Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Jaksa Lee Jae Joon"
Mungkin pikirmu aku sudah gila, tapi tidak ada pilihan lain.
Hanya ada satu cara.
Aku akan menyerahkan diri.
Pak Seo Joon Oh.
Sulit sekali menemuimu.
Karena kamu sudah menyerahkan diri,
mari kita ubah ini menjadi pertunjukan hebat.
Seharusnya kamu menghentikan dia.
Katamu dia tidak boleh mendatangi kantor kejaksaan.
Kenapa kamu membiarkannya pergi begitu saja?
Menyerahkan diri tanpa rencana sama saja akhir baginya.
Bagaimana ini, Jaksa Yoon?
Tae Ho pasti bebas usai bersepakat dengan Jang Do Pal.
Tae Ho pasti berjanji menyingkirkan pembunuh bayaran itu.
Maksudmu,
aku harus memecah belah mereka?
Bisa atau tidaknya meraih dukungan Jang Do Pal
bergantung kepadamu, Joon Oh.
Apa yang kamu kenakan di kepala?
Kamu tampak sehat.
Kenapa kamu ingin menemuiku?
Apakah tidak apa-apa meninggalkan mereka berdua seperti itu?
Keraskan saja suaranya.
Bagaimana penahananmu di sini?
Tidak ada yang kukhawatirkan, aku merasa tenang.
Pikiranmu memang luas.
- Kamu yang dipenjara, bukan Tae Ho. / - Dengar.
Jika kamu mencoba memancingku untuk memperoleh sesuatu...
Apa Tae Ho
sering menemuimu?
Kamu tahu yang dia perbuat akhir-akhir ini?
Apa aku perlu tahu?
Tentu saja perlu.
Jika sepenuhnya mengaku bersalah untuk bersepakat,
setidaknya kamu harus tahu apa dia bekerja dengan baik.
Kamu kira Tae Ho akan menuruti permintaanmu?
Kamu berbuat keji untuknya,
tapi dia tidak berbuat apa pun untukmu.
Sepertinya dia melupakan permintaanmu.
Aku tidak mengerti ucapanmu.
Aku tidak meminta dia melakukan sesuatu...
Presdir Hwang
sudah bisa berbicara.
Lalu? Apa yang ingin kamu katakan?
Aku tidak tahu kenapa aku mendengarkan ini.
Apa yang dia lakukan?
- Kamu begitu memercayai Tae Ho? / - Lepaskan!
- Masuk. Cepat! / - Ya, Pak.
Apa yang Joon Oh lakukan? Buka pintunya.
Cepat buka!
Buka, kataku!
Jangan bergerak!
Jangan bergerak!
Bawa dia.
Joon Oh. Kamu sudah gila?
Apa yang kamu lakukan?
- Kamu bilang apa kepadanya? / - Tidak ada.
Sialan.
Kamu kira ini permainan?
Tidak.
- Kamu begitu memercayai Tae Ho? / - Lepaskan!
Orang yang kamu suruh membunuh Presdir Hwang.
Kamu menyuruh Tae Ho membunuh dia, bukan?
Sayang sekali.
Sepertinya dia dan Tae Ho akur.
Kamu sadar sudah tertipu?
Dia orangnya.
Dia yang mencoba menyuntik Presdir Hwang.
Benar, Joon Oh. Aku melihat orang itu.
Kamu menunjukkan foto pria dan bertanya
apa aku mengenalnya.
Katamu dia berusaha mencelakai Presdir Hwang
dan kamu harus menemukannya.
Aku melihat dia turun dari mobil Tae Ho
dan membungkuk seakan-akan anak buah Tae Ho.
Apa yang Joon Oh lakukan? Buka pintunya.
Cepat buka!
Buka, kataku!
Jangan bergerak!
Mengaku?
Kapan aku bilang begitu?
Katamu akan mengaku jika kuizinkan menemui Jang Do Pal.
Kapan? Kamu bicara apa? Apa aku bilang akan mengaku?
Astaga.
Jaksa Lee. Aku tidak tahan lagi.
Jika kamu akan melakukan ini, aku akan ikut sidang aja.
Kamu bilang bisa memenjarakanku meski tidak mengaku.
Silakan saja.
Sial. Dasar.
Hei. Keluarkan dia dari sini.
Cepat!
Kamu akan menyesal.
- Bong Hee. / - Hai.
- Halo. / - Kamu di sini.
Kudengar Joon Oh menyerahkan diri.
Itu bukan kemauannya.
Dia mendatangi kantor kejaksaan
untuk menggantikanku.
Kabar baiknya,
akan ada sidang
baik Joon Oh mengaku atau tidak.
Karena semua kesaksian kalian sudah tidak valid,
situasinya terpaksa harus berubah.
Mungkin saja ini hal bagus.
Maksudmu, sidang itu hal bagus?
Kamu punya rencana?
