Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Halo?
Ya. Maaf. Aku ketiduran.
Tentu, aku masih datang. Ya.
Ya, aku tahu letaknya.
Aku bisa pergi sendiri ke sana.
Belum.
Aku belum memikirkannya.
Karena aku merasa belum siap.
Asal jangan malam ini.
Baik.
Menginap.
Puas?
Itu bukan lelucon bagus! / Baik. Dengar.
Aku punya cerita untukmu.
Ini menimpa temanku di Nevada.
Rute 50. Di sana dia cerita.
Mulai lagi. / Aku serius.
Ceritakan. / Baik.
Aku dan temanku Ash berkendara melintasi Amerika saat tahun jeda.
Sungguh? Karena kau belum pernah menyebutkannya.
Diam.
Suatu malam, saat berkendara dari Vegas menuju Palm Springs,
dia cerita apa yang menimpa saudarinya.
Bohong! / Ryan!
Dia tidak bohong. Dia bekerja di firma hukum lokal ini.
Tak usah. Terima kasih. / Benar.
Yang mana? / Berhenti menyela, Ryan!
Aku memeriksa faktanya, Sayang!
Namanya Firma Hukum Perceraian Keluarga Wilma dan Blaylock.
Periksa saja. Ayo, mereka punya situs web. Kutunggu.
Pasti kau sudah baca cerita ini jutaan kali.
Ya. Tapi itu Baik.
Terima kasih! Jadi, saudarinya bekerja di kantornya suatu malam hingga larut.
Sendirian? / Sendirian. Ya.
Dia memeriksa ponselnya.
Dia sadar sudah lewat pukul 11:00.
Malam? / Ya, malam. Kau...
Beberapa orang tidak takut dengan sedikit kerja keras, Jess.
Ya. / Ya.
Dia akhirnya memutuskan pulang larut.
Dia mengunci kantor dan berjalan menyeberang
parkiran sepi menuju mobilnya.
Saat pergi, dia lihat mobil lain berhenti tepat di belakangnya.
Mulai mengikutinya di sepanjang jalan.
Dan dia mempercepat, memperlambat, ke kiri, ke kanan. Tidak ada gunanya.
Dia tidak bisa kabur dari mobil ini.
Ya Tuhan. Itu menakutkan.
Lalu mobil itu mulai membuntutinya. Mengedipkan lampu depannya.
Membunyikan klakson, jadi sekarang dia panik, 'kan?
Dia sangat panik, menelpon Ash.
Untung Ash masih terjaga, jadi Ash pun menjawab.
Ash bilang langsung saja ke rumahnya.
Jadi dia ke sana dengan mobil ini masih membuntuti.
Melewati lampu merah, rambu berhenti, dan banyak lagi.
Akhirnya, dia berhenti di luar rumah Ash.
Dia melompati pintu depan, menjerit.
Mengacungkan pistol 9 milimeter milik pamannya.
Saudarinya berlari keluar dari mobil dan masuk rumah sambil menjerit!
Sial. / Lalu, mobil yang mengikutinya berhenti.
Sopirnya melompat keluar.
Dia mulai meneriaki Ash memintanya membidik mobil saudarinya.
Saat Ash bertanya kenapa, supir itu mengaku ada pria di dalam
merunduk di belakang kursi saudari Ash.
Jadi mereka berdua ke situ. Membuka pintu belakang.
Benar saja, ada seorang pria di sana dengan pisau Stanley
menunggu menggorok lehernya.
Astaga! Ayolah!
Di sini boleh merokok? / Hei.
Tentu tidak boleh merokok di sini!
Aneh.
Ya. Minuman habis. Aku sudah memesan sampanye.
Patrick! Harusnya tidak usah!
Sayang, ini bukan untukmu.
Anne dan aku ingin menyampaikan pengumuman.
Jangan menyela yang satu ini.
Aku tidak mau. / Hei, ayolah.
Baik. Semua orang pegang minuman?
Jadi, aku akan kembali tinggal bersama Anne.
Itu Baik. Sekarang kau tidak bisa mengabaikan kami lagi.
Dan, kami mau menikah.
Hei! Selamat.
Terima kasih, Sobat! / Bagus sekali! Luar biasa!
Jessica?
Jessica?
Dia tidak mengatakannya.
Aku berencana.
Sungguh? / Ya.
