Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Film ini berdasarkan kejadian nyata, dengan perubahan nama
Simpang Empat Yakchon, Agustus 2000
Ya?
Kamu di mana? Sudah jam berapa ini!
- Lagi di jalan ini. - Segera pulang!
- Mama tidur dulu saja! - Kamu naik motor lagi?!
Alih Bahasa oleh valencianista
Hei!
Sepertinya bakal bikin pusing lagi.
Apanya?
Operasi gabungan besar-besaran
menjelang Piala Dunia dan juga pemilu setempat.
Iyakah? Kesempatan bagus itu.
Apanya?
Deklarasi Perang terhadap Kriminalitas yang Kedua.
Hyungnim, anda mengincar posisi Kapolsek?
Apa kamu bilang?
- Model begini cocok apa? - Tentu saja, hyungnim.
- Selamat, pak kapolsek. - Jangan berisik kamu.
- Ayo makan. - Siap, hyungnim.
Sebentar.
Kalian.
Bukankah dia yang ada di kafe?
- Iya, bocah tengil itu. - Sedang apa dia di sini?
Dia tiba-tiba nongol...
Loh, bapak ngapain?
Apa ini?
Jaksa Penuntut, tuntutan hukuman?
Sebagai patokan pencegahan meningkatnya angka kriminalitas,
kami mengajukan hukuman paling maksimal yang dapat dijatuhkan.
Keputusannya ialah sebagai berikut.
Terdakwa Cho Hyun-woo
dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.
- Apa-apaan! - Mama...
- Apa-apaan! - Aku tidak melakukannya, mama!
- Lepaskan anakku! - Dia tidak bersalah!
- Anakku... - Tolong aku!
Mama, tolong aku!
Mama! Mama!
Anjing kalian semua!
Mama! Bukan aku pembunuhnya!
Pengadilan dapat mengabulkan persidangan ulang apabila dirasa ada cacat hukum dalam persidangan sebelumnya
Penyelidikan Ulang
Hei!
Kenapa kamu tidak pulang ke rumah? Sudah gila kamu?
Kamu punya rasa tanggung jawab tidak?
Bukan karena aku egois.
Benar gila kamu rupanya, lalu apa?
Aku tidak ingin kalian berdua merasa rendah diri.
Tidak, aku tidak pernah menginginkan hal semacam itu.
Kita bisa bicarakan nanti di rumah, kenapa harus kita bicarakan di sini?
Aku tidak ingin melihat stiker penggusuran rumah ada di pintu rumah kita.
Mama Papa bertengkar lagi?
Ya.
Tidak, sayang, mama dan papa tidak bertengkar.
Tidak, kita beneran bertengkar.
Mama dan papa tidak bertengkar, cuman sekedar ngobrol.
Aku sudah terbiasa.
Ini memalukan, jadi jangan berisik ya.
Oke, papa minta maaf.
- Ada apa dengan gaya bahasanya? - Dia mewarisi watakmu.
Aku terlibat dalam persidangan ini.
Aku terseret olehmu yang melibatkan uang mama, papa, dan kakakku
untuk membeli apartemen di kota yang baru dibangun, bukan?
Benar, maaf.
Pengadilan akan segera dimulai.
Kumohon pulang sana, aku capek banget ini.
Pulang ya.
Kerja yang bener.
Pihak terdakwa sudah hadir?
Sudah, Yang Mulia.
Pihak penggugat?
Sudah, kami di dalam sini, dan di luar ruangan.
Pihak kami banyak yang datang.
Terdapat lebih dari 10.000 penggugat.
- Pengacara Lee. - Ya, Yang Mulia.
Saya tidak suka
pengacara yang mempergunakan persidangan untuk kekayaan atau promosi jabatan,
Saya sangat membenci itu.
Begitu pula saya.
Untuk melindungi aset klien saya, saya bahkan mempergunakan uang saya sendiri...
Dasar tidak tahu malu!
Silakan duduk.
Ya, Yang Mulia.
Berikut keputusannya.
Bisa-bisanya bapak kabur begitu saja!
Bapak harus bertanggungjawab! Saya kehilangan 500.000!
Dasar tukang tipu!
Tukang tipu?!
Saya membayar persidangan ini dengan merogoh kocek saya sendiri!
Saya memiliki banyak hutang karena ini!
Saya mencurahkan semuanya, lalu kalian sebut saya tukang tipu?!
Seharusnya bapak setuju sejak awal, sekarang pasti sudah beres!
Pengadilan dengan tidak adilnya memihak perusahaan besar.
Kita harus naik banding, ini semena-mena namanya!
Ada telepon, sebentar! Tenang sebentar!
Ya, sunbaenim!
Ya, sidangnya sudah selesai.
Kejaksaan Agung ternyata busuk.
Dewan Hakim harus diganti.
Halo? Sunbaenim?
Tidak kedengaran, permisi!
Halo? Tidak kedengaran.
Halo?
Bagaimana seharusnya saya menjalani hidup?
Saya daftarkan ini lalu selesai begitu?
Melepas anak dua tahun menjalani wajib militer sudah cukup menderita,
tapi anak saya menghabiskan 10 tahun di penjara!
Saya paham ibu dalam keadaan sulit.
Lihat ke sini, bu.
Apa?
Saya sudah lihat ini, lalu apa?
Ia sudah membayar konsekuensi kejahatannya, kenapa harus bayar lagi?
Anak ibu membunuh orang, orang yang berkeluarga!
Keluarganya menerima 40.000 dari biro asuransi kami.
Itu yang kami minta ibu bayar.
Jumlahnya lebih dari 40,000!
Nilai uang tidak statis.
Bayangkan bunga 10 tahun!
Tidak ada gunanya membuat keributan di sini.
Lepasin, lepasin!
- Lebih baik ibu pulang. - Bunuh saja aku!
Hei, Yoo-min.
Ada apa?
Hal yang aku tanyakan minggu lalu,
bagaimana kelanjutannya?
Maaf bro, kami juga lagi kesusahan ini.
Jadi, tidak ada satu pun lowongan?
Aku ada rapat.
Lain kali kita kumpul minum-minum, oke?
Pasti enak rasanya jadi orang sibuk.
Hei bocah!
Kemari, kemari sebentar.
Begini.
Apakah ada guru yang ingin kalian tuntut?
Atau kakak kelas yang memukulmu?
- Ini orang ngomong apa dah? - Entah.
Ayo pergi.
- Orang gila kali? - Oke, pergi sana.
Krisis paruh baya?
Apa-apaan...
Mo Chang-hwan
Bersulang!
Nikmat!
Bocah ini sudah besar rupanya.
Kamu cuma bocah ingusan dulu kita pertama ketemu.
Kita ketemu di asrama, kita sama-sama sudah dewasa, kampret.
Keren juga, baru?
Jam tangan baru, keren banget.
Stop, jangan pegang-pegang.
Ngomong-ngomong, jam tangan yang dulu aku pinjamkan, kembalikan sini.
Sudah lama hilang.
Itu Rolex cuk...
Kalau kamu menghilangkan Rolex...
Istriku menggadaikannya untuk kebutuhan sehari-hari.
Aku dengar pekerjaanmu naik-turun, kenapa bisa begitu?
Aku ingin tenar dengan satu gebrakan.
Mo Chang-hwan.
Oke, ayo kerja bareng.
Omong apaan kamu?
Aku mengijinkan biro hukummu memantauku, bagaimana?
Scouting tidak bisa seenak jidatmu, Itu tergantung perusahaan pemberi kerja.
Tidak ada pengacara yang lebih cerdas dan lebih murah daripada aku.
Jadi partnernya mendapat bagian 50:50?
Joon-young, aku senang kamu masih hidup.
Semoga kita panjang umur dan sejahtera.
Aku pergi dulu.
Chang-hwan, duduk. Duduk dulu.
Ayolah.
Chang-hwan, tidak bisakah kamu mempekerjakanku di biro hukummu?
Aku akan menerima apapun yang bisa mendatangkan uang.
Itu bukan wewenangku, bosku masih sehat wal afiat!
Ini permintaan terakhirku sebagai temanmu.
Aku akan melakukan yang terbaik.
Maaf, maaf.
Selamat pagi.
Saya terlambat.
