Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Diterjemahkan oleh mupi IDFL Subscrew
Dengan mempelajari kemampuan
kognitif dari dari bagian depan cuping
dan menanamkan beberapa fungsi pada sebuah mikroprosesor,
kita bisa membuat robot yang paling mirip manusia.
Konsep dari mekatronik
benar-benar tersimpan di dalamnya.
Jadi, aku yakin
kalian semua telah mendapat kesan dari mekatronik dari...
sekarang...
jadi apa yang akan kita fokus dalam semester ini adalah...
penggunaan pada medis, dibanding fungsi dari mekanis...
AYAH: SEO JEONG-MIN (53) DEKAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS KOREA
Akan kutelepon kembali minggu depan dengan jadualnya.
Sampai jumpa. / Dah.
IBU: PARK HYE-KYUNG (49) IBU RUMAH TANGGA
Dah.
ANAK PEREMPUAN: SEO Jl-SOO (28) MANAJER HOTEL
Si sombong yang selalu mengoceh
bahwa ayahnya bekerja untuk presiden.
Dia mengunjungi saudaranya selama liburan,
tapi sekarang dia sangat pucat,
dia mirip seperti Michael Jackson!
Palsu sekali.
ANAK: SEO Jl-HWAN (23) TINGKAT AWAL, JURUSAN ARSITEK UNIVERSITAS KOREA
Aku sedikit cemburu.
HORNY FAMILY [KELUARGA KECENDERUNGAN AKAN SEKS]
Selamat hari jadi ke 26. Ayah dan ibu.
Makasih. / Terima kasih.
Kuharap kalian akan lebih bahagia
bersama mulai dari sekarang.
Pasti.
Ta-ra!
Ibu sangat beruntung.
Ke sini.
Cobalah ini.
Coba lihat.
Indah.
Selamat hari jadi. / Astaga.
Aku takkan kaget jika aku mendapat adik lagi.
Tak ada alasan kita tidak bisa. Kau sudah siap untuk itu, sayang?
Tentu saja.
Tapi satu pembuat onar sepertimu sudah cukup.
Aku setuju.
Kenapa tidak kau ambil foto dari pasangan kasmaran ini?
Ya, pasti.
Senyum.
Satu, dua.
Bagaimana dia bisa membeli yang sama setiap tahun?
Mungkin murah.
Bagaimana bisa dia tidak mau berpikir?
Kau sangat menyukai ini? / Kenapa?
Kau menginginkannya?
Tidak.
Lagipula takkan cocok untukmu.
Cukup sudah...
Hidup yang hebat...
Hati-hati menemani istri dan mengurus anak-anak.
Di sinilah satu-satunya tempat aku bisa santai.
SEO JEONG-MIN 'RUANG KERJA'
Apa kau tahu apa ini? / Sebuah kamera.
Kurasa setiap orang tahu akhir-akhir ini, bukan?
Dulu kita harus memakai film.
Sekarang semuanya sudah masuk dalam kartu memori.
Fotografi adalah
lebih dari sekedar merekam sesuatu.
Itu membuatku sedih
melihat orang-orang yang berpikir seperti itu.
Fotografi bisa menangkap
kenanganmu dan kejadian-kejadian yang berharga.
Merka bisa punya
banyak arti pada pribadi seseorang.
Sebagai contohnya...
Maafkan aku. Aku sedang mencari
kata-kata yang tepat.
Seperti sebuah buku harian?
Ya, sebuah buku harian!
Benar, benar...
jawaban yang cerdas.
Siapa namamu?
PARK Hye-kyung.
Sebagai terima kasih atas jawabanmu,
kau akan kutraktir minum kopi.
Beruntungnya!
Ya Tuhan!
Apa yang salah? / Nona-nona!
Fotoku memang terlalu bagus!
wow! / Itu bagus!
Bersenang-senang? / Apa?
Apa kau bersenang-senang? / Oh...
Aku masih belum mengerti.
Coba kulihat.
Kenapa?
Aku harus melihat foto-fotomu agar dapat mengajarmu.
Tapi sekarang, itu semua berantakan.
Semua orang juga seperti itu pada mulanya. / Tidak, jau tidak bisa...
Coba kulihat.
Astaga, kau kuat.
Coba kulihat.
Apa ini?
Ya...
Aku tadi tidak mencoba untuk melihat ke sana.
Aku sedang memandang bokongmu,
tapi kau berbalik.
Kenapa kau memandangnya?
Apa kau suka jika aku melakukan ini?
Ya,
Awalnya aku sedang memandang punggungmu,
tapi terus menerus turun.
Kau tidak bisa menahannya, hah?
Kau tahu!
Memangnya, awalnya kenapa kau memandangku?
Aku juga bertanya-tanya pada diriku sendiri.
Ampun.
Halo?
Oh! Maafkan aku.
Apa yang...
Dasar mesum!
Oke.
Dah.
Berikan aku pekembangan mengenai daftar VIP (Tamu Utama)
dan persediaan anggur.