Pertama,
kita punya pengacara yang sangat andal.
Kamu menjadi pengacara?
- Ya. / - Kapan kamu beralih pekerjaan?
Apakah karena Joon Oh?
Tidak juga.
Aku sudah lama sekali merencanakannya.
Aku menundanya karena Joon Oh
dan aku mempercepatnya lagi karena dia.
- Apa? / - Nanti kuceritakan detailnya.
Apa maksudmu?
- Katakan saja kamu paham. / - Pokoknya, selamat.
Terima kasih.
Mari kita susun rencana untuk sidang.
Kurasa kita harus meminta
Presdir Hwang Jae Gook menjadi saksi pertama. Bagaimana?
Boleh aku bicara?
Presdir Hwang belum sembuh total.
- Apakah tidak apa-apa? / - Dia benar.
Bahkan bicaranya belum jelas.
Kita tetap harus mencoba.
Biar kutanyakan kepada Presdir Hwang.
Ya. Baik.
Dia menelepon.
Hei. Kenapa sulit sekali menghubungimu?
Kamu seperti menghindariku.
Kamu tidak tahu dari suaraku?
Suaraku serak karena aku berteriak-teriak untuk memulihkan
tingkat penerimaanku.
Jika sesibuk itu,
kenapa kamu sering ke kantor kampanye Pak Ahn?
Hei.
Dengar.
Jangan lakukan ini kepadaku sekarang.
Kamu memohon kepadaku untuk menolong Partai Tangpyeong.
Apa?
Baiklah. Tidak usah, biar aku saja.
Bagaimana jika kunjungannya lain kali saja?
Sudahlah. Ayo berangkat sendiri.
Lagi pula, ini bukan pemilihanku.
- Ayo, Hee Kyung! / - Ayo, Hee Kyung!
Pilih Cho Hee Kyung dari Partai Tangpyeong.
Halo. Aku Cho Hee Kyung. Mari memajukan kota kita
agar menjadi tempat baru. Aku siap melayani kalian.
Omong kosong.
Tidak lihat aku sedang bekerja? Mengganggu saja.
Keluarlah.
Halo, Bu.
Kata orang, ekonomi sedang buruk,
tapi aku senang melihatmu kedatangan banyak pelanggan.
Dengarkan itu.
Kamu pandai bicara.
Ya, aku mengerti.
Aku tahu semua orang kesulitan, aku juga harus perhatian
dan mendengarkan pada saat begini.
Jika diberi kesempatan...
Kesempatan? Kesempatan apa?
Aku tidak mau memercayai perkataan politikus.
Kinerjamu buruk sekali di Dewan Penyelidikan.
Katamu mereka mati, padahal masih hidup.
Kamu tidak menghargai nyawa orang karena punya kekuasaan.
Jika kami membiarkanmu menang pemilihan,
kelakuanmu akan semakin buruk.
- Biar kujelaskan. / - Tidak usah!
Aku tidak mau dengar. Keluar dari restoranku.
Saat mendengar pemilik kedai bicara, kurasa dia
akan menjadi politikus yang hebat. Setuju?
Astaga. Lupakan saja!
Kenapa aku mau menjadi politikus?
Astaga. Aku tidak akan pernah mau.
- Dia pandai bicara. / - Benar.
Politik bukan untuk semua orang.
Ayo pergi, Bu.
Terima kasih. - synced and ripped by anyHOW -
Dia pikir dia siapa?
Presdir Hwang.
Untuk sidang Joon Oh,
dia ingin Anda menjadi saksi.
Apa Anda bisa melakukannya?
Cuacanya indah hari ini.
Hati-hati.
Astaga, Anda kedinginan?
Ada apa?
Presdir Hwang, ada apa?
Presdir Hwang.
Astaga.
Ya.
Dia mengundurkan diri dari pemilihan hari ini.
Ya.
Matikan ponselnya.
Media akan menerbitkannya. Tidak usah ditanggapi.
Ya, Bu.
Halo, Jaksa Lee.
Kabarnya cepat menyebar. Kamu sudah mendengar...
Sidang Seo Joon Oh?
Dia menyerahkan diri?
Ya, Bu.
Bisakah kamu bersaksi pada sidang pertama?
Entah kenapa,
perkataanmu bisa berubah menjadi persidangan.
Karena kamu yang memulai,
perkataanmu akan
paling meyakinkan. Bukan begitu?
Dengar, Jaksa Lee.
Sekarang, aku...
Bereskan masalah yang kamu buat.
Seperti orang berpendidikan.
Kuanggap kamu akan datang. Akan kusiapkan semuanya.
Tunggu...
Sial.
Dia membuatku kesal.
Maaf.
Apa Seo Joon Oh menyerahkan diri?
Tampaknya begitu.
Dia menyerahkan diri
kepada polisi kali ini.
Apa dia mencoba menghancurkan dirinya sendiri?
