Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
9333123.COM
BADAN PERFILMAN, MEDIA PRESS, RADIO & TV
KINGKEY ANIMATION
t e r j e m a h a n b r o t h e r m a x
Para dewa, mohon berikan kekuatanmu.
Kumohon!
Kumohon...
Dewa memang pelit!
Dofu?
Dofu?
Dofu?
DouShou!
DouShou?, bagaimana penakut sepertimu
nanti bisa menjadi dewa?
DouShou?
Abrakadabra, kekuatanmu tak akan mempan kecuali kekuatanku.
Kau tak apa-apa, DouShou?
Abrakadabra, kamu adalah bayi nangis malam-malam.
Tolong jangan gila begini! / Kamu gila dan aku juga, mari kita terus menggila!
DouShou?, ayolah jangan begini!
DouShou?
DouShou?
Kamu ketipu!
Kamu sudah telat latihan, dan kamu masih juga mengerjaiku?
Selama bertahun-tahun ini, bukankah kita sudah diperlakukan kayak kacang bodoh?
Siapa bilang begitu? Akan kuhukum kacang itu!
Kata ibuku
...dan seluruh Kota-Tahu.
Ibuku bilang,
selama bertahun-tahun, para Kacang yang berlatih kesaktian
saudaranya jadi gila
atau menghilang.
LiuAn bilang, selama kamu tekun berlatih,
nanti kamu akan kenaikan.
DouShou. Bukankah kamu ingin jadi dewa?
Tentu saja aku mau.
Tapi... tapi ibuku bilang,
Kenaikan LiuAn
itu hoax (berita bohong).
Sungguh omong kosong!
Kami semua menyaksikan LiuAn mengalami kenaikan.
Walaupun itu nyata,
dia tak pernah sekalipun muncul setelah itu.
Lihatlah kita.
Kesaktian kita nyaris membakar seluruh Kota-Tahu,
oleh karenanya para kacang masih menertawakan kita.
Ibuku juga bilang,
kita bukanlah LiuAn.
Aku tahu, aku cuma kacang bodoh.
Ibuku juga bilang... / Sudah cukup!
Ibuku tak mengijinkanku berlatih lagi.
Tunggu, kamu serius?
Jika kau menyerah seperti yang lain... tinggal aku sendiri yang tertinggal.
Bagaimana kalau aku menjadi gila kayak tadi?
Dofu.
Walau kau gila... aku masih tetap jadi temanmu.
Tolong jangan menghilang.
Kisah kuno menceritakan Raja Huainan, LiuAn
yang tinggal di Gunung Huainan
dan berlatih ilmu kehidupan dewa.
Sebuah meteor jatuh dari negri dewa dan LiuAn merubahnya jadi sebuah Tungku Obat-ajaib-ajaib.
Liuan mengumpulkan semua jenis kacang
untuk menciptakan elixir. (Obat keabadian)
Suatu hari, kacang-kacang itu menjadi hidup
dan membentuk suku sendiri yaitu bangsa Kacang.
Bangsa Kacang menghormati LiuAn seperti Guru mereka sendiri.
Secara tak sengaja mereka menciptakan tahu,
yang tersebar ke seluruh negri.
LiuAn mewariskan ilmu pengetahuan kehidupannya pada bangsa Kacang.
Penunggang Awan,
Telekinesis, (pengendali benda)
Kebal Elemen,
Bangsa Kacang mengikuti LiuAn dalam penggemblengan tanpa lelah.
Ilmu hidup dewa amatlah luas dan dalam,
butuh waktu lama untuk mengendalikan kekuatan.
Kenapa, Dofu?
Guru, apa aku dilahirkan tak menjadi sakti?
Bagaimanapun, apa kau menyukainya?
Ya! / Jika kau menyukainya, maka pertahankan.
Tekunlah,
maka kau akan terangkat menjadi dewa.
Percaya pada dirimu.
Ya Guru, aku percaya padamu.
Bertahun-tahun kemudian, LiuAn terangkat menuju keabadian.
Bangsa Kacang masih terus berlatih,
namun keajaiban-kenaikan tak pernah terjadi lagi.
