Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Syukurlah.
Dimana...
Ada petugas berjaga dekat Jl. William dan Vineyard Haven?
Nak, kenapa kau di sini?
Ronnie? Ronnie Harlow, itu kau?
Pusat, hubungi Bu Harlow.
Kutemukan putranya.
Anak hilang sudah ditemukan...
di Kilometer 22.
Kapal Feri Martha Vineyard
Ayo, cepat.
Hati-hati. Sudah kubilangi tetap...
POS JAGA - DILARANG MASUK
Noah?
Noah, bantu Ibu.
Baik, Bu.
Hampir selesai.
Sekarang lagi sibuk-sibuknya,
dan adikmu sudah kerjakan semua tugasmu.
Sebentar.
Kau bisa terlambat ke pertandingan.
Aku datang.
Noah, cepat!
- Hei, Noah. - Ya?
Ibu tak bisa ke pertandinganmu hari ini.
Tak apa, Bu. Aku tahu dan sudah terbiasa.
Ibu bingung harus bagaimana.
Lihat, tamu baru Ibu.
Pagi, sayang.
Pagi, Bu. Selamat beristirahat.
Noah...
- Ibu sayang. - Aku juga.
Anakmu?
Ya.
Pemuda yang baik.
Dia agak bandel.
Di umur segitu memang begitu.
Merepotkan dari pagi sampai malam.
Aku Abby.
Pasti Bu Halverson.
Kami sudah tunggu...
Mobil dan sebagian barangku...
kusimpan di gudang selama musim panas.
Jadi aku cuma butuh parkiran sepedaku.
Tentu saja.
Semoga ini bisa diterima.
Ini sudah bagus.
Saat...
aku setuju kau menulis kolom ini, kukira akan jadi tulisan singkat...
100 kata soal musim Little League...
atau rasa es krim baru di Mad Martha.
Tapi aku tak bisa terbitkan ini.
Kenapa?
"Chilmark dihebohkan oleh pengintip.
Warga merasa terganggu."
Kata Bu Ashby melihat pria...
mengintip dari jendela kamarnya.
Kalau itu Bu Asbhy yang sama...
tiap minggu ke kantor polisi...
melaporkan suaminya yang hilang, padahal Walter...
sudah meninggal 8 tahun lalu.
Tapi ada jejak kaki pria ukuran 11...
di luar jendelanya.
Ini hanya membuang waktumu.
Aku pindah ke sini karena Martha's Vineyard...
tempat liburan musim panas paling aman di Amerika.
Ini destinasi liburan bagi keluarga dari seluruh daearah.
Mereka baca Gazette,
berharap ada berita ceria dan menyenangkan.
Bukan pelanggaran kecil. Paham maksudku?
Bagiku, bagus...
kalau kau mau mengikuti jejak ayahmu.
Tapi, bantu aku.
Buatlah cerita yang bisa kuterbitkan.
Lampkey bersiap melempar bola...
Dia menuju base kedua.
Dia berhasil ke base ketiga.
Itu membuat Edgartown berpeluang menang...
- Pemukul siap! - Big Ben Driskel!
Ayo, Ben. Kau bisa.
Ayo, Ben. Kau pasti bisa.
Ini kesempatan terakhir Edgartown untuk menang di pembuka musim.
Selisih 1 poin dengan 2 pemain keluar, di kota ini.
Lihat ini.
Bolanya masih terbang, terbang.
Hilang!
Ben Driskel mencetak home run,
membawa Edgartown menang 5-4 di pembuka musim.
Ya!
Pertandingan yang luar biasa!
Kedamaian seperti apa maksudku?
Dan kedamaian seperti apa yang kita cari?
Eugene, ingat perkataanku soal JFK di tempat umum?
Jika mau jadi presiden kelak,
- aku harus latihan. - Latihan?
Jadi ketua OSIS saja tidak kepilih.
Sebentar.
Noah, kenapa lewat sini?
Ini properti Pak Carruthers, kan?
Orang tuaku sering bicarakan dia saat makan malam.
Ada yang bilang dia mata-mata, perampok bank.
Bahkan katanya dia dilindungi sebagai saksi.
Mana yang benar?
Musim panas tahun 1965.
Istri dan anak-anaknya hilang tanpa jejak.
Belum ada bukti dia bersalah.
Aku yakin mayat mereka...
masih terkubur di sini.
Ada rahasia di balik pagar ini.
Ini bisa jadi peluangku agar artikelku terbit di Gazette.
Jika bisa kubuktikan dia pelakunya...
Cerita beginian bisa jadi berita utama.
Bahkan jadi berita nasional.
Kau selalu ajak kami keliling pulau ini...
mencari masalah demi cerita konyolmu.
Eugene benar.
Maaf, Noah.
Aku tak yakin ini.
Sudah, terserah.
- Noah, tunggu. - Oke.
- Sebentar. - Tunggu.
Sebentar. Dia...
Lihat, teman-teman.
- Ayo. - Astaga.
Sebaiknya kita kembali.
Tidak, serius.
Ini bukan ide bagus.
Semoga ini ide bagus.
Aku tak nonton ulang Columbo demi ini.
Aku melihatnya.
Tak kusangka dia keluar di siang hari.
Sedang apa dia?
Menggali.
Apa?
Mungkin kau benar, Noah.
Para pembunuh suka mengubur barang-barang di halaman belakang.
- Apa itu? - Aku tak tahu.
- Tapi akan kucari tahu. - Apa?
Apa? Teman-teman,
kita masih bisa kembali.
Sebaiknya jangan.
Serius. Ada tanda peringatan di luar.
Properti pribadi - Dilarang masuk.
Tahu artinya?
- Hentikan. - Kita bisa ditangkap.
Serius, teman-teman.
Mungkin dia pakai ini untuk membunuh.
Ya, dia mungkin membunuh orang!
Sembunyi.
Aman.
Ayo, cepat.
Lari! Ayo.
Ayo, pergi.
