Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Gelap Sekali Di Sini.
Kenapa?
Gelap Sekali Di Sini.
Nyalakanlah lampunya!
Dimana Saklarnya?
Aku Tidak Tahu. Aku Sangat Takut.
Saklarnya Di sini.
Wow!
Rumah yang keren!
Benar,kan? Oke, Beritahu Aku, kalau kau menemukan tempat yang sama romantisnya dengan Goa..
..sama romantisnya dengan Goa?
Takkan ada seorang pun yang tahu. ngomong-ngomong, Rohan..
..Bungalow ini milik siapa , ya?
Menarik Sekali.
Bungalow yang besar, ruangannya kosong cuma ada aku, kau dan Hantu!
Kau bawa makanan, tidak?
Tentu Saja, Aku Bawa!
Dan kau tahu apa yang ku pikirkan?
Lilin makan malam dengan sebotol Champagne.
Sempurna! jadi kau siapkanlah makan malam!
Aku akan berbenah-benah dulu.
Oke! Aku juga ikut!
Aku akan berbenah-benah, kau siapkan saja makan malam.
Tina.. - Sampai Jumpa!
Tina!
Kenapa masih di sini?
Turunlah ke bawah! Aku lapar.
Tina, Makan malamnya sudah siap.
Apa?
Kau bukan dari situ, kan?
Apa? kenapa juga aku harus di situ? Aku tadi di bawah..
..menyiapkan makan malam.
Ayo! lihat apa yang sudah ku persiapkan!
jadi yang tadi di situ siapa?
Oh! Aku tahu! kau bermaksud menakutiku! Tunggu!
Aku Takut! Manisnya dirimu!
Ayo! lihat apa yang sudah kupersiapkan!
Aku siapkan makan malam yang luar biasa!
dan aku juga sudah menata lilinnya!
Lihat! Lihat! terlihat begitu indah ! Kemarilah!
Hei, hei, hei! Sayang, cahaya lilinnya bisa padam.
Tolong tutup jendelanya.Tutup jendelanya! Cepatlah!
Tetaplah Menyala. Tetaplah Menyala.
Rohan, Ada orang di sana!
Tina, Cukup! Sudah Cukup!
Aku baru saja melihat seseorang! Kumohon! Pergi dari sini!
Itu cuma halusinasimu saja!
Sekarang kenapa kau berteriak? ini cuma listrik padam!
TV-nya menyala.
Tina, listrik sedang padam, mana mungkin TV-nya menyala?
Rohan, Ku beritahu kau! Ada orang lain di sini.
Kumohon dengarkan aku! - Cukup! cukup!
Tina, Hentikan Itu! Hentikan Itu. kau mengacaukan semuanya! Hentikan Itu!
Tunggu Di sini!
Percayalah padaku. Aku tidak berbohong.
Lihatlah. - Aku lihat sesuatu tadi. kumohon.
mana orangnya? dimana orangnya?
Hentikan Itu, Rohan! - Mana orangnya?!
Di sana! - apa kau melihatnya?!
Lihat sini! Lihat sini juga! Tina, Tak ada orang di sini!
Berikan kuncinya.
Hei, Anthony, bangunlah. pergilah dari sini. Pergilah.
Hei, izinkan aku tinggal di sini. Biar aku yang jaga.
Kau tidak bisa menjaganya sendiri dan..
..kau selalu saja meminta supaya bisa menjaga Bungalow.
Ayo, Bangkitlah. Pergi dari sini.
Hei! ini Bungalow-ku.
Tak ada orang lain yang berani tinggal di sini selain aku!
Ada Hantu di Bungalow ini.
Hei, Jagan, beritahu aku siapa yang akan tinggal di sini!
Ayo, Ayo! Lihat, Banku! Ini.. namanya Goa.
Wow! - Rumah kita dimananya?
Rumah Kita.. Itu Rumah Kita.
Bukan itu rumah kita. - Hei!
Hentikan Itu! Hentikan Itu! Kau selalu saja bicara lelucon!
Hei, Bagaimana kau tahu?
Kau saja sedang tidur saat kami melihat-lihat rumah.
Benarkah? - Ya, Begitulah.
Oke. Oke. - Dengar, Tunggu sebentar. Dengar..
Biarkan aku tunjukkan padanya!
Hei! Ayo! Ayo! - Oke, Ayo.
Taxiku kosong, Tuan.
kemari,kemari,kemarilah! - Tuan.. Tuan.
Angkat dulu barang bawaan-ku.
Hei! tunggu sebentar, tuan. Apa yang kau lakukan?
Aditya, beritahu mereka.
Kami sedang tidak bertamasya! Tunggu! Beritahu mereka!
Beritahu mereka nama jalannya! Cepat beritahu mereka alamatnya! Tunggu!
Apa... apa kau tidak ingat? Tunggu sebentar. - Tunggu.
Nath villa. Nath villa.
Ada apa, Tuan? Hei Tuan. Hei, Tuan.
Kenapa rupanya?
Mereka tadi berebut untuk mengantarkan kita, lalu sekarang malah pergi?
Nyonya, tak ada seorangpun yang mau mengantar Anda ke sana.
Tuan, tak ada seorangpun yang mau mengantar Anda ke sana.
Kenapa?
Saya sarankan Anda tidak usah ke sana.
Ya sudah kalau Anda tidak mau. Kami bisa cari taxi yang lain saja..
..Ayo, Banku.
Dengar, Tuan, Saya mau mengantar Anda ke sana. Ayo Silahkan.
Ambil itu. Ambil itu. - Ayo, Ayo.
dan pegang barang bawaan ini.
Ayo, sayang, ayo.
Cin cin Cincinnati.
Bus berhenti saat kondektur membunyikan bel!
Nyanyian Anda bagus. ngomong-ngomong, kenapa..
..supir taxi yang lain tidak mau mengantar ke Nath Villa?
Tuan, Aku ingin tanyakan sesuatu pada Anda.
Apa Anda saudaranya Tn. Nath?
Tidak, tidak, kami cuma menyewa bungalownya.
Hei, kalau begitu cari saja bungalow yang lain.
Pernah ada kejadian di sana?
Kenapa? Ada apa memangnya di sana?
Nyonya, Banyak orang bilang ada makhluk halus di sana!
Ada Hantu di sana!
Hantu!
Hei, Hantu itu tidak ada. Itu cuma Bohongan.
Hei.
Hei! - Kita bicarakan hantu dan mobilnya..
Kenapa mobilnya?
Tunggu Sebentar.
Kurasa mobilnya mogok, Tuan.
Jadi? Kami harus jalan kaki?
Ya, Kalian bisa jalan kaki dari sini.
sudah dekat kok.
Ayo, Banku, tuntun mami-mu jalan barengan dengannya.
Oh Tidak!
Di sini Nath Villa.
Hei, Anda Tn. Aditya, kan?
Aku Jagan. Aku yang mengurus di sini.
Bawa ini. Bawa ini. Bagus. ini tasnya.
Salam. - Salam.
Ayo. Ayo.
Ayo. - Hei! Monyet, turun kau dari situ.
Ayo, Banku. - Ayo.
Ayo.
Rumah yang besar sekali! Bahkan lebih besar dari rumah kakek!
Ayo, akan saya tunjukkan pada kalian Bungalownya dari dalam.
Pintunya terkunci.
Sejak kapan pintunya terkunci?
Belum lama, Saya baru saja membersihkannya..
mengingat kedatangan Anda kemari...
..makanya saya coba membersihkannya. Kelas utama.
bersih apanya?
sudah bersih, kok. Lagipula, kau tidak perlu membersihkannya lagi.
Kurasa kita harus pecahkan kacanya. . Hei!
Banku, Apa yang kau lakukan?
Kan Paman ini bilang.
Tapi..
Tidak masalah, kami bisa memasangnya lagi.
Kalau begitu ku pecahkan saja semuanya.
Ide Bagus.
Hei, Papa cuma..
Penasaran apakah aku bisa menanganinya sendiri.
Hei, kacanya sudah pecah..
..kalau begitu masuklah lewat jendela dan buka-kan pintunya.
Ayo, Ayo, Biar aku yang melakukannya.
Hmm. Bawa barang-barangnya.
Rumah yang besar sekali!
Ya Ampun! Sungguh rumah yang besar!
Luar biasa!
Rumah ini dibangun sejak lama oleh arsiteknya.
Perusahaanmu besar.
Tak bisakah mereka berikan kita rumah ukuran sedang saja? - Anjali!
Kakak, Di atas ada teras. - Apa?
Oh wow! Ada terasnya juga!
Hei! Jangan.. Banku. Banku.
Ada tangganya, Banku. Kau bisa jatuh nanti..
Oke. Kakak, di sini Airnya lancar selama 24 jam penuh.
Kau bisa mencuci pakaian dan perabotan kapanpun kau mau..
..Kau bisa lakukan apapun yang kau mau!
Hei, kakakmu di sini hanya butuh..
.. satu jam untuk membersihkan pakaian dan perabotan.
Anjali melakukan semuanya dengan cepat.
Ya, kalau begitu, Saya akan tunjukkan dapurnya.
Kau terlalu berlebihan, Aditya.
Pergilah, Lihat dapurnya. - Ayo. - Lihat sana. Lihatlah.
Arah sini, kan? - Ya.
Ini, Tuan.
Dengar, Aku ingin tanyakan Anda satu hal.
Aku sudah dengar banyak rumor mengenai rumah ini.
Supir taxi tadi bilang bahwa ada hantu di sini.
Semua itu cuma omong kosong, Tuan.
Ketahuilah, sebenarnya, pemilik aslinya sedang berada di Amerika saat ini.
Sayalah yang dimintai tanggung jawab terhadap rumah ini, jadi sebenarnya mereka itu iri.
Semua cerita itu hanyalah rumor belaka.
Percayalah, Tuan. Sebenarnya tidak begitu. Tandatangan di sini, tuan.
Mama!
Banku.
Mama!
Hei! Apa yang terjadi! - Tenang. tenanglah, Anjali.
Banku!
Mama! - Banku!
Ada apa, Banku?
Luas sekali terasnya! Akan sangat menyenangkan bermain kriket di sini!
Hei, jadi kenapa teriak-teriak tadi?
Lihatlah, Mama-mu jadi ketakutan!
Aku.. pikir ada apa.
Tapi sempat takut juga. Kau sungguh anak yang nakal. - Kau juga.
Turunlah, sayang. - Ayo, ikut dengan-ku!
Ayo. - Turunlah sekarang.
Anak-anak memang suka iseng, Tn. Jagan.
ngomong-ngomong, Ada berapa anak Anda?
Saya dikaruniai dua putri. Mereka sangat sederhana.
Saya harus bekerja keras di luar...
..sepanjang hari untuk menafkahi mereka. - Banku!
Ya, memang harus ada yang bekerja.
Lihat Aku, Aku akan kerja di luar selama beberapa bulan.
maksud Anda beberapa bulan?
Aku adalah kepala teknik pelayaran.
Aku harus pergi kapanpun pelayaran diberlakukan. - Oke!
Dan dia meninggalkan kami.
Itulah sebabnya aku ingin dapatkan rumah dimana..
..Aku tidak harus mengkhawatirkan mereka.
Tempat dimana mereka bisa aman.
Ya, di sini aman kok.
Anda tidak perlu khawatir dengan apapun yang terjadi di sini, sekarang tinggal..
Oh ya, Aku lupa.
Kenapa sih? Jadi apalagi yang harus ku siapkan?
Tidak ada. Sandwich kan memang makanan favorit kita.