Ditengah pelatihan bangsa Kacang,
ada yang jadi gila, ada yang menghilang.
Yang terus berlatih kesaktian,
hanya tinggal satu kacang.
Bangsa kacang yang kecewa meninggalkan ilmu hidup dewa satu persatu.
Mereka hidup dengan membuat tahu, dan membangun Kota-tahu di lereng gunung.
KOTA TAHU
Sekali lagi! Tenangkan diri dulu.
Kedua, kumpulkan tenaga.
Ketiga, menembus tembok tanpa cedera.
Keempat?
Tunggu sampai aku mendapat kekuatan itu,
aku harus kasih tahu kalian kalau keabadian itu memang mungkin.
Yang keempat itu merayakan.
Ya!
Dupa untuk Guru LiuAn jangan sampai kebakar habis.
Semenjak naiknya Guru ke langit, apimu akan abadi.
Guru, aku telah berdosa.
Guru, mohon ampuni aku.
Api dupanya mungkin kebesaran, tapi silahkan dinikmati!
Selamat pagi!
Selamat pagi! Butuh bantuan?
Kau tak membantu.
Biar kubantu! Dewa Dao,
berikan aku kekuatanmu...
Enyahlah kau!
Pergilah dari sini!
Dasar gila! / Aku juga tahu ilmu dewa bisa mengobati sakit gila.
Kau lelah kayak anjing,
jadi kau disambut. Kekuatan dari dewa...
Kekuatan dari dewa...
semuanya akan...
membaik.
Baiklah.
broth3rmax
Si Rajin membuat Tahu,
sementara si malas berlatih kesaktian...
Ada Kacang yang hilang lagi.
Latihan ini sebenarnya tak berdampak baik bagi para kacang.
Keponakanku sudah menghilang sejak setahun lalu,
dan kami belum menemukannya.
Kami menyesal membiarkan dia berlatih ilmu dewa!
Kudengar kacang yang berlatih ilmu dewa itu dimakan oleh para monster kegelapan.
Dia masih saja berlatih ilmu dewa! Sebentar lagi dia akan menghilang atau jadi gila.
Hey, guru! Kau mau beri saran pada Kacang cilik kita?
Aku mau jadi dewa!
Kenapa? / Aku tak bisa, karena bokongku terlalu besar!
Memang.
Dofu.
Douxiang!
Hey dou... / Sst!
Biar kuperiksa dulu.
Senyum.
Nangis.
Marah.
Dofuku memang luar biasa.
Kau tidak jadi gila walau melakukan latihan ini!
Hanya aku saja yang berlatih ilmu dewa sekarang.
Seluruh lintas kota sudah dipasangi papan "Dilarang berlatih ilmu dewa".
Tak mungkin ada kacang yang berani berlatih. / Tapi Guru LiuAn berkata...
Kita bicarakan soal Guru itu nanti saja.
Katakan. Apa kau merindukanku?
Kangen tidak?
Ya. / Kamu payah kalau akting.
Aku buatkan tahu untukmu.
Ayo cobalah.
Buka mulutmu.
"Jika kau ingin tahu masa depan,
anggap sejarah sebagai cerminmu."
Apa aku yang menulis kalimat ini?
Sudahlah, abaikan saja.
Apa rasanya enak?
Aku tanya, bagaimana rasanya?
Rasanya enak.
Kalau begitu, makan lagi! Walau tak seenak itu,
kamu harus pura-pura ini rasanya enak!
Ini yang bagus.
"Jika kau ingin hidup baik, nikahilah wanita yang baik!"
Kalimat cerdas dan berima!
Douxiang memanglah cantik di Kota-tahu.
Bagaimana begitu ya? Memang betul.
Mayor,
kami sudah pasang semua papan "DILARANG BERLATIH ILMU DEWA". / Itu ayahku!
Kami secara berkala juga mencari Doushou. / Kali ini kita harus melarang sepenuhnya.
Jangan kita biarkan para Kacang menghilang lagi.
Ya Tuan!
Aku harus pergi sekarang.