Mari kita mulai sesi mentoringnya.
Oke.
Kemarin saya menghadiri pestanya Hermes bersama seorang teman yang kebetulan dokter,
orang-orang mengantre untuk diperiksa...
Kamu masih mabuk?
Aku baik-baik saja.
Dia ditanyai tentang 3 kelenjar.
Prostat, gondok dan getah bening.
Karena gratis, orang-orang bergerombol.
Orang Korea suka yang gratis-gratis.
Temanku terlihat jengkel dan berbisik,
"Pak Gu, kalau bapak jadi saya apa yang akan bapak lakukan"
Menurut kalian saya akan jawab apa?
"Semua yang meminta diagnosis akan saya kenai biaya."
Jadi, inilah pertanyaan hari ini.
Apa yang kalian lakukan pertama kali di pagi hari setelah bangun tidur?
Dari kacamata pengacara tentunya.
Kamu?
Sepertinya forumnya ditutup saja.
Anda menagih ongkos teman anda yang dokter tadi.
Namamu?
Lee Joon-young, kami ujian profesi bersama-sama.
Apa kamu mabuk?
Tidak, saya bahkan tidak kuat minum-minum.
Bagaimanapun juga, bingo.
Kalian tahu kenapa orang-orang ke persidangan akhir-akhir ini?
99.9% adalah menyangkut uang.
Jadi, yang saya yakini adalah
melindungi aset klien adalah tujuan utama pengacara.
Jenis klien yang asetnya butuh dilindungi juga krusial.
Ia bisa saja pernah melakukan kejahatan terhadap masyarakat atau...
Klien dengan kekayaan melimpah, tentu saja.
Apa?
Biro hukum adalah perusahaan yang menawarkan pelayanan hukum.
Dengan demikian, kita tetap harus menghasilkan keuntungan.
Tapi tetap saja,
bukankah seharusnya pelayanan publik menjadi prioritas pengacara?
Pelayanan publik?
Banyak orang meyakini bahwa masyarakat kita rusak pada akarnya.
Kenapa begitu?
Karena mereka miskin.
Dari sudut pandang si kaya, ini adalah masyarakat ideal.
Jadi rekan-rekan semua, kita jujur-jujuran saja, oke?
Kita menghabiskan uang ratusan ribu untuk mencapai posisi ini.
Karena uang, bukan?
Paling tidak itu yang saya inginkan, sejak kecil.
Menarik.
Saya salah ngomong kah?
Dia mahasiswa yang cerdas, menghasilkan banyak uang untuk biro hukumnya juga.
Jadi kenapa ia di sini?
Ia mewakili gugatan hukum berkelompok terhadap kota baru...
Sudah kuduga.
Kamu mengejar satu kasus besar kemudian kehilangan segalanya.
Kampusnya?
Ia tidak menyelesaikan kuliah di kampus tanpa nama.
Pak Mo.
Bos.
Anda ada agenda hari ini.
Tiba-tiba saya ada agenda lain...
bagaimana ya...
- Saya batalkan saja? - Jangan, tidak perlu.
Pak Lee Joon-young?
Ya, bos.
Ada kasus yang ingin saya serahkan pada anda.
Terima kasih, saya akan melakukan yang terbaik.
Oke.
Traktir aku makan siang, OKE?
Konsultasi Hukum Gratis
Lihat ke sini.
Senyum sedikit dong?
Ini akan dipajang di beranda situs kita.
Ayo kita pulang? Waktu sudah habis.
Ada satu lagi!
Ia mendaftar berbulan-bulan yang lalu.
Membosankan, ya?
Bukan main...
Bagaimana kamu bisa sejago itu tanpa mata yang berfungsi?
Tapi, kamu bukan pemilik lautan ini.
Omong kosong.
Lautan ini adil untuk semua.
Kalian pikir si buta ini bisa panen berapa banyak?
Aku dapat kerang!
Itu batu.
Itu logat apa coba?
Ia pengantin dari Uzbek atau apalah itu.
Ia kurang mujur.
Kami hendak memperkenalkan dia pada pengacara sungguhan,
tapi tidak ada yang mau menerima kasusnya.
Astaga! Astaga!
Bannya kempes.
Lalu bagaimana ini?
Sepertinya itu rumahnya.
Pak Lee!
Ada yang di rumah?
Halo?
Kami dari Themis.
Ada yang di rumah?
Ada orang nih.
- Selamat siang. - Halo.
Kami datang untuk membahas perihal kasus ganti rugi.
Astaga!
Bocah ini kenapa lagi coba?
Brengsek!
Bukan main.
Apa maksudmu?
Aku tak ada uang, pergi saja sana.
Omong apa kamu?
Sepertinya ada kesalahpahaman.
Pergi sana!
Ada tamu ya?
Siang, ibu!
Pak Lee!
Saya di sini bersama seorang pengacara, beliau Lee Joon-young.
Selamat siang.
Bukankah ibu yang mengajukan permohonan konsultasi hukum?
Ya, ya.
Ini semua tidak ada gunanya!
Kamu itu yang tidak ada gunanya!
Kita harus melakukan sesuatu!
Kita sudah berulang kali ditipu!
Jadi kita lebih baik minum miras dan tidur setiap hari?
Aku mohon, jangan ganggu aku!
Coba dengar si kampret itu.
Tunggu di sini sebentar ya, Pak Pengacara.
Saya harus ke pasar untuk mencari uang.
Tentu saja, ibu, tidak perlu terburu-buru.
- Pak Lee. - Silakan masuk.
Pak Lee!
Silakan masuk, aku saja yang nyetir.
Masih cukup lama truk dereknya sampai sini.
Ya Tuhan!
Bagaimana kalau kita dengarkan cerita ibu itu?
Kamu tidak lihat? Bocah brengsek begitu.
Baiklah, tidak usah kita lakukan kalau begitu.
Ya, tidak usah saja.
Bos sangat mempedulikan citra biro hukum ini.
Bagaimana baiknya kulaporkan hal ini ya?
Sialan!
Sial! Sial!
Hak untuk ganti rugi adalah,
ketika pihak ketiga mengeluarkan biaya atas nama anda,
mereka memiliki hak untuk menagihnya.
Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan.
Dinas Kesejahteraan Sosial membayar kompensasi si korban,
keluarga dari orang yang kamu bunuh 14 tahun lalu.
40.000 atau entah berapa itu.
Berhubung mereka membayar itu, mereka ingin kamu membayar mereka balik.
Kamu paham? Konsultasinya beres kalau begitu.
Bukan aku pembunuhnya.
Apa?
Aku tidak membunuh orang itu.
Tentu, aku turut bersimpati.
Aku tidak tahu apa itu ganti rugi, jadi bilang pada mereka agar enyah saja.
Akan kusampaikan pada mereka.
Apa sih hukum itu?
Kamu terus bicara tentang hukum.
Apa itu benar-benar ada untuk melindungi rakyat?
Hei.
Apa yang sebenarnya ingin kamu sampaikan?
- Mau ke mana sih? - Ikut saja sudah!
14 Tahun yang Lalu - Mau ke mana sih? - Ikut saja sudah!
14 Tahun yang Lalu
- Let go! Let go! - Holy cow! 14 Tahun yang Lalu
14 Tahun yang Lalu
Aku sibuk, mau apa sih? 14 Tahun yang Lalu
Aku sibuk, mau apa sih?
Ikut aku, ayo!
Sekolah tak ada gunanya, tak ada yang kupelajari di sana.
Sekolah bukan untuk belajar.
Itu untuk menenangkan pikiran orang, seperti aku ini.
Dasar bocah.
Harus dilipat, agar sedikit kelihatan.
Kamu terlihat seperti Cha In Pyo.
Cha In Pyo?
Aku tahu.
Jangan begitu, turunkan!
- Kerahmu turunkan! - Lepasin!
Dasar bocah! Turunin kerahnya!
Biar keren ini!
Selamat datang.
Tidak ada pelanggan lagi?
Pemabuk di Yakchon sudah mati semua sepertinya.
Silakan masuk, di sini sejuk.
Bocah itu tidak sekolah apa?
Kok dia di sini jam segini?
Bapaknya mati di laut, dan dia tinggal dengan ibunya.
