All language subtitles for Missing 9 EP16

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

"Jaksa Lee Jae Joon"

Mungkin pikirmu aku sudah gila, tapi tidak ada pilihan lain.

Hanya ada satu cara.

Aku akan menyerahkan diri.

Pak Seo Joon Oh.

Sulit sekali menemuimu.

Karena kamu sudah menyerahkan diri,

mari kita ubah ini menjadi pertunjukan hebat.

Seharusnya kamu menghentikan dia.

Katamu dia tidak boleh mendatangi kantor kejaksaan.

Kenapa kamu membiarkannya pergi begitu saja?

Menyerahkan diri tanpa rencana sama saja akhir baginya.

Bagaimana ini, Jaksa Yoon?

Tae Ho pasti bebas usai bersepakat dengan Jang Do Pal.

Tae Ho pasti berjanji menyingkirkan pembunuh bayaran itu.

Maksudmu,

aku harus memecah belah mereka?

Bisa atau tidaknya meraih dukungan Jang Do Pal

bergantung kepadamu, Joon Oh.

Apa yang kamu kenakan di kepala?

Kamu tampak sehat.

Kenapa kamu ingin menemuiku?

Apakah tidak apa-apa meninggalkan mereka berdua seperti itu?

Keraskan saja suaranya.

Bagaimana penahananmu di sini?

Tidak ada yang kukhawatirkan, aku merasa tenang.

Pikiranmu memang luas.

- Kamu yang dipenjara, bukan Tae Ho. / - Dengar.

Jika kamu mencoba memancingku untuk memperoleh sesuatu...

Apa Tae Ho

sering menemuimu?

Kamu tahu yang dia perbuat akhir-akhir ini?

Apa aku perlu tahu?

Tentu saja perlu.

Jika sepenuhnya mengaku bersalah untuk bersepakat,

setidaknya kamu harus tahu apa dia bekerja dengan baik.

Kamu kira Tae Ho akan menuruti permintaanmu?

Kamu berbuat keji untuknya,

tapi dia tidak berbuat apa pun untukmu.

Sepertinya dia melupakan permintaanmu.

Aku tidak mengerti ucapanmu.

Aku tidak meminta dia melakukan sesuatu...

Presdir Hwang

sudah bisa berbicara.

Lalu? Apa yang ingin kamu katakan?

Aku tidak tahu kenapa aku mendengarkan ini.

Apa yang dia lakukan?

- Kamu begitu memercayai Tae Ho? / - Lepaskan!

- Masuk. Cepat! / - Ya, Pak.

Apa yang Joon Oh lakukan? Buka pintunya.

Cepat buka!

Buka, kataku!

Jangan bergerak!

Jangan bergerak!

Bawa dia.

Joon Oh. Kamu sudah gila?

Apa yang kamu lakukan?

- Kamu bilang apa kepadanya? / - Tidak ada.

Sialan.

Kamu kira ini permainan?

Tidak.

- Kamu begitu memercayai Tae Ho? / - Lepaskan!

Orang yang kamu suruh membunuh Presdir Hwang.

Kamu menyuruh Tae Ho membunuh dia, bukan?

Sayang sekali.

Sepertinya dia dan Tae Ho akur.

Kamu sadar sudah tertipu?

Dia orangnya.

Dia yang mencoba menyuntik Presdir Hwang.

Benar, Joon Oh. Aku melihat orang itu.

Kamu menunjukkan foto pria dan bertanya

apa aku mengenalnya.

Katamu dia berusaha mencelakai Presdir Hwang

dan kamu harus menemukannya.

Aku melihat dia turun dari mobil Tae Ho

dan membungkuk seakan-akan anak buah Tae Ho.

Apa yang Joon Oh lakukan? Buka pintunya.

Cepat buka!

Buka, kataku!

Jangan bergerak!

Mengaku?

Kapan aku bilang begitu?

Katamu akan mengaku jika kuizinkan menemui Jang Do Pal.

Kapan? Kamu bicara apa? Apa aku bilang akan mengaku?

Astaga.

Jaksa Lee. Aku tidak tahan lagi.

Jika kamu akan melakukan ini, aku akan ikut sidang aja.

Kamu bilang bisa memenjarakanku meski tidak mengaku.

Silakan saja.

Sial. Dasar.

Hei. Keluarkan dia dari sini.

Cepat!

Kamu akan menyesal.

- Bong Hee. / - Hai.

- Halo. / - Kamu di sini.

Kudengar Joon Oh menyerahkan diri.

Itu bukan kemauannya.

Dia mendatangi kantor kejaksaan

untuk menggantikanku.

Kabar baiknya,

akan ada sidang

baik Joon Oh mengaku atau tidak.

Karena semua kesaksian kalian sudah tidak valid,

situasinya terpaksa harus berubah.

Mungkin saja ini hal bagus.

Maksudmu, sidang itu hal bagus?