Bisakah kamu menyingkirkannya?
Bukti terkait pembunuhan Hwang Jae Gook.
Jaksa Yoon menyerahkannya kepada Jae Joon.
Pastikan kamu menyingkirkannya.
Jadi, tidak akan ada yang tahu.
Bisakah?
Akan segera kuurus setelah bebas.
Aku akan melakukan segalanya
untuk mengurangi hukumanmu.
Orang yang kamu suruh untuk membunuh Presdir Hwang.
Kamu menyuruh Tae Ho membunuhnya, bukan?
Sayang sekali.
Sepertinya dia dan Tae Ho akur.
Kami melakukan apa saja
untuk menemukan anak buah Jang Do Pal.
Jika dia berhasil ditangkap sebelum sidang kedua,
Jang Do Pal akan bekerja sama dengan kita.
Bong Hee juga sangat mencemaskanmu.
"Semangat, Joon Oh!"
Dia memintaku menyampaikannya. Astaga, apa aku perlu melakukannya?
Bagus.
Dia bilang apa?
"Semangat, Joon Oh!"
Saya bersumpah
untuk berterus terang.
Saya sepenuhnya mengerti
konsekuensi sumpah palsu.
"Terdakwa"
Jaksa dipersilakan menanyai saksi.
Setelah kecelakaan pesawat
Legend Entertainment,
Anda menghabiskan
empat bulan di pulau terpencil di Tiongkok
bersama terdakwa. Benarkah itu?
Benar.
Anda menyaksikan terdakwa
membunuh Aktris Yoon So Hee di pulau tersebut.
Apakah itu benar?
Ya.
Tolong katakan
yang Anda lihat di TKP pembunuhan.
Malam itu,
saya mencemaskan So Hee yang keluar sendirian.
Saya pergi mencarinya.
Saya melihat Seo Joon Oh mengikutinya.
Lalu dia mencekiknya dari belakang.
Dia tidak berhenti.
So Hee berjuang untuk meloloskan diri.
Tapi Joon Oh mencekiknya tanpa ragu.
Setelah diselamatkan,
Anda bilang
terdakwa mencoba membunuh
penyintas lain.
Benarkah?
Benar.
Apa alasannya?
Ini alasannya.
Itu karena
kami semua mengetahui Joon Oh membunuh So Hee.
Keberatan, Yang Mulia.
Pernyataannya terlalu subjektif.
Itu hanya dugaan yang tidak dianggap objektif.
Diterima.
Apa pengacara terdakwa punya pembelaan?
Ya, Yang Mulia.
Anda bilang
menyaksikan Seo Joon Oh membunuh Yoon So Hee.
Benarkah?
Benar.
Anda melihatnya secara jelas?
Tidakkah terlalu gelap atau terlalu jauh?
Keberatan, Yang Mulia.
Diterima.
Baiklah.
Akan saya ulangi.
Saat kejahatan berlangsung,
dengan mata Anda sendiri,
apa Anda menyaksikan secara jelas
Seo Joon Oh membunuh Yoon So Hee?
Ya.
Apa yang Seo Joon Oh perbuat?
Apa dia melakukan ini?
Atau dia melakukan ini?
Apa dia memojokkannya?
Saya tidak ingat jelas.
Saya tidak melihat jelas
cara dia membunuhnya.
Tadi Anda bilang tidak terlalu gelap
atau terlalu jauh
dan Anda menyaksikannya secara jelas.
Kini Anda tidak mengingatnya?
"Laporan Autopsi"
Apakah ada sarung tangan di pulau?
Kenapa bertanya?
Dia dicekik hingga tewas,
tapi tidak ditemukan sidik jari.
Entahlah.
Aku tidak ingat jelas.
Sudah kuduga.
Itu bukan kenangan yang menyenangkan.
Saksi.
Tolong jawab pertanyaannya.
Apa yang Seo Joon Oh perbuat?
Saat itu, saya sangat terkejut.
Saya tidak ingat yang dia lakukan.
Apa dia membunuh Yoon So Hee secara keji?
Anda menyaksikan terdakwa membunuh Yoon So Hee.
Tapi Anda tidak ingat cara dia membunuhnya.
Apakah ini benar?
Maaf.
Kejadian itu sungguh mengerikan.
Saya enggan memikirkannya.
Saya turut prihatin.
Selagi terdakwa membunuh Yoon So Hee,
apa yang Anda lakukan?
Seperti ucapan saya barusan,
saya terdiam karena terguncang.
Saya akan meringkasnya.
Anda menyaksikan terdakwa membunuh Yoon So Hee,
tapi tidak melihat cara dia membunuhnya.
Itu sangat keji hingga Anda tidak ingat.
Anda juga tidak berdaya. Apakah ini benar?
Ini pertanyaan terakhir.
Benarkah terdakwanya Seo Joon Oh dan korbannya Yoon So Hee?