"Jika kau ingin tahu masa depan,
anggap sejarah sebagai cerminmu."
Sejarah? Apakah itu...?
Musium Sejarah bangsa Kacang!
MUSIUM SEJARAH BANGSA KACANG
Hoahmm.
Di siang hari bolong, beraninya kalian mencuri Tungku Obat-ajaib-ajaib.
Kembalikan!
Suara apa ini ribut-ribut?
Bukan aku pelakunya!
Kacang hitam pelakunya! Tangkap dia!
Kacang hitam?
Mayor!
Kamu bikin masalah tiap hari.
Sebagai seorang mayor, aku menutup mata.
Bila kau tak melanggar aturan dilarang latihan ilmu dewa.
Aku masih bisa tutup kedua mataku.
Tapi sekarang,
kau sungguh menganggapku kacang buta dan lancang sekali mencuri!
Untuk itu jangan salahkan aku!
Bawa dia ke gunung! / Ya tuan!
Ayo. / Bukan aku pelakunya!
Bukan aku pelakunya! Percayalah.
Bukan aku pelakunya!
Ayo cepat! / Bukan aku pelakunya!
Ayo! Cepat! / Bukan aku pelakunya!
Dofu!
Douxiang! Bukan aku pelakunya!
Ayah, kenapa ayah menangkap Dofu?
Melanggar larangan berlatih kesaktian
dengan diam-diam berlatih ilmu dewa,
itu sudah kejahatan berat.
Sekarang dia merampok! / Pasti ada kesalahpahaman.
Aku percaya dengan Dofu.
Orang lugu kayak dia tak akan berani merampok!
Sayang.
Aku paham yang sedang kau pikirkan.
Aku juga tahu kacang macam apa si Dofu itu.
Tapi lihat dia jadi apa, dengan mengatasnamakan keabadian!
Dia akhirnya akan menyakiti diri sendiri jika kita biarkan dia berbuat sekehendaknya.
Selama dia mau berhenti berlatih ilmu dewa,
aku akan membebaskannya segera.
Aku tak tahu apa yang kau pikirkan.
Meninggalkan hidup yang nyaman demi berlatih ilmu dewa.
Berlatih itu membosankan.
Tak bisa disetujui lagi.
Lihat betapa bagusnya kami.
Punya pekerjaan tetap.
Punya istri yang baik. Absen masuk dan pulang tepat waktu.
Makan, minum, dan main mahyong.
Bukankah ini sudah kehidupan para dewa?
Betul.
Mereka yang berlatih ilmu dewa menghilang atau jadi gila.
Kuharap kamu yang terakhir.
broth3rmax
Hati-hati, bambunya sangat tidak pas.
Kita hampir sampai.
Kudengar tempat ini amat menyeramkan.
Kacang yang pernah naik kesana,
tak pernah kembali.
Sana kau ketuk pintunya. / Apa?
Kenapa tak kamu saja? Dasar kau ini pengecut!
Apa kau mau ajak berkelahi?
Ayo sini rasakan!
Tolong!
Ayo ikut aku. Ingat-ingatlah seumur hidupmu
bila kau tak diperbolehkan berbuat apapun tanpa seijinku!
Tanpa kecuali!
Kau tak boleh berlatih ilmu dewa disini.
Kau tak boleh membicarakannya, bahkan memikirkannya sekalipun.
Tunggu disini!
Apa kau ini dewa, Guru?
Dewa?
Aku ini Kacang Looney!
Pakai ini.
Sayangnya, aku jatuh ke dunia kacang. (bukan dewa)
Aku semula ingin tetap tampil sederhana,
dan menyembunyikan identitasku,
tapi kau tetap saja mengenaliku.
Pasti ini karena nafas saktiku terlalu mudah dikenali.
Guru, selama bertahun-tahun tiada henti aku berlatih kesaktian namun tak ada hasilnya.
Mohon tunjukkan padaku satu jurus kesaktianmu!
Maaf, mohon tunjukkan lebih dari satu!
Sungguh suatu takdir.
Aku bisa katakan kau Kacang berbakat,
dan sungguh dilahirkan untuk sakti.