Kota ini banyak bocah tengil macam dia.
Aku satu-satunya malaikat di sini yang mempekerjakan mereka.
Mau minum? Kami punya anak ayam baru.
Ini mah bukan anak ayam.
Telur ini mah.
Halus dan lembut, ya?
- Ada apa? - Tidak, pak.
Hyungnim,
kelihatannya dia masih di bawah umur.
Tolol, kamu pernah melihat polisi ditangkap karena hal remeh begini?
Jadi polisi harus lihai, sini tangkap sini.
Siapa namamu?
- Su-jung. - Su-jung?
Kedengarannya subur!
Buset!
Hei!
Apa-apaan?!
Kamu punya mata gak sih?!
Hei! Sini kamu!
Sini kamu!
Ketemu lagi aku bunuh kamu...
Dia tiba-tiba nongol...
Apa ini?
Kamu bilang kamu bertemu pelakunya.
Itu saja?
Bukan, anu...
Kejadiannya begitu cepat...
Kamu bohong ya?
Jadi.
Bagaimana ingatanmu sekarang?
Aku, aku...
Aku tidak membunuhnya...
Lihat ini.
Para pembunuh memiliki tanda tersendiri.
Apa?
Bangsat.
Angkat kepalamu.
Angkat.
Tanyakan pemilik kafe.
Aku menemuinya lepas tengah malam, ia meneleponku.
Ia bilang ia tak pernah menemuimu.
Apa?
Duduk yang tegak.
Kamu sedang berpura-pura ya, bangsat?
Lepas pakaianmu.
Lepas semua hingga tinggal celana dalam.
Aku bilang lepas bajumu!
Oke, oke, akan aku lakukan.
Catat ini.
Bangsat.
- Lebih cepat bukanya. - Oke, oke.
Bocah tak berguna.
Si kampret ini dan sopir taksi terlibat cekcok.
Mereka saling salip satu sama lain di jalanan,
mengumpat dan lain sebagainya.
Tiba-tiba ia menghadang taksi itu dengan vespanya,
dan mengeluarkan pisaunya.
Apa?
Ada apa ini?
Kamu harusnya lebih paham daripada aku.
Kemudian ia masuk ke kursi penumpang,
dan dengan ini,
ia menusuk punggung, pinggang, dan leher si sopir.
Punggung, pinggang dan leher...
Brengsek.
Sebentar, sebentar, detektif.
Bagaimana bisa saya membunuh orang dengan ini?
Bocah kampret!
Dia belum paham juga rupanya.
Hyungnim, kalau saya pikir-pikir,
luka di tubuh korban cukup besar,
dan pisau ini sedikit terlalu kecil.
Apa? Iyakah?
- Sedikit... - Hyungnim!
Sudah saya temukan!
Ini ada di dapur kafe.
Sesuai dengan luka di tubuh korban.
Lihat?
Ini dia bukti krusial.
Anjing! Bukan aku pelakunya!
"Anjing"?
Ia belum kenal aku ternyata.
Aku itu...
penyerang Yakchon FC!
Si kampret ini belum paham juga.
Sudah cukup.
Anggap saja kamu sedang menjalani wajib militer lebih awal.
Sudah berapa lama ia tidak sadarkan diri?
Tidak kita berikan resusitasi saja apa?
Pak Lee, masih hidup?
Bangun.
Masih hidup rupanya.
Ayo, bangun.
Kamu ternyata?
Kok baru kelihatan?
Aku keluar dari kasus perceraian karena kesalahan administrasi.
Huh? Apa yang terjadi?
Paralegal (asisten pengacara) lupa mengirimkan berkas ke pengadilan.
Tapi aku sudah meminta maaf...
Kamu meminta maaf?
Kamu tolol atau apa sih.
Aku apa?
Lihat sekitarmu.
Apa ada penguasa yang meminta maaf untuk hal remeh semacam itu?
Tidak ada.
Tuh kan, bukan mereka tidak bisa, mereka tidak mau.
Kenapa?
Begitu ia mengucapkannya, kesalahan ada di pihak dia.
Setelah itu negosiasi akan menjadi sia-sia.
Jadi pengacara itu...
Dengerin, kampret!
Seorang pengacara!
Dengar, jadi pengacara jangan pernah meminta maaf, paham?
Ya, pak.
Ya, pak!
Ikut aku sini, kampret.
- Sedang jam kerja ini. - Ikut saja sudah!
Masih ingat kasus gelandangan?
Yang jaksanya membuat-buat tersangka.
Ya, sempat menjadi berita hangat juga.
Lalu kenapa?
Bosmu suka berita semacam itu.
Seorang pengacara membebaskan korban salah tangkap, bagaimana?
Membebaskan bagaimana?
Hak ganti rugi itu tidak ilegal, dan persidangannya sudah 10 tahun yang lalu.
Agak berlebihan, ya?
Iya.
Kalau itu bisa kamu lakukan, kamu bakal tenar.
Terkenal coy.
Kamu mabuk ya?
Bodohnya aku, yang sudah tumpah tidak bisa kembali seperti semula.
Apa?
Apa apa?
Apa yang kamu katakan?
"Bodohnya aku, yang sudah tumpah tidak bisa kembali seperti semula."
Kenapa tidak bisa dilakukan?
Kenapa tidak apa?
Kembali seperti semula.
Kumpulkan para direksi.
Aku pergi dulu, ambil notanya.
Sudah gila kamu?
Cho Hyun-woo menjalani hukuman 10 tahun karena pembunuhan,
dan dibebaskan tahun 2010.
3 tahun kemudian,
pemerintah menagih ganti rugi yang dibayarkan pada keluarga yang ditinggalkan,
jumlahnya 40.000,
tapi karena bunga yang membengkak
total yang harus dibayarkan menjadi 170.000.
Ia menghabiskan tahun-tahun produktifnya di penjara,
sekarang ia berada dalam kubangan hutang tak berujung.
Lebih lagi, kalau ia tidak membayar,
ia kemungkinan harus menjalani tambahan hukuman penjara.
Kenapa biro hukum kami harus menangani kasus ini?
Jangan membawa-bawa keadilan atau membenarkan yang salah.
- Uang, tentu saja. - Bagaimana bisa?
Apabila Themis mengambil kasus ini dan memenangkannya,
reputasi kita akan semakin positif.
Kenapa perusahaan besar mengucurkan uang untuk pencitraan?
Bos, kenapa anda memberikan konsultasi hukum gratis?
Citra publik yang baik itu nilainya tdak bisa diukur.
Berdasarkan peninjauan saya,
Departemen Kesejahteraan Sosial punya dasar hukum yang kuat.
Bagaimana anda memecahkan hal tersebut?
Kita ajukan persidangan ulang dari kasus pembunuhan yang dulu ia lakukan.
Kalau kita berhasil membersihkan namanya, ganti ruginya ditiadakan.
Tidak, tidak, itu mustahil.
Kamu tidak bisa mengubah keputusan Mahkamah Agung 14 tahun yang lalu.
Secara teori bisa kita lakukan.
Tentu saja bisa.
Tapi yang ingin aku sampaikan ialah probabilitasnya 0%.
Kalau kita bisa mendapatkan persidangan ulang, bagaimana bila Cho memang pembunuh yang sebenarnya?
Apa yang akan kita lakukan?
Mohon maaf.
Bos, sejak kapan bos peduli apakah klien bersalah atau tidak?
Themis akan...
Oke, ayo kita lakukan.
Hasil akhirnya ditunda dulu, kami akan mepertimbangkan mempekerjakan anda.
Kerja bagus, ada yang keberatan?
Berikan Pak Lee mobil dinas.
Pegawai tidak tetap tidak berhak?
Serius?
Jangan! Itu mobilku!
Untuk meninggalkan pesan, tekan angka 1.
Hyo-jin, ini aku.
Aku akan berhenti minum-minum.
Aku dapat kesempatan emas dalam pekerjaan.
Aku juga merindukan kamu dan anak kita.
Berikan aku satu kesempatan lagi, aku mohon.
Aku mencintaimu, selalu.
Oke, itu tadi seperti sungguhan.
Jadi kamu ingin melihat berkas kasus Cho Hyun-woo?
Ya, tepat sekali.
