All language subtitles for Somehow.18.E01.HDTV.720p.480p

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Subtitle oleh snowball

Hanya untuk penggunaan secara pribadi, bukan untuk di gunakan pada situs HARDSUB atau STREAMING!!!

(Acara ini dibuat sebagai bagian dari pendahulunya, Story Writer.)

(Disponsori oleh MCST dan KOCCA.)

Tidak bisakah aku mati sendirian? Tinggalkan aku sendiri!

Tak ada yang bisa kupertahankan dalam hidup!

Dokter!

- Aku tidak mau hidup! - Siswa ini gantung diri...

...memakai tali lalu putus.

Adiknya menemukannya tergeletak di lantai.

Pernapasan dan denyut nadinya stabil.

Dicurigai ada patah tulang di pergelangan kaki kirinya.

Hentikan ini. Aku tidak mau hidup!

Kenapa tidak menggunakan tali tambang?

Itu tidak akan rusak dan pasti membunuhmu.

Tolong lakukan rontgen terlebih dahulu.

Apa yang dia lakukan?

Lekas.

Aku mau pergi ke tempat lain!

(Episode 1)

Kau beruntung tidak perlu dioperasi.

Di mana lagi kau merasa sakit?

Itu menyakitkan!

Kau mau mati. Itu menyakitkan?

Bukannya aku benar-benar mau mati.

Aku hanya mau kabur.

Di mana pun boleh asalkan mereka tidak berada di sana.

Saat tak bengkak lagi, kau akan memakai gips.

Bermalamlah di sini, pulanglah besok.

Aku mendengar ini dari seseorang...

...lebih baik untuk punya orang yang bisa kau lawan.

Meski pun mati lebih mudah.

Siapa yang mengatakan itu?

Seseorang yang kukenal, orang yang aneh.

Pintu tertutup.

Pertama kali aku bertemu dengan gadis aneh itu...

...saat aku berusia 18 tahun.

Saat aku masih kelas dua SMA.

Tenang!

Tenanglah.

Kita punya teman baru hari ini.

Perkenalkan dirimu.

Aku suka menikam dari belakang. Kau harus menghindari aku.

Dia menakutkan!

Kalian semua tahu kita ujian minggu depan.

Aku mengerti sejak pertama...

...bahwa dia bukan gadis biasa.

Pada saat itu, aku juga bukan anak biasa.

Aku punya gaya sendiri saat itu.

Aku tidak tertarik pada hal lain selain sekolah.

Guru!

Karena belajar membutuhkan semacam stamina...

...aku melakukan latihan yang sangat efektif saat istirahat.

Beberapa salah paham, menganggap aku membelikan mereka roti.

Namun yang kulakukan sungguh sangat efektif.

Sebagai orang yang menghormati bhikkhu Beopjeong...

...aku mau menjalani hidup "Tanpa Kepemilikan".

Aku membagikan milikku dengan murah hati...

...pada teman yang kurang mampu.

Sebagai gantinya, mereka memijat kakiku...

...yang baik untuk nyeri otot...

Ini semua omong kosong!

Aku..

...tidak tahan lagi.

Mereka senang bisa mengganggu orang yang lemah.

Ini karena era digital yang tidak manusiawi dan tidak senonoh.

Aku tidak mau melanjutkan hidupku di masyarakat tercela ini.

Aku lebih memilih...

Kuharap Pastor Michael bisa mengadakan pemakamanku.

Aku mau memberikan saat terakhirku pada orang yang kuhormati.

Mulailah dengan membaca Mazmur 23:10, "Tuhan adalah gembalaku..."

Apa yang sedang kau lakukan?

Untuk musik organ, aku ingin lagu...

...yang dimainkan Elton John untuk Putri Diana.

Aku mau memberikan semua uang duka cita pada LSM.

Aku sudah memilih beberapa tempat.

Berikanlah uang itu ke organisasi yang paling terpercaya.

Aku berharap kematianku akan membantu dalam hal yang baik.

Kau gila.

Kau tak punya tali tambang?

Itu tidak bisa putus.

Hei, idiot.

Jika mau membantu dalam hal yang baik...

...jangan gunakan uang sumbangan orang.

Harusnya itu uang yang kau hasikan.

Tidakkah kau merasa malu?

Omong-omong, apa kau sudah menghapus semua video pornomu?

Menghapus isi harddisk itu wajib.

Apa kau akan mati tanpa melakukannya?

Bagaimana dengan majalahmu?

Sudahkah kau membakar semuanya?

Bodoh sekali.

Aku menyesalinya beberapa hari kemudian.

Video porno, menghapus harddisk...

Seharusnya aku mati pada hari itu.

Sudah menghapus video pornomu?

Kenapa? Kau mau mati lagi?

Kami bertemu lagi.

Tiga puluh sentimeter di atas langkan.

Kau bisa jatuh hanya dalam selangkah.

Apa yang kau sembunyikan? Aku melihat semuanya.

Apa yang kau lakukan? Ini berbahaya! Jangan mendekat!

Kau pengecut.

Kurasa kali ini kau sudah menghapus hardsiskmu.

Apa kau tidak malu?

Jika aku jadi kau, aku tidak akan memilih untuk mati.

Aku lebih suka berkelahi.

Kau harus tahu itu...