Jae-ho!
Kerja yang bagus.
Jae-ho!
Kenapa kau tidak berada di rumah sakit?
Presiden Perkumpulan Pelancong sedang menginap di hotel ini.
Aku mengantarnya dan kupikir aku bisa menyapamu.
Apa kau sibuk? / Tentu saja.
Aku sedang bekerja.
Benarkah? Maafkan aku.
Kembalilah bekerja. Aku akan pergi.
Jae-ho.
Aku tidak bisa membiarkan kau pergi begitu saja.
Mau ikut denganku?
Jangan bekerja terlalu keras.
Dan telpon aku kalau kau sudah lowong.
Akan kutelpon nanti.
Aku sangat bahagia kau berada di sini.
Bagaimana jika ada seseorang yang melihat?
Mereka akan melihat bahwa kau adalah milikku.
Anggurnya masih belum datang. / Mungkin.
Apa yang mereka lakukan? / Itu Nona SEO.
Di sana kau rupanya.
Apa yang membuatmu lama?
Maaf, tapi aku tidak bisa tinggal.
Ke mana kau mau pergi?
Ada rapat mendadak.
Akulah yang sekarang mendadak.
Tunggu.
Maka aku akan segera kembali.
Hangat sekali.
Aku lebih suka mulutmu
lebih jauh.
Pindahkan juga lidahmu.
Ya, itu bagus.
Bolehkah kukeluarkan?
Sudah kubilang, jangan di mulutku!
Jangan!
Jangan bergerak.
Jangan marah.
Ikuti aku.
Lewat sini.
Terima kasih, profesor! / Tentu.
Terima kasih, Pak.
Mari kita lakukan ini lebih sering, Pak. / Oke,
kita akan lebih sering lakukan.
Judul tesismu menarik.
Apa kau selalu tertarik di bidang itu?
Tidak sebelum aku bertemu denganmu, Profesor.
Benarkah?
Pak...
Yoon-jeong ingin bergabung di dalam tim kita.
Apa yang kita lakukan?
Itu hebat, namun...
Bukankan timnya sudah penuh?
Kapasitasnya?
Kita selalu bisa menambah ruang kosong.
Aku benar-benar ingin belajar, Pak.
Kau harus menuliskan kembali tesismu, jika kau mengubah timmu.
Benar?
Tapi kau akan berada di sana untuk membantuku.
Ya.
Terima kasih.
Mari kita bersulang.
Benar.
Bersulang! / bersulang!
Ini mobilmu, Pak. / Oke.
Kerja yang bagus hari ini.
Kita akan minum lagi.
Mau? / Ya, Pak.
Ya...
Oh. Tunggu sebentar.
Ini.
Setidaknya bisa membuatmu tahan beberapa gelas.
Terima kasih, Profesor. / Jangan terlalu banyak minum.
Tidak akan.
Selamat malam, Pak.
Yoon-jeong pasti telah melihat itu.
1100 dolar!
Biarkan kulihat!
Untuka apa kelebihan 100 dollars? / Orang pelit itu kerasukan apa?
Ini luar biasa. / Aku tidak pernah melihat cek sebesar ini.
Sial.
Apa yang salah? / Apa kau melihat cek milikku?
Cek apa? / Cek senilai 1000 dolar!
100 dolar apa? / Cek milikku!
Di mana tadi?
Yang tadi ada di dompetku.
Aku tidak melihatnya.
Bagaimana aku bisa tahu apa yang ada di dompetmu?
Tunggu. Di mana Ji-hwan?
Kenapa?
Kau pikir kalau Ji-hwan akan mengambinya?
Dasar anak itu...
Ji-hwan! Anakku!
Blog dan situ jejaring sosial membuat mudah
untuk menunjukkan dirimu pada orang lain.
Potret setiap hari dari keluargamu,
dan bahkan meja makan
bisa dibagi melalui fotografi.
Ah... Kau...
Sebelumnya kau telah membandingkan fotografi terhadap sebuah buku harian.
Cobalah untuk menagkap dirimu yang tersembunyi,
atau pesona rahasia dirimu di dalam fotografi yang kau ambil.
Fakta dan kebenaran sangatlah penting dalam fotografi,
tapi kau bisa memakai kebenaran
untuk lari dengan imajinasimu.
Hal-hal yang nyata
mungkin tidak ada hubungannya denganmu,
dan sebaliknya, sesuatu yang acak
bisa menjadi kenyataan bagimu.
Kekuatan dari imajinasi adalah
bisa menggiring kepada pembuatan kebenaran.
Ada sebuah alasan dari perkataan ini.
Mimpi menjadi kenyataan!
Cukup untuk hari ini.
Aku tidak tahu di mana aku menghilangkannya.
Tapi aku tahu nomor ceknya.
Ya.
Bank Kookmin. 19928002
Tolong ulangi lagi.
Ya, itu benar.
Tolong temukan.
