Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
♫ Gapailah tanganmu dan berlari menembus angin ♫
♫ Lukislah petamu sendiri ♫
One Piece Episode 1073
♫ Saat kita menjalani hidup seperti lautan badai ♫
♫ Meski nilai-nilai yang kita bangun hampir hancur ♫
♫ Mungkin saja jarum kompas sedang menunjuk ke arah yang tepat ♫
♫ Tidak ada yang tahu dengan pasti ♫
♫ Jika kau menarik napas dalam dan menutup matamu ♫
♫ Yang muncul adalah jalan yang ditunjukkan oleh jiwamu ♫
♫ Gapailah tanganmu dan berlari menembus angin, singkirkan kegelapan ♫
♫ Aku melakukannya untuk diriku sendiri, kau juga sama, 'kan? ♫
♫ Kita juga telah bersiap untuk itu ♫
One Piece
Kukira kau sudah mati.
Aku juga berpikir begitu.
Gomu-gomu mulai memengaruhi hal lain.
Kelihatannya itu adalah kesadaran Paramecia.
Namun, sedikit aneh.
Bukankah transformasi seperti ini
hanya khusus dimiliki oleh hewan?
[Luffy yang telah memiliki kemampuan baru kembali menantang Kaido]
Gomu Gomu
no Gigant!
[Kedua orang yang telah menerobos batasan terus bertempur tanpa henti]
Ada apa dengan orang ini?
Postur tubuhnya berubah menjadi putih.
Yang menjeratnya bukan hanya Busoshoku, tapi juga Haoshoku.
Juga bisa memengaruhi benda lain.
Aku belum pernah melihat cara bertarung sebebas ini.
Benar-benar menyenangkan, Kaido.
Siapa kau?
Siapa kau sebenarnya?
Kau tanya siapa aku?
Aku adalah Monkey D. Luffy.
Aku adalah pria yang mau melampauimu
dan menjadi bajak laut.
Pulau Hantu yang tidak punya jalan keluar bak neraka.
Kau mau menjadi bajak laut?
Topi Jerami, aku merasa tenang melihatmu masih begitu sombong.
Ketika hatimu berkembang sampai bisa mengejar kemampuanmu, kau akan tersadar.
Sungguh kemampuan sembarangan.
Maju!
Gomu Gomu
no Gigant!
Aku telah kehilangan banyak hal.
Aku telah kehilangan banyak hal yang telah kubangun sejauh ini.
Boeuf Burst.
Enyahlah, dasar berengsek!
Jurus Aliran Tiga Pedang Raja Neraka!
Saatnya berakhir, Roronoa.
103 Emosi.
Flying Dragon Hell Blaze.
Imperial Guardian Flaming Dragon.
Kau telah kehilangan bawahan dan Kastil.
Kau juga sama.
Meskipun begitu, ada benda yang harus aku rebut kembali.
Kau tetap akan terus kehilangan benda yang lain.
Karena aku akan merebut benda yang lebih banyak darimu.
Gundari Ryuseigun.
Berengsek!
Bagaimana?
Lantai kastil di bawah sudah dikelilingi api pertarungan.
Ribuan prajurit kalian juga terjebak di dalam, 'kan?
Semua orang akan mati terbakar.
Jangan meremehkan mereka, Kaido.
Aku sudah menyerahkan urusan selanjutnya kepada mereka.
Aku hanya bertanggung jawab menyerangmu saja.
Suara tawa ini sungguh menyebalkan.
Kaifu.
Mengejutkan sekali.
Kau memikirkan ide yang bagus.
[Gedung pertunjukan di dalam kubah]
Bukan hanya di kota,
melainkan seluruh menara juga terbakar.
Di mana semua orang?
Di mana?
Hei!
Chopper!
Nami, kau baik-baik saja, 'kan?
Otama juga tidak terluka, 'kan?
Kalian melindungiku, ini hanya luka kecil saja.
Aku akan mengobatimu dengan baik nanti.
Di mana yang lain?
Bagaimana ini? Apinya tidak bisa padam.
Zoro, Sanji, Franky, Brook,
juga Usopp, Robin, Jinbei.
Aku tidak melihat mereka semua.
Apa mungkin terjebak dalam api besar itu?
Yang benar saja!
Namun...