Kau harus bersyukur punya seseorang untuk kau lawan.

Kau bisa hidup untuk itu.

Siapa yang mau melakukan ini?

Aku tidak mau mati, aku mau hidup!

Aku mau hidup. Banyak yang ingin kulakukan.

Kau tak tahu apa pun.

Berhenti bertindak seolah tahu semuanya.

Apa kau tahu betapa sulitnya berlari bolak-balik...

...dari kelas ke kantin dalam tiga menit?

Apa kau tahu seberapa cepat roti krim terjual habis?

Terkadang bisa terjual habis sebelum pelajaran kedua.

Kenapa bajingan itu hanya suka roti krim?

Mereka hanya mau roti krim!

Itulah sebabnya mereka menggemuk!

Mereka makin kuat dan terus memukulku. Ini sangat menyakitkan!

Jika roti krim sudah habis terjual...

...aku harus pergi untuk membelinya.

Itu lebih dari tiga menit.

Jika lebih, mereka akan memukuliku lagi!

Aku berpura-pura tidak ada yang terjadi di depan orang tuaku.

Kau tahu bagaimana rasanya saat aku melakukannya?

Kuharap mereka tidak tahu.

Di sisi lain, aku membenci guru kita.

Dia tidak melakukan apa pun dan aku ingin mencabut semua rambutnya!

Bahkan orang tuaku tidak tahu perasaanku.

Apa yang kau pikir kau tahu tentangku?

Apa?

Kenapa?

Baiklah. Aku tahu perasaanmu.

Akan kubuat mereka merasa lebih malu daripada dirimu.

Apa kau tidak mau ikut?

Kau bisa berlari saat kau masih hidup.

Kau tidak bisa berlari saat mati.

Ikuti saja aku, idiot.

Apa? Kau suka padaku?

Tutup matamu.

Cium! Cium!

Lari!

Aku menyadari sesuatu hari itu...

...bahwa ada beatbox dalam diriku.

Saat melihatnya setiap pagi...

...aku berharap waktu bisa berhenti sejenak.

Han Na Bi!

Aku membayar penyelamatku...

...dengan teror.

Lihat! Tebak siapa yang melemparinya!

- Bukan aku. - Begitu, ya?

Lakukan lagi!

Bodoh.

Tiga hari setelah kejadian itu, pada hari Senin pagi...

- Itu benar! - Ya, itu benar.

Sudah kubilang!

Aku mendengarnya dengan jelas saat membersihkan kantor guru!

- Itu sebabnya mereka semua dipanggil. - Ya.

- Kenapa? - Bagaimana mereka tahu?

Han Na Bi aneh tapi apa dia sungguh harus bunuh diri?

Itu maksudku.

Han Na Bi sudah mati.

Dia menyuruhku untuk tetap hidup...

...dan dia sudah mati.

Ya?

Kubilang aku tidak datang.

Kurasa kau tidak akan berani melakukannya.

Dia itu keponakan psiko Lim.

Jangan coba membatalkannya...

...kecuali jika kau mau menempatkanku dalam posisi canggung.

Aku tidak memintamu mengatur kencan buta.

Kau menempatkan kita berdua dalam posisi canggung.

Sudah kubilang aku tidak butuh wanita.

Jadi kau mau kekasih pria?

Aku bisa mengenalkan junior yang sangat manis.

Hei.

Kau juga tidak ingin kekasih pria? Apa karena Han Na Bi?

Apa katamu?

Kenapa kau membawa namanya? Siapa dia bagimu?

Memangnya aku tahu? Seharusnya kau yang tahu.

Aku mendengar kau memanggilnya..

...tiap kali kau mabuk. Benar?

Tidak.

Jangan bicara omong kosong. Aku harus melakukan operasi.

Itu benar.

Kau memanggil Han Na Bi setiap kali kau mabuk.

Apa yang kau bicarakan? Aku tidak memikirkannya.

Aku hanya merasa kasihan padanya.

Terkadang, pada waktunya...

Aku hanya mengingatnya sebagai seseorang yang kutemui di masa lalu.

Oke, aku mengerti.

Han Na Bi bisa saja pahlawan bagimu.

Memori yang pendek dan kuat sulit dilupakan.

Kau harus tahu bahwa kau juga punya beberapa tanggung jawab di sini.

Tidak bisakah kau melupakannya?

- Bagaimana aku bisa melupakannya? - Baik!

Dialah yang membuatku kesal saat SMA.

Hei! Kau sudah menyelesaikan tugas sejarah?

- Boleh aku melihatnya? - Kerjakan saja sendiri.

Kau bisa gagal dalam ujian masuk perguruan tinggi.

Aku mengerti.

Paling tidak, bisakah kau menunjukkan bukumu?

- Kau bahkan tidak punya buku? - Tidak.

Saat itu, aku memikirkannya.

Kenapa aku melempar yang paling tebal dan terberat dari semua 12 buku...

...untuk mendarat persis di sudutnya...

...dan memukul anak laki-laki terbesar di kelas kami?

Aku tidak tahu kenapa.

Sejak saat itu, hidupku menjadi sulit.

Sang Buddha memulai perjalanannya pada usia 29 tahun.

Aku memulainya di usia 18.

Hanya karena Jang Seul Ki.

Hanya ini yang kupunya.

