Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"PIKIRAN ADALAH TEMPATNYA SENDIRI,
DAN DI DALAM DIRINYA BISA MEMBUAT SURGA DARI NERAKA, NERAKA DARI SURGA"
JOHN MILTON, PARADISE LOST
TAHUN 1996 BATALYON PELATIHAN KHUSUS
PUTRI YANG DIBESARKAN DENGAN BAIK SETARA DENGAN SEPULUH PUTRA
Berbaris!
Berbaris! Bangun!
Bangun!
Kalian semua ditelantarkan.
Ditelantarkan oleh orang tua yang melahirkan kalian,
dan oleh dunia ini.
Tidak akan ada keluarga lain di luar tembok ini yang akan merangkul kalian.
Mulai sekarang, tempat ini adalah rumah kalian dan aku adalah ibu kalian.
Tenang dan dengarkan baik-baik.
Ini suara anak-anak di luar sana yang sekarat setiap malam,
yang juga ditelantarkan seperti kalian.
Jadi, jangan pernah berpikir untuk melarikan diri.
Melarikan diri bukan hanya mustahil,
tapi meskipun kalian bisa,
satu-satunya hal yang menunggu di luar sana adalah penderitaan yang lebih banyak.
Family Matters
Berita selanjutnya.
telah membunuh 9 korban,
a.k.a. The Doom-veloper,
memperingatkan bahwa akan ada korban ke-10.
Dia hanya melakukan kejahatan
terhadap perempuan yang tinggal di zona pengembangan khusus...
"FAKTA" YANG ADA DI DALAM CERMIN TAMPAK LEBIH DEKAT DARIPADA KELIHATANNYA
... pihak berwajib di Gyeonggi-do telah menunda rencana pengembangan.
Sementara identitas pembunuh berantai dengan jumlah pengikut yang banyak ini masih menjadi misteri...
Ada bau aneh di dalam mobil.
Kualitas udaranya pasti jelek.
Dengar.
Berusahalah untuk tidak menarik perhatian di sekolah yang baru.
Kalau ada yang berkelahi,
anggap saja kalau mereka stres ingin masuk ke perguruan tinggi
karena sekarang sudah SMA.
Kalian mengerti maksudku, kan?
PARADISE LOST
Omong kosong.
Memangnya cuma mereka saja yang SMA
dan mereka berdua ini masih SMP.
Ayah, tolonglah!
- Maksudku begini— - Maksudku begini
selesaikan ceramahmu.
Atau kau bisa membantuku melakukan ini.
Orang tua lain bakal bilang kalau ini lebih baik daripada dipukuli.
Ya, kalau kau anak orang lain—
Di sekolah yang baru,
berusahalah untuk menahan diri sebisa mungkin.
- Setelah itu— - Berarti aku bisa dapat smartphone?
Bukan, laptop.
Payah. Umurmu berapa, sih ? 10?
Jangan pedulikan soal itu.
Bagaimana kalau kesabaran kami sudah habis?
Kalau kalian sudah tidak tahan lagi...
Bawa masalahmu pulang.
Ibu yang akan mengurus semuanya.
Daripada kalian ribut-ribut,
mending ibu saja yang menangani semuanya.
Fokus ke jalanan!
Awas!
RUMAH SAKIT HEWAN PAWFECT HAVEN
Rahangmu terdislokasi, Man-joong?
Kau begadang semalaman untuk berpesta?
Mana ada.
Satu-satunya pesta yang kuhadiri tadi malam adalah pesta untuk mengasihani diri di kantor,
dan aku mau berhenti.
- Kenapa kau masih di sini? - Kasus baru.
Doom-veloper?
Tidak, bukan dia!
Kau selalu membawa bajingan itu bahkan untuk kasus sepele.
Kasus orang hilang.
Atau bisa juga kasus kabur dari rumah.
Astaga.
Namanya Lee Yu-jin. 26 tahun.
Ibunya melaporkan kalau dia hilang tadi malam,
dan smartphonenya ditemukan pagi ini
oleh pendaki di Gunung Kumsuak.
Menurutku dia menghabiskan waktu sepanjang pagi untuk mencari putrinya di gunung
setelah menerima panggilan kalau kita menemukan smartphonenya.