Senang sekali bisa bersama
di luar kelar, bukan begitu?
Ya.
Minumlah. / Oke.
Silakan. / Oke.
Kau mendengarkanku dengna baik. / Maaf?
Tidak ada.
Aku ingin meminta bantuan.
Apa kau akan mengatakan "ya'? / Apa itu?
Pinjami aku uang. / Maaf?
Sekitar sejuta dolar.
Maaf?
Aku bercanda.
Aku sedang bersiap-siap untuk sebuah pameran.
Aku paham.
Apa kau mau mencoba untuk berpose telanjang?
Apa kau mau menjadi modelku?
Model telanjang? / Itu benar.
Aku tahu itu bantuan yang sangat besar,
tapi ada sesuatu yang hebat dalam dirimu.
Itu tidak apa-apa, namun...
Seberapa telanjang?
Kita bisa mendiskusikan setelahnya, jika kau sudah tentukan untuk melakukannya.
Telanjang bulat?
Kita bisa bicara nanti. Apa kau mau melakukannya?
Tapi kenapa aku harus telanjang?
Jika aku menggunakan model profesional...
Mereka sangat menarik dan alami... / Kalau begitu pakai saja mereka.
Hah?
Memakai model profesional. / Tapi, tunggu...
Model?
Kenapa, aku takkan pernah! / Tunggu!
Kau jauh lebih baik dari seorang model!
Ya, mungkin sedikit...
Jadi Yoon-jeong akan menghancurkan kelompoknya?
Kita telah berpasangan dua-dua,
dan dia akan menjadi lebih satu.
Maka dia bisa melakukannya sendiri. / Pak?
Maafkan aku, Profesor. / Tidak dalam rapat.
Halo?
Ya, ini dia. / Siapa ini?
Polisi?
Ada apa ini?
Sebuah cek curian?
Tidak, cek itu berasal dari profesor kami.
Sudah kubilang, pasti ada kesalahan!
Apa polisi tidak ada yang lebih baik untuk dilakukan?
Aku tetap bilang padamu, bahwa ini sebuah kesalahan!
Ya! Ini salah paham!
Selamat siang.
Di mana kita tadi? / Ya, Pak.
Jadi jika SONG Yoon-jeong bergabung dalam tim...
Maafkan aku, Pak.
Matikan itu selama rapat!
Ya, Pak.
Kupikir kita telah menyetujui itu.
Kau marah akan permintaan model itu? / Ssh.
Sudah kubilang kalau kau jauh lebih baik dari seorang model.
Jangan marah.
Aku tidak marah. / Kau marah.
Apa kau merasa tidak percaya diri akan tubuhmu?
Apa yang salah dengan tubuhku?
Apa itu? / Sayang sekali aku tidak bisa tunjukkan padamu.
Cukup tahu saja kalau itu sangat luar biasa.
Kalau begitu jadilah modelku.
Tidak. Terima kasih.
Kau serius? / Ya.
Sungguh? / Ya!
Kalau begitu, bagaimana dengan...
Kubilang tidak! / Tidak, bukan itu.
Kau tahu Nyonya CHOI dari kelas kita?
Ibunya Min-jung?
Kami dekat. Kenapa?
Bagaimana jika aku memintanya?
Sekarang, setelah kupikir, dia punya banyak ekspresi
dan bentuk tubuh yang indah. / Yang benar saja.
Kau bilang itu bentuk tubuh yang indah?
Dia diam-diam operasi implan
tanpa sepengetahuan suaminya.
Apa yang bagus itu?
Payudara silikon Cina murahannya
dan sekarang dia punya tiga payudara.
Sudah kubilang untuk mendapatkan produk Korea.
Kalau begitu, bagaimana dengan Nyonya KIM?
Kakinya terlalu pendek,
dia bahkan tidak memakai celana dalam.
Kalau begitu Nona CHOI oke, benar? / Maaf?
Kurasa...
Aku seharusnya meminta Nona CHOI.
Kapan kau bilang tadi?
Maaf?
Ya, karena kau tidak mau
mengambil tidak untuk sebuah jawaban...
Aku harus melakukannya sendiri.
Enam,
tujuh,
delapan.
Ayo terus.
Ini sangat salah.
Ayah!
Ji-soo...
Kau seharusnya mengetuk.
Ibu bilang untuk datang makan malam.
Oke. Aku akan datang.
Ayah. / Hah?
Apa kau tidak mau turun? / Ya, duluan saja.
Apa itu? / tidak ada.
Akan kubuang untukmu. / Tidak...
Ji-soo pulang awal hari ini.
Sepanjang hari aku keluar dari kantor,
jadi aku selesai lebih awal.
Kau seharusnya bertemu dengan Dr. KIM jika kau punya waktu.
Kau seharusnya lebih sering pergi kencan,
bahkan jika kau akan segera menikah.
Itu penting. / Oke.
Ini, Ayah.
Benar...
Ayolah. Masih segar dan manis.
Oke...
Dan.