Duduk. Bagaimana jika orang lain melihat kita?

Ini gila.

Bagaimana kau bisa membawaku kemari?

Jika tahu bahwa kita bertemu, mereka...

...akan memperlakukanku sepertimu.

Kita berteman.

Bagaimana kau bisa mengatakan hal seperti itu?

Aku terlahir dengan bencana dan tragedi.

Aku harus menjauh dari masalah. Berapa kali aku harus memberitahumu?

Aku mengerti. Kau harus kembali dulu.

- Orang lain bisa saja melihat kita. - Maafkan aku.

Sesekali aku akan meneleponmu.

Dia memang meneleponku sesekali menggunakan telepon ibunya.

Dia khawatir mereka bisa melacak lokasinya.

Dia bisa menjadi wakil negara bidang perlindungan diri.

Ayolah.

Itulah sebabnya aku melayanimu seperti ini...

...seumur hidupku.

Jujur saja, siapa yang akan hidup dengan kakakmu jika bukan aku?

Dia menikahi kakakku.

Apa kau datang ke reuni kali ini? Kami semua menunggumu.

Tidak ada yang ingin kutemui.

Kenapa?

Kau merasa tak berarti jika Han Na Bi tidak ada di sana?

Hentikan.

Sudah kubilang aku bahkan tidak ingat wajahnya.

Semuanya kabur bagiku.

Matanya berbentuk berlian dan hidungnya seperti camilan jagung.

Saat dia tersenyum, aku bisa melihat giginya.

Begitulah penampilannya saat dia bahagia.

Sayangnya dia jarang tersenyum.

Aku melihatnya seperti itu hanya sekali.

Aku tidak percaya ini. Rumah kita ada di sana...

- Hai, sayang. - Apa aku harus datang kemari?

Oh Kyung Whee!

Kau tahu berapa banyak masalah yang harus kualami karenamu?

Aku memahamimu, tapi aku bilang tidak.

Sayang, duduklah.

- Aku akan hanya minum satu... - Lupakan.

Aku sudah bilang jangan minum dengan orang tolol ini.

Orang tolol ini adalah adikmu.

Kami hanya punya orang tua yang sama. Kau tahu itu.

Orang tolol ini temanku.

Tahukah kau perbedaan antara orang tolol dan idiot?

Tidak ada bedanya. Berapa kali aku harus memberitahumu?

Kau cerdas. Bagaimana mungkin kau tidak mengerti?

Orang tolol lebih serius.

- Seorang idiot terdengar lucu, 'kan? - Tidak sama sekali.

Keduanya berarti orang tolol.

Tidak tidak. Mereka berbeda.

Dia tersenyum saat mengatakan idiot.

Saat berkata tolol, dia memasang wajah jijik.

Itu semua karena bajingan itu.

Jika tidak, dia pasti akan melakukan itu.

Dipukul orang yang kuat akan sangat menyakitkan.

Aku hanya melakukannya demi dia.

Dia pasti sudah tahu, 'kan?

Dia akan melakukannya jika kau melakukannya demi dia.

Kenapa dia harus mati?

Dia menyuruhku untuk tetap hidup. Kenapa dia meninggal saat itu?

Cukup. Hentikan.

Kau tidak bertanggung jawab atas kematiannya.

Dia juga bukan satu-satunya gadis di dunia.

- Berapa lama kau harus seperti ini? - Tenang.

Sudah bertahun-tahun dan kau bahkan tidak berkencan dengannya.

Dia hanya menyukainya. Kenapa dia tidak menyudahinya?

- Kumohon. - Bagaimana jika dia menua sendirian?

Maka kita perlu menjaganya.

Dia orang yang sukses. Apa yang perlu dikhawatirkan?

Jika kau bisa, hidup sendiri justru jutaan kali lebih baik.

Astaga. Benarkah?

Kurasa kau mau hidup sendiri tapi tak cukup berhasil melakukannya.

Jadi, kenapa kau merayuku?

Jika tidak, semuanya tidak akan berakhir begini.

Sayang, tolong jangan begitu.

Aku hanyalah laki-laki murni dan polos...

...saat kami pergi ke pulau Wolmi hari itu.

Kaulah yang melakukan tarik-ulur denganku.

Apa? Tarik-ulur?

Kau mengarang ingatanmu?

Ini tidak adil.

Oh Kyung Whee, kau ada di sana Katakan sesuatu.

- Ya. Katakan sesuatu. - Beritahu kami sesuatu!

- Hei. -Kau baik-baik saja?

Kau mau ke mana?

- Hei, hei! - Kau mabuk.

- Hei. - Ke mana kau pergi?

Dia akan seperti ini selamanya. Itu membuat darahku mendidih!

Kenapa dia...

Kami tutup.

Oh, inilah akhirnya.

Inilah akhirnya.

Kau sudah minum banyak. Apa kau masih bisa minum lagi?

Ini memburuk.

Sudah kubilang untuk datang ke rumah sakit.

Jangan khawatir tentangku.

Khawatirlah dengan masa depanmu sendiri.

Menurutmu siapa yang harus disalahkan?

Mungkin ini takdirmu.

Karena itu putrimu.

Tapi kenapa aku seperti ini?

Kau tinggal bersamanya selama 19 tahun.