Cepat, teman-teman. Pergi.
- Teman-teman, ayo. - Noah, ayo pergi!
Ranselku ketinggalan. Aku harus kembali.
Lupakan ranselmu. Ayo.
Tidak bisa. Ada buku catatanku.
Lupakan ranselmu. Ayo.
Lupakan saja. Itu tak penting.
Noah, ayo.
Kita harus pergi.
Noah. Kau di atas?
Keluarga Carruthers menghilang
Kenapa keluar malam-malam?
Ada sesuatu untukmu.
Keren!
- Ini seperti aslinya. - Seperti Nomar.
Ini bisa kau pakai di pertandingan pertama kita di Fenway.
Yang benar saja.
Aku harus potong rumput 1.000 kali dulu baru bisa beli itu.
Atau tidak.
- Tak mungkin. Makasih. - Sama-sama.
Aku janji, kita bakal nonton.
Ada apa?
Aku bakal tetap di pulau ini selamanya, kan?
Bro, kau pasti bisa keluar dari pulau ini.
Kau akan jadi jurnalis hebat.
Mungkin kelak kau akan menulis cerita tentangku saat aku masuk liga besar.
Ada kejutan lagi buatmu.
Dapat dimana?
Kuambil dari ayahku.
Dengar, gadis ini, Ellie,
kita akan berenang malam...
dan menyalakan kembang api...
- musim panas. - Tunggu. Ellie...
Ellie Evans?
Ya. Kenal dia?
Aku kenal dia.
Astaga.
- Kau suka dia. - Sejak kami kecil.
Aku grogi ngomong sama dia...
dan kau datang merebutnya seperti Tom Cruise.
Ikutlah nongkrong malam ini?
Aku tidak bisa.
Maaf, bro.
Tak apa. Santai saja.
Kau berhasil.
Mukamu.
- Kau bawa? - Ya.
- Tentu. - Coba lihat.
Ya.
- Dapat dari mana? - Rahasia.
Astaga.
Ini legal?
- Siapa paling lambat? - Ayo kita lomba.
Astaga, lihat rambutmu.
Oh, ya? Rambutmu juga.
- Sempurna. - Diam.
Kau yang diam.
Bahaya buat anak-anak...
di laut malam-malam begini.
Ben?
Apa yang dia lakukan di situ?
Tidak tahu. Sebaiknya kita pergi.
Aku tak mau di sini lagi.
Ellie, dia kemana?
Aku tidak lihat.
- Aku tak bisa... - Ellie!
Ellie!
Ellie!
- Apa itu barusan? - Aku tak tahu. Ayo pergi!
Ellie, cepat!
Cepat! Ayo!
Ellie!
- Ellie, tunggu! - Ben!
Ben!
Ben!
Ellie! Pergi!
Ben!
Ben, tidak!
SEMUA ORANG TERDEKAT PRESIDEN
Carruther.
Kata dokter Ben akan baik-baik saja.
Tidak ada masalah pada hasil scan.
Tidak ada tanda trauma,
ada sedikit air di paru-parunya.
Pemuda yang sehat.
Dia cerita kejadiannya?
Ya. Sepertinya dia mengalami semacam PTSD.
Biasa terjadi dalam situasi begini.
Dia...
berenang di laut.
Dingin.
Dia tersesat. Arus deras.
- Dia takut. - Ya.
Saat ini...
waktu adalah penyembuh terbaik bagi Ben.
Meski tidak setuju kabur malam, tapi...
Berharap ada seseorang bersamanya tadi malam.
- Tahu... - Ya.
Sering terpikir,
ini tak akan terjadi jika dia...
jika dia tak sendirian.
Hei, Ben.
Kau bikin seluruh pulau heboh.
Kau mungkin masuk berita jam enam.
Ben.
Ben?
Ben?
Kau bersama Ben tadi malam, kan?
Apa yang terjadi?
Ibunya bilang dia terseret arus.
Tidak.
Ada orang lain di sana bersama kami.
Apa maksudmu?
Aku tak tahu apa yang terjadi.
Tak apa.
Kau bisa cerita.
Seorang wanita tua, melompat ke air.
Tapi yang menyeretnya ke bawah bukan itu.
Ada kilatan cahaya.
Aku tak tahu harus bagaimana.
Aku cuma berenang.
Tak apa. Kau cuma takut. Dan tidak salah.
Kau percaya?
Aku percaya.
Aku masih bisa mendengarnya, tawanya.
Suaranya masih terdengar jika kupejamkan mata.
Seperti...
penyihir.
Kita harus lapor polisi.
- Mereka harus tahu. - Sudah kulapor.
Mereka tak percaya. Orang tuaku juga.
Maaf, Noah.
Bisa ceritakan detail kejadian saat menemukan Ben Driskel?
Anak-anak sering main lompat di dermaga ini.
Apa arti "Masuk tanpa izin" bagimu?
Maaf. Aku hanya...
Aku datang mau berterima kasih karena mengembalikan tasku.
Dan, maaf soal tempo hari.
Aku dan teman-temanku tersesat.
Ya, lucu.
Banyak anak tampaknya nyasar ke tempatku.
Kok bisa tahu rumahku?
Gampang sekali mencarimu, nak.
Ada inisialmu di tas.
Jangan asal menaruh namamu.
Banyak orang jahat bisa memanfaatkannya.
Informasi berguna. Makasih.
Kau sudah di sini.
Tinggal ikuti jejak keluar.
Aku dan teman-teman mengira kau...
menggali mayat.
Ya.
Kau suka itu, kan?
Sesuai dengan koleksi karyamu.
Kau baca bukuku?
Baca, kan?
Berani masuk gudangku,
aku juga berani bongkar tasmu.
Kau polisi?
Tidak lagi.
Jadi kau tahu soal penyelidikan...
dan hal-hal seperti itu?
Alasanku tanya...
Temanku nyaris tewas di jembatan lompat semalam.
Polisi bilang dia terseret arus,
tapi bukan begitu kejadiannya.
