Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Freud mengatakan, "Cinta dan pekerjaan. Pekerjaan dan cinta.
Hanya itu saja."
Aku sudah pensiun dan istriku meninggal.
Seperti yang bisa kau bayangkan, aku memiliki banyak waktu luang.
Istriku meninggal tiga setengah tahun lalu.
Aku sangat merindukannya.
Pensiun? Itu proses kreatif yang terus berjalan.
Awalnya, aku akui aku menikmati hal baru ini.
Rasanya seperti membolos kerja.
Aku pakai semua simpanan poin perjalananku dan berkeliling dunia.
Masalahnya, ke mana pun aku pergi,
sesampainya di rumah, rasa tak dibutuhkan
membuatku sangat tertekan.
Aku menyadari kunci dari semua ini adalah terus bergerak.
Bangun, keluar dari rumah, dan pergi. Ke mana saja.
Biarpun hujan atau cerah, aku selalu di Starbucks pada pukul 7.15.
- Permisi, boleh kami bergabung? - Hei, apa kabar?
Tidak bisa dijelaskan, tapi aku merasa terlibat sesuatu.
Orang-orang itu, mereka bukan ahli angka.
Jangan bahas perhitungan.
Bagaimana aku lalui sisa hidup?
Sebutkan saja. Golf, buku, film, permainan kartu.
Mencoba yoga, belajar memasak,
membeli tanaman, dan ikut kelas bahasa Mandarin.
Artinya, "Percayalah, aku sudah coba semuanya."
Lalu tentu saja, ada pemakaman.
Lebih banyak dari perkiraanku.
Belakangan ini aku hanya bepergian jauh ke San Diego,
untuk mengunjungi putraku dan keluarganya.
Mereka baik. Aku sangat menyayangi mereka.
Tapi sejujurnya, aku mungkin terlalu bergantung kepada mereka.
Jangan keliru, aku bukan orang yang tidak bahagia.
Justru sebaliknya.
Aku tahu ada kekurangan dalam hidupku dan aku perlu mengisinya.
Segera.
Karena itulah hari ini, saat aku meninggalkan pasar
dan melihat pamfletmu di sudut mataku.
"Senior, jadilah pegawai magang."
Ben, sudah kuduga itu kau. Hai.
- Hei. - Apa yang kau temukan?
Perusahaan Internet mencari pegawai magang senior.
- Apa aku benar membacanya? - Biar kulihat.
"Usia pelamar harus lebih dari 65 tahun,
memiliki kemampuan organisasi,
berminat pada perdagangan elektronik," apa pun itu,
dan siap bekerja keras."
AboutTheFit.com, bukankah tempat itu yang dulu...
Ya.
Mereka membeli salah satu pabrik tua di Red Hook.
Putriku bilang mereka menjual pakaian di Internet.
Aku tak tahu bagaimana cara kerjanya.
Kau harus mengunggah lamaranmu. Itu mungkin sulit. Dengarkan ini.
"Surat lamaran sudah sangat kuno.
Tunjukkan siapa dirimu dengan video lamaran.
Unggah videomu ke YouTube atau Vimeo
menggunakan fail .mov, .avi, atau .mpg.
Kami menantikan bertemu kalian."
Kurasa itu artinya bertemu diriku.
Aku bahkan tidak tahu itu bahasa apa.
Apa kegiatanmu malam ini, Ben?
Lasagna beku?
Aku bisa membuat salad dan mengubahnya menjadi makan malam untuk dua orang,
seperti waktu itu yang tak pernah kita lakukan lagi.
Kau tahu itu lebih dari lima bulan lalu?
Ya. Kita pasti akan lakukan itu lagi,
tapi boleh nanti kukabari lagi?
- Kau sangat manis, kau tahu itu? - Tidak.
Itu benar, kau manis. Sampai jumpa.
Jangan terlalu lama, Sayang.
Kau tidak semakin muda.
- Aku tahu. - Baiklah.
Jadi inilah aku,
melamar menjadi pegawai magangmu
karena semakin kupikirkan ide ini, aku semakin merasa kagum.
Aku senang memiliki tempat yang bisa kudatangi setiap hari.
Aku menginginkan koneksi dan kesenangannya.
Aku ingin merasa tertantang dan mungkin ingin dibutuhkan.
Mungkin butuh waktu untuk memahami teknologi.
Aku harus menelepon cucuku yang berusia 9 tahun untuk tahu apa itu konektor USB.
Tapi pasti bisa. Tak sabar belajar.
Aku juga ingin kalian tahu, seumur hidupku aku adalah pegawai perusahaan.
Aku setia, dapat dipercaya, dan baik dalam menghadapi krisis.
Aku senang karena kalian berada di Brooklyn.
Aku selalu tinggal di sini dan merasa
mungkin tak keren untuk tinggal di sini,
jadi pekerjaan ini juga bisa membantu.
Aku pernah membaca, musisi tidak pernah pensiun.
Mereka berhenti ketika musik mereka menghilang.
Aku yakin masih ada musik di dalam diriku.
Kabar baik, ada ukuran delapan biru tua.
Tidak, Anda benar.
Paket itu seharusnya sudah tiba.
Biar saya lacak untuk Anda.
Ya, celana ini bagus jika pinggang besar.
Membuat terlihat kurus.
Baik, saya ingin periksa lagi bersama Anda.
Enam pendamping pengantin.
Anda memesan enam gaun Antoinette sutra berwarna merah muda.
Pernikahan tiga hari lagi,
semua gaun yang tiba berwarna abu-abu,
yang bahkan tak kami jual, jadi itu sebuah misteri.
Ini yang akan kami lakukan.
Saya akan hubungi penjahitnya dan atasi ini hari ini.
Saya sendiri akan melihat gaun itu sebelum dikirim,
dan saya berjanji gaun itu akan tiba
sebelum pukul 9.00 pada hari Jumat.
Saya berikan nomor ponsel saya,
718-555-0199.
Terima kasih atas kesabaran Anda,
dan saya akan mengembalikan semua uang Anda. Itu adalah...
Ya.
Baiklah, kau coret ini dari daftarmu, ya?
Ini sudah selesai.
Rachel, semoga pernikahanmu sukses.
Astaga, bagaimana itu bisa terjadi?
Jules?
Aku tahu. Aku terlambat sesuatu.
Ya, semuanya.
Paham kenapa aku terima telepon?
Sangat bagus. Kau bisa belajar banyak.
Ada apa? Apa yang kulakukan?
Tadi Cameron menunggumu, tapi dia ada rapat lain.
Dia akan kembali pada pukul 14.00.
Kau harus menyetujui
- laman depan untuk besok. - Benar.
Jadwalmu pukul 11.00 di ruang konferensi.
Juga pukul 11.10. Keuangan membutuhkanmu,
dan kurasa kau mengirim surel ke banyak orang pada pukul 04.00?
Bagus, aku lupa tentang itu.
Aku ingin cari cara agar teman bisa belanja daring bersama.
Agar tak belanja sendirian.
- Kirimkan ide itu kepadaku, ya? - Ya, aku suka itu.
Waktu tepat untuk telepon ibumu?
- Aku sedang naik sepeda. - Selamat ulang tahun!
Kacau sekali.
Ini di tengah kantor. Jangan...
Jangan letakkan...
- Halo. - Hai.
Aku Ben Whittaker. Aku menerima surel
tentang wawancara program magang senior.
Hei, Ben. Apa kabar?
Sangat baik. Terima kasih.
Bagus. Duduklah di pojok,
dan orang perekrutan bakat akan memanggilmu.
Terima kasih.
"Perekrutan bakat"?
Kalian harus ingat, laman utama harus bisa dibaca sekilas.
Kau juga harus mundur seperti ini jika ingin lihat
seperti apa, jika usiamu di atas 35 tahun.
Aku tak bisa membaca apa pun,
tapi jika bisa, kalian ingin aku lihat apa?
"Lima Wanita, Satu Pakaian" atau "Lihat The Fit"?
Keduanya, tapi aku sebenarnya ingin kau lihat
pakaian yang dipakai lima jenis tubuh berbeda.
Jadi, kau harus membuatku lihat itu.
Perbesar fotonya.
Aku suka lima pakaian itu. Bisa dibuat lebih jelas?
Ya, itu bagus.
Mungkin fokus pada wanita berpakaian merah.
- Jules... - Itu merah yang bagus.
Pasti akan menjadi luar biasa.
Aku perlu persetujuanmu dua jam lalu.
Aku tahu, tapi bisakah kau mencoba?
Ya.
Mia? Beri tahu aku hal itu lagi.
40 persen pengunjungmu tidak membuka lebih dari laman utama,
yang tidak terlalu buruk.
Ya, tapi kita harus perbaiki.
Baiklah, ini dia.
Aku suka itu.
- Bagus, sudah tayang. - Baiklah. Terima kasih, semua.
Terima kasih.
Baiklah, jadi...
Gaun Antoinette. Kesalahan besar dari penjahit.
Ada beberapa wawancara hari ini, Ben.
Kami ingin memastikan mendapatkan calon yang sesuai.
"Bisnis seperti biasa" bukan moto kami,
jadi kami harap kau bisa bersenang-senang.
Ini pertama kali kami mencari pegawai magang senior,
jadi mungkin beberapa pertanyaan kami tidak sesuai denganmu,
tapi kami akan tetap menanyakannya.
Silakan saja.
Baik. Di mana sekolahmu?
Aku kuliah di Northwestern.
Hei, saudaraku kuliah di Northwestern.
Kemungkinan bukan pada saat yang sama.
Kemungkinan tidak. Dia lulus tahun 2009.
Angkatan 1965.
Apa jurusanmu? Kau ingat?
Setelah Northwestern, kau melanjutkan ke...
Aku bekerja di Dex One.
Baiklah. Dan mereka membuat...
Buku telepon.
Aku bertanggung jawab mengawasi pencetakan buku telepon.
Itu tugasku selama 20 tahun lebih,
dan sebelum itu aku Wakil Direktur penjualan dan iklan.
Jadi, buku telepon masih dibuat?
Bukankah semua orang cari nomor di Google?
Sepertinya begitu, tapi sebelum Google itu cara...
Tidak. Ya, aku mengerti.
Jadi, 40 tahun di perusahaan buku telepon? Itu sungguh luar biasa.
Baiklah, Benjamin. Aku akan menanyakan
satu pertanyaan penting bagi semua pegawai magang,
jadi aku ingin kau sungguh memikirkannya, ya?
Tidak perlu terburu-buru.
Di mana kau melihat dirimu 10 tahun lagi?
Saat usiaku 80 tahun?
Ya, tentu. Terserah.
Tunggu. Aku tak sadar usiamu 70 tahun.
Pertanyaan itu tak sesuai untukmu, bukan?
Bagaimana jika kita lupakan dan lanjutkan saja?
- Kau yang putuskan, Justin. - Kita lewati.
Omong-omong, kau terlihat baik,
dan kau memenuhi kualifikasi untuk pekerjaan ini.
Kau sebenarnya terlalu berkualifikasi dan kami sangat kagum.
Wawancara dan videomu bagus. Kau berhasil, Ben. Selamat.
Kau menjadi pegawai magang.
Hei. Aku butuh bicara denganmu dua menit, tanpa gangguan.
- Ya. - Beberapa pekan lalu,
kita membicarakan program magang senior?
Tidak ingat.
Sungguh? Kita membicarakannya dengan serius.
Benarkah? Ingatkan aku. Senior SMA atau kuliah?
Bukan. Senior dalam kehidupan. Orang yang lebih tua.
Tunggu. Apa?
Aku bilang aku merasa kita perlu program pengabdian.
Kau sepertinya menyukai ide itu,
jadi aku memulainya. Pasti luar biasa.
Sebentar. Kau menyewa pegawai magang yang sudah tua?
Banyak penelitian tentang hal ini dan hasilnya luar biasa.
Bayangkan ada pegawai magang dengan banyak pengalaman,
bukannya seseorang
yang empat tahun terakhir bermain-main saja.
Nantinya mereka ingin bekerja di sini?
Tidak, mereka semua pensiun. Mereka hanya ingin pengalamannya.
Aku ingin satu orang bekerja langsung denganmu.
Cameron, tidak.
Pertama, aku tidak pandai menghadapi orang tua.
Kau tahu hubunganku dan orang tuaku. Ini bisa saja...