Tapi...

Aku hanya mengenalnya selama tiga bulan.

Apa masuk akal?

Tidak ada bedanya.

Aku jarang pulang karena bekerja.

Kau mungkin lebih sering melihatnya dibandingkan diriku.

Kau ayah yang buruk.

Mari kita hentikan ini.

Kau harus makan sesuatu.

Han Na Bi...

Kenapa dia meninggal? Kenapa?

Dia menyuruhku untuk tetap hidup. Kenapa dia?

Kenapa?

Ada yang mau kukatakan padamu.

Cantik sekali.

Tidak ada gunanya sekarang.

(Aku melihat Oh Kyung Whee mencoba bunuh diri...)

(Kuharap seseorang bisa membantuku...)

(Kumohon... Tolong aku. Kumohon tolonglah aku...!!)

Itu musik latar "About Time", "How Long Will I Love You."

("Berapa Lama Aku Akan Mencintaimu.")

Aku berpikir setiap orang pernah...

...berpikir tentang menjelajah waktu.

Kita semua punya waktu yang ingin kita ulang.

Jika kau bisa menjelajah waktu, kau akan kembali ke masa apa?

Apa kau punya seseorang yang mau kau temui lagi?

Han Na Bi.

Bahkan jika kau tidak bisa kembali ke masa kini?

Ya.

Jika itu adalah cara untuk menemuinya.

Biarkan aku memainkan lagu berikutnya untukmu.

Ini musik latar "Alice in Wonderland."

"Follow Me Down" ("Ikuti Aku.")

Ikuti aku.

Tuan... Na Bi ada di sana...

Han Na Bi!

Na Bi!

Han Na Bi!

(Dilarang masuk)

Hei! Apa kau belum bangun?

Kau menggunakan mesin pengeritingku?

Jika ya, kau harus membayarnya.

Astaga... Bangunlah.

Yi Do?

Sudah kubilang. Jika kau memakainya, kau harus membayarnya.

Kita harus jelas dalam hal ini, terutama di antara anggota keluarga.

Bukankah kau sudah kuberi tahu?

Apa yang kau lakukan di rumahku?

Astaga. Ini rumah kita, bukan rumahmu.

Apa yang kau lakukan dengan wajahmu?

- Apa kau memakai Botox? - Apa?

Dasar kau! Aku memakai masker wajah!

Hei! Aku mengambil 2.000 won.

Whoa, 10.000 won!

Apa yang dilakukan orang aneh itu?

Jangan panggil adikmu begitu.

Ibu!

Izinkan aku mengatakannya lagi.

Kami hanya orang asing yang kebetulan memiliki orang tua yang sama.

Aku menyuruhmu untuk tidak menyimpan ini di sini.

Singkirkan itu.

(9 Juli 2007)

Bagaimana ini bisa terjadi? Ini pasti mimpi.

Apa lagi yang bisa terjadi?

Jika kau bisa menjelajah waktu, kau akan kembali ke masa apa?

Apa ini? Mungkinkah ini beneran...

Luar biasa.

Penjelajahan waktu itu mustahil.

Ini pasti mimpi sadar.

Jika ini mimpi, maka masuk akal.

Tapi... ini terlalu nyata untuk menjadi mimpi.

Ini bukan mimpi.

Han Na Bi masih hidup.

Kau menikmatinya?

Tunggu. Dengarkan aku. Tolong dengarkan.

Apa kau berpura-pura menjadi anak yang baik?

Apa kau mencoba melecehkanku secara seksual?

Tidak! Tunggu, Han Na Bi!

Ini mungkin tampak tidak masuk akal bagimu.

Aku mengerti.

Diamlah dan biarkan aku memukulmu!

Menurutmu siapa yang harus marah di sini?

- Apa? - Kau tidak tahu berapa banyak...

Ini juga membuatku bingung dan membuatku gila.

Bagaimana pun, kau gadis jahat, Han Na Bi.

- Apa? Gadis jahat? - Ya.

Kau gila.

Tidak. Kurasa aku kembali.

Aku sangat merindukanmu.

Ugh. Itu meganggu. Melihat dia lagi.

Ini aneh. Dia selalu melihatmu.

Tepat sekali. Aku membencinya.

Lihat rambutnya...

Aku benar-benar kembali.

Aku tidak menyukaimu.

Apa yang baru saja kau katakan? Idiot.

Orang idiot ini juga punya mata untuk seorang gadis.

Aku tidak menyukaimu.

Mengerti?

Seul Ki!

Jang Seul Ki!

Hei!

Kau ditolak oleh seorang idiot!!

Hei! Siapa yang menolak siapa di sini?

- Jang Seul Ki! - Astaga.

Hei, Seul Ki!

- Hei! - Tolong hentikan.

Apa yang salah?

Aku akan segera menghubungimu lagi.

- Aku akan menghubungimu. Oke? - Hei! Hei!

Han Na Bi sedang menatapku.

Idiot.

Dia berkata bahwa aku...

...idiot.

Kau sudah mengerjakan tugas matematikaku?

Aku ingat. Ada juga anak ini.

Orang ini yang membuat hidupku menjadi neraka yang hidup.

Apa kau sudah gila?

Oh Kyung Whee, dasar kau!

Jadi, begitulah cara kita bertemu lagi.