Ada yang menariknya ke bawah, wanita tua.
Penyihir.
Kau lihat penyihir itu?
Tidak, cewek yang beritahu.
Lebih baik dari anjing.
Meski sulit dipercaya, bisa tolong bicara dengan temanku?
Hubungi saja Fox Mulder.
Dia bisa bantu.
- Kau tahu... - Aku sudah pensiun.
Brengsek!
Noah, bawa ini ke kamar Bu Halverson.
- Taruh di depan pintu. - Oke.
Dia tidak ingin diganggu.
Baik.
Cepat sedikit, Hank. Ayo.
Jangan lupa ini.
Oh, B51. Masa kita lupa?
Yakin tak mau itu dulu?
Perlu waktu lama untuk melihatnya lagi.
Ayah, kapan kita gali ini?
Ayah tak tahu.
Nanti jika kau sudah 45 tahun.
Seorang remaja dalam proses pemulihan...
setelah nyaris tenggelam di jembatan lompat semalam.
Polisi bilang anak itu, Ben Driskel,
berenang sendirian...
saat terseret arus kuat.
Ditemukan di rumah...
oleh ibunya pagi-pagi sekali.
Strike ketiga!
Apa, kau buta, wasit?
Zona strike-mu payah dari tadi!
Periksa matamu?
Kalau mau, aku bisa perbesar zona strike-nya.
Dengar, semuanya.
Aku tak mauada luapan emosi kekanak-kanakan di bisbol ini.
Ini bisbol, bukan penitipan anak.
Noah. Tenanglah. Astaga.
- Kau kenapa? - Aku baik saja.
- Sepertinya tidak. - Aku baik saja!
Hei, nak.
Gerakkan pinggul dulu, baru tangan.
Di situ letak kekuatanmu.
Selama kau tidak fokus pada strike...
atau membantah wasit kayak orang bodoh.
Kau polisi dan pelatih memukul juga?
Aku mau bicara dengan temanmu itu.
Tunggu, kau percaya?
Tidak. Aku cuma bilang mau bicara dengannya.
Siaga, siaga.
Ayo.
Ini benar-benar perlu?
- Kurasa begitu. - Oke.
Masyarakat di pulau ini takut padamu.
Terutama emak-emak.
Keluar diam-diam dari semak begini...
pasti membuat mereka tenang.
- Ben, kenalkan, Pak Carruthers. - Gene.
Hai, Ben.
Ben?
Hai.
- Ben hisap ganja? - Tidak.
Boleh kuperiksa, Ben?
- Ya. - Oke.
Coba kulihat. Leher.
Bisa ceritakan kejadiannya?
Di dekat jembatan.
Aku berenang.
Gelap.
Berusaha berenang kembali ke tepi...
Tapi aku tak bisa.
Terus terseret arus.
Tapi Ellie tak bilang begitu.
Sebentar.
Bagaimana kau bisa sampai ke tepi, Ben?
Berusaha agar kepala tidak tenggelam.
Kilatan cahaya.
Terdampar di pantai.
Kau akan baik-baik saja, Nak.
Begitu saja?
- Mau ke mana? - Ya...
kembali ke kastil sebelum magrib.
Aku lewat jalan hutan saja. Agar warga tidak melihatku.
- Garpu rumput, api. - Itu tidak lucu.
- Ya. - Ini serius.
Dengar...
Jika dia ditarik ke air dan ditindih begitu saja,
pasti butuh tenaga.
Dengan tenaga sebesar itu, pasti ada bekas di tangan atau lehernya.
Jika ada perlawanan, pasti ada memar,
bekas cakaran, luka.
Apalagi,
tidak ada yang namanya penyihir.
Maaf, aku harus kembali istirahat.
Kenapa bohong tadi?
Ellie sudah cerita.
Kau rahasiakan apa? Kita ini teman.
Aku tak bohong.
Maaf.
Ada yang kubawakan.
Kesukaanmu.
Ayo dimakan.
Tidak enak.
Bu, Ben ngalamin sesuatu yang tak bisa kupahami.
Jangan teriak.
Jangan ganggu tamu, nanti adikmu takut.
Dia harus takut. Ada sesuatu di luar sana.
Maaf, aku menakutimu?
Aku tak suka mereka bertengkar.
Jelas kau tak suka.
Kau tahu cerita Peter Pan?
Cerita kesukaanku.
Sewaktu aku kecil,
keluargaku sering bertengkar.
Apa yang kulakukan?
Kupejamkan mata...
dan memikirkan yang membuatku senang.
Mungkin kau bisa coba itu.
Memikirkan hal-hal yang kau sukai.
Aku suka bersama teman-temanku.
Maaf kalau ayahmu tidak ada di sini.
Tahu tidak?
Ini juga berat buat Ibu.
Jangan lagi lampiaskan emosimu padaku.
Berhenti juga pura-pura jika Ibu betah di sini?
Ibu.
...cokelat.
Lilly sayang?
Apa yang kau lakukan?
Memikirkan yang senang-senang.
Sudah kubilang, Ben ngalamin sesuatu yang tak bisa kupahami.
Dia pulang, tapi ada yang aneh.
Seperti zombie di film "Night of the Living Dead".
Jika itu benar penyihir,
sepertinya ada yang diambil darinya.
Cukup, Noah.
Aku tahu kau lagi menulis artikel penting...
buat koranmu,
tapi ini sudah keterlaluan.
Ini bukan soal artikel koran.
Tapi apa yang dialami Ben.
Tapi penihir itu tidak ada.
Jangan percaya begitu saja...
sama omongan gadis pujaanmu.
Aku tahu kehilangan ayahmu...
itu berat.
Apa hubungannya?
Sejak dia pergi,
kau merasa di pulau ini banyak hal-hal jahat padahal tak ada apa-apa.
Kalau kau tak percaya, ya terserah.
Tapi ada...
Masih ada sesuatu di luar.
Jika kita diam saja,
anak-anak bisa terluka.