Kenapa aku harus punya satu?
Karena kau harus memberi contoh.
Kau lebih suka pria atau wanita?
Ada wanita berusia 72 tahun yang hebat. Sangat lucu.
Usianya sama dengan ibuku. Itu terlalu aneh.
Baik. Satu pria disukai semuanya.
Dia sepertinya luar biasa. Aku tonton videonya dengan seluruh tim.
Banyak orang menangis.
Menurutku ini tidak akan berhasil.
Tapi berapa lama aku harus melakukan ini? Minimal?
Enam pekan, atau kita akan dituntut.
Aku tahu kita tak pernah bahas ini.
Pernah. Sungguh.
Dia mulai kerja besok.
Kembali beraksi.
Syukurlah.
Pegawai magang baru, selamat datang di ATF.
Kita semua bekerja di satu lantai ini, karena
yang terpenting bagi kita adalah komunikasi
dan kerja sama tim.
Tidak ada yang punya kantor pribadi, bahkan pendiri dan CEO kita, Jules Ostin,
yang ada di sana.
Dia senang naik sepeda di kantor.
Wanita itu tak suka menyia-nyiakan waktu. Lagi pula, dia anggap itu olahraga.
Manis sekali.
Ya.
Hei. Apa kabar? Aku Davis.
Hai, Davis. Ben Whittaker.
Tempat yang asyik, ya?
Astaga. Ada satu lowongan untuk pegawai magang muda, jangan tersinggung.
Aku mengerti. Aku sangat senang.
Aku juga senang.
Baiklah. Beberapa hal tentang Jules.
Dia memulai About The Fit 18 bulan lalu.
Ide ini ditemukan
di meja dapur Jules, di Brooklyn.
Jules mencoba semua yang dia jual, menjelaskannya sendiri,
dan ternyata itu berhasil.
Dia berjualan daring dalam empat bulan.
Dia memulai dengan 25 pegawai. Sekarang ada 216 pegawai.
Ditambah kalian berempat, 220.
Ben, kau akan memakai jas setiap hari?
Tentu saja.
Percaya diri. Aku suka gayamu.
Aku sangat suka itu.
Kita baru memecahkan rekor 2.500 suka di Instagram.
Itu yang kita lakukan saat ada hal bagus di sini.
Pegawai magang baru, duduklah di meja magang di sana.
Cek surel kalian.
Kalian akan ditugaskan
kepada seseorang atau satu tim.
Atau tak ada tugas khusus.
Tak apa-apa.
Biar aku unggah di Instagram.
Ini waktunya.
Abu-abu adalah hijau yang baru.
Duduklah.
Terima kasih.
Ada pesan.
Selamat datang, Ben.
Anda ditugaskan magang bersama pendiri kami, Jules Ostin.
Aku di studio foto.
Tak ada tugas khusus. Aku suka!
Hei, Ben. Kau dapat apa?
Sepertinya aku pegawai magang pribadi.
Keren. Untuk siapa?
Jules Ostin.
Sayang sekali.
Bertahanlah.
Hai, Ben. Aku telah membuat janji untukmu
untuk bertemu Jules Ostin hari ini pukul 15.55.
Tolong datang tepat waktu. Jules ada pertemuan lain pukul 16.00.
Baiklah, aku akan ke penjualan.
Bagus.
Sempurna.
Ya, akan kucoba agar dia tiba pukul 17.00.
Tidak, sebentar.
Aku menjadwalkan dia dengan penjahi pada pukul 17.15. Maaf.
Nanti aku telepon lagi.
Ya, halo?
Hai. Aku Ben Whittaker.
Aku ada janji pukul 15.55 dengan Nn. Ostin.
Pukul 15.55?
Kukira dia menemui magang baru.
Itu aku.
Apa kabar?
Maaf. Bagaimana bisa kau menjadi pegawai magang?
Program magang senior yang baru. Baru dimulai hari ini.
Astaga.
Berapa usiamu?
Tujuh puluh tahun. Kau?
Aku 24 tahun. Aku terlihat lebih tua. Pekerjaan ini membuatmu terlihat tua.
Itu tidak baik bagimu.
Maaf.
Aku rasa kau terlihat lebih muda.
Yang benar saja.
Ada saran sebelum aku masuk?
Bicara yang cepat. Dia benci jika lambat. Mungkin hanya jika aku bicara lambat.
Jangan berhenti. Terus lanjutkan.
Jangan lupa berkedip.
Berkedip?
Ya, dia tak suka jika orang tak berkedip. Membuatnya takut.
Tapi ini pukul 15.57. Rapat yang dia lakukan mengambil...
Mereka keluar. Masuklah.
- Baik, terima kasih. - Ya.
Apa? Ya, aku di sini.
Hai, Jules?
Namaku Ben. Pegawai magang barumu.
Aku senang kau juga melihat kelucuannya.
Susah tidak melihatnya.
Jadi, Ben...
Aku ingin mengatakan, kenapa pria baik sepertimu
bekerja di tempat seperti ini?
Tapi Cameron menjelaskan kepadaku, jadi boleh aku bicara jujur saja?
Silakan.
Aku tidak akan memberimu banyak pekerjaan. Itu faktanya.
Kau ditugaskan kepadaku hanyalah
agar aku memberi contoh kepada anggota tim lainnya.
Jika kau bertanya kepadaku,
kurasa akan lebih baik jika kau bekerja di kreatif atau pemasaran.
Pekerjaannya lebih lambat, mungkin lebih mudah dipahami.
Jika kau meminta dipindahkan, kita bisa lakukan itu.
Jika itu yang kau inginkan.
Percayalah, kau pasti lebih senang.
Aku tidak terlalu menyenangkan.
Itu yang kudengar,
tapi aku bisa akrab dengan semua orang,
dan aku di sini untuk pelajari duniamu,
membantu sebisaku, jadi...
Jadi, kau tidak mau dipindahkan?
Tidak, Tuan. Aku sungguh minta maaf.
Permisi.
Baiklah.
Berarti kau terjebak bersamaku.
Bagus, aku senang.
Aku akan kirim surel jika ada tugas untukmu.
Atau aku bisa mampir beberapa kali, memeriksa...
Aku akan kirim surel.
Kau tidak perlu berpakaian rapi.
Kami sangat santai di sini.
Aku nyaman memakai jas, jika diizinkan.
Tidak apa-apa. Kuno.
Benar. Setidaknya aku terlihat berbeda.
Kurasa kau tak perlu jas untuk itu.
Benar.
Kurasa kita sudah selesaikan dalam kurang dari dua menit.
Aku akan tunggu kabar darimu.
Baiklah.
Mau dibuka atau ditutup pintunya?
Tidak masalah.
Sebenarnya, buka saja.
Kau akan terbiasa denganku.
Aku nantikan itu.
Hai.
Hai.
Hai.
Hai.
Halo.
Apa yang kau butuhkan?
Tidak.
Ada apa, Ben? Kau baik-baik saja?
Sempurna.
Baiklah.
Tak ada pesan baru
Kaus kerah V di punggung? Baik.
- Ini Holly. - Bisa kau sampaikan ke mereka?
Tidak. Kami suka semua koleksinya, Mark.
Jadi, bisa kau perkecil. Seperti itu.
Aku akan rapat. Kembali satu jam lagi.
Kita bicara nanti?
Lalu tekan di sini untuk membeli.
Bagus, ya.
Halo? Hai, ya.
Baiklah. Kau tidak pulang?
Tidak bisa pulang sebelum bos pulang, Davis.
Sepertinya kau akan lama di sini.
Baik. Sampai jumpa besok pagi, Ben.
- Selamat malam. - Kau juga.
Mari kita wujudkan itu.
Terima kasih.
Bagaimana jika aku dorong, kau antar?
Terima kasih.
Aku suka karena ada empat favorit, bukan tiga,
tapi aku bisa lihat
- yang tak pakai jaket... - Tentu.
Hai.
Mereka ingin tahu apa yang dibeli pelanggan
yang tidak kembali,
jadi mereka bisa menemukan jika ada masalah, 'kan?
Ya, tapi aku tak paham...
Ini yang harus kita lakukan.
- Ben! - Kita harus pergi...
Hei. Lihat dia datang. Lihat bagaimana dia bahkan tidak...
Hei, Beck. Apa kabar? Kau terlihat cantik.
Berapa lama wanita bisa marah kepadamu?
Tergantung pada perbuatanmu.
Pertama, aku tidak sengaja.
Kami berkencan sesaat.
Aku merasa dia keren. Aku sangat menyukainya.
Lalu aku tidak sengaja bercinta dengan teman sekamarnya.
Itu tidak membantu.
Tak tahu mereka teman. Kenal di luar.
Dari mana aku bisa tahu?
- Hei, Nikki! - Ben, beri tahu aku.
Aku tak paham tentang ini. Kau lebih tua.
Kau sudah melalui banyak hal.
Kau punya banyak pengalaman.
Menurutmu, berapa lama dia akan marah?
Jay, aku tak berpengalaman dengan wanita,
dan aku bisa beri tahu, kau tak bisa memperbaiki itu.
Aku berasumsi kau bicara padanya, minta maaf, kau sangat menyayanginya...
Kau tahu...
Kau tidak bicara kepadanya?
Apa yang kau lakukan? Tweet?
Tentu tidak. Aku mengirim banyak SMS.
Dia tidak menjawab, jadi aku kirim surel. Tapi itu surel yang baik.
Panjang dan dipikirkan dengan baik.
Subyeknya aku tulis, "Aku minta maaf," dengan banyak "A".
Jadi, seperti "Aku minta maaf," dengan emoji sedih
ada air mata di pipinya.
Sebaiknya aku bicara langsung dengannya, ya?
Tentu saja.
Menurutku itu pasti membantu.
Angka kemarin sudah datang?
Ya.
Kita bisa lakukan begitu juga.
Aku lihat pegawai magangku sangat sibuk.
Tn. Penuh Simpati. Dia sangat populer.
Semua orang menyukainya.
Baiklah, jangan lihat meja itu.
Seperti meja sampah kantor. Hanya membuatmu gila.
Kau baru melihatnya. Kau ingin dioperasi?
Yang benar saja? Bagaimana ini bisa terjadi?
BEN! BUTUH KAU!
Tidak, aku bisa mengaturnya. Dia sedang rapat.
Hai, ada yang bisa kubantu?
Jules menumpahkan kecap di jaket Saint Laurent-nya.
Bisa kau bawa ke studio foto?
Di sana ada banyak pembersih.
- Tentu, di mana jaketnya? - Dia memakainya.
Mereka ingin kita mempertimbangkan kemungkinan...
Baiklah.
...menemui calon CEO.
Aku tidak menduga itu.
Kenapa?
Apa aku terlalu tak berpengalaman memimpin?
Aku tidak kuliah di Harvard?
Metodeku tidak seperti biasa?
Bukankah karena itu kita berhasil?
Sungguh?
Aku butuh pengawasan orang dewasa?
Apa kita bisa lebih baik lagi?
Kita memenuhi target lima tahun dalam sembilan bulan.
Itu dia. Jules, kita tak bisa mengejar keberhasilan kita sendiri. Kau tahu itu.
Kau terlambat satu jam ke semua rapat.
Kami punya nama untuk itu, "Waktu Standar Jules."
Dengar, aku mengerti. Waktu kita terbatas.
Kita semua mengejar sesuatu.
Teknisi kita bekerja hingga pukul 02.00 atau 03.00.
Layanan pelanggan kewalahan.
Kita kehabisan persediaan.
Kita punya masalah pengiriman dan program,
dan semakin besar perusahaan, semua akan semakin rumit.
Bukankah startup memang begitu?
Apa?
Katakan. Apa yang dikhawatirkan semua orang?
Semua terlalu cepat dan kita bisa kehilangan ini.
Investor kita merasa seorang CEO berpengalaman
bisa mengurangi tugasmu. Itu saja.
Memberimu kebebasan untuk melakukan keahlianmu.
Kau memikirkan idenya,
dan biarkan orang lain memimpin.
Tapi Cameron, orang baru ini
pasti ingin melakukan dengan cara mereka.
Secara teknis, menjadi atasanku.
Bagaimana aku bisa lakukan tugasku
jika aku harus melaporkan semua ideku kepada orang ini?
Kau merasa itu bisa berhasil?