Kamu punya rencana?

Pertama,

kita punya pengacara yang sangat andal.

Kamu menjadi pengacara?

- Ya. / - Kapan kamu beralih pekerjaan?

Apakah karena Joon Oh?

Tidak juga.

Aku sudah lama sekali merencanakannya.

Aku menundanya karena Joon Oh

dan aku mempercepatnya lagi karena dia.

- Apa? / - Nanti kuceritakan detailnya.

Apa maksudmu?

- Katakan saja kamu paham. / - Pokoknya, selamat.

Terima kasih.

Mari kita susun rencana untuk sidang.

Kurasa kita harus meminta

Presdir Hwang Jae Gook menjadi saksi pertama. Bagaimana?

Boleh aku bicara?

Presdir Hwang belum sembuh total.

- Apakah tidak apa-apa? / - Dia benar.

Bahkan bicaranya belum jelas.

Kita tetap harus mencoba.

Biar kutanyakan kepada Presdir Hwang.

Ya. Baik.

Dia menelepon.

Hei. Kenapa sulit sekali menghubungimu?

Kamu seperti menghindariku.

Kamu tidak tahu dari suaraku?

Suaraku serak karena aku berteriak-teriak untuk memulihkan

tingkat penerimaanku.

Jika sesibuk itu,

kenapa kamu sering ke kantor kampanye Pak Ahn?

Hei.

Dengar.

Jangan lakukan ini kepadaku sekarang.

Kamu memohon kepadaku untuk menolong Partai Tangpyeong.

Apa?

Baiklah. Tidak usah, biar aku saja.

Bagaimana jika kunjungannya lain kali saja?

Sudahlah. Ayo berangkat sendiri.

Lagi pula, ini bukan pemilihanku.

- Ayo, Hee Kyung! / - Ayo, Hee Kyung!

Pilih Cho Hee Kyung dari Partai Tangpyeong.

Halo. Aku Cho Hee Kyung. Mari memajukan kota kita

agar menjadi tempat baru. Aku siap melayani kalian.

Omong kosong.

Tidak lihat aku sedang bekerja? Mengganggu saja.

Keluarlah.

Halo, Bu.

Kata orang, ekonomi sedang buruk,

tapi aku senang melihatmu kedatangan banyak pelanggan.

Dengarkan itu.

Kamu pandai bicara.

Ya, aku mengerti.

Aku tahu semua orang kesulitan, aku juga harus perhatian

dan mendengarkan pada saat begini.

Jika diberi kesempatan...

Kesempatan? Kesempatan apa?

Aku tidak mau memercayai perkataan politikus.

Kinerjamu buruk sekali di Dewan Penyelidikan.

Katamu mereka mati, padahal masih hidup.

Kamu tidak menghargai nyawa orang karena punya kekuasaan.

Jika kami membiarkanmu menang pemilihan,

kelakuanmu akan semakin buruk.

- Biar kujelaskan. / - Tidak usah!

Aku tidak mau dengar. Keluar dari restoranku.

Saat mendengar pemilik kedai bicara, kurasa dia

akan menjadi politikus yang hebat. Setuju?

Astaga. Lupakan saja!

Kenapa aku mau menjadi politikus?

Astaga. Aku tidak akan pernah mau.

- Dia pandai bicara. / - Benar.

Politik bukan untuk semua orang.

Ayo pergi, Bu.

Terima kasih. - synced and ripped by anyHOW -

Dia pikir dia siapa?

Presdir Hwang.

Untuk sidang Joon Oh,

dia ingin Anda menjadi saksi.

Apa Anda bisa melakukannya?

Cuacanya indah hari ini.

Hati-hati.

Astaga, Anda kedinginan?

Ada apa?

Presdir Hwang, ada apa?

Presdir Hwang.

Astaga.

Ya.

Dia mengundurkan diri dari pemilihan hari ini.

Ya.

Matikan ponselnya.

Media akan menerbitkannya. Tidak usah ditanggapi.

Ya, Bu.

Halo, Jaksa Lee.

Kabarnya cepat menyebar. Kamu sudah mendengar...

Sidang Seo Joon Oh?

Dia menyerahkan diri?

Ya, Bu.

Bisakah kamu bersaksi pada sidang pertama?

Entah kenapa,

perkataanmu bisa berubah menjadi persidangan.

Karena kamu yang memulai,

perkataanmu akan

paling meyakinkan. Bukan begitu?

Dengar, Jaksa Lee.

Sekarang, aku...

Bereskan masalah yang kamu buat.

Seperti orang berpendidikan.

Kuanggap kamu akan datang. Akan kusiapkan semuanya.

Tunggu...

Sial.

Dia membuatku kesal.

Maaf.

Apa Seo Joon Oh menyerahkan diri?

Tampaknya begitu.

Dia menyerahkan diri

kepada polisi kali ini.