Aku tidak begitu senang melihatmu.

Apa ini?

Aku bertanya apa kau telah mengerjakan tugasku.

Mulai sekarang, kau akan mengerjakan tugasmu sendiri.

Apa? Apa yang baru saja kau katakan padaku?

Minggir kau.

Kau menghalangi pandanganku, dasar sepotong besar lemak babi.

Dia pasti kurang dipukul akhir-akhir ini.

Kau mau mati?

Apa yang kalian lakukan?

Aku mau bertanya pada Kyung Whee.

- Masalahnya adalah... - Kembali ke kelas.

Begini cara kerjanya. Reaksi pembakaran...

Bila ada yang terbakar ada reaksi pembakaran...

Ini luar biasa, aku pasti kembali.

Seharusnya aku menonton film tentang perjalanan waktu.

Aku akan segera terbiasa dengan situasi absurd ini.

Kenapa khususnya waktu ini?

Jika kau bisa menjelajah waktu, kau akan kembali ke masa apa?

Apa ada seseorang yang mau kau temui lagi?

Han Na Bi.

Hari ini tanggal sembilan Juli.

Han Na Bi meninggal pada 14 Juli.

Lima hari lagi.

Tidak masalah apa yang terjadi, aku harus menyelamatkannya.

Aku perlu tahu kenapa Han Na Bi bunuh diri.

Ayahnya bilang itu salahnya.

Tapi, itu tidak ada hubungannya dengan fakta itu.

Dia menyalahkan diri sendiri karena rasa bersalah.

Seharusnya aku bertanya lebih banyak tentang hal itu.

Oh Kyung Whee! Ada apa denganmu hari ini?

Di mana bukumu?

Fokus.

Topik selanjutnya adalah bagaimana menghasilkan panas...

Pada suhu ideal, satu senyawa molekuler bisa menghasilkan...

Yang keempat adalah...

Panas netral.

Panas netral adalah H ditambah satu molar dan...

Han Na Bi, apa kau di sini untuk tidur?

Kenapa kau selalu pingsan di kelas?

Kau juga belum menyerahkan rencana studimu.

Sudah kukatakan kemarin.

Kami tidak bisa mengirimnya karenamu.

Apa kau tidak punya apa pun yang mau kau lakukan?

Tidak. Tidak ada.

Apa? Dasar kau...

Baiklah.

Jika kau akan tidur, keluar dari pandanganku.

Jangan mengganggu kelasku.

Kupikir bukan salah Han Na Bi.

Oh Kyung Whee, apa yang baru saja kau katakan?

Kenapa selalu salah siswa?

Salah kalau tidur di kelas, tapi bagaimana dengan gaya mengajarmu?

Tidakkah seharusnya kau memikirkan hal itu?

Bukahkah kau harusnya memberi perhatian lebih pada...

...murid yang tidak menyerahkan rencana mereka?

Menurut pendapatku, kita seharusnya tidak hanya...

...menyalahkan siswa karena tidur di kelas.

Guru harus memikirkan gaya pengajaran mereka juga bila diperlukan.

Sebagai pendidik, bukan pegawai negeri dengan penghasilan tetap...

...kau harus mencoba mengetahui apa ada...

...orang yang diintimidasi di kelas mereka.

Adakah yang punya masalah keluarga, atau...

...telah menjadi korban kekerasan sekolah...

Berhentilah, Idiot.

Kenapa kau melakukan itu?

Kenapa?

Aku bertanya padamu. Kenapa kau melakukannya?

Serius. Aku bicara padamu.

Cecunguk itu sengaja melakukannya.

Dia banyak melakukan trik. Aku harus memukulinya segera.

- Bukan itu juga. Sial. - Sial!

- Tidak ada di sini. - Tidak?

Oh Kyung Whee, kau bajingan.

Apa karena kubilang tulisannya harus berbeda?

Setelah pendidikan jasmani adalah kelas matematika.

Apa yang harus kita lakukan? Aku bisa gila.

Gila.

Kita akan terlambat ke kelas pendidikan jasmani.

Sebaiknya kita keluar.

Apa yang sedang kau lakukan?

Lepaskan aku!

Astaga. Itu membuatku kaget.

Aku mengerti.

Kau mau memberiku kesan yang baik, 'kan?

Kau khawatir akan memberitahu orang-orang tentang pagi ini.

Apa menurutmu aku tidak tahu?

Kenapa? Kau takut aku akan memberi tahu guru?

Kau seharusnya tidak melakukan itu.

Kau penyebab semuanya.

Maka kau bertanggung jawab untuk bersih-bersih.

Jika bukan karena kau, aku bisa saja pergi dalam satu jam.

Katakan padaku jika aku salah.

- Apa kau tersenyum? - Itu sedikit lucu.

Apa?

Banyak yang harus kusampaikan...

...tapi kupikir kau mungkin tidak akan menjawab...

...pertanyaanku atau mempercayai ucapanku.

- Misalkan kau benar... - Misalnya aku benar?

Meski sulit dipercaya Han Na Bi akan mati dalam enam hari...

...karena bunuh diri

Tidak peduli apa, aku mau menyelamatkan gadis ini.

Haruskah aku?

Apa kau terkesan denganku?

Jika tidak, apa yang harus kulakukan? Katakan padaku.

