Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
INDOXXI Support dengan like & share :)
Sun Go Kong.
Kau telah berjanji kepada Buddha.
Untuk membantu Biksu Abadi demi mendapatkan kitab suci di barat.
Tetapi Raja Banteng dan kau telah berniat untuk memakan gurumu.
Apakah kau tahu bahwa kau telah membuat kesalahan besar?
Diam!
Kau telah mengikutiku selama 3 hari.
Aku tidak memukulmu karena kau seorang wanita.
Jangan berpikir bahwa aku takut padamu.
Go Kong.
Bersikaplah sopan kepada Dewi.
Diamlah! Biksu Abadi.
Kau menakutiku.
Kau tidak perlu menakutiku.
Kau tidak perlu menyakiti Biksu Abadi ...
... dan mencuri Kotak Pandoranya.
Kau hanya ingin lepas.
Sekarang, aku tidak bisa lepas.
Aku akan melawanmu.
Ada apa?
Jangan marah dulu.
Kau bisa melanggar aturan.
Go Kong, kau sangat nakal!
Aku sudah bilang.
Jangan lempar benda itu!
Lihat!
Kau telah membuang tongkat.
Kotak Pandora adalah harta karun.
Kau bisa mencemari lingkungan.
Kau bisa menyakiti anak-anak.
Jika tidak ada anak-anak ...
... tidak baik juga menyakiti tanaman.
Ada apa?
Lepaskan!
Kau mau?
Bicaralah jika kau mau!
Kenapa kau tetap diam?
Meskipun matamu penuh dengan ketulusan ...
... aku sangat senang, tapi kau tetap harus bicara.
Apakah kau sungguh menyukainya?
Ambillah.
Apakah kau sungguh menyukainya?
Kau.
Sialan!
Sun Go Kong ...
Lihat.
Orang ini terus bicara tiada henti.
Kita tidak tahu apa yang ia bicarakan.
Dia seperti lalat yang berkeliaran.
Maaf, bukan seekor saja...
... tapi segerombol lalat terbang di dekat telingamu.
Terbang ke dalam otakmu.
Tolong!
Selamatkan diri!
Lalu kutangkap lalatnya, buka perutnya.
Keluarkan ususnya.
Letakkan ususnya di lehernya sendiri.
Lalu kutarik ususnya erat-erat.
Lidahnya keluar.
Kugunakan pisau dan memotongnya!
Waaa...!
Semua orang terdiam.
Sekarang kau tahu mengapa aku harus membunuh.
Sun Go Kong, kau banyak sekali alasan.
Kau tidak ingin mengambil kita suci di barat.
Tolong diam! kupukul!
Aku punya tubuh super, kau tidak bisa melukaiku.
Aku tidak takut pada dewa apapun.
Kubasmi semua siluman.
Sebagai guru, aku harus tanggung jawab.
Tolong lepaskan dia!
Aku harus melakukannya, aku harus melaporkannya ke Kerajaan Langit.
Dewi, tolong katakan pada Kerajaan langit ...
... aku dapat mengorbankan hidupku untuknya.
Namonitabhaya ...
Apa katanya?
Beri dia daging babi.
Bersiaplah!
Seorang wanita datang!
Wakil Ketua, menurutmu, tentara datang?
Itu sebabnya kenapa kau disebut Si Bing Buta.
Tidakkah kau lihat Si Bisu gemetar bokongnya?
Apakah menurutmu dia mengidap wasir?
Oke, walaupun ia mengidap wasir ...
... ia adalah seorang prajurit pengidap wasir.
Jadi apa yang ditakuti darinya?
Siapa kau?
Tidakkah kau sadari aku seorang wanita?
Untuk apa kau kemari?
Dunia sudah gila.
Seorang wanita yang kelelahan.
Mencari tempat berteduh.
Aku ingin menyikat debu masa laluku.
Apakah kau tahu ini tempat apa?
Ini bukan tempat yang bagus, kalian semua terlihat mengerikan.
Kurasa ini bukan tempat yang layak.
Apakah ini rumah pembantaian?
Ya, begitulah, berani-beraninya kau masuk kemari.
Kau sedang dalam bahaya.
Aku tidak yakin siapa yang dalam bahaya.
Kupikir kalianlah yang berada dalam bahaya.
Bisa jadi kalian ini perampok.
Begitu pula aku.
Siapa kau ini sebenarnya?
Bunga.
Tak ada yang bisa melawanku dan bertahan hidup.
Uang atau kepalamu.
Mengapa Nona ke-30 datang ke Gunung Wuyue?
Siluman ini pasti perampok keji.
Ada urusan apa dia kesini?
Mengapa kau masih ...
... meletakkan uang di kepalamu?
Masukan kembali!
Dia bilang kepala kalian atau uang, Ketua.
Apa maksudmu?
Wakil Ketua!
Kau pengecut! bagaimana bisa kau menjadi asistenku?
Ketua, aku bukan Wakil Ketua! aku Si Buta Bing!
Dialah Wakil Ketua.
Aku akan membuat kau menyesal!
Aku akan membuat kau menyesal!
Pergi!
Lihat dirimu, bersembunyi, sangat memalukan.
Bagaimana bisa kau mengikutsertakan mereka semua?
Mau jadi apa kau ini?
Ketua, aku disini!
Keluar!
Aku datang.
Ketua, kau terkena Jurus 7 Pukulan Maut Si Kunlun.
Lukamu menyebar.
Diam!
Kau mengelak saat itu.
Dan hidungku terpukul.
Ketua, disini!
Jurus 7 Pukulan maut benar-benar melukai Ketua.
Ketua, aku takut saat itu, jadi aku mengelak.
Kudengar jika terkena pukulan maut itu ...
... akan memiliki penyakit di matanya.
Kemudian dia akan menjadi bodoh.
Setelah itu ia tidak dapat berbicara dengan baik.
Akhirnya, tubuhnya meledak dan mati.
Ketua, ada yang tidak beres dengan matamu!
Aku sehat-sehat saja!
Aku hanya berkonsentrasi melihat pada satu titik.
Aku hanya mengubah cara pandangku.
Apakah kau ingin mengambil posisiku?
Tidak, Ketua, aku tidak berani.
Kau tidak berani? kubunuh kau!
Kubunuh kau!
Menangislah untukku?
Aaah ...
Baiklah, ambil senjata kalian dan mulai mencari
Nona ke-30.
Tak perlu takut, aku disini!