Ini adalah takdir.
Akan kuajari beberapa jurus untuk melihat wawasanmu.
Terima kasih Kacang Looney! Kapan kita bisa mulai?
Aku tak buru-buru kok. Semeneit lagi? Atau 2 menit lagi?
Hari ini?
Besok?
Tak ada waktu kayak sekarang ini!
Guru. Guru.
Ilmu dewa amat mendalam dan luar biasa.
Tentu saja aku juga mendalam dan luar biasa.
Aku bisa buat air panas jadi dingin.
Lihat ini. Abrakadabra!
Tak perlu buru-buru. Sebentar lagi akan dingin.
Aku juga bisa berbicara dengan buah-buahan.
Ya kenapa?
Kau bilang kamu lapar?
Aku juga.
Sebelum kau menerima keabadian,
para dewa akan membuatmu menderita lebih dulu.
Bertujuan untuk membantumu menjadi dewa secepatnya,
kuingin kamu lakukan kerjaan kotor dan melelahkan
dan aku akan ambil semua makanan dan minumanmu.
Jika kau terima ini, berarti kau punya wawasan luar biasa.
Aku bersedia! Wawasanku sudah tentu luar biasa!
Mulai sekarang, kau tak perlu melakukan apapun. Aku akan melayanimu seperti bibinya orangtuaku.
Kedengarannya bagus juga. Ternyata kamu lebih berwawasan dari dugaanku!
Kalau begitu apa kau bisa ajari aku segera, Guru besarku?
Tentu, tapi biar kukumpulkan kekuatan dulu.
Zzz..
Guru?
Guru?
Waktunya istirahat!
Kamu kayak merindukan rembulan.
Tak akan pernah!
Sakitnya hati ini.
Ini untukmu.
Guru, kenapa kacang-kacang disini begitu bodoh?
Kebodohan mereka dalam wawasanmu,
adalah untuk menunjukkan rasionalitasmu.
Halo Mary! Sungguh?
Pendatang baru!
Oh bukan kamu sayang.
Baik.
Nanti kuhubungi lagi.
Wanita dari planet Venus, bukan begitu?
Hey bro! Mari berfoto!
Cheese!
Kita ngobrol lagi nanti.
Halo, Daisy!
Sudah lama tak ketemu.
Kau akan temukan (trik) jurus-jurusnya dimanapun
2000 tahun kemudian.
Walaupun trik seberat itu!
Kapan aku bisa jadi profesional?
Sebuah panci yang diawasi tak akan pernah mendidih.
Tentunya aku akan mengajarimu jika sudah waktunya.
Aku sangat mencintaimu...
Siapa itu?
Guru, seperti apa negeri dewa itu?
Apa disana dimana-mana ada dewa?
Ya, begitulah!
Begini, para dewa itu gelap.
Gelap? / Aku akan mengajarimu menembus tembok mulai sekarang.
Disaat kamu menembus tembok,
akan kutunjukkan jalan menuju negeri dewa.
Lalu, kau bisa melihatnya sendiri.
Jalan menuju negeri dewa?
Jalan menuju negeri dewa?
Apa tadi kau bilang mau ke negeri dewa?
Aku tahu jalan pintasnya.
Ayo kemarilah.
Dengar! Aku tahu jalan pintasnya
menuju negeri dewa.
Ikut aku.
Tunggu!
Sebenarnya dimana tempatnya?
Memang kau ini siapa?
Perawat! 2 orang gila ini terus mengikutiku!
Perawat!
Ayo lari!
Aku ini bicara sama siapa?
Kumpulkan semua kekuatanmu ke ubun-ubun kepalamu.
SIAPA YANG BERLATIH ILMU DEWA!
Dia! Cepat tangkaplah dia!
Guru sedang meditasi.
Sang Dao melahirkan satu,
satu dijadikan dua,
dua dijadikan tiga,
dan tiga dijadikan banyak!
Alam dan manusia bersatu.
Guru bukan sekedar guru biasa!
Dia seorang guru sejati!
Dia memahami seluruh semesta melalui apel!
Ini cuma peregangan.