Apa setidaknya kita seharusnya menelpon orang tua Dr. KIM sesekali?
Tidak sopan hanya menunggu mereka untuk menelpon.
Benar?
Siapa itu?
Jae-ho.
Halo?
Ya.
Ada sesuatu di bibirmu.
Diterjemahkan oleh mupi IDFL Subscrew
Itu omong kosong!
Sewalah kamar!
Tidak ada masalah dengan itu.
Apa itu yang kau lakukan dengan pacarmu?
Aku takkan melakukan hal itu dengan Ji-soo.
Seberapa jauh hubungan kalian berdua?
Kau telah melakukannya, bukan?
Ayo pergi saja. / Kau sudah melakukannya!
Dia sudah melakukannya!
Jangan dimasukkan.
Kotor.
Ji-soo tidak pulang tadi malam.
Dia selesai bekerja pagi ini.
Dia akan akan pergi bekerja setelah mendapat pijatan di hotel.
Aku paham.
Bukankah kita ada makan siang dengan Dr. KIM hari ini?
Makan siang? / Ya.
Seharusnya makan malam saja, jika memungkinkan.
Makan malam?
Aku tidak bisa. / Kenapa tidak?
Karena semua tesis yang harus kukoreksi. Tentu saja itu.
Kalau begitu, aku akan mampir untuk makan siang.
Kalau begitu mari kita temui Dr. KIM kapan-kapan di lain waktu.
Baiklah. / Oke.
Kau datang awal. / Masuk.
Silakan dan bukalah.
Secepat itu? / Tidak...
Aku akan menggantung mantelmu. / Oh.
Apa kau mau minum kopi? / Tentu.
Espresso, benar?
Bagaimana kau bisa tahu?
Para model selalu minum kopi yang kuat.
Sini.
Kau tidak punya pikiran kedua?
Tidak. Janji adalah janji.
Kau tidak tiba-tiba olah raga di sebuah pusat kebugaran,
bukan?
Maaf?
Ayo kita mulai.
Tidak, bukan begitu...
Sedikit maju.
Cobalah untuk santai.
Angkat tangan kananmu.
Tidak...
Duduk saja.
Turunkan tanganmu.
Naikkan tangan kirimu.
Menuju dagumu. Oke. Bagus.
Jangan bergerak!
Maaf meneriakimu.
Tidak apa-apa.
Itu terjadi ketika bekerja. / Terima kasih.
Itu bagus. Tangan kananmu.
Tangan kananmu ke dadamu. Bagus.
Sokong itu! Dan jatuhkan kepalamu!
Itu sedikit mengerikan.
Lakukan sesuatu pada rambutmu.
Oke. Bagus.
Santai. Hebat!
Ya! Fantastis!
Oke!
Mari istirahat selama sepuluh menit, sementara aku menganti kartu memorinya.
Maafkan aku.
Halo.
Kapan kau sampai di sini? / Baru saja.
Begitu.
Di mana yang lainnya? / Mereka akan segera tiba.
Sebenarnya...
Aku memintamu untuk datang sedikit lebih awal.
Hanya karena kau berada di tim yang baru sekarang,
pastilah sulit untuk menjaga...
Dan para profesor sulit untuk didekati.
Jadi?
Jadi...
Apa yang ingin kukatakan adalah...
Bebaslah datang padaku
jika kau butuh bantuan apa pun.
Kau bilang kau tinggal di rumah.
Aku hanya mengikuti Ayah keluar.
Sudah lama sejak dulu kita kencan di kampus.
Aku ingat kita tidak pernah mengambil foto bersama.
Akan menyedihkan jika kita tidak memiliki foto lama
untuk dilihat kembali nantinya.
Sini.
Bisakah kau ambil foto kami, tolong?
Foto? Tentu.
Pasanganmu seharusnya sedikit tersenyum.
Senyum. / Ambil saja fotonya.
Satu, dua.
Kau punya rencana setelah kelulusan?
Ya.
Ada yang bisa kubantu?
Maukah kau kencan denganku?
Profesor SEO!
Kau bahkan sekarang sedang mengajar?
Keluarlah dari sini dengan kami. / Kau...
Silakan. / Ayolah, Yoon-jeong.
Cepat keluar dari sini.
Yoon-jeong di sini!
Aku menginginkanmu. / Tidak. Tolong jangan.
Jangan lakukan ini!
Jangan lakukan ini.
Tidak! / Tidak!
Apa kau tidak apa-apa? / Apa kau tidak apa-apa?
Nyonya, sebelah sini. / Hah? benar.
Halo. / Hai.
Gaya yang sama seperti biasanya?
Aku ingin sedikit mengubahnya.
Kenapa kita tidak gunting
beberapa inchi saja?
Aku memang berpikir tentang hal ini.
Sungguh?
Kau datang awal.
Apa kau siap untuk memesan? / Aku kopi.
Baik, Pak.
Apa kau sudah makan?
Sudah.
Apa yang sedang kau baca?