Akulah pemimpin Geng Kapak
Nama besarku adalah Joker
Senang bertemu Nona ke-30 yang terkenal.
Apa yang kau ...
... lakukan di sini?
Aku hanya ingin tinggal di sini untuk sementara waktu.
Sementara? berapa lama?
3 hari penuh.
Mungkin 30 atau 50 tahun.
Aku akan pergi jika sudah bertemu orang ...
... yang kucari.
Kupikir kau tidak akan lama disini.
Apa yang kau lakukan?
Aku baru saja kencing!
Kau telah kencing disini?
Itulah sebabnya kau memiliki begitu banyak air untuk mandi.
Apa yang kau bicarakan?
Kubilang tinggal untuk melihat orang itu.
Ketua ...
Aku tidak mudah untuk dibunuh.
Tanya saja saudara-saudaraku.
Kalian pengecut, tidak punya nyali ...
Kalian mengkhianatiku!
Tuhan!
Bunuh kami semua jika kau bisa!
Maafkan aku ...
Maafkan aku tuan puteri...
Bodoh! kau pikir dia akan membiarkanmu pergi?
Aku akan melawan.
Walaupun harus kehilangan nyawaku!
Baguslah, karena kalian telah memohon padaku.
Aku takkan membunuh kalian sekarang.
Terima kasih banyak!
Kau ... kau begitu berani!
Kau begitu baik!
Bersihkan telapak kaki kalian dan tunggu aku diluar.
Kenapa ada bekas luka?
Ini bukan bekas luka, hanya kotoran
Bersihkan.
Atau kupotong seluruh kakimu.
Ketua.
Kenapa dia ingin melihat telapak kita?
Beruntung dia tidak ingin melihat bokong kalian.
Kau takut?
Tidak! kau yang takut!
Kenapa?
Kau mengidap wasir.
Dia akan bilang itu tidak bersih ...
... dan memotongnya.
Mengapa kau tahu aku mengidap wasir?
Buta Bing mengintipmu saat mandi.
Mengapa kau mengintipku?
Bukan kau saja yang kuintip.
Aku telah mengintip kalian semua.
Kenapa begitu banyak bulu?
Pastilah.
Aku punya lebih banyak di bagian lain.
Apa?
Apakah kau senang sekarang?
Dimana kau bilang rambut yang banyak itu?
Tidak ada.
Sebenarnya aku cuma punya rambut di kepala dan telapakku saja.
Apakah menurutmu rambut itu tumbuh di tempat yang salah?
Mulai sekarang, aku akan periksa semua orang.
Yang lewat disini!
Periksa apanya?
Periksa telapak kaki mereka.
Jika kalian menemukan seorang pria yang memiliki tiga tanda lahir, katakan padaku.
Ketua! kita jangan merampok
Karena harus memeriksa telapak kaki orang.
Jika perampok lain tahu mereka akan bilang kita punya kelainan.
Kita rencanakan sesuatu untuk melawan dia.
Racuni dia, buat dia pingsan.
Lalu kita perkosa dan membunuhnya!
Rancangan yang jitu!
Jika kau berpikir begitu
Kaulah yang harus mengatur rencananya.
Aku tidak yakin bisa melakukannya.
Baiklah, tidak perlu berlutut.
Bukan itu, aku tak bisa mengendalikan kakiku.
Ketua, lukamu menyebar.
Aku masih punya dua tangan.
Aku tidak akan menyerah!
Ketua telah jatuh ke dalam lubang kotoran!
Ketua!
Sudahkah kau menemukan tiga tanda lahir itu?
Mengapa semua orang menyuruhku mencari tiga tanda lahir itu?
Kau dapat menyelamatkannya jika kau menemukannya.
Apa maksudmu?
Dimana ini?
Siapa itu?
Bermimpi.
Sudahkah kau bunuh sundal itu?
Laba-laba! laba-laba ...
Cuma laba-laba kok takut.
Yang ini besar
Seberapa besar?
Aku sudah bilang untuk merapikan tempat ini.
Laba-laba ini lebih besar dariku.
Apa yang harus kulakukan?
Dia terus mengejarku.
Mungkin aku tampan kali ya.
Apa ini?
Ada apa?
Seekor laba-laba besar mengejar Ketua?
Lewat sini? jangan ...
Lewat sini!
Baik, cepat!
Bagaimana ini?
Tolong!
Kesini! aku disini!
Cepat!
Aku disini!
Tolong aku!
Buta Bing!
Tak ada di depan! cepat kembali, putar balik!
Bukan! itu Ketua! Ketua ...
Bukankah itu kecoa?
Itu Ketua
Hebat! teruskan!
Dasar kalian anak sundal, menipuku.
Ketua, aku datang.
Apa yang kupegang?
Ketua sudah selamat ...
Wakil Ketua sangat senang, apa yang dia pegang?
Ketua, bukankah dia tadi membawamu?
Aku baik-baik saja, mari kita pulang ...
Mandilah, cepat tidur.
Jangan berkeliaran malam ini.
Lepaskan!
Laba-laba!
Bing Buta.
Tolong.
Siapa?
Bakar!
Istirahat sebentar.
Bakar dia!
Jangan sampai lepas ... membakarnya.
Bakar!
Jangan takut.
Bakar dia ...
Dia disana ...
Itu disana, cepat kesana ...
Disini ada satu lagi.
Yang satu ini lebih kecil.
Diam ditempatmu!
Mana dia?
Itu ada disana!
Itu dia!
Hanya dua cakar yang tersisa biar kubelah dua.
Matilah kau.
Jangan pergi!
Ada disini
Pukul dia!
Berikan padaku.
Minggir semua! biar kubakar dia!
Pergilah ke neraka!
Kebakaran!
Panas!
Itukan suara Ketua.
Tolong!
Itu Ketua, bantu dia!
Itu Ketua.
Tolong!
Ketua, kemaluanmu terbakar.
Cepat.
Ambilkan air ...
Padamkan apinya.
Padamkan.
Aku sekarat!
Cepat.
Aku akan padamkan apinya, juga.
Mana bisa padamkan api dengan jerami, minggir!
Ketua, kau tidak apa-apa?
Aku akan padamkan!
Hentikan! hentikan! hentikan apinya ...
Padamlah kau ...!
Padamlah kau api!
Aku tak tahan lagi ...
Api sudah padam, kau baik-baik saja?
Seperti itu cara mematikan api.
Bodoh semua!
Siapa yang membakarku?
Bukan aku!
Akupun tidak tahu.
Aku tahu kamu yang bakar!