Kita juga.
Semoga berhasil, Kevin.
Bahaya! Area Terlarang. Ranjau Berbahaya. Hanya untuk Petugas.
Jangan sampai apinya padam.
Bahaya di luar.
Itu sebabnya tempat ini dijuluki "tanah tak bertuan".
Kata kakekku, saat Perang Dunia II, tempat ini untuk latihan pengeboman.
Maaf.
Aku cuma mau selamat...
sampai bisa punya SIM.
Kabarnya, seorang anak tak sengaja menginjak...
bahan peledak yang belum meledak...
saat pesta pantai ilegal.
Beruntung tidak ada yang tewas.
Beruntung, yang terluka hanya...
mengalami trauma ringan akibat ledakan.
Kevin?
Ini kejadian ketiga...
Noah, ada telpon.
Tukang servis mesin ketik.
Halo?
Kenapa kau masih punya mesin ketik?
Kau gila?
Jika kau sering menelponku aku bisa dalam masalah.
Anak itu.
Kenal dia?
Dulu aku kenal.
Lihat tatapannya?
Tatapan kosong. Seperti Ben.
Tidak ada orang di rumah.
Ketemuan di pelabuhan sejam lagi.
Mau ke mana?
Tanah tak bertuan.
Aku mau lihat hutan itu.
Jadi hutan itu belum diselidiki?
Bukan aku yang periksa.
Ada dua jejak kaki,
dari pesta di situ, masuk ke hutan.
Satu jejak Kevin,
satu lagi... sepertinya cewek.
Dari jejak kaki ini kau bisa tahu?
Ya, kaos kakiku lebih tua darimu, nak.
Aku sudah lama kerjakan ini.
Kau tetap di sini saja.
Aku harus masuk sendirian.
Apa?
Di situ saja, lebih aman.
- Aku bukan anak kecil! - Kau masih bocah.
Nak, kau menakuti...
Bukannya kusuruh... Kau tidak dengar?
Aku kemari bukan cuma duduk saja.
Sekarang kau lihat apa?
Bahaya, jika kau yang di depan.
Jangan lompat dari semak-semak begitu.
Ikuti aku dari belakang.
Ikuti langkahku, oke?
Cukup berbahaya di sini.
Jangan mondar-mandir.
Tempat ini menyeramkan.
Ya.
Di hutan ini, anak bisa dikubur...
dan tak bakal ketahuan.
Cuma bercanda.
Santai saja, nak. Ayo.
Bentar.
Ada yang aneh di sini.
Aneh. Jejak kaki berubah.
Kevin lari ke sini.
Dia lari terus.
Sampai di sini, dan...
Lalu berhenti.
Yang...
Yang mengejar lari ke sana.
Kevin jalan mondar-mandir di sini...
- Kau tak apa? - Ya, cuma istirahat sebentar.
Sedikit saran, Nak.
Jangan jadi tua.
Aku pernah lihat kain ini.
Di jembatan loncat.
Yang ledakkan ini jelas...
bukan Kevin.
Tak mungkin dia bisa lolos,
tanpa hancur.
Ada yang tak beres.
Entah siapa yang ledakkan, entahlah.
Tidak ada darah, tak ada apa-apa.
Kayak mustahil.
Yang benar saja.
Mirip sapu, kan?
Sudahlah.
Ada penyihir di pulau ini.
Ini tak mungkin.
Nyata. Semuanya.
Ini. Aku sudah selidiki.
Oke.
Jadi penyihir makan anak-anak...
untuk bertahan hidup dan kekuatannya.
Jika tidak, bisa lemah dan mati.
Mereka bisa berubah...
jadi manusia biasa.
Merapalkan mantra...
menggerakkan benda dengan kekuatan pikiran.
Ada yang mau kuberi tahu kalian.
Sudah kuhubungi yang siap bantu.
Dia yang bakal selesaikan.
Maksudmu? Siapa?
- Ampun... - Kau gila?
Tenanglah. Aku yang ajak.
Mundur.
- Mundur. - Tenang, kawan.
- Jatuhkan pemukulnya. - Aku tak mau.
Duduk.
Rupanya kalian banyak juga.
Aku akan mulai gali kuburan besar.
Apa?
Bisa kalian santai sedikit?
Oke, Gene. Ini Gene.
Sammy, Eugene, ini Gene. Dia detektif.
- Pensiunan. - Oke.
Kami tahu dia jebak Kevin ke hutan,
seperti yang dialami Ben.
Tapi kali ini dia buat kesalahan.
Meledakkan bahan peledak tak sengaja.
Jadi dia mati? Mustahil selamat dari itu.
Aku ragu. Aku tak bisa jelaskan.
Tidak ada darah, mayat, apa pun.
Memang tidak ada,
karena bukan begitu membunuh penyihir.
Di akhir cerita Grimm,
pria itu memakai kancing perak sebagai peluru membunuh penyihir.
Peluru perak hanya untuk serigala,
- bukan penyihir. - Itu salah.
Peluru perak bisa bunuh monster.
Kau tak percaya monster?
Monster itu memang ada.
Selama ini aku mengejarnya.
Tapi yang kau maksud,
itu cuma dongeng lama.
Teman-teman, ini tak masuk akal.
Penyihir makan anak-anak, kan?
Anak-anak tidak dijadikan zombie goblok...
lalu dipulangkan untuk makan malam.
Secara teori, ya.
Tapi kalau penyihir ini beda?
Beri tahukan ke mereka.
Oke, misalnya...
- Penyihir. -...tersangka ini...
dulu tinggal di kota atau pinggiran,
dan menculik anak-anak sekian lama.
Masukkan mereka ke dalam periuk, seperti katamu.
Tapi setelah beberapa anak hilang...
Orang mulai curiga.
Ya. Seperti predator berantai...
Mereka pindah.
Ke tempat lain.
Mereka kembali ke perilaku lama...
karena orang macam begini susah disadarkan.
Jadi, bagaimana kita menemukannya?
