Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
(Konten berikut mungkin tidak cocok untuk pemirsa di bawah 15 tahun)
Subtitle by VIU Translate by cavo
Nyonya, ini adalah kursi pintu darurat.
Bolehkah saya meminta bantuan anda jika dalam keadaan darurat?
Ini adalah kursi pintu darurat.
Bolehkah saya meminta bantuan anda jika dalam keadaan darurat?
Ya.
Nyonya?
Ya, aku mengerti.
Ibu.
Ibu, aku sudah memiliki banyak teman.
Anak-anak kelas ketiga memintaku untuk bermain dengan mereka.
Kami semua teman di sini. Ini sangat menyenangkan.
(On the Way to the Airport)
Semoga harimu menyenangkan.
Belajarlah dengan keras, oke?
- Hei. - Pergilah.
Hari ini giliranku.
Kita bergiliran untuk mengantar mereka.
- Hari ini gilirannya. - Selamat tinggal.
Kita harus membuat jadwal baru.
Mari kita pergi minum kopi.
Aku ingin kehidupan baru...
Untuk yang pertama dan yang terakhir kali.
Aku sudah seperti wanita yang tinggal disini.
Sudah kubilang kalau aku belum menikah.
Dia mengesampingkan segala hal untuk fokus pada dirinya sendiri.
Itu empat bulan yang lalu.
Aku berniat untuk tinggal.
Jadi, apa kau menemukan pencerahan?
Aku menyadari bahwa sangat menyenangkan menjadi pengangguran.
Luangkan waktumu. Kau akan melupakan kekhawatiranmu...
Dalam waktu singkat.
Kenapa kau sangat lembut padanya?
Aku datang kesini untuk memulai bab baru dalam kehidupanku,
Tapi aku terbebas dari semua itu sekarang.
Dia bebas.
Apakah kau mencari rumah?
Apa kau akan tinggal disini?
Apakah dia mencari kamar dari ponselnya?
Semua orang melakukan itu dengan ponsel mereka.
Oh, lihat.
Kamar itu di sebelah tempatku. Terlihat sama persis.
Kau tak pernah tinggal disini untuk waktu yang lama, bukan?
Dan tidak bermaksud untuk berlibur.
Kau berasal dari mana?
Pulau Jeju.
Sangat berangin disana. Itu tempat yang bagus.
Benar, jaringan listrik.
Ada banyak kabel listrik saat aku melihat ke atas.
Dulu banyak burung yang duduk disana.
Haruskah kita tinggal di tempat seperti itu?
Aku berkata pada diriku sendiri ratusan kali...
Kalau itu bukan apa-apa...
Dan itu pasti bukan apa-apa.
Tapi itu berarti sesuatu.
Itu sesuatu yang sangat kuat...
Sesuatu yang sangat kuat untuk hidupku sekarang.
Aku tidak layak menerima itu.
Aku sangat berterima kasih untuk segalanya...
Dan aku sangat menyesal untuk segalanya.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.
Dua, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.
Pinggang. Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.
Dua, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.
Lengan. Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.
Dua, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.
Rahasianya adalah menjalani hidup yang menyenangkan dan bahagia.
Kau benar.
Hai, Soo Ah.
Aku? Aku menikmati hidupku yang sehat sendirian di rumah.
Hidupku luar biasa.
Ya. Inilah kehidupan elegan yang aku impikan.
Bagaimana Hyo Eun?
Benarkah? Itu berita besar.
Cucuku pergi ke sebuah sekolah internasional.
Astaga, itu menakjubkan.
Kau tidak perlu menelepon setiap hari.
Apa?
Silakan ambil buku bank anda.
Aku mengirim beberapa uang untukmu.
Aku memberitahumu kalau aku akan mengirim gajiku untukmu,
Tapi pada akhirnya aku hanya bisa berbagi uang pesangon.
(Upah bulanan, 1.500 dolar)
Aku mendukung kehidupan eleganmu.