Apa dia mencoba menghancurkan dirinya sendiri?

Bisakah kamu menyingkirkannya?

Bukti terkait pembunuhan Hwang Jae Gook.

Jaksa Yoon menyerahkannya kepada Jae Joon.

Pastikan kamu menyingkirkannya.

Jadi, tidak akan ada yang tahu.

Bisakah?

Akan segera kuurus setelah bebas.

Aku akan melakukan segalanya

untuk mengurangi hukumanmu.

Orang yang kamu suruh untuk membunuh Presdir Hwang.

Kamu menyuruh Tae Ho membunuhnya, bukan?

Sayang sekali.

Sepertinya dia dan Tae Ho akur.

Kami melakukan apa saja

untuk menemukan anak buah Jang Do Pal.

Jika dia berhasil ditangkap sebelum sidang kedua,

Jang Do Pal akan bekerja sama dengan kita.

Bong Hee juga sangat mencemaskanmu.

"Semangat, Joon Oh!"

Dia memintaku menyampaikannya. Astaga, apa aku perlu melakukannya?

Bagus.

Dia bilang apa?

"Semangat, Joon Oh!"

Saya bersumpah

untuk berterus terang.

Saya sepenuhnya mengerti

konsekuensi sumpah palsu.

"Terdakwa"

Jaksa dipersilakan menanyai saksi.

Setelah kecelakaan pesawat

Legend Entertainment,

Anda menghabiskan

empat bulan di pulau terpencil di Tiongkok

bersama terdakwa. Benarkah itu?

Benar.

Anda menyaksikan terdakwa

membunuh Aktris Yoon So Hee di pulau tersebut.

Apakah itu benar?

Ya.

Tolong katakan

yang Anda lihat di TKP pembunuhan.

Malam itu,

saya mencemaskan So Hee yang keluar sendirian.

Saya pergi mencarinya.

Saya melihat Seo Joon Oh mengikutinya.

Lalu dia mencekiknya dari belakang.

Dia tidak berhenti.

So Hee berjuang untuk meloloskan diri.

Tapi Joon Oh mencekiknya tanpa ragu.

Setelah diselamatkan,

Anda bilang

terdakwa mencoba membunuh

penyintas lain.

Benarkah?

Benar.

Apa alasannya?

Ini alasannya.

Itu karena

kami semua mengetahui Joon Oh membunuh So Hee.

Keberatan, Yang Mulia.

Pernyataannya terlalu subjektif.

Itu hanya dugaan yang tidak dianggap objektif.

Diterima.

Apa pengacara terdakwa punya pembelaan?

Ya, Yang Mulia.

Anda bilang

menyaksikan Seo Joon Oh membunuh Yoon So Hee.

Benarkah?

Benar.

Anda melihatnya secara jelas?

Tidakkah terlalu gelap atau terlalu jauh?

Keberatan, Yang Mulia.

Diterima.

Baiklah.

Akan saya ulangi.

Saat kejahatan berlangsung,

dengan mata Anda sendiri,

apa Anda menyaksikan secara jelas

Seo Joon Oh membunuh Yoon So Hee?

Ya.

Apa yang Seo Joon Oh perbuat?

Apa dia melakukan ini?

Atau dia melakukan ini?

Apa dia memojokkannya?

Saya tidak ingat jelas.

Saya tidak melihat jelas

cara dia membunuhnya.

Tadi Anda bilang tidak terlalu gelap

atau terlalu jauh

dan Anda menyaksikannya secara jelas.

Kini Anda tidak mengingatnya?

"Laporan Autopsi"

Apakah ada sarung tangan di pulau?

Kenapa bertanya?

Dia dicekik hingga tewas,

tapi tidak ditemukan sidik jari.

Entahlah.

Aku tidak ingat jelas.

Sudah kuduga.

Itu bukan kenangan yang menyenangkan.

Saksi.

Tolong jawab pertanyaannya.

Apa yang Seo Joon Oh perbuat?

Saat itu, saya sangat terkejut.

Saya tidak ingat yang dia lakukan.

Apa dia membunuh Yoon So Hee secara keji?

Anda menyaksikan terdakwa membunuh Yoon So Hee.

Tapi Anda tidak ingat cara dia membunuhnya.

Apakah ini benar?

Maaf.

Kejadian itu sungguh mengerikan.

Saya enggan memikirkannya.

Saya turut prihatin.

Selagi terdakwa membunuh Yoon So Hee,

apa yang Anda lakukan?

Seperti ucapan saya barusan,

saya terdiam karena terguncang.

Saya akan meringkasnya.

Anda menyaksikan terdakwa membunuh Yoon So Hee,

tapi tidak melihat cara dia membunuhnya.

Itu sangat keji hingga Anda tidak ingat.

Anda juga tidak berdaya. Apakah ini benar?

Ini pertanyaan terakhir.

Benarkah terdakwanya Seo Joon Oh dan korbannya Yoon So Hee?