Keberatan, Yang Mulia.
Diterima.
Bukan hanya saya.
Tae Ho Hang juga begitu.
Di pulau terpencil,
Seo Joon Oh adalah pembunuh gila.
Kami akan dibunuh jika tidak menurut.
Dia terdengar serius.
Dengan kata lain,
Anda takut mati,
jadi, Anda hanya menyaksikan So Hee dibunuh?
Ini benar, bukan?
Keberatan, Yang Mulia.
Tidak ada pertanyaan lagi, Yang Mulia.
Akan bagus jika memanfaatkan
Choi Tae Ho yang menghadiri sidang sebagai saksi untuk memberatkannya.
Caranya?
Kita bisa mengarahkan dia membuat kesalahan saat mencoba
menunjukmu sebagai pelaku. Semacam itu.
Saat bersikeras berbohong soal hal
yang tidak kamu lihat, perkataanmu akan inkonsisten.
- Maksudmu, berbohong... / - Menutupinya dengan kebohongan.
Kita harus memanfaatkan itu, bukan?
Pasien Hwang Jae Gook mengalami radang paru-paru akut.
Dia butuh istirahat total saat ini.
Pengacara, Anda dipersilakan menanyai saksi.
Yang Mulia, saya ingin menanyai saksi tambahan.
Pengacara tidak merundingkan ini dengan kami.
Dia yang kali pertama menemukan mayat Yoon So Hee.
Dia saksi penting.
Kami tidak yakin apa dia bisa hadir karena alasan pribadi...
Alasan pribadi itu
membuat kesaksiannya semakin tidak bisa dipercaya.
Ini laporan dari dokter saksi.
Tolong pastikan dia mampu memberikan kesaksian.
Pengacara,
apa dia cukup sehat untuk ini?
Yang Mulia, saya mohon maaf.
Dokternya bilang tidak masalah.
Ya.
Dia tidak bersalah.
Seo Joon Oh
tidak bersalah.
Dia berusaha
sebaik mungkin
menyelamatkan semua orang.
- Ada apa ini? / - Apa katanya?
- Astaga. / - Apa yang terjadi?
"Jaksa"
Seo Joon Oh
harus dibebaskan.
Jaksa, apakah saksi, Cho Hee Kyung, tidak hadir hari ini?
Tidak, Yang Mulia.
Berarti tidak ada keterangan tambahan.
Saya nyatakan sidang pertama
kasus pembunuhan Yoon So Hee, nomor kasus 2017-2915, berakhir.
Sidang dibubarkan.
Anda baik-baik saja, Presdir Hwang?
Aku melihat Cho Hee Kyung tadi.
- Kenapa dia pergi begitu saja? / - Cho Hee Kyung datang?
Ya. Aku melihatnya di lorong.
Kenapa semua orang harus mengejutkanku seperti ini?
Sulitkah memenjarakan Seo Joon Oh?
Apakah kehilangan seorang saksi sangat bermasalah?
Jangan buang-buang waktu dan temui Jang Do Pal.
Kenapa aku harus menemui dia?
Belakangan ini kamu belum mengunjunginya, bukan?
Jika tidak berhati-hati,
dia bisa bersaksi untuk Seo Joon Oh.
Sebaiknya dengarkan nasihatku.
Jaksa Yoon dan Pengacara Cho
berusaha mencari pelaku di balik kecelakaan Presdir Hwang.
Bertahanlah.
Bagaimana kabar Presdir Hwang? Dia tampak kurang sehat.
Pak Tae menghubungiku dan katanya dia baik-baik saja.
Presdir Hwang sangat ingin menghadiri sidang.
Tenang saja.
Bagaimana dengan Jang Do Pal?
Jaksa Yoon dan Pengacara Cho
akan menemuinya nanti.
Kita hampir selesai. Tabahlah, Joon Oh.
Baik.
Pak Jang.
Lama tidak berjumpa, Tae Ho.
Maaf.
Aku ingin menyampaikan kabar baik, tapi itu butuh waktu.
Kabar baik?
Si Berengsek itu.
Dia sudah ditangkap.
- Sungguh? / - Dia bersembunyi.
Aku akan segera menyingkirkannya.
Jadi, tidak usah khawatir.
Tidak ada yang membantunya.
Di mana dia bersembunyi?
Sebaiknya dengarkan nasihatku.
Jang Do Pal dan Seo Joon Oh bertemu beberapa hari lalu.
Sepertinya dia mendengar sesuatu dari Seo Joon Oh.
Tapi aku tidak tahu soal apa.
Itu...
Dia pasti tahu akan mati jika tertangkap.
Pokoknya, aku sudah menemukannya,
jadi, kamu tidak perlu khawatir.
Aku akan menyewa pengacara mahal
untuk membebaskanmu.
Baik. Terima kasih.
Ada kabar baik lainnya.