Itulah sebabnya Sandwich ada untuk sarapan..
..sandwich untuk makan siang, sandwich untuk makan malam!
Sandwich, sandwich, sandwich! Witch (penyihir)!
Adi!
Papa. - Ya?
Apa mami di sini akan berikan sandwich untuk bekal makan siangku juga?
Tidak, tidak. Mami akan berikan kau kue bolu.
Aku dengar itu. - Baguslah kalau begitu.
Oke, kapan kau akan pergi berlayar?
2 hari lagi.
Tidak. Tidak boleh.
Kau tidak boleh pergi kemanapun sampai semua yang di rumah dibereskan.
Ya, papa.
Tidak, Nak, Papa harus pergi.
Papa tidak bisa makan sandwiches terus-terusan.
Lucu Sekali!
Anjali, jangan tersinggung.
Dengar, jangan sampai kesiangan.
Bangunlah saat alarm berbunyi..
..kalau tidak Banku akan terlambat ke sekolah.
Itu bagus, tapi setidaknya atasi dulu jagoan nakalmu ini..
.. agar bisa menjaga sikap nakalnya.
Ayo. Realistislah, Anjali.
Kita bisa minta dia untuk mematuhinya.
Papa akan bicara, Banku, dengar, lakukanlah kenakalan baru di sekolah baru-mu.
Oke? Jangan buat lagi kenakalan lama-mu.
dan dengar, jangan membuat repot mami-mu!
kalau tidak, kau tahu, Papa akan sangat marah!
Aku menakutinya, Sekarang dia bisa menurutinya.
Adi, ada apa? kau kan papa-nya.
Kenapa kau tidak bertindak yang semestinya? Ada apa denganmu?
Anak-anak mengerti Bahasa Inggris. Jangan membentak-ku di depannya.
Aku bisa ditertawakan.
Dia tidak akan menghormati kita kalau sudah besar nanti.
Banku, tutup matamu. Papa akan mencium mami-mu sekarang.
Adi! - Satu lagi, Mami! Saatnya berpelukan.
Semuanya mendekatlah.
Kunal Behl, Kelas 2C. - Ya, Pak.
Ku akui lewat rasanya. Enak sekali. Enak sekali.
Oh! Nyonya. Sharma!
Duduk, Silahkan duduk. - Selamat Pagi, Pak.
Maaf. - Terima Kasih.
Jadi, ini dia anaknya! - Katakan selamat pagi.
Selamat Pagi.. - Siapa yang memasak di rumahmu?
Dengar, Kami baru pindah. Jadi Sayalah yang memasak, mungkin nanti..
Bagus sekali, Anda memasak dengan tangan Anda.
Anda tahu, rasanya, rasanya pasti enak.
Baik untuk kesehatan anak.
Untuk kita semua.. Baik untuk kita semua, kan? - Oke.
Jadi, anak muda, Siapa namamu?
Banku.
Banku?
Sebenarnya, nama aslinya adalah Aman. tapi kami memanggilnya Banku.
Oke! Oke! Banku, kami juga akan memanggilmu Banku.
Dia anak yang baik! - Kelihatannya sih iya, tapi sebenarnya tidak!
Apa yang Anda katakan?
Lihat, lihat, dia punya tatapan mata yang tidak berdosa!
Tatapan matamu tidak berdosa!
Banku, maukah kau datang ke sekolah setiap hari?
Bagus. Bisakah kau membawa bekal setiap hari?
Dia ketakutan! Dia ketakutan!
Anak-anak memang sering ketakutan di hari awal sekolahnya.
Pak, dia bukan anak yang seperti itu.
Mulai sekarang, semua anak-anak di kelasnya bisa dibuatnya menangis.
Maksud Anda, nakal? - Sedikit nakal, Pak.
Aku sangat menyukai anak nakal.
Kau dan aku akan melakukan kenakalan bersama-sama, oke?
Oke. - Oke, ayo, akan bapak tunjukkan ruang kelasmu.
Ruang kelas, oke?
Lakukan yang terbaik.
Mama-mu bilang "Lakukan yang terbaik", terima kasih-lah.
Dia bilangnya pada Bapak. - Terima Kasih.
Pada ku? - Ya, Pak.
Ayo, Ayo, Ayo.
Anak-anak, ucapkan selamat pagi pada Bapak.
Selamat Pagi, Pak.
Roti dan ceres?
Tidak tahu, Pak.
Tapi apa kalian tahu apa yang Bapak bawa?
Teman baru yang akan belajar di ruang kelas kalian mulai sekarang.
Dan namanya adalah Banku.
Banku!
Jangan tertawa. Jangan tertawa.
Banku, nak, kau pergi dan duduklah di sana, di sebelah Jojo. Oke?
Jojo?
Jangan tertawa, Banku. Oke, Sampai jumpa, semuanya.
Amit, temui Bapak saat jam istirahat, oke?
kenapa kau tertawakan namaku?
kenapa kau tertawakan namaku?
Lihatlah, Pak, Jojo berkelahi lagi.
Jojo, dilarang berbicara. Dilarang berkelahi.
Banku, apa kau punya buku menggambar?
Ya, Pak.
Oke, mulailah menggambar. Bapak akan kembali lagi dalam 5 menit.
Kita akan menanganinya selama jam istirahat.
Dia berlagak sok jago.
Kami ini badai dan angin puyuh.
Tak ada seorangpun yang menghalangi kami!
Kami ini badai dan angin puyuh.
Tak ada seorangpun yang menghalangi kami!
Jangan banyak bicara.
apa kau mau mati?
tak ada seorangpun yang berani menandingi kami!
yang merasa sok jago..
..kami akan menghajarnya.
Kami akan menamparmu, menendangmu, dan menjatuhkanmu.
kalau kau berani bicara kami akan menyerang dan menghitung.
Kamilah harimau di hutan..
..tempat dimana kau tak bisa melawan.
kalau aku kalah maka jangan salahkan aku dengan apa yang sudah terjadi.
tak ada seorangpun yang berani menandingi kami!
yang merasa sok jago..
Kami akan menghajarnya.
Jangan bermasalah dengan kami lagi, Kau akan terima akibatnya.
jangan ganggu kami, kalau tidak mau tulangmu patah.
ini jalan dan tempat kami berada!
Jangan berani-beraninya kau datang kemari!
kalau kau tetap melewatinya, kau pasti akan menyesalinya.
Tidak ada yang berani melawan kami.
Siapapun yang merasa sok jago..
...akan kami hajar sekeras-kerasnya.
Tolong! Tolong! - Jadi kau rupanya! Tunggu!
Kau! kau mau kemana! tunggu! tunggu!
Jadi kau rupanya.. kau hantunya. - Aku.. Aku bukan hantu.
lalu siapa? - Namaku Anthony.
Aku.. Aku.. datang mencuri Pepsi supaya bisa kucampurkan pada minuman.
Mencuri? Mencuri? Kau ini! - Jangan pukul aku - Tunggu!
Tolong aku! - Orang-orang jadi takut kemari karena-mu.
Aku susah payah cari pembantu di sini...
..dan kau malah mabuk-mabukkan.
Turun! - Tidak! - Turun! - Gak mau, Nanti Anda pukul.
Ya Memang, Sudah Pastilah. - Kalau begitu Aku gak mau turun.
Baiklah, Baik, Ayo, Turunlah.
Anda tidak akan memukul-ku, kan?
Tidak akan, turunlah.
Aku kemari karena ada Pepsi tapi setelah ku lihat ada juga makanan ringan.
Sudah berhari-hari aku minum tanpa makanan ringan.
- Pergilah ke toko setiap hari dan belikan makanan ringan untukku. - Baiklah.
Jadi aku harus sediakan makanan ringan untukmu! - Jangan pukul aku! Jangan pukul aku!
Sini kau! - Jangan pukul aku!
Sini Kau! - Habislah Aku! - Kau ini!
Baiklah. Baiklah, Berhenti.
Kau capek? - Berhenti.. Aku capek.
Apa itu? - Barang pecah belah-ku!
Kau pecahkan barang pecah belah-ku! Akan ku bunuh kau!
Jangan pernah kembali lagi atau ku hajar!
Pertama kita lakukan ini kemudian warna...
pada bajunya! - Baju-ku!
5,4,3,2 menghilang!
Hei, noda tintanya hilang! - Noda tintanya hilang!
Nodanya benar-benar hilang! - Nodanya benar-benar hilang!
Tahu apa ini! Tinta Ajaib.
Papaku membawanya dari Afrika Selatan.
Ya, bahkan tintanya disemprotkan ke bajuku. Coba kalau berani semprotkan tintanya pada Pak Prasad.
- kalau kau berani melakukannya, Aku akan memujimu. - Dimana dia?
Dia Datang. Dia Datang. - Dia Datang. Dia Datang.
Pak, Pak.. Tintanya akan menghilang,..
..Pak.. 5, 4, 3.. Tidak, Tintanya tidak hilang.
Aku sudah pernah lihat begitu banyak bekal makan siang dan anak-anak, tapi belum pernah sekalipun
..ada anak yang berbuat begini padaku!
Saya akan memarahinya. Saya.. akan memarahinya.
Tapi tolonglah beritahu saya apa sebabnya
Anda bahkan tidak menatap saya.
Anda mau lihat? - Ya.
Oh Ya ampun, Banku, kau memang nakal!
Menurut Anda itu lucu? - Maafkan saya, Pak.
Anda terlihat lucu sampai-sampai saya tidak bisa menahan tawa.
Kalau begitu tahanlah Ny. Sharma, Tahan..
..tawa Anda begitu juga anak Anda ini!
Tidak ada yang salah darinya, Pak. Dia dari dulu sudah begini.
Saya kan sudah peringatkan Anda, Pak.
Tapi saya janji kalau dia tidak akan pernah mengulangi perbuatannya lagi setelah ini.
Banku, Bilang Maaf. - Maaf, Pak.
Tidak masalah, Kalian boleh pergi.
Pak.. Pak, Satu permintaan lagi.
Mintalah seseorang untuk memotret saat wajah Anda seperti ini.
Apa? - Ayo, Banku.
Pak.. Boleh saya panggil seseorang? - Siapa?
Juru Foto. - Diam! Diam!
Jadi kau, Jojo? Kau yang ganti tintanya?
Ya, karena dia selalu saja pamer ke semua orang..
.. dia bilang "aku punya ini, aku punya itu".
Ya, kan memang punya. Jadi kenapa tidak kau tunjukkan padaku?
Hei, hei, Apa lagi ini? Apa ini jadi WWF sekarang?
Ayo dong, Berhentilah berkelahi.
Ayo, bertemanlah kalian berdua.
Jabatan tangan, dong!
Hei, Ayo.
Jojo, kapan-kapan bermainlah dengan Banku..
..di rumah kami.
Ya, kami punya teras yang luas sekali.
Benarkah? Kau tinggal dimana?
Nath Villa.
Nath Villa? Tidak deh. Aku tidak akan ke sana.
Ada hantu tinggal di sana.
``Ada hantu tinggal di sana!`` - Hantu?
Mama, Hantu itu apa?
Saat kau tidak kerjakan PR-mu..
..lalu datang seseorang yang akan menghajarmu, itulah hantu.
Apa ada hantu di rumah kita? Banyak yang bilang begitu.
Nak, Hantu itu tidak ada.
Yang ada itu Anthony si pencuri yang diam-diam masuk..
..rumah kita dan mencoba menakuti semua orang.
Hari ini Mama pukul dia dan mengusirnya dari rumah.
Benarkah? Mama memukulnya? - Itu benar.
