelajari teknik itu?
Tidak, cuma ibumu yang bisa melakukannya.
Selanjutnya, Chul-hee.
Ji-woo, kau benar-benar tidak melepaskan orang itu?
Melepaskan siapa? Maksudmu apa, sih?
Tunggu, berarti dia kabur?
Jadi, bukan Ji-woo!
Selanjutnya, Yeong-su.
Hah? Yah...
- Um... - Itu pertanyaanmu?
Tidak, aku memberi pertanyaanku pada Ji-woo.
Benarkah?
Oke, Ji-woo. Tanyakan yang lain.
Kau ini sebenarnya siapa?
SATU PIKIRAN
Usiaku mungkin masih lima atau enam tahun?
Aku tidak begitu yakin, tapi...
sejak masih kecil, aku dibawa pergi ke Pelatihan Khusus
untuk mendapatkan pelatihan.
"Pelatihan"?
Maksudmu tentara?
Di awal, kami memulai sebagai tentara.
Namun, seiring berjalannya waktu...
kami dioper-oper ke badan intelijen, dari KCIA hingga ANSP.
Kejadian itu baru berhenti
saat Kim Il-sung dan Kim Jong-il meninggal dunia...
Mata-mata, Pemecah Masalah, Teknisi,
kami memiliki berbagai macam julukan, tapi tidak pernah memiliki nama resmi.
"Pemecah masalah"? Masalah seperti apa?
Kami mendapatkan jawaban untuk orang-orang yang membutuhkan jawaban.
Dan kami menyiksa...
orang-orang yang pantas disiksa.
Tapi ibu kalian,
dia bertekad agar kalian tidak menjalani kehidupan seperti yang dia jalani.
Jadi, saat ibumu masih seusia kalian, dia menggendong kalian dan melarikan diri.
Mempertaruhkan nyawanya sendiri.
Kami?
Karena alasan tertentu,
berbeda dengan kami,
kalian sudah ditempatkan di tempat itu saat masih bayi.
Young-hee!
Young-hee, kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Bangunlah.
Young-hee.
Sepertinya ada yang tidak beres dengan ayahku.
Kau duluan saja.
Chul-su!
Jangan pergi.
Aku sudah berjanji.
Aku akan menjagamu dari bahaya, sampai akhir.
Aku akan...
Tidak, Ibu akan menjemput Ayah. Tunggu di sini sebentar.
Jangan khawatir.
Aku akan menjaga kalian dari bahaya, sampai akhir.
Aku berjanji.
Karena aku ibu kalian.
Jadi,
kita semua kabur dari tempat itu
dan sekarang dalam pelarian?
Kita tidak bisa menggunakan ponsel pintar, media sosial,
dan bahkan tidak bisa berfoto,
karena kita buronan?
Karena mereka mungkin akan menangkap kita?
- Tapi itu— - Ya, kau benar.
Ini semua salahku.
Maafkan aku.
Kau minta "minta maaf"? Mereka seharusnya berterima kasih padamu.
Oke, sekarang giliranku.
Yang penting bagi keluarga ini sekarang adalah masa kini, bukan masa lalu.
Orang itu.
Entah dia melarikan diri, atau dilepaskan,
setiap anggota keluarga ini
harus bersatu dan menyatukan pikiran.
Kita harus satu pikiran dan menyelesaikan masalah ini.
Halo?
- Ini aku. - Siapa?
Sialan, ini aku.
"Aku," ini siapa?
Orang yang kau hajar, seret, dan kurung seperti anjing.
Jangan bilang kau sudah lupa dengan suaraku?
Bagaimana mungkin?
Katakan padaku, bagaimana caramu bisa keluar?
Menurutmu itu penting?
Yang benar-benar penting adalah,
aku melihat semua hal yang dilakukan istrimu.
Apa maksudmu?
Kau pikir aku cuma melihatnya saja?
Aku merekamnya, sebagai bukti.
Kau merekamnya?
Berarti kau akan melihatnya.
Apa ini?
Apa? Tidak mungkin.
- Apa? - Apa lagi?
- Kau melihatnya, kan? - Diam!
Aku merekamnya saat kalian mengurungku!
Intinya, tunggu saja pembalasanku atas perbuatan kalian.
Pertama, lihatlah hadiah yang kuberikan untukmu.
Dan hubungi aku di nomor ini.
Apa ini?
Perasaanmu benar.
Syurkulah, dia bukan sekadar bajingan brengsek bermulut lebar.
"Syukurlah"?
Yeong-su, bisa-bisanya kau mengatakan itu dalam situasi seperti ini?
Sekarang kau sudah tahu siapa aku?
KETUJUH, SHIN JI-EUN 7 DESEMBER 2021
Kau ketakutan?