Kesehatan Presdir Hwang memburuk.
Kamu belum tahu, bukan?
Alam semesta pasti membantu kita.
Sepertinya hidupnya tidak akan lama lagi,
jadi, dia tidak akan bisa membocorkan perbuatanmu.
Jadi, jangan khawatir.
Baiklah.
Itu kabar bagus.
Pak Jang.
Kamu ingin menyia-nyiakan kesempatan terakhirmu untuk hidup?
Jika kamu memercayai Choi Tae Ho dan tetap bungkam,
kamu dan dia
akan jatuh bersama.
Kamu mau menemuiku,
jadi, kupikir kamu menyadarinya.
Tapi kamu masih tidak memercayaiku.
Orang yang kamu suruh untuk membunuh Hwang Jae Gook.
Meski tidak dapat menemukannya,
kami tetap bisa memenjarakanmu.
Kamu tahu kenapa?
Sepertinya
Presdir Jang sudah mengetahui
aku membantumu dan tidak membunuhmu.
Kurasa dia akan bersaksi untuk Seo Joon Oh.
Aku harus bagaimana?
Haruskah aku membunuhmu saja?
Haruskah aku
menyingkirkan Jang Do Pal?
Mari kita pikirkan.
Benarkah?
Jang Do Pal mau bersaksi?
Bagaimana bisa?
Apa yang mengubah pikirannya?
Mungkin dia sekarat.
Kemarin, Presdir Hwang
dan Jang Do Pal bertemu.
Kalau bisa
aku akan
memutuskan lengan, kaki, dan membunuhmu.
Tapi jika mau bersaksi,
aku akan bermurah hati.
Bersaksilah untuk Joon Oh.
Apa yang bisa Jang Do Pal katakan?
Kamu bilang
meskipun bisa membuktikan konspirasi Tae Ho,
masih sulit membebaskan Joon Oh.
Setelah Tae Ho diselamatkan,
dia bilang kepada Jang Do Pal bahwa dia membunuh So Hee.
Jang Do Pal
akan menyampaikannya di sidang besok.
Joon Oh akan senang mendengarnya.
Kita harus
membuat Jang Do Pal
bisa bersaksi dengan selamat besok.
Choi Tae Ho
pasti sudah tahu dia akan bersaksi untuk Joon Oh.
Hai, Jaksa Lee.
Jang Do Pal akan bersaksi untuk Seo Joon Oh besok.
Kamu tahu, bukan?
Jika dia bersaksi, kamu pasti akan kalah besok.
Itu juga masalah besar bagiku.
Apa tindakanmu sekarang?
Bisakah kamu menghentikannya?
Sepertinya dia memutuskan untuk bersaksi.
Joon Oh.
Aku datang
karena mencemaskan dan merindukanmu.
Ini berat, bukan?
Kamu sudah berusaha dengan sangat baik sejauh ini.
Satu hari lagi.
Bertahanlah satu hari lagi.
Semuanya akan berakhir besok.
Kamu bisa terbebas dari semua tuduhan
dan keluar dari sini besok.
Percayalah.
Byeong Joo. Kamu sudah dihubungi?
Belum.
Bong Hee.
Pengacara Cho.
Mereka dalam perjalanan kemari.
Ada apa dengan mobil itu?
Lalu?
Kurasa ada kecelakaan di dekat tahanan.
- Aku tidak tahu tepatnya... / - Cari tahu saja
lokasi Seo Joon Oh.
Pengacara Cho.
Rasanya aneh.
Kurasa terjadi sesuatu.
Aku juga tidak bisa menghubungi Jaksa Yoon.
Apa?
Aku akan memeriksanya.
Mereka pasti baik-baik saja.
Mereka terlambat.
- Dia tidak menjawab telepon? / - Pengacara Cho sudah datang.
Kamu tidak bisa menghubungi mereka?
Aku juga tidak bisa menghubungi mobil polisinya.
Entah di mana mereka.
Apa yang terjadi?
Bagaimana ini?
Sidang tidak bisa dimulai tanpa Joon Oh dan Jang Do Pal.
Ini gawat. Ayo kita cari mereka.
Tidak.
Jika mau melakukan itu, harus ada polisi yang ikut,
tapi Jaksa Lee tidak mengizinkan.
Semuanya sulit.
Halo, Jaksa Yoon?
Maaf.
Ada apa?
Kami khawatir karena tidak bisa menghubungimu.
Seharusnya aku segera mengabarimu.
Anak buah Choi Tae Ho menyerangku.
Di mana Joon Oh?
Kami belum menemukan dia.
Mereka pasti belum jauh dari sini.
Aku akan mencarinya.
Nanti kuhubungi lagi.
Ya.
Sampai kapan kita harus menunggu?
Ini membuatku gila.
Jaksa Lee berusaha mencegah kita bertindak.
Kita terpaksa menunggu.