Dia mencoba mencuri makanan dari dapur.
Mama membuat dia kocar-kacir. - Jadi dia hantunya?
Hantu itu tidak ada. Yang ada itu malaikat.
Malaikat? Apa itu malaikat?
Malaikat itu, adalah makhluk yang membuat Tuhan senang...
..Tuhan menciptakan malaikat. Seperti halnya mendiang kakekmu.
saat kakekmu menghadap Tuhan, Tuhan bilang...
..Hei, Kau kakeknya Banku!
akan ku jadikan kau bintang-bintang di langit, supaya..
..kau bisa melihat Banku selamanya.
Mama, pernah lihat malaikat?
Ya, pernah. Dan malaikat Mama adalah Banku. Banku! Banku! Banku!
Kalau aku melihat malaikat suatu hari nanti? - Ya?
yang akan kulakukan adalah..
berteman dengannya dan ceritakan sesuatu padanya.
Seperti apa wujudnya?
Kalau malaikatnya kakekmu, maka dia akan terlihat seperti kakekmu.
Dengan begitu aku bisa mengenalinya. - Ya!
Papa menelpon!
Banku, Pelan-pelan, hati-hati tangganya!
Papa! - Hebat sekali! Anak nakal!
Darimana kau tahu kalau Papa yang menelpon?
Apa kenakalan yang kau lakukan? - Papa tahu, hari ini aku semprotkan tinta..
..ke wajah Pak Kepala Sekolah.
Oh bagus sekali! sangat bagus! Kau membuat kenakalan baru lagi.
Begitulah! - Mereka memanggilku ke sekolah untuk datang menghadap di hari pertamanya sekolah.
Nasehati dia atau apalah agar dia bisa lebih baik lagi.
Dan bagaimana dengan pekerjaanmu?
Anjali, jadwal pelayaran semakin padat, Aku mungkin akan telat pulang.
Sudah kau benahi semua yang di rumah? - Belum.
semua perabotan masih tersimpan dalam kardus.
Tapi aku masih belum bisa dapatkan pembantu.
Semua orang takut yang katanya ada hantu-lah.
Padahal gak ada hantu.
Tak ada hantu yang lebih menakutkan selain dia.
Selamat Malam. - Selamat Malam.
Es Krim.
Mama!
Mama!
Banku!
Mama!
Banku, Ada Apa? - Aku baru saja melihat ada orang di sana.
Dimana? - Di sana.
lalu ngapain kau di sini?
Aku baru ambil es krim dan aku berbalik...
Es krim! Kan sudah mama bilang jangan... - Cuma sedikit kok.
Dan wadahnya terjatuh.. Hei, Dimana wadahnya?
Mama, wadah dan sendoknya tadi ada di sini.
Pertama, Kau makan es krim tanpa meminta pada Mama terlebih dahulu..
..dan yang paling utama, katanya kau lihat seseorang?
Beneran kok. Tadi kulihat ada orang di sini.
Mama kan sudah bilang padamu mengenai malaikat dan kau mulai memutar-balikkan cerita.
Kau bisa menangis kalau sampai Mama pukul sekarang.
Naiklah ke atas.
Dan jangan sentuh kulkas tanpa izin Mama.
Mana mungkin kau bisa bangun lebih pagi untuk berangkat sekolah?
Ingat kau, Apa Mama terus yang harus membangun-kan?
Kau jadi semakin nakal saja.
Kau harusnya dikirim ke sekolah khusus.
Hei! Naiklah ke atas! Jangan ada lagi cerita es krim karanganmu!
Ada orang di sana!
Sekarang kenapa kau lihat kesana kemari?
Ayo, Naiklah ke atas.
Aku tadi buka kulkasnya, Ambil es krim.
Wadahnya jatuh dari tangan-ku, lalu kemana perginya wadah itu?
Lihat ini.
Aku bilang kalau wadahnya jatuh di sekitar sini...
..Tapi Mama tidak mempercayaiku .
Kau yang sembunyikan wadahnya, kan?
Kau mau curi es krimnya, kan?
Baiklah, jadi kau ini Anthony, yang dipukul oleh Mama tadi pagi.
Aku ini Hantu.
Hantu itu tidak ada. Mama bilang yang ada itu malaikat.
Baiklah, jadi kau ini malaikat.
Kubilang aku ini hantu.
Kubilang hantu itu gak ada!
Baiklah, jadi kau mau tinggal di sini.
Tidak! Ini rumahku.
Aku kemari untuk mengusir kalian dari sini.
Ini rumah kami.
Ini rumahku.
Ini rumah kami. - Ku bilang ini rumahku! - Ngomongnya pelan-pelan, pelan-pelan-lah.
Kalau Mama mendengar kita, maka gak akan ada lagi keributan dibuatnya.
Dasar anak kecil, kau terlalu banyak bicara.
Tunggu! Anak kecil! Akan ku beri pelajaran padanya!
Kau, teman bertubuh tinggi, Namaku Banku. Dan namamu?
Kau tidak lihat namaku di luar gerbang? Nath.
Tadi kau bilang kalau kau ini hantu..
..sekarang kau bilang namamu Nath.
Baiklah, apa namamu Bhootnath?
Aku hantu, dan namaku bukan Bhootnath.
Ini rumahku. Ayo, Lekas pergi dari sini.
Kubilang ini rumahku, tapi kau boleh tinggal di sini.
Aku bisa bilang ke mama.
Jadi kau sepertinya tidak setuju. Akan kulakukan sesuatu.
Apa yang akan kau lakukan?
Tunggu! Akan ku beritahu kau.
Hei, Kenapa kau tertawa?
Kau menampakkan wajah yang lucu. - Wajah yang lucu?!
Tentu saja! Kalau kau ikut pertunjukkan lomba penampilan..
..Kau pasti jadi juara pertamanya.
Dia ini anak yang aneh. - Semua orang pada ketakutan..
..olehku dan dia malah menertawaiku.
Hei, Aku sedang mencoba menakutimu. Kau gak takut?
Apa kau gak takut? - Kenapa aku harus takut?
Semua orang bilang ada hantu bersemayam di sini kau melihatnya, tidak?
Kenapa aku harus melihatnya?
Tapi jangan takut. Aku ada di kamar ini dengan Mama.
Kalau kau takut, tinggal panggil saja aku.
Sekarang kita berteman, kan?
Berteman?
Satu hal lagi. - Apa?
Mendekatlah. - apa?
Aku mau ke kamar mandi.
Kamar Mandi? - Kamar Mandi.
Pergilah sana. - Temani aku.
Kau saja sendiri. Kenapa harus ku temani?
Aku ini.. hantu.. atau bukan, sih?
Kau serius tidak mau temani ke kamar mandi?
Hei diamlah, pergi sana!
Puja Hanuman! lautan kebijaksanaan dan kebaikan..
Puja Hanuman! lautan kebijaksanaan dan kebaikan..
Hei.. hei..
Dia ketakutan. Aku masih hantu.
Sekarang akan ku beri pelajaran pada bocah kecil itu.
Bocah kecil, kau tidur pula. Ayo, Bangun.
Biarkan aku tidur. - Bangun. Bangun. Bangun.
Biarkan aku tidur! - Bangun. Ku bilang bangun.
Dia sudah tidur! Sekarang bagaimana aku membangunkannya?
Bangunlah, Banku.. Banku!
Hei, Dia turun ke bawah lagi!
Es Krim!
Malaikat nakal Mama. - Malaikat!
Mama tahu siapa yang sembunyikan wadah ini? - Siapa?
Malaikat, Malaikat yang tinggal di rumah kita.
Benarkah? Kalau begitu dia pasti makan es krim ini juga.
Tidak kok, Dia tidak ikut makan. Aku sudah tanya dia.
Sekarang dia akan tinggal di sini, bersama kita. Sekarang aku adalah temannya.
Baguslah, akan mama beritahu malaikat supaya membantumu menyikat gigi setiap hari..
..membantu kerjakan PR-mu dan mengantarkan-mu ke sekolah.
Sendiri?
Dan Mama tahu apa yang dia bilang?
Beritahu ke Mama nanti.
Kau bisa telat ke sekolah. Ayo.
Mama, ini bukan cuma cerita. Malaikatnya memang benar ada.
Ya, Mama tidak menyangkalnya, kok. Baiklah, Jangan sampai Mama dengar lagi..
..ada yang bermasalah denganmu di sekolah hari ini, Oke?
Dah, mama. - Dah.
Dah, Malaikat.
Kau dan malaikatmu.
Aku sudah melihatnya, Dia bertubuh tinggi dan memakai..
..jas hitam dan berdiri tepat di depan-ku
Aku berdiri menghadapnya. Aku tanya dia, ya?
Siapa kau? Apa yang kau lakukan di rumahku?
Dia datang berbalik mendekatiku.
Dia punya tangan yang panjang!
Giginya juga hitam, Matanya merah.
Itu malaikat apa hantu sih?
Berbenah.
Rumah yang terlalu besar untuk dibersihkan!
Hei, Kenapa kau masih saja berdiri di sini?
Kau ingin ku hajar lagi?
Ini rumahku. Aku tak punya tempat tinggal.
dan pekerjaan yang bisa dilakukan.
Maukah kau bersihkan rumahku? - Akan ku bersihkan semuanya.
Jangan curi apapun atau akan ku laporkan kau ke polisi.
Kalau kerjamu bagus, akan ku beri 20 rupe per hari.
Berikan aku 25 rupe. Supaya aku bisa membeli sebotol bir nantinya.
Kumohon. Kumohon. - Cepatlah, ambil sapunya.
Ayo, Cepat. - Terima kasih.
Cepatlah, mulai sapu dari sini sampai.. ugh, kau kotor sekali.
Pergilah, mandi dahulu sana.
Ya.
Ayolah, beri aku 25 rupe. Hei!
Hei!
Hei!
Pergi sana! Pergi!
Lihat ini!
Apa yang kau lihat? - Kau tak bisa lihat?
Aku lihat semuanya. Kau belum bersihkan semuanya.
Masih ada pekerjaan yang belum diselesaikan di dalam.
Pembersihan ini harus dilakukan bertahap, ayolah.
Oh Tidak! - Apa yang kau lakukan?
Angin berhembus dengan sendirinya.
Angin berhembus dengan sendirinya. Apa yang telah kau perbuat?
Kau malah membuatnya berserakan. Kau mau membersihkannya?
Jangan duduk!
Hei! Siapa yang menyuruhmu duduk? Ayo, Bangun!
Sini? Tunggu sebentar. Tunggu sebentar.
Pukul aku. - Apa?
Tidak, Pukul aku. Pukul aku. Pukul aku.
Pukul aku. - Baiklah.
Ya. - Siapa lagi orang yang memukul-ku!
Dia memukulku dari sini, Siapa yang memukul-ku dari sini?
Ayolah, Pindahkan kardusnya dari sana. Ayo.
Ada orang lain yang memukul-ku. - Dia Ini!
Kau mau kerja tidak, sih? Ayolah, bawa ke sana.
Lakukan.. - Hati-hati.
Dia ini! - Siapa lagi yang memukulku?
Siapa lagi yang memukulku?
Ayo, Pindahkan kardusnya.
Bukan, Bukan, Bukan, Bukan Aku.. Bukan Aku.. Ini bukan ulahku.
Ini.. Ini bukan ulahku. Pegang ini. Pegang ini! Ini bukan ulahku.
Kau! - Ini bukan.. Dia bahkan belum membayarku.
Aku tak ingin tinggal di rumah ini!
Aditya, Aku tak mau tinggal di sini.