Hei.
Kenapa dia tidak memberitahuku?
Anne!
Apa arti semua itu?
Mana aku tahu?
Kau di dalam sana? Anne?
Anne?!
Apa?
Semua baik-baik saja sekarang?
Ya. Semua baik-baik saja.
Tapi tidak, 'kan?
Kau tidak bisa kembali ke keadaan seperti dulu.
Siapa bilang?
Dia tidak akan berubah, Anne.
Kau hamil?
Tidak.
Apa?
Sial. Aku tidak tahu bagaimana mengatakan ini... / Maka jangan.
Aku yang bayar terakhir kali, 'kan?
Usaha bagus, bocah sampanye. Ayo. Kubantu menghitungnya.
Apa?
Anne. Kita akan bagi ini. Benar? Anne?
Dia kenapa? Apa?
Bayar tagihannya.
Ada apa? Kau gemetar.
Aku cuma sangat lelah.
Aku akan kembali ke tempatmu.
Cuma kita berdua. Seperti dulu.
Tidak, terima kasih. Tidak malam ini.
Baik.
Aku merasa sesuatu yang buruk akan terjadi.
Maka jangan bawa Patrick pulang.
Benar. Di mana selanjutnya?
Rumah. / Sudah?
Kalian berdua bisa keluar jika mau.
Mau kubantu, Sayang? / Tidak, Pat. Terima kasih
Kalian semua? / Tidak. Cuma kami berdua.
Ayo. Masuk. / Dia ingin pulang sendiri.
Kami sudah mendiskusikannya. Aku tinggal di rumahnya.
Tidak malam ini. / Katamu kita akan melakukannya. / Patrick!
Biarkan saja mereka. / Dia tidak mau!
Bisa jangan ikut campur sekali ini?
Ayo.
Ayo.
Apa yang kau katakan padanya?!
Tidak ada ! / Kalian, kumohon!
Patrick! Pintunya terkunci!
Patrick! Patrick! / Ya.
Baik. Geser.
Geser.
Baik.
Tidak, aku perlu... / Jessica.
Tidak. Anne.
Jendelanya berkabut.
Aku tidak bisa melihatnya.
Selamat malam kalau begitu.
Ke mana, sobat?
Bisa menyetir saja dulu?
Aku akan memberitahumu saat aku tahu di mana.
Uangmu.
Anne, apa salahku sekarang?
Seperti biasa, Anne. Tak ada angin tak ada hujan.
Sudah kubilang aku butuh waktu.
Aku pindah!
Ingat? Seperti maumu dariku.
Ya, dengan alasan baik.
Bagus. Kembali ke itu.
Berapa lama kau akan terus menghukumku?
Aku kembali malam ini? Di sofa.
Jangan malam ini. / Cemerlang.
Dua tempat, 'kan?
Tepat, jangan kuatir.
Meterannya berjalan. Itu saja.
Terima kasih. Aku tidak tahu itu.
Tempatku lebih dulu. Tolong.
Tidak. Terus saja menyetir. Kita belum selesai di sini.
Mau aku mengusirnya, Sayang?
Apa?
Diam saja.
Nona?
Tidak.
Aku bisa memanggil taksi lain mengantarnya, lalu kuantar kau.
Tidak, aku yakin. Terima kasih. / Baik.
Aku pernah menjemputmu, 'kan?
Sepertinya tidak. Aku pasti mengingatnya.
Seringnya ingatanku bagus.
Nanti pasti teringat.
Halo. Sudah lama tak dengar ini.
Ya.
Kau tahu lagunya?
Matikan, bisa?
Lagu itu dibuat oleh Dickey Lee.
Cerita hantu.
Anak muda mencoba meniduri hantu.
Itu lagu lama.
Aku tidak bicara padamu.
Terserah.
Ryan. Lihat?
Tidak. Ian.
Apa?
Maaf. Kupikir kau bicara padaku.
Namaku Ian. Maaf. Siapa namamu?
Tuan Pelanggan.
Dia Patrick. Aku Anne.
Itu bagus, 'kan? Kita semua berteman sekarang.
Ini pertanyaan pribadi. Kalian sudah menikah?
Karena kedengarannya seperti itu.
Sebenarnya kami bertunangan.
Anne, aku pasti keluar di lampu merah yang berikutnya lalu melaju kencang.