Ya. Andai kita bisa meminta orang untuk mencari tahu
lokasi mereka.
Ini tidak akan rumit. Aku bisa gila.
Ini menggelikan.
Tidak kusangka jaksa punya wewenang sehebat ini.
Ada satu orang
yang bisa membantu kita.
Kudengar kamu akan bersaksi untuk Seo Joon Oh.
Aku tahu kamu mencoba berkhianat.
Kamu kira aku tidak akan tahu?
Yang kulakukan bukanlah urusanmu.
Kamu tidak boleh berbuat seperti ini kepadaku.
Setelah kejadian yang menimpa Jae Hyun,
sudah kubilang aku akan mengaku.
Sudah kukatakan berkali-kali, tapi apa?
Kamu bilang akan membantuku.
Kamu bilang akan bertanggung jawab.
Aku bahkan tidak membunuh Jae Hyun.
Sejak berada di pulau hingga saat ini,
aku berusaha hidup seperti orang lain.
Karena itu hidupku penuh kekerasan.
Kini,
kamu mau berkhianat?
Tidak akan kubiarkan.
Aku harus menyeretmu jatuh bersamaku.
Bu Cho.
Bong Hee.
Tenggorokan Bu Cho sedang sakit.
Dia tidak bisa berbincang terlalu lama.
Aku kemari bukan untuk mendengarkanmu.
Aku ingin meminta bantuan.
Bantulah kami.
Kamu tahu semua yang telah menimpa kami.
Dia tidak bertanggung jawab mengenai kecelakaan itu.
Ya.
Dia bertanggung jawab.
Sebagai Pimpinan Dewan Penyelidikan,
jelas dia bertanggung jawab.
Tapi
kamu tidak pernah bersikap seperti pimpinan.
Andai kamu mendengarkan
dan memihak,
serta mau menolong kami...
Andai kamu memenuhi kewajibanmu,
semuanya tidak akan sampai sejauh ini.
Mana bisa kamu mengaku tidak bertanggung jawab?
- Apa... / - Saat ini,
aku memberimu kesempatan.
Ini kesempatan terakhirmu
untuk menjadi pimpinan Dewan Penyelidikan.
Apa yang akan kamu lakukan?
Akankah kamu lari lagi
seperti biasanya?
Pandai sekali bicaranya.
Halo, Direktur. Apa kabar?
Suaraku?
Ini karena kampanye. Aku malu.
Aku menghubungimu
karena punya permintaan. Ini cukup mendesak.
Ya, Pak.
Kamu tahu
aku sangat menderita karena kamu?
Jika bukan karena kamu,
aku tidak akan...
Tae Ho!
Jangan!
Cukup!
Kamu berusaha menutupi kesalahanmu.
Kamu berusaha menyembunyikannya.
Apa kamu akan terus membunuh
dan lari seumur hidupmu?
Berengsek!
Kamu kira akan bahagia?
Hidup terasa lebih mudah di pulau
saat kita tidak memedulikan pendapat orang lain.
Saat itulah aku bahagia.
Relakanlah.
Tae Ho.
Ayo kita relakan.
Aku sungguh berharap
kamu akan bahagia.
Kita tidak bisa kembali seperti dahulu.
Karena aku orang baik,
aku akan tetap berada di sisimu seperti dahulu.
Tae Ho.
Mari sudahi di sini.
Kenapa bisa menjadi seperti ini?
Kamu sudah mengupayakan banyak hal untuk mendukungku.
Tidak masalah.
Semoga Anda bisa beristirahat dengan baik.
Mereka yang telah salah memilih.
Mereka yang menyesal setelah agak terlambat.
Mereka yang mencoba menutupi kebenaran dengan kebohongan,
mendapatkan ganjarannya.
Akhirnya,
segalanya kembali ke tempat semestinya.
Tolong ikut kami.
Ayo pergi.
Lepaskan.
Lepaskan aku!
- Terima kasih. / - Kami akan berjuang.
Hei, tunggu.
Lakukanlah seperti ini.
- Hentikan. / - Itu jelek.
- Aku bisa melakukannya. / - Itu bagus.
Kenapa kamu menggangguku?
Bong Hee, ada yang ingin kutanyakan.
Bolehkah aku bicara secara santai?
- Apa? / - Aku belum pernah ke sana.
Apa aku mengejutkanmu?
- Gambarlah burung camar. / - Burung camar?
Astaga, dasar bodoh.
Jangan lakukan seperti itu.
- Wajahmu memerah. / - Senyumlah untukku.
Aku tidak mengerti.
Itu manis sekali.
Bukan aku. Aku tidak melakukannya.
Jaksa Yoon, kenapa kamu serius sekali? Kita tamat.
- Hei, jangan sentuh. / - Kita dalam masalah.
Tae Ho!
Hei, Ho Hang!
Selesaikan tugasmu. Kenapa kamu berkeliaran seperti orang gila?