Minta perusahaanmu untuk merencanakan pemindahan ke tempat lain.
Anjali. Anjali, Kau mau begitu saja meninggalkan rumah yang bagus..
..hanya karena kau tidak menemukan pembantu?
Bagimana denganmu?
Kau mau ganti rumahmu, dan tinggal di kapal.
Semua di sini aku yang tangani, ya?
Bangunlah lebih awal. Siapkan seragam Banku, siapkan..
..bekal makan siangnya.. bekal makan siang. Bekal makan siang!
Dan dia bahkan tidak menghabiskan bekal makan siangnya.
Apa kau ada masalah dengan rumah atau dengan bekal makan siangnya?
Apa? - Kau anggap itu lucu? Jangan tertawa.
Tidak, Dengar, Aku tidak tertawa.
Dengar, Aku akan bicara pada Mami.
Dia akan datang dan tinggal bersamamu selama beberapa hari dan membantumu
Kau tidak usah menelpon Mami. Nanti dia mengira aku ini pemalas.
Kau carilah rumah yang lain. Kita tidak bisa tinggal di sini.
Baik. Baiklah. Setidaknya berikan aku satu hari untuk memikirkannya.
Akan kupikirkan. Akan ku hubungi kau besok.
Kapan kau datang?
Saat Mama memarahi Papa.
Mama tidak memarahinya. Mama cuma ngobrol biasa dengannya.
lalu apa yang kau kerjakan? - PR-ku.
PR! Kau ini kenapa? - Gak kenapa-kenapa.
Kau menghabiskannya? - Semuanya.
Mama, apa Mama sedang marah? - Tidak.
Apa yang Mama khawatirkan?
Apa yang harus dilakukan? Seisi rumah berantakan semuanya.
Jangan khawatir, mama. Biar aku bersihkan semuanya bersama malaikat.
Ada Apa?
Baiklah, Petak umpet!
Hei! Kau mencoba menakutiku?
Tenang! Tenanglah! Mama bisa bangun.
Bhootnath, Kau tidak mandi? - Tidak.
Baiklah, Perlihatkan gigimu.. Perlihatkan padaku.
Kau tidak menyikat gigimu?
Dan tanda apa itu di dahimu?
Bisakah ini dibersihkan? Baiklah, perlihatkan kuku-mu padaku.
Perlihatkan kuku-mu.
kuku-mu panjang dan kotor. - Hei!
Bhootnath, kau kotor sekali dan rumah ini juga kotor.
Itulah sebabnya kau tidak boleh tinggal di sini! Ayolah, Tinggalkan tempat ini!
Kenapa harus kutinggalkan? Semestinya, Kita harus bersihkan tempat ini.
Aku tak akan membiarkanmu melakukannya. - Aku bisa melakukannya sendiri!
Kau memang bisa melakukannya sendiri. kau cuma sekedar anak kecil yang cebol..
..Kau bisa melakukannya sendiri? - Jangan menantang-ku.
Apa yang akan kau lakukan?
Aku sangat kuat. - Benarkah?
Bahkan kalau aku menghembuskan udara, Semua dedaunan ini akan berterbangan.
Kau ingin menghembuskan udara? Dan dedaunannya akan bergerak keluar. Ya.
Perlihatkan padaku.
Bahkan tak satu daun-pun yang bergerak. Itu ada yang bergerak.
Daun yang ini dan yang itu bergerak kok.
Tidak. Lihat saja, Sekarang aku akan meniupkannya sekali saja..
.. dan semua dedaunan ini akan berterbangan melalui pintu.
Bahkan tidak satupun ada yang bergerak.
Cukup, Cukup, Cukup, Nanti perutmu pecah.
Ada satu tersisa.
Lihat sarang laba-laba itu, Aku bisa menanganinya dengan tangan-ku sendiri.
Kau harus melebarkan tanganmu. Lihat, caraku membersihkannya.
Bisakah aku meletakkannya di sana?
Bisakah aku menunjukkannya?
Lihat saja.
Kelihatannya gak cocok. Letakkan di sana saja. Pasti akan terlihat pas kalau di sana.
Baiklah, letakkan kursi itu di sebelah sana.
Baiklah. Siap? Lanjutkan.
Yang itu.
yang itu. - Ya.
Tidak, Tidak, kembalikan ke tempatnya. kembalikan ke tempatnya.
Kembalikan? - Ya, kembalikan. Baiklah.
Sekarang kembalikan yang dua itu di sini.
Baiklah, ini dia kotaknya..
Hei, jangan teleponnya. tidak usah teleponnya.
Kembalikan telepon ke tempatnya. Kembalikan telepon ke tempatnya. -kembalikan ke tempatnya!
Apa yang kau lakukan! kursi ini. Kursi ini. Baiklah, kursi ini tempatkan di sini.
Apa yang kau lakukan? - Hei ini, Ada apa..
Ada apa? - Kembalikan! Apa yang kau lakukan?
Kembalikan! - Diam! Diam! - Dengar. Diamlah! Kemari!
Duduk. Duduk bersila.
Begitu! Lihat saja apa yang ku lakukan.
Lihat-kan? Ini baru namanya kerja!
Bersihkan dedaunan? - Bersihkan dedaunan.
Bersihkan sarang laba-laba? - Bersihkan sarang laba-laba.
Mengatur pajangan? - Sudah ku atur pajangannya.
Sekarang mama tidak akan meninggalkan rumah ini? - Sekarang mama tidak akan.. Hei!
Selamat Malam.
Tidur yang nyenyak, Bhootnath.
Dia cerdas.
Banku Sayang. Banku Sayang. Dia tidak mengenal kata menyerah!
Banku Sayang. Banku lakukan keajaiban tiap harinya.
Dia lakukan tipuan baru setiap harinya. Dialah Banku Tersayang.
Dia mendorong dan dia menarik.
Banku Sayang bahkan bisa mengangkat gajah naik-turun.
Banku Sayang. Banku Sayang. Dia tidak mengenal kata menyerah!
Banku Sayang! Banku Sayang. Banku lakukan keajaiban tiap harinya.
Dia lakukan tipuan baru setiap harinya. Dialah Banku kita Tersayang.
Dia akan tunjukkan bintang di malam hari. Dia akan membawa cahaya terang di kegelapan.
Membuat sungai mengalir terbalik.
..Bahkan hantu menjauh darinya.
Datang dan lihatlah kalau kau tidak percaya.
Dia bisa memeras air lautan ke dalam wadah.
Kau akan langsung mengenalnya saat kau melihatnya.
Kau akan memendekkan kuku-mu, kalau kau melihat tingkahnya.
Tingkahnya unik dan menggemaskan!
Dia memang hebat, Banku Sayang!
Banku Sayang. Banku Sayang. Dia tidak mengenal kata menyerah!
Banku Sayang! Banku Sayang. Banku lakukan keajaiban tiap harinya.
Dia lakukan tipuan baru setiap harinya. Dialah Banku kita Tersayang.
Dia memanjat pohon dan memetik mangga.
Memecahkan batu untuk melancarkan air.
Takkan melepaskan singa yang ekornya dipegang olehnya.
Itulah dia!
Dia akan menghancurkan baja dengan mudahnya, Dia akan berjalan mengarungi sungai.
Lautan akan memberinya rasa manis.
Begitulah dia!
Dia tidak tinggi ataupun gemuk, bagaikan bocah kecil..
..tapi dia selalu berimpian tinggi!
Siapa yang bisa menghadapinya? Dia kuat.
Banku bisa mengelahkan seseorang yang ada di depannya.
Banku Sayang. Banku Sayang. Dia tidak mengenal kata menyerah!
Banku Sayang. Banku lakukan keajaiban tiap harinya.
Dia melakukan tipuan baru setiap harinya .. Dialah Banku kita tersayang!
Dia mendorong dan menarik.
Banku sayang bahkan bisa mengangkat gajah naik-turun.
Banku Sayang!
Banku Sayang!
Banku Sayang!
Oh Tidak!
Banku.. Banku,
Banku! - Banku! -Apa yang terjadi?
Bagaimana dia bisa jatuh? Bagaimana kau bisa jatuh?
Aku tidak lakukan apa-apa! Aku tidak lakukan apa-apa!
Apa yang terjadi, Banku?! - Kami.. Kami baru saja bermain di lantai atas.
Banku! - Aku tidak lakukan apa-apa. Aku tidak lakukan apa-apa.- Aku..
Buka Matamu! Buka Matamu! - Hanya.. Lihat..
Apa yang terjadi padamu, Banku? - Aku tidak lakukan apa-apa!
- Apa yang terjadi padamu? Apa yang bisa kulakukan.. - Dokter.. dokter..- Banku.
Dokter!.. - Akan ku hubungi dokter. - Banku! Banku, Buka matamu!
Banku, Buka matamu! Banku, Buka matamu!
Banku! - Kumohon cepatlah!
Dia kekurangan banyak darah.
Perawat, Cepat ambilkan aku kapas. - Kumohon. hubungi dokter..
..Kumohon. - Dimana Dr. BahaI. Dr. BahaI?
- Dimana dokternya? -Dr. BahaI? - Dia akan kemari sebentar lagi.
Dia sudah datang. - Dokter, kumohon. -Ada apa?
- Dokter, Lihatlah. -Ya Tuhan, ..
..Ini luka yang dalam. Bagaimana ini bisa terjadi?
Saya tidak tahu. Saat kejadian saya sedang di dapur.
Saya dengar dia terjatuh ..
..dan saat saya melihatnya, -Baiklah, Tenanglah Nyonya. Tenanglah dulu.
..Dia belum sadar. - Bawa dia ke ruang perawatan.
Aku.. - Kuharap ini tidak fatal.
Dia masih tidak sadar atau..
..dia mungkin masih dalam keadaan koma. - Apa!
Ayo.. Lekaslah. Page Dr. Mishra Darurat. - Tidak! Tidak! - Ya!
- Banku.. Banku..
Banku. Banku..
Bukankah dia wanita yang tinggal di rumah berhantu itu?
Ya. Kurasa ini ulah hantu tersebut.
Kumohon, tunggu di sini. Dia akan menjaganya. Oke?
Tidak dokter, tolong izinkan saya bersamanya.
Nyonya, mohon tunggu di sini, Dia akan menjaganya. - Kumohon.
Tolong tenang. Dia akan baik-baik saja. - Kumohon Dokter, Kumohon Dokter, izinkan aku..
Ayo, duduklah. Duduk. Duduk.
Dia mengalami cedera serius. kalau dia tidak sadar juga..
..maka dia akan mengalami koma.
Jangan khawatir. Tuhan akan membuatnya baik-baik saja.
Bagaimana kalau sesuatu terjadi padanya lalu dia.. - Tenanglah.
Dia akan baik-baik saja.
Bagaimana keadaannya, dokter? Bagaimana situasinya sekarang?
Dia masih dalam kondisi tidak sadar?
Dia baik-baik saja, kan? Beritahu aku.
Nyonya, Syukurlah. Tidak ada pembekuan darah. Dia baik-baik saja.
Silahkan masuk.
Banku.. Banku..
Banku..
Mama.. mama..
Banku.. Banku. Dokter! Dokter!
Bagaimana keadaanmu, Nak? Masih terasa sakit, kah?
Sedikit.
Jadi, Nak bagaimana kau bisa jatuh?
Aku sedang bermain kriket.. niatnya cuma untuk mengejar bola..
..Kaki-ku terpeleset dari tangga.
Mama selalu bilang kalau kau harusnya hati-hati saat di tangga.