Keberatan, Yang Mulia.

Diterima.

Bukan hanya saya.

Tae Ho Hang juga begitu.

Di pulau terpencil,

Seo Joon Oh adalah pembunuh gila.

Kami akan dibunuh jika tidak menurut.

Dia terdengar serius.

Dengan kata lain,

Anda takut mati,

jadi, Anda hanya menyaksikan So Hee dibunuh?

Ini benar, bukan?

Keberatan, Yang Mulia.

Tidak ada pertanyaan lagi, Yang Mulia.

Akan bagus jika memanfaatkan

Choi Tae Ho yang menghadiri sidang sebagai saksi untuk memberatkannya.

Caranya?

Kita bisa mengarahkan dia membuat kesalahan saat mencoba

menunjukmu sebagai pelaku. Semacam itu.

Saat bersikeras berbohong soal hal

yang tidak kamu lihat, perkataanmu akan inkonsisten.

- Maksudmu, berbohong... / - Menutupinya dengan kebohongan.

Kita harus memanfaatkan itu, bukan?

Pasien Hwang Jae Gook mengalami radang paru-paru akut.

Dia butuh istirahat total saat ini.

Pengacara, Anda dipersilakan menanyai saksi.

Yang Mulia, saya ingin menanyai saksi tambahan.

Pengacara tidak merundingkan ini dengan kami.

Dia yang kali pertama menemukan mayat Yoon So Hee.

Dia saksi penting.

Kami tidak yakin apa dia bisa hadir karena alasan pribadi...

Alasan pribadi itu

membuat kesaksiannya semakin tidak bisa dipercaya.

Ini laporan dari dokter saksi.

Tolong pastikan dia mampu memberikan kesaksian.

Pengacara,

apa dia cukup sehat untuk ini?

Yang Mulia, saya mohon maaf.

Dokternya bilang tidak masalah.

Ya.

Dia tidak bersalah.

Seo Joon Oh

tidak bersalah.

Dia berusaha

sebaik mungkin

menyelamatkan semua orang.

- Ada apa ini? / - Apa katanya?

- Astaga. / - Apa yang terjadi?

"Jaksa"

Seo Joon Oh

harus dibebaskan.

Jaksa, apakah saksi, Cho Hee Kyung, tidak hadir hari ini?

Tidak, Yang Mulia.

Berarti tidak ada keterangan tambahan.

Saya nyatakan sidang pertama

kasus pembunuhan Yoon So Hee, nomor kasus 2017-2915, berakhir.

Sidang dibubarkan.

Anda baik-baik saja, Presdir Hwang?

Aku melihat Cho Hee Kyung tadi.

- Kenapa dia pergi begitu saja? / - Cho Hee Kyung datang?

Ya. Aku melihatnya di lorong.

Kenapa semua orang harus mengejutkanku seperti ini?

Sulitkah memenjarakan Seo Joon Oh?

Apakah kehilangan seorang saksi sangat bermasalah?

Jangan buang-buang waktu dan temui Jang Do Pal.

Kenapa aku harus menemui dia?

Belakangan ini kamu belum mengunjunginya, bukan?

Jika tidak berhati-hati,

dia bisa bersaksi untuk Seo Joon Oh.

Sebaiknya dengarkan nasihatku.

Jaksa Yoon dan Pengacara Cho

berusaha mencari pelaku di balik kecelakaan Presdir Hwang.

Bertahanlah.

Bagaimana kabar Presdir Hwang? Dia tampak kurang sehat.

Pak Tae menghubungiku dan katanya dia baik-baik saja.

Presdir Hwang sangat ingin menghadiri sidang.

Tenang saja.

Bagaimana dengan Jang Do Pal?

Jaksa Yoon dan Pengacara Cho

akan menemuinya nanti.

Kita hampir selesai. Tabahlah, Joon Oh.

Baik.

Pak Jang.

Lama tidak berjumpa, Tae Ho.

Maaf.

Aku ingin menyampaikan kabar baik, tapi itu butuh waktu.

Kabar baik?

Si Berengsek itu.

Dia sudah ditangkap.

- Sungguh? / - Dia bersembunyi.

Aku akan segera menyingkirkannya.

Jadi, tidak usah khawatir.

Tidak ada yang membantunya.

Di mana dia bersembunyi?

Sebaiknya dengarkan nasihatku.

Jang Do Pal dan Seo Joon Oh bertemu beberapa hari lalu.

Sepertinya dia mendengar sesuatu dari Seo Joon Oh.

Tapi aku tidak tahu soal apa.

Itu...

Dia pasti tahu akan mati jika tertangkap.

Pokoknya, aku sudah menemukannya,

jadi, kamu tidak perlu khawatir.

Aku akan menyewa pengacara mahal

untuk membebaskanmu.

Baik. Terima kasih.

Ada kabar baik lainnya.