- Bukankah itu aneh? - Apa?
Halo. Apakah seseorang bernama Choi Soo Ah tinggal disini?
- Ya. - Apakah kau suaminya?
Tidak.
Siapa kau?
Permisi.
Halo.
Apa yang membawamu kesini?
- Siapa dia? - Dia tampan.
- Benar. - Siapa dia?
- Dia juniorku. - Aku bekerja disini sekarang.
Kau bilang kalau kau pindah. Jadi kau kesini.
Apakah dia juniormu di perguruan tinggi?
Bagaimana bisa kau bertemu juniormu seperti ini?
Dia berbicara sangat sopan.
- Benar. - Dia junior suamiku.
- Junior suaminya? - Junior suaminya?
- Aneh sekali. - Ya.
- Apa yang terjadi? - Astaga.
Apa yang terjadi?
Halo.
Aku seorang pilot dari A Airlines.
Atasanku adalah suaminya,
Kapten Park Jin Seok.
Aku disini hanya untuk menyapa atas perintah Kapten Park.
Tolong jangan salah paham.
- Tentu. - Kau sangat tampan.
- Ya. - Dia sangat menyegarkan mataku.
Astaga.
Aku tidak punya kopi.
Apa kau akan memberitahu Kapten Park apa yang kau lihat?
Maksudku, rumahku berantakan...
Dan Hyo Eun pergi ke sekolah biasa.
Apa kau punya waktu?
Orang-orang di desa berbicara seperti itu.
Bahkan jika aku diam, Kapten Park pasti akan tahu.
Aku membantu kalian karena aku yakin...
Kalau kalian berdua butuh waktu sendiri.
Seorang pilot yang dulu aku kenal pindah kesana...
Untuk hidup menyendiri dan dia menyukainya.
Maksudku, kau membuat langkah yang beranii.
Setidaknya kau harus tinggal di tempat seperti itu.
- Silahkan masuk. - Terima kasih.
Tidakkah kau menyukai tempatnya?
Aku menyukainya.
Apakah kau memiliki anak?
Ya.
Sangat mudah untuk berpergian karena ada halte bus.
Kau bisa pindah dalam dua hari. Aku harus membersihkan tempat ini.
Dimana kau?
Aku di dekat sini.
Aku suka tempat ini.
Sudah aku bilang, kan?
Jika kau ingin menyendiri, tinggallah di tempat seperti ini.
Aku menemukan tempat yang jauh dari dunia ini.
Tempat ini mengingatkanku padamu, Doh Woo.
Aku benar-benar ingin mengatakan ini,
Jadi aku menemukan caranya.
(Choi Soo Ah)
Aku akan mengirim pesan saat aku sedang memikirkanmu.
Mulai sekarang, aku bisa memberitahumu segala hal.
Apakah menurutmu kalau Soo Ah berhenti dan pindah ke luar negeri setelah...
Mencurigai ada sesuatu diantara Kapten Park Mi Jin?
Apakah ini rumor?
Kenapa seorang istri harus pergi saat mereka berselingkuh?
Berhenti menyebarkan rumor.
Kalian semua tidak tahu apa-apa.
Pak.
Jadi disinilah rumor itu berasal.
Dia berhenti karena dia merasa...
Hidup sangatlah pendek saat dia pergi menjemput...
Anaknya yang sakit.
Aku rasa itulah sebabnya dia benar-benar berhenti.
Mi Jin dan Jin Seok?
Tidak mungkin.
Mi Jin masih waras. Kenapa dia berkencan dengannya?
Aku sudah memberitahu mereka kalau itu tidak benar.
Apa kau tidak mendengar kabar dari Soo Ah?
Kemana dia pergi?
Dia mengubah nomor teleponnya. Aku yakin dia akan menelepon.
Dia mungkin pergi demi kebaikan Hyo Eun.
Apa kau sudah gila? Kenapa kau pergi? Di mana kau?