Aku yakin Kevin megikuti dia ke hutan.
Untuk itu,
dia pasti membuatnya merasa aman dan nyaman.
Mungkin dia menyamar sebagai teman...
atau wanita tua.
Begitu kata Ellie...
saat dia lompat dari jembatan dan mengejar Ben.
Artinya dia bisa jadi siapa saja, kapan saja,
seperti T-1000.
Benar. Kita harus menemukannya.
Tidak lama lagi dia akan kembali berburu.
Jika kau mau percaya dongeng,
terserah, tapi aku yakin ada yang tak beres di Mayberry.
Akan kutelepon teman lama di biro.
Cari bantuan tambahan untuk ini.
Sementara itu, tetap waspada.
Jika lihat orang mencurigakan, terutama yang ada bekas luka bakar...
atau bekas luka dari ledakan itu...
Jangan makan apel beracun dari nenek-nenek,
yang bertahi lalat di hidung dan bawa sapu terbang.
Ayo pergi.
Hei...
Bukumu, sudah kubaca, tapi...
Aku tak mengerti.
Apa hubungan Richard Nixon denganku?
Baca saja sampai habis, Nak.
Dia pergi.
Yakin wanita itu?
Ya.
Semua ini terjadi sejak dia tiba di musim panas.
Entah kenapa aku baru sadari.
Dia ada di jembatan loncat, mengawasi,
seharian setelah Ben hilang.
Pernah kudengar dia rapalkan mantra aneh...
di kamarnya sekali.
Dia sering datang dan pergi kapan saja,
dan saat dia kembali,
tak mau diganggu.
Lihat cara berpakaiannya.
Kenapa suruh aku bawa kamera Ibuku?
Kau mau dia nonton video rumah ibuku...
sampai keriput dan mati?
Aku ikuti dia...
dan menunggu dia bertindak.
Begitu dia bertindak, kita punya bukti.
Aku tak tahu, teman-teman.
Ibuku marah jika aku keluyuran di pulau ini.
Marah? Kita harus cari tahu.
Aku tak pandai berbohong, jadi...
Kau mau jadi politisi?
Teman-teman, dia pergi.
- Ayo. - Oke, ayo.
Dia belok ke pelabuhan.
Teman-teman, ini luar biasa.
Serasa jadi Gene Hackman di The French Connection.
Lihat anak-anak di sana?
Itu teater anak-anak.
Makan sepuasnya untuk para penyihir.
Sepertinya dia ke sana.
Kalian berpencar dan kepung.
- Akan kuikuti dia. - Ayo beraksi.
Kau bisa.
Tidak!
Semuanya, awas! Ada penyihir!
Dia jatuh!
Kau ditangkap!
Astaga!
Air sucinya tak mempan!
Sudah kubilang film itu bohongan, bodoh!
Semuanya, jauhi wanita ini.
Dia penyihir!
Semua anak di sini dalam bahaya.
Aku bukan penyihir!
Aku Virginia Halverson.
Penulis buku anak-anak.
Aku ke sini mau bacakan cerita.
Kalau gambar anak-anak?
- Ya. - Itu referensi.
Aku ilustrator.
Tapi kalau daftar nama di kamar tidur itu?
Kau masuk ke kamarku?
Kurang ajar kau!
Tapi, bagaimana dengan...
nyanyian bahasa asing itu?
- Ya. - Itu doa bahasa Latin!
Apa itu salah?
Kalian. Turunlah dari panggung.
Keluar.
Maaf, semuanya. Aku segera kembali.
- Beri aku waktu sebentar saja. - Ayolah!
Ayo.
Hotel mewah mana pun pasti menyambutku dengan baik.
Bu Halverson, mohon dipikirkan lagi.
Tapi aku memilihmu, rumah cantik ini.
Aku cuma ingin privasi dan rasa hormat...
saat menulis buku baruku.
Aku mengerti. Maafkan aku.
Aku percaya kau akan kembalikan sisa...
bayaranku untuk musim panas ini.
Tentu saja.
Bu, aku minta maaf.
- Aku...cuma... - Pergi dari sini!
Siapa?
Hei.
Hari yang berat?
- Ibuku. - Benarkah? Masuk.
Mau bir?
Bercanda.
Kuambilkan minuman.
Silakan.
Coklat panas selalu jadi solusi.
Harusnya aku di pertandingan sama Ben.
Oh ya? Kau tidak akan melewatkannya.
Ini tempat paling enak di rumah.
Bisbol memang seru.
Banyak kenangan indah waktu kecil.
Ada keajaiban tersendiri dalam bisbol.
Jadi, mau cerita soal kejadian di toko buku tadi?
Radio polisi.
Ya, aku selalu tahu.
Kau dapat pelajaran penting hari ini.
Tuduhan salah bisa menghancurkan reputasi seseorang selamanya.
Ya, dan bisnis ibuku hancur gara-gara itu.
- Jadi... - Dia akan sadar.
Seorang ibu selalu begitu.
Aku cuma tak tega mengecewakannya.
Apalagi sejak ayahku pergi.
Maaf, mereka cerai atau...
Tidak...
Dia meninggal beberapa tahun silam.
Dia jurnalis.
Dulu dia keliling dunia bercerita...
tentang pengalamannya.
Aku selalu tak sabar menunggu kepulangannya.
Agar aku bisa...
mendengar cerita petualangannya.
Hingga...
tugas terakhirnya, terjadi kecelakaan...
dan dia tak pernah pulang.
Turut berduka.
Hal-hal kecil yang paling kurindukan.
Misalnya,
dulu dia suka masuk ke kamarku bawa stik golf,
dan mengusir monster...
sebelum aku tidur.
Dia benar-benar ayah yang baik.
Aku juga sering begitu.
Cuma aku pakai pemukul bisbol.
Mungkin dulu monster-monsternya lebih besar.
Anaknya umur berapa?
Bulan Oktober ini sudah 40 tahun.
Maaf.