Kesehatan Presdir Hwang memburuk.

Kamu belum tahu, bukan?

Alam semesta pasti membantu kita.

Sepertinya hidupnya tidak akan lama lagi,

jadi, dia tidak akan bisa membocorkan perbuatanmu.

Jadi, jangan khawatir.

Baiklah.

Itu kabar bagus.

Pak Jang.

Kamu ingin menyia-nyiakan kesempatan terakhirmu untuk hidup?

Jika kamu memercayai Choi Tae Ho dan tetap bungkam,

kamu dan dia

akan jatuh bersama.

Kamu mau menemuiku,

jadi, kupikir kamu menyadarinya.

Tapi kamu masih tidak memercayaiku.

Orang yang kamu suruh untuk membunuh Hwang Jae Gook.

Meski tidak dapat menemukannya,

kami tetap bisa memenjarakanmu.

Kamu tahu kenapa?

Sepertinya

Presdir Jang sudah mengetahui

aku membantumu dan tidak membunuhmu.

Kurasa dia akan bersaksi untuk Seo Joon Oh.

Aku harus bagaimana?

Haruskah aku membunuhmu saja?

Haruskah aku

menyingkirkan Jang Do Pal?

Mari kita pikirkan.

Benarkah?

Jang Do Pal mau bersaksi?

Bagaimana bisa?

Apa yang mengubah pikirannya?

Mungkin dia sekarat.

Kemarin, Presdir Hwang

dan Jang Do Pal bertemu.

Kalau bisa

aku akan

memutuskan lengan, kaki, dan membunuhmu.

Tapi jika mau bersaksi,

aku akan bermurah hati.

Bersaksilah untuk Joon Oh.

Apa yang bisa Jang Do Pal katakan?

Kamu bilang

meskipun bisa membuktikan konspirasi Tae Ho,

masih sulit membebaskan Joon Oh.

Setelah Tae Ho diselamatkan,

dia bilang kepada Jang Do Pal bahwa dia membunuh So Hee.

Jang Do Pal

akan menyampaikannya di sidang besok.

Joon Oh akan senang mendengarnya.

Kita harus

membuat Jang Do Pal

bisa bersaksi dengan selamat besok.

Choi Tae Ho

pasti sudah tahu dia akan bersaksi untuk Joon Oh.

Hai, Jaksa Lee.

Jang Do Pal akan bersaksi untuk Seo Joon Oh besok.

Kamu tahu, bukan?

Jika dia bersaksi, kamu pasti akan kalah besok.

Itu juga masalah besar bagiku.

Apa tindakanmu sekarang?

Bisakah kamu menghentikannya?

Sepertinya dia memutuskan untuk bersaksi.

Joon Oh.

Aku datang

karena mencemaskan dan merindukanmu.

Ini berat, bukan?

Kamu sudah berusaha dengan sangat baik sejauh ini.

Satu hari lagi.

Bertahanlah satu hari lagi.

Semuanya akan berakhir besok.

Kamu bisa terbebas dari semua tuduhan

dan keluar dari sini besok.

Percayalah.

Byeong Joo. Kamu sudah dihubungi?

Belum.

Bong Hee.

Pengacara Cho.

Mereka dalam perjalanan kemari.

Ada apa dengan mobil itu?

Lalu?

Kurasa ada kecelakaan di dekat tahanan.

- Aku tidak tahu tepatnya... / - Cari tahu saja

lokasi Seo Joon Oh.

Pengacara Cho.

Rasanya aneh.

Kurasa terjadi sesuatu.

Aku juga tidak bisa menghubungi Jaksa Yoon.

Apa?

Aku akan memeriksanya.

Mereka pasti baik-baik saja.

Mereka terlambat.

- Dia tidak menjawab telepon? / - Pengacara Cho sudah datang.

Kamu tidak bisa menghubungi mereka?

Aku juga tidak bisa menghubungi mobil polisinya.

Entah di mana mereka.

Apa yang terjadi?

Bagaimana ini?

Sidang tidak bisa dimulai tanpa Joon Oh dan Jang Do Pal.

Ini gawat. Ayo kita cari mereka.

Tidak.

Jika mau melakukan itu, harus ada polisi yang ikut,

tapi Jaksa Lee tidak mengizinkan.

Semuanya sulit.

Halo, Jaksa Yoon?

Maaf.

Ada apa?

Kami khawatir karena tidak bisa menghubungimu.

Seharusnya aku segera mengabarimu.

Anak buah Choi Tae Ho menyerangku.

Di mana Joon Oh?

Kami belum menemukan dia.

Mereka pasti belum jauh dari sini.

Aku akan mencarinya.

Nanti kuhubungi lagi.

Ya.

Sampai kapan kita harus menunggu?

Ini membuatku gila.

Jaksa Lee berusaha mencegah kita bertindak.

Kita terpaksa menunggu.

