All language subtitles for Fake.Guardians.2017.720p.WEB-DL.broth3rmax

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

BADAN PERFILMAN, MEDIA PERS, RADIO & TV

terjemahan broth3rmax

SHANGHAI

Akhirnya, kau datang juga.

Apakah kau ayah angkatnya? / Ya, aku ayah angkatnya.

Maaf, aku salah orang.

Lanjutkan saja.

Kami berjanji menjadi saudara,

dan kami berjanji untuk menagihkan hutang-hutang dari Li Wanji.

Kau tak boleh berhenti bersumpah.

Sial.

Pasti itu kreditor lain.

Jika kita sudah ditakdirkan,

mungkin sudah lama kita sudah mendapat uang kita kembali.

Lagi, ulangi lagi.

Li Wanji!

Bukankah kita sudah sepakat mengadopsi anak besok?

Mungkin aku lebih percaya keajaiban punya anak supergirl Chris Lee dari pada percaya padamu.

Tarik aku.

Kak Rong, kami menemukan koper ini.

Bawa sana.

Bos,

merokok tak baik buat kesehatanmu.

PENJAGA ABAL-ABAL

SHANGHAI

Halo? / Bos,

terjadi sesuatu dengan Ketua-Dewan. Kami tak tahu apakah dia masih hidup.

Kau yakin?

Selidiki dan selesaikan.

MACAO

Bos, terjadi sesuatu dengan Ketua-Dewan.

Kami tak tahu apakah dia masih hidup. / Kau yakin?

Selidiki dan bereskan!

Apa kita sungguh akan pergi?

Pastilah.

Jika tidak, bukankah sia-sia bungkuk-bungkuk bersumpah menjadi saudara?

Ya benar. Kita pergi hari ini

untuk menagih uang kita yang dihutang Li Wanji. Hari inilah saatnya.

Ayo berangkat.

Cepat!

13 JAM SEBELUMNYA

Ayah.

Tuan.

Putriku yang manis.

Ayah, ayah.

Sebaiknya kau pergi bersama kami.

Masih banyak urusan yang harus ditangani.

Ingat-ingatlah alamat yang di Shanghai.

Apa kau ingat kode sandinya?

"Apakah kau ayah angkatnya"? / Bukan.

"Akulah ibu angkatnya".

Ayo, sini, sini.

Liang, tolong jagalah Nona ini.

Nona, aku tak ada gunanya.

Kau pasti menderita disini.

Apa ini? / Li Wanji tak ada di rumah.

Hanya ada seorang wanita. / Tak peduli,

masuk, masuk saja.

Kita bicarakan lagi saja. / Benar.

Bicarakan apa lagi? Kita bilang apa saat bersumpah jadi saudara?

Jika kita tak mendapatkan uang itu, bagaimana Zichu bisa membayar biaya sewa?

Jika kita tak mendapatkan uang itu, bagaimana kau bisa bayar ongkos berobat putrimu?

Jika kita tak mendapatkan uang itu, uang mana yang bisa kupakai

untuk menggaji orang-orang yang kerja padaku di desa? Ayo!

Lagian, dia seorang bos, kaya, dan berkuasa,

dan sibuk seharian.

Aku tak peduli.

Aku cuma ingin ketemu dia. Ayo.

Tunggu dululah.

Jangan gegabah, kita lihat dulu keadaannya sekarang.

Tn. Li, kau datang ke orang yang tepat

untuk melakukan ini, bagai lobak yang jatuh ke selokan yang pas, dan kunci yang masuk ke lubang yang tepat.

Sejak kumenjawab panggilan telponmu,

aku langsung memulainya. Bahkan tak istirahat sedikitpun, kuberitahu yang lain tentang masalahmu.

Dan aku lebih kelelahan lagi. Tapi jangan cemas, ini bisnisku.

Kau bisa mendapat hasil yang memuaskan. Aku tak membual.

Orang lain tak ada yang sebaik aku. Cepat atau lambat kau pasti datang padaku.

Tahu? Jika kau bicarakan padaku ini lebih awal,

Ny, Li mungkin sudah punya bayi sekarang.

Ya 'kan? Aku bisa ambilkan bulan di langit untukmu.

Tapi selama kujanjikan padamu, akan kulakukan sepenuh hati dan jiwa demi uang.

Tn. Li, lihat dirimu dan ketahui kau orang yang

punya selera bagus dan lahir di lingkungan yang bagus. Jadi ketika kau melakukan sesuatu,

kau pasti murah hati tak mempedulikan soal uang. Jika kau puas,

kau boleh bayar ongkos tambahan padaku. Benar begitu?

Jika teman-temanmu butuh sesuatu,

kau bisa telpon aku...

Ya, baik, baik.

Sudah, hentikan! Mana bayinya?

Bayi-bayinya ada di ruangan depan. Apapun yang kau mau, laki, perempuan atau kembar,

kau bisa memilihnya.

Memilih? Bagaimana memilihnya?

Bukankah katamu kalau pasangan itu...

Apa ini?

Bukankah katamu kalau pasangan itu baru baru punya bayi, dan kau perlu aku untuk mengadopsi anak itu?

Kamu sedang buru-buru 'kan?

Walau buru-buru, kita tak boleh bertindak ilegal.

Kukasih tahu ya, aku tak mau bertindak ilegal. / Shh...

Hey. Apa?

Mengganggu saja.

Aku tak mau bertindak ilegal. / Apanya yang ilegal?

Aku sudah kehabisan cara.

Aku tak tahan lagi ingin menggebukimu!

Ini bukan tindakan ilegal.

Ataupun perbuatan asusila.

Orangtuanya tak punya uang untuk membesarkan anak itu, maka kau harus merawatnya.

Bukankah itu cara terbaik untuk kedua pihak? Betul 'kan?

Juga, kau tahulah yang dipikirkan Ny. Li...

Jangan...

♪ Li Wanji!

♪ Li Wanji!

Halo? / Hey, sayang.

Kapan bayinya datang? / Sayang,

apa tak bisa kita bicarakan lagi soal bayi? / Li Wanji!

Bila aku tak melihat bayinya hari ini, kau akan mampus!

Tolong!

Tolong! Jangan pukuli aku, sayang.

Sayang!

Tenanglah, akan kulakukan semua katamu.

Tunggulah aku.

Ruangan mana?

Ruangan yang di depan. / Kacau sekali tempatmu ini.

Yang paling kacau, itu yang paling aman.

Menjadi dasar sebelum kemurahan hati.

Apa kita perlu uang muka?

Aku sendiri belum melihat bayinya.

Kenapa harus bayar uang muka? / Ini aturan bisnis kami, jika kita tak saling kenal,

kau harus membayarnya penuh. Sekarang kau cuma perlu bayar separohnya.

Cepat.

Tak usah dihitung, aku baru ambil dari bank.

Tak ada bayi dalam ruangan ini. / Tenang, mereka akan datang sebentar lagi.

Ditunggu saja. / Kau jangan bohong ya.

Polisi! Polisi!

Pergilah ke jendela, akan kulindungi. Lompat saja, cepat!

Polisi datang! Lompat saja dari jendela, cepat!

Tinggi sekali. / Akan kulindungi, lompat saja, lompat!

Polisi datang! Akan kulindungi, cepatlah!

Polisi! Polisi!

Polisi! Polisi! / Lompat, cepat!

Jadi,

Cici telah pergi sebelum masalah ini terjadi 'kan?

Benar. Juga, Pengawalnya Ketua,

Liang, juga menghilang.

Cari mereka, bagaimanapun caranya.

Mereka sudah tiba di Shanghai.

Cici kondisinya harus aman.

Mereka datang!

Cepat!

Sayang.

Li Wanji!

Sayang. / Mana bayinya?