Aku tahu apa yang kau pikirkan!
Kau mau ambil alih posisiku!
Tidak .. Ketua ...
Mata ketua sudah pulih.
Bukan, bukan aku yang berbuat.
Ketua, kau sudah sembuh.
Aku sudah sembuh! memangnya kenapa?
Aku tahu!
Kau harus menyakiti diri sendiri untuk
menyembuhkan lukanya.
Itu masuk akal!
Kau harus berterima kasih pada Wakil Ketua.
Jika ia tidak memukul kemaluanmu
Kau tidak akan sembuh secepat itu.
Apakah kau selingkuh dengannya?
Aku sangat mencintaimu.
Pergilah ke neraka! hentikan!
Aku kan sudah bilang untuk membunuh Nona ke-30.
Kau sudah lakukan?
Nona ke-30 adalah siluman!
Wanita laba-laba!
Aku orang yang berpikir rasional.
Aku tak bisa menerima hal konyol seperti itu!
Bunuh dia!
Ketua, kau tidak takut?
Tentu saja tidak! aku sudah sembuh.
Aku akan mengalahkan dia!
Hebat! kau memiliki nyali!
Kau bilang aku punya nyali?
Ya, tapi lupakan yang kukatakan.
Ketua.
Kau masuk saja ke kamarnya dan habisi dia.
Kami akan melindungimu!
Kenapa aku duluan terus setiap kali ...
Kau bilang akan melindungiku jangan jauh-jauh.
Santai.
Kita punya senjata.
Kita akan lemparkan ke dia.
Kalian bisa membunuhku nanti.
Jangan konyol!
Kau tidak akan mati, hanya sakit sedikit!
Dasar anak haram!
Bangun! kau takkan bisa membodohiku.
Dengarkan aku.
Hentikan.
Pingsan?
Sapi besar, Macan Muda.
Kalian tak berguna, biar aku saja.
Apa?
Kau pura-pura pingsan?
Ini cuma taktik.
Sangat berguna.
Apa yang bocor ini?
Wakil Ketua, kau berdarah.
Tenang! tenang!
Aku dapat mengatasi ...
... sendiri.
Itu tidak indah.
Tetapi unik.
Kau akhirnya menyukai tempat ini.
Selamat malam!
Ketua ...
... benarkah dia siluman?
Ya!
Dia siluman yang nyata!
Dadaku berdebar-debar!
Ketua, tunggu!
Kau lelaki sejati, seorang pahlawan.
Suatu kehormatan ...
... menjadi temanmu.
Uang yang ditaruh dikepala pengikutmu ...
... kuberikan untuk kalian membeli minuman.
Terima kasih banyak, Nona ke-30.
Ketua, dia tidak begitu cantik.
Tapi aku suka dia!
Hanya ditikam dipaha sekali tapi kenapa jadi banyak lubang.
Apa artinya?
Kakak, kenapa kau pergi?
Kau lari ke kampung miskin ini.
Dan kau terpaksa memperlihatkan ...
... wujud aslimu.
Apa yang kau lakukan disini?
Bagaimana denganmu?
Aku hanya ingin jalan-jalan.
Kau pasti menunggu Biksu Abadi.
Kau ingin makan dagingnya.
Kau dapat membuat Kakek Buddha ...
... membuka rahasia besar itu.
Akupun bisa.
Omong kosong!
Omong kosong? mengapa kau datang ke Gunung Wuyue?
Tempat ini disebut Gunung Jemari di masa lalu.
Penjaranya Si Raja Kera.
Rahasia besar itu mengatakan bahwa dia akan menjadi manusia ...
... dan memiliki 3 tanda lahir di tapak kakinya.
Kau dapat menemukan Sang Biksu, jika kau tahu di mana Raja Kera itu berada.
Kakak, apa kau masih berpikir aku berbohong?
Kau hanya ingin melihat Sang Kera.
Tak ada yang bisa kau lakukan walaupun kau bertemu dengannya.
Perbedaannya adalah bahwa dulu dia mati ditangan Sang Dewi.
Tapi dia mati ditanganku kali ini.
Itu akan menguntungkan ...
... hanya satu orang.
Kau tahu alasannya!
Apa kau ingin merebut dia dariku?
Apa kau pikir hanya kau saja yang bisa menyamar?
Siapa itu?
Siluman ...!
Apa yang kau lihat?
Tidak ada
Tidak!
Apa yang kau lakukan disana?
Aku hanya mengikat tali.
Jika rahasia biksu itu bocor.
Aku akan membunuhmu.
Kemudian, semua siluman akan kemari ...
... memohon demi daging Sang Biksu.
Katakan kepada Raja tentang ini.
Beliau akan memberi kita hadiah.
Bahkan kerbaupun dapat bicara, begitu banyak siluman disini sekarang.
Pergi ... mending pergi.
Jika aku pergi sekarang, aku pengecut.
Tidak, lapor pada Ketua.
Ketua.
Gunung ini dulu disebut ...
... Gunung Jemari di masa lalu.
Biksu Abadi dan Raja Kera akan berjumpa disini.
Kerbauku pun bisa bicara.
Ada 2 mahluk.
Yang satu memiliki 8 kaki, satu lagi kepalanya ...
Kalian berdua belum tidur?
Apa kau bilang?
Aah ...
Dua bayi babi telah lahir.
Satu memiliki 8 kaki.
Satu lagi punya kepala sangat besar.
Ketua, kita kaya sekarang.
Kita tidak perlu menjadi perampok lagi ...
Kita tidak perlu memelihara babi.
Kita tidak perlu memelihara babi?
Atau aku hanya mengigau!
Ok, aku pergi, silakan beristirahat.
Kami juga pergi.
Antar kedua Nona ini.
Tidak!
Aku akan suruh seseorang untuk mencari ...
... orang yang ingin kau temui.
Terima kasih Ketua.
Selamat malam, ayo!
Pergi cepat!
Tidak ada yang bisa dilakukan saat ini.
Mengapa Jing Jing tak bereaksi ...
... dengan penampilan ini?
Tak ada yang dapat kulakukan.
Jalan!
Jangan bunuh aku ... jangan bunuh aku!
Aku cuma ingin bersenang-senang denganmu.
Kau suka bermain?
Ayo kita bersenang-senang.
Lucu tidak?
Ya!
Yuk kita main lagi.
Main lagi?
Aku tak ingin bermain ...
Kau bilang siapa yang punya 8 kaki?
Aku tidak ingat itu ...
Apa?
Tidak!