Hanya beberapa artikel.
Kau tidak pergi kencan di akhir pekan.
Bukannya kau punya seorang pacar?
Ada seseorang yang kusuka.
Tapi tidak ada harapan. / Tak ada harapan?
Dia tidak tahu.
Dia tidak menyukaimu?
Maafkan aku.
Bagaimana jika kau adalah orang itu?
Ketika kau cium...
Lihat ke sini!
Oke!
Bagus.
Sangat bagus.
Oke.
Tunggu sebentar.
Kau cantik.
Sudah lama.
Sudah lama?
Minum dengan seseorang.
Terkadang, aku merasa minum setelah bekerja menyenangkan,
tapi aku takut aku akan sedih jika minum sendiri.
Aku mengerti.
Apa kau akan menamparku jika aku menciummu?
Tentu saja.
Aku lupa, ada sesuatu yang harus kukerjakan.
Silakan. Aku akan bersiap-siap.
Tidak, ini bukan sesuatu yang aku bisa lakukan sendiri.
Aku butuh bantuanmu.
Baiklah. Aku akan membantu.
Aku tidak pikir kau benar-benar akan menamparku.
HOTEL CARLTON
Apa yang telah merasukimu?
Apa masalahnya?
Kenapa kita tidak bisa melakukan ini
jika lagipula kita akan segera menikah?
Aku pergi, oke?
SEO Ji-hwan. / Apa lagi sekarang?
Apa artinya aku bagimu?
Aku ingin tahu apa status hubungan kita.
Kau sebaiknya tidak menyesalinya.
Hei.
Apa yang kau lakukan?
Hentikan.
Hentikan!
SEO Ji-hwan!
Ji-hwan!
Gadis-gadis memang sulit.
Yah.
Kenapa kau pikir Min-sun bertingkah seperti itu?
Apa kau tahu?
Kurasa dia tahu bagaimana perasaanku.
Hah?
Aku...
Aku suka orang lain.
Anakku.
Apa ini serius?
Ya.
Untuk kalian berdua?
Hanya aku saja, untuk sekarang.
Dia mengenalmu juga?
Aku tidak yakin.
Apa yang dia lakukan? / Dia berada di sekolahku.
Jurusan apa? Bagaimana dengan orang tuanya?
Apa aku harus melihatnya? / Ayah.
Maksudku...
Jika ada gadis yang cocok untukmu,
maka suatu hari nanti dia bisa menjadi istrimu.
Ini semua demi kebaikanmu, Anakku.
Percayalah padaku dan katakan padaku semuanya.
Aku berada di pihakmu.
Ayah...
Apa kau mencintai Ibu?
Itu dia.
Di sana.
Bagus. Jangan bergerak.
Bagus sekali.
Fantastis. Seperti...
Ayo berhenti. Sudah mulai dingin.
Aku tidak membawamu ke sini untuk membuatmu kedinginan.
Kau bisa terkena flu.
Jangan diam dan berhenti karena aku.
Aku bukanlah pria yang suka diam.
Apa kau baik-baik saja?
Kau sangat agresif...
Apa pekerjaan ayahmu?
Menurutmu apa?
Dia pasti seorang pria
yang memiliki seorang putri yang pintar seperti dirimu.
Apa dia berkecimpung di politik?
Aku tidak pernah punya seorang ayah sejak aku bayi.
Ini tidak menyenangkan.
Mari bicara tentang hal-hal yang membahagiakan saja.
Baiklah.
Profesor.
Profesor!
Ini, Ibu!
Apa ada yang salah?
Aku harus memberi tahu sesuatu.
Apa?
Ibu. / Ada apa?
Ta-ra!
Apa itu? Dia melamar?
Dr. KIM memintamu untuk menikahinya?
Tapi kenapa dengan muka yang sedih itu?
Rasanya sedikit aneh.
Aku tidak tahu dari mana memulainya.
Kau harus menjawabnya terlebih dulu.
Sudah kau jawab? / Belum.
Kenapa belum? / Aku tidak tahu.
Setiap orang awalnya mengalami hal yang sama.
Bukankah mengerikan kalau pulang ke rumah sendirian di malam hari?
Jika kau kuatir seperti itu, maka antar aku pulang setiaphari.
Atau kau bisa pulang lebih awal.
Kau tahu kau akan sedih jika aku pulang awal.
Selamat malam.
SONG Yoon-jeong.
Bisakah aku bicara denganmu? / Siapakah kau?
Jurusan arsitek SEO Ji-hwan. Kita pergi ke sekolah yang sama.
Berhenti.
Akan kutelepon polisi.
Tunggu.
Maafkan aku.
KLINIK OB/GYN (KANDUNGAN)
Hasilnya...
Kau hamil.
Terlambat...
akhir-akhir ini kehamilan memang tidak seperti biasanya,
tapi dengan pemeriksaan setiap dua minggu
hanya agar aman.
Anak yang terlambat?
Itu luar biasa.