Apa kau tak lihat aku kayak tikus tenggelam? Begini...

Li Wanji!

Sayang! Sayang! Jangan pukuli aku! Sayang, kita ke kamar dulu sebelum membicarakannya.

Turunlah!

Sayang, kita tak boleh bertindak ilegal.

Apa semua wanita menikah seperti ini?

Ya. / Tidak!

Sayang.

Aku tak peduli. Aku akan kehilangan muka bila aku keluar.

Sayang. Sayang. Sayang.

Mudah agar tidak kehilangan muka dan tampak terhormat.

Sayang, jika kau ingin terlihat terhormat,

kubelikan 5 anjing Mastiff Tibet. Coba pikir begitu menakjubkan 'kan?

Mastiff Tibet? Apa kau ingin aku dikoyak-koyak oleh 5 monster itu?

Tentu saja tidak.

Kalau begitu gimana kalau 5 anjing Peking?

Anjing Peking? / Anjing Peking tak memuaskan?

Cuma istri simpanan yang mau merawat anjing bukan bayi sekarang.

Jika kau memang ingin anak, kita bisa punya anak sendiri.

Aku tak bisa.

Hamil itu lamanya paling tidak 10 bulan. Itu sangat melelahkan.

Bagaimana aku mengatasinya? Juga, itu bisa membuatku gemuk.

Apa melelahkan begitu? / Jika aku gendut, kau tak mencintaiku lagi.

Sudah jangan pukul aku! Sayang. Sudah jangan pukul aku!

Aku juga harus menyusui.

Itu sungguh melelahkan. Apa kau ingin aku kecapekan?

Kamera!

Jika kau tak mau, kenapa kau menyuruhku melahirkan bayi?

Kita harus bagaimana?

Semua pria hebat punya masa lalu.

Kau bohong.

Kenapa kau memukuliku seperti ini?

Kau memukulku? Mampuslah kau!

Jangan keterlaluan. Jika membuatku kesal, kubuat kau menderita.

Buat saja aku menderita. / Taruh itu.

Istrinya bawa senjata di tangannya.

Aku tak tahan ingin menghajarmu.

Turun! Turun! Turun dari mobil!

Kalian berdua ini gila ya? Walaupun Li Wanji itu sudah mati,

kalian tak boleh mencuri mobilnya!

Siapa yang mencuri mobilnya? Kami sedang buru-buru lari.

Li Wanji sudah mati. Otaknya berhamburan.

Dan kita bertiga muncul dalam rumahnya. Istrinya nanti mengira kitalah yang membunuhnya.

Jangan bicara ngawur. Kita ini cuma...

mau menagih uang kita. / Itu lebih parah.

Sekarang kau punya motif untuk membunuhnya.

Bahkan kau membawa mobilnya ke sini. Itu kesalahan ganda.

Kalau begitu saat aku mengendarainya, kenapa kau tak mencegahku?

Jika kau tak mendorongku masuk, bagaimana mungkin aku ada dalam mobil?

Sudah! Sudah! Hentikan!

Sekarang sudah terlanjur terjadi,

dan kita akan mendapat tuntutan hukum walau kita kembalikan mobilnya.

Bagaimana kalau, kita sembunyikan mobilnya,

dan kembali ke lokasi konstruksi? / Tidak, tidak tidak.

Ada banyak orang di sana.

Dan juga, mobil sebagus ini pastinya menarik perhatian.

Kita harus bagaimana?

Zichu, bagaimana kalau di parkir di tempatmu?

Tempatmu 'kan aman. Dan kita bicarakan solusi soal dia.

Si... si.. siapa kamu?

Aku? / Tidak, ap.. ap.. apa maumu?

Kukasih tahu ya,

aku bukan orang baik-baik.

Shh...

Tapi aku pasti tak ingin menyakitimu. Duduklah.

Aku bilang duduk.

Begini lebih nyaman.

Tuan, bagaimana aku bisa membantumu?

Bi zai. (Diam!) / Bi...

Tn. Bi Daxia. Apa yang bisa aku bantu?

Kau punya makanan?

Kenapa tak bilang dari tadi? Kalau begitu kusiapkan makanannya.

Dibawah vilanya Zhan Zixiong, ternyata di sana ada terowongan rahasia.

Anggap saja, kita bisa kesampingkan

bahwa dia keluar sebelum ledakan itu.

Tapi waktunya mepet,

dan ledakan itu begitu kuat. Kurasa kesempatan itu tipis bila terjadi.

Aku tak butuh anggapanmu soal kesempatan tipis.

Aku ingin tahu info pasti apakah dia masih hidup atau tidak. / Ya, nyonya!

Aku disini! Aku disini!

Serahkan itu!

Sini berikan!

Tn. Bi, soal kau membunuh orang,

aku tak tahu apa-apa.

Mereka pasti keliru tentang dirimu. Pria berwajah peduli penuh cinta seperti dirimu

tentunya orang yang baik. Tak mungkinlah kau membunuh orang.

Mungkin saja kau dijebak atau apalah, betul 'kan?

Kau harus percaya pada hukum. Hukum itu sudah pantas,

dan kita bisa cari pengacara terbaik.

Kau pasti memenangkan kasusnya. Ini tak ada hubungannya denganku.

Aku tak bersalah.

Benar 'kan? Kau tak boleh mengulangi kesalahanmu!

Ada pepatah lama, "Walau 10 tahun belumlah terlambat kembali ke jalan yang benar".

"Letakkan pisau dagingmu dan jadilah orang baik. Kau akan jadi pahlawan 18 tahun nanti."

Diam! / Tn. Bi Daxia.

Bicaralah!

Aku akan meninggalkan Shanghai selama beberapa hari.

Bisakah kau membantuku menjaga anakku?

Aku ini pria dan tak merawat anak.

Jangan coba-coba membocorkan informasi apapun. / Bukan, kubilang aku pria tak merawat anak-anak.

Berikan KTPmu. / Aku ini pria...

Daxia, Daxia. Baik, ini kuberikan.

Ingat!

Jika terjadi apa-apa terhadap anak itu, hanya kau orang yang akan mampus.

Aku akan kembali kapan saja.

Tn. Li, Tn. Li, maaf maaf. Ini kelalaian tugas kami.

Aku telpon 911. / Tidak tidak tidak.

Jangan, tak usah.

Kehilangan 1 mobil bukan masalah besar.

Biar aku urus sendiri.

Orang yang di dalam, mohon dengarkan. / Kacau ini!

Kau sudah dikepung.

Kusarankan letakkan senjata dan menyerahkan diri.

Jangan coba-coba melawan, sia-sia.

Sekali lagi serahkan dirimu.

Untuk uang sekecil itu, tak sepadan bertindak bodoh begini.

Kami semua khawatir,

jika kau tak senang, pikirkan lagi tentang tetanggamu yang lebih menderita.

Kau masih muda.

Kau tak boleh rusak hidupmu seperti ini. Tak ada rintangan dalam hidup yang tak bisa kau atasi.

Pikirkan soal sepak bola Cina, itu payah!

Namun, tiap orang dalam tim sepak bola juga butuh hidup.

Habislah kita! Habislah kita! Lihat 'kan?

Polisi itu datang mencarimu.

Kali ini tamatlah kita! Tn. Bi mestinya ditangkap juga.

Dia pria yang amat jahat.

Aku masak banyak makanan enak untuknya, tetap saja dia menyerahkanku ke polisi.

Cici, kau tahu ini dengan jelas.

Disini, tak ada yang kupedulikan, ya?

Letakkan saja senjatamu dan serahkan diri.

Kami bisa memperingan hukumanmu.

Aku tak punya senjata, cuma punya nunchakus (ruyung).

Jika kau tak keluar sekarang, kami akan menerobos masuk.