Apa ini kasus ganti rugi itu?
Ya, kami akan mengajukan persidangan ulang.
Detetektif Swasta: Baek Cheol-ki
Baek Cheol-ki?
Anda kenal dia?
Aku selalu mencurigai cara penyelidikan yang dia lakukan.
Terdapat beberapa kesamaan...
Dengan kasus Cho Hyun-woo?
Belum tentu juga, tergantung keadaannya.
Oh begitu.
Aku terima permintaan peninjauan ulang kasus tersebut.
Persidangannya akan dilaksanakan 3 bulan lagi pada tanggal 13 Oktober.
Tak bisa ditunda bahkan sehari pun.
Ya, terima kasih.
Badan Arsip Nasional Korea
Berkas Kasus #4 Kepolisian Yakchon
Alih Bahasa oleh valencianista
Aku mengecek catatan panggilannya,
dalam berkas perkara disebutkan bahwa terdakwa terlibat keributan
dengan si sopir dan ia mengeluarkan pisau.
Tapi pembunuhan tidak bisa dilakukan sembari menelepon,
jadi waktu pembunuhannya adalah ketika taksinya berhenti.
Bapak!
Aku mohon, bantu aku sekali ini saja.
Losmen Favorit
Analisis Aktifitas Argo
Ada yang telah mengutak-atiknya.
Apa?
Datanya sudah dihapus.
Siapa yang berani melakukan itu?
Entah.
Bisakah anda kembalikan?
Anda beruntng sekali.
Hanya beberapa orang di Korea yang bisa memperbaiki ini.
Masalahnya, bocah ini ngotot.
- Nama? - Kim Yong-hwan.
Yong-hwan.
Bocah.
Kamu nanti akan wajib militer juga,
anggap saja ini wajib militer lebih awal.
Bukan begitu?
Benar kan?
Bagus.
Tidak ada yang mudah di dunia ini.
Baiklah.
Ada apa?
Apa? Siapa?
Yakchon, Cho Hyun-woo, tahanan #979.
Ada apa dengan dia?
Pengacaranya nongol, mereka mengembalikan data argo taksinya.
Pengacaranya?
Kasus itu sudah kelar bertahun-tahun lalu!
Ia mengajukan persidangan ulang atau apalah namanya.
Persidangan ulang?
Harus bagaimana sekarang?
Bukankah sudah jelas? Jangan bicara dan jangan ganggu aku!
Jangan pernah telepon aku lagi.
Si kampret itu lihai juga.
Apa kesibukan Choi Young-je akhir-akhir ini?
Siapa itu?
Jaksa dalam kasus Cho dulu!
Kamu sudah minum berapa banyak?
Owalah, para hyungnim preman pasar ternyata.
Membayar hutang sulit bukan?
40.000 menjadi 170.000.
Apa? Ada yang lebih tega dari kami?
Siapa mereka? Sepertinya aku harus belajar trik mereka.
Kenapa kalian mencariku?
Ada urusan yang resikonya seharga nyawaku,
jalan tol sedang dibangun oleh kota baru Yakchon.
Jalan tol kampret.
Tapi, ada si kampret yang tahu tentang hal ini,
dan ia lebih memiliki pengaruh dibanding aku.
Aku bingung harus melakukan apa, susah tidur aku dibuatnya.
Kemudian aku ingat kamu.
Apa?
Kalau kamu mengubur dia, aku akan membayarmu...
Anjing!
- Bocah brengsek! - Apa-apaan ini?!
Menjauh kalian semua!
Aku dengar kamu sedang bersama pengacara.
Jangan tolol-tolol amat, kampret.
Hukum diciptakan untuk melindungi uang para polisi.
Polisi yang memenjarakanmu.
Bukankah mereka yang selalu membawa-bawa hukum?
Anjing.
Bajingan!
Aku akan membunuhmu!
Laboratorium Ilmu Forensik Nasional
Aku tidak menemukan kejanggalan dalam berkas perkara.
Tersangka sepertinya menusuk si sopir di dalam mobil,
dan itu harus dilakukan dalam waktu 18 detik hingga 2 menit,
apa itu mungkin?
Berkas aslinya hilang, dan kopiannya rusak.
Aku harus mengungkap cara mereka menyiasati berkas perkaranya.
Ini catatan panggilanmu pada hari itu.
Aku bersusah payah mengembalikan data argo taksi.
Polisi memperoleh argo taksinya,
tapi selama penyelidikan data tersebut tidak pernah dipakai.
Apa persidangan ulang atau apalah itu,
bisa berhasil?
Dalam pengadilan tidak ada yang pasti tapi kita harus menang.
Ngomong-ngomong,
bapak tahu saya tidak sanggup membayar bapak, jadi kenapa bapak membantu saya?
Kau tahu,
meningkatkan kesadaran masyarakat.
Kau tahu, kenapa kamu tertawa?
Istilahnya 'pro bono', begitulah.
10 tahunku?
10 tahun yang kuhabiskan di penjara.
Tunggu, mau ke mana kamu?
Minggir.
Mau ke mana kamu?
Sialan.
Aku terlalu tua untuk meladeni sikap kekanakanmu ini.
Cari masalah kamu?
Permisi?
Dia ini pembunuh yang dipenjara 10 tahun,
dia bilang dia akan membunuhku.
Bisakah kalian menelepon polisi?
Apa yang ada di benak mereka?
Tidak banyak.
'Semoga dia tidak datang menghampiriku.'
'Kenapa ia dibebaskan?'
'Seharusnya dihukum mati saja.'
Apa kamu ingin menjalani sisa hidupmu sebagai pembunuh?
Ingin kembali ke penjara?
Di sana jauh lebih baik daripada di luar sini.
Egois juga si kampret ini.
Apa?
Bagaimana dengan ibumu?
Apa kamu pernah memikirkan dia?
Ia tunanetra tapi setiap hari bekerja!
Apa kamu akan meninggalkan dia sendirian?
Sial...
Teman saya baik, cuma bisa sedikit...
Di mana manajernya?
Mohon maaf tentang tadi, sampai jumpa.
Kita cuma punya satu kesempatan.
Tidak bisa diajukan kembali bila alasannya sama!
Sedang apa kamu?
Dasar kampret tidak tahu terima kasih! Aku sedang bicara denganmu!
Apa lihat-lihat?
Mau kelahi? Ayo.
Ayo kita ribut, oke.
Kita lihat siapa yang lebih dulu jatuh, hanya ada satu cara untuk mengetahuinya.
Tunjukkan padaku.
Apa?
Berkas perkaranya!
Oke.
Ini.
Ambil pisau dari bagasi.
Buruan.
Keluarkan.
Masuk ke taksi, sini.
Lalu tusuk.
Lakukan, tolol.
Bocah ini tidak akan bisa jadi aktor.
Bukan pinggang, kamu menusuk belakang leher.
Lakukan apa yang dulu kamu lakukan.
Baiklah...
Hei,
kamu ada stopwatch?
Stopwatch?
Menurutmu sedang apa aku tadi?
Ya, aku ada stopwatch.
Cek waktunya.
Hyun-woo berbicara dengan ibunya jam 2:05:39 pagi.
Panggilan selanjutnya dimulai jam 2:09:40 pagi.
Argo taksinya berhenti pada jam 2:08 pagi.
- Dia tidak bisa membunuh orang sambil telepon... - Jangan menghadangku!
- Sisanya tinggal 1:40. - Kamu nyetir seperti orang buta!
Umur berapa kamu? Mana ayahmu?
Bajingan!
Aku tidak sudi punya ayah sepertimu, bangsat!
Apa itu?
Jangan! Jangan!
Buka!
Di sini 5775, 5775, rampok! Tolong!
Tolong! 5775! Saya dirampok!
Tolong!
Hasil otopsi menunjukkan bahwa pisaunya bisa tersangkut di antara tulang rusuk.
Tenaga yang besar dibutuhkan untuk menusuk sopir tersebut,
dan tusukan di tangan, bahu dan muka
menunjukkan bahwa si sopir memberi perlawanan.
Dapatkah itu semua terjadi dalam waktu 1 menit 40 detik?
Fyuh!
Waktunya?
Bisa kau ulangi lagi?