Apa pun itu, aku akan melakukannya.

Katakan saja. Aku serius.

Akan kulakukan apa pun yang kau...

Tiga langkah.

Menjauh tiga langkah dariku.

Pastikan jarak yang aman. Tidakkah kau tahu itu?

Jarak yang aman?

Jika kau khawatir tentang kejadian itu...

Maafkan aku tapi aku memiliki ketakutan pada orang cabul.

Aku telah melalui semua hal secara harfiah.

Aku juga tidak merasa nyaman dengan situasi ini.

Itu adalah kesalahpahaman.

- Apa yang terjadi tadi pagi... - Apa yang terjadi pagi ini?

Aku yakin kau juga punya hal yang sulit untuk dikatakan...

...atau sulit dipercaya.

Itu sebabnya, meski aku ingin...

...mengatakannya, itu tidak bisa diucapkan.

Misalnya, sesuatu yang mengganggumu atau rahasia.

Oh Kyung Hwee!

Oh Kyung Hwee!

Hei, Jang Seul Ki! Ada apa denganmu?

Bagaimana kau bisa melakukan ini padaku?

Kau bisa saja bilang padaku bahwa kau banyak masalah.

Apa maksudmu?

- Biarkan aku pergi lalu kita bicara. - Tidak! Aku tidak mau.

Tidak mau.

Kyung Hwee, ayo kita bicara. Kumohon?

Akui saja hubungan kita pada semua orang.

Aku bosan bersembunyi.

Oh Kyung Hwee!

Ayo pergi sejauh kita bisa!

Kita bisa bekerja sama! Tidak ada yang perlu ditakuti!

Mari berjuang melawan dunia!

Apa yang kau bicarakan? Kau sudah gila?

Luar biasa...

Ini tidak seperti yang terlihat. Tolong jangan salah sangka.

- Tidak ada apa-apa di antara... - Ingat bahwa kita di sekolah.

- Minggirlah. - Kyung Hwee, jangan pergi!

Aku mencintaimu, temanku!

- Maafkan aku. - Lepaskan!

- Han Na Bi! - Oh Kyung Hwee!

- Astaga... Han Na Bi! - Kyung Hwee!

Buang saja.

Itu jatuh di mejaku dan hati nuraniku terganggu.

Aku tidak bisa berpura-pura bahwa aku...

...tidak melihat dan tidak mempedulikannya.

Kita adalah teman.

Aku membuat keputusan drastis untukmu.

Inikah keputusanmu?

Perubahan kepribadian yang tiba-tiba bisa menjadi tanda kematian.

Begitu ya?

Apa kau sungguh akan mati?

- Itu hanya kiasan, 'kan? - Tidak masalah.

Kau tahu dulu dia bersekolah di mana?

Tidak.

Tolong jangan lakukan apa pun hanya karena dia cantik.

Kudengar dia melakukan hal buruk di masa lalu.

Dia bahkan lebih tua dari kita.

Dia punya banyak mantan kekasih.

- Kau percaya itu? - Astaga.

Itukah sebabnya kau mencoba mendekatinya?

Jika kita punya Han Na Bi di pihak kita...

...mereka tidak akan menindas kita...

Kau belum berubah sedikit pun, Jang Seul Ki.

Hati-hati dengan kakak perempuanku.

Aku? Kenapa? Ada apa dengan kakakmu?

"Lakukan saja."

Rencana Harian.

(Kau bisa hidup seperti sampah tapi jangan menjadi sampah.)

Untuk apa ini?

Pertama, aku harus mencari tahu sekolah lama Han Na Bi.

Apa ini?

Bagaimana ini...

Senin, 9 Juli...

Jin Wook tidak menjawab teleponnya.

Jika aku melihatnya, dia mungkin berubah pikiran.

Selasa, 10 Juli...

Aku melihat Jin Wook.

Dia bersama pacarnya.

Bajingan.

Aku berharap dia berubah pikiran.

Rabu, 11 Juli...

Bertengkar dengan ayah.

Dia tidak tahu apa-apa.

Dia selalu seperti ini.

Kamis, 12 Juli...

Oh Kyung Hwee mencoba bunuh diri lagi.

Aku iri padanya.

Paling tidak, dia punya seseorang untuk dilawan.

Jumat, 13 Juli...

Ulang tahun yang hebat.

Tolong aku.

Tolong aku.

Tolong aku.

Oh Kyung Hwee gila.

Aku yakin itu.

Dia berbahaya.

Dia membuatku merinding.

Dia merayuku dan itu sangat kuno.

Aku harus menjauh darinya.

Berbahaya?

Wow. Apa ini nyata?

Apa yang sedang terjadi?

Hanya itu saja?

Serius?

Serius.

Baik. Aku harus bersyukur atas semua ini.

Bagaimana pun, ini telah ditulis ulang.

Jadi terserah apa yang terjadi mulai sekarang untuk mengubah masa depan.

Apa yang akan terjadi dengan masa dari mana aku berasal?

Butuh banyak darah, keringat, dan air mata untuk menjadi dokter.

Jin Wook...

Apa karena pria itu?

Tidak. Itu tidak mungkin benar.

Oh, itu mengagetkanku.

Bagaimana aku bisa terbiasa?

Ya. Terima kasih.