Gilt Groupe menunjuk seorang CEO. Bagaimana kondisi mereka?
Maksudku, beri aku pelajaran CEO.
Permisi.
Maaf, tapi Becky bilang kau butuh sesuatu
dihilangkan dari jaketmu.
Benar.
Terima kasih, Ben.
Tentu saja.
Anggota dewan membuat daftar calon CEO. Mari kita lihat saja.
Lihat pilihannya, lalu putuskan.
Perlahan saja.
Ben.
Ada masalah besar di dalam?
Aku tidak tahu.
Kau lama di dalam.
Aku tak bisa dengar apa pun.
Katakan sesuatu tentangku padanya.
Tidak, kau lakukan sendiri.
Aku akan pergi, Bos.
Bos.
Hei, Ben.
Berapa usia koper itu?
Ini jenis Executive Ashburn 1973. Sudah tidak diproduksi.
Aku menyukainya.
Ini klasik, Lewis. Tak ada tandingannya.
Selamat malam.
Dah.
Selamat pagi.
Astaga. Ada yang membersihkan meja itu.
Aku ingin tinggal hingga larut malam dan membersihkannya.
Bukan aku.
Ben datang pukul 07.00 dan membersihkannya.
Siapa?
Ben. Pegawai magangmu.
Ben Whittaker.
Ada yang sangat senang.
Luar biasa. Terima kasih.
Hal terbaik yang terjadi di sini pekan ini.
Terima kasih.
Ini hadiahmu atas kerja baikmu.
Aku Fiona, pemijat di sini.
- Hai, Fiona. Ben. - Hai.
Apakah terasa enak?
Sangat enak. Terima kasih.
Baiklah. Tubuhmu agak kaku, Ben.
Aku sudah lama tidak duduk di meja.
Tubuhku tidak terbiasa.
Aku mengerti.
Katanya duduk adalah merokok jenis baru.
Coba aku bantu.
Aku melihatmu di ruang makan siang. Aku penasaran siapa dirimu.
- Benarkah? - Ya.
Lalu seseorang bilang kau pegawai magang.
Tindakanmu keren.
Ini dunia baru. Aku ingin terlibat.
Melihat apa isinya.
Ya, aku tahu. Tentu saja.
Aku terus mengagumi pekerjaan mereka.
Aku senang bisa terlibat.
- Astaga. - Ya. Di situ.
Ya. Di situ.
- Bagaimana rasanya, Ben? - Rasanya...
- Astaga. - Enak.
Jason.
Baiklah, bagus.
Di situ, bagus.
Ini untukmu.
Agak kencang di sini.
- Apakah lebih baik? - Astaga.
Bagaimana rasanya?
Astaga.
Senang bertemu denganmu, Ben.
Aku senang ada orang tua lain di sini.
Senang bertemu denganmu.
- Sampai jumpa lagi? - Aku harap.
Aku juga.
Kau tidak setua perkiraanku.
Jadi, kau bercukur setiap hari?
- Ya. - Bahkan pada hari Minggu?
- Setiap hari. - Baiklah,
biarpun kau tahu tidak akan bertemu orang yang kau kenal?
- Ya. - Bagaimana ini bisa terjadi?
Aku membuka ApartemenMurah.com dan aku tidak mampu membeli
satu apartemen pun di seluruh Brooklyn.
Orang tuaku memberi waktu dua pekan untuk mencari rumah,
dan itu tidak mungkin.
Kau akan diusir?
Hei, aku tidak terburu-buru, tapi mereka.
Baiklah. Biar kulihat ponselmu.
ApartemenMurah.com. Kau sudah coba Craigslist?
Ya. Baiklah.
Aku kehabisan ide.
Jules. Hai.
- Apa kabar? - Hai.
Apa kabar?
- Hei, apa kabar? - Hei. Baik.
- Mike, benar? - Ya.
Ya, aku Ben. Aku bekerja untuk Jules.
Ya, sebentar lagi dia keluar.
Aku tahu. Aku tak ingin membuatmu merasa tak nyaman,
tapi aku kebetulan melihat dari jendela,
dan kau minum sesuatu dari tas kertas.
Aku tak tahu maksudmu, Bung.
Katakan kau tak bisa mengantarnya hari ini,
atau aku yang bilang.
- Semua baik-baik saja? - Ya.
Jules.
Maaf aku harus lakukan ini,
tapi aku merasa tak enak badan.
Aku tak yakin bisa mengemudi.
Aku tak mau menularimu.
Ya, kau istirahat saja. Semoga lekas sembuh, ya?
Terima kasih.
Aku bisa menggantikan Mike.
Tak apa-apa. Becky bisa mengantarku.
Benarkah? Kau ingin menambah tugasnya?
Semoga kau tak keberatan aku di belakang.
Aku bukan tak sopan. Aku lebih bisa berpikir di sini.
Aku bisa pindah ke depan...
Tidak.
- Ini sempurna. - Ya.
Semua yang kau dengar di mobil harus dirahasiakan.
- Paham? - Tentu saja.
Hai, Bu.
- Aku menemukanmu. - Ya.
Ada apa? Bagaimana kabarmu?
Aku dan ayahmu akhirnya menyelesaikan
semua penelitian kami di rumah sakit.
- Itu bagus. - Aku mendengarmu mengetik.
Itu lebih baik.
Kami mempelajari wanita di bawah 40 tahun yang tidur kurang dari enam jam tiap hari.
- Apa yang kau temukan? - Hasilnya menarik.
Ternyata mereka 38 persen lebih berisiko mengalami penambahan berat badan
dibandingkan wanita yang tidur tujuh jam tiap malam.
Kau bercanda?
Kau tahu aku jarang tidur dalam dua tahun ini.
Aku tak bisa mengubah faktanya, Sayang.
Bu, aku tergesa-gesa ke kota
untuk rapat dan harus bersiap.
Bisa kutelepon di rumah?
Tidak perlu.
Baik. Aku sayang kau.
Terima kasih.
Hei, bagaimana?
Kau sudah lihat berkas Atwood?
Ya, aku sudah lihat.
Pekerjaannya bagus di Travelocity dan Citigroup,
dan aku mengerti. Dia orang hebat.
Benar.
Hal terbaik darinya adalah dia memperhatikan kita,
dan dia suka perkembangan kita.
Dia hanya salah satu nama di daftar.
Jika kau tak suka dia, kita lanjutkan.
Tapi Jules, cobalah buka pikiranmu.
Seharusnya dia luar biasa. Para investor suka dia. Sangat.
Mark Zuckerberg tak pernah punya CEO, dan dia hanya remaja.
Telepon aku setelah selesai.
Baiklah.
Terima kasih, tapi tak perlu. Aku bisa buka pintu.
Tentu.
Baiklah, seharusnya tak lebih dari satu jam.
Tapi jika kau tak bisa tinggal, aku hubungi Becky. Dia temukan kau,
dan kau bisa berhenti di...
Jangan khawatir. Aku akan tunggu di sini.
Kurasa aku lupa makan.
Kau mau aku belikan sushi?
Tidak, aku terlalu banyak makan merkuri. Tak apa-apa.
Aku baik-baik saja. Sebenarnya agak mual, jadi...
Cepat sekali.
Kurang cepat.
Aku belikan sup dari restoran yang kukenal.
Terima kasih.
Kau sungguh tak perlu...
Astaga, baunya lezat sekali.
Bagus.
Kabar cepat menyebar.
- Rapat yang singkat. - Ya. Aku benci dia.
Sungguh? Apa yang terjadi?
Menurutku, dia adalah orang seksis yang angkuh, sok tahu
dan tidak mengerti apa yang kita lakukan.
Sejujurnya,
kurasa dia akan menjalankan bisnis
dengan tidak organik, sehingga
kita kehilangan semua pelanggan yang sulit kita dapatkan.
Kurasa dia akan mengganti kita
begitu dia dapat kesempatan.
Juga...
dia tak pernah berkedip.
Sama sekali tak berkedip.
Baiklah, kalau begitu.
Ya.
Sampai jumpa besok pagi?
Aku pasti datang.
Maaf.
Hei, jangan minta maaf.
Aku ingin berterima kasih atas bantuanmu
dengan Mike dan membelikanku sup ayam.
Juga karena membersihkan meja itu. Luar biasa. Sungguh.
Sama-sama.
Tak apa-apa. Aku tak menggigit.
Kau memulai bisnis ini sendirian satu setengah tahun lalu,
dan kini kau punya 220 pegawai. Ingat siapa yang lakukan itu.
Siapa?
Terima kasih.
Aku benci mengatakan ini, tapi cobalah tidur.
- Ibu. - Hei!
- Hai. - Hai.
Ini dia gadis kesayanganku.
Halo, Sayang.
- Halo, Sayang. - Hei.
Kesulitan berakhir.
- Bagaimana harimu? - Lumayan baik.
Kau tahu? Maddie bilang tak mau berteman denganku lagi.
Menurutku dia tidak serius.
Dia pasti sangat merindukanmu.
Aku mulai mengira Maddie adalah bipolar.
Kami mengalami ini setiap hari.
Benar.
Bagaimana rapatmu? Hari ini, bukan?
Ya, baru selesai.
Bu, sepertinya aku menang. Lihat.
Itu keren sekali.
Ya, itu tantangan kue Play-Doh.
Kami baru selesai besok, jadi tolong jangan nilai dulu.
Lagi pula ada kecelakaan dengan kueku,
saat seseorang, tidak menyebut nama, menaruh sikunya di situ.
- Apa? - Itu kecelakaan.
Harus kuakui, aku sangat suka yang merah muda.
Itu milikku. Kau bangga padaku?
Aku sangat bangga. Bangga sekali.
Ayah membantuku dengan krimnya.
Kerja bagus.
Bagaimana jika aku memandikanmu?
Sebentar. Aku menunggu teleponmu.
Jadi, kau tak suka dia?
Dia tidak sesuai denganku.
Tapi ada banyak nama lain di daftar, jadi...
Ya.
Aku akan mendahuluimu ke atas.
Ben, aku lama sekali tak melihatmu.
Benar, Kawan. Ben punya pekerjaan.
Kau tak pernah di rumah.
Apa yang kau lakukan?
Lupakan saja. Ini Patty.
Fiona farwell terapis pijat
Halo?
Hai, Fiona.
Ini Ben Whittaker dari About The Fit.
Hei.
Senang mendengar suaramu.
Aku juga senang.
Senang bertemu denganmu hari ini.
Aku meneleponmu lebih cepat dari perkiraanku.
Aku senang.
Jules.
Biarkan dia tidur, Ayah.
Baiklah.
Baiklah.
Aku berusaha bangun.
Aku tahu.
Maaf aku tertidur. Aku tidur begitu saja.
Aku tahu kita berencana membicarakan hal dewasa.
Kau ingin menonton Netflix?
Maaf, aku tertidur sebentar.
Tak apa-apa.
Paige belajar mengatakan "raksasa" hari ini.
Sungguh?
Membuatku tertawa.
Dia menatapku dan berkata,
"Kau ayah yang sangat raksasa, Ayah."
Astaga.
Kau tahu aku tak ingin seperti para ibu lainnya.
Tapi aku mulai merasa butuh waktu sendirian.
Aku tahu.
Selamat malam.
Ada orang di rumah?
Aku mengantuk sekali, Jule.
Kita lakukan besok, ya?
Bisa matikan lampumu?
- Halo? - Hei, Ben. Ini Becky.
- Dari kantor Jules? - Ya. Ada apa?
Sopir Jules menghilang. Dia tidak menjawab pesanku.
Aku tahu kemarin kau mengantar Jules, dan aku tak mendengar keluhan.
- Bisakah kau jemput dia pagi ini? - Tentu.
- Kau tahu rumahnya? - Kemarin aku ke sana.
- Berarti kau ingat. - Ya.
- Kau mengerti maksudku, bukan? - Jelas sekali, Bos.
Baik. Datanglah pukul 07.45,
bunyikan belnya dan menjauh. Dia tahu itu kau.
Bunyikan bel dan menjauh. Mengerti.
Menjauh.
Sebentar. Aku datang.
Hai, kau menjemput Jules?
Ya, maaf. Aku akan tunggu di mobil.
Dia sedang menelepon. Kau mau masuk?
Aku baru membuat kopi.
Mungkin agak lama. Aku Matt.
Ben Whittaker.