Alih Bahasa oleh valencianista
Ini semua dipalsukan.
Losmen Favorit
Di sini tempatmu diinterogasi?
Bukan di kantor polisi, tapi di bangunan kosong bekas losmen?
Pengakuan
Sialan...
Kita pergi saja ya?
Pembuluh darah arteri akan memuncratkan darah begitu hebatnya.
Tapi tidak ada reaksi luminol.
Data bobrok begini tidak bisa diverifikasi oleh kejaksaan.
Wow, boleh juga.
Apa ini cukup untuk persidangan ulang?
- Tidak. - Tidak cukup?
- Tidak. - Kenapa?
Ini hanya membuktikan bahwa polisi dan kejaksaan tidak kompeten.
Tapi tidak membuktikan bahwa si klien bukanlah pembunuhnya.
Andai aku bisa menemukan pembunuh sebenarnya...
Tanggal kadaluarsa kasus itu akan segera tiba.
Ada apa denganmu?
Kenapa?
Sejak kapan kamu begitu peduli dengan klienmu?
Kamu berlebihan, kita hanya konsultan hukum.
Benar.
Tentu saja.
Saya ingin meminta maaf, bos.
Lupakan, kamu sendiri yang ngeloyor pergi.
Apa ini?
Pekerjakan saya lagi, bos.
Saya harus mencari uang.
Beri saya kesempatan, kalau saya tidak berguna...
Saya tidak akan kembali lagi.
Selamat siang, ibu.
Kita sudah pernah bertemu sebelumnya, saya pengacara Lee Joon-young.
Pak pengacara rupanya!
Jadi pengacara bentuknya begini ya?
Kamu pikir mereka punya tanduk apa?
Saya butuh konsultasi, bisa bantu saya?
Mohon maaf, saya sedang sibuk.
Aku tidak sengaja melihat sms suamiku...
Dia selingkuh?
Dia mnelepon perempuan jalang itu
tapi tidak dihiraukan karena perempuan itu seorang pengusaha.
Orang selingkuh memang baiknya dihukum mati saja.
Di mana dia? Harus kita balas.
Kalian tunggu di sini.
Akan kucincang dia!
Ayo!
Ibu, tenang ibu.
Kita bisa selesaikan secara hukum.
Bagaimana?
Aku akan ke pengadilan dan mendaftarkan berkas penyitaan.
Apa itu?
Wanita itu hanya akan menerima setengah dari gajinya,
dan anda akan menerima sisanya sebagai tunjangan.
Serius?
Tentu saja!
Dia akan diejek di kantornya, dan ibu akan mendapat uang.
Hebat sekali, beri applause!
Lebih keras!
Hebat sekali!
Jadi kamu terpeleset di sauna?
Tapi mereka tidak memberi kompensasi karena sudah ada papan peringatan?
T-t-t-tepat sekali.
Ayo minum!
Aku menjalani operasi tapi aku khawatir adanya malpraktek.
Oh begitu, operasi apa?
Itu.
Apa?
Sunatan!
Dasar bocah!
Lepas celanamu.
Kemari!
Seharusnya aku tolak saja.
Apa itu?
Upah.
Capek sekali. Bisa gila aku.
Kenapa kamu menjadi pengacara?
Ya begitulah.
Waktu aku kecil, aku tidak becus belajar.
Aku mendaftar ke SMK.
Bersenang-senang.
Ikut berkelahi, kabur dari rumah pergi ke Seoul.
Ketika aku kelas 3, daftar absenku ratusan kali,
dan guruku menulis ini di rapotku,
"Kurangnya Semangat Mematuhi Hukum."
Aku ingin membuktikan bahwa dia salah.
Jadi setelah wajib militer, aku mulai persiapan ujian profesi.
Aku ingin muncul dengan gebrakan.
Jadi? Berhasil?
Bukankah sudah jelas? Aku menangani kasus persidangan ulang seorang pembunuh.
Nikmat.
Tenang sekali.
Apa ini?
Upah?
Seluruh tabunganku.
Oke, terima kasih.
Bocah!
Aku pengacaramu sekarang.
Laporan Survei
Ini gurita yang tadi.
Makanlah.
Untuk aku?
Simpang Empat Yakchon
Kerja bagus.
Kamu juga, kerja bagus.
E bocah ini nglunjak.
Pasal 420 KUHP,
barang bukti baru adalah kunci utama persidangan ulang.
Bukti berupa benda lebih baik, tapi kalau tidak bisa...
- Saksi. - Tepat sekali!
Apa kamu bertemu seseorang ketika pembunuhan itu terjadi?
Kenapa?
Kalau kamu sedang bersama seseorang, tidak mungkin kamu pelakunya.
Mikir dong.
Ada.
Siapa?
Buka.
Buka pintu ini sekarang juga! Dasar lonte!
Tidak bisakah saya kerja di sini saja?
Kamu memandang remeh penduduk pulau?
Yang hidup di sana juga manusia.
Buka!
Buka, buka, buka! Lonte!
Ngentot saja tidak bisa, lalu apa bagusnya kamu?
Bagaimana kamu akan mengembalikan semua uang yang aku pinjamkan padamu?
Lonte.
Enyah, kamu anjing!
Sudah gila kamu?
Dasar lonte.
Bajingan.
Apa-apaan!
Jangan!
- Hentikan! - Lepaskan aku!
Akan kubunuh si bangsat itu!
Jatuhkan! Jatuhkan pisaunya!
Pergi! Pergi sana!
Kan sudah kubilang tinggalkan pekerjaan itu?!
Kamu ingin hidup normal!
Membaca buku dan masuk perguruan tinggi!
Persiapan Kejar Paket C
Buat kamu saja.
Sampai jumpa di perguruan tinggi.
Jadi di perjalanan pulang malam itu,
kamu bertemu detektif itu.
Siapa namanya?
Su-jung, sepertinya.
Tidak tahu nama lengkapnya, begitu pula umurnya.
Cewek yang kerja begituan biasanya pakai nama samaran.
Pak Jaksa Choi?
Ya, saya di sini ingin menemui pak bos.
Dia seorang jaksa yang menanjak dengan cepat.
Jangan mengusik dia.
Joon-young melakukan penyelidikan dengan lancar.
Dengan sedikit dorongan...
Mo, ini kasus kriminal receh.
Tidak ada hasil baik yang akan kita capai.
Kenapa lalat menghampiri sampah, dan kumbang menghampiri bunga?
Di mana dia?
Pak Lee.
Siap.
Tak kusangka akan ada ular yang nongol pada masa penanaman.
Begitukah?
Pak bos, kalau begitu saya berarti ularnya.
Tentu saja bukan.
Tentu tidak lebih dari itu.
Ajussi, siapa yang mengirimmu?
Perhatikan ucapanmu.
Jaksa Wilayah dari persidangan terdahulu datang untuk menghentikan persidangan ulang.
Kaau saja anda membaca dengan seksama laporan palsu itu,
Cho tidak akan ditahan.
Sudah kubilang perhatikan ucapanmu!
Musuh terbesar seorang pengacara adalah pengacara tersebut di masa depan.
Kutipan yang bagus. Siapa yang mengatakan itu?
Kamu, waktu latihan persidangan.
Iyakah? Bagaimana hasil akhirnya?
Kita menang, kamu membuat pengacara lawan menangis.
Iya, aku ingat.
Apa yang kalian berdua lakukan?!
Di hadapan seorang tamu VIP.
Tidak, tidak apa-apa.
Aku dengar kamu sedang mencari kerja, aku akan segera mendirikan biro hukum.
Hubungi aku kalau kamu tertarik.
Simpan saja.
Mungkin aku seorang bajingan, tapi aku tidak akan mengkhianati klienku.
Salinan surat yang Cho tulis dalam penjara untuk para detektif.
Persidangan tidak bisa dimenangkan hanya dengan semangat.
Sudah kubilang jangan mengusik dia.
Cukup menegangkan.
Jaksa Wilayah mengerikan juga.
Halo, Detektif Baek Cheol-ki.
Saya dengan tulus meminta maaf atas semua kebohongan.
Seperti yang anda bilang, saya akan menganggap ini semua wajib militer lebih awal.
Terima kasih karena anda telah membawa saya ke jalur yang benar.