Usianya 5 tahun kala itu.
Aku lagi jemput pulang sekolah,
tiba-tiba ban depan kanan kempes,
jadi aku menepi ganti ban.
Dia duduk di kursi belakang, meniup gelembung sabunnya.
Hari itu panas sekali.
Lalu ada pria bermotor datang dan bilang,
"Butuh bantuan?"
Aku bilang, "Tidak, aku bisa." Lalu dia pergi.
Ban sudah kulepas dan dongkrak terpasang.
Tiba-tiba pria bermotor itu kembali,
menarik anakku dari jendela, dan kabur.
Aku langsung masuk mobil dan mengejarnya dengan tiga roda.
Velgnya bergesekan dengan aspal.
Mobil tergelincir dan menabrak pohon.
Mereka menghilang di tikungan.
Itu terakhir kalinya kulihat anakku.
Monster.
Ya. Monster.
Aku dan istriku sangat terpukul.
Kami berusaha bertahan, tapi terpaksa cerai.
30 tahun lamanya aku terus mencarinya,
tapi selalu hasilnya nihil.
Aku masih berharap kelak...
dia akan datang mengetuk pintu.
Apa ini?
Ini kerja detektif biasa.
Ini baru permulaan,
tapi temanku di biro...
sering kirim nama...
anak hilang di New England.
Kasus yang belum terpecahkan.
Setiap nama baru...
akan kutandai lebih banyak titik.
Semoga ada pola yang bisa...
mengungkap rute...
atau siklus predator.
Ben tidak hilang.
Tapi tetap saja dia tersesat.
Ya, ada yang aneh di sini.
Besok pagi,
aku akan bicara dengan Kapol,
dan bilang ada predator di kota ini.
Aku ikut.
Oke...
Tapi aku yang bicara.
Kau jangan bicara soal sapu terbang, nanti kita dianggap gila.
Siapa namamu, sayang?
Suzy Baker, kau mau...
Ada dua kejadian di pulau ini yang kita tahu.
Bisa banyak lagi kalau kita diam saja.
Kusarankan...
patroli di pantai, taman, tempat anak-anak nongkrong.
Mungkin berlakukan jam malam.
Ingatkan mereka agar tak sendirian.
Hati-hati saat malam hari.
Kau berlebihan.
Bayangkan saja betapa hebohnya nanti!
Kejadian ini sudah biasa.
Sering terjadi di musim panas.
Anak itu berenang terlalu jauh,
terseret arus.
Anak remaja mengalami kecelakaan...
di tanah tak bertuan.
Anak-anak memang begitu.
Begitulah.
Kelihatannya begitu. Tapi terbukti ada orang lain terlibat.
Ada jejak aneh...
di tanah kosong itu bersama anak Lampkey.
Ada kain serupa di dua lokasi kejadian.
Juga, tatapan mereka benar-benar kosong.
Lampu menyala, tapi rumahnya kosong. Ini aneh.
Maksudmu? Jadi ini ada hubungannya?
Ya, maksudku begitu.
Kurasa kau tidak tahu yang kau bicarakan.
Kudengar di radio tadi pagi.
Aku awasi kalian.
Tapi banyak orang tua melaporkan
anaknya sempat menghilang.
Oke? Jangan anggap aku bisa dibohongi seperti pembaca lainnya.
Tugasmu berkata jujur.
Ini sudah kelewatan!
Jangan ajari aku mengurus koranku.
Mundur.
Gene, menurutmu ada orang lain yang terlibat?
Siapa sebenarnya yang kita cari?
Penyihir.
Ada sapu kami temukan di tanah tak bertuan itu.
Noah...
Dia mengendalikan jiwa mereka...
dengan merapal mantra, lalu memulangkannya.
Oke.
Penyihir? Lucunya.
Anak ini asal bicara saja.
Imajinasi dia memang sangat kuat.
Kau benar, Gene.
Anak itu sering ke Gazette, menceritakan yang aneh-aneh.
Pulau ini tak butuh cerita itu.
Sayang sekali kalau teorinya...
dianggap benar.
Rumor cepat menyebar di pulau ini.
Kau pasti tahu itu.
Di pulau ini, Edgar, koranmu memberimu pengaruh besar.
Kalau kau tak mau ingatkan orang, ya terserah.
Tapi itu tanggung jawabmu.
- Itu bagus sekali. - Kita mau ke mana?
Astaga.
Kalian. Sedang apa?
Kami sebenarnya mau pulang...
Ya.
Aku cari kalian.
Ada yang harus dibicarakan.
Aku tak bisa nongkrong hari ini.
Tapi ini penting.
Mungkin lain kali.
Jangan berteman denganku.
Maaf, kawan.
Ibuku. Dia bilang kau pengaruh buruk.
Hampir aku tak bisa berliburan gara-gara kau.
Tapi kau tahu apa di luar sana.
Kami tak tahu, Noah. Kau juga.
Ceritamu tak pernah nyambung.
Kau bukan wartawan Boston Globe.
Kau cuma bocah, dan hentikan...
sebelum ada yang terluka.
Oke...
Nikmati musim panas kalian.
Itu tadi agak kasar.
Ayo, Ben.
Ayo, Ben.
Ayo, Ben. Kau bisa.
Ayo, Ben. Kau pasti bisa.
Strike ketiga. Kau gagal.
Kau tak apa, kawan?
Ada yang bantu temannya ke bangku?
Kedamaian seperti apa maksudku?
Kedamaian seperti apa yang kita cari?
Eugene!
Kau di situ?
Eugene!
Eugene. Oh tidak!
Eugene!
Syukurlah. Kenapa kau di sini?
Itu mengejarku.
- Apa? - Itu mengejarku ke sini.
Siapa yang kejar?
Jangan suka ikut campur urusan orang.
Ayo!
Lari, Eugene, lari!
Itu dia.
Penyihir. Itu benar. Dia beneran ada.
Ya, itulah yang kubilang...
Jauhi aku!