Bagaimana bisa kau meninggalkan mereka berdua disini?
Jin Seok datang kesana malam ini.
Mi Jin tidak berkencan dengan Jin Seok.
Dia hanya meminta makan padanya.
Diantara awak pesawati, Mi Jin dikenal sebagai...
Chef Song.
- Apa kau serius? - Jae Ah.
Percayalah.
Mi Jin tidak seperti itu.
Itu sebabnya...
Itulah sebabnya.
Itulah sebabnya.
Itulah sebabnya Jin Seok mengusirmu.
Kau membuatku gila.
Sekarang bukan waktunya untuk ini.
Astaga, aku lapar.
Siapa yang tahu memata-matai seseorang akan sulit?
Choi Soo Ah, inilah gunanya kau memiliki seorang adik.
Aku saudara yang setia, kau tahu?
Mari kita minum.
Aku lelah.
Kebetulan sekali. Aku tidak tahu kalau akan bertemu denganmu...
Saat aku memutuskan untuk naik bus limusin.
Apakah orang itu masih mengganggumu?
- Ya. - Apa perlu aku singkirkan dia?
Tidak perlu.
Kesempatan seperti itu tidak datang dua kali. Semoga berhasil.
Kenapa kau dalam suasana hati yang baik?
Menurutmu kenapa? Hidupku sangat di impikan setiap pria.
Aku hanyab isa bertemu istriku sekali atau dua kali sebulan.
Sekali atau dua kali sebulan?
- Apakah Soo Ah di Korea? - Urusi urusanmu sendiri.
Hormat!
Apa kau tahu di mana Soo Ah?
- Aku tidak tahu. - Bagaimana bisa kau tidak tahu?
Apa aku harus tahu di mana dia?
Aku akan tanyakan itu pada Kapten Park.
Kau bersama dia?
Lupakan saja. Jangan konyol.
Kau bahkan tidak dekat dengan dia.
Kau benar. Aku akan memberitahumu saat dia meneleponku.
Mi Jin.
Sudahlah. Tidurlah yang nyenyak.
Oke.
Kau harus memutuskan hubungan dengan Soo Ah.
Siapa kau memberitahuku apa yang harus dilakukan?
Aku senang kau mempermasalahkan itu.
Apa kau tahu seberapa bersalahnya aku?
Berhenti mengirim pesan padaku untuk mengajak minum.
Dia sedang menungguku.
Siapa?
Kau tahu, orang yang terus datang ke rumahku.
Aku ingin melihat wajah orang itu.
Mungkin seseorang yang sudah kau kenal.
Apa terjadi sesuatu diantara kalian berdua?
Apa kau percaya apa yang akan kukatakan?
- Pergilah. - Aku akan mengantarmu pulang.
Aku akan menunggu dan melihat apakah Jin Seok muncul.
Berhentilah membuang-buang waktumu untuk hal semacam ini.
Kau berkencan dengan Jin Seok saat masih muda.
- Apa katamu? - Kamu mendengarku.
Kakakku yang bodoh ingin aku untuk percaya padamu.
Dia bilang tidak ada yang terjadi diantara kalian berdua.
Dia bilang dia hanya menerima makanan dari Chef Song.
Si bodoh itu masih percaya padamu.
Kenapa kau tidak mendengarkan perkataan kakakmu?
Aku akan mendengarkannya.
Pergilah.
Aku sangat lapar. Belikan aku beberapa makanan.
- Apa yang kau pikirkan? - Kau akan memasak?
Apa kau tidak lelah? Kita pesan makanan saja.
Bawakan ini untukku.
Astaga.
Jadi dia pria muda pengangguran yang juga tak punya rumah.
Apa itu yang bisa kau lakukan, Mi Jin?
Siapa orang itu? Bagaimana aku bisa tahu dia?
HAruskah aku tidur di kamar lantai atas?
Kau bisa memiliki apapun yang kau mau.
Kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan.
Kita hanya akan tinggal disini selama beberapa hari.
Kita harus mencari tempat tinggal.
Aku menemukan tempat yang aku suka.
Seperti apa itu?
Jika kita memutuskan untuk tinggal disini, kita akan tinggal di sana.
Kita harus tinggal. Aku belajar di luar negeri, ingat?
Ya?
Hyo Eun baik-baik saja di sana, bukan?
Dia seharusnya tidak memiliki masalah berkomunikasi dengan orang-orang.
- Kau ingin bicara dengannya? - Tidak perlu.
- Apa kau baru pulang? - Ya, aku di rumah sekarang.
Aku bertemu ke Mi Jin dalam perjalanan pulang.
Aku pikir dia melihat seseorang.
Dia menunggu di halte bus.
Lalu?
Aku hanya mengatakannya.
Tidakkah dia memberitahumu dengan siapa dia berkencan?
Kenapa dia harus mengatakan hal itu?
Ada apa dengan sikapmu?
Kau tidak harus berkata seperti itu.
Aku hanya menelepon untuk memeriksa dia. Dah.
- Baiklah. - Jangan khawatirkan aku.
Tidak akan.
Bukankah itu terlalu kasar?
Kalian berdua bersenang-senanglah di resor itu.
Kenapa kau tidak tinggal bersama kami?
Aku pria yang punya keluarga. Aku harus bekerja.
Istirahatlah.
Apa kau sudah berbicara dengannya?
Ya. Mari kita pindah ke rumah itu.
Jika kalian melihat pada gambar,
Kalian akan melihat desain sederhana dan perabotan modern.
Sebelumnya, desain tersebut memiliki pola warna-warni...
Dan terdiri dari pola kain yang berbeda.
Itu cenderung menjadi gaya Eropa Utara.
Aku mempromosikan pendekatan baru dimana...
Gaya tersebut dicampur dengan pola tradisional kita.
Doh Woo seharusnya berada disini bersama orang-orang ini.
Silakan lihat pada slide.
Astaga.
Kenapa dia tidak mengangkatnya? Dia bahkan tidak akan menelepon.
Apa dia berada di tempat yang tidak terjangkau sinyal?
Dimana sebenarnya kau sekarang?
Aku disini sendirian dengan Hye Won.
Kenapa aku harus melalui hal seperti ini?
Ini keterlaluan.
Aku tidak keberatan sama sekali tinggal denganmu.
Aku merasakan hal yang sama.
Mari kita coba untuk bergaul.
Aku ingin menjadi istri Doh Woo untuk sedikit lebih lama.
Kita lihat siapa yang menang pada akhirnya.
Aku merasa jauh lebih baik sekarang karena aku dikenal.
- Aku ingin membuatnya bekerja dengan Doh Woo lagi. - Tak akan pernah.
Jangan ragu untuk pergi jika kau mau.
Sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang panjang.
Pintunya tidak bergeser dengan mudah.
Aku rasa kita harus membiarkannya terbuka.
Aku pikir tempat ini memiliki efek yang baik padaku.
Apakah kau tidak merasakan hal yang sama?
Belum lama sejak kita mulai tinggal disini.
Aku menemukan sesuatu yang ingin aku lakukan selama sisa hidupku.
Aku rasa itu sepak bola.
Itu hanya sebuah fase.
Aku ingin menjadi petani. Aku suka berada di ladang.
Aku tahu kau akan berubah pikiran dalam waktu dekat.
Tidak mungkin. Aku suka bertani.
Apakah mereka memberikanmu pekerjaan setelah wawancara?
Ini bukan benar-benar pekerjaan. Aku hanya menggantikan orang lain.
Kau harus mencari pekerjaan.
Jika aku tinggal di asrama, kau harus kembali ke Seoul.
Kau tidak perlu kembali jika kau menemukan pekerjaan.
