Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Italia"
"Alberobello"
"Mereka tiba di desa trulli"
- Astaga. Ini dia. - Terima kasih sudah mengemudi.
Baiklah. Ayo.
- "Ayo." - Ayo.
- Ayo. - Baiklah.
"Mereka akan tidur di trulli malam ini"
Kita harus mengeluarkan koper kita.
"Sekitar 30 kg"
Aku bisa melakukan ini.
Aku tidak menduga akan mendapatkan hadiah ini.
"Astaga"
Tidak, itu tidak ada artinya. Taruh di bahumu lagi.
- Talinya... Baiklah. - Sudah selesai.
- Kita bisa melakukan itu. - Tidak, jangan tinggi-tinggi.
- Aku harus memakainya rendah. - Ya.
Seharusnya di panggulku, bukan di pinggangku.
Astaga.
Satu, dua, tiga!
"Rasanya jauh lebih ringan"
Di mana kacamata hitamku?
"Aku membawanya"
Bukankah kamu memakai kacamata hitam?
"Dia memakainya"
Kamu benar.
"Tertawa"
Dia mencarinya sambil memakainya?
Di mana kacamata hitamku?
Itu lelucon.
Kamu bohong.
Tidak apa-apa. Itu bisa terjadi.
Ayo pergi.
"Berharap dia tidak menjatuhkan apa pun"
Kita pergi sekarang?
"Pergi ke desa Alberobello"
Kita bisa terus lurus.
Ya. Baiklah.
Itu jalannya.
"Se Young yang memesan pemandu trulli"
"Yang lain mengikutinya"
Aku harus pergi lebih dahulu.
Kami akan memberimu tanda.
"Dia berjalan lebih cepat"
Haruskah kita ke sini?
"Yang termuda berjalan cepat"
"Melihat ke depan"
"Melihat peta"
Aku bisa membawanya bersamamu.
- Aku bisa... Kamu membawanya. - Ya.
Ini berat. Aku bisa membawanya sendiri.
- Tidak apa-apa. - Ada penyanyi!
"Seseorang bernyanyi di pintu masuk desa"
Di sini indah sekali. Seperti desa dongeng.
"Di bawah langit biru"
"Terbentang luas"
"Alberobello"
"Desa ini didirikan sejak abad ke-16"
"Ada banyak trulli, dengan atap berbentuk jamur"
"Selagi mengelilingi gang hutan jamur"
"Kamu mungkin akan bertemu Smurf"
"Rasanya seperti berada dalam dongeng"
"Di Alberobello, desa Smurf"
"Hari istimewa apa yang menanti mereka?"
Penginapan kita ada di desa ini?
- Ya. - Baiklah.
Di sini indah sekali.
Kita bisa melihat-lihat desa seharian.
Kita bisa menghabiskan waktu seharian.
Kurasa kaktus itu terkenal.
Itu pasti ciri khas di sini.
Kaktus itu.
Maksudmu pir berduri?
Benar. Yang ini.
"Tanaman membuat suasana desa lebih hidup"
- Di sini juga indah. - Ada bunga di gang.
"Selagi membawa koper berat"
Indah sekali.
"Dia tidak bisa melepaskan pandangannya dari desa indah ini"
Rasanya berbeda di sini.
"Mereka melihat desa dengan kagum"
Ini indah dan menggemaskan.
Ini sangat eksotis.
- Indah sekali! - Ini indah.
"Itu membuatmu ingin segera masuk ke salah satu trulli"
Indahnya.
"Itu membuatmu ingin segera masuk ke salah satu trulli"
Aku senang berada di sini.
"Di mana mereka akan tinggal?"
"Terengah-engah"
Kurasa kita tidak menuju tempat 400 meter di atas permukaan laut.
Bukan 400 meter di atas permukaan laut, ya?
"Mereka terus berjalan di jalan menanjak"
Astaga. Curam sekali.
"Jalan menanjak berlanjut"
"Ranselnya terasa berat"
Aku meluncur mundur.
"Mereka punya banyak barang untuk dibawa"
Sebaiknya aku berhati-hati.
Panas sekali.
"Waktu terpanas"
"Suhu saat ini 36 derajat Celsius, dan terasa 38 derajat Celsius"
Rasanya panas sekali, dan banyak yang harus kita bawa sekarang.
Ada banyak orang di sini.
"Lebih buruknya lagi, ada banyak orang di gang"
"Makin ramai saat mereka berjalan di gang"
Aku harus berhati-hati.
"Ini waktu terpadat"
Aku ingin mandi.
Mandi pagi ini terasa sia-sia. Aku berkeringat banyak.
Ini hampir di puncak bukit.
"Kaki mereka terasa berat"
Aku berkeringat.
"Mengelap keringatnya"
"Sementara itu, Se Young memimpin"
- Kita hampir sampai! - Begitu rupanya.
"Saat orang lain merasa lelah"
"Se Young berjalan lebih cepat"
Aku harus pergi ke resepsionis.
"Dia harus menemukan resepsionis"
Kalian mau melihat-lihat sebentar?
"Dia memutuskan untuk mencari resepsionis"
Baiklah. Santai saja.
Tunggu sebentar.
"Dia tidak bisa menemukan resepsionis"
Tunggu di sini. Aku akan menanyakannya.
Halo.
Hai.
Aku akan menginap di trulli,
tapi aku tidak bisa menemukannya.
- Kamu sudah mendaftar masuk. - Belum.
Ikut aku.
- Kemarilah. - Ya.
Kamu lihat payung putih itu?
- ATM? - ATM, ya.
Ada orang baik lainnya.
Hatinya baik.
"Mereka merasakan kebaikan Italia Selatan"
- Mengerti? - Baiklah. Terima kasih banyak.
- Sama-sama. - Terima kasih.
Mi Ran, di sini.
"Mi Ran, aku menemukan resepsionisnya"
- Ini... - Ini resepsionisnya.
"Apa?"
"Mi Ran bijaksana"
Tertulis di sini.
"Resepsionisnya di sini!"
Itu resepsionisnya.
Kalau begitu, kita harus pergi ke...
- Seharusnya ada di suatu tempat. - Resepsionisnya di sini.
Bagaimana kamu melihatnya?
Tertulis "Reception" di sana.
- Halo. - Halo.
Kalian sudah memesan tempat?
- Namanya Lee Se Young. - Lee Se Young.
Jadi, kamu Lee Se Young?
- Ya. - Ya.
"Ya, aku Lee Se Young!"
Selamat datang di Alberobello.
Tolong dokumenmu.
- Dokumen. - Terima kasih banyak.
"Menyerahkan paspornya untuk mendaftarkan informasi"
- Ini. - Terima kasih banyak.
Mari kita pergi ke trulli-mu yang indah.
- Ya, ayo. - Ini dia.
Andiamo!
Andiamo!
Kita akan pergi ke arah sana. Ikuti aku.
- Baik, Pak. - Ya!
Apa arti "Andiamo"
- dalam bahasa Inggris? - "Andiamo" berarti
- "Ayo!" - "Ayo."
- Andiamo? - Baiklah.
- Andiamo! - Andiamo.
- Setiap gang tampak sangat indah. - Ya.
Selamat datang di bagian tertua dari Alberobello kami.
Selamat datang.
Ini sangat autentik.
Inilah trulli.
- Ini dibuat dengan menumpuk batu. - Itulah maksudku.
Desa ini adalah Warisan Dunia.
Mereka membuat ini dengan menumpuk batu.
Luar biasa.
Sulit dipercaya.
"Rumah-rumahnya hanya terbuat dari batu"
Bagaimana mereka melakukannya?
"Bagaimana rumah bisa terbuat dari batu?"
Benar. Bagaimana mereka melakukannya?
"Mereka makin penasaran dengan interiornya"
Aku ingin membangunnya sendiri.
Aku ingin membuatnya istimewa untuk kalian hari ini.
Apa?
Jadi, kalian akan paham orang-orang kami yang dahulu tinggal di trulli.
Ya.
"Museum Trulli hanya terbuka untuk tamu"
Dia akan menunjukkan cara mereka tinggal di sini.
Lagi...
Aku antusias.
Lebih dari 200 tahun.
Dua ratus tahun?
- Dua ratus tahun? - Dua ratus tahun.
- Lebih dari 200. - Lebih dari itu.
"Bagaimana tampilan trulli berusia 200 tahun di dalam?"
Rasanya seperti mengunjungi rumah sungguhan.
"Itu jelas menunjukkan bagaimana orang-orang tinggal di sini"
"Interior uniknya terlihat seperti sarang semut"
"Takjub"
"Seperti inilah bagian dalamnya"
"Seperti apa kehidupan di trulli?"
Kotaku, selama dua abad,
berada di hutan, tersembunyi.
"Atap yang tampak manis ini memiliki sejarah menyakitkan"
"Standar pengenaan pajak"
"Adalah atap rumah"
Antara tahun 1550 dan 1787,
orang membangun rumah ini karena tidak mau membayar pajak.
"Orang bangun rumah yang mudah runtuh guna menghindari pajak berat"
Saat inspektur, penagih pajak,
dari kerajaan datang,
kamu melepas batu terakhir.
Kamu tidak membayar pajak untuk rumah yang belum selesai.
- Benarkah? - Jadi, untuk trulli,
kamu tidak membayar pajak.
"Begitulah orang-orang tidak membayar pajak untuk trulli"
Dan setiap sudut
adalah satu ruangan.
Hewan.
"Mereka punya hewan di rumah"
- Hewan? - Hewan!
Itu bagus.
Orang-orang tinggal bersama dengan hewan.
- Lihat. Ada hewan. - Itu mereka.
Apa itu?
"Kandang kecil di sudut trulli"
Luar biasa.
Astaga.
"Pemandangan kandang yang asing di dalam rumah"
Dari panas tubuh hewan,
rumah itu hangat.
"Panas yang dipancarkan dari hewan memanaskan rumah"
Mereka mengecat rumah putih di luar
untuk memantulkan matahari.
Itu menjaga suhu tetap di dalam.
"Lalu suhunya konstan di dalam"
- Ini kualitas yang sangat indah. - Hanya ada beberapa jendela.
Benar.
"Matahari selatan yang panas"
"Ditutupi dinding putih tebal"
"Dan jendela-jendela kecil"
"Rumah ini sejuk pada musim panas dan hangat pada musim dingin"
Banyak keluarga merestorasi rumah-rumah ini,
dan mereka mengubah rumah
menjadi hotel, akomodasi untuk wisatawan.
Jadi, kalian tidur di satu rumah,
yang berusia 250 tahun.
- Baiklah. - Kalian mau lihat?
- Ya, Pak. - Ayo.
- Ayo. - Ayo!
- Andiamo! - Andiamo.
- Di kanan. - Benar.
Ini.
Ini semua untuk kalian.
Luar biasa.
Baiklah.
"Atapnya memiliki pola sinar matahari"
Mari kita lihat ke dalam. Selamat datang.
"Seperti apa bagian dalamnya?"
"Ini dia"
Rasanya sejuk di dalam.
"Itu menjaga struktur lama"
"Kelihatannya sederhana, tapi ada semua yang mereka butuhkan"
Kurasa tidak ada penyejuk ruangan di sini.
- Tapi rasanya sejuk. - Sejuk tanpa penyejuk ruangan.
Benar.
Dinding putih menjaga suhu tetap optimal.
"Dinding putih menjaga suhu tetap optimal"
"Kebijaksanaan masa lalu"
"Dan kenyamanan modern berdampingan"
Menyenangkan sekali di sini.
- Aku suka tempat ini. - Aku juga.
Tiba-tiba aku merasa antusias.
"Antusias"
Kurasa mereka menyalakan lilin di sini.
"Menjelajahi trulli"
Akan bagus jika kita menyajikan makanan di sini.
Warna peralatan makannya indah sekali.
"Mengagumi semuanya"
Apa kita punya kulkas di sini?
Kulkas? Kurasa kita punya satu.
Ini kulkas mini.
- Mari masukkan sayurannya sekarang. - Rasanya sangat sejuk.
Rasanya sangat sejuk di sini.
Sejuk sekali tanpa penyejuk ruangan.
"Sejuk tanpa penyejuk ruangan"
"Sains trulli yang luar biasa"
Aku harus duduk sebentar.
Rasanya nyaman sekali.
Ada jendela kecil.
"Nyaman"
Aku berkeringat.
Ada banyak turis di luar pada jam ini.
Begitu rupanya.
"Jam makan siang, jam paling ramai"
"Orang-orang berjalan menutupi diri dari sinar matahari"
"Waktu saat ini, pukul 12.40"
"Hindari keluar di tengah hari"
"Kiat untuk bepergian di Italia selatan!"