Ya. Andai kita bisa meminta orang untuk mencari tahu

lokasi mereka.

Ini tidak akan rumit. Aku bisa gila.

Ini menggelikan.

Tidak kusangka jaksa punya wewenang sehebat ini.

Ada satu orang

yang bisa membantu kita.

Kudengar kamu akan bersaksi untuk Seo Joon Oh.

Aku tahu kamu mencoba berkhianat.

Kamu kira aku tidak akan tahu?

Yang kulakukan bukanlah urusanmu.

Kamu tidak boleh berbuat seperti ini kepadaku.

Setelah kejadian yang menimpa Jae Hyun,

sudah kubilang aku akan mengaku.

Sudah kukatakan berkali-kali, tapi apa?

Kamu bilang akan membantuku.

Kamu bilang akan bertanggung jawab.

Aku bahkan tidak membunuh Jae Hyun.

Sejak berada di pulau hingga saat ini,

aku berusaha hidup seperti orang lain.

Karena itu hidupku penuh kekerasan.

Kini,

kamu mau berkhianat?

Tidak akan kubiarkan.

Aku harus menyeretmu jatuh bersamaku.

Bu Cho.

Bong Hee.

Tenggorokan Bu Cho sedang sakit.

Dia tidak bisa berbincang terlalu lama.

Aku kemari bukan untuk mendengarkanmu.

Aku ingin meminta bantuan.

Bantulah kami.

Kamu tahu semua yang telah menimpa kami.

Dia tidak bertanggung jawab mengenai kecelakaan itu.

Ya.

Dia bertanggung jawab.

Sebagai Pimpinan Dewan Penyelidikan,

jelas dia bertanggung jawab.

Tapi

kamu tidak pernah bersikap seperti pimpinan.

Andai kamu mendengarkan

dan memihak,

serta mau menolong kami...

Andai kamu memenuhi kewajibanmu,

semuanya tidak akan sampai sejauh ini.

Mana bisa kamu mengaku tidak bertanggung jawab?

- Apa... / - Saat ini,

aku memberimu kesempatan.

Ini kesempatan terakhirmu

untuk menjadi pimpinan Dewan Penyelidikan.

Apa yang akan kamu lakukan?

Akankah kamu lari lagi

seperti biasanya?

Pandai sekali bicaranya.

Halo, Direktur. Apa kabar?

Suaraku?

Ini karena kampanye. Aku malu.

Aku menghubungimu

karena punya permintaan. Ini cukup mendesak.

Ya, Pak.

Kamu tahu

aku sangat menderita karena kamu?

Jika bukan karena kamu,

aku tidak akan...

Tae Ho!

Jangan!

Cukup!

Kamu berusaha menutupi kesalahanmu.

Kamu berusaha menyembunyikannya.

Apa kamu akan terus membunuh

dan lari seumur hidupmu?

Berengsek!

Kamu kira akan bahagia?

Hidup terasa lebih mudah di pulau

saat kita tidak memedulikan pendapat orang lain.

Saat itulah aku bahagia.

Relakanlah.

Tae Ho.

Ayo kita relakan.

Aku sungguh berharap

kamu akan bahagia.

Kita tidak bisa kembali seperti dahulu.

Karena aku orang baik,

aku akan tetap berada di sisimu seperti dahulu.

Tae Ho.

Mari sudahi di sini.

Kenapa bisa menjadi seperti ini?

Kamu sudah mengupayakan banyak hal untuk mendukungku.

Tidak masalah.

Semoga Anda bisa beristirahat dengan baik.

Mereka yang telah salah memilih.

Mereka yang menyesal setelah agak terlambat.

Mereka yang mencoba menutupi kebenaran dengan kebohongan,

mendapatkan ganjarannya.

Akhirnya,

segalanya kembali ke tempat semestinya.

Tolong ikut kami.

Ayo pergi.

Lepaskan.

Lepaskan aku!

- Terima kasih. / - Kami akan berjuang.

Hei, tunggu.

Lakukanlah seperti ini.

- Hentikan. / - Itu jelek.

- Aku bisa melakukannya. / - Itu bagus.

Kenapa kamu menggangguku?

Bong Hee, ada yang ingin kutanyakan.

Bolehkah aku bicara secara santai?

- Apa? / - Aku belum pernah ke sana.

Apa aku mengejutkanmu?

- Gambarlah burung camar. / - Burung camar?

Astaga, dasar bodoh.

Jangan lakukan seperti itu.

- Wajahmu memerah. / - Senyumlah untukku.

Aku tidak mengerti.

Itu manis sekali.

Bukan aku. Aku tidak melakukannya.

Jaksa Yoon, kenapa kamu serius sekali? Kita tamat.

- Hei, jangan sentuh. / - Kita dalam masalah.

Tae Ho!

Hei, Ho Hang!

Selesaikan tugasmu. Kenapa kamu berkeliaran seperti orang gila?