Kau bisa memberitahunya kalau kita bisa hidup dengan cara kita sendiri.
Oh, benar. Kau harus berbohong kalau kau mendapat pekerjaan.
Jika kau terus mengatakan kebohongan...
Hei.
Jika tidak ada yang berhasil, aku akan mencari pekerjaan di peternakan.
Jadi mari kita berhenti berbohong.
Oke.
Kau tidak pernah...
Ingin kita untuk hidup terpisah.
Ayolah. Ada berbagai jenis pasangan di dunia ini.
Bersiaplah dan cepat keluar.
Selamat tinggal, ibu.
Pintunya tidak terbuka dengan mudah.
Tapi ada hal yang baik tentang itu.
Aku lupa mengomel pada Hyo Eun saat membuka pintu.
Inilah sesuatu yang aku percayai.
Seseorang yang sangat dicintai...
Bisa berdiri kuat di saat kesulitan.
Jangan pernah melupakan momen ini.
Ini akan menghiburmu untuk waktu yang lama.
Itulah yang aku rasakan sekarang.
Semua yang kau katakan, caramu memandang...
Dan wajahmu yang menghiburku, Doh Woo.
Doakan aku hari ini.
(Choi Soo Ah)
Berapa lama kau akan menggantikannya?
Selama seminggu.
Kami akan meneleponmu sekali atau dua kali seminggu.
Kau akan mendapatkan seragam disini. Pakailah itu saat kau pergi.
Oh, kau juga bisa melakukan pekerjaan tanah. Apakah mendaftar untuk itu.
Kami sangat bersyukur memiliki seseorang sepertimu disini.
Akan kupastikan untuk memberitahu orang-orang tentang dirimu.
Lakukan hal itu.
Kau harus kembali, kan?
Ya.
Semangat.
Kau juga.
Aku disini...
Di bandara lagi.
Ini sulit.
Sulit, tapi kau memintaku melakukan sesuatu.
Jangan khawatir.
Kau bisa tinggal disini untuk saat ini.
Dan saat Doh Woo menelepon, aku akan mengirimmu.
Beraninya Doh Woo tidak mengangkat teleponnya?
Hei.
Bagaimana kabarmu?
Kemana saja kau?
Aku minta maaf. Aku sedikit sibuk.
Dimana kau? Apa yang terjadi?
Aku akan mengirimkan alamatnya. Tolong kirimkan barang-barangku.
Mr Suh Doh Woo?
Tunggu sebantar. Ya?
Kau sedang bicara denganku.
Bisakah kau bekerja hari ini?
Lagi?
Bekerjalah sehari lagi.
Apa hari ini?
Hei, apa yang terjadi?
Melakukan apa hari ini?
Menggantikan orang lain.
Aku akan mengirimkan alamatnya.
Hei.
Benar-benar.
(Doh Woo)
(Kirim barang-barangku ke 2109 Haengwon-ri, Gujwa-eup, Jeju.)
Apa ini, biayanya banyak sekali.
Kemana kau pergi hari ini?
Jangan tanya.
Kau seperti orang daerah sini sekarang.
Padahal baru kemarin kau tiba disini.
Apa kau baik-baik saja?
Ya.
Terima kasih.
Tiba-tiba aku merasa sakit.
Apakah kau baik-baik saja?
Ya.
Aku hanya harus pergi kesana.
- Selamat tinggal. - Terima kasih.
Kau akan mendengar ombak saat kau berjalan masuki.
Kau bisa mencium batu.
Angin bertiup masuk dan keluar dari pohon...
Berbaring di sana-sini.
Matahari bersinar cerah...
Di sepanjang jalan sempit yang hampir tidak bsa dilewati mobil.
Aku berharap karya seniku...
Bisa menikmati sinar matahari...
Dan pemandangan.
Berkat kau, aku menemukan rumah yang aku cari.
Terima kasih, Bu.
Tunggu sebentar.
Hati-hati.
- Selamat tinggal. - Terima kasih.