Kepalanya terlihat seperti ini?
Ya ...! oh tidak!
Dia belum berubah.
Belum?
Aku akan membunuhnya.
Jangan.
Kenapa?
Aku akan memikat dia.
Dia bakal jadi mata-mataku.
Hi!
Hantu!
Coba lihat.
Kau bilang hantu!
Oh sayang!
Jangan berpura-pura disini.
Atau aku akan mutilasi kau.
Buset brutal banget!
Lihat aku!
Ajian Pemikat!
Siapa itu?
Ini malam yang panjang, aku tidak ngantuk.
Kusangka hanya aku saja.
Tapi Jing Jing, kau tak bisa tidur juga?
Ya, kenapa kau tidak bisa tidur?
Hanya karena kau, Jing Jing!
Aku?
Ya, ketika aku melihatmu ...
... kuputuskan bahwa aku takkan merampok lagi.
Aku hanya ingin menunjukkan kesungguhanku.
Aku tak bisa melupakan masa laluku.
Seperti apa yang kau lihat?
Kau Sang Kera?
Kera?
Sun Go Kong.
Sun Go Kong?
Menurutmu kau baik-baik saja dengan wajah manusia?
Wajah manusia?
Aku harus gunakan Api Tengkorak padamu.
Kau akan membakarku lagi!
Kenapa?
Apa salahku?
Kenapa?
Kenapa kau pakai bom api padaku?
Kenapa kau cukur jenggotmu?
Kau seperti orang lain.
Tanpa jenggot.
Benarkah?
Kau tidak dapat melakukan apapun.
Apa kau ingin menjadi seorang sarjana daripada perampok?
Aku telah memikirkan hal ini.
Tolong berhenti merubah penampilan.
Menjadi seorang perampok adalah ...
... pekerjaan yang baik.
Aku tahu.
Akan kucoba yang terbaik!
Kau terlihat seperti ...
... menyedihkan.
Jing Jing menyukai sisi kerasku.
Kembali seperti semula lagi.
Sun Go Kong, keluar!
Kera Sialan!
Kau bilang akan menikahiku ketika umurku masih 18.
Aku telah menunggumu selama 3 tahun.
Keluar kau!
Raja kami tidak ada disini.
Dia pesan berikan ini pada Nona Jing Jing bila dia datang kesini ...
... dan berterima kasihlah pada Nona Jing-Jing banyak-banyak.
Dia tidak bisa menikmatinya.
500 tahun ...
... akhirnya kami menemukan Biksu Abadi.
Rambut di telapak kaki telah dicukur.
Aku tak tahu kapan akan tumbuh lagi.
Celaka, mereka datang duluan.
Aku harus beritahu ...
... orang-orang tak bersalah ini.
Kau kembali ke Gua Air Terjun lagi?
Gua Air Terjun?
Siapa kau?
Mengapa kau membawaku ke sini?
Tidak ada yang membawamu ke sini, kau sendiri yang datang kesini.
Itu hal yang wajar, merindukan rumah sendiri.
Jangan mengusikku!
Rumahku adalah Gunung Wuyue.
Kau salah alamat, kau dengar?
Jangan usik aku, kumohon!
Kita harus berangkat Ketua, atau kita akan terlambat.
Berangkat? berangkat kemana?
Merampok!
Siapa yang berani merampok kita?
Kita berangkat untuk merampok!
Ooh, bagus itu!
Ayo kita merampok ...!
Apa?
Rampok telapak kaki.
Aku tidak punya kaki, apa yang harus kulakukan?
Apa yang kalian lihat?
Apa kalian iri dengan wajah tampanku?
Itu bagus.
Ya ...
Kalian iri ...!
Diam!
Anggur?
Ketua, buah anggurnya sudah dicuci.
Keluar.
Makan malam sudah siap.
Keluar!
Siapa itu?
Aku adalah buah anggur yang kau bawa tadi!
Kau anggur tadi?
Bukan, aku Kakek Ah Da?
Hah, Kakek Ah Da?
Hentikan omong kosong itu.
Aku Kakek Buddha, aku dewa.
Aku berubah menjadi anggur, dan menyelamatkan kau.
Kau mencuri anggurku dan mengaku, sebagai kakek.
Kedua wanita itu adalah siluman.
Jika kau tidak percaya padaku ...
...kau boleh pakai Cermin Ajaibku!
Aku pakai cermin Ibumu?
Dengarkan aku!
Kau mencuri anggurku?
Tidak!
Mana anggurku!
Aku anggurmu!
Lebih keras!
Aku anggurmu!
Kenapa kau tidak jadi apel saja?
Dengarkan aku.
Jangan pikir aku tak dapat mengalahkanmu.
Aku tak ingin menyakiti orang tak bersalah.
Keluar!
Kau akan terluka parah!
Jing Jing!
Jenggotmu tampak hebat!
Benarkah?
Ada apa ribut-ribut?
Cuma memukul anggur.
Memukul anggur?
Waktunya makan.
Waktunya makan.
Baguslah!
Bagus?
Betapa cantiknya bulan, lihat ...
Bulan? aku tak melihatnya.
Bulannya besar, kau lihat kan?
Hari masih siang bagaimana bisa ada bulan?
Katakan padaku ...
Siapa? siapa tadi ...!
Siapa?
Aku berubah menjadi anggur.
Dimana kau?
Dalam celanamu.
Anggur besar!
Itu milikmu, aku di belakangmu!
Senang bisa melihatmu.
Kau percaya aku sekarang?
Ya, aku percaya.
Mengapa ada siluman disini?
Bodohnya, dengarkan aku.
Siluman itu sedang menanti kedatangan Biksu Abadi.
Biksu Abadi?
500 tahun yang lalu Raja Kera dihancurkan oleh Mahadewi.
Biksu Abadi ingin sekali menyelamatkannya.
Dia pertaruhkan nyawa Sang kera ...
... dengan nyawanya sendiri.
Dia berharap Sang Kera akan insyaf.
Mengapa Biksu Abadi ...
... perlu muncul?
Dia ingin menyelamatkan seluruh dunia.
Lalu ia pergi ke India dan berusaha untuk mendapatkan kitab suci.
Ia berharap mereka akan beramal soleh kepada orang-orang.
Semua siluman kagum dengan semangatnya.
Kerajaan Langit mengetahui hal itu.
Dia berikan Sang Kera kesempatan untuk hidup kembali.
Ia berencana mempertemukan Guru dan Murid disini.