Maaf?
Pernikahan itu jalan panjang.
Jalan yang sangat panjang.
Dan saat kau merasa sudah menguasainya, anak-anak muncul.
Ini dia.
Sekarang aku ingat dari mana aku menjemputmu. Rumah sakit.
Rumah sakit?
Tidak.
Ya, persalinan Santa Maria.
Kau ingat saat kuceritakan saat istriku mengandung,
dia terus menjerit, terutama diawal.
Katanya rasanya seperti ditabrak truk.
Bagaimana dia tahu seperti apa rasanya?
Apa yang dia bicarakan?
Perjalanan yang akan kalian berdua lalui.
Bagaimana perasaanmu? Sudah muncul?
Muncul? / Muncul!
Dia tidak tahu, ya?
Astaga.
Kau hamil?
Lihat aku!
Begini caraku tahu?
Andai kau yang membawanya ke rumah sakit, kau pasti tahu.
Kau mungkin akan menghargai dukungannya.
Benar, Anne? / Diam! Ian!
Tidak ada yang lebih menakutkan di dunia ini selain bertanggung jawab atas seorang anak.
Pelatihan hidupmu sudah termasuk dalam tarif atau itu tambahan?
Tidak. Semua gratis.
Aku tidak pernah melewatkan pemindaian.
Kuhadiri semua kelas antenatal.
Tapi itu diriku.
Aku mengerti, Anne.
Mungkin lebih mudah pergi sendiri
dibanding dengan orang bodoh terbelakang emosional seperti ini.
Kau pikir kau ini siapa?!
Baik. Mari tenang.
Mari kita dinginkan diri. Istirahat yang cepat.
Aku perlu menelepon.
Ini dia.
Dia pergi kencing?
Astaga.
Aku tidak akan lama.
Ponselku di dalam ruangan, seperti suami yang baik.
Tahan. Ini waktuku. Hentikan meterannya!
Brengsek.
Bagaimana?
Kau setidaknya berencana untuk memberitahuku?
Aku tidak tahu.
Ini bukan waktu ideal, 'kan?
Aku masih punya hak untuk tahu!
Aku tidak yakin kau berhak.
Tapi dengar aku.
Yang Jessica katakan bohong.
Kaulah yang menyimpan rahasia di sini, bukan aku.
Sungguh? / Ya. Sungguh.
Bagaimana aku tahu kalau itu anakku? Astaga.
Mungkin itu inti semua ini. Mungkin kau yang selingkuh.
Aku tidak bisa melakukan ini lagi.
Bagus. / Ya, bagus.
Sekarang kau harus tinggal dan bicara.
Baik.
Maaf soal itu. Anakku sedang tidak sehat.
Ya. Bisa buka pintunya?
Aku ingin naik taksi lagi.
Karena itu akan terlihat bagus, 'kan?
Calon ayah membiarkan tunangannya yang sedang hamil
pulang naik taksi sendirian di tengah malam.
Aku yakin ada hal lain yang bisa dijadikan senjata untuk melawanku di masa depan.
Aku tidak tahu apa kalian dengar. Tapi kondisi putraku agak parah.
Tidak ada yang peduli dengannya!
Pat. / Apa?!
Antar saja dia pulang.
67 Jalan Parkfield. / Jalan Parkfield.
Ya. Aku ingat.
Aku menjemputnya dari rumah sakit bersalin.
Benar?
Ya, kau sudah bilang.
Baik.
Aku mau ambil petaku...
Petamu?
Aku kolot, kawan.
Dasar badut.
Dia memang mau mengambil petanya.
Sopir taksi sialan tidak tahu jalannya.
Aku keluar.
Punyaku masih terkunci.
Ya. Pintuku juga. Hei! Buka kunci pintunya!
Ya.
Tinggalkan saja kami di sini. / Aku tidak bisa melakukan itu.
Apa yang kau lakukan?!
Diam!
Atau kau juga.
Dasar busuk!
Dia mati?
Seperti apa rupaku? Quincy MD?
Keluarkan aku!
Hei. Usaha bagus.
Kau pikir aku lahir kemarin?
Dengarkan aku.
Kau mencoba kabur lagi, kusetrum otak orang ini.
Kau mengerti itu?
Kau mengerti itu?
Ya!
Aku mengawasimu.