Ya, itu benar-benar luar biasa!
Dibanding dengan anak-anak muda yang terburu-buru
melakukan aborsi akhir-akhir ini,
kau melakukan sesuatu yang sangat benari dan berarti.
Selamat.
Bravo!
Tapi Pak...
Cowok atau cewek? / Hah?
Belum bisa kukatakan, Nyonya.
Maafkan aku.
Kalau begitu, sampai jumpa dua minggu lagi.
Ya Tuhan.
Hai.
Apa yang kau lakukan? / Hanya membantumu.
Aku akan teriak.
Aku bukan orang yang aneh.
Tapi kau melakukan hal-hal yang aneh!
Tidak, aku tidak begitu.
Sekarang kau sedang mengikutiku! / Karena aku menyukaimu.
Apa kau bahkan mengenalku?
SONG Yoon-jeong, angkatan 2005.
Kuliah di hari Selasa dan Rabu.
Kau minum karamel macchiato dan duduk di baris keempat.
Kau benar-benar penguntit sejati!
Karena aku mencintaimu.
Dasar sakit jiwa.
Ini sangat cantik!
Lihatlah ini, Ibu!
Itu cantik.
Apa seharusnya aku pakai ini?
Tentu.
Yang ini juga cantik, Ibu! / Yang itu juga cantik.
Apa yang salah? Apa kau sakit? / Tidak.
Hanya saja, aku menyukai semuanya.
Sepertinya pikiranmu sedang di lain tempat.
Kita seharusnya bertemu dengan Jae-ho, nanti.
Hari ini? Kenapa?
Kau harus bertemu dengannya sebelum pernikahan.
Benar.
Kali lain waktu.
Ini sangat cantik!
Kau tidak bisa tiba-tiba pergi begitu saja!
Mari kita selalu tinggal bersama. Kita takkan terpisahkan.
Ini tidak adil. / Kenapa? Kau tidak mau melakukannya?
Bukan seperti itu.
Walau pun kita bersama,
pada akhirnya kau harus kembali.
Tidak, aku takkan pergi ke mana pun.
KANTOR DIREKTUR KLINIK
Apa kau sibuk?
Apa yang membawamu jauh-jauh ke sini?
Maafkan aku, Jae-ho.
Manajer kami memaksa kita keluar untuk minum-minum tadi malam.
Dia membuatkan kita minum dan aku mabuk.
Kalau begitu kau seharusnya menelponku.
Bagaimana bisa?
Menelponmu di tengah-tengah rapat karena aku mabuk?
Itulah bagaimana seharusnya.
Bagaimana perasaanmu?
Apa kau baik-baik saja?
Aku masih sedikit mual.
Ada masalah apa dengan manajer itu?
Aku tahu.
Beri dia pelajaran, kali lain kau bertemu dengannya.
Akan kuberi pelajaran.
Akan kujahit mulutnya!
Takkan terjadi lagi.
Kau janji? / Tentu saja.
Itu mereka.
Ayahk. Ibu. Ini Jae-ho.
Bagaimana kabarmu, Pak?
Senang bertemu denganmu lagi. / Ya, Pak.
Istriku.
Ayo.
Mari kita duduk.
Baik, Pak.
Kehamilan di umur paruh baya akhir-akhir ini semakin sering. / Benarkah?
Ayolah. Kau tahu lebih baik dariku, Pak.
Dari semua kejadian ini!
Kenapa, Nyonya SEO datang pada beberapa... / Ya Tuhan!
Ibu!
Apa kau baik saja? / Nyonya SEO!
Aku hanya perlu untuk... Aku akan pergi ke kamar kecil.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Dari semua dokter, kenapa harus dia?
Jika bukan karena bajingan itu...
Bertahanlah, PARK Hye-kyung.
Bertahanlah!
Aku telah memberi tahu semuanya, Nyonya.
Aku tidak bermaksud untuk...
Terjadi begitu saja.
Ini semua salahku.
Kenapa aku harus mendengar
kabar gembira ini darinya?
Apa bayinya sehat?
Tentu saja, Pak.
Bayi dan Ibunya sangat sehat.
Terima kasih!
Kenapa kau tidak mengatakan apa pun?
Terima kasih, sayang.
Terima kasih...
Apa yang merasukimu?
Kenapa sekarang kau tidak menyukai Jae-ho?
Tidak suka saja.
Dia tampak aneh.
Dia jauh lebih baik dari Ayah.
Matanya hampir keluar seperti seekor katak.
Dan dia sangat pucat.
Aku bertaruh dia akan botak dalam beberapa tahun lagi.
Dia tidak bisa tahan lama di tempat tidur.
Ya, bukan kau yang akan menikahinya!
Aku takkan menikahinya bahkan jika dia adalah pria terakhir di muka bumi ini!
Ibu!
Dengarkan aku!
Jangan pernah membicarakan diriku di depannya!
Mengenai kehamilan bodohmu? / Apa?