Dia mengkonfirmasi kalau wanita itu adalah putrinya,
tapi pria ini mengikutinya...
CCTV KUMSU-RO
Bu.
Belum ada yang bisa dipastikan,
jadi jangan langsung mengambil kesimpulan.
Tidak.
Aku yakin dia berada dalam masalah.
Kau punya alasan untuk meyakini itu?
Dia putriku. Seorang ibu tahu soal ini.
GRAND OPENING PEMERIKSAAN GRATIS
RUMAH SAKIT HEWAN PAWFECT HAVEN
Keren! Ini gelang persahabatan, ya?
Tunggu, bukan.
Apa ini? Kau bisa membunuh orang lain dengan ini.
Persahabatan tidak selamanya bisa mengubah kepompong menjadi kupu-kupu.
Jadi maksudmu,
kalau ada yang memulai perkelahian, lancarkan pukulan duluan?
- Sangat keras? - "Memulai perkelahian"?
Kalau itu terjadi,
gunakan saja pisau tanganmu dan incar tenggorokannya!
Ayah.
Aku berangkat.
- Setidaknya habiskan susunya! - Tidak, terima kasih.
Ji-hoon!
Dengar.
Kau tahu kalau kau ini anak yang baik, kan?
Aku akan membelikanmu laptop,
jadi kalau ada apa-apa di sekolah, beri tahu aku, oke?
Aku pamit.
Kakek.
- Aku pamit. - Kendalikan kekuatanmu.
"Putra yang baik"? Omong kosong.
- Nah, kau juga— - Jangan pedulikan itu.
Sudah kubilang berhentilah memainkan peran ibu.
Kau bahkan bukan ibu kandungku.
Jadi katakan padaku.
Kenapa kau kembali ke kota ini?
Kau tidak pernah tinggal di tempat yang sama selama lebih dari 2 tahun.
Untuk menyembunyikan jejakmu dari mereka,
kau tidak pernah membeli buku untuk akun Facebook
apalagi smartphone.
Kau tidak memerlukan buku untuk membuat akun Facebook.
Apa? Kau benar-benar tidak tahu.
Bagaimana caranya membuat facebook kalau bukunya tidak ada?
Bagaimanapun juga, anak-anak sudah semakin besar.
Memangnya berapa lama lagi kau bisa menyimpan rahasia itu?
Contohnya, kecelakaan kemarin.
Pantas saja Ji-woo bertingkah seperti itu.
Bagaimana kalau kau duduk dengan Ji-woo dan menyelesaikan masalah ini...
Kita bisa memanfaatkan kesempatan ini
untuk menjelaskan pada mereka tentang hakikat keluarga ini
dan menyelesaikan masalah ini.
Hei!
Ini.
Tiger, ayo makan.
Begitu, dong.
Bagaimana dengan anak-anak? Mereka sudah berangkat?
Aku melihat Ji-woo mengomelimu lagi.
Gadis itu pengacau.
Tidak ada yang salah dengan dia.
Kalau ada yang salah, berarti itu kita.
Yo.
Kau pasti Baek Ji-hoon. Aku sudah mendengar banyak hal soal dirimu dari para guru.
BAEK JI-HOON
Kau.
Jadi, kau anak baru?
Kembaranmu mana?
Intinya, senang bertemu denganmu.
Namaku Joe Kyu-tae, cara bacanya "Fuc Kyu-tae."
Aku yang bertanggung jawab atas persaudaraan dan harmoni di sekolah ini,
semoga saja kita bisa akur.
Hei, Dokter.
Ini Makelar Oh, Kumsu Realty. Mana komisiku?
Aku barus saja mengirimnya.
Masa?
Kapan...
Halo?
Halo?
Halo?
Astaga, apa...
- Makelar? - Ya.
Dia selalu menutup telepon setelah mengatakan bagiannya.
Dia bilang apa?
Yah, dia bilang tuan tanah kita seorang pastor
dan dia punya anjing yang mulai menggigit...
Seperti itulah.
Siapa yang menggigit siapa?
Hei, lepaskan dia!
Lepaskan dia!
- Tahan! - Dasar bajingan!
Dasar bajingan sialan!
Berhenti, sudah cukup. Kau akan membunuhnya.
Aku akan membunuhnya!