Nyaman sekali.
"Istirahat sebentar di trulli yang dingin"
Rasanya sejuk.
"Tertidur"
"Se Young berbaring di samping Mi Ran"
"Menempel di lengan Mi Ran"
Astaga, panas. Kulitku terasa sangat panas.
"Mi Ran merasa panas saat Se Young memegang lengannya"
- Mi Ran, apa tubuhku terasa hangat? - Ya.
"Benar-benar terasa panas"
Kamu terjaga?
- Kamu harus berbaring, Sun Young. - Kemarilah.
- Ayo ke tengah. - Berbaringlah di sini.
Kamu mau angin sepoi-sepoi?
Hentikan. Kamu akan kepanasan. Jangan bergerak.
Aku harus menghangatkan tubuhku.
- Aku kedinginan sekarang. - Benarkah?
- Aku ingin mode angin alami. - Mode angin alami?
"Mode angin alami menyala"
Aku akan memberimu angin alami dan tarian juga.
- "Mode menari." - Tolong mode retro.
- Mode retro. - Mode retro?
"Langsung beralih ke mode retro"
Tapi tidak menghasilkan angin.
Kamu pandai menari?
Tidak, aku hanya meniru.
Menirukan saja sudah cukup.
"Kipas yang disesuaikan"
Aku bisa melakukan gerakan tari lama.
"Waktu saat ini, pukul 14.30"
"Di luar tidak terlalu panas dan tidak terlalu ramai"
Matahari akan terbenam sekarang.
Kalau begitu, mau keluar?
Aku tinggal di gedung dengan sejarah panjang.
"Mereka tinggal di gedung dengan sejarah panjang"
Dia bilang 250 tahun?
- Dia bilang lebih dari 250 tahun. - Benar.
Apa ini semua penginapan?
- Atau orang-orang tinggal di sini? - Kurasa begitu.
- Ini seperti desa rakyat. - Benar.
Benar. Ini seperti rumah beratap jerami di Korea.
"Mari mengitari Alberobello dengan sungguh-sungguh"
Anginnya terasa sejuk.
Rasanya sejuk.
Rasanya sejuk.
- Kamu harus melakukannya sekarang. - Apa? Apa yang harus kulakukan?
"Lagu ini"
"Dari iklan minuman olahraga, ikon kecantikan murni"
"Ju Bin mengenakan pakaian biru"
"Bernyanyi"
"Aku, Lee Ju Bin mewakili kecantikan alami!"
Astaga, rambutku.
Kurasa ini salah.
- Kamu mengejutkanku. - Kamu tampak gila.
Wanita gila.
"Kecantikan murni yang menjadi gila"
- Kita merekam dari dekat sekarang. - Benarkah?
Ini jelas jauh lebih sepi daripada sebelumnya.
Tadi pasti waktu tersibuk.
"Matahari mulai terbenam di sore hari"
Jalan ini juga sangat indah.
"Jalanan lebih tenang dengan perginya turis"
Indah sekali.
Tempat ini sangat putih.
Indahnya. Manis sekali.
Indah sekali.
Setiap jalan kecil sangat...
"Kota seputih salju dengan semburat warna di gang"
"Tempat ini membuatmu ingin berhenti dan berfoto"
Tempat ini juga indah. Bunga-bunga di gang.
Indah sekali cara mereka mendekorasi di atas pintu.
"Setiap dinding putih dihias dengan cara yang unik"
"Ada barang-barang kecil manis di setiap gang"
Jalan ini juga sangat indah.
"Ada barang-barang kecil yang manis di setiap gang"
- Aku suka semuanya di sini. - Astaga.
- Pasti ada banyak hadiah bagus. - Manis sekali!
"Banyak barang berbentuk trulli"
Magnet.
- Kamu tidak mau magnet? - Aku akan membelinya nanti.
Terlihat lebih bagus dari sini.
Astaga. Setiap gang sangat...
"Di berbagai jalanan Alberobello"
"Ada banyak tempat foto yang manis"
Orang-orang harus banyak berfoto di sini.
"Ada banyak tempat foto yang manis"
"Kamu bisa ambil foto menakjubkan dengan trulli di belakang"
"Di Alberobello, kota yang terasa seperti dari buku cerita"
"Semua orang berhenti untuk berfoto"
- Mari berfoto di sini. - Baiklah.
"Para gadis yang lebih muda juga berswafoto sambil mengobrol manis"
- Rambutku seperti meledak. - Ini alami dan cantik.
Terima kasih.
Kamu tidak boleh melihat ke kamera. Kamu harus terlihat tidak peduli.
"Tidak peduli"
Aku terlihat seperti orang bodoh.
"Hasil dari foto tidak peduli, gaya Generasi MZ"
"Dia gagal mendapatkan foto profil yang layak"
- Mi Ran. Tempat ini indah sekali. - Latar belakangnya.
- Apa ini pohon zaitun? - Ya.
- Kurasa setiap rumah punya satu. - Ada zaitun di sini.
- Apa ini zaitun? - Zaitun.
Astaga.
Aku sering melihatnya, tapi aku tidak tahu itu zaitun.
Mi Ran tahu.
"Empat puluh persen zaitun Italia"
"Berasal dari bagian selatan negara ini"
"Kamu bisa melihat zaitun hijau ke mana pun kamu pergi"
- Aku bilang warnanya indah - Benar.
karena diredam dengan baik.
Pasti karena itu warnanya zaitun.
"Setelah melihat-lihat berbagai jalan kecil"
Tunggu.
- Halo. - Halo.
Aku mulai lapar.
- Kurasa itu restoran. - Ya.
- Yang itu? - Ya.
Baiklah. Bar, kantin, restoran.
- Bagus. - Ayo.
- Ayo pergi saja. - Jalan ini indah.
Aku sudah menyukai tempat ini
- saat kita berjalan. - Benar.
Aku juga melihatnya. Jalan berbunga ini.
"Restoran ini menarik perhatian dengan bunga berwarna-warni"
- Ini sangat nyaman dan sejuk. - Anginnya.
- Anginnya sejuk sekali. - Anginnya.
"Bahkan anginnya bagus"
"Makanan baru apa yang ada di Alberobello?"
- Halo. - Halo. Kumohon.
- Kentang goreng dan salad tomat. - Kentang goreng.
Ya.
Pasta dengan sosis dan saus tomat.
- Ya. - Ya.
Dan...
Aku ingin makan ini.
- Aperol Spritz. - Baik.
Minuman?
- Kurasa itu koktail lokal. - Koktail.
"Koktail apa itu?"
- Aperol Spritz. - Baiklah.
"Koktail jeruk apa ini?"
- Aperol Spritz. - Baiklah.
"Koktail jeruk apa ini?"
"Saat kamu bepergian ke Italia di musim panas"
"Kamu sering melihat minuman ini di meja"
Minuman itu juga tampak lezat.
Apa itu?
"Minuman jeruk yang menarik perhatian"
"Di sini juga"
"Bagaimana rasanya?"
"Kenapa orang Italia banyak meminumnya pada musim panas?"
"Koktail jeruk ini membuat Mi Ran penasaran"
Kelihatannya lezat.
"Langsung menyeruput"
Bagaimana rasanya, Mi Ran?
Bandingkan dengan sesuatu yang tidak asing bagi kita.
"Penasaran"
Ini seperti teh hitam...
Apa itu menyegarkan?
"Teh hitam dan..."
Dengan alkohol?
Teh hitam dengan alkohol?
Ini agak pahit, tapi juga manis.
Lihat dirimu.
Apa ini Bacchus-D?
"Minuman ini terasa seperti minuman energi"
"Dalam anggur soda dingin"
"Kamu mencampur minuman jeruk manis dan pahit"
"Dicampur, itu menjadi dua kali lebih menyegarkan"
Rasanya seperti Bacchus-D. Atau rum?
- Ada gin atau rum di dalamnya. - Ada sesuatu di dalamnya.
Sepertinya begitu.
"Ini penyegaran sempurna di hari musim panas"
Tempat ini indah sekali.
Bisa berikan minyak zaitunnya?
Benar. Kenapa ini sangat...
Aku mau hidangan kecap.
Aku mau hidangan kecap.
- Hidangan kecap. - Kita bisa meminta...
"Se Young Aktif berlari mengambil piring kecil"
Permisi.
- Piring. - Piring?
Untuk saus.
- Minyak zaitun. - Baiklah.
Apa dia meminta piring?
Teman-teman. Makanlah banyak minyak.
"Besar"
Ya.
"Mereka tidak punya piring kecil"
Kita bisa tuangkan sedikit dan memakannya dengan rapi.
Mari berfoto karena ini manis.
"Mi Ran ingin merespons sisi manis Se Young"
Manis sekali.
"Cinta yang dia miliki untuk para gadis bisa mengisi piring besar!"
- Ini enak. - Garam juga?
- Kentang goreng. - Terima kasih.
- Kelihatannya sangat lezat. - Benar juga.
Warnanya sangat bagus dan keemasan.
- Dengan kentang goreng. - Ya. Terima kasih.
"Mereka menerima semua makanan yang mereka pesan"
- Mari makan. - Selamat menikmati.
Kelihatannya lezat.
"Mi Ran akan mencoba pastanya lebih dahulu"
Di sini, mereka tidak menggunakan pasta yang berbentuk seperti mi.
Mereka menggunakan pasta yang terlihat seperti ini.
"Pasta yang terlihat seperti ini?"
Itu pasta yang kita beli.
"Senang melihatnya"
"Pasta dengan bentuk unik ini"
"Mereka menemukannya secara acak di gang di Bari"
"Pasta berbentuk telinga kecil ini disebut orecchiette"
Aku penasaran bagaimana rasanya.
"Mereka membeli sekantong karena penasaran"
Aku belum memakai ini, jadi, aku akan mencampurnya.
Ini dia.
"Apa bedanya dengan pasta biasa?"
Aku harus mencicipi pasta ini.
Bagaimana? Apa itu kering?
- Bagaimana? - Begini...
- Ini sangat kenyal. - Kenyal?
Ini kenyal.
Boleh aku mencicipinya?
Silakan.
"Garpu mereka berkumpul di depan pasta"
Mari kita coba.
"Meniupnya"
- Terima kasih. - Panas.
- Begitu rupanya. - Enak?
- Ini memang dibuat dengan tomat. - Benar.
"Mereka bisa merasakan sausnya?"
"Bagian cekung ini menahan sausnya, membuatnya terasa lebih kuat"
- Kenyal. - Ini kenyal.
"Teksturnya kenyal"
Teksturnya menarik saat kamu mengunyahnya dalam waktu lama.
Rasanya seperti nasi. Karena ada gigitannya.
Aku sungguh akan membuat sujebi dengan ini.
"Penuh dengan ide"
- Aku menantikannya. - Bagus.
"Mereka tidak sabar menunggu hidangan orecchiette-nya"
- Haruskah kutaruh ini di sini? - Ya?
Se Young, coba ini.
Ini mayones dan saus tomat.
Ini enak.
Ini keju parut seperti parmesan parut?
- Ini kasar. - Aku akan menaburkannya di sini.
Bagus.
"Menaburkannya tanpa ragu"
- Itu agak... - Indah sekali.
"Mi Ran, banyak sekali!"
"Dilapisi keju"
Terlihat lebih indah dengan taburan keju.
Dia bilang itu indah.
"Dia luar biasa. Menurutnya itu indah"
Keju.
Aku menyadari kenapa aku jatuh cinta kepada Sun Young.
- Kenapa? - Aku?
"Itu melelahkan. Ini tidak akan berhasil."
- Dia tidak bilang begitu. - Dia tidak merengek.
- Dia positif. - Aku suka itu darinya.
"Sekarang lebih menarik."
Kamu punya "Layar Sun Young".
- Semuanya... - Indah dan positif.
"Saat ada yang bilang tentang salah memotong roti..."
"Lebih enak seperti ini"
"Saat mereka salah jalan..."
"Kita bisa berkeliling berkat itu"
"Aku menyukainya"
"Tidak"
"Ini tidak keren karena itu"
"Tidak. Ini buruk"
"Kamu tidak mengatakan hal seperti itu"
"Pemikiran seperti itu tidak ada artinya"
"Kamu memikirkan hal baik saat punya waktu untuk mengeluh"
"Dia selalu positif"
Itu sebabnya aku...
"Aku tidak bisa tidak jatuh cinta kepadanya"
Bagaimana dia bisa begitu cantik?
"Pusing"
- Ini alasannya. - Benar.
- Kita bisa melakukannya. - Astaga.
- Senang mendengarnya. - Astaga.
Alih-alih mengatakan ini dan itu tidak akan berhasil.