Baik. Aku akan menemuimu besok. Sampai jumpa.

Apa kau masih pergi ke sana?

Berapa kali aku harus memberitahumu untuk tidak melakukannya?

Ini tidak baik untukmu.

- Kau harus mendengarkan ayahmu! - Aku tahu.

Itulah kenapa.

- Karena itu tidak baik buatku. - Han Na Bi!

Apa yang kau pikirkan?

Tidak buruk, ya?

Aku berkata, "tiga langkah."

- Aku bukan kuman. - Bahkan lebih buruk dari itu.

Ini adalah kesalahpahaman.

Apa kau mau tendangan pagi?

Haruskah aku pergi dan bertanya padanya?

Siapa Jin Wook untuknya...

Tidak.

Itu bisa membuatnya curiga.

Tapi bagaimana jika itu sungguh tentang dia...

Apa yang harus aku lakukan?

Han Na Bi.

Sudahkah kau menyelesaikan rencana belajarmu?

Apa kau menguji kesabaranku? Ikut denganku.

Apa yang kau lakukan pada Kyung Whee-ku?

Lepaskan aku.

Apa yang terjadi padamu?

Katakan padaku. Ayolah.

Jangan berlebihan. Ini sudah rumit.

Seperti yang kukatakan kemarin, perubahan...

...mendadak bisa jadi tanda kematian.

Sungguh! Kau harus percaya...

Bisakah kau percaya jika ini adalah mimpiku...

Hei, Jang Seul Ki!

Percayalah apanya...

- Hei, Oh Kyung Hwee! Wajahnyaโ€ฆ - Apa yang terjadi?

Apa kau melakukan operasi plastik semalam?

Kau siapa?

Kau terlihat keren.

Kau tetap harus membelikan roti untukku.

Belikan roti krim untukku. Beli dua. Aku kelaparan.

Belum terlambat.

Itulah yang kami maksud.

Kau masih punya waktu untuk lari ke kantin.

- Apa? Apa yang kau tunggu? - Pergi!

Berhenti berbicara omong kosong. Pikirkan masa depanmu.

Kau mungkin menghabiskan sisa hidupmu di penjara.

Aku sudah menyuruhmu untuk membeli roti krim.

Apa omong kosong ini?

Hei.

Jika kau mau memulai perkelahian, pergilah ke tempat lain.

Han Na Bi masih terlihat cantik meski marah.

Kapan kita mulai berkencan? Aku tidak pandai menunggu.

Segeralah membuat keputusan.

- Hentikan. - Kenapa?

Apa kau tertarik padanya juga?

Oh! Itulah kenapa kau bertingkah begitu dingin kemarin.

Juga rambutmu hari ini...

Na Bi, itu semua salahmu.

Itu karena kau tidak berkencan dengan siapa pun.

Itulah sebabnya semua anjing dan pengemis ini menaruh minat padamu.

- Bahkan babi... - Apa?

Jangan menguji kesabaranku.

Berhenti. Jangan sampai wajah cantik ini marah.

Aku punya ingatan yang bagus. Ini dari orang tuaku, kau tahu.

Apa omong kosong ini?

Ini adalah omong kosong yang bisa kau maafkan.

Berhati-hatilah.

Serius?

- Apa yang sedang kau lakukan? - Lekaslah pergi, cecunguk!

Oh tidak. Astaga. Apa kau baik-baik saja?

Aku menyuruhmu untuk waspada.

Han Na Bi!

Na Bi!

Na Bi, apa kau baik-baik saja?

Han Na Bi!

Apa ini? Apa yang terjadi?

Tidak ada fraktur yang dicurigai.

Tetap saja, ada kemungkinan infeksi.

Beri aku vaksin TD dan Hyper-Tet.

- Apa yang sedang kau lakukan? - Apa kau tidak mendengarku?

- Vaksin TD... - Dan Hyper-Tet...

Kenapa aku harus mengambilkanmu itu?

Karena aku memintanya.

Kyung Hwee, jangan katakan apa-apa lagi.

Apa kau baik-baik saja?

Apa kau merasa mual atau sakit di mana saja?

Kau harus berbaring.

Ya ampun.

Terlalu banyak drama medis akhir-akhir ini.

Menyingkir. Aku lebih mengerti.

Berbaring. Hati-hati.

Aku sibuk. Minggir.

Aku tidak mengerti yang baru saja terjadi.

Banyak yang tidak akan kau mengerti.

- Apa? - Apa kau pikir itu kebetulan?

Haruskah aku takut?

Kau... Hati-hati dengan telunjukmu.

- Telunjuk? - Tidak. Itu adalah jari telunjukmu.

- Kenapa dengan itu? - Biarkan aku pergi sekarang.

Jika tidak, sesuatu yang buruk bisa terjadi pada kalian semua.

Kau tidak ingat siapa aku?

Aku punya urusan mendesak untuk diselesaikan.

Aku akan menemuimu di luar.

- Di mana Na Bi? - Apa kau tidak bisa mengetuk?

- Dia sudah pulang. - Sungguh?

Kau sulit ditemui.

Aku tidak punya apa-apa untuk dikatakan

Beri aku waktu lima menit.

- Siapa perempuan ini? - Jangan ikut campur.

Tidak butuh waktu lama.