Sial.
Jangan lakukan itu. Hei.
Aku sudah mengingatkanmu. Letakkan telepon sialan itu.
Letakkan itu. Masukkan kembali ke dalam tasmu.
Baik.
Sedang apa kau? Kau gila?
Berbalik.
Ke arah lain! Sini tanganmu.
Dan yang satunya.
Apapun maumu. Aku punya uang.
Aku bisa memberimu uang. Apapun maumu.
Uang? Kau pikir aku butuh uang?
Duduk kembali.
Ini dia.
Keselamatan yang utama. Di mana ponselmu?
Di tasku. / Di dalam sini?
Kau pakai apa?
Apa?
Penyedia layanan apa kau pakai?
Aku berpikir mau mengganti karena jangkauan di sini jelek.
Ya!
Ya. Rusak.
Duduk kembali.
Sial.
Ya.
Pat. Tolong bangun.
Kau baik-baik saja?
Dia butuh bantuan. Tolong.
Bisa kita ke rumah sakit saja?
Sepertinya dia terluka parah, Ian.
Sakit, tapi parah? Aku ragu.
Dia disetrum tegangan tinggi.
Tidak cukup untuk membunuhnya.
Lagipula cuma sekali.
Dari situs gelap.
Orang baik di Bulgaria bernama Mikhail yang membuatnya.
Sangat bagus. Kualitasnya luar biasa.
Pat, kau baik-baik saja?
Bagus. Dia akan hidup.
Ya Tuhan.
Ya. Menyengat, 'kan?
Saat pertama beli, kucoba langsung.
Sakit sekali.
Entah apa harus memberitahumu ini. Tapi saat it aku mengompol.
Kau belum mengompol, 'kan?
Karena aku harus menagihmu ekstra, Patrick.
Keluarkan kami.
Kataku keluarkan kami, brengsek!
Tendang.
Tendang dia!
Ya. Membuat kita kecelakaan?
Ide bagus, brengsek... / Tendang dia!
Mau lagi? / Tidak!
Maka jaga sikapmu!
Maaf.
Kucoba menyangkal...
Seperti ayahku.
Temperamennya sangat buruk.
Sering tak terkendali dalam perjalanan mobil.
Dia berputar.
Memukul kami dengan tangannya yang besar.
Aku cuma anak kecil...
Bajingan mengerikan.
Ada mobil.
Cepat! Jendela! Tendang!
Tolong kami! / Tolong! Tolong!
Tolong!
Sepasang bajingan.
Di belakang sangat buram.
Kau bisa melihat keluar, tapi mereka tidak bisa melihatmu.
Tidak. Kulihat seseorang.
Saat aku keluar dari restoran, kulihat seseorang di belakang taksi.
Tidak. Taksinya kosong. Cuma aku.
Aku melihatnya.
Dia di belakang taksi. Aku melihatnya.
Seperti apa rupanya?
Tidak ada apa-apa.
Tidak ada apa-apa. Ini bukan apa-apa.
Kau diam di belakang, Patrick. Kau baik-baik saja?
Lihat, Anne. Patrick malang menangis.
Kau baik-baik saja?
Kau mengompol?
Dia menyetrumku di dadaku.
Kurasakan sakit yang menusuk di dadaku.
Aku menyebutnya gema sentakan.
Cukup pantas.
Tidak apa-apa.
Bernapaslah, Patrick. Tarik napas dalam-dalam.
Baik. Kau perlu... / Itu yoga?
Istriku sering yoga.
Itu tidak menenangkannya.
Harusnya kita bungkus makanan.
Apa katanya?
"Harusnya kita bungkus makanan"?
Ya!
Aku suka itu.
Patrick. / Itu lucu.
Penting menikahi seseorang yang punya selera humor bagus, Anne.
Bonus, tapi terlihat memudar.
Tawa tidak memudar. Tawa tidak pernah memudar.
Tolong. Kenapa kau melakukan ini?
Saat waktunya tepat, Anne.
Jangan kuatir. Kita akan berhenti teratur.
Agar kau dan bayimu tetap makan dan minum.
Aku juga orang tua. Ingat?
Anakku yang sakit yang tidak ada yang peduli.
Itu dia. Mirip ibunya, syukurlah.
Istrimu cantik.
Terlalu cantik untuk mencintai orang sepertiku?