Kemudian mereka bisa menyelesaikan perjalanan ke barat.
Sekarang, baru kau tahu mengapa begitu banyak siluman disini.
Kau paham?
Aku mengalami hal yang sama ...
... mimpi.
Di daerah gelap gulita.
Sepasang mata menggoda ...
...menatapku.
Membuatku malu.
Matamu mirip seperti mata dalam mimpiku
Kadang-kadang, wajahku menjadi merah.
Aku harus menghadapi siluman malam ini!
Ya! kau hadapi siluman malam ini!
Ini 2 Kantong Sakti dan beberapa Rajah Halimun.
Kau takkan terlihat jika kau kenakan ditubuhmu.
Tutupi dia dengan itu ketika dia lengah.
Aku akan melindungimu dari belakang.
Ini bentengku!
Siapa yang kau ajak bicara?
Dia.
Biarkan aku membantumu.
Bagus! kau saudaraku yang baik.
Beritahu saudara-saudara kita.
Berikan Rajah Halimun ini pada mereka.
Kuambil dulu Kantong Sakti itu.
Kemudian kita tangkap semua siluman itu.
Tidak masalah.
Saudaraku yang baik.
Mataku hari ini ...
Apakah menggoda?
Ya.
Aku akan membantumu.
Bantulah dirimu sendiri!
Bagaimana ini?
Ini perintah Ketua.
Kau tunggu sebentar.
Wakil Ketua.
Katakan pada yang lain, ketua mencari kita.
Jalan.
Rajah Halimun.
Jalan ...
Kakak.
Santai ...
Tetap tenang dan lihat apa yang mereka inginkan.
Adik, minumlah!
Kakak, kau minumlah juga.
Apa yang kau lakukan?
Aku mabuk, aku ingin tidur.
Jangan takut, kita kan tak terlihat.
Kau tidak harus minum begitu banyak jika kau tidak kuat.
Kita tak terlihat.
Kau tak dapat dilihat lagi sepanjang waktu.
Asik!
Ketua belum datang.
Ya.
Kau bilang ada ayam panggang.
Ketua! terbakar!
Jangan telanjang.
Bayar! bodoh!
Tidak perlu seperti itu?
Bukan urusanmu, bayar.
Kapan aku meminjam uang darimu.
Kau berutang padaku.
Aku berutang padamu?
Tidakkah kau ingat?
Tidak.
Kau hilang ingatan.
Maaf.
Kau harus membayar!
Tidak perlu seperti itu.
Bayar hutangmu, atau kurusak wajahmu.
Aku sudah membayarmu bulan lalu.
Benarkah? oh iya.
Kau sudah tua, kau tidak ingat.
Lupakan saja, itu salahku.
Potong, potong saja.
Biarlah daripada tidak ada.
Lawan dia! saudaraku!
Ayo lawan!
Ya!
Siluman, keluar!
Mana Kantong Sakti itu?
Kantong Saktinya disini, mereka menjebakmu.
Pengkhianat, kau menjebakku.
Hari ini, kau khianati aku.
Aku akan mengkhianatimu suatu hari.
Benarkah?
Ya!
Aku ingin hancurkan semua siluman.
Aku bisa melepas celana dalamku!
Ketua, ada sesuatu yang aneh dengan Wakil Ketua.
Biasanya dia tidak mau disuruh bahkan jika aku memintanya.
Sekarang, dia amat patuh, pasti ada sesuatu yang salah.
Tarik dia keluar.
Ya ...!
Lepaskan aku...
Lepaskan aku.
Diam.
Lepaskan aku.
Berlututlah.
Kau brengsek, kubunuh kau malam ini.
Sabar!
Kau tidak dapat menyalahkan dia.
Dia telah dipikat oleh siluman.
Lepaskan aku.
Atau kuberitahu tuan puteri.
Diam!
Wong Choi.
Tali ini seperti aku kenal.
Aneh.
Itu tali Kantong Sakti.
Bajingan.
Beraninya kau datang kesini!
Kemari kau!
Aku akan membunuhmu, titisan Raja Kera.
Maka kalian takkan bertemu Biksu Abadi.
Apa?
Dia Raja Kera?
Katakan bahwa kau Raja Kera.
Atau kita semua akan mati.
Dia bukan Raja Kera.
Dia bahkan tak bisa menahan api Tengkorakku.
Dia bukan Raja Kera?
Sial!
Kau telah membuka rahasia besar.
Masa?
Begini.
Apakah kau benar-benar Dewa?
Ulurkan tanganmu.
Kalian keterlaluan ...
Kau pikir aku tidak dapat menahan Api Tengkorakmu?
Bakar aku lagi.
Sungguh?
Hebat!
Aku tidak takut! Lihat?
Ya!
Kau dapat membakar tanganku jika kau mau.
Aku tidak takut padamu.
Bukan membakar tanganku?
Bakar.
Tangan masih utuh.
Lepaskan!
Sekarang kau tahu aku hebat.
Menyerahlah!
Aku punya mereka dan Dewa.
Kau mau kemana?
Aku akan membalas suatu hari.
Bahkan Dewa tidak becus.
Tidak perlu meminta.
Saudara-saudaraku masih ada.
Ya! Ketua!
Anak-anak sial!
Apa kau tak berperasaan?
Kau menipuku semalam!
Karena Raja Kera ...
... adikku tidak dapat menikah hanya karena kau.
Aku?
Tangkap dia!
Tangkap!
Hentikan itu.
Ketua, lari ...!
Jangan bunuh saudaraku!
Ketua.
Bing, aku di sini, jangan takut.
Maafkan aku, Bing Buta!
Kau telah melakukan kesalahan.
Kau takkan menyalahkanku, kan?
Seumur hidupku.
Akulah Bing Buta ...
... yang setia menjadi pengikutmu!
Kubunuh kau!
Pergilah ke neraka.
Jangan bunuh dia.
Kau masih membantunya.
Kau ingin bergantung padanya untuk mencari Biksu Abadi.
Bawa dia ke Gua Laba-laba.
Kakak.
Hanya satu orang yang berhak atasnya.
Kau tidak tahu sebenarnya.
Kau takkan mendapat apa-apa walaupun kau dapat melukaiku.
Lihatlah telapak tanganmu.
Janda Hitam!
Kau telah terkena racun senjataku.
Kau akan mati dalam 7 hari.
Jika kau tidak bisa mendapatkan obatku.
Kakak, aku tidak akan melakukannya lagi.
Pergilah!
Kau menyesal akhirnya.