Apa pekerjaanmu?
- Aku manajer. / - Lalu kenapa bermalas-malasan?
- Uruslah urusanmu sendiri. / - Ya, Ji Ah.
- Omong-omong, / - Ya.
kurasa Bong Hee...
Bong Hee atau aku?
Tentu saja kamu.
Sudah pasti kamu.
- Ji Ah! Bukan yang itu. / - Ki Joon.
Ambil ini.
- Hei, sedang apa kamu? / - Ji Ah.
- Mereka tampak bahagia, / - Ya.
tapi semuanya pernah terluka.
- Di sini! / - Kamu selalu
menatap orang seperti itu.
Sejak berada di pulau...
Berapa banyak orang yang dia bunuh?
Apakah itu rahasia?
Suasana hatinya sedang bagus.
Dia sangat cantik. - synced and ripped by anyHOW -
Dia manis, bukan? Ji Ah manis sekali.
- Dia sangat manis, aku ingin... / - Jika kamu bisa menghadapinya...
- Presdir Hwang. / - Kami datang.
Jangan! Sialan!
Jangan sentuh kepalaku!
Astaga.
Kenapa dia marah kepadaku?
Dasar...
Astaga, Ho Hang. Hentikan dia.
Ada apa dengannya?
- Astaga! / - Gawat.
Byeong Joo!
- Maaf. / - Pohonnya...
Kenapa kamu ini?
- Lewati saja. / - Tegakkan lagi.
Jangan lakukan itu.
Lompati saja.
- Hati-hati. / - Astaga.
Ada apa?
Apa ini?
- Ki Joon, aku menginjak sesuatu. / - Kamu menginjak kotoran!
Kenapa ada kotoran di atap ini?
Kupakai sebagai pupuk. Kenapa bisa ada di sana?
- Kurasa aku menjatuhkannya. / - Itu kotoran anjing?
- Astaga. / - Ada apa?
- Kamu buang angin? / - Tidak.
Bong Hee, siapa yang buang air besar di sini?
- Joon Oh. / - Ya.
- Apa ini? / - Kotoran.
- Itu kotoran? / - Dia menginjak kotoran!
- Jangan mengejek dia. / - Hei, hentikan!
Seharusnya kamu ke toilet. Kenapa buang air di sini?
Joon Oh, kapan kamu buang air?
- Ini bukan kotoranku. / - Kenapa kamu menginjaknya?
Kamu pasti sengaja menginjak kotoran itu.
- Jangan. / - Itu menjijikkan.
- Bau. / - Kurasa aku juga menginjaknya.
- Tunggu! / - Tidak. Itu bukan kotoran.
- Bersihkan sebelum kamu masuk. / - Ya.
- Ayo. / - Kamu membuatnya senang.
Hanya itu yang penting.
- Ayo. / - Akan kusisakan tempat untukmu.
- Itu membawa keberuntungan. / - Bersihkan dahulu.
Kenapa menatapku seperti itu?
Kenapa...
Tidak perlu mengunci pintunya.
- Baunya. / - Sampai nanti.
- Kenapa bisa ada di sini? / - Jangan mengangkat kakimu.
- Kenapa? / - Baunya bisa menyebar.
- Itu bau. / - Tapi tetap saja...
- Kenapa yang lain meninggalkanku? / - Astaga! Kakimu.
Jangan bergerak, Joon Oh. Berhenti.
Astaga.
- Kenapa kamu bisa menginjaknya? / - Kenapa yang lain meninggalkanku?
Kenapa kamu tidak ikut mereka?
Mana bisa aku meninggalkanmu sendirian?
Astaga.
Kenapa kamu tidak mengenakan kalung pemberianku?
Aku menyimpannya.
Kenakanlah.
Jika tidak, kalungnya tidak berguna seperti kotoran ini...
- Sudah kubilang jangan bergerak. / - Hei, menurutku...
Ini menyenangkan.
Aku teringat masa-masa di pulau karena Tae Ho juga ada di sini.
Ya.
Masa-masa itu menyenangkan.
Ada sesuatu di sini.
Di sini?
Tidak, di bawahnya.
Di mana?
Di bawah bibirmu.
Biar aku saja.
- Jangan pakai liurmu. / - Ini tidak bisa bersih.
Aku harus bagaimana?
- Adakah cara membersihkannya? / - Ada cara lain yang bisa dicoba.
Apa?
Caranya?
Kurasa...
Tatap aku.
Kenapa memejamkan matamu?
- Aku hanya memejamkannya sebentar. / - Mataharinya menyilaukan.
Ya. Aku harus memejamkannya lagi.
- Ayolah. / - Apa?
Astaga.
Kenapa kamu baru bilang?
- Apa masalahmu? / - Hei.
- Astaga, baunya. / - Hei.
Joon Oh, ini gawat.
Dia baru bilang bahwa kamu ada wawancara.