Bukan itu yang kukatakan.
Ya. Tidak perlu.
Kulakukan apapun untuknya. Untuk mereka.
Kau tahu seperti apa rasanya?
Tidak.
Aku mau tahu.
Hati-hati dengan keinginanmu, Anne. Itu ada harganya.
Itu akan menghancurkan hatimu.
Katamu anakmu sakit. Semoga tidak serius.
Tidak.
Tidak.
Aku mengerti yang kau lakukan.
Sudah terlambat menggugah sisi baikku sekarang, Anne.
Itu tidak akan membantumu.
Tidak sekarang.
Sial.
Patrick.
Patrick.
Kau sudah bangun? Patrick? Sial.
Halo? Tidak ada orang di sini.
Tolong jangan.
Mari cari udara segar.
Ayo. Keluar.
Ayo.
Ya. Duduk di sana.
Kau baik-baik saja.
Pergi. Duduk.
Ya. Baik. Ini dia.
Kau pasti haus.
Semua bagian dari layanan.
Wanita duluan.
Ini.
Berikan padanya. / Tidak.
Kau duluan, lalu dia. Ayo.
Ini. Tidak apa-apa.
Aku punya sebotol lagi untuknya.
Bagus. Ayo.
Minum!
Telan.
Pikirkan anakmu! Telan!
Pikirkan anakmu!
Ya Tuhan, Anne!
Kau mau jadi ibu apa?
Sial.
Sepertinya cuma ini yang tersisa.
Semua habis.
Sayang sekali. Patrick malang.
Aku tidak main-main. Ayo.
Aku mau ke toilet.
Kau tidak ingin aku kencing di taksimu, 'kan?
Tunggu di situ!
Apa yang kau lakukan?
Kataku tunggu di situ. Ya.
Tangan apa? Yang itu? Itu lebih mudah?
Ya. / Baik. Tahan di situ.
Ian menolong.
Terlalu kencang?
Tidak, tidak apa-apa.
Baik. Tunggu.
Baik.
Sekarang.
Kencing di situ.
Jika kudengar seseorang datang, aku akan kembali kemari.
Layak atau tidak senonoh.
Aku harus menelepon.
Sial.
Sial.
Sial.
Selamat datang di layanan pesan suara.
Sialan.
Sial!
Diam!
Sudah kuingatkan, 'kan?! Diam!
Tidak! Dia tadi berdiri tepat di belakangku!
Dia tadi berdiri di sana!
Berdiri. Berdiri!
Dia tadi berdiri... Dia tadi di sana.
Berbalik. Berbalik!
Sialan. Bisa patuh, Anne?
Kau kencing di lantainya, dasar kelinci kecil jorok.
Aku tidak bisa memakai tanganku... / Apa?
Kau tidak perlu mengikatku.
Apa?
Aku tidak akan pergi. Aku janji.
Masuk!
Sial.
Pasang kembali.
Awas kakimu.
Jika kau melakukan hal seperti itu lagi, kubunuh dia.
Mengerti, Anne?
Baik. Ayo.
Ke mana kita?
Ujung jalan.
Tempatku.
Di Bukit Maybelle. Kau tahu itu?
Tidak.
Jalan itu akan membuatmu takut.
Jalan paling berhantu di Inggris kata orang.
Kau percaya hantu?
Kau percaya hantu, Anne?
Dia mati kecelakaan mobil di tengah malam. Menumpang bersama anaknya.
Kabur dari suaminya.
Mobil langsung membunuhnya.
Tapi gadis kecil itu.
Meninggal beberapa hari kemudian.
Sendirian di hutan.
Takut.
Menangis mencari ibunya.
Tidak ada yang mencari.
Tidak ada yang menemukannya.
Jalan ini berhantu sejak saat itu.
Hantu Bukit Maybelle, kata orang.
Berdiri di pinggir jalan, menumpang.
Dia berkendara bersamamu sebentar lalu dia menghilang begitu saja.
Kadang dia tidak masuk. Dia cuma muncul di dalam mobil.
Kadang dia melangkah keluar tepat di depanmu...
Menatap.
Sampai kau menabraknya.
Lalu dia turun di bawah mobilmu.
Setiap kali dia muncul, dia selalu menginginkan hal yang sama.
Anaknya.
Kau baik-baik saja, Sayang?