Bahaya! bencana besar datang.
Coba lihat sana.
Mau kemana kau?
Tidak ...!
Raja Banteng telah datang?
Raja Banteng?
Pura-pura mati disini?
Aku juga ...
Raksasa ...!
Kakek Buddha.
Serahkan Biksu Abadi padaku.
Atau kau akan mati.
Kita tidak perlu bicara.
Kau mencari Sun Go Kong.
Saudaraku Sun Go Kong?
Dimana dia?
Rakasa ini ...
... adalah saudaranya Sun Go Kong.
Kita selamat.
Akulah saudaramu.
Titisan Sun Go Kong.
Kau?
Ya ...
Ya! ini aku.
Aku akan membunuhmu playboy!
Sebutkan namamu, penyihir!
Siluman Tengkorak Laba-laba.
Siluman Wanita Laba-laba.
Dulu disaat aku kenal guru kalian ...
... kalian dimana?
Aku tak punya urusan dengan kalian ...
Berubah ...
Aku akan membunuh ...
... siapa saja yang menghalangi jalanku.
Terimalah Cambuk Tulang Putihku!
Rasakan!
Sutera Naga Kayangan!
Cabut ...!
Ini hanya tipuan kecil.
Bing, kau masih hidup!
Kita dalam kesulitan.
Aku kagum.
Jangan pergi ...
Coba kulihat sihir apa yang kau punya.
Raja Banteng, lari...!
Buddha kecilku terluka.
Butuh seratus tahun lagi untuk menyembuhkannya.
Bangun.
Apa yang kau lakukan?
Tuan Puteri ingin melihatmu.
Tempat apa ini?
Gua Jaring Laba-laba.
Gua Jaring Laba-laba?
Ya!
Aku murid Siluman Laba-laba, Wanita Laba-laba.
Inilah Gua Jaring Laba-laba.
Gua Jaring Laba-laba?
Mari kita pergi! Kera.
Hei, kau sudah gila.
Aku Tuanmu, Kera!
Aku jadi pusing.
Kau bohong!
Kau mengaku ...
... Sang Raja Kera.
Pergi!
Bijaksanalah sedikit.
Aku terpaksa berpura-pura.
Coba saja gunakan Cermin Ajaib ini untuk menyingkap identitasku.
Cermin Ajaib?
Bisa kau lihat?
Ya.
Jelas?
Penipu!
Ini bukan Cermin Ajaib.
Babi!
Kakak, kasihanilah aku.
Tenang saja.
Aku jamin kau bisa percaya ...
... kata-kataku kali ini.
Tuan Puteri!
Tuan Puteri!
Tuan! Sang Kera sudah datang.
Dimana Biksu Abadi?
Salah paham besar, semua orang.
Seberapa besar?
Biar kuberitahu kau secara jelas.
Aku lahir di tahun kera, tapi aku bukan Sang Raja Kera.
Buang-buang waktu saja!
Aku punya Cermin Ajaib dan kalian semua ...
... dapat membuktikan terhadapku.
Cermin palsu.
Beraninya kau gunakan cermin palsu ...
Berhenti bersandiwara.
Jika aku Raja Kera.
Kenapa aku berdiri disini dan, membiarkan tanganku digigit olehmu?
Kenapa aku tak melompat ke langit.
Lalu membuang kotoran di kepalamu.
Karena kau belum berubah menjadi Sang Raja Kera.
Kau akan menjadi musibah nanti.
Ada apa, dik?
Patah hati?
Tidak.
Tidak?
Aku takkan tersakiti oleh dia lagi.
Kau berbohong padaku!
Kakak, aku tidak bohong padamu.
Kalau begitu bunuh saja dia.
Bunuh dia.
Bukankah kau ingin mencari Biksu Abadi?
Ya! Tapi kurasa kau tak berani membunuhnya.
Kurang tepat ...
Berikan pedangnya!
Berikan, kau dengar!
Bunuh dia!
Kau mengiris pahaku.
Aku sengaja.
Beri aku pinjaman dan aku akan membayarnya kembali.
Aku penuhi.
Kubunuh kau!
Dasar murahan, kau masih mencintai Sang Kera.
Hentikan, aku akan membunuhmu.
Kau tak apa-apa?
Kau masih peduli padaku.
Aku akan mencintaimu selamanya.
Mereka diluar.
Dapatkah pintu ini menghalangi mereka?
Pintu ini terbuat dari baja anti pecah.
Minggir.
Adik, kau ingat saat ia memperlakukanmu di masa lalu?
Ia menipumu, menolakmu untuk menikah.
Kau memiliki pernikahan yang baik dengan Dewa Chilian.
Dia telah menghancurkannya.
Dia takkan bisa melakukan apa-apa ...
... saat ia kembali ke wujud aslinya.
Dia akan meninggalkanmu.
Sudah puas bicara? anak haram!
Kera brengsek, beraninya kau panggil aku anak haram!
Marahilah aku, anak haram.
Jangan berpikir bisa aman bersembunyi di dalam.
Malam ini bulan purnama.
Dia akan menjadi Zombie!
Aku tidak takut, anak haram.
Apa?
Ada banyak bukit dan gua-gua di sini.
Kita tidak tahu dimana Gua Jaring Laba-laba berada.
Ya ...
Masih Lebih banyak kutu ditubuhku, Cari!
Kau sedang apa?
Yang didalam baik-baik saja?
Tentu aku baik-baik saja.
Kami sangat senang.
Jing Jing masih tetap cantik.
Dan aku masih sangat tampan.
Kami masih sangat menawan.
Waktunya makan, Nona ke-30.
Tolong ...
Zombie!
Buka pintunya!
Aku tidak bisa membukanya!
Cium dia, berikan napas padanya.
Mungkin bisa dihentikan.
Aku takut!
Adik, kau tidak bisa mengalahkanku.
Benarkah?
Kupatahkan lehermu jika kau bergerak.
Beri aku kuncinya! kurung dia!
Kau ingin masuk ke dalam?
Sekarang kau pergilah.
Selamat tinggal!
Tolong berhenti membalas dendam.
Dengarkan saranku.
Kau boleh memukulku, tapi tolong jangan pukul wajahku ...
... jangan pukul kemaluanku, makasih
Ini daging ayam, Nona ke-30.
Kuberitahu kau.
Tidak ada reaksi setelah dicium.
Jangan kunci ruangan ini.
Okelah, karena kau menolak untuk membuka pintu.
Aku peringatkan kau.
Aku akan perkosa kekasihmu, dan membunuhnya.