- Sudah kubilang, cukup! - Kenapa?
"Kenapa"?
Kau pasti sudah gila.
Matamu tidak usah melotot begitu.
Sudah lama sekali sejak kita punya produk baru.
Kita tidak ingin merusak dan mengembalikannya, kan?
Kita harus menjaga dan bersenang-senang dengannya.
Perkataanku benar, kan, sobat?
Astaga.
Tuan, hari pertamamu luar biasa sampai-sampai kau dihajar habis-habisan.
Beristirahatlah sebanyak mungkin, oke?
Ayo pergi.
Serang tenggorokannya!
Dia ternyata cuma pecundang?
Yah.
Ada wajah yang tidak asing lagi di sini. Aku sudah pernah melihat tipemu sebelumnya.
Apa?
Ini anjing jenis belgian shepherd.
Mukanya garang, tapi lebih lembut dari perkiraanmu.
Tentu saja, kau tidak bisa menilai seorang pria dari penampilannya.
Mukamu tidak asing, jadi sepertinya aku pernah melihatmu di tempat lain.
Oh, kau membicarakan soal aku?
Ada yang bisa kubantu?
Yah...
Sepertinya Diaken Oh memanggilmu.
Kau pasti si tuan tanah yang perkasa.
Aku sudah mendengar banyak hal tentangmu.
Tuan tanah? Tidak, ini bukan milikku.
Ini aset gereja, kontribusi untuk membangun gereja suci baru.
Oh, begitu.
Kau memang saleh.
Pantas saja mukamu tidak asing.
Jadi, dia pasiennya?
Ya.
Sudah ada seminggu
dia kehilangan nafsu makannya dan merasa sedih.
Beberapa hari yang lalu, dia tiba-tiba mulai menggigit.
Nama?
Yoon Myung-hwan.
Tidak, maksudku nama dia.
Oh, kupikir...
Simbok.
Simbol?
Apa dia melambangkanmu?
Pendeta yang menggembalakan kawanan domba?
Tidak, tidak.
Namanya "Simbok," dan artinya "untuk dipenuhi dengan karunia Tuhan."
Permisi.
Haleluya, ini Pendeta Yoon—
Apa?
Siapa yang menghilang?
Oke.
Oh, begitu.
Aku akan segera pergi ke gereja.
Oke.
Maafkan aku.
Ada hal mendesak di gereja.
Kau bisa mempercayakan dia pada kami. Kami akan memeriksanya dan menghubungimu.
Oke. Tolong jaga dia baik-baik.
Tapi ruangan untuk anjing sudah penuh.
Kita harus apa?
Selesaikan bongkar barangnya. Kau mau ke mana?
Dasar bodoh.
Untuk memperbaiki masalah itu, ada beberapa persiapan yang harus kita lakukan.
Apa yang kau lakukan?
Astaga, kau membuatku takut.
Seperti yang kau lihat, aku mengambil fotomu.
Sial, lihat postur tubuh dan ekspresi itu!
Foto ini terlihat menjanjikan.
Hapus, atau aku akan membunuhmu.
Kudengar kalau kalian kembar, tapi muka kalian kok beda.
Aku akan menghapusnya kalau kau memenuhi persayaratanku.
Kita harus mengikuti satu sama lain.
Astaga.
Ini ponsel kuno!
- Kau tidak punya sosmed? - Sudah kubilang, hapus.
Ibumu pasti orang tua helikopter yang luar biasa.
Ibuku juga.
Omong kosong.
Mereka bilang kalau dia menghajar seorang pembully sampai-sampai dia di-D.O,
kukira dia bajingan.
Benar-benar klise.
Kenapa kita selalu dapat kabar palsu soal murid baru?
Sial, dasar pecundang.
Padahal mukanya sangar.
Lihat tangannya.
Dasar pecundang.
Dasar brengsek.
Kembali ke kelasmu.
Fuc Kyu-tae.
Jangan kelewat batas, oke?
Baik, ketua OSIS.
Hei.
Kau punyaku, jadi bersemangatlah.
Sial.
Kota ampas lagi.
JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN CCTV MEREKAM
PELUNCURAN KOMITE PENGEMBANGAN
TOKO HARDWARE TOKO BUKU, TEMPAT PARKIR
- Katakan. - Hei.