Cici,

maafkan aku. Aku tak punya pilihan lagi selain menyerahkanmu ke polisi.

Aku ingin hukuman ringan.

Kau harus bilang yang baik-baik tentang aku nanti.

Paham? Tolong, kumohon padamu.

5...

4...

3...

Jangan jangan!

1... / Aku menyerah! Aku keluar!

Jangan tembak! Jangan tembak! Kami tak bersama.

Aku orang baik-baik.

Jangan tembak! Jangan tembak! Ya!

Penangkapan ini lancar. Mari kita ke TKP selanjutnya.

Terima kasih! Terima kasih!

Akhirnya.

Hey, aku...

BANDARA HONGQIAO SHANGHAI

Bagus.

Apa aksiku cukup bagus, Sutradara?

Biasa-biasa saja.

Aku akan berusaha lebih keras, lebih giat, lebih giat lagi.

Lihat disana, disana.

Jangan merekamku, hentikan, hentikan. Apa yang kalian lakukan?

Kau berlatih tarian pedang tadi pagi.

Apa kau tak berpikiran sosial? Itu sangat berisik tahu.

Cepat menyingkir dari sini.

Baik, baik, baik. Jangan begini. / Maaf, maaf.

Aku ada pertanyaan buatmu. Siapa yang menyuruh perekaman video disini?

Lihat! Papan tanda pemilik properti ini,

atas nama Ny. Lan.

Sial! Kenapa dia tak cerita?

Kau terlalu sibuk.

Kau boleh merekam video disini,

tapi jangan berisik.

Kerjaku giliran shift-malam, jadi siang ini aku tidur.

Semuanya jangan berisik.

Doggy!

Penjaga terbaik.

Lebih kayak penjaga palsu.

Udah.

Sutradara. / Apa?

Kau bisa mulai shooting atau tidak?

Aku tanda tangan kontrak dengan waktu ditentukan.

Aku ada kencan siang nanti. Aku akan keluar bersama "daddy"ku nanti malam.

Dia tak bisa menunggu lama-lama. Sulit bagiku menjelaskannya.

Jika kau tak bisa selesaikan shooting ini secepatnya

kau tak bisa menyelahkanku untuk membuat bosmu kehilangan muka. / Kita akan siap sebentar lagi.

Suradara! Suradara! Lihat di belakangmu.

Ngapain kau sekarang? Bukankah kau tahu banyak adegan yang harus kita shooting?

Ya, aku tahu, aku tahu. / Kau tahu betapa susahnya mengundang aktris ini?

Ya, aku tahu, aku tahu. / Apa kau tahu kita membayar dia berapa sehari?

Ya, aku tahu, aku tahu.

Mana bayinya? Kita sudah bicarakan kemarin.

Kenapa aku tak melihat bayinya sekarang? / Aku berniat membicarakan ini sekarang.

Bayinya sedang sakit jadi tak bisa datang saat ini. / Tak bisa datang saat ini?

Bagaimana kalau jadwalnya molor? Bisa kau ganti kelrugiannya?

Aku...

Begini,

jika kau bukan

kakak iparnya tetangganya

kakak perempuannya paman kedua dari kemenakan produser,

akan ku... pecat kau sejak dulu.

Doggy!

Anjing pintar. Waktunya makan.

Sutradara, tunggu.

Doggy!

Makanlah, Doggy.

Anak pintar, kami mau membuat film.

Sutradara!

TERSEDIA: GARANSI 1-2 TAHUN

Bos, kau memilih Kendaraan Jouir.

Itu keputusan yang bijaksana.

Begini, Kendaraan Glory

punya lusinan sejarah bertahun-tahun di Shanghai

karena 5 ciri:

kualitas bagus, harga bagus.

Itu lumayan. Aku belum pernah kesini selama bertahun-tahun.

Mengejutkan melihat kualitas pelayananmu

meningkat dengan baik.

Bos, Magic-City tetaplah Magic-City.

Tentu saja ini berbeda.

Magic City.

Silahkan.

Terima kasih! Terima kasih! Sampai jumpa!

Sampai jumpa!

Sampai jumpa!

Astaga! Sialan!

Ini membuatku gila.

Hidupku bergantung pada orang lain.

Tentu saja, aku tak bisa lakukan apapun semauku tapi untuk...

Hidup ini begitu berat bagiku.

Aku harus bayar tagihan.

Aku harus merawat bayinya orang lain.

Aku juga harus membantu orang lain untuk membuat film.

Membuatku kesal saja.

Lihat saja Sutradara itu.

Apa bisa dia lebih jelek lagi?

Aku tak percaya dia bisa buat film bagus.

Aku pasti tak percaya. Meskipun dia berhasil buat film, pasti dia rugi.

Karena tak ada yang menontonnya.

Bukankah begitu, Cici?

Cici.

Cici...

Kalian siap?

Ayo! Cepat! Kalian siap? / Siap, Sutradara!

Kamera, siap?

Siap. / Lampu, siap?

Siap. / Semua kru, kamera... rolling.

Bersiaplah, bersiaplah.

Siap? / Ha!

Siapa teriak HA! padaku? Kau lihat akibatnya?

Tenanglah, jangan marah. / Sutradara!

Apaan ini? Shooting-nya dilanjutkan atau tidak?

Jika tidak, aku akan pergi sekarang. / Tentu saja kita mulai shootingnya.

Kakak, kakak. / Apa? / Ada yang harus kubicarakan denganmu.

Apa?

Siapa yang memberimu ijin memfilmkan anakku?

Ini anakmu?

Tak heran kalau pintar sekali. "Buah jatuh tak jauh dari pohonnya."

Mari kita bicara. Bolehkah kita masukkan anak ini dalam skenario?

Skenario apa? Tidak. Kami tak mau anak ini jadi aktor.

Dunia hiburan itu kacau. / Tolonglah bantulah kami.

Membantu kami dalam film ini sama kayak membantu memadamkan kebakaran.

Membantu apa? / Saat kulihat dirimu, kulihat bintang top masa depan.

Kau tak waras ya? / Paman, paman yang terhormat.

Kakek, kakek terhormat. / Kau ini menjengkelkan sekali!

Tuan, begini... / Apa kau harus panggil aku begitu?

Tolonglah bantu kami. / Sini, berikan, berikan padaku!

Kasihan jika kau tak main.

Tolong, aku mohon. Hanya 1 skenario saja.

Kumohon.

Kau bisa berdiri disini. Skenarionya sama kayak yang tadi.

Mohon jangan ganggu shooting-nya..

Sayang, sayang.

Lihat 'kan? Lihat itu, lihat itu.

Permisi, apa kau pernah lihat anak ini? / Maaf, tak tahu.

Terima kasih!

Aku duluan yang lihat tempat parkirnya.

Bisanya kau merebut parkir ini?

Kau pura-pura tuli ya? Hey, ya kamu! Ya Kamu!

Malah berdandan lagi, kau gila ya? Bibi tua.

Jangan pura-pura tuli.

Ayo keluar! Kau kira kau hebat karena mengendarai mobil bagus?

Kau kira aku tak pernah naik mobil kayak gini? Ayo keluar!

Aku duluan yang lihat tempat parkirnya. Lancang sekali kau merebut parkiran?

Lalu kenapa? Kau kira kau hebat karena kau lebih tinggi dariku?

Maaf, aku ada urusan yang jauh lebih penting ketimbang ini.

Kau kira kau hebat karena berdada besar?

Ya, memang.

Awas ya, nanti kusuruh suamiku menggores mobilmu!

Kau terima 100 yuan.

Aku terima 100 yuan. Kau terima 100 yuan lagi.

Itu tak benar. Uang ini dihasilkan olehmu.

Sini. Kau terima 100 yuan tambahan.