Lee Joon-young
Ada apa?
Apa-apaan surat itu?
Surat apa?
Surat yang kamu tulis di penjara untuk para polisi.
Surat?
Jawab aku.
Halo?
Aku harus menulisnya, tak ada jalan lain.
Kamu bukan pembunuhnya, jadi kenapa kamu melakukan itu?
Kalau kamu tidak mempercayaiku, sebaiknya kamu tidak usah menggangguku!
Dasar bocah ini.
Cho Hyun-woo. Halo?
Saya mencari pasien bernama Lee Joon-young.
Sudah kuduga ini akan terjadi.
Kita sudahi saja kasus ini.
Aku masih tidak bisa percaya.
Aktingnya tidak mungkin sebagus itu.
Apa yang kamu lakukan?
Klienku menusukku karena kalah di pengadilan.
Klien akan selalu berbohong pada pengacaranya.
Istirahatlah mumpung ada waktu.
Lupakan, cuma retak tulang rusuk ini.
15 tahun?
Hanya ada satu jalan untuk mengurangi hukuman.
Apa itu?
Ia harus mengakui perbuatannya.
Dia tidak membunuh siapa-siapa, kenapa dia harus mengaku?
Bahkan bila anda naik banding, pasti akan kalah.
Kalau kamu menunjukkan penyesalan...
Hei kampret!
Kamu bekerja untuk mereka ya?
Kampret!
Akan aku lakukan!
Aku akan mengaku.
Mama, hentikan ini semua.
Mau berapa lama kita melakukan ini?
Penglihatan mama sudah berkurang karena diabetes atau apalah itu!
Jangan.
Jangan dengarkan si kampret ini.
Apa yang harus aku lakukan? Coba katakan.
Jangan!
Mulai dengan surat permohonan maaf pada para hakim.
Oke.
Kemudian pada para detektif.
Oke...
Ini semua tidak masuk akal.
Jangan!
Mau apa?
Mau apa kalian?
Yang kemarin kita bicarakan.
Kota Suwon, Kecamatan Sinjung 186-3
Kenapa tiba-tiba mencari dia?
Apa kamu...
akhir-akhir ini kesepian?
Oke, oke, Aku pergi. Buset.
Pergi sana kampret!
Dah!
Lee Joon-young
Alih bahasa oleh valencianista
Selamat datang.
Lama tak jumpa.
Aku mendengar kejadian yang menimpamu.
Aku yakin bukan kamu pelakunya.
Um...
Maukah kamu...
menjadi saksi?
Saksi?
Katakan pada mereka,
bahwa kamu bersamaku saat kejadian pembunuhan itu.
Kamu pasti sibuk.
Tentu saja.
Bolehkah aku kembali setelah kamu selesai kerja?
Aku masih menjual minuman.
Tapi sekarang tidak memalukan.
Tapi tempat kita bekerja sudah berbeda.
Bagaimana bila orang-orang tahu?
Bahkan aku tak terpikir untuk menjengukmu.
Hyun-woo!
Ya? Ada apa?
Sekitar 3 tahun setelah kamu dipenjara...
Ada kejadian di Kunsan.
Ajussi, masih ingat saya?
Dengar-dengar anak muda jaman sekarang menyebut negara ini dengan 'Neraka Joseon'.
Setidaknya di neraka adil.
Kamu hanya dihukum sesuai perbuatanmu.
3 tahun setelah pembunuhan
Sebentar.
Kapolsek Kunsan.
Aku... tahu pembunuh sebenarnya.
Apa?
Pembunuhan sopir taksi di Yakchon.
Pemandangan malam Gangnam.
Bagaimana menurutmu?
Ini tempat apa?
Aku berniat untuk mendirikan biro hukumku sendiri.
Aku sedang menangani kasus M&A (Merger & Akuisisi) yang cukup besar.
Serius?
Selamat ya!
Aku berniat mempekerjakan kamu.
Mempekerjakan aku?
Kamu ingin membangun reputasi dengan satu kasus besar bukan.
Mari kita lakukan bersama, di sini.
Cho Hyun-woo
Jangan diangkat.
Ayo minum-minum sampai pagi.
Bagaimana menurutmu?
Kamu berubah.
Aku?
Sudah kubilang jangan diangkat.
Akan kusuruh dia agar tidak menghubungiku lagi.
Halo?
Pembunuh sebenarnya sudah kutemukan.
Apa?
Aku tahu di mana pembunuh sebenarnya!
Dealer Mobil Ilsan
Saya tidak memaksa untuk membeli.
Tapi menurut saya mobil ini cocok dengan gaya anda.
Lama tak jumpa.
Kamu terlihat ganteng.
Sudah cukup, nanti kubunuh kamu.
Silakan, bunuh aku.
Toh itu memang kelebihanmu.
Ajussi, akan saya panggilkan polisi!
Tak usah cerewet!
Stop!
Alih Bahasa oleh valencianista
Apa-apaan ini!
Mundur!
Mundur anjing!
Bajingan!
Hei!
Sial!
Kamu siapa sih?
Aku?
Pengacara.
Pengacara! Kebetulan sekali.
Aku ingin menuntut bocah ini.
Akan kubayar berapapun, jadi tolong urus bocah ini!
Oh ya? Akhirnya aku bisa menghasilkan uang.
Oke, akan kuputuskan dalam 10 menit.
Putuskan apa?
Apakah akan mewakili kamu,
atau mewakili dia.
Aku tidak kepentingan apapun tuh.
Tunggu, Pak Pengacara!
Apa kamu tahu pelajaran yang bisa kamu ambil di penjara?
Hal-hal yang tidak seharusnya kamu tahu, anjing!
Aku akan bicara!
Aku akan ceritakan semuanya!
Kalau kamu butuh uang, kamu seharusnya kerja sambilan.
Tolong buangin ini ya.
Aku?
Kenapa harus aku?
Kamu mengabaikan temanmu yang sedang kesusahan?
Setelah membunuh orang,
aku paham itu bukan perkara besar.
Kamu ngelem lagi ya?
Pengakuan
Sudah kubilang seharusnya kita menyerahkan diri dari dulu.
Aku tidak bisa menjalani hidup dengan memendam rahasia ini.
Ceritakan.
Atau kamu akan ditahan atas tuduhan menyembunyikan pelaku kejahatan.
Aku membuang pisaunya di tempat pembuangan akhir sampah (TPA).
Beraninya kamu melaporkanku?
Brengsek! Pegangi dia!
1 kasus, 2 tersangka.
Kekerasan polisi dan jaksa yang tidak becua.
Media cetak akan suka ini.
Anu, kita tidak melakukan ini demi kepentingan saya saja.
Anda tahu itu.
Siap grak!
Siap grak, kampret!
Aku tidak akan berkubang dalam lumpur
hanya untuk jatuh bersama preman pasar macam dia.
Akan saya bereskan.
Duduk.
Duduk yang tegak.
Aku pembunuhnya, aku benar-benar melakukannya.
Aku akan mengakui semuanya.
Aku akan masuk penjara.
Bocah ini lucu, tidak semua orang bisa masuk penjara.
Harus dengan ijin kami.
Kamu ngelem juga?
Apa?
Kamu senang ngelem, kan?
Nggak...
Brengsek.
Jawab saja iya, tolol.
Kalau tidak,
kita berdua mampus.
Saya suka sekali.
Bagus, bilang saja kalian berdua ngelem bersama.
Dan berbohong perihal pengakuan itu.
Urusan dengan orang tua kalian akan kami bereskan.
Istirahatlah sebentar di rumah sakit jiwa.
Paham?
Kemudian?
Aku menjadi pasien palsu selama 2 hingga 3 bulan.
Mereka semua mencari pisaunya.
Baiklah.
Pak, barusan saya dapat telepon dari kepolisian.
Apa mereka akan mengirim bantuan?
Bukan, surat perintahnya...
ditolak, jadi mereka ingin kita menghentikan penyelidikan.
Apa kamu bilang?
Kita bisa menangkapnya, kok tidak diperbolehkan?
Kita sudah...
Kurangnya barang bukti, mereka bilang.
Aku bilang aku pembunuhnya, tapi kepolisian melepaskanku.
Lalu temanmu?