Apa tadi itu?
Guru Looney.
Mengesankan. Sekarang persiapanmu matang.
Yang kau butuhkan hanya kesempatan.
Bila saatnya tiba, sudah saatnya untuk kenaikan.
Bersabarlah,
Dewa Kacang.
Ya Tuan.
Dofu!
Untuk pertama kalinya kamu kedatangan pengunjung.
Douxiang?
Dofu.
Kamu agak kurusan.
Tak usah cemas. Kurang berat badan itu bagian untuk menjadi dewa.
Kamu masih saja berlatih?
Sebentar lagi aku memenuhi syarat!
Kata Guru Looney, bila kesempatan itu tiba,
saatnya untuk kenaikan.
Guru Looney? Siapa itu?
Syukurlah!
Berkat ayahmu yang mengurungku disini
aku jadi bisa bertemu seorang Guru sejati!
Biar kuperkenalkan sang Guru hebat Looney!
Hai!
Dia cuma tertahan di dunia kacang untuk sementara.
Dia sebenarnya guru besar yang super hebat.
Suatu hari nanti aku akan seperti dia!
♪ Duh Tss Duh Tss.. ♪
♪ Segila kacang, segila dewa ♪ ♪ terus berputar dalam kesia-siaan ♪
♪ Segila air mata, segila tertawa ♪
♪ Segelas anggur bersulang ke langit ♪ ♪ Segila dirimu, segila dia ♪
♪ Tertawa secair otakku ♪
Sungguh guru sejati!
Sungguh Kacang yang kuat!
♪ Mungkin ini tak ada ♪
Sudah cukup!
Mari kita keluar dari sini! Ayahku sudah bilang,
apabila kau berhenti berlatih ilmu dewa
kau bisa bebas kembali ke Kota-Tahu segera.
Walau sekarangpun, kamu masih menganggap kami gila?
Bisa 'kan kau lakukan itu demi aku?
Kumohon, Dofu?
Guru LiuAn bilang, aku harus tekun!
Kalau begitu berlatih tekunlah dan tetap disini selamanya!
Suatu hari nanti kau akan mengerti.
Biarkan saja dia!
Wanita itu dari planet Venus.
Menurut perkiraanku,
kau akan kenaikan.
Benarkah?
Kenapa tak kau katakan sejak awal?
Aku baru merasakannya.
3 hari lagi, 7 bintang akan sejajar dan
jalan menuju negeri dewa akan terbuka.
Kau menuju ke Istana Raja Huainan di puncak Gunung Tofu.
Disana kau akan terangkat menjadi dewa.
Bagaimana cara aku bisa sampai ke sana?
Tentu saja menembus tembok!
Menembus tembok, Dewa Kacangku!
Ini dia bersiap!
Sedang apa kalian sekarang?
Dia berhasil!
Dofu?
Dasar si bodoh ini.
Kenapa dia selalu membuatku khawatir?
Siapa kamu!
Siapa kamu!
Kenapa terus mengikutiku? / Aku tak mengikutimu.
Cuma ini jalan naik ke gunung.
Kenapa kau mau naik ke gunung?
Kenapa kau mau naik ke gunung? / Bila kusampai di puncak Istana raja Huainan,
aku akan menjadi dewa yang hebat!
Jangan bercanda, aku pernah dengar kalau yang melalui jalan ini tak akan pernah kembali.
Aku juga dengar kalau... / Kau silahkan saja disini, aku harus pergi sekarang.
Jalanku masih jauh.
broth3rmax
Bu, kenapa masih mengikutiku?
Aku sudah bilang,
cuma ini jalan menuju puncak...
sekarang tak ada lagi. / Perhatikanlah.
Abrakadabra!
Cepat lari!
Lihat 'kan, sekarang ada jalan!
Tunggu!
Rasanya sungguh tak enak! / Kita ini di alam liar.
Memang kamu berharap makan apa?
Kau harus pura-pura ini enak sebagai rasa terima kasih.
Ucapanmu seperti kata temanku.
Siapa? / Namanya Douxiang.
Kuberitahu suatu rahasia, tapi jangan bilang siapa-siapa.