Lagi pula, kau tak tahu cara membelanjakan uang.

Oleh karena itu, aku bantu menyimpannya.

Setuju? Jangan khawatir,

uangmu tak akan kubelanjakan walau satu sen saja.

Saat aku bertemu orangtuamu, akan kuberikan semua uangnya pada mereka.

Paham?

Aku... sekarang agensimu.

Agensi?

Ayo, ayo, ayo, Cici. Terima, terima ini.

Ya sebentar. Siapa? Pelan saja bisa tidak?

Sial, sial, sial!

Pelankan suaramu. Jangan terlalu drama.

Zichu, anak ini.

Kamu aktingnya cepat sekali.

Ceritanya panjang. Kalian mau apa?

Li Wanji menemukan kami dan ingin kami mengembalikan mobilnya.

Tn. Li?

Dia belum mati?

Dia lebih segar bugar dari kita. Dia baru saja menelponku

dan menyuruhku mengembalikan mobilnya. Jika tidak,

dia akan mengirim kita ke penjara. / Ya benar.

Mobil.

Mana mobilnya?

Habislah kita. / Sudah dibawa pergi oleh Daxia.

Daxia.

Halo, Nona Sakulako! Aku penasehat kecantikan pribadimu.

Mark. M-a-r-k.

Sakulako, aku khawatir kau tak terlihat kurang gembira hari ini.

Aku bertemu dengan

wanita tua jelek di bawah tadi.

Dia menyerobot tempat parkirku, dan mengolok-ngolokku.

Aku marah lalu kutampar dia 2 kali.

Bagus sekali! Sakulako

kau berani mencintai dan membenci. Kau orang yang paling kukagumi.

Tenanglah, Sakulako. Jika bersama para ahli kecantikan kami

hati-hati merawat, semua kekhawatiranmu akan lenyap

ke dalam Sungai Huangpu. Mari, silahkan lewat sini.

Sakulako, bila kau memakai kartu VIP,

pemikiranmu bahkan akan berubah terhadap dunia.

Kupikir-pikir dulu. Lagipula, suamiku orang kaya.

Baguslah! Silahkan lewat sini.

Lihatlah tempat kerja kami. Lebih dari sempurna.

Dan juga, latar belakang akademi staf kami bagus.

Mereka juga sempurna. Produk-produk kami juga sempurna.

Bila kau memakai kartu VIP...

Kamu!

Usir dia dari sini, dan akan kuajukan kartu itu segera.

Bagus sekali! Kau kenal bosku?

Bila begitu, kau bisa mendapat diskon saat mengajukan kartunya.

Apa toko jelek ini punyamu? / Memang kenapa?

Bila aku tahu sejak awal, aku tak akan ke sini.

Brengsek! / Jaga mulutmu!

Ini mulut mulutku sendiri, mau ngomong apa suka-suka aku!

Jangan membuat para klien istimewaku terganggu.

Mark, usir dia! / Kukasih tahu ya,

suamiku, salah satu keluarga Lee, orang kaya dan berkuasa.

Akan kusuruh dia untuk menghajarmu.

Kau punya suami?

Lihat dirimu, gendut kayak ember, pendek kayak 2 ember yang ditumpuk.

Dan tak ada yang ramping di dirimu kecuali lehermu. / Ayo ucapkan lagi kalau berani!

Aku telah membuka cangkang dan menjadi seekor angsa ketika kau masih jadi telur.

Sakulako, tenanglah. Tak perlu berdebat dengannya.

Aku belum selesai denganmu.

Ya. Aku juga belum selesai dengannya. Kita memang sudah ditakdirkan

memenangkan perdebatan. / Ya, memang.

Aku Mark. Bila kau memakai kartunya sekarang, kau bisa mendapat diskon 90%.

Dengan kartu itu, kau bisa kesini untuk menghajar dia tiap hari.

Diskon... akan kuhajar sampai tulangmu remuk.

Zichu,

aku percaya padamu.

Tapi bagaimana kalau berita dari ponsel itu benar?

Anak itu

telah diculik. / Ah?

Berarti kita kaki-tangan penculik.

Tidak, tidak, tidak. Telpon polisi! Ibuku selalu bilang

telponlah polisi kapanpun ada masalah.

Apa ibumu tak bilang, ketika kata-kata keluar,

nyawamu tak ada artinya.

Dia tak bilang yang itu.

Kakak-kakak, kumohon, tolong!

Kalian harus membantuku.

Kita sudah bersumpah jadi saudara.

Kita bersumpah agar hutang dibayar.

Kau tak setia!

Apa yang terjadi pada Zich sama saja terjadi pada kita.

Saudara yang mengganggu saudaraku akan mati.

Apa ibumu yang bilang begitu?

Aku belajar itu dari film.

Hey, sayang.

Baik, aku datang. Baik.

Aku harus ke rumah sakit. / Akan kuantar.

Aku juga mau ikut. / Kau tak usah ikut.

Kau tunggulah si pahlawan itu pulang.

Apa yang terjadi pada kakak kita? / Yang terjadi pada kakak kita

aku tak mau tahu.

Jangan bicara selagi kau marah.

Kakak kita selalu

merasa kasihan padamu.

Dia berharap kau bisa kembali ke Macao lebih awal.

Saat aku pergi,

aku tak berniat untuk kembali.

Sebenarnya, akulah

yang ingin kembali.

Fei,

kau tahu tidak? Di dunia ini,

hanya kaulah keluargaku.

Kita bicarakan ini nanti saja.

Apa yang kau kerjakan di Shanghai?

Ketika masalah ini terjadi pada kakak kita, Liang dan Cici menghilang.

Aku baru tahu kemudian mereka telah tiba di Shanghai.

Cici putri satu-satunya kakak kita.

Istrinya meninggal saat melahirkan Cici.

Cici adalah anak kesayangan kakak kita.

Kau pergi hampir selama 3 tahun.

Usianya kini hampir 2 tahun.

Ini Cici.

Aku tak mau bertemu siapapun yang berkaitan dengan Zhan.

Di hati yang terdalam,

seberapa besar kebencian yang sanggup kita tanggung?

Wanita itu membuatku kesal. Dia mengelola usaha ilegal.

Aku belum selesai dengannya.

Sayang, apa menurutmu aku ini jelek?

Tidaklah. / Apa aku gendut? / Tidak.

Apa dadaku besar? / Tidak, bukan, besar kok.

Tidak, tidak, besar kok. Bentuknya sempurna.

Saat pertama aku bertemu denganmu,

kurasa kau itu mempesona.

Itu sebabnya kuputuskan untuk bersamamu.

Tidak, tidak, tidak.

Ini mulai lagi. Kenapa kau tak nonton TV saja?

Serial TV bagus-bagus. Kau lihat.

Aku tak tahu kenapa banyak aktor yang menyusahkan,

disaat mereka sebenarnya tak banyak kerjaan.

Aku tak nyaman dengan postingan mereka saat mereka berlagak di lokasi.

Sungguh bocah yang manis!

Imut banget! / Mereka itu membentak-bentak para kru.

Kapanpun kutemui hal seperti ini,

aku akan berdiri di depan mereka. / Akan kuambilkan segelas air.

Sayang, kau bilang pulang bawa bayi.

Tentulah, beberapa hari lagi.

Li Wanji!

Kenapa orang lain bisa punya bayi, dan aku tak bisa?

Kukasih tahu ya, akan kubawa dia pulang dan biarkan dia tinggal beberapa hari.

Dan aku tak akan mengganggumu lagi. / Maaf? Apa anda ayahnya bintang kecil kita ini?

Ngawur! Memang kau ayahnya bukan aku? / Anakmu sangat mirip superstar beken.

Apa hubungannya dengan mereka? / Superstar beken?