- Aku menjadi malu. Cepat makan. - Benar.
- Kamu menangis lagi? - Aku tidak suka...
- Kamu menangis? - Kali ini kamu?
Aku tidak suka mendapat perhatian.
Teruslah makan.
- Dia manis. - Manis.
Bukankah kentang goreng ini enak sekali?
- Benar. Ini kentang yang enak. - Ini lezat.
"Masing-masing dari mereka fokus pada makanan"
"Berdasarkan preferensi mereka"
"Menikmati"
"Menyesap"
"Menyesap lagi"
- Astaga. Aku mulai mabuk. - Benarkah?
"Dia baik-baik saja?"
Senyum.
"Setelah menyesapnya, berpikir rasanya tidak kuat..."
Apa kita bermimpi?
"Bersenandung"
"Karena koktailnya menghilang"
"Kegembiraannya meningkat"
Apa ada karaoke di sini?
"Cegukan"
Apa ada karaoke di sini?
- Karaoke? - Karaoke.
"Aku ingin bernyanyi sekarang"
Haruskah kita membuat karaoke sendiri nanti?
- Ya. - Begitukah?
Ada fungsi untuk memainkan versi instrumental.
- Tidak. - Mari kita lakukan.
Aku benci karaoke.
Kamu akan menyukainya.
"Mi Ran yang energik benci karaoke?"
Jadikan ini kesempatan untuk menyukainya kali ini.
Saat masih SD, aku sangat pemalu.
Tapi guru zaman dahulu selalu menyuruhku bernyanyi.
Untuk menyanyikan lagu trot.
- Aku tidak mau. - Itu mengerikan.
"Dia menyanyikan seluruh lagu dengan suara gemetar seperti kambing"
- Dia menyanyikannya. - Tapi dia melakukannya.
Bukankah dia membuatmu bernyanyi karena kamu pandai melakukannya?
Lalu saat SMP, aku yang bertanggung jawab menghibur.
Aku bukan anak kecil
yang suka naik dan memimpin kelas.
Aku bukan anak seperti itu.
"Dia sangat malu datang ke pusat"
"Tapi saat dia melakukannya"
"Mi Ran, penuh energi, sangat pandai melakukannya"
Aku juga sama. Aku benci mendapat perhatian.
Sama denganmu,
saat aku diminta melakukan sesuatu,
- aku harus menyelesaikannya. - Kamu melakukannya saat disuruh.
Jadi, aku mencoba bersembunyi dan menghindari
karena aku tidak ingin melakukannya.
Seni dan pendidikan jasmani sulit bagiku.
Aku benci kelas musik dan seni.
Saat mereka memintamu maju dan melakukan sesuatu?
Aku gemetar kencang.
"Ironisnya, mereka menjadi aktor"
"Mereka berempat mirip satu sama lain seperti atap trulli"
Haruskah kita berjalan-jalan?
Mereka bilang ada barang-barang lokal.
- Ya. - Mungkin ada barang bagus.
"Sun Young pasti menemukan toko khusus"
Itu toko kelontong di kota.
- Toko kelontong. - Ya.
Permisi.
Akan ada di kanan kita saat kita terus menyusuri jalan.
Melewati toko suvenir.
Kita harus memikirkan jalan kembali ke atas.
- Ya. Satu menit berjalan kaki. - Baiklah.
Jaraknya 50 meter.
Astaga. Bukankah itu tepat di depan kita?
"Sudah dekat!"
Jaraknya 50 meter?
- Turunan 50 meter di bawah sana. - Itu cukup jauh.
"Ini tidak mudah bagiku"
"Dia pusing memikirkan untuk mendaki kembali"
- Kalau begitu,.. - Ayo.
Astaga. Itu cukup jauh.
Mi Ran, berjalanlah perlahan.
"Se Young memimpin untuk mencari jalan"
- Ada anak anjing. - Di mana?
- Di sini. - Apa ada anak anjing?
- Itu dachshund. - Bukankah bokongnya menggemaskan?
Itu dachshund.
"Fokus mereka teralihkan"
- Halo. - Manis sekali.
Astaga. Para pencinta anjing itu.
Kita bahkan tidak bisa berjalan 100 meter.
Mi Ran.
"Kami datang"
Tunggu. Bukankah ini toko kelontong?
Akhirnya aku bisa melihat anak anjing.
Hei. Kurasa ini toko kelontong.
Di sini? Kelihatannya bagus.
- Benar. - Di sini, Mi Ran.
"Trullo". Di sini.
Di sini.
Tertulis lokal.
- Ayo masuk. - Aku menyukainya.
- Halo. - Halo.
Halo.
"Mencengangkan"
Ini juga trulli.
- Mereka punya segalanya. - Benar.
"Penuh dengan bahan makanan lokal"
Astaga. Yang benar saja.
Mereka punya berbagai jenis.
Itu zaitun segar berbumbu.
Ini buatan tangan.
- Apa itu juga pasta? - Apa itu pasta juga?
Ya. Itu pasta lokal.
Ini dibuat dengan sayuran.
"Mereka mendapatkan warna pasta dari sayuran"
Semuanya alami.
"Ada pasta berbentuk pita juga"
Produk tradisional lainnya adalah minyak zaitun.
Minyak zaitun dibuat dengan zaitun
dari Alberobello.
"Lemon, jeruk, jamur, bawang putih, basil..."
Ini dibuat dengan cara alami.
Jadi, ada minyak zaitun dan sari lemon.
"Mereka berjalan menuju bahan-bahan seolah-olah kerasukan"
Ini krim pistacio.
- Apa ini? - Yang mana?
- Aku juga penasaran tentang itu. - Ya.
Botolnya terlihat seperti botol alkohol.
- Mungkinkah itu alkohol? - Benar.
Apa semua ini buatan tangan?
Ya, tentu saja.
- Ya. Semuanya buatan tangan. - Begitu rupanya.
Bukan dari kota lain.
Mereka hanya dari desa
di area Alberobello.
Aku suka capers.
Aku ingin mencobanya.
Apa ada yang kamu inginkan?
Astaga. Apa ini?
Aku juga. Aku selalu mencicipinya.
"Itu muncul seperti oasis"
"Sudut mencicipi makanan lokal"
Kita harus menaruhnya di sini.
- Boleh aku mencobanya? - Ya, tentu saja.
Bersama dengan yang ini?
Ini keju lokal.
Keju ini adalah caciocavallo.
Begitu rupanya.
"Takjub"
"Keju dengan bentuk unik ini"
"Adalah caciocavallo, keju tradisional"
"Yang dibuat di Italia Selatan, dibuat dengan susu domba atau sapi"
Terlihat seperti labu.
Manis sekali.
Ini capocollo.
- Ini daging tradisional. - Ya.
Ini seperti dendeng sapi.
"Kamu menaruhnya di roti atau piza"
- Benar. - Jika mau, kamu bisa mencobanya.
Kusarankan kamu melakukannya dengan cara Italia.
"Dengan cara Italia?"
Dengan tanganmu.
Itu lebih mudah.
Dengan cara Italia dengan tanganmu.
"Ara, capocollo"
Itu lebih mudah.
"Caciocavallo"
Apa terlalu besar?
"Dia makan kombo Alberobello"
"Dengan cara Italia"
- Enak? - Bagaimana?
"Bagaimana rasanya?"
Cocok satu sama lain.
Ini ham kering. Agak asin.
Cara Italia adalah menggunakan tanganmu. Ya.
Itu camilan yang enak.
"Ju Bin juga langsung memasukkannya ke mulutnya"
Jika kamu mau, ada roti juga.
- Boleh kucoba satu lagi? - Ya. Tentu saja.
Ayo.
Jika kamu mau, ada roti juga.
Dan zaitun raksasa kami.
Astaga. Besar sekali.
Namanya Bella di Cerignola.
Bella.
- Bella di Cerignola. - Cerignola.
"Dari pintu masuk"
"Mi Ran memilih zaitun raksasa berbumbu"
Ini sama sekali tidak asin. Enak sekali.
- Zaitunnya enak. - Benar, bukan?
"Renyah"
Kamu tidak bisa makan zaitun lain setelah makan yang ini.
- Enak, Sun Young? - Enak sekali.
Rasanya luar biasa.
"Menyegarkan mulut begitu kamu memakannya"
- Mari beli ini. - Zaitun?
- Zaitun. - Zaitun? Baiklah.
"Bu, kami akan membeli zaitun"
- Karena itulah... - Kami membeli zaitun.
Kita harus membelinya saat melihatnya.
Kita mungkin menyesal tidak membelinya nanti.
- "Seharusnya kita membelinya." - Benar.
Kita menghemat uang kemarin.
Kita mungkin tidak punya kesempatan ini
- untuk memakannya lagi. - Benar.
Dompetnya terbuka.
- Siapa? Sun Young? - Dompetnya terbuka lebar.
"Dia menyampaikan kabar bahwa dompet bendahara telah terbuka"
- Ini? - Ya. Baiklah.
- Keju mozzarella? - Keju mozzarella.
- Kamu dapat mozzarella. Baiklah. - Ya.
"Mozzarella, dibayar"
Itu yang terkecil, bukan?
- Bagaimana dengan ini? - Aku menyukainya.
- Kita bisa mencelupkannya ke sini. - Aku akan menjadi lezat.
Dan...
- Apa ini taralli? - Ya.
Ini seperti salah satu camilan yang paling disukai.
Aku ingin membeli sebotol minyak zaitun.
Mana yang lebih terkenal?
- Yang lemon. - Lemon.
"Minyak zaitun lemon, dibayar"
Berikan tasnya. Terima kasih.
"Tasnya berat sekarang"
"Pemilik toko senang dengan bisnis yang sukses"
Jika kamu mau, ada pemandangan panorama.
- Kamu mau melihatnya? Ini bagus. - Ya.
Mereka akan menunjukkan pemandangan panorama.
"Pemandangan panorama?"
Ya. Kamu bisa melihat trulli dari sini.
Apa kita bisa melihat atapnya?
- Dalam perjalanan turun. - Kita...
Panorama?
Astaga.
Astaga. Di sini indah sekali.
- Astaga. - Astaga.
Astaga. Di sini indah sekali.
- Astaga. - Astaga.
"Melewati tangga"
"Atap trulli terbuka"
- Astaga. - Astaga.
- Ini zona foto. - Indah sekali.
Lihat bagian belakangnya.
"Terkejut"
Tempat ini keren sekali.
Ini zona foto.
"Atap trulli tepat di depan mata mereka!"
Satu, dua, tiga.
Astaga.
- Itu buruk. - Astaga.
"Rasanya mereka seperti berada di tengah atap trulli"
Astaga. Di sana indah sekali. Sisi ini juga bagus,
- tapi sisi itu benar-benar... - Ya. Ini indah.
Kita harus berfoto dengan itu sebagai latar belakang.
"Ini tempat untuk melihat atap trulli dari dekat"
Lihat di atas ventilasi udara.
Ada patung. Yang itu ayam jantan.
- Semuanya berbeda. - Masing-masing bentuknya berbeda.
Ya. Selimutnya terlihat berbeda.
- Ada ayam jantan. - Ya.
Astaga.
Senang sekali melihat mereka dari atap.
"Atap kecil memberi mereka pemandangan baru"
- Astaga. Indah sekali. - Itu kearifan leluhur.
- Kamu mau aku memotretnya? - Aku akan memotretnya untukmu.
Satu, dua, tiga.
Mi Ran. Indah sekali. Astaga.
"Berpose dengan satu tangan di bawah"
Satu, dua, tiga.
Panas! Tanganku terbakar.
"Dia lupa suhunya 38 derajat Celsius sekarang"
"Tanganku mulai matang"
Mau kuambilkan untukmu?
Baiklah. Biayanya tiga euro. Cepat.
"Mulai sekarang, tiga euro untuk mengambil foto terbaik di hidupmu"
- Tiga euro? - Tiga euro?
"Memaksa mereka mengambil foto terbaik"
"Berteriak"
"Mereka bisa merasakan panas Italia Selatan melalui birai yang mendesis"
Baiklah. Beri aku tiga euro.
"Tempat yang tidak terduga"
"Setiap foto adalah foto terbaik dalam hidupmu"
- Terima kasih. - Terima kasih.
- Terima kasih. Sampai jumpa. - Ini tidak pernah berakhir.
- Sampai jumpa. - Terima kasih.
Aku senang kita membelinya.
- Haruskah kita masuk ke trulli? - Ya.
"Haruskah kita masuk ke trulli sebentar?"
"Menghela napas"
"Kenapa dia tiba-tiba menghela napas?"