Senang bertemu. Masuklah.
Lego di mana-mana, hati-hati.
Tentu.
Mungkin tampilkan beberapa penulis blog di halaman utama?
Duduklah, Ben.
Paige, ini Ben. Dia bekerja bersama Ibu.
- Hai. - Hai.
Aku bermain Permainan Ingatan Putri.
Ya. Sepertinya kau akan menang.
Jadi, kau sopir baru Jules?
Bukan, aku pegawai magangnya.
Itu menakjubkan.
- Kau tahu artinya magang? - Tidak.
Tak apa-apa. Semua orang anggap itu menakjubkan.
Hei, Matt. Apakah...
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Itu semua dicuci kering?
Tiga baju ini.
Dua baju ini dicuci biasa. Lalu kancingnya...
Kancingnya hilang.
- Ini longgar, jadi... - Baiklah.
- Jika bisa... Terima kasih. - Ya.
Sayang, sebelum kau pergi,
aku harus bicarakan sesuatu.
Baiklah.
- Lihat siapa yang kutemukan. - Hore!
- Ada di keranjang cucianmu. - Terima kasih.
Matty, apa ada kotak ATF untukku?
Di atas meja.
Kurasa aku akan tunggu di luar...
Ben, kau mau kismis?
Terima kasih.
Malam ini,
kau bekerja...
Kau mendengarkan atau tidak?
- Ben, apakah dia mendengarkan? - Aku mendengarkan.
Aku pesan barang untuk melihat seperti apa saat tiba.
Tidak bagus.
- Lanjutkan. Malam ini? - Ya, baiklah.
Kau bekerja, jadi aku dan Paige akan makan malam di rumah ibuku.
Seusai sekolah, pesta ulang tahun Ruby. Bagaimana jika Senin depan?
Kau tahu kita bisa makan malam dengan Robbie dan Annie?
Aku sangat sibuk pekan depan.
Maaf. Jika kau mau, aku akan datang. Kapan makan malamnya?
Astaga. Hari Senin.
Maaf. Aku fokus pada kertas tisu ini.
Aku akan datang.
Baiklah.
Terima kasih untuk kopinya.
Terima kasih telah ajak bermain.
- Maaf. - Aku tunggu di mobil.
Sebenarnya, aku harus pergi. Ayo, Sayang.
Ben, kita antar Paige ke sekolah. Ayo berangkat.
- Ayo. - Cium Ayah dulu.
Tunggu. Kau lupa boneka anjingmu.
Matt sepertinya sangat baik.
Maaf, tidak bermaksud menyela.
Tak apa-apa. Aku setuju. Dia baik.
Siapa? Sang Ayah?
Itu julukan Matt dari anak-anak lain
karena dia satu-satunya ayah di antara para ibu.
Aku baca tentang ayah rumah tangga.
Menarik bagaimana semua itu berhasil.
Mereka lebih suka dipanggil ayah yang tinggal di rumah.
Maaf. Aku tak tahu itu.
Itu sangat mengagumkan.
Dia benar-benar ayah abad ke-21.
Benar.
Dia sebenarnya punya pekerjaan pemasaran bagus,
tapi saat About The Fit mulai sukses,
dia berhenti untuk menjadi ayah sepenuhnya.
Benar-benar menyelamatkan kami.
Kepada: cameron subyek: Ben
C - aku ingin kau pindahkan Ben ke tim lain. Ya?
Kita sudah sampai.
Aku lakukan ini di restoran kepada teman-temanku
saat mereka tidak melihat.
- Kau lakukan itu? - Hei, Jules.
- Senang melihatmu di sini. - Hai.
Tak yakin kau terima surel kami,
tapi ada pesta makan siang Jumat depan,
kami ingin kau membawa guacamole.
Mungkin kau tak punya waktu membuatnya, jadi bisa beli saja.
Tapi tak apa-apa.
Cukup untuk 18 orang.
Aku bisa membuatnya. Tak masalah.
- Bagus. Matt bisa membawanya. - Tentu saja.
Dah.
Baiklah. Semoga harimu baik, Sayang.
Bersenang-senanglah di pesta Ruby.
Ibu? Kau tahu cara membuat guacamole?
Ya. Sangat tahu. Kita akan membuatnya bersama.
Setelah itu, kita lakukan pesta dansa ibu dan anak?
Hei, Maddie? Apa kabar?
Bipolar.
Astaga. Kemarilah.
- Aku mencintaimu, Nak. - Aku juga.
Astaga.
Bersikap baik itu melelahkan.
Ini tahun 2015.
Kita masih mengkritik ibu yang bekerja? Sungguh? Masih saja?
Maaf. Itu pertanyaan retorik.
Tak perlu dijawab.
Aku tidak ingin menjawab.
Memindahkan ben? Sungguh? Kenapa?
Entahlah.
Terlalu perhatian.
Ben.
Aku ingin mampir ke gudang. 480 Greenpoint.
Tentu.
Tidak. Kau harus belok kanan.
Jalan 9th, ke Hamilton dan Expressway.
Menurutku kita harus lewat Jalan 4th ke Flatbush. Jauh lebih cepat.
Tidak mungkin.
Setidaknya lebih cepat 12 menit.
Boleh aku mencoba?
Aku minta maaf.
Tidak perlu.
Sebisa mungkin luruskan titiknya.
Lalu...
Baiklah. Tarik ini.
Jika bisa, tarik ke arahmu,
tahan bagian luarnya.
- Senang bertemu. - Katakan bantuan.
Terima kasih.
Lalu tambahkan perlahan. Tambahkan dua. Kencangkan.
Paket kita harus terasa seperti hadiah
yang mereka beli untuk mereka sendiri.
Pintunya tidak dikunci.
Ben.
- Masuklah. - Aku tak mengira ini.
Ya. Aku menganggapnya surga kecil.
Kau mau aku pijat punggungmu?
Tidak, terima kasih.
Aku datang karena aku ternyata harus pulang terlambat.
- Jadi, tidak ada makan malam. - Maaf.
Aku sangat menantikannya. Tapi aku harap kita bisa pergi lain kali.
Tentu. Duduklah.
Biar kuambil jaketmu. Sebentar saja. Santailah.
Bagaimana jika kupijat kakimu?
Saat jam kerja?
Ya, itu intinya. Apakah boleh?
Baiklah.
Sudah mulai terasa enak.
Aku baru melepas kaos kakimu.
Belum ada yang melakukannya lebih baik.
Baik, santai saja. Tutup matamu.
Turunkan kepalamu.
Kapan kau ingin makan bersamaku?
Besok?
Besok tidak bisa. Bagaimana jika hari Sabtu?
Bagus.
Astaga. Ini sangat memuaskan.
Pukul berapa aku harus jemput?
Tengah hari? Aku senang kencan siang.
Makan malam, sempurna. Lebih cepat.
Apa kabar? Bagaimana Jules?
Dia bekerja keras setiap saat.
Tidak berhenti, tidak tidur, tak pernah lihat dia makan.
Mungkin bagus karena ada aku.
Aku harap bisa membantunya.
Sudah kuduga, kau orang yang baik.
Sudah kuduga.
Cobalah bersantai.
Astaga.
Maaf. Aku akan pergi!
Maaf, jangan berhenti. Aku akan pergi.
Sepatuku. Maaf.
Jadi?
Entahlah, Nak. Perjanjian sewanya tidak baik.
Deposit tiga bulan.
Kau pasti sangat suka.
Tidak, tempat itu jelek.
Tapi aku bisa masuk pekan ini.
Kalau aku, pasti tetap mencari.
- Baiklah. - Hei, Lewis. Ada apa?
Kau terlihat sangat bersemangat.
Aku diminta mengantar pesanan besar ke Tribeca,
dan kurasa itu apartemen Jay Z.
Aku tak bercanda. Namanya, "S. Carter."
Aku agak panik.
Aku tak tahu itu siapa, tapi kau ingin membuatnya kagum?
Dia seorang genius, Ben.
Bagaimana jika Beyonce membuka pintunya?
Astaga.
Sekarang aku tahu siapa dia.
Mungkin kau harus pakai pakaian rapi yang berkerah.
Kerah? Mereka artis hip-hop.
Berpakaian untuk membuat kagum.
Pergi ke lemari pakaian. Cari pakaian rapi yang pas.
Turunkan rambutmu jika bisa.
Masukkan bajumu. Kenapa tidak ada lagi yang masukkan baju?
- Aku memintamu. - Baiklah.
Benjamin.
Ada perkembangan.
Hari penting untuk tim magang.
Luar biasa. Dia meneriakiku, tapi...
Dia juga selalu meneriakiku.
- Benar? Itu komunikasi. - Ya.
- Suatu terobosan. - Ya.
- Kau juga mau? Baiklah. - Ya.
Baiklah. Aku kemungkinan bertemu Jay-Z
dan/atau Beyonce, dan aku memakai kemeja.
Pakailah, Bung. Itu peningkatan.
Tidak benar.
Peningkatan besar.
- Aku benci makan sendirian. - Aku juga.
Kau sebenarnya tidak perlu melakukan itu.
Kebiasaan.
Ini. Aku ambil dari kulkas teknisi.
Bagus.
- Kau mau satu? - Ya, terima kasih.
- Bersulang. - Bersulang.
Aku lihat beberapa jam lalu,
kau bertemu calon CEO lainnya.
Aku lihat dia datang. Bagaimana hasilnya?
Semuanya baik, hingga dia menyebut kita...
Kurasa dia menggunakan istilah "situs gadis."
Aku tak mendengar perkataannya setelah itu.
Ternyata menjual pakaian membuat kami menjadi "situs gadis."
Yang benar saja? Kenapa dia tak menganggap perusahaan ini serius?
Aku sangat setuju. Aku kaget mendengarnya.
Sungguh? Seksisme dalam bisnis?
Jadi...
Apa pekerjaanmu, Ben? Sebelum pensiun?
Wakil Direktur Dex One.
Buku telepon?
Aku bertanggung jawab atas pencetakan,
sebelum itu aku memimpin penjualan dan iklan.
Pekerjaan penting.
Bukankah tempat ini dulu pabrik yang membuat buku telepon?
- Tak mungkin! Apa? - Ya.
Apa?
Dulu ini tempat kerjamu?
Selama hampir 40 tahun.
Ya.
Selama sekitar 20 tahun, aku duduk di samping jendela itu.
Dulu itu kantorku.
Dulu agak lebih tinggi.
Kami bisa melihat seisi pabrik.
Alat percetakan kami ada di pojok itu. Karena itu lantainya agak turun.
Tidak mungkin.
Aku tahu segalanya tentang gedung ini. Setidaknya dulu.
Kau tahu pohon ara di sisi lain gedung?
- Ya. - Yang besar?
Ya. Yang besar. Aku suka.
Ya. Aku ingat hari penanamannya.
Apakah rasanya aneh kembali kemari?
Rasanya seperti di rumah. Tempat ini...
sudah diubah, tapi tetap rumah.
Kau memakai Facebook, ya?
Aku berusaha memahaminya. Aku bergabung 10 menit lalu.
Lebih baik terlambat daripada tidak. Kau butuh bantuan?
Aku butuh bantuan, tapi kau ada tugas yang lebih penting.
Tidak. Aku butuh pengalih perhatian.
- Kau punya foto diri? - Tidak. Apakah butuh?
Jika kau ingin mencari teman wanita cantik dari SMA, kau butuh.
Tersenyum.
Senyum.
Itu manis.
Baiklah, aku kirimkan kepadamu.
Ini adalah pertanyaan untuk profilmu
yang boleh kau jawab atau tidak.
Seperti agama, politik,
orang yang memberimu inspirasi.
Jules Ostin.
Aku tidak berusaha menjilatmu, tapi aku sudah lama berbisnis
dan tak pernah bertemu orang sepertimu.
Kau sungguh menginspirasi, Jules.
Aku hanya tahu bahwa pada akhir hari, seorang wanita dan segelas anggur
dan laptop sangat berpotensi berbelanja.
Jika kau bisa menjanjikan pakaian yang pas untuknya...
- Lihat? Itu maksudku. - Baiklah.
- Kau punya kutipan favorit? - Ya.
"Kau tak pernah keliru saat lakukan hal yang benar."
- Kau yang mengatakannya? - Ya.
Tapi aku yakin Mark Twain lebih dulu.