Aku ada di rumah Lee Yu-jin.
dan tempatnya bersih.
Tidak ada tanda-tanda masuk secara paksa.
Ternyata, dia masih lajang
tidak punya kehidupan sosial selain keluarga dan gerejanya.
Tidak ada pacar, ya?
Jadi kemungkinannya cuma penculikan atau pembunuhan.
Atau bisa saja dia kabur dari rumah.
Belakangan ini, mereka bilang kalau dia jarang di rumah.
Halo?
Halo?
Apa...
Man-joong,
ini pasti Doom-veloper.
Semuanya kau bilang begitu!
Aku harus pergi.
Memangnya kenapa?
Memangnya kenapa? Kalau ada ini jadi kenapa?
Ini pengikat yang bisa digunakan siapa saja.
Tidak ada yang memotong bagian ujungnya saat melakukan pembunuhan.
Kau tahu kalau itu ciri khasnya!
Doom-veloper...
Apa mayatnya sudah ditemukan? Katamu cuma ada darah.
Kita harus menemukan tubuhnya dulu.
- Komisaris memerintahkan— - Hei!
Bagaimana kalau ini memang Doom-veloper?
Sialan.
Kenapa dia ada di wilayah hukum kita?
Bajingan itu cuma membunuh di zona pengembangan, makanya julukan dia itu Doom-veloper.
Dan mereka menunda proyek pengembangan!
Bagaimana kalau dia membunuh sebelum itu?
Dengar, aku akan menangkap orang ini.
Kau?
Hei, kenapa kau begitu terobsesi dengan dia padahal kau tidak cocok untuk kasus ini?
"Terobsesi"? Karena aku ini detektif.
Sudah tugasku untuk menangkap pembunuhnya.
Lupakan saja.
Berusahalah untuk tidak lupa daratan.
Baiklah.
Dasar...
PENGEMBANGAN KOTA KUMSU DIBATALKAN?
Sialan.
"Gunung Kumsu..."
CCTV KUMSU-RO
Aku yakin bajingan itu baru muncul dalam beberapa hari terakhir.
Bagaiamana kalau aku mengumpulkan daftar orang-orang yang baru saja pindah?
Tidak, dia kemungkinan tidak punya alamat permanen.
Dia butuh kendaraan untuk membuang mayat.
Lebih mudah menemukan mobil daripada menemukan seorang pria.
Itu benar.
Satu-satunya jalan untuk memasuki kota cuma lewat Kumsu-ro.
Benar.
GEREJA ASPIRASI KUMSU
Putriku Yu-jin
hanya pergi ke gereja dan rumah.
Kau tahu itu, Pastor.
Ya, tentu saja.
Aku tahu.
Dengan pembunuh berantai yang berkeliaran di jalanan,
aku sangat khawatir.
Malam ini, agar Saudari Lee Yu-jin bisa kembali ke gereja dengan selamat,
kita akan melakukan doa khusus.
- Diaken Oh. - Ya.
Pastikan semua orang di gereja menghadiri kebaktian.
Baik, Pastor.
Si bajingan kecil itu mau apa?
Doa malam khusus agar Lee Yu-jin bisa pulang dengan selamat?
Mereka bilang ada gadis dari gereja yang hilang.
Apa maksudmu "hilang"?
Tunggu.
Kau tidak menganggap...
Doom-veloper sialan itu ada hubungannya dengan ini, kan?
Siapa tahu?
Mungkin dia salah satu jalang yang kau kenal.
Siapa, aku?
Jangan konyol.
Mataku cuma untukmu, kau tahu itu.
Mana ada! Anjing tidak bisa berhenti makan kotoran.
Hidungmu itu sudah menyelam di antara para gadis.
Astaga, lihat dua sejoli ini.
Diamlah. Bagaimana denganmu?
Kapan dia akan menjual gedung klub malam?
Aku sudah mencari tahu siapa pemiliknya,
dan dia ternyata teman dari mantan anggota gengku.
Teman, sepupu 2 kali, tidak ada artinya.
Kau takut?
Mana ada.
Aku cuma bilang kalau preman juga punya kode etik.
Kode etik, mata lu meledak.