Apa pekerjaanmu?

- Aku manajer. / - Lalu kenapa bermalas-malasan?

- Uruslah urusanmu sendiri. / - Ya, Ji Ah.

- Omong-omong, / - Ya.

kurasa Bong Hee...

Bong Hee atau aku?

Tentu saja kamu.

Sudah pasti kamu.

- Ji Ah! Bukan yang itu. / - Ki Joon.

Ambil ini.

- Hei, sedang apa kamu? / - Ji Ah.

- Mereka tampak bahagia, / - Ya.

tapi semuanya pernah terluka.

- Di sini! / - Kamu selalu

menatap orang seperti itu.

Sejak berada di pulau...

Berapa banyak orang yang dia bunuh?

Apakah itu rahasia?

Suasana hatinya sedang bagus.

Dia sangat cantik. - synced and ripped by anyHOW -

Dia manis, bukan? Ji Ah manis sekali.

- Dia sangat manis, aku ingin... / - Jika kamu bisa menghadapinya...

- Presdir Hwang. / - Kami datang.

Jangan! Sialan!

Jangan sentuh kepalaku!

Astaga.

Kenapa dia marah kepadaku?

Dasar...

Astaga, Ho Hang. Hentikan dia.

Ada apa dengannya?

- Astaga! / - Gawat.

Byeong Joo!

- Maaf. / - Pohonnya...

Kenapa kamu ini?

- Lewati saja. / - Tegakkan lagi.

Jangan lakukan itu.

Lompati saja.

- Hati-hati. / - Astaga.

Ada apa?

Apa ini?

- Ki Joon, aku menginjak sesuatu. / - Kamu menginjak kotoran!

Kenapa ada kotoran di atap ini?

Kupakai sebagai pupuk. Kenapa bisa ada di sana?

- Kurasa aku menjatuhkannya. / - Itu kotoran anjing?

- Astaga. / - Ada apa?

- Kamu buang angin? / - Tidak.

Bong Hee, siapa yang buang air besar di sini?

- Joon Oh. / - Ya.

- Apa ini? / - Kotoran.

- Itu kotoran? / - Dia menginjak kotoran!

- Jangan mengejek dia. / - Hei, hentikan!

Seharusnya kamu ke toilet. Kenapa buang air di sini?

Joon Oh, kapan kamu buang air?

- Ini bukan kotoranku. / - Kenapa kamu menginjaknya?

Kamu pasti sengaja menginjak kotoran itu.

- Jangan. / - Itu menjijikkan.

- Bau. / - Kurasa aku juga menginjaknya.

- Tunggu! / - Tidak. Itu bukan kotoran.

- Bersihkan sebelum kamu masuk. / - Ya.

- Ayo. / - Kamu membuatnya senang.

Hanya itu yang penting.

- Ayo. / - Akan kusisakan tempat untukmu.

- Itu membawa keberuntungan. / - Bersihkan dahulu.

Kenapa menatapku seperti itu?

Kenapa...

Tidak perlu mengunci pintunya.

- Baunya. / - Sampai nanti.

- Kenapa bisa ada di sini? / - Jangan mengangkat kakimu.

- Kenapa? / - Baunya bisa menyebar.

- Itu bau. / - Tapi tetap saja...

- Kenapa yang lain meninggalkanku? / - Astaga! Kakimu.

Jangan bergerak, Joon Oh. Berhenti.

Astaga.

- Kenapa kamu bisa menginjaknya? / - Kenapa yang lain meninggalkanku?

Kenapa kamu tidak ikut mereka?

Mana bisa aku meninggalkanmu sendirian?

Astaga.

Kenapa kamu tidak mengenakan kalung pemberianku?

Aku menyimpannya.

Kenakanlah.

Jika tidak, kalungnya tidak berguna seperti kotoran ini...

- Sudah kubilang jangan bergerak. / - Hei, menurutku...

Ini menyenangkan.

Aku teringat masa-masa di pulau karena Tae Ho juga ada di sini.

Ya.

Masa-masa itu menyenangkan.

Ada sesuatu di sini.

Di sini?

Tidak, di bawahnya.

Di mana?

Di bawah bibirmu.

Biar aku saja.

- Jangan pakai liurmu. / - Ini tidak bisa bersih.

Aku harus bagaimana?

- Adakah cara membersihkannya? / - Ada cara lain yang bisa dicoba.

Apa?

Caranya?

Kurasa...

Tatap aku.

Kenapa memejamkan matamu?

- Aku hanya memejamkannya sebentar. / - Mataharinya menyilaukan.

Ya. Aku harus memejamkannya lagi.

- Ayolah. / - Apa?

Astaga.

Kenapa kamu baru bilang?

- Apa masalahmu? / - Hei.

- Astaga, baunya. / - Hei.

Joon Oh, ini gawat.

Dia baru bilang bahwa kamu ada wawancara.