Ya, aku makan yang tak enak.
Maaf. Berapa?
Tidak ada.
Anggap saja hadiah untuk si kecil.
Sungguh? / Ya.
Berjanjilah padaku satu hal.
Tentu.
Jaga dia.
Pasti.
Terima kasih.
Anne, kau lapar?
Kau makan untuk dua orang sekarang.
Ya. Kawan malang.
Pasti nyenyak.
Biarkan saja dia tidur.
Patrick, bangun.
Tolong bangun.
Ya, aku bangun.
Dasar brengsek! / Terima kasih banyak.
Dia tidak tahu, 'kan?
Saat dia melepas ikatanku, dia harus menyeretku keluar.
Saat itu aku akan merobohkannya.
Kau mau merobohkannya?
Kau harus membantuku.
Katamu kau ingin kita melakukan lebih banyak hal sebagai pasangan.
Dia sangat gila.
Hantu, astaga.
Hentikan, Pat. Dia menjemputku dari rumah sakit.
Menyuruhku merawat bayinya.
Akan kubunuh dia sebelum menyentuhmu.
Patrick. Lihat aku. Hei.
Patrick. Lihat aku. Patrick.
Kau tidak bisa melawannya seperti ini.
Kau harus tetap tenang. Semua akan baik-baik saja.
Tetap tenang.
Aku bahagia, Anne. Soal bayinya.
Aku sudah berubah.
Jessica memberitahuku.
Dia bilang padamu?
Tentang wanita yang kau bawa kembali bersamamu.
Mana mungkin ada orang kubawa kembali sementara mereka berdua tidur di sebelah?
Anne.
Anne.
Jadi itu saja. Sungguh?
Maka sekalian saja kita mati.
Ada seseorang di sana.
Ada seseorang datang! Patrick, ada yang datang!
Kita berdua bisa berteriak.
Saat dia buka pintu, kita bisa berteriak.
Lalu mereka akan dengar kita. / Ya.
Ayo. Patrick. Ayo.
Ayo. Ini kesempatan terakhir kita. Ayo!
Tidak apa-apa, Pat. Tetap tenang. Bertahanlah, Pat.
Tidak apa-apa.
Aku akan mengeluarkan kita dari ini, sebentar. Tetap tenang.
Tunggu.
Mendekatlah, bajingan.
Buka pintunya.
Maaf.
Dia berhenti. Patrick, dia berhenti.
Dia...
Ya.
Dia...
Tidak datang.
Dia tidak akan datang.
Dia...
Dia tidak akan datang, Pat.
Dia bisa melihatku.
Dia bisa melihatku?
Kurasa dia bisa melihatku.
Kau bangun.
Kau menangis tidur.
Memanggil ibumu.
Apa yang kau berikan padaku?
Bukan apa-apa.
Cuma obat tidur yang dijual bebas.
Tapi butuh waktu. Kupikir tidak mempan.
Astaga! Sial!
Tenang.
Jujur, cuma butuh sedikit kedamaian dan ketenangan, Anne.
Aku banyak tertekan saat ini.
Tenang.
Tolong keluarkan aku.
Aku cuma memberimu sedikit.
Berhentilah menangis, Anne.
Berhentilah menangis! Aku benci itu!
Elaine sering menangis. Anne! Berhenti menangis!
Akan kubunuh kau!
Akan kubunuh kau!
Kau masih merasakannya, 'kan?
Masih bisa merasakannya?
Ya, aku masih merasakannya.
Ini dia. Pertengkaran yang tidak ada gunanya.
Diam dan nikmati pemandangannya.
Kau pernah melihatnya, 'kan?
Ya, dia pernah. Dia pernah melihatnya.
Di Bukit Maybelle.
Di situ aku pertama kali melihatnya.
Dia berdiri di pinggir jalan.
Aku berhenti mempersilahkan dia masuk, tapi dia sudah ada di sana.
Menunjuk.
Di tengah jalan.
Dia mulai bicara.
Pertama, itu seperti peringatan.
Aku berhasil mendengarnya sedikit, dan itu sama sekali bukan peringatan.
Dia bicara tentang keadaan saat ini dan akan selalu terjadi.
Di kepalaku.
Dia ada dalam pikiranku.
Dia menunjuk ke foto itu. Di sana. Anak kecilku.