"Itu karena mereka harus mendaki jalan menanjak lagi"
"Meskipun panas dari matahari sudah berkurang sedikit"
"Suhunya 30 derajat Celsius sekarang"
"Mereka mulai mendaki"
"Kukira panasnya sudah hilang"
Astaga. Panasnya.
"Berjalan dengan lesu"
"Jalan menanjak membuat mereka mengerang"
"Apa yang Mi Ran temukan?"
"Es krim!"
- Maukah kamu membelikanku itu? - Baiklah.
"Aku tidak tahan lagi"
- Belikan aku rasa tropis. - Yang mana? "Tropis."
Yang mirip es kacang merah.
Mari makan ini dan gelato juga. Mari makan semuanya.
Halo.
Dia memindainya.
Aku akan ambil yang kecil.
- Baiklah. Yang ini dan... - Apa ini?
- Aku akan ambil yang ditekan. - Yang ini?
Meleleh. Cepat pilih. Bagaimana denganmu?
- Apa yang akan kamu pilih? - Aku juga akan mengambil lemon.
- Lemon. - Yang itu tampak enak.
Ya. Ayo.
"Mereka membayar dengan cepat kalau-kalau es krimnya meleleh"
- Astaga. - Maaf.
"Kehilangan fokus"
"Bagaimana rasanya?"
Astaga. Ini tidak terlalu enak. Pilih satu lagi.
- Dia sudah memakannya. - Ini tidak enak.
- Tidak? - Ambil satu lagi.
- "Ambil satu lagi." - Ya.
Yang itu tampak enak. Punyamu akan lezat.
- Begitu rupanya. Kamu mau coba? - Tidak.
Aku berkeringat.
Ayo.
Ini enak. Cobalah.
Enak, bukan?
Ini masam untukmu.
- Apa itu sangat masam? - Ini agak masam.
- Benarkah? - Ini enak. Rasanya seperti lemon.
- Rasanya seperti lemon. - Ya.
- Warnanya putih. - Aku menyukainya.
Kuharap bagian dalamnya dingin.
Bagian dalamnya dingin dan sejuk.
Enak?
Panas.
- Silakan masuk lebih dahulu. - Panas. Astaga.
Tolong jangan pegang kenopnya dengan erat.
Panas.
"Kenop pintu telah dipanaskan"
Aku akan memasukkan airnya.
Kita akan makan ini.
Sebentar.
"Mereka bergerak dengan urutan sempurna begitu masuk"
"Kenapa mereka terburu-buru?"
"Di restoran beberapa saat lalu"
Pukul 14.38.
Bisakah kita pergi pukul 17.00?
Benar. Kita harus pergi ke Matera.
- Tapi matahari terbenam... - Kapan?
- Kapan matahari terbenam? - Aku akan mencari tahu sekarang.
- Pukul 20.30. - Antara pukul 20.30 dan 21.00.
Ini di antara mereka.
"Mereka menikmati siang hari seperti dongeng di Italia"
"Sekarang saatnya menghadapi malam Italia"
Sulit kupercaya.
- Ini seperti lukisan. - Astaga.
"Mereka akan mengunjungi kota kuno dengan sejarah 3.000 tahun"
"Matera"
"Di malam hari di kota kuno ini"
"Ada rahasia tersembunyi"
"Berteriak"
"Apa ada pengejaran yang tiba-tiba dimulai?"
"Terengah-engah"
"Entah kenapa mereka semua berlari"
"Tidak. Jangan ke sini"
Jangan mendekat.
"Apa yang akan terjadi di sini?"
- Ayo ke matahari terbenam Matera. - Ya.
Ayo cepat bersiap.
- Mari pasang matras di sana. - Kita harus bergegas.
Matahari terbenam pukul 20.28.
- Kita pergi sekarang? Waktunya... - Ya.
- Ya. - Ya.
"Ayo pergi ke Matera!"
- Ayo. - Astaga. Sejuk.
- Sejuk. - Matahari sudah terbenam.
Itu karena matahari sudah terbenam.
"Waktu saat ini, pukul 18.00"
Tiba-tiba menjadi dingin.
- Benar. - Astaga.
- Aku menyukainya. - Ya.
"Bergerak saat lebih dingin dengan matahari terbenam"
Sudah dingin. Bagus.
Sun Young, rasanya kita berada di musim yang berbeda sekarang.
Ya. Benar sekali.
"Ini cara untuk bepergian ke Italia Selatan yang panas"
Astaga. Keren sekali.
Kenapa langitnya indah sekali?
Warnanya putih, biru, dan indah. Ini luar biasa.
"Ju Bin akan mengemudi ke Matera"
Ya.
Kita bisa berpikir itu pukul 20.30. bukan?
- Matahari terbenam. - Kamu benar.
Ayo pergi sekarang.
- Ayo. - Ya.
"Bagaimana matahari terbenam di Matera?"
Astaga. Udaranya menjadi sejuk.
"Angin sore menyegarkan suasana hati mereka"
- Udaranya bagus dan sejuk. - Ini berbeda dari penyejuk ruangan.
Indah dan sejuk.
- Aku baru saja lihat burung murai. - Se Young.
Hai, Se Young.
Saat kamu malu-malu?
"Dia langsung menunjukkannya"
Seksi?
Provokatif?
Sampah?
Sampah?
"Penampilan aktris dengan karier 28 tahun sangat realistis"
- Apa? - Sampah.
- Aura sampah. - Astaga.
Kenapa dia berputar seperti itu?
- Karena dia malu. - Dia manis.
"Seperti ini"
Aku merasa itulah yang terjadi saat sudah lama
- sejak kamu tidak bersikap manis. - Aku tidak bisa bersikap manis.
- Seperti ini. - Aku hanya menyukai kalian.
"Aku hanya menyukai kalian"
Tempat tujuan kita...
Astaga, lihat langitnya.
Terlihat seperti lukisan.
Lihat awan-awan itu. Warna-warnanya.
Aku merinding.
- Keren. - Astaga.
Indah sekali.
Awan di sini sangat indah.
Bahkan awannya indah.
Sinar matahari datang dari balik awan,
- jadi, awannya - Benar.
memiliki lapisan emas.
Rasanya seperti mimpi.
Seperti lukisan Monet.
"Di langit Italia muncul"
"Versi nyata dari lukisan Monet"
Aku tidak bisa menangkapnya di kamera.
Benar. Lensa kamera tidak seakurat mata kita.
"Meski dia tidak bisa menangkapnya di kamera"
Aku menangkapnya dengan mataku.
"Dia menangkap semuanya dengan matanya"
Indah sekali.
Jadi, ini semua zaitun, bukan?
Kamu bilang semua yang berwarna zaitun adalah zaitun sungguhan.
- Benarkah? - Ini semua pohon zaitun.
"Zaitun"
Zaitun. Sekarang aku tahu bahwa itu pohon zaitun.
Zaitun.
"Pohon zaitun" mengingatkanku pada oligosakarida.
Astaga, oligosakarida.
"Astaga, aku sakit kepala"
- Itu agak berima. - Sun Young, kamu baik sekali.
- Itu pintar. - Se Young, Sun Young mengikuti
semua yang kamu katakan.
- Pohon zaitun. - Pohon zaitun.
Lihat, banyak pohon zaitun.
"Santo Sun Young memanjakan yang termuda"
- Aku sudah... - Ternak.
Ternak-ternak itu besar. Aku juga melihat sapi perah.
Sapi perah.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Aku kelelahan.
Jalan ini indah sekali.
Astaga, lebar sekali.
Apa ini ladang gandum? Mungkin bukan beras, bukan?
- Benar. - Kurasa begitu.
- Gandum makanan pokok di sini. - Ya, sepertinya ladang gandum.
Astaga.
Tanahnya luas.
- Aku tahu. - Aku iri.
"Berkat suhu ideal dan tanahnya yang subur"
"Italia Selatan adalah sumber nafkah Italia"
"Kamu tahu pasta ini?"
"Banyak pasta diproduksi di Italia Selatan"
Kurasa aku belum pernah melihat
- dataran seluas ini. - Aku juga.
Semua hal tentang tempat ini indah.
Italia Selatan memiliki pemandangan terbaik.
"Melewati hutan pohon zaitun hijau"
"Dan langit berkilau"
Lain waktu aku di sini, aku akan kembali ke jalan ini.
"Mereka berkendara melewati ladang gandum emas"
"Dalam perjalanan ke Matera"
- Astaga. - Astaga, jalannya
hanya membentang ke depan.
Sekarang pukul 19.00.
- Begitu rupanya. - Kita tidak punya banyak waktu.
"Waktu saat ini pukul 19.00. waktu matahari terbenam pukul 20.28"
Aku merasa matahari terbenam sangat lambat.
Di Korea, matahari terbenam sangat cepat.
Tapi di sini, seperti, "Aku terbenam."
"Aku terbenam"
- Ini agak... - Kamu sudah merasakan perbedaannya?
Ya, sedikit. Benar, bukan?
Rasanya berbeda, bukan?
Bangunan-bangunan itu memberikan aura yang berbeda.
"Ada sisa-sisa bangunan kuno"
- Sisa-sisanya. - Ini satu-satunya...
"Pemandangannya mulai berubah saat mereka mendekati kota kuno"
- Astaga, itu seperti kastel. - Benar.
- Apa ini di sebelah kiri? - Aku tidak bisa melihat.
Apa itu kota kuno?
"Ada tanda-tanda gua di sini dan di sana di ngarai"
Aku belum pernah melihat yang selebar ini.
Pemandangan di sebelah kiri kita
adalah Sassi.
Sassi seperti di dua distrik kota.
Aku melihat beberapa gua di sana.
"Sassi di Matera"
"Di sassi ada gua tertua di Eropa"
"Orang yang tinggal di gua sejak Zaman Paleolitikum"
"Perlahan memperluas gua"
"Sampai terlihat seperti rumah"
"Kota ini dibangun dengan mengukir tebing batu kapur"
"Kisah apa yang dimiliki Matera?"
"Saat melihat kota kuno bahkan sebelum kedatangan mereka..."
Mereka benar-benar
membiarkan semuanya apa adanya.
- Matera. - Matera.
"Matera!"
- Aku melihatnya. - Astaga.
"Setelah melewati rambu jalan, kini mereka bisa melihat Matera!"
Jadi, semua ini sudah ada sejak lama.
Jadi, kota ini sangat kuno,
seperti Laputa di "Castle in the Sky".
Bernuansa tua.
- Terima kasih sudah mengemudi. - Terima kasih.
Terima kasih.
Kita mau ke mana sekarang?
- Sekarang? - Ya.
"Dia melihat peta"
"Dan melirik ke atas tepi kacamata hitamnya"
- Lurus dan belok kiri. - Baiklah.
Ayo.
"Mari kita lihat matahari terbenam!"
"Mengikuti arahan Se Young"
"Mereka dalam perjalanan untuk melihat matahari terbenam"
Astaga, indah sekali.
Kurasa
gedung seperti itu
sangat manis dan indah.
"Sebuah gedung menarik perhatian Ju Bin"
- Itu hotel bintang lima. - Benarkah?
Astaga. Hotel bintang lima.
Aku merasa kita harus naik ke sana.
Karena kita berjalan kaki, kita bisa naik dan belok ke sini.
- Mereka sibuk melakukan sesuatu. - Benar.
"Apa dia memanggil kita?"
Aku merasa percaya diri berkat kalian berdua.
- Tunggu. - Baiklah.
Petanya...
- Apa tidak berfungsi? - Aku mencoba melihat dengan cepat.
"Apa petanya tidak berfungsi?"
- Teman-teman. - Astaga.
"Teman-teman"
- Teman-teman. - Apa arah sebaliknya?
- Ayolah. - Lewat sini?
"Mereka percaya diri tiga detik berkat anggota termuda yang ceroboh"
Aku akan mengikutimu dari belakang.
- Tidak apa-apa. - Kamu harus memimpin kami.
Aku bahkan tidak tahu di mana kita.
Aku juga bingung dengan arah karena peta itu sepanjang waktu.
"Menangis"
Tidak apa-apa.
- Maafkan aku. - Tidak apa-apa.
- Maafkan aku. - Tidak apa-apa.
Kita sudah sejauh ini berkat kamu. Jika tidak, mungkin tidak datang.
Itu bahkan bukan hotel bintang lima. Hotelnya di sebelah sana.
- Ada yang janggal. - Kita makin menjauh.
Itu agak kecil untuk hotel bintang lima.
"Ada yang tidak beres"
Menurutmu kita akan melihat matahari terbenam hari ini?
"Tertawa"
Baiklah.
"Waktu saat ini, pukul 19.40. Matahari terbenam, pukul 20.28"
"Menggaruk wajahnya"
"Untuk yang termuda yang bingung"
- Jadi, kita mencari sassi? - Ya.