Sudah selesai.
Apakah semua yang di taman itu yang terakhir?
Ya.
Apakah kau mengirim semuanya?
Ya.
Apakah kau bilang vas yang dimiliki oleh Mr Min?
Dia bilang dia akan mengirim seseorang.
Dia bisa mengirimkan itu.
Aku sudah membantu orang pindahan selama empat hari berturut-turut.
Aku akan meneleponmu lagi.
Apa yang kau sukai?
Siapa penyanyi kesukaanmu?
Aku tidak tahu.
Aku mendengarkan musik saat aku bekerja.
Kim Gwang Seok dan Lucid Fall?
Aku akan mendengarkan mereka setiap hari.
Aku berkata pada diriku sendiri ratusan kali bahwa apa yang kita miliki...
Benar-benar tidak berarti apa-apa,
Itu harus tidak berarti apa-apa.
Itu tidak berarti bukan apa-apa.
Itu kesepakatan terbesar,
Lebih besar dari seluruh hidupku.
Aku tidak pantas mendapatkannya.
Terima kasih untuk semuanya.
Dan aku minta maaf untuk semuanya.
Nomor yang anda tuju tidak tersedia.
Silakan periksa nomornya dan hubungi lagi.
Nomor yang anda panggil tidak tersedia.
Silahkan periksa nomornya dan hubungi lagi.
Nomor yang anda tuju tidak tersedia.
Silakan periksa nomornya dan hubungi lagi.
Nomor yang anda tuju tidak tersedia.
Silahkan periksa nomornya dan hubungi lagi.
Kau tidak terlihat baik.
Kau tidak makan selama penerbangan. Apakah kau stres?
Aku baik-baik saja. Kau tahu aku tak terkalahkan.
- Apakah kau baik-baik saja? - Apakah kau baik-baik saja?
Kapten, kau bisa pergi lebih dulu.
Eun Joo.
- Ya? - Apa kau berhubungan dengan Soo Ah?
Tidak.
Kau bisa pergi.
Aku tidak bisa hidup seperti ini lagi.
Dia benar-benar jahat.
Aku dengar kau dan Doh Woo yang berpisah.
- Belum. - Mintalah tunjangan perceraian padaku.
Aku pikir...
Kau akan melakukannya dengan cukup baik jika kau sedikit belajar.
Tentang rumah tua...
Aku benar-benar menginginkannya.
Bukan hanya karena aku ingin memilikinya.
Aku takut sesuatu yang aku hargai akan rusak.
Aku yakin kau tahu apa yang harus dilakukan.
Sedikit sensitif untuk membahas ini melalui telepon.
Tak apa. Katakan.
Kau tidak akan berubah pikiran, kan?
Tapi,
Kau tidak pernah menarik kembali sesuatu yang pernah kau katakan.
Jika aku memiliki alasan yang sudah aku pikirkan,
Kau akan menunggu.
Apa yang ingin kau katakan?
Aku sudah memutuskan.
Aku ingin tunjangan perceraian.
Lanjutkan.
Aku memikirkan apa yang bisa aku minta darimu.
Ada satu hal.
Serahkan rumah tua ke yayasanku.
- Aku mampu mempertahankan itu. - Aku tahu.
Tapi bagaimana setelah kau tiada?
Itu akan menjadi milik umum.
- Ketika saatnya tiba... - Kau akan mengatakan ya.
Apakah ini ide Ms Hong?
Mereka akan membuat tuntutan tanpa akhir.
Bekerjalah semampumu.
Itulah syarat perceraianku.
Hai, kau sudah tiba?
Aku akan segera ke sana.
Syukurlah.
Kau menjadi pengemudi bus dan truk sekarang.
Apa yang akan ibumu pikirkan tentang hal ini?
Astaga...
Aku berkhayal tentang menampilkan karya ibumu...
Di suatu tempat di Eropa Utara di mana...