Kalau kau terus berpegang pada kode etikmu di dunia,
bagaimana caramu bisa membangun kerajaan tuhan?
Tidak bisa. Haleluya.
Kerajaan apa?
Karena ada orang gila sialan,
proyek pengembangannya bakal dibatalkan.
Tidak, Pak Joe.
Mereka cuma menampilkan pertunjukan karena protes masyarakat,
tapi masalah ini akan segera mereda.
Kau yakin soal itu?
Aku sama sekali tidak bisa mempercayai intelmu.
Yang bisa kau lakukan cuma makan seperti babi.
Kau bukan siapa-siapa, pecundang.
Sekarang kau punya restoran yang terlalu bagus untukmu
dengan ikan pari yang tidak pantas kau dapatkan
dan semua orang memanggilmu bos.
Kau harusnya berterima kasih pada siapa, Tuan Joe sialan?
Maksudmu ini semua berkat bantuanmu, Oh Gigil-ja?
Tidak mungkin.
Ini semua berkat Yesus Kristus!
Yesus menyertaimu.
Dia bersama kita semua.
Jadi, ayo berkontribusi untuk tujuan ini dan mengumpulkan dana untuk membangun gereja suci!
- Amin! - Amin!
Tunjukkan cinta kita pada Bapa yang mahakuasa di surga!
- Haleluya! - Haleluya!
Mari kita berdoa dengan penuh rasa syukur!
Secara teknis, ini berkat pastor yang melakukan semua pekerjaan kotor.
Kita cuma perlu berdoa dengan sungguh-sungguh,
lalu surga akan berada di atas kita.
Kita berpegang teguh pada itu. Oke, sayang?
Astaga.
Kalau aku tidak tahu apa-apa, aku sudah pasti akan menganggap kalian sebagai orang yang kelewat religius!
Tunggu!
Seumur hidupku, aku belum pernah melakukan kebohongan dengan sengaja.
Arkade, klub malam...
Gedung-gedung ini dibeli dengan berbohong kalau kita akan membangun sebuah gereja yang kudus,
gedung-gedung ini milik kita.
Kalau pengembangan benar-benar terjadi, jackpot.
Kalau tidak, tinggalkan semuanya lalu kabur.
Haleluya yang benar-benar indah!
- Haleluya, Amin. - Ya, Amin.
Sayang. Tidak mudah untuk memanfaatkan orang lain.
Tapi di sini, kebohongan sederhana bisa membuatmu mendapatkannya.
Uangnya masuk dengan sangat cepat!
Paksakan saja dan puaskan mereka.
Lagipula tanganmu tidak akan berdarah.
Kalau kau melakukannya,
yang terjadi selanjutnya,
mereka akan memberikan pantat mereka dan memintamu untuk menjilatnya.
Maksudmu meminta untuk menciumnya.
Kau pikir itu lucu?
Intinya,
setiap kali aku keluar dari gereja,
dia membuatku kesal dengan berlagak seolah-olah dia pemilik kota ini.
Aku jadi emosi!
Aku mengerti, aku mengerti.
Bertahanlah sedikit lagi, sayang.
Sebentar lagi,
semua bajingan dan brengsek yang ada di sini,
akan tahu siapa pemilik kota ini.
Terima kasih, guru.
- Hei. - Sialan.
Kwon Min-jung?
Kau sudah tahu namaku?
Tidak.
- Itu kan ada. - Apa?
KWON MIN-JUNG
Kau melihat dadaku, ya?
Apa?
Astaga.
Kenapa kau mengikutiku?
Aku tidak mengikutimu.
Aku mau pulang.
Baiklah. Kalau begitu, selamat jalan.
Tunggu.
Kau...
Maksudku, kakakmu dalam masalah.
Kakak?
PENYITAAN
Wow, dia benar-benar datang sendirian.
Coi.
Dia di sini.
Wow.
KUMSU ARKADE
Aku bertaruh 10.000 won kau bakal muncul sendirian.
Jangan pedulikan soal itu. Aku sudah menyuruhmu untuk menghapus foto itu.
Kupikir kau menyuruhku untuk menyelesaikannya.
Gila.
Yang kukirimkan masih rancangan.
Tapi aku baru saja membuat beberapa mahakarya epik.
- Wow. - Luar biasa.
Lihat wajahnya.