Yang masuk rumah sakit jiwa, dia di mana sekarang?
Si kampret itu...
Depresi atau apalah itu.
Sialan.
Lalu bagaimana?
Kita bunuh saja? Atau kita bawa ke polisi?
Dia akan dibebaskan lagi kurang barang bukti, bukan?!
Kamu kira ini sudah selesai? Belum.
Sampai jumpa di pengadilan.
Terima kasih.
Bersiap untuk pengambilan gambar.
Pagi.
Apa yang kamu lakukan?
Menurutmu apa?
Tidak ada gunanya membesar-besarkan kasus ini...
Ada apa? Ada yang salah?
Mohon maaf.
Tidak apa.
Tata rias dan pakaiannya semua dari saya.
- Ini. - Terima kasih.
Produser Lee, nanti ambil gambar 2-shot ya.
Dan pastikan logo kami di close up.
Tak apa, jangan khawatir.
Kamu terlihat keren memakai itu.
Saya kurang nyaman memakai ini.
Oke, bagus. Jangan lupa dikancingkan.
Lihat cermin coba.
Keren betul.
Kamu terlihat seperti Cha In Pyo.
Apa?
Kamu terlihat ganteng.
Itu Papa.
Dengan adanya barang bukti baru...
Omo, beneran dia.
Sini! Dia masuk TV!
Mengajukan persidangan ulang.
Berbuat apa lagi dia sekarang?
Kita butuh barang bukti tak terbantahkan, dan saksi yang belum memberi kesaksian\i}
- Lihat betapa gantengnya dia. - dalam persidangan terdahulu.
Saksi baru adalah harapan satu-satunya bagi Cho Hyun-woo dan keluarga.
Apabila ada saksi di luar sana, semoga berani muncul.
Bantu kami.
Andalah harapan kami satu-satunya.
Jangan bergerak!
Apa yang kamu lakukan?
- Perhatikan baik-baik. - Oke.
Tambakan kaitnya di tali.
Mama bisa bolak-balik sini sampai rumah dengan aman.
Anakku cerdas sekali.
Kok bisa kepikiran seperti ini?
Aku akan mengambil Kejar Paket C.
Serius?
Aku tidak percaya.
Terima kasih, terima kasih banyak.
Tidak perlu berterima kasih.
Bukan kamu tolol, pengacaramu.
Betul, pengacaraku.
Kamu barusan tertawa?
Anakku tersayang.
Kamu barusan tertawa, kan?
Kamu tertawa tadi.
Mukaku kotor nih, masih ada kerjaan lain.
Mama masuk saja!
(Mencari saksi) Saya pengacara Lee Joon-young.
- Mohon dibaca. - Halo, kami dari stasiun TV SBS.
Kami sedang mencari saksi.
Halo, saya pengacara Lee Joon-young.
Mohon dibaca.
Saya Lee Joon-young, mohon dibaca.
Terima kasih!
Pak, saya pengacara Lee Joon-young...
- Pak Lee! - Ya?
Kami barusan mendapat laporan.
Baiklah, oke.
Nanti saya hubungi kembali.
ini krusial ini.
Oh Young-gil
Akan segera tiba. (Persidangan Ulang, tanggal 13)
Baguslah.
Apa bapak yang menghubungi...
Halo.
Saya masih ingat betul.
Bahkan setelah satu dasawarsa, saya tidak bisa melupakannya.
Saya sedang menunggu teman saya yang ingin kabur tengah malam.
Apaan tuh?
Sudah selesai, ayo pergi.
Apa bapak melihat
motor atau vespa di dekat taksi?
Tidak ada tuh.
Kenapa bapak waktu itu tidak melaporkannya?
Sudah, tentu saya melakukannya.
Tapi kepolisian tidak menggubrisku sama sekali.
Aku merasa bersalah, kejadian itu selalu terngiang.
Itu dia.
Beliau saksi baru kita, beres sudah.
Ibu, ibu tak perlu lagi khawatir.
- Selesai. - Mama, beres semua.
- Selesai. - Aku bebas.
Apa itu?
Tangkap dia!
Oh, dan jangan lupa,
bacakan Miranda Rights, berhubung pengacaranya hadir.
Sebentar, sebentar!
- Ada apa ini? - Minggir.
Tidak usah ikut campur!
Perhatikan baik-baik.
Anda berhak untuk tetap diam,
dan menolak menjawab pertanyaan kami.
Ada apa ini?
Kepemilikan barang cabul lalu apa lagi?
Prostitusi dan judi.
Gadis panggilan yang di karaoke itu.
Dan judi di warnet ilegal.
Hidupmu menyenangkan ya.
Bawa dia ke dalam mobil.
- Sebentar! - Lepaskan!
Pengacara ini mengabaikan hukum dan ketertiban.
Tangkap dia karena menghambat penyelidikan.
Siap!
Sebentar, kau tahu aku!
Lepaskan!
Hyun-woo! Hyun-woo!
Tolol, sadarkan dirimu!
Dengarkan aku!
Hei, #979.
Kamu seharusnya menemuiku setelah bebas.
Bukan begitu?
Lihat bocah ini rapi, bersih, begini.
Sudah direhabilitasi.
Paham kan, kampret?
Penjara adalah obat terbaik bagi orang-orang macam kamu ini.
- Sudah siap? - Hei! Hyun-woo!
- Ayo pergi! - Hei!
Kerja bagus.
Apa yang terjadi?
Hampir saja,
tapi kita aman.
Pak Ketua Park merekomendasikanmu.
Dia mampu membeli lapangan golf ini berkat kamu.
Berapa nilai akhirnya?
342 juta.
Dengan pemeriksaa yang seksama, resiko semacam ini tak ada artinya.
Komisinya 8%...
27.3 juta.
Jumlah yang cukup untuk memulai biro hukum.
Ketua biro hukum...
Tak usah dipikirkan, toh kita saling membantu.
Sudah lama aku membanting tulang di Yakchon untuk mencapai posisi ini.
Divisi Pembunuhan
Jaksa Wilayah Choi Young-je
Kontrak Konsultan Real Estate
Perwakilan: Choi Young-je Mo Chang-hwan
Chang-hwan, apa ini?
Kamu sudah gila?
Ada yang salah?
Apa yang kamu lakukan?
Semua sesuai kehendakmu, tidak perlu marah-marah.
Apa?
Kamu bilang yang terpenting bukanlah apakah Cho pembunuh yang sebenarnya atau bukan.
Bahwa menghasilkan uang adalah prioritas!
Aku akan memberikan kompensasi bagi dia untuk memulai hidupnya kembali.
Dengan syarat tidak ada persidangan ulang.
E si kampret.
Apa yang terbaik bagi klien?
Persidangan ulang tanpa kemungkinan menang? Atau jaminan uang?
Bisa-bisanya kamu melakukan ini?
Kamu tidak ingin meminta maaf padaku?
Ingin.
Tapi seperti yang pernah kamu bilang, pengacara tidak meminta maaf.
Mari kita kerja bareng.
Ini penawaran resmiku untuk menjadi rekanan.
Kamu bisa berkumpul kembali dengan keluargamu.
Keluar.
Pergi!
Pergi sana!
Ada apa sih?
Seoul, Tiongkok atau ke manapun, tinggalkan aku.
Oke, baik, mari masuk.
Pergi! Tinggalkan aku!
Dengan putra seperti kamu, aku tak pernah bisa istirahat dengan tenang.
Setelah kamu pergi, aku akan bisa hidup tenang.
Mama!
Pergi! Tinggalkan aku.
Ini jalan satu-satunya.
Jangan pernah kembali.
Pergi! Sekarang juga! Tinggalkan aku!
Pergi! Pergi!
Mama, kumohon...
Mama, buka pintunya.
Apa yang harus aku lakukan?!
Bisa gila aku! Beneran...
Mama...
Mama!
Alih Bahasa oleh valencianista
Bajingan!
Anjing kalian semua!
Pak? Pak?
Anda harus bayar dahulu.
Alih Bahasa oleh valencianista
Kalian pasti akan terkejut kalau tahu aku memelihara anjing herder besar.
Anjingku pergi ke toko daging dan menyantap banyak daging.
Daging kualitas A+.
Bahkan seekor anjing tahu daging yang enak.