Kau tak mau dengar, sih. Mama selalu memberitahu, kan?! Lihat apa yang terjadi?
Lukanya akan segera membaik.
Dan dengan segera dia sudah bisa bermain kriket kembali.
Mama, kau takut, kan?
Mama cuma punya anak tunggal.
Bagaimana mungkin Mama tidak takut?
Bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu?
Mama, Aku terlalu sering merepotkanmu, kan?
Tidak, Kau anak yang baik bagi Mama. -Kalau begitu aku boleh makan es krim, kan?
Dasar monyet. Kau mulai berulah lagi.
Aku akan pergi dan menghubungi Papa-mu.
Bhootnath, Kau mau pergi kemana?
Kau tahu aku pingsan! Dan banyak darah juga darah bercucuran.
Kau jatuh karena ulahku, kan?
Tidak, Aku sedang bermain, lalu aku terjatuh.
Kita sering merasakan sakit saat bermain, ya kan?
Bahkan aku merasakan sakit yang sama sepertimu.
Kau tidak akan jatuh kalau bisa memegang tangan-ku?
Aku tahu, bahkan kakek-ku tak bisa memegang tangan-ku.
Kau mirip sekali dengan kakek-ku.
Kau memanggilku kakek.
Kau memanggilku malaikat, kan?
Dan aku akan membiarkanmu..
Aku tak tahu kalau aku ini malaikat atau bukan.
Tapi kau adalah malaikat. Malaikatku.
Kumohon maafkan aku. Kumohon maafkan aku.
Kumohon maafkan aku.
Halo.. halo.
Halo.. - Jagan. Vijay Nath berbicara.
Hei, Tn. Vijay, Panjang umur ya.
Aku baru saja teringat padamu.
Baiklah, Dengar, Aku akan datang ke Goa minggu depan.
Aku akan menginap di Grand Hyatt.
Mampirlah.. Mampirlah, Aku ingin memberi Anda banyak..
..berita bagus mengenai rumah itu.
Ya, Kau pernah menyinggung mengenai rumah itu.
Saya pernah menyinggung sesuatu mengenai rumah itu.
Ya, sudah ku katakan padamu, kan?
Bagaimana pendapat Anda mengenai rumah itu?
Selamat Pagi. - Selamat Pagi.
Bangun. Bangun. Bangun. Bangun. Bangun. Ayo!
Oh wow! kau sudah bangun. Bagaimana keadaanmu sekarang?
Ayo, sini Mama lihat.
Masih terasa sakit?
Sudah agak baikan sekarang.. bagus, lekas bangun dan sikat gigimu.
Ayo jagoan, ini segelas susu untukmu.
Ayo. - banyak sekali?
Habiskan semuanya.
Kau mau sarapan dengan apa?
Kentang ``Paratha`` (Roti kentang). - Kentang ``Paratha``.
Kentang ``Paratha``?
Kau masih dalam pemulihan. harus makan makanan yang bisa dihabiskan olehmu.
Akan mama buatkan Sandwich untukmu.
Jangan, Jangan, kentang ``Paratha``. - Jangan, Jangan, kentang ``Paratha``.
Kau bahkan tidak pernah menghabiskannya.
Kalau begitu harus bisa kau habiskan.
Ya! - Ya!
Mama, cepatlah. - Tunggu sebentar.
Minta lagi. - Minta lagi?
Minta lagi. - Segera.. Segera..
Segera.. Segera..
Minta lagi. - Tidak, Kentangnya sudah habis. Minta lagi.
Maaf.
Apa Banku sudah baikan sekarang?
Dia sudah baikan? Dia sudah habiskan empat Paratha.
Dia habiskan 4 Paratha, Bukannya itu bagus?
Tapi apa kau kelelahan menyiapkan empat Paratha?
Adi, kau lebay sekali. - Baiklah, Aku juga mencintaimu.
Kumohon. Kumohon.
Hei, Dimana ini?
Ya!
Sakitkah?
Lihat, kuku-mu kotor semuanya. - Jangan! Jangan!
Tidak, Kesinikan. - Aku gak mau.
Jangan, Jangan, Jangan! - Tolong berikan, kuku-mu kotor lho!
Bhootnath.
Kalau begitu? Lekas berangkat.
Lihatlah, Aku jadi telat karenamu.
Banku! Banku! - Da-dah, Mami! Da-dah, papa!
Banku!
Banku!
Hei, Banku.
Banku..
Permisi tuan, Kelasnya Banku yang mana ya?
Permisi.. - Hei! Siapa itu?
Banku.. Banku..
Dimana Si Bhootnath?
Anak-anak, hari ini kita akan belajar bagaimana.. - Banku.. Banku..
..seekor singa berburu untuk bertahan hidup. - Banku..
Pertama singanya begitu senang melihat..
..buruannya dan singa itupun menggerak-gerakkan ekornya.
ekor singanya bergerak, Pak.
Bapak tahu. Bapak tahu.
Singanya secara perlahan mendekati buruannya.
Singanya bergerak, Pak.
Setelah itu singanya melompat.
Singanya hilang, Pak. - Ya.. ya, Singanya menghilang.
Singanya sungguh menghilang, Pak. - Kemana singanya?
Pergi berburu.
Banku.
Apa ini? bekal makan siang yang sama tiap harinya?
Apa kau tidak malu?
Tak bisakah kau bawa isi bekal yang lain selain sandwich?
ANGEL (Malaikat).
Benar. Banku Pintar. Banku, bagaimana kau mengeja 'ANGEL'?
A N G E L. - Bagus Sekali.
A N G..
Bhootnath.
Banku, kemana kau tadi? - Darimana saja kau?
Hei, ini sekolah yang besar, ada begitu banyak anak-anak..
..dan semuanya memakai seragam yang kelihatannya sama.
Ini bisa jadi ribet masalahnya. Kepala Sekolahmu, Dia itu..
Kepala sekolah.
Dia suka memakan bekal makan siang murid-murid.
Ayo pergi. Kalau dia melihat kita, nanti dia akan memakan bekal makan siang kita juga.
Tunggu.. tunggu. Hanya kalau dia melihat kita, kan?.
Banku.. kemana perginya dia?
A.L.W.A.Y.S. ALWAYS (selalu) Selamat Pagi, Pak.
Selamat Pagi, Pak.
Kau baru dari luar, kan? - Tidak, Pak.
Kau bohong/Tidak Pak, Pak, Dia di sini terus dari tadi.
Keluarkan bekal makan siangmu. - Bekal?
Keluarkan.
Apa isinya hari ini?
Sandwich. - Menurut Saya Sandwich.
Jangan asal tebak. Pikirkan dan beritahu Bapak apa isinya.
Tidak, Tidak, sepertinya kue kering. - Tidak, isinya kue kering.
Kue kering?
Tidak, Tidak, isinya Sandwich. - Tidak, Tidak, isinya Sandwich.
Sandwich, kue kering.
Sandwich. Selamat! Selamat!
Tidak, tapi Mami tadi memberikan kue kering.
tapi Mami tadi memberikan kue kering. Pak, isinya kue kering.
Tidak, isinya Sandwich..
Bapak akan makan dan cari tahu.
Pak, kau di sini rupanya.
Pak, ayo bergegas, saatnya pengumuman peringatan Hari Olahraga Nasional.
Baiklah, pergilah dulu sana, nanti saya menyusul.
Siaran bagian mana pula ini? Tunggu sebentar, Pak.
Ada Apa?
Diamlah.
A.B.C.D.E.F.G.. H.I.O.U.
Semuanya sudah disiapkan, Irani.
Ada apa di sebelah sana?
Hei..
Hei, dengarlah, sahabatku. Mari bersenang-senang.
Sedikit nakal, sedikit jahat. Sesuatu yang mencurigakan.
Hei, dengarlah, sahabatku. Mari bersenang-senang.
Sedikit nakal, sedikit jahat. Sesuatu yang mencurigakan.
Tak ada yang melakukannya lebih baik! Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada.
Tak ada yang melakukannya lebih baik!
Tak ada yang melakukannya lebih baik! Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada.
Tak ada yang melakukannya lebih baik!
Kau bersamaku, setiap saat, siang dan malam.
Keajaiban bersama dengan-ku.. beritahu aku, bisa kan?
Apapun keinginan ku..
..Kadang minta ini kadang minta itu.
Aku bicara semau-ku! Beritahu aku, bisa kan?
Katakan apapun semaumu. Apakah itu mustahil?
Kau harus selalu tetap tersenyum dan bahagia!
Apapun yang kau mau berharap itu akan terkabulkan!
Tak ada yang melakukannya lebih baik! Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada.
Tak ada yang melakukannya lebih baik!
Tak ada yang melakukannya lebih baik! Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada.
Tak ada yang melakukannya lebih baik!
Tak Ada! Tak Ada! Tak Ada! Tak Ada! Tak Ada! Tak Ada!
Tak Ada! Tak Ada! Tak Ada! Tak Ada! Tak Ada! Tak Ada!
Siapa orangnya? Aku orangnya!
Siapa orangnya? - Kau orangnya!
Aku bernyanyi Hip-Hop bagaikan tak ada orang lain yang bisa melakukannya!
Aku bisa meriahkan pesta!
Aku bisa membuat tubuhmu bergoyang!
Tetaplah dalam keajaiban dunia Bhootnath!
Oh Ya!
Baik dalam hidup dan mati tidak ku temukan kebahagiaan..
..untuk mengisi hatiku!
Ku temukan kebahagiaan setelah berteman denganmu.
Kau sangat pintar, tapi penuh kasih sayang.
Itu benar kalau kau bisa dipercaya, sobatku.
Aku hanya ingin bilang teruslah bersamaku.
Berjanji padaku kau berikan apa yang ku mau.
Hei, dengarlah, sahabatku. Mari bersenang-senang.
Sedikit nakal, sedikit jahat. Sesuatu yang mencurigakan.
Tak ada yang melakukannya lebih baik! Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada.
Tak ada yang melakukannya lebih baik! Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada.
Tak ada yang melakukannya lebih baik! Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada.
Tak ada yang melakukannya lebih baik! Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada.
Tak ada yang melakukannya lebih baik! Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada.
Tak ada yang melakukannya lebih baik! Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada.
Tak ada yang melakukannya lebih baik! Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada.
Tak ada yang melakukannya lebih baik, sobat!
Kompetisi yang pertama memperingati Hari Olahraga Nasional, balapan sepeda.
Dan kompetisi yang berlangsung antara..
..sang juara bertahan Jojo dan sang penantang, Banku.
Banku! Banku! Banku! Banku! Banku! Banku! Banku!
Banku! Banku! Banku! Banku! - Jojo! Jojo! Jojo!
Jojo! Jojo! Jojo! - Banku! Banku! Banku!
Pak, Jojo itu putraku, Pak.. - Baiklah. - Nyonya, Jojo itu putraku.
Baiklah! Baiklah, Baik!
Ada Apa? Malaikatmu tidak datang hari ini?
Jangan dipikirkan. Fokuslah untuk kompetisi selanjutnya.
Banku! Banku! Banku! Banku!
Banku! Banku! Banku! Banku! Banku! Banku!
Jojo! Jojo! Jojo! Jojo! - Empat setengah kaki, Pak.
Pemenangnya adalah Jojo. - Ya!
Ya! Jojo! Putraku jadi yang pertama lagi.
Putraku handal dalam belajar dan..
..Dia juga handal dalam olahraga.
Dan sekarang, kompetesi yang paling ditunggu- tunggu adalah Lompat jauh.