Satu.
Dua
Aku dapat.
Tiga.
Ajian Pemikat!
Lari!
Sedang apa kau?
Aku baru saja gemetaran tadi.
Sangat indah.
Kau gemetar karena tubuhku?
Ya.
Ya Tuhan!
Pasti lebih baik jika dia bukan siluman!
Kau diracun.
Kau akan mati jika tidak disembuhkan.
Apa gunanya lagi jika aku sembuh?
Tak guna umur panjang jika kau tidak bahagia.
Hari terakhirmu akan menakjubkan jika kau dapat kebahagiaan.
Jika aku bilang akulah Raja Kera ...
... bagaimana menurutmu?
Aku akan membunuhmu.
Aku bukan dia.
Ini adalah cermin ajaib.
Kau harus menggunakannya.
Kau bukan dia, benar kan?
Bukan dia.
Tidakkah kau takut jika aku akan membunuhmu?
Ya, tapi aku tidak punya pilihan.
Karena aku tak ingin kau memandangku ...
... saat kau memikirkan untuk yang lain.
Aku lebih baik membunuhmu.
Kau bilang hidup lama tak berguna ...
... jika kau tidak bahagia.
Lanjutkanlah!
Ya, kulanjutkan.
Sial! siapa yang membuat simpul ini?
Biar aku saja!
Maaf, aku tidak bermaksud begitu.
Kau melakukan dengan semangat.
Jadi akupun terbawa.
Meskipun aku bukan orang baik-baik.
Aku takkan mengambil keuntungan dari yang lain.
Aku tidak terbiasa melakukan di siang hari.
Kita tunggu sampai malam.
Tak peduli kapan
Panggil aku jika kau butuh.
Mulai sekarang.
Aku akan bersamamu.
Kau sudah menemukannya?
Belum.
Teruskan.
Celaka!
Aku sangat cantik.
Tapi aku mengandung bayi dari orang jelek seperti ini.
Nona ke-30.
Diam!
Aku akan membunuhmu kalau aku tidak hamil.
Terima kasih.
Mengapa kau begitu bahagia?
Dengar ...
Jangan beritahu bayi ini ...
... bahwa kau ayahnya.
Lalu aku menjadi apa?
Pengasuhnya.
Aku lelaki, aku tidak bisa menjadi pengasuh!
Kita yang membesarkannya.
Dia tidak akan tahu pengasuhnya seorang pria atau wanita.
Benar.
Aku telah menemukan orang mirip kau.
Kaukah itu?
Kau ingin tahu dimana Biksu Abadi berada?
Ya, tentu.
Jangan menyerang jika kau mau tahu.
Kau harus bayar untuk daging Biksu Abadi itu.
Itu setimpal.
Jika kau memberiku obat untuk Jing Jing.
Aku akan memberitahumu dimana Biksu Abadi berada.
Kau hanya melakukannya untuk jalang itu.
Suka-suka akulah!
Pengasuh.
Pengasuh menciummu.
Baiklah, kita berangkat besok.
Karena cinta.
Kau boleh merusak wajahku jika kau mau.
Cepatlah, kau ingin selamatkan seseorang?
Biar aku saja!
Joker.
Adik tidak dapat bertahan lagi kau pergilah duluan!
Biar aku ... yang melakukannya.
Tidak ada disini.
Semua orang menipuku.
Kita akan mencapai Gua Buddha setelah mendaki bukit ini.
Tidak, Ah!
Jing Jing!
Jing Jing!
Dia sangka aku meninggalkannya sendiri.
Berapa lama kau akan mencari ...
... Jing Jing.
Dia keracunan, pasti sudah mati dan jatuh dari tebing.
Ini semua karena kau.
Kau seharusnya tak membiarkan aku tidur sepanjang malam.
Aku mestinya datang kesini secepat mungkin.
Kau harus cambuk kudanya kuat-kuat.
Kita bisa lebih cepat!
Aku tidak akan memberitahumu dimana Biksu Abadi berada.
Aku tidak tahu apa-apa.
Beraninya kau menyalahkanku!
Apa?
Kami menemukan Siluman Tengkorak pingsan di bawah tebing.
Kakek Buddha telah meninggal.
Tuhan sedang menolongku!
Masuk!
Jika kau tidak memberitahuku ...
... kau tidak boleh keluar.
Aku tak mau mendengarmu.
Tanahnya tidak begitu keras.
Siluman yang kuat, energi yang luar biasa!
Aku akan sembuhkan lukamu, tetapi ...
... kau harus membawaku ke Gua untuk menangkap titisan Sang Kera.
Kita akan menemukan Biksu Abadi cepat atau lambat.
Kau juga bisa makan daging Biksu Abadi itu.
Atau kau akan mati menyakitkan.
Aku harus keluar, bahkan jika harus menggali terowongan.
Aku bisa bergerak bebas dalam ruang dan waktu dengan kekuatan bulan.
Apa itu?
Ini bahasa India.
Pandora Box.
Harta karun yang ditinggalkan oleh Siluman Jaring Laba-laba?
Bawa aku ke Gua tiu.
Kenapa perutku terasa sakit?
Apakah waktunya?
Dimana aku?
Mengapa begitu banyak perangkap?
Semakin basah dan tambah basah.
Selamat datang, Raja kami!
Sialan! aku telah bertemu siluman!
Apa yang terjadi?
Kau menyukai Biksu Abadi.
Jadi aku menyamar menjadi dia agar kau bahagia.
Apa yang kau lakukan?
Aku membantumu melahirkan!
Kepalanya sudah keluar!
Sungguh, aku tak merasakan apa-apa
Kau lihat?
Ini lututku.
Pantas tak ada rambut.
Ada yang datang.
Sembunyikan, cepat.
Aku terluka.
Aku terluka, juga.
Tolong lepaskan tanganmu! mengerti!
Mahadewi.
Sun Go Kong, kau sudah melakukan kedzaliman besar.
Kuharap kau tahu bahwa kau bersalah.
Siapa yang bicara?
500 tahun yang lalu Gurumu Biksu Abadi telah mengorbankan ...
... hidupnya untuk menyelamatkanmu.
Kerajaan Langit telah memutuskan ...
... kau hidup kembali setelah 500 tahun.
Kuharap kau akan seperti Gurumu.
Berkorban untuk menyelamatkan orang lain.
Untuk membersihkan dosa yang telah kau perbuat sebelumnya.
Kau harus memakai Mahkota Emas di kepalamu.
