Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Mistaken Love]
[Episode 15]
Kamu pertama kali minum arak, 'kan?
Ada arak juga di istana.
Hanya saja, sebagai permaisuri,
aku tidak boleh minum.
Kehidupan seperti ini sungguh membosankan.
Ya, memang sangat membosankan.
Tidak bisa tertawa meski ingin.
Tidak bisa menangis meski ingin.
Setiap perkataan dan tindakan
harus sesuai dengan status permaisuri.
Aku...
Aku tidak suka sama sekali.
Sama sekali tidak.
Kalau begitu, pasti ada sesuatu yang kamu suka, 'kan?
Hal yang aku suka...
Hal yang aku suka sudah direbut oleh orang lain.
Aku sangat menyukainya.
Kami berteman sejak kecil.
Aku sudah menjadi permaisuri sekarang.
Kenapa kamu melihatku?
Jika semua perasaan di dunia ini
bisa dibagi menurut urutan,
mungkin tidak akan ada orang yang bersedih lagi.
Kamu pikir dia akan berterima kasih atas apa yang kamu lakukan?
Aku beri tahu padamu.
Dia adalah seorang wanita jahat yang tidak berperasaan.
Mungkin dalam hatinya,
bahkan tidak ada tempat bagimu.
Menyukai seseorang
adalah urusan diri sendiri.
Asalkan orang itu hidup dengan baik,
ada tempat atau tidak, tidak masalah.
Dunia ini sangat besar.
Bukan hanya bisa tinggal di dalam hati satu orang saja.
Bukankah kamu bilang wanita Zizhou kalian
semuanya berjiwa besar dan bebas?
Ada yang lebih bebas.
Apa itu?
Lancang!
Jika melakukan ini di Istana Qingshuo,
kamu bisa dipenggal.
Disayangkan, ini di luar istana.
Alangkah baiknya jika bisa
hidup bebas seperti ini seumur hidup.
Kalau begitu, kamu tinggalkan istana itu.
Setelah melihat dunia yang lebih luas,
baru tidak menyia-nyiakan hidup ini.
Lebih cepat lagi.
Dia orangnya.
Si Pemimpin itu.
Dia yang membunuh Ibunda dan anakku.
Mengatakan itu adalah perintahmu.
Perintah apa dariku?
Membunuh Ibunda dan anakku.
Ini tempatnya.
Aku melihat mereka membunuh Ibunda dan anakku
dengan mata kepalaku sendiri,
namun tidak bisa menyelamatkan mereka.
Jiu.
Aku tidak pernah mengeluarkan perintah seperti itu.
Beri tahu aku.
Sebenarnya, apa yang terjadi setelah aku pergi waktu itu?
Kelak, kita akan hidup bertiga.
Kamu sudah bekerja keras.
Setelah hamil,
aku baru tahu kesulitan Ibundaku kala itu.
Kamu juga akan menjadi seorang ibu yang baik.
Jiu, ada apa denganmu?
Seharusnya tidak ada masalah.
Ibunda bilang, ini adalah rasa sakit yang normal saat hamil.
Seharusnya tidak ada masalah.
Kamu jangan menakutiku, Jiu.
Bagaimana ini? Sepertinya aku sudah mau melahirkan.
Mari.
Jiu.
Jiu.
Mari.
Berbaring.
Jiu.
Jiu.
Jiu.
Kamu kenapa?
- Mo Jin. - Jiu, aku ada di sini.
Aku akan memanggil Ibundamu kemari.
Jiu.
Jiu.
Gawat.
Jiu mengalami pendarahan hebat.
Jiu.
Kamu cepat pergi cari Tabib.
Jiu.
Akan terlambat jika tidak bergegas.
- Jiu. - Cepat pergi!
Jiu.
Jiu.
Jiu.
Jiu, jangan takut.
Ibunda ada di sini.
Jangan takut.
Mari.
Jangan takut.
Jiu.
Sekuat tenaga.
Sekuat tenaga, Jiu.
Mari.
Pakai tenaga.
Cepat.
Pakai tenaga.
Pakai tenaga, Jiu.
Cepat, Jiu!
Cepat!
Pakai tenaga.
Pakai tenaga.
Sedikit lagi, cepat.
Jiu.
Ibunda.
Sudah bangun.
Di mana bayinya?
Mari, di sini.
Ibunda.
Di mana Jin?
Jiu.
Ibu sudah memberitahumu sejak awal.
Tidak ada cinta sejati di dalam istana.
Mo Jin hanya bersandiwara denganmu.
Dia akan kembali ke Qingshuo dan menjadi pangeran sekarang.
Dia tidak akan kembali lagi.
Tidak akan.
Tidak akan, Ibunda.
Tidak mungkin.
Jin pasti akan kembali.
Ini anaknya.
Pangeran Kedua memerintahkan.
Anak ini tidak boleh dibiarkan hidup.
Siapa kalian?
Apa yang kalian lakukan?
Apakah kalian tahu anak siapa ini?
Anak...
Kembalikan anak itu padaku.
Kembalikan anak itu padaku.
Ibunda!
Ada Racun Gu pada damak ini.
Ibunda
tidak tertolong lagi.
Ibunda.
Jiu.
Cepat lari.
Ibunda.
Cepat.
Ibunda.
Ibunda.
Ibunda!
Ibunda!
Ibunda.
Ibunda.
Anakku.
Anakku.
Kembalikan anakku padaku!
Kembalikan padaku!
Ini adalah tanda cinta antara aku dan Jin.
Apa yang kamu lakukan padanya?
Atas perintah Pangeran Kedua,
membersihkan semua yang ada di tempat ini.
Terutama anak ini.
Jangan.
Jangan!
Jangan bergerak.
Aku mohon padamu.
Bunuh aku jika kamu mau.
Jangan bunuh anakku.
Aku mohon padamu.
Kembalikan dia padaku.
Anakku.
Anakku!
Aku bermimpi buruk setiap hari.
Bermimpi mereka membunuh mereka berulang kali.
Jin.
Kamu ada di mana kala itu?
Kamu kesulitan melahirkan kala itu.
Aku pergi mencari Tabib.
Mereka memberitahuku di perjalanan.
Tuan Putri Kesembilan Zizhou menikah dengan Putra Mahkota Qingshuo.
Kami diperintahkan untuk menyingkirkan orang yang tidak diperlukan.
Mengambil kembali tanda cinta.
Jangan ada yang menghalangi jalan.
Mereka merampas liontin giokku.
Mau membunuhku untuk menutup mulut.
Aku tidak mampu melawan banyak orang.
Terluka parah dan pingsan.
Saat aku tiba,
aku mengetahui kamu telah pergi untuk menikahi Mo Heng.
Aku sedih dan tidak bisa terima.
Saat aku bangun,
semuanya sudah terlambat.
Tuan Putri Kesembilan sudah tidak ada di sana.
Anda pingsan di dalam hujan saat aku menyusul ke hutan bambu.
Anak...
Anak itu sudah mati.
Maaf.
Aku tidak tahu kamu terluka parah pada saat itu.
Jiu.
Kamu menerima surat pernikahan dari Mo Heng pada saat itu,
kenapa tidak memberitahuku?
Surat pernikahan itu diterima oleh Ibundaku tanpa izinku.
Aku sudah menolaknya sejak awal.
Mereka berdua memang ada di sini.
Jiu, ayo.
Ayo pergi.
Geledah!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.