Apa yang baru saja kau katakan padaku? Dasar...
Aku sangat terhina!
Terhina?
Kau pikir kau bahkan bisa punya anak pada umurku?
Bagulah bagimu!
Jadi sekarang aku bisa punya bayi
bersama dengan ibuku sendiri!
Kau benar-benar tak bisa dipercaya!
Kalau begitu aku tidak akan melahirkannya!
Ow! Panas! Ibu!
Tuhan, itu panas! / Apa kau baik-baik saja?
Betapa jarangnya merasa bahagia seperti ini
hanya bersama dengan seseorang?
Ini adalah sebuah karunia bersama
pada waktu dan tempat yang bersamaan
dengan orang yang kau cintai.
Itu sangat menyentuh.
Hari ini aku ada sesuatu yang bahkan lebih baik untuk dikatakan.
Berita gembira.
Apa itu.
Kau tidak perlu membawakan aku sebuah hadiah...
Apa ini?
Aku hamil.
Ini bayimu, Profesor.
Bayi kita.
Sudah larut malam. Kita harus pergi.
Aku harus bangun awal besok pagi.
Sial!
Seorang bayi pada umur ini...
Dan dua, pada itu?
Ini tidak bisa dipercaya!
Apa?
Teganya kau memperlakukan cinta kita seperti sebuah...
Cinta?
Cinta apa?
Kau bilang kau mencintaiku.
Apa kau yakin?
Hanya saja, kau seorang gadis yang seksi dan pintar...
juga tampak sedikit menyedihkan...
Aku telah berpikir tentang hal itu beberapa waktu dan...
Aku tidak pikir orang lain selain diriku dapat menanganimu.
Itulah kenapa aku berpikir...
Mulai sekarang... / Tahan, Min-sun.
Berhenti di sana!
Jika kau pergi seperti itu,
Hubungan kita usai.
Permisi.
SONG Yoon-jeong!
Apa yang kau inginkan?
Aku baru saja berpikir.
Mengenai Min-sun?
Tidak.
Wanita itu.
Yang kau sebut sebelumnya. / Ya.
Apa segalanya lancar dengannya?
Apa dia juga menyukaimu?
Aku tidak tahu.
Dan bagaimana dengan Min-sun? / Aku harus mengakhirinya.
Bagiamana?
Kupikir tidak akan sulit.
Ya, aku berada di pihakmu.
Hanya saja, tidak mudah untuk mencoba
bicara dengan wanita-wanita ini.
Kau meninggalkan durasi waktu dalam cuti kuliahmu.
Berapa lama kau akan pergi?
Selama mungkin.
Pakai sabuk pengamanmu.
Bagaimana aku bisa membantumu?
Aku perlu memeriksa sesuatu
mengenai SEO Ji-hwan di jurusan Arsitek.
Aku tidak pernah mengharapkan kau menelponku terlebih dulu.
Kau bilang kau menyukaiku, bukan?
Kubilang aku mencintaimu.
Apa kau masih merasakan hal itu?
Tentu saja.
Apa kau mau melakukan apa pun
yang kumau?
Aku rela mati untukmu.
Maukah kau menjaga bayinya?
SEO Ji-soo!
Berhentilah melompat-lompat kegirangan
dan pikir mengenai hal itu, Ayah.
Ini memalukan.
Apa ada temanmu yang memiliki anak di umur sekarang?
Bayinya bisa mendengarmu, Ji-soo.
Apa yang merasukimu hari ini?
Hidup kita lebih penting
dari bayi yang belum lahir itu.
Apa yang kukatakan pada Jae-ho?
Dr. KIM bahagia mengenai hal itu.
Apa kau benar-benar percaya hal itu?
Dia hanya mengatakan hal itu karena Ibu.
Perhatikan mulutmu... / Aku pulang.
Jadi Yoon-jeong punya
bayimu?
Yah.
Bicara tentang banyaknya bayi.
Bagaimana dengan Min-sun?
Kita sudah lama putus. / Kata siapa?
Kenapa semua orang melawan hal ini?
Aku suka pada Yoon-jeong.
Aku tidak tahu kau sangat agresif, Ji-hwan.
Ji-soo. / Pikirkah hal itu.
Dia cantik dan pintar, dan pergi ke sekolah yang bagus.
Bagaimana bisa lebih baik dari ini?
Cukup!
Antar dia pulang dan temui aku di ruanganku.
Dia tidak bilang yang lain lagi?
Yang lain lagi?
Ya...
jika anak itu...
adalah anakmu atau tidak... / Apa?
Kenapa kau bicara seperti itu?
Apa kau menyukainya jika aku menanyakan padamu
jika bayinya Ibu adalah bayimu atau bukan?
Apa?
Apa yang baru saja kau katakan padaku?
Tarik lagi kata-katamu sekarang. / Tarik juga kata-katamu.
Sial.
Aku tidak...
Aku tidak mengerti kenapa kau marah mengenai hal ini.
Ji-hwan. / Silakan.