Sederhana saja.
Lakukan apa yang kukatakan,
dan foto ini tidak akan masuk ke sosmed.
Sudah kubilang, aku tidak punya sosmed.
Sial, kami sudah tahu itu.
Tapi kami kan punya,
dan foto ini akan disebarluaskan sebagai bahan coli.
Sial.
Aku harus apa?
Ayo lihat.
Aku bisa meminta supaya kau memotong dagingmu,
atau mengambil organ tubuhmu dan menjualnya.
Aku cuma bercanda!
Aku bukan preman, kau tahu?
Sebagai pelajar, kita harus melakukan sesuatu
yang menguntungkan dan produktif...
- dan sesuatu yang tegak. - Dia gila.
"Sesuatu yang tegak."
Apa maksudmu, aku salah paham?
Dia adikku, bukan kakak.
Dan dia tidak berada dalam masalah, mereka yang dalam masalah.
Apa maksudmu?
Kau tidak tahu mereka semengerikan apa!
Fuc Kyu-tae...
Dia itu monster.
Kau tidak salah dengar.
Dengar apa? Apa?
Anak baru yang menghajar pelaku bullying dan di-D.O.
- Kabar ini bukan hoax. - Dia ngomongin apa, sih?
Yang dihajar bukan cuma 1 orang, tapi banyak.
Jadi, maksudmu bukan Baek Ji-hoon,
tapi kau, Baek Ji-woo
yang menghajar tukang bully itu?
Dia serius?
Nona.
Kau berharap aku mempercayai omong kosong itu?
Kau tidak perlu percaya, kau akan segera merasakannya.
Aku tidak punya pilihan.
Bajingan ini sudah gila.
Apa?
Kau mau menghajar kami juga?
Begini, kau saja yang duluan memukul.
- Wah, gadis itu galak sekali. - Kau pasti bercanda.
Memangnya aku ini pria macam apa sampai-sampai memukul gadis?
Dasar jalang!
- Bajingan. - Whoa.
Yah,
kau sudah selesai?
Belum—
- Sial. - Hei, kalian sebaiknya diam saja di sana.
Kau tidak mau kan tanganmu yang satunya lagi patah.
Kau mau semua orang tahu kalau si anak baru mematahkan tanganmu?
Kalau bajingan ini bangun,
suruh dia untuk menghapus fotoku dan tidak usah belagu.
Sial!
Kau baik-baik saja?
Sudah kuduga.
Kakek tidak pernah salah.
Kita pergi saja. Ayo.
Sial.
Jangan ikut campur.
Ini urusanku. Biar aku yang menyelesaikannya.
Aku bukannya mau ikut campur dengan urusanmu.
Aku harus pergi ke tempat les.
LAKUKAN DENGAN BENAR, MIN-JUNG.
ATAU AKU AKAN MENGHAJARMU LAGI.
Dasar bajingan brengsek.
Dia tidak akan bisa berubah meskipun dihajar berkali-kali.
Kecuali dibunuh.
Apa?
Aku tidak mau pindah lagi.
Karena beberapa alasan, aku menyukai kota dan sekolah ini.
Ayo bawa dia pulang.
Katanya kan begitu. Ibu akan merawatnya.
- Aku khawatir dia... - Ya.
Dia disiksa.
Tulangnya menunjukkan tanda-tanda penyembuhan setelah beberapa kali patah.
Astaga.
Dia masih hidup karena keajaiban.
Kenapa dia melakukannya?
Dia mencoba untuk menahan penyiksaan tapi kesabarannya sudah habis.
Tidak, bukan Simbok. Aku membahas soal pastor itu.
Dia pasti sadar kalau kita akan segera tahu soal penyiksaan ini.
Oke, kita bius saja dia terlebih dulu.
Dan biarkan dia beristirahat sejenak.
Ya.
Ji-hoon!
Mukamu kenapa?
- Darah apa itu? - Tidak, aku baik-baik saja.
Kau, apa yang kau lakukan di hari pertamamu?
Dan Ji-woo? Dia di mana?
Ji-woo.
Apa...
Dia siapa?
- Kau melakukannya lagi? - Aku punya alasan tersendiri, sial.
- Ya Tuhan! - Tidak apa-apa, dia tidak mati.
