Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
โช Lemah adalah rekanku โช
โช Membantuku terbang tinggi โช
โช Jika berhenti di sini โช
โช Yang hilang akan selamanya hilang โช
โช Ketika kau kehilangan diri sendiri โช
โช Aku harus bertekad bulat โช
โช Untuk pergi ke sisimu โช
โช Kelembutanmu dan juga kekuatanmu โช
โช Aku sudah mengetahuinya dalam hati โช
โช Fajar akan datang โช
โช Berjalan ke depan hingga tiba di tempat tertinggi โช
โช Mengabaikan segalanya dan tertawalah โช
โช Rasa sakit yang dulu telah menjadi masa lalu โช
โช Perlawanan dengan dunia ini โช
โช Tetap harus bertahan meski kedua kaki bergetar โช
โช Selama bergerak maju selangkah lagi โช
โช Sadarlah, sambut hidup baru sekarang โช
โช Sadarlah, sambut hidup baru sekarang โช
[One Piece Episode 1085]
[Akhir Cerita! Sumpah Luffy dan Momonosuke!]
Hari perlahan menggelap.
Badai menyerang Pulau Hantu.
- Badai menyerang Pulau Hantu. - Terima kasih sudah berkunjung. Ikan ini segar sekali.
Badai menyerang Pulau Hantu.
Begitu Naga Hijau memanggil,
seratus binatang merespons.
[Kiku]
Di Pelabuhan Habu.
[Ashura]
Di bawah rintikan hujan yang deras.
[Kinemon, Denjiro, Hiyori, Inuarashi, Nekomamushi, Kiku, Kawamatsu]
Daun maple perlahan memerah.
[Ashura, Raizo, Shinobu, Momonosuke]
Demi memenuhi keinginan Kozuki Oden,
para pengikutnya berlari ke mana-mana, menuliskan perkataan kesetiaan.
Biarkan aku yang tidak berbakat,
samurai selubung merah,
menjelaskannya kepada semuanya.
Terakhir kali diceritakan,
pada malam festival Api
terjadi badai yang besar.
Demi menyerang Pulau Hantu di wilayah Raja Naga,
para samurai elite yang berani dan pandai bertarung berkumpul di Pelabuhan Habu!
[Hutan menuju Pelabuhan Tokage, Udon]
[Momonosuke dan yang lainnya meninggalkan Ibu Kota Bunga yang ramai]
[Mereka bergerak ke Pelabuhan Tokage untuk mengejar Luffy]
Momonosuke! Aku akan tinggal di Negara Wano.
Kau tidak berlayar lagi, Yamato?
Ya, aku tidak akan berlayar lagi.
Aku sudah memberi tahu Luffy dan yang lainnya.
Ternyata begitu, Yamato.
Apakah aku menghalangi kalian?
Tidak akan. Aku merasa tenang jika kau bisa tinggal di sini.
Bukankah barusan kau bilang sudah membuat keputusan?
Kupikir kau akan pergi bersama Yang Mulia Luffy dan rekannya.
Bukankah Oden juga memulai perjalanan dari negara ini?
Aku masih merupakan orang yang belum tahu apa-apa.
Aku ingin menjalani jalannya dan akan pergi ke laut suatu hari nanti.
Itulah tekadku.
Ternyata begitu.
Luffy dan yang lainnya mengatakan begitu banyak kepada Yamato.
Itu lebih membuatku marah.
Sampai akhir masih saja meremehkanku!
Momonosuke.
Kenapa hanya aku dan Kinemon saja yang tidak mendapat kalimat apa pun dari dia?
Kenapa?
Siapa namamu?
Ayahmu adalah raja yang bodoh.
Siapa kau? Kenapa kau di sini?
Aku Luffy! Aku pria yang akan menjadi Raja Bajak Laut!
Apa itu samurai?
Aku pria yang akan menjadi Raja Bajak Laut, Bodoh!
Kalau begitu, aku pria yang akan menjadi jenderal dari Negara Wano! Bodoh!
Apa katamu, dasar belut!
Kau terlalu sombong, Monyet!
Siapa yang kau sebut monyet?
Apakah kau hanya sebuah pajangan, Momo?
Kau hanya bisa menangis?
Aku ingin mengalahkan Kaido!
Mari bekerja sama
dan membentuk aliansi.
Luffy!
Benar, Momo.
Kau hanya anak kecil yang penakut.
Si rambut kucir yang hanya bisa menggertak.
Harus cari cara untuk bertahan hidup.
Aku pasti akan menyelamatkanmu.
Karena kita itu teman.
Aku akan bertanya sekali lagi, bocah.
Siapa namamu?
Namaku Kozuki Momonosuke.
Seorang pria yang akan menjadi jenderal Negara Wano!