Kemudian si tukang daging bertanya padaku,
"ketika hewan peliharaan merusak barang, dapatkah tagihannya saya berikan pada pemiliknya?"
Saya jawab "tentu saja bisa."
Kemudian ia menagihku 500 dolar.
Itulah harga daging yang disantap anjingku.
Seperti punya pacar saja, biaya perawatannya tinggi.
Dan sayangnya, anjingku cewek.
Jadi pada kasus ini,
kau tahu apa yang aku katakan pada tukang daging?
Kamu menagih dia balik 500 dolar.
Karena biaya konsultasi hukummu adalah 1.000 dolar per jamnya.
Tepat sekali.
Jadi...
kenapa kamu mengkhianati klien itu?
Seperti yang sudah kubilang, aku mengambil tindakan yang akan menghasilkan hasil terbaik bagi dia.
Yang terpenting bagi dia bukanlah uang.
Kamu paham?
Agar bisa hidup layaknya pria, namanya harus kita bersihkan!
Agar bisa hidup layaknya pria, ia butuh uang!
Dapatkah kita bicarakan nanti saja?
Tidak.
Seorang pelanggar hukum harus diadili.
Apa aku melanggar hukum?
Kode Etik Pengacara, Pasal 26,
'Seorang pengacara tidak boleh membeberkan kerahasiaan klien pada pihak ketiga.'
Ada bukti?
Hanya kamu dan aku yang tahu perihal nomor telepon si pelapor.
Karena membocorkan si pelapor itu, kamu mendapatkan kesepakatan real estate!
Dan mendirikan biro hukum, bukan?
Sudah kubilang jangan suka berburuk sangka!
Tanpa bukti nyata, tak ada hukum yang bisa dibebankan padaku!
Itulah hukum.
Kamu itu seorang kriminal.
Kamu sudah kuperingatkan.
Jangan mencampuradukkan akal sehat dengan logika hukum.
Ya, kamu melanggar hukum.
Yang mana?
Kode Etik Pengacara, Pasal 1,
'Pengacara harus membela hak asasi manusia,
dan mewujudkan keadilan sosial.'
Sampai jumpa.
Akan kupastikan kamu diadili.
Anda ingin tahu apa yang disampaikan teman saya ini?
Pengacara yang handal punya lebih sedikit teman dibandingkan teroris.
Jadi kalau kamu butuh teman, pelihara anjing saja sekalian.
Itulah pelajaran hari ini.
Pak Lee?
Saya ada tawaran pekerjaan barangkali anda minat?
Anda akan dibayar mahal.
Bos, bapak pernah mendapat upah besar?
Lebih besar dari kamu tentunya.
Apa itu?
Bapak pernah menerima seluruh kekayaan seseorang?
Tidak pernah, bukan?
Saya menang.
Pak Lee Joon-young.
Tidak jadi.
Saya mengacaukan semuanya.
Saya minta maaf.
Tidak perlu.
Ini semua salahku yang terlalu berharap.
Hyun-woo pergi.
Tak akan kembali.
Alih Bahasa oleh valencianista
Persiapan Kejar Paket C
Kota Suwon, Kecamatan Sinjung 186-3
Mohon maaf, kami sudah tutup.
Aku, anu...
Apa kamu... Su-jung?
Ya, bapak siapa?
Saya pengacaranya Hyun-woo.
Saya sudah bilang, saya tidak bisa memberi kesaksian.
Kamu tahu dia sekarang di mana?
Dia kemari beberapa minggu yang lalu.
Sudah saya jelaskan semuanya.
Jangan ganggu saya lagi.
Apa lagi?
Aku cuma kesal.
Apa salah saya?
Tidak ada.
Karena si kampret ini.
Kenapa dia harus menyelamatkanmu dan kena fitnah?
Kenapa dia melakukan tindakan sia-sia itu?
Dasar tolol...
Dan sekarang dia berniat menjadi pembunuh beneran.
Buruan! Buset dah!
Siapa lagi ini?!
Bajingan!
Tangkap si kampret ini!
Alih bahasa oleh valencianista
Sini kamu!
Dasar bajingan.
Bangun, kampret!
Losmen Favorit
Seorang mantan napi penuh dendam
menyerang pihak berwajib dengan brutal,
dan polisi melawan balik untuk membela diri!
Hyun-woo.
Kamu merasa dirugikan?
Anjing satu ini.
Kurungan penjara lagi akan menyadarkanmu.
Lihat si kampret ini.
Apa itu?
Buang pisaumu.
Buang, bangsat!
Brengsek!
Mari kita bicarakan lagi.
Maaf.
Hyun-woo, maafkan aku.
Ini semua salahku.
Hyun-woo…
Hyun-woo!
Hyun-woo.
Tenanglah dan berikan pisaunya padaku.
Kita bisa menyelesaikan ini secara hukum.
Hukum?
Hukum?!
Kamu masih belum sadar?
Dengan hukum kamu bisa apa?
Apa kamu bisa menjerat si brengsek ini ke jeruji besi?
Tidak bisa!
Jawab!
Sialan…
- Minggir! - Hentikan.
Minggir.
Rupanya kamu juga kecanduan hukum.
Kamu tak ada bedanya dengan mereka.
Baiklah, bunuh aku saja kalau kamu mau.
Kalau itu akan menuntaskan dendammu, jadi pembunuh beneran saja sana.
Tapi yang pertama harus kau bunuh bukan si brengsek ini.
Akulah yang paling jahat.
Apa?
Aslinya aku bukanlah... pengacara dari Themis.
Aku terlalu rakus dan jatuh dalam kubangan hutang.
Istri dan anak-anakku meninggalkanku,
jadi aku ambil kasusmu.
Aku ingin mempergunakan kasusmu untuk mendapat kerja dan menghasilkan uang.
Jadi akulah yang paling jahat.
Tusuk aku.
Bunuh aku lebih dulu.
Ayo.
Tidak bisa? Kau tahu kenapa?
Karena kamu bukanlah pembunuh.
Aku tahu kamu.
Kamu...
tidak memiliki cukup nyali untuk membunuh.
Aku tahu itu.
Karena itu aku minta maaf.
Aku sungguh minta maaf.
Kumohon beri aku satu lagi kesempatan.
Akan kubuktikan di hadapan pengadilan hukum.
Akan kusampaikan pada dunia!
Kamu!
Kamu bukanlah pembunuh!
Kamilah yang membuat kamu menjadi pembunuh!
Itulah kenapa!
Itulah kenapa...
kami seharusnya meminta maaf padamu…
Maafkan aku…
Hei!
Melukis?
Hari yang cerah.
Ambil ini.
Keputusan Pengadilan Tinggi
Persidangan ulang disetujui.
Kita bisa menang kah?
Kamu bilang tidak ada yang pasti di pengadilan.
Tapi kita tidak akan kalah.
Bukan aku yang meyakinkan dia.
Kamu lah.
Lihat! Itu dia!
Apa anda menemukan cacat hukum dalam kasus Cho Hyun-woo?
Kebenarannya akan terungkap dalam pengadilan.
Alih Bahasa oleh valencianista
Pengadilan akan segera dimulai.
Pihak terdakwa sudah hadir?
Ya, Yang Mulia.
Silakan dimulai.
Yang Mulia.
Saya berdiri di sini bukan unutuk membela Cho Hyun-woo.
Saya di sini...
untuk mewakili pengadilan meminta maaf secara formal
telah menyebabkan dukacita pada seorang pemuda 15 tahun yang lalu.
Saya harap persidangan ulang ini dan hasil akhirnya
mampu memberi awal yang baru bagi pemuda itu dan keluarganya.
Mari kita lihat barang bukti yang pertama.
Cho Hyun-woo yang asli dibebaskan dari semua tuduhan pada 17 November 2016
16 tahun setelah kejadian.
Detektif yang menjebak Cho didakwa dan dipenjara.
Cho sekarang telah berkeluarga, dan memiliki 2 orang anak.
Pengacara Park Joon-young menerima kasus persidangan ulang lainnya
dan dikenal sebagai 'Spesialis Persidangan Ulang'.
Ditulis dan Disutradarai oleh KIM TAE-YUN
Alih Bahasa oleh valencianista
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.