Malaikatku.
Dan saat itu aku merasa takut.
Dan aku mendongak lagi.
Dan itu bukan hantu lagi.
Itu Elaine.
Istriku menatapku sambil menangis terisak, memohon.
Dia memberitahuku banyak hal-hal buruk.
Aku tidak tahan lagi. Aku butuh dia berhenti!
Tapi dia di sana.
Di sana, di kursimu sekarang.
Aku masih merasakan hantu itu.
Seolah dia tidak pernah pergi.
Dia di sana saat kubawa kau kembali dari rumah sakit.
Tepat di sampingmu sepanjang jalan.
Patrick.
Kita di Bukit Maybelle?
Sudah sejak awal.
Ini dia.
Ini dia.
Rumahku surgaku.
Keluargamu tinggal di sini?
Keluargaku? Kau gila?
Kenapa keluargaku tinggal di tempat kumuh sepi ini?
Keluargaku tinggal di rumah, rumahku yang kubayar.
Aku tinggal di sini.
Berdiri di sini.
Bangun!
Hei.
Jika membantuku memasukkannya, aku akan membiarkannya hidup.
Kau janji? / Ya.
Janji babi.
Berdiri di sana.
Kau ingin janji babi?
Baik.
Ayo. Pegang kakinya. Ayo, pemalas.
Ayo.
Aku jarang mengunci tempatnya. Karena tidak ada yang kemari.
Dan tidak ada yang pergi.
Aku memegangnya. Maaf.
Aku tidak bisa.
Turunkan dia. / Maaf.
Kau baik-baik saja?
Masuklah. Maaf. Masuk.
Masuk. Ayo.
Ini cuma sementara.
Nyalakan lampu ini.
Di sini gelap.
Lebih baik.
Ada kantong tidur di sana jika kau kedinginan atau lelah.
Atau selimut jika kau merasa seorang putri.
Silakan duduk, Anne!
Ada kulkas kecil yang berfungsi.
Dan ada kamar mandi di sini.
Tapi tidak ada air.
Jadi aku menggunakan botol untuk itu, dan minum, membius.
Tapi aku tidak punya televisi.
Jujur, itu bagus untukmu.
Baik.
Ayo, Elaine.
Ayo. Angkat.
Kenapa tidak menjawabku?
Selamat datang... / Dia tidak pernah menjawabku.
Kenapa dia tidak pernah menjawabku?!
Ini tengah malam. Dia mungkin sedang tidur.
Dia tidur?
Dia sudah bangun.
Dulu aku selalu bilang, "Bukan kau yang bangun di malam hari mencari nafkah"
Bukan salahku aku tidak punya payudara, benar?
Benar?
"Payudara yang terbaik."
Kudengar itu jutaan kali.
Payudara yang terbaik, Anne. Geser.
Jangan sampai lehernya terluka.
Cuma kita sekarang.
Dan dia. Dia menunggu kita.
Malam pertamaku menjemputnya...
Aku terlalu takut.
Aku langsung ke bar dan minum banyak wiski.
Lalu aku minum wiski besar lagi.
Dan aku duduk di sana.
Gemetar seperti anjing buang air besar sampai aku cukup tenang untuk pulang.
Dan istriku, Elaine. Dia tidak percaya padaku!
Dia berkata, โdengan siapa kau tadi? Kenapa kau tidak mengakuinya?
Karena itu kau bekerja malam hari."
Kau percaya itu?
Aku tidur di sofa malam itu.
Aku berbaring di sana. Ketakutan setengah mati.
Lalu kudengar sesuatu di lantai atas.
Jadi aku naik.
Dia di kamar putraku.
Dia berdiri di samping ranjangnya.
Aku tahu saat itu aku harus menjauhkannya dari putraku.
Aku harus menyelamatkannya.
Putraku.
Malaikat kecilku.
Dan saat Itu aku meninggalkan mereka.
Saat aku kembali ke Bukit Maybelle, kubawamu kau bersamaku.
Untuknya.
Bayiku.
Ya.
Pertukaran.
Anakku diganti anakmu.
Dia di sini.
Tetap di situ.
Tidak. Ayo.
Jangan mati. Patrick, ayolah.
Sial. Baik.
Annie...
Annie.
Itu anakku?
Tentu.
Aku mengacaukan semua. Aku tahu aku ditakdirkan mati.