Anak yang memenangkan lompat jauh ini akan mendapatkan sepeda A-one.
Kau akan lihat, Pak. Jojo-ku akan memenangkan sepeda A-one ini.
Ya!
Lihatlah, Bhootnath, Aku kalah di semua balapan.
Ya, jadi pergilah dan lari lebih cepat.
Tidak, lakukan sesuatu yang ajaib agar aku bisa kalahkan Jojo.
Jangan, jangan curang dalam olahraga. Kau cuma harus lari lebih cepat. Ayolah.
Tidakkah kau lihat betapa banyaknya lompatan di sini. Aku gak akan lari deh.
Hei, Banku, pernahkah kau lihat seekor semut?
Semut? - Ya, Semut.
Kalau kau terus melompat di depan semut, apa yang akan dia lakukan?
Dia akan mengitarinya.
Tepat sekali. Setelah beranjak dari sana..
..Kalau kau masih terus melompat melewatinya, apa yang akan dia lakukan?
Dia juga tetap terus mengitarinya. - Begitulah.
Kalau semut yang kecil saja tidak pernah menyerah, maka Banku-ku yang besar ini tentu tidak juga.
Bagaimana mungkin dia menyerah?
Kau harusnya bisa untuk kompetisi lompat jauh! Tapi dengan kerja kerasmu!
Tak ada keajaiban dalam hidup, Hanya ada kerja keras!
Ini cuma soal kerja keras. - Baiklah.
Sekarang pergilah, dan menangkan kompetisi lompat jauh. Ayolah.
Dan pemenang kompetisi lompat jauh adalah Banku.
Ya!
Hei, Ini dalam sekali.
Ya, itu benar. Dalam sekali.
Hanya dengan begitu kita bisa memastikan apakah dia punya malaikat atau tidak.
Dia pikir dirinya itu jagoan..
..hanya karena dia punya sepeda.
Ayo, Cepatlah. - Ya. Ya.
Tutupi. - Ayo. Ayo. - Banku takkan bisa..
..melihat sumur ini.
Jojo!
Hei, Dia terjatuh ke dalam sana!
RahuI! Sonu, Tolong Aku!
Teganya kalian kabur meninggalkan-ku dalam keadaan begini?
RahuI! Sonu!
Jojo? - Keluarkan Aku!
Kalian mau pergi kemana meninggalkan-ku seperti ini?
Tapi, Jojo, Dimana kau?
Banku, di sini, di dalam sumur. Aku di dalam sumur.
Apa yang kau lakukan di situ? - Aku terjatuh.
Bagaimana bisa kau keluar sekarang? Baiklah, baiklah akan ku panggilkan Mama.
Tidak, Tidak, Mamaku akan memarahiku. - Jadi bagaimana caranya kau keluar?
Mintalah pada malaikatmu untuk melakukannya. - Tapi dia masih di rumah.
Kau ini parah sekali, Jojo.
Harusnya kau hati-hati saat melangkah.
Banku, bolehkah kuberitahu kau sesuatu..
..tolong jangan marah padaku.
Sebenarnya, Aku mencoba menjatuhkanmu ke dalam sumur ini..
..untuk membuktikan apakah kau dapat bantuan dari malaikatmu atau tidak.
Baiklah, terus saja berbohong di tempatmu itu.
Banku, dengarkan aku, kumohon. - Bhootnath.
Ada apa, Banku? Apa teman lamamu terjatuh?
Dia bukan teman-ku.
Dia mencoba menjatuhkan-ku ke bawah sana..
..tapi malah dia yang jatuh, bagus, kan?!.
Tidak, Tidak. Banku, jangan bilang begitu. Dia itu temanmu.
Banku, maaf, tolonglah, keluarkan aku.
Lihat, temanmu bilang maaf padamu. Maafkanlah dia.
Banku, belajarlah memaafkan.
Bukan-kah Mami-mu memaafkanmu saat melihat begitu banyak kenakalanmu?
Dia memaafkanmu, kan? Kau juga harus memaafkannya.
Baiklah, apa yang akan kau lakukan saat..
..berteman dengan Jojo ketika pertama kali bertemu. Apa yang akan kau lakukan?
Berjabatan tangan. Aku ulurkan tangan-ku.
Kau melakukannya, kan? Jadi lakukanlah, ulurkan tanganmu.
kemarilah. - Ada Apa?
Lihat ini, Bhootnath. Lihatlah betapa dalamnya sumur ini.
Bagaimana mungkin tangan-ku bisa menjangkau ke sana?
Tanganmu akan menjangkaunya, lakukan saja terus.
Tak akan bisa. - Lakukan saja. lakukan saja. Pasti bisa kok.
Banku, Kenapa kau tunjukkan padaku tanganmu?
Pergilah carikan tali, kau pikir tanganmu akan menjangkau ke bawah sini?
Ulurkan tanganmu. Ulurkan tanganmu!.
Apa yang kau lakukan, Banku?
Hentikan! Hentikan! - Jangan takut, Jangan takut.
Ulurkan tanganmu.
Jangan takut, Kemarilah.
Bagaimana kau melakukannya?
Sekarang kau percaya kalau aku punya malaikat.
Tapi jangan bilang ke yang lain.
Bagus. Bagus. - Pak, Ini berita yang sudah dikonformasi.
Banku benar-benar punya malaikat.
Tapi jangan beritahu yang lain. - Ya. Apa?
Aku sudah melihat banyak anak nakal...
..tapi bukan cerita yang di katakan olehnya.
Apa kau tahu apa yang diajarkan..
..setiap sekolah tiap harinya?
Cerita Banku dan malaikatnya.
Lihat Ny. Sharma, kalau Anda ingin memperburuk anak Anda, maka lakukanlah.
Tapi anak-anak yang lain adalah tanggung jawab saya juga.
Ya. Ya, Pak. - Ini peringatan terakhir.
Atau tolong sebaiknya daftarkan putra Anda ke sekolah lain saja.
Kenapa kau harus menceritakan kebohongan tersebut?
Itu tidaklah benar, Itu Benar adanya.
Apanya yang benar?
Pernahkah kau melihat malaikat? Oke.
Kalau kau pernah melihat malaikat maka kau juga harus melihat hantu.
Tidak, hantu itu tak ada, bukannya kau yang memberitahukan hal itu?
Bahkan malaikat itu tak ada. - Mereka ada.
Kepada siapa kau memberi tanda 'mari sini'? - Malaikat.
Apa ini? Dimana malaikat?
Sebelah sini. Malaikat, Kemarilah.
Banku, Apa yang coba kau dapatkan? - Tolong, kemarilah.
Kumohon Malaikat, datanglah. Mami takkan mau mendengar-ku.
Banku, Dengarkan Mama.
Mama minta padamu supaya tunjukkan malaikat di hadapan Mama.
Hentikan semua cerita bohong itu, Banku!
Masuklah ke kamarmu! Cukup dengan semua cerita gurauan-mu.
Perlukah menampar seorang anak seperti ini? Banku..
Ayo, tinggalkan-lah, lupakan sajalah.
Ayo, tinggalkan-lah, lupakan sajalah.
Kenapa kau begitu marahnya?
Bicaralah padaku dan dengarkan aku.
Kenapa dia saja dan menutup telinga diantara kita?
Ayo, tinggalkan-lah, lupakan sajalah.
Ayo, tinggalkan-lah, lupakan sajalah.
Kalau kau marah padaku, maka dengan siapa aku bicara?
Aku terhenyak kembali saat bertemu denganmu.
Aku ada karena kehadiranmu.
Kalau kau marah padaku, maka dengan siapa aku bicara?
Aku terhenyak kembali saat bertemu denganmu.
Aku ada karena kehadiranmu.
Ada masanya kau harus marah, tapi kau masih tetap milikku.
Dengarlah, Tidak baik marah-marahan seperti ini.
Ayo, tinggalkan-lah, lupakan sajalah.
Ayo, tinggalkan-lah, lupakan sajalah.
Putraku tersayang! Pangeran kecil Mama!
Janganlah marah pada Mama.
Jangan hukum Mama seperti ini.
Putraku tersayang! Pangeran kecil Mama!
Janganlah marah pada Mama.
Jangan hukum Mama seperti ini.
lihatlah, betapa inginnya Mama memeluk-mu.
Datanglah, izinkan Mama memandikanmu dengan kasih sayang, berhentilah merajuk.
Ayo, tinggalkan-lah, lupakan sajalah.
Kenapa kau begitu marah?
Katakan sesuatu padaku dan dengarkan aku.
Kenapa diam saja dan menutup telinga di antara kita?
Ayo, tinggalkan-lah, lupakan sajalah.
Ayo, Tinggalkanlah. - Lupakan sajalah!
Bhootnath! Bhootnath!
Bhootnath, lihatlah bintang di sebelah sana, Itu kakek-ku.
Dia meninggalkan-ku.
Dia tidak pergi meninggalkan-mu, Dia terus mengawasimu.
Kakekmu sangat merindukanmu dan sangat menyayangimu.
Benarkah? - Ya.
Bhootnath, saat kau belum ada menemaniku..
..Aku selalu merindukannya.
Dan saat kau sedang tidak bicara padaku.. bahkan aku..
Tapi, Kau tidak akan meninggalkan-ku seperti kakek meninggalkan-ku, ya kan?
Tidak akan, Tidak akan pernah. Kau segalanya bagiku. Bagaimana mungkin aku meninggalkanmu?
Kalau begitu pastikan datang ke pertunjukkan busana besok.
Ada kejutan untukmu. - Kejutan? Kejutan apa?
Kau yang sembunyikan wadahnya, kan?
Kau kemari untuk mencuri es krim?
Baiklah, Kau ini Anthony yang dihajar Mama, kan?.
Aku ini hantu.
Hantu itu tidak ada, Mami yang bilang padaku..
..Tapi yang ada itu malaikat. Baiklah, jadi kau ini malaikat?
Kubilang aku ini hantu.
Kubilang hantu itu tidak ada!
Ini rumahku. - Anjali!
Ini rumah kami! - Dia berpenampilan seperti KaiIash Nath.
Siapa Paman KaiIash Nath?
Tempat dimana kau tinggal bersamanya.
Dan cerita hantunya semakin menyebar.
Aku ini hantu.
``Apa Mama tahu ada malaikat yang tinggal bersama kita di rumah ini?``
``Mama, bahkan tidak ada satu-pun foto dari malaikat.``
``Mama minta kau tunjukkan malaikat di hadapanmu``
KaiIash Nath?
KaiIash Nath itu nama ayahku.
Nath ViIIa mengambil nama darinya. - Oh Aku mengerti.
Oh, jadi Anda ini Tn. Vijay? - Bagaimana kabarmu, Jagan?
Syukurnya aku baik-baik saja.
Kau berencana datang esok hari.
Saya akan menyambut Anda kalau Anda menghubungi saya.
Dia Jagan. Dialah yang mengurus semua perihal mengenai rumah ini.
Salam. - Jagan, Ini Tn. Sanjay MaIhotra.
Dia memiliki banyak perumahan. Dia ingin melihat-lihat Nath ViIIa.
Oh tidak hanya melihatnya saja, Aku bahkan ingin membelinya.
Maksudnya dia apa?
Itulah yang ingin saya beritahu pada Anda, ada keluarga yang tinggal di sini sekarang.
Tidak masalah, tunjukkan saja. - Bagaimana dengan keluarganya?
Hei, kalau aku menyukainya maka akan ku usahakan sepenuhnya...
..masalah keluarganya kesampingkan dulu.
Benar, Vijay? - Benar.
Siapa Kalian?