- Wawancara apa? / - Apa?
Ternyata, kamu ada jadwal wawancara hari ini.
Byeong Joo lupa.
Aku harus bagaimana?
Seharusnya kamu bilang lebih awal.
Aku berlumuran cat dan menginjak kotoran.
- Ada wawancara televisi? / - Baunya seperti kotoran.
- Pemirsa tidak bisa menciumnya. / - Itu benar.
Halo, aku Seo Joon Oh.
Joon Oh menginjak kotoran!
Entah apa aku bisa membintangi drama untuk sementara ini.
Dia juga pernah menginjak kotoran sebelumnya!
Byeong Joo, singkirkan ini dari hadapanku. Potonglah.
- Tidak apa-apa, Byeong Joo. / - Baiklah.
Ini harus dipotong.
Aku senang diberikan peluang
untuk menyapa kalian semua. Aku ingin meminta maaf lagi...
- Inilah akibatnya - Serang!
jika melakukan tindak kejahatan.
Semuanya, tolong jangan berbuat jahat.
Aku paham. Tidak apa-apa.
Apa pepatahnya? Ki Joon.
"Bencilah orangnya, bukan dosanya"?
Benar.
Seperti pepatah, "Bencilah orangnya, bukan dosanya".
Aku harus menatap kamera mana?
- Bong Hee. / - Ibu.
- Apakah kita tampil di televisi? / - Kita tampil di televisi!
Halo! Satu, dua, tiga.
- Halo. / - Halo.
Kenapa kamu menanyakan hubungan kami?
Direktur.
Apa semua orang di pulau terpencil berkencan?
Kami saling membantu dan merawat...
Cuacanya bertambah dingin. Ayo kita akhiri.
Kami pernah berkencan, tapi aku tidak mencintainya.
Akan kuhargai jika kalian tidak menanyakan kisah cinta mereka.
Tolong tanyakan proyek mereka ke depannya saja.
Aku tidak ada jadwal. Kamu bicara apa?
Ada enam film pendek sebentar lagi.
Aku akan berusaha menebus kesalahanku kepada mereka.
Aku akan bekerja lebih keras lagi.
Kami belum menyerah tentang Yeol.
Kami akan berjuang menemukannya.
Akan kugunakan pelajaran dari Presdir Hwang
dan melakukan yang terbaik untuk para aktor dan aktrisku.
Dia orang yang tidak kenal takut...
Astaga.
Maafkan aku. Itu sangat mengagetkan.
Setelah aku diberhentikan dari pekerjaanku,
aku mulai mengajar
murid-murid SMA.
Bicaralah lebih cepat.
Dia membosankan. Hubungan kami hanya soal pekerjaan. Ya.
Aku baru belajar soal pekerjaanku darinya.
Kepribadiannya bagus
dan mahir di bidangnya.
Menurut kalian, aku mahir dalam pekerjaanku, bukan?
Aku belajar semua darinya.
Karena itulah keahlianku sangat banyak.
Aku bekerja di tempat lain setelah lulus kuliah.
Lalu bibiku menghubungiku...
Bibimu?
Sebenarnya Bu Cho adalah bibiku.
Dia
sedang berlibur.
- Byeong Joo! / - Ya?
- Apa maksudmu... / - Kamu mengenalku?
- Bu Cho Hee Kyung? / - Halo.
Sebenarnya aku menyukai Bong Hee...
- Aku? / - Itu...
Kamu menyukaiku?
Sungguh?
- Ayo lebih bersemangat. / - Baik.
Jangan hanya bicara.
Berbuat lebih baik daripada berbicara.
Tunjukkan.
- Ji Ah, jangan. / - Jangan memerintahku.
Ji Ah, apa yang ingin kamu ungkapkan?
Tampaknya dia menyukai hal semacam itu.
Dinding yang itu terlihat terlalu kosong.
Mana aku tahu?
Ini luar biasa.
- Kita harus bagaimana? / - Bong Hee.
Ya?
Habislah kita.
Ini gagal total.
Aku bingung harus berkata apa.
Sudah kuduga ini akan terjadi.
Aku tidak menduganya.
Bagaimana ini?
Mau diulang?
- Bong Hee, sebenarnya ini... / - Ho Hang.
- Warna merahnya terlalu banyak. / - Dua bagian itu hampir sama.
- Indahnya. / - Warnanya cocok.
- Itu berkilauan. / - Kita bisa memanggil pelukis ahli.
Ayo kita lapisi semuanya dan ulangi dari awal.
- Ulangi? / - Caranya?
- Lagi? / - Lakukan saja sendiri.
Semangat!
- Ada yang harus menekannya. / - Ya.
- Jangan terlalu dekat. / - Satu, dua, tiga.
- Ini dia! / - Lampunya kedip. Satu, dua, tiga!
"Terima kasih banyak telah menyaksikan Missing 9"
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.