- Tidak masalah. - Dia masalahnya, bukan kita.
Dasar bajingan tidak berguna
- Bajingan sialan. - Ayah!
- Tolong! - Apa?
Ada apa ini?
Bisa-bisanya ada manusia yang melakukan ini pada orang lain?
Apa kita seharusnya diam saja?
Atau bagaimana?
Kita harus apa dalam situasi seperti ini?
Kakek.
Korbannya banyak sekali.
Dan ini baru korban yang mengaku.
Pertama, dia menaruh wajah orang lain di gambar yang tidak senonoh untuk melecehkan.
Lepaskan pakaianmu.
Lepaskan.
Akhirnya, dia mengambil gambar yang sesungguhnya untuk melakukan pememerasan.
PACAR HARI INI VCS, phishing...
Halo.
Terima kasih karena memeriksa ruang obrolanku.
Ada yang bahkan dijual pada pria yang lebih tua
seolah-olah mereka budak.
BUDAK TAATLAH.
Oke, karena ini masalah serius,
kita harus menelepon polisi, kan?
Kalau menelpon polisi memang bisa menyelesaikan masalah,
kau pikir si brengsek ini berani melakukan omong kosong perbuatan ini?
Ibu menyuruh kami untuk membawa masalah pulang ke rumah.
Katanya ibu akan menyelesaikan masalah kami.
Tapi secara teknis, ini bukan masalahmu.
Sudah kubilang begitu.
Aku tidak pernah mengharapkan hal lebih dari seorang psikopat.
Baek Ji-woo!
Jangan bicara seperti itu pada ibumu!
Apa? Menurutmu dia punya hati?
RUMAH SAKIT HEWAN PAWFECT HAVEN
Kau belajar mengemudi di mana?
Kau baik-baik saja?
Kau tidak bisa lihat kalau leherku sakit?
Maafkan aku. Kau tiba-tiba muncul.
Hei, nona.
Kau mabuk, ya?
Tidak mungkin. Dia tidak bisa minum sama sekali.
Maafkan aku.
Aku belum mengenal tempat ini, dan sekarang sudah malam...
Kau seharusnya berkendara di siang hari, di tempat yang kau kenal.
Di negara ini terlalu banyak tukang protes.
Wanita jalang berkeliaran di jalan, tapi tidak bisa mengemudi.
Apa?
Apa?
Apa...
Kau mau kemana?
Apa itu?
Apa yang kau lakukan?
Padahal kau menyuruh kami untuk menahan diri.
Apa?
Kau tidak tahu aku siapa?
Aku bukan tukang protes, namaku Yeong-su.
Dan aku punya SIM kendaraan besar kelas 1 dan bahkan SIM bus.
Siapa yang kau bilang tidak bisa mengemudi?
Sial, kau membuatku takut.
Apa ini?
Saat dia merogoh sakunya,
aku punya firasat buruk, jadi...
Kerja bagus.
Kalau tidak, aku sudah menampar wajahnya.
Lihat, yang dia lakukan cuma mengumpat.
Dan kau menyeretnya ke sini dan mengurung dia seperti binatang.
Kau menganggap itu normal?
Yah...
untuk ibu dan ayahmu,
- lebih mudah kalau begini. - Ayah, tolong!
Selain itu, aku yang mengurungnya. Bukan ibumu.
Hei, dengar. Maafkan aku.
Bukannya aku sudah bilang aku akan membunuhmu kalau kau melepas penutupnya?
Aku tidak bilang, ya?
Aku sudah bilang, kan?
Aku bingung, aku sudah bilang atau belum?
Pokoknya, jangan dibuka atau kau bakal mati.
Duduklah dengan tenang.
Jadi?
Kalian mau apa?
Aku mau masalah itu diselesaikan.
Diselesaikan dengan cara ibu.
Hei, apa maksudmu dengan "cara ibu"?
Ji-woo mungkin belum pernah melihatnya, tapi aku sudah pernah.
Dia ngomongin apa, sih?
Dia tahu.
- Dia sudah melihat semuanya. - Melihat apa?
Aku tidak peduli.
Si brengsek itu punya fotoku. Fotoku!
Bajingan ini harus diselesaikan.
Benar!
- Sekarang Ji-woo tahu— - Yeong-su, sayang.