Adakah orang dewasa yang menempati rumah ini?
Ya?
Tn. Vijay Nath yang mengirim kami kemari. Dia adalah Tn. Sanjay Malhotra.
Kami ingin melihat-lihat tempat ini. Kami membeli vila ini.
Kalian tak boleh melihat-lihat rumah ini tanpa permisi.
Nyonya, Tn. Vijay Nath telah memberikan izin.
Aku ingin bicara pada Jagan.
Jagan yang membawa kami kemari.
Tapi kami mendapat hak milik rumah ini selama setahun.
Perusahaan suamiku mengalokasikan rumah ini pada kami.
Hei! Tak ada yang boleh menyentuh rumahku!
Pergi dari sini! Pergi dari sini! Pergilah!
Ini rumah Kailash Nath, dan bukan rumah Vijay Nath!
Keluar! Ayo, Lekas pergi!
Bhootnath!
Bhootnath, Jangan Menakuti! Jangan marah!
Kumohon, Bhootnath.
Kalian takkan pergi kemana mana!
Malaikat, jangan lakukan ini. Mama jadi ketakutan.
Malaikat, jangan marah.
Kau takkan pergi kemana-mana dari tempat ini.
Aku tidak akan pernah pergi meninggalkanmu.
Banku, Kau bicara pada siapa?
pada malaikat. Dia sedang marah.
Apa? - Malaikat, kumohon datanglah padaku.
Aku adalah Kailash Nath yang orang-orang sebut hantu.
Tapi putramu mengira aku adalah malaikatnya. Ini rumahku.
Rumah.. NirmaIa-ku. Dia sendiri yang menatanya.
Dia.. Dia menata tiap sudut ruangan dengan kelihaian tangannya.
Dia.. dia.. menjadikan rumah ini begitu bermakna. Dia membuatnya menjadi rumah yang sebenarnya.
Kami juga punya keluarga.
Sama halnya dengan keluargamu, bahkan kami adalah keluarga kecil, keluarga bahagia.
Putraku Vijay, menantuku Shana, dan cucu-ku..
..Vibhut, yang mirip dengan putramu.
Vijay pergi.
Dia keluar negeri, meninggalkan rumah kami.
Keselamatan untukmu.
Mama, Aku merasa tidak ingin pergi sama sekali.
Kalau begitu janganlah kau pergi, Nak.
Apa katamu? Dia pergi secara perlahan-lahan.
Kau tak harusnya menghalangiku seperti itu! Ayo, nak, Ayo.
Dia akan tinggal di sana, Meninggalkan kami sendiri.
Mamanya terus meratapi kepergiannya.
Di sini. Dia biasa duduk di sini sepanjang hari sembari menunggu kedatangannya.
Ya, Ayah, apa kau dapat cek-nya tepat waktu?
Nak, Aku dapat ceknya tepat waktu, tapi tidak kedatanganmu.
Aku mencoba. Ada konferensi di Mumbai saat ini.
Kalau aku selesai urusan di Mumbai, Aku tentu akan datang ke Goa.
Nak, Kalau kau jadi datang, beritahu mama kalau..
..kau datang untuk menemuinya.
Jangan beritahukan padanya mengenai konferensi.
Baiklah, dengar, Aku.. gunakan telepon ini untuk Mama.
Bicaralah juga padanya, ya?
Dia pasti sudah lupa.
Tidak, mungkin saja dia lagi ada urusan.
Seperti yang kita tahu, Amerika sangatlah jauh.
Putra kita pergi menjauh dari kita.
Pertama dia terus menghindar..
..saat kita menghubunginya pertama kali.
Dan NirmaIa meninggal dunia, menunggu kepulangan putranya.
Dia meninggalkan-ku sendiri.
Dan putramu tidak datang?
Dia datang.
Ayah, Aku..
Ayah.. Ayah, Maafkan aku. Ayah..
Maaf, Ayah.
Kau terlambat, Nak.
Maafkan aku, Ayah! Maafkan aku!
Lihat itu! Apa kau lihat bintang itu?
Yang itu? - Ya!
Itukan, Nenek? - Ya.
Kemanapun aku pergi, Bisakah nenek tetap bersamaku?
Ya! Kemanapun kau pergi, Nenek akan tetap bersamamu.
Nenek, Sekarang aku tidak akan pergi kemana-mana!
Kakek, sekarang aku akan bersamamu di sini!
Aku takkan membiarkanmu pergi kemana-mana! Hei! Tangkap!
Tangkap! Tangkap! Tangkap!
Jadi ini rumahnya, Tn. Pradhan.
Besar juga, dan arsitektur bangunannya sangat bagus.
Oh Ya, dan kau tidak perlu banyak mengubahnya.
Ada apa di atas?
Di atas ada teras. ayo, mari kita lihat.
Ayo, Ayo, Ayo! Kita harus pulang!
Kita harus pulang! Kita harus..
Perkenalkan Papa-ku, Tn. KaiIash Nath.
Papa, Ini Tn. Pradhan. Dia memiliki bisnis perumahan.
Dia akan membeli rumah kita.
Kami sudah membelinya, Tn. KaiIash Nath.
Sebenarnya, kami tinggal menunggu penyelesaian surat rumahnya esok hari.
Permisi, Tn. Pradhan, tapi rumah ini tidak untuk dijual.
Tapi Vijay bilang pada kami..
Dia masih belum mengerti. Bukan dia yang membuat keputusan..
..mengenai apa yang harus dilakukan terhadap rumah ini.
Vijay, apa ini?
Maafkan Saya, Tn. Pradhan.
Kau tetap mengurus surat rumahnya. Kita akan bicarakan besok.
Rumah ini tidak akan dijual! Kau tidak dengar, hah?
Aku sudah mati-matian memasang harga yang sangat tinggi untuk rumah ini. Dan Papa..
Kau jual rumahmu?
Apa? Apa istimewanya rumah ini, Pa?
Apa istimewanya?
Kau tanya padaku apa keistimewaannya?
Kau pernah habiskan masa kecilmu di rumah ini.
Saat pertama kali kau mulai bisa mengoceh pada Mama-mu...
..di dalam rumah ini..
..Kebahagian Mama-mu berdiam di tempat ini.
Saat kau mulai berjalan, Senyum.. Senyumnya..
..Dan saat kau jatuh sakit..
..Mama-mu sampai harus bangun di tengah malam..
..dan menjagamu. Kekhawatiran itu pernah terjadi di rumah ini.
Dan saat dia jatuh sakit dan hembusan nafasnya yang terakhir..
..Dia menunggu kepulangan sang anak ke rumahnya..
..Semua kenangan itu berada di rumah ini.
Papa, kau tidak mengerti.
Kami semua akan kembali ke America.
lalu, siapa yang akan menjaga rumah besar ini?
Jual sajalah.
Kenapa harus kita jual? Kita semua akan tinggal di rumah ini.
Tidak, Papa. Aku tidak bisa tinggal di sini.
Dan aku juga tidak bisa kembali dari sana setiap saat.
Tuntutan pekerjaan-ku, belum lagi sekolahnya, Vibhut.
Dan kalau dia tetap tinggal di sini..
..lalu kenapa kau mengirimnya keluar negeri?
Aku mengirimnya untuk belajar dan bukan untuk tinggal di sana.
Papa, kalau begitu ikutlah bersama kami ke Amerika.
Tak ada yang harus tinggal di sini, sekarang.
Dan lagipula, Apa yang akan kau lakukan di sini seorang diri?
Bahkan Mama sudah tidak ada lagi di sini.
Mama-mu tidak pergi kemana-mana, Nak.
Dia masih di sini, dari awal rumah ini ada. Dia mendengar perkataanmu.
Kau pergilah. Pergi dan lakukan pekerjaanmu. Papa akan tetap di sini dan memikirkan..
..tempat dimana Papa telah salah mendidikmu.
Ini sungguh Memalukan!
Maksudku, apa kau punya hak atas rumah ini atau tidak?
Maafkan aku, Vijay, tapi aku tidak bisa terus tinggal di sini!
Dan tak perlu membawanya ke Amerika.
Dia tidak akan ikut dengan kita ke Amerika!
Papa, Aku tidak akan pergi.
Papa.
Papa, Aku..
Jangan pikirkan, Nak. Orang-orang memang melakukan kesalahan.
Semua orang pernah melakukan kesalahan.
Tidak, Papa. Kita harus pergi.
Kau akan pergi? Apa maksudmu kau akan pergi?
Papa, kami akan pulang ke Amerika.
Tidak, Tidak, Vijay. Dengar, kau.. kau mau pergi kemana?
Papa, kau bisa datang ke Amerika kapanpun kau mau.
Bagaimana.. bagaimana aku bisa hidup di sini tanpa kalian?
Aku akan terus kirimkan cek untuk mu setiap bulannya.
Vijay, dengarkan aku. Kakek, Aku tidak mau pergi.
Tidak, Nak. Kita tidak akan pergi kemana-mana. takkan pergi kemanapun.
Menantuku, kembalikan barang bawaan kalian.
Vibhut, Ayo. turunlah.
Tidak! Aku tidak mau pergi!
Mama bilang turun!
Vijay! - Vibhut, kemarilah, Nak. Vibhut, Kemari kau!
Tidak, Vijay, Kalau Papa tidak bisa hidup tanpa putra Papa..
..maka aku juga tidak bisa hidup tanpa putraku. Jangan pergi, Vijay.
Jangan pergi.
Apa yang kau lakukan, Menantu-ku?
Kakek, Aku tak mau pergi! Kakek, Aku tak mau pergi!
Kakek, Aku tak mau pergi!
Vijay!
Vijay! Vijay! Vijay! Vijay, jangan pergi, Vijay! Vijay!
Vijay! Vijay! Vijay! Vijay! Vijay! Vijay!
Vijay! Vijay!
Vijay, jangan.. tinggalkan- Papa, Vijay.
Aku terbaring di sini,
tapi dia tidak balik lagi kemari..
..dan dia hanya melihatku sekali. Tidak lagi setelah itu.
Selama aku masih berada di rumah.. rumah ini.
Aku takkan pernah mengizinkan siapapun tinggal di rumah ini.
Kini dia datang, malaikat-ku.
Dia mengubah pandangan-ku.
Aku lupa kalau aku sudah mati.
Apa itu menyakitkan sekarang?
Tidak, Nak, sekarang sudah tidak.
Berapa lama kau akan terus menjaga tempat ini?
Kenapa tidak kau maafkan saja putramu itu?
Tak akan! Takkan pernah! Aku tidak akan memaafkannya!
Dia tinggalkan aku, tapi aku takkan pernah tinggalkan rumah ini! Tidak akan!
Bahkan kalau aku harus terus menjaganya sampai bertahun-tahun lamanya!
Bertahun-tahun lamanya. Sekarang hanya kalian yang tinggal di sini.
Banku akan tetap di sini, selamanya.
Kalian tidak boleh meninggalkan tempat ini Tidak boleh.
Kalian tidak boleh pergi.
Apa dia masih di sini?
Jadi, Dimana dia sekarang?
KaiIash Nath masih menyayangi putranya.
Dia terus mendoakan putranya di kuil ini.
Sekarang dia tertarik pada putra Anda.
Pendeta, Itulah yang kami takutkan..
..Bagaimana kalau dia lakukan sesuatu pada Banku..
Oh Tidak, Tidak. KaiIash tidak pernah membahayakan orang lain.
Dia tidak akan macam-macam.
Lalu Apa.. Apa yang harus kami lakukan sekarang?
Lakukan Selamatan untuk kepergiannya.