Sekalipun mau mencari mereka, seluruh Pulau Hantu sudah terbakar.
Di sini juga tidak aman.
Selama Pulau Hantu tidak mencapai daratan, kita tidak punya jalan keluar.
Zeus, bisakah kau memadamkan apinya dengan hujanmu?
Api sebesar ini bahkan bisa melukaiku.
Kita sudah bekerja keras sampai sekarang.
Akhir seperti ini terlalu tidak bisa diterima.
Tidak masalah.
Ini pasti akan baik-baik saja. Jangan menyerah!
Benar juga.
Aku masih ingin menyaksikan Kak Luffy menang.
[Bawah Tanah Kastil]
Tidak bisa lagi, kita sudah dikelilingi lautan api.
Tidak ada jalan keluar lagi.
Sialan!
Gawat! Aku takut panas.
[Lantai satu]
Kau sungguh merepotkan orang, Bepo.
Panas sekali.
Takutnya benar-benar tidak sanggup lagi.
Rasanya aku tidak bisa keluar dalam keadaan hidup lagi.
Tolong, Kapten.
[Bawah Tanah]
Rambut kribo kesayanganku sudah hangus.
Benar. Aku tidak mau menjadi seperti Brook.
Kerangka.
Kurasa kau sangat tidak terima, ya.
Aku sungguh tidak bisa berkata-kata bisa berakhir seperti ini.
Kau terlalu kasihan.
Tidak sempat kabur dan terbakar hingga begini.
Bukan, aku bukan mayat yang dibakar sampai mati.
Meskipun aku memang sudah mati.
Kobaran api ini terlalu berlebihan.
Apa ada cara membuat semuanya melarikan diri?
Seharusnya tidak ada lagi, 'kan?
[Lantai Empat Kastil]
Maaf, aku masih belum bisa mati.
Apa yang kau katakan? Aku hanya membantumu, jangan pedulikan.
Ini adalah keberuntungan saya bisa bertemu Yang Mulia Jinbei di sini.
Saya dengan senang hati membantu rencana rahasiamu.
Saat ini, Jutsu saya dibutuhkan untuk menyelesaikan situasi ini.
Sekarang waktunya.
Sekarang waktunya.
Semuanya, bersabarlah sebentar lagi.
Api yang menyebalkan ini.
Biarkan saya yang memadamkannya!
[Menara Otak Kanan, Rumah Bordil]
Tidak bisa. Sekalipun lari keluar, rumah ini sudah habis terbakar.
Kenapa bisa seperti ini?
Di depan adalah neraka, belakang adalah api neraka.
Tidak bisa berbalik lagi.
Bahaya!
Tenang saja, aku akan melindungi para wanita.
Terima kasih.
Tidak ada jalan keluar di udara.
Api besar, reruntuhan, para wanita.
Apa yang harus dilakukan selanjutnya?
[Bawah Tanah]
Jangan takut panas lagi! Cepat hancurkan dindingnya.
Jika tidak, kita akan mati.
Hanya satu tangan, relakan saja.
Apa kepalamu yang besar ini tidak ada gunanya? Dasar bodoh!
Apa kau mengajak bertengkar? Berengsek!
[Bawah Tanah]
Suhunya panas dan juga apinya besar. Benar-benar dalam bahaya!
Di mana ada jalan keluar?
Kalau aku tahu, aku tidak akan susah payah seperti ini lagi.
Jika seperti ini, akan mati kepanasan.
Intinya, ayo lari.
Pikirkan caranya, Tuan.
Intinya, aku akan memadamkan api ini dulu.
Pop Green harus dibunuh!
Sprinkler.
Bagaimana?
Ini namanya usaha yang sia-sia, Tuan.
Jangan berisik, aku akan pikirkan caranya.
Aku dan Izou telah sepakat
harus menyelamatkan Kinemon dan Kiku. Aku sendiri juga ingin selamat.
Tuan, aku juga ikut.
Jangan bersikap manja lagi. Kemari dan bantu aku!
[Menara Otak Kanan]
Api kastil ini terlalu berlebihan.
Tunggu sebentar, Kak.
Ke mana kita melarikan diri?
Zoro sedang sekarat.
Chopper harus segera mengobatinya.