Baiklah, musik favorit?
Sam Cooke, salah satu musisi kesukaanku.
Sangat suka Miles Davis dan Billie Holiday.
Dia hebat, ya?
Dia bisa...
- Membawamu ke tempat lain. - Ya.
Baiklah, buku?
Suka Clancy. Ludlum.
Tergila-gila pada Harry Potter.
- Matt juga sangat suka Harry Potter. - Benarkah?
Ya, dia terus membacanya setelah keluar.
Aku juga.
Baiklah, apa status hubunganmu?
Kau menikah?
Belum menikah?
Duda.
Maaf.
Kita tulis saja belum menikah, ya?
Ya.
Kau tahu apa yang kau butuhkan sekarang?
Kau butuh teman.
Bisa dengan pegawai magang lain.
Mereka akan tunjukkan caranya besok.
Kau bisa berteman denganku.
- Baiklah, terima kasih. - Ya.
Baiklah.
Selamat, kau resmi menjadi bagian generasi Facebook.
Bagus.
- Kau selesai? - Ya, terima kasih.
Baiklah.
Aku punya...
Satu jam lagi untuk bekerja.
Kau tidak apa-apa?
Tentu saja.
Senang bicara denganmu, Jules.
Ya.
Rasanya senang membicarakan hal dewasa dengan pria dewasa,
kau mengerti maksudku?
Bukan tentang pekerjaan. Bukan tentang...
Aku tahu maksudmu.
- Kita sudah sampai? - Ya.
Apakah aku mendengkur?
Tidak. Hanya tidur.
Maaf.
Orang tuaku adalah peneliti tidur,
dan meneliti cara tidurku seumur hidupku.
Ternyata aku berisik saat tidur.
Senang bisa mengenalku, ya?
Ya.
Aku tak pernah tertidur di mobil, jadi itu luar biasa.
Maaf atas keributannya.
Aku tidak menyadarinya.
Aku akan pura-pura percaya.
Aku suka rumah ini.
Terlihat bahagia.
Seandainya ada di buku anak-anak,
rumah itu membuatmu senang saat membalik halaman dan melihatnya.
Kau mengerti maksudku?
Ya.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Aku tak mendengar kau datang.
Kau tahu, aku berpikir...
kita perlu waktu terjaga bersama.
Ya, itu juga.
Selamat pagi.
Selamat pagi. Aku Doris.
Mereka memintaku mengantarmu hari ini. Kau sudah siap?
Sabuk pengaman sudah dipasang?
Ada apa dengan Ben?
Ada yang bilang dia dipindahkan.
Kau tahu jalan tercepat ke kantor pusat?
Astaga!
- Apa... - Ayolah!
Pelan-pelan, dasar gila!
Lewat mana, Sayang?
Aku bingung.
- Doris! - Apa?
Kau memintaku memindahkannya.
Itu dua hari lalu. Kenapa kau tak tanya lagi padaku?
Pertama, itu kemarin.
Di mana dia? Kau tahu?
Terima kasih.
Kau pasti menganggapku gila.
Aku tidak akan memakai kata itu,
tapi aku agak kaget saat diberi tahu.
Jules, aku minta maaf jika aku melebihi batas.
Tidak.
Tolong jangan minta maaf. Kau tidak berbuat salah.
Aku punya banyak masalah dan aku sangat menjaga privasi.
Awalnya, aku mengira mungkin ini tak akan berhasil,
tapi aku keliru.
- Biar aku bawakan satu. - Tidak.
- Tidak. - Jules, tidak perlu menjelaskan. Tolong.
Sebenarnya, aku perlu menjelaskan. Biasanya aku lebih baik dari ini.
Sejujurnya...
Sesuatu dari dirimu membuatku tenang, lebih fokus, atau semacamnya.
Aku butuh itu.
Tentu saja.
Aku harap kau menerima permintaan maafku dan kembali bekerja untukku.
Jika kau mau... Aku tak hanya mengatakan ini
karena aku berbuat salah tadi pagi. Tapi aku berpikir...
aku ingin memindahkanmu ke areaku, di sebelah Becky.
Aku tahu kau bisa mengerjakan lebih banyak hal. Jika kau mau. Aku...
Astaga, aku sangat benci
karena aku langsung minta dan...
Aku akan kembali. Aku senang kembali.
Sempurna.
Kau mau kuantar ke kantor?
Terima kasih. Boleh kubawa?
Tidak. Terima kasih.
Apa kau mau mengemudi? Aku tak punya SIM.
Tentu saja.
Ini gila, Ben.
Dua meja tidak akan muat di sini.
Aku janji tak akan mengganggumu.
Tapi tak mungkin karena aku tak punya ruang untuk...
- Hai. - Hai.
Ini bagus, bukan?
- Ya. - Aku suka ini.
Becky, aku ingin kau biarkan Ben membantumu, ya?
Teruskan semua surelku ke dia.
Kita dapat angka kemarin?
Ya. Aku lihat di sini.
- Silakan. - Terima kasih.
Aku harus meninjau data pola pembelian pelanggan.
Biarkan Ben melihat itu juga.
Biarkan Ben melihat itu lebih dulu.
Baiklah.
Jangan khawatir, Becky. Bantuan itu bagus.
Kabari aku jika Cameron tiba.
Hei.
Becky?
Aku sudah sembilan bulan di sini,
dan dia tak pernah memintaku memeriksa apa pun
untuknya, ya?
- Aku mengerti. Itu menyebalkan. - Sangat menyebalkan.
Aku lulusan Penn. Aku punya gelar sarjana bisnis.
Tapi aku sepertinya tidak pernah benar.
Kau lebih tua 50 tahun dariku
dan kau tuli.
Aku merasa kau melakukan banyak hal yang benar.
Kau berbuat sangat banyak.
Aku tahu itu.
Tapi dia tak tahu. Aku bekerja keras untuknya selama 14 jam sehari,
dan dia tak menyadarinya.
Astaga.
Aku benci wanita yang menangis di tempat kerja.
Bagaimana jika sebagai percobaan, kau biarkan aku membantumu?
Tekananmu akan berkurang
setelah kau meninggalkan kekhawatiran ini.
Mungkin kau harus pulang pada jam normal.
Bertemu temanmu. Bersenang-senang.
Aku bisa membantumu lakukan itu.
Aku sangat ingin lakukan itu.
Aku tak ingin dia mengira aku tak bisa lakukan tugasku
dan aku butuh bantuan pegawai magang.
Baiklah, kau pasti tak ingin dengar ini,
tapi kudengar wanita yang tidur kurang dari tujuh jam tiap malam
beratnya bertambah 38 persen
dibandingkan wanita yang tidur lebih dari tujuh jam.
Apa? Aku pulang pukul 23.00. Aku datang lagi pukul 07.00.
Aku tidur lima jam setiap malam dan aku akan menjadi gendut?
Mari kerjakan ini. Kita kerjakan bersama.
Kita mulai dari awal. Ayo lakukan.
Baiklah. Sangat bagus, St. Louis.
- Jaket di DC. - Astaga.
Aku tak percaya sweter itu sangat laris.
Aku sangat senang.
Indah, Miami! Terima kasih.
Lihat Chicago!
Dia dan wanita dari Houston pilih bot yang sama.
Kita lihat saat pembayaran.
Dibuang dari keranjang
Dia tidak membelinya juga.
Mungkin periksa biaya pengiriman bot itu?
- Permisi. - Hei.
Hai. Aku sudah melihat data pola pembelian.
Aku kembali lagi nanti?
Tidak, masuklah. Kau cepat selesai.
Aku mendapat bantuan dari Becky.
Sepertinya tempat paling mahal yang kau promosikan
sebenarnya memberikan pelanggan yang paling sedikit membeli.
Saluran dengan investasi terkecil memberikan tambahan nilai besar di bagian
yang sepertinya nilainya rendah,
tapi sebenarnya potensi pembeliannya sangat besar.
Itu yang kuketahui sejauh ini.
Ben!
Bisa kau atasi itu untukku?
Buat rencana yang lebih baik?
Jika kau punya waktu?
Dengan senang hati.
Dia sudah 40 tahun berbisnis.
Ya, aku mengerti.
Jules, Becky sangat membantuku.
Tahu dia punya gelar bisnis dari Penn?
Aku tahu.
Aku lupa, tapi aku tahu.
Aku akan katakan sesuatu kepadanya.
Itu bagus sekali.
Bagaimana kabar di kelas pertama?
Sibuk. Kau sudah menemukan apartemen.
Tidak. Waktuku sudah habis. Aku akan tinggal bersama sepupuku.
- Sempurna. - Di Philadelphia.
- Davis. - Apa?
Aku akan tiba pukul 23.00, berangkat pukul 05.00. Tak apa-apa. Aku bisa.
Aku merasa menjadi paman semua orang di sini.
Kenapa begitu?
Karena aku akan menyelamatkanmu,
dan aku akan memberimu tumpangan beberapa pekan. Tentu saja.
Ben, terima kasih.
Terima kasih!
Baik. Tenang, Nak.
Aku senang kau punya bantal kecil.
Aku menikah sangat lama.
Ini lemari pakaianmu?
Kau pria yang sibuk.
Apa isi laci-laci ini?
Celana pendek, kaus, saputangan saku jas, saputangan.
Kenapa ada saputangan?
Hanya itu yang tak kupahami.
Itu sangat penting.
Suatu kejahatan karena generasimu tidak tahu itu.
Alasan terbaik membawa saputangan adalah meminjamkannya.
Tanyakan pada Jason.
Wanita menangis, Davis. Kita bawa saputangan untuk mereka.
Salah satu ciri terakhir dari pria terhormat.
- Ini berbeda dari... - Aku tahu kau ingin mengobrol.
Tapi aku harus tidur, Nak. Aku sangat lelah.
Selamat malam, Ben.
Terima kasih lagi.
Bisakah kau bangunkan aku atau itu terlalu berlebihan?
- Orang tuaku... - Berlebihan.
Mengerti. Aku akan setel alarm di ponselku.
Kuharap aku bisa mendengarnya. Aku sulit terbangun.
Astaga. Aku akan bangunkan.
Terima kasih! Sayang kau. Aku tidak bercanda.
Aku juga. Sekarang tidurlah.
Ini ada buah buni lagi.
Ben, bisa tambahkan sirupnya?
Tentu saja.
Ini dia.
Sempurna. Kerja bagus.
Terima kasih.
Astaga. Jadi, ada CEO penting bernama Townsend,
yang katanya tak akan tertarik pada kita,
karena kami kurang besar baginya?
Ya?
Kami seperti kedua istrimu.
Kami baru tahu kalau dia sangat tertarik.
Menyenangkan.
Ya. Mungkin.
Semua orang sangat senang,
tapi kau tahu aku masih ragu.
Masalahnya,
aku harus menemuinya di San Fransisco.
- Dia tak bisa kemari. - Kapan kau harus pergi?
Dia hanya bisa menemuiku Kamis depan.
Kau mau ikut? Mungkin kita menginap selama akhir pekan?
Kedengarannya menyenangkan.
Aku tidak bisa pada hari Kamis.
Paige bertugas membawa kudapan di sekolah,
dan aku harus menemaninya di kelas.
- Itu cukup penting. - Benar.
Ya, sangat penting.
Aku tahu, Sayang. Maaf. Aku lupa.
Mungkin Ben bisa menemanimu.
Ya, itu ide bagus.
Ben punya kehidupan.
Tidak juga. Tak ada yang membuatku bisa pergi ke San Fransisco.
Jika kau ingin ditemani, aku bersedia ikut.
Sungguh?
Tentu saja.
- Coba tebak, Ben? - Ya?
Hari ini, ayahku akan menjadi Ariel.
Ini gilirannya.
- Itu bagus, bukan? - Sangat bagus.
Menurut kalian menemukan CEO sangat penting?
Di sini, negosiasi besarnya adalah siapa yang menjadi Ariel
saat kami bermain Little Mermaid.
Sebagai catatan, aku tak pernah dapat giliran.
Jadi, ini penting bagiku. Aku senang.
Aku bisa menyisir rambut dengan garpu, bermain berbagai peralatan.
Ayah!
Ini Jules.
Berapa lama sebelum bisa diperbaiki?
Jika gambar tak bisa diperbesar, mungkin tak ada yang beli.