Momo, pergilah!
Kau bisa terbang.
Baiklah.
Buat Pulau Hantu berhenti!
Serahkan Kaido kepadaku.
Aku pasti akan menang!
Meskipun tidak bisa dikatakan hubungan yang sangat baik,
kita sudah lama bertualang bersama.
Sungguh pria yang keterlaluan.
Aku salah menilaimu, Luffy.
Kau tak bisa membedakan kebebasan dan ketidaksopananmu.
Benar bukan, Kinemon?
Anda benar.
Tapi Tuan Momonosuke, kenapa Anda tidak terbang?
Diam!
Ya, maafkan hamba.
Tuan Momonosuke sekarang adalah jenderal Negara Wano yang sesungguhnya.
Jika Yang Mulia Luffy bersikap kasar,
kita harus putus hubungan dengannya.
Benar. Itulah jalan seorang samurai.
Bukan sebelumnya kau bilang aku temanmu, Luffy?
Kau tidak perlu semarah ini.
Dia mempermalukan aku.
Tidak bisa dimaafkan.
Aku akan memukulnya dulu.
Gigit dia.
Lalu...
Intinya aku tidak akan memaafkannya.
[Pelabuhan Tokage, Udon]
Jika kita bertemu lagi, kita akan menjadi musuh.
Jangan mengeluh jika aku membunuhmu.
Tentu saja.
Kau yang jangan mengeluh.
Sampai jumpa, Trafalgar.
Diam!
Selamat tinggal, pria duri.
Aku akan menghajarmu lain kali!
Ayo berangkat!
Hei!
Kalian...
Tunggu sebentar.
Hei, kami datang untuk mengantar kalian.
Momonosuke! Kinemon!
Yamato!
Luffy!
Kena kau!
Luffy!
Luffy!
Apa yang kau inginkan?
Untuk kita yang sudah lama bersama,
bisa-bisanya kau pergi tanpa meninggalkan sepatah kata pun?
Jenderal juga sangat marah.
Ayo, jelaskan.
Bukankah kita sudah bertemu?
Luffy, ini perintah jenderal.
Apa?
Jangan pergi. Aku sangat kesepian.
Aku ingin selalu bersamamu.
Aku tidak ingin berpisah dari kalian.
Berkat kalian, aku bisa hidup.
Berkat kalian,
aku bisa tersenyum lagi.
Terima kasih telah membalaskan dendam orang tuaku.
Aku bodoh, tidak ada kata-kata yang bisa diungkapkan.
Aku takut menghadapi masa depan.
Jadi, kalian jangan pergi.
Sungguh tidak masuk akal.
Lagi pula, Momo masih anak-anak.
Usopp!
Iya, sudah selesai!
Ambillah.
Aku ingin memberimu ini, makanya aku menunggu kalian di Sunny.
Jenderal macam apa kau, Momo?
Bahkan jika kau bertambah tinggi, kami juga tahu sifat aslimu.
Kau pengecut yang bodoh dan idiot.
Tapi aku selalu menganggapmu sebagai adikku.
Ini...
Bendera bajak laut.
Pikirkan petualangan kita di laut saat kau sedih!
Gantung bendera ini di Negara Wano.
Jika ada penjahat yang muncul, tunjukkan kepadanya!
Menyerang temanku
berarti menyatakan perang denganku.
Apa aku juga termasuk rekanmu?
Kinemon!
Yamato!
Momo!
Jika kalian ingin menjadi bajak laut,
kalian boleh datang kapan saja.
Tapi pengecut tidak boleh naik kapalku.
Berangkat!
Hati-hati!
Aku serahkan padamu, Yamato.
Tenang saja.
Sampai jumpa.
Jaga dirimu.
Lakukanlah dengan baik, Jenderal!
Semangat, Momonosuke!
Berhentilah menangis.
Jaga diri kalian.
Sampai jumpa lagi.
Jaga dirimu!
Kinemon!
Ya.
Aku akan melampaui Kozuki Oden!
Kalau begitu, izinkan aku menjadi saksinya!
Melampaui aku?
Tidak.
Kalau begitu, ayo ke Hakumai.
Hakumai?
Katanya ada pelabuhan resmi di sana. Ada lift yang bisa menurunkan kapal.
Syukurlah.
Kita memanjat air terjun kemari. Kukira kita akan langsung turun kali ini.
Air terjun itu sangat tinggi.
Bagaimana mungkin melakukan hal berbahaya seperti itu?
Benar.
Astaga, ada beberapa nyawa juga tidak cukup.
Hei, Topi Jerami, Trafalgar.
Kalian akan pergi ke pelabuhan resmi?
Tapi bajak laut biasa seperti kalian memang seperti itu.
