Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Pernahkah kau merasa terjebak? Tersesat di tubuhmu sendiri?
Tersesat di pikiranmu sendiri? Tersesat dalam waktu?
Sangat frustasi untuk melarikan diri, hanya untuk.. keluar.
Original Subs By Umbulbil. Translated & Resync By Siberian.
Tolong! Bu!
Tolong! Ayah! Ayah!/ Susannah!
Bu! Tolong!/ Susannah!
Susannah!
Namaku Susannah Cahalan.
Aku 21 tahun.
Dan di sinilah aku dengan pekerjaan impianku di New York Post.
Hidup di New York.. entahlah, kita semua punya mimpi, kan?
Dan jangan menertawaiku, tapi untuk bekerja di Post adalah mimpiku.
Hei, Richard, bisakah kau periksa ini untukku?
Tidak. Tak ada waktu untuk mengasuh sekarang, Susannah.
Pergilah dan ganggu Margo.
Pergi. Pergilah, pergi.
Aku memiliki seluruh kehidupanku di depanku.
Aku tak kenal takut.
Dan aku sungguh tak tahu, apa yang menantiku.
Hei./ Apa itu bolpoinku di mulutmu.
Mungkin./ Hah.
Simpan saja itu. Lain kali E-mail saja, selamatkan pohon.
Entahlah apa yang salah. Hanya saja terasa aneh, kau tahu.
Tidak, ini bagus, Susannah.
Tapi kau hanya perlu pindahkan paragraf terakhir jadi yang pertama.
Dan demi cinta pada Tuhan, tolong carilah tajuk yang baru.
"Bahaya masa lalu dan sekarang? Implan bokong orang Rusia ilegal."
Maksudku, sungguh? Kuberitahu kau, kau lebih baik dari ini.
Aku hanya memenuhi tugasku, kau tahu.
Perlahan tapi pasti membuka jalanku ke halaman depan.
Maksudku, lihat. Setidaknya, ini kisah nyata.
Ada yang benar-benar mati karena ini. Aku mungkin bisa buat seseorang didakwa.
Aku ingin membantu orang./ Kau terang sekali. Aku butuh kacamata sekarang.
Oh, apa itu dia?/ Oh, ya Tuhan.
Aku akan membunuhmu./ Lihatlah dengan senyumanmu.
Hentikan!/ Apa itu pacarmu?
Apa dia pria seksimu yang baru?/ Margo.
Kau harus tenang./ Ini serius sekali, hah?
Lihat saja. Siapa yang tahu?/ Entahlah aku tak bisa bicara sekarang.
Permisi, nona cantik.
Hei./ Hei!
Oh, astaga, maaf, aku terlambat./ Tidak, tak masalah....
Kau menggemaskan. Apa kau gugup?/ Terima kasih. Um... Tidak.
Ya. Maksudku, ya sedikit./ Tak perlu gugup. Aku suka ini.
Ini, ya. Hanya berdandan./ Kau seperti Smurf yang berjemur.
Terima kasih. Manis sekali ucapanmu.
Aku bercanda. Aku menyukainya.
Baiklah, kau siap?/ Ayo. Kita lakukan.
Jadi Stephen, apa yang kau kerjakan untuk hidup?
Aku bermain musik, Tn. Cahalan.
Oh, ya? Aliran apa?
Kau tahu campuran The Smiths dan Tom Waitsin. Setidaknya, itu pekerjaanku.
Kau melakukan itu seharian, setiap hari?
Ya, maksudku aku bekerja di studio rekaman saat giliranku dimulai.
Yang mana di sanalah aku bertemu Susannah.
Aku menyukainya, kau tahu. Menyenangkan. Itu uang saku yang lumayan.
Uang saku?/ Ya.
Susannah bilang kau seorang bankir, apa itu benar?
Ya tadinya, tapi mengubah karirku saat ini.
Kami mencari pilihan lain, benarkan Giselle?
Ini awal yang baru.
Halo!/ Hei, Bu, kami di atap!
Maaf kami terlambat lagi. Selamat ulang tahun, sayang.
Tak masalah. Hai, Bu./ Oh, puteriku yang cantik.
Aku menyayangimu. Oke.
Hai, kudengar kalian bertunangan. Selamat.
Terima kasih.
Menyenangkan sekali./ Ya.
Wow. Yah, ini canggung sekali.
Bagaimana dengan minum? Ada yang mau?/ Kemarilah.
Ide bagus./ Duduklah.
Ayo kita mulai pesta ini./ Tom, selamat.
Selamat ulang tahun.
Selamat ulang tahun, Susannah tersayang.
Selamat ulang tahun.
Susannah?/ Kau tak apa-apa?
Sayang. Hei.
Hei./ Hei.
Buatlah harapan.
Kau butuh bantuan?/ Ya.
Siap. Satu, dua tiga.
Yay./ Baiklah.
Selamat ulang tahun.
Terima kasih, Bu.
Oke./ Terima kasih, Ayah.
Aku sayang kalian semua.
Jadi aku mengirisnya?/ Terima kasih.
Kau ingin aku memotongnya?/ Ya, ya, ya.
Ini./ Bisa kau kemarikan piringnya?
Ya, tentu./ Sempurna.
Sepertinya enak sekali.
Oke./ Ini dia.
Gadis yang berulang tahun dulu./ Terima kasih.
Oke, Stephen. Kau pasti bisa melakukannya.
Sungguh?
Hei, kenapa kau lama sekali?/ Oke, ya. Aku tahu.
Stephen, ayolah./ Ya. Baiklah, baik.
Jadi kau tak menyukainya?/ Aku tak bilang begitu.
Aku bilang itu menarik dan kupikir itu keren.
Oh, ya Tuhan. Stephen!
Pagi./ Selamat pagi.
Penampilan yang mengejutkan.
Mau kopi?
Oh, tidak. Aku terlambat. Sangat terlambat.
Woa. Menjijikan./ Apa?
Kenapa kau sudah tersenyum sepagi ini?
Oh, ayolah./ Tidak.
Tak ada yang senyum sepagi ini di New York. Itu tak alami.
Apa masalahmu dengan itu, Margo?/ Kau terlihat konyol.
Mungkin aku bahagia./ Aku tahu apa itu.
Itu versi murah dari Joey Ramones./ Susannah!
Lihat, kau tak tersenyum pagi ini.
Apa kau tak mendengarku? Kemarilah, cepat.
Aku tak peduli dengan itu, oke? Biar kuperjelas denganmu.
Jika benar kami mencetaknya, ya itu tanggung jawab kami.
Tidak. Lain kali kau tahu, jangan buat dia ikut campur.
Dan berhenti meributkan masalah yang jelas-jelas tak ada.
Permen karet?/ Tak usah. Terima kasih.
Oke. Jadi kau akan mewawancarai senator aneh itu minggu depan.
Aku tak dengar ada tanda tanya di sini.
Itu karena aku tak bertanya.
Susannah, kau tahu itu./ Oke.
Lagi pula, dia menyesal. Dia bilang minta maaf.