Ya, beberapa jam ini penjualan menurun 23 persen.
- Astaga. - Baiklah.
Aku akan tiba...
- Dua menit. - Dua menit.
Kami akan atasi.
Ben, kau punya info tentang Teman Belanja Bersama?
- Ya. - Terima kasih.
- Ini Jules. - Ada apa?
Hai, Bu. Aku baru tahu kalau tautan memperbesar gambar,
tombol yang ditekan untuk memperbesar foto, tidak berfungsi.
Sepertinya bukan masalah besar.
Ini masalah besar.
Itu yang digunakan orang untuk melihat lebih dekat...
Semua orang melakukan itu.
Kurasa aku tidak terlalu sering buka webmu untuk tahu hal itu.
Matt - pertanyaan. Kenapa ibuku selalu sangat menyebalkan
Mengetik dan menelepon.
Ya, maaf. Ini gudang.
- Ibu, maaf. Nanti aku telepon lagi? - Tak perlu.
- Baik, aku sayang kau. - Ya.
Siapa yang membalas seperti itu?
Dia sungguh gila. Bagaimana aku bisa menjadi normal
- Hai, Alonzo. - Hai, Jules.
- Hei. - Bukan kabar baik.
Apa? Katakan kepadaku.
Dalam pemeriksaan rutin oleh departemen kebersihan,
ada satu kutu busuk.
Tidak.
Sayangnya, ya.
Kita mengirimkan 4.800 kotak kemarin.
Kita harus menarik semuanya, menutup gudang,
melakukan penyemprotan kutu,
lalu kita bisa mulai mengirim lagi.
- Mengerikan. - Mengerikan.
Baik, kita sudah sampai.
Biar aku selesaikan surel ini.
Bagaimana aku bisa menjadi agak normal?
Matt rumah ibu rumah
Kirim
Tidak!
Tidak. Tidak...
Terkirim
Dia seorang teroris kepada: ibu dari: jules
Terima kasih sudah datang.
Aku tahu pembesarannya rusak,
aku tak ingin hentikan kalian,
tapi aku butuh bantuan kalian.
Aku tak sengaja keliru mengirim surel,
dan dia sedang bekerja sekarang.
Aku tahu dia tidak membuka surel pribadi
sebelum tiba di rumah pukul 17.30.
Aku punya waktu untuk tahu cara menghapusnya.
Karena jika orang ini melihatnya, pasti mengerikan.
Selain itu, dia punya kelainan jantung ringan.
Kurasa ini tidak baik untuk itu.
Aku mengandalkan kebaikan dan kehebatan kalian
untuk menyelamatkanku.
Sebenarnya, Jules, nyaris tidak mungkin meretas sebuah peladen.
Kau tak tahu kata sandinya?
Tidak.
Jules, hanya satu hal yang bisa kita lakukan.
Apa itu? Katakan. Aku putus asa.
Aku dan beberapa orang pergi, masuk ke rumah ibumu,
dan mencuri komputernya.
Membobol rumahnya dan mencuri?
Kau bercanda?
Itu genius.
Anda akan tiba di tujuan dalam 274 meter.
Wanita GPS ini tak tahu dia menjadi kaki tangan kejahatan.
Dia punya kelainan jantung. Anggap perbuatan baik.
Aku tak pernah mengira kau berpengaruh buruk padaku, Whittaker.
Tenang, Kawan. Ini pasti sangat mudah.
Kuncinya di bawah pot bunga.
Kita masuk, menghapus, dan menghilang.
Dia tak memakai alarm, bukan?
Tidak.
Bagaimana jika ada kata sandi di surelnya?
Kita ambil komputernya.
Jules bilang akan belikan lagi, jadi semuanya untung.
Anda akan tiba di tujuan dalam 91 meter.
Ini seperti film Ocean's.
Ben si pria tua yang memakai kacamata besar.
Namanya Elliott Gould.
- Ya. Jason, kau Clooney. - Terima kasih.
Aku menjadi Matt Damon karena aku orang asing.
Ya, tentu saja. Siapa aku?
Kau saudara Ben Affleck.
Kenapa aku bukan Brad Pitt?
Kurasa itu sudah jelas.
- Baiklah, Clooney. - Terima kasih.
Kau tunggu di mobil.
Parkir di jalan.
Nyalakan mesinnya dan terus awasi.
Damon, Saudara Affleck, kalian ikut aku.
Baiklah, kita lakukan ini.
Ingat, kuncinya di bawah pot bunga.
Tidak.
Sejauh ini, rencana bagus. Astaga.
Lewis, hubungi Becky.
Jika kita tak tahu kodenya,
alarmnya akan berbunyi dalam 60 detik.
Becky, sambungkan pada Jules.
Dia menahanku. Kenapa dia begitu?
Ini tidak bagus. Kita harus bagaimana, Ben?
- Kita harus bagaimana... - Berhenti makan!
Cari komputernya. Sekarang. Cepat!
Sendiri-sendiri!
- Ben. Kau di situ? - Becky.
Jangan main-main. Sambungkan pada Jules. Darurat.
- Dia sedang rapat. - Hentikan rapatnya.
Ben, ada apa?
- Jules, ibumu punya alarm. - Dia tidak punya alarm.
Ada alarm. Di dapurnya. Sebentar lagi berbunyi.
- Apa kodenya? - Entahlah.
Ben, dengarkan aku. Aku kenal wanita ini.
Itu alarm palsu yang dia beli dari televisi atau semacamnya.
Bukan alarm sungguhan.
Tidak terhubung. Hanya menakuti pencuri.
Dia bilang alarmnya palsu. Hanya menakuti pencuri.
Alarmnya berhasil menakutiku.
Orang tuaku tidak mungkin mau membayar alarm, ya?
Mereka orang paling pelit di Amerika.
Saat ini, belum menjadi alarm.
- Hanya berkelip. - Karena itu alarm palsu.
Percayalah. Komputernya ada?
Tidak ada di bawah sini.
Lewis, ke sana. Davis, ke sana.
- Aku temukan! - Ketemu!
Apa?
Ada dua. Komputernya yang putih atau abu-abu?
Putih atau abu-abu?
Putih atau abu-abu?
- Komputer ibumu? - Ya.
Putih. Aku pernah perbaiki. Aku yakin.
- Yang putih! - Putih.
Astaga!
Sudah kuduga tidak ada alarm palsu!
Kita akan ditangkap! Aku tahu itu!
Cukup! Kita tamat!
Sidik jari kita ada di mana-mana!
- Ben, kau lihat surelnya? - Belum.
- Cepatlah, Bung. - Biar aku lihat.
Aku temukan!
"Kenapa ibuku sangat menyebalkan?"
Subjek, "Dia teroris."
Ya! Hapus itu!
Sudah dihapus.
Sekarang di sampah!
Menghapus fail terhapus...
Sudah.
- Davis, kau temukan di mana? - Bawah kasur. Kanan.
- Kanan yang mana? - Menghadap kasur!
Astaga! Hidupku berakhir!
Aku akan menjadi penjahat dan aku tak melakukan kejahatan!
Davis, tenanglah.
Kau tak dengar sirenenya sangat jauh?
Kita punya setidaknya 30 detik.
Bagaimana jelaskan pada orang tuaku?
Bicaraku tak jelas lagi!
20 detik.
Lari saja! Lari!
Kau ingin lakukan apa
Kemarilah Bicaralah kepadaku
Sepertinya kau sangat baik bagiku
Bicara, berusaha jalan untukku
Lakukanlah
Menari dengan hebat untukku
Ingin patahkan punggungmu Akan patahkan lehermu
Dia sedang apa?
Jason!
Saat aku kunci Kau kukenai itu
Buka pintunya!
Setiap kali aku datang
Orang ini selalu naik
Jason! Buka pintunya!
Buka pintunya!
Baiklah!
Sebentar! Aku belum masuk!
Aku sudah masuk.
Bersulang!
Kau benar-benar gila. Kau tahu itu, bukan?
Sebenarnya, aku tak tahu.
Aku yakin tekanan darahku sangat naik.
Tapi itu sepadan. Hebat!
Kawan, aku tak bisa...
Aku sangat berterima kasih atas perbuatan kalian.
Itu...
sungguh luar biasa, berani, dan setia. Aku berutang budi pada kalian selamanya.
- Tidak. - Sama-sama.
Kau tahu.
Butuh satu tim, tapi berhasil.
Semua sudah diatasi.
Baiklah.
Aku akan minum lagi. Ada yang mau lagi?
- Aku mau. - Ya, ayo minum lagi.
Boleh hanya setengah saja?
Setengah lagi untukku.
Kami semua minta dobel.
Tak apa-apa. Aku bisa minum. Itu kelebihanku.
Siapa nama kalian? Aku ingin mengenal kalian.
Aku Jason. Aku sudah bekerja setahun untukmu.
Aku pernah mengantar barang ke rumahmu. Aku sering bertemu Matt.
Mengikat tali sepatu putrimu.
Aku tahu siapa kau. Aku tak pandai mengingat nama.
Tak apa-apa. Namaku Jason.
Kau baru, bukan?
Ya. Namaku Davis. Aku mulai bekerja bersama Ben.
Kami sahabat dan aku muridnya.
Sebagai contoh, dia memberiku dasi.
Ini dasinya. Ini antik.
"Antik."
Aku suka pria yang memakai dasi.
- Kau adalah Lewis. - Ya.
Ya, aku dengar sedikit di telepon.
Kau sangat tenang saat krisis.
Itu pencurian pertamaku. Aku berusaha tenang. Terima kasih.
Bersulang!
Nak, apa yang bisa kukatakan...
Maaf. Aku tak bermaksud panggil kalian "Nak."
Tak ada yang menyebut "pria" lagi.
Apa kalian sadar?
Dari "gadis" menjadi "wanita."
"Pria" jadi "anak laki-laki?"
Ini masalah besar.
- Kau tahu maksudku? - Ya.
Aku mau minum lagi.
Lagi? Kau yakin?
Ya.
Baiklah. Ini teoriku.
Kita semua dibesarkan
saat anak wanita dibawa ke tempat kerja.
Kita selalu diberi tahu bisa menjadi apa saja dan melakukan apa saja.
Kurasa laki-laki, mungkin tidak ditinggalkan,
tapi tidak terlalu dibimbing, kau tahu?
Kita adalah generasi yang mendukung wanita.
Ada Oprah.
Terkadang aku memikirkan bagaimana pria bisa beradaptasi.
Mereka sepertinya masih cari tahu.
Mereka masih berpakaian seperti anak kecil.
Masih bermain gim video game.
Sekarang video game bagus.
- Ini dia. - Suka video game.
Astaga.
Bagaimana dalam satu generasi, pria berubah dari orang seperti
Jack Nicholson dan Harrison Ford menjadi...
Misalnya Ben.
Nyaris punah. Kau tahu?
Lihat dan belajarlah,
karena menurutku ini yang namanya keren.
Terima kasih, Ace. Kau tak akan minum lagi, bukan?
Kau memanggilku "Ace"?
Itu sangat keren, bukan?
- Tentu. Sangat keren. - Baiklah, aku agak pusing.
Maaf atas pidatonya. Aku akan pergi.
Tapi aku selamanya berutang budi pada kalian, Pria Terhormat.
Kata lain yang tak pernah dipakai lagi.
Mari kita kembalikan, ya?
Ya.
Ben, aku akan pulang naik Uber.
Terima kasih lagi.
Baiklah.
Aku sungguh minta maaf.
Jangan khawatir.
Aku baik-baik saja.
Tak apa-apa.
Terakhir aku lakukan itu saat kuliah.
Terima kasih.
Astaga.
Maaf kau harus melihat itu.
- Memalukan. - Tak apa-apa.
Kau merasa lebih baik?
Ya.
Ya, aku lupa harus makan sebelum minum.
Sekarang tak apa-apa.
Terima kasih.
Aku akan pulang sebentar lagi.
Hanya berusaha membuat hari ini menjadi sangat buruk untukmu.
Sama sekali tidak. Harimu berat.
Bagaimana kau selalu bisa mengatakan hal yang benar,
berbuat hal yang benar, menjadi hal yang benar?
Itu aneh.
- Kau harus istirahat. - Ya.
Terima kasih untuk semuanya.
Dan...
Sampai jumpa.
Tentu saja.