Aku akan membebaskanmu dari ini.
Jangan, tidak apa-apa.
Kau dan bayi kita...
Anne?
Anne! Berhenti!
Selamatkan bayinya. Tunggu!
Itu Jessica.
Aku tidur dengan Jessica.
Dialah orangnya.
Aku tidur dengan Jessica.
Ayo. / Tidak, Annie.
Ayo. / Jangan membawaku.
Tidak!
Patrick.
Ayo. Sial.
Ayo. Sial.
Sial. Ayolah.
Dasar brengsek.
Tidak! Katamu kau akan membiarkan dia hidup!
Kau tahu? Aku baru saja berubah pikiran.
Baru saja.
Lepaskan dia!
Lepaskan!
Minggir, Elaine!
Konyol. Hampir saja kau kena.
Aku bisa saja melukai bayinya!
Dia? Maaf.
Aku jarang seperti ini.
Bajingan mengerikan.
Kelinci?
Kelinci!
Kemari, kelinci.
Lari, kelinci!
Kelinci!
Kelinci!
Kemari!
Kelinci!
Kelinci.
Kelinci.
Di mana kau, kelinci nakal?
Hentikan.
Ayo.
Sialan!
Lepaskan!
Sialan, Anne!
Lihat yang kulakukan! Sial!
Sialan!
Sial. Amarahmu!
Selesaikan dan pulang.
Tidak, tolong jangan.
Aku bisa merasakannya menendang. Ini hidup.
Tolong jangan.
Sialan. Jantungku.
Anne?
Kehidupan seperti apa yang akan kau jalani?
Orang tua saling membenci.
Ayah yang tidak tahu punya anak.
Selingkuh.
Kehidupan apa yang akan anakku jalani?
Aku dan Elaine mengarungi bahtera.
Kami kesulitan, tapi mengatakan aku tidak menyayangi anakku...
Mengatakan aku keluar meniduri wanita ini dan wanita itu
selagi dia di rumah merawat anaknya.
Anaknya! Tak pernah disebut anakku.
Kau tahu yang kulakukan, Elaine?
Aku keluar membawa taksi ini
mencoba menghasilkan sedikit uang bagi kami.
Lalu kau bilang kau ingin cerai.
Baik. Mau singkirkan anakku?
Singkirkan satu-satunya yang kusayangi?
Baik.
Mungkin aku akan menyingkirkan anakmu.
Menyingkirkan satu-satunya yang sangat kau sayangi. Permanen.
Ya Tuhan.
Itu pemikiranmu.
Pikiran yang ada di pikiranku.
Bunuh dia!
Bunuh...
Tapi aku tidak mau. Kenapa aku tega?
Aku sangat menyayanginya.
Jadi aku keluar.
Dan kuturunkan.
Dan di situ aku melihatnya.
Itu harganya.
Harga memikirkannya.
Dia membaca pikiranku.
Sayang sekali.
Dia tahu persis yang telah kulakukan!
Saat aku menjemputnya, itu yang dia katakan!
Dia berbisik di telingaku.
โBasuh dia.
Basuh dia..."
Tapi dia mulai masuk ke taksiku...
Karena aku sudah membuat kesepakatan...
Dia bisa mengambil anakmu, dan anakku akan kembali.
Dia bisa mengambil anakmu, dan anakku akan kembali.
Ya.
Maaf, Annie.
Turun kemari.
Berlututlah di sana!
Aku sedang menyelamatkan anakku. Kau akan melakukan hal yang sama.
Tidak ada anak, Ian.
Aku kehilangannya.
Saat kau menjemputku dari rumah sakit. Aku tidak punya anak.
Apa?
Aku tidak punya bayi. Keguguran.
Maaf.
Itu tidak benar. Itu tidak akan berhasil.
Itu tidak akan berhasil!
Kenapa kau bohong, kelinci?!
Kau menipuku!
Kau mengambilnya.
Kau mengambilnya.
Kau mengambil bayiku!
Kau mengambilnya! Kau mencurinya!
Di mana kau? Tidak! Kembali!
Kembali! Mau ke mana? Kembali.
Kau mencurinya.
Di mana kau?!
Tidak!
Di mana kau?!
Tidak!
Di mana kau?!
Halo?
Baik.
Berangkat.
Ini Elaine.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.