Aku hanya...
Beberapa hal sangat sulit bagiku.
Aku tahu sekarang kau tidak mengerti aku,
tapi tidak bisakah kau melakukan
yang kukatakan sekali ini saja?
Apa itu?
Menjauhlah dari putraku, sekarang!
SONG Yoon-jeong!
Sekali ini saja...
Jika kau dengarkan aku sekali ini saja, selama sisa hidupku
Selama sisa hidupku!
Sisa hidupmu, apa?
Kau...
Apa yang kau ingin aku lakukan?
Kau menganggapku orang yang bodoh?
Sebaiknya kau singkirkan bayi itu sekarang!
Mempelai pria akan memasuki ruangan.
Berikan tepuk tangan meriah
bagi mempelai kita yang bersemangat.
Akan kubunuh Ji-hwan.
Dia akan berada di sini.
Mungkin hanya macet.
Tidak ada alasan pada hari seperti ini!
Dan tiba mempelai wanita.
Mempelai wanita yang cantik ini datang
dengan anggunnya.
Tolong beri dia tepuk tangan yang hangat dan meriah.
Dan karena kita mengambil sumpah suci,
dia adalah kepala dari Klinik OB/GYN.
Doktor muda yang menjanjikan dan aset bagi negeri kita.
Mempelai wanita juga datang dari
keluarga sukses dengan kehebatan...
EMPAT TAHUN KEMUDIAN
Selamat hari jadi ke 30, Ibu dan Ayah!
Akan kuambil.
Ini kuenya! / Hebat.
Lihat kuenya, Ji-ho.
Itu tidak bagus, Ji-ho.
Nanti ibu akan memberimu beberapa.
Siapa anak baik ini?
Maafkan aku
kita tidak bisa keluar
pada hari seperti ini, Jae-ho.
Itu benar, Pak.
Lagi pula terlalu banyak untuk ditangani dengan anak-anak.
Ya, itu membuatku merasa lebih baik.
Kau tahu betapa menyesalnya aku, benar sayang?
Kenapa kau menyesal?
Kau ingin bermain dengan Min-ji, Ji-ho?
Tidak...
Di mana Min-ji?
Kau seharusnya tahu. Kau adalah ibunya.
Ambil Min-ji supaya dia bisa bermain dengan Ji-ho.
Akan kucari dia, Nyonya.
KIM Min-ji!
Kau bermain dengan ini lagi?
Apa kau mencoba menjadi seorang DJ kalau kau sudah besar?
Itulah kenapa Ayah menghadiahkan ini untukmu, Min-ji.
Kau bermain dengan ini.
Ayo ketemu dengan Kakek!
Kau pegang itu.
Satu, dua, tiga!
Ayo!
Tiup lilinnya, Pak. / Ya, Ayah.
Siapa itu?
Akan kubukakan.
Ayah! Ibu!
Ji-hwan!
Anakku!
Aku sangat merindukanmu!
Anakku!
Siapa namanya?
Ini adik kecilmu, Ji-ho.
Dan putri kami, Min-ji.
Kau seharusnya memeluk kakakmu untuk pertama kalinya.
Ayo pergi ke kakakmu!
Kenapa kau tidak pergi ke Kakek, Hee-ju?
Oke...
Ke sini, Min-ji.
Hai, Ibu. / Hai.
Hai.
Halo. / Kau datang lebih awal.
Maafkan aku, kami terlambat.
Benar. / Kalian semua datang awal.
Aku sangat sedih ketika kau tidak datang di pernikahan Ji-soo.
Menyenangkan sekali bisa berkumpul bersama.
Sebelumnya hanya berlima.
Tapi kita sekarang keluarga besar berjumlah sembilan orang.
Apa?
Yoon-jeong dan Ji-ho.
Min-ji dan Hee-ju.
Itu membuat kita semua bersembilan.
Kau benar.
Mungkin akan lebih lagi.
Berhentilah bercanda.
Ayo masuk, Nyonya.
Halo. / Selamat datang.
Kami adalah keluarga SEO Jeong-min.
Pak! Keluarga SEO ada di sini.
Satu... / Aku turun!
Bisakah putra tertua sedikit
lebih dekat? / Aku ingin pergi!
Sedikit lagi! Baik.
Oke. Lihat ke sini, Ji-ho.
Duduk diam, Ji-ho. / Aku turun! Turun!
Duduk diam, Ji-ho.
Apa?
Ya Tuhan.
Kurasa Ji-ho tidak mau difoto.
Dia tampaknya tidak
terlalu menyukai ayahnya.
Coba lihat...
Ini idenya.
Mari kita tukar bayinya.
Kau ke sebelah sana,
dan Ji-ho bersama ibunya.
Baiklah kalau begitu.
Satu, dua!
AYAH
AYAH SEBENARNYA
AYAH
AYAH SEBENARNYA
AYAH
AYAH SEBENARNYA
Diterjemahkan oleh mupi IDFL Subscrew
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.