Kita harus melakukannya supaya arwahnya tenang di dalam damai.
Tapi cuma putranya yang bisa lakukan itu.
Ya. Dia harus ikut ambil bagian dalam melakukannya.
Lagipula ritual ini belum pernah dilakukan..
..setelah kepergian Tn. KaiIash. yang sudah semestinya dilakukan?
Putranya di luar negeri.
Yah, Aku sudah dengar akan hal itu. Tapi dia di sini selama beberapa hari.
Kalau begitu aku akan bertemu dan bicara dengannya.
Ah.. Kalau kau butuh saran-ku maka putramu..
..bisa memberikan Kailash untuk keselamatannya.
Tuhan menjawab setiap doa dari anak-anak.
Tuhan akan selalu mendengar doanya.
Vijay..
Aditya. - Hai.
Aku selalu datang kemari saat aku mengunjungi Goa.
Kau datang ke Goa tapi kau belum pulang.
Kau tinggallah di sini.
Dan kau mau mengusir kami di luar sana.
Aku membawa permasalahan Kailash ViIIa.
Saat ini akan ku jual tanah itu dan akan kutinggalkan Goa untuk selamanya.
Tiada rumah, Tiada hantu.
Hantu itu tak ada, cuma ada arwah. Arwah yang tidak tenang dari Papa-mu.
Tidak tenang? Tidak puas.
Papa memang selalu tidak puas terhadapku.
Dia tidak pernah bisa mengerti aku.
atau mungkin kau yang tak pernah mengerti terhadapnya.
Vijay, Papamu merasa bahagia dengan rumah itu.
Dia tidak ingin rumah yang dipenuhi..
..dengan kenangan Mama-mu berlalu begitu saja.
Mungkin itu sebabnya arwahnya masih tetap berjaga di rumah itu.
Dengar Aditya, Aku tidak percaya mengenai semua itu.
Dan aku justru menganggap hal itu lucu..
..Arwah Papaku mengganggu orang lain ketimbang diriku.
Bukan mengganggu, hanya memberikan peringatan tentang keberadaannya.
Kau begitu banyak tahu mengenai Papaku.
Hari dimana kau meninggalkan rumah..
..Papamu mengejar putranya untuk menghentikan kepergiannya.
Dan dia terpeleset lalu jatuh dan mungkin..
..mungkin saja berteriak.
Tapi putranya malah tidak berbalik dan melihatnya sekali lagi.
Itu semua kecelakaan! - Itu-kan menurutmu.
Apa yang mau kau katakan? Aku yang bunuh papa-ku?
Kau tak tahu apa-apa Aku tidak bersalah.
Dia bahkan tidak bisa mengerti hal kecil kalau aku..
Sekarang kau belum bisa mengerti seperti hal-hal kecil itu!
Vijay. Vijay, yang perlu kau lakukan adalah meminta maaf.
Meminta maaf pada papamu.
Pulanglah dan minta maaflah padanya kali ini saja.
Mungkin arwahnya akan beristirahat dalam damai.
Kau datang memberitahu-ku mengenai apa yang harus ku lakukan?
Tidak, Aku datang memberitahukanmu bahwa kami tetap..
..melakukan selamatan agar arwah papamu bisa beristirahat dalam damai.
Kami.. akan melakukan selamat terhadap kepergiannya.
Selamatan atas kepergiannya tidak dilakukan di Amerika
..tapi ada orang yang perlu diundang untuk mencapai keselamatannya.
Putranya harus ikut hadir dalam menjalan-kan acara selamatannya.
Hei, Jadi kalian ingin melakukannya. Acara selamatan dan semuanya. Lakukan sesuka kalian.
Aku datang untuk mengambil kunci rumah di hari yang akan datang.
Baiklah, akan kupastikan untuk terus memintamu datang.
Lagipula Vijay, Aku juga tidak percaya akan semua hal ini.
Tapi aku setuju terhadap beberapa hal yang masih belum terselesaikan.
Acara selamatan ini juga tidak akan sempurna tanpa kehadiranmu.
Esok hari, Kita akan adakan acara selamatan..
..untuk Bhootnath-mu.
Benarkah? Apa karena hari ulang tahunnya?
untuk hari dimana ia terlahir kembali, untuk.. keselamatannya.
Keselamatan, Apa itu?
Kemarilah, Banku.
Dengar, Contohnya mirip saat kau akan naik dari kelas satu ke kelas dua..
..Yang jelas serupa dengan acara selamatan Bhootnath..
..dimana dia akan jadi bintang yang bersinar terang bagi malaikat.
Bintang terang! Aku akan pergi dan memberitahukannya.
Hei, Banku.. Banku!
Bhootnath, kau tahu aku akan mengadakan..
..acara selamatan untukmu.
Selamatan?
Ya. Contohnya mirip seperti aku akan naik kelas dua dari kelas satu..
..Kau akan jadi bintang terang dari bintang-bintang lainnya.
Seperti halnya Kakek-ku.
Lihatlah ke sana. - Izinkan aku melihatnya.
Izinkan aku melihatmu melalui isi hatiku.
Aku tidak tahu apakah aku akan bisa bertemu denganmu lagi atau tidak.
Kenapa? Kau juga ingin melihatku seperti melihat kakekmu, kan?
Jelas bisa. tapi aku hanya bisa melihatmu.
Berjanjilah padaku kalau kau juga akan melihatku setiap hari.
Janji. Tapi bagimana kalau mendung menutupi?
Tetap ada Tuhan diantara kita.
Berjanjilah padaku kalau kau tidak akan pernah merepotkan Mami-mu.
Kalau dia tidak memberiku es krim maka biar aku yang berikan.
Berjanjilah padaku kalau kau tidak akan pernah tinggalkan orang tuamu.
Terlalu banyak janji yang terucap dari mulut seseorang?
Bhootnath, Kau baru saja mendapat keselamatan..
..Kau tidak boleh kemana-mana.
Baiklah, tapi sebagai yang terakhir..
Berjanjilah padaku bahwa kau tidak akan pernah menyakiti siapapun..
..dan kau akan selalu memaafkan siapa saja.
Aku tidak akan memaafkan siapapun. - Tidak, Maaf itu perlu.
Bagaikan pakaian kotor yang jadi bersih saat dicuci..
..Hatimu jadi terobati dengan meminta maaf.
Lalu kenapa kau tidak maafkan anakmu?
kenapa kau bawa dendam..
..amarah di hatimu?
Orang yang memaafkan musuhnya..
..adalah orang yang memberikan pengetahuan dan keselamatan.
Waktu berlalu.
Siang berlalu dan Malam menyertai.
Saat lampu kecil menerangi di kegelapan malam
..Berpikir sejenak, pengembara tua dengan cahaya lampunya berjalan ke depan.
Waktu berlalu.
Siang berlalu dan Malam menyertai.
Saat lampu kecil menerangi di kegelapan malam...
..sejenak berpikir, pengembara tua dengan cahaya lampunya berjalan ke depan
Waktu berlalu.
Siang berlalu dan Malam menyertai.
Saat aku tersadar orang terdekat meninggalkan-ku..
..dan siapa yang aneh.
Saat aku tersadar orang terdekat meninggalkan-ku..
..Dan siapa yang aneh.
Hanya kau orang yang ku punya. Hanya kau orang yang menyayangiku.
Aku bisa menahan nafsu, amarah, bersamaan.``
``Aku takkan pernah bisa melupakanmu bahkan kalau aku ingin.``
``Cintamu melingkupi-ku.``
``Beritahu aku, bisakah aku terus memberikan keselamatan?``
Kau tak tahu apakah kau ada untukku.
Betapa hatiku tersentuh saat melihatmu!
Waktu berlalu.
Siang berlalu dan Malam menyertai.
Aku tertidur hampir satu harian..
..Terbangun saat malam tiba.
Kemudian aku tertidur.
Aku tertidur hampir satu harian..
..Terbangun saat malam tiba.
Kemudian aku tertidur.
Sekarang kenapa kau memandangi matahari..
..Kau bodoh, Matahari sudah terbit.
Saat sungai terus mengalirkan rasa kasih sayang.
Kenapa sekarang kau baru peduli?
Waktu berlalu.
Siang berlalu dan malam menyertai.
Saat lampu kecil menerangi di kegelapan malam
..sejenak berpikir, pengembara tua dengan cahaya lampunya berjalan maju.
Waktu berlalu.
Siang berlalu dan malam menyertai.
Sebutkan nama Anda. - Nama Saya Vijay Nath.
Saudara Anda? - Kashyap.
Aku berdoa untuk keselamatan Papa-ku
Aku berdoa untuk keselamatan Papa-ku Tn. KaiIash Nath.
Bagaimana aku tahu, apa itu selamatan?
Jangan gunakan itu sebagai alasan untukku.
Kau mengajarkan-ku tentang kehidupan.
Sekarang jangan tinggalkan aku seperti ini. - Bhootnath.
Papa, dimana Bhootnath-ku?
Bhootnath-mu.. sudah terselamatkan, Nak.
Tapi.. Papa bilang kalau.. kita doakan dia di hari ulang tahunnya.
Dia pergi jauh. Dia pergi jauh.
Kau benar. Ada banyak hal yang ditinggalkan belum terselesaikan sepenuhnya.
Aku tak pernah bisa memberitahu Papa..
Maafkan Saya, Nak.
Maafkan Saya kalau Bhootnath-mu pergi karena ulah kami.
Beritahu padanya kalau rumah ini akan tetap...
..jadi milik kalian mulai hari ini dan beritahu padanya.. agar memaafkan saya.
Langit penuh bintang..
..Mataku dipenuhi dengan air mata.
Kemana kau sembunyi, berikan aku sedikit jawaban.
Bhootnath! Bhootnath! Bhootnath!
Bhootnath! Bhootnath! - Malaikat-ku!
Bhootnath! Bhootnath! Bhootnath! Bhootnath!
Bhootnath! Bhootnath! Bhootnath!
Bhootnath! Bhootnath! Bhootnath! Turunlah!
Bhootnath!
Bhootnath!
Aku bisa terbebas dari hidup tapi tidak dari cintamu.
Aku akan datang di hadapanmu kapanpun kau memanggilku.
Tapi jangan beritahukan ini pada yang lain. - Oke. - Oke?
Kemarilah.
Kalian juga jangan beritahu pada yang lain mengenai hal ini.
Hei, dengarlah, sahabatku. Mari bersenang-senang.
Sedikit nakal, sedikit jahat. Sesuatu yang mencurigakan.
Hei, dengarlah, sahabatku. Mari bersenang-senang.
Sedikit nakal, sedikit jahat. Sesuatu yang mencurigakan.
Tak ada yang melakukannya lebih baik! Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada.
Tak ada yang melakukannya lebih baik!
Tak ada yang melakukannya lebih baik! Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tidak, Tak ada.
Tak ada yang melakukannya lebih baik!
Kau bersamaku, setiap saat, siang dan malam.
Keajaiban bersama dengan-ku.. beritahu aku, bisa kan?
Apapun keinginan ku..
..Kadang minta ini kadang minta itu.
Aku bicara semau-ku! Beritahu aku, bisa kan?
Katakan apapun semaumu. Apakah itu mustahil?
Kau harus selalu tetap tersenyum dan bahagia!
Apapun yang kau mau berharap itu akan terkabulkan!
Tak ada yang melakukannya lebih baik! Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada.
Tak ada yang melakukannya lebih baik!
Tak ada yang melakukannya lebih baik! Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tak ada, Tidak.
Tak ada yang melakukannya lebih baik!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.