Tak tahu, aku tak tahu Tak perlu cemas.

Apa kau membolehkan anakmu jadi artis?

Tidak kumasukkan ke industri huburan. / Apa kau serius?

Anakku, apa? Anakku.

Sudah, sudah, sudah.

Hey kak! Gawat! Gawat!

Kuberitahu, Cicik masuk TV. Pahlawan itu pasti melihatnya.

Mampus aku bila dia melihatnya. Kau harus membantuku!

Da-dah! / Hey!

Halo?

Tolong tanda tangan disini.

Baik.

1, 2, 3, 4.

Ayo.

Terima kasih. / Permisi, biarkan aku pergi.

Apa itu kursimu?

Itu untuk superstar beken kami.

Apa? Kau boleh datang besok untuk main.

Kau tahu tidak? Ah... aku...

ada iklan untuk susu.

Aku ingin anak yang itu diiklankan.

Aku tahu. Kau bertemu orang yang benar. Kau tahu itu?

Aku manajernya anak itu.

Tapi anak kecil kita ini sangat sibuk.

Dia sudah mendapat sebuah iklan dan dan 2 serial TV.

Dan kami dikontrak 1 film hollywood.

Bisa kita bicarakan soal pembayarannya?

Sopanlah sedikit.

Kakak, mari kita bicarakan di sana.

Tak ada bedanya dibicarakan disini.

Sayang, maafkan aku.

Tak ada yang bisa kulakukan. Kau bisa terlihat oleh orang lain.

Begini, kemari! Sini!

Sini, Cici, pejamkan matamu. Ayo kita bermain.

Asyik 'kan? / Ya.

Bagus, ayo kita pergi.

Anak pintar.

Sudah, sudah. / Hentikan, hentikan!

Berdirikan dia.

Ayo, berdiri! / Hentikan, hentikan, sudah, sudah!

Apa yang bisa kau lakukan sekarang? Sebaiknya bicaralah!

Kakak, tak ada yang perlu kubicarakan.

Ah...

aku lupa tanya. Dimana anak itu tinggal?

Gedung No. 15 di pojokan.

Baiklah. Terima kasih.

Kau sombong karena punya banyak pengawal.

Kamu boleh sombong kok.

Orang-orang di bidangmu memang kacau.

Tak ada orang baik di bidang film dan televisi.

Cari dengan teliti!

Bos, tak ada yang berharga.

Apa?

Tak ada apa-apanya. / Sial!

Bos! Aku menemukannya.

Anak itu tadinya memang disini.

Cepat cari dia! / Ya.

Zichu, besok pagi,

di taman seni pahat, kutemui kau di tempat merpati dilepas.

Bawalah anak itu.

Jika aku tak melihat anak itu,

kau tak akan terima uangnya.

Li Wanji.

Kalian berdua berjaga di pintu dan laporkan padaku bila ada apa-apa.

Ya.

Yang lainnya, ikut aku!

Kau... kenapa ditutup pintunya?

Bos menyuruhku menjaga pintu.

Kalian dengarkan baik-baik.

Ikuti petunjukku dan

dan dengarkan baik-baik.

Apa aku... apa ini tempat yang kubilang kemarin?

Bos, banyak orang disini.

Mereka sembunyi dan melihati kita.

Ada yang melihati kita.

Kalian hadapi hubungi dan kalian berdua yang ikuti, lainnya mengepung mereka.

Jangan sampai mereka lolos.

Ya.

Aku tak kenal mereka. Apa mereka itu gangster?

Ayo!

Halo. / Mana bosmu?

Aku bosnya.

Jangan bicara ngawur. Berikan anak itu.

Beri mereka pelajaran.

Dan kita akan cari tahu caranya.

Anak itu!

Cici.

Ayo! / Ayo! / Ayo...!

Apa-apaan!

Apa yang kalian lakukan? Kalian mau merampok anak di siang bolong?

Sayang! Banyak orang jahat disini. Jangan sentuh! Ikut aku.

Satpol PP datang!

Satpol PP datang! Ayo! Ayo!

Apa yang kau lakukan?

Satpol PP datang! / Mereka belum memulai bertarung?

Apa yang mereka lakukan?

Membubarkan PKL. / PKL?

Lalu kenapa kita lari? / Aku...

Aku melihat bos lari, jadinya aku mengikutimu.

Dasar brengsek!

Kau sedang apa? Apa maumu?

Apa kau mencari mereka? Apa hubunganmu dengan dia?

Sebaiknya kau mulai bicara! / Dasar brengsek!

Tetap waspada. Ini misi independen pertama kita.

Jangan khawatir. Darahku mendidih...

Baguslah!

Ayo.

Li, jika kau tak mengaku salah,

kau akan berlutut seharian.

Sayang! Tadi itu kecelakaan.

Mereka banyak pengawalnya. Aku nyaris mati.

Aku tak peduli!

Sebaiknya kau bawa anak itu padaku, dan bawa hari ini atau kau mampus!

Mengapa? Ada masalah?

Baik, apapun yang kau katakan.

Jika aku tak melihat anak itu hari ini, aku tak akan melepaskanmu.

Tidak...

BATERAI HABIS

Brengsek!

Ponselnya dimatikan.

Aku akan telpon lagi.

Halo? Li. / Halo?

Kau memang kurang ajar.

Kau bawa banyak pengawal.

Aku tak tahu kau bicara apa?

Kukasih tahu ya, ingat ini! Besok siang

Kedai Teh Chanbian

suruh Zich membawa anak itu.

Atau tak akan kukembalikan uangmu.

Zhiliao.

Li menelpon dan dia bilang mau membayar uang kita besok.

Jika memang begitu, sepak bola Cina akan masuk final Piala Dunia.

Tidak. Zhiliao.

Dia bilang, bila kita membawa Cici,

dia akan membayar uang kita. / Cici...

memang apa yang dia pikirkan?

Kau, apa yang kalian bicarakan?

Maaf, Li tadi telpon dan bilang

akan membayar uangnya. / Dan memberikan Cici padanya.

Apa? Kenapa kita harus bawa Cici?

Bawa Cici. / Itu... begini... maksudnya Zhiliao

Li akan melunasi uang kita besok. Kita akan ambil uangnya sama-sama.

Tak aman buat Cici disini sendirian.

Kita bawa saja dia.

Ya ya ya.

Baik, itu baru saudaraku.

Kalian memang baik.

Cici, ayo. Menghilang.

Ayo.

Kenapa kau tak tahu kalau Zhan Zixion punya anak?

Kau bilang targetmu adalah Zhan Zixiong.

Temukan anak itu. Dan Liang.

Bos!

Bos, Li Wanji telah masuk ke kedai teh.

Sepertinya dia menemui seseorang.

Aku tahu.

Tetap awasi dan waspada. Laporkan padaku jika ada sesuatu.

broth3rmax

Bos, anak itu sudah ke sini.

Ayo lebih cepat!

Lebih cepat!

Hati-hati!

Kau bisa nyetir tidak? Hampir kutabrak mobil itu!

Kau... / Tenang!

Melanggar lampu kuning, 6 poin. / Apa kau dari Mars?

Itu cuma gosip saja. / Ayo pergi.

Kau telah melanggar lampu merah.

Dasar bodoh! Bodoh!

Brengsek!

Bos Li! Tamumu sudah datang.

Silahkan lewat sini.

Silahkan masuk! Silahkan masuk!

Li, tak gampang menemuimu.

Tak gampang untuk

menemui kalian.

Tak usah bicarakan ini lagi. Pasti ada kesalahpahaman.

Tak usah dibicarakan lagi.

Silahkan duduk!

Anak ini sungguh imut.

Bos Li.

Bos Li!

Kami telah lakukan sesuai yang kau minta. / Kau tahu, kita ini pria yang menepati janji.