- Wawancara apa? / - Apa?

Ternyata, kamu ada jadwal wawancara hari ini.

Byeong Joo lupa.

Aku harus bagaimana?

Seharusnya kamu bilang lebih awal.

Aku berlumuran cat dan menginjak kotoran.

- Ada wawancara televisi? / - Baunya seperti kotoran.

- Pemirsa tidak bisa menciumnya. / - Itu benar.

Halo, aku Seo Joon Oh.

Joon Oh menginjak kotoran!

Entah apa aku bisa membintangi drama untuk sementara ini.

Dia juga pernah menginjak kotoran sebelumnya!

Byeong Joo, singkirkan ini dari hadapanku. Potonglah.

- Tidak apa-apa, Byeong Joo. / - Baiklah.

Ini harus dipotong.

Aku senang diberikan peluang

untuk menyapa kalian semua. Aku ingin meminta maaf lagi...

- Inilah akibatnya - Serang!

jika melakukan tindak kejahatan.

Semuanya, tolong jangan berbuat jahat.

Aku paham. Tidak apa-apa.

Apa pepatahnya? Ki Joon.

"Bencilah orangnya, bukan dosanya"?

Benar.

Seperti pepatah, "Bencilah orangnya, bukan dosanya".

Aku harus menatap kamera mana?

- Bong Hee. / - Ibu.

- Apakah kita tampil di televisi? / - Kita tampil di televisi!

Halo! Satu, dua, tiga.

- Halo. / - Halo.

Kenapa kamu menanyakan hubungan kami?

Direktur.

Apa semua orang di pulau terpencil berkencan?

Kami saling membantu dan merawat...

Cuacanya bertambah dingin. Ayo kita akhiri.

Kami pernah berkencan, tapi aku tidak mencintainya.

Akan kuhargai jika kalian tidak menanyakan kisah cinta mereka.

Tolong tanyakan proyek mereka ke depannya saja.

Aku tidak ada jadwal. Kamu bicara apa?

Ada enam film pendek sebentar lagi.

Aku akan berusaha menebus kesalahanku kepada mereka.

Aku akan bekerja lebih keras lagi.

Kami belum menyerah tentang Yeol.

Kami akan berjuang menemukannya.

Akan kugunakan pelajaran dari Presdir Hwang

dan melakukan yang terbaik untuk para aktor dan aktrisku.

Dia orang yang tidak kenal takut...

Astaga.

Maafkan aku. Itu sangat mengagetkan.

Setelah aku diberhentikan dari pekerjaanku,

aku mulai mengajar

murid-murid SMA.

Bicaralah lebih cepat.

Dia membosankan. Hubungan kami hanya soal pekerjaan. Ya.

Aku baru belajar soal pekerjaanku darinya.

Kepribadiannya bagus

dan mahir di bidangnya.

Menurut kalian, aku mahir dalam pekerjaanku, bukan?

Aku belajar semua darinya.

Karena itulah keahlianku sangat banyak.

Aku bekerja di tempat lain setelah lulus kuliah.

Lalu bibiku menghubungiku...

Bibimu?

Sebenarnya Bu Cho adalah bibiku.

Dia

sedang berlibur.

- Byeong Joo! / - Ya?

- Apa maksudmu... / - Kamu mengenalku?

- Bu Cho Hee Kyung? / - Halo.

Sebenarnya aku menyukai Bong Hee...

- Aku? / - Itu...

Kamu menyukaiku?

Sungguh?

- Ayo lebih bersemangat. / - Baik.

Jangan hanya bicara.

Berbuat lebih baik daripada berbicara.

Tunjukkan.

- Ji Ah, jangan. / - Jangan memerintahku.

Ji Ah, apa yang ingin kamu ungkapkan?

Tampaknya dia menyukai hal semacam itu.

Dinding yang itu terlihat terlalu kosong.

Mana aku tahu?

Ini luar biasa.

- Kita harus bagaimana? / - Bong Hee.

Ya?

Habislah kita.

Ini gagal total.

Aku bingung harus berkata apa.

Sudah kuduga ini akan terjadi.

Aku tidak menduganya.

Bagaimana ini?

Mau diulang?

- Bong Hee, sebenarnya ini... / - Ho Hang.

- Warna merahnya terlalu banyak. / - Dua bagian itu hampir sama.

- Indahnya. / - Warnanya cocok.

- Itu berkilauan. / - Kita bisa memanggil pelukis ahli.

Ayo kita lapisi semuanya dan ulangi dari awal.

- Ulangi? / - Caranya?

- Lagi? / - Lakukan saja sendiri.

Semangat!

- Ada yang harus menekannya. / - Ya.

- Jangan terlalu dekat. / - Satu, dua, tiga.

- Ini dia! / - Lampunya kedip. Satu, dua, tiga!

"Terima kasih banyak telah menyaksikan Missing 9"

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.