Dia ingin rekaman minta maaf pada istrinya.
Dan kurasa kita harus jadi yang bijak, bahwa kita butuhkan...
Selayaknya dirimu. Kau akan membawanya pulang untukku.
Biar kupikirkan lebih dulu.
Sungguh, aku minta kau ke sini dan kau ingin berpikir. Kau harus melakukannya.
Kau tak siap untuk ini? Margo bilang kau siap untuk tugas seperti ini.
Dan kau bukan anak kecil lagi. Jadi....
Hei, hei, lihat ke sini.
Yang kuinginkan darimu isi formulirnya. Itu online. Kau paham?
Paham./ Oke bagus. Apa yang kau punya untukku?
Status online dengan jejaring sosial.
Yap, terdengar mengerikan. Editor kita akan menyukainya.
Itu akan diterbitkan untuk edisi remaja hari Jumat.
Kau akan memilikinya Kamis malam.
Aku yakin itu karena aku selalu mengandalkanmu, Susannah Cahalan.
Sekarang keluarlah dari ruanganku.
Aku tahu perbuatanmu./ Apa aku tahu?
Kau jelas tahu apa yang kau lakukan.
Terima kasih./ Kau layak mendapatkannya.
Aku hanya banyak omong.
Haruskah aku punya pelindung bersin?/ Aku baik-baik saja.
Ngomong-ngomong, apa yang kau kerjakan sekarang?
Aku sedang kerjakan serangan kutu-kasur dan itu sangat mengganggu.
Apa yang kau kerjakan?
Status di internet.
Lihatlah kita dengan cerita yang besar ini./ Ya, tegang sekali, hah?
Edward R. Murrow baru saja serahkan pemakamannya.
Hei, ayolah! Apa yang kau lakukan?! Sadarlah!
Hei Susannah, dimana kau?
Aku tak melihatmu beberapa hari. Hanya ingin tahu jika kau baik-baik saja.
Hei, Margo?
Apa yang kau tahu tentang tanda gigitan kutu-kasur?
Kau pikir kau memilikinya?
Karena mereka ada dimana saja. Mereka menghantui mimpiku.
Lihat. Apa itu terlihat seperti tandanya bagimu?
Aku tak tahu apa yang kulihat. Tidak, aku tak melihat apapun.
Kau tak melihat itu?
Aku tak lihat apapun./ Oke, tunggu.
Lihat, lihatlah baik-baik.
Kau tak lihat itu?/ Aku tak melihatnya.
Aku tak tahu apa yang kau bicarakan.
Margo, tandanya ada di sini.
Kulihat kau butuh berjemur.
Ayolah. kau tak.. kau bisa melihatnya?/ Susannah!
Omong kosong apa ini?
Ejaan namanya salah. Kau bahkan tak periksa sumber faktanya.
Apa yang kau pikirkan?
Pihak legal akan menututnya!
Kau bilang akan selesai hari Kamis! Ini hari Senin!
Um..
Benar, ini Senin.
Richard, Richard, Aku...
Maafkan aku.
Aku tak jadi diriku sendiri belakngan ini. Aku sedang kurang sehat.
Aku belum.. aku belum tidur dengan benar. Aku.. um...
Kembali ke mejamu dan tulis ulang, oke? Perhatikan ejaanmu, perhatikan tatabahasamu.
Malam ini. Karena sampah ini tak layak dibaca.
Meskipun kau kurang sehat, aku tak mengira kau bisa seburuk ini.
Sekarang kembali ke mejamu dan selesaikanlah.
Keluar dari sini. Cepat.
Dan dia masih di sini. Dia dengar aku menyuruhnya pergi.
Hei!
Keluar dari ruanganku.
Meskipun kau kurang sehat, aku tak mengira kau bisa seburuk ini.
Kau baik-baik saja?
Susannah, dimana kau? Kau sudah sangat terlambat.
Kau harus segera datang ke sini. Kau akan lewatkan rapat jam 10.
Halo.
Susannah, aku benar-benar marah sekarang.
Kau lewatkan rapatnya dan aku tak ingin lakukan ini, oke?
Aku bukan Ibumu. Sadarlah dan datang ke kantormu!
Aku tak akan lakukan panggilan ini padamu lagi!
Dah.
Kau serius?
Kau tahu, karirmu sebagai jurnalis berakhir saat...
Kau mulai memberiku kisah tentang Ibumu!
Ayolah, semuanya!
Susannah, terima kasih sudah bergabung. Aku senang kau bisa datang.
Siapa yang punya berita? Siapa saja? Yang lainnya?
Celana dalam itu? Dari Senator?
Itu masih jadi berita panas sekarang.
Kita akan dapat semua informasinya, karena Susannah sedang mengerjakannya, kan?
Susannah, kau sudah mengerjakannya?
Wawancara dengan Senator minggu ini. Apa kau siap?
Uh-huh.
Ya, tentu saja. Ya, benar. Ya.
Kau baik-baik saja?/ Ya, pak.
Oke. Kami mengandalkanmu.
Baiklah, ayo ganti topik.
Coba lihat apa yang kita punya. Siapa yang punya berita panas, kawan-kawan?
Beri aku sesuatu yang panas dan menarik. Siapa yang punya?
Selalu ada misteri di bagian cover utama yang hilang.
Cover utama yang hilang? Oke, kita bisa cari solusinya.
Aku merasa sakit, kau tahu.
Kepala dan perutku sakit.
Tangan dan kakiku kebas.
Entahlah. Aku tak merasa sehat, Stephen.
Aku tak merasa sehat. Aku tak...
Apa kau mendengarku sekarang? Kau sedang main gitar?
Tidak.
Oh, Tuhan./ Ya, aku sedang merekam sesuatu sekarang.
Apa seperti tertusuk jarum?/ Entahlah, oke.
Entahlah. Hanya terasa aneh saja.
Aku tak pernah begini sebelumnya. Tak pernah.
Apa kau pusing karena semalam?/ Entahlah. Aku bahkan tak minum banyak.
Kau tak hamil, kan?/ Oke, kau tak membantu. Dah.
Hei, apa yang kau lakukan di bawah mejamu?
Kau tahu, Stephen, baru saja.../ Kau ingin membicarakannya?
Kau ingin aku ikut turun ke bawah meja bersamamu?
Ya.
Aku ingin mengambil kopi. Kau mau sesuatu?
Aku hanya ingin duduk di bawah mejaku dan batuk-batuk sendiri.
Itu semua adalah amarah dengan si pirang aneh.
Susannah, ada apa?
Entahlah. Kurasa, kau bisa bilang aku terkena semacam gejala flu.
Aku merasakan kebas di bagian tangan dan kaki kiriku.
Aku merasa kepalaku selalu berputar.
Aku tak tahu jika itu ada kaitannya dengan ini.
Aku punya...
Semacam gigitan kutu-kasur di lenganku.
Coba kulihat./ Sebelah sini.
Kau melihatnya?
Punya riwayat penyakit Lyme?/ Tidak.
Oke.