Dia membuat tahu yang sangat tak enak.
Kau bilang apa barusan?
Tidak enak bagaimana?
Bagaimanapun, aku sangat merindukan dia.
Bila aku menjadi dewa,
aku akan kembali padanya.
Untuk apa?
Untuk membuat Tahu! Akan kugunakan kesaktianku
untuk membantu dia membuat tahu paling enak di dunia.
Lihat! Ini Istana Raja Huainan!
Dofu.
Ya benar!
Inilah tempat dimana Guru LiuAn menjadi dewa.
Guru!
7 bintang sejajar?
Guru Looney tak bohong padaku!
Guru!
Jika malam ini adalah kesempatan bagi Dofu untuk menjadi dewa,
mohon beri aku petunjuk!
Guru, Dofu sudah siap!
Ini nyata.
Aku terangkat!
Bu, jaga dirimu ya!
Guru.
Wow, seperti inikah negeri dewa itu?
Itu 'kan...
Guru LiuAn!
Dofu?
Guru LiuAn!
Aduh!
Kenapa ini? Apa ini?
Dewa kegelapan?
Kacang Looney tak bohong padaku.
Heida...
Tungku Obat-ajaib!
Tungku Obat-ajaib menurut pandanganmu
cuma sebuah batu tanpa batas.
Bertahun-tahun lalu,
kami dibuang oleh Kacang Semesta.
Kami mencari-cari ke seluruh semesta Batu Tanpa-batas itu.
Namun, saat kami melintasi bumi,
salah satu Batu Tanpa-batas kami terjatuh,
dan batu itu diambil oleh si brengsek ini.
Kukira itu adalah hadiah dari dewa.
Dia bukan cuma mengambil Batu Tanpa-batas itu,
tapi juga merubahnya menjadi Tungku Obat-ajaib.
Yang lebih konyol lagi,
mereka menganggap itu ilmu dewa.
Apa berarti ilmu dewa itu mengada-ada?
Tidak, Dofu. Ilmu dewa mendalam dan luar biasa.
Kita belum memahami sepenuhnya.
Mereka pasti bukanlah dewa.
Kedua makhluk bodoh ini
masih saja mengira teknologi modern kita itu kesaktian!
Kau boleh abaikan aku,
tapi jangan abaikan ilmu dewa!
Kekuatanmu sepenuhnya telah diserap oleh teknologiku,
tapi kau masih percaya ilmu dewa?
Urus dirimu sendiri!
Semuanya telah ditakdirkan.
Ini pasti takdirku.
Inilah takdirku.
Guru, apa yang terjadi?
Kau harus belajar jalan sebelum berlari.
Ketidaksabaranku selama bertahun-tahun
yang membawaku ke situasi sekarang ini.
Dofu, mohon yakinlah dengan ilmu dewa.
Tidak lagi, tapi kau harus yakini...
Diam!
Guru LiuAn
bukanlah mengalami kenaikan.
Apa yang harus kupercaya?
Walau kau jadi gila,
aku masih tetap temanmu. / Yang rajin membuat Tahu,
sementara yang malas berlatih ilmu dewa...
Hey, guru! Bisa kau beri saran Kacang kecil kita ini?
Tapi lihat jadi apa dia sekarang dengan mengatasnamakan keabadian!
Selama dia mau berhenti berlatih ilmu dewa,
aku akan segera membebaskan dia.
Lepaskan aku! Lepaskan aku!
Ayo!
Yang Mulia, kami telah menangkap wanita tua di gunung.
Tawan dia sekarang.
Akan kumanfaatkan dia nanti.
Ya Tuan! / Dofu?
Dofu!
Kaukah itu? Sedang apa kau disini?
Bukankah kau terangkat naik menuju negeri dewa?
Tempat apa ini?
Kita dimana sekarang? Dofu, katakan sesuatu!
Kalian mau apa! Lepaskan aku!
Lepaskan aku! / Douxiang!
Seorang kenalan!
Dofu, sudah kubilang padamu!
Tidak ada ilmu dewa di dunia ini!
Tidak juga.