Akuilah dosamu.
Kemudian kau akan menjadi Raja Kera Sakti.
Kau akan bertanggung jawab untuk mengambil kitab suci di barat
Menulis ulang sejarah.
Semua perkara kehidupan manusia tiada kaitan lagi denganmu.
Kau tidak dapat memiliki keinginan lagi.
Sembahlah Buddha sepenuh hati.
Kau belum bisa berubah menjadi Raja Kera ...
... karena kau belum bertemu orang ...
... yang akan memberikanmu 3 tanda lahir.
Setelah kau bertemu dengannya ...
... seluruh hidupmu akan berubah.
Berbicara denganku kah?
Aku rasa tidak.
Kurasa kau telah membuat kesalahan ...!
Gila!
Sakit sekali ...
Lepaskan!
Tenanglah, jangan.
Tetap tenang.
Aku merasa sakit.
Aku merasa sakit, juga.
Hati-hati perangkap disini.
Kejar!
Pergi!
Kemari tangkap aku!
Oke, lakukan ... bagus! sedikit lagi.
Biksu Abadi telah lahir, tangkap dia!
Ya!
Bayinya mirip kau.
Menurutku ...
Menjadi abadi atau tidak adalah tidak penting.
Daging Biksu Abadipun tidaklah penting.
Kita harus hidup bahagia bersama.
Membesarkan anak kita.
Jangan biarkan dia menjadi perampok.
Kau sangat menginginkan Biksu Abadi.
Beri dia nama Sang Abadi.
Siapa itu?
Kebetulan sekali.
Apa yang kau inginkan?
Bayimu?
Ini bayiku dengan Joker!
Apa yang kau bicarakan?
Pengasuh, katakan padanya.
Katakan padanya!
Ya!
Ini adalah bayinya dengan Joker.
Pergi!
Hei kemana kau akan pergi.
Aku akan melindungimu, siapa kau?
Kau tidak memenuhi syarat ...
... untuk melindungiku.
Menjauhlah.
Bawa anakku pergi.
Hey kau!
Waaa ...!
Aku tak mengundangmu datang.
Berikan Biksu Abadi itu.
Ini putraku.
Bukan Biksu Abadi.
Tolong!
Tolong ...
Kau mengkhawatirkan aku, aku akan mati untukmu.
Ambil anakku pergi.
Jangan pergi!
Pergi.
Nona ke- 30.
Beruntung kita bisa keluar.
Jing Jing.
Sayangku.
Ajian Kura-kura.
Kupotong livermu, perutmu ...
... dan organ dalammu!
Mengikatnya dengan simpul.
Jadilah ruh.
Jalang, jangan injak ususku.
Semau aku.
Sayang ...!
Istriku didalam.
Tolonglah aku!
Tak ada waktu.
Terima kasih!
Keluar!
Keluar!
Bisakah kita kembali ke masa lalu?
Gesit! cepat!
Aku tidak mau! Kita pergi bersama.
Dengarkan aku.
Bawa anak kita.
Pergilah!
Anak kita! Sayang!
Kau harus pergi atau aku akan mati!
Tidak!
Sayang ... sayangku ...
Sayang!
Bulan sedang terbit!
Sayang.
Saatnya!
Boyi ...? waduh lupa lagi!
Boyi Bolomi ...
Buset jadi Dewa!
Mantab! Kita kembali ke masa lalu.
Tunggu aku!
Pembunuhnya sudah pergi.
Sayang ... Istriku.
Istrimu akan keluar, tenanglah!
Aku belum selesai, bagaimana kau tahu?
Dia keluar, ayo!
Sayang, sayangku ...
Boyi Bolomi!
Waa jadi Dewa lagi ...!
Mengapa aku katakan lagi?
Tunggu ...
Lagi!
Sayang ...!
Jangan ganggu aku!
Kenapa kau bilang untuk tidak mengganggumu?
Sial! kau menyebalkan!
Aku tahu aku menyebalkan.
Kenapa?
Kau keluar!
Pergi, pergi!
Sayang ...
Boyi Bolomi!
Kau juga sangat menyebalkan.
Tunggu ...
Sial, aku capek.
Sayang ...
Beri aku.
Aku tidak akan memberitahumu!
Tak masalah.
Kenapa kau melakukan itu?
Sayang ...
Boyi Bolomi ...!
Sayang, keluarlah dengan Raja Banteng dan lihatlah Yesus,
Stop!
Kenapa bunuh diri.
Kenapa bunuh diri?
Tidak, aku lebih suka membunuhmu!
Dewiku!
Biarkan aku pergi!
Membiarkanmu pergi?
Apa alasannya sehingga aku harus membiarkanmu pergi.
Kau beritahu aku alasan mengapa kau ingin membunuhku.
Ok, biarkan aku sendiri.
Dan kau punya bayi dengan kakakku.
Tidak, itu bukan alasan untuk mati?
Tidak, Dewiku!
Aku pergi karena aku ingin mendapatkan obat untukmu dari kakakmu.
Tapi aku terlambat.
Aku tidak bisa menemukanmu.
Kau menipuku!
Kau tidak percaya padaku?
Lihatlah.
Dimana mereka?
Ada apa?
Kau tak boleh pergi!
Ketika batunya turun pintunya tertutup.
Sayang ...
Biarkan aku melakukannya.
Pergi!
Joker, sampai ketemu di kehidupan berikutnya.
Sayang.
Sayang!
Sayangku ...
Sekali lagi!
Boyi Bolomi ...!
Jing Jing.
Dimana mereka?
Apa yang terjadi?
Dewa?
Siluman?
Terima kasih!
Jangan masuk ke Gua Jaring Laba-laba!
Gua Jaring Laba-laba?
Kau pikir aku buta huruf?
Gua Air Terjun.
Gua Jaring Laba-laba, nama yang bagus.
Gua Jaring Laba-laba.
Kita akan tinggal di sini seterusnya.
Tunggu!
Aku ingin mengumumkan.
Di bukit ini, segala sesuatu milikku.
Termasuk kau.
Aku?
Ya.
Kau seperti keledai biarkan aku buatkan tanda padamu.
Kau milikku sekarang.
Jika ada orang yang menindasmu, beritahu mereka bahwa kau kenal aku.
Panggil aku Dewa Jaring Laba-laba!
Dewa Jaring Laba-laba?
500 tahun?
Kau belum berubah menjadi Raja Kera.
Karena kau belum bertemu orang yang memberikan tiga tanda lahir.
Tutup pintu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.