Hitunglah.

Hitung, sini ikut aku.

Tidak, tidak, tidak.

Aku bisa gendong dia sendiri.

Lain kali hati-hati. Sana pergi.

Terima kasih.

Masalah diantara kita

sudah beres hari ini.

Meskipun kita ada kesempatan bekerjasama, kusarankan sebaiknya jangan.

Sampai jumpa!

Tidak tidak tidak.

Aku tahu kau memang tak serius. / Memang.

Tapi kita sudah sepakat

aku bisa bawa anak itu pulang selama beberapa hari.

Bagaimana? / Kau membuat perjanjian dengan siapa?

Aku dikasih tahu cuma untuk ambil uangnya.

Bagaimana dengan mobilku?

Mobil tak ada hubungannya dengan uang ini. Masalah kita tak ada hubungannya dengan anak ini.

Aku...

Li Ren,

apa ada yang kau sembunyikan dariku?

Kakak, kau pria dewasa.

Tapi kau tak bisa jaga dirimu sendiri. Malah merawat bayi ini.

Ya.

Sekarang aku tahu masalahnya, kau memang telah membuat rencana.

Dan kamu.

Kakak, kami sebenarnya

peduli denganmu.

Akhirnya, aku tahu. Mengapa kau menyuruhku membawa Cici kamari?

Baiklah.

Aku tak menginginkan uang itu.

Dan akan kukembalikan mobilmu.

Jangan, Zichu.

Zichu. Zichu.

Aku cuma ingin kau serahkan anak itu padaku.

Mobil dan uang ini bisa kalian ambil.

Kenapa kau tak bisa berpikir waras? Ketika kau menginginkan anak,

kau bisa memilikinya kapan saja.

Kau harus tahu, orang seperti apa aku ini.

Kita telah bersumpah sebagai saudara.

Sumpah saudara? Kau bercanda ya?

Sekarang aku tahu

saudara itu untuk dijual. (dikhianati)

Tidak.

Zichu,

Li Wanji cuma menginginkan anak ini untuk tinggal di rumahnya beberapa hari.

Juga, kita sudah berusaha selama setengah tahun mencari

uang itu dengan menguras tenaga dan keringat dan itu demi nyawa seorang anak?

Kita tak bisa biarkan uang itu begitu saja.

Sepenting itukah uang itu buatmu?

Itulah yang akan kugunakan untuk nyawa putriku.

Cici adalah hidupku.

Zichu.

Aku tak punya waktu lagi lama-lama menunggu putriku sekarat.

Bila terjadi sesuatu pada Cici,

akan kuserahkan nyawaku pada Daxia.

Bangunlah! Aku setuju.

Li!

Aku bisa menyerahkan Cici padamu,

tapi kau harus berjanji aku bisa mengambil dia lagi kapan saja.

Baik. Baik. Setuju.

Sini.

Anak pintar.

Kau gendut, minggir.

Tak bisa dipercaya orang segendut kamu berdiri di pintu.

Bos, Li Wanji membawa anak itu keluar.

Kita akan selamatkan Cici, apapun resikonya.

Cepat!

Halo, Bos! Bos, kau ingat aku?

Cepat kejar mereka! / Bos! Bos!

Bos! Kudengar kau mengalami kecelakaan.

Bos, kau mengenaliku?

Magic City.

Bos. / Mana bayi itu? / Pikirkan soal layanan pasca-penjualan kami.

Kau brengsek!

Ini putrinya Zhan Zixiong.

Halo? / Halo? Apa ini Nona Lan?

Kapan kau bersedia?

Aku akan bayar sewanya. / Aku sedang mencarimu sekarang.

Datanglah ke kantorku.

Baik.

Nona Lan, aku sungguh minta maaf karena lama baru bisa membawa uang ini.

Tak masalah. Dan lagi, aku mencarimu karena

ada masalah lain.

Eh... katakan saja.

Kudengar kau punya seorang putri.

Ya.

Pria muda sepertimu megurus seorang anak.

Itu tidak mudah.

Sebenarnya,

anak itu adalah sepupuku.

Tidak, tidak, tidak. Dia bibiku.

Tenang saja.

Aku sendiri

tak suka

orang yang berbohong.

Aku tak bohong padamu.

Itu benar, aku tak bohong.

Dia putriku. Tidak, tidak, tidak.

Eh... dia sepupuku.

Tidak, tidak. Dia bibiku.

Aku suka anak muda yang penuh kasih sayang.

Kau boleh pergi sekarang.

Aku sudah selesai?

Sial, bahkan aku belum memulai.

Tapi ini sudah berakhir.

broth3rmax

Senang bisa bekerjasama dengan kalian.

Ya, bagus, bagus.

Begini, selama kita bertiga bekerjasama,

kita bisa menghasilkan uang.

Memang itu yang diinginkan.

Bagaimana menurutmu soal Liren. Dia pintar.

Bukankah ponselmu hilang?

Aku bisa beli baru, apa tak boleh?

Siapa ini?

Liang. / Siapa Liang?

Tn. Bi Daxia.

Anak itu.

Siapa Tn. Bi Daxia?

Halo?

Halo? Halo?

Kak? Ada apa?

Mana Tn. Bi?

Sudah pergi. / Dia pasti sudah menyiapkan ini.

Kamu yang memberitahu dia. Tak masalah menaruh anak itu di rumah Li.

Sekarang bagaimana? Anak itu hilang.

Baik baik, jangan panik. / Bagaimana tidak panik?

Dia jelas menghindariku.

Dimana aku harus mencari dia? Kalian sekarang tenang-tenang saja.

Kalian lepas tangan. Cuma aku di Sungai Huangpu dan nyawaku terancam.

Lari saja.

Kau tak akan ada masalah jika meninggalkan Shanghai.

Maksudmu kau akan meninggalkanku sendiri. / Tentu saja tidak.

Bagaimana denganmu? Bukankah kau bilang

bahwa hidupmu jadi milikku.

Li Wanji yang menyembunyikan bayi itu.

Kenapa kau marah padaku?

Marah? Bagus bila aku cuma marah padamu.

Hentikan! Hentikan!

Hentikan!

Kita telah bersumpah jadi saudara.

Hentikan! Hentikan!

Kita adalah saudara.

Hidup itu soal naik dan turun.

Jingjing, aku jadi pria.

Hidup itu soal naik dan turun.

Kalian berdua jangan centil.

Cepat periksa itu. / Siapa ini, mengganggu sekali.

Apa? Ada apa?

Ada yang berkelahi di depan rumah Tn. Li.

Ada yang berkelahi di depan rumah Tn. Li.

Tunggu aku. / Lepas aku.

Kau yang lepas aku. / Jangan ganggu aku.

Pada hitungan ketiga.

1, 2, 3.

Saudara... / Persetan saudara?

Sudah, jangan berkelahi.

Aku janji akan bantu cari Cici.

Atau nyawaku jadi milikmu.

Kalau begitu kulepas dia.

Siapa itu?

Kami sedang mencari teman kami.

Tak ada orang di dalam. Cepat pergi dari sini.

Baik, ayo kita pergi. / Cepat! / Maaf.

Dasar gendut.

Cepat!

3 orang ini, kayak pernah aku lihat.

Cepat!

Mereka yang mencuri mobilnya Tn. Li.

Pelan-pelan. Matikan mobilnya. Berhenti! / Tangkap pencuri itu!

Tangkap pencuri itu!

Jingjing.Jingjing. Jingjing.

Apa? Apa kau sudah selesai?

Bukankah itu miliknya ibu kosmu Lan Fei?

Ya.

Kita bisa mulai pekerjaan dari Lan Fei.

Nona Lan. / Siapa kalian?