Sebelum melakukan hal itu, semuanya sudah mati terbakar.
Panas sekali, aku ingin tetap hidup.
Tolong aku, Kak.
Siapa yang berbicara dengan putus asa di sini?
Awas aku akan membakarmu.
Maaf.
[Lantai Tiga Kastil]
Apa jalan buntu lagi? Sialan!
Api dan reruntuhan sudah memblokir jalannya.
Apa mungkin ada yang melempar api di mana-mana?
Dalam perang, tidak mati di tangan musuh tapi mati terbakar. Ini tidak bisa diterima!
Apa ini namanya peperangan?
Bagaimana bisa dikalahkan oleh api belaka?
Benar! Kita harus tetap hidup.
[Lantai Empat Kastil]
Saya sudah siap, Yang Mulia Jinbei.
Saya sangat berterima kasih mendapat kepercayaan Yang Mulia.
Bagaimana mungkin aku mencurigai sekutu para samurai pilihan Luffy?
Ayolah.
Baik, saya juga percaya kepada Yang Mulia.
Sejak saat itu, terus bersiap.
Tuan Toki.
Tuan Momonosuke.
Nona Hiyori.
Cepat sedikit.
Waktu itu, kami tidak bisa melindungi Tuan Oden.
Kami juga membuat Tuan Momonosuke dan yang lainnya terjebak dalam kastil yang terbakar.
Saya punya Jutsu, tapi tidak bisa melindungi apa pun.
Kegagalan ini membuat saya sangat menyesal.
Saya tidak mau mengalami hal seperti itu lagi.
Tidak mau lagi.
Zou Hen.
Inuarashi, ada apa dengan hujan ini?
Zunesha sedang mandi.
Air dengan kapasitas sebesar ini.
Apa saya bisa mengumpulkannya?
Jangan biarkan para pejuang yang berperang mati karena api belaka.
Semuanya, saya datang terlambat.
Silakan nikmati air deras yang luar biasa ini.
Ninpo, Maki Maki no Jutsu.
Air mandi Zunesha ini.
Nin... Nin...
Kembali!
Benar-benar air yang deras.
Mizugokoro.
Fish-man Jiu-Jitsu.
Kairyu.
Lemparan satu tangan di bahu.
Menyebarkan ke dalam kastil.
Semoga sempat! Air Zunesha cepat tolong semuanya!
[Lantai Satu Kastil]
Cepat kalian turunkan aku!
Biarkan kami saja yang melakukan hal kecil ini, Tuan Jinbei.
Panas sekali.
Bagaimana ini? Sungguh tidak ada jalan keluar lagi.
Ada apa ini?
Suara gempa yang kuat sekali.
Itu adalah air.
Kita terselamatkan!
Cepat Tuan Momonosuke.
Kenapa? Bukankah Kaido masih hidup?
Cepat gunakan Homuragumo milikmu untuk menahan pulau ini.
Saya yang menahan pulau ini? Tidak bisa, saya tidak mampu!
Kaido sudah mencapai batasannya.
Homuragumo itu sudah tidak bisa bertahan lagi.
Kau harus menciptakan Homuragumo yang menahan Pulau Hantu.
Sejak awal, hanya ini satu-satunya cara.
Jika seperti ini terus, Pulau Hantu akan berakhir.
[Bersambung]
♫ Waktu telah tiba ♫
♫ Siapa yang masih tertawa? ♫
♫ Keluarkan jurusmu dan jangan bersembunyi lagi! ♫
♫ Berangkatlah! Di depan mata ♫
♫ Biarkan detak jantung terdengar, pulau yang kita cari ♫
♫ Apa yang diam-diam berubah? Di depan mata ♫
♫ Masih ada waktu memperkuat diri, satu, dua, tiga ♫
♫ Angkat bendera mimpi ♫
♫ Sangat kesepian, tidak akan bertahan ♫
♫ Kita yang masih kanak-kanak sangatlah bebas ♫
♫ Mengejar mimpi yang bodoh, mengatasi rintangan sepanjang jalan ♫
♫ Menerangi jalan di depan yang tidak diketahui ♫
♫ Benamkan diri dalam pengembangan ♫
♫ Jelajah hingga ujung dunia bersama ♫
♫ Kita bisa terbang jika bersatu ♫
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.