Tidak.
- Kau ini siapa, sih? - Apa?
Kau masih belum mengerti?
Kau tahu berapa banyak klub penggemar dan pengikut yang kumiliki?
PEMBUNUH BERANTAI TELAH MEMBUNUH SEMBILAN KORBAN SEJAUH INI
"Pembunuh berantai yang sejauh ini telah menewaskan sembilan korban."
Tidak, korbannya sudah jadi sepuluh sekarang.
A.k.a. Doom-veloper.
Itu aku.
Kau ini Doom-veloper, ya?
Masa? Tidak mungkin.
Halo?
"Tidak mungkin"?
Reaksinya kenapa random begitu?
Maksudku, ini ciri khasnya.
Tapi, baik mayat ini
atau pun bajingan itu
sama-sama tidak memiliki tanda.
Bagaimana pun juga, dia tidak akan bisa menghubungi polisi.
Syukurlah.
Benar juga.
Tapi, dia harus kita apakan?
Kita sudah tidak bisa menyembunyikan sesuatu dari anak-anak mulai sekarang.
Seperti yang dikatakan ayah,
kita harus bersatu sebagai sebuah keluarga dan menyatukan kepala.
Tunggu apa lagi?
Kita harus menelepon polisi sekarang juga!
Lalu apa? Mengakui kalau kita mengurung dia?
Kenapa kau mengurung orang yang tidak bersalah...
Tunggu, bajingan itu kan bersalah.
Baek Ji-woo! Bahasamu!
Kita harus apa?
Kita tidak bisa meninggalkan mayat di luar sana begitu saja.
Kakek.
Kita juga membersihkan jejak si pembunuh.
Apa yang bisa kukatakan?
Lupakan orang itu. Fokuslah pada korban yang malang dan kita.
Cepatlah.
Oh, tidak.
- Mobilnya tidak mau menyala? - Tidak.
Sialan.
Bagaimana kalau kita memanggil mobil derek?
Apa, supaya semua tetangga tahu?
Lupakan saja, kita semua harus mendorong mobil ini.
Mendorong mobil ini?
Kita semua?
Tidak, anak-anak tidak boleh.
Kenapa tidak? Kami kan bagian dari keluarga ini juga. Kita semua harus bersatu.
Itu benar. Kita tidak melakukan kesalahan.
Jangan khawatir, aku sudah menghapal semua lokasi CCTV.
Aku punya kartu rahasia untuk keadaan darurat seperti ini.
Ambil posisi!
Ya, Pak!
Yang benar saja, kenapa sekarang malah hujan?
Aku basah kuyup padahal pakai kostum anjing. Semua ini salah ayah!
Sudah kubilang, kita seharusnya memanggil polisi!
Kau tahu apa yang orang-orang selalu katakan, tidak ada perbuatan baik yang tidak mendapatkan pembalasan.
Kostum ini tidak tahan air.
Tunggu!
Sekarang apa lagi?
Buka bagasinya.
Bagasi? Kenapa?
Astaga.
Hidupnya yang singkat berakhir secara tragis.
Dia harus merasa sedikit lebih nyaman
sebelum bisa meninggalkan dunia ini.
Polres Kumsu
Apa ini?
DIA KORBAN PEMBUNUHAN TOLONG KEMBALIKAN KE KELUARGANYA
Nona Lee yang berusia 26 tahun telah dinyatakan hilang
di Gunung Kumsuak sejak tanggal 15,
dan mayatnya ditemukan hari ini.
Orang-orang melihat kesedihan keluarga korban yang malang,
dan menemukan ketenangan karena mayat putrinya setidaknya masih bisa ditemukan.
Tetapi pada saat yang sama merasakan kemarahan terhadap perilaku menyimpang para pelaku,
yang membawa jenazah ke kantor polisi dengan mengenakan kostum lucu sambil menampilkan pertunjukan.
Dasar tolol.
Mereka memang agak goblog!
Orang gila macam apa yang membunuh seseorang
dan membawa mayatnya ke kantor polisi?
Kalau sarapannya sudah selesai, berangkatlah ke sekolah.
Sampai nanti.
Kan?
Lihatlah betapa menyenangkannya saat keluarga bersatu.
Baiklah.
Tidak ada yang akan terjadi.
Kenapa?
Padahal kupikir kau mau sesuatu terjadi.
Hah?
Apa maksudmu?
Bukan Ji-hoon yang melepaskan orang itu, itu ulahmu.
Dasar tolol.
Kenapa kau kikuk begitu?
Pergilah sebelum matahari terbit.
Diterjemahkan oleh 8uckminsterfullerena Dukung saya di: trakteer.id/8uck314 Jangan main judi online
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.