Nona Lan, kami wartawan. / Apa mau kalian? / Ada yang memberitahu

kau punya seorang teman ahli qigong (chi) dengan nama marga Wang.

Apa itu benar? / Menurut yang memberi tahu ini, klinik kecantikanmu terlibat transaksi ilegal.

Apa itu benar? / Nona Lan, apa kau pernah

berbuat mesum dengan pelanggan pria?

Itu fitnah. Semua itu fitnah! / Nona Lan, Nona Lan.

Nona Lan, cepat masuk mobil. / Katakan sesuatu, Nona Lan.

Nona Lan.

Terima kasih tadi. / Sama-sama.

Urusanmu jadi urusanku.

Oh ya, kenapa para wartawan itu

mendatangimu?

Lihat?

Itu si jalangnya. Dia memfitnah aku.

Benar, dia orangnya. Lihat?

Dia sungguh menjijikkan.

Jahat sekali. Jika kita ketemu dia akan kita buat dia menderita.

Ya akan kita buat dia menderita.

Aku bisa menemukan dia. Aku punya nomer telponnya.

Bagaimana kau tahu mereka itu wartawan?

Ada buktinya.

Paparazzo.

Cici.

Cici.

Ini dia gajahnya! Ini dia gajahnya!

Halo? / Dasar gendut tak punya dada, sok cantik bokong bagus.

Berani sekali kau memfitnah di belakangku.

Bibi tua, aku memang memfitnahmu, emang kenapa?

Jangan coba-coba bertemu aku. / Kau ngajak kencan atau bertengkar?

Bagaimana? Lihat saja.

Kakak, menurutmu apa bos melupakan kita?

Tentu tidaklah.

Tunggu saja disitu.

Aku ini melakukan sesuatu yang hebat bersamamu

untuk memuliakan leluhurku atau apalah. Sekarang

kita berakhir jadi penjaga pintu.

Cuma kakek nenek yang mengenali kita.

Harusnya kudengar kata ibuku.

Apa kata ibumu? / Aku tak mendengarkan.

Kau... kau... apa-apaan..

Sudah kubilang aku akan membalaskan dendammu.

Membalas apanya? Kita sedang cari anak itu, anak itu.

Kau kayak bandit sekarang, bila dilihat oleh orang lain,

apa yang mereka kira nanti? Lepaskan sekarang!

Baik, ayo, cepat cepat. Dia datang. Dia datang.

Ayo cepat cepat.

Ayo ayo ayo.

Singkirkan itu! Kakak. Singkirkan!

Kalian berdua yang ditemukan bibi tua sebagai penyelamat?

Baik.

Kau mau kemana? Mana Li Wanji?

Kau kenal suamiku?

Em? Itu... topeng itu...

punyaku.

Aku tahu.

Kalian pencuri mobil itu.

Orang-orang tolong aku!

Pencurinya disini!

Tangkap pencurinya! Tolong!

Pergi dari sini! / Diam!

Apa yang kalian inginkan dariku? Kukasih tahu ya,

suamiku sangat kaya.

Kalian boleh minta uang sesuka kalian. Lepaskan saja aku.

Kami gampang memperoleh uang dengan cara begini.

Apa maumu? Katakan apa maumu,

kau boleh memiliki uangnya, tapi kau tak boleh memilikiku.

Baik baik baik. Kau boleh, kau boleh memilikiku.

Tapi jangan hancurkan wajahku.

Kemarilah,

perkosa aku.

Sudah! Tak usah ngomong ngawur!

Cepat katakan dimana Cici?

Bicara!

Kalian mau menculik Cici? Dasar binatang.

Kau yang binatang.

Cici itu anakku.

Tolong katakan, dimana dia?

Aku tak mau katakan dimana dia.

Cici itu anakku.

Kalian orang jahat. Super jahat!

Tak akan berhasil jika kita tak membuat dia menderita.

Orang-orang tolong! Tolong!

Diam.

Diam!

Jangan ganggu aku, keluar!

Kau berisik sekali. Jika begitu lagi

akan kugorok lehermu!

Halo, Liren. / Aku baru tiba disini, di bawah.

Bawa pergi wanita itu, cepat! Li Wanji mengirim orang mencarimu.

Kita bertemu di tempat lama.

Mana dia? / Bagaimana aku tahu?

Pergi saja, ayo, ayo.

Serahkan anak itu, kalian akan kulepaskan.

Anak itu? Kami juga mencari anak itu.

Diam! Hajar mereka!

Jangan mendekat!

Kuperingatkan kalian, jika mendekat,

kita akan mati bersama.

Mati bersama! / Ayo! / Lari!

Semuanya tiarap!

Ini 'kan pemadam! / Ya kau memang pintar.

Kejar dia, kejar dia!

Cepat!

Cepat.

Bagaimana jalang itu bisa lepas? / Aku 'kan selalu bersamamu,

jadi bagaimana aku tahu?

Jangan lari!

Cepat!

Cepat.

Jangan lari!

Jangan lari!

Cepat!

Jangan teriak! Aku mencari seseorang.

Dasar kau mesum!

Maaf, maaf.

Kau sedang apa? / Aku menunggu seseorang.

Menunggu seseorang?

Jaga sikapmu! / Maaf.

Aku menunggu seseorang.

Aku kesini, sini, sini!

Dasar cabul!

Cepat!

Lari.

Lari!

Sial! Ini jalan buntu.

Cepat naik! Berusahalah!

Ayo!

Para jagoan, jangan kasar. Seperti kubilang, jangan pukul wajah.

Kau yang lakukan ini?

Rasanya iya!

Halo, halo, halo. Kau Sakulako 'kan?

Kami temannya suamimu. Masuklah mobil.

Cepat!

Li Wanji!

Li Wanji, brengsek kau!

Kau nyari siapa, nyonya?

Aku ini istrimu.

Aku hampir tak mengenalimu kalau tak dandan.

Kalau kau... istriku,

tipuan yang hebat. / Aku tadi diculik dan hampir diperkosa!

Masa?

Apa mereka melukaimu?

Untungnya, teman-temanmu menyelamatkanku.

Teman-temanku?

Mereka bukan temanku.

Sayang?

Mana orang-orang itu? / Disini.

Sayang, jika kita mati, kita mati sama-sama.

Kita tak akan ada yang mati.

Jangan digigit, kumohon.

Bos. / Cici, jangan nakal ya.

Mana barangnya? / Aku gagal menemukannya.

Sayang.

Sudah kebuka.

Sayang. Biar kubantu.

Biarkan saja, aku bisa sendiri. / Tidak sayang, tidak.

Aku tak bisa meninggalkanmu. / Pergilah dan cari Zichu.

Dia mungkin tahu yang mereka inginkan. Cepat, atau kita berdua bisa mati.

Pergilah!

Sayang. / Biarkan saja aku, cepatlah!

Sayang. / Pergi, pergi!

Cepat!

Li Wanji, kau brengsek!

Tunggu aku, aku akan kembali menyelamatkanmu!

Wanita itu melarikan diri! / Jangan dikejar.

Ayo, berdiri.

Buat apa? / Kalian memukulinya?

Aku menggigit.

Menggigit.

Berikan padaku. / Apa?

Memberimu apa?

Berikan kalung itu!

Kalung apa?

Bos, b... bos.

Bos, tenanglah.

Katakan! / Akan kukatakan.

Di dalam lemari.

Bos. Ya benar. Di situ.

Coba dibuka.

Bukan urusanku. Bos, sungguh aku tak tahu.

Sekarang, kau memohon.

Bahkan kau tak merasa malu.

Kau pernah bilang akan siap setiap saat.

Kau janji mengembalikan Cici dalam 1 atau 2 hari, tapi sekarang?

Tn. Bi akan menanyakan Cici.