Kita bisa melihat aurora.
Apakah camelia mekar di Eropa Utara? Sangat dingin di sana.
- Aku harus mencobanya jika begitu. - Bukankah harus seperti itu?
Kau bilang kau akan mencari kemana-mana.
Ibu suka di Korea.
Jika kau harus pergi, pergilah ke tempat dengan penguin...
Dan salju.
Atau pergilah ke tempat dimana kau bisa memakai sandal...
Sepanjang tahun.
Anda berada di sebuah pulau di Korea membicarakan tentang perceraian.
Kau akan melakukan apa yang diminta Hye Won?
Rumah tua.
- Tidak - Bagus.
Aku kesini karena aku khawatir.
Mengetahui dirimu, aku takut kau akan menyerahkan rumah itu.
Apakah dia memberitahumu?
Kami tidak bicara.
Dia sangat menakutkan.
Dia tidak begitu.
Dia hanya mencoba untuk bergaul dengan orang lain.
Pertama itu ibuku, sekarang Ms Hong.
Dia melakukan itu dengan baik. Itulah yang menakutkan.
Dia tidak tahu kapan harus berhenti.
Aku ingin dia hidup dengan nyaman sekarang.
Astaga.
Ms Go dimana-mana.
Lihat saja.
Bagaimana kau...
Menemukan tempat yang dia sukai?
Sangat nyaman saat pagi hari...
Dan tenang di malam hari.
Apakah semuanya hampir siap?
Ya.
Apa itu?
Aku tidak melihat itu sebelumnya.
"Dari Bibi Marie"?
Berikan padaku.
Aku akan membawa ini.
Aku pikir dia meninggalkan itu di belakang.
Ini tas dan telepon yang Annie memiliki ketika dia meninggal.
Pada ponsel tersebut ada rekaman panggilan terakhirnya.
Dia mengatakan...
Ada rekaman.
Putar.
(Rekaman)
(Rekaman 1)
Aku akan pergi sekali ini saja.
Aku tidak akan mengatakan sepatah kata pun. Tidak akan.
Kenapa kau tidak percaya padaku?
Ini adalah hari ulang tahun nenek.
Ibu, sekali ini saja.
Aku akan berkunjung sekali ini saja...
Untuk melihat Nenek, Ayah dan Paman Seok.
Jangan datang.
Tapi aku ingin.
Kita sudah berjanji.
Aku merindukan semua orang. Aku ingin melihat mereka.
Tepati janjimu.
Ayahmu sudah mati.
Dia mengirim kau padaku tepat sebelum ia meninggal.
Aku berbohong kepadamu tentang hal itu...
Karena dia memintaku untuk itu.
Alasan aku tidak bisa mengatakan padanya...
Bahwa ayahnya sudah mati...
Aku akan memberitahunya. Aku ingin.
Nomor yang anda tuju tidak tersedia.
Silakan periksa nomornya dan hubungi lagi.
Soo Ah.
Dimana kau?
Nomor yang anda tuju tidak tersedia.
Silakan periksa nomornya dan hubungi lagi.
Soo Ah.
Dimana kau?
Aku hampir tidak bisa menahannya.
Dimana kau?
Aku membutuhkanmu.
Lalu apa?
Kau tidak akan memberitahu Hye Won tentang hal ini?
Apa kau sudah gila?
Itu hanya akan membuatnya merasa bersalah.
Dia tidak bisa hidup seperti itu.
Dia akan baik-baik saja.
Seolah tidak ada yang terjadi.
Beberapa orang tidak mampu memikirkan orang lain.
Aku ingin Hye Won untuk bebas.
Untuk hidup tanpa rasa takut atau rasa bersalah.
Aku ingin dia tinggal dan bekerja dan bebas.
Beberapa hal harus dijelaskan lebih dulu.
Mari kita pergi.
Kami akan berpisah.
Bagaimana jika dia tidak ingin?
Apa yang kita punya?