Aku mengerti perasaanmu,
tapi kita sudah sepakat untuk tidak menarik perhatian sampai kita selesai—
Berhenti!
Bawa dia keluar.
Oke, tentu.
Ayo, ayo kita pergi.
Bagaimana kalau mereka menemukan kita?
Kita bisa mengurusnya nanti. Keluar saja.
Ji-hoon, bawa Simbok keluar.
Ya.
Tidak.
Lihat siapa yang minum.
Apa Yeong-su memberitahumu
alasan dia kembali ke kota ini?
Tidak.
Aku penasaran kenapa dia kembali.
- Menurutku— - Menurutku Yeong-su—
Tunggu.
Yang tadi itu apa? Ji-hoon melihat semuanya?
Saat itu dia baru saja masuk SD.
Dia melihat ibunya melakukan perbuatan itu.
Masa?
Mungkin dia masih terlalu kecil untuk mengingatnya
atau pura-pura tidak tahu apa-apa,
dia tidak pernah bilang.
Kenapa kau tidak memberitahuku dan menyembunyikan soal ini?
Memangnya kenapa?
Kau bisa berbuat apa, bodoh?
Aku selalu berpikir
ada sesuatu yang tidak beres dengan kota ini.
Hari ini, aku menemukan sesuatu yang jelas-jelas tidak beres.
Sekarang apa lagi?
Lihat.
Di Korea, ada restoran ayam dan gereja di setiap bangunan.
Tapi di sini, aku sama sekali tidak melihat ada salib merah di malam hari.
Bahkan saat pastor mengunjungi kita.
Sepertinya.
Mungkin cuma sedikit orang di kota ini yang percaya pada keselamatan.
Kau mungkin benar.
Tapi aku punya perasaan kalau kita akan menemukan keselamatan di sini.
Perhatian.
Apa pun yang kalian bayangkan,
situasinya pasti akan jauh lebih buruk, jadi perhatikan baik-baik.
Kau juga harus memperhatikan.
Tempat apa ini?
Dasar brengsek!
Bukan begitu caranya berbicara dengan orang dewasa.
Kau siapa?
Kau tidak perlu tahu untuk sekarang.
Tidak lama lagi, kau akan mengingatku selamanya meskipun kau tidak menginginkannya.
Tunggu.
Kenapa kau melakukan ini padaku?
"Kau adalah budakku, dan kau harus mematuhi perintahku."
"Kalau aku menyuruhmu memotong dagingmu, lakukan itu."
"Kalau aku menyuruhmu menjual organ tubuhmu..." Astaga...
Kau yang melakukan ini, bukan?
Kau melakukan ini padaku cuma karena masalah kecil?
"Kecil"?
Para korban akan hidup menanggung rasa sakit selamanya,
dan kau menganggapnya "kecil"?
Tunggu, apa ini?
Semacam stimulan.
Saat rasa sakit dan guncangannya tidak tertahankan,
kami tidak mau kau pingsan.
Apa?
Dasar gila!
Kenapa bajingan ini tidak mau mengangkat telepon? Kita terlambat ke gereja.
Berat badanmu sekitar 70kg?
Bagaimana dengan berat dosamu?
Hentikan omong kosongmu!
Tetap saja,
Kau sudah jahat sampai ke tulang jadi memotong dagingmu tidak ada gunanya.
Kami seharusnya membuangmu ke dalam panci dan merebus tulangmu.
Tapi itu terlalu keras untuk anak di bawah umur sepertimu.
Jadi, yang kuambil cuma 1kg.
Tunggu, tunggu sebentar.
Tunggu!
Sebenarnya, bagian pantatmu lebih mudah dan tidak terlalu menyakitkan bagimu.
Tapi kau anak laki-laki.
Memotong bagian pantat adalah hal yang tidak bermoral untuk dilakukan.
DOSA
Bisa-bisanya kau membahas soal moral sekarang?
Rasanya bakal sakit.
Tapi jangan khawatir, kau tidak akan mati.
Aku ahlinya kalau soal ini.
Diterjemahkan oleh 8uckminsterfullerena Dukung saya di: trakteer.id/8uck314 Jangan main judi online
Terjemahan subtitle oleh Jody Park
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.