Aku sudah muak!
Alga merah. Bagus.
Oke.
Apa-apaan ini?
Mobil mengejarku. Aku kabur.
Tidak ada mobil.
Kau tak apa?
Tenang, tarik napas.
Kau tak apa?
Kenapa peduli?
Kau bikin malu aku di restoran tadi.
Benar. Aku sudah mempermalukanmu.
Aku salah. Maafkan aku.
Bukan soal pribadi. Hanya mereka,
tidak akan paham.
Mereka tak akan percaya.
Tapi kau percaya, kan?
Ya. Aku percaya ada sesuatu disana.
Bantu aku. Oke?
Sekarang, cuma kau dan aku.
Teman?
- Teman. - Oke.
Bagus. Sini. Ada yang mau kutunjukkan.
Anak-anak hilang.
Biasanya ada 3 atau 4 di setiap kota di New England.
Tapi di kota kecil New Hampshire ini,
paling banyak kasus hilang yang aneh baru-baru ini.
Nama-nama mereka...
Melanie Daniels, Jimmy McMurphy,
Charlie Morgan, dan Ronnie Harlow.
Tebak apa yang kutemukan tadi pagi.
Anak yang hilang itu ditemukan tersesat di hutan.
Ronnie Harlow.
Dia tampak seperti yang lainnya.
Kalau Charlie Morgan jadi santapan terakhirnya?
Setelah itu, dia mulai berubah.
Kayak dia menyerap jiwa mereka.
Kalau Ronnie Harlow...
Kalau dia yang pertama kali...
jadi percobaan barunya ini?
Kelinci percobaannya.
Entahlah,
tapi yang pasti,
Ronnie Harlow adalah anak pertama...
yang hilang dan kembali...
dengan wajah aneh begitu.
Aku pergi dulu.
Besok aku ke New Hampshire,
bicara dengan orang tua Ronnie.
Mau bilang apa?
Jujur, aku tak tahu.
Ini mimpi buruk bagi orangtua.
Bisa merusak hubungan.
Hei...
Kau masih bisa rujuk dengan istrimu?
Rasanya sudah terlambat.
Masih ada waktu.
Kami tidak lagi seperti dulu.
Mungkin itu justru bagus.
Aku bukan anak kecil lagi. Tidak semudah itu, Noah.
Masa muda itu...
perlahan hilang, sedikit demi sedikit.
Seiring setiap kesedihan dan kehilangan...
Tanpa terasa, kau akan jadi orang tua.
Dan itu terjadi sekejap mata.
Kau mau terus hidup...
kesepian dan sengsara, itu pilihanmu.
Tapi jangan lagi bilang "aku sudah tua" itu.
Setidaknya kau masih hidup.
Apa ada anak yang tidak akan berbuat apa saja...
demi kesempatan menua?
Kucarikan taksi mengantarmu pulang.
Hai, ibu.
Hei.
Hei... Noah.
Ibu mau bicara.
Ada apa lagi kali ini?
Ada yang mau kutunjukkan.
Dulu ayahmu bilang...
dia lebih peduli sama orang-orang dalam cerita...
daripada ceritanya sendiri.
Ibu tahu kau merasa aku tak mendukungmu...
jadi penulis...
karena insiden ayahmu.
Ibu sangat mencintai ayahmu.
Dan...
setiap kali dia pergi,
hatiku seolah kehilangan sesuatu.
Begitulah perasaan Ibu jika kau keluar rumah.
Apa ini?
Barang-barang ayah?
Sekarang milikmu.
Ini mungkin penting buatmu.
Sesama penulis.
Jurnalis Boston Globe Wafat Sebagai Pahlawan
Lagian, kau sudah pantas untuk ini.
Kau cepat sekali besar, Noah.
Aku sayang Ibu.
ANAK-ANAK HILANG - LAPORAN KASUS KESIMPULAN
ORANG HILANG DI CONNECTICUT TERANCAM HILANG
Ayah.
Ayo tangkap aku.
Cepat, Hank. Ayo.
Ayah...
Kenapa ayah biarkan dia membawaku?
Ayah biarkan monster itu menangkapku.
Membiarkan membawaku, Ayah.
Kenapa ayah biarkan monster itu membawaku?
Kenapa?
โช I was born to haunt you! โช Aku dilahirkan untuk menghantuimu!
Tolong, tidak.
Cap, cip, cup, kembang kuncup.
Anak usil kutangkap jempolnya dulu.
Kalau tetap nakal, jiwanya kuambil.
Atau mungkin kumakan bulat-bulat.
Oke.
Ronnie, ada tamu.
Sayang, dia detektif.
Dia akan membantumu.
Dia sering nonton sinetron?
Jujur saja, dia tak pernah nonton.
Ada orang lain seperti dia, kan?
Jika tidak, kau tidak akan jauh-jauh kemari.
Ya.
Hei, Ronnie.
Namaku Gen.
Boleh aku bertanya?
Aku yakin kau mengalami sesuatu.
Mau cerita?
Hei...
Boleh aku lihat-lihat?
Lihat-lihat.
Makasih, Ronnie. Aku akan lihat-lihat.
Monster.
Oke.
Sekarang pemukul pertama...
dan lapangan kiri untuk Edgartown...
Nomor tujuh, Noah Reed.
Noah Reed berhasil sekali dari dua percobaan memukul tadi.
Dan mencetak satu run.
Strike satu.
Akhirnya. Kenapa lama sekali?
Ada hal penting apa mau bicara sama kami?
Aku tahu siapa dia.
- Maksudmu? - Penyihir. Aku tahu siapa dia.
Lagi-lagi ini?
Kau butuh bantuan. Ayo, Eugene.
Teman-teman. Aku serius.
Oke, siapa dia?
Bukan dia.
Dia.
Wasit? Yang benar saja.
Dia.
Ada bekas luka ledakan di tangannya dan noda ganggang merah di sepatunya.
Dan dia di hutan bersamaku dan Eugene.