Kau baik sekali melakukan ini. Kebanyakan wanita pasti membatalkan.
Jangan khawatir. Aku mengerti.
- Tidak terduga. - Ya.
Fairhill rumah duka
- Terima kasih. - Terima kasih.
Sama-sama.
- Hai. - Masuklah.
- Aku akan masuk setelahmu. - Baiklah.
Benji, kau ajak teman kencan ke pemakaman.
Tak bisa dipercaya.
Kami punya rencana. Siapa yang menduga hal ini?
Apa kabar? Aku Miles.
Halo. Fiona. Aku turut berduka.
Terima kasih, Sayang.
Aku belum pernah datang ke shiva. Sangat menyenangkan.
Aku belum pernah makan sebanyak itu.
Aku tak yakin kenapa aku pulang membawa sekotak kuki.
Kau sangat disukai.
Memijat punggung sang janda, luar biasa.
Ya. Dia membutuhkannya.
Kurasa sungguh ide bagus
untuk melakukan kencan pertama di pemakaman. Ya.
Bagus untuk memulai percakapan, bukan?
Aku tahu kau bercanda,
tapi siapa yang butuh tekanan dari kencan makan malam?
Juga percakapan "Kenapa kau tidak menikah?"
Di usia kita, tidak mungkin bisa menceritakan semuanya.
Aku bisa ceritakan diriku dalam 10 detik.
- Kau siap? - Ya.
Duda, satu putra, dua cucu.
Seumur hidupku membuat buku telepon, yang sudah tidak berguna lagi.
Saat ini aku menjadi pegawai magang, bersenang-senang.
Kabar terbaiknya, aku menyukai seorang wanita di tempat kerja.
Aku turut berduka atas meninggalnya istrimu.
Baiklah.
Bercerai.
Tiga putri yang cantik.
Satu cucu laki-laki akan lahir.
Aku sakit beberapa tahun silam. Sekarang sudah sembuh.
Aku pemijat di perusahaan perdagangan elektronik. Suka pekerjaanku.
Akhirnya aku bertemu pria
yang ingin aku ajak mengobrol.
Beruntungnya aku.
Selamat pagi.
Kawan, kau tak terlihat baik.
Ya, aku tahu.
Percayalah, penampilanku lebih baik dari perasaanku.
- Kau menonton Yankee kemarin malam? - Mereka benar-benar hebat.
Astaga.
Harus masukkan sesuatu ke perutmu.
Sayang.
Bisakah makan satu gigit saja sebelum sekolah?
- Kumohon? Satu saja? - Hei.
Kenapa kau menangis, Nak?
Aku baru katakan dia harus diantar pengasuh anak
ke pesta ulang tahun Maddie karena Matt sakit.
Aku tak mau pergi bersama pengasuh anak.
Ben?
Maukah kau mengantarku?
Kumohon?
Sayang?
Maaf, tapi Ben harus bekerja hari ini.
Jules. Hanya satu jam saja. Aku akan antarkan dia.
Aku tak percaya kita masih membahas ini.
Aku melewati jalan yang benar. Tolong percaya kepadaku.
Tapi taman tempat pestanya...
Maaf, Ben.
Ini tempatnya.
Kalian seperti klona.
Astaga. Sepertinya pesta yang bagus.
Ya.
Jadi, mana Maddie?
Yang memakai baju merah muda.
Baiklah. Baju merah muda.
Kau bisa duduk dengan ibu lainnya, ya?
Baiklah. Kau mau memberikan hadiah Maddie?
- Ya. - Baiklah.
Bersenang-senanglah.
Ibu lainnya.
Freprino atau semacamnya.
Ya. Aku tak tahu semua itu.
- Hai. Aku Ben. - Hai. Jane.
- Jane. - Emily.
Hai, Emily. Aku membantu Matt dan Jules hari ini.
- Kau ayah Matt? - Bukan.
Aku bekerja untuk Jules.
Itu tak apa-apa?
Aku mendengar dia agak keras.
Keras? Jules? Tentu. Dia sangat keren.
Kurasa itu caranya menjadi sensasi Internet.
Pasti kalian bangga, ya?
Seorang ibu di luar setiap hari,
menembus batasan dunia teknologi.
Bagus untuknya. Benar, bukan?
Ya. Tidak, tentu.
Ada apa, Nak?
Aku merasa tak enak badan.
Benarkah? Kau mau duduk di pangkuanku?
Jika dia sakit, sebaiknya dia pergi.
Kerumunan yang sulit, Paigey. Kau mau ke jalanan?
Apakah itu artinya "pergi"?
Sepertinya begitu.
Aku melihat dengan mataku sesuatu yang... biru!
- Mobil di sebelah kita? - Bukan.
Tali anjing itu?
Bukan.
Apakah langit?
Ya! Kau dapat satu angka.
- Giliranmu, Ben. - Baiklah.
Aku punya tebakan bagus.
Aku melihat dengan mataku sesuatu yang hijau.
Apakah pohon itu?
Bukan.
Pintu depan itu?
Pintunya agak hijau.
Apakah itu, Ben?
Apakah pintu depan itu?
Benar, Sayang. Anak pintar.
Bagaimana pestanya? Terima kasih!
Baik.
Terima kasih banyak, Ben.
Hei, masuklah ke dapur.
Bisa kuberi sesuatu sebelum kau pergi?
Kau mau kopi atau makanan?
Tidak perlu, terima kasih.
Baiklah. Bagaimana dia? Dia memberimu masalah?
Dia sempurna.
Dia tak enak badan saat pesta, jadi kami pulang lebih awal,
dan dia tertidur di mobil,
jadi aku biarkan dia istirahat.
Kau baik sekali. Terima kasih.
Maaf.
Sepertinya kau sudah lebih baik.
Ya.
Kurasa aku hanya butuh istirahat.
Atau mungkin aku tidak sakit. Entahlah.
Hei, Ben. Aku ingin bertanya sesuatu.
Apa pendapatmu tentang pemilihan CEO ini?
Maksudku, kau lebih tahu daripada aku.
Aku tahu Jules ingin berbuat benar untuk semuanya,
investor, perusahaan...
Kau.
Dia punya banyak beban.
Tekanannya tak bisa dibayangkan.
Apakah salah jika aku ingin itu terwujud?
Aku ingin keinginannya terwujud,
tapi kau tahu situasi di sini.
Kami jarang bertemu dia dan mungkin ini bisa perbaiki itu.
CEO akan memperbaiki apa yang terjadi di sini, Matt?
Apa pun keputusannya, aku hanya...
Aku ingin yang terbaik baginya. Aku ingin dia bahagia.
Tentu saja.
Dia pantas mendapatkan itu.
Ya, dia pantas mendapatkannya.
- Hai, Amy. - Hei, Ben.
Benjamin, apa pendapatmu? Aku temukan di eBay.
Kau benar. Sangat klasik.
Bagus, Nak.
Lebih banyak lagi.
Bagaimana tadi?
Kau punya anak yang hebat, Jules. Dia sangat manis.
Terima kasih telah menemaninya.
Kau senang besok kita akan ke San Fransisco?
- Kau baik-baik saja? - Ya.
- Kuharap kau tidak tertulari Matt. - Tidak.
- Kau yakin? - Yakin.
Apa itu?
Tekanan darah. Aku minum setiap hari.
- Kau yakin baik-baik saja? - Ya.
Kau tidak terlihat seperti biasa. Wajahmu merah.
Bagaimana jika kau temui Fiona,
dan bersantai sebentar.
Ada apa?
Ben, kau baik-baik saja? Sepertinya kau agak rusak.
Becky. Menurutmu dia baik-baik saja?
Baiklah. Terima kasih. Aku baik-baik saja.
Banyak pekerjaan. Semua baik-baik saja.
Apakah rona wajahnya?
Astaga, kalian semua gila. Aku sangat sehat.
Pergilah. Hari penting. Banyak tugas.
Baiklah.
Ben, jika aku memberimu terlalu banyak pekerjaan,
tolong jangan merasa harus menemaniku ke San Fransisco.
Jules, terkadang orang seusiaku merasa lelah.
Itu saja.
Kau lelah?
Karena itu kau belum menatapku sejak aku tiba?
Aku menatapmu.
Jules.
- Cameron meneleponmu. - Baiklah.
Jika malam ini kau belum merasa lebih baik...
Aku bisa pergi sendirian. Paham?
Aku sudah dewasa. Tak apa-apa.
Aku serius, Ben. Ada apa?
Aku pria yang sensitif.
Orang-orang tak mengira itu.
Kelihatannya tidak, tapi benar.
Di balik semua perilaku pria yang sangat kau kagumi,
sebenarnya aku sangat emosional.
Aku tahu itu.
Baiklah.
Itu saja?
Itu penyebab kegilaan 24 jam ini?
Kau orang yang emosional?
Jules.
Ben.
Jules, kita sedang apa? Hari ini kita libur.
Kita naik kelas utama.
Kita harus menikmatinya.
Aku bisa lakukan itu.
Aku tak percaya katakan itu,
tapi itu yang terjadi terakhir kali.
Tapi dia tidak menduganya.
Langsung!
Aku tak percaya itu.
Ayah, arahkan ke pancuran.
Jika tersangkut, kau harus...
Tangkap. Saat itu,
perencana pernikahan mengatakan,
"Hei, kau bawa cincinnya?"
Para penumpang, sementara kita mulai turun,
tolong pastikan sandaran kursi sudah tegak dan meja sudah dilipat,
dan semua tas jinjing
diletakkan di bawah kursi di depan Anda.
Kau baik-baik saja?
Ya.
Hanya berpikir, besok aku bertemu orang yang mungkin menjadi bosku.
Banyak orang punya bos, bukan? Kebanyakan orang punya bos.
Jules, sederhana saja. Jika menurutmu Townsend akan baik untukmu
dan untuk perusahaan, lakukan. Jika tidak...
Tepat. Hanya karena aku datang kemari...
Benar. Tak berarti apa pun.
Aku setuju.
Menurutmu aku bisa minum Xanax setelah minum dua gelas anggur sejam lalu?
Sebaiknya tunggu beberapa jam lagi.
Kebiasaanku sebelum mendarat. Kita tak apa-apa sekarang.
- Jules, kau dengar itu? - Ya.
Aku dengar. Aku bangun.
- Kau baik-baik saja? - Alarm ini menyala
bukan pertanda baik tentang pria ini. Ini pertanda, Ben.
Aku yakin bukan.
Jadi, kau belum minum Xanax?
Kau suruh aku tunggu beberapa jam.
Kau membawa jubahmu sendiri?
Ya.
Para tamu,
alarm asap menyala di salah satu kamar,
tapi masalahnya telah diatasi.
Kami sungguh minta maaf.
Ya. 100 orang dan dua lift.
Jelas sebuah pertanda.
Terima kasih telah mengantarku.
Kau mau lihat kamarku?
Bagus.
Maksudku, kau mau masuk?
Ada ketel teh. Mungkin kita bisa minum teh atau...
Aku sangat gugup soal besok.
Kau boleh berbaring.
Aku tahu kau lelah. Aku duduk di kursi saja.
Silakan.
Kukira kau akan duduk di kursi?
Tolong biarkan aku di sini. Aku perlu berbaring juga.
Kita tak perlu membahas pekerjaan.
Baiklah. Kita harus bicarakan apa?
Pernikahan?
Maukah kau ceritakan istrimu?
Dia sangat baik, bukan?
Benar.
Namanya Molly.
Dia kepala sekolah SMP.
Sangat dicintai.
Sempurna. Kalian lama menikah?
Tidak cukup lama.
Empat puluh dua tahun.
Bagaimana rasanya?
Kau tahu saat orang mengatakan ingin menjadi tua bersama?
Kami melakukan itu.
Kami bertemu saat 20 tahun.
Usiaku 20 tahun. Dia 19 tahun.
Hebatnya, dia tak pernah berubah.
Itu sulit dilakukan.
Dia menghadapi hidup dengan mudah.
Selalu.
Bahkan saat hidup tidak mudah.
Astaga, aku iri.
Kau lapar?
Ada permen, kue cokelat, dan Pringles.
Ya. Aku akan bawa semuanya.
Kau tahu harga satu makanannya 15 dolar?
Benjamin, aku memimpin perusahaan Internet yang amat besar.
Mari kita menggila.
Baiklah.
Jadi...
Jadi...