Kurasa tanda itu mengatakan sesuatu.
Ada tur sassi.
Tur dengan pemandu.
Itu pasti tanda untuk katedral.
"Sassi, katedral"
Semua hal yang bisa dilihat berkumpul di sini.
Kalau begitu, mari kita coba ke sini.
"Dengan bantuan Kapten Ra, mereka memasuki kota baru"
Astaga, indahnya.
Ini juga indah.
Jalanan di sini sangat indah.
- Astaga, itu... - Apa itu?
"Di bawah matahari sore"
"Ada musisi jalanan dan anak-anak menari"
"Di kota baru Matera"
Aku ingin melihat lampunya menyala.
Apa area ini
- seperti Myeong-dong? - Myeong-dong.
- Mungkin. - Seperti jalan populer
- di lingkungan ini. - Tempat seperti itu?
"Rasanya seperti jalan populer di lingkungan ini"
- Benar. - Dengan kembang api.
Festival apa
- Hati-hati dengan motornya. - dengan bohlam itu?
- Festival bohlam? - Festival bohlam?
Maksudmu festival lentera?
Kurasa aku pernah melihatnya di Goyang, Provinsi Gyeonggi.
- Cahaya... - Festival Cahaya?
Namanya Festival Cahaya? Begitu rupanya.
- Disebut Festival Cahaya? - Aku tidak tahu itu ada.
Ya.
"Mereka dalam perjalanan melihat matahari terbenam di kota kuno"
"Mereka terus melihat-lihat"
"Tapi kota kuno itu tidak bisa ditemukan"
"Sebagai pemandu, Se Young terus memeriksa peta"
Kenapa dataku tidak berfungsi?
Aku akan mencoba ponselku.
"Melirik"
Kita berada di...
Jangan khawatir. Ikuti aku.
Arah yang didatangi banyak orang
- Benar. - harus di tempat yang kita tuju.
Atau tempat yang dituju semua orang.
"Ikuti kerumunan, dan kamu akan melihat cahaya"
"Mereka mengikuti kerumunan"
Tadi... Ini trotoar.
"Apa mereka menemukan sesuatu?"
Ya, benar. Tunggu.
"Mereka bisa melihat sesuatu di balik gerbang"
Kurasa begitu. Kurasa ini dia.
"Apa yang menarik perhatian Ju Bin?"
Aku bisa melihat semuanya.
Pemandangannya indah di sini.
"Beginikah cara mereka menemukan kota kuno?"
- Haruskah kita ke sana? - Mari kita lihat.
"Mereka mendengarkan firasat mereka"
Mari kita lihat.
"Pemandangan apa yang menanti mereka di balik dinding ini?"
"Mulut seseorang terbuka"
Kita bisa melihat semuanya dari sini. Aku merinding.
"Ada orang lain yang merinding"
Astaga.
Astaga.
"Mereka berjalan melewati satu lapisan dinding..."
Apa kota ini berusia 2.000 tahun?
"Dan kembali ke 3.000 tahun lalu ke kota kuno"
Suasananya sangat berbeda.
Kota kuno.
Sisa-sisa
dari sebuah kota kuno.
Aku ingin tahu apa yang dipikirkan penduduk kota ini.
Astaga.
"Dari abad pertama hingga keempat Masehi"
"Kafir telah dituntut di Roma Kuno"
"Jadi, para biksu harus berlindung di dalam gua"
"Ada sekitar 150 gereja gua"
"Di zaman modern, orang miskin tinggal di sini"
"Jadi, ini menjadi kota termiskin di Italia"
"Berkat pemandangan kota yang tampak seperti waktu membeku"
"Dalam film 'The Passion of the Christ'"
"Yang mengisahkan penderitaan Yesus"
"Kota misterius ini ditampilkan jadi latar belakang Zaman Alkitab"
"Tahun 2019, kota ini menjadi ibu kota budaya Eropa"
"Kota ini menyimpan kisah orang yang bersembunyi selama 3.000 tahun"
"Di zaman kuno, abad pertengahan, dan modern"
"Kota itu sendiri adalah sejarah"
"Ini sisi Italia yang mungkin tidak kamu ketahui"
"Matera"
"Kisah apa yang menanti mereka"
"Di kota kuno berusia 3.000 tahun?"
Kita menemukannya.
Pemandangan ini luar biasa.
- Ini seperti lukisan. - Tempat ini sangat indah.
"Mereka hanya melewati dinding, tapi seolah-olah mereka jelajahi waktu"
Astaga.
Kita sudah sampai.
Pemandangan ini luar biasa.
- Ini seperti lukisan. - Astaga.
"Seolah-olah mereka mendarat darurat di zaman kuno"
Astaga.
"Melihat kota kuno yang dilestarikan apa adanya"
"Mereka sangat kewalahan hingga tidak bisa berkata-kata"
Lihatlah katedral di tengah sana.
- Luar biasa, bukan? - Tempat ini indah.
"Sebuah katedral menarik perhatian mereka"
Tempat ini indah.
- Ini katedral. - Astaga.
Saat matahari terbenam, warnanya berubah.
- Ya. - Kamu tidak boleh melewatkannya.
Itu yang kubaca saat mencari tempat untuk dikunjungi.
- Begitukah? - Warnanya keemasan dan sekarang...
Saat matahari terbenam...
Kalau begitu, haruskah kita ke sana untuk melihat matahari terbenam?
- Itu rencananya. - Bagaimana cara kita ke sana?
Kita harus turun.
Dari sini?
Kamu ingin kami turun ke sana?
- Ya. - Kalau begitu, ayo.
- Tentu. - Ayo.
"Pemandu Se Young berencana mengambil rute ini"
Baiklah. Ayo.
"Waktu saat ini, pukul 19.50. Matahari terbenam, pukul 20.28"
Kita akan lurus, bukan?
Ya. Tidak, lewat sini.
Ada jalan.
"Mereka menuruni tangga batu"
- Ayolah. - Ayo.
Trotoar ini juga keren. Semuanya kuno di sini.
Ayo. Cepat.
"Permukaan kasar dinding menunjukkan usianya"
Kita datang jauh-jauh kemari. Kita tidak boleh melewatkannya.
Tumbuh dari langit-langit.
"Rambatnya tampak sudah cukup lama di sini"
Mi Ran, rambatnya tumbuh melalui celah di gedung.
"Tanaman rambat yang tumbuh melalui celah di gedung"
- Tanaman merambat. - Mawar.
"Sun Young dan Se Young"
Lihat, semuanya terhapus.
- Apa itu lukisan kuno? - Karena terus disentuh.
Dari waktu, angin,
- Ini kota kuno, jadi... - dan masa-masa sulit,
lukisannya terhapus.
"Lukisan dinding itu setidaknya berusia 1.000 tahun"
Ini luar biasa.
- Keren. - Ini luar biasa.
Kurasa itu wajar, karena ini kota kuno.
Yang membuatku takjub adalah jalan mulus ini.
"Melewati jalan batu kuno"
"Mereka berempat berjalan melewati terowongan batu tua"
Teman-teman!
Selamat datang di kota kuno ini.
"Selamat datang di kota kuno ini"
"Ke ruang dan waktu dari 3.000 tahun lalu!"
Apa ini rambu jalan?
Benarkah?
"Rambu itu sepertinya memberi mereka arah"
"Rute Wisatawan" adalah nama rambu itu.
Kita hanya perlu mengikuti tandanya.
- Dari sini? - Ya.
"Karena strukturnya dibangun dari batu kapur yang sama"
"Kota ini terdiri dari satu warna"
"Semua bangunan terlihat mirip"
"Selain itu, jalannya rumit seperti labirin"
"Jadi, mudah tersesat"
"Sekelompok orang lain yang tersesat"
Kita akan mengikuti rambu-rambu Rute Wisatawan
dan mengambil rute yang biasa dilalui turis.
Rute Wisatawan.
"Selama mereka terus mengikuti rambu-rambu Rute Wisatawan"
"Wisatawan akan bisa melihat setiap sudut dan celah gang"
"Akankah keempat bersaudara itu berhasil ke katedral?"
Tampaknya, perjalanan pulang pergi butuh satu jam.
Kita hanya perlu mengikuti tandanya.
- Dari sini? - Ya.
Jadi, ini awal dari Rute Wisatawan?
- Ya. - Kurasa begitu.
- Kita ke arah sini. - Benar, bukan? Ya.
"Turistico."
Kita hanya perlu mengikuti tandanya.
Kurasa dia membicarakan ini.
Kita hanya perlu mengikuti tanda itu.
"Mengikuti 'turistico'"
Ini keren sekali.
Warna ini indah sekali.
"Warna kasar dinding yang sudah terkikis"
Aku suka jalan ini.
Ini bagus sekali.
Ayo.
"Rasanya seolah-olah mereka berjalan-jalan pada masa lalu"
Awan.
"Matahari terbenam pasti pemandangan luar biasa dari atas sini"
Tempat ini indah.
Matahari terbenam.
"Matahari sore mulai bersinar"
"Beberapa rumah di dekat jalan menyalakan lampu mereka"
Bisakah kamu mencari tahu
berapa lama kita akan sampai ke katedral dengan berjalan kaki?
Berjalan kaki.
- Mari kita lihat. - Kita pasti bisa. Sembilan menit.
Ya, jadi, kita bisa mengambil jalan ke sana.
Aku akan memeriksa petanya.
"Tersisa 20 menit lagi sampai matahari terbenam"
"Tujuan mereka, lokasi mereka saat ini"
"Mereka harus menemukan jalan melewati jalan yang seperti labirin"
"Apa mereka bisa tiba sebelum matahari terbenam?"
Ayo cepat!
- Lari! - Pukul 20.05!
Lari!
- Matahari sudah terbenam. - Benarkah?
- Astaga! - Terus...
- Matahari sudah terbenam. - Benarkah?
- Astaga! - Pegang kacamata hitammu.
Ayo!
Berikan kepadaku.
- Akan kumasukkan ke tasku. - Kamu menjadi sepertiku.
- Astaga. Apa aku menjadi sepertimu? - Tidak.
- Tidak. - Aku membuatmu seperti ini.
Tidak apa-apa. Ayo cepat.
- Sun Young! - Ya?
Langitnya merah muda.
Benar.
"Lihat di sana!"
Lihat di sana. Warnanya merah muda.
"Langit mulai berubah menjadi merah muda"
Benar. Itu artinya waktu kita tidak banyak.
Tunggu.
Apa yang akan terjadi
jika kita ke sana dan tidak menemukan tempat lain yang indah?
Di sini indah sekali.
Kita tidak punya waktu untuk itu. Ayo cepat.
Kita tidak punya waktu untuk itu. Melangkahlah lebih cepat saat itu.
Benar. Kita harus bergegas.
"Mereka terburu-buru, tapi pemandangan terus mengganggu mereka"
- Kita... - Kita harus naik ke sana.
Di atas sana?
"Titik matahari terbenam di dekat kapel terlihat dari kejauhan"
Pasti ke arah sana.
Kita tidak akan naik ke sana dengan tangga, bukan?
"Kamu akan naik ke sana dengan tangga"
"Dan ada banyak anak tangga"
Ada tanda di sini.
Bukankah kita harus naik ke sini?
"Mereka bisa melihat tandanya"
"Pemandu Se Young tampak bingung"
Kita harus mengikuti tanda jalan pelancong.
"Ini bukan tanda jalan pelancong"
Benar. Kita tidak tahu jalan pintas ke tempat itu.
"Mereka terburu-buru, tapi terlalu banyak yang harus dipikirkan"
Tanda mana yang kita ikuti untuk sampai ke sini?
"Begini"
"Itu tanda yang diceritakan Se Young"
"Mereka tidak akan bisa melihat matahari terbenam jika terus begini"
"Dia menyalakan radar firasatnya"
"Duomo". Kita harus ke sana, bukan?
"Duomo".
"Orang dengan firasat kuat telah menemukannya!"
- Ayo naik. - Mari kita lakukan.
"Apa itu cara yang tepat untuk tempat yang mereka temukan?"
"Mi Ran mulai berlari"
"Mereka sungguh tidak punya waktu karena Mi Ran juga berlari"
"Sekitar 15 menit lagi sampai matahari terbenam"
"Tangga kematian terbuka di depan mereka"
"Mereka butuh satu setengah jam untuk sampai ke Matera"
"Mereka harus lari"
"Ju Bin yang agresif mengikutinya"
"Berlari menuju matahari terbenam"
"Satu-satunya tempat yang dicari para wanita ini"
"Tersedak"
"Duomo".
Di mana "duomo"?
Tunggu.