Itu dia. Kita harus cari dia.
- Aku tahu tinggalnya dimana. - Apa?
Di mana?
Saat aku lagi bagi selebaran di Toko Chilmark...
Dia pulang naik sepeda.
Dia sempat ambil selebaranku.
Rumahnya dekat jalan raya.
Mau kemana?
Mau ke rumahnya.
Carruthers saja yang kesana. Jangan bodoh.
Aku tak yakin sanggup.
Gene di New Hampshire. Kita satu-satunya pilihan yang ada.
Tidak? Baik.
Aku pergi sendiri.
Oke. Aku ikut.
- Apa? - Tunggu.
Maaf, Sammy.
Aku ikut, teman-teman.
Ini tempatnya. Aku yakin.
Itu mobil yang mengejarku.
Oke, kalian siap?
Jika bukan kita, siapa lagi?
Jika bukan sekarang, kapan lagi?
Dan kau berhasil temukan cerita abad ini.
Ayo kita mulai.
Lihat apa?
Cuma dapur berantakan.
Diam.
Dia bisa ada di mana-mana.
Teman-teman. Ayo.
Cari tanda apa saja...
yang bisa buktikan dia penyihir.
Apa itu?
Rumah ini pasti berhantu.
Teman-teman, berpencar.
Dengar itu?
Aku tak dengar apa-apa.
Kudengar lagi! Lepaskan aku!
Sepatu...
Apa-apaan ini?
Astaga...
Coba lihat ini.
Lihat.
Ronnie, Kevin, Ben, aku. Ini dia.
Kalian pernah diet?
Pasti belum di usia kalian.
Aku sudah puasa beberapa bulan.
Dan itu tak enak.
Mudah emosi.
Pusing, cemas, mau makan.
Pengen makan.
Sayangnya tidak ada...
cerita dongeng untuk kalian.
Kalian tidak bisa diam saja, ya?
Kalian sudah ganggu rencana pensiunku.
Bertahun-tahun menabung dan merencanakannya.
Sekarang sulit bagi penyihir tua sepertiku.
Makan anak-anak,
berpindah-pindah tiap tahun.
Dari kota ke kota,
tinggal di hutan kayak binatang.
Tapi di sini, ada anak-anak...
yang datang tiap musim panas.
Hanya perlu sedikit...
menahan diri.
Menghisap masa muda anak-anak,
Itu tidak...
Tidak memuaskan rasa laparku.
Mungkin camilan kecil ini bisa memuaskan.
Ya.
Tapi siapa duluan?
Tidak!
Cap, cip, cup,
kembang kuncup.
Tidak!
Anak usil kutangkap...
jempolnya dulu.
Jika dia teriak, lepaskan.
Dan...
kau...
yang...
terpilih.
Tidak!
Ayo, lawan.
Lebih enak jika melawan.
Tenang, nak,
aku akan jaga teman-temanmu.
Dan ibu malangmu juga.
Ayo keluar dari sini.
Ayo.
Eugene!
Gadis menjengkelkan!
Ayo pergi!
Kenapa kau...
Oke.
Gene, cepat.
Peluru perak berhasil.
Cepat pergi dari sini!
Noah, ayo. Tempat ini terbakar.
- Mau kubantu apa? - Pergi!
Pergi! Itu penyihir!
Kita harus pergi.
Cari bantuan.
Tempat ini terbakar. Ayo pergi.
Telepon damkar!
Gene!
Gene!
Gene?
Gene.
Gene.
Gene.
Noah, aku sudah...
Gene.
Gene?
Gene!
Selamat tinggal, anak baik.
Monster.
- Diaโฆ - Ding-dong.
Ayo, nak. Cepat keluar...
barangkali dia punya saudara.
Ayahku pernah bilang...
dia lebih peduli sama orang-orang dalam cerita...
dari ceritanya sendiri.
Kukira cerita seperti itu....
hanya ada di luar pulau ini.
Ternyata ada di sini.
Tersembunyi di balik pagar kayu tua
yang tak berani dipanjat anak-anak.
Tentang seorang pria yang tak mau mereka kenal.
Seorang ayah...
suami,
pelayan masyarakat.
Teman sejati.
Mantan Detektif Polisi Ternama di Kalangan Warga Pulau Setempat
Bagaimana menurutmu?
Tulisanmu bagus sekali, Nak.
Pria ini benar-benar hebat. Andai saja aku bisa mengenalnya.
Makasih, Noah.
Katanya sebagian anak sudah sadar.
Mayberry sudah aman seperti semula.
Ya, kira-kira begitu. Ben masih...
berbeda.
Mungkin butuh waktu, bersabarlah.
Maaf baru bisa mengembalikannya.
Oh, tidak. Itu hadiah, buatmu.
Dulu banyak anak-anak baca komik.
Batman, Superman.
Dari buku itu,
aku sadar, penulis juga bisa jadi pahlawan.
Teruslah menulis.
Aku akan pergi cukup lama.
Ya, sepertinya ini perpisahan.
Hanya sebentar saja. Salaman dulu.
Tahu cara menghubungiku, kan?
- Ya. - Ketemu...
vampir atau serigala, kabari saja.
Ya.
Hati-hati di jalan.
- Kau juga. - Ya.
Aman!
- Ya, Noah. - Semangat.
Kini giliran pemukul andalan Edgartown, Ben Driskel!
Ayo, Ben.
Cepat!
Ayo, Ben.
Strike!
Kau pasti bisa, Ben.
Tidak apa.
Ayo, Ben.
Kau pasti bisa, Ben.
Kumohon, Ben.
Pukulan kedua!
- Ayo, Ben! - Ayo, Ben!
- Ya! - Ya!
Berikan sorakan untuk Big Ben Driskel!
Permainan yang hebat!
Ya, sayang!
- Ayo, Ben! - Ayo!
Ben?
Apa yang kulewatkan?
Ben!
Donasi seadanya teman-teman https://trakteer.id/Sioux_Subber/tip
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.