Lagi pula, itu sangat aman.
A...
Man...
Sangat cocok dengan kalian yang kelas rendahan.
Kelas...
Rendahan...
Jangan, Luffy!
Bukankah lebih aman juga bagus? Jangan terpancing olehnya!
Kapten, kenapa ekspresimu begitu?
Pelabuhan resmi itu bagus.
Diam dan ikuti aku.
Mengerti.
Jangan mengerti.
Cepat hentikan kapten!
Jinbe, biarkan aku memimpin!
Hentikan, Luffy!
Kapten! Jangan!
Maju!
[Para bajak laut yang diundang Tuan Momonosuke dan Kinemon sangat kuat]
Seperti kemunculan Raja Pengetahuan
yang menghancurkan musuh dalam satu pukulan seperti gelombang badai.
Baik itu Kaido, sang Raja Naga,
atau Siluman Raksasa Oiran, kewalahan dalam menghadapi musuhnya.
Jeritan mereka hampir merobek langit.
Sementara itu, Orochi yang memiliki obsesi kuat
yang seharusnya mati terbakar di lautan api
malah menyerang Putri Hiyori.
Yang memisahkan mereka berdua adalah
anak buah kedua Kozuki Oden, Denjiro,
sehingga pada akhirnya kepala Orochi terbakar.
Hidup Kurozumi Orochi pun berakhir.
Diikuti dengan sambaran guntur, Pulau Hantu dan Kaido, sang Raja Naga,
awan mendung yang menutupi Negara Wano selama 20 tahun
akhirnya menghilang.
Terdengar musik festival dari Ibu Kota Bunga.
Orochi berbalik
dan membuat orang-orang sulit mempercayainya.
Mata penuh amarah di lautan api itu berkata kepada kita,
"Dendam Klan Kurozumi
akan mengutuk negara ini dari generasi ke generasi."
Di mata Putri Hiyori muncul penderitaan Negara Wano selama 20 tahun.
Tatapannya terlihat tidak takut sama sekali.
"Nona Hiyori, ini bahaya!"
Dia menepis tangan Denjiro yang hendak melindungi dia.
Putri Hiyori kami
menghadapi Orochi yang terbakar tanpa mundur,
dan membunuhnya dengan tangannya sendiri.
Kipas lipat yang terbuka di tangannya,
adalah simbol Keluarga Kozuki.
Mengingat kembali emosi selama 20 tahun, dia mengernyitkan bibirnya.
Merindukan ayah, ibu, kakak,
dan juga negaranya.
Putri berkata dengan tegas.
Ini yang kunantikan!
Ayo, semuanya katakan bersama.
Terbakarlah hingga habis!
Ini takdir Kurozumi.
Sampai pada pukul 17.30 di festival Api,
bulan baru yang memberontak berkumpul di pelabuhan.
Membunuh musuh dengan tangan sendiri, dendam besar terbalaskan.
Membangun kembali keluarga, angin darah terus mengalir.
[Inilah cerita kembalinya para samurai yang terkenal]
Waktunya tepat.
Tuan Momonosuke!
- Tolong biarkan aku beristirahat. - Tuan Jenderal.
Sampai jumpa lagi.
Di mana aku harus menggantung benderanya?
[Akhir cerita]
[Bersambung]
โช Waktu telah tiba โช
โช Siapa yang masih tertawa? โช
โช Keluarkan jurusmu dan jangan bersembunyi lagi! โช
โช Berangkatlah! Di depan mata โช
โช Biarkan detak jantung terdengar, pulau yang kita cari โช
โช Apa yang diam-diam berubah? Di depan mata โช
โช Masih ada waktu memperkuat diri, satu, dua, tiga โช
โช Angkat bendera mimpi โช
โช Kesepian ini tidak akan bertahan โช
โช Kita yang masih kanak-kanak sangatlah bebas โช
โช Mengejar mimpi yang bodoh, mengatasi rintangan sepanjang jalan โช
โช Menerangi jalan di depan yang tidak diketahui โช
โช Benamkan diri dalam pengembangan โช
โช Jelajah hingga ujung dunia bersama โช
โช Kita bisa terbang jauh jika bersatu โช
[Dalang dari insiden pelarian kota,]
[Empat Kaisar baru, Buggy]
[Bahkan Crocodile dan Mihawk bisa ikut bergabung dengannya]
[Harus memperhatikan orang berbahaya]
[yang memimpin organisasi baru, Cross Guild]
[Ahli tipu muslihat menyalakan sinyal asap]
[Episode selanjutnya, One Piece]
[Badut Hebat, Buggy! Sang Kaisar Baru!]
[Aku akan menjadi Raja Bajak Laut!]
[Badut Hebat, Buggy! Sang Kaisar Baru!]
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.