"Selama lari cepat mereka"
"Mereka berdiri di persimpangan jalan"
- Di sini? - Bukankah di sini?
"Dua orang yang terburu-buru tersesat"
"Namun, ada sesuatu"
"Yang menarik perhatian Mi Ran"
"Tanda untuk jalan pelancong"
Kalau begitu...
"Kurasa kita bisa ke sana"
Di mana?
Kurasa itu tanda untuk pelancong.
"Mereka menemukan tanda jalan pelancong lagi!"
"Mereka bergerak lagi di sepanjang jalan pelancong"
Baik! Ayo!
"Terengah-engah"
Aku harus mandi hari ini.
"Terengah-engah"
Apa? Aku suka di sini!
Kita harus lebih tinggi.
"Pemandangan yang ingin dipuaskan orang yang lelah"
Mi Ran! Bukankah kita harus berhenti di sini? Kamu serius?
Kamu suka di sana?
Lihat dan datanglah.
Di sini indah!
Baiklah.
Mi Ran! Ayo.
"Batuk"
"Dia gagal berkompromi"
"Berlari agresif tanpa menyerah pada matahari terbenam"
Di sini juga bagus.
Kita hanya perlu naik sedikit lagi.
"Setelah percaya mereka harus naik sedikit lagi"
"Dia mulai berlari seperti orang gila"
- Penggila pemandangan. - Astaga.
- Kita mau ke mana? - Orang yang gila pemandangan.
Apa kita hampir sampai?
"Terengah-engah"
"Terengah-engah"
"Orang yang tergila-gila dengan berlari kencang"
Tetap di sana.
"Orang yang kelelahan"
"Ju Bin mondar-mandir seperti kuda pacuan"
"Pemandangan yang terlihat tepat di depan tujuan"
"Selagi terpesona dengan pemandangannya..."
"Tujuan"
"Dia bergegas tanpa tahu harus ke mana"
- Tidak! Jangan mendekat! - Dia melarang kita datang.
Jangan mendekat!
Jangan mendekat!
"Dia pasti melewatkan tujuan setelah dibutakan oleh pemandangan"
Jangan mendekat!
Itu jalan pelancong.
"Itu jalan pelancong"
"Dia berhenti melangkah maju dan memeriksa arah lagi"
Ada jalan di sini.
Ada jalan di sini, tapi...
- Mari kita periksa. - Aku akan memeriksanya.
"Mereka bertindak dengan berlari karena waktu mereka singkat"
Di sebelah sana.
"Tujuan"
"Sun Young langsung menemukannya!"
- Itu dia. - Benar.
"Tujuannya bisa dilihat dengan baik karena dekat"
Bagaimana cara kami ke sana?
Kamu naik yang ini dan belok kiri.
- Kita hampir sampai! - Sekitar tiga menit?
Ya. Sekitar sebanyak itu.
- Tidak terlalu jauh. - Baiklah.
- Baiklah. Terima kasih. - Teman-teman!
"Lari terakhir karena tersisa lima menit sebelum matahari terbenam"
Kita hampir sampai. Cepat kemari.
"Terengah-engah"
Kita hampir sampai.
Baiklah. Aku akan berlari.
"Yang muda mulai berlari lagi"
Kakiku tidak mau mendengarkanku sekarang.
Astaga, rasanya berat.
Kami hampir sampai!
"Bagaimana hasil dari perjalanan ke langit jingga ini?"
"Terengah-engah"
"Takjub"
Ini dia. Di mana para gadis?
"Titik matahari terbenam katedral bisa dilihat dari dekat"
Astaga, sudah dimulai.
"Sebelum matahari terbenam"
"Aku ingin berada di sana"
Kita sudah sampai.
"Ke tempat kamu dan aku berada"
"Saat mereka mendekat sambil terengah-engah..."
Astaga.
Aku akan memotret.
"Pemandangan kota kuno bisa dilihat sekaligus"
"Tiba di titik matahari terbenam katedral"
"Waktu kedatangan, pukul 20.25, matahari terbenam, pukul 20.28"
Itu dia!
- Kita melakukannya dengan baik. - Benar.
- Kita datang ke arah yang benar. - Bagus.
- Kita berakhir di tempat yang sama. - Apa yang penting?
- Hati yang tidak pernah menyerah. - Hati yang tidak pernah menyerah!
- Berlari itu sepadan. - Benar.
- Indah sekali. - Pemandangannya indah di sini.
Warnanya ungu.
Warna mawar.
"Pemandangan matahari terbenam Matera"
"Klik"
Hei!
Ya?
Kalian semua berbalik.
"Kalian semua berbalik"
Kamu tidak akan memanggil pria ke sini.
"Kamu tidak akan memanggil pria ke sini."
Akan terlihat lebih indah saat lampu menyala.
Benar sekali.
Bukankah kita juga harus melihat tempat ini di malam hari?
- Kita bisa di sini sampai malam. - Mari tetap di sini sampai malam.
Haruskah kita tetap di sekitar sini?
- Ya. - Mari tetap di sini.
Kamu membawa topimu?
Aku tidak percaya ada musik.
- Ini benar-benar siaran langsung. - Luar biasa.
"Dengan musisi jalanan yang bermain dengan santai"
"Dan langit yang perlahan menggelap"
Jadi, ini Italia.
"Mereka berempat merasa benar-benar berada di Italia"
- Tidak mungkin. - Terlihat seperti lukisan.
Di sini indah sekali.
Tapi tahukah kamu? Matahari benar-benar tidak terbenam.
Kita datang beberapa saat lalu.
"Waktu kedatangan, pukul 20.25"
"Waktu saat ini, pukul 20.37, melewati waktu matahari terbenam"
"Tidak ada yang berubah"
"Mereka berlari, tapi langit masih terang"
Kukira matahari akan terbenam, tapi butuh waktu lama.
"Melihat"
Hei, ayo duduk di depan katedral.
Kedengarannya bagus.
"Kapan matahari terbenam akan datang?"
"Mereka menunggu matahari terbenam dengan tenang"
Matahari tidak mudah terbenam.
Tidak ada gunung di sini dan semuanya datar di sini.
Cahaya matahari terbenam terus berlanjut untuk waktu yang lama.
- Matahari sangat keras kepala. - Benar-benar keras kepala.
Butuh waktu lama untuk terbenam.
Kita sudah lama menunggu. Seharusnya siap pukul 20.20.
tapi sekarang hampir pukul 20.40.
- Semua sama selama 20 menit. - Matahari tidak akan terbenam.
"Langit masih terang dan tidak terburu-buru"
Kurasa begitu.
Aku sudah tahu.
Di negara kita,
- matahari terbenam dalam sekejap. - Benar.
Aku tidak mengerti ide di balik
makan saat matahari terbenam.
Begitu rupanya.
Orang-orang di sini bilang mereka makan saat matahari terbenam.
"Budaya makan di Eropa sambil melihat matahari terbenam"
Itu karena butuh waktu lama bagi matahari untuk terbenam.
Benar.
Hanya semangkuk janchi guksu di negara kita dan itu berakhir.
- Benar. - Atau dengan segelas kopi.
Matahari terbenam dalam sekejap.
Kurasa matahari akan terbenam sekitar pukul 21.00.
Dan tiba-tiba akan gelap, bukan?
Tampak luar biasa melihat lampu jalan menyala.
Lampunya menyala.
- Itu baru saja dinyalakan. - Di dekat jalan.
Lampunya menyala sekarang.
"Lampu desa dinyalakan satu per satu"
Kurasa itu sebabnya berubah emas setelah matahari terbenam.
Jadi, pasti berumah emas saat malam tanpa matahari.
Benar.
- Jika sedikit lebih gelap... - Benar.
Aku ingin melihatnya saat gelap di sini.
"Harapan mereka tumbuh seiring waktu"
Ada beberapa tempat yang sudah diterangi.
"Kota ini diwarnai emas"
Astaga, ini bagus.
"Langit perlahan menjadi lebih gelap"
- Aku akan melihat ke bawah sana. - Baiklah.
"Bagaimana penampilan desanya?"
Lihat ini.
"Lihat ini"
Kita pergi sekarang?
- Astaga, aku tidak bisa bergerak. - Kamu baik-baik saja?
"Mereka melihat matahari terbenam dengan rasa sakit karena berlari"
Kamu akan baik-baik saja?
Tempat ini tidak bisa dibatasi melalui foto.
Di sini menakjubkan.
"Desa yang telah berubah menjadi cukup gelap"
"Dan langit anggun yang terlihat seperti sutra"
- Tidak mungkin. - Terlihat seperti lukisan.
"Momen yang mereka tunggu sambil berlari"
Mari berfoto.
Begitukah?
Ini.
Haruskah kita berswafoto kali ini?
- Swafoto? - Ya.
- Akan kucoba. - Itu bagus.
Seseorang dengan lengan terpanjang harus melakukan ini.
- Biar aku saja. - Lakukan foto melompat.
Foto melompat?
- Foto melompat? - Kita tidak bisa melompat.
Tidak. Orang yang memotretnya saja.
"Bukan kita yang akan melompat, ya?"
- Aku mengerti. - Perutku sakit.
- Satu, dua, tiga. - Mundur sedikit.
- Haruskah kita duduk? - Aku akan ambil secara horizontal.
- Kamu harus bergeser lagi. - Aku akan melompat.
- Aku akan merekam ini. - Baiklah.
Satu, dua, tiga. Aku akan melompat!
Tunggu. Kurasa hanya ketiakku yang keluar.
Maafkan aku.
Satu, dua, tiga. Aku akan melompat!
Tunggu. Kurasa hanya ketiakku yang keluar.
Maafkan aku.
Maafkan aku. Aku sudah keterlaluan.
Kamu melakukannya dengan baik.
Yang tersisa hanyalah foto.
"Setelah beberapa saat bahkan setelah berfoto..."
Di sana indah sekali.
Kurasa ini saat terlihat paling indah.
Berdiri bersama!
Bagus!
Astaga.
"Mereka kesulitan untuk kembali"
"Pemandangan malam Matera membuatmu melihat lagi"
"Waktu untuk menyimpan kenangan matahari terbenam terbaik"
Astaga.
"Waktu untuk menyimpan kenangan matahari terbenam terbaik"
"Merekam dengan berjinjit"
"Matahari yang keras kepala bersembunyi di suatu tempat"
"Matera tampak keemasan"
Sampai jumpa!
"Perkecil!"
"Pindah ke seluruh pemandangan desa."
"Musik, mulai."
Mau makan gelato?
"Ju Bin dan Se Young ingin makan gelato"
Ayo.
- Kamu punya uang? - Tidak. Aku harus membayar nanti.
Astaga. Itu tidak terjadi di sini.
Aku tidak punya uang tunai.
"Mereka menuju Bendahara Kwak yang menyimpan uang"
Haruskah kita mencuri dari tas?
Pencuri!
Kurasa kamu bisa merasakan aku mencuri dari tasmu.
"Ada pelaku lain"
"Nona Ju, kaki tangan"
Pencuri!
Dan mereka pergi.
"Dompet Bendahara Kwak dikosongkan dalam sekejap"
Mereka memeriksa semua isinya.
- Ada pencuri. - Kenapa kamu merekam kakiku?
Kakiku juga ada di dalamnya. Aku berakting dengan kakiku.
"Orang ini merekam pencuri"
"Aktor Ra telah menjadi sutradara film"
Aku suka wajah itu sekarang.
Sudut 1988.
"Metode syuting retro tahun 1988"
- Bukankah kamu harus tambahkan itu? - Apa itu berhasil?
Itu akan berhasil, bukan?
- Apa itu? - Ada apa dengan rambutku?
"Memeriksa pekerjaan mereka"
Rambutmu seperti kepala suku.
Astaga, kamu sangat antusias.
"Pemeran utama puas"
Terlihat alami, bukan? Ini nuansa yang aku suka.
- Aku sungguh terlihat seperti itu? - Apa?
- Aku sungguh terlihat seperti itu? - Ya. Tapi ini lebih baik.
"Bercanda"
Kamu meninggalkanku dengan hadiah hebat lainnya.
"Selagi mereka berdua sibuk dengan pekerjaan mereka..."
Ayo turun lewat sini.
"Yang muda pergi mencari gelato"
Aku cukup bodoh tadi.
Aku melihat peta di ponselku, tapi...
Apa ke arah sebaliknya?
"Se Young kesulitan mencari jalan tadi"
"Dia malu setelah mengasihani mereka"
Aku merasa bersalah karena kesulitan mencari jalan.
Tapi itu bukan salahmu.
Aku harus mempelajari ini sedikit lagi.
"Menggelengkan kepala"
Tidak apa-apa.
Aplikasinya tidak bisa mengetahui lokasi kita.