Biar kutunjukkan apa itu ilmu dewa!
Douxiang?
Dofu.
Tidaaak!
Douxiang?
Douxiang?
Tenang saja, nanti akan kubuat kalian reuni segera.
Dasar kau bajingan, akan kubunuh kau!
Kamu?
Baiklah, mari kita bersenang-senang.
Akan kutunjukkan apa itu ilmu dewa!
Itukah kesaktianmu?
Douxiang.
Aku ikut denganmu.
Kawan tua,
kau harus bayar semua perbuatanmu.
Kembalilah ke tempat asalmu!
Bila kita sudah mendapatkan kekuatan utama ini,
kita bisa kumpulkan sisa kekuatan dari Kota Tahu
dengan tiupan angin.
Musnahkan mereka semua!
Musnahkan mereka!
Ilmu dewa? Tahu?
Hancurkan semuanya!
Musnahkan!
Kepada semua Kacang Kegelapan yang terbuang,
hari ini kita akan menulis sejarah kita sendiri!
Heida...
Hahaha...
Bunuh mereka semua!
Hu-Ed?
Sungguh indahnya...
Hahaha...
Tolooong!
Kacang Kegelapan?
Hahaha...
Guru, aku tak lahirkan untuk jadi sakti?
Guru LiuAn berkata, aku harus tekun berlatih!
Dofu-ku pastinya luar biasa.
Kau tak jadi gila walau berlatih selama ini!
Bahkan sekarangpun kau tetap menganggap kami gila?
Hahaha...
Kedua bodoh ini
masih menganggap
teknologi modern kita itu kesaktian!
Hahaha...
Guru,
apa yang harus kupercaya?
Dofu.
Semangatlah!
Douxiang!
Douxiang,
ilmu dewa itu ternyata dusta! Tak ada yang nyata!
Itu tak benar. Setidaknya dirimu yang nyata.
Ketekunanmu itu juga nyata!
Nyata?
Aku ini cuma lelucon.
Kau memang benar. Harusnya dari dulu aku berhenti.
Dofu,
jangan lupa janjimu.
Douxiang!
Douxiang...!
Douxiang.
Bagaimana...
bagaimana mungkin bisa begini?
Kenapa kalian masih diam? Cepat!
Pasukan Laser!
Dasar prajurit goblok!
Ayo mulai!
Sialan!
Ayo keluar!
7 bintang sejajar!
3 hari nanti, 7 bintang akan sejajar
dan jalan menuju negeri dewa akan terbuka.
Kali ini akan kulenyapkan kau selamanya!
Aku percaya bila ilmu dewa itu ada.
Tidaaaak!
Douxiang.
Biarkan aku masuk!
Biarkan aku masuk!
Guru!
Dofu, larilah!
Guru!
Abrakadabra!
Guru!
Kau tak apa-apa?
Tungku Obat-ajaib.
Guru, kau tak apa-apa?
Guru!
Douxiang?
Guru, sekarang bagaimana dengan Douxiang?
Douxiang telah mengorbankan dirinya demi menyelamatkanmu.
Mengapa?
Kumohon jangan.
Semua di dunia ini telah ditakdirkan,
dari mulai lahir sampai kematian.
Ini bukan hanya waktu bagi dia untuk kembali hidup.
Tapi, Guru.
Sekarang adalah waktunya
bagi kita berdua mewujudkan mimpi kita.
Guru, inikah cara kehidupan?
Semua punya cara hidup masing-masing. Tetap ikutilah impianmu.
Buatlah tahu, berlatihlah ilmu dewa
adalah sepenuhnya Dao.
Ayo cepatlah!
Hu-ed!
Beli sepotong tahu.
Terima kasih.
Dofu, aku beli sepotong yang biasanya.
Terima kasih.
Masih tahu lama yang sama.
Dofu, tolong 3 potong ya.
brothermax
Aku yakin
bila kau suatu hari nanti akan kembali.
broth3rmax, 17 Nopember 2017
PLEASE NO RESYNC/RE-UPLOAD/DELETE-CREDIT broth3rmax, 17 Nopember 2017
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.