Ya, jadi...
Aku punya cerita aneh untukmu.
Matt selingkuh.
Sebentar. Kau tahu tentang ini?
Apa maksudmu?
Tunggu, kau tahu tentang ini?
Aku melihat mereka bersama.
Astaga, kapan?
Kemarin.
Maafkan aku.
Aku tidak sengaja, tapi aku melihat mereka.
Kemarin.
Berarti mereka masih selingkuh.
Sudah berapa lama kau tahu?
Sekitar 18 hari.
Dia seorang ibu di sekolah Paige.
Aku masih belum bisa menerimanya. Aku membuat roti lapis di dapur,
dan ponselnya di situ. Dia di atas bersama Paige,
dan dia mendapatkan banyak SMS.
Entah mengapa, aku membacanya.
Isinya tidak baik.
Dia tahu kalau kau tahu?
Tidak.
Sejujurnya, aku belum siap menghadapinya.
Aku ingin lebih tidak sedih, jika memungkinkan.
Tapi sangat biasa, bukan?
Istri yang sukses.
Suami merasa kejantanannya terancam,
jadi dia bertingkah.
Kurasa seorang pacar
membuatnya merasa lebih jantan.
Terkadang aku merasa tak tahu cara melakukan itu.
Sebentar. Tunggu.
Kau tak menyalahkan dirimu sendiri, 'kan?
Tidak! Tidak.
Dia yang berbuat salah. Aku tahu itu.
Maksudku bukan monogami. Aku hanya berpikir sejenak,
dan aku berharap
bahwa ini hanya kekeliruan sesaat dan bukan cinta.
Setelah dia melewati ini,
kami akhirnya akan baik-baik saja lagi.
Bagaimana menurutmu?
Jelas kau menganggap itu tak mungkin.
- Itu tidak wajar. - Aku paham.
Aku tahu tidak semua orang bisa melakukan itu,
tapi mereka bukan kami.
Aku percaya kepada kami
karena dia masih mencintaiku.
Kami telah melalui banyak hal hingga...
Astaga, aku berharap ekspresimu tidak sejelas itu.
Ada pasangan yang bisa melalui hal ini. Aku mencari di Google,
"Bersama setelah selingkuh."
Banyak pasangan yang tetap bersama.
Lagi pula, ada yang benar dari melupakan semuanya
dan fokus pada hubungan kami, bukan perselingkuhan.
Aku tak ingin menyerah.
Aku mengenalnya, dan aku tahu dia lebih pandai dari ini.
Tapi aku tetap manusia
dan aku sangat marah kepadanya.
Kami mengalami banyak hal dengan cepat.
Kurasa ada bagian diriku yang menduga hal ini.
Kau tahu, dia yang lebih sukses
pada awal hubungan kami.
Aku tidak tahu itu.
Ya. Dulu dia sangat sukses.
Dia berhenti agar aku bisa melakukan ini. Dia luar biasa.
Semua ini idenya.
Aku yakin itu alasanku mempertimbangkan memilih CEO,
mungkin jika ada orang lain yang memimpin,
kehidupanku bisa kembali normal.
Cukup. Aku tidak suka menjadi feminis
di antara kita berdua,
tapi kau harus bisa memiliki karier besar
dan menjadi dirimu sendiri tanpa harus menerima
suamimu selingkuh sebagai ganjarannya.
- Benar. - Aku serius.
Aku juga. Tapi itulah hidup, Kawan.
Tidak. Tidak selalu begitu.
Aku tidak yakin aku bisa memaafkan itu.
Aku belum memaafkan.
Maksudku adalah aku mungkin bisa memaafkan.
Tapi jangan kira aku tidak merasakan ini.
Sangat menyedihkan.
Saat aku memikirkan Paige...
Jangan...
Jika kami bercerai, dia akan menikah lagi.
Mungkin bukan dengan wanita ini, tapi dia pasti menikah.
Kita tahu aku tak mudah menjalin hubungan.
Aku bisa sendirian selamanya, yang berarti...
Maafkan aku, tapi masalah ini membuatku terjaga di tengah malam.
Apa?
Aku tak ingin dikuburkan sendirian.
Paige bersama suaminya,
Matt bersama keluarga barunya,
dan aku bersama orang asing.
Aku dikubur di bagian orang asing sendirian
di pemakaman.
Biarpun itu bukan alasan tepat untuk tetap bersama.
Tapi itu efek yang mengerikan.
Mari kita atasi masalah itu sekarang.
Kau bisa dikuburkan bersamaku dan Molly.
Kebetulan aku punya tempat, ya?
Terima kasih banyak. Itu...
Padahal aku dulu hampir tidak menyewamu.
Aku tidak bawa saputangan.
Kau ingin...
menonton TV?
Sebentar saja?
Ya, tentu.
Biarpun rencana penggabungan...
Kau ditakdirkan untukku
Dan aku ditakdirkan untukmu
Alam membentukmu Dan saat ia selesai
Kau menjadi semua hal manis
Yang dijadikan satu
Kau seperti melodi sedih
Yang tak pernah membebaskanku
Karena aku bahagia
Para malaikat pasti mengirimmu
Dan mereka memberikanmu hanya untukku
Tolong ke bandara.
Apakah kita suka dia?
Semua perkataannya tepat.
Dia bilang tak ada yang mengenal About The Fit sepertiku.
Dia tidak ingin menghilangkan jiwa perusahaan.
Dia bilang tak punya rencana.
Dia ingin melihat kami dan melihat apa yang bagus.
Dia sopan, menghormati, dan sangat cerdas.
Aku memperkerjakannya.
- Sungguh? - Ya.
Kau melakukannya di sana?
Dia memintaku memikirkannya dulu dan kami akan bicara besok,
tapi aku bilang pekerjaan itu miliknya.
Kami sudah berjabat tangan.
Kau tahu jika kami tidak sepakat, dia yang mengambil keputusan?
Tentu saja. Dia CEO.
Ya. Tentu saja.
- Hai. - Hei!
Baumu seperti mint.
Aku baru membuat teh mint.
Jadi...
Ya? Tidak?
Aku melakukannya.
Aku sangat menyukainya. Dan...
Aku menawarinya pekerjaan itu.
Sungguh?
Ya.
Kau tidak apa-apa?
Ya.
Kurasa itu baik untuk kita.
Apakah ada alkohol sungguhan,
vodka atau semacamnya?
Ya.
Apakah "baik untuk kita" artinya...
About The Fit atau kita?
Kau dan aku, kita.
Kurasa jika orang lain bisa memutuskan di tempat kerja, mungkin...
kita bisa kembali seperti 18 bulan lalu.
Orang bilang kita tak bisa mengubah masa lalu,
tapi kita bisa mencoba, bukan?
Hei!
Hai. Tunggu, kau tinggal di sini?
Ya. Ben memberiku tumpangan hingga aku menemukan rumah.
Kuberi tahu dia kau di sini?
Tak apa-apa. Aku bel saja.
Baiklah.
Fiona?
Jules! Masuklah.
Aku baru akan berangkat kerja.
Ben di sini.
Aku akan biarkan kalian bicara.
Sampai jumpa.
Hai.
Kau dan Fiona, ya? Siapa yang menduga?
Dia wanita yang baik.
Kemarin malam dia mengejutkanku. Membawa makan malam.
Ini masih sangat baru.
Selamat. Aku suka dia.
Ya.
Aku sudah siap sejak sangat dini,
sekitar pukul 04.00.
Matt dan Paige pergi satu jam lalu untuk karyawisata,
jadi aku ingin mampir. Semoga tak apa.
Ya.
Aku hanya ingin bilang,
aku sudah memikirkannya.
Aku belum menelepon Townsend,
tapi aku masih merasa itu hal yang benar.
Tidurku tidak nyenyak.
Karena masalah ini?
Kau ingat saat aku mengantarmu ke gudang?
Kau memberiku petunjuk arah yang keliru?
Ya. Aku ingat.
Ya.
Aku berdiri di belakang
dan melihatmu menunjukkan
cara melipat dan mengemas pakaian.
Saat itu, aku tahu itu alasan keberhasilan ATF.
Tidak ada orang lain yang bisa
berkomitmen seperti itu pada perusahaanmu.
Bagiku, cukup sederhana. About The Fit membutuhkanmu,
dan jangan tersinggung, tapi kau membutuhkannya.
Mungkin ada orang lain yang lebih berpengalaman,
tapi mereka takkan tahu hal yang kau ketahui.
Aku tak pernah punya hal seperti ini.
Tak banyak orang memilikinya.
Hal besar, indah,
dan menyenangkan yang kau ciptakan.
Ini impianmu, bukan?
Kau akan tinggalkan itu
karena berharap suamimu akan berhenti selingkuh?
Menurutku itu tidak masuk akal.
Kau hanya perlu merasa puas atas apa yang kau lakukan.
Aku tidak ingin melihat ada yang mengambil itu darimu.
Kurasa kau datang kemari karena ingin mendengar ini.
Ya.
Mungkin karena kau juga...
Pegawai magang.
Aku ingin mengatakan pegawai magang dan sahabat.
Tapi tidak perlu terlalu emosional,
biarpun kita mungkin akan dikuburkan bersama.
Tak bisa lebih dekat lagi.
Momen seperti inilah kau membutuhkan orang yang bisa diandalkan.
Jadi, terima kasih.
Omong-omong, aku sangat suka rumahmu.
Terima kasih.
Jadi...
Kita berangkat?
Baiklah.
Selamat datang kembali.
Jules, aku ingin tunjukkan hal keren.
Kau ingat saat menerima telepon pelanggan
tentang gaun pengantin yang warnanya abu-abu
dan kita minta dibuat lagi
dan dikirim dengan pesawat?
Ya. Rachel.
Lihat ini.
Gaun Antoinette sutra.
Mereka cantik sekali.
Kiriman dari Mark Townsend baru tiba.
- Ini. - Terima kasih.
Becky? Tolong berikan nomor Townsend padaku.
Baiklah.
Ini Jules.
Hei, Alonzo. Ada apa?
Baiklah. Apa kita butuh sebanyak itu?
Semoga aku tidak terlambat.
Jangan lakukan ini demi aku, Jules. Aku mohon?
Lakukan saja yang menurutmu benar.
Astaga.
Aku ingin terus memimpin perusahaanku, Matt.
Kau harus tahu itu.
Lakukan itu. Aku tak ingin kau tak bahagia.
Aku sudah tidak bahagia.
Aku harus memberitahumu sesuatu.
Aku tahu.
Beri tahu aku, apakah hampir berakhir?
Aku tak tahu bisa berapa lama lagi...
Tidak, sudah berakhir.
Aku tak bisa mengatakan betapa menyesal dan malunya diriku.
Kukira aku bisa melakukannya.
Kukira aku bisa menjadi orang yang kujanjikan kepadamu.
Lalu seiring berjalannya waktu...
Kukira aku kehilangan dirimu.
Tapi ternyata itu aku.
Aku kehilangan arah.
Dunia ini membingungkan, dan aku lupa siapa diriku sesaat.
Kini aku melihatmu siap meninggalkan ini demi diriku.
Aku tidak akan biarkan itu.
Aku mencintaimu dan aku akan lebih baik jika kau mau menerimaku.
Aku mohon, Jules.
Beri aku kesempatan lagi.
Kau tahu apa yang bagus?
Jika kau membawa saputangan.
Kau sudah hubungi Townsend?
Sebab jika aku tahu orang yang tidak butuh bos...
orang itu adalah kau.
Aku baru akan meneleponnya dan mengatakan aku berubah pikiran.
Kami baik-baik saja.
Kami akan berhasil.
Aku akan pastikan kami berhasil.
Bagus.
Becky, di mana Ben?
Aku tidak yakin. Dia bilang akan cuti hari ini.
Fiona.
Kau tahu di mana Ben?
Hai.
Baiklah.
- Maaf mengganggu. - Tak apa-apa. Kemarilah.
Luruskan lengan kirimu, Jules.
Angkat lutut kiri.
Tarik napas dan bersantai, untuk keseimbangan.
- Apakah gerakanku benar? - Hampir.
Aku punya kabar baik.
Bagus. Beri tahu setelah kita selesai.
Tarik napas yang dalam, Jules.
Bagus, seperti itu.
Angkat tanganmu.
Diterjemahkan oleh: Rista Amelia
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.