Dia ingin menghabiskan satu hari lagi sebagai istrimu.
Hanya satu hari lagi.
Satu hari, satu hari lagi, satu lagi, selamanya!
Mi Jin belum pernah menemuimu sama sekali.
Bukankah kalian berdua sahabat?
Apa kau tahu dia dengan baik?
Aku tidak tahu itu.
Mi Jin bisa sedikit lucu.
Apakah kau...
Benarkah?
Tidak mungkin.
Itu hanya...
Apakah Mi Jin bertemu seseorang?
Tentu saja tidak.
Dia hanya mengada-ada.
Aku rasa begitu.
Aku akan ke Seoul besok.
Aku berencana untuk bertemu yang lain untuk menyapa.
Bisakah kau memberiku tips atau saran?
Apakah sekolah internasional Hyo Eun hanya kebohongan?
Aku sudah selesai dari pekerjaanku.
Terima kasih.
Sampai jumpa.
- Pak. - Ya?
Tekan ke bawah pegangannya seperti ini.
Terima kasih. Tidak, biarkan.
Ini benar-benar berharga.
Itulah sebabnya kau membutuhkan bantuan.
(Untuk Suh Doh Woo)
Tunggu sebentar.
Hati-hati.
Berhenti, berhenti. Sebentar.
Aku harus bertemu dia di sini.
(Untuk Suh Doh Woo)
Itu dia. Terima kasih.
Doh Woo, ada apa?
- Biar aku saja. - Apa?
Aku minta maaf. Bisakah kau menunggu disini?
Terima kasih.
Aku melihat dia.
Aku pikir aku berhalusinasi.
Apakah ini rusak?
Tidak mungkin.
Dimana kau tinggal? Aku akan mengantarmu.
Apa?
Dia bilang kau akan mengurusku...
Setelah aku sampai di sini.
Kau akan tinggal denganku?
Kemana lagi aku bisa pergi saat malam begini?
Benar, tentu saja.
Ke tempatku.
Aku harus mengambil foto setelah semuanya tertata.
Dia membuatku bersumpah.
Aku masih sedikit pusing.
Ini pertama kalinya aku terbang di atas laut.
- Masuklah. - Terima kasih.
Ini indah sekali.
Bisakah aku mendapat beberapa air?
Aku bisa tidur di sofa.
Halo?
(Bandara Internasional Jeju)
Apa kau mau pulang?
Apa kau akan pergi sekarang? Malam-malam begini?
Apa kau pergi untuk menjemput Hyo Eun? Aku akan mengantarkanmu.
Untuk apa?
Tanpa alasan.
- Pasti Mi Jin. - Bukan.
Mari kita pergi dan menjemput Hyo Eun.
Bisakah kau membantuku? Memberikan tumpangan.
Aku sudah bilang akan mengantarmu.
Aku... aku tahu.
Haruskah kita minum teh?
Bukankah kita harus pergi menjemput Hyo Eun?
Benar.
Aku sedikit pusing.
Tunggu di sini. Aku akan mengambil mobilku.
Apa kau kenal dia?
Ms Choi Soo Ah.
- Soo Ah? - Aku mengenal dia.
Dia pasti sedang berlibur.
- Halo. - Halo.
Maaf. Aku harus...
Aku harus pergi.
Aku akan mengambil mobilku.
Soo Ah.
Sadarkan dirimu.
Apakah ini...
Benar-benar kau?
(On the Way to the Airport)
Subtitle by VIU Translate by cavo
Aku tidak tahu...
Apa yang sedang terjadi.
Aku kenal dia dengan baik.
Aku pikirk au telah berubah.
Aku menunggu dan menunggu.
Yang kulakukan hanya menunggu dan akhirnya kau datang.
Kita harus berurusan dengan itu satu hari. Mari kita hadapi itui.
Sesaat setelah aku pulih...
Saat itulah aku merasa hal itu jadi lebih baik...
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.