Dia masih bisa mendengarnya. Kalau kau datang...

Kenapa aku harus melakukannya?

Jangan seperti ini.

- Dia bisa sadar... - Ini demi dirimu sendiri.

Kau pikir aku tidak tahu bahwa kau melakukan ini karena merasa bersalah?

Ini bukan untuk aku...

Aku tidak mau memberitahumu ini tapi...

Aku tidak pernah menyukainya.

Apa yang kau lakukan di sini?

Apa kau sudah gila? Siapa dia bagimu?

- Hentikan ini, Han Na Bi. - Kau sebaiknya pergi.

Kau bisa bertemu pria yang lebih baik daripada dia.

Pergi!

Katakan lagi.

Bagaimana kau bisa mengatakan hal seperti itu?

Kumohon.

Bawa dia bersamamu. Dia menggangguku.

Kau gila?

Kau bisa mendapatkan gitar lain, tapi bagaimana dengan Da Eun?

- Bagaimana dengan Da Eun? - Bagaimana dengan dia?

Dia akan segera mati.

Apa? Bagaimana kau bisa mengatakan itu?

Apa kau baik-baik saja?

Siapa kau?

Siapa kau yang tidak mendengarkan permohonannya yang putus asa?

Jangan bodoh.

Kurasa kau menyukai Han Na Bi.

Apa kau tahu bahwa dia adalah seorang pembunuh?

Tutup mulutmu.

Apa yang telah kulakukan hingga mengalami semua ini?

Hei, apa kau baik-baik saja?

Menjauhlah.

Entah apa yang akan kulakukan jika kau tak menjauh.

Apa yang terjadi dengannya?

Pergilah denganku.

Inilah satu-satunya kesempatanmu.

Ujian akhir dimulai minggu depan dan kita...

...tidak akan pernah punya kesempatan lagi.

Ayo pergi di akhir pekan.

Aku bertemu Jin Wook pada hari itu.

Mereka tidak buka pada akhir pekan.

Apa kau sungguh mau pergi jauh...

...ke Laut Timur untuk makan jjajangmyeon ?

Demi pengalaman indah dan baru dalam hal jjajangmyeon...

...membolos, dan bersenang-senang.

Ada toko cokelat yang terkenal di sekitar sana.

- Sungguh? - Ya.

Ayo pergi.

- Kau terlalu mudah. - Ayo pergi.

- Katamu itu tidak masuk akal. - Kumohon!

- Tampaknya bodoh. - Kenapa?

- Biarku lihat. - Kau cemburu?

Haruskah kita meninggalkan pesan video untuknya?

- Bagaimana? - Biarkan aku memegang teleponku.

- Baik. - Sudah menyala.

- Hi, Jin Wook! - Hai.

Kami penggemarmu.

Apa yang kau bicarakan?

Jin Wook! Da Eun merindukanmu.

- Da Eun merindukanmu. - Tidak.

- Dia berpura-pura. - Ya.

Jin Wook, aku merindukanmu.

Ji Young! Da Eun!

Lepaskan aku! Tunggu!

Ji Young!

Ji Young!

Da Eun! Ji Young!

Jin Wook sedang sibuk menyiapkan albumnya.

Kurasa itu akan laris.

Aku yakin kau akan mengerti.

Na Bi, aku tidak mau kau datang kemari terlalu sering.

Jika kau adalah Da Eun, apa kau mau bertemu denganmu?

Tentu saja tidak.

- Kau masih terus datang. - Itulah kenapa.

Dia bisa bangun kalau dia tidak mau melihatku.

Aku tidak akan datang lagi jika dia mengatakannya padaku.

Kau tidak bisa menghentikanku untuk datang ke sini.

Itu demi aku sendiri, bukan dia.

Inilah satu-satunya cara agar aku bisa tetap hidup.

Bibi, kau tahu dia masih bisa mendengar kita.

Jangan menangis.

Jangan lupa makan demi dia.

Jadi, kenapa kau melakukannya?

Kau pergi bersama, tapi kenapa...

Masih tetap di sana-sini...

Hal ini masih sama...

Kau harus berhenti merokok jika mau terus bernyanyi.

- Lalu apa? - Tolong jujur...

Ada apa dengan kakimu? Apa yang kau lakukan?

Han Na Bi!

Lihatlah ini.

Apa kau tahu seberapa buruk nilaimu?

Berapa lama kau akan seperti ini?

Berapa lama aku harus menunggumu?

Kau mengambil jeda tahun.

Sekarang saatnya bagimu untuk mendapatkan pegangan.

- Carilah beberapa teman baru... - Itu benar.

Kenapa aku tidak punya ayah baru?

Sayang sekali.

(Kecelakaan Bus Disebabkan Kelalaian Pemeliharaan)

Setelah kecelakaan itu, Na Bi dan aku sungguh tersesat.

Selasa, 10 Juli 2007

Na Bi menangis.

Seseorang yang memberiku keberanian untuk tetap hidup menangis.

Aku tidak tahu pada saat itu.

Dia tampak begitu kuat.

Dia menangis setiap malam.

Dia menangis setiap malam selama setahun.

Hanya untuk penggunaan secara pribadi, bukan untuk di gunakan pada situs HARDSUB atau STREAMING!!!

Subtitle oleh snowball

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.