Kita bisa bingung karena bukan penduduk lokal dari tempat ini.
Tidak bisa dihindari jika bingung dengan bahasa yang berbeda.
Waktumu singkat dan matahari terbenam dengan cepat.
- Kamu pasti merasa sangat tertekan. - Terima kasih.
- Kamu melakukannya dengan baik. - Kurasa aku harus belajar
lebih banyak cara mengekspresikan diri
- di Italia - Benar.
dan memeriksa kata-kata Italia.
Kamu baik-baik saja sekarang.
Di belakang sana.
"Pencarian gelato terasa menarik"
- Dari sini, - Kiri?
- lurus saja. - Lurus.
- Anginnya sejuk sekali. - Benar.
Astaga.
"Langkah kaki yang antusias di Matera saat malam"
Apa? Tunggu!
- Mari lihat apa terlihat di sini. - Baiklah.
Bisakah kita melihat mereka? Bisa. Ada di sana.
- Itu lonceng katedral. - Haruskah aku menelepon?
"Mereka bisa melihat yang lebih tua?"
- Haruskah aku menelepon? - Tentu.
- Mari lakukan panggilan video. - Kedengarannya bagus.
Apa?
"Mencoba menelepon mereka"
Aku merinding.
Aku akan menelepon mereka.
"Menelepon"
Ini Se Young.
"Apa yang terjadi?"
Itu Ju Bin.
- "Kami tidak menemukannya, Mi Ran." - Hei.
- Ada apa? - Tunjukkan wajahmu.
Tunjukkan wajahmu.
Tunjukkan wajahmu.
"Kamu ingin aku menunjukkan wajahku?"
- Kamu di bawah kami? - Di mana mereka bisa meminta itu?
Di mana mereka? Bisakah mereka melihat kita?
Itu mereka.
- Di sana. - Di sana?
- Di sana. - Di sana?
Mungkin bukan.
Kurasa bukan mereka.
Kami di sisi lain.
Sisi lain?
Di mana? Kamu melihatku melambaikan tangan?
- Aku tidak melihatmu. - Dia melambai?
Aku tidak bisa melihatmu melambaikan tangan.
Kamu bahkan tidak bisa melihat kami, tapi ingin kami melihatmu?
Usiaku 50 tahun sekarang. Kamu pikir penglihatanku bagus untuk itu?
Di mana kamu? Di sisi lain?
"Marah"
- Ya. - Aku melambai sekarang.
Berapa jari yang kumiliki? Aku bisa melihat cahaya di sana.
- Benar. Di sana. - Aku bisa melihat cahaya di sana.
- Di sana. - Aku akan menyalakannya untukmu.
Ini. Kamu bisa melihatku?
- Penglihatanku buruk. - Mereka ada di sana.
- Lampu yang menyala sekarang? - Lampu di sana.
"Kita sudah sampai"
Kalau begitu, kamu juga bisa melihat ini?
Aku bisa melihat cahaya.
"Kilat mati"
"Kilat menyala"
- Mi Ran. - Tunggu.
- Itu berkedip. - Sungguh menyentuh.
Kenapa kamu pergi ke sana?
"Mengomel"
Apa toko gelato itu terletak di sana?
Mi Ran, kami agak sibuk sekarang. Aku akan meneleponmu nanti.
Astaga, aku tidak bisa berkata-kata.
Ini perpisahan terakhir kita.
Kita sangat sibuk.
"Mereka sibuk, jadi, simpan omelannya untuk lain waktu"
"Gelato"
"Kami akan membeli"
"Gelato untukmu"
Bisakah kita memercayai mereka?
"Bertanya-tanya apakah mereka bisa membeli gelato dengan benar"
Dahulu, orang-orang menyalakan
suar sebagai sinyal.
Seperti itulah rasanya.
Selama mereka tidak dalam masalah,
- aku akan senang bertemu mereka. - Aku setuju.
Aku senang melihat mereka.
Di sebelah sana.
- Kita sudah sampai? - Ini kali pertamaku di Italia.
Ini akan menjadi gelato pertamaku di Italia.
Ini kali pertamaku!
Rasa apa yang harus kita beli untuk yang lain?
- Mari beli semua yang mereka punya. - Kedengarannya bagus.
Kuharap mereka tidak keberatan ini toko waralaba.
"Memasuki toko gelato"
Mereka juga punya kerucut. Apa yang harus kita pesan?
Selamat pagi.
Selamat malam.
Kita mungkin akan kesulitan membawa semuanya,
jadi, haruskah kita membawanya dalam gelas alih-alih kerucut?
Mari kita coba rasa polos dahulu.
Aku ingin mencoba rasa susu.
- Kalau begitu, cobalah pistacio. - Tentu.
"Gelato Italia yang indah"
"Mengisinya dengan gelato lezat"
Menurutmu ini cukup? Aku dapat setiap rasa.
"Selagi mereka siap mengantarkan gelato"
"Yang lain menari di alun-alun"
Kami berjalan ke sana kemari.
Sejujurnya, kamu tidak bisa bersembunyi.
"Perlahan"
Kamu harus memegang tanganku. Begitukah?
"Kaku"
Ini memalukan.
"Kaku"
Aku tidak bisa menahan diri untuk menari.
"Sun Young tampak hancur mengikuti arahan Mi Ran"
"Aku menyerah"
Kamu terlalu keras kepala. Kamu harus tenang saat menari.
Kamu harus mengandalkan guru.
Kamu mau membawa ini?
Aku tidak bisa tenang dengan itu.
"Kenapa tidak?"
"Contoh relaksasi"
"Salut"
"Gerakan tari yang luar biasa"
"Bangga"
Kamu mengejutkanku.
- Begitu caranya. - Bagaimana caranya?
Bagaimana kamu melakukannya?
"Aku ingin mempelajari gerakan tariannya"
Kita makin dekat dengan mereka.
Sejujurnya...
"Moonwalk selagi dia melakukannya"
Aku berjalan lebih dekat dengan mereka.
Kita bisa masuk ke sana!
- Benar. - Ini pintu masuk ke katedral.
"Mereka tidak melihat pintu samping katedral ini"
Kenapa kita melewatkannya?
Kami menunggu di pintu lain seharian,
bertanya-tanya kenapa tidak terbuka.
"Pintu masuknya ada di samping mereka"
"Uskup Agung"
Aku suka melihat-lihat tempat ini.
- Benarkah? - Ya.
- Itu membuat jantungku berdebar. - Pintu masuknya ada di sini.
"Mereka beruntung berkat moonwalk-nya"
Astaga.
"Memasuki katedral"
- Selamat datang. - Dia pasti pendeta.
Ada di sini.
"Ini direkam dengan izin katedral"
"Hadiah tidak terduga ini terasa seperti anugerah"
"Katedral Matera"
"Dibangun pada abad ke-13, Katedral Matera"
"Memberikan aura mistis"
Keren sekali.
Ini sangat spektakuler.
"Mi Ran melihat-lihat katedral dengan kedua tangannya"
Ini seni murni
apa pun agamanya.
Benar. Luar biasa.
Kita di sini berkat kamu.
- Kita bisa saja masuk - Kamu siap pergi sekarang?
jika kita datang ke sisi kanan.
- Yang lain tidak melihat ini. - Mereka juga harus melihat ini.
Mereka tidak membuka pintu ini.
Kita hanya berpikir bahwa itu tutup.
Mereka mungkin membukanya hanya saat ada misa.
"Mi Ran merasa bersalah mereka tidak melihatnya bersama"
- Mereka datang. - Yang lain?
"Tim gelato kembali"
- Teman-teman. - Meleleh.
Katedralnya terbuka.
Benarkah?
- Apa itu menyenangkan? - Kalian sudah kembali.
- Ya, tapi sudah meleleh. - Selamat datang kembali.
Siapa mau yang segar?
- Tapi semuanya tercampur. - Ini...
- Bagaimana kamu temukan tempat ini? - Itu bukan
toko khusus, tapi waralaba.
Kita harus mencoba gelato lagi.
Astaga. Ini berharga.
- Kita akan mencari yang lain. - Terima kasih.
Setelah kita dapat gelato...
"Enak!"
Aku suka rasa susunya.
"Memanjakan diri dengan gelato Italia"
Ini cokelat.
"Menikmati gelato Italia"
Coba ini.
- Ini cokelat. - Tapi aku suka ini.
Coba ini.
Ayo duduk.
- Mari nikmati pemandangan malam. - Mari mulai lagi.
- Bukankah kita akan pulang? - Ayo.
Hari yang melelahkan. Matahari juga butuh waktu untuk terbenam.
- Aku bercanda. - Kita akan ke sana.
"Pulang setelah menikmati pemandangan malam"
- Mau pulang? - Baiklah.
- Ayo. - Baiklah.
Ayo pulang.
Ini hari kedua perjalanan kita.
Bukankah kamu senang kita tidak kehilangan apa pun?
- Aku setuju. - Kamu kehilangan sesuatu?
Kamu biasanya kehilangan sesuatu?
- Di hari kedua? - Bukankah orang kehilangan barang
saat mereka sibuk dan tidak waras?
Di hari kedua?
"Hari kedua tanpa barang hilang"
"Terasa seperti keajaiban bagi Ju Bin"
"Melaju melewati jalan gelap"
"Mencapai tujuan dengan selamat bersama sopir malam Ju Bin"
"Alberobello menjadi gelap"
Maaf, tapi sepertinya aku tidak akan bisa minum anggur.
Kita juga menghabiskan banyak energi hari ini.
"Hari yang sibuk di hari kedua mereka di Italia"
Kakiku sakit.
- Biarkan aku mendorongmu. - Kakiku.
"Yang lain mendorong Mi Ran"
- Terasa lebih baik saat kudorong? - Ya.
Kalian hebat.
- Kita semua bekerja dengan baik. - Aku akan langsung tidur.
Aku akan pergi seperti ini di pagi hari.
Selamat malam.
- Aku akan mandi. - Kami pulang.
"Mereka tiba di penginapan"
Kamu harus mandi.
Aku akan tidur tanpa mandi.
Kamu tidak mau ke kamar mandi?
"Mi Ran tidak punya tenaga lagi untuk mandi"
"Dan dia langsung tertidur"
"Aku akan sering mandi kali ini"
"Kurasa akan panas"
"Sungguh"
"Aku merasa tidak punya pilihan selain mandi"
"Tertawa"
"Itu menunjukkan betapa melelahkan hari mereka"
"Hari kedua mereka melelahkan, tapi romantis"
"Waktu saat ini, pukul 06.30"
"Matahari pagi telah mencapai atap trulli mereka"
"Apa mereka semua tidur nyenyak?"
"Mereka pasti lelah semalam"
"Mendengkur"
"Tidak bergerak"
"Di mana Mi Ran?"
"Berdecit"
"Ini dia"
"Dia sudah selesai mandi"
"Apa dia berencana memasak?"
"Kenapa Mi Ran tergesa-gesa pagi ini?"
Pasti melelahkan mengemudi seharian.
Tidak apa-apa.
"Dalam perjalanan kembali ke penginapan mereka"
Apa perjalanan kita masih panjang besok?
- Besok? - Ya.
Kita akan ke Amalfi, bukan?
- Ya. - Akan butuh sekitar tiga jam.
"Mereka akan berkendara selama tiga jam"
Kurasa kita harus berkendara 158 km.
- Besok? - Ya.
Apa kita akan ke sisi barat?
Itu jauh di barat.
"Dimulai dari Alberobello di timur"
"Area paling barat"
"Dalam perjalanan ke jalan pesisir terindah di dunia"
"Mengikuti jalan pesisir tempat Laut Mediterania"
"Bertemu rumah-rumah di tebing"
Bukankah itu menarik?
"Berada di tempat pertama yang harus kamu kunjungi sebelum mati"
"Penuh romansa di mana-mana"
"Menuju Amalfi"
"Bagaimana rasanya berkemah di Amalfi?"
"Dipenuhi ekspektasi"
"Mi Ran bersiap dengan terburu-buru"
"Hati-hati"
"Menyiapkan sarapan dengan tenang"
"Menaruh panci"
"Kentangnya"
"Berguling dengan kasar"
"Astaga"
"Berguling dengan kasar"
"Apa yang terjadi?"
- Mi Ran. - Ya?
"Mengintip"
Kapan kamu bangun?
Astaga. Itu berisik, bukan?
"Apa aku terlalu berisik?"
Mi Ran.
Sun Young
terus batuk semalaman.
- Begitu rupanya. - Tenggorokannya...
"Semalam"
"Se Young pergi ke tujuan berikutnya"
"Mencari Amalfi"
"Batuk"
"Batuk"
"Batuk"
"Batuk"
"Se Young mengkhawatirkan batuk Sun Young"
"Dia mengambil handuk basah"
"Dan meletakkannya di samping Sun Young"
Udaranya makin dingin.