Kau bisa melihat hidungku.
Bisa kau julurkan tanganmu? Luruskan telapakmu seperti ini?
Dan dorong ke arah tanganku.
Oke, bagus. Kau bisa pakai jasmu lagi sekarang.
Dan duduklah.
Aku ingin ambil sedikit darah dan lakukan olah raga rutin.
Dan aku ingin kau lakukan MRI.
MRI?
Semuanya terlihat normal, tapi aku ingin berjaga-jaga.
Ada tempat tak jauh dari sini untuk bisa lakukan MRI sekarang.
Itu dia. Kau sudah selesai.
Apa? Apa? Kenapa kau tak mau berhenti?
Lakukan lagi! Katakan!
Kurasa tidak.
Hai, Susannah.
Aku ingin kau tahu, kita punya kabar bagus.
Hasil dari MRI-nya normal.
Dan kami telah singkirkan kemungkinan kau punya stroke atau pembekuan darah.
Dua hal, yang sejujurnya aku khawatirkan.
Tapi, semuanya bersih dan itu yang terpenting.
Terima kasih.
Hei, ini aku./ Hei, um...
Apa kau akan biarkan aku masuk?
Ya, um.. Dengar, aku lelah sekali.
Kurasa kita lakukan ini lain kali saja. Oke, tak apa-apa.
Karena, aku bisa mengatasinya.
Susannah, aku baru saja mengemudi antar kota.
Sekarang waktu yang tepat untukku.
Oke, ini kotor sekali. Aku harus beres-beres. Aku tak berharap ada tamu.
Bau apa itu, Susannah?
Ayah, sudah kubilang ini kotor sekali.
Tempat ini berantakan.
Susannah, apa yang sudah kau lakukan di sini?
Oh, itu punya Stephen. Bukan punyaku.
Aku tak sungguh minum. Banyak sekali.
Kau harus bisa mengurus dirimu sendiri.
Kau tak bisa hidup seperti ini. Kau orang dewasa sekarang.
Kau bukan mahasiswi lagi.
Dengar, antara pekerjaan dan yang lainnya.
Aku tak punya waktu, Ayah.
Oke, biar kulihat bagian yang bocornya dan kita bersih-bersih.
Tunggu, di atas atau di bawah?/ Di atas, Ayah.
Dimana kebocoran biasanya berasal.
Di sini tak masalah. Semua kering. Tak ada apa-apa di sini.
Coba kulihat.
Ada kebocoran.
Baru saja terjadi, Ayah.
Kau tak lihat itu?/ Susannah, tak ada kebocoran.
Ada kebocoran.
Jadi, pekerjaan baik-baik saja?/ Ya, baik-baik saja.
Hei dengar, jangan biarkan tempat ini berantakan seperti ini lagi.
Senang bagiku tahu kau hidup di tempat yang bersih dan nyaman.
Jadi, si Stephen ini.
Kau sangat menyukainya, hah?/ Ya.
Ya, maksudku, dia pria yang baik.
Dan kurasa kau akan menyukainya setelah kau mengenalnya.
Ya? Yakin dia bukan playboy?
Karena, ada banyak orang, mereka tak suka berkomitmen.
Sepertimu, Ayah.
Oke, aku harus pergi.
Aku bercanda. Oke, aku sayang padamu. Hati-hati, oke?
Belilah kantung sampah./ Ah, tentu.
Aku menyayangimu!
Oke.
Susannah, dia sudah siap./ Apa? Siapa?
Senator.
Oh. Oh, Tuhan. Uh..
Oh, Astaga, oke.
Oke, uh.. Biarkan aku...
Aku tak siap untuk ini.
Ambil nafas panjang. Kau bisa melakukan ini.
Semoga beruntung.
Hai./ Hai.
Terima kasih sudah menemuiku.
Oke, um.. Apa yang bisa kau katakan atas tindakanmu?
Dan apa yang ingin kau katakan untuk warga New Jersey?
Jelas sekali, aku sangat menyesal karena hal ini terjadi.
Aku membuat malu diriku... Membuat malu keluargaku, dan...
Dan menurunkan celanamu?
Maaf.
T-teruskan, dengan apa yang kau katakan. Maaf.
Seperti kataku, warga New Jersey yang memilihku adalah orang-orang baik.
Dan...
Maaf. Itu terdengar seperti dia bilang "ereksi".
Maksudku, kau paham, kan. Tapi dia terdengar seperti itu.
Kau baik-baik saja, nona muda?/ Ya.
Ya, tidak, aku tak apa-apa. Tidak, um, maafkan aku.
Aku ada pertanyaan lain./ Maaf, wawancara ini selesai.
Tidak, tidak!
Aku tak percaya Richard biarkan ini terjadi.
Apa Richard yang memintamu lakukan ini?
Tidak. Kita belum selesai./ Ini benar-benar lelucon.
Duduk!
Aku belum selesai wawancaranya!/ Tidak, kita harus pergi sekarang.
Aku belum selesai! Kau tak bisa meninggalkanku!
Oh, Jesus./ Oh, Ya ampun.
Tak apa-apa.
Aku baik-baik saja.
Biar kuperjelas untukmu.
Wartawan yang mewakili Senator itu, bukanlah tentang dirinya saja.
Mereka mewakili selebriti, dan atlet, dan semua orang lainnya.
Dan dengan semua orang itu...
Yang mungkin ingin kita wawancarai, kita bahkan tak bisa hubungi mereka.
Karena ulahmu di sini!
Itu akan jadi masalah bagiku!
Itu akan jadi masalah untuk atasanku!
Itu masalah untuk kantor ini!
Kau seharusnya dipecat!
Keluar dari sini. Keluar sekarang!
Aku sejujurnya tak tahu.
Aku tahu dia bertingkah aneh belakangan ini.
Untuk pastinya, seminggu terakhir.
Apa dia banyak minum? Dia terlihat pusing.
Ya, entahlah. Maksudku, kurasa tidak.
Tapi aku tak tahu apa yang dia lakukan dengan pecarnya.
Apa dia memakai obat?/ Tidak. Benarkah?
Entahlah, aku bertanya./ Kurasa tidak.
Kau yakin?/ Ya.
Aku sangat yakin dia tak memakai obat.
Kurasa dia bersikap aneh, tapi aku tak berpikir dia memakai obat-obatan.
Izinkan aku untuk mengawasinya.
Hanya untuk sementara waktu.
Oke, tapi kau harus tahu.
Kau terus mengabariku, karena jika ini terus terjadi...
Dia harus mulai bekerja dari rumah.
Aku tak tahu ada apa dengannya. Dengar, aku serius.
Ya, aku mengerti.
Bagus.
Susannah? Susannah?
Berhenti bicara dalam tidurmu.
Susannah! Hentikan.
Susannah! Apa...
Susannah?
Susannah!
Stephen./ Apa?
Kau harus membawaku pergi.
Kau harus....
Apa?
Kau harus membawaku pergi. Aku tak bisa di sini lebih lama lagi.
Tidak, Susannah./ Ayolah, uh..
Susannah, kita tak bisa pergi sampai seseorang memeriksamu.
Stephen, aku tak peduli./ Ya, harusnya kau peduli.
Jika kau tak ingin menolongku, entah kenapa kau di sini.
Apa mereka beri penjelasan?/ Tidak, tapi mereka bilang dia kejang.
Kenapa kau tak hubungi kami? Kenapa kau tak hubungi aku?
Aku tak punya nomormu. Semua terjadi begitu cepat...
Kau tak punya nomor kami?
Apa kau tak berpikir untuk periksa ponselnya dengan nama Ibu dan Ayah?
Orang bodoh macam apa yang tak tahu cara memeriksa ponselnya?
Entahlah, aku panik. Aku harus panggil ambulan.
Dokter seperti apa?/ Suster. Seorang suster, kurasa.
Kau pikir, itu adalah suster?/ Uh-huh, aku tak.. entahlah.
Semuanya, mereka hanya bilang dia hanya kejang...
Dan, uh.. dan.../ Ada apa denganmu?
Kau peduli dengannya atau tidak? Apa yang kau lakukan jika...
Ya tentu saja, aku peduli...
Thomas! Oke, oke. Kau tahu?
Terima kasih sudah menjaganya.
Ayolah.
Susannah, kurasa lebih baik jika kau ikut kami pulang.
Maaf, itu... itu manis sekali.
Tidak, terima kasih.
Susannah, kurasa itu ide yang bagus.
Oh sungguh, Stephen? Kalau begitu, pergilah dan berkemas, hah?
Susannah, bukan begitu./ Tak masalah. Kau tahu, sebaiknya kau pergi.
Aku tahu ini sangat sulit bagimu.
Stephen, kenapa kau tak pulang saja?
Dan beristirahatlah dan aku akan mengurusnya.
Ide bagus./ Akan kukemas barangmu.
Tidak! Kau tak akan mengemas apapun, oke?
Karena ini rumahku, paham?
Aku yang memutuskan saat aku di sini.
Aku tak pergi. Aku tak akan kemana pun./ Hei, Stephen.
Jika hal semacam itu terjadi lagi, hubungi aku, oke?
Tentu.
Dimana sikat gigimu?
Di kamar mandi, Bu. Tempat semua sikat gigi tersimpan.
Aku menyayangimu.
Hei Susannah, ayo bicaralah denganku!
Susannah, ayo turunlah!
Hei, sayang!
Apa yang kau lakukan?
Aku berenang, Bu. Aku hanya berenang.
Ayo masuklah.
Berenanglah ke arahku.
Dia bukan dirinya sendiri.
Maksudku, aku tak mengenalinya. Aku melihat matanya, dia menatapku
Dan aku tahu bahwa dia tak di sana.
Layaknya dia sedang tak sadar.
Kita akan lalui ini, oke?
Hei./ Susannah.
Kurasa begitu.
Oh, tidak.
Aku hanya berpikir kau butuh... Kau tahu...
Tidur yang nyenyak. Mungkin, kita akan rencanakan liburan.
Pergi ke danau, mungkin./ Tentu, ya.
Bawa makanan enak./ Tentu saja.
Itulah yang kurasakan. Aku bisa membiasakannya.
Stephen.
Itu bukan salahnya.
Aku tak sanggup. Ini cinta monyet. Aku tak sanggup lagi.
Ini berlebihan untukku.
Aku harus memberitahunya.
Bagaimana dengan Post?
Bagaimana dengan Post. Aku tak bahagia.
Aku sangat menderita di sana. Oh, karena editorku, Richard, Margo juga.
Aku sangat menderita.
Aku harus kembali sekolah.
Aku harus kembali ke sekolah!
Aku harus mengubahnya! Aku harus mengganti minyaknya!
Aku harus mencari karir yang sungguh tepat, kau tahu?
Aku harus berubah. Aku harus melakukannya.
Itu dia. Itu dia!
Tidak, tidak.
Tidak, tidak, tidak, Tuhan. Tidak, pasti New York.
Pasti New York. Aku tak bahagia./ Tak apa-apa, sayang.
Aku tak bahagia. Aku sangat tak bahagia di sana.
Dan aku tak bisa mengatasinya.
Susannah?
Oh, Astaga!
Apa aku baik-baik saja?/ Bukan hakku untuk mengatakan, tapi...
Kau terlihat baik-baik saja bagiku.
Aku pernah melihat ini lusinan kali sebelumnya...
Biasanya, tapi bankir dan orang Wall Street yang datang ke sini semuanya stres.
Tak ada yang salah dengan mereka, semua hanya terjadi di kepala mereka.
Tatap mataku dan katakan sejujurnya, karena tak ada penilaian di sini.
Berapa banyak alkohol yang kau minum dalam sehari?
Mungkin segelas wine di malam hari.
Kau tahu, saat pacarku datang. Atau kita berbagi botol, tapi tak berlebihan.
Hanya Bir./ Ada pemakaian obat-obatan?
Sudah lama tidak.
Kasus sederhana. Dia terlalu sering berpesta...
Dia tak tidur dan bekerja terlalu keras.
Aku sering lihat ini terjadi pada pemuda yang bertransisi...
Dari mahasiswi jadi bekerja sepenuhnya.
Ini perubahan hidup./ Itukah menurutmu?
Ny. Nack, aku hampir 20 tahun pengalaman di kota ini.
Aku sudah melihat semuanya. Pastikan saja dia tak minum...
Dia butuh obat anti-kejang dan semua akan baik-baik saja.
Oke, bagus. Terima kasih.
Aku tak bisa lakukan ini lagi!
Apa-apaan ini?
Apa-apaan ini?
Hei! tidak, tidak.
Dengar, Susannah. Apa yang.../ Apa yang kau lihat, hah?
Susannah, duduklah.
Semuanya baik saja. Aku tak tahu lagi. Aku rusak.
Aku akan dipecat, Stephen tak mencintaiku. Tak ada yang mencintaiku!
Aku tersesat sekarang, Margo.
Aku tak tahu harus ke mana! Tak ada tujuan!
Sayang, sayang, kau sedang di kantor.
Kau harus tenang sedikit.
Sayang.
Aku bahagia sekali./ Sayang.
Aku bahagia sekali.
Margo, aku bahagia sekali!
Aku tahu yang harus kulakukan!
Ya! Astaga, ya!
Ini dia! Aku bahagia sekali! Margo!
Astaga!
Richard! Richard! Ya!
Ya, Richard! Kemarilah, aku harus bicara denganmu!
Ya! Ya! Astaga, ya!
Oke, dah. Ayo cepat! Richard, ayolah!
Tak ada yang lucu. Kembali bekerja. Sekarang!
Richard, kita harus bicara!/ Oke, aku di sini.
Ayolah!/ Aku di sini. Ya.
Oke.
Ada apa denganmu? Apa yang kau lakukan? Aku sedang rapat.
Aku butuh cerita yang lebih besar, lebih baik, Richard.
Aku harus bisa jadi penyelidik yang profesional.
Dan aku sudah siap.
Aku sudah siap.
Susannah, kau berteriak di kantor, kau berbicara ngawur.
Ada apa denganmu ini?/ Aku bergairah, Richard!
Tak pernahkah kau melihat seseorang yang bersemangat...
Dan bergairah akan sesuatu?/ Yap.
Aku tahu karyawan di luar sana yang hanya mengetik di komputernya...
Dan menyelesaikan pekerjaan! Tapi aku tak melakukan itu!
Susannah, kapan terakhir kalinya kau bicara dengan keluargamu?
Kurasa itu tak penting sekarang./ Apa kata mereka? Apa mereka menemuimu?
Richard, mereka mendukungku. Aku didukung oleh semuanya.
Tapi aku tak merasakan itu darimu, jadi itu pertanyaannya.
Apa kau mendukungku, seperti keluargaku yang mendukungku?
Seperti Margo mendukungku?
Atau apa?
Aku ingin kau pulang. Aku akan mendukungkumu dari rumah. Pulanglah
Kau memecatku?
Tidak, aku tak memecatmu. Aku memintamu pulang.
Luar biasa.
Obrolan menyenangkan. Kirimkan aku emailnya.
Ya, aku butuh semua data pribadi Susannah Cahalan dibawa kepadaku.
Ada nomor keluarga yang bisa dihubungi?
Ya, terima kasih.
Maaf, katakan lagi?/ Aku bipolar.
Katakan kenapa kau berpikir kau bipolar./ Aku mencarinya di Google.
Kau mencarinya di Google?/ Ya.
Selama dua minggu terakhir aku tak bisa fokus, makan, tidur.
Aku tersenyum, menangis, tertawa. Aku, aku bahagia, sedih.
Yang kuketahui dokter, aku adalah orang yang kreatif.
Aku kreatif. Dan ini sering terjadi pada orang kreatif.
Banyak orang kreatif yang bipolar.
Bipolarlah yang membuatku diriku sekarang ini.
Itu hanya bagian dariku dan aku harus menerima itu.
Pernahkah kau merasa seperti ini sebelumnya, kapan saja dalam hidupmu?
Maksudmu, aku selalu bersemangat?
Pernah coba bunuh diri?/ Tidak.
Maksudku...
Semua orang pernah mengkhayal tentang mati.
Tapi aku tak ingin mati.
Baiklah./ Jadi aku bipolar, kan?
Ini terlalu awal untuk memastikan.
Tapi kau tahu, aku melihat campuran emosi yang serius...
Maksudnya saat sedang sangat bahagia dan sangat sedih.
Tapi, aku setuju dengan Dr. Samson.
Maksudku, kau punya banyak beban dalam hidupmu sekarang.
Terkadang mereka muncul sebagai maniak dan elemen depresi.
Tipikal Bipolar.
Tapi karena kau punya lebam di wajahmu, tak berarti kau dipukul.
Jadi, aku akan memberimu resep untuk Olanzapine.
Itu resep anti-stres untuk menjaga mood dan penyimpangan pikiran.
Minumlah obat ini dan periksakan lagi denganku.
Aku ingin tahu bagaimana responmu.
Dan kita akan lakukan pertemuan dalam sebulan.
Kenapa kau menghindariku sekarang?
Aku sudah mencarinya, oke.
Aku tak mengada-ada untuk lelucon sekarang.
Dengarkan aku. Kau mau dengar efek sampingnya?
Histeris, demam, merasa tak nyaman, sakit kepala...
Serangan panik, jantung berdebar, iritasi, Bu, ini sebabnya!
Ini membuatku gila!
Susannah, kau baru memakainya selama 24 jam.
Tidak! Itu tak penting, oke?
Ini racun! Ini mengandung racun!
Minum saja obatnya./ Kau ingin aku mati?
Minum saja obatnya untukku!
Lakukanlah untuk Ibumu! Minum obatnya!
Beri obatnya kesempatan untuk bekerja! Kumohon!
Kau tahu?
Saat aku mati...
Aku ingin dikubur di sebelah makam Nenek.
Bipolar? Sepertinya itu tak masuk akal bagiku.
Mungkin dia minum terlalu banyak.
Kau yakin tak berlebihan?
Kau belum melihatnya sendiri jadi kau tak tahu, oke?
Aku tak berlebihan.
Puteri kita dalam masalah dan aku lelah.
Dan aku ingin kau membantuku. Aku ingin kau menjaganya.
Oke, aku akan mengawasinya.
Dan kita akan temukan solusinya, jika kita tetap bersama.
Tegang sekali, kau akan lihat. Itu sangat mengerikan.
Oke.
Susannah? Makan siang sudah siap./ Ini hari yang indah.
Ya, bagus untuk jalan-jalan.
Kau mau jus atau air?
Kau baik-baik saja?
Kenapa kau tak duluan saja dan duduk.
Mau roti?
Terima kasih.
Mentega?/ Oh, tidak. Oke terima kasih.
Bisakah kau hentikan?
Berhentilah mengunyah.
Kau tak akan makan? Ini kesukaanmu.
Giselle bekerja keras membuat ini untukmu.
Bukan masalah.
Apa yang kau katakan padaku?
Susannah, aku tak katakan apapun.
Susannah, dia tak katakan apapun padamu.
Tidak! Tidak, Itu dia!
Itu dia! Kau baru saja memanggilku anak manja!
Tidak, Susannah.../ Kau baru saja mengatakannya!
Kau mengatkannya lagi!/ Susannah!
Tenanglah.
Kenapa kau lakukan ini padaku? Kenapa?
Apa maksudmu?/ Kenapa kau katakan itu padaku?
Aku tak pernah melakukan apapun padamu!
Kenapa kau katakan itu?/ Dia tak mengatakan apapun.
Aku dengar kau mengatakannya!/ Tidak, Susannah.
Kau baru saja mengatakannya padaku!
Susannah, masuk ke kamarmu!/ Aku dengar kau mengatakannya!
Pergilah! Ada apa denganmu?
Susannah, ada apa denganmu?/ Tidak! Tidak! Tidak!
Katakan padaku ada apa?/ Menjauh dariku!
Aku tak bisa membantumu jika kau tak katakan apa yang salah!
Menjauh! Menjauh!
Aku mendengarmu!
Aku ingin kau pergi! Kau tak akan bisa membawaku!
Giselle coba menculikku!
Tidak. Tak ada yang coba menculikmu./ Kumohon, kumohon. Jangan sentuh aku.
Tak apa-apa./ Jangan sentuh aku.
Tak apa-apa.
Lihat, hasil EEG-nya sangat normal.
MRI-nya normal, hasil uji sarafnya normal.
Peredaran darahnya normal. Semua baik-baik saja, semua normal.
Dia minum terlalu banyak dan dia mengalami...
Gejala klasik dari penolakan alkohol.
Aku tahu sulit mendengar ini terjadi pada puterimu.
Dia butuh pengobatan, berhenti berpesta, dan istirahat yang cukup.
Aku tak pernah melihatnya minum selama 2 minggu terakhir.
Sekarang, aku tahu rasanya menikmati beberapa gelas wine di hari burukku...
Dan yang kualami hanyalah pusing berat.
Penolakan alkohol? Apa kau bercanda?
Apa kau pikir kami akan percaya itu?
Dia harus dirawat sekarang.
Bukan besok, hari ini. Sekarang!
Dan aku tak akan pergi sampai kami dapat ranjang rumah sakit...
Yang kami bisa baringkan puteri kami, malam ini.
Jadi silahkan, panggilah polisi. Aku tak dirugikan.
Selamat pagi, Susannah.
Bagaimana kabarmu?
Terima kasih.
Bisakah kau duduk untukku, Susannah?
Bagus, terima kasih.
Bagaimana perasaanmu?/ Dia ingin selamatkan gadisnya...
Susannah carilah pertolongan. Ada apa denganmu?
Kau mulai hancur...
Kau harus mengeluarkanku dari sini.
Tempatku bukan di sini.
Dan mereka semua mengatakan hal buruk tentangku.
Siapa yang mengatakan hal buruk tentangmu?
Susannah, ada apa denganmu?
Mereka.
Orang-orang dalam TV di sana.
Oke.
Susannah, bisakah kau katakan padaku sedikit tentang...
Bagaimana perasaanmu sebelum kau ke rumah sakit?
Aku merasa lenyap.
Bisakah kau jelaskan itu lebih detil?
Lelah. Seperti aku tak hidup.
Susannah, aku akan menanyaimu beberapa pertanyaan standar.
Dan aku ingin kau menjawab semampumu, oke?
Siapa namamu?/ Susannah Cahalan.
Kau tahu tahun berapa sekarang?/ Astaga. Kau tak dengar itu?
Dengar apa?/ Itu!
Susannah, aku ingin kau fokus dan jawab pertanyaanku, oke?
Kau harus keluarkan aku dari sini.
Sekarang!/ Susannah.
Oke.
Susannah, kami di sini untuk membantumu.
Kami tak akan menyakitimu, oke? Aku janji.
Baiklah./ Jangan menyentuhku.
Oke.
Aku ingin kau rentangkan tanganmu seperti memegang nampan, oke?
Tidak, tidak, tidak. Aku tak ingin melakukannya lagi.
Kenapa kau menginterogasiku?/ Aku tak menginterogasimu, Susannah.
Aku... / Keluar!
Keluar dari kamarku./ Oke.
Kami akan meninggalkanmu sendiri, oke Susannah?
Aku merekam beberapa laguku.
Saat kau mendengarnya, kau akan ingat beberapa hal.
Hei, bicaralah padaku, Susannah.
Kumohon.
Aku.. aku takut.
Aku hanya... Tuhan. Stephen, aku merasa seperti...
Semua orang di sini hanya membicarakanku.
Aku butuh kau./ Hei, hei. Dengarkan aku.
Kita akan cari solusinya.
Kita bisa melaluinya bersama.
Sungguh?/ Ya, sungguh.
Aku punya kepribadian ganda.
Pernahkah kau diperiksa oleh psikiater atau psikologis?
Tidak.
Aku diperiksa oleh psikiater dengan diagnosa Bipolar...
Tapi bukan kepribadian ganda.
Dan apa kau memakai obat untuk itu?
Tidak.
Mereka mencobanya, tapi aku menolak untuk memakainya.
Aku memuntahkannya.
Dr. Khan, aku harus keluar dari sini.
Di sini tak aman lagi bagiku./ Kenapa di sini tak aman bagimu?
Mereka membicarakanku.
Semuanya.
Aku bisa mendengar mereka.
Para suster... membicarakanku.
Dan aku bisa mendengar pikiran mereka.
Kau bisa dengar pikiran mereka?
Kau tahu, mereka pikir aku tak bisa mendengarnya, tapi aku bisa.
Aku mendengarnya dengan jelas.
Aku tak ingin bicara denganmu lagi.
Tolong!
Tidak! Tidak!
Tolong!
Tolong!/ Susannah.
Aku bisa perkirakan dua kemungkinan.
Pertama, penampakan dari Schizophrenia ditambah Psikosis postiks.
Sekarang, jelas dia Psychotic, tapi pertanyaannya...
Darimana Psychotic ini berasal?
Aku akan meresepkan Haloperidol.
Itu bisa membiusnya dan juga kita bisa lakukan tes lebih lanjut, tapi...
Jika sikapnya tak ada perkembangan...
Kurasa kita harus cari rumah sakit besar untuk atasi masalahnya.
Tidak.
Puteriku tak akan pergi ke bangsal orang gila.
Bagaimana kau bisa jelaskan dengan kejangnya?
Bagaimana kau bisa jelaskan bahwa dia tak pernah begini sebelumnya?
Bagaimana kau bisa simpulkan itu tanpa ada semua faktanya?
Dr. Ryan, kenapa kau tak lakukan tes lebih lanjut...
Sebelum kau ancam kami dengan rumah sakit jiwa?
Bagaimana?/ Mereka tak punya apapun.
Tak ada?
Dia sudah di sini seminggu lebih. Maksudku, mereka pasti punya sesuatu.
Mereka tak tahu. Setiap dokter memberi diagnosa yang berbeda.
Satu bilang Bipolar, yang satunya bilang Schizophrenia...
Yang lainnya bilang Psychotic. Entahlah.
Apa maksudnya itu?
Artinya tak ada yang tahu apa yang terjadi.
Dia tak gila, apapun itu.
Aku setuju. Aku rasa itu penjelasan termudah bagi mereka.
Jadi, kita harus terus menekan mereka, agar mereka terus menyelidiki.
Oke, ini penting. Tekanan./ Ya.
Aku hanya ingin kalian tahu bahwa aku berencana...
Untuk tetap di sini sampai mereka tahu apa yang terjadi.
Aku ingin bersamanya dan dia butuh semua ini.
Terima kasih, Stephen./ Ya.
Aku hargai itu./ Permisi.
Kita harus mencari penyebab sarafnya di sini.
Susannah!
Halo. Hai.
Jangan terlalu senang.
Kau terlihat cantik.
Kubawakan bunga palsu untukmu. Apa aku akan memelukmu?
Aku akan melakukannya.
Hei, sayang.
Jadi apa, kau tak ingin bicara padaku sekarang?
Aku punya sesuatu untukmu.
Ini sangat mengecewakan.
Ini kartu ucapan semoga cepat sembuh yang jelek.
Dan semua orang membuatnya. Di kantor, semua orang menandatanganinya.
Dan banyak orang yang menuliskan hal yang sangat...
Mengharukan dimana kau dan aku akan menertawainya.
Bahkan Richard menandatanganinya. Kurasa dia sangat merindukanmu.
Kau seperti murid kecilnya.
Dan aku merindukanmu.
Dan dia merindukanmu. Ini...
Akan kuletakkan di sini.
Kita bisa menertawainya nanti.
Kami menguji Susannah dengan setiap penyakit menular yang kami tahu.
Semua hasilnya negatif, termasuk penyakit Lyme...
Toxoplasmosis, Cryptococcus, TBC, dan banyak lagi.
Semua hasilnya negatif...
Diperkirakan bahwa Susannah punya penyakit Psychotic Primer...
Yang mana aku merasa seperti Skizofrenia.
Jadi apa arti dari semua itu?
Mungkin, ini bukan rumah sakit yang tepat untuk merawatnya.
Sepertinya, Susannah harus dipindahkan ke rumah sakit jiwa.
Oke, dengar. Aku akan terus memantau Susannah...
Setiap hari selama 3 hari ke depan.
Berharap saja ada sesuatu yang muncul...
Dan kita bisa mencari tahu cara menyelesaikan ini...
Dan membuat puterimu kembali sehat.
Sesuatu?
A..aku tak paham ini.
Puteri kami sekarat di sana.
Hasil tesnya tak menunjukkan bahwa dia sekarat, Tn. Cahalan.
Hasil tesnya mengatakan bahwa dia wanita muda yang sehat.
Dia jelas menderita dan kami.../ Aku ingin jawaban!
Itu pekerjaanmu untuk memberi kami jawaban!
Ini bukan permainan anak kecil, dimana kau bermain jadi dokter!
Tidak! Ini nyawa puteriku! Nyawanya ada ditanganmu dan aku ingin jawaban!
Katakan padaku apa yang salah dengan puteriku!
Sejujurnya Tn. Cahalan, kami tak tahu apa yang salah dengan Susannah.
Kami bekerja dan buat keputusan berdasarkan fakta...
Dan pada titik ini, kami tak punya jawaban.
Kami minta maaf karena tak ada yang bisa kami lakukan lagi.
Permisi.
Kami sudah bersiap dan tinggal menunggu keputusanmu.
Tubuh kaku total.
Hei.
Kau tak apa-apa?/ Ya.
Jadi bagaimana perasaanmu?
Seharusnya tak begini, kau tahu.
Aku tahu dia masih di sana. Dia hanya terjebak.
Saat aku melihat matanya, aku bisa lihat dia berteriak ingin keluar.
Kupikir kalian semua, kau dokter....
Kau bisa memberi kami sedikit harapan, kau tahu.
Maksudku, itu pekerjaanmu, kan?
Kuharap liburan kalian menyenangkan./ Terima kasih.
Dan tolong puji kalian sendiri.
Aku ingin bertemu kalian di kelasku minggu depan.
Wow, Dr. Khan.
Ada angin apa ini?/ Aku butuh bantuanmu.
Aku mengajar sekarang, tinggalkan dengan tenang.
Perempuan 21 tahun, tangan kanan.
Gejalanya dimulai dengan sikap maniak, paranoid, emosi yang berlebihan.
Yang membuat jadi kejang, kemudian gejala lain, dan lalu gejala tipe tiga.
Kondisinya terus menurun. Setiap hari.
Sabrina, aku mengajar sekarang.
Hal gilanya selain dari semua ini, dia benar-benar sehat.
Dia tak dalam pengobatan, jenis apapun itu.
Hasil uji fisiknya normal. Hasil uji sarafnya normal.
Infeksi hasilnya negatif, autoimun negatif, gejala metabolisme keracunan negatif.
Semuanya negatif./ Kuakui, itu terdengar sangat menarik.
Tapi seperti kataku, aku mengajar sekarang.
Dia dalam perjalanan menuju rumah sakit jiwa.
Dr. Khan, dari semua ucapanmu, mungkin memang dia harus ke sana.
Tidak. Mudah bagiku untuk mengatakan bahwa dia Bipolar atau Skizofrenia...
Tapi faktanya, ada sesuatu di firasatku...
Yang mengatakan padaku, bahwa bukan itu kasusnya.
Aku tahu perasaan itu. Oke, aku akan memeriksanya.
Bagus.
Aku ingin tahu seperti apa dia. Kuharap kompeten.
Selamat siang. Halo/ Hai, aku Rhona, aku Ibunya Susannah.
Senang bertemu denganmu./ Halo, sama-sama.
Tom, aku Ayahnya./ Tom.
Aku Dr. Najjar dan kau pasti Susannah yang terkenal itu?
Panggil aku Souhel. Senang bertemu denganmu.
Jadi, silahkan duduk./ Oke.
Susannah, akan kulakukan yang terbaik untuk menolongmu.
Aku tak akan menyakitimu dan aku tak akan bohong padamu.
Oke? Oke. Ayo mulai.
Siapa namamu?
Tahun berapa sekarang?
Kita harus tetap kuat untuk Susannah./ Aku tahu.
Hei, kita akan bisa lalui ini.
Ya, kuharap begitu.
Bisakah kau sentuh hidungmu dengan tangan ini?
Bagus sekali.
Stephen?/ Ada apa? Dia baik-baik saja?
Tn. Cahalan.
Kau tahu, kenapa kau tak panggil aku Tom?
Setelah semua yang kau lalui, kau bisa memanggilku brengsek jika kau mau.
Terima kasih.
Kenapa kau tak pulang dan tidur sejenak?
Sekarang.
Bisakah kau berjalan untukku?
Turunlah dari ranjang.
Tidak, tidak.
Dia bisa melakukannya sendiri.
Aku ingin kau berjalan lurus untukku.
Satu kaki di depan kaki lainnya.
Oke, oke.
Semua terlihat bagus./ Benar. Ini sangat bagus.
Apa yang kulewatkan?
Susannah? Bisakah kau menggambar jam untukku?
Dan tuliskan semua nomornya, dari 1 sampai 12.
Seperti yang kau ingat.
Bagus sekali.
Sekarang, tuliskan nomornya. 1 sampai 12.
Dr. Najjar, apa yang kau lihat?
Mungkin aku telat malam ini. Tidak, semua baik-baik saja. Ya.
Dr. Ryan, ini Souhel.
Ya, ya, tapi kurasa aku punya sesuatu yang mungkin kau akan tertarik.
Selamat pagi. Bagaimana perasaanmu?/ Halo.
Aku mungkin punya sedikit penjelasan untukmu.
Aku yakin sebelah kanan dari otaknya dalam kondisi terganggu dan meradang.
Dalam kerusakan otak, saat sebagian otak tak bekerja dunia visual menjadi bersisi.
Seperti jam ini.
Tak seorang pun dengan Psychotic akan bisa menggambar jam seperti ini.
Jadi setidaknya, kau tak menderita Schizophrenia dan Bipolar.
Sekarang, apa yang menyebabkan peradangan ini...
Itu adalah pertanyaan yang harus kita cari jawabannya.
Sayangku, aku tahu kau di sana.
Aku akan lakukan segala cara untuk menemukanmu.
Sebelum lanjut dengan perawatan, kita harus pastikan sebab peradangan.
Kurasa langkah terbaik adalah melakukan biopsi otak.
Apa artinya itu?/ Kami harus melihat otaknya.
Kami harus mengambil potongan kecil otaknya untuk memastikan diagnosa...
Sebelum kami bisa lanjut dengan perawatan.
Entahlah./ Tn. Cahalan, aku berjanji...
Jika dia adalah anakku, aku akan melakukan biopsi otak.
Efisiensi waktu sangat penting di sini...
Aku tahu ini terdengar menerobos, tapi kita kehilangan dia.
Kita akan mencukur bagian depan kepalamu sekitar 4 inch ke puncak kepala.
Lalu kita akan membuat irisan dan mengambil samplenya.
Aku akan di sini untukmu besok pagi.
Jam 07:00. Tolong, istirahat malam ini dan jangan makan, harus puasa.
Terima kasih.
Kau tak apa-apa?
Aku hanya tak ingin harapan kita naik lagi.
Apa maksudmu?/ Rhona, kita di sini sudah sebulan lebih...
Kita dapat banyak dokter, banyak sekali opini, banyak sekali teori...
Banyak sekali harapan dan bantuan, sayangnya semua gagal.
Siapa bilang dia punya jawabannya?/ Oke. Oke, tatap aku.
Jika dokter ini tak punya jawaban, kita akan mencari...
Orang selanjutnya sampai kita temukan jawabannya.
Oke, tapi yang kubutuhkan darimu sekarang ini adalah apa kau setuju?
Karena aku butuh kau dan Susannah membutuhkanmu.
Selamat siang. Aku punya kabar.
Hasilnya kembali dengan pasti untuk Antibodi Reseptor NMDA.
Apa itu?/ Radang otak Antibodi Reseptor NMDA...
Adalah penyakit autoimun dimana antibodi...
Mengincar dan menyerang reseptor yang sangat penting di otak.
Aku tak paham. Bisakah kau permudah penjelasanmu?
Mudahnya, otaknya kebakaran dan diserang oleh tubuhnya sendiri.
Oka, jadi apa selanjutnya?
Kami bisa merawat ini.
Kita menemukannya pada tahap yang masih awal.
Kurasa dia akan baik-baik saja. Dia akan memperoleh 90%...
Kemampuan kognitifnya kembali.
Jadi, kita mungkin bisa memulihkan dia sepenuhnya.
Seperti kataku, Tn. Cahalan ada kemungkinan serius, tapi...
Berharap saja jika tubuhnya menerima dengan perawatannya.
Terima kasih banyak.
Kau akan baik-baik saja.
Aku menemukanmu.
Aku orang yang beruntung.
Karena ada sistem yang dirancang untuk merelakan orang sepertiku.
Akan kumulai perawatannya./ Terima kasih.
Terima kasih pada Dr. Najjar, Aku berhasil ditemukan.
Dia menemukanku.
Tubuhku menyerang otakku.
Kau tak apa-apa?/ Ya.
Itu benar-benar menghancurkan kemampuanku untuk berfungsi.
Berapa banyak orang, menurutmu dalam sejarah yang didiagnosa...
Sebagai Schizophrenic, Psychotic, Bipolar, atau mungkin memang hanya gila...
Saat mereka punya sesuatu yang bisa didiagnosa dengan mudah?
Butuh lama bagiku untuk pulang.
Aku membawakanmu ini.
Aku sangat menyayangimu.
Susannah, kau tak bisa tidur di kasur seharian.
Oh, Astaga. Kita punya rencana. Ayo pergi.
Tidak, tidak, tidak./ Kita pergi.
Kau tahu, jika kita akan ke New York dengan marathon...
Kita punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan, nak.
Kumohon, jangan berhenti dari pekerjaanmu.
Karena jelas sekali kau bukan komedian.
Yah, senang melihatmu kembali dengan kepribadianmu.
Ayoalah, sayang. Kau bisa melakukannya.
Aku harus belajar semuanya dari awal.
Cara untuk berjalan lagi. Cara untuk bicara lagi.
Tersenyum.
Cara untuk menjadi seorang anak.
Untuk mencintai Stephen lagi.
Cara untuk menulis.
Aku harus belajar cara untuk hidup lagi.
Jadi bagaimana keadaanmu?/ Aku baik. Ya.
Ya, kau tahu aku masih dalam pengobatan, tapi aku baik-baik saja.
Aku baca artikel pertamamu sejak kau kembali.
Jangan, itu tak terlalu bagus./ Tidak, tidak, tidak.
Jangan bantah ucapanku, ini sebenarnya sangat bagus.
Ya, jauh lebih baik dari sebelumnya, jadi selamat, halaman pertamamu juga.
Wow./ Ya, kabar bagus, kan?
Ya, terima kasih.
Ada hal lain yang kuinginkan darimu.
Aku ingin kau ceritakan kisahmu, dari awal sampai akhir.
Aku ingin warga New York tahu apa yang telah kau lalui.
Aku ingin kau menulis dari sudut pandang orang pertama.
Cukup sulit membebanimu dengan informasi pribadi...
Tapi kau harus mempertimbangkannya.
Kau tahu?
Kenapa tidak?
Ya?
Ya, jika itu bisa membantu seseorang di luar sana, mungkin...
Itu patut dicoba./ Ya, itu bagus sekali.
Akan butuh waktu untuk menyusunnya, kurasa, tapi...
Ya, Aku tahu. Pakai semua waktu yang kau butuhkan.
Selama aku bisa memilikinya di hari Jumat.
Kau akan memilikinya Kamis malam. Jangan khawatir.
Terima kasih, Susannah.
Kau baik-baik saja?/ Ya, aku baik.
Aku jadi terbiasa dengan orang lain yang menanyai penyakit langkaku.
Meski aku tak pernah coba menjelaskan./ Kau yakin baik-baik saja?
Margo?/ Ya?
Aku sehat./ Maaf.
Jangan jadi terbebani./ Oke.
Bagus. Sekarang jangan bicara padaku.
Susannah yang baru ini sama dengan Susannah lama...
Tapi dia jauh lebih kuat.
Karena untuk pertama kalinya...
Aku merasa siap untuk mengungkap misteri dari apa yang terjadi padaku.
Untuk mencari jawaban.
Jawaban yang mungkin bisa menyelamatkan nyawa.
Susannah Cahalan adalah orang ke 217 yang terdiagnosa Anti-NMDA-Receptor Encephalitis.
Sejak itu, ribuan pasien berhasil terdiagnosa. Memoar Susannah "Brain on Fire" yang laris dipasaran...
Telah membantu orang di seluruh dunia menemukan diagnosa autoimun dan perawatan yang tepat.
Dr. Souhel Najjar terus meneliti obatnya dan membuka klinik pertama di dunia...
Yang ditujukan untuk merawat penyimpangan autoimun otak kompleks.
Dia dan Susannah tetap berteman dekat.
Susannah terus meningkatkan kesadaran penyakit ini sebagai penulis dan jurnalis.
Tahun 2015, dia menikahi Stephen, musisi kesukaannya.
Original Subs By Umbulbil. Translated & Resync By Siberian.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.