Jika Zichu tak bisa mengembalikan Cici, keluarganya akan punya masalah besar.

Aku tahu telah berbuat salah.

Terlalu keras kepala, egois.

Maaf. / Kau keras kepala.

Akibat kau plin-plan

yaitu kita harus mati bersamamu.

Kumohon, tolong selamatkan suamiku.

Dia tak pantas kami bantu.

Ayo pergi!

Tolong, kumohon. Mohon selamatkan anak itu.

Anak itu tak bersalah.

Halo, sayang? / Aku tak akan bicara 2 kali.

Aku menginginkan kalung anak itu.

Jam 10 nanti malam.

Di gudang kontainer No. 10.

Kalau tidak,

suamimu tak akan tersisa walau tulangnya.

Biar kubicara dengan suamiku.

Bicara!

Selamatkan anak itu!

Sayang, sayang, sayang!

Apa kau tahu kalung itu?

Mereka menginginkan kalung itu.

Aku mohon. Tolong selamatkan anak itu, selamatkan suamiku.

Tolong, aku mohon.

Aku mohon padamu.

Tolong, aku mohon.

Aku tak tahu kalung itu. Kumohon, selamatkan anak itu.

Tolong selamatkan suamiku.

Tolong selamatkan suamiku.

Aku tak tahu soal kalung itu.

Yang aku tahu sekarang

aku harus bisa dapatkan Cici kembali.

Aku mohon padamu. Selamatkan suamiku dan anak itu.

Kalungnya Cici.

Mm?

Bagaimana kau bisa punya kalung itu?

Ambil saja untuk menyelamatkan banyak nyawa. / Kau harus rebut Cici kembali.

Ayo kita pergi! / Kalian gila!

Kalian akan mati bila pergi sekarang.

Liren, kita bersumpah sebagai saudara.

Meski saudara, kita tak boleh mati sama-sama.

Aku pernah janji untuk mencari anak itu.

Sekarang aku telah menyelesaikan misiku.

Aku sekedar orang biasa.

Putriku masih belum sadar di rumah sakit.

Aku sungguh tak mau mati demi anak yang tak ada kaitannya denganku.

Kau yang bilang tak ada kaitannya dengan Cici!

Putrimu itu adalah anakmu. Bukankah Cici anak kita?

Maaf.

Aku pergi.

Aku tak akan percaya persaudaraan lagi.

Semua ini gara-gara aku.

Jadi biar kuakhiri semua ini.

Jangan pukul lagi!

Aku suami di dunianya,

mereka pasti datang sebentar lagi.

Jangan sentuh suamiku!

Ini yang kamu inginkan. Lepaskan mereka!

Kau tak punya hak bernegosiasi denganku.

Anak muda, kau berani juga.

Sayang!

Sayangku! Cepat gunakan panci itu.

Sayang aku cuma bawa satu.

Jangan beri aku omong kosong.

Waktu kalian tak banyak. Berikan kalungnya!

Hentikan!

Cici.

Bos.

Jika kau kembalikan uang perusahaan lebih awal,

bagaimana mungkin kita terlibat masalah ini sekarang?

Sekarang kalung dan Cici ada di tanganku.

Selama kubuka komputer ini, semua dalam perusahaan dalam kendaliku.

Tn. Xiong, jika kau dengarkan aku sejak awal,

bagaimana mungkin aku berniat menculik Cici?

Kemari, Cici. Ulurkan tanganmu pada paman.

Sini.

Nona Lan?

Rebut kembali anak itu. / Ya.

Jangan mendekat!

Jangan lari!

Zichu. Bawa anak ini! Pergilah! / Nona Lan. Baiklah.

Astaga!

Ah?

Lewat sini, cepat!

Aku lewat sini dan kau lewat sana.

Cepat cepat cepat!

Berhenti!

Lari! Ayo larilah!

Cepat, pergi ke sana! Cepat!

Berhenti!

Tolong!

Tol... Ah!

Lari!

Mengapa? Kau mau aku mati.

Kau hanya ingin aku mati. Ingin aku mati.

Liren. Kenapa kau kesini?

Jika bukan karena aku, anak itu tak akan diculik.

Ayo keluar.

Main kau tarik, ini makin sesak.

Berhenti!

Liren, halo, halo?

Kenapa kita berkelahi?

Berikan anak ini. / Baik. / Cepat kau selamatkan suamimu.

Akan kulawan kau.

Sayang, sayang, kau tak apa-apa?

Maafkan aku sayang.

Tak apa, tak apa.

Pukul dia.

Mari kita mati bersama!

Melawan aku?

Pukul dia!

Sayang. / Sayangku.

Aku sungguh merindukan kehidupan saat kita semua masih kecil.

Bos.

Ada orang disini?

Adegannya butuh shooting ulang.

Sekarang apa yang harus kita lakukan?

Baik... pak,

Apa ada orang di rumah ini?

Akhirnya, ada yang kembali. Cepat telpon bos.

Jangan. / Misi selesai.

Jangan. / Akhirnya, kita bisa beli makanan.

Jangan, jangan telpon bos.

Jangan pukul aku. Jangan pukul aku.

Mari kita minum. / Baik, bersulang, mari.

Bersulang!

Sayang.

Bila aku tahu ini sejak awal, kenapa aku harus melakukan ini?

Tn. Li, salib itu... / Halo.

...kenapa ada di tanganmu. / Jujur saja,

saat aku bermain bersama Cici,

aku melihat kalung itu. Kurasa itu kalung yang indah.

Kalung yang bagus, jadi kusimpan.

Memang begitulah, dengan selera yang bagus. Untuk membuat kalung ini,

aku mengundang ahli perhiasan dari Belgiumand dan ahli brangkas dari Swiss.

Kuhargai tindakan kalian, kalian para pahlawanku.

Terima kasih telah menyelamatkanku dan perusahaanku.

Aku tak tahu bagaimana cara membalasnya, jadi kuharap kalian bisa gabung ke perusahaanku

dan pergi ke Macao bersamaku. Lalu kita bisa tumbuh bersama.

Bagaimana menurut kalian?

Itu bagus, bagus, bagus!

Tn. Zhan, aku ada hal yang lebih penting.

Tadi yang barusan kau katakan, kita bisa bicarakan nanti.

Ayo Cici, kita main.

Entah apa tawaranku kurang bagus buat kalian?

Apa ada yang lebih penting dari ini?

Cici, jangan jalan, dan main sama aku.

Main sama kami. / Sayang, aku hamil.

Itu bagus.

Kau harus menjaga aku dengan baik.

Tentu saja. Akan kujaga dirimu seumur hidupku.

Bagaimana dengan akhiratmu? / Ah, aku salah.

Berapa lamapun kau ingin aku menjagamu.

Jangan pukul aku.

Hentikan! Hentikan! Hentikan!

Gol!

broth3rmax, 31 Maret 2018

no resync/re-upload/delete-credit broth3rmax, 31 Maret 2018

Ada yang datang!

Bos, ada yang mencurigakan.

Baik, ikuti perintahku.

Kalian berdua hadapi mereka, dan kalian berempat ikuti mereka.

Yang lainnya cegat mereka.

Ya, pak. / Baik, bersiaplah.

Satpol PP datang!

Bos, lari saja, kami akan lindungi.

Bos, lari saja, kami akan lindungi.

Satpol PP datang!

Bos, apa itu Satpol PP?

Seni menangkap para PKL.

Lari saja, lari saja. Satpol PP datang!

Satpol PP datang...

Apa ada masalah?

Semuanya lancar. Kubiarkan kucing keluar dari karung.

Kubiarkan tubuhmu keluar dari karung.

Bagaimana dia tahu namaku Xiaoyi?

Dia dulu asistennya mantan bos kita.

TAMAT

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.