Dia batuk.
Ini pukul 07.00. Tidurlah lagi.
- Tapi kamu sudah bangun. - Kembalilah tidur.
Mengerti?
"Kamu pasti lelah mencari. Kembalilah tidur"
"Menepuk"
"Se Young kembali tidur"
"Begitu Ju Bin bangun"
"Dia langsung keluar"
Ini cukup dingin.
"Dingin, tidak seperti kemarin"
- Dingin? - Ya, di luar dingin.
Suhunya 20 derajat Celsius.
- Suhunya 20 derajat Celsius? - Ya.
Yang tertinggi 27 derajat Celsius.
- Hari ini? - Ya.
Ini akan sejuk.
"Setidaknya cuacanya akan sejuk"
"Berpikir"
"Mi Ran memikirkan apa yang harus dibuat untuk sarapan"
"Kentang kukus"
"Tidak cukup"
"Memindai kulkas"
"Gemeresik"
"Apa ini dejavu dari sarapan kemarin?"
"Dimulai dengan baguette, salad, dan jokbal di atas nasi"
"Mau memanggang daging?"
"Menambahkan samgyeopsal"
Berikutnya.
"Haruskah kita membuat gimbap?"
"Bahkan membuat gimbap samgyeopsal"
"Sarapan kemarin terlalu berat untuk pusat makanan sederhana"
"Apa pusat makanan sederhana akan sukses hari ini?"
"Dia mengeluarkan sisa sayuran dan buah"
"Bahan-bahan yang sangat sederhana"
"Menu apa yang Mi Ran pikirkan?"
"Merobek selada"
"Tomat ceri"
"Persik"
"Mentimun"
"Salad sederhana dengan berbagai bahan"
"Ini semua untuk sarapan?"
"Itu tampak sederhana"
Ayo sarapan.
- Sekarang? - Ya.
"Sun Young keluar untuk membantu"
- Selamat pagi. - Apa tidurmu nyenyak?
Kamu baik-baik saja?
Kamu baik-baik saja?
- Kamu batuk semalaman. - Benarkah?
- Ya. - Apa aku batuk semalaman?
Se Young bilang begitu,
jadi, dia meletakkan handuk di sampingmu.
Itu handuk basah.
Aku tidak ingat apa pun.
Aku baik-baik saja.
Aku merasa sangat bersalah.
Dia pasti kesulitan tidur karena aku.
Tidak, semua orang mendengkur.
Apa tidurmu nyenyak?
"Efek berlari saat matahari terbenam"
Ya.
"Apa mereka sudah selesai sarapan?"
"Menyingkirkan sisa sayuran"
"Aku hampir lupa!"
"Mi Ran mengeluarkan sesuatu"
- Kita sudah selesai. - Baiklah.
- Bisakah kamu mengiris keju? - Baiklah.
"Keju mozzarella"
"Dan ham asap"
"Yang mereka beli dari toko kelontong kemarin"
"Menambahkan ini ke salad"
"Mengirisnya kecil-kecil"
- Itu sudah tampak lezat. - Ya.
"Salad sederhana dengan keju dan ham"
"Mereka hanya perlu sausnya"
"Botol apa yang dipegang direktur Pusat Makanan Sederhana?"
"Mengendus"
"Minyak zaitun lemon"
"Aromanya luar biasa"
"Bagaimana rasa salad dengan minyak zaitun lemon?"
"Melihat minyak zaitun lemon"
Haruskah kita membuat air lemon
alih-alih kopi?
Jika kita mencampur dan mengocoknya...
"Sentuhan akhir sarapan hari ini"
"Air lemon yang menyegarkan"
Lihat semua itu.
Semuanya tampak lezat.
"Air lemon, kentang, dan salad"
"Memuji dirinya untuk pengendalian diri"
Kentang.
"Memicu selera makannya"
Kentang.
Aku suka kentang ini.
"Menambahkan saus"
Kita butuh piring sendiri.
"Saus krim cabai"
Aku penasaran seperti apa rasanya.
"Penasaran"
"Menggigil"
"Gemetar"
"Apakah selezat itu?"
- Ini pedas. - Menurutku itu lezat.
Cabai.
"Berseru"
Pria itu bilang rasanya akan enak dengan anggur.
- Mulutku mati rasa. - Apakah sepedas itu?
"Ini sangat pedas hingga membuat mulutnya mati rasa"
Ini lebih pedas daripada dugaanku.
"Batuk"
"Rasa pedas yang tidak terduga"
Jika kamu mengambil suapan besar...
"Cabai Italia pedas"
Kita butuh waktu untuk bersiap setelah sarapan.
Kurasa kita harus mulai makan.
Pukul berapa ini?
Ini pukul 07.00. Bukan, pukul 08.00.
Ayo cepat makan.
- Pukul 08.00? - Ya, kita harus makan dan bersiap.
Bangun, Sayang.
Bangun sekarang.
Kamu berliur?
"Mengelapnya"
Dia manis.
Bangun.
- Bangun. - Bangun.
Selamat pagi.
Apa tidurmu nyenyak?
"Se Young sudah bangun"
Hai, Se Young.
"Setengah sadar"
Ayolah.
- Apa tidurmu nyenyak? - Ya.
Apa aku batuk?
Apa kamu kesulitan tidur karena aku?
- Sama sekali tidak. - Tidak?
"Sama sekali tidak"
- Kudengar kamu menaruh handuk. - Sun Young.
- Benarkah? - Ya.
"Sama-sama"
- Terima kasih atas makanannya. - Terima kasih.
"Waktu sarapan di pusat untuk makanan sederhana"
"Ju Bin mencoba kentang kecil lebih dahulu"
Cobalah kentangnya. Ini enak sekali.
Kentangnya lezat.
Aku suka kentang.
Ini cocok dengan kentang.
Celupkan saja.
"Se Young mengambil sesuatu"
Kami berencana makan ini dengan anggur.
"Kami berencana memakannya dengan anggur, tapi..."
"Apa ini di meja sarapan mereka?"
Ini enak. Rasanya agak asin.
Ya.
"Sun Young juga mencicipinya"
- Ini enak. - Ya.
Ini enak.
"Kamu lezat"
Mereka bilang ini camilan nasional mereka.
Aku tidak ingat namanya.
- Apa namanya tadi? - Apa itu?
Amalfi atau Salmalfi?
"Amalfi? Salmalfi?"
Itu tujuan kita hari ini.
"Tempat tujuan kita hari ini adalah Amalfi"
Apa itu?
"Apa itu Salmalfi?"
Tertulis di bungkusnya.
"Camilan nasional di Italia Selatan"
- Haruskah kutaruh ini di sini? - Tertulis di sini.
Biar kubaca.
- Taralli. - Taralli.
Kedengarannya mirip.
- Tarali. - Seperti Amalfi atau Salmalfi.
"Almalfi, Salmalfi, atau taralli"
Aku bingung dengan semua kata-katanya.
- Mari kita coba rasa lain nanti. - Ya.
- Kedengarannya bagus. - Ya.
"Salad dengan minyak zaitun lemon dan ham kering"
"Kuharap itu sesuai dengan selera semua orang"
"Ju Bin mencoba sesuap salad"
Kamu menambahkan lemon?
- Ini minyak zaitun lemon. - Dia menaburkannya di sini.
- Apa ini mozzarella? - Yang kita beli kemarin.
"Mencoba mozzarella dan ham bersama"
- Ini seperti bakon. - Benar.
Mi Ran, bakon ini enak.
- Benar, bukan? - Ya.
Untung kita membelinya.
Aku suka aroma keju ini.
Ini tidak asin.
Bakonnya asin, jadi, seimbang.
"Ham asin berpadu untuk memberikan banyak rasa"
Ini memiliki rasa asin.
Rasanya enak, bukan?
Ini enak sekali.
"Mengambil salad di saat bersamaan"
"Mereka merasa salad-nya sangat enak"
"Suapan besar"
"Membuka mulutnya lebar-lebar"
"Nafsu makan mereka terstimulasi"
"Mereka makan dengan lahap"
Ini cocok dengan seleraku.
"Ini dibuat dengan cara sederhana"
- Ini yang terbaik. - Ini cukup enak.
Aku tidak bisa berhenti makan ini.
Aku penasaran dengan rasanya.
- Minyak zaitun lemon? - Ya.
"Penasaran dengan rasa asli minyak zaitun lemon"
"Menuang"
Kamu bisa menuangkannya di sini.
"Dia sesuai dengan julukannya, Ju Bin Teledor"
- Kamu akan makan semua itu? - Ya.
"Menurutnya itu juga lucu"
"Mencelupkan taralli ke dalam minyak"
"Ju Bin menikmati rasanya"
Benar-benar ada aroma lemon.
Aku bisa merasakan rasa lemon dan aromanya.
Kamu tidak perlu menambahkannya lagi.
"Minyak zaitun lemon memiliki rasa segar yang unik"
"Melihat sekeliling"
- Kita sudah makan semua sayurannya? - Kita punya banyak.
- Aku mau lagi. - Kamu juga?
- Kamu... - Ini enak sekali, bukan?
Kita menghabiskannya. Awalnya kupikir itu banyak.
Kamu bisa langsung memasukkannya. Aku mencucinya tadi.
Kelihatannya enak.
Ini sempurna.
"Se Young jatuh cinta dengan salad yang terasa segar"
Kamu makan dengan lahap.
Tidak ada yang tersisa di piring.
Aku ingin mengelap sausnya dengan roti.
- Kamu puas? - Ya.
"Pusat untuk makanan sederhana bertemu rasa dan kesederhanaan"
"Aku menikmati makanannya!"
Enak sekali.
Butuh tiga jam.
"Mereka akan pergi selama tiga jam ke Amalfi"
- Dalam perjalanan, - Ya.
kita tidak perlu mengunjungi lokasi tertentu.
Kita bisa menepi ke trotoar dan pergi ke pantai.
Aku sudah dengar tentang itu.
- Maksudmu pemberitahuannya? - Kita bisa parkir mobilnya di sana.
Jika melihat tempat yang bagus, kita bisa berhenti.
"Mereka akan melihat-lihat tempat yang mereka suka"
- Bagus. - Bagus.
Bagus.
Kita harus mengemas sisanya.
"Sekarang mereka membagi pekerjaan tanpa mengatakan apa pun"
- Kamu sudah mencuci ini? - Ya.
"Bersih-bersih saat kali pertama mereka tiba"
Terima kasih.
Apa kita harus mengunci pintu dan mengembalikan kuncinya?
- Haruskah kukunci pintunya? - Kurasa begitu.
Baiklah. Pintunya terkunci.
- Kamu bisa keluar. - Baiklah.
"Berpamitan dengan trulli"
Langitnya sangat biru.
- Sampai jumpa. - Dia menyeret mereka selama ini.
"Ju Bin menyeret tali tasnya"
"Menjatuhkan tali tasnya juga"
- Lagi? - Ju Bin!
"Apa ada yang tidak akan kamu jatuhkan?"
Ayolah, Ju Bin.
Aku melakukan ini untuk mendistribusikan berat ke tanah.
"Dia menjelaskan alasannya"
Kamu setuju, bukan?
"Mereka meninggalkan Alberobello tanpa menjatuhkan kenangan indah"
"Mereka merasa antusias untuk pergi ke tempat baru"
- Bagus. - Ayo.
"Petualangan apa yang menanti mereka?"
Ini laut.
"Pantai Amalfi memiliki jalan pantai yang indah"
"Aku tidak membayangkan akan berada di tempat seperti ini dalam hidupku"
"Berseru"
"Desa sisi tebing yang berwarna-warni seperti dalam film"
"Jalan pantai mungkin menyentuh langit"
"Darurat"
"Mereka menghadapi krisis di tepi tebing"
"Sangat berbahaya"
"Mereka tidak bisa mundur"
"Apa yang terjadi pada mereka di tebing?"
"Pemandangan indah"
"Apa yang mereka lihat setelah jalan pantai yang pusing?"
"Di tempat di tebing yang tidak berujung"
"Ada kelas memasak makanan rumahan Italia"
"Aku ingin melakukan ini"
"Se Young yang antusias menantang untuk memasak"
"Memotong dan menaburkan"
Kuning dan putih telur.
"Memecahkan telur"
"Telurnya berantakan"
"Se Young"
"Itu seperti cacing sendok"
"Dia bekerja keras"
Lari.
"Ada yang salah"
"Dan mereka tidak bisa menghindari"
"Pencicipan"
"Apa